Sabar dalam Ujian
Penguat saat sedang diuji dengan kesulitan.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم walanabluwannakum dan sungguh akan Kami beri cobaan بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنَ mina dari ٱلْخَوْفِ l-khawfi ketakutan وَٱلْجُوعِ wal-jūʿi dan kelaparan وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan مِّنَ mina dari ٱلْأَمْوَٰلِ l-amwāli harta وَٱلْأَنفُسِ wal-anfusi dan jiwa وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ wal-thamarāti dan buah-buahan وَبَشِّرِ wabashiri dan berikan berita gembira ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 155
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَآ idhā apabila أَصَـٰبَتْهُم aṣābathum menimpa mereka مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah قَالُوٓا۟ qālū mereka mengucapkan إِنَّا innā sesungguhnya kami لِلَّهِ lillahi milik Allah وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali 156
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Innā lillāhi wa innā ilayhi rājiʻūn1.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka صَلَوَٰتٌۭ ṣalawātun kehormatan/keberkatan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَرَحْمَةٌۭ ۖ waraḥmatun dan rahmat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُهْتَدُونَ l-muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk 157
Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱصْبِرُوا۟ iṣ'birū bersabarlah kamu وَصَابِرُوا۟ waṣābirū dan tingkatkan kesabaranmu وَرَابِطُوا۟ warābiṭū dan waspadalah kamu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
قُلْ qul katakanlah يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمْ ۚ rabbakum Tuhan kalian لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū berbuat baik فِى fī pada هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةٌۭ ۗ ḥasanatun kebaikan وَأَرْضُ wa-arḍu dan bumi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٰسِعَةٌ ۗ wāsiʿatun luas إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُوَفَّى yuwaffā disempurnakan ٱلصَّـٰبِرُونَ l-ṣābirūna orang-orang yang sabar أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan 10
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-mu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.