Tilawahku
Masuk
۞

Juz 1

Al-Fatihah (1-7), Al-Baqarah (1-141)

بِسْمِ bis'mi dengan nama ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang 1

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang1.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu pujian لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta 2

Segala puji1 bagi Allah, Tuhan2 semesta alam.

ٱلرَّحْمَـٰنِ al-raḥmāni Maha Pengasih ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang 3

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

مَـٰلِكِ māliki Penguasa يَوْمِ yawmi hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 4

Yang menguasai1 hari pembalasan2.

إِيَّاكَ iyyāka hanya kepadaMu نَعْبُدُ naʿbudu kami menyembah وَإِيَّاكَ wa-iyyāka dan hanya kepadaMu نَسْتَعِينُ nastaʿīnu kami mohon pertolongan 5

Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah2185>1 dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan

ٱهْدِنَا ih'dinā tunjukkan kami ٱلصِّرَٰطَ l-ṣirāṭa jalan ٱلْمُسْتَقِيمَ l-mus'taqīma lurus 6

Tunjukilah kami1 jalan yang lurus,

صِرَٰطَ ṣirāṭa jalan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَنْعَمْتَ anʿamta diberi nikmat عَلَيْهِمْ ʿalayhim kepadanya غَيْرِ ghayri bukan ٱلْمَغْضُوبِ l-maghḍūbi orang yang dimurkai عَلَيْهِمْ ʿalayhim kepadanya وَلَا walā dan tidak ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat 7

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat1.

الٓمٓ alif-lam-meem Alif lam mim 1

Alif Lām Mīm.1

ذَٰلِكَ dhālika itu ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab لَا tidak ada رَيْبَ ۛ rayba keraguan فِيهِ ۛ fīhi didalamnya هُدًۭى hudan petunjuk لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang takwa 2

Kitab (Al-Qur`ān)1 ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa2,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib وَيُقِيمُونَ wayuqīmūna dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَمِمَّا wamimmā dan sebagian dari apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami beri rezki kepada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan 3

(yaitu) mereka yang beriman1 kepada yang gaib2, yang mendirikan salat3, dan menafkahkan sebagian rezeki4 yang Kami anugerahkan kepada mereka,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِمَآ bimā pada apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu وَبِٱلْـَٔاخِرَةِ wabil-ākhirati dan pada hari akhirat هُمْ hum mereka يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin 4

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur`ān) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu1, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat2.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَىٰ ʿalā atas هُدًۭى hudan petunjuk مِّن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 5

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung1.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar سَوَآءٌ sawāon sama عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَأَنذَرْتَهُمْ a-andhartahum apakah engkau peringatkan mereka أَمْ am atau لَمْ lam tidak تُنذِرْهُمْ tundhir'hum engkau peringatkan mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 6

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

خَتَمَ khatama menutup/mengunci ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka وَعَلَىٰ waʿalā dan atas سَمْعِهِمْ ۖ samʿihim pendengaran mereka وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas أَبْصَـٰرِهِمْ abṣārihim penglihatan mereka غِشَـٰوَةٌۭ ۖ ghishāwatun tutup/tabir وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksaan عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar/berat 7

Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka1, dan penglihatan mereka ditutup2. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang yang يَقُولُ yaqūlu berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَبِٱلْيَوْمِ wabil-yawmi dan kepada hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَمَا wamā dan bukanlah هُم hum mereka بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman 8

Di antara manusia ada yang mengatakan, "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian1", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

يُخَـٰدِعُونَ yukhādiʿūna mereka hendak menipu ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَمَا wamā dan tidaklah يَخْدَعُونَ yakhdaʿūna mereka menipu إِلَّآ illā kecuali أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَمَا wamā dan tidaklah يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 9

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

فِى di dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit فَزَادَهُمُ fazādahumu maka menambah ٱللَّهُ l-lahu Allah مَرَضًۭا ۖ maraḍan penyakit وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۢ alīmun yang sangat pedih بِمَا bimā dengan sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْذِبُونَ yakdhibūna berdusta 10

Dalam hati mereka ada penyakit1, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla ketika dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka لَا jangan تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَحْنُ naḥnu kami مُصْلِحُونَ muṣ'liḥūna orang-orang yang melakukan perbaikan 11

Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi1”, mereka menjawab, "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلْمُفْسِدُونَ l-muf'sidūna orang-orang yang membuat kerusakan وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka sadar 12

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka ءَامِنُوا۟ āminū beriman كَمَآ kamā sebagaimana ءَامَنَ āmana telah beriman ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kami beriman كَمَآ kamā sebagaimana ءَامَنَ āmana beriman ٱلسُّفَهَآءُ ۗ l-sufahāu orang-orang bodoh أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang bodoh وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 13

Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila لَقُوا۟ laqū mereka berjumpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَإِذَا wa-idhā dan apabila خَلَوْا۟ khalaw mereka kembali إِلَىٰ ilā kepada شَيَـٰطِينِهِمْ shayāṭīnihim syaitan-syaitan mereka قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami مَعَكُمْ maʿakum bersama kalian إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَحْنُ naḥnu kami مُسْتَهْزِءُونَ mus'tahziūna orang-orang yang berolok-olok 14

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka1, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".

ٱللَّهُ al-lahu Allah يَسْتَهْزِئُ yastahzi-u akan memperolok-olok بِهِمْ bihim kepada mereka وَيَمُدُّهُمْ wayamudduhum dan membiarkan mereka فِى dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna terombang-ambing 15

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū mereka membeli ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk فَمَا famā maka tidak رَبِحَت rabiḥat beruntung تِّجَـٰرَتُهُمْ tijāratuhum perniagaan mereka وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk 16

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

مَثَلُهُمْ mathaluhum perumpamaan mereka كَمَثَلِ kamathali seperti umpama ٱلَّذِى alladhī orang yang ٱسْتَوْقَدَ is'tawqada menyalakan نَارًۭا nāran api فَلَمَّآ falammā maka setelah أَضَآءَتْ aḍāat menerangi مَا apa حَوْلَهُۥ ḥawlahu disekelilingnya ذَهَبَ dhahaba menghilangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِنُورِهِمْ binūrihim dengan cahaya mereka وَتَرَكَهُمْ watarakahum dan membiarkan mereka فِى dalam ظُلُمَـٰتٍۢ ẓulumātin kegelapan لَّا tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat 17

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat1.

صُمٌّۢ ṣummun (mereka) tuli بُكْمٌ buk'mun (mereka) bisu عُمْىٌۭ ʿum'yun (mereka) buta فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka akan kembali 18

Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)1,

أَوْ aw atau كَصَيِّبٍۢ kaṣayyibin seperti hujan lebat مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فِيهِ fīhi didalamnya ظُلُمَـٰتٌۭ ẓulumātun gelap gulita وَرَعْدٌۭ waraʿdun dan guruh وَبَرْقٌۭ wabarqun dan kilat يَجْعَلُونَ yajʿalūna mereka menyumbat أَصَـٰبِعَهُمْ aṣābiʿahum jari-jari mereka فِىٓ dalam ءَاذَانِهِم ādhānihim telinga mereka مِّنَ mina dari ٱلصَّوَٰعِقِ l-ṣawāʿiqi petir حَذَرَ ḥadhara takut ٱلْمَوْتِ ۚ l-mawti mati وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مُحِيطٌۢ muḥīṭun meliputi بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna terhadap orang-orang kafir 19

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya karena (mendengar suara) petir1, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir2.

يَكَادُ yakādu hampir-hampir ٱلْبَرْقُ l-barqu kilat يَخْطَفُ yakhṭafu menyambar أَبْصَـٰرَهُمْ ۖ abṣārahum penglihatan mereka كُلَّمَآ kullamā setiap أَضَآءَ aḍāa bersinar لَهُم lahum kepada mereka مَّشَوْا۟ mashaw mereka berjalan فِيهِ fīhi didalamnya وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَظْلَمَ aẓlama menjadi gelap عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka قَامُوا۟ ۚ qāmū berhenti وَلَوْ walaw dan bila شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَذَهَبَ ladhahaba niscaya Ia melenyapkan بِسَمْعِهِمْ bisamʿihim dengan pendengaran mereka وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۚ wa-abṣārihim dan penglihatan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 20

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna (kamu) bertakwa 21

Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa.

ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فِرَٰشًۭا firāshan hamparan وَٱلسَّمَآءَ wal-samāa dan langit بِنَآءًۭ bināan bangunan وَأَنزَلَ wa-anzala dan menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَخْرَجَ fa-akhraja maka (Dia) mengeluarkan بِهِۦ bihi dengan itu مِنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan رِزْقًۭا riz'qan rezki لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَلَا falā maka jangan تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 22

Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu1 bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

وَإِن wa-in dan jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى dalam رَيْبٍۢ raybin keraguan مِّمَّا mimmā dari apa yang نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan عَلَىٰ ʿalā atas عَبْدِنَا ʿabdinā hamba Kami فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/buatlah بِسُورَةٍۢ bisūratin dengan sebuah surat مِّن min dari مِّثْلِهِۦ mith'lihi seperti itu وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah شُهَدَآءَكُم shuhadāakum saksi-saksi (penolongmu) مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 23

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur`ān yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah1 satu surah (saja) yang semisal Al-Qur`ān itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan وَلَن walan dan tidak akan تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka takutlah kalian ٱلنَّارَ l-nāra api neraka ٱلَّتِى allatī yang وَقُودُهَا waqūduhā bahan bakarnya ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَٱلْحِجَارَةُ ۖ wal-ḥijāratu dan batu أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir 24

Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

وَبَشِّرِ wabashiri dan sampaikan kabar gembira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan أَنَّ anna sesungguhnya لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai كُلَّمَا kullamā setiap kali رُزِقُوا۟ ruziqū mereka diberi rezki مِنْهَا min'hā dari padanya مِن min dari ثَمَرَةٍۢ thamaratin buah-buahan رِّزْقًۭا ۙ riz'qan (sebagai) rezki قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang رُزِقْنَا ruziq'nā direzkikan kepada kami مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu dahulu وَأُتُوا۟ wa-utū dan mereka diberi بِهِۦ bihi dengannya مُتَشَـٰبِهًۭا ۖ mutashābihan yang serupa وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِيهَآ fīhā didalamnya أَزْوَٰجٌۭ azwājun isteri-isteri مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ muṭahharatun yang suci وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal 25

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya1.

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَسْتَحْىِۦٓ yastaḥyī segan أَن an untuk يَضْرِبَ yaḍriba membuat مَثَلًۭا mathalan perumpamaan مَّا berupa بَعُوضَةًۭ baʿūḍatan nyamuk فَمَا famā bahkan apa فَوْقَهَا ۚ fawqahā lebih rendah darinya فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman فَيَعْلَمُونَ fayaʿlamūna maka mereka mengetahui أَنَّهُ annahu bahwasanya ia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhannya وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَيَقُولُونَ fayaqūlūna maka mereka berkata مَاذَآ mādhā apa yang أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini مَثَلًۭا ۘ mathalan perumpamaan يُضِلُّ yuḍillu Dia menyesatkan بِهِۦ bihi dengannya كَثِيرًۭا kathīran banyak وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk بِهِۦ bihi dengannya كَثِيرًۭا ۚ kathīran banyak وَمَا wamā dan tidak يُضِلُّ yuḍillu Dia sesatkan بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَّا illā kecuali ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang fasik 26

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu1. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah2, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَنقُضُونَ yanquḍūna melanggar عَهْدَ ʿahda perjanjian ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مِيثَـٰقِهِۦ mīthāqihi meneguhkannya وَيَقْطَعُونَ wayaqṭaʿūna dan mereka memutuskan مَآ apa أَمَرَ amara yang diperintahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦٓ bihi dengannya أَن an bahwa/untuk يُوصَلَ yūṣala menghubungkan وَيُفْسِدُونَ wayuf'sidūna dan mereka membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi 27

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

كَيْفَ kayfa bagaimana تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian أَمْوَٰتًۭا amwātan orang-orang mati فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ fa-aḥyākum maka Dia menghidupkan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِيكُمْ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 28

Mengapa kamu kafir kepada Allah? Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

هُوَ huwa Dialah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan لَكُم lakum bagi kalian مَّا apa فِى pada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰٓ is'tawā Dia menuju إِلَى ilā kepada ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَسَوَّىٰهُنَّ fasawwāhunna maka Dia menyempurnakan سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَٰتٍۢ ۚ samāwātin langit وَهُوَ wahuwa dan Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 29

Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berfirman رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat إِنِّى innī sesungguhnya Aku جَاعِلٌۭ jāʿilun pencipta فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi خَلِيفَةًۭ ۖ khalīfatan khalifah (wakil) قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتَجْعَلُ atajʿalu apakah Engkau jadikan فِيهَا fīhā di dalamnya مَن man orang يُفْسِدُ yuf'sidu merusak فِيهَا fīhā didalamnya وَيَسْفِكُ wayasfiku dan menumpahkan ٱلدِّمَآءَ l-dimāa darah وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami نُسَبِّحُ nusabbiḥu kami bertasbih بِحَمْدِكَ biḥamdika dengan memujiMu وَنُقَدِّسُ wanuqaddisu dan kami mensucikan لَكَ ۖ laka bagiMu قَالَ qāla Dia berfirman إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَعْلَمُ aʿlamu Aku lebih mengetahui مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 30

Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

وَعَلَّمَ waʿallama dan Dia mengajarkan ءَادَمَ ādama Adam ٱلْأَسْمَآءَ l-asmāa nama-nama كُلَّهَا kullahā seluruhnya ثُمَّ thumma kemudian عَرَضَهُمْ ʿaraḍahum Dia mengemukakannya عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat فَقَالَ faqāla maka Dia berfirman أَنۢبِـُٔونِى anbiūnī terangkan kepadaKu بِأَسْمَآءِ bi-asmāi dengan nama-nama هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini semua إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 31

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau لَا tidak ada عِلْمَ ʿil'ma pengetahuan لَنَآ lanā bagi kami إِلَّا illā kecuali مَا apa عَلَّمْتَنَآ ۖ ʿallamtanā Engkau ajarkan kepada kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 32

Mereka menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"1.

قَالَ qāla Dia berfirman يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam أَنۢبِئْهُم anbi'hum terangkan kepada mereka بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ bi-asmāihim dengan nama-namanya فَلَمَّآ falammā maka setelah أَنۢبَأَهُم anba-ahum ia menerangkan kepada mereka بِأَسْمَآئِهِمْ bi-asmāihim dengan nama-namanya قَالَ qāla Dia berfirman أَلَمْ alam bukankah أَقُل aqul Aku katakan لَّكُمْ lakum bagi kalian إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَعْلَمُ aʿlamu Aku mengetahui غَيْبَ ghayba kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan Aku mengetahui مَا apa تُبْدُونَ tub'dūna kamu lahirkan وَمَا wamā dan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan 33

Allah berfirman, "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, "Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka sujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis أَبَىٰ abā ia enggan وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan ia sombong وَكَانَ wakāna dan ia adalah مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 34

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujud-lah1 kamu kepada Adam!" Maka sujud-lah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam ٱسْكُنْ us'kun tinggallah أَنتَ anta kamu وَزَوْجُكَ wazawjuka dan isterimu ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَكُلَا wakulā dan makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya رَغَدًا raghadan (hingga) puas/senang حَيْثُ ḥaythu sebagaimana شِئْتُمَا shi'tumā kalian berdua sukai وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبَا taqrabā kalian berdua mendekati هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon فَتَكُونَا fatakūnā maka kalian berdua adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 35

Dan Kami berfirman, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini1, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

فَأَزَلَّهُمَا fa-azallahumā maka menggelincirkan keduanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan عَنْهَا ʿanhā daripadanya (surga) فَأَخْرَجَهُمَا fa-akhrajahumā maka (Allah) mengeluarkan keduanya مِمَّا mimmā dari apa كَانَا kānā adalah keduanya فِيهِ ۖ fīhi di dalamnya وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian lain عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun menjadi musuh وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُسْتَقَرٌّۭ mus'taqarrun tempat menetap وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu 36

Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu1 dan dikeluarkan dari keadaan semula2 dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

فَتَلَقَّىٰٓ fatalaqqā maka menerima ءَادَمُ ādamu Adam مِن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya كَلِمَـٰتٍۢ kalimātin beberapa kalimat فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasnya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima Taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 37

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat1 dari Tuhan-nya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

قُلْنَا qul'nā Kami berfirman ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian مِنْهَا min'hā daripadanya (surga) جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semuanya فَإِمَّا fa-immā maka jika يَأْتِيَنَّكُم yatiyannakum datang kepada kalian مِّنِّى minnī daripadaKu هُدًۭى hudan petunjuk فَمَن faman maka barang siapa تَبِعَ tabiʿa mengikuti هُدَاىَ hudāya petunjukKu فَلَا falā maka tidak خَوْفٌ khawfun takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka berduka cita 38

Kami berfirman, "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal 39

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتُ anʿamtu Aku telah anugerahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah بِعَهْدِىٓ biʿahdī dengan janji kepadaKu أُوفِ ūfi Aku penuhi بِعَهْدِكُمْ biʿahdikum dengan janji kalian وَإِيَّـٰىَ wa-iyyāya dan kepadaKulah فَٱرْهَبُونِ fa-ir'habūni kamu harus tunduk 40

Hai Bani Isrā`īl 1, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku2, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

وَءَامِنُوا۟ waāminū dan berimanlah kamu بِمَآ bimā dengan apa أَنزَلْتُ anzaltu telah Aku turunkan مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā bagi apa مَعَكُمْ maʿakum ada pada kalian وَلَا walā dan jangan تَكُونُوٓا۟ takūnū kalian menjadi أَوَّلَ awwala pertama kali كَافِرٍۭ kāfirin kafir/ingkar بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَلَا walā dan jangan تَشْتَرُوا۟ tashtarū kamu tukar بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayatKu ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَإِيَّـٰىَ wa-iyyāya dan kepadaKulah فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni kamu harus bertakwa 41

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur`ān) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Aku-lah kamu harus bertakwa.

وَلَا walā dan jangan تَلْبِسُوا۟ talbisū kamu campur adukkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa hak/kebenaran بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang bathil وَتَكْتُمُوا۟ wataktumū dan kamu sembunyikan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa hak/kebenaran وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 42

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu1, sedang kamu mengetahui.

وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱرْكَعُوا۟ wa-ir'kaʿū dan ruku'lah kamu مَعَ maʿa beserta ٱلرَّٰكِعِينَ l-rākiʿīna orang-orang yang ruku' 43

Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk1.

۞ أَتَأْمُرُونَ atamurūna mengapa kalian menyuruh ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِٱلْبِرِّ bil-biri dengan (berbuat) kebaikan وَتَنسَوْنَ watansawna dan kalian melupakan أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَتْلُونَ tatlūna kalian membaca ٱلْكِتَـٰبَ ۚ l-kitāba Al Kitab أَفَلَا afalā maka tidakkah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 44

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan? Sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Alkitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

وَٱسْتَعِينُوا۟ wa-is'taʿīnū dan mohonlah pertolongan بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan sabar وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ wal-ṣalati dan sholat وَإِنَّهَا wa-innahā dan sesungguhnya ia لَكَبِيرَةٌ lakabīratun sungguh berat إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas ٱلْخَـٰشِعِينَ l-khāshiʿīna orang-orang yang khusyu' 45

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menyangka أَنَّهُم annahum sesungguhnya mereka مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū mereka menemui رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan sesungguhnya mereka إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali 46

(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhan-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتُ anʿamtu telah Aku anugerahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَأَنِّى wa-annī dan bahwasanya Aku فَضَّلْتُكُمْ faḍḍaltukum Aku telah melebihkan kalian عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna seluruh umat 47

Hai Bani Isrā`īl , ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat1.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah يَوْمًۭا yawman suatu hari لَّا tidak تَجْزِى tajzī dapat membela نَفْسٌ nafsun seseorang عَن ʿan dari نَّفْسٍۢ nafsin orang lain شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak يُقْبَلُ yuq'balu diterima مِنْهَا min'hā daripadanya شَفَـٰعَةٌۭ shafāʿatun syafa'at وَلَا walā dan tidak يُؤْخَذُ yu'khadhu diambil مِنْهَا min'hā daripadanya عَدْلٌۭ ʿadlun tebusan وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna akan ditolong 48

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat1 dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

وَإِذْ wa-idh dan ketika نَجَّيْنَـٰكُم najjaynākum Kami selamatkan kalian مِّنْ min dari ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan يُذَبِّحُونَ yudhabbiḥūna mereka menyembelih أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan membiarkan hidup نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum (anak-anak) perempuanmu وَفِى wafī dan pada ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu بَلَآءٌۭ balāon cobaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 49

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firʻawn ) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya; mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu, terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhan-mu.

وَإِذْ wa-idh dan ketika فَرَقْنَا faraqnā Kami membelah بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan فَأَنجَيْنَـٰكُمْ fa-anjaynākum maka Kami selamatkan kalian وَأَغْرَقْنَآ wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ءَالَ āla keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat 50

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firʻawn ) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan1.

وَإِذْ wa-idh dan ketika وَٰعَدْنَا wāʿadnā Kami menjanjikan مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh لَيْلَةًۭ laylatan malam ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّخَذْتُمُ ittakhadhtumu kalian menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang lalim 51

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu1 (sebagai sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.

ثُمَّ thumma kemudian عَفَوْنَا ʿafawnā Kami maafkan عَنكُم ʿankum dari kalian مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 52

Kemudian sesudah itu, Kami maafkan kesalahanmu agar kamu bersyukur.

وَإِذْ wa-idh dan ketika ءَاتَيْنَا ātaynā Kami datangkan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab (Taurat) وَٱلْفُرْقَانَ wal-fur'qāna dan Furqan لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk 53

Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah agar kamu mendapat petunjuk.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian ظَلَمْتُمْ ẓalamtum kalian telah menganiaya أَنفُسَكُم anfusakum diri kalian sendiri بِٱتِّخَاذِكُمُ bi-ittikhādhikumu dengan kalian menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu فَتُوبُوٓا۟ fatūbū maka taubatlah إِلَىٰ ilā kepada بَارِئِكُمْ bāri-ikum pencipta kalian فَٱقْتُلُوٓا۟ fa-uq'tulū maka bunuhlah أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian عِندَ ʿinda di sisi بَارِئِكُمْ bāri-ikum pencipta kalian فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 54

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu1. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."

وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa لَن lan tidak akan نُّؤْمِنَ nu'mina beriman لَكَ laka kepadamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga نَرَى narā kami melihat ٱللَّهَ l-laha Allah جَهْرَةًۭ jahratan nyata فَأَخَذَتْكُمُ fa-akhadhatkumu maka menyambarmu ٱلصَّـٰعِقَةُ l-ṣāʿiqatu petir وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat 55

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang2>1, karena itu kamu disambar halilintar51, sedang kamu menyaksikannya".

ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَـٰكُم baʿathnākum Kami bangkitkan kamu مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَوْتِكُمْ mawtikum matimu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 56

Setelah itu, Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati1 supaya kamu bersyukur.

وَظَلَّلْنَا waẓallalnā dan Kami naungi عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْغَمَامَ l-ghamāma awan وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَنَّ l-mana manna (makanan manis seperti madu) وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ wal-salwā dan salwa (burung sebangsa puyuh) كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا apa رَزَقْنَـٰكُمْ ۖ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu وَمَا wamā dan tidak ظَلَمُونَا ẓalamūnā mereka menganiaya Kami وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya 57

Dan Kami naungi kamu dengan awan1, dan Kami turunkan kepadamu manna dan salwā. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berfirman ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya حَيْثُ ḥaythu apa saja شِئْتُمْ shi'tum kalian kehendaki رَغَدًۭا raghadan sepuas hati وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah حِطَّةٌۭ ḥiṭṭatun bebaskan dosa نَّغْفِرْ naghfir Kami mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian خَطَـٰيَـٰكُمْ ۚ khaṭāyākum kesalahan-kesalahanmu وَسَنَزِيدُ wasanazīdu dan Kami akan menambah ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 58

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman, "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud1, dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik".

فَبَدَّلَ fabaddala maka telah mengganti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim قَوْلًا qawlan perkataan غَيْرَ ghayra selain ٱلَّذِى alladhī yang قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka فَأَنزَلْنَا fa-anzalnā maka Kami turunkan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū dzalim رِجْزًۭا rij'zan siksa مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik 59

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu, Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

۞ وَإِذِ wa-idhi dan ketika ٱسْتَسْقَىٰ is'tasqā memohon air مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi untuk kaumnya فَقُلْنَا faqul'nā Kami mengatakan ٱضْرِب iḍ'rib pukullah بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu ٱلْحَجَرَ ۖ l-ḥajara batu فَٱنفَجَرَتْ fa-infajarat maka memancarlah مِنْهُ min'hu daripadanya ٱثْنَتَا ith'natā dua عَشْرَةَ ʿashrata belas عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata air قَدْ qad sungguh عَلِمَ ʿalima mengetahui كُلُّ kullu tiap-tiap أُنَاسٍۢ unāsin manusia مَّشْرَبَهُمْ ۖ mashrabahum tempat minum mereka كُلُوا۟ kulū makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah مِن min dari رِّزْقِ riz'qi rizki ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw berkeliaran فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna berbuat kerusakan 60

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah darinya dua belas1 mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa لَن lan tidak نَّصْبِرَ naṣbira kami bersabar عَلَىٰ ʿalā atas طَعَامٍۢ ṭaʿāmin makanan وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu macam فَٱدْعُ fa-ud'ʿu maka mohonlah لَنَا lanā untuk kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُخْرِجْ yukh'rij agar Dia mengeluarkan لَنَا lanā untuk kami مِمَّا mimmā dari apa تُنۢبِتُ tunbitu menumbuhkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi مِنۢ min dari بَقْلِهَا baqlihā sayur-mayurnya وَقِثَّآئِهَا waqithāihā dan ketimunnya وَفُومِهَا wafūmihā dan bawang putihnya وَعَدَسِهَا waʿadasihā dan kacang adas وَبَصَلِهَا ۖ wabaṣalihā dan bawang merahnya قَالَ qāla (Musa) berkata أَتَسْتَبْدِلُونَ atastabdilūna maukah kamu mengganti ٱلَّذِى alladhī yang هُوَ huwa ia (sesuatu) أَدْنَىٰ adnā lebih rendah بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang هُوَ huwa ia (sesuatu) خَيْرٌ ۚ khayrun lebih baik ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian مِصْرًۭا miṣ'ran kota فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَكُم lakum bagi kalian مَّا apa سَأَلْتُمْ ۗ sa-altum kamu pinta وَضُرِبَتْ waḍuribat dan ditimpakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلذِّلَّةُ l-dhilatu kehinaan وَٱلْمَسْكَنَةُ wal-maskanatu dan kenistaan وَبَآءُو wabāū dan mereka kembali بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak ٱلْحَقِّ ۗ l-ḥaqi hak/benar ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka وَّكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah يَعْتَدُونَ yaʿtadūna mereka melampaui batas 61

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-mu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata, "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَادُوا۟ hādū yahudi وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan Nasrani وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ wal-ṣābiīna dan Shabi'in مَنْ man orang/siapa ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَعَمِلَ waʿamila dan berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak خَوْفٌ khawfun ada kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati 62

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Ṣhabi’ īn1, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah2, hari kemudian, dan beramal saleh3, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka; tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum perjanjianmu وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat فَوْقَكُمُ fawqakumu diatasmu ٱلطُّورَ l-ṭūra gunung Thur خُذُوا۟ khudhū ambilah مَآ apa ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum telah Kami berikan kepadamu بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan teguh وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah مَا apa yang فِيهِ fīhi didalamnya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 63

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Ṭūrsīnā`) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya agar kamu bertakwa".

ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّيْتُم tawallaytum kamu berpaling مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian/itu فَلَوْلَا falawlā maka jika tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya لَكُنتُم lakuntum niscaya kamu adalah مِّنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi 64

Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمْتُمُ ʿalim'tumu kamu telah mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱعْتَدَوْا۟ iʿ'tadaw (mereka) melampaui batas مِنكُمْ minkum diantara kamu فِى pada ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman لَهُمْ lahum kepada mereka كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu قِرَدَةً qiradatan kera خَـٰسِـِٔينَ khāsiīna hina (dibenci) 65

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu1, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina"2.

فَجَعَلْنَـٰهَا fajaʿalnāhā maka Kami jadikannya نَكَـٰلًۭا nakālan peringatan لِّمَا limā bagi apa بَيْنَ bayna diantara يَدَيْهَا yadayhā dua tangannya وَمَا wamā dan apa خَلْفَهَا khalfahā dibelakangnya/kemudian وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 66

Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَأْمُرُكُمْ yamurukum Dia menyuruh kamu أَن an untuk تَذْبَحُوا۟ tadhbaḥū kamu menyembelih بَقَرَةًۭ ۖ baqaratan sapi betina قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتَتَّخِذُنَا atattakhidhunā apakah kamu menjadikan kami هُزُوًۭا ۖ huzuwan bahan ejekan قَالَ qāla (Musa) berkata أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah أَنْ an bahwa أَكُونَ akūna aku menjadi مِنَ mina dari ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang jail 67

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina"1. Mereka berkata, "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil"2.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱدْعُ ud'ʿu serulah/mintalah لَنَا lanā untuk kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan لَّنَا lanā untuk kami مَا apa هِىَ ۚ hiya ia (sapi betina) قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman إِنَّهَا innahā bahwasanya ia بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina لَّا tidak فَارِضٌۭ fāriḍun tua وَلَا walā dan tidak بِكْرٌ bik'run muda عَوَانٌۢ ʿawānun pertengahan بَيْنَ bayna diantara ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian itu فَٱفْعَلُوا۟ fa-if'ʿalū maka kerjakanlah مَا apa yang تُؤْمَرُونَ tu'marūna kamu diperintahkan 68

Mereka menjawab, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami, sapi betina apakah itu?" Musa menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak muda dan tidak tua; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱدْعُ ud'ʿu mohonkan لَنَا lanā bagi kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan لَّنَا lanā bagi kami مَا apa لَوْنُهَا ۚ lawnuhā warnanya قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman إِنَّهَا innahā bahwasanya ia بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina صَفْرَآءُ ṣafrāu kuning فَاقِعٌۭ fāqiʿun sangat kuning (kuning tua) لَّوْنُهَا lawnuhā warnanya تَسُرُّ tasurru menarik hati ٱلنَّـٰظِرِينَ l-nāẓirīna orang-orang yang memandang 69

Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya." Musa menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."

قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱدْعُ ud'ʿu mohonkanlah لَنَا lanā bagi kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan لَّنَا lanā bagi kami مَا apa هِىَ hiya ia إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْبَقَرَ l-baqara sapi betina تَشَـٰبَهَ tashābaha samar/tidak jelas عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَمُهْتَدُونَ lamuh'tadūna sungguh orang-orang yang mendapat petunjuk 70

Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami, bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insyaallah, akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."

قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman إِنَّهَا innahā bahwasanya ia بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina لَّا tidak ذَلُولٌۭ dhalūlun pernah dipakai تُثِيرُ tuthīru membajak ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/tanah وَلَا walā dan tidak تَسْقِى tasqī mengairi ٱلْحَرْثَ l-ḥartha tanaman مُسَلَّمَةٌۭ musallamatun sehat/tidak cacat لَّا tidak شِيَةَ shiyata belang فِيهَا ۚ fīhā padanya قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang جِئْتَ ji'ta kamu telah menerangkan بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan sebenarnya فَذَبَحُوهَا fadhabaḥūhā maka mereka menyembelihnya وَمَا wamā dan tidak كَادُوا۟ kādū hampir يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka laksanakan 71

Musa berkata, "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata, "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu1.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَتَلْتُمْ qataltum kamu membunuh نَفْسًۭا nafsan seseorang فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ fa-iddāratum lalu kamu saling menuduh فِيهَا ۖ fīhā tentang hal itu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مُخْرِجٌۭ mukh'rijun mengeluarkan مَّا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan 72

Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman ٱضْرِبُوهُ iḍ'ribūhu pukullah ia بِبَعْضِهَا ۚ bibaʿḍihā dengan sebagiannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā yang mati وَيُرِيكُمْ wayurīkum dan Dia memperlihatkan ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda kekuasaannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 73

Lalu Kami berfirman, "Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti1.

ثُمَّ thumma kemudian قَسَتْ qasat menjadi keras قُلُوبُكُم qulūbukum hatimu مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi setelah ذَٰلِكَ dhālika demikian فَهِىَ fahiya maka ia كَٱلْحِجَارَةِ kal-ḥijārati seperti batu أَوْ aw atau أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat قَسْوَةًۭ ۚ qaswatan keras وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنَ mina dari ٱلْحِجَارَةِ l-ḥijārati batu-batu لَمَا lamā sungguh ada يَتَفَجَّرُ yatafajjaru mengalir مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai-sungai وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْهَا min'hā daripadanya لَمَا lamā sungguh ada يَشَّقَّقُ yashaqqaqu terbelah فَيَخْرُجُ fayakhruju lalu keluar مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلْمَآءُ ۚ l-māu air وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْهَا min'hā daripadanya لَمَا lamā sungguh ada يَهْبِطُ yahbiṭu terjatuh (meluncur) مِنْ min dari خَشْيَةِ khashyati takut ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 74

Kemudian setelah itu, hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

۞ أَفَتَطْمَعُونَ afataṭmaʿūna apakah kamu mengharapkan أَن an bahwa يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka akan dipercaya لَكُمْ lakum bagi kalian وَقَدْ waqad dan sungguh كَانَ kāna adalah فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan كَلَـٰمَ kalāma firman ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian يُحَرِّفُونَهُۥ yuḥarrifūnahu mereka merubahnya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa عَقَلُوهُ ʿaqalūhu mereka memahaminya وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 75

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?1

وَإِذَا wa-idhā dan apabila لَقُوا۟ laqū mereka berjumpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَإِذَا wa-idhā dan bila خَلَا khalā berkumpul بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتُحَدِّثُونَهُم atuḥaddithūnahum apakah kamu menceritakan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa فَتَحَ fataḥa terangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لِيُحَآجُّوكُم liyuḥājjūkum supaya mereka mengalahkan hujjah (bantahan)mu بِهِۦ bihi dengannya عِندَ ʿinda disisi رَبِّكُمْ ۚ rabbikum Tuhan kalian أَفَلَا afalā maka tidakkah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 76

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami pun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata, "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujahmu di hadapan Tuhan-mu; tidakkah kamu mengerti?1"

أَوَلَا awalā tidakkah يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا apa يُسِرُّونَ yusirrūna mereka rahasiakan وَمَا wamā dan apa يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan 77

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?

وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka أُمِّيُّونَ ummiyyūna mereka buta huruf لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab إِلَّآ illā kecuali أَمَانِىَّ amāniyya dongengan وَإِنْ wa-in dan jika هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga-duga 78

Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka1 dan mereka hanya menduga-duga.

فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَكْتُبُونَ yaktubūna (mereka) menulis ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka ثُمَّ thumma kemudian يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan هَـٰذَا hādhā ini مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيَشْتَرُوا۟ liyashtarū mereka hendak menukar بِهِۦ bihi dengannya ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaan لَّهُم lahum bagi mereka مِّمَّا mimmā dari apa yang كَتَبَتْ katabat menulis أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka وَوَيْلٌۭ wawaylun dan celakalah لَّهُم lahum bagi mereka مِّمَّا mimmā dari apa yang يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan 79

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَن lan tidak akan تَمَسَّنَا tamassanā menyentuh kami ٱلنَّارُ l-nāru neraka إِلَّآ illā kecuali أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari مَّعْدُودَةًۭ ۚ maʿdūdatan tertentu قُلْ qul katakanlah أَتَّخَذْتُمْ attakhadhtum sudahkah kamu mengambil عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah عَهْدًۭا ʿahdan janji فَلَن falan maka tidak يُخْلِفَ yukh'lifa memungkiri ٱللَّهُ l-lahu Allah عَهْدَهُۥٓ ۖ ʿahdahu janjiNya أَمْ am atau تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 80

Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah, "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?".

بَلَىٰ balā ya مَن man barang siapa كَسَبَ kasaba berbuat سَيِّئَةًۭ sayyi-atan jahat/dosa وَأَحَـٰطَتْ wa-aḥāṭat dan diliputi بِهِۦ bihi dengannya خَطِيٓـَٔتُهُۥ khaṭīatuhu kesalahannya/dosanya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 81

(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 82

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَ mīthāqa janji بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil لَا tidak تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah إِلَّا illā selain ٱللَّهَ l-laha Allah وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan kepada orang tua إِحْسَانًۭا iḥ'sānan (berbuat) kebaikan وَذِى wadhī dan kaum ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia حُسْنًۭا ḥus'nan baik وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّنكُمْ minkum daripadamu وَأَنتُم wa-antum dan kalian مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling 83

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Isrā`īl , (yaitu) janganlah kamu menyembah selain Allah; dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin; serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia; dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian, kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling.

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum janjimu لَا tidak تَسْفِكُونَ tasfikūna kamu menumpahkan دِمَآءَكُمْ dimāakum darahmu وَلَا walā dan tidak تُخْرِجُونَ tukh'rijūna kamu mengeluarkan أَنفُسَكُم anfusakum diri kalian sendiri مِّن min dari دِيَـٰرِكُمْ diyārikum rumah/kampung halaman ثُمَّ thumma kemudian أَقْرَرْتُمْ aqrartum kamu berikrar وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَشْهَدُونَ tashhadūna kamu menyaksikan 84

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu, (yaitu) kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

ثُمَّ thumma kemudian أَنتُمْ antum kamu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini (Bani Israil) تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَتُخْرِجُونَ watukh'rijūna dan kamu mengusir فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنكُم minkum daripadamu مِّن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halaman mereka تَظَـٰهَرُونَ taẓāharūna kamu membantu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permusuhan وَإِن wa-in dan jika يَأْتُوكُمْ yatūkum mereka datang kepadamu أُسَـٰرَىٰ usārā tawanan تُفَـٰدُوهُمْ tufādūhum kamu tebus mereka وَهُوَ wahuwa dan ia مُحَرَّمٌ muḥarramun terlarang عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِخْرَاجُهُمْ ۚ ikh'rājuhum pengusiran mereka أَفَتُؤْمِنُونَ afatu'minūna apakah kamu beriman بِبَعْضِ bibaʿḍi sebagian ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَتَكْفُرُونَ watakfurūna dan kamu ingkar بِبَعْضٍۢ ۚ bibaʿḍin dengan sebagian فَمَا famā maka tidak جَزَآءُ jazāu balasan مَن man orang يَفْعَلُ yafʿalu berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian مِنكُمْ minkum daripadamu إِلَّا illā kecuali خِزْىٌۭ khiz'yun kenistaan فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يُرَدُّونَ yuraddūna mereka dikembalikan إِلَىٰٓ ilā kepada أَشَدِّ ashaddi sangat berat/keras ٱلْعَذَابِ ۗ l-ʿadhābi siksa وَمَا wamā dan tidaklah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu perbuat 85

Kemudian kamu (Bani Isrā`īl ) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya; kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu1. Apakah kamu beriman kepada sebagian Alkitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ bil-ākhirati dengan akhirat فَلَا falā maka tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu mereka diringankan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong 86

Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah datangkan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَقَفَّيْنَا waqaffaynā dan Kami iringkan مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya بِٱلرُّسُلِ ۖ bil-rusuli dengan Rasul-Rasul وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami datangkan عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti bukti-bukti kebenaran وَأَيَّدْنَـٰهُ wa-ayyadnāhu dan Kami perkuat dia بِرُوحِ birūḥi dengan Roh ٱلْقُدُسِ ۗ l-qudusi Kudus (Jibril) أَفَكُلَّمَا afakullamā apakah setiap جَآءَكُمْ jāakum datang kepada mereka رَسُولٌۢ rasūlun seorang Rasul بِمَا bimā dengan apa لَا tidak تَهْوَىٰٓ tahwā menginginkan أَنفُسُكُمُ anfusukumu diri kalian sendiri ٱسْتَكْبَرْتُمْ is'takbartum kamu menyombongkan diri فَفَرِيقًۭا fafarīqan maka beberapa golongan كَذَّبْتُمْ kadhabtum kamu mendustakan وَفَرِيقًۭا wafarīqan dan beberapa golongan تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu bunuh 87

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Alkitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada ʻIsa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Rūhul Qudus1. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh, maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami غُلْفٌۢ ۚ ghul'fun tertutup بَل bal tetapi لَّعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan kekafiran mereka فَقَلِيلًۭا faqalīlan maka sedikit مَّا apa يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka yang beriman 88

Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman.

وَلَمَّا walammā dan setelah جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka كِتَـٰبٌۭ kitābun Kitab مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مُصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّمَا limā terhadap apa مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum يَسْتَفْتِحُونَ yastaftiḥūna mereka meminta kemenangan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَلَمَّا falammā maka setelah جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مَّا apa عَرَفُوا۟ ʿarafū mereka ketahui كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِهِۦ ۚ bihi dengannya فَلَعْنَةُ falaʿnatu maka kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang ingkar 89

Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur`ān dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui1, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

بِئْسَمَا bi'samā alangkah buruknya ٱشْتَرَوْا۟ ish'taraw mereka menjual بِهِۦٓ bihi dengannya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka أَن an bahwa يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka kafir بِمَآ bimā dengan apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بَغْيًا baghyan dengki أَن an bahwa يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya فَبَآءُو fabāū maka mereka kembali بِغَضَبٍ bighaḍabin dengan kemurkaan عَلَىٰ ʿalā atas غَضَبٍۢ ۚ ghaḍabin kemurkaan وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan مُّهِينٌۭ muhīnun yang menghinakan 90

Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya289>1 kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu, mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِمَآ bimā dengan apa (Al Quran) أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata نُؤْمِنُ nu'minu kami beriman بِمَآ bimā dengan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَيَكْفُرُونَ wayakfurūna dan mereka kafir بِمَا bimā dengan apa وَرَآءَهُۥ warāahu di belakangnya وَهُوَ wahuwa dan ia (Al quran) ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak/benar مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa مَعَهُمْ ۗ maʿahum ada pada mereka قُلْ qul katakanlah فَلِمَ falima maka mengapa تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh أَنۢبِيَآءَ anbiyāa Nabi-Nabi ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 91

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada Al-Qur`ān yang diturunkan Allah," mereka berkata, "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al-Qur`ān yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Qur`ān itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَكُم jāakum datang kepadamu مُّوسَىٰ mūsā Musa بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّخَذْتُمُ ittakhadhtumu kalian menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang dzalim 92

Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya1, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum janji (dari) kamu وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat فَوْقَكُمُ fawqakumu diatasmu ٱلطُّورَ l-ṭūra bukit Thursina خُذُوا۟ khudhū ambillah مَآ apa ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum Kami berikan kepadamu بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan kuat وَٱسْمَعُوا۟ ۖ wa-is'maʿū dan dengarkanlah قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَعَصَيْنَا waʿaṣaynā dan kami ingkar وَأُشْرِبُوا۟ wa-ush'ribū dan diminumkan فِى dalam قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi بِكُفْرِهِمْ ۚ bikuf'rihim karena kekafiran mereka قُلْ qul katakanlah بِئْسَمَا bi'samā amat buruk/jahat يَأْمُرُكُم yamurukum memerintahkan kepadamu بِهِۦٓ bihi dengannya إِيمَـٰنُكُمْ īmānukum imanmu إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 93

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Ṭūrsīnā`) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengar tetapi tidak menaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)". 1

قُلْ qul katakanlah إِن in jika كَانَتْ kānat ada لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلدَّارُ l-dāru rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَالِصَةًۭ khāliṣatan khusus مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَتَمَنَّوُا۟ fatamannawū maka berharaplah ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna yang benar 94

Katakanlah, "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah1 kematian(mu), jika kamu memang benar.

وَلَن walan dan tidak يَتَمَنَّوْهُ yatamannawhu mereka mengharapkan أَبَدًۢا abadan selama-lamanya بِمَا bimā karena apa قَدَّمَتْ qaddamat telah diperbuat أَيْدِيهِمْ ۗ aydīhim tangan-tangan mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna terhadap orang-orang yang aniaya 95

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.

وَلَتَجِدَنَّهُمْ walatajidannahum dan sungguh kamu mendapati mereka أَحْرَصَ aḥraṣa sangat serakah ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَلَىٰ ʿalā atas حَيَوٰةٍۢ ḥayatin kehidupan وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ۚ ashrakū (mereka) musyrik يَوَدُّ yawaddu menginginkan أَحَدُهُمْ aḥaduhum masing-masing mereka لَوْ law sekiranya يُعَمَّرُ yuʿammaru diberi umur أَلْفَ alfa seribu سَنَةٍۢ sanatin tahun وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa dia بِمُزَحْزِحِهِۦ bimuzaḥziḥihi dengan melepaskannya مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan أَن an bahwa يُعَمَّرَ ۗ yuʿammara dipanjangkan umur وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 96

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

قُلْ qul katakanlah مَن man barang siapa كَانَ kāna menjadi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh لِّجِبْرِيلَ lijib'rīla bagi Jibril فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia نَزَّلَهُۥ nazzalahu dia menurunkannya عَلَىٰ ʿalā atas قَلْبِكَ qalbika hatimu بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā pada apa بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan berita gembira لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 97

Katakanlah, "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur`ān) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

مَن man barang siapa كَانَ kāna menjadi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh لِّلَّهِ lillahi bagi Allah وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya وَجِبْرِيلَ wajib'rīla dan Jibril وَمِيكَىٰلَ wamīkāla dan Mikail فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir 98

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ ۖ bayyinātin jelas وَمَا wamā dan tidak يَكْفُرُ yakfuru mengingkari بِهَآ bihā dengannya إِلَّا illā kecuali ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 99

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.

أَوَكُلَّمَا awakullamā Apakah setiap kali عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū mereka berjanji عَهْدًۭا ʿahdan janji نَّبَذَهُۥ nabadhahu melemparkannya فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُم ۚ min'hum dari mereka بَلْ bal bahkan أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 100

Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah)? Dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

وَلَمَّا walammā dan setelah جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مُصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّمَا limā pada apa مَعَهُمْ maʿahum ada pada mereka نَبَذَ nabadha melemparkan فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab كِتَـٰبَ kitāba Kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَآءَ warāa belakang ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seolah-olah mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 101

Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).

وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti مَا apa تَتْلُوا۟ tatlū membaca ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan عَلَىٰ ʿalā atas مُلْكِ mul'ki kerajaan سُلَيْمَـٰنَ ۖ sulaymāna Sulaiman وَمَا wamā dan tidak كَفَرَ kafara kafir سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaiman وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُعَلِّمُونَ yuʿallimūna mereka mengajarkan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ٱلسِّحْرَ l-siḥ'ra sihir وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَى ʿalā atas ٱلْمَلَكَيْنِ l-malakayni dua Malaikat بِبَابِلَ bibābila di negeri Babil هَـٰرُوتَ hārūta Harut وَمَـٰرُوتَ ۚ wamārūta dan Marut وَمَا wamā dan tidak يُعَلِّمَانِ yuʿallimāni keduanya mengajarkan مِنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَقُولَآ yaqūlā berkata keduanya إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَحْنُ naḥnu kami فِتْنَةٌۭ fit'natun cobaan فَلَا falā maka jangan تَكْفُرْ ۖ takfur kamu kafir فَيَتَعَلَّمُونَ fayataʿallamūna maka mereka belajar مِنْهُمَا min'humā dari keduanya مَا apa يُفَرِّقُونَ yufarriqūna mereka menceraikan بِهِۦ bihi dengannya بَيْنَ bayna antara ٱلْمَرْءِ l-mari seseorang وَزَوْجِهِۦ ۚ wazawjihi dan istrinya وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِضَآرِّينَ biḍārrīna dengan mudharat بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَيَتَعَلَّمُونَ wayataʿallamūna dan mereka mempelajari مَا tidak يَضُرُّهُمْ yaḍurruhum memberi mudharat kepada mereka وَلَا walā dan tidak يَنفَعُهُمْ ۚ yanfaʿuhum memberi manfaat kepada mereka وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمُوا۟ ʿalimū mereka telah mengetahui لَمَنِ lamani bagi siapa ٱشْتَرَىٰهُ ish'tarāhu mereka menukar مَا tidak لَهُۥ lahu bagi mereka فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنْ min dari خَلَـٰقٍۢ ۚ khalāqin keuntungan وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh buruk/jahat مَا apa شَرَوْا۟ sharaw mereka menukar بِهِۦٓ bihi dengannya أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka لَوْ law kalau كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 102

Dan mereka mengikuti apa1 yang dibaca oleh setan-setan2 pada masa kerajaan Sulaymān (dan mereka mengatakan bahwa Sulaymān itu mengerjakan sihir), padahal Sulaymān tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat3 di negeri Bābil, yaitu Hārūt dan Mārūt, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya4. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir kalau mereka mengetahui.

وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa لَمَثُوبَةٌۭ lamathūbatun sungguh pahala مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ ۖ khayrun lebih baik لَّوْ law kalau كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 103

Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik kalau mereka mengetahui.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu berkata رَٰعِنَا rāʿinā peliharalah kami وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah ٱنظُرْنَا unẓur'nā perhatikan kami وَٱسْمَعُوا۟ ۗ wa-is'maʿū dan dengarkanlah وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih 104

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), "Rā`inā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.1

مَّا tidak يَوَدُّ yawaddu menginginkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab وَلَا walā dan tidak ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik أَن an bahwa يُنَزَّلَ yunazzala mereka menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَخْتَصُّ yakhtaṣṣu Dia menentukan بِرَحْمَتِهِۦ biraḥmatihi dengan rahmatNya مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar 105

Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.

۞ مَا tidak نَنسَخْ nansakh Kami hapuskan مِنْ min dari ءَايَةٍ āyatin sebuah ayat أَوْ aw atau نُنسِهَا nunsihā Kami jadikannya lupa نَأْتِ nati Kami datangkan بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan yang lebih baik مِّنْهَآ min'hā daripadanya أَوْ aw atau مِثْلِهَآ ۗ mith'lihā sebanding dengannya أَلَمْ alam tidakkah تَعْلَمْ taʿlam kamu ketahui أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 106

Ayat1 mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik darinya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

أَلَمْ alam tidak تَعْلَمْ taʿlam kamu ketahui أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُۥ lahu bagiNya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍ naṣīrin seorang penolong 107

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu, selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

أَمْ am apakah تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki أَن an bahwa تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu meminta رَسُولَكُمْ rasūlakum Rasul kamu كَمَا kamā sebagaimana سُئِلَ su-ila ditanya مُوسَىٰ mūsā Musa مِن min dari قَبْلُ ۗ qablu sebelum وَمَن waman dan barang siapa يَتَبَدَّلِ yatabaddali mengganti/menukar ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman فَقَدْ faqad maka sungguh ضَلَّ ḍalla ia sesat سَوَآءَ sawāa lurus ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan 108

Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada rasul kamu seperti Bani Isrā`īl meminta kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.

وَدَّ wadda ingin كَثِيرٌۭ kathīrun kebanyakan مِّنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَوْ law sekiranya يَرُدُّونَكُم yaruddūnakum mereka mengembalikan kamu مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum imanmu كُفَّارًا kuffāran kekafiran حَسَدًۭا ḥasadan dengki مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa تَبَيَّنَ tabayyana jelas/nyata لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu kebenaran فَٱعْفُوا۟ fa-iʿ'fū maka maafkanlah وَٱصْفَحُوا۟ wa-iṣ'faḥū dan berlapang dadalah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِىَ yatiya mendatangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 109

Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya1. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ ۚ l-zakata zakat وَمَا wamā dan apa تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū kamu kerjakan لِأَنفُسِكُم li-anfusikum untuk dirimu مِّنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan تَجِدُوهُ tajidūhu kamu mendapatinya عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 110

Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَن lan tidak يَدْخُلَ yadkhula mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga إِلَّا illā kecuali مَن man orang كَانَ kāna adalah هُودًا hūdan Yahudi أَوْ aw atau نَصَـٰرَىٰ ۗ naṣārā Nasrani تِلْكَ til'ka itu أَمَانِيُّهُمْ ۗ amāniyyuhum angan-angan mereka قُلْ qul katakan هَاتُوا۟ hātū tunjukkan بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum bukti kebenaranmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 111

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah, "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".

بَلَىٰ balā bahkan مَنْ man barang siapa أَسْلَمَ aslama menyerahkan diri وَجْهَهُۥ wajhahu dirinya لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun berbuat kebaikan فَلَهُۥٓ falahu maka baginya أَجْرُهُۥ ajruhu pahalanya عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَلَا walā dan tidak خَوْفٌ khawfun takut/khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati 112

(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhan-nya, dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang Yahudi لَيْسَتِ laysati tidak mempunyai ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā Nasrani عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā Nasrani لَيْسَتِ laysati tidak (mempunyai) ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang Yahudi عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُمْ wahum dan mereka يَتْلُونَ yatlūna mereka membaca ٱلْكِتَـٰبَ ۗ l-kitāba Kitab كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui مِثْلَ mith'la seperti قَوْلِهِمْ ۚ qawlihim ucapan mereka فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah يَحْكُمُ yaḥkumu Dia mengadili بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā didalam apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan 113

Dan orang-orang Yahudi berkata, "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata, "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan", padahal mereka (sama-sama) membaca Alkitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.

وَمَنْ waman dan siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih aniaya مِمَّن mimman dari orang مَّنَعَ manaʿa mencegah مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa يُذْكَرَ yudh'kara disebut فِيهَا fīhā didalamnya ٱسْمُهُۥ us'muhu namaNya وَسَعَىٰ wasaʿā dan ia berusaha فِى dalam خَرَابِهَآ ۚ kharābihā merobohkannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah مَا tidak كَانَ kāna ada لَهُمْ lahum bagi mereka أَن an bahwa يَدْخُلُوهَآ yadkhulūhā mereka memasukinya إِلَّا illā kecuali خَآئِفِينَ ۚ khāifīna orang-orang takut لَهُمْ lahum bagi mereka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia خِزْىٌۭ khiz'yun kehinaan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat عَذَابٌ ʿadhābun siksa عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 114

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah ٱلْمَشْرِقُ l-mashriqu timur وَٱلْمَغْرِبُ ۚ wal-maghribu dan barat فَأَيْنَمَا fa-aynamā maka dimana saja تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu menghadap فَثَمَّ fathamma disitulah وَجْهُ wajhu wajah ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 115

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah1. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱتَّخَذَ ittakhadha mempunyai ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَدًۭا ۗ waladan anak سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ sub'ḥānahu Maha Suci Dia بَل bal bahkan لَّهُۥ lahu milikNya مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi كُلٌّۭ kullun tiap-tiap لَّهُۥ lahu kepadaNya قَـٰنِتُونَ qānitūna mereka tunduk 116

Mereka (orang-orang kafir) berkata, "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

بَدِيعُ badīʿu (Allah) pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَإِذَا wa-idhā dan bila قَضَىٰٓ qaḍā Dia memutuskan أَمْرًۭا amran suatu perkara فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah ia 117

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah". Lalu jadilah ia.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui لَوْلَا lawlā mengapa tidak يُكَلِّمُنَا yukallimunā berbicara pada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah أَوْ aw atau تَأْتِينَآ tatīnā datang kepada kami ءَايَةٌۭ ۗ āyatun tanda-tanda كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian قَالَ qāla mengatakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّثْلَ mith'la seperti قَوْلِهِمْ ۘ qawlihim ucapan mereka تَشَـٰبَهَتْ tashābahat serupa قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka قَدْ qad sungguh بَيَّنَّا bayyannā telah Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin kepada kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin 118

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami telah mengutusmu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran بَشِيرًۭا bashīran pembawa berita gembira وَنَذِيرًۭا ۖ wanadhīran dan pemberi peringatan وَلَا walā dan tidak تُسْـَٔلُ tus'alu kamu ditanya عَنْ ʿan dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni-penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka 119

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggunganjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.

وَلَن walan dan tidak تَرْضَىٰ tarḍā senang عَنكَ ʿanka padamu ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi وَلَا walā dan tidak ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā orang Nasrani حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَتَّبِعَ tattabiʿa kamu mengikuti مِلَّتَهُمْ ۗ millatahum agama mereka قُلْ qul katakan إِنَّ inna sesungguhnya هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa ialah ٱلْهُدَىٰ ۗ l-hudā petunjuk وَلَئِنِ wala-ini dan jika ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum kemauan mereka بَعْدَ baʿda sesudah ٱلَّذِى alladhī yang جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْعِلْمِ ۙ l-ʿil'mi pengetahuan مَا tidak لَكَ laka bagimu مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍ naṣīrin penolong 120

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami telah berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يَتْلُونَهُۥ yatlūnahu mereka membacanya حَقَّ ḥaqqa benar تِلَاوَتِهِۦٓ tilāwatihi bacaannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ ۗ bihi kepadanya وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur ingkar بِهِۦ bihi kepadanya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi 121

Orang-orang yang telah Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya1, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتُ anʿamtu Aku anugerahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَأَنِّى wa-annī dan bahwa Aku فَضَّلْتُكُمْ faḍḍaltukum Aku telah melebihkan kalian عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna segala umat 122

Hai Bani Isrā`īl , ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat1.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah kamu يَوْمًۭا yawman suatu hari لَّا tidak dapat تَجْزِى tajzī menggantikan نَفْسٌ nafsun seseorang عَن ʿan dari نَّفْسٍۢ nafsin seseorang شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak يُقْبَلُ yuq'balu diterima مِنْهَا min'hā daripadanya عَدْلٌۭ ʿadlun tebusan وَلَا walā dan tidak تَنفَعُهَا tanfaʿuhā memberi manfaat شَفَـٰعَةٌۭ shafāʿatun syafa'at/pertolongan وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong 123

Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan1 seseorang lain sedikit pun, dan tidak akan diterima suatu tebusan darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya, dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

۞ وَإِذِ wa-idhi dan apabila ٱبْتَلَىٰٓ ib'talā menguji إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya بِكَلِمَـٰتٍۢ bikalimātin dengan beberapa kalimat فَأَتَمَّهُنَّ ۖ fa-atammahunna maka ia menunaikannya قَالَ qāla Dia berfirman إِنِّى innī sesungguhnya Aku جَاعِلُكَ jāʿiluka menjadikan kamu لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia إِمَامًۭا ۖ imāman imam/pemimpin قَالَ qāla ia berkata وَمِن wamin dan dia ذُرِّيَّتِى ۖ dhurriyyatī keturunanku قَالَ qāla Dia berfirman لَا tidak يَنَالُ yanālu mengenai عَهْدِى ʿahdī janjiKu ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 124

Dan (ingatlah), ketika Ibrāhīm diuji1 Tuhan-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrāhīm menunaikannya. Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrāhīm berkata, "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku"2. Allah berfirman, "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim".

وَإِذْ wa-idh dan ketika جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah مَثَابَةًۭ mathābatan tempat ziarah/berkumpul لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَأَمْنًۭا wa-amnan dan tempat aman وَٱتَّخِذُوا۟ wa-ittakhidhū dan jadikanlah مِن min dari مَّقَامِ maqāmi makam إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim مُصَلًّۭى ۖ muṣallan tempat sholat وَعَهِدْنَآ waʿahid'nā dan Kami memerintahkan إِلَىٰٓ ilā kepada إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail أَن an bahwa طَهِّرَا ṭahhirā mensucikan بَيْتِىَ baytiya rumahKu لِلطَّآئِفِينَ lilṭṭāifīna untuk orang-orang yang thawaf وَٱلْعَـٰكِفِينَ wal-ʿākifīna dan orang-orang yang i'tikaf وَٱلرُّكَّعِ wal-rukaʿi dan orang-orang yang ruku ٱلسُّجُودِ l-sujūdi orang-orang yang sujud 125

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagaian maqām Ibrāhīm1 tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrāhīm dan Ismā`īl, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk, dan yang sujud".

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim رَبِّ rabbi Tuhanku ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikanlah هَـٰذَا hādhā ini بَلَدًا baladan negeri ءَامِنًۭا āminan aman وَٱرْزُقْ wa-ur'zuq dan berilah rezki أَهْلَهُۥ ahlahu penduduknya مِنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman مِنْهُم min'hum diantara mereka بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat قَالَ qāla Dia berfirman وَمَن waman dan orang كَفَرَ kafara kafir فَأُمَتِّعُهُۥ fa-umattiʿuhu maka Aku beri kesenangan ia قَلِيلًۭا qalīlan sedikit ثُمَّ thumma kemudian أَضْطَرُّهُۥٓ aḍṭarruhu Aku paksa ia إِلَىٰ ilā kepada عَذَابِ ʿadhābi siksa ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka وَبِئْسَ wabi'sa dan amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 126

Dan (ingatlah), ketika Ibrāhīm berdoa, "Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian". Allah berfirman, "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".

وَإِذْ wa-idh dan ketika يَرْفَعُ yarfaʿu meninggikan إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim ٱلْقَوَاعِدَ l-qawāʿida dasar-dasar مِنَ mina dari ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah وَإِسْمَـٰعِيلُ wa-is'māʿīlu dan Ismail رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami تَقَبَّلْ taqabbal terimalah مِنَّآ ۖ minnā daripada kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 127

Dan (ingatlah), ketika Ibrāhīm meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismā`īl (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَٱجْعَلْنَا wa-ij'ʿalnā dan jadikanlah kami مُسْلِمَيْنِ mus'limayni dua orang yang tunduk/patuh لَكَ laka pada Engkau وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِنَآ dhurriyyatinā keturunan/anak cucu kami أُمَّةًۭ ummatan umat مُّسْلِمَةًۭ mus'limatan orang-orang yang tunduk/patuh لَّكَ laka pada Engkau وَأَرِنَا wa-arinā dan tunjukkan pada kami مَنَاسِكَنَا manāsikanā cara beribadah haji kami وَتُبْ watub dan terimalah taubat عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 128

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau, dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَٱبْعَثْ wa-ib'ʿath dan utuslah فِيهِمْ fīhim pada/untuk mereka رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنْهُمْ min'hum dari (kalangan) mereka يَتْلُوا۟ yatlū akan membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan ia mengajar mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmat وَيُزَكِّيهِمْ ۚ wayuzakkīhim dan mensucikan mereka إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 129

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab (Al-Qur`ān) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

وَمَن waman dan barang siapa يَرْغَبُ yarghabu membenci عَن ʿan dari مِّلَّةِ millati agama إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim إِلَّا illā kecuali/hanyalah مَن man orang سَفِهَ safiha membodohi نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya sendiri وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱصْطَفَيْنَـٰهُ iṣ'ṭafaynāhu Kami telah memilihnya فِى di ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang soleh 130

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrāhīm, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya1 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

إِذْ idh ketika قَالَ qāla berfirman لَهُۥ lahu kepadanya رَبُّهُۥٓ rabbuhu Tuhannya أَسْلِمْ ۖ aslim tunduk/patuhlah قَالَ qāla dia berkata أَسْلَمْتُ aslamtu aku tunduk/patuh لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 131

Ketika Tuhan-nya berfirman kepadanya, "Tunduk patuhlah!"Ibrāhīm menjawab, "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

وَوَصَّىٰ wawaṣṣā dan telah mewasiatkan بِهَآ bihā dengannya إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim بَنِيهِ banīhi anak-anaknya وَيَعْقُوبُ wayaʿqūbu dan Yaqub يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰ iṣ'ṭafā telah memilih لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلدِّينَ l-dīna agama فَلَا falā maka jangan تَمُوتُنَّ tamūtunna kamu mati إِلَّا illā kecuali وَأَنتُم wa-antum dan kalian مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk (muslim) 132

Dan Ibrāhīm telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qūb (Ibrāhīm berkata), "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

أَمْ am atau/apakah كُنتُمْ kuntum kalian adalah شُهَدَآءَ shuhadāa menyaksikan إِذْ idh ketika حَضَرَ ḥaḍara hadir يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub ٱلْمَوْتُ l-mawtu mati إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِبَنِيهِ libanīhi kepada anak-anaknya مَا apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِنۢ min dari بَعْدِى baʿdī sesudah/sepeninggalku قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَعْبُدُ naʿbudu kami akan menyembah إِلَـٰهَكَ ilāhaka Tuhanmu وَإِلَـٰهَ wa-ilāha dan Tuhan ءَابَآئِكَ ābāika bapak-bapakmu إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan وَٰحِدًۭا wāḥidan satu/Esa وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk/patuh 133

Adakah kamu hadir ketika Ya`qūb kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhan-mu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrāhīm, Ismā`īl dan Ishāq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

تِلْكَ til'ka itulah أُمَّةٌۭ ummatun umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ ۖ khalat telah lalu لَهَا lahā baginya مَا apa كَسَبَتْ kasabat telah ia usahakan وَلَكُم walakum dan bagimu مَّا apa كَسَبْتُمْ ۖ kasabtum sudah kamu usahakan وَلَا walā dan tidak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya عَمَّا ʿammā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 134

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu هُودًا hūdan Yahudi أَوْ aw atau نَصَـٰرَىٰ naṣārā Nasrani تَهْتَدُوا۟ ۗ tahtadū kamu akan mendapat petunjuk قُلْ qul katakanlah بَلْ bal bahkan مِلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan lurus وَمَا wamā dan bukan كَانَ kāna dia menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna (golongan) orang musyrik 135

Dan mereka berkata, "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah, "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrāhīm yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrāhīm) dari golongan orang musyrik".

قُولُوٓا۟ qūlū katakanlah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْنَا ilaynā kepada kami وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَىٰٓ ilā kepada إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yaqub وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-cucunya وَمَآ wamā dan apa أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰ mūsā Musa وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَمَآ wamā dan apa أُوتِىَ ūtiya diberikan ٱلنَّبِيُّونَ l-nabiyūna Nabi-Nabi مِن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَا tidak نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan بَيْنَ bayna di antara أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنْهُمْ min'hum dari mereka وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk/patuh 136

Katakanlah (hai orang-orang mukmin), "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ʻIsa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

فَإِنْ fa-in maka jika ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِمِثْلِ bimith'li seperti مَآ apa ءَامَنتُم āmantum kamu telah beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya فَقَدِ faqadi maka sungguh ٱهْتَدَوا۟ ۖ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk وَّإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah هُمْ hum mereka فِى dalam شِقَاقٍۢ ۖ shiqāqin perpecahan/permusuhan فَسَيَكْفِيكَهُمُ fasayakfīkahumu maka memelihara kamu terhadap mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 137

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

صِبْغَةَ ṣib'ghata agama ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَنْ waman dan barang siapa أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik مِنَ mina daripada ٱللَّهِ l-lahi Allah صِبْغَةًۭ ۖ ṣib'ghatan celupan وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadanya عَـٰبِدُونَ ʿābidūna orang-orang yang menyembah 138

Ṣibgah1 Allah. Dan siapakah yang lebih baik Ṣibgah-nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

قُلْ qul katakanlah أَتُحَآجُّونَنَا atuḥājjūnanā apakah kamu akan memperdebatkan Kami فِى tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu وَلَنَآ walanā dan bagi kami أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amalan kami وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amalan kamu وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُخْلِصُونَ mukh'liṣūna orang-orang yang mengikhlaskan hati 139

Katakanlah, "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,

أَمْ am ataukah/apakah تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yaqub وَٱلْأَسْبَاطَ wal-asbāṭa dan anak-cucunya كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُودًا hūdan orang Yahudi أَوْ aw atau نَصَـٰرَىٰ ۗ naṣārā Nasrani قُلْ qul katakanlah ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui أَمِ ami ataukah/apakah ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَمَنْ waman dan siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih dzalim مِمَّن mimman daripada orang كَتَمَ katama menyembunyikan شَهَـٰدَةً shahādatan kesaksian عِندَهُۥ ʿindahu disisinya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidaklah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin lengah عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 140

ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb, dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah, "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadat dari Allah1 yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

تِلْكَ til'ka itulah أُمَّةٌۭ ummatun umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ ۖ khalat telah lalu لَهَا lahā baginya مَا apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan وَلَكُم walakum dan bagimu مَّا apa كَسَبْتُمْ ۖ kasabtum kamu usahakan وَلَا walā dan tidak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu ditanya عَمَّا ʿammā dari/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 141

Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.