Tilawahku
Masuk
۞

Juz 10

Al-Anfal (41-75), At-Tawbah (1-92)

۞ وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّمَا annamā sesungguhnya غَنِمْتُم ghanim'tum kamu rampas مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu/apa saja فَأَنَّ fa-anna maka sesungguhnya لِلَّهِ lillahi bagi/untuk Allah خُمُسَهُۥ khumusahu seperlimanya وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan untuk Rasul وَلِذِى walidhī dan untuk yang dimiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat dekat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱبْنِ wa-ib'ni dan Ibnu ٱلسَّبِيلِ l-sabīli Sabil إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah ءَامَنتُم āmantum kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan kepada apa أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan عَلَىٰ ʿalā atas عَبْدِنَا ʿabdinā hamba Kami يَوْمَ yawma pada hari ٱلْفُرْقَانِ l-fur'qāni Furqan (pemisah) يَوْمَ yawma pada hari ٱلْتَقَى l-taqā pertemuan ٱلْجَمْعَانِ ۗ l-jamʿāni dua pasukan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 41

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang1, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnus sabīl2, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa3 yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqān4, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

إِذْ idh ketika أَنتُم antum kamu بِٱلْعُدْوَةِ bil-ʿud'wati dipinggir lembah ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia/dekat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْعُدْوَةِ bil-ʿud'wati dipinggir lembah ٱلْقُصْوَىٰ l-quṣ'wā yang jauh وَٱلرَّكْبُ wal-rakbu dan/sedang kafilah أَسْفَلَ asfala lebih rendah مِنكُمْ ۚ minkum dari kamu وَلَوْ walaw dan sekiranya تَوَاعَدتُّمْ tawāʿadttum kamu saling mengadakan persetujuan لَٱخْتَلَفْتُمْ la-ikh'talaftum pasti kamu berselisih فِى dalam ٱلْمِيعَـٰدِ ۙ l-mīʿādi perjanjian itu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لِّيَقْضِىَ liyaqḍiya karena hendak menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَمْرًۭا amran suatu urusan كَانَ kāna adalah ia مَفْعُولًۭا mafʿūlan dilaksanakan لِّيَهْلِكَ liyahlika agar binasalah مَنْ man orang هَلَكَ halaka binasa عَنۢ ʿan dari/dengan بَيِّنَةٍۢ bayyinatin keterangan nyata وَيَحْيَىٰ wayaḥyā dan hiduplah مَنْ man orang حَىَّ ḥayya hidup عَنۢ ʿan dari/dengan بَيِّنَةٍۢ ۗ bayyinatin keterangan nyata وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَسَمِيعٌ lasamīʿun sungguh Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 42

(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh, sedang kafilah itu berada di bawah kamu1. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan2, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)3. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

إِذْ idh ketika يُرِيكَهُمُ yurīkahumu menampakkan mereka kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى di dalam مَنَامِكَ manāmika mimpimu قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit وَلَوْ walaw dan sekiranya أَرَىٰكَهُمْ arākahum (Allah) menampakkan mereka kepadamu كَثِيرًۭا kathīran banyak لَّفَشِلْتُمْ lafashil'tum pasti kamu menjadi gentar وَلَتَنَـٰزَعْتُمْ walatanāzaʿtum dan pasti kamu berbantah-bantahan فِى dalam ٱلْأَمْرِ l-amri urusan وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah سَلَّمَ ۗ sallama telah menyelamatkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan segala isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati 43

(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

وَإِذْ wa-idh dan ketika يُرِيكُمُوهُمْ yurīkumūhum (Allah) menampakkan mereka kepadamu إِذِ idhi ketika ٱلْتَقَيْتُمْ l-taqaytum perjumpaanmu فِىٓ dalam أَعْيُنِكُمْ aʿyunikum penglihatan matamu قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَيُقَلِّلُكُمْ wayuqallilukum dan Dia menjadikan kamu sedikit فِىٓ dalam أَعْيُنِهِمْ aʿyunihim penglihatan mereka لِيَقْضِىَ liyaqḍiya karena hendak menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَمْرًۭا amran suatu urusan كَانَ kāna adalah ia مَفْعُولًۭا ۗ mafʿūlan dilaksanakan وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan 44

Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila لَقِيتُمْ laqītum kamu bertemu فِئَةًۭ fi-atan pasukan/golongan فَٱثْبُتُوا۟ fa-uth'butū maka berteguh hatilah kamu وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran sebanyak-banyaknya لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung 45

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya1 agar kamu beruntung.

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَلَا walā dan janganlah تَنَـٰزَعُوا۟ tanāzaʿū kamu berbantah-bantahan فَتَفْشَلُوا۟ fatafshalū maka kamu menjadi gentar وَتَذْهَبَ watadhhaba dan hilang رِيحُكُمْ ۖ rīḥukum kekuatanmu وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ wa-iṣ'birū dan bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 46

Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang خَرَجُوا۟ kharajū (mereka) keluar مِن min dari دِيَـٰرِهِم diyārihim rumah-rumah mereka بَطَرًۭا baṭaran rasa angkuh وَرِئَآءَ wariāa dan riya ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi 47

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika زَيَّنَ zayyana menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum pekerjaan mereka وَقَالَ waqāla dan ia berkata لَا tidak ada غَالِبَ ghāliba menang لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari مِنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya saya جَارٌۭ jārun pelindung لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَلَمَّا falammā maka tatkala تَرَآءَتِ tarāati saling melihat ٱلْفِئَتَانِ l-fi-atāni kedua pasukan نَكَصَ nakaṣa ia berbalik عَلَىٰ ʿalā atas عَقِبَيْهِ ʿaqibayhi tumitnya/kebelakang وَقَالَ waqāla dan ia berkata إِنِّى innī sesungguhnya saya بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّنكُمْ minkum daripada kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya saya أَرَىٰ arā saya melihat مَا apa لَا tidak تَرَوْنَ tarawna kamu lihat إِنِّىٓ innī sesungguhnya saya أَخَافُ akhāfu saya takut ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan 48

Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, "Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

إِذْ idh ketika يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang فِى di dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌ maraḍun penyakit غَرَّ gharra menipu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini دِينُهُمْ ۗ dīnuhum agama mereka وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَكَّلْ yatawakkal bertawakkal عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 49

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya". (Allah berfirman), "Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

وَلَوْ walaw dan kalau تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika يَتَوَفَّى yatawaffā mewafatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۙ kafarū kafir/ingkar ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu para Malaikat يَضْرِبُونَ yaḍribūna mereka memukul وُجُوهَهُمْ wujūhahum muka mereka وَأَدْبَـٰرَهُمْ wa-adbārahum dan belakang mereka وَذُوقُوا۟ wadhūqū dan rasakanlah olehmu عَذَابَ ʿadhāba siksaan ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi membakar 50

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/disebabkan قَدَّمَتْ qaddamat memperbuat أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tangan kamu sendiri وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَيْسَ laysa tidak/bukan بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin dengan aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi kepada hamba 51

Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya,

كَدَأْبِ kadabi serupa dengan keadaan ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ ۙ fir'ʿawna Fir'aun وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka mengambil/menyiksa mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِذُنُوبِهِمْ ۗ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَوِىٌّۭ qawiyyun Maha Kuat شَدِيدُ shadīdu amat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan 52

(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firʻawn dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna dengan/karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَمْ lam tidak akan يَكُ yaku ada مُغَيِّرًۭا mughayyiran perubahan نِّعْمَةً niʿ'matan suatu nikmat أَنْعَمَهَا anʿamahā Dia anugerahkannya عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمٍ qawmin kaum حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُغَيِّرُوا۟ yughayyirū mereka merubah مَا apa yang بِأَنفُسِهِمْ ۙ bi-anfusihim pada diri mereka sendiri وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 53

Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum1, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

كَدَأْبِ kadabi serupa dengan keadaan ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ ۙ fir'ʿawna Fir'aun وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka فَأَهْلَكْنَـٰهُم fa-ahlaknāhum maka Kami binasakan mereka بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَأَغْرَقْنَآ wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ءَالَ āla keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ ۚ fir'ʿawna Fir'aun وَكُلٌّۭ wakullun dan semuanya كَانُوا۟ kānū adalah mereka ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim 54

(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firʻawn dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhan-nya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Firʻawn dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.

إِنَّ inna sesungguhnya شَرَّ sharra seburuk-buruk ٱلدَّوَآبِّ l-dawābi binatang melata عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman 55

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتَّ ʿāhadtta kamu telah mengambil perjanjian مِنْهُمْ min'hum dari mereka ثُمَّ thumma kemudian يَنقُضُونَ yanquḍūna mereka merusak/mengkhianati عَهْدَهُمْ ʿahdahum janji mereka فِى pada كُلِّ kulli setiap مَرَّةٍۢ marratin kali وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يَتَّقُونَ yattaqūna takut 56

(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).

فَإِمَّا fa-immā maka jika تَثْقَفَنَّهُمْ tathqafannahum kamu menemui mereka فِى dalam ٱلْحَرْبِ l-ḥarbi peperangan فَشَرِّدْ fasharrid maka cerai-beraikanlah بِهِم bihim dengan mereka مَّنْ man orang خَلْفَهُمْ khalfahum dibelakang mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran 57

Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.

وَإِمَّا wa-immā dan jika تَخَافَنَّ takhāfanna kamu sungguh takut مِن min dari قَوْمٍ qawmin kaum/golongan خِيَانَةًۭ khiyānatan pengkhianatan فَٱنۢبِذْ fa-inbidh maka lemparkan/kembalikan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka عَلَىٰ ʿalā atas سَوَآءٍ ۚ sawāin yang sama jujur إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْخَآئِنِينَ l-khāinīna orang-orang yang berkhianat 58

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

وَلَا walā dan janganlah يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar سَبَقُوٓا۟ ۚ sabaqū mereka terlepas/lolos إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَا tidak يُعْجِزُونَ yuʿ'jizūna dapat melemahkan 59

Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).

وَأَعِدُّوا۟ wa-aʿiddū dan siapkanlah لَهُم lahum untuk mereka مَّا apa ٱسْتَطَعْتُم is'taṭaʿtum kamu sanggupi مِّن min dari قُوَّةٍۢ quwwatin kekuatan وَمِن wamin dan dari رِّبَاطِ ribāṭi ditambat ٱلْخَيْلِ l-khayli kuda تُرْهِبُونَ tur'hibūna kamu menakutkan/menggetarkan بِهِۦ bihi dengannya عَدُوَّ ʿaduwwa musuh ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَدُوَّكُمْ waʿaduwwakum dan musuh kalian وَءَاخَرِينَ waākharīna dan orang-orang lain مِن min dari دُونِهِمْ dūnihim selain mereka لَا tidak تَعْلَمُونَهُمُ taʿlamūnahumu kamu mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah يَعْلَمُهُمْ ۚ yaʿlamuhum mengetahui mereka وَمَا wamā dan apa yang تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah يُوَفَّ yuwaffa dicukupkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna dianiaya 60

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

۞ وَإِن wa-in dan jika جَنَحُوا۟ janaḥū mereka condong لِلسَّلْمِ lilssalmi untuk/kepada perdamaian فَٱجْنَحْ fa-ij'naḥ maka hendaklah kamu condong لَهَا lahā kepadanya وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakkallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesunguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 61

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَإِن wa-in dan jika يُرِيدُوٓا۟ yurīdū mereka bermaksud أَن an akan يَخْدَعُوكَ yakhdaʿūka menipu kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya حَسْبَكَ ḥasbaka cukuplah bagimu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَيَّدَكَ ayyadaka memperkuat kamu بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ wabil-mu'minīna dan dengan orang-orang yang beriman 62

Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dia-lah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin,

وَأَلَّفَ wa-allafa dan Dia menjinakkan/mempersatukan بَيْنَ bayna antara قُلُوبِهِمْ ۚ qulūbihim hati mereka لَوْ law walaupun أَنفَقْتَ anfaqta kamu membelanjakan مَا apa فِى di dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya مَّآ tidak dapat أَلَّفْتَ allafta kamu menjinakkan/mempersatukan بَيْنَ bayna antara قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah أَلَّفَ allafa menjinakkan/mempersatukan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 63

dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)1. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi حَسْبُكَ ḥasbuka cukuplah bagimu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَمَنِ wamani dan orang ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka mengikuti kamu مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin/beriman 64

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi حَرِّضِ ḥarriḍi kobarkanlah semangat ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin/beriman عَلَى ʿalā atas/untuk ٱلْقِتَالِ ۚ l-qitāli berperang إِن in jika يَكُن yakun ada مِّنكُمْ minkum diantara kamu عِشْرُونَ ʿish'rūna duapuluh صَـٰبِرُونَ ṣābirūna orang-orang yang sabar يَغْلِبُوا۟ yaghlibū mereka mengalahkan مِا۟ئَتَيْنِ ۚ mi-atayni duaratus وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun ada مِّنكُم minkum diantara kamu مِّا۟ئَةٌۭ mi-atun seratus يَغْلِبُوٓا۟ yaghlibū mereka mengalahkan أَلْفًۭا alfan seribu مِّنَ mina dari pada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan/disebabkan bahwasanya قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti 65

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu dari pada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti1.

ٱلْـَٔـٰنَ al-āna sekarang خَفَّفَ khaffafa telah meringankan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنكُمْ ʿankum dari kalian وَعَلِمَ waʿalima dan Dia telah mengetahui أَنَّ anna bahwasanya فِيكُمْ fīkum padamu ضَعْفًۭا ۚ ḍaʿfan kelemahan فَإِن fa-in maka jika يَكُن yakun ada مِّنكُم minkum diantara kamu مِّا۟ئَةٌۭ mi-atun seratus صَابِرَةٌۭ ṣābiratun orang yang sabar يَغْلِبُوا۟ yaghlibū mereka mengalahkan مِا۟ئَتَيْنِ ۚ mi-atayni duaratus وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun ada مِّنكُمْ minkum diantara kamu أَلْفٌۭ alfun seribu يَغْلِبُوٓا۟ yaghlibū mereka mengalahkan أَلْفَيْنِ alfayni duaribu بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 66

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

مَا tidak كَانَ kāna ada لِنَبِىٍّ linabiyyin bagi seorang Nabi أَن an bahwa يَكُونَ yakūna dia adalah لَهُۥٓ lahu baginya أَسْرَىٰ asrā tawanan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُثْخِنَ yuth'khina ia memecah belah/melumpuhkan فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki عَرَضَ ʿaraḍa harta benda ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْـَٔاخِرَةَ ۗ l-ākhirata akhirat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 67

Tidak patut bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

لَّوْلَا lawlā kalau sekiranya tidak ada كِتَـٰبٌۭ kitābun ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah سَبَقَ sabaqa terdahulu لَمَسَّكُمْ lamassakum niscaya menimpa kamu فِيمَآ fīmā dalam/disebabkan apa أَخَذْتُمْ akhadhtum kamu telah mengambil عَذَابٌ ʿadhābun siksaan عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 68

Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.

فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِمَّا mimmā dari apa/sebagian غَنِمْتُمْ ghanim'tum kamu telah mengambil rampasan perang حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ۚ ṭayyiban yang baik وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 69

Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi قُل qul katakanlah لِّمَن liman kepada orang فِىٓ dalam أَيْدِيكُم aydīkum tanganmu مِّنَ mina dari ٱلْأَسْرَىٰٓ l-asrā tawanan إِن in jika يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى dalam قُلُوبِكُمْ qulūbikum hati kamu خَيْرًۭا khayran kebaikan يُؤْتِكُمْ yu'tikum Dia akan memberikan kepadamu خَيْرًۭا khayran kebaikan/lebih baik مِّمَّآ mimmā dari apa أُخِذَ ukhidha telah diambil مِنكُمْ minkum dari kamu وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia akan mengampuni لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 70

Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, "Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu, dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَإِن wa-in jika يُرِيدُوا۟ yurīdū mereka menghendaki خِيَانَتَكَ khiyānataka berkhianat kepadamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya خَانُوا۟ khānū mereka berkhianat ٱللَّهَ l-laha Allah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum فَأَمْكَنَ fa-amkana maka/lalu Dia memungkinkan/menjadikan مِنْهُمْ ۗ min'hum dari/terhadap mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 71

Akan tetapi, jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka فِى di/pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاوَوا۟ āwaw memberikan perlindungan وَّنَصَرُوٓا۟ wanaṣarū dan mereka memberi pertolongan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu menjadi pelindung بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَمْ walam dan tidak/belum يُهَاجِرُوا۟ yuhājirū mereka berhijrah مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari وَلَـٰيَتِهِم walāyatihim memberi pertolongan mereka مِّن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُهَاجِرُوا۟ ۚ yuhājirū mereka berhijrah وَإِنِ wa-ini dan jika ٱسْتَنصَرُوكُمْ is'tanṣarūkum mereka minta pertolongan padamu فِى dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama فَعَلَيْكُمُ faʿalaykumu maka wajib atasmu ٱلنَّصْرُ l-naṣru memberi pertolongan إِلَّا illā kecuali عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمٍۭ qawmin kaum بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَبَيْنَهُم wabaynahum dan antara mereka مِّيثَـٰقٌۭ ۗ mīthāqun perjanjian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/kepada apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 72

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi1. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu menjadi pelindung بَعْضٍ ۚ baʿḍin sebagian yang lain إِلَّا illā kecuali تَفْعَلُوهُ tafʿalūhu kamu melaksanakannya تَكُن takun adalah/terjadi فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَفَسَادٌۭ wafasādun dan kerusakan كَبِيرٌۭ kabīrun yang besar 73

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu1, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاوَوا۟ āwaw memberi tempat kediaman/perlindungan وَّنَصَرُوٓا۟ wanaṣarū dan mereka memberi pertolongan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman حَقًّۭا ۚ ḥaqqan benar لَّهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia 74

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنۢ min dari بَعْدُ baʿdu sesudah itu وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad مَعَكُمْ maʿakum bersamamu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مِنكُمْ ۚ minkum dari kamu وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan orang mempunyai ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi hubungan kerabat بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلَىٰ awlā lebih utama بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian yang lain فِى di dalam كِتَـٰبِ kitābi Kitab ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui 75

Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat)1 di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

بَرَآءَةٌۭ barāatun pemutusan perhubungan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦٓ warasūlihi dan RasulNya إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتُّم ʿāhadttum kamu telah mengadakan janji مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik 1

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

فَسِيحُوا۟ fasīḥū maka berjalanlah kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi (muka) bumi أَرْبَعَةَ arbaʿata empat أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu غَيْرُ ghayru tidak/bukan مُعْجِزِى muʿ'jizī melemahkan ٱللَّهِ ۙ l-lahi Allah وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْزِى mukh'zī menghinakan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 2

Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir1.

وَأَذَٰنٌۭ wa-adhānun dan suatu permakluman مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦٓ warasūlihi dan RasulNya إِلَى ilā kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia يَوْمَ yawma pada hari ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji ٱلْأَكْبَرِ l-akbari besar أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ l-mush'rikīna orang-orang musyrik وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan RasulNya فَإِن fa-in maka jika تُبْتُمْ tub'tum kamu bertaubat فَهُوَ fahuwa maka itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّكُمْ annakum bahwa sesungguhnya kamu غَيْرُ ghayru tidak/bukan مُعْجِزِى muʿ'jizī melemahkan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَبَشِّرِ wabashiri dan beritakanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksa/azab أَلِيمٍ alīmin pedih 3

Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar1, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertobat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتُّم ʿāhadttum kamu telah mengadakan janji مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَنقُصُوكُمْ yanquṣūkum mereka mengurangi kamu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَمْ walam dan tidak يُظَـٰهِرُوا۟ yuẓāhirū mereka membantu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَحَدًۭا aḥadan seseorang فَأَتِمُّوٓا۟ fa-atimmū maka sempurnakan/penuhilah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada/terhadap mereka عَهْدَهُمْ ʿahdahum janji mereka إِلَىٰ ilā sampai مُدَّتِهِمْ ۚ muddatihim batas waktu mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 4

kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya1. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱنسَلَخَ insalakha telah habis ٱلْأَشْهُرُ l-ashhuru bulan-bulan ٱلْحُرُمُ l-ḥurumu Haram فَٱقْتُلُوا۟ fa-uq'tulū maka bunuhlah ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik حَيْثُ ḥaythu dimana saja وَجَدتُّمُوهُمْ wajadttumūhum kamu dapati/jumpai mereka وَخُذُوهُمْ wakhudhūhum dan tangkaplah mereka وَٱحْصُرُوهُمْ wa-uḥ'ṣurūhum dan kepunglah mereka وَٱقْعُدُوا۟ wa-uq'ʿudū dan duduk/intailah لَهُمْ lahum bagi mereka كُلَّ kulla tiap-tiap مَرْصَدٍۢ ۚ marṣadin tempat pengintaian فَإِن fa-in maka jika تَابُوا۟ tābū bertaubat وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat فَخَلُّوا۟ fakhallū maka berilah kebebasan سَبِيلَهُمْ ۚ sabīlahum jalan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 5

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu1, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertobat, dan mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan2. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

وَإِنْ wa-in dan jika أَحَدٌۭ aḥadun seseorang مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik ٱسْتَجَارَكَ is'tajāraka minta perlindunganmu فَأَجِرْهُ fa-ajir'hu maka lindungilah ia حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَسْمَعَ yasmaʿa dia mendengar كَلَـٰمَ kalāma firman ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian أَبْلِغْهُ abligh'hu sampaikan/antarkan dia مَأْمَنَهُۥ ۚ mamanahu tempat yang aman baginya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui 6

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

كَيْفَ kayfa bagaimana يَكُونُ yakūnu ada/jadi لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik عَهْدٌ ʿahdun perjanjian عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعِندَ waʿinda dan disisi رَسُولِهِۦٓ rasūlihi RasulNya إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتُّمْ ʿāhadttum kamu telah mengadakan perjanjian عِندَ ʿinda disisi ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram فَمَا famā maka selama ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka berlaku lurus لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱسْتَقِيمُوا۟ fa-is'taqīmū maka berlaku luruslah kamu لَهُمْ ۚ lahum terhadap mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 7

Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin? kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram?1 Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

كَيْفَ kayfa bagaimana وَإِن wa-in dan jika يَظْهَرُوا۟ yaẓharū mereka menampakkan/mengalahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَا tidak يَرْقُبُوا۟ yarqubū mereka memelihara فِيكُمْ fīkum terhadap kamu إِلًّۭا illan kerabat وَلَا walā dan tidak ذِمَّةًۭ ۚ dhimmatan perjanjian يُرْضُونَكُم yur'ḍūnakum mereka menyenangkan kamu بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka وَتَأْبَىٰ watabā dan menolak/enggan قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik 8

Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

ٱشْتَرَوْا۟ ish'taraw mereka membeli/menukar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا qalīlan sedikit فَصَدُّوا۟ faṣaddū maka/lalu mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦٓ ۚ sabīlihi jalanNya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 9

Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

لَا tidak يَرْقُبُونَ yarqubūna mereka memelihara فِى di/terhadap مُؤْمِنٍ mu'minin orang-orang mukmin إِلًّۭا illan kerabat وَلَا walā dan tidak ذِمَّةًۭ ۚ dhimmatan perjanjian وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُعْتَدُونَ l-muʿ'tadūna orang-orang yang melampaui batas 10

Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

فَإِن fa-in maka jika تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat فَإِخْوَٰنُكُمْ fa-ikh'wānukum maka saudara-saudaramu فِى di dalam ٱلدِّينِ ۗ l-dīni agama وَنُفَصِّلُ wanufaṣṣilu dan Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 11

Jika mereka bertobat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

وَإِن wa-in dan jika نَّكَثُوٓا۟ nakathū mereka merusak أَيْمَـٰنَهُم aymānahum sumpah/janji mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah عَهْدِهِمْ ʿahdihim janji mereka وَطَعَنُوا۟ waṭaʿanū dan mereka mencerca فِى didalam دِينِكُمْ dīnikum agamamu فَقَـٰتِلُوٓا۟ faqātilū maka perangilah أَئِمَّةَ a-immata pemimpin-pemimpin ٱلْكُفْرِ ۙ l-kuf'ri kafir إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَآ tidak ada أَيْمَـٰنَ aymāna sumpah لَهُمْ lahum bagi mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَنتَهُونَ yantahūna mereka berhenti 12

Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.

أَلَا alā mengapa tidak تُقَـٰتِلُونَ tuqātilūna kamu memerangi قَوْمًۭا qawman kaum نَّكَثُوٓا۟ nakathū mereka merusak أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah/janji mereka وَهَمُّوا۟ wahammū dan mereka ingin sekali بِإِخْرَاجِ bi-ikh'rāji dengan mengusir ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul وَهُم wahum dan mereka بَدَءُوكُمْ badaūkum memulai (memerangi) kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍ ۚ marratin kali أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ atakhshawnahum apakah kamu takut kepada mereka فَٱللَّهُ fal-lahu maka/padahal Allah أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa تَخْشَوْهُ takhshawhu kamu takutiNya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 13

Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya)? Padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu. Mengapakah kamu takut kepada mereka? Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

قَـٰتِلُوهُمْ qātilūhum perangilah mereka يُعَذِّبْهُمُ yuʿadhib'humu akan mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَيْدِيكُمْ bi-aydīkum dengan tangan-tanganmu وَيُخْزِهِمْ wayukh'zihim dan Dia akan menghinakan mereka وَيَنصُرْكُمْ wayanṣur'kum dan Dia akan menolong kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَيَشْفِ wayashfi dan Dia akan mengobati/melegakan صُدُورَ ṣudūra dada/hati قَوْمٍۢ qawmin kaum مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 14

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

وَيُذْهِبْ wayudh'hib dan Dia menghilangkan غَيْظَ ghayẓa kemarahan/panas قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka وَيَتُوبُ wayatūbu dan menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 15

dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

أَمْ am apakah حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu menyangka أَن an bahwa تُتْرَكُوا۟ tut'rakū kamu akan dibiarkan وَلَمَّا walammā dan/sedang belum يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjihad مِنكُمْ minkum diantara kamu وَلَمْ walam dan tidak يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil مِن min dari دُونِ dūni sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak رَسُولِهِۦ rasūlihi RasulNya وَلَا walā dan tidak ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman وَلِيجَةًۭ ۚ walījatan teman yang setia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 16

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

مَا tidak كَانَ kāna ada/patut لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik أَن an bahwa يَعْمُرُوا۟ yaʿmurū mereka memakmurkan مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid ٱللَّهِ l-lahi Allah شَـٰهِدِينَ shāhidīna mereka mengakui عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka sendiri بِٱلْكُفْرِ ۚ bil-kuf'ri dengan kafir أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum pekerjaan/amal mereka وَفِى wafī dan didalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka هُمْ hum mereka خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal 17

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَعْمُرُ yaʿmuru memakmurkan مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid ٱللَّهِ l-lahi Allah مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَأَقَامَ wa-aqāma dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَى waātā dan menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَلَمْ walam dan tidak يَخْشَ yakhsha takut إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mudah-mudahan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَن an bahwa يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah مِنَ mina dari ٱلْمُهْتَدِينَ l-muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk 18

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

۞ أَجَعَلْتُمْ ajaʿaltum apakah kamu menjadikan سِقَايَةَ siqāyata pemberi minum ٱلْحَآجِّ l-ḥāji orang-orang yang mengerjakan haji وَعِمَارَةَ waʿimārata dan pengurus ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram كَمَنْ kaman seperti orang ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَجَـٰهَدَ wajāhada dan berjihad فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah لَا tidak يَسْتَوُۥنَ yastawūna tidak sama عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 19

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim1.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka أَعْظَمُ aʿẓamu lebih besar/tinggi دَرَجَةً darajatan derajat عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang beruntung 20

Orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

يُبَشِّرُهُمْ yubashiruhum menggembirakan mereka رَبُّهُم rabbuhum Tuhan mereka بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنْهُ min'hu daripadaNya وَرِضْوَٰنٍۢ wariḍ'wānin dan keridhaan وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan surga لَّهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya نَعِيمٌۭ naʿīmun kesenangan مُّقِيمٌ muqīmun yang kekal 21

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā didalamnya أَبَدًا ۚ abadan selama-lamanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥٓ ʿindahu disisiNya أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 22

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan ءَابَآءَكُمْ ābāakum bapak-bapakmu وَإِخْوَٰنَكُمْ wa-ikh'wānakum dan saudara-saudaramu أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin إِنِ ini jika ٱسْتَحَبُّوا۟ is'taḥabbū mereka menginginkan/menyukai ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran عَلَى ʿalā atas ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ l-īmāni keimanan وَمَن waman dan siapa يَتَوَلَّهُم yatawallahum menjadikan mereka pemimpin مِّنكُمْ minkum diantara kamu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 23

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu, pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

قُلْ qul katakanlah إِن in jika كَانَ kāna ada ءَابَآؤُكُمْ ābāukum bapak-bapakmu وَأَبْنَآؤُكُمْ wa-abnāukum dan anak-anakmu وَإِخْوَٰنُكُمْ wa-ikh'wānukum dan saudara-saudaramu وَأَزْوَٰجُكُمْ wa-azwājukum dan isteri-isterimu وَعَشِيرَتُكُمْ waʿashīratukum dan kaum keluargamu وَأَمْوَٰلٌ wa-amwālun dan harta kekayaan ٱقْتَرَفْتُمُوهَا iq'taraftumūhā kamu usahakannya وَتِجَـٰرَةٌۭ watijāratun dan perniagaan تَخْشَوْنَ takhshawna kamu takut/khawatir كَسَادَهَا kasādahā kerugiannya وَمَسَـٰكِنُ wamasākinu dan rumah-rumah tempat tinggal تَرْضَوْنَهَآ tarḍawnahā kamu senanginya أَحَبَّ aḥabba lebih mencintai إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya وَجِهَادٍۢ wajihādin dan berjihad فِى pada سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalanNya فَتَرَبَّصُوا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِىَ yatiya mendatangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَمْرِهِۦ ۗ bi-amrihi keputusanNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik 24

Katakanlah, "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

لَقَدْ laqad sesungguhnya نَصَرَكُمُ naṣarakumu telah menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى di مَوَاطِنَ mawāṭina medan perang كَثِيرَةٍۢ ۙ kathīratin banyak وَيَوْمَ wayawma dan hari حُنَيْنٍ ۙ ḥunaynin (peperangan) Hunain إِذْ idh ketika أَعْجَبَتْكُمْ aʿjabatkum menakjubkan kamu كَثْرَتُكُمْ kathratukum banyaknya kamu فَلَمْ falam maka tidak تُغْنِ tugh'ni mencukupi/memberi manfaat عَنكُمْ ʿankum dari kalian شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَضَاقَتْ waḍāqat dan terasa sempit عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi بِمَا bimā dengan apa رَحُبَتْ raḥubat yang luas ثُمَّ thumma kemudian وَلَّيْتُم wallaytum kamu berpaling مُّدْبِرِينَ mud'birīna orang-orang yang lari ke belakang 25

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan ῌunayn, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.

ثُمَّ thumma kemudian أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenanganNya عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi RasulNya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan جُنُودًۭا junūdan bala tentara لَّمْ lam tidak تَرَوْهَا tarawhā kamu melihatnya وَعَذَّبَ waʿadhaba dan Dia mengazab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu جَزَآءُ jazāu pembalasan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 26

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

ثُمَّ thumma kemudian يَتُوبُ yatūbu menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu عَلَىٰ ʿalā atas/dari مَن man orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 27

Sesudah itu, Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik نَجَسٌۭ najasun najis فَلَا falā maka janganlah يَقْرَبُوا۟ yaqrabū mereka mendekati ٱلْمَسْجِدَ l-masjida Masjidil ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma Haram بَعْدَ baʿda sesudah عَامِهِمْ ʿāmihim tahun mereka هَـٰذَا ۚ hādhā ini وَإِنْ wa-in dan jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut/khawatir عَيْلَةًۭ ʿaylatan menjadi miskin فَسَوْفَ fasawfa maka nanti يُغْنِيكُمُ yugh'nīkumu memberi kekayaan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦٓ faḍlihi karunianya إِن in jika شَآءَ ۚ shāa Dia menghendaki إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 28

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis1, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram2 sesudah tahun ini3. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin4, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

قَـٰتِلُوا۟ qātilū perangilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَلَا walā dan tidak بِٱلْيَوْمِ bil-yawmi dengan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَلَا walā dan tidak يُحَرِّمُونَ yuḥarrimūna mereka mengharamkan مَا apa حَرَّمَ ḥarrama telah diharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya وَلَا walā dan tidak يَدِينُونَ yadīnūna mereka beragama دِينَ dīna agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar/hak مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُعْطُوا۟ yuʿ'ṭū mereka memberi/membayar ٱلْجِزْيَةَ l-jiz'yata upeti عَن ʿan dari يَدٍۢ yadin tangan/dengan patuh وَهُمْ wahum dan mereka صَـٰغِرُونَ ṣāghirūna orang-orang yang kecil/tunduk 29

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Alkitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah1 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi عُزَيْرٌ ʿuzayrun Uzair ٱبْنُ ub'nu putera ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلنَّصَـٰرَى l-naṣārā orang-orang Nasrani ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih ٱبْنُ ub'nu putera ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu قَوْلُهُم qawluhum ucapan mereka بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ bi-afwāhihim dengan mulut mereka يُضَـٰهِـُٔونَ yuḍāhiūna mereka meniru قَوْلَ qawla perkataan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum قَـٰتَلَهُمُ qātalahumu membunuh/membinasakan mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah أَنَّىٰ annā bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan 30

Orang-orang Yahudi berkata, "Uzayr itu putra Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan أَحْبَارَهُمْ aḥbārahum ulama-ulama mereka وَرُهْبَـٰنَهُمْ waruh'bānahum dan rahib-rahib mereka أَرْبَابًۭا arbāban sebagai Tuhan مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَسِيحَ wal-masīḥa dan Al Masih ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam وَمَآ wamā dan tidak أُمِرُوٓا۟ umirū (mereka) diperintahkan إِلَّا illā melainkan لِيَعْبُدُوٓا۟ liyaʿbudū untuk mereka menyembah إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan وَٰحِدًۭا ۖ wāḥidan yang Esa لَّآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā selain هُوَ ۚ huwa Dia سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 31

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah1 dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

يُرِيدُونَ yurīdūna mereka berkehendak أَن an bahwa/untuk يُطْفِـُٔوا۟ yuṭ'fiū memadamkan نُورَ nūra cahaya ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka وَيَأْبَى wayabā dan enggan/tidak menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّآ illā selain أَن an bahwa يُتِمَّ yutimma menyempurnakan نُورَهُۥ nūrahu cahayaNya وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir 32

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengutus رَسُولَهُۥ rasūlahu RasulNya بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَدِينِ wadīni dan agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar لِيُظْهِرَهُۥ liyuẓ'hirahu untuk memenangkannya عَلَى ʿalā atas ٱلدِّينِ l-dīni agama كُلِّهِۦ kullihi seluruhnya وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik 33

Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur`ān) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan/sebagian besar مِّنَ mina dari ٱلْأَحْبَارِ l-aḥbāri ulama-ulama (Yahudi) وَٱلرُّهْبَانِ wal-ruh'bāni dan rahib-rahib لَيَأْكُلُونَ layakulūna sungguh mereka memakan أَمْوَٰلَ amwāla harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan batil وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَكْنِزُونَ yaknizūna (mereka) menyembunyikan ٱلذَّهَبَ l-dhahaba emas وَٱلْفِضَّةَ wal-fiḍata dan perak وَلَا walā dan tidak يُنفِقُونَهَا yunfiqūnahā mereka menafkahkannya فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beritakan kepada mereka بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksaan أَلِيمٍۢ alīmin yang pedih 34

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

يَوْمَ yawma pada hari يُحْمَىٰ yuḥ'mā dipanaskan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya فِى didalam نَارِ nāri neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam فَتُكْوَىٰ fatuk'wā maka/lalu dibakarlah بِهَا bihā dengannya جِبَاهُهُمْ jibāhuhum dahi mereka وَجُنُوبُهُمْ wajunūbuhum dan lambung mereka وَظُهُورُهُمْ ۖ waẓuhūruhum dan punggung mereka هَـٰذَا hādhā inilah مَا apa كَنَزْتُمْ kanaztum kamu simpan لِأَنفُسِكُمْ li-anfusikum untuk dirimu فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah مَا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْنِزُونَ taknizūna kamu simpan 35

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka; (lalu dikatakan) kepada mereka, "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".

إِنَّ inna sesungguhnya عِدَّةَ ʿiddata bilangan ٱلشُّهُورِ l-shuhūri bulan عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱثْنَا ith'nā dua عَشَرَ ʿashara belas شَهْرًۭا shahran bulan فِى didalam كِتَـٰبِ kitābi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah يَوْمَ yawma pada hari خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi مِنْهَآ min'hā diantaranya أَرْبَعَةٌ arbaʿatun empat حُرُمٌۭ ۚ ḥurumun yang dihormati ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلدِّينُ l-dīnu agama ٱلْقَيِّمُ ۚ l-qayimu yang lurus فَلَا falā maka jangan تَظْلِمُوا۟ taẓlimū kamu menganiaya فِيهِنَّ fīhinna didalamnya أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan perangilah ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik كَآفَّةًۭ kāffatan semuanya كَمَا kamā sebagaimana يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu كَآفَّةًۭ ۚ kāffatan semuanya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 36

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram1. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri2 kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلنَّسِىٓءُ l-nasīu mengundur-undurkan زِيَادَةٌۭ ziyādatun menambah فِى dalam ٱلْكُفْرِ ۖ l-kuf'ri kekafiran يُضَلُّ yuḍallu disesatkan بِهِ bihi dengannya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُحِلُّونَهُۥ yuḥillūnahu mereka menghalalkannya عَامًۭا ʿāman suatu tahun وَيُحَرِّمُونَهُۥ wayuḥarrimūnahu dan mereka mengharamkannya عَامًۭا ʿāman tahun yang lain لِّيُوَاطِـُٔوا۟ liyuwāṭiū agar mereka menyesuaikan عِدَّةَ ʿiddata bilangan مَا apa حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَيُحِلُّوا۟ fayuḥillū maka mereka menghalalkan مَا apa حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah زُيِّنَ zuyyina dihiasi لَهُمْ lahum bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk أَعْمَـٰلِهِمْ ۗ aʿmālihim perbuatan mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir 37

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu1 adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَا mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian إِذَا idhā jika قِيلَ qīla dikatakan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱنفِرُوا۟ infirū berangkatlah فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱثَّاقَلْتُمْ ithāqaltum apakah kamu merasa berat إِلَى ilā kepada ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi أَرَضِيتُم araḍītum apakah kamu telah puas بِٱلْحَيَوٰةِ bil-ḥayati dengan kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مِنَ mina daripada ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat فَمَا famā maka tidaklah مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فِى dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat إِلَّا illā kecuali/hanyalah قَلِيلٌ qalīlun sedikit 38

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah", kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

إِلَّا illā jika tidak تَنفِرُوا۟ tanfirū kamu berangkat يُعَذِّبْكُمْ yuʿadhib'kum Dia menyiksamu عَذَابًا ʿadhāban siksaan أَلِيمًۭا alīman pedih وَيَسْتَبْدِلْ wayastabdil dan Dia menggantikan قَوْمًا qawman kaum غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu وَلَا walā dan tidak تَضُرُّوهُ taḍurrūhu kamu memberi mudharat kepadaNya شَيْـًۭٔا ۗ shayan sedikitpun وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 39

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

إِلَّا illā jika tidak تَنصُرُوهُ tanṣurūhu kamu menolongnya فَقَدْ faqad maka sesungguhnya نَصَرَهُ naṣarahu telah menolongnya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِذْ idh ketika أَخْرَجَهُ akhrajahu mengusirnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ثَانِىَ thāniya orang kedua ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua orang إِذْ idh ketika هُمَا humā keduanya فِى didalam ٱلْغَارِ l-ghāri gua إِذْ idh ketika يَقُولُ yaqūlu dia berkata لِصَـٰحِبِهِۦ liṣāḥibihi kepada temannya لَا jangan تَحْزَنْ taḥzan kamu berduka cita إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَنَا ۖ maʿanā beserta kita فَأَنزَلَ fa-anzala maka menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenanganNya عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya وَأَيَّدَهُۥ wa-ayyadahu dan Dia membantunya بِجُنُودٍۢ bijunūdin dengan bala tentara لَّمْ lam tidak تَرَوْهَا tarawhā kamu melihatnya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan كَلِمَةَ kalimata kalimat/seruan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلسُّفْلَىٰ ۗ l-suf'lā rendah وَكَلِمَةُ wakalimatu dan kalimat ٱللَّهِ l-lahi Allah هِىَ hiya itulah ٱلْعُلْيَا ۗ l-ʿul'yā tinggi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 40

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana1.

ٱنفِرُوا۟ infirū berangkatlah kamu خِفَافًۭا khifāfan dalam keadaan ringan وَثِقَالًۭا wathiqālan dan berat وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah بِأَمْوَٰلِكُمْ bi-amwālikum dengan hartamu وَأَنفُسِكُمْ wa-anfusikum dan jiwamu فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 41

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

لَوْ law kalau كَانَ kāna ada عَرَضًۭا ʿaraḍan harta/keuntungan قَرِيبًۭا qarīban dekat/mudah diperoleh وَسَفَرًۭا wasafaran dan perjalanan قَاصِدًۭا qāṣidan sedang/tak berapa jauh لَّٱتَّبَعُوكَ la-ittabaʿūka tentu mereka mengikutimu وَلَـٰكِنۢ walākin dan tetapi بَعُدَتْ baʿudat jauh عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلشُّقَّةُ ۚ l-shuqatu jarak perjalanan yang dituju وَسَيَحْلِفُونَ wasayaḥlifūna dan mereka akan bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah لَوِ lawi kalau ٱسْتَطَعْنَا is'taṭaʿnā kami sanggup لَخَرَجْنَا lakharajnā tentu kami keluar/berangkat مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu يُهْلِكُونَ yuh'likūna mereka membinasakan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui إِنَّهُمْ innahum bahwasanya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh orang-orang yang dusta 42

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu". Mereka membinasakan diri mereka sendiri1 dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

عَفَا ʿafā memaafkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنكَ ʿanka padamu لِمَ lima mengapa أَذِنتَ adhinta memberi izin لَهُمْ lahum kepada kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَتَبَيَّنَ yatabayyana menjadi jelas لَكَ laka bagimu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَدَقُوا۟ ṣadaqū (mereka) benar وَتَعْلَمَ wataʿlama dan kamu mengetahui ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 43

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

لَا tidak يَسْتَـْٔذِنُكَ yastadhinuka minta izin kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat أَن an bahwa/untuk يُجَـٰهِدُوا۟ yujāhidū mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ ۗ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلْمُتَّقِينَ bil-mutaqīna terhadap orang-orang yang bertakwa 44

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَسْتَـْٔذِنُكَ yastadhinuka akan meminta kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَٱرْتَابَتْ wa-ir'tābat dan ragu-ragu قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka فِى didalam رَيْبِهِمْ raybihim keragu-raguan mereka يَتَرَدَّدُونَ yataraddadūna mereka bimbang 45

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.

۞ وَلَوْ walaw dan kalau أَرَادُوا۟ arādū mereka hendak ٱلْخُرُوجَ l-khurūja keluar/berangkat لَأَعَدُّوا۟ la-aʿaddū tentu mereka menyiapkan لَهُۥ lahu baginya عُدَّةًۭ ʿuddatan persiapan وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱنۢبِعَاثَهُمْ inbiʿāthahum keberangkatan mereka فَثَبَّطَهُمْ fathabbaṭahum maka/karena itu Dia menahan mereka وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱقْعُدُوا۟ uq'ʿudū duduklah/tinggallah kamu مَعَ maʿa bersama ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang tinggal/duduk 46

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka dan dikatakan kepada mereka, "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".

لَوْ law kalau خَرَجُوا۟ kharajū mereka keluar/berangkat فِيكُم fīkum bersama-sama kamu مَّا tidaklah زَادُوكُمْ zādūkum mereka menambah kamu إِلَّا illā kecuali/selain خَبَالًۭا khabālan kerusakan وَلَأَوْضَعُوا۟ wala-awḍaʿū dan tentu mereka bergegas maju خِلَـٰلَكُمْ khilālakum sela-selamu يَبْغُونَكُمُ yabghūnakumu mereka menghendaki kamu ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata fitnah/kekacauan وَفِيكُمْ wafīkum dan/sedang diantara kamu سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan لَهُمْ ۗ lahum pada mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim 47

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

لَقَدِ laqadi sesungguhnya ٱبْتَغَوُا۟ ib'taghawū mereka telah mencari-cari ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata fitnah/kekacauan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَقَلَّبُوا۟ waqallabū mereka memutar balikkan لَكَ laka untukmu ٱلْأُمُورَ l-umūra urusan حَتَّىٰ ḥattā sehingga جَآءَ jāa datanglah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَظَهَرَ waẓahara dan menanglah أَمْرُ amru urusan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُمْ wahum dan mereka كَـٰرِهُونَ kārihūna orang-orang yang tidak menyukai 48

Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَقُولُ yaqūlu ia berkata ٱئْذَن i'dhan izinkanlah لِّى untukku وَلَا walā dan janganlah تَفْتِنِّىٓ ۚ taftinnī kamu membuat fitnah kepadaku أَلَا alā ingatlah/ketahuilah فِى dalam ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah سَقَطُوا۟ ۗ saqaṭū mereka terjerumus وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam لَمُحِيطَةٌۢ lamuḥīṭatun sungguh meliputi بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna dengan orang-orang kafir 49

Di antara mereka ada orang yang berkata, "Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah1". Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

إِن in bahwa تُصِبْكَ tuṣib'ka menimpamu/kamu mendapat حَسَنَةٌۭ ḥasanatun suatu kebaikan تَسُؤْهُمْ ۖ tasu'hum menjadikan mereka tidak senang وَإِن wa-in dan jika تُصِبْكَ tuṣib'ka menimpamu/kamu mendapat مُصِيبَةٌۭ muṣībatun suatu bencana/musibah يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata قَدْ qad sesungguhnya أَخَذْنَآ akhadhnā kami telah mengambil أَمْرَنَا amranā urusan/keputusan kami مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَيَتَوَلَّوا۟ wayatawallaw dan mereka berpaling وَّهُمْ wahum dan mereka فَرِحُونَ fariḥūna orang-orang yang gembira 50

Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata, "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)", dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

قُل qul katakanlah لَّن lan tidak akan يُصِيبَنَآ yuṣībanā menimpa kami إِلَّا illā melainkan مَا apa كَتَبَ kataba telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَنَا lanā bagi kami هُوَ huwa Dia مَوْلَىٰنَا ۚ mawlānā pelindung kami وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka/hendaklah bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman 51

Katakanlah, "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dia-lah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".

قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah تَرَبَّصُونَ tarabbaṣūna kamu tunggu-tunggu بِنَآ binā bagi kami إِلَّآ illā kecuali إِحْدَى iḥ'dā salah satu ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ l-ḥus'nayayni dua kebaikan وَنَحْنُ wanaḥnu dan/sedang kami نَتَرَبَّصُ natarabbaṣu kami menunggu-nunggu بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian أَن an bahwa يُصِيبَكُمُ yuṣībakumu menimpa kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِعَذَابٍۢ biʿadhābin dengan azab مِّنْ min dari عِندِهِۦٓ ʿindihi sisiNya أَوْ aw atau بِأَيْدِينَا ۖ bi-aydīnā dengan tangan kami فَتَرَبَّصُوٓا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah إِنَّا innā sesungguhnya kami مَعَكُم maʿakum bersama kamu مُّتَرَبِّصُونَ mutarabbiṣūna orang-orang yang menunggu-nunggu 52

Katakanlah, "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan1. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".

قُلْ qul katakanlah أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkanlah طَوْعًا ṭawʿan dengan sukarela أَوْ aw atau كَرْهًۭا karhan dengan terpaksa لَّن lan tidak يُتَقَبَّلَ yutaqabbala akan diterima ia مِنكُمْ ۖ minkum dari kamu إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik 53

Katakanlah, "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik".

وَمَا wamā dan tidak ada مَنَعَهُمْ manaʿahum menghalangi mereka أَن an bahwa تُقْبَلَ tuq'bala diterima مِنْهُمْ min'hum dari mereka نَفَقَـٰتُهُمْ nafaqātuhum nafkah mereka إِلَّآ illā kecuali أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَبِرَسُولِهِۦ wabirasūlihi dan RasulNya وَلَا walā dan tidak يَأْتُونَ yatūna mereka datang/mengerjakan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat إِلَّا illā melainkan وَهُمْ wahum dan mereka كُسَالَىٰ kusālā malas وَلَا walā dan tidak يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan إِلَّا illā melainkan وَهُمْ wahum dan mereka كَـٰرِهُونَ kārihūna orang-orang yang terpaksa 54

Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya; dan mereka tidak mengerjakan salat, melainkan dengan malas, dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

فَلَا falā maka janganlah تُعْجِبْكَ tuʿ'jib'ka menarik hatimu أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَلَآ walā dan jangan أَوْلَـٰدُهُمْ ۚ awlāduhum anak-anak mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُعَذِّبَهُم liyuʿadhibahum untuk menyiksa mereka بِهَا bihā dengannya فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَتَزْهَقَ watazhaqa dan akan melayang/binasa أَنفُسُهُمْ anfusuhum jiwa/nyawa mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir 55

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

وَيَحْلِفُونَ wayaḥlifūna dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah إِنَّهُمْ innahum bahwa sesungguhnya mereka لَمِنكُمْ laminkum dari kamu وَمَا wamā dan tidak/bukan هُم hum mereka مِّنكُمْ minkum dari kamu وَلَـٰكِنَّهُمْ walākinnahum akan tetapi mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum يَفْرَقُونَ yafraqūna mereka takut 56

Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).

لَوْ law jikalau يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh مَلْجَـًٔا malja-an tempat perlindungan أَوْ aw atau مَغَـٰرَٰتٍ maghārātin gua-gua أَوْ aw atau مُدَّخَلًۭا muddakhalan tempat masuk/lubang-lubang لَّوَلَّوْا۟ lawallaw tentu mereka berpaling/pergi إِلَيْهِ ilayhi kepadanya وَهُمْ wahum dan mereka يَجْمَحُونَ yajmaḥūna mereka lari secepat-cepatnya 57

Jikalau mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَلْمِزُكَ yalmizuka dia mencelamu فِى dalam/tentang ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah-sedekah فَإِنْ fa-in maka jika أُعْطُوا۟ uʿ'ṭū mereka diberi مِنْهَا min'hā daripadanya رَضُوا۟ raḍū mereka bersenang hati وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak يُعْطَوْا۟ yuʿ'ṭaw mereka diberi مِنْهَآ min'hā daripadanya إِذَا idhā tiba-tiba/tatkala هُمْ hum mereka يَسْخَطُونَ yaskhaṭūna mereka menjadi marah 58

Dan di antara mereka, ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat; jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, dengan serta merta mereka menjadi marah.

وَلَوْ walaw dan jikalau أَنَّهُمْ annahum mereka sungguh-sungguh رَضُوا۟ raḍū mereka senang hati مَآ apa ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu diberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah ٱللَّهُ l-lahu Allah سَيُؤْتِينَا sayu'tīnā akan memberi kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan RasulNya إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah رَٰغِبُونَ rāghibūna orang-orang yang berharap 59

Jikalau mereka sungguh-sungguh rida dengan apa yang diberikan Allah dan rasul-Nya kepada mereka, dan berkata, "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلصَّدَقَـٰتُ l-ṣadaqātu sedekah لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi untuk orang-orang fakir وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱلْعَـٰمِلِينَ wal-ʿāmilīna dan 'amil/pengurus عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya (zakat) وَٱلْمُؤَلَّفَةِ wal-mu-alafati dan para muallaf قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَفِى wafī dan didalam/untuk ٱلرِّقَابِ l-riqābi memerdekakan budak وَٱلْغَـٰرِمِينَ wal-ghārimīna dan orang-orang yang berhutang وَفِى wafī dan untuk سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang ٱلسَّبِيلِ ۖ l-sabīli dalam perjalanan فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 60

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana1.

وَمِنْهُمُ wamin'humu dan diantara mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan هُوَ huwa ia (Nabi) أُذُنٌۭ ۚ udhunun apa yang didengarnya قُلْ qul katakanlah أُذُنُ udhunu apa yang didengarnya خَيْرٍۢ khayrin yang baik لَّكُمْ lakum bagi kalian يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَيُؤْمِنُ wayu'minu dan ia mempercayai لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna pada orang-orang mukmin وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan menjadi rahmat لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنكُمْ ۚ minkum diantara kamu وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti رَسُولَ rasūla Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksaan أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih 61

Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti nabi dan mengatakan, "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah, "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah لَكُمْ lakum bagi kalian لِيُرْضُوكُمْ liyur'ḍūkum untuk mencari keridhaanmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan RasulNya أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa يُرْضُوهُ yur'ḍūhu mereka cari keridhaannya إِن in jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 62

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridaanmu, padahal Allah dan rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

أَلَمْ alam tidaklah يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّهُۥ annahu bahwasanya مَن man siapa يُحَادِدِ yuḥādidi menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya فَأَنَّ fa-anna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya نَارَ nāra api/neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam خَـٰلِدًۭا khālidan kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلْخِزْىُ l-khiz'yu kehinaan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar 63

Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barang siapa menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.

يَحْذَرُ yaḥdharu takut ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik أَن an jika تُنَزَّلَ tunazzala diturunkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سُورَةٌۭ sūratun suatu surat تُنَبِّئُهُم tunabbi-uhum ia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan/tentang apa فِى dalam قُلُوبِهِمْ ۚ qulūbihim hati mereka قُلِ quli katakanlah ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ is'tahziū berolok-oloklah kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْرِجٌۭ mukh'rijun mengeluarkan/melahirkan مَّا apa تَحْذَرُونَ taḥdharūna kamu takutkan 64

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُمْ sa-altahum kamu tanyakan kepada mereka لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka berkata/menjawab إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah كُنَّا kunnā kami adalah نَخُوضُ nakhūḍu kami bersenda gurau وَنَلْعَبُ ۚ wanalʿabu dan kami bermain-main قُلْ qul katakanlah أَبِٱللَّهِ abil-lahi apakah dengan Allah وَءَايَـٰتِهِۦ waāyātihi dan ayat-ayatNya وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَهْزِءُونَ tastahziūna kamu berolok-olok 65

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

لَا jangan تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu beralasan قَدْ qad sesungguhnya كَفَرْتُم kafartum kamu telah kafir بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِكُمْ ۚ īmānikum imanmu/kamu beriman إِن in jika نَّعْفُ naʿfu Kami maafkan عَن ʿan dari/terhadap طَآئِفَةٍۢ ṭāifatin segolongan مِّنكُمْ minkum dari kamu نُعَذِّبْ nuʿadhib Kami akan mengazab طَآئِفَةًۢ ṭāifatan segolongan بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa 66

Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

ٱلْمُنَـٰفِقُونَ al-munāfiqūna orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ wal-munāfiqātu dan orang-orang munafik perempuan بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka مِّنۢ min dari بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian يَأْمُرُونَ yamurūna mereka menyuruh بِٱلْمُنكَرِ bil-munkari kepada kemungkaran وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka melarang عَنِ ʿani dari ٱلْمَعْرُوفِ l-maʿrūfi berbuat kebaikan وَيَقْبِضُونَ wayaqbiḍūna dan mereka menggenggamkan أَيْدِيَهُمْ ۚ aydiyahum tangan mereka نَسُوا۟ nasū mereka lupa ٱللَّهَ l-laha Allah فَنَسِيَهُمْ ۗ fanasiyahum maka (Allah) melupakan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik هُمُ humu mereka itu ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 67

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya1. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

وَعَدَ waʿada menjanjikan/mengancam ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ wal-munāfiqāti orang-orang munafik perempuan وَٱلْكُفَّارَ wal-kufāra dan orang-orang kafir نَارَ nāra api/neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya هِىَ hiya ia حَسْبُهُمْ ۚ ḥasbuhum cukup bagi mereka وَلَعَنَهُمُ walaʿanahumu dan mengutuk/melaknati mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّقِيمٌۭ muqīmun yang kekal 68

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal,

كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَشَدَّ ashadda lebih/sangat مِنكُمْ minkum daripada kamu قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَأَكْثَرَ wa-akthara dan lebih banyak أَمْوَٰلًۭا amwālan harta benda وَأَوْلَـٰدًۭا wa-awlādan dan anak-anak فَٱسْتَمْتَعُوا۟ fa-is'tamtaʿū maka mereka menikmati بِخَلَـٰقِهِمْ bikhalāqihim dengan bagian mereka فَٱسْتَمْتَعْتُم fa-is'tamtaʿtum maka kamu menikmati بِخَلَـٰقِكُمْ bikhalāqikum dengan bagianmu كَمَا kamā sebagaimana ٱسْتَمْتَعَ is'tamtaʿa menikmati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُم qablikum sebelum kalian بِخَلَـٰقِهِمْ bikhalāqihim dengan bagian mereka وَخُضْتُمْ wakhuḍ'tum dan kamu mempercakapkan كَٱلَّذِى ka-alladhī sebagaimana yang خَاضُوٓا۟ ۚ khāḍū mereka percakapkan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi 69

(keadaan kamu, hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

أَلَمْ alam tidakkah/bukankah يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka نَبَأُ naba-u berita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad وَثَمُودَ wathamūda dan Tsamud وَقَوْمِ waqawmi dan kaum إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَأَصْحَـٰبِ wa-aṣḥābi dan penduduk مَدْيَنَ madyana Madyan وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتِ ۚ wal-mu'tafikāti dan negeri yang telah musnah أَتَتْهُمْ atathum telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan keterangan nyata فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum untuk menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya 70

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nūḥ, ʻĀd, Ṡamūd, kaum Ibrāhīm, penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah1? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang beriman laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ wal-mu'minātu dan orang-orang beriman perempuan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu pelindung/penolong بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain يَأْمُرُونَ yamurūna mereka menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan berbuat kebaikan وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari berbuat kemungkaran وَيُقِيمُونَ wayuqīmūna dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَيُطِيعُونَ wayuṭīʿūna dan mereka taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan RasulNya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu سَيَرْحَمُهُمُ sayarḥamuhumu mereka diberi rahmat ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 71

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَعَدَ waʿada telah menjanjikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan orang-orang beriman perempuan جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya وَمَسَـٰكِنَ wamasākina dan tempat-tempat طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan yang bagus فِى di جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍۢ ۚ ʿadnin 'Adn وَرِضْوَٰنٌۭ wariḍ'wānun dan keridhaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itulah ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar 72

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ʻAdn. Dan keridaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi جَـٰهِدِ jāhidi perangilah ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik وَٱغْلُظْ wa-ugh'luẓ dan bersikap keraslah عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 73

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahanam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مَا tidak قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan وَلَقَدْ walaqad dan/padahal sesungguhnya قَالُوا۟ qālū mereka berkata كَلِمَةَ kalimata perkataan ٱلْكُفْرِ l-kuf'ri kekafiran وَكَفَرُوا۟ wakafarū dan mereka kafir بَعْدَ baʿda sesudah إِسْلَـٰمِهِمْ is'lāmihim Islam mereka وَهَمُّوا۟ wahammū dan mereka mengingini بِمَا bimā kepada apa لَمْ lam yang tidak يَنَالُوا۟ ۚ yanālū mereka capai وَمَا wamā dan tidak نَقَمُوٓا۟ naqamū mereka mencela إِلَّآ illā kecuali أَنْ an telah أَغْنَىٰهُمُ aghnāhumu mencukupkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RAsulNya مِن min dari فَضْلِهِۦ ۚ faḍlihi karuniaNya فَإِن fa-in maka jika يَتُوبُوا۟ yatūbū mereka bertaubat يَكُ yaku adalah itu خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka وَإِن wa-in dan jika يَتَوَلَّوْا۟ yatawallaw mereka berpaling يُعَذِّبْهُمُ yuʿadhib'humu niscaya mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat وَمَا wamā dan tidak ada لَهُمْ lahum bagi mereka فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong 74

Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya1, dan mereka tidak mencela (Allah dan rasul-Nya), kecuali karena Allah dan rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.

۞ وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang عَـٰهَدَ ʿāhada ia berjanji ٱللَّهَ l-laha Allah لَئِنْ la-in sesungguhnya jika ءَاتَىٰنَا ātānā (Allah) memberikan kepada kami مِن min dari/sebagian فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya لَنَصَّدَّقَنَّ lanaṣṣaddaqanna sungguh kami akan bersedekah وَلَنَكُونَنَّ walanakūnanna dan sungguh kami adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang sholeh 75

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh".

فَلَمَّآ falammā maka setelah ءَاتَىٰهُم ātāhum (Allah) memberi mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya بَخِلُوا۟ bakhilū mereka kikir بِهِۦ bihi dengannya وَتَوَلَّوا۟ watawallaw dan mereka berpaling وَّهُم wahum dan mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang membelakangi 76

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

فَأَعْقَبَهُمْ fa-aʿqabahum maka (Allah) menimbulkan mereka نِفَاقًۭا nifāqan kemunafikan فِى dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka إِلَىٰ ilā sampai/kepada يَوْمِ yawmi hari/waktu يَلْقَوْنَهُۥ yalqawnahu mereka menemuiNya بِمَآ bimā dengan apa/sebab أَخْلَفُوا۟ akhlafū mereka memungkiri ٱللَّهَ l-laha Allah مَا apa وَعَدُوهُ waʿadūhu mereka janjikan kepadaNya وَبِمَا wabimā dan dengan apa /sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْذِبُونَ yakdhibūna mereka berdusta 77

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.

أَلَمْ alam tidakkah يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui سِرَّهُمْ sirrahum rahasia mereka وَنَجْوَىٰهُمْ wanajwāhum dan bisikan mereka وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَّـٰمُ ʿallāmu amat mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi segala yang gaib 78

Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib?

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَلْمِزُونَ yalmizūna (mereka) mencela ٱلْمُطَّوِّعِينَ l-muṭawiʿīna orang-orang yang memberi dengan sukarela مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin فِى dalam ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh إِلَّا illā selain جُهْدَهُمْ juh'dahum kesanggupan mereka فَيَسْخَرُونَ fayaskharūna maka mereka menghina مِنْهُمْ ۙ min'hum dari mereka سَخِرَ sakhira menghina ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْهُمْ min'hum dari mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun yang pedih 79

(Orang-orang munafik itu), yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

ٱسْتَغْفِرْ is'taghfir mohonkan ampun لَهُمْ lahum bagi mereka أَوْ aw atau لَا tidak تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka إِن in jika/kendatipun تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka سَبْعِينَ sabʿīna tujuh puluh مَرَّةًۭ marratan kali فَلَن falan maka tidak يَغْفِرَ yaghfira memberi ampun ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۗ warasūlihi dan RasulNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik 80

Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

فَرِحَ fariḥa merasa gembira ٱلْمُخَلَّفُونَ l-mukhalafūna orang-orang yang ditinggalkan بِمَقْعَدِهِمْ bimaqʿadihim dengan tinggal/duduk mereka خِلَـٰفَ khilāfa dibelakang رَسُولِ rasūli Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَرِهُوٓا۟ wakarihū dan mereka tidak suka أَن an untuk يُجَـٰهِدُوا۟ yujāhidū mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَا jangan تَنفِرُوا۟ tanfirū kamu berangkat فِى dalam ٱلْحَرِّ ۗ l-ḥari panas terik قُلْ qul katakanlah نَارُ nāru api/neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat حَرًّۭا ۚ ḥarran panas لَّوْ law jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti 81

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah, "Api neraka jahanam itu lebih sangat panas(nya)", jika mereka mengetahui.

فَلْيَضْحَكُوا۟ falyaḍḥakū maka mereka akan tertawa قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَلْيَبْكُوا۟ walyabkū dan mereka akan menangis كَثِيرًۭا kathīran banyak جَزَآءًۢ jazāan pembalasan بِمَا bimā dengan/bagi apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan 82

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

فَإِن fa-in maka jika رَّجَعَكَ rajaʿaka mengembalikan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَىٰ ilā kepada طَآئِفَةٍۢ ṭāifatin suatu golongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ fa-is'tadhanūka maka mereka minta izin kepadamu لِلْخُرُوجِ lil'khurūji untuk keluar فَقُل faqul maka katakanlah لَّن lan tidak تَخْرُجُوا۟ takhrujū kamu keluar مَعِىَ maʿiya bersamaku أَبَدًۭا abadan selamanya وَلَن walan dan tidak akan/boleh تُقَـٰتِلُوا۟ tuqātilū kamu memerangi مَعِىَ maʿiya bersamaku عَدُوًّا ۖ ʿaduwwan musuh إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian رَضِيتُم raḍītum kamu rela/senang hati بِٱلْقُعُودِ bil-quʿūdi dengan duduk/tinggal أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali فَٱقْعُدُوا۟ fa-uq'ʿudū maka duduklah kamu مَعَ maʿa bersama ٱلْخَـٰلِفِينَ l-khālifīna orang-orang yang tidak ikut perang 83

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang"1.

وَلَا walā dan jangan تُصَلِّ tuṣalli kamu menyembahyangkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنْهُم min'hum diantara mereka مَّاتَ māta yang mati أَبَدًۭا abadan selamanya وَلَا walā dan jangan تَقُمْ taqum kamu berdiri عَلَىٰ ʿalā diatas قَبْرِهِۦٓ ۖ qabrihi kuburnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan/sedang mereka فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik 84

Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

وَلَا walā dan jangan تُعْجِبْكَ tuʿ'jib'ka menarik hatimu أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَأَوْلَـٰدُهُمْ ۚ wa-awlāduhum dan anak-anak mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an untuk يُعَذِّبَهُم yuʿadhibahum menyiksa mereka بِهَا bihā dengannya فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَتَزْهَقَ watazhaqa dan melayanglah أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/nyawa mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir 85

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أُنزِلَتْ unzilat diturunkan سُورَةٌ sūratun suatu surat أَنْ an hendaknya ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah kamu مَعَ maʿa bersama رَسُولِهِ rasūlihi RasulNya ٱسْتَـْٔذَنَكَ is'tadhanaka minta izin kepadamu أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلطَّوْلِ l-ṭawli kesanggupan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ذَرْنَا dharnā biarkanlah kami نَكُن nakun adalah kami مَّعَ maʿa bersama ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk 86

Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang munafik itu), "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".1

رَضُوا۟ raḍū mereka rela بِأَن bi-an bahwa mereka يَكُونُوا۟ yakūnū ada/berada مَعَ maʿa bersama ٱلْخَوَالِفِ l-khawālifi orang yang tinggal وَطُبِعَ waṭubiʿa dan telah dicap/kunci mati عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَهُمْ fahum maka/karena mereka لَا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti 87

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang1, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).

لَـٰكِنِ lākini tetapi ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia جَـٰهَدُوا۟ jāhadū mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ ۚ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ l-khayrātu kebaikan وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 88

Tetapi rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.

أَعَدَّ aʿadda telah menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya ذَٰلِكَ dhālika demikian/itulah ٱلْفَوْزُ l-fawzu kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar 89

Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

وَجَآءَ wajāa dan datang ٱلْمُعَذِّرُونَ l-muʿadhirūna orang-orang yang mempunyai 'uzdur مِنَ mina dari ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun لِيُؤْذَنَ liyu'dhana agar diberi izin لَهُمْ lahum bagi mereka وَقَعَدَ waqaʿada dan tinggal duduk ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan RasulNya سَيُصِيبُ sayuṣību kelak akan menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْهُمْ min'hum diantara mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 90

Dan datang (kepada nabi) orang-orang yang mengemukakan uzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

لَّيْسَ laysa tidak عَلَى ʿalā atas ٱلضُّعَفَآءِ l-ḍuʿafāi orang-orang yang lemah وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمَرْضَىٰ l-marḍā orang-orang yang sakit وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh مَا apa يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan حَرَجٌ ḥarajun berdosa/bersalah إِذَا idhā apabila نَصَحُوا۟ naṣaḥū mereka jujur/ikhlas لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan RasulNya مَا tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan مِن min dari سَبِيلٍۢ ۚ sabīlin jalan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 91

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit, dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila مَآ apa أَتَوْكَ atawka mereka datang kepadamu لِتَحْمِلَهُمْ litaḥmilahum agar kamu membawa mereka قُلْتَ qul'ta kamu berkata لَآ tidak أَجِدُ ajidu aku memperoleh مَآ apa/sesuatu أَحْمِلُكُمْ aḥmilukum aku membawamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya تَوَلَّوا۟ tawallaw mereka berpaling وَّأَعْيُنُهُمْ wa-aʿyunuhum dan mata mereka تَفِيضُ tafīḍu mencucurkan مِنَ mina dari ٱلدَّمْعِ l-damʿi air mata حَزَنًا ḥazanan sedih أَلَّا allā karena tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka memperoleh مَا apa يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan 92

dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan1.