Bersyukur
Merenungi nikmat Allah yang tak pernah terhitung.
وَإِذْ wa-idh ketika تَأَذَّنَ ta-adhana memaklumkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَئِن la-in sesungguhnya jika شَكَرْتُمْ shakartum kamu bersyukur لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ la-azīdannakum pasti Aku akan menambahkan kepadamu وَلَئِن wala-in dan sesungguhnya jika كَفَرْتُمْ kafartum kamu mengingkari إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابِى ʿadhābī azabKu لَشَدِيدٌۭ lashadīdun sungguh sangat keras/pedih 7
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
وَإِن wa-in dan jika تَعُدُّوا۟ taʿuddū kamu menghitung-hitung نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا lā tidakkah تُحْصُوهَآ ۗ tuḥ'ṣūhā kamu dapat menghitungnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 18
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
فَٱذْكُرُونِىٓ fa-udh'kurūnī maka ingatlah kepadaKU أَذْكُرْكُمْ adhkur'kum Aku ingat kepadamu وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لِى lī kepadaKu وَلَا walā dan jangan تَكْفُرُونِ takfurūni kalian kafir 152
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu1, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan لُقْمَـٰنَ luq'māna Luqmân ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah أَنِ ani agar ٱشْكُرْ ush'kur bersyukur لِلَّهِ ۚ lillahi kepada Allah وَمَن waman dan barang siapa يَشْكُرْ yashkur bersyukur فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَشْكُرُ yashkuru ia bersyukur لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barang siapa yang كَفَرَ kafara ingkar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji 12
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqmān, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
فَتَبَسَّمَ fatabassama maka dia tersenyum ضَاحِكًۭا ḍāḥikan tertawa مِّن min dari قَوْلِهَا qawlihā perkataannya (semut itu) وَقَالَ waqāla dan dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī tahanlah/perkenankan aku أَنْ an untuk أَشْكُرَ ashkura aku mensyukuri نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat-Mu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau anugerahkan عَلَىَّ ʿalayya atasku وَعَلَىٰ waʿalā dan atas وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku وَأَنْ wa-an dan untuk أَعْمَلَ aʿmala aku mengerjakan/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridainya وَأَدْخِلْنِى wa-adkhil'nī dan masukanlah aku بِرَحْمَتِكَ biraḥmatika dengan rahmat-Mu فِى fī dalam عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hamba-Mu ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 19
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhan-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".