Juz 2
Al-Baqarah (142-252)
۞ سَيَقُولُ sayaqūlu akan berkata ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang bodoh مِنَ mina dari/diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَا mā apakah وَلَّىٰهُمْ wallāhum memalingkan mereka عَن ʿan dari قِبْلَتِهِمُ qib'latihimu kiblat mereka ٱلَّتِى allatī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya/kepadanya قُل qul katakanlah لِّلَّهِ lillahi milik Allah ٱلْمَشْرِقُ l-mashriqu timur وَٱلْمَغْرِبُ ۚ wal-maghribu dan barat يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus 142
Orang-orang yang kurang akalnya1 di antara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus"2.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu جَعَلْنَـٰكُمْ jaʿalnākum Kami telah menjadikan kamu أُمَّةًۭ ummatan umat وَسَطًۭا wasaṭan pertengahan لِّتَكُونُوا۟ litakūnū agar kamu menjadi شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَيَكُونَ wayakūna dan adalah ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian شَهِيدًۭا ۗ shahīdan saksi وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan ٱلْقِبْلَةَ l-qib'lata kiblat ٱلَّتِى allatī yang كُنتَ kunta adalah kamu عَلَيْهَآ ʿalayhā kepadanya (Baitul Maqdis) إِلَّا illā kecuali/melainkan لِنَعْلَمَ linaʿlama agar Kami mengetahui مَن man orang/siapa يَتَّبِعُ yattabiʿu ia mengikuti ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul مِمَّن mimman daripada orang/siapa يَنقَلِبُ yanqalibu ia berbalik عَلَىٰ ʿalā atas عَقِبَيْهِ ۚ ʿaqibayhi dua tumitnya وَإِن wa-in dan sebenarnya كَانَتْ kānat adalah لَكَبِيرَةً lakabīratan sungguh berat إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَدَى hadā memberi petunjuk ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُضِيعَ liyuḍīʿa hendak menyia-nyiakan إِيمَـٰنَكُمْ ۚ īmānakum iman kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِٱلنَّاسِ bil-nāsi dengan/kepada manusia لَرَءُوفٌۭ laraūfun amat Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 143
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan1 agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
قَدْ qad sungguh نَرَىٰ narā Kami melihat تَقَلُّبَ taqalluba menengadah وَجْهِكَ wajhika mukamu فِى fī di/ke ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit فَلَنُوَلِّيَنَّكَ falanuwalliyannaka lalu Kami hadapkan kamu قِبْلَةًۭ qib'latan kiblat تَرْضَىٰهَا ۚ tarḍāhā kamu sukai فَوَلِّ fawalli maka palingkan وَجْهَكَ wajhaka mukamu شَطْرَ shaṭra ke arah ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram وَحَيْثُ waḥaythu dan dimana مَا mā apa/saja كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَوَلُّوا۟ fawallū maka palingkanlah وُجُوهَكُمْ wujūhakum mukamu شَطْرَهُۥ ۗ shaṭrahu kearahnya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab لَيَعْلَمُونَ layaʿlamūna sungguh mereka mengetahui أَنَّهُ annahu sesungguhnya itu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah/lalai عَمَّا ʿammā dari apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 144
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit1, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhan-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika أَتَيْتَ atayta kamu mendatangkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab بِكُلِّ bikulli dengan tiap-tiap/semua ءَايَةٍۢ āyatin ayat/keterangan مَّا mā tidak تَبِعُوا۟ tabiʿū mereka mengikuti قِبْلَتَكَ ۚ qib'lataka kiblatmu وَمَآ wamā dan tidak أَنتَ anta kamu بِتَابِعٍۢ bitābiʿin dengan mengikuti قِبْلَتَهُمْ ۚ qib'latahum kiblat mereka وَمَا wamā dan tidak بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka بِتَابِعٍۢ bitābiʿin dengan mengikuti قِبْلَةَ qib'lata kiblat بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَلَئِنِ wala-ini dan sungguh jika ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum keinginan mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَكَ jāaka datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْعِلْمِ ۙ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu إِذًۭا idhan kalau begitu لَّمِنَ lamina termasuk dari/golongan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 145
Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami telah berikan mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يَعْرِفُونَهُۥ yaʿrifūnahu mereka mengenalnya (Muhammad) كَمَا kamā sebagaimana/seperti يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengenal أَبْنَآءَهُمْ ۖ abnāahum anak-anak mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya mereka فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لَيَكْتُمُونَ layaktumūna sungguh mereka menyembunyikan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 146
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad1 seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
ٱلْحَقُّ al-ḥaqu kebenaran مِن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu 147
Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap orang/umat وِجْهَةٌ wij'hatun tujuan/kiblat هُوَ huwa ia مُوَلِّيهَا ۖ muwallīhā menghadap kepadanya فَٱسْتَبِقُوا۟ fa-is'tabiqū maka berlomba-lombalah kamu ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebaikan أَيْنَ ayna dimana مَا mā saja تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi يَأْتِ yati mendatangkan/mengumpulkan بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱللَّهُ l-lahu Allah جَمِيعًا ۚ jamīʿan semua إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 148
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَمِنْ wamin dan dari حَيْثُ ḥaythu mana saja خَرَجْتَ kharajta kamu keluar فَوَلِّ fawalli maka hadapkanlah وَجْهَكَ wajhaka wajahmu شَطْرَ shaṭra kearah ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya لَلْحَقُّ lalḥaqqu benar-benar hak مِن min dari رَّبِّكَ ۗ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai/lengah عَمَّا ʿammā dari apa yang تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 149
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhan-mu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
وَمِنْ wamin dan dari حَيْثُ ḥaythu mana saja خَرَجْتَ kharajta kamu keluar فَوَلِّ fawalli maka hadapkanlah وَجْهَكَ wajhaka wajahmu شَطْرَ shaṭra kearah ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram وَحَيْثُ waḥaythu dan dimana مَا mā apa/saja كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَوَلُّوا۟ fawallū maka hadapkan وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu شَطْرَهُۥ shaṭrahu kearahnya لِئَلَّا li-allā agar tidak يَكُونَ yakūna mereka adalah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حُجَّةٌ ḥujjatun alasan إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim مِنْهُمْ min'hum diantara mereka فَلَا falā maka janganlah تَخْشَوْهُمْ takhshawhum kamu takut pada mereka وَٱخْشَوْنِى wa-ikh'shawnī dan takutlah kepadaKu وَلِأُتِمَّ wali-utimma dan agar Aku sempurnakan نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatKu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk 150
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
كَمَآ kamā sebagaimana أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus فِيكُمْ fīkum kepadamu رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنكُمْ minkum diantara kamu يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami وَيُزَكِّيكُمْ wayuzakkīkum dan dia mensucikan kamu وَيُعَلِّمُكُمُ wayuʿallimukumu dan dia mengajarkan kamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah وَيُعَلِّمُكُم wayuʿallimukum dan dia mengajarkan kamu مَّا mā apa لَمْ lam belum تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 151
Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Alkitab dan Al-Hikmah1, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
فَٱذْكُرُونِىٓ fa-udh'kurūnī maka ingatlah kepadaKU أَذْكُرْكُمْ adhkur'kum Aku ingat kepadamu وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لِى lī kepadaKu وَلَا walā dan jangan تَكْفُرُونِ takfurūni kalian kafir 152
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu1, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱسْتَعِينُوا۟ is'taʿīnū mohonlah pertolongan بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan sabar وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ wal-ṣalati dan sholat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 153
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
وَلَا walā dan jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan لِمَن liman bagi/terhadap orang يُقْتَلُ yuq'talu terbunuh فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَمْوَٰتٌۢ ۚ amwātun mati بَلْ bal bahkan/tetapi أَحْيَآءٌۭ aḥyāon hidup وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā tidak تَشْعُرُونَ tashʿurūna kamu menyadari 154
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup1, tetapi kamu tidak menyadarinya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم walanabluwannakum dan sungguh akan Kami beri cobaan بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنَ mina dari ٱلْخَوْفِ l-khawfi ketakutan وَٱلْجُوعِ wal-jūʿi dan kelaparan وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan مِّنَ mina dari ٱلْأَمْوَٰلِ l-amwāli harta وَٱلْأَنفُسِ wal-anfusi dan jiwa وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ wal-thamarāti dan buah-buahan وَبَشِّرِ wabashiri dan berikan berita gembira ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 155
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَآ idhā apabila أَصَـٰبَتْهُم aṣābathum menimpa mereka مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah قَالُوٓا۟ qālū mereka mengucapkan إِنَّا innā sesungguhnya kami لِلَّهِ lillahi milik Allah وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali 156
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Innā lillāhi wa innā ilayhi rājiʻūn1.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka صَلَوَٰتٌۭ ṣalawātun kehormatan/keberkatan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَرَحْمَةٌۭ ۖ waraḥmatun dan rahmat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُهْتَدُونَ l-muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk 157
Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱلصَّفَا l-ṣafā Shafa وَٱلْمَرْوَةَ wal-marwata dan Marwa مِن min daripada شَعَآئِرِ shaʿāiri tanda-tanda/syi'ar ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَمَنْ faman maka barang siapa حَجَّ ḥajja beribadah haji ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah/Baitullah أَوِ awi atau ٱعْتَمَرَ iʿ'tamara berumrah فَلَا falā maka/mengapa tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَن an untuk يَطَّوَّفَ yaṭṭawwafa bertawaf/mengerjakan sa'i بِهِمَا ۚ bihimā diantara keduanya وَمَن waman dan barang siapa تَطَوَّعَ taṭawwaʿa mengerjakan dengan kerelaan خَيْرًۭا khayran kebaikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَاكِرٌ shākirun Maha Mensyukuri عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 158
Sesungguhnya Shafā dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah1. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya2. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri3 kebaikan lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْتُمُونَ yaktumūna (mereka) menyembunyikan مَآ mā apa أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti keterangan/keterangan وَٱلْهُدَىٰ wal-hudā dan petunjuk مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa بَيَّنَّـٰهُ bayyannāhu telah Kami terangkan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia فِى fī dalam ٱلْكِتَـٰبِ ۙ l-kitābi Al Kitab أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah يَلْعَنُهُمُ yalʿanuhumu melaknati/mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَيَلْعَنُهُمُ wayalʿanuhumu dan melaknati/mengutuk mereka ٱللَّـٰعِنُونَ l-lāʿinūna para pelaknat/pengutuk 159
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Alkitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mengadakan perbaikan وَبَيَّنُوا۟ wabayyanū dan mereka menerangkan فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah أَتُوبُ atūbu Aku penerima taubat عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَأَنَا wa-anā dan Aku ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 160
kecuali mereka yang telah bertobat dan mengadakan perbaikan1 dan menerangkan (kebenaran); maka terhadap mereka itu, Aku menerima tobatnya dan Aku-lah Yang Maha Menerima tobat lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan mereka كُفَّارٌ kuffārun orang-orang kafir أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لَعْنَةُ laʿnatu kutukan/laknat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan para Malaikat وَٱلنَّاسِ wal-nāsi manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna seluruhnya 161
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat, dan manusia seluruhnya.
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۖ fīhā didalamnya لَا lā tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh 162
Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
وَإِلَـٰهُكُمْ wa-ilāhukum dan Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa لَّآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 163
Dan Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī dalam/pada خَلْقِ khalqi kejadian/penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan pergantian ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَٱلْفُلْكِ wal-ful'ki dan bahtera ٱلَّتِى allatī yang تَجْرِى tajrī berlayar فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut بِمَا bimā dengan apa يَنفَعُ yanfaʿu memberi manfaat ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَمَآ wamā dan apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مِن min dari مَّآءٍۢ māin air فَأَحْيَا fa-aḥyā maka/lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا mawtihā matinya وَبَثَّ wabatha dan Dia sebarkan فِيهَا fīhā di dalamnya مِن min dari كُلِّ kulli segala دَآبَّةٍۢ dābbatin hewan وَتَصْرِيفِ wataṣrīfi dan pergerakan ٱلرِّيَـٰحِ l-riyāḥi angin وَٱلسَّحَابِ wal-saḥābi dan awan ٱلْمُسَخَّرِ l-musakhari dikendalikan بَيْنَ bayna antara ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal (memikirkan) 164
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya, dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
وَمِنَ wamina dan dari/sebagian ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَتَّخِذُ yattakhidhu dia mengambil/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu/tandingan يُحِبُّونَهُمْ yuḥibbūnahum mereka mencintainya كَحُبِّ kaḥubbi sebagaimana mencintai ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَشَدُّ ashaddu amat sangat حُبًّۭا ḥubban cinta لِّلَّهِ ۗ lillahi kepada Allah وَلَوْ walaw dan seandainya يَرَى yarā mengetahui/melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) dzalim إِذْ idh ketika يَرَوْنَ yarawna mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksa أَنَّ anna bahwasanya ٱلْقُوَّةَ l-quwata kekuatan لِلَّهِ lillahi milik Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu amat berat ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksa(Nya) 165
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim1 itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat) bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
إِذْ idh ketika تَبَرَّأَ tabarra-a berlepas tangan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتُّبِعُوا۟ ittubiʿū (mereka) diikuti مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū (mereka) mengikuti وَرَأَوُا۟ wara-awū dan mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksa وَتَقَطَّعَتْ wataqaṭṭaʿat dan terputuslah بِهِمُ bihimu dengan mereka ٱلْأَسْبَابُ l-asbābu sebab-sebab/hubungan 166
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū (mereka) mengikuti لَوْ law seandainya أَنَّ anna bahwa لَنَا lanā bagi kami كَرَّةًۭ karratan kembali lagi فَنَتَبَرَّأَ fanatabarra-a maka kami berlepas diri مِنْهُمْ min'hum dari mereka كَمَا kamā sebagaimana تَبَرَّءُوا۟ tabarraū mereka berlepas diri مِنَّا ۗ minnā dari kami كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُرِيهِمُ yurīhimu memperlihatkan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka حَسَرَٰتٍ ḥasarātin penyesalan عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِخَـٰرِجِينَ bikhārijīna sebagai orang-orang yang keluar مِنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka 167
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia كُلُوا۟ kulū makanlah مِمَّا mimmā dariapa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ṭayyiban baik/bersih وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌ mubīnun yang nyata 168
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَأْمُرُكُم yamurukum ia menyuruh kamu بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan kejahatan وَٱلْفَحْشَآءِ wal-faḥshāi dan perbuatan keji وَأَن wa-an dan supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā yang tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 169
Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal tidak/bahkan نَتَّبِعُ nattabiʿu kami mengikuti مَآ mā apa أَلْفَيْنَا alfaynā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَآ ۗ ābāanā bapak-bapak kami أَوَلَوْ awalaw apakah walaupun كَانَ kāna adalah ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna berakal/mengerti شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk 170
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"
وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan ٱلَّذِى alladhī yang/orang يَنْعِقُ yanʿiqu dia berteriak/memanggil بِمَا bimā dengan/kepada apa لَا lā tidak يَسْمَعُ yasmaʿu ia mendengar إِلَّا illā kecuali/selain دُعَآءًۭ duʿāan panggilan وَنِدَآءًۭ ۚ wanidāan dan seruan صُمٌّۢ ṣummun (mereka) tuli بُكْمٌ buk'mun dengan/untuk kalian عُمْىٌۭ ʿum'yun (mereka) buta فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mengerti 171
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja1. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا mā apa رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لِلَّهِ lillahi kepada Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah إِيَّاهُ iyyāhu kepadaNya تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah 172
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah حَرَّمَ ḥarrama Dia mengharamkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَيْتَةَ l-maytata bangkai وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah وَلَحْمَ walaḥma dan daging ٱلْخِنزِيرِ l-khinzīri babi وَمَآ wamā dan apa-apa أُهِلَّ uhilla disembelih بِهِۦ bihi dengannya لِغَيْرِ lighayri selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَمَنِ famani maka barang siapa ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa غَيْرَ ghayra selain/tidak بَاغٍۢ bāghin sengaja وَلَا walā maka tidak عَادٍۢ ʿādin melampaui batas فَلَآ falā maka tidak إِثْمَ ith'ma berdosa عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atas/terhadapnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 173
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah1. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْتُمُونَ yaktumūna (mereka) menyembunyikan مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَيَشْتَرُونَ wayashtarūna dan mereka menjual بِهِۦ bihi dengannya ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا ۙ qalīlan sedikit/murah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah مَا mā tidak يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan فِى fī dalam بُطُونِهِمْ buṭūnihim perut mereka إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱلنَّارَ l-nāra api وَلَا walā dan tidak يُكَلِّمُهُمُ yukallimuhumu berbicara kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَلَا walā dan tidak يُزَكِّيهِمْ yuzakkīhim Dia mensucikan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌ alīmun pedih 174
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Alkitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api1, dan Allah tidak akan berbicara2 kepada mereka pada hari kiamat dan tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَٱلْعَذَابَ wal-ʿadhāba dan siksa بِٱلْمَغْفِرَةِ ۚ bil-maghfirati dengan ampunan فَمَآ famā maka alangkah أَصْبَرَهُمْ aṣbarahum sangat tahan/sabarnya mereka عَلَى ʿalā diatas ٱلنَّارِ l-nāri neraka 175
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah نَزَّلَ nazzala Dia menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū (mereka) berselisih فِى fī didalam/tentang ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab لَفِى lafī tentu dalam شِقَاقٍۭ shiqāqin perpecahan بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh 176
Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Alkitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Alkitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
۞ لَّيْسَ laysa bukanlah ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan/kebaktian أَن an bahwa تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu menghadapkan وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu قِبَلَ qibala kearah ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur وَٱلْمَغْرِبِ wal-maghribi dan barat وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan/kebaktian مَنْ man orang ءَامَنَ āmana dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan malaikat وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan Nabi-Nabi وَءَاتَى waātā dan memberikan ٱلْمَالَ l-māla harta عَلَىٰ ʿalā atas حُبِّهِۦ ḥubbihi dicintainya ذَوِى dhawī kelompok ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينَ wal-masākīna dan orang-orang miskin وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang ٱلسَّبِيلِ l-sabīli (dalam) perjalanan وَٱلسَّآئِلِينَ wal-sāilīna dan orang yang minta-minta وَفِى wafī dan didalam ٱلرِّقَابِ l-riqābi memerdekakan hamba sahaya وَأَقَامَ wa-aqāma dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَى waātā dan menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱلْمُوفُونَ wal-mūfūna dan orang-orang yang menepati بِعَهْدِهِمْ biʿahdihim pada janji mereka إِذَا idhā apabila عَـٰهَدُوا۟ ۖ ʿāhadū mereka berjanji وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan orang-orang yang sabar فِى fī dalam ٱلْبَأْسَآءِ l-basāi kesempitan وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan kemelaratan وَحِينَ waḥīna dan ketika ٱلْبَأْسِ ۗ l-basi perang أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَدَقُوا۟ ۖ ṣadaqū mereka benar وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa 177
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْقِصَاصُ l-qiṣāṣu hukum Qishash فِى fī didalam ٱلْقَتْلَى ۖ l-qatlā pembunuhan ٱلْحُرُّ l-ḥuru orang merdeka بِٱلْحُرِّ bil-ḥuri dengan orang merdeka وَٱلْعَبْدُ wal-ʿabdu dan hamba sahaya بِٱلْعَبْدِ bil-ʿabdi dengan hamba sahaya وَٱلْأُنثَىٰ wal-unthā dan wanita بِٱلْأُنثَىٰ ۚ bil-unthā dengan wanita فَمَنْ faman maka barang siapa عُفِىَ ʿufiya dimaafkan لَهُۥ lahu padanya مِنْ min dari أَخِيهِ akhīhi saudaranya شَىْءٌۭ shayon sesuatu فَٱتِّبَاعٌۢ fa-ittibāʿun maka hendaklah mengikuti بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik وَأَدَآءٌ wa-adāon dan membayar diat إِلَيْهِ ilayhi kepadanya بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ bi-iḥ'sānin dengan baik ذَٰلِكَ dhālika demikian itu تَخْفِيفٌۭ takhfīfun keringanan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَرَحْمَةٌۭ ۗ waraḥmatun dan rahmat فَمَنِ famani maka barang siapa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā melampaui batas بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَلَهُۥ falahu maka baginya عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih 178
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih 1.
وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِى fī dalam ٱلْقِصَاصِ l-qiṣāṣi qishash حَيَوٰةٌۭ ḥayatun kehidupan يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 179
Dan dalam kisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذَا idhā apabila حَضَرَ ḥaḍara datang أَحَدَكُمُ aḥadakumu seorang diantara kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu maut/kematian إِن in jika تَرَكَ taraka ia meninggalkan خَيْرًا khayran kebaikan ٱلْوَصِيَّةُ l-waṣiyatu wasiat لِلْوَٰلِدَيْنِ lil'wālidayni untuk kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبِينَ wal-aqrabīna dan para kerabat بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik حَقًّا ḥaqqan kewajiban عَلَى ʿalā atas ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 180
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf 1, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
فَمَنۢ faman maka barang siapa بَدَّلَهُۥ baddalahu mengubahnya بَعْدَ مَا baʿdamā setelah سَمِعَهُۥ samiʿahu apa فَإِنَّمَآ fa-innamā yang mendengarnya إِثْمُهُۥ ith'muhu maka sesungguhnya hanyalah عَلَى ʿalā dosanya ٱلَّذِينَ alladhīna atas يُبَدِّلُونَهُۥٓ ۚ yubaddilūnahu orang-orang yang إِنَّ inna (mereka) mengubahnya ٱللَّهَ al-laha sesungguhnya سَمِيعٌ sami'un Allah عَلِيمٌۭ alimun Maha Mendengar 181
Maka barang siapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
فَمَنْ faman maka barang siapa خَافَ khāfa khawatir مِن min dari مُّوصٍۢ mūṣin orang yang berwasiat جَنَفًا janafan berat sebelah أَوْ aw atau إِثْمًۭا ith'man berbuat dosa فَأَصْلَحَ fa-aṣlaḥa maka ia mendamaikan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka فَلَآ falā maka tidak ada إِثْمَ ith'ma dosa عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasnya/baginya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 182
(Akan tetapi) barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan 1 antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلصِّيَامُ l-ṣiyāmu berpuasa كَمَا kamā sebagaimana كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 183
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ maʿdūdātin yang tertentu فَمَن faman maka barang siapa كَانَ kāna adalah ia مِنكُم minkum diantara kamu مَّرِيضًا marīḍan sakit أَوْ aw atau عَلَىٰ ʿalā atas سَفَرٍۢ safarin perjalanan فَعِدَّةٌۭ faʿiddatun maka hitunglah مِّنْ min dari أَيَّامٍ ayyāmin hari-hari أُخَرَ ۚ ukhara lain وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُطِيقُونَهُۥ yuṭīqūnahu mereka berat menjalankannya فِدْيَةٌۭ fid'yatun fidyah/denda طَعَامُ ṭaʿāmu memberi makan مِسْكِينٍۢ ۖ mis'kīnin seorang miskin فَمَن faman maka barang siapa تَطَوَّعَ taṭawwaʿa ia mengerjakan خَيْرًۭا khayran kebaikan/kebajikan فَهُوَ fahuwa maka ia خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّهُۥ ۚ lahu baginya وَأَن wa-an dan bahwa تَصُومُوا۟ taṣūmū kamu berpuasa خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 184
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan1, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
شَهْرُ shahru bulan رَمَضَانَ ramaḍāna Ramadhan ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُنزِلَ unzila diturunkan فِيهِ fīhi didalamnya ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran هُدًۭى hudan petunjuk لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَبَيِّنَـٰتٍۢ wabayyinātin dan penjelasan-penjelasan مِّنَ mina dari ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk وَٱلْفُرْقَانِ ۚ wal-fur'qāni dan Furqan (pembeda) فَمَن faman maka barang siapa شَهِدَ shahida menyaksikan مِنكُمُ minkumu diantara kamu ٱلشَّهْرَ l-shahra bulan فَلْيَصُمْهُ ۖ falyaṣum'hu maka hendaklah ia berpuasa وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah ia مَرِيضًا marīḍan sakit أَوْ aw atau عَلَىٰ ʿalā atas/dalam سَفَرٍۢ safarin perjalanan فَعِدَّةٌۭ faʿiddatun maka hitunglah (berpuasalah) مِّنْ min dari أَيَّامٍ ayyāmin hari-hari أُخَرَ ۗ ukhara lain يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْيُسْرَ l-yus'ra kemudahan وَلَا walā dan tidak يُرِيدُ yurīdu dan tidak Dia menghendaki بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْعُسْرَ l-ʿus'ra kesukaran وَلِتُكْمِلُوا۟ walituk'milū dan agar kamu mencukupkan ٱلْعِدَّةَ l-ʿidata bilangan وَلِتُكَبِّرُوا۟ walitukabbirū dan hendaklah kamu mengagungkan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa هَدَىٰكُمْ hadākum Dia memberi petunjuk padamu وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum supaya kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 185
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`ān sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَأَلَكَ sa-alaka bertanya kepadamu عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu عَنِّى ʿannī tentang Aku فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya Aku قَرِيبٌ ۖ qarībun dekat أُجِيبُ ujību Aku mengabulkan دَعْوَةَ daʿwata permohonan ٱلدَّاعِ l-dāʿi orang yang mendoa إِذَا idhā apabila دَعَانِ ۖ daʿāni ia berdoa kepadaKu فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ falyastajībū maka hendaklah mereka memenuhi لِى lī bagiKu/kepadaKu وَلْيُؤْمِنُوا۟ walyu'minū dan hendaklah mereka beriman بِى bī kepadaKu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَرْشُدُونَ yarshudūna mereka mendapat petunjuk/kebenaran 186
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَكُمْ lakum bagi kalian لَيْلَةَ laylata malam ٱلصِّيَامِ l-ṣiyāmi puasa ٱلرَّفَثُ l-rafathu bercampur إِلَىٰ ilā kepada/dengan نِسَآئِكُمْ ۚ nisāikum isteri-isterimu هُنَّ hunna mereka لِبَاسٌۭ libāsun pakaian لَّكُمْ lakum bagi kalian وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لِبَاسٌۭ libāsun pakaian لَّهُنَّ ۗ lahunna bagi mereka عَلِمَ ʿalima telah mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَخْتَانُونَ takhtānūna kamu khianat أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri فَتَابَ fatāba maka Dia mengampuni عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَعَفَا waʿafā dan Dia memaafkan عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian فَٱلْـَٔـٰنَ fal-āna maka sekarang بَـٰشِرُوهُنَّ bāshirūhunna campurilah mereka وَٱبْتَغُوا۟ wa-ib'taghū dan carilah olehmu مَا mā apa كَتَبَ kataba telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَتَبَيَّنَ yatabayyana nyata/jelas لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْخَيْطُ l-khayṭu benang ٱلْأَبْيَضُ l-abyaḍu putih مِنَ mina dari ٱلْخَيْطِ l-khayṭi benang ٱلْأَسْوَدِ l-aswadi hitam مِنَ mina dari ٱلْفَجْرِ ۖ l-fajri waktu fajar ثُمَّ thumma kemudian أَتِمُّوا۟ atimmū sempurnakanlah ٱلصِّيَامَ l-ṣiyāma puasa إِلَى ilā sampai ٱلَّيْلِ ۚ al-layli malam وَلَا walā dan janganlah تُبَـٰشِرُوهُنَّ tubāshirūhunna kamu mencampuri mereka وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian عَـٰكِفُونَ ʿākifūna orang yang i'tikaf فِى fī dalam ٱلْمَسَـٰجِدِ ۗ l-masājidi masjid تِلْكَ til'ka itulah حُدُودُ ḥudūdu batas-batas (hukum) ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka janganlah تَقْرَبُوهَا ۗ taqrabūhā kamu mendekatinya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَّقُونَ yattaqūna bertakwa 187
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf1 dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
وَلَا walā dan janganlah تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu memakan أَمْوَٰلَكُم amwālakum hartamu بَيْنَكُم baynakum antara kamu بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan batil وَتُدْلُوا۟ watud'lū dan kamu membawa بِهَآ bihā dengannya (harta) إِلَى ilā kepada ٱلْحُكَّامِ l-ḥukāmi hakim لِتَأْكُلُوا۟ litakulū supaya kamu dapat memakan فَرِيقًۭا farīqan sebagian مِّنْ min dari أَمْوَٰلِ amwāli harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan dosa وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 188
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
۞ يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani tentang ٱلْأَهِلَّةِ ۖ l-ahilati bulan baru/sabit قُلْ qul katakan هِىَ hiya ia (bulan sabit) مَوَٰقِيتُ mawāqītu tanda-tanda waktu tertentu لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَٱلْحَجِّ ۗ wal-ḥaji dan (ibadah) haji وَلَيْسَ walaysa dan bukanlah ٱلْبِرُّ l-biru kebaikan بِأَن bi-an bahwa تَأْتُوا۟ tatū kamu memasuki/datang ٱلْبُيُوتَ l-buyūta rumah-rumah مِن min dari ظُهُورِهَا ẓuhūrihā belakangnya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan مَنِ mani siapa/orang ٱتَّقَىٰ ۗ ittaqā bertakwa وَأْتُوا۟ watū dan masukilah ٱلْبُيُوتَ l-buyūta rumah-rumah مِنْ min dari أَبْوَٰبِهَا ۚ abwābihā pintu-pintunya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung 189
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya 1, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan perangilah فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum (mereka) memerangi kamu وَلَا walā dan jangan تَعْتَدُوٓا۟ ۚ taʿtadū kamu melampaui batas إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas 190
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka حَيْثُ ḥaythu dimana saja ثَقِفْتُمُوهُمْ thaqif'tumūhum kamu jumpai mereka وَأَخْرِجُوهُم wa-akhrijūhum dan usirlah mereka مِّنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana saja أَخْرَجُوكُمْ ۚ akhrajūkum mereka mengusir kamu وَٱلْفِتْنَةُ wal-fit'natu dan fitnah أَشَدُّ ashaddu lebih besar مِنَ mina dari ٱلْقَتْلِ ۚ l-qatli pembunuhan وَلَا walā dan jangan تُقَـٰتِلُوهُمْ tuqātilūhum kamu memerangi mereka عِندَ ʿinda di ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram حَتَّىٰ ḥattā hingga/kecuali يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu فِيهِ ۖ fīhi didalamnya فَإِن fa-in maka jika قَـٰتَلُوكُمْ qātalūkum mereka memerangi kamu فَٱقْتُلُوهُمْ ۗ fa-uq'tulūhum maka bunuhlah mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah جَزَآءُ jazāu balasan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah 1 itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu) maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
فَإِنِ fa-ini maka jika ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 192
Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَقَـٰتِلُوهُمْ waqātilūhum dan perangilah mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga لَا lā tidak تَكُونَ takūna ada lagi فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah وَيَكُونَ wayakūna dan adalah ٱلدِّينُ l-dīnu agama لِلَّهِ ۖ lillahi untuk Allah فَإِنِ fa-ini maka jika ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti فَلَا falā maka tidak عُدْوَٰنَ ʿud'wāna permusuhan إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 193
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
ٱلشَّهْرُ al-shahru bulan ٱلْحَرَامُ l-ḥarāmu haram بِٱلشَّهْرِ bil-shahri dengan bulan ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi haram وَٱلْحُرُمَـٰتُ wal-ḥurumātu dan sesuatu yang dihormati قِصَاصٌۭ ۚ qiṣāṣun qishash فَمَنِ famani maka barang siapa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā menyerang عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَٱعْتَدُوا۟ fa-iʿ'tadū maka seranglah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya بِمِثْلِ bimith'li seperti/seimbang مَا mā apa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā ia menyerang عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 194
Bulan haram dengan bulan haram 1, dan pada sesuatu yang patut dihormati 2, berlaku hukum kisas. Oleh sebab itu, barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan belanjakanlah فِى fī di/pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تُلْقُوا۟ tul'qū kamu menjatuhkan بِأَيْدِيكُمْ bi-aydīkum dengan tangan/dirimu إِلَى ilā kepada/kedalam ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ l-tahlukati kebinasaan وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ wa-aḥsinū dan berbuat baiklah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
وَأَتِمُّوا۟ wa-atimmū dan sempurnakanlah ٱلْحَجَّ l-ḥaja ibadah haji وَٱلْعُمْرَةَ wal-ʿum'rata dan umrah لِلَّهِ ۚ lillahi karena Allah فَإِنْ fa-in maka jika أُحْصِرْتُمْ uḥ'ṣir'tum kamu terkepung فَمَا famā maka apa ٱسْتَيْسَرَ is'taysara mudah didapat مِنَ mina dari ٱلْهَدْىِ ۖ l-hadyi binatang kurban وَلَا walā dan jangan تَحْلِقُوا۟ taḥliqū kamu mencukur رُءُوسَكُمْ ruūsakum kepalamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum يَبْلُغَ yablugha sampai ٱلْهَدْىُ l-hadyu binatang kurban مَحِلَّهُۥ ۚ maḥillahu tempat penyembelihannya فَمَن faman maka barang siapa كَانَ kāna adalah مِنكُم minkum diantara kamu مَّرِيضًا marīḍan sakit أَوْ aw atau بِهِۦٓ bihi dengannya/padanya أَذًۭى adhan gangguan (penyakit) مِّن min dari رَّأْسِهِۦ rasihi kepalanya فَفِدْيَةٌۭ fafid'yatun maka bayarlah fidyah مِّن min dari صِيَامٍ ṣiyāmin berpuasa أَوْ aw atau صَدَقَةٍ ṣadaqatin bersedekah أَوْ aw atau نُسُكٍۢ ۚ nusukin berkurban فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَمِنتُمْ amintum kamu merasa aman فَمَن faman maka barang siapa تَمَتَّعَ tamattaʿa tamattu'/ingin بِٱلْعُمْرَةِ bil-ʿum'rati dengan ibadah umrah إِلَى ilā kepada (sebelum) ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji فَمَا famā maka apa ٱسْتَيْسَرَ is'taysara mudah didapat مِنَ mina dari ٱلْهَدْىِ ۚ l-hadyi binatang kurban فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid ia mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah ثَلَـٰثَةِ thalāthati tiga أَيَّامٍۢ ayyāmin hari فِى fī didalam ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji وَسَبْعَةٍ wasabʿatin dan tujuh إِذَا idhā apabila رَجَعْتُمْ ۗ rajaʿtum kamu kembali تِلْكَ til'ka itulah عَشَرَةٌۭ ʿasharatun sepuluh كَامِلَةٌۭ ۗ kāmilatun sempurna ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِمَن liman bagi orang لَّمْ lam tidak يَكُنْ yakun ada أَهْلُهُۥ ahluhu keluarganya حَاضِرِى ḥāḍirī berada ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu amat berat ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa(Nya) 196
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban1 yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu2, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidiah, yaitu berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidiah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
ٱلْحَجُّ al-ḥaju haji أَشْهُرٌۭ ashhurun bulan-bulan مَّعْلُومَـٰتٌۭ ۚ maʿlūmātun dimaklumi فَمَن faman maka barang siapa فَرَضَ faraḍa menetapkan (niatnya) فِيهِنَّ fīhinna didalamnya ٱلْحَجَّ l-ḥaja berhaji فَلَا falā maka tidak boleh رَفَثَ rafatha bercampur dengan isteri وَلَا walā dan tidak boleh فُسُوقَ fusūqa berbuat fasik وَلَا walā dan tidak boleh جِدَالَ jidāla bertengkar فِى fī didalam ٱلْحَجِّ ۗ l-ḥaji masa mengerjakan haji وَمَا wamā dan apa تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan يَعْلَمْهُ yaʿlamhu niscaya mengetahuinya ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَتَزَوَّدُوا۟ watazawwadū dan berbekallah kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya خَيْرَ khayra sebaik-baik ٱلزَّادِ l-zādi bekal ٱلتَّقْوَىٰ ۚ l-taqwā takwa وَٱتَّقُونِ wa-ittaqūni dan bertakwalah kepadaKu يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal 197
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi 1, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafaṡ 2, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa 3, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
لَيْسَ laysa tidak ada عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun dosa أَن an untuk تَبْتَغُوا۟ tabtaghū kamu mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۚ rabbikum Tuhan kalian فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَفَضْتُم afaḍtum kamu telah bertolak مِّنْ min dari عَرَفَـٰتٍۢ ʿarafātin Arafah فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka berdzikirlah ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَ ʿinda disisi ٱلْمَشْعَرِ l-mashʿari Masy'aril ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram وَٱذْكُرُوهُ wa-udh'kurūhu dan berdzikirlah padaNya كَمَا kamā sebagaimana هَدَىٰكُمْ hadākum Dia telah memberi petunjuk kepadamu وَإِن wa-in dan sungguh كُنتُم kuntum kalian adalah مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat 198
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan-mu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ʻArafah, berzikirlah kepada Allah di Masyʻaril Harām 1. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
ثُمَّ thumma kemudian أَفِيضُوا۟ afīḍū bertolaklah kamu مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu tempat أَفَاضَ afāḍa telah bertolak ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang-orang وَٱسْتَغْفِرُوا۟ wa-is'taghfirū dan mohonlah ampun ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 199
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَضَيْتُم qaḍaytum kamu telah menyelesaikan مَّنَـٰسِكَكُمْ manāsikakum ibadah hajimu فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka berdzikirlah ٱللَّهَ l-laha Allah كَذِكْرِكُمْ kadhik'rikum sebagaimana kamu menyebut ءَابَآءَكُمْ ābāakum bapak-bapakmu أَوْ aw atau أَشَدَّ ashadda lebih dari (banyak) itu ذِكْرًۭا ۗ dhik'ran berdzikir فَمِنَ famina maka dari/diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَقُولُ yaqūlu dia berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَاتِنَا ātinā berilah kami فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan tidaklah لَهُۥ lahu baginya فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنْ min dari خَلَـٰقٍۢ khalāqin bagian 200
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu 1, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat.
وَمِنْهُم wamin'hum dan dari/diantara mereka مَّن man orang يَقُولُ yaqūlu dia berkata/berdoa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَاتِنَا ātinā berilah kami فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan وَفِى wafī dan di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan وَقِنَا waqinā dan peliharalah kami عَذَابَ ʿadhāba siksa ٱلنَّارِ l-nāri neraka 201
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka" 1.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah لَهُمْ lahum bagi mereka نَصِيبٌۭ naṣībun (mendapat) bagian مِّمَّا mimmā dari apa كَسَبُوا۟ ۚ kasabū mereka usahakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitunganNya 202
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
۞ وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan berdzikirlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah فِىٓ fī dalam أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ maʿdūdātin berbilang فَمَن faman maka barang siapa تَعَجَّلَ taʿajjala cepat-cepat فِى fī dalam يَوْمَيْنِ yawmayni dua hari فَلَآ falā maka tidak إِثْمَ ith'ma berdosa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/baginya وَمَن waman dan barang siapa تَأَخَّرَ ta-akhara mengakhirkan فَلَآ falā maka tidak إِثْمَ ith'ma berdosa عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atas/baginya لِمَنِ limani bagi orang ٱتَّقَىٰ ۗ ittaqā bertakwa وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan 203
Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang 1. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya 2, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
وَمِنَ wamina dan dari/diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يُعْجِبُكَ yuʿ'jibuka menarik hatimu قَوْلُهُۥ qawluhu ucapannya فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَيُشْهِدُ wayush'hidu dan ia mempersaksikan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa فِى fī dalam قَلْبِهِۦ qalbihi hatinya وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia أَلَدُّ aladdu paling keras ٱلْخِصَامِ l-khiṣāmi penentang 204
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تَوَلَّىٰ tawallā ia berpaling سَعَىٰ saʿā ia berjalan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi لِيُفْسِدَ liyuf'sida untuk membuat kerusakan فِيهَا fīhā didalamnya وَيُهْلِكَ wayuh'lika dan ia merusak ٱلْحَرْثَ l-ḥartha tanam-tanaman وَٱلنَّسْلَ ۗ wal-nasla dan binatang ternak وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan 205
Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan 1.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُ lahu kepadanya ٱتَّقِ ittaqi bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah أَخَذَتْهُ akhadhathu ia mengambilnya/bangkit ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kesombongan بِٱلْإِثْمِ ۚ bil-ith'mi dengan berbuat dosa فَحَسْبُهُۥ faḥasbuhu maka cukuplah ia جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam وَلَبِئْسَ walabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal 206
Dan apabila dikatakan kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) Neraka Jahanam. Dan sungguh Neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.
وَمِنَ wamina dan dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَشْرِى yashrī ia menjual/mengorbankan نَفْسَهُ nafsahu dirinya ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah رَءُوفٌۢ raūfun Maha Penyantun بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya 207
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah فِى fī kedalam ٱلسِّلْمِ l-sil'mi Islam كَآفَّةًۭ kāffatan keseluruhan وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu ikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 208
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
فَإِن fa-in maka jika زَلَلْتُم zalaltum kamu tergelincir مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْكُمُ jāatkumu datang kepadamu ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu bukti-bukti (kebenaran) فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 209
Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
هَلْ hal apakah/tidakkah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti إِلَّآ illā kecuali/melainkan أَن an bahwa يَأْتِيَهُمُ yatiyahumu datang kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī dalam ظُلَلٍۢ ẓulalin naungan مِّنَ mina dari ٱلْغَمَامِ l-ghamāmi awan وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat وَقُضِىَ waquḍiya dan telah diputuskan ٱلْأَمْرُ ۚ l-amru perkara وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru perkara 210
Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan 1, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
سَلْ sal tanyakan بَنِىٓ banī bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil كَمْ kam berapa banyak ءَاتَيْنَـٰهُم ātaynāhum telah kami berikan kepada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍۭ āyatin ayat/tanda-tanda بَيِّنَةٍۢ ۗ bayyinatin nyata وَمَن waman dan barang siapa يُبَدِّلْ yubaddil ia menukar نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْهُ jāathu datang kepadanya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu amat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaNya 211
Tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl, "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran)1 yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah2 setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.
زُيِّنَ zuyyina dijadikan indah pandangan لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَيَسْخَرُونَ wayaskharūna dan mereka memandang hina مِنَ mina dari/kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۘ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw bertakwa فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka (lebih mulia) يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَرْزُقُ yarzuqu memberi rezki مَن man orang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tidak حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan/batas 212
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
كَانَ kāna adalah ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أُمَّةًۭ ummatan umat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan (yang) satu فَبَعَثَ fabaʿatha maka mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi مُبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa kabar gembira وَمُنذِرِينَ wamundhirīna dan pemberi peringatan وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan مَعَهُمُ maʿahumu bersama mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/benar لِيَحْكُمَ liyaḥkuma untuk memberi keputusan بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فِيمَا fīmā tentang apa ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan فِيهِ ۚ fīhi didalamnya وَمَا wamā dan tidak ٱخْتَلَفَ ikh'talafa berselisih فِيهِ fīhi didalamnya إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوهُ ūtūhu (mereka) diberinya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan-keterangan بَغْيًۢا baghyan dengki بَيْنَهُمْ ۖ baynahum diantara mereka فَهَدَى fahadā maka memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لِمَا limā tentang apa ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan فِيهِ fīhi didalamnya مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran بِإِذْنِهِۦ ۗ bi-idh'nihi dengan izinnya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍ mus'taqīmin lurus 213
Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
أَمْ am apakah حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu mengira أَن an bahwa تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu akan masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَمَّا walammā padahal belum يَأْتِكُم yatikum datang kepadamu مَّثَلُ mathalu seperti (halnya) ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw terdahulu مِن min dari قَبْلِكُم ۖ qablikum sebelum kalian مَّسَّتْهُمُ massathumu telah menimpa mereka ٱلْبَأْسَآءُ l-basāu malapetaka وَٱلضَّرَّآءُ wal-ḍarāu dan kesengsaraan وَزُلْزِلُوا۟ wazul'zilū dan mereka digoncangkan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَقُولَ yaqūla berkata ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersamanya مَتَىٰ matā bilakah نَصْرُ naṣru pertolongan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya نَصْرَ naṣra pertolongan ٱللَّهِ l-lahi Allah قَرِيبٌۭ qarībun amat dekat 214
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu مَاذَا mādhā apa yang يُنفِقُونَ ۖ yunfiqūna mereka nafkahkan قُلْ qul katakanlah مَآ mā apa أَنفَقْتُم anfaqtum kamu nafkahkan مِّنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebajikan/harta فَلِلْوَٰلِدَيْنِ falil'wālidayni maka untuk kedua orang tuamu وَٱلْأَقْرَبِينَ wal-aqrabīna dan kaum kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang yang ٱلسَّبِيلِ ۗ l-sabīli perjalanan وَمَا wamā dan apa saja تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebajikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِهِۦ bihi dengannya عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 215
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang وَهُوَ wahuwa dan ia كُرْهٌۭ kur'hun kebencian لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَعَسَىٰٓ waʿasā dan boleh jadi أَن an bahwa تَكْرَهُوا۟ takrahū kamu membenci شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia خَيْرٌۭ khayrun baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَعَسَىٰٓ waʿasā dan boleh jadi أَن an bahwa تُحِبُّوا۟ tuḥibbū kamu menyukai شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُوَ wahuwa dan ia شَرٌّۭ sharrun buruk لَّكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/pada ٱلشَّهْرِ l-shahri bulan ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram قِتَالٍۢ qitālin berperang فِيهِ ۖ fīhi didalamnya قُلْ qul katakanlah قِتَالٌۭ qitālun berperang فِيهِ fīhi didalamnya كَبِيرٌۭ ۖ kabīrun besar (dosanya) وَصَدٌّ waṣaddun dan menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكُفْرٌۢ wakuf'run dan kafir بِهِۦ bihi kepadaNya وَٱلْمَسْجِدِ wal-masjidi dan Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram وَإِخْرَاجُ wa-ikh'rāju dan mengusir أَهْلِهِۦ ahlihi penduduknya مِنْهُ min'hu daripadanya أَكْبَرُ akbaru lebih besar عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱلْفِتْنَةُ wal-fit'natu dan berbuat fitnah أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِنَ mina daripada ٱلْقَتْلِ ۗ l-qatli pembunuhan وَلَا walā dan tidak يَزَالُونَ yazālūna mereka berhenti يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu حَتَّىٰ ḥattā hingga/sampai يَرُدُّوكُمْ yaruddūkum mereka mengembalikan kamu عَن ʿan dari دِينِكُمْ dīnikum agamamu إِنِ ini seandainya ٱسْتَطَـٰعُوا۟ ۚ is'taṭāʿū mereka sanggup وَمَن waman dan barang siapa يَرْتَدِدْ yartadid dia murtad مِنكُمْ minkum diantara kamu عَن ʿan dari دِينِهِۦ dīnihi agamanya فَيَمُتْ fayamut maka/lalu dia mati وَهُوَ wahuwa dan dia كَافِرٌۭ kāfirun (dalam) kekafiran فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal mereka فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 217
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (orang-orang) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi orang-orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah1. Dan berbuat fitnah2 lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) hijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan رَحْمَتَ raḥmata rahmat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 218
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
۞ يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْخَمْرِ l-khamri minuman keras وَٱلْمَيْسِرِ ۖ wal-maysiri dan judi قُلْ qul katakanlah فِيهِمَآ fīhimā pada keduanya إِثْمٌۭ ith'mun dosa كَبِيرٌۭ kabīrun besar وَمَنَـٰفِعُ wamanāfiʿu dan beberapa manfaat لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَإِثْمُهُمَآ wa-ith'muhumā dan dosa keduanya أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِن min daripada نَّفْعِهِمَا ۗ nafʿihimā manfaat keduanya وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadamu مَاذَا mādhā apa yang يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan قُلِ quli katakanlah ٱلْعَفْوَ ۗ l-ʿafwa lebih dari keperluan كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu berfikir 219
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar1 dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
فِى fī di/pada ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ wal-ākhirati dan akhirat وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْيَتَـٰمَىٰ ۖ l-yatāmā anak yatim قُلْ qul katakanlah إِصْلَاحٌۭ iṣ'lāḥun mengurus secara patut لَّهُمْ lahum bagi mereka خَيْرٌۭ ۖ khayrun baik وَإِن wa-in dan jika تُخَالِطُوهُمْ tukhāliṭūhum kamu menggauli mereka فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ fa-ikh'wānukum maka mereka itu saudaramu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu dia mengetahui ٱلْمُفْسِدَ l-muf'sida pembuat kerusakan مِنَ mina dari ٱلْمُصْلِحِ ۚ l-muṣ'liḥi mengadakan perbaikan وَلَوْ walaw dan jikalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَأَعْنَتَكُمْ ۚ la-aʿnatakum niscaya Dia mempersulit kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 220
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakalah, "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلَا walā dan jangan تَنكِحُوا۟ tankiḥū kamu nikahi ٱلْمُشْرِكَـٰتِ l-mush'rikāti wanita-wanita musyrik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُؤْمِنَّ ۚ yu'minna mereka beriman وَلَأَمَةٌۭ wala-amatun dan sungguh budak wanita مُّؤْمِنَةٌ mu'minatun beriman خَيْرٌۭ khayrun baik مِّن min daripada مُّشْرِكَةٍۢ mush'rikatin wanita musyrik وَلَوْ walaw walaupun أَعْجَبَتْكُمْ ۗ aʿjabatkum ia menarik hatimu وَلَا walā dan jangan تُنكِحُوا۟ tunkiḥū kamu menikahkan ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُؤْمِنُوا۟ ۚ yu'minū mereka beriman وَلَعَبْدٌۭ walaʿabdun dan sungguh budak مُّؤْمِنٌ mu'minun beriman خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّن min daripada مُّشْرِكٍۢ mush'rikin orang musyrik وَلَوْ walaw walaupun أَعْجَبَكُمْ ۗ aʿjabakum dia menarik hatimu أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَدْعُونَ yadʿūna mereka mengajak إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَدْعُوٓا۟ yadʿū Dia mengajak إِلَى ilā kepada ٱلْجَنَّةِ l-janati surga وَٱلْمَغْفِرَةِ wal-maghfirati dan ampunan بِإِذْنِهِۦ ۖ bi-idh'nihi dengan izinNya وَيُبَيِّنُ wayubayyinu dan Dia menerangkan ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat / mengambil pelajaran 221
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadanya عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi haid قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia (haid) أَذًۭى adhan penyakit/kotoran فَٱعْتَزِلُوا۟ fa-iʿ'tazilū maka hendaklah kamu menjauhkan diri ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita فِى fī didalam ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi waktu haid وَلَا walā dan jangan تَقْرَبُوهُنَّ taqrabūhunna kamu mendekati mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَطْهُرْنَ ۖ yaṭhur'na mereka suci فَإِذَا fa-idhā maka apabila تَطَهَّرْنَ taṭahharna mereka telah suci فَأْتُوهُنَّ fatūhunna maka datangilah مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu sekira/sebagaimana أَمَرَكُمُ amarakumu memerintahkan kamu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلتَّوَّٰبِينَ l-tawābīna orang-orang yang taubat وَيُحِبُّ wayuḥibbu dan Dia menyukai ٱلْمُتَطَهِّرِينَ l-mutaṭahirīna orang-orang yang mensucikan diri 222
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri1 dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci2. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
نِسَآؤُكُمْ nisāukum isteri-isterimu حَرْثٌۭ ḥarthun ladang لَّكُمْ lakum bagi kalian فَأْتُوا۟ fatū maka datangilah حَرْثَكُمْ ḥarthakum ladangmu أَنَّىٰ annā kapan saja شِئْتُمْ ۖ shi'tum kalian kehendaki وَقَدِّمُوا۟ waqaddimū dan dahulukan/kerjakan لِأَنفُسِكُمْ ۚ li-anfusikum untuk dirimu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّكُم annakum bahwa kamu مُّلَـٰقُوهُ ۗ mulāqūhu akan menemuiNya وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 223
Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki1b. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.
وَلَا walā dan jangan تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan ٱللَّهَ l-laha Allah عُرْضَةًۭ ʿur'ḍatan (sebagai) penghalang لِّأَيْمَـٰنِكُمْ li-aymānikum bagi/dalam sumpahmu أَن an untuk تَبَرُّوا۟ tabarrū berbuat kebajikan وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan bertakwa وَتُصْلِحُوا۟ watuṣ'liḥū dan mengadakan ishlah بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 224
Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa, dan mengadakan islah di antara manusia1. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
لَّا lā tidak يُؤَاخِذُكُمُ yuākhidhukumu menghukum kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِٱللَّغْوِ bil-laghwi dengan tidak sengaja فِىٓ fī didalam أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpahmu وَلَـٰكِن walākin tetapi يُؤَاخِذُكُم yuākhidhukum Dia menghukum kamu بِمَا bimā dengan sebab كَسَبَتْ kasabat diusahakan/disengaja قُلُوبُكُمْ ۗ qulūbukum hatimu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun 225
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun1.
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يُؤْلُونَ yu'lūna mereka meng-ila (bersumpah tidak akan mendekati) مِن min dari نِّسَآئِهِمْ nisāihim isteri-isteri mereka تَرَبُّصُ tarabbuṣu dia menanti/diberi tangguh أَرْبَعَةِ arbaʿati empat أَشْهُرٍۢ ۖ ashhurin bulan فَإِن fa-in maka jika/kemudian فَآءُو fāū mereka kembali فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 226
Kepada orang-orang yang Meng-īlā` istrinya1 diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَإِنْ wa-in dan jika عَزَمُوا۟ ʿazamū mereka bertetap hati ٱلطَّلَـٰقَ l-ṭalāqa bertalak فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 227
Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَٱلْمُطَلَّقَـٰتُ wal-muṭalaqātu dan wanita-wanita yang ditalak يَتَرَبَّصْنَ yatarabbaṣna hendaklah mereka menahan بِأَنفُسِهِنَّ bi-anfusihinna dengan diri mereka ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga kali قُرُوٓءٍۢ ۚ qurūin suci (dari haid) وَلَا walā dan tidak يَحِلُّ yaḥillu halal/boleh لَهُنَّ lahunna bagi mereka أَن an bahwa يَكْتُمْنَ yaktum'na mereka menyembunyikan مَا mā apa خَلَقَ khalaqa menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِىٓ fī didalam أَرْحَامِهِنَّ arḥāmihinna rahim mereka إِن in jika كُنَّ kunna mereka adalah يُؤْمِنَّ yu'minna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat وَبُعُولَتُهُنَّ wabuʿūlatuhunna dan suami-suami mereka أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak بِرَدِّهِنَّ biraddihinna kembali/merujuki mereka فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian إِنْ in jika أَرَادُوٓا۟ arādū mereka (suami) menghendaki إِصْلَـٰحًۭا ۚ iṣ'lāḥan ishlah/kebaikan وَلَهُنَّ walahunna dan bagi mereka مِثْلُ mith'lu seperti ٱلَّذِى alladhī yang عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik وَلِلرِّجَالِ walilrrijāli dan para lelaki/suami عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka دَرَجَةٌۭ ۗ darajatun derajat/satu tingkat kelebihan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 228
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali qurū`1. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki islah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya2. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
ٱلطَّلَـٰقُ al-ṭalāqu talak مَرَّتَانِ ۖ marratāni dua kali فَإِمْسَاكٌۢ fa-im'sākun maka menahan/rujuk lagi بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan cara yang patut أَوْ aw atau تَسْرِيحٌۢ tasrīḥun menceraikan بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ bi-iḥ'sānin dengan cara yang baik وَلَا walā dan tidak يَحِلُّ yaḥillu halal لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تَأْخُذُوا۟ takhudhū kamu mengambil مِمَّآ mimmā dari apa ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu telah berikan pada mereka شَيْـًٔا shayan sesuatu إِلَّآ illā kecuali أَن an jika يَخَافَآ yakhāfā keduanya khawatir أَلَّا allā bahwa tidak يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَإِنْ fa-in maka jika خِفْتُمْ khif'tum kamu khawatir أَلَّا allā bahwa tidak يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya فِيمَا fīmā tentang apa ٱفْتَدَتْ if'tadat ia (istrinya) membayar tebusan بِهِۦ ۗ bihi dengannya تِلْكَ til'ka itulah حُدُودُ ḥudūdu hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka jangan تَعْتَدُوهَا ۚ taʿtadūhā kamu melanggarnya وَمَن waman dan barang siapa يَتَعَدَّ yataʿadda melanggar حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim 229
Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. bTidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.b Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya1. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.
فَإِن fa-in maka jika طَلَّقَهَا ṭallaqahā ia (suami) mentalaknya فَلَا falā maka tidak تَحِلُّ taḥillu halal لَهُۥ lahu baginya مِنۢ min dari بَعْدُ baʿdu sesudah حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَنكِحَ tankiḥa dia kawin زَوْجًا zawjan suami غَيْرَهُۥ ۗ ghayrahu lainnya فَإِن fa-in maka/kemudian jika طَلَّقَهَا ṭallaqahā dia (suami lain) menceraikannya فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِمَآ ʿalayhimā atas keduanya أَن an bahwa يَتَرَاجَعَآ yatarājaʿā keduanya ruju' (kawin kembali) إِن in jika ظَنَّآ ẓannā keduanya berpendapat أَن an bahwa يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَتِلْكَ watil'ka dan itulah حُدُودُ ḥudūdu hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah يُبَيِّنُهَا yubayyinuhā Dia menerangkannya لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 230
Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu mentalak ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri فَبَلَغْنَ fabalaghna maka/lalu dia sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna masanya فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka tahanlah/rujuklah mereka بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan cara yang baik أَوْ aw atau سَرِّحُوهُنَّ sarriḥūhunna ceraikan mereka بِمَعْرُوفٍۢ ۚ bimaʿrūfin dengan cara yang baik وَلَا walā dan jangan تُمْسِكُوهُنَّ tum'sikūhunna kamu tahan mereka ضِرَارًۭا ḍirāran (untuk memberi) kemudharatan لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ litaʿtadū karena kamu melewati batas/menganiaya وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal ia berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian فَقَدْ faqad maka sungguh ظَلَمَ ẓalama ia menganiaya نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya وَلَا walā dan jangan تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu jadikan ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُزُوًۭا ۚ huzuwan permainan وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَمَآ wamā dan apa yang أَنزَلَ anzala Dia menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَٱلْحِكْمَةِ wal-ḥik'mati dan hikmah يَعِظُكُم yaʿiẓukum Dia mengajarkan kamu بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli atas segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 231
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka1. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Alkitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu mentalak ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri فَبَلَغْنَ fabalaghna maka/lalu dia sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna masa (iddah) mereka فَلَا falā maka jangan تَعْضُلُوهُنَّ taʿḍulūhunna kamu menghalangi mereka أَن an bahwa يَنكِحْنَ yankiḥ'na mereka kawin أَزْوَٰجَهُنَّ azwājahunna (bakal) suami-suami mereka إِذَا idhā apabila تَرَٰضَوْا۟ tarāḍaw mereka saling rela بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik ذَٰلِكَ dhālika itulah يُوعَظُ yūʿaẓu dinasehatkan بِهِۦ bihi dengannya مَن man orang كَانَ kāna adalah dia مِنكُمْ minkum diantara kamu يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۗ l-ākhiri akhirat ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَزْكَىٰ azkā lebih baik لَكُمْ lakum bagi kalian وَأَطْهَرُ ۗ wa-aṭharu dan lebih suci وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 232
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya1, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
۞ وَٱلْوَٰلِدَٰتُ wal-wālidātu dan para ibu يُرْضِعْنَ yur'ḍiʿ'na hendaklah menyusui أَوْلَـٰدَهُنَّ awlādahunna anak-anak mereka حَوْلَيْنِ ḥawlayni dua tahun كَامِلَيْنِ ۖ kāmilayni sempurna/penuh لِمَنْ liman bagi orang أَرَادَ arāda (ia) ingin أَن an untuk يُتِمَّ yutimma menyempurnakan ٱلرَّضَاعَةَ ۚ l-raḍāʿata penyusuan(nya) وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمَوْلُودِ l-mawlūdi anak yang dilahirkan لَهُۥ lahu baginya (ayah) رِزْقُهُنَّ riz'quhunna memberi rezki/makan mereka وَكِسْوَتُهُنَّ wakis'watuhunna dan pakaian mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik لَا lā tidak تُكَلَّفُ tukallafu dibebani نَفْسٌ nafsun seseorang إِلَّا illā melainkan وُسْعَهَا ۚ wus'ʿahā menurut kesanggupannya لَا lā jangan تُضَآرَّ tuḍārra menderita/sengsara وَٰلِدَةٌۢ wālidatun seorang ibu بِوَلَدِهَا biwaladihā dengan/karena anaknya وَلَا walā dan tidak مَوْلُودٌۭ mawlūdun anak yang dilahirkan لَّهُۥ lahu baginya (ayah) بِوَلَدِهِۦ ۚ biwaladihi dengan/karena anaknya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْوَارِثِ l-wārithi waris مِثْلُ mith'lu seperti ذَٰلِكَ ۗ dhālika demikian فَإِنْ fa-in maka jika أَرَادَا arādā keduanya ingin فِصَالًا fiṣālan menyapih عَن ʿan dari/dengan تَرَاضٍۢ tarāḍin kerelaan مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya وَتَشَاوُرٍۢ watashāwurin dan permusyawaratan فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِمَا ۗ ʿalayhimā atas keduanya وَإِنْ wa-in dan jika أَرَدتُّمْ aradttum kamu ingin أَن an untuk تَسْتَرْضِعُوٓا۟ tastarḍiʿū menyusukan (pada orang lain) أَوْلَـٰدَكُمْ awlādakum anak-anakmu فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذَا idhā apabila سَلَّمْتُم sallamtum kamu menyerahkan (pembayaran) مَّآ mā apa ءَاتَيْتُم ātaytum kamu berikan بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi dengan patut وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 233
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُتَوَفَّوْنَ yutawaffawna (mereka) diwafatkan/meninggal dunia مِنكُمْ minkum diantara kamu وَيَذَرُونَ wayadharūna dan (mereka) meninggalkan أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri-isteri يَتَرَبَّصْنَ yatarabbaṣna hendaklah mereka menangguhkan بِأَنفُسِهِنَّ bi-anfusihinna dengan diri mereka أَرْبَعَةَ arbaʿata empat أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan وَعَشْرًۭا ۖ waʿashran dan sepuluh (hari) فَإِذَا fa-idhā maka apabila بَلَغْنَ balaghna mereka sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna masa (iddah) mereka فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِيمَا fīmā tentang apa فَعَلْنَ faʿalna mereka perbuat فِىٓ fī pada أَنفُسِهِنَّ anfusihinna diri mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi menurut yang patut وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 234
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka1 menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
وَلَا walā dan tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِيمَا fīmā tentang apa عَرَّضْتُم ʿarraḍtum kamu sendiri بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min daripada خِطْبَةِ khiṭ'bati meminang ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita أَوْ aw atau أَكْنَنتُمْ aknantum kamu menyembunyikan فِىٓ fī dalam أَنفُسِكُمْ ۚ anfusikum diri kalian sendiri عَلِمَ ʿalima mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu سَتَذْكُرُونَهُنَّ satadhkurūnahunna kamu akan menyebut mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi لَّا lā jangan تُوَاعِدُوهُنَّ tuwāʿidūhunna kamu mengadakan janji pada mereka سِرًّا sirran rahasia إِلَّآ illā kecuali أَن an hendaknya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengucapkan قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا ۚ maʿrūfan yang baik وَلَا walā dan jangan تَعْزِمُوا۟ taʿzimū kamu bertetap hati عُقْدَةَ ʿuq'data berakad ٱلنِّكَاحِ l-nikāḥi nikah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَبْلُغَ yablugha sampai ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab/kepastian أَجَلَهُۥ ۚ ajalahu waktunya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa فِىٓ fī didalam أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri فَٱحْذَرُوهُ ۚ fa-iḥ'dharūhu maka takutlah kepadaNya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun 235
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu1 dengan sindiran2 atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka; dalam pada itu, janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf3. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis idahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya; dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
لَّا lā tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِن in jika طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu mentalak ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri مَا mā apa لَمْ lam belum/sebelum تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu campuri mereka أَوْ aw atau تَفْرِضُوا۟ tafriḍū kamu menentukan لَهُنَّ lahunna bagi mereka فَرِيضَةًۭ ۚ farīḍatan ketentuan/mahar وَمَتِّعُوهُنَّ wamattiʿūhunna dan berilah mut'ah (pemberian mereka) عَلَى ʿalā atas ٱلْمُوسِعِ l-mūsiʿi orang yang mampu قَدَرُهُۥ qadaruhu menurut kemampuannya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمُقْتِرِ l-muq'tiri orang yang miskin قَدَرُهُۥ qadaruhu menurut kemampuannya مَتَـٰعًۢا matāʿan hadiah بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan yang baik حَقًّا ḥaqqan ketentuan عَلَى ʿalā atas ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan 236
Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mutah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu, merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.
وَإِن wa-in dan jika طَلَّقْتُمُوهُنَّ ṭallaqtumūhunna kamu menceraikan mereka مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an jika تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu mencampuri mereka وَقَدْ waqad dan sesungguhnya فَرَضْتُمْ faraḍtum kamu telah menentukan لَهُنَّ lahunna bagi mereka فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketentuan/mahar فَنِصْفُ faniṣ'fu maka (bayarlah) seperdua مَا mā apa فَرَضْتُمْ faraḍtum telah kamu tentukan إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa/jika يَعْفُونَ yaʿfūna mereka memaafkan أَوْ aw atau يَعْفُوَا۟ yaʿfuwā dimaafkan ٱلَّذِى alladhī yang بِيَدِهِۦ biyadihi ditangannya عُقْدَةُ ʿuq'datu ikatan ٱلنِّكَاحِ ۚ l-nikāḥi nikah وَأَن wa-an dan bahwa تَعْفُوٓا۟ taʿfū pemaafanmu أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat لِلتَّقْوَىٰ ۚ lilttaqwā kepada takwa وَلَا walā dan jangan تَنسَوُا۟ tansawū kamu melupakan ٱلْفَضْلَ l-faḍla karunia/keutamaan بَيْنَكُمْ ۚ baynakum diantara kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat 237
Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah1, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.
حَـٰفِظُوا۟ ḥāfiẓū peliharalah عَلَى ʿalā atas ٱلصَّلَوَٰتِ l-ṣalawāti segala sholat وَٱلصَّلَوٰةِ wal-ṣalati dan sholat ٱلْوُسْطَىٰ l-wus'ṭā wustha ('ashar) وَقُومُوا۟ waqūmū dan berdirilah لِلَّهِ lillahi untuk Allah قَـٰنِتِينَ qānitīna dengan tunduk 238
Peliharalah segala salat(mu), dan (peliharalah) salat wusṭā1. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.
فَإِنْ fa-in maka jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut فَرِجَالًا farijālan maka sambil berjalan أَوْ aw atau رُكْبَانًۭا ۖ ruk'bānan berkendaraan فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَمِنتُمْ amintum kamu telah aman فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah/sebutlah ٱللَّهَ l-laha Allah كَمَا kamā sebagaimana عَلَّمَكُم ʿallamakum Dia telah mengajar kamu مَّا mā apa لَمْ lam belum تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 239
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (salatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُتَوَفَّوْنَ yutawaffawna (mereka) diwafatkan/meninggal مِنكُمْ minkum diantaramu وَيَذَرُونَ wayadharūna dan mereka meninggalkan أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri وَصِيَّةًۭ waṣiyyatan hendaklah berwasiat لِّأَزْوَٰجِهِم li-azwājihim untuk isteri mereka مَّتَـٰعًا matāʿan pemberian/nafkah إِلَى ilā sampai/hingga ٱلْحَوْلِ l-ḥawli setahun غَيْرَ ghayra dengan tidak إِخْرَاجٍۢ ۚ ikh'rājin mengeluarkan فَإِنْ fa-in /maka jika خَرَجْنَ kharajna mereka pindah فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِى fī didalam مَا mā apa فَعَلْنَ faʿalna mereka perbuat فِىٓ fī pada أَنفُسِهِنَّ anfusihinna diri mereka مِن min dari مَّعْرُوفٍۢ ۗ maʿrūfin yang patut وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 240
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antaramu dan meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi, jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلِلْمُطَلَّقَـٰتِ walil'muṭallaqāti dan bagi wanita-wanita yang diceraikan مَتَـٰعٌۢ matāʿun mut'ah/hadiah بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan yang patut حَقًّا ḥaqqan (sebagai) kebajikan عَلَى ʿalā atas/bagi ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 241
Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mutah1 menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 242
Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.
۞ أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَرَجُوا۟ kharajū (mereka) keluar مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halaman mereka وَهُمْ wahum dan mereka أُلُوفٌ ulūfun beribu-ribu حَذَرَ ḥadhara takut ٱلْمَوْتِ l-mawti mati فَقَالَ faqāla maka berfirman لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مُوتُوا۟ mūtū matilah kamu ثُمَّ thumma kemudian أَحْيَـٰهُمْ ۚ aḥyāhum Dia menghidupkan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَذُو ladhū sungguh mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna (mereka) bersyukur 243
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka, "Matilah kamu"1, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan berperanglah kamu sekalian فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 244
Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
مَّن man siapakah ذَا dhā orang ٱلَّذِى alladhī yang يُقْرِضُ yuq'riḍu (dia) memberi pinjaman ٱللَّهَ l-laha Allah قَرْضًا qarḍan pinjaman حَسَنًۭا ḥasanan yang baik فَيُضَـٰعِفَهُۥ fayuḍāʿifahu maka Dia akan melipat gandakannya لَهُۥٓ lahu kepadanya أَضْعَافًۭا aḍʿāfan lipat ganda كَثِيرَةًۭ ۚ kathīratan yang banyak وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَقْبِضُ yaqbiḍu Dia menyempitkan وَيَبْصُۜطُ wayabṣuṭu dan Dia melapangkan وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 245
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلْمَلَإِ l-mala-i pemuka-pemuka مِنۢ min dari بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِذْ idh ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata لِنَبِىٍّۢ linabiyyin kepada seorang Nabi لَّهُمُ lahumu untuk mereka ٱبْعَثْ ib'ʿath angkatlah لَنَا lanā untuk kami مَلِكًۭا malikan seorang raja نُّقَـٰتِلْ nuqātil kami berperang فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla dia (Nabi) berkata هَلْ hal apakah عَسَيْتُمْ ʿasaytum kamu mungkin sekali إِن in jika كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang أَلَّا allā tidak mau تُقَـٰتِلُوا۟ ۖ tuqātilū kamu berperang قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَمَا wamā dan mengapa لَنَآ lanā bagi kami أَلَّا allā tidak mau نُقَـٰتِلَ nuqātila kami berperang فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أُخْرِجْنَا ukh'rij'nā kami telah diusir مِن min dari دِيَـٰرِنَا diyārinā rumah atau kampung halaman kami وَأَبْنَآئِنَا ۖ wa-abnāinā dan anak-anak kami فَلَمَّا falammā maka tatkala كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/beberapa (orang) مِّنْهُمْ ۗ min'hum diantara mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna terhadap orang-orang yang dzalim 246
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Isrā`īl sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab, "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?"1. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.
وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka نَبِيُّهُمْ nabiyyuhum Nabi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh بَعَثَ baʿatha Dia telah mengangkat لَكُمْ lakum bagi kalian طَالُوتَ ṭālūta Talut مَلِكًۭا ۚ malikan raja قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَنَّىٰ annā apakah patut يَكُونُ yakūnu adalah/jadilah dia لَهُ lahu baginya ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan/pemerintahan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak بِٱلْمُلْكِ bil-mul'ki dengan pemerintahan/kerajaan مِنْهُ min'hu daripadanya وَلَمْ walam dan tidak يُؤْتَ yu'ta dia diberi سَعَةًۭ saʿatan luas/cukup مِّنَ mina dari ٱلْمَالِ ۚ l-māli harta/kekayaan قَالَ qāla dia (Nabi) berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰهُ iṣ'ṭafāhu Dia telah memilihnya عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَزَادَهُۥ wazādahu dan Dia menambah/menganugerahi بَسْطَةًۭ basṭatan keluasan/keunggulan فِى fī didalam ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu وَٱلْجِسْمِ ۖ wal-jis'mi dan tubuh وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُؤْتِى yu'tī Dia memberikan مُلْكَهُۥ mul'kahu kerajaanNya مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas (pemberianNya) عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 247
Nabi mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Ṭālūt menjadi rajamu". Mereka menjawab, "Bagaimana Ṭālūt memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" Nabi (mereka) berkata, "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka نَبِيُّهُمْ nabiyyuhum Nabi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ءَايَةَ āyata tanda-tanda مُلْكِهِۦٓ mul'kihi kerajaannya أَن an bahwa يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu ٱلتَّابُوتُ l-tābūtu tabut فِيهِ fīhi didalamnya سَكِينَةٌۭ sakīnatun ketenangan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَبَقِيَّةٌۭ wabaqiyyatun dan sisa مِّمَّا mimmā dari apa تَرَكَ taraka meninggalkan ءَالُ ālu keluarga مُوسَىٰ mūsā Musa وَءَالُ waālu dan keluarga هَـٰرُونَ hārūna Harun تَحْمِلُهُ taḥmiluhu membawanya ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ۚ l-malāikatu Malaikat إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan terdapat tanda-tanda لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 248
Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut1 kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan-mu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Hārūn; Tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
فَلَمَّا falammā maka tatkala فَصَلَ faṣala keluar طَالُوتُ ṭālūtu Talut بِٱلْجُنُودِ bil-junūdi dengan tentaranya قَالَ qāla ia berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُبْتَلِيكُم mub'talīkum Dia menguji kamu بِنَهَرٍۢ binaharin dengan sungai فَمَن faman maka barang siapa شَرِبَ shariba dia meminum مِنْهُ min'hu daripadanya فَلَيْسَ falaysa maka bukanlah dia مِنِّى minnī dariku وَمَن waman dan siapa لَّمْ lam tidak يَطْعَمْهُ yaṭʿamhu dia merasakannya فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia مِنِّىٓ minnī dariku إِلَّا illā kecuali مَنِ mani orang ٱغْتَرَفَ igh'tarafa menciduk غُرْفَةًۢ ghur'fatan seciduk بِيَدِهِۦ ۚ biyadihi dengan tangannya فَشَرِبُوا۟ fasharibū maka mereka meminum مِنْهُ min'hu daripadanya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/beberapa مِّنْهُمْ ۚ min'hum diantara فَلَمَّا falammā maka tatkala جَاوَزَهُۥ jāwazahu mereka menyeberangi هُوَ huwa dia وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak طَاقَةَ ṭāqata kuat/sanggup لَنَا lanā bagi kami ٱلْيَوْمَ l-yawma hari بِجَالُوتَ bijālūta dengan Jalut وَجُنُودِهِۦ ۚ wajunūdihi dan tentaranya قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَظُنُّونَ yaẓunnūna (mereka) mengira أَنَّهُم annahum bahwa mereka مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū (mereka) menemui ٱللَّهِ l-lahi Allah كَم kam berapa banyak مِّن min dari فِئَةٍۢ fi-atin golongan قَلِيلَةٍ qalīlatin yang sedikit غَلَبَتْ ghalabat telah mengalahkan فِئَةًۭ fi-atan golongan كَثِيرَةًۢ kathīratan yang banyak بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 249
Maka tatkala Ṭālūt keluar membawa tentaranya, ia berkata, "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku". Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Ṭālūt dan orang-orang yang beriman bersama ia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jālūt dan tentaranya". Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".
وَلَمَّا walammā dan tatkala بَرَزُوا۟ barazū (mereka) telah nampak لِجَالُوتَ lijālūta bagi/kepada Jalut وَجُنُودِهِۦ wajunūdihi dan tentaranya قَالُوا۟ qālū mereka berkata/berdoa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَفْرِغْ afrigh tuangkanlah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami صَبْرًۭا ṣabran kesabaran وَثَبِّتْ wathabbit dan kokohkanlah أَقْدَامَنَا aqdāmanā tapak kaki/pendirian kami وَٱنصُرْنَا wa-unṣur'nā dan tolonglah kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 250
Tatkala mereka nampak oleh Jālūt dan tentaranya, mereka pun (Ṭālūt dan tentaranya) berdoa, "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".
فَهَزَمُوهُم fahazamūhum maka mereka mengalahkan mereka بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَتَلَ waqatala dan membunuh دَاوُۥدُ dāwūdu Daud جَالُوتَ jālūta Jalut وَءَاتَىٰهُ waātāhu dan memberikan kepadanya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan/pemerintahan وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah وَعَلَّمَهُۥ waʿallamahu dan Dia mengajarkan مِمَّا mimmā daripada apa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَلَوْلَا walawlā dan seandainya دَفْعُ dafʿu menolak ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian yang lain لَّفَسَدَتِ lafasadati pasti rusaklah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah ذُو dhū mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 251
Mereka (tentara Ṭālūt) mengalahkan tentara Jālūt dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dāwūd membunuh Jālūt, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dāwūd) pemerintahan dan hikmah1, (sesudah meninggalnya Ṭālūt) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
تِلْكَ til'ka itulah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakannya عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari/salah seorang dari ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna orang-orang yang diutus 252
Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.