Tilawahku
Masuk
۞

Juz 9

Al-A'raf (88-206), Al-Anfal (1-40)

۞ قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū menyombongkan diri مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لَنُخْرِجَنَّكَ lanukh'rijannaka untuk mengusir kamu يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَكَ maʿaka bersamamu مِن min dari قَرْيَتِنَآ qaryatinā negeri kami أَوْ aw atau لَتَعُودُنَّ lataʿūdunna kamu sungguh kembali فِى dalam مِلَّتِنَا ۚ millatinā agama kami قَالَ qāla (Syu'aib) berkata أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun كُنَّا kunnā adalah kami كَـٰرِهِينَ kārihīna orang-orang yang membenci 88

Pemuka-pemuka dari kaum Syuʻayb yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syuʻayb, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syuʻayb, "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"

قَدِ qadi sesungguhnya ٱفْتَرَيْنَا if'taraynā kami mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kebohongan إِنْ in jika عُدْنَا ʿud'nā kami kembali فِى dalam مِلَّتِكُم millatikum agamamu بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika نَجَّىٰنَا najjānā menyelamatkan/melepaskan kami ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya وَمَا wamā dan tidak يَكُونُ yakūnu patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an bahwa نَّعُودَ naʿūda menghendaki فِيهَآ fīhā didalamnya/kepadanya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa dikehendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّنَا ۚ rabbunā Tuhan kami وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami كُلَّ kulla segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًا ۚ ʿil'man pengetahuan عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوَكَّلْنَا ۚ tawakkalnā kami bertawakkal رَبَّنَا rabbanā Tuhan kami ٱفْتَحْ if'taḥ berilah keputusan بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَ wabayna dan antara قَوْمِنَا qawminā kaum kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/adil وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْفَـٰتِحِينَ l-fātiḥīna pemberi keputusan 89

Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkau-lah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لَئِنِ la-ini sungguh jika ٱتَّبَعْتُمْ ittabaʿtum kamu mengikuti شُعَيْبًا shuʿayban Syu'aib إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian إِذًۭا idhan jika demikian لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna tentu orang-orang yang merugi 90

Pemuka-pemuka kaum Syuʻayb yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuʻayb, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".

فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى dalam دَارِهِمْ dārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat yang bergelimpangan 91

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib كَأَن ka-an seakan لَّمْ lam tidak يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka berdiam فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi 92

(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuʻayb seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuʻayb mereka itulah orang-orang yang merugi.

فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling/meninggalkan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقَالَ waqāla dan dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَقَدْ laqad sesungguhnya أَبْلَغْتُكُمْ ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah-risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَنَصَحْتُ wanaṣaḥtu dan aku telah memberi nasehat لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana ءَاسَىٰ āsā aku bersedih hati عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمٍۢ qawmin kaum كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang yang kafir 93

Maka Syuʻayb meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhan-ku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus فِى di dalam قَرْيَةٍۢ qaryatin sebuah negeri مِّن min dari نَّبِىٍّ nabiyyin seorang nabi إِلَّآ illā kecuali/melainkan أَخَذْنَآ akhadhnā kami ambil/timpakan أَهْلَهَا ahlahā penduduknya بِٱلْبَأْسَآءِ bil-basāi dengan kesempitan وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan penderitaan لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَضَّرَّعُونَ yaḍḍarraʿūna mereka merendahkan diri 94

Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

ثُمَّ thumma kemudian بَدَّلْنَا baddalnā Kami ganti مَكَانَ makāna tempat ٱلسَّيِّئَةِ l-sayi-ati yang jelek ٱلْحَسَنَةَ l-ḥasanata yang baik حَتَّىٰ ḥattā sehingga عَفَوا۟ ʿafaw mereka berkembang biak وَّقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata قَدْ qad sungguh مَسَّ massa telah menimpa ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak/nenek moyang kami ٱلضَّرَّآءُ l-ḍarāu penderitaan وَٱلسَّرَّآءُ wal-sarāu dan kesenangan فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami timpakan kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 95

Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata, "Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong, sedang mereka tidak menyadarinya.

وَلَوْ walaw dan sekiranya أَنَّ anna bahwasanya أَهْلَ ahla penduduk ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa لَفَتَحْنَا lafataḥnā pasti Kami bukakan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بَرَكَـٰتٍۢ barakātin keberkahan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami timpakan kepada mereka بِمَا bimā dengan sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka perbuat 96

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

أَفَأَمِنَ afa-amina apakah merasa aman أَهْلُ ahlu penduduk ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri أَن an jika يَأْتِيَهُم yatiyahum akan datang kepada mereka بَأْسُنَا basunā siksaan Kami بَيَـٰتًۭا bayātan pada waktu malam وَهُمْ wahum dan mereka نَآئِمُونَ nāimūna mereka tidur 97

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

أَوَأَمِنَ awa-amina atau merasa aman أَهْلُ ahlu penduduk ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri أَن an jika يَأْتِيَهُم yatiyahum akan datang kepada mereka بَأْسُنَا basunā siksaan Kami ضُحًۭى ḍuḥan pada waktu pagi وَهُمْ wahum dan mereka يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain 98

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

أَفَأَمِنُوا۟ afa-aminū apakah mereka merasa aman مَكْرَ makra rencana/azab ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَلَا falā maka tidak يَأْمَنُ yamanu merasa aman مَكْرَ makra rencana/azab ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā melainkan ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi 99

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

أَوَلَمْ awalam apakah tidak يَهْدِ yahdi Dia memberi peunjuk لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَرِثُونَ yarithūna (mereka) mewarisi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah أَهْلِهَآ ahlihā penduduknya أَن an bahwa لَّوْ law kalau نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki أَصَبْنَـٰهُم aṣabnāhum Kami azab mereka بِذُنُوبِهِمْ ۚ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَنَطْبَعُ wanaṭbaʿu dan Kami tutup عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka dapat mendengar 100

Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya bahwa kalau Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?

تِلْكَ til'ka itulah ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu مِنْ min dari أَنۢبَآئِهَا ۚ anbāihā beritanya وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti فَمَا famā maka tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka لِيُؤْمِنُوا۟ liyu'minū untuk mereka beriman بِمَا bimā dengan/kepada apa كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَطْبَعُ yaṭbaʿu menutup ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِ qulūbi hati ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 101

Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir.

وَمَا wamā dan tidak وَجَدْنَا wajadnā Kami mendapati لِأَكْثَرِهِم li-aktharihim bagi kebanyakan mereka مِّنْ min dari عَهْدٍۢ ۖ ʿahdin janji وَإِن wa-in dan sesungguhnya وَجَدْنَآ wajadnā Kami mendapati أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَفَـٰسِقِينَ lafāsiqīna sungguh orang-orang fasik 102

Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.

ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus مِنۢ min dari بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka (rasul-rasul) مُّوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَظَلَمُوا۟ faẓalamū lalu mereka mengingkari بِهَا ۖ bihā dengannya/padanya فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah ia عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan 103

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Firʻawn1 dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa يَـٰفِرْعَوْنُ yāfir'ʿawnu Hai fir'aun إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 104

Dan Musa berkata, "Firʻawn , sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,

حَقِيقٌ ḥaqīqun sebenarnya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa لَّآ tidak أَقُولَ aqūla mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلْحَقَّ ۚ l-ḥaqa benar قَدْ qad sesungguhnya جِئْتُكُم ji'tukum aku datang kepadamu بِبَيِّنَةٍۢ bibayyinatin dengan bukti-bukti nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَأَرْسِلْ fa-arsil maka lepaskanlah مَعِىَ maʿiya bersama aku بَنِىٓ banī orang-orang إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 105

wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Isrā`īl(pergi) bersama aku".

قَالَ qāla dia berkata إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah جِئْتَ ji'ta kamu datang بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat/bukti فَأْتِ fati maka datangkanlah بِهَآ bihā dengannya إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 106

Firʻawn menjawab, "Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar".

فَأَلْقَىٰ fa-alqā maka ia menjatuhkan عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat) ثُعْبَانٌۭ thuʿ'bānun ular مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 107

Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

وَنَزَعَ wanazaʿa dan ia menarik يَدَهُۥ yadahu tangannya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat) بَيْضَآءُ bayḍāu putih (bercahaya) لِلنَّـٰظِرِينَ lilnnāẓirīna bagi orang-orang yang melihat 108

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِ qawmi kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَسَـٰحِرٌ lasāḥirun sungguh ahli sihir عَلِيمٌۭ ʿalīmun yang pandai 109

Pemuka-pemuka kaum Firʻawn berkata, "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai,

يُرِيدُ yurīdu dia bermaksud أَن an bahwa يُخْرِجَكُم yukh'rijakum mengeluarkan kamu مِّنْ min dari أَرْضِكُمْ ۖ arḍikum bumi/negerimu فَمَاذَا famādhā maka apa yang تَأْمُرُونَ tamurūna kamu perintahkan 110

yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu". (Firʻawn berkata), "Maka apakah yang kamu anjurkan?"

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَرْجِهْ arjih tahanlah ia وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya وَأَرْسِلْ wa-arsil dan kirimlah فِى di/ke ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna orang-orang yang berkumpul 111

Pemuka-pemuka itu menjawab, "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),

يَأْتُوكَ yatūka mereka akan datang kepadamu بِكُلِّ bikulli dengan seluruh سَـٰحِرٍ sāḥirin ahli sihir عَلِيمٍۢ ʿalīmin yang pandai 112

supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai".

وَجَآءَ wajāa dan datanglah ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya لَنَا lanā bagi kami لَأَجْرًا la-ajran sungguh (dapat) upah إِن in jika كُنَّا kunnā kami adalah نَحْنُ naḥnu kami ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang 113

Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Firʻawn mengatakan, "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?"

قَالَ qāla dia (Fir'aun) berkata نَعَمْ naʿam ya وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang dekat 114

Firʻawn menjawab, "Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِمَّآ immā apakah/ataukah أَن an bahwa تُلْقِىَ tul'qiya kamu melemparkan وَإِمَّآ wa-immā dan apakah/ataukah أَن an bahwa نَّكُونَ nakūna kami adalah نَحْنُ naḥnu kami ٱلْمُلْقِينَ l-mul'qīna orang-orang yang melemparkan 115

Ahli-ahli sihir berkata, "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?"

قَالَ qāla dia berkata أَلْقُوا۟ ۖ alqū lemparkanlah فَلَمَّآ falammā maka setelah أَلْقَوْا۟ alqaw mereka melemparkan سَحَرُوٓا۟ saḥarū mereka menyihir أَعْيُنَ aʿyuna mata ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ wa-is'tarhabūhum dan menjadikan takut kepada mereka وَجَآءُو wajāū dan mereka mendatangkan بِسِحْرٍ bisiḥ'rin dengan sihir عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 116

Musa menjawab, "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan).

۞ وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an bahwa أَلْقِ alqi lemparkanlah عَصَاكَ ۖ ʿaṣāka tongkatmu فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat) تَلْقَفُ talqafu menelan مَا apa يَأْفِكُونَ yafikūna mereka pertunjukkan 117

Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.

فَوَقَعَ fawaqaʿa maka nyatalah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang benar وَبَطَلَ wabaṭala dan lenyaplah مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 118

Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.

فَغُلِبُوا۟ faghulibū maka mereka dikalahkan هُنَالِكَ hunālika disana (ditempat itu) وَٱنقَلَبُوا۟ wa-inqalabū dan mereka kembali صَـٰغِرِينَ ṣāghirīna menjadi kecil (kehinaan) 119

Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

وَأُلْقِىَ wa-ul'qiya dan menjatuhkan diri ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud 120

Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud1.

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّ birabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 121

Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

رَبِّ rabbi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun 122

"(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".

قَالَ qāla berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun ءَامَنتُم āmantum apakah kamu beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya قَبْلَ qabla sebelum أَنْ an sesungguhnya ءَاذَنَ ādhana memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَمَكْرٌۭ lamakrun suatu muslihat مَّكَرْتُمُوهُ makartumūhu kamu telah merencanakannya فِى di dalam ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota لِتُخْرِجُوا۟ litukh'rijū untuk kamu mengeluarkan مِنْهَآ min'hā dari padanya أَهْلَهَا ۖ ahlahā penduduknya فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 123

Firʻawn berkata, "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini untuk mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini);

لَأُقَطِّعَنَّ la-uqaṭṭiʿanna sungguh aku akan memotong أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kakimu مِّنْ min dari خِلَـٰفٍۢ khilāfin berlainan ثُمَّ thumma kemudian لَأُصَلِّبَنَّكُمْ la-uṣallibannakum sungguh aku akan menyalibmu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 124

demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik1, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مُنقَلِبُونَ munqalibūna dikembalikan 125

Ahli-ahli sihir itu menjawab, "Sesungguhnya kepada Tuhan-lah kami kembali.

وَمَا wamā dan tidak تَنقِمُ tanqimu kamu membalas dendam مِنَّآ minnā dari kami إِلَّآ illā kecuali أَنْ an bahwa ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami لَمَّا lammā setelah/ketika جَآءَتْنَا ۚ jāatnā datang kepada kami رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَفْرِغْ afrigh limpahkan عَلَيْنَا ʿalaynā kepada kami صَبْرًۭا ṣabran kesabaran وَتَوَفَّنَا watawaffanā dan wafatkan kami مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri 126

Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdo`a), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِ qawmi kamu فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun أَتَذَرُ atadharu apakah kamu membiarkan مُوسَىٰ mūsā Musa وَقَوْمَهُۥ waqawmahu dan kaumnya لِيُفْسِدُوا۟ liyuf'sidū untuk membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَيَذَرَكَ wayadharaka dan meninggalkan kamu وَءَالِهَتَكَ ۚ waālihataka dan Tuhan-Tuhanmu قَالَ qāla (Fir'aun) berkata سَنُقَتِّلُ sanuqattilu kita akan membunuh أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak-anak laki-laki mereka وَنَسْتَحْىِۦ wanastaḥyī dan kita biarkan hidup نِسَآءَهُمْ nisāahum perempua-perempuan mereka وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka قَـٰهِرُونَ qāhirūna berkuasa 127

Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firʻawn (kepada Firʻawn ), "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?" Firʻawn menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka".

قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya ٱسْتَعِينُوا۟ is'taʿīnū mohon pertolongan بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ wa-iṣ'birū dan bersabarlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi لِلَّهِ lillahi milik Allah يُورِثُهَا yūrithuhā diwariskannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibatnya لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 128

Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أُوذِينَا ūdhīnā kami telah ditindas مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an akan تَأْتِيَنَا tatiyanā datang kepada kami وَمِنۢ wamin dan dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جِئْتَنَا ۚ ji'tanā kamu datang kepada kami قَالَ qāla (Musa) berkata عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an akan يُهْلِكَ yuh'lika membinasakan عَدُوَّكُمْ ʿaduwwakum musuhmu وَيَسْتَخْلِفَكُمْ wayastakhlifakum dan menjadikan kamu khalifah فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرَ fayanẓura maka Dia akan melihat كَيْفَ kayfa bagaimana تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan/perbuat 129

Kaum Musa berkata, "Kami telah ditindas (oleh Firʻawn ) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang"1. Musa menjawab, "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu2.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَخَذْنَآ akhadhnā Kami telah menghukum ءَالَ āla keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun بِٱلسِّنِينَ bil-sinīna dengan beberapa tahun وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan مِّنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran 130

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firʻawn dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْحَسَنَةُ l-ḥasanatu kebaikan/kemakmuran قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَنَا lanā bagi/karena kami هَـٰذِهِۦ ۖ hādhihi ini وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejelekan/kesusahan يَطَّيَّرُوا۟ yaṭṭayyarū mereka melemparkan kesialan بِمُوسَىٰ bimūsā kepada Musa وَمَن waman dan orang مَّعَهُۥٓ ۗ maʿahu besertanya أَلَآ alā ingatlah/ketahuilah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah طَـٰٓئِرُهُمْ ṭāiruhum kesialan mereka عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 131

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَهْمَا mahmā bagaimanapun تَأْتِنَا tatinā kamu mendatangkan kepada kami بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin ayat/keterangan لِّتَسْحَرَنَا litasḥaranā untuk menyihir kami بِهَا bihā dengannya فَمَا famā maka tidaklah نَحْنُ naḥnu kami لَكَ laka kepadamu بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman 132

Mereka berkata, "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu".

فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas/kepada mereka ٱلطُّوفَانَ l-ṭūfāna taufan وَٱلْجَرَادَ wal-jarāda dan belalang وَٱلْقُمَّلَ wal-qumala dan kutu وَٱلضَّفَادِعَ wal-ḍafādiʿa dan katak وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah ءَايَـٰتٍۢ āyātin bukti-bukti مُّفَصَّلَـٰتٍۢ mufaṣṣalātin terperinci/jelas فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombongkan diri وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa 133

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai bukti yang jelas1, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

وَلَمَّا walammā dan ketika وَقَعَ waqaʿa menimpa عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلرِّجْزُ l-rij'zu azab قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَى yāmūsā wahai musa ٱدْعُ ud'ʿu berdoalah لَنَا lanā bagi kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu بِمَا bimā dengan apa عَهِدَ ʿahida Dia janjikan عِندَكَ ۖ ʿindaka disisimu لَئِن la-in jika كَشَفْتَ kashafta kamu dapat menghilangkan عَنَّا ʿannā dari kami ٱلرِّجْزَ l-rij'za azab لَنُؤْمِنَنَّ lanu'minanna sungguh kami akan beriman لَكَ laka kepadamu وَلَنُرْسِلَنَّ walanur'silanna dan sungguh kami akan membiarkan مَعَكَ maʿaka bersamamu بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 134

Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-mu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu1. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Isrā`īl pergi bersamamu".

فَلَمَّا falammā maka setelah كَشَفْنَا kashafnā Kami hilangkan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلرِّجْزَ l-rij'za azab إِلَىٰٓ ilā hingga أَجَلٍ ajalin waktu yang ditentukan هُم hum mereka بَـٰلِغُوهُ bālighūhu sampai kepadanya إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَنكُثُونَ yankuthūna mereka ingkari 135

Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā maka Kami menghukum مِنْهُمْ min'hum dari mereka فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ fa-aghraqnāhum maka Kami tenggelamkan mereka فِى dalam ٱلْيَمِّ l-yami laut بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan (sebab) mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya (ayat-ayat) غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai 136

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.

وَأَوْرَثْنَا wa-awrathnā dan Kami wariskan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُسْتَضْعَفُونَ yus'taḍʿafūna mereka telah tertindas مَشَـٰرِقَ mashāriqa bagian timur ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَغَـٰرِبَهَا wamaghāribahā dan bagian baratnya ٱلَّتِى allatī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami berkati فِيهَا ۖ fīhā padanya وَتَمَّتْ watammat dan telah sempurna كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā yang baik عَلَىٰ ʿalā atas بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil بِمَا bimā dengan sebab صَبَرُوا۟ ۖ ṣabarū mereka bersabar وَدَمَّرْنَا wadammarnā dan Kami hancurkan مَا apa كَانَ kāna adalah mereka يَصْنَعُ yaṣnaʿu membuat فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun وَقَوْمُهُۥ waqawmuhu dan kaumnya وَمَا wamā dan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْرِشُونَ yaʿrishūna mereka bangun 137

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya1 yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhan-mu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Isrā`īl disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firʻawn dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka2.

وَجَـٰوَزْنَا wajāwaznā dan Kami seberangkan بِبَنِىٓ bibanī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan فَأَتَوْا۟ fa-ataw maka mereka sampai عَلَىٰ ʿalā atas/kepada قَوْمٍۢ qawmin kaum يَعْكُفُونَ yaʿkufūna mereka menyembah عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada أَصْنَامٍۢ aṣnāmin berhala-berhala لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka قَالُوا۟ qālū (Bani Israil) berkata يَـٰمُوسَى yāmūsā wahai musa ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah لَّنَآ lanā untuk kami إِلَـٰهًۭا ilāhan sebuah tuhan كَمَا kamā sebagaimana لَهُمْ lahum bagi mereka ءَالِهَةٌۭ ۚ ālihatun beberapa tuhan قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian قَوْمٌۭ qawmun kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna yang bodoh 138

Dan Kami seberangkan Bani Isrā`īl ke seberang lautan itu1, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Isrā`īl berkata, "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Musa menjawab, "Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".

إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu مُتَبَّرٌۭ mutabbarun akan dihancurkan مَّا apa هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi didalamnya وَبَـٰطِلٌۭ wabāṭilun dan sia-sia مَّا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 139

Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan.

قَالَ qāla (Musa) berkata أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَبْغِيكُمْ abghīkum aku akan mencarikan kamu إِلَـٰهًۭا ilāhan tuhan وَهُوَ wahuwa dan Dia فَضَّلَكُمْ faḍḍalakum melebihkan kamu عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 140

Musa menjawab, "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari Allah, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas segala umat1.

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَنجَيْنَـٰكُم anjaynākum Kami menyelamatkan kamu مِّنْ min dari ءَالِ āli kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ ۖ l-ʿadhābi azab يُقَتِّلُونَ yuqattilūna mereka membunuh أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan mereka membiarkan hidup نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum wanita-wanitamu وَفِى wafī dan pada ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian بَلَآءٌۭ balāon cobaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 141

Dan (ingatlah hai Bani Isrā`īl), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Firʻawn ) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhan-mu".

۞ وَوَٰعَدْنَا wawāʿadnā dan Kami telah menjanjikan مُوسَىٰ mūsā Musa ثَلَـٰثِينَ thalāthīna tiga puluh لَيْلَةًۭ laylatan malam وَأَتْمَمْنَـٰهَا wa-atmamnāhā dan Kami menyempurnakan بِعَشْرٍۢ biʿashrin dengan sepuluh فَتَمَّ fatamma maka sempurnalah مِيقَـٰتُ mīqātu waktu yang ditentukan رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh لَيْلَةًۭ ۚ laylatan malam وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِأَخِيهِ li-akhīhi kepada saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun ٱخْلُفْنِى ukh'luf'nī gantilah aku فِى dalam قَوْمِى qawmī kaumku وَأَصْلِحْ wa-aṣliḥ dan perbaikilah وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti سَبِيلَ sabīla jalan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 142

Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan-nya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya, yaitu Hārūn, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah1, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan".

وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَ jāa datang مُوسَىٰ mūsā Musa لِمِيقَـٰتِنَا limīqātinā pada waktu yang Kami tentukan وَكَلَّمَهُۥ wakallamahu dan berfirman kepadanya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَرِنِىٓ arinī kepadaku أَنظُرْ anẓur lihatlah إِلَيْكَ ۚ ilayka Engkau قَالَ qāla berfirman لَن lan tidak akan تَرَىٰنِى tarānī kamu melihat Aku وَلَـٰكِنِ walākini tetapi ٱنظُرْ unẓur lihatlah إِلَى ilā ke ٱلْجَبَلِ l-jabali bukit فَإِنِ fa-ini maka jika ٱسْتَقَرَّ is'taqarra ia tetap مَكَانَهُۥ makānahu pada tempatnya فَسَوْفَ fasawfa maka akan تَرَىٰنِى ۚ tarānī kamu melihat Aku فَلَمَّا falammā maka ketika تَجَلَّىٰ tajallā menampakkan رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya لِلْجَبَلِ lil'jabali pada bukit جَعَلَهُۥ jaʿalahu menjadikannya دَكًّۭا dakkan hancur luluh وَخَرَّ wakharra dan jatuh مُوسَىٰ mūsā Musa صَعِقًۭا ۚ ṣaʿiqan pingsan فَلَمَّآ falammā maka setelah أَفَاقَ afāqa dia sadar kembali قَالَ qāla dia berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau تُبْتُ tub'tu aku bertaubat إِلَيْكَ ilayka kepada Engkau وَأَنَا۠ wa-anā dan aku أَوَّلُ awwalu pertama ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 143

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhan-ku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhan-nya menampakkan diri kepada gunung itu,1 dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".

قَالَ qāla (Allah) berfirman يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنِّى innī sesungguhnya Aku ٱصْطَفَيْتُكَ iṣ'ṭafaytuka Aku memilih kamu عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِرِسَـٰلَـٰتِى birisālātī dengan risalahKu وَبِكَلَـٰمِى wabikalāmī dan perkataanKu فَخُذْ fakhudh maka ambillah مَآ apa yang ءَاتَيْتُكَ ātaytuka telah Aku berikan kepadamu وَكُن wakun dan jadilah kamu مِّنَ mina dari ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur 144

Allah berfirman, "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".

وَكَتَبْنَا wakatabnā dan telah Kami tuliskan لَهُۥ lahu untuknya (Musa) فِى di dalam ٱلْأَلْوَاحِ l-alwāḥi batu tulis مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مَّوْعِظَةًۭ mawʿiẓatan pelajaran وَتَفْصِيلًۭا watafṣīlan dan penjelasan لِّكُلِّ likulli bagi segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَخُذْهَا fakhudh'hā maka berpeganglah kepadanya بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan teguh وَأْمُرْ wamur dan suruhlah قَوْمَكَ qawmaka kaummu يَأْخُذُوا۟ yakhudhū mereka berpegang بِأَحْسَنِهَا ۚ bi-aḥsanihā dengan sebaik-baiknya سَأُو۟رِيكُمْ sa-urīkum akan Aku perlihatkan kepadamu دَارَ dāra kampung/negeri ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik 145

Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada alwāḥ 1(Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman), "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya2, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik3.

سَأَصْرِفُ sa-aṣrifu Aku akan memalingkan عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِىَ āyātiya ayat-ayatKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَكَبَّرُونَ yatakabbarūna (mereka) menyombongkan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat كُلَّ kulla tiap-tiap ءَايَةٍۢ āyatin ayat لَّا tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهَا bihā kepadanya وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat سَبِيلَ sabīla jalan ٱلرُّشْدِ l-rush'di petunjuk لَا tidak يَتَّخِذُوهُ yattakhidhūhu mereka mengambilnya سَبِيلًۭا sabīlan jalan وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat سَبِيلَ sabīla jalan ٱلْغَىِّ l-ghayi sesat يَتَّخِذُوهُ yattakhidhūhu mereka mengambilnya سَبِيلًۭا ۚ sabīlan jalan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah عَنْهَا ʿanhā dari padanya غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai 146

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi, tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-(Ku)1, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai darinya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَلِقَآءِ waliqāi dan pertemuan ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ ۚ aʿmāluhum amal mereka هَلْ hal apakah يُجْزَوْنَ yuj'zawna mereka diberi balasan إِلَّا illā kecuali مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 147

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.

وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan mengambil/mengambil قَوْمُ qawmu kaum مُوسَىٰ mūsā Musa مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya مِنْ min dari حُلِيِّهِمْ ḥuliyyihim perhiasan-perhiasan mereka عِجْلًۭا ʿij'lan anak lembu جَسَدًۭا jasadan tubuh لَّهُۥ lahu baginya خُوَارٌ ۚ khuwārun suara أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka mengetahui أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia لَا tidak يُكَلِّمُهُمْ yukallimuhum ia bicara dengan mereka وَلَا walā dan tidak يَهْدِيهِمْ yahdīhim ia memberi petunjuk mereka سَبِيلًا ۘ sabīlan jalan ٱتَّخَذُوهُ ittakhadhūhu mereka menjadikannya وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim 148

Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke (gunung Ṭūrsīnā`) membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim. 1

وَلَمَّا walammā dan setelah سُقِطَ suqiṭa menyesali فِىٓ dalam أَيْدِيهِمْ aydīhim perbuatan mereka وَرَأَوْا۟ wara-aw dan mereka mengetahui أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka قَدْ qad sungguh ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak يَرْحَمْنَا yarḥamnā memberi kami rahmat رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami وَيَغْفِرْ wayaghfir dan mengampuni لَنَا lanā bagi kami لَنَكُونَنَّ lanakūnanna niscaya kami menjadi مِنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi 149

Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi".

وَلَمَّا walammā dan setelah رَجَعَ rajaʿa kembali مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya غَضْبَـٰنَ ghaḍbāna dalam keadaan marah أَسِفًۭا asifan sedih hati قَالَ qāla dia berkata بِئْسَمَا bi'samā alangkah buruknya خَلَفْتُمُونِى khalaftumūnī kamu menggantiku مِنۢ min dari بَعْدِىٓ ۖ baʿdī sesudahku أَعَجِلْتُمْ aʿajil'tum apakah kamu hendak mendahului أَمْرَ amra perintah رَبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian وَأَلْقَى wa-alqā dan dia melemparkan ٱلْأَلْوَاحَ l-alwāḥa batu tulis وَأَخَذَ wa-akhadha dan dia memegang بِرَأْسِ birasi dengan kepala أَخِيهِ akhīhi saudaranya يَجُرُّهُۥٓ yajurruhu dia menariknya إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya قَالَ qāla dia (Harun) berkata ٱبْنَ ib'na anak أُمَّ umma ibu إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱسْتَضْعَفُونِى is'taḍʿafūnī mereka menjadikan aku lemah وَكَادُوا۟ wakādū dan hampir-hampir mereka يَقْتُلُونَنِى yaqtulūnanī mereka membunuh aku فَلَا falā maka jangan تُشْمِتْ tush'mit kamu menjadikan gembira بِىَ biya denganku ٱلْأَعْدَآءَ l-aʿdāa musuh-musuh وَلَا walā dan jangan تَجْعَلْنِى tajʿalnī kamu menjadikan aku مَعَ maʿa beserta ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 150

Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia, "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhan-mu1? Dan Musa pun melemparkan alwāḥ 2 (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Hārūn) sambil menariknya ke arahnya. Hārūn berkata, "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim"

قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى aku وَلِأَخِى wali-akhī dan saudaraku وَأَدْخِلْنَا wa-adkhil'nā dan masukkanlah kami فِى dalam رَحْمَتِكَ ۖ raḥmatika rahmat Engkau وَأَنتَ wa-anta dan Engkau أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang 151

Musa berdoa, "Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu سَيَنَالُهُمْ sayanāluhum kelak akan menimpa mereka غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَذِلَّةٌۭ wadhillatun dan kehinaan فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُفْتَرِينَ l-muf'tarīna orang-orang yang memberi kebohongan 152

Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) mengerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan ثُمَّ thumma kemudian تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya وَءَامَنُوٓا۟ waāmanū dan mereka beriman إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu مِنۢ min dari بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 153

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah tobat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَلَمَّا walammā dan setelah سَكَتَ sakata diam/reda عَن ʿan dari مُّوسَى mūsā Musa ٱلْغَضَبُ l-ghaḍabu amarah أَخَذَ akhadha dia mengambil ٱلْأَلْوَاحَ ۖ l-alwāḥa batu tulis وَفِى wafī dan dalam نُسْخَتِهَا nus'khatihā batu tulisnya هُدًۭى hudan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang هُمْ hum mereka لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka يَرْهَبُونَ yarhabūna mereka takut 154

Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) alwāḥ (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya.

وَٱخْتَارَ wa-ikh'tāra dan memilih مُوسَىٰ mūsā Musa قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya سَبْعِينَ sabʿīna tujuh puluh رَجُلًۭا rajulan orang laki-laki لِّمِيقَـٰتِنَا ۖ limīqātinā untuk waktu yang Kami tentukan فَلَمَّآ falammā maka ketika أَخَذَتْهُمُ akhadhathumu menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa bumi قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku لَوْ law jika شِئْتَ shi'ta Engkau menghendaki أَهْلَكْتَهُم ahlaktahum Engkau membinasakan kamu مِّن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَإِيَّـٰىَ ۖ wa-iyyāya dan aku أَتُهْلِكُنَا atuh'likunā apakah Engkau akan membinasakan kami بِمَا bimā dengan apa فَعَلَ faʿala perbuatan ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang yang bodoh مِنَّآ ۖ minnā diantara kami إِنْ in sesungguhnya هِىَ hiya ia إِلَّا illā melainkan فِتْنَتُكَ fit'natuka cobaan Engkau تُضِلُّ tuḍillu Engkau menyesatkan بِهَا bihā dengannya مَن man siapa تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتَهْدِى watahdī dan Engkau memberi petunjuk مَن man siapa تَشَآءُ ۖ tashāu Engkau kehendaki أَنتَ anta Engkau وَلِيُّنَا waliyyunā pelindung kami فَٱغْفِرْ fa-igh'fir ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَٱرْحَمْنَا ۖ wa-ir'ḥamnā dan berilah kami rahmat وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْغَـٰفِرِينَ l-ghāfirīna pemberi ampun 155

Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhan-ku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki1. Engkau-lah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau-lah pemberi ampun yang sebaik-baiknya".

۞ وَٱكْتُبْ wa-uk'tub dan tetapkanlah لَنَا lanā untuk kami فِى dalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan وَفِى wafī dan di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat إِنَّا innā sesungguhnya kami هُدْنَآ hud'nā kami kembali/bertaubat إِلَيْكَ ۚ ilayka kepada Engkau قَالَ qāla (Allah) berfirman عَذَابِىٓ ʿadhābī azabKu أُصِيبُ uṣību Aku timpakan بِهِۦ bihi dengannya مَنْ man siapa أَشَآءُ ۖ ashāu Aku kehendaki وَرَحْمَتِى waraḥmatī dan rahmatKu وَسِعَتْ wasiʿat luas/meliputi كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu فَسَأَكْتُبُهَا fasa-aktubuhā maka Aku akan menetapkan لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menuaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap ayat-ayat Kami يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 156

Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman, "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna (mereka) mengikuti ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi ٱلْأُمِّىَّ l-umiya ummi ٱلَّذِى alladhī yang يَجِدُونَهُۥ yajidūnahu mereka mendapatkannya مَكْتُوبًا maktūban tertulis عِندَهُمْ ʿindahum disisi mereka فِى di dalam ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَٱلْإِنجِيلِ wal-injīli dan Injil يَأْمُرُهُم yamuruhum (Nabi) menyuruh mereka بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan yang ma'ruf وَيَنْهَىٰهُمْ wayanhāhum dan melarang mereka عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari yang mungkar وَيُحِلُّ wayuḥillu dan menghalalkan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَيُحَرِّمُ wayuḥarrimu dan mengharamkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْخَبَـٰٓئِثَ l-khabāitha yang buruk-buruk وَيَضَعُ wayaḍaʿu dan meletakkan/membuang عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka إِصْرَهُمْ iṣ'rahum beban-beban mereka وَٱلْأَغْلَـٰلَ wal-aghlāla dan belenggu-belenggu ٱلَّتِى allatī yang كَانَتْ kānat adalah عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِهِۦ bihi dengannya وَعَزَّرُوهُ waʿazzarūhu dan mereka memuliakannya وَنَصَرُوهُ wanaṣarūhu dan mereka menolongnya وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti ٱلنُّورَ l-nūra cahaya terang ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُنزِلَ unzila diturunkan مَعَهُۥٓ ۙ maʿahu kepadanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 157

(Yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka1. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`ān); mereka itulah orang-orang yang beruntung.

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu utusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu جَمِيعًا jamīʿan semuanya ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagiNya/mempunyai مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/selain هُوَ huwa Dia يُحْىِۦ yuḥ'yī yang menghidupkan وَيُمِيتُ ۖ wayumītu dan yang mematikan فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِ warasūlihi dan RasulNya ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi ٱلْأُمِّىِّ l-umiyi yang ummi ٱلَّذِى alladhī yang يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَكَلِمَـٰتِهِۦ wakalimātihi dan kalimat-kalimatNya وَٱتَّبِعُوهُ wa-ittabiʿūhu dan ikutilah dia لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk 158

Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".

وَمِن wamin dan dari قَوْمِ qawmi kaum مُوسَىٰٓ mūsā Musa أُمَّةٌۭ ummatun ummat يَهْدُونَ yahdūna mereka memberi petunjuk بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak وَبِهِۦ wabihi dan dengannya (hak) يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka menjalankan keadilan 159

Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan1.

وَقَطَّعْنَـٰهُمُ waqaṭṭaʿnāhumu dan Kami bagi mereka ٱثْنَتَىْ ith'natay dua عَشْرَةَ ʿashrata belas أَسْبَاطًا asbāṭan suku-suku أُمَمًۭا ۚ umaman umat-umat وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِذِ idhi ketika ٱسْتَسْقَىٰهُ is'tasqāhu minta air kepadanya قَوْمُهُۥٓ qawmuhu kaumnya أَنِ ani agar ٱضْرِب iḍ'rib memukul بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu ٱلْحَجَرَ ۖ l-ḥajara batu itu فَٱنۢبَجَسَتْ fa-inbajasat maka memancar مِنْهُ min'hu dari padanya ٱثْنَتَا ith'natā dua عَشْرَةَ ʿashrata belas عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata air قَدْ qad sungguh عَلِمَ ʿalima mengetahui كُلُّ kullu tiap-tiap أُنَاسٍۢ unāsin manusia مَّشْرَبَهُمْ ۚ mashrabahum tempat minum mereka وَظَلَّلْنَا waẓallalnā dan Kami naungkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْغَمَـٰمَ l-ghamāma awan وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْمَنَّ l-mana manna (makanan madu sebagai madu) وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ wal-salwā salwa (sebangsa burung puyuh) كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا apa رَزَقْنَـٰكُمْ ۚ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu وَمَا wamā dan tidak ظَلَمُونَا ẓalamūnā mereka menganiaya Kami وَلَـٰكِن walākin tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya 160

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah darinya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwā1. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱسْكُنُوا۟ us'kunū berdiamlah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya حَيْثُ ḥaythu dimana saja شِئْتُمْ shi'tum kalian kehendaki وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah حِطَّةٌۭ ḥiṭṭatun bebaskanlah dari dosa kami وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang سُجَّدًۭا sujjadan membungkuk نَّغْفِرْ naghfir Kami memberi ampunan لَكُمْ lakum bagi kalian خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ ۚ khaṭīātikum kesalahan-kesalahan kamu سَنَزِيدُ sanazīdu akan Kami tambah ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 161

Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Isrā`īl), "Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki". Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu". Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.

فَبَدَّلَ fabaddala maka mengganti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim مِنْهُمْ min'hum diantara mereka قَوْلًا qawlan perkataan غَيْرَ ghayra bukan ٱلَّذِى alladhī yang قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رِجْزًۭا rij'zan siksaan/azab مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka berbuat dzalim 162

Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka1, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

وَسْـَٔلْهُمْ wasalhum dan tanyakan kepada mereka عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri ٱلَّتِى allatī yang كَانَتْ kānat adalah حَاضِرَةَ ḥāḍirata dekat ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut إِذْ idh ketika يَعْدُونَ yaʿdūna mereka melanggar aturan فِى pada ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu إِذْ idh ketika تَأْتِيهِمْ tatīhim datang kepada mereka حِيتَانُهُمْ ḥītānuhum ikan-ikan mereka يَوْمَ yawma pada hari سَبْتِهِمْ sabtihim Sabtu mereka شُرَّعًۭا shurraʿan permukaan air وَيَوْمَ wayawma dan hari لَا tidak يَسْبِتُونَ ۙ yasbitūna hari sabtu لَا tidak تَأْتِيهِمْ ۚ tatīhim datang kepada mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَبْلُوهُم nablūhum Kami mencoba mereka بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik 163

Dan tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl tentang negeri1 yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu2, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَتْ qālat berkata أُمَّةٌۭ ummatun suatu ummat مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لِمَ lima mengapa تَعِظُونَ taʿiẓūna kamu menasehati قَوْمًا ۙ qawman kaum ٱللَّهُ l-lahu Allah مُهْلِكُهُمْ muh'likuhum membinasakan mereka أَوْ aw atau مُعَذِّبُهُمْ muʿadhibuhum mengazab mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا ۖ shadīdan sangat keras قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَعْذِرَةً maʿdhiratan alasan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 164

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab)1 kepada Tuhan-mu, dan supaya mereka bertakwa.

فَلَمَّا falammā maka setelah نَسُوا۟ nasū mereka melupakan مَا apa ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diperingatkan بِهِۦٓ bihi dengannya أَنجَيْنَا anjaynā Kami selamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَنْهَوْنَ yanhawna (mereka) melarang عَنِ ʿani dari ٱلسُّوٓءِ l-sūi berbuat jahat وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami timpakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim بِعَذَابٍۭ biʿadhābin dengan siksaan بَـِٔيسٍۭ baīsin buruk/keras بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik 165

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

فَلَمَّا falammā maka setelah عَتَوْا۟ ʿataw mereka melanggar عَن ʿan dari/terhadap مَّا apa نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang عَنْهُ ʿanhu daripadanya قُلْنَا qul'nā Kami katakan لَهُمْ lahum kepada mereka كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu قِرَدَةً qiradatan kera خَـٰسِـِٔينَ khāsiīna yang hina 166

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina"1.

وَإِذْ wa-idh dan ketika تَأَذَّنَ ta-adhana memberitahukan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لَيَبْعَثَنَّ layabʿathanna sungguh Dia akan mengirim عَلَيْهِمْ ʿalayhim ata/kepada mereka إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَن man siapa/orang يَسُومُهُمْ yasūmuhum akan menimpa kepada mereka سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ ۗ l-ʿadhābi azab إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَسَرِيعُ lasarīʿu amat cepat ٱلْعِقَابِ ۖ l-ʿiqābi siksa(Nya) وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya Dia لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 167

Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhan-mu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَقَطَّعْنَـٰهُمْ waqaṭṭaʿnāhum dan Kami membagi-bagi mereka فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أُمَمًۭا ۖ umaman beberapa golongan مِّنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلصَّـٰلِحُونَ l-ṣāliḥūna orang-orang yang saleh وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka دُونَ dūna tidaklah ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian وَبَلَوْنَـٰهُم wabalawnāhum dan Kami coba mereka بِٱلْحَسَنَـٰتِ bil-ḥasanāti dengan yang baik-baik وَٱلسَّيِّـَٔاتِ wal-sayiāti dan yang buruk-buruk لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 168

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

فَخَلَفَ fakhalafa maka datang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka خَلْفٌۭ khalfun pengganti/generasi وَرِثُوا۟ warithū mereka mewarisi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab يَأْخُذُونَ yakhudhūna mereka mengambil عَرَضَ ʿaraḍa harta benda dunia هَـٰذَا hādhā ini ٱلْأَدْنَىٰ l-adnā yang rendah وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan سَيُغْفَرُ sayugh'faru akan diampuni لَنَا lanā bagi kami وَإِن wa-in dan jika يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka عَرَضٌۭ ʿaraḍun harta benda (dunia) مِّثْلُهُۥ mith'luhu sebanyak itu يَأْخُذُوهُ ۚ yakhudhūhu mereka mengambilnya أَلَمْ alam bukankah يُؤْخَذْ yu'khadh diambil عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّيثَـٰقُ mīthāqu perjanjian ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab أَن an bahwa لَّا tidak يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar وَدَرَسُوا۟ wadarasū dan mereka mempelajari مَا apa فِيهِ ۗ fīhi didalamnya وَٱلدَّارُ wal-dāru dan kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَتَّقُونَ ۗ yattaqūna (mereka) bertakwa أَفَلَا afalā maka apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 169

Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُمَسِّكُونَ yumassikūna (mereka) berpegang teguh بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan Kitab وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat إِنَّا innā sesungguhnya kami لَا tidak نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُصْلِحِينَ l-muṣ'liḥīna orang-orang yang mengadakan perbaikan 170

Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Alkitab (Taurat) serta mendirikan salat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.

۞ وَإِذْ wa-idh dan ketika نَتَقْنَا nataqnā Kami goncangkan ٱلْجَبَلَ l-jabala gunung فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan ظُلَّةٌۭ ẓullatun naungan وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia وَاقِعٌۢ wāqiʿun jatuh/menimpa بِهِمْ bihim kepada mereka خُذُوا۟ khudhū ambillah مَآ apa ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum telah Kami berikan kepadamu بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan kuat وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah مَا apa فِيهِ fīhi didalamnya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 171

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذَ akhadha mengeluarkan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مِنۢ min dari بَنِىٓ banī anak-anak ءَادَمَ ādama Adam مِن min dari ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka ذُرِّيَّتَهُمْ dhurriyyatahum keturunan mereka وَأَشْهَدَهُمْ wa-ashhadahum dan (Allah) mengambil saksi pada mereka عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim jiwa mereka أَلَسْتُ alastu bukankah Aku ini بِرَبِّكُمْ ۖ birabbikum dengan Tuhanmu قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ ۛ balā ya betul شَهِدْنَآ ۛ shahid'nā kami menjadi saksi أَن an supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami عَنْ ʿan dari/tentang هَـٰذَا hādhā ini غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai 172

Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

أَوْ aw atau تَقُولُوٓا۟ taqūlū kamu mengatakan إِنَّمَآ innamā sesungguhnya أَشْرَكَ ashraka telah menyekutukan ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan مِّنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۖ baʿdihim sesudahnya أَفَتُهْلِكُنَا afatuh'likunā apakah Engkau akan membinasakan kami بِمَا bimā dengan apa فَعَلَ faʿala perbuatan ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang sesat 173

atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"1

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 174

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu agar mereka kembali (kepada kebenaran).

وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka نَبَأَ naba-a berita ٱلَّذِىٓ alladhī yang ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami telah berikan kepadanya ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami فَٱنسَلَخَ fa-insalakha maka dia melepaskan diri مِنْهَا min'hā daripadanya (ayat-ayat) فَأَتْبَعَهُ fa-atbaʿahu maka/lalu mengikutinya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فَكَانَ fakāna maka dia adalah مِنَ mina dari ٱلْغَاوِينَ l-ghāwīna orang-orang yang sesat 175

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Alkitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

وَلَوْ walaw dan kalau شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَرَفَعْنَـٰهُ larafaʿnāhu niscaya Kami tinggikan بِهَا bihā dengannya (ayat-ayat) وَلَـٰكِنَّهُۥٓ walākinnahu tetapi dia أَخْلَدَ akhlada dia cenderung إِلَى ilā kepada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan dia mengikuti هَوَىٰهُ ۚ hawāhu hawa nafsunya فَمَثَلُهُۥ famathaluhu maka perumpaannya كَمَثَلِ kamathali seperti ٱلْكَلْبِ l-kalbi anjing إِن in jika تَحْمِلْ taḥmil kamu menghalau عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya يَلْهَثْ yalhath ia menjulurkan lidahnya أَوْ aw atau تَتْرُكْهُ tatruk'hu kamu membiarkannya يَلْهَث ۚ yalhath ia menjulurkan lidahnya ذَّٰلِكَ dhālika demikian itu مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا ۚ biāyātinā pada ayat-ayat Kami فَٱقْصُصِ fa-uq'ṣuṣi maka ceritakanlah ٱلْقَصَصَ l-qaṣaṣa kisah-kisah لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir 176

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah; maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

سَآءَ sāa amat buruk مَثَلًا mathalan perumpamaan ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami وَأَنفُسَهُمْ wa-anfusahum dan diri mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka berbuat dzalim 177

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

مَن man barang siapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَهُوَ fahuwa maka dia ٱلْمُهْتَدِى ۖ l-muh'tadī orang yang mendapat petunjuk وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia menyesatkan فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi 178

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah1, maka merekalah orang-orang yang merugi.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ذَرَأْنَا dharanā Kami sediakan لِجَهَنَّمَ lijahannama untuk neraka Jahanam كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini Jin وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia لَهُمْ lahum bagi mereka قُلُوبٌۭ qulūbun hati لَّا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna memahami بِهَا bihā dengannya(ayat-ayat) وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka أَعْيُنٌۭ aʿyunun mata لَّا tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna melihat بِهَا bihā dengannya (tanda-tanda) وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga لَّا tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mendengar بِهَآ ۚ bihā dengannya (ayat-ayat) أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu كَٱلْأَنْعَـٰمِ kal-anʿāmi seperti binatang ternak بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka أَضَلُّ ۚ aḍallu lebih sesat أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰفِلُونَ l-ghāfilūna orang-orang yang lalai 179

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā yang baik فَٱدْعُوهُ fa-id'ʿūhu maka berdoalah kepadaNya بِهَا ۖ bihā dengannya وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna (mereka) mengingkari فِىٓ dalam/tentang أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ asmāihi nama-namaNya سَيُجْزَوْنَ sayuj'zawna mereka akan diberi balasan مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 180

Hanya milik Allah Asmā`ul ῌusnā1, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmā`ul ῌusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya2. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

وَمِمَّنْ wamimman dan diantara orang-orang خَلَقْنَآ khalaqnā Kami ciptakan أُمَّةٌۭ ummatun umat يَهْدُونَ yahdūna mereka memberi petunjuk بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَبِهِۦ wabihi dan dengannya يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka berbuat keadilan 181

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami سَنَسْتَدْرِجُهُم sanastadrijuhum menarik secara berangsur-angsur مِّنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui 182

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

وَأُمْلِى wa-um'lī dan Aku memberi tangguh لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka إِنَّ inna sesungguhnya كَيْدِى kaydī rencanaKu مَتِينٌ matīnun amat teguh 183

Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.

أَوَلَمْ awalam apakah tidak يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ yatafakkarū mereka berfikir مَا apa بِصَاحِبِهِم biṣāḥibihim teman mereka itu مِّن min dari جِنَّةٍ ۚ jinnatin orang gila إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun yang nyata 184

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

أَوَلَمْ awalam tidakkah يَنظُرُوا۟ yanẓurū mereka memperhatikan فِى di dalam مَلَكُوتِ malakūti kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَأَنْ wa-an dan bahwa عَسَىٰٓ ʿasā bisa jadi أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah قَدِ qadi sungguh ٱقْتَرَبَ iq'taraba telah dekat أَجَلُهُمْ ۖ ajaluhum waktu mereka فَبِأَىِّ fabi-ayyi maka yang mana حَدِيثٍۭ ḥadīthin berita بَعْدَهُۥ baʿdahu sesudahnya (Al Quran) يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 185

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur`ān itu?

مَن man barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَا falā maka tidak هَادِىَ hādiya orang yang memberi petunjuk لَهُۥ ۚ lahu kepadanya وَيَذَرُهُمْ wayadharuhum dan (Allah) membiarkan mereka فِى dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kesesatan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka terombang-ambing 186

Barang siapa yang Allah sesatkan1, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani tentang ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat أَيَّانَ ayyāna kapan مُرْسَىٰهَا ۖ mur'sāhā terjadinya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya عِندَ ʿinda disisi رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku لَا tidak يُجَلِّيهَا yujallīhā menjelaskannya لِوَقْتِهَآ liwaqtihā bagi waktunya إِلَّا illā kecuali هُوَ ۚ huwa Dia ثَقُلَتْ thaqulat amat berat فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi لَا tidak تَأْتِيكُمْ tatīkum datang kepadamu إِلَّا illā melainkan بَغْتَةًۭ ۗ baghtatan dengan tiba-tiba يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu كَأَنَّكَ ka-annaka seakan-akan kamu حَفِىٌّ ḥafiyyun benar-benar mengetahui عَنْهَا ۖ ʿanhā daripadanya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 187

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, "Bilakah terjadinya?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhan-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

قُل qul katakanlah لَّآ tidak أَمْلِكُ amliku aku berkuasa لِنَفْسِى linafsī bagi diriku نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan وَلَا walā dan tidak ضَرًّا ḍarran kemudlaratan إِلَّا illā kecuali مَا apa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَلَوْ walaw dan sekiranya كُنتُ kuntu adalah aku أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib لَٱسْتَكْثَرْتُ la-is'takthartu tentu aku memperoleh banyak مِنَ mina dari ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan وَمَا wamā dan tidak مَسَّنِىَ massaniya menimpaku ٱلسُّوٓءُ ۚ l-sūu keburukan إِنْ in bahwa أَنَا۠ anā aku إِلَّا illā kecuali نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan وَبَشِيرٌۭ wabashīrun dan pembawa berita gembira لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 188

Katakanlah, "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

۞ هُوَ huwa Dialah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin diri وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu وَجَعَلَ wajaʿala dan dia jadikan مِنْهَا min'hā daripadanya زَوْجَهَا zawjahā isterinya لِيَسْكُنَ liyaskuna agar ia merasa senang إِلَيْهَا ۖ ilayhā kepadanya فَلَمَّا falammā maka setelah تَغَشَّىٰهَا taghashāhā mencampurinya حَمَلَتْ ḥamalat ia mengandung حَمْلًا ḥamlan kandungan خَفِيفًۭا khafīfan yang ringan فَمَرَّتْ famarrat maka ia terus بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَلَمَّآ falammā maka setelah أَثْقَلَت athqalat ia merasa berat دَّعَوَا daʿawā keduanya berdoa ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّهُمَا rabbahumā Tuhan keduanya لَئِنْ la-in sesungguhnya jika ءَاتَيْتَنَا ātaytanā Engkau memberi kami صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan anak yang saleh لَّنَكُونَنَّ lanakūnanna tentu kami termasuk مِنَ mina dari ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur 189

Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan-nya seraya berkata, "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".

فَلَمَّآ falammā maka setelah ءَاتَىٰهُمَا ātāhumā (Allah) memberikan kepada keduanya صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan anak saleh جَعَلَا jaʿalā keduanya menjadikan لَهُۥ lahu bagiNya شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu فِيمَآ fīmā terhadap apa ءَاتَىٰهُمَا ۚ ātāhumā Dia berikan kepada keduanya فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka sekutukan 190

Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya1 menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

أَيُشْرِكُونَ ayush'rikūna apakah mereka mempersekutukan مَا apa لَا tidak يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُمْ wahum dan mereka يُخْلَقُونَ yukh'laqūna mereka diciptakan 191

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

وَلَا walā dan tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat لَهُمْ lahum kepada mereka نَصْرًۭا naṣran pertolongan وَلَآ walā dan tidak أَنفُسَهُمْ anfusahum mereka sendiri يَنصُرُونَ yanṣurūna mereka memberi pertolongan 192

Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.

وَإِن wa-in dan jika تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka إِلَى ilā kepada ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk لَا tidak يَتَّبِعُوكُمْ ۚ yattabiʿūkum mereka mengikuti kamu سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَدَعَوْتُمُوهُمْ adaʿawtumūhum apakah kamu menyeru mereka أَمْ am atau أَنتُمْ antum kamu صَـٰمِتُونَ ṣāmitūna orang-orang yang diam 193

Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru mereka مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah عِبَادٌ ʿibādun hamba/makhluk أَمْثَالُكُمْ ۖ amthālukum serupa kamu فَٱدْعُوهُمْ fa-id'ʿūhum maka serulah merka فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ falyastajībū supaya mereka memperkenankan لَكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 194

Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

أَلَهُمْ alahum apakah mereka mempunyai أَرْجُلٌۭ arjulun kaki-kaki يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan بِهَآ ۖ bihā dengannya أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai أَيْدٍۢ aydin tangan يَبْطِشُونَ yabṭishūna mereka memegang بِهَآ ۖ bihā dengannya أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai أَعْيُنٌۭ aʿyunun mata يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat بِهَآ ۖ bihā dengannya أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar بِهَا ۗ bihā dengannya قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggilah شُرَكَآءَكُمْ shurakāakum sekutu-sekutumu/berhala-berhalamu ثُمَّ thumma kemudian كِيدُونِ kīdūni lakukan tipu daya untukku فَلَا falā maka jangan تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat 195

Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras1, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".

إِنَّ inna sesungguhnya وَلِـِّۧىَ waliyyiya pelindungku ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang نَزَّلَ nazzala menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ ۖ l-kitāba Kitab وَهُوَ wahuwa dan Dia يَتَوَلَّى yatawallā melindungi ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 196

"Sesungguhnya pelindungku ialah Allah Yang telah menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh".

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain لَا tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat نَصْرَكُمْ naṣrakum menolong kamu وَلَآ walā dan tidak أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَنصُرُونَ yanṣurūna mereka menolong 197

"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri".

وَإِن wa-in dan jika تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka إِلَى ilā kepada/untuk ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk لَا tidak يَسْمَعُوا۟ ۖ yasmaʿū mereka mendengar وَتَرَىٰهُمْ watarāhum dn kamu melihat mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat 198

"Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-berhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.

خُذِ khudhi ambillah/berilah ٱلْعَفْوَ l-ʿafwa maaf وَأْمُرْ wamur dan suruhlah بِٱلْعُرْفِ bil-ʿur'fi dengan mengerjakan kebaikan وَأَعْرِضْ wa-aʿriḍ dan berpalinglah عَنِ ʿani dari ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh 199

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.

وَإِمَّا wa-immā dan jika يَنزَغَنَّكَ yanzaghannaka menipu/menggodamu مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan نَزْغٌۭ nazghun tipuan/godaan فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi kepada Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 200

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah1. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa إِذَا idhā apabila مَسَّهُمْ massahum menimpa mereka طَـٰٓئِفٌۭ ṭāifun was-was مِّنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan تَذَكَّرُوا۟ tadhakkarū mereka ingat فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka مُّبْصِرُونَ mub'ṣirūna orang-orang yang sadar kembali 201

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

وَإِخْوَٰنُهُمْ wa-ikh'wānuhum dan teman-teman mereka يَمُدُّونَهُمْ yamuddūnahum membantu mereka (syaitan) فِى dalam ٱلْغَىِّ l-ghayi menyesatkan ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُقْصِرُونَ yuq'ṣirūna henti-hentinya mereka 202

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

وَإِذَا wa-idhā dan jika لَمْ lam tidak تَأْتِهِم tatihim kamu membawa kepada mereka بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ ij'tabaytahā kamu pilih/buat sendiri ia(ayat-ayat) قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti مَا apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku مِن min dari رَّبِّى ۚ rabbī Tuhanku هَـٰذَا hādhā ini بَصَآئِرُ baṣāiru pandangan/bukti nyata مِن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 203

Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al-Qur`ān kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhan-ku kepadaku. Al-Qur`ān ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan-mu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".

وَإِذَا wa-idhā dan jika قُرِئَ quri-a dibacakan ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran فَٱسْتَمِعُوا۟ fa-is'tamiʿū maka dengarkanlah لَهُۥ lahu kepadanya وَأَنصِتُوا۟ wa-anṣitū dan perhatikanlah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat 204

Dan apabila dibacakan Al-Qur`ān, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat1.

وَٱذْكُر wa-udh'kur dan ingatlah رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu فِى dalam نَفْسِكَ nafsika hatimu تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan merendahkan diri وَخِيفَةًۭ wakhīfatan dan rasa takut وَدُونَ wadūna dan tidak ٱلْجَهْرِ l-jahri keras مِنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan/suara بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi وَٱلْـَٔاصَالِ wal-āṣāli dan petang وَلَا walā dan jangan تَكُن takun kamu menjadi مِّنَ mina dari ٱلْغَـٰفِلِينَ l-ghāfilīna orang-orang yang lalai 205

Dan sebutlah (nama) Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna malaikat-malaikat yang عِندَ ʿinda disisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَا tidak يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna menyombongkan diri عَنْ ʿan dari عِبَادَتِهِۦ ʿibādatihi beribadah kepadaNya وَيُسَبِّحُونَهُۥ wayusabbiḥūnahu dan mereka mensucikanNya وَلَهُۥ walahu dan kepadaNya يَسْجُدُونَ ۩ yasjudūna mereka bersujud 206

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhan-mu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud1.

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan menanyakan kepadamu عَنِ ʿani tentang ٱلْأَنفَالِ ۖ l-anfāli harta rampasan perang قُلِ quli katakanlah ٱلْأَنفَالُ l-anfālu harta rampasan perang لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah وَٱلرَّسُولِ ۖ wal-rasūli dan Rasul فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَصْلِحُوا۟ wa-aṣliḥū dan perbaikilah ذَاتَ dhāta perhubungan بَيْنِكُمْ ۖ baynikum diantara kamu وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ warasūlahu dan RasulNya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 1

Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan rasul1, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱللَّهُ l-lahu Allah وَجِلَتْ wajilat gemetarlah قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُلِيَتْ tuliyat dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatNya زَادَتْهُمْ zādathum ia menambahkan mereka إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan mereka وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal 2

Sesungguhnya orang-orang yang beriman1 itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah2 gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَمِمَّا wamimmā dan dari apa(rezki) رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami berikan rezki kepada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan 3

(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman حَقًّۭا ۚ ḥaqqan sebenar-benarnya لَّهُمْ lahum bagi mereka (memperoleh) دَرَجَـٰتٌ darajātun derajat عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَمَغْفِرَةٌۭ wamaghfiratun dan ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia 4

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhan-nya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.

كَمَآ kamā sebagaimana أَخْرَجَكَ akhrajaka mengeluarkan/menyuruh kamu pergi رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مِنۢ min dari بَيْتِكَ baytika rumahmu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman لَكَـٰرِهُونَ lakārihūna sungguh orang-orang yang tidak menyukai 5

Sebagaimana Tuhan-mu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran1, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

يُجَـٰدِلُونَكَ yujādilūnaka mereka akan membantahmu فِى tentang ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran بَعْدَ مَا baʿdamā sesudah تَبَيَّنَ tabayyana apa كَأَنَّمَا ka-annamā nyata يُسَاقُونَ yusāqūna seakan-akan إِلَى ilā mereka dihalau ٱلْمَوْتِ l-mawti kepada وَهُمْ wahum kematian يَنظُرُونَ yanẓurūna dan/sedang mereka 6

mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).

وَإِذْ wa-idh dan ketika يَعِدُكُمُ yaʿidukumu menjanjikan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah إِحْدَى iḥ'dā salah satu ٱلطَّآئِفَتَيْنِ l-ṭāifatayni dua golongan itu أَنَّهَا annahā bahwasanya ia لَكُمْ lakum bagi kalian وَتَوَدُّونَ watawaddūna dan/sedang kamu menginginkan أَنَّ anna bahwa غَيْرَ ghayra tidak ذَاتِ dhāti mempunyai ٱلشَّوْكَةِ l-shawkati kekuatan senjata تَكُونُ takūnu adalah ia لَكُمْ lakum bagi kalian وَيُرِيدُ wayurīdu dan menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an untuk يُحِقَّ yuḥiqqa membenarkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar/kebenaran بِكَلِمَـٰتِهِۦ bikalimātihi dengan kalimat/ayat-ayatNya وَيَقْطَعَ wayaqṭaʿa dan Dia memusnahkan دَابِرَ dābira seluruh ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 7

Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah1 yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,

لِيُحِقَّ liyuḥiqqa agar Dia membenarkan/menetapkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar وَيُبْطِلَ wayub'ṭila dan Dia membatalkan ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila yang batil وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa 8

agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.

إِذْ idh ketika تَسْتَغِيثُونَ tastaghīthūna kamu mohon pertolongan رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka/lalu Dia memperkenankan لَكُمْ lakum bagi kalian أَنِّى annī sesungguhnya Aku مُمِدُّكُم mumiddukum mendatangkan bala bantuan kepadamu بِأَلْفٍۢ bi-alfin dengan seribu مِّنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat مُرْدِفِينَ mur'difīna datang berduyun-duyun 9

(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan-mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".

وَمَا wamā dan tidak جَعَلَهُ jaʿalahu menjadikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali/melainkan بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira وَلِتَطْمَئِنَّ walitaṭma-inna dan agar menetapkan بِهِۦ bihi dengannya قُلُوبُكُمْ ۚ qulūbukum hatimu وَمَا wamā dan tidak ٱلنَّصْرُ l-naṣru pertolongan/kemenangan إِلَّا illā kecuali مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 10

Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِذْ idh ketika يُغَشِّيكُمُ yughashīkumu (Allah) menutupkan/menjadikan kamu ٱلنُّعَاسَ l-nuʿāsa mengantuk أَمَنَةًۭ amanatan perasaan tentram مِّنْهُ min'hu daripadanya وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan (Allah) menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air/hujan لِّيُطَهِّرَكُم liyuṭahhirakum untuk menyucikan kamu بِهِۦ bihi dengannya وَيُذْهِبَ wayudh'hiba dan menghilangkan عَنكُمْ ʿankum dari kalian رِجْزَ rij'za kotoran/gangguan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan وَلِيَرْبِطَ waliyarbiṭa dan untuk menguatkan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِكُمْ qulūbikum hatimu وَيُثَبِّتَ wayuthabbita dan Dia memperteguh بِهِ bihi dengannya ٱلْأَقْدَامَ l-aqdāma telapak kaki 11

(Ingatlah) ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)1.

إِذْ idh ketika يُوحِى yūḥī mewahyukan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu إِلَى ilā kepada ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat أَنِّى annī sesungguhnya Aku مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu فَثَبِّتُوا۟ fathabbitū maka teguhkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū beriman سَأُلْقِى sa-ul'qī kelak akan Aku jatuhkan فِى dalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa ketakutan فَٱضْرِبُوا۟ fa-iḍ'ribū maka pukullah/penggallah فَوْقَ fawqa diatas ٱلْأَعْنَاقِ l-aʿnāqi leher/tengkuk وَٱضْرِبُوا۟ wa-iḍ'ribū dan pukullah/potonglah مِنْهُمْ min'hum dari mereka كُلَّ kulla tiap-tiap بَنَانٍۢ banānin ujung jari 12

(Ingatlah) ketika Tuhan-mu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka1.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka شَآقُّوا۟ shāqqū mereka menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan RasulNya وَمَن waman dan barang siapa يُشَاقِقِ yushāqiqi menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa 13

(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.

ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itulah فَذُوقُوهُ fadhūqūhu maka rasakanlah ia وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلنَّارِ l-nāri neraka 14

Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila لَقِيتُمُ laqītumu kamu bertemu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar زَحْفًۭا zaḥfan maju menyerang فَلَا falā maka jangan تُوَلُّوهُمُ tuwallūhumu kamu berpaling dari mereka ٱلْأَدْبَارَ l-adbāra punggung/ke belakang 15

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).

وَمَن waman dan barang siapa يُوَلِّهِمْ yuwallihim berpaling dari mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu دُبُرَهُۥٓ duburahu belakangnya إِلَّا illā kecuali مُتَحَرِّفًۭا mutaḥarrifan berbelok لِّقِتَالٍ liqitālin untuk perang أَوْ aw atau مُتَحَيِّزًا mutaḥayyizan menggabungkan إِلَىٰ ilā kepada فِئَةٍۢ fi-atin golongan/pasukan فَقَدْ faqad maka sesungguhnya بَآءَ bāa dia kembali بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 16

Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.

فَلَمْ falam maka bukan تَقْتُلُوهُمْ taqtulūhum kamu membunuh mereka وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah قَتَلَهُمْ ۚ qatalahum membunuh mereka وَمَا wamā dan bukan رَمَيْتَ ramayta kamu melempar إِذْ idh ketika رَمَيْتَ ramayta kamu melempar وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah رَمَىٰ ۚ ramā melempar وَلِيُبْلِىَ waliyub'liya dan Dia hendak mencoba ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman مِنْهُ min'hu daripadaNya بَلَآءً balāan cobaan حَسَنًا ۚ ḥasanan yang baik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 17

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

ذَٰلِكُمْ dhālikum demikianlah وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُوهِنُ mūhinu melemahkan كَيْدِ kaydi tipu daya ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 18

Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.

إِن in jika تَسْتَفْتِحُوا۟ tastaftiḥū kamu minta keputusan فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءَكُمُ jāakumu telah datang kepadamu ٱلْفَتْحُ ۖ l-fatḥu keputusan/kemenangan وَإِن wa-in dan jika تَنتَهُوا۟ tantahū kamu berhenti فَهُوَ fahuwa maka itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika تَعُودُوا۟ taʿūdū kamu berhenti نَعُدْ naʿud Kami kembali وَلَن walan dan tidak تُغْنِىَ tugh'niya mencukupi/mampu عَنكُمْ ʿankum dari kalian فِئَتُكُمْ fi-atukum golonganmu/pasukanmu شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun/sesuatu وَلَوْ walaw dan sekalipun كَثُرَتْ kathurat dia banyak وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 19

Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti1; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali2, niscaya Kami kembali (pula)3; dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَلَا walā dan jangan تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling عَنْهُ ʿanhu daripadaNya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَسْمَعُونَ tasmaʿūna kamu mendengar 20

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),

وَلَا walā dan jangan تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar 21

dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan1, padahal mereka tidak mendengarkan.

۞ إِنَّ inna sesungguhnya شَرَّ sharra seburuk-buruk ٱلدَّوَآبِّ l-dawābi binatang عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلصُّمُّ l-ṣumu tuli ٱلْبُكْمُ l-buk'mu bisu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mengerti 22

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan bisu1 yang tidak mengerti apa-apa pun.

وَلَوْ walaw dan kalau sekiranya عَلِمَ ʿalima mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah فِيهِمْ fīhim pada mereka خَيْرًۭا khayran kebaikan لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ la-asmaʿahum tentu Dia jadikan mereka mendengar وَلَوْ walaw dan kalau أَسْمَعَهُمْ asmaʿahum Dia jadikan mereka mendengar لَتَوَلَّوا۟ latawallaw niscaya mereka berpaling وَّهُم wahum dan/sedang mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang memalingkan diri 23

Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱسْتَجِيبُوا۟ is'tajībū penuhilah (seruan) لِلَّهِ lillahi bagi Allah وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan bagi Rasul إِذَا idhā apabila دَعَاكُمْ daʿākum memanggil kamu لِمَا limā kepada apa/sesuatu يُحْيِيكُمْ ۖ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَحُولُ yaḥūlu membatasi بَيْنَ bayna antara ٱلْمَرْءِ l-mari seseorang وَقَلْبِهِۦ waqalbihi dan hatinya وَأَنَّهُۥٓ wa-annahu dan sesungguhnya Dia إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan 24

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan rasul apabilacrasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu1, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya2 dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah kamu فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah لَّا tidak تُصِيبَنَّ tuṣībanna menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مِنكُمْ minkum diantara kamu خَآصَّةًۭ ۖ khāṣṣatan khusus وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa(Nya) 25

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah إِذْ idh ketika أَنتُمْ antum kamu قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit مُّسْتَضْعَفُونَ mus'taḍʿafūna orang-orang yang lemah فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تَخَافُونَ takhāfūna kamu takut أَن an bahwa/akan يَتَخَطَّفَكُمُ yatakhaṭṭafakumu menyambar/menculik kamu ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang-orang فَـَٔاوَىٰكُمْ faāwākum maka Dia memberi tempat kamu وَأَيَّدَكُم wa-ayyadakum dan Dia menguatkan kamu بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya وَرَزَقَكُم warazaqakum dan Dia memberi rezki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 26

Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا janganlah تَخُونُوا۟ takhūnū kamu mengkhianati ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul وَتَخُونُوٓا۟ watakhūnū dan kamu mengkhianati أَمَـٰنَـٰتِكُمْ amānātikum amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 27

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّمَآ annamā bahwasanya hanyalah أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum hartamu وَأَوْلَـٰدُكُمْ wa-awlādukum dan anak-anakmu فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah/cobaan وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥٓ ʿindahu di sisiNya أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 28

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تَتَّقُوا۟ tattaqū kamu bertaqwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْعَل yajʿal Dia menjadikan لَّكُمْ lakum bagi kalian فُرْقَانًۭا fur'qānan furqan وَيُكَفِّرْ wayukaffir dan Dia menghapuskan عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia mengampuni لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar 29

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqān1. Dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

وَإِذْ wa-idh dan ketika يَمْكُرُ yamkuru merencanakan tipu daya بِكَ bika terhadap kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِيُثْبِتُوكَ liyuth'bitūka untuk mereka menahanmu أَوْ aw atau يَقْتُلُوكَ yaqtulūka mereka membunuhmu أَوْ aw atau يُخْرِجُوكَ ۚ yukh'rijūka mereka mengusirmu وَيَمْكُرُونَ wayamkurūna dan mereka membuat tipu daya وَيَمْكُرُ wayamkuru dan membuat tipu daya ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمَـٰكِرِينَ l-mākirīna pengatur tipu daya 30

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami قَالُوا۟ qālū mereka berkata قَدْ qad sesungguhnya سَمِعْنَا samiʿ'nā kami telah mendengar لَوْ law kalau نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَقُلْنَا laqul'nā tentu kami dapat berkata/membaca مِثْلَ mith'la seperti هَـٰذَآ ۙ hādhā ini إِنْ in jika هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali/hanyalah أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng-dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu kala 31

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala".

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah إِن in jika كَانَ kāna adalah هَـٰذَا hādhā ini هُوَ huwa dia ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar مِنْ min dari عِندِكَ ʿindika sisi Engkau فَأَمْطِرْ fa-amṭir maka hujanilah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami حِجَارَةًۭ ḥijāratan batu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit أَوِ awi atau ٱئْتِنَا i'tinā datangkan kepada kami بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍۢ alīmin sangat pedih 32

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur`ān) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُعَذِّبَهُمْ liyuʿadhibahum akan mengazab mereka وَأَنتَ wa-anta dan/sedang kamu فِيهِمْ ۚ fīhim diantara mereka وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah مُعَذِّبَهُمْ muʿadhibahum mengazab mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَسْتَغْفِرُونَ yastaghfirūna mereka meminta ampun 33

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun1.

وَمَا wamā dan apa لَهُمْ lahum ada pada mereka أَلَّا allā sehingga tidak يُعَذِّبَهُمُ yuʿadhibahumu mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَهُمْ wahum dan/padahal mereka يَصُدُّونَ yaṣuddūna mereka halangi عَنِ ʿani dari ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram وَمَا wamā dan bukanlah كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَوْلِيَآءَهُۥٓ ۚ awliyāahu penguasa-penguasanya إِنْ in tidaklah أَوْلِيَآؤُهُۥٓ awliyāuhu penguasanya إِلَّا illā kecuali/hanyalah ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 34

Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada/lain صَلَاتُهُمْ ṣalātuhum sholat mereka عِندَ ʿinda di sisi/sekitar ٱلْبَيْتِ l-bayti Baitullah إِلَّا illā kecuali/hanyalah مُكَآءًۭ mukāan siulan وَتَصْدِيَةًۭ ۚ wataṣdiyatan dan tepuk tangan فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab بِمَا bimā dengan apa/sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir 35

Salat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka akan menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka لِيَصُدُّوا۟ liyaṣuddū untuk mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَسَيُنفِقُونَهَا fasayunfiqūnahā maka mereka menafkahkannya ثُمَّ thumma kemudian تَكُونُ takūnu jadilah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَسْرَةًۭ ḥasratan sesalan ثُمَّ thumma kemudian يُغْلَبُونَ ۗ yugh'labūna mereka akan dikalahkan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِلَىٰ ilā ke dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna mereka dikumpulkan 36

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

لِيَمِيزَ liyamīza karena hendak memisahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk مِنَ mina dari ٱلطَّيِّبِ l-ṭayibi yang baik وَيَجْعَلَ wayajʿala dan Dia menjadikan ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk بَعْضَهُۥ baʿḍahu sebagiannya عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فَيَرْكُمَهُۥ fayarkumahu maka/lalu Dia menumpukkannya جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيَجْعَلَهُۥ fayajʿalahu maka Dia menjadikannya فِى dalam جَهَنَّمَ ۚ jahannama neraka jahanam أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi 37

supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.

قُل qul katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِن in jika يَنتَهُوا۟ yantahū mereka berhenti يُغْفَرْ yugh'far diampuni لَهُم lahum bagi mereka مَّا apa/dosa-dosa قَدْ qad sesungguhnya سَلَفَ salafa telah lalu وَإِن wa-in dan jika يَعُودُوا۟ yaʿūdū mereka kembali فَقَدْ faqad maka sesungguhnya مَضَتْ maḍat berlalu/berlaku سُنَّتُ sunnatu sunnah ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 38

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu1, "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi2, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu".

وَقَـٰتِلُوهُمْ waqātilūhum dan perangilah mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga لَا tidak تَكُونَ takūna ada lagi فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah وَيَكُونَ wayakūna dan adalah ٱلدِّينُ l-dīnu agama كُلُّهُۥ kulluhu semuanya لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah فَإِنِ fa-ini maka jika ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan /terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 39

Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah1 dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah2. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

وَإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah مَوْلَىٰكُمْ ۚ mawlākum Pelindungmu نِعْمَ niʿ'ma sebaik-baik ٱلْمَوْلَىٰ l-mawlā Pelindung وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik ٱلنَّصِيرُ l-naṣīru Penolong 40

Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik penolong.