Tilawahku
Masuk
۞

Juz 30

An-Naba (1-40), An-Nazi'at (1-46), 'Abasa (1-42), At-Takwir (1-29), Al-Infitar (1-19), Al-Mutaffifin (1-36), Al-Inshiqaq (1-25), Al-Buruj (1-22), At-Tariq (1-17), Al-A'la (1-19), Al-Ghashiyah (1-26), Al-Fajr (1-30), Al-Balad (1-20), Ash-Shams (1-15), Al-Layl (1-21), Ad-Duhaa (1-11), Ash-Sharh (1-8), At-Tin (1-8), Al-'Alaq (1-19), Al-Qadr (1-5), Al-Bayyinah (1-8), Az-Zalzalah (1-8), Al-'Adiyat (1-11), Al-Qari'ah (1-11), At-Takathur (1-8), Al-'Asr (1-3), Al-Humazah (1-9), Al-Fil (1-5), Quraysh (1-4), Al-Ma'un (1-7), Al-Kawthar (1-3), Al-Kafirun (1-6), An-Nasr (1-3), Al-Masad (1-5), Al-Ikhlas (1-4), Al-Falaq (1-5), An-Nas (1-6)

عَمَّ ʿamma dari/tentang يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka saling bertanya 1

Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ ʿani dari/tentang ٱلنَّبَإِ l-naba-i berita ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar 2

Tentang berita yang besar1,

ٱلَّذِى alladhī yang هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi di dalamnya/tentang itu مُخْتَلِفُونَ mukh'talifūna orang yang berselisih 3

yang mereka perselisihkan tentang ini.

كَلَّا kallā jangan begitu/sekali-kali tidak سَيَعْلَمُونَ sayaʿlamūna kelak mereka akan mengetahui 4

Sekali-kali tidak1; kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ thumma kemudian كَلَّا kallā jangan begitu/sekali-kali tidak سَيَعْلَمُونَ sayaʿlamūna kelak mereka akan mengetahui 5

kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.

أَلَمْ alam tidaklah/bukanlah نَجْعَلِ najʿali Kami telah menjadikan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مِهَـٰدًۭا mihādan hamparan 6

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan,

وَٱلْجِبَالَ wal-jibāla dan gunung-gunung أَوْتَادًۭا awtādan pancang/pasak 7

dan gunung-gunung sebagai pasak?,

وَخَلَقْنَـٰكُمْ wakhalaqnākum dan Kami menciptakan kamu أَزْوَٰجًۭا azwājan berpasang-pasangan/jodoh 8

dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan نَوْمَكُمْ nawmakum tidurmu سُبَاتًۭا subātan istirahat 9

dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam لِبَاسًۭا libāsan pakaian 10

dan Kami jadikan malam sebagai pakaian1,

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang مَعَاشًۭا maʿāshan penghidupan 11

dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيْنَا wabanaynā dan Kami bina فَوْقَكُمْ fawqakum di atas kamu سَبْعًۭا sabʿan tujuh شِدَادًۭا shidādan kuat/kokoh 12

dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kukuh,

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan سِرَاجًۭا sirājan pelita وَهَّاجًۭا wahhājan sangat terang 13

dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلْمُعْصِرَٰتِ l-muʿ'ṣirāti awan مَآءًۭ māan air ثَجَّاجًۭا thajjājan tercurah 14

dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

لِّنُخْرِجَ linukh'rija karena Kami hendak mengeluarkan بِهِۦ bihi dengannya/dengan air حَبًّۭا ḥabban biji-bijian وَنَبَاتًۭا wanabātan dan tumbuh-tumbuhan 15

supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

وَجَنَّـٰتٍ wajannātin dan kebun-kebun/surga أَلْفَافًا alfāfan lebat 16

dan kebun-kebun yang lebat?

إِنَّ inna sesungguhnya يَوْمَ yawma hari ٱلْفَصْلِ l-faṣli keputusan كَانَ kāna adalah ia مِيقَـٰتًۭا mīqātan waktu yang ditentukan 17

Sesungguhnya hari keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

يَوْمَ yawma hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى dalam/pada ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَتَأْتُونَ fatatūna maka kamu datang أَفْوَاجًۭا afwājan berduyun-duyun 18

yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

وَفُتِحَتِ wafutiḥati dan dibukakan ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit فَكَانَتْ fakānat maka jadilah ia أَبْوَٰبًۭا abwāban pintu-pintu 19

dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَسُيِّرَتِ wasuyyirati dan dijalankan/dihapuskan ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung فَكَانَتْ fakānat maka jadilah ia سَرَابًا sarāban fatamorgana 20

dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

إِنَّ inna sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama Jahanam كَانَتْ kānat adalah ia مِرْصَادًۭا mir'ṣādan tempat penantian/disediakan 21

Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai1,

لِّلطَّـٰغِينَ lilṭṭāghīna bagi orang-orang yang melampui batas مَـَٔابًۭا maāban tempat kembali 22

lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

لَّـٰبِثِينَ lābithīna mereka tinggal فِيهَآ fīhā didalamnya أَحْقَابًۭا aḥqāban beberapa lama 23

mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

لَّا tidak يَذُوقُونَ yadhūqūna merasakan فِيهَا fīhā di dalamnya بَرْدًۭا bardan kesejukan وَلَا walā dan tidak شَرَابًا sharāban minuman 24

mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلَّا illā kecuali حَمِيمًۭا ḥamīman air yang mendidih وَغَسَّاقًۭا waghassāqan dan air luka dan nanah 25

selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَآءًۭ jazāan pembalasan وِفَاقًا wifāqan setimpal 26

sebagai pambalasan yang setimpal.

إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا tidak يَرْجُونَ yarjūna mengharapkan حِسَابًۭا ḥisāban perhitungan 27

Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,

وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami كِذَّابًۭا kidhāban sangat dusta 28

dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.

وَكُلَّ wakulla dan tiap-tiap/segala شَىْءٍ shayin sesuatu أَحْصَيْنَـٰهُ aḥṣaynāhu Kami telah mengumpulkannya كِتَـٰبًۭا kitāban suatu kitab 29

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab1.

فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah فَلَن falan maka tidak نَّزِيدَكُمْ nazīdakum Kami menambah kamu إِلَّا illā kecuali/selain عَذَابًا ʿadhāban azab 30

Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain dari azab.

إِنَّ inna sesungguhnya لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertaqwa مَفَازًا mafāzan keuntungan 31

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَآئِقَ ḥadāiqa kebun-kebun وَأَعْنَـٰبًۭا wa-aʿnāban dan buah anggur 32

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ wakawāʿiba dan gadis-gadis أَتْرَابًۭا atrāban sebaya 33

dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًۭا wakasan dan piala/gelas-gelas دِهَاقًۭا dihāqan yang penuh 34

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لَّا tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar فِيهَا fīhā di dalamnya لَغْوًۭا laghwan sia-sia وَلَا walā dan tidak كِذَّٰبًۭا kidhāban dusta 35

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

جَزَآءًۭ jazāan balasan مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu عَطَآءً ʿaṭāan pemberian حِسَابًۭا ḥisāban perhitungan/cukup 36

Sebagai balasan dari Tuhan-mu dan pemberian yang cukup banyak,

رَّبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya ٱلرَّحْمَـٰنِ ۖ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih لَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka kuasa مِنْهُ min'hu daripadaNya/dengan Dia خِطَابًۭا khiṭāban bicara 37

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

يَوْمَ yawma hari يَقُومُ yaqūmu berdiri ٱلرُّوحُ l-rūḥu ruh وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan malaikat صَفًّۭا ۖ ṣaffan berbaris لَّا tidak يَتَكَلَّمُونَ yatakallamūna merekaberkata-kata إِلَّا illā kecuali مَنْ man siapa/orang أَذِنَ adhina memberi izin لَهُ lahu kepadanya ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Yang Maha Pengasih وَقَالَ waqāla dan berkata صَوَابًۭا ṣawāban yang benar 38

Pada hari, ketika roh1 dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu ٱلْيَوْمُ l-yawmu hari ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu hak/benar فَمَن faman maka barang siapa شَآءَ shāa ia menghendaki ٱتَّخَذَ ittakhadha ia mengambil إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya مَـَٔابًا maāban tempat kembali 39

Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhan-nya.

إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنذَرْنَـٰكُمْ andharnākum Kami memberi peringatan kepadamu عَذَابًۭا ʿadhāban azab قَرِيبًۭا qarīban dekat يَوْمَ yawma hari يَنظُرُ yanẓuru melihat ٱلْمَرْءُ l-maru seseorang مَا apa قَدَّمَتْ qaddamat mendahului/diperbuat يَدَاهُ yadāhu kedua tangannya وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلْكَافِرُ l-kāfiru orang kafir يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī alangkah baiknya aku dulu كُنتُ kuntu adalah aku تُرَٰبًۢا turāban debu/tanah 40

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".

وَٱلنَّـٰزِعَـٰتِ wal-nāziʿāti demi yang mencabut غَرْقًۭا gharqan dengan keras 1

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

وَٱلنَّـٰشِطَـٰتِ wal-nāshiṭāti dan yang mencabut نَشْطًۭا nashṭan perlahan-lahan 2

dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ wal-sābiḥāti dan yang turun سَبْحًۭا sabḥan cepat 3

dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ fal-sābiqāti dan yang mendahului سَبْقًۭا sabqan dengan kencang 4

dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ fal-mudabirāti dan yang mengatur أَمْرًۭا amran urusan 5

dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).1

يَوْمَ yawma hari تَرْجُفُ tarjufu bergoncang ٱلرَّاجِفَةُ l-rājifatu goncangan 6

(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,

تَتْبَعُهَا tatbaʿuhā mengikutinya ٱلرَّادِفَةُ l-rādifatu yang mengiringi 7

tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

قُلُوبٌۭ qulūbun hati-hati يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَاجِفَةٌ wājifatun berdebar/sangat takut 8

Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

أَبْصَـٰرُهَا abṣāruhā pandangannya خَـٰشِعَةٌۭ khāshiʿatun takut/tertunduk 9

pandangannya tunduk.

يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَرْدُودُونَ lamardūdūna sungguh akan dikembalikan فِى dalam ٱلْحَافِرَةِ l-ḥāfirati keadaan semula 10

(Orang-orang kafir) berkata, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula1?

أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā kami adalah/menjadi عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang belulang نَّخِرَةًۭ nakhiratan hancur 11

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تِلْكَ til'ka itu إِذًۭا idhan jika demikian كَرَّةٌ karratun pengembalian خَاسِرَةٌۭ khāsiratun kerugian 12

Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".

فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah هِىَ hiya ia/pengembalian زَجْرَةٌۭ zajratun teriakan وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/satu kali 13

Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,

فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka بِٱلسَّاهِرَةِ bil-sāhirati di permukaan bumi 14

maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

هَلْ hal apakah أَتَىٰكَ atāka telah sampai kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu cerita مُوسَىٰٓ mūsā Musa 15

Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

إِذْ idh tatkala نَادَىٰهُ nādāhu memanggilnya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah ٱلْمُقَدَّسِ l-muqadasi suci طُوًى ṭuwan Tuwa 16

Tatkala Tuhan-nya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Ṭuwā;

ٱذْهَبْ idh'hab pergilah kamu إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia طَغَىٰ ṭaghā melampui batas 17

"Pergilah kamu kepada Firʻawn , sesungguhnya dia telah melampaui batas,

فَقُلْ faqul maka katakanlah هَل hal apakah/maukah لَّكَ laka bagimu إِلَىٰٓ ilā kepada (untuk) أَن an untuk تَزَكَّىٰ tazakkā kamu membersihkan diri 18

dan katakanlah (kepada Firʻawn), "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".

وَأَهْدِيَكَ wa-ahdiyaka dan aku tunjukkan/pimpin kamu إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَتَخْشَىٰ fatakhshā maka (supaya) kamu takut 19

Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhan-mu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"

فَأَرَىٰهُ fa-arāhu maka dia memperlihatkan padanya ٱلْـَٔايَةَ l-āyata ayat-ayat/mu'jizat ٱلْكُبْرَىٰ l-kub'rā yang besar 20

Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

فَكَذَّبَ fakadhaba maka dia mendustakan وَعَصَىٰ waʿaṣā dan dia mendurhakai 21

Tetapi Firʻawn mendustakan dan mendurhakai.

ثُمَّ thumma kemudian أَدْبَرَ adbara dia berpaling يَسْعَىٰ yasʿā dia berusaha/berjalan 22

Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

فَحَشَرَ faḥashara maka dia mengumpulkan فَنَادَىٰ fanādā lalu dia berseru 23

Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

فَقَالَ faqāla maka dia berkata أَنَا۠ anā aku رَبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā paling tinggi 24

(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi".

فَأَخَذَهُ fa-akhadhahu maka mengambil/menyiksanya ٱللَّهُ l-lahu Allah نَكَالَ nakāla siksa ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَٱلْأُولَىٰٓ wal-ūlā dan dunia 25

Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

إِنَّ inna sesungguhnya فِى di dalam ذَٰلِكَ dhālika itu لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan benar-benar pelajaran لِّمَن liman bagi orang يَخْشَىٰٓ yakhshā takut 26

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhan-nya).

ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَشَدُّ ashaddu sangat خَلْقًا khalqan penciptaan أَمِ ami atau ٱلسَّمَآءُ ۚ l-samāu langit بَنَىٰهَا banāhā Dia telah membinanya 27

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membangunnya,

رَفَعَ rafaʿa Dia meninggikan سَمْكَهَا samkahā bangunannya فَسَوَّىٰهَا fasawwāhā lalu Dia sempurnakannya 28

Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

وَأَغْطَشَ wa-aghṭasha dan Dia jadikan gelap لَيْلَهَا laylahā malamnya وَأَخْرَجَ wa-akhraja dan Dia keluarkan/jadikan ضُحَىٰهَا ḍuḥāhā paginya/siangnya 29

dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu دَحَىٰهَآ daḥāhā Dia haparkannya 30

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

أَخْرَجَ akhraja Dia keluarkan مِنْهَا min'hā dari padanya مَآءَهَا māahā airnya وَمَرْعَىٰهَا wamarʿāhā dan padang rumput/tumbuh-tumbuhannya 31

Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

وَٱلْجِبَالَ wal-jibāla dan gunung-gunung أَرْسَىٰهَا arsāhā Dia pancangkannya 32

Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

مَتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ wali-anʿāmikum dan untuk binatang ternakmu 33

(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَتِ jāati telah datang ٱلطَّآمَّةُ l-ṭāmatu keributan/malapetaka ٱلْكُبْرَىٰ l-kub'rā besar 34

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

يَوْمَ yawma hari يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru teringat ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مَا apa سَعَىٰ saʿā ia telah kerjakan 35

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

وَبُرِّزَتِ waburrizati dan diperlihatkan ٱلْجَحِيمُ l-jaḥīmu neraka لِمَن liman bagi/kepada orang يَرَىٰ yarā ia melihat 36

dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَن man siapa طَغَىٰ ṭaghā melampui batas 37

Adapun orang yang melampaui batas,

وَءَاثَرَ waāthara dan ia senang/mengutamakan ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia 38

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْجَحِيمَ l-jaḥīma neraka هِىَ hiya ia/neraka ٱلْمَأْوَىٰ l-mawā tempat tinggal 39

maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man siapa خَافَ khāfa ia takut مَقَامَ maqāma kedudukan/kebesaran رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَنَهَى wanahā dan ia menahan ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa/diri عَنِ ʿani dari ٱلْهَوَىٰ l-hawā keinginan/hawa nafsu 40

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْجَنَّةَ l-janata sorga هِىَ hiya ia ٱلْمَأْوَىٰ l-mawā tempat tinggal 41

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati waktu/kiamat أَيَّانَ ayyāna kepada/bila مُرْسَىٰهَا mur'sāhā kedatangannya/terjadinya 42

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya1?

فِيمَ fīma dalam apa/mengapa أَنتَ anta kamu مِن min dari ذِكْرَىٰهَآ dhik'rāhā mengingat/menyebut 43

Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?

إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مُنتَهَىٰهَآ muntahāhā kesudahannya 44

Kepada Tuhan-mulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مُنذِرُ mundhiru pemberi peringatan مَن man dari يَخْشَىٰهَا yakhshāhā ia takut kepadanya 45

Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit).

كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka يَوْمَ yawma hari يَرَوْنَهَا yarawnahā mereka melihatnya لَمْ lam tidak يَلْبَثُوٓا۟ yalbathū mereka tinggal إِلَّا illā kecuali عَشِيَّةً ʿashiyyatan di waktu sore أَوْ aw atau ضُحَىٰهَا ḍuḥāhā pagi harinya 46

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari1.

عَبَسَ ʿabasa dia bermuka masam وَتَوَلَّىٰٓ watawallā dan dia berpaling 1

Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

أَن an sesungguhnya جَآءَهُ jāahu datang kepadanya ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā seorang buta 2

karena telah datang seorang buta1 kepadanya.

وَمَا wamā dan apakah يُدْرِيكَ yud'rīka tahukah kamu لَعَلَّهُۥ laʿallahu barangkali dia يَزَّكَّىٰٓ yazzakkā ia membersihkan diri 3

Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),

أَوْ aw atau يَذَّكَّرُ yadhakkaru ia mendapatkan pengajaran فَتَنفَعَهُ fatanfaʿahu lalu memberi manfaat kepadanya ٱلذِّكْرَىٰٓ l-dhik'rā pengajaran 4

atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

أَمَّا ammā adapun مَنِ mani siapa ٱسْتَغْنَىٰ is'taghnā merasa kaya/cukup 5

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,1

فَأَنتَ fa-anta maka kamu لَهُۥ lahu kepadanya تَصَدَّىٰ taṣaddā menghadapi/layani 6

maka kamu melayaninya.

وَمَا wamā dan tidak عَلَيْكَ ʿalayka atasmu أَلَّا allā bahwa tidak يَزَّكَّىٰ yazzakkā ia membersihkan diri 7

Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَن man siapa/orang جَآءَكَ jāaka datang kapadamu يَسْعَىٰ yasʿā berjalan/bersegera 8

Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

وَهُوَ wahuwa dan dia يَخْشَىٰ yakhshā ia takut 9

sedang ia takut kepada (Allah),

فَأَنتَ fa-anta maka kamu عَنْهُ ʿanhu dari padanya تَلَهَّىٰ talahhā kamu mengabaikannya 10

maka kamu mengabaikannya.

كَلَّآ kallā sekali-kali jangan/tidak إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia/itu تَذْكِرَةٌۭ tadhkiratun peringatan/pengajaran 11

Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

فَمَن faman maka barang siapa شَآءَ shāa ia menghendaki ذَكَرَهُۥ dhakarahu ia mengingat/memperhatikannya 12

maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

فِى dalam صُحُفٍۢ ṣuḥufin lembaran-lembaran مُّكَرَّمَةٍۢ mukarramatin dimuliakan 13

di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, 1

مَّرْفُوعَةٍۢ marfūʿatin ditinggikan مُّطَهَّرَةٍۭ muṭahharatin disucikan 14

yang ditinggikan lagi disucikan,

بِأَيْدِى bi-aydī di tangan-tangan سَفَرَةٍۢ safaratin para utusan 15

di tangan para penulis (malaikat),

كِرَامٍۭ kirāmin yang mulia بَرَرَةٍۢ bararatin yang berbakti 16

yang mulia lagi berbakti.

قُتِلَ qutila dibunuh/binasa ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مَآ apa أَكْفَرَهُۥ akfarahu kekafirannya 17

Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya!

مِنْ min dari أَىِّ ayyi apa شَىْءٍ shayin sesuatu خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menciptakannya 18

Dari apakah Allah menciptakannya?

مِن min dari نُّطْفَةٍ nuṭ'fatin setetes mani خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menciptakannya فَقَدَّرَهُۥ faqaddarahu lalu Dia menentukannya 19

Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya1.

ثُمَّ thumma kemudian ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan يَسَّرَهُۥ yassarahu Dia memudahkannya 20

Kemudian Dia memudahkan jalannya1.

ثُمَّ thumma kemudian أَمَاتَهُۥ amātahu Dia mematikannya فَأَقْبَرَهُۥ fa-aqbarahu lalu Dia memasukkannya dalam kubur 21

kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,

ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila شَآءَ shāa Dia menghendaki أَنشَرَهُۥ ansharahu Dia membangkitkan 22

kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

كَلَّا kallā sekali-kali jangan لَمَّا lammā belum يَقْضِ yaqḍi ia melaksanakan مَآ apa أَمَرَهُۥ amarahu Dia perintahkan kepadanya 23

Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,

فَلْيَنظُرِ falyanẓuri maka hendaklah ia memperhatikan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia إِلَىٰ ilā kepada طَعَامِهِۦٓ ṭaʿāmihi makanannya 24

maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

اَنَّا annā sesungguhnya kami صَبَبْنَا ṣababnā Kami telah mencurahkan ٱلْمَآءَ l-māa air صَبًّۭا ṣabban tercurah 25

Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),

ثُمَّ thumma kemudian شَقَقْنَا shaqaqnā Kami belah ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi شَقًّۭا shaqqan belahan (sebaik-baiknya) 26

kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā lalu Kami tumbuhkan فِيهَا fīhā padanya حَبًّۭا ḥabban biji-bijian 27

lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,

وَعِنَبًۭا waʿinaban dan angur وَقَضْبًۭا waqaḍban dan sayur-sayuran 28

anggur dan sayur-sayuran,

وَزَيْتُونًۭا wazaytūnan dan zaitun وَنَخْلًۭا wanakhlan dan korma 29

zaitun dan pohon kurma,

وَحَدَآئِقَ waḥadāiqa dan kebun-kebun غُلْبًۭا ghul'ban subur/lebat 30

kebun-kebun (yang) lebat,

وَفَـٰكِهَةًۭ wafākihatan dan buah-buahan وَأَبًّۭا wa-abban dan ruput-rumputan 31

dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

مَّتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ wali-anʿāmikum dan bagi binatang ternakmu 32

untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَتِ jāati telah datang ٱلصَّآخَّةُ l-ṣākhatu suara memekakan 33

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

يَوْمَ yawma pada hari يَفِرُّ yafirru lari ٱلْمَرْءُ l-maru manusia مِنْ min dari أَخِيهِ akhīhi saudaranya 34

pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

وَأُمِّهِۦ wa-ummihi dan ibunya وَأَبِيهِ wa-abīhi dan bapaknya 35

dari ibu dan bapaknya,

وَصَـٰحِبَتِهِۦ waṣāḥibatihi dan istrinya وَبَنِيهِ wabanīhi dan anak-anaknya 36

dari istri dan anak-anaknya.

لِكُلِّ likulli bagi setiap ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu شَأْنٌۭ shanun urusan يُغْنِيهِ yugh'nīhi menyibukkan 37

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu مُّسْفِرَةٌۭ mus'firatun gembira ria 38

Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

ضَاحِكَةٌۭ ḍāḥikatun tertawa مُّسْتَبْشِرَةٌۭ mus'tabshiratun gembira-ria 39

tertawa dan bergembira ria,

وَوُجُوهٌۭ wawujūhun dan wajah-wajah يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya غَبَرَةٌۭ ghabaratun tertutup debu 40

dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,

تَرْهَقُهَا tarhaquhā menutupinya قَتَرَةٌ qataratun kegelapan 41

dan ditutup lagi oleh kegelapan1.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْكَفَرَةُ l-kafaratu orang-orang kafir ٱلْفَجَرَةُ l-fajaratu durhaka 42

Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

إِذَا idhā apabila ٱلشَّمْسُ l-shamsu matahari كُوِّرَتْ kuwwirat digulung 1

Apabila matahari digulung,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلنُّجُومُ l-nujūmu bintang-bintang ٱنكَدَرَتْ inkadarat berjatuhan 2

dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung سُيِّرَتْ suyyirat dijalankan/dihancurkan 3

dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْعِشَارُ l-ʿishāru unta-unta bunting عُطِّلَتْ ʿuṭṭilat dibiarkan/ditinggalkan 4

dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْوُحُوشُ l-wuḥūshu binatang-binatang liar/buas حُشِرَتْ ḥushirat dikumpulkan 5

dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْبِحَارُ l-biḥāru lautan سُجِّرَتْ sujjirat dijadikan meluap 6

dan apabila lautan dipanaskan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلنُّفُوسُ l-nufūsu jiwa/ruh-ruh زُوِّجَتْ zuwwijat dijodohkan/dipertemukan 7

dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْمَوْءُۥدَةُ l-mawūdatu bayi perempuan dikubur hidup-hidup سُئِلَتْ su-ilat ditanya 8

dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِأَىِّ bi-ayyi karena ذَنۢبٍۢ dhanbin dosa قُتِلَتْ qutilat ia dibunuh 9

karena dosa apakah dia dibunuh,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلصُّحُفُ l-ṣuḥufu lembaran-lembaran/catatan نُشِرَتْ nushirat disebarkan/dibuka 10

dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit كُشِطَتْ kushiṭat dibuka/tabirnya/dilenyapkan 11

dan apabila langit dilenyapkan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْجَحِيمُ l-jaḥīmu neraka سُعِّرَتْ suʿʿirat dinyalakan 12

dan apabila neraka Jaḥīm dinyalakan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga أُزْلِفَتْ uz'lifat didekatkan 13

dan apabila surga didekatkan,

عَلِمَتْ ʿalimat mengetahu نَفْسٌۭ nafsun diri/jiwa مَّآ apa أَحْضَرَتْ aḥḍarat ia sediakan/kerjakan 14

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

فَلَآ falā maka sungguh أُقْسِمُ uq'simu Aku bersumpah بِٱلْخُنَّسِ bil-khunasi dengan bintang-bintang 15

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

ٱلْجَوَارِ al-jawāri beredar/terbit ٱلْكُنَّسِ l-kunasi berlindung/terbenam 16

yang beredar dan terbenam,

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila عَسْعَسَ ʿasʿasa hampir habis/pergi 17

demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

وَٱلصُّبْحِ wal-ṣub'ḥi dan pagi/subuh إِذَا idhā apabila تَنَفَّسَ tanaffasa menyingsing/mulai terang 18

dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَقَوْلُ laqawlu benar-benar firman رَسُولٍۢ rasūlin utusan كَرِيمٍۢ karīmin mulia 19

sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

ذِى dhī mempunyai قُوَّةٍ quwwatin kekuatan عِندَ ʿinda disisi ذِى dhī mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy' مَكِينٍۢ makīnin kedudukan tinggi 20

yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy,

مُّطَاعٍۢ muṭāʿin ditaati ثَمَّ thamma kemudian أَمِينٍۢ amīnin dipercaya 21

yang dita'ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

وَمَا wamā dan tidak/bukanlah صَاحِبُكُم ṣāḥibukum temanmu بِمَجْنُونٍۢ bimajnūnin orang gila 22

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya رَءَاهُ raāhu dia telah melihat بِٱلْأُفُقِ bil-ufuqi di tepi langit/di ufuk ٱلْمُبِينِ l-mubīni nyata/terang 23

Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa dia عَلَى ʿalā atas ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib بِضَنِينٍۢ biḍanīnin dengan kikir 24

Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.

وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa ia بِقَوْلِ biqawli perkataan شَيْطَـٰنٍۢ shayṭānin syaitan رَّجِيمٍۢ rajīmin terkutuk 25

Dan Al-Qur`ān itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,

فَأَيْنَ fa-ayna maka kemana تَذْهَبُونَ tadhhabūna kamu pergi 26

maka ke manakah kamu akan pergi1?

إِنْ in sesungguhnya هُوَ huwa ia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam 27

Al-Qur`ān itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

لِمَن liman bagi siapa شَآءَ shāa menghendaki مِنكُمْ minkum diantara kamu أَن an untuk يَسْتَقِيمَ yastaqīma menempuh jalan yang lurus 28

(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

وَمَا wamā dan tidak تَشَآءُونَ tashāūna kamu menghendaki إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 29

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

إِذَا idhā apabila ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit ٱنفَطَرَتْ infaṭarat terbelah 1

Apabila langit terbelah,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْكَوَاكِبُ l-kawākibu bintang-bintang ٱنتَثَرَتْ intatharat jatuh bertaburan 2

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْبِحَارُ l-biḥāru lautan فُجِّرَتْ fujjirat dijadikan meluap 3

dan apabila lautan menjadikan meluap,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْقُبُورُ l-qubūru kuburan-kuburan بُعْثِرَتْ buʿ'thirat di bongkar 4

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتْ ʿalimat mengetahui نَفْسٌۭ nafsun jiwa مَّا apa قَدَّمَتْ qaddamat diusahakan وَأَخَّرَتْ wa-akharat dan ditinggalkan 5

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مَا apa غَرَّكَ gharraka yang menipu kamu بِرَبِّكَ birabbika terhadap Tuhanmu ٱلْكَرِيمِ l-karīmi Mulia/Pemurah 6

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhan-mu Yang Maha Pemurah.

ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكَ khalaqaka telah menciptakan kamu فَسَوَّىٰكَ fasawwāka lalu Dia menyempurnakan kamu فَعَدَلَكَ faʿadalaka lalu Dia menjadikan kamu seimbang 7

Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِىٓ dalam أَىِّ ayyi apa saja صُورَةٍۢ ṣūratin gambar/bentuk مَّا apa شَآءَ shāa yang Dia kehendaki رَكَّبَكَ rakkabaka Dia menyusunmu 8

dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

كَلَّا kallā sekali-kali jangan بَلْ bal tetap/bahkan تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan بِٱلدِّينِ bil-dīni pada hari pembalasan 9

Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَحَـٰفِظِينَ laḥāfiẓīna sungguh ada penjaga 10

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًۭا kirāman yang mulia كَـٰتِبِينَ kātibīna yang mencatat 11

yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),

يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui مَا apa تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan 12

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَبْرَارَ l-abrāra orang-orang yang baik لَفِى lafī benar-benar dalam نَعِيمٍۢ naʿīmin kesenangan/kenikmatan 13

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh keni'matan,

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلْفُجَّارَ l-fujāra orang-orang durhaka لَفِى lafī dalam جَحِيمٍۢ jaḥīmin neraka 14

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصْلَوْنَهَا yaṣlawnahā mereka masuk kedalamnya يَوْمَ yawma hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 15

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا wamā dan tidaklah هُمْ hum mereka عَنْهَا ʿanhā dari padanya بِغَآئِبِينَ bighāibīna dengan gaib/meloloskan diri 16

Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu melihat مَا apa يَوْمُ yawmu hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 17

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ thumma kemudian مَآ apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu melihat مَا apa يَوْمُ yawmu hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 18

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ yawma hari لَا tidak تَمْلِكُ tamliku berdaya/berkuasa نَفْسٌۭ nafsun manusia لِّنَفْسٍۢ linafsin bagi diri/seseorang شَيْـًۭٔا ۖ shayan sesuatu/sedikitpun وَٱلْأَمْرُ wal-amru dan urusan يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلَّهِ lillahi bagi Allah 19

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

وَيْلٌۭ waylun kecelakaan لِّلْمُطَفِّفِينَ lil'muṭaffifīna bagi orang-orang yang curang 1

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang1,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila ٱكْتَالُوا۟ ik'tālū mereka menerima takaran عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia (orang lain) يَسْتَوْفُونَ yastawfūna mereka minta dipenuhi 2

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila كَالُوهُمْ kālūhum mereka menakar أَو aw atau وَّزَنُوهُمْ wazanūhum mereka menimbang يُخْسِرُونَ yukh'sirūna mengurangi 3

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

أَلَا alā tidakkah يَظُنُّ yaẓunnu mereka menyangka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَنَّهُم annahum bahwa sesungguhnya mereka مَّبْعُوثُونَ mabʿūthūna orang-orang yang dibangkitkan 4

Tidaklah orang-orang itu menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,

لِيَوْمٍ liyawmin pada hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 5

pada suatu hari yang besar,

يَوْمَ yawma hari يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia لِرَبِّ lirabbi kapada Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 6

(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?

كَلَّآ kallā sekali-kali jangan begitu إِنَّ inna sesungguhnya كِتَـٰبَ kitāba catatan ٱلْفُجَّارِ l-fujāri orang-orang durhaka لَفِى lafī dalam سِجِّينٍۢ sijjīnin sijjin 7

Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam Sijjīn1.

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa سِجِّينٌۭ sijjīnun sijjin 8

Tahukah kamu apakah Sijjīn itu?

كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab/catatan مَّرْقُومٌۭ marqūmun tertulis 9

(Ialah) kitab yang bertulis.

وَيْلٌۭ waylun dan kecelakaan يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْمُكَذِّبِينَ lil'mukadhibīna bagi orang-orang yang mendustakan 10

Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُكَذِّبُونَ yukadhibūna (mereka) mendustakan بِيَوْمِ biyawmi dengan hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 11

(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

وَمَا wamā dan tidak يُكَذِّبُ yukadhibu mendustakan بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَّا illā kecuali كُلُّ kullu setiap مُعْتَدٍ muʿ'tadin orang yang melampui batas أَثِيمٍ athīmin orang yang berbuat dosa 12

Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

إِذَا idhā apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami قَالَ qāla ia berkata أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongen-dongen ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 13

yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu",

كَلَّا ۖ kallā sekali-kali jangan/tidak بَلْ ۜ bal bahkan رَانَ rāna menutup عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan 14

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.

كَلَّآ kallā sekali-kali jangan/tidak إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya عَن ʿan dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لَّمَحْجُوبُونَ lamaḥjūbūna benar-benar tertutup 15

Sekali-kali tidak1, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.

ثُمَّ thumma kemudian إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَصَالُوا۟ laṣālū benar-benar mereka masuk ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka 16

Kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

ثُمَّ thumma kemudian يُقَالُ yuqālu dikatakan هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang (azab) كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya/padanya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan 17

Kemudian dikatakan (kepada mereka), "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".

كَلَّآ kallā sekali-kali jangan/tidak إِنَّ inna sesungguhnya كِتَـٰبَ kitāba kitab/catatan ٱلْأَبْرَارِ l-abrāri orang-orang yang baik لَفِى lafī benar-benar dalam عِلِّيِّينَ ʿilliyyīna illiyyin 18

Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam ʻIlliyyīn1.

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa عِلِّيُّونَ ʿilliyyūna illiyyin 19

Tahukah kamu apakah ʻIlliyyīn itu?

كِتَـٰبٌۭ kitābun catatan/kitab مَّرْقُومٌۭ marqūmun tertulis 20

(Yaitu) kitab yang bertulis,

يَشْهَدُهُ yashhaduhu menyaksikannya ٱلْمُقَرَّبُونَ l-muqarabūna (mailaikat) yang didekatkan 21

yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَبْرَارَ l-abrāra orang-orang yang baik لَفِى lafī benar-benar dalam نَعِيمٍ naʿīmin kenikmatan/kesenangan 22

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga),

عَلَى ʿalā atas ٱلْأَرَآئِكِ l-arāiki dipan يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat/memandang 23

mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

تَعْرِفُ taʿrifu kamu mengenal/melihat فِى dalam وُجُوهِهِمْ wujūhihim wajah mereka نَضْرَةَ naḍrata bersinar/bercahaya ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi kesenangan/kenikmatan 24

Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan.

يُسْقَوْنَ yus'qawna mereka diberi minuman مِن min dari رَّحِيقٍۢ raḥīqin minuman yang terpilih مَّخْتُومٍ makhtūmin dicap/dilak 25

Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),

خِتَـٰمُهُۥ khitāmuhu capnya/laknya مِسْكٌۭ ۚ mis'kun kasturi وَفِى wafī dan untuk ذَٰلِكَ dhālika itu adalah فَلْيَتَنَافَسِ falyatanāfasi maka hendaklah berlomba-lomba ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ l-mutanāfisūna orang-orang yang berlomba 26

laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

وَمِزَاجُهُۥ wamizājuhu dan campurannya مِن min dari تَسْنِيمٍ tasnīmin tasnim 27

Dan campuran khamar murni itu adalah dari Tasnīm,

عَيْنًۭا ʿaynan mata air يَشْرَبُ yashrabu meminum بِهَا bihā dengannya/padanya ٱلْمُقَرَّبُونَ l-muqarabūna orang-orang yang didekatkan 28

(yaitu) mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَجْرَمُوا۟ ajramū (mereka) berdosa كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يَضْحَكُونَ yaḍḥakūna menertawakan 29

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَرُّوا۟ marrū (orang-orang beriman) lewat بِهِمْ bihim pada mereka يَتَغَامَزُونَ yataghāmazūna mereka saling mengedipkan mata 30

Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱنقَلَبُوٓا۟ inqalabū (orang-orang berdosa) kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِمُ ahlihimu keluarganya/kaumnya ٱنقَلَبُوا۟ inqalabū mereka kembali فَكِهِينَ fakihīna riang gembira 31

Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْهُمْ ra-awhum mereka melihat قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu (orang-orang beriman) لَضَآلُّونَ laḍāllūna orang-orang sesat 32

Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",

وَمَآ wamā dan tidak أُرْسِلُوا۟ ur'silū dikirim عَلَيْهِمْ ʿalayhim atasnya حَـٰفِظِينَ ḥāfiẓīna penjaga-penjaga 33

padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.

فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنَ mina dari ٱلْكُفَّارِ l-kufāri orang-orang kafir يَضْحَكُونَ yaḍḥakūna menertawakan mereka 34

Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

عَلَى ʿalā atas ٱلْأَرَآئِكِ l-arāiki dipan يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang/melihat 35

mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

هَلْ hal apakah ثُوِّبَ thuwwiba diberi ganjaran/balasan ٱلْكُفَّارُ l-kufāru orang-orang kafir مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan 36

Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

إِذَا idhā apabila ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit ٱنشَقَّتْ inshaqqat terbelah 1

Apabila langit terbelah,

وَأَذِنَتْ wa-adhinat dan ia patuh لِرَبِّهَا lirabbihā kepada Tuhannya وَحُقَّتْ waḥuqqat dan ia semestinya 2

dan patuh kepada Tuhan-nya, dan sudah semestinya langit itu patuh,

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi مُدَّتْ muddat dipanjangkan/diratakan 3

dan apabila bumi diratakan,

وَأَلْقَتْ wa-alqat dan ia melemparkan مَا apa فِيهَا fīhā di dalamnya وَتَخَلَّتْ watakhallat dan ia menjadi sunyi/kosong 4

dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

وَأَذِنَتْ wa-adhinat dan ia patuh لِرَبِّهَا lirabbihā kepada Tuhannya وَحُقَّتْ waḥuqqat dan ia semestinya 5

dan patuh kepada Tuhan-nya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu كَادِحٌ kādiḥun bekerja keras إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu كَدْحًۭا kadḥan sungguh-sungguh kerja keras فَمُلَـٰقِيهِ famulāqīhi maka menemuinya 6

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhan-mu, maka pasti kamu akan menemui-Nya1.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَنْ man siapa أُوتِىَ ūtiya diberikan كِتَـٰبَهُۥ kitābahu kitabnya/catatannya بِيَمِينِهِۦ biyamīnihi sebelah kanannya 7

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

فَسَوْفَ fasawfa maka nanti يُحَاسَبُ yuḥāsabu dia dihisap/diperiksa حِسَابًۭا ḥisāban perhitungan/pemeriksaan يَسِيرًۭا yasīran mudah 8

maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

وَيَنقَلِبُ wayanqalibu dan dia akan dikembalikan إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya مَسْرُورًۭا masrūran dengan gembira 9

dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man siapa/orang أُوتِىَ ūtiya diberikan كِتَـٰبَهُۥ kitābahu kitabnya وَرَآءَ warāa belakang ظَهْرِهِۦ ẓahrihi punggungnya 10

Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

فَسَوْفَ fasawfa maka nanti يَدْعُوا۟ yadʿū mereka berseru/berteriak ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan/kecelakaan 11

maka dia akan berteriak, "Celakalah aku".

وَيَصْلَىٰ wayaṣlā dan dia akan masuk سَعِيرًا saʿīran api yang menyala-nyala 12

Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah فِىٓ dalam أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya مَسْرُورًا masrūran bergembira 13

Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ظَنَّ ẓanna dia menyangka أَن an bahwa لَّن lan tidak يَحُورَ yaḥūra dia akan kembali 14

Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhan-nya).

بَلَىٰٓ balā yang benar إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya كَانَ kāna adalah بِهِۦ bihi kepadanya بَصِيرًۭا baṣīran melihat 15

(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhan-nya selalu melihatnya.

فَلَآ falā maka أُقْسِمُ uq'simu Aku bersumpah بِٱلشَّفَقِ bil-shafaqi dengan cahaya merah di waktu senja 16

Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam وَمَا wamā dan apa وَسَقَ wasaqa menyelubungi 17

dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,

وَٱلْقَمَرِ wal-qamari dan bulan إِذَا idhā apabila ٱتَّسَقَ ittasaqa sempurna terang 18

dan dengan bulan apabila jadi purnama,

لَتَرْكَبُنَّ latarkabunna sesungguhnya kamu akan naik/melalui طَبَقًا ṭabaqan setingkat عَن ʿan dari/demi طَبَقٍۢ ṭabaqin setingkat 19

sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)1,

فَمَا famā maka mengapa لَهُمْ lahum bagi mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 20

Mengapa mereka tidak mau beriman?

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قُرِئَ quri-a dibacakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an لَا tidak يَسْجُدُونَ ۩ yasjudūna sujud 21

dan apabila Al-Qur`ān dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

بَلِ bali tetapi/bahkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُكَذِّبُونَ yukadhibūna mereka mendustakan 22

bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya).

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā terhadap apa يُوعُونَ yūʿūna mereka kumpulkan/simpan 23

Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).

فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beri kabar gembira mereka بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍ alīmin pedih 24

Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرٌ ajrun pahala غَيْرُ ghayru lain/tidak مَمْنُونٍۭ mamnūnin terputus-putus 25

tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.

وَٱلسَّمَآءِ wal-samāi demi langit ذَاتِ dhāti memiliki ٱلْبُرُوجِ l-burūji gugusan bintang-bintang 1

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْمَوْعُودِ l-mawʿūdi dijanjikan 2

dan hari yang dijanjikan,

وَشَاهِدٍۢ washāhidin Demi yang menyaksikan وَمَشْهُودٍۢ wamashhūdin dan yang disaksikan 3

dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

قُتِلَ qutila dibunuh/dibinasakan أَصْحَـٰبُ aṣḥābu kaum/orang-orang ٱلْأُخْدُودِ l-ukh'dūdi pembuat parit 4

Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit1,

ٱلنَّارِ al-nāri api ذَاتِ dhāti mempunyai ٱلْوَقُودِ l-waqūdi kayu bakar 5

yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,

إِذْ idh ketika هُمْ hum mereka عَلَيْهَا ʿalayhā atas mereka قُعُودٌۭ quʿūdun duduk 6

ketika mereka duduk di sekitarnya,

وَهُمْ wahum dan mereka عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka perbuat بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna terhadap orang-orang yang beriman شُهُودٌۭ shuhūdun menyaksikan 7

sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.

وَمَا wamā dan tidak نَقَمُوا۟ naqamū mereka menyiksa مِنْهُمْ min'hum di antara mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَمِيدِ l-ḥamīdi Maha Terpuji 8

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagiNya/mempunyai مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun Maha Menyaksikan 9

Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَتَنُوا۟ fatanū mereka (menfitnah) ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mu'min (beriman) laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti orang-orang mu'min (beriman) perempuan ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَتُوبُوا۟ yatūbū bertaubat فَلَهُمْ falahum maka mereka عَذَابُ ʿadhābu siksa/azab جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابُ ʿadhābu siksa/azab ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi membakar 10

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan1 kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keberuntungan ٱلْكَبِيرُ l-kabīru besar 11

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.

إِنَّ inna sesungguhnya بَطْشَ baṭsha kekuatan (azab) رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَشَدِيدٌ lashadīdun benar-benar/sangat keras 12

Sesungguhnya azab Tuhan-mu benar-benar keras.

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia يُبْدِئُ yub'di-u Dia memulai menciptakan وَيُعِيدُ wayuʿīdu dan Dia mengulangi 13

Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلْوَدُودُ l-wadūdu Maha Pengasih 14

Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,

ذُو dhū memiliki/mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy ٱلْمَجِيدُ l-majīdu maha Terpuji/Mulia 15

yang mempunyai arasy, lagi Maha Mulia,

فَعَّالٌۭ faʿʿālun berbuat لِّمَا limā terhadap apa يُرِيدُ yurīdu yang dikehendaki 16

Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

هَلْ hal apakah أَتَىٰكَ atāka datang kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu berita ٱلْجُنُودِ l-junūdi bala tentara 17

Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang,

فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَثَمُودَ wathamūda dan Samud 18

(yaitu kaum) Firʻawn dan (kaum) Ṡamūd?

بَلِ bali bahkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى dalam تَكْذِيبٍۢ takdhībin kedustaan 19

Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مِن min dari وَرَآئِهِم warāihim belakang mereka مُّحِيطٌۢ muḥīṭun meliputi/mengepung 20

padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka1.

بَلْ bal bahkan هُوَ huwa dia قُرْءَانٌۭ qur'ānun Quran مَّجِيدٌۭ majīdun agung/mulia 21

Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur`ān yang mulia,

فِى pada لَوْحٍۢ lawḥin papan/batu tulis مَّحْفُوظٍۭ maḥfūẓin terpelihara 22

yang (tersimpan) dalam Lawḥ Maḥfūẓ.

وَٱلسَّمَآءِ wal-samāi dan langit وَٱلطَّارِقِ wal-ṭāriqi dan yang datang di malam hari 1

Demi langit dan yang datang pada malam hari,

وَمَآ wamā dan apa أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa ٱلطَّارِقُ l-ṭāriqu yang datang dimalam hari 2

tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?,

ٱلنَّجْمُ al-najmu bintang ٱلثَّاقِبُ l-thāqibu cemerlang/menembus 3

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus,

إِن in tidak كُلُّ kullu setiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa/diri لَّمَّا lammā melainkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حَافِظٌۭ ḥāfiẓun penjaga 4

tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya.

فَلْيَنظُرِ falyanẓuri maka hendaklah memperhatikan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مِمَّ mimma dari apa خُلِقَ khuliqa ia diciptakan 5

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

خُلِقَ khuliqa ia diciptakan مِن min dari مَّآءٍۢ māin air دَافِقٍۢ dāfiqin terpancar 6

Dia diciptakan dari air yang terpancar,

يَخْرُجُ yakhruju ia keluar مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara ٱلصُّلْبِ l-ṣul'bi tulang belakang وَٱلتَّرَآئِبِ wal-tarāibi dan tulang dada 7

yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada.

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلَىٰ ʿalā atas رَجْعِهِۦ rajʿihi mengembalikanya لَقَادِرٌۭ laqādirun benar-benar berkuasa 8

Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).

يَوْمَ yawma hari تُبْلَى tub'lā dibuka/dinampakkan ٱلسَّرَآئِرُ l-sarāiru rahasia-rahasia 9

Pada hari dinampakkan segala rahasia,

فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari قُوَّةٍۢ quwwatin kekuatan وَلَا walā dan tidak نَاصِرٍۢ nāṣirin seorang penolong 10

maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong.

وَٱلسَّمَآءِ wal-samāi dan langit ذَاتِ dhāti mempunyai/mengandung ٱلرَّجْعِ l-rajʿi air/hujan 11

Demi langit yang mengandung hujan1,

وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi ذَاتِ dhāti mempunyai ٱلصَّدْعِ l-ṣadʿi tumbuh-tumbuhan 12

dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَقَوْلٌۭ laqawlun perkataan/firman فَصْلٌۭ faṣlun terpisah 13

sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil,

وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa ia (Al Qur'an) بِٱلْهَزْلِ bil-hazli dengan sia-sia/senda gurau 14

dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.

إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka يَكِيدُونَ yakīdūna mereka membuat tipu daya كَيْدًۭا kaydan tipu daya 15

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

وَأَكِيدُ wa-akīdu dan AKu membuat tipu daya كَيْدًۭا kaydan tipu daya 16

Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

فَمَهِّلِ famahhili maka beri tangguhlah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir أَمْهِلْهُمْ amhil'hum beritangguhlah mereka رُوَيْدًۢا ruwaydan sedikit/sebentar 17

Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.

سَبِّحِ sabbiḥi sucikanlah ٱسْمَ is'ma nama رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْأَعْلَى l-aʿlā Maha Tinggi 1

Sucikanlah nama Tuhan-mu Yang Maha Tingi,

ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan فَسَوَّىٰ fasawwā lalu Dia menyempurnakan 2

yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang قَدَّرَ qaddara Dia menentukan فَهَدَىٰ fahadā lalu Dia memberi petunjuk 3

dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أَخْرَجَ akhraja Dia keluarkan ٱلْمَرْعَىٰ l-marʿā rumput-rumputan 4

dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

فَجَعَلَهُۥ fajaʿalahu lalu Dia jadikannya غُثَآءً ghuthāan kering أَحْوَىٰ aḥwā kehitam-hitaman 5

lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

سَنُقْرِئُكَ sanuq'ri-uka Kami bacakan kepadamu فَلَا falā maka tidak تَنسَىٰٓ tansā kamu lupa 6

Kami akan membacakan (Al-Qur`ān) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,

إِلَّا illā kecuali مَا apa شَآءَ shāa dikehendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱلْجَهْرَ l-jahra terang وَمَا wamā dan apa يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi 7

kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

وَنُيَسِّرُكَ wanuyassiruka dan Kami memudahkan لِلْيُسْرَىٰ lil'yus'rā untuk kemudahan 8

dan Kami akan memberi kamu taufik kepada jalan yang mudah1,

فَذَكِّرْ fadhakkir maka berilah peringatan إِن in sesungguhnya نَّفَعَتِ nafaʿati berguna ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā peringatan 9

oleh sebab itu, berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

سَيَذَّكَّرُ sayadhakkaru akan menerima peringatan مَن man orang yang يَخْشَىٰ yakhshā ia takut 10

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

وَيَتَجَنَّبُهَا wayatajannabuhā dan akan menjauhi ٱلْأَشْقَى l-ashqā orang yang celaka 11

orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

ٱلَّذِى alladhī yang يَصْلَى yaṣlā ia akan masuk ٱلنَّارَ l-nāra api/neraka ٱلْكُبْرَىٰ l-kub'rā yang besar 12

(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يَمُوتُ yamūtu ia mati فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَا walā dan tidak يَحْيَىٰ yaḥyā ia hidup 13

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

قَدْ qad sungguh أَفْلَحَ aflaḥa beruntung مَن man siapa/orang تَزَكَّىٰ tazakkā dia membersihkan diri 14

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

وَذَكَرَ wadhakara dan dia mengingat ٱسْمَ is'ma nama رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَصَلَّىٰ faṣallā dan dia mendirikan sholat 15

dan dia ingat nama Tuhan-nya, lalu dia salat.

بَلْ bal bahkan/tetapi تُؤْثِرُونَ tu'thirūna kamu memilih ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia 16

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

وَٱلْـَٔاخِرَةُ wal-ākhiratu dan akherat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰٓ wa-abqā dan lebih kekal 17

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

إِنَّ inna sungguh هَـٰذَا hādhā ini لَفِى lafī benar-benar dalam ٱلصُّحُفِ l-ṣuḥufi kitab-kitab ٱلْأُولَىٰ l-ūlā terdahulu 18

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

صُحُفِ ṣuḥufi kitab إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa 19

(yaitu) Kitab-kitab Ibrāhīm dan Musa.

هَلْ hal apakah أَتَىٰكَ atāka telah datang kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu cerita/berita ٱلْغَـٰشِيَةِ l-ghāshiyati peristiwa yang dahsyat 1

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

وُجُوهٌۭ wujūhun wajah يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu خَـٰشِعَةٌ khāshiʿatun tertunduk 2

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

عَامِلَةٌۭ ʿāmilatun kerja keras نَّاصِبَةٌۭ nāṣibatun letih/kepayahan 3

bekerja keras lagi kepayahan,

تَصْلَىٰ taṣlā ia memasuki نَارًا nāran api/neraka حَامِيَةًۭ ḥāmiyatan sangat panas 4

memasuki api yang sangat panas (neraka),

تُسْقَىٰ tus'qā ia diberikan minuman مِنْ min dari عَيْنٍ ʿaynin mata air ءَانِيَةٍۢ āniyatin sangat panas/mendidih 5

diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

لَّيْسَ laysa tidak ada لَهُمْ lahum bagi mereka طَعَامٌ ṭaʿāmun makanan إِلَّا illā kecuali مِن min dari ضَرِيعٍۢ ḍarīʿin pohon berduri 6

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

لَّا tidak يُسْمِنُ yus'minu menggemukkan وَلَا walā dan tidak يُغْنِى yugh'nī mencukupi/menghilangkan مِن min dari جُوعٍۢ jūʿin lapar 7

yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu نَّاعِمَةٌۭ nāʿimatun penuh kenikmatan/berseri-seri 8

Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

لِّسَعْيِهَا lisaʿyihā karena usahanya رَاضِيَةٌۭ rāḍiyatun merasa senang 9

merasa senang karena usahanya,

فِى dalam جَنَّةٍ jannatin sorga عَالِيَةٍۢ ʿāliyatin yang tinggi 10

dalam surga yang tinggi,

لَّا tidak تَسْمَعُ tasmaʿu kamu mendengar فِيهَا fīhā di dalamnya لَـٰغِيَةًۭ lāghiyatan sia-sia/tidak berguna 11

tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

فِيهَا fīhā di dalamnya عَيْنٌۭ ʿaynun mata air جَارِيَةٌۭ jāriyatun mengalir 12

Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

فِيهَا fīhā di dalamnya سُرُرٌۭ sururun tempat tempat duduk مَّرْفُوعَةٌۭ marfūʿatun yang tinggi 13

Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

وَأَكْوَابٌۭ wa-akwābun dan gelas-gelas مَّوْضُوعَةٌۭ mawḍūʿatun terletak/tersedia 14

dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

وَنَمَارِقُ wanamāriqu dan bantal-bantal مَصْفُوفَةٌۭ maṣfūfatun berbaris/tersusun 15

dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

وَزَرَابِىُّ wazarābiyyu dan permadani مَبْثُوثَةٌ mabthūthatun terhampar 16

dan permadani-permadani yang terhampar.

أَفَلَا afalā maka apakah tidak يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلْإِبِلِ l-ibili unta كَيْفَ kayfa bagaimana خُلِقَتْ khuliqat ia diciptakan 17

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan,

وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit كَيْفَ kayfa bagaimana رُفِعَتْ rufiʿat ia ditinggikan 18

Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung كَيْفَ kayfa bagaimana نُصِبَتْ nuṣibat ia ditegakkan 19

Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan?

وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi كَيْفَ kayfa bagaimana سُطِحَتْ suṭiḥat ia dihamparkan 20

Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?

فَذَكِّرْ fadhakkir maka berilah peringatan إِنَّمَآ innamā sesungguhnya أَنتَ anta kamu مُذَكِّرٌۭ mudhakkirun seorang pemberi peringatan 21

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

لَّسْتَ lasta bakankah kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِمُصَيْطِرٍ bimuṣayṭirin dengan berkuasa 22

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

إِلَّا illā kecuali مَن man siapa تَوَلَّىٰ tawallā ia berpaling وَكَفَرَ wakafara dan ia kafir 23

tetapi orang yang berpaling dan kafir,

فَيُعَذِّبُهُ fayuʿadhibuhu maka akan menyiksanya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab/siksaan ٱلْأَكْبَرَ l-akbara besar 24

maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

إِنَّ inna sesungguhnya إِلَيْنَآ ilaynā kepada Kami إِيَابَهُمْ iyābahum kembali mereka 25

Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami حِسَابَهُم ḥisābahum perhitungan mereka 26

kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

وَٱلْفَجْرِ wal-fajri demi fajar 1

Demi fajar,

وَلَيَالٍ walayālin dan malam-malam عَشْرٍۢ ʿashrin sepuluh 2

dan malam yang sepuluh1,

وَٱلشَّفْعِ wal-shafʿi dan yang genap وَٱلْوَتْرِ wal-watri dan yang ganjil 3

dan yang genap dan yang ganjil,

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila يَسْرِ yasri berlalu 4

dan malam bila berlalu.

هَلْ hal apakah/bukankah فِى pada ذَٰلِكَ dhālika itu/yang demikian قَسَمٌۭ qasamun sumpah لِّذِى lidhī bagi memiliki حِجْرٍ ḥij'rin akal 5

Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara lihat/perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana فَعَلَ faʿala berbuat رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِعَادٍ biʿādin terhadap kaum 'Ad 6

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan-mu berbuat terhadap kaum ʻĀd?

إِرَمَ irama kaum Iram ذَاتِ dhāti memiliki ٱلْعِمَادِ l-ʿimādi tiang/bangunan tinggi 7

(yaitu) penduduk Iram1 yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

ٱلَّتِى allatī yang لَمْ lam tidak/belum يُخْلَقْ yukh'laq diciptakan/dibangun مِثْلُهَا mith'luhā seperti itu/serupa itu فِى pada ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri 8

yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,

وَثَمُودَ wathamūda dan Samud ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَابُوا۟ jābū (mereka) memotong ٱلصَّخْرَ l-ṣakhra batu-batu besar بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah 9

dan kaum Ṡamūd yang memotong batu-batu besar di lembah1,

وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun ذِى dhī memiliki ٱلْأَوْتَادِ l-awtādi pasak-pasak (bala tentara) 10

dan kaum Firʻawn yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang طَغَوْا۟ ṭaghaw (mereka) melampui batas فِى pada ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri-negeri itu 11

yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

فَأَكْثَرُوا۟ fa-aktharū lalu mereka banyak berbuat فِيهَا fīhā didalamnya ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan 12

lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

فَصَبَّ faṣabba maka menimpakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu سَوْطَ sawṭa cemeti/cambuk عَذَابٍ ʿadhābin azab 13

karena itu Tuhan-mu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَبِٱلْمِرْصَادِ labil-mir'ṣādi benar-benar mengawasi 14

sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mengawasi.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia إِذَا idhā apabila مَا apa ٱبْتَلَىٰهُ ib'talāhu mengujinya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَأَكْرَمَهُۥ fa-akramahu lalu Dia memuliakannya وَنَعَّمَهُۥ wanaʿʿamahu dan Dia memberikan nikmat padanya فَيَقُولُ fayaqūlu maka ia akan berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَكْرَمَنِ akramani Dia telah memuliakanku 15

Adapun manusia apabila Tuhan-nya mengujinya, lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhan-ku telah memuliakanku".

وَأَمَّآ wa-ammā dan adapun/tetapi إِذَا idhā apabila مَا apa ٱبْتَلَىٰهُ ib'talāhu mengujinya فَقَدَرَ faqadara lalu Dia menentukan/menyempitkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya رِزْقَهُۥ riz'qahu rizkinya فَيَقُولُ fayaqūlu lalu dia akan berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَهَـٰنَنِ ahānani Dia menghinaku 16

Adapun bila Tuhan-nya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhan-ku menghinakanku"1.

كَلَّا ۖ kallā sekali-kali tidak بَل bal tetapi/bahkan لَّا tidak تُكْرِمُونَ tuk'rimūna kamu memuliakan ٱلْيَتِيمَ l-yatīma anak yatim 17

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim1,

وَلَا walā dan tidak تَحَـٰٓضُّونَ taḥāḍḍūna saling menganjurkan عَلَىٰ ʿalā atas طَعَامِ ṭaʿāmi memberi makan ٱلْمِسْكِينِ l-mis'kīni orang miskin 18

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

وَتَأْكُلُونَ watakulūna dan kamu memakan ٱلتُّرَاثَ l-turātha harta warisan أَكْلًۭا aklan dengan makan لَّمًّۭا lamman loba 19

dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang batil),

وَتُحِبُّونَ watuḥibbūna dan kamu mencintai ٱلْمَالَ l-māla harta حُبًّۭا ḥubban cinta جَمًّۭا jamman berlebihan 20

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

كَلَّآ kallā sekali-kali tidak إِذَا idhā apabila دُكَّتِ dukkati digoncangkan/dihancurkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi دَكًّۭا dakkan goncangan دَكًّۭا dakkan goncangan 21

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

وَجَآءَ wajāa dan datang رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu وَٱلْمَلَكُ wal-malaku dan malaikat صَفًّۭا ṣaffan berbaris صَفًّۭا ṣaffan baris 22

dan datanglah Tuhan-mu; sedang malaikat berbaris-baris.

وَجِا۟ىٓءَ wajīa dan didatangkan/diperlihatkan يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بِجَهَنَّمَ ۚ bijahannama neraka Jahanam يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru akan ingat ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia وَأَنَّىٰ wa-annā dan bagaimana لَهُ lahu baginya ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā ingat/mengingat 23

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

يَقُولُ yaqūlu dia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī alangkah baiknya aku dulu قَدَّمْتُ qaddamtu aku dahulukan/kerjakan لِحَيَاتِى liḥayātī untuk hidupku 24

Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."

فَيَوْمَئِذٍۢ fayawma-idhin maka pada hari itu لَّا tidak يُعَذِّبُ yuʿadhibu menyiksa عَذَابَهُۥٓ ʿadhābahu siksa-Nya أَحَدٌۭ aḥadun seorang/satu 25

Maka pada hari itu, tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya1,

وَلَا walā dan tidak يُوثِقُ yūthiqu mengikat وَثَاقَهُۥٓ wathāqahu ikatan-Nya أَحَدٌۭ aḥadun seorang/satu 26

dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

يَـٰٓأَيَّتُهَا yāayyatuhā hai ٱلنَّفْسُ l-nafsu jiwa/diri ٱلْمُطْمَئِنَّةُ l-muṭ'ma-inatu tenang 27

Hai jiwa yang tenang.

ٱرْجِعِىٓ ir'jiʿī kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكِ rabbiki Tuhanmu رَاضِيَةًۭ rāḍiyatan rida/puas مَّرْضِيَّةًۭ marḍiyyatan diridhoi 28

Kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.

فَٱدْخُلِى fa-ud'khulī maka masuklah فِى dalam عِبَـٰدِى ʿibādī hamba-Ku 29

Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,

وَٱدْخُلِى wa-ud'khulī dan masuklah جَنَّتِى jannatī surga-Ku 30

masuklah ke dalam surga-Ku.

لَآ sungguh أُقْسِمُ uq'simu Aku bersumpah بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini ٱلْبَلَدِ l-baladi negeri 1

Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

وَأَنتَ wa-anta dan kamu حِلٌّۢ ḥillun halal/bertempat بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini ٱلْبَلَدِ l-baladi negeri 2

dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

وَوَالِدٍۢ wawālidin demi bapak وَمَا wamā dan apa وَلَدَ walada ia lahirkan (anak) 3

dan demi bapak dan anaknya.

لَقَدْ laqad sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia فِى dalam كَبَدٍ kabadin susah payah 4

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

أَيَحْسَبُ ayaḥsabu apakah (manusia) menyangka أَن an bahwa لَّن lan tidak يَقْدِرَ yaqdira berkuasa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَحَدٌۭ aḥadun seseorang/satu 5

Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorang pun yang berkuasa atasnya?

يَقُولُ yaqūlu ia berkata أَهْلَكْتُ ahlaktu aku telah binasakan/habiskan مَالًۭا mālan harta لُّبَدًا lubadan banyak 6

Dia mengatakan, "Aku telah menghabiskan harta yang banyak".

أَيَحْسَبُ ayaḥsabu apakah ia menyangka أَن an bahwa لَّمْ lam tidak يَرَهُۥٓ yarahu berkuasa أَحَدٌ aḥadun seorang/satu 7

Apakah dia menyangka bahwa tiada seorang pun yang melihatnya?

أَلَمْ alam bukankah نَجْعَل najʿal Kami jadikan لَّهُۥ lahu baginya عَيْنَيْنِ ʿaynayni dua buah mata 8

Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

وَلِسَانًۭا walisānan dan lisan/lidah وَشَفَتَيْنِ washafatayni dan dua buah bibir 9

lidah, dan dua buah bibir.

وَهَدَيْنَـٰهُ wahadaynāhu dan Kami telah tunjukannya ٱلنَّجْدَيْنِ l-najdayni dua jalan 10

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan1,

فَلَا falā maka/tetapi tidak ٱقْتَحَمَ iq'taḥama ia menempuh ٱلْعَقَبَةَ l-ʿaqabata pendakian/mendaki 11

Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?

وَمَآ wamā da apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa ٱلْعَقَبَةُ l-ʿaqabatu pendakian itu 12

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

فَكُّ fakku memerdekakan رَقَبَةٍ raqabatin budak 13

(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

أَوْ aw atau إِطْعَـٰمٌۭ iṭ'ʿāmun memberi makan فِى pada يَوْمٍۢ yawmin hari ذِى dhī mempunyai مَسْغَبَةٍۢ masghabatin kelaparan 14

atau memberi makan pada hari kelaparan,

يَتِيمًۭا yatīman anak yatim ذَا dhā mempunyai مَقْرَبَةٍ maqrabatin dekat/kerabat 15

(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

أَوْ aw atau مِسْكِينًۭا mis'kīnan orang miskin ذَا dhā mempunyai مَتْرَبَةٍۢ matrabatin sangat payah/melarat 16

atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

ثُمَّ thumma kemudian كَانَ kāna adalah ia مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَتَوَاصَوْا۟ watawāṣaw dan mereka saling berwasiat/berpesan بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan kesabaran وَتَوَاصَوْا۟ watawāṣaw dan mereka saling berwasiat/berpesan بِٱلْمَرْحَمَةِ bil-marḥamati dengan kasih-sayang 17

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu golongan ٱلْمَيْمَنَةِ l-maymanati kanan 18

Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami هُمْ hum mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu golongan ٱلْمَشْـَٔمَةِ l-mashamati kiri 19

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/untuk mereka نَارٌۭ nārun api/neraka مُّؤْصَدَةٌۢ mu'ṣadatun tertutup rapat 20

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

وَٱلشَّمْسِ wal-shamsi demi matahari وَضُحَىٰهَا waḍuḥāhā dan cahayanya pagi hari 1

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

وَٱلْقَمَرِ wal-qamari dan bulan إِذَا idhā apabila تَلَىٰهَا talāhā mengiringinya 2

dan bulan apabila mengiringinya,

وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang إِذَا idhā apabila جَلَّىٰهَا jallāhā menampakkannya 3

dan siang apabila menampakkannya,

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila يَغْشَىٰهَا yaghshāhā menutupinya 4

dan malam apabila menutupinya1,

وَٱلسَّمَآءِ wal-samāi dan langit وَمَا wamā dan apa بَنَىٰهَا banāhā pembinaannya 5

dan langit serta pembinaannya,

وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa طَحَىٰهَا ṭaḥāhā penghamparannya 6

dan bumi serta penghamparannya,

وَنَفْسٍۢ wanafsin dan manusia/jiwa وَمَا wamā dan apa سَوَّىٰهَا sawwāhā penyempurnaanya 7

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

فَأَلْهَمَهَا fa-alhamahā maka Dia mengilhamkan padanya فُجُورَهَا fujūrahā kedurhakaanya وَتَقْوَىٰهَا wataqwāhā dan ketaqwaannya 8

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

قَدْ qad sesungguhnya أَفْلَحَ aflaḥa beruntung مَن man siapa/orang زَكَّىٰهَا zakkāhā mensucikannya 9

sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,

وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَابَ khāba celaka/rugi مَن man orang دَسَّىٰهَا dassāhā mengotorinya 10

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan ثَمُودُ thamūdu Samud بِطَغْوَىٰهَآ biṭaghwāhā dan melampui batas 11

(Kaum) Ṡamūd telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

إِذِ idhi ketika ٱنۢبَعَثَ inbaʿatha bangkit أَشْقَىٰهَا ashqāhā orang yang lebih celaka diantaranya 12

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

فَقَالَ faqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka رَسُولُ rasūlu rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah نَاقَةَ nāqata unta betina ٱللَّهِ l-lahi Allah وَسُقْيَـٰهَا wasuq'yāhā dan minumannya 13

lalu rasul Allah (Ṣālīḥ) berkata kepada mereka, ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".

فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu dan mendustakan فَعَقَرُوهَا faʿaqarūhā maka mereka melukai/menyembelih فَدَمْدَمَ fadamdama maka menurunkan azab/membinasakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رَبُّهُم rabbuhum Tuhan mereka بِذَنۢبِهِمْ bidhanbihim dengan dosa-dosa mereka فَسَوَّىٰهَا fasawwāhā dan Dia meratakannya 14

Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

وَلَا walā dan tidak يَخَافُ yakhāfu takut عُقْبَـٰهَا ʿuq'bāhā akibatnya 15

dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli demi malam إِذَا idhā apabila يَغْشَىٰ yaghshā ia menutup 1

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang إِذَا idhā apabila تَجَلَّىٰ tajallā terang benderang 2

dan siang apabila terang benderang,

وَمَا wamā dan apa خَلَقَ khalaqa ciptakan ٱلذَّكَرَ l-dhakara laki-laki وَٱلْأُنثَىٰٓ wal-unthā dan perempuan 3

dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

إِنَّ inna sesungguhnya سَعْيَكُمْ saʿyakum usahamu لَشَتَّىٰ lashattā sungguh berbeda-beda 4

sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَنْ man orang أَعْطَىٰ aʿṭā ia memberikan وَٱتَّقَىٰ wa-ittaqā dan bertaqwa 5

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

وَصَدَّقَ waṣaddaqa dan ia membenarkan/akui بِٱلْحُسْنَىٰ bil-ḥus'nā dengan kebaikan 6

dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

فَسَنُيَسِّرُهُۥ fasanuyassiruhu maka Kami akan memudahkannya لِلْيُسْرَىٰ lil'yus'rā pada yang mudah 7

maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنۢ man orang بَخِلَ bakhila ia kikir وَٱسْتَغْنَىٰ wa-is'taghnā dan ia merasa cukup 8

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup1,

وَكَذَّبَ wakadhaba dan ia mendustakan بِٱلْحُسْنَىٰ bil-ḥus'nā dengan kebaikan 9

serta mendustakan pahala terbaik,

فَسَنُيَسِّرُهُۥ fasanuyassiruhu maka Kami akan memudahkan لِلْعُسْرَىٰ lil'ʿus'rā pada yang sukar 10

maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

وَمَا wamā dan tidak يُغْنِى yugh'nī mencukupi/berguna عَنْهُ ʿanhu dari padanya/baginya مَالُهُۥٓ māluhu hartanya إِذَا idhā apabila تَرَدَّىٰٓ taraddā ia telah binasa 11

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

إِنَّ inna sesungguhnya عَلَيْنَا ʿalaynā bagi Kami لَلْهُدَىٰ lalhudā kesudahan/akherat 12

Sesungguhnya kewajiban Kami-lah memberi petunjuk,

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَنَا lanā milik Kamilah لَلْـَٔاخِرَةَ lalākhirata akhirat وَٱلْأُولَىٰ wal-ūlā dan dunia itu 13

dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah akhirat dan dunia.

فَأَنذَرْتُكُمْ fa-andhartukum maka peringatkanlah نَارًۭا nāran api neraka تَلَظَّىٰ talaẓẓā menyala-nyala 14

Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

لَا tidak يَصْلَىٰهَآ yaṣlāhā masuk kedalamnya إِلَّا illā kecuali ٱلْأَشْقَى l-ashqā paling celaka 15

Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

ٱلَّذِى alladhī orang-orang yang كَذَّبَ kadhaba mendustakan وَتَوَلَّىٰ watawallā dan berpaling 16

yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

وَسَيُجَنَّبُهَا wasayujannabuhā dan akan dijauhkan-dia ٱلْأَتْقَى l-atqā berbakti 17

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

ٱلَّذِى alladhī orang-orang yang يُؤْتِى yu'tī mendermakan مَالَهُۥ mālahu apa yang dia miliki (hartanya) يَتَزَكَّىٰ yatazakkā mensucikan 18

yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

وَمَا wamā dan tidak لِأَحَدٍ li-aḥadin satupun عِندَهُۥ ʿindahu pada sisinya مِن min dari نِّعْمَةٍۢ niʿ'matin nikmat تُجْزَىٰٓ tuj'zā patut dibalas 19

padahal tidak ada seseorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,

إِلَّا illā kecuali ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari وَجْهِ wajhi keridhaan رَبِّهِ rabbihi Tuhannya ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā yang Maha Tinggi 20

tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhan-nya yang Maha Tinggi.

وَلَسَوْفَ walasawfa dan kelak يَرْضَىٰ yarḍā ridha 21

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

وَٱلضُّحَىٰ wal-ḍuḥā demi matahari naik 1

Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila سَجَىٰ sajā telah sunyi 2

dan demi malam apabila telah sunyi,

مَا tidak وَدَّعَكَ waddaʿaka meninggalkan kamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak قَلَىٰ qalā marah/benci 3

Tuhan-mu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu1,

وَلَلْـَٔاخِرَةُ walalākhiratu dan sungguh kesudahan/akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكَ laka bagimu مِنَ mina dari pada ٱلْأُولَىٰ l-ūlā permulaan/dunia 4

dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan1.

وَلَسَوْفَ walasawfa dan sungguh kelak يُعْطِيكَ yuʿ'ṭīka memberikan kepadamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu فَتَرْضَىٰٓ fatarḍā maka kamu jadi puas 5

Dan kelak Tuhan-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

أَلَمْ alam apakah tidak/bukanlah يَجِدْكَ yajid'ka Dia mendapatimu يَتِيمًۭا yatīman seorang yatim فَـَٔاوَىٰ faāwā lalu Dia melindungi 6

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.

وَوَجَدَكَ wawajadaka dan Dia mendapatimu ضَآلًّۭا ḍāllan sesat/bingung فَهَدَىٰ fahadā lalu Dia memberi petunjuk 7

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung1, lalu Dia memberikan petunjuk.

وَوَجَدَكَ wawajadaka dan Dia mendapatimu عَآئِلًۭا ʿāilan miskin/kekurangan فَأَغْنَىٰ fa-aghnā lalu Dia memberi kecukupan 8

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلْيَتِيمَ l-yatīma anak yatim فَلَا falā maka jangan تَقْهَرْ taqhar kamu paksa/bersikap bengis 9

Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلسَّآئِلَ l-sāila orang minta-minta فَلَا falā maka jangan تَنْهَرْ tanhar kamu menghardik 10

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun بِنِعْمَةِ biniʿ'mati dengan/terhadap nikmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَحَدِّثْ faḥaddith maka hendaklah kamu ceritakan 11

Dan terhadap nikmat Tuhan-mu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

أَلَمْ alam apakah tidak/bukankah نَشْرَحْ nashraḥ Kami melapangkan لَكَ laka bagimu صَدْرَكَ ṣadraka dadamu 1

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

وَوَضَعْنَا wawaḍaʿnā dan Kami letakkan/turunkan عَنكَ ʿanka dari kamu وِزْرَكَ wiz'raka bebanmu 2

dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu1,

ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنقَضَ anqaḍa memberatkan ظَهْرَكَ ẓahraka punggungmu 3

yang memberatkan punggungmu?

وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami tinggikan لَكَ laka bagimu ذِكْرَكَ dhik'raka sebutanmu 4

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu1.

فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya مَعَ maʿa beserta ٱلْعُسْرِ l-ʿus'ri kesulitan يُسْرًا yus'ran kemudahan 5

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

إِنَّ inna sesungguhnya مَعَ maʿa beserta ٱلْعُسْرِ l-ʿus'ri kesulitan يُسْرًۭا yus'ran kemudahan 6

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila فَرَغْتَ faraghta kamu telah selesai فَٱنصَبْ fa-inṣab maka kerja keraslah kamu 7

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain1,

وَإِلَىٰ wa-ilā dan hanya رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَٱرْغَب fa-ir'ghab maka kamu berharap 8

dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap.

وَٱلتِّينِ wal-tīni demi tin وَٱلزَّيْتُونِ wal-zaytūni dan zaitun 1

Demi (buah) tin dan (buah) zaitun1,

وَطُورِ waṭūri dan bukit سِينِينَ sīnīna Sinai 2

dan demi bukit Ṭūrsīnā`1,

وَهَـٰذَا wahādhā dan ini ٱلْبَلَدِ l-baladi negri ٱلْأَمِينِ l-amīni aman 3

dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

لَقَدْ laqad sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia فِىٓ dalam أَحْسَنِ aḥsani sebaik-baik تَقْوِيمٍۢ taqwīmin bentuk 4

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

ثُمَّ thumma kemudian رَدَدْنَـٰهُ radadnāhu Kami kembalikan أَسْفَلَ asfala lebih rendah/paling rendah سَـٰفِلِينَ sāfilīna tempat yang rendah 5

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka أَجْرٌ ajrun pahala غَيْرُ ghayru bukan/tidak مَمْنُونٍۢ mamnūnin terputus 6

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

فَمَا famā maka apakah يُكَذِّبُكَ yukadhibuka mendustakanmu بَعْدُ baʿdu sesudah بِٱلدِّينِ bil-dīni hari pembalasan/agama 7

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَحْكَمِ bi-aḥkami lebih bijaksana/seadil-adilnya ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para hakim 8

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

ٱقْرَأْ iq'ra bacalah بِٱسْمِ bi-is'mi dengan nama رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan 1

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu Yang menciptakan,

خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِنْ min dari عَلَقٍ ʿalaqin segumpal darah 2

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ٱقْرَأْ iq'ra bacalah وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu ٱلْأَكْرَمُ l-akramu amat mulia 3

Bacalah, dan Tuhan-mulah Yang Maha Pemurah,

ٱلَّذِى alladhī yang عَلَّمَ ʿallama Dia mengajar بِٱلْقَلَمِ bil-qalami dengan kalam 4

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam1.

عَلَّمَ ʿallama Dia mengajarkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مَا apa لَمْ lam tidak يَعْلَمْ yaʿlam dia ketahui 5

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلَّآ kallā sekali-kali tidak إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لَيَطْغَىٰٓ layaṭghā benar-benar melampui batas 6

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

أَن an bahwa رَّءَاهُ raāhu ia melihatnya ٱسْتَغْنَىٰٓ is'taghnā dia serba cukup 7

karena dia melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ inna sesungguhnya إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلرُّجْعَىٰٓ l-ruj'ʿā tempat kembali 8

Sesungguhnya hanya kepada Tuhan-mulah kembali(mu).

أَرَءَيْتَ ara-ayta apakah kamu lihat/pendapatmu ٱلَّذِى alladhī yang/orang-orang يَنْهَىٰ yanhā ia melarang 9

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبْدًا ʿabdan hamba إِذَا idhā apabila صَلَّىٰٓ ṣallā sholat 10

seorang hamba ketika mengerjakan salat1,

أَرَءَيْتَ ara-ayta apakah kamu lihat/pendapatmu إِن in jika كَانَ kāna adalah عَلَى ʿalā atas ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk 11

bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang (yaitu Muhammad) itu berada di atas kebenaran,

أَوْ aw atau أَمَرَ amara dia menyuruh بِٱلتَّقْوَىٰٓ bil-taqwā dengan taqwa 12

atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَءَيْتَ ara-ayta apakah kamu lihat/pendapatmu إِن in jika كَذَّبَ kadhaba mendustakan وَتَوَلَّىٰٓ watawallā dan dia berpaling 13

Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمْ alam apakah tidak/tidaklah يَعْلَم yaʿlam dia mengetahui بِأَنَّ bi-anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَرَىٰ yarā Dia melihat 14

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

كَلَّا kallā sekali-kali tidak لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak يَنتَهِ yantahi dia berhenti لَنَسْفَعًۢا lanasfaʿan niscaya kami pegang/tarik بِٱلنَّاصِيَةِ bil-nāṣiyati dengan umbun-umbun 15

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya1,

نَاصِيَةٍۢ nāṣiyatin umbun-umbun كَـٰذِبَةٍ kādhibatin pendusta خَاطِئَةٍۢ khāṭi-atin salah/durhaka 16

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

فَلْيَدْعُ falyadʿu maka hendaklah dia memanggil نَادِيَهُۥ nādiyahu kaum/golongannya 17

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ sanadʿu kelak Kami memanggil ٱلزَّبَانِيَةَ l-zabāniyata Zabaniyah 18

kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah1,

كَلَّا kallā sekali-kali لَا jangan تُطِعْهُ tuṭiʿ'hu kamu patuh kepadanya وَٱسْجُدْ wa-us'jud dan sujudlah وَٱقْتَرِب ۩ wa-iq'tarib dan dekatkanlah 19

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

إِنَّآ innā sesungguhnya أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami telah menurunkannya فِى pada لَيْلَةِ laylati malam ٱلْقَدْرِ l-qadri kemuliaan 1

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`ān) pada malam kemuliaan1.

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa لَيْلَةُ laylatu malam ٱلْقَدْرِ l-qadri kemuliaan 2

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ laylatu malam ٱلْقَدْرِ l-qadri kemuliaan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْ min dari أَلْفِ alfi seribu شَهْرٍۢ shahrin bulan 3

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

تَنَزَّلُ tanazzalu turun ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu para malaikat وَٱلرُّوحُ wal-rūḥu dan Roh/Jibril فِيهَا fīhā padanya/pada malam بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin رَبِّهِم rabbihim Tuhannya مِّن min dari كُلِّ kulli segala أَمْرٍۢ amrin urusan 4

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan-nya untuk mengatur segala urusan.

سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera هِىَ hiya ia/malam itu حَتَّىٰ ḥattā hingga مَطْلَعِ maṭlaʿi terbit ٱلْفَجْرِ l-fajri fajar 5

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

لَمْ lam tidak يَكُنِ yakuni ada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab وَٱلْمُشْرِكِينَ wal-mush'rikīna dan orang-orang musyrik مُنفَكِّينَ munfakkīna melepaskan/meninggalkan حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَةُ l-bayinatu bukti nyata 1

Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُولٌۭ rasūlun seorang rasul مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan صُحُفًۭا ṣuḥufan lebaran-lembaran مُّطَهَّرَةًۭ muṭahharatan suci 2

(yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al-Qur`ān),

فِيهَا fīhā di dalamnya كُتُبٌۭ kutubun kitab-kitab قَيِّمَةٌۭ qayyimatun yang lurus 3

di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus1.

وَمَا wamā dan tidak تَفَرَّقَ tafarraqa berpecah-belah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū mereka diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi setelah مَا apa جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَةُ l-bayinatu bukti nyata 4

Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Alkitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَآ wamā dan tidak أُمِرُوٓا۟ umirū diperintahkan إِلَّا illā kecuali لِيَعْبُدُوا۟ liyaʿbudū supaya mereka menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna mengikhlaskan/memurnikan لَهُ lahu bagiNya ٱلدِّينَ l-dīna agama حُنَفَآءَ ḥunafāa ikhlas/lurus وَيُقِيمُوا۟ wayuqīmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُوا۟ wayu'tū dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ ۚ l-zakata zakat وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu دِينُ dīnu agama ٱلْقَيِّمَةِ l-qayimati betul/lurus 5

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus1, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab وَٱلْمُشْرِكِينَ wal-mush'rikīna dan orang-orang musyrik فِى dalam نَارِ nāri neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ ۚ fīhā di dalammnya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمْ hum mereka شَرُّ sharru seburuk-buruk ٱلْبَرِيَّةِ l-bariyati makhluk 6

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمْ hum mereka خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْبَرِيَّةِ l-bariyati makhluk 7

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

جَزَآؤُهُمْ jazāuhum balasan mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawah ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā didalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selamanya رَّضِىَ raḍiya suka/rida/puas ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum terhadap mereka وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka suka/rida/puas عَنْهُ ۚ ʿanhu dari pada-Nya/kepada-Nya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِمَنْ liman bagi orang خَشِىَ khashiya ia takut رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya 8

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ʻAdn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhan-nya.

إِذَا idhā apabila زُلْزِلَتِ zul'zilati digoncangkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi زِلْزَالَهَا zil'zālahā goncangan 1

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat),

وَأَخْرَجَتِ wa-akhrajati dan mengeluarkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi أَثْقَالَهَا athqālahā beban beratnya 2

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مَا apa لَهَا lahā ia 3

dan manusia bertanya, "Mengapa bumi (jadi begini)?",

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu تُحَدِّثُ tuḥaddithu ia menceritakan أَخْبَارَهَا akhbārahā beritanya 4

pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu أَوْحَىٰ awḥā talah mewahyukan/memerintahkan لَهَا lahā padanya 5

karena sesungguhnya Tuhan-mu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَصْدُرُ yaṣduru keluar ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أَشْتَاتًۭا ashtātan bermacam-macam لِّيُرَوْا۟ liyuraw untuk mereka lihat أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal-amal mereka 6

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka1,

فَمَن faman maka barang siapa يَعْمَلْ yaʿmal dia mengerjakan/beramal مِثْقَالَ mith'qāla seberat ذَرَّةٍ dharratin zarrah/atom خَيْرًۭا khayran kebaikan يَرَهُۥ yarahu dia melihatnya 7

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

وَمَن waman dan barang siapa يَعْمَلْ yaʿmal dia mengerjakan/beramal مِثْقَالَ mith'qāla seberat ذَرَّةٍۢ dharratin zarrah/atom شَرًّۭا sharran kejahatan يَرَهُۥ yarahu dia melihatnya 8

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

وَٱلْعَـٰدِيَـٰتِ wal-ʿādiyāti demi yang berlari kencang ضَبْحًۭا ḍabḥan terengah-engah 1

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

فَٱلْمُورِيَـٰتِ fal-mūriyāti lalu yang memercikkan/terbitkan قَدْحًۭا qadḥan api 2

dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

فَٱلْمُغِيرَٰتِ fal-mughīrāti lalu yang menyerang صُبْحًۭا ṣub'ḥan diwaktu subuh/pagi 3

dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

فَأَثَرْنَ fa-atharna lalu ia menerbangkan بِهِۦ bihi dengannya/karenanya نَقْعًۭا naqʿan debu 4

maka ia menerbangkan debu,

فَوَسَطْنَ fawasaṭna maka ia menyerbu ketengah بِهِۦ bihi dengannya جَمْعًا jamʿan kumpulan 5

dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

إِنَّ inna sungguh ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لِرَبِّهِۦ lirabbihi kepada Tuhannya لَكَنُودٌۭ lakanūdun sangat ingkar/tidak berterima kasih 6

sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhan-nya,

وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia عَلَىٰ ʿalā atas ذَٰلِكَ dhālika yang demikian/itu لَشَهِيدٌۭ lashahīdun benar-benar menyaksikan 7

dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia لِحُبِّ liḥubbi benar-benar cinta ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan (harta) لَشَدِيدٌ lashadīdun sungguh sangat 8

dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta1.

۞ أَفَلَا afalā maka apakah tidak يَعْلَمُ yaʿlamu dia mengetahui إِذَا idhā apabila بُعْثِرَ buʿ'thira dibangkitkan مَا apa فِى dalam ٱلْقُبُورِ l-qubūri kubur 9

Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

وَحُصِّلَ waḥuṣṣila dan dilahirkan مَا apa فِى dalam ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada 10

dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِهِمْ bihim pada mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لَّخَبِيرٌۢ lakhabīrun benar-benar Maha Mengetahui 11

sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

ٱلْقَارِعَةُ al-qāriʿatu hari kiamat 1

Hari kiamat,

مَا apakah ٱلْقَارِعَةُ l-qāriʿatu hari kiamat 2

apakah hari kiamat itu?

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa ٱلْقَارِعَةُ l-qāriʿatu hari kiamat 3

Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

يَوْمَ yawma hari يَكُونُ yakūnu adalah ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia كَٱلْفَرَاشِ kal-farāshi seperti anai-anai ٱلْمَبْثُوثِ l-mabthūthi bertebaran 4

Pada hari itu manusia adalah seperti kupu-kupu yang bertebaran,

وَتَكُونُ watakūnu dan adalah ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung كَٱلْعِهْنِ kal-ʿih'ni seperti bulu ٱلْمَنفُوشِ l-manfūshi dihambur-hamburkan 5

dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَن man siapa/orang ثَقُلَتْ thaqulat berat مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya 6

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

فَهُوَ fahuwa maka dia فِى dalam عِيشَةٍۢ ʿīshatin kehidupan رَّاضِيَةٍۢ rāḍiyatin memuaskan 7

maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man orang خَفَّتْ khaffat ringan مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya 8

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

فَأُمُّهُۥ fa-ummuhu maka tempat kembalinya هَاوِيَةٌۭ hāwiyatun jurang yang dalam/neraka Hawiyah 9

maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyah.

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا apa هِيَهْ hiyah itu 10

Tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu?

نَارٌ nārun api حَامِيَةٌۢ ḥāmiyatun sangat panas 11

(Yaitu) api yang sangat panas.

أَلْهَىٰكُمُ alhākumu telah melalaikan kamu ٱلتَّكَاثُرُ l-takāthuru berbanyak-banyak/bermegah-megah 1

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu1,

حَتَّىٰ ḥattā hingga زُرْتُمُ zur'tumu kamu melewati/masuk ٱلْمَقَابِرَ l-maqābira kuburan-kuburan 2

sampai kamu masuk ke dalam kubur.

كَلَّا kallā sekali-kali tidak سَوْفَ sawfa kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 3

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

ثُمَّ thumma kemudian كَلَّا kallā sekali-kali tidak سَوْفَ sawfa kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 4

dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.