Tilawahku
Masuk
۞
🤲

Memohon Ampun

Kembali kepada Allah dengan taubat dan harapan.

۞ قُلْ qul katakanlah يَـٰعِبَادِىَ yāʿibādiya hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسْرَفُوا۟ asrafū (mereka) melampaui batas عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri لَا tidak تَقْنَطُوا۟ taqnaṭū kamu berputus asa مِن min dari رَّحْمَةِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَغْفِرُ yaghfiru Dia mengampuni ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 53

Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1 semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَا idhā apabila فَعَلُوا۟ faʿalū mereka mengerjakan فَـٰحِشَةً fāḥishatan perbuatan keji أَوْ aw atau ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri ذَكَرُوا۟ dhakarū mereka ingat ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱسْتَغْفَرُوا۟ fa-is'taghfarū maka/lalu mereka memohon ampun لِذُنُوبِهِمْ lidhunūbihim terhadap dosa-dosa mereka وَمَن waman dan siapakah يَغْفِرُ yaghfiru (yang) mengampuni ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa itu إِلَّا illā kecuali/selain ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَمْ walam dan tidak يُصِرُّوا۟ yuṣirrū mereka terus (tetap) عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa فَعَلُوا۟ faʿalū mereka kerjakan وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui 135

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri1, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوْبَةًۭ tawbatan taubat نَّصُوحًا naṣūḥan sungguh-sungguh dan ikhlas عَسَىٰ ʿasā boleh jadi/mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an akan يُكَفِّرَ yukaffira menghapus/menutupi عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَيُدْخِلَكُمْ wayud'khilakum dan akan memasukkan kamu جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai يَوْمَ yawma pada hari لَا tidak يُخْزِى yukh'zī menghinakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ ۖ maʿahu bersama dia نُورُهُمْ nūruhum cahaya mereka يَسْعَىٰ yasʿā berjalan/bersinar بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَبِأَيْمَـٰنِهِمْ wabi-aymānihim dan di sebelah kanan mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَتْمِمْ atmim sempurnakanlah لَنَا lanā bagi kami نُورَنَا nūranā cahaya kami وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لَنَآ ۖ lanā bagi kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 8

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

وَمَن waman dan barang siapa يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan سُوٓءًا sūan kejahatan أَوْ aw atau يَظْلِمْ yaẓlim menganiaya نَفْسَهُۥ nafsahu dirinya ثُمَّ thumma kemudian يَسْتَغْفِرِ yastaghfiri memohon ampun ٱللَّهَ l-laha Allah يَجِدِ yajidi ia mendapati ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 110

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadanya عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi haid قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia (haid) أَذًۭى adhan penyakit/kotoran فَٱعْتَزِلُوا۟ fa-iʿ'tazilū maka hendaklah kamu menjauhkan diri ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita فِى didalam ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi waktu haid وَلَا walā dan jangan تَقْرَبُوهُنَّ taqrabūhunna kamu mendekati mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَطْهُرْنَ ۖ yaṭhur'na mereka suci فَإِذَا fa-idhā maka apabila تَطَهَّرْنَ taṭahharna mereka telah suci فَأْتُوهُنَّ fatūhunna maka datangilah مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu sekira/sebagaimana أَمَرَكُمُ amarakumu memerintahkan kamu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلتَّوَّٰبِينَ l-tawābīna orang-orang yang taubat وَيُحِبُّ wayuḥibbu dan Dia menyukai ٱلْمُتَطَهِّرِينَ l-mutaṭahirīna orang-orang yang mensucikan diri 222

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri1 dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci2. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.