Tilawahku
Masuk
۞

Juz 12

Hud (6-123), Yusuf (1-52)

۞ وَمَا wamā dan tidak ada مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang melata فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā melainkan عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah رِزْقُهَا riz'quhā rezkinya وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مُسْتَقَرَّهَا mus'taqarrahā tempat berdiamnya وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ wamus'tawdaʿahā dan tempat penyimpanannya كُلٌّۭ kullun semuanya فِى didalam كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 6

Dan tidak ada suatu binatang melata 1 pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya 2. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi فِى dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin masa/hari وَكَانَ wakāna dan adalah عَرْشُهُۥ ʿarshuhu singgasana-Nya عَلَى ʿalā di atas ٱلْمَآءِ l-māi air لِيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia hendak mengujimu أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik عَمَلًۭا ۗ ʿamalan amalnya وَلَئِن wala-in dan jika قُلْتَ qul'ta kamu berkata إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مَّبْعُوثُونَ mabʿūthūna orang yang dibangkitkan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱلْمَوْتِ l-mawti mati لَيَقُولَنَّ layaqūlanna niscaya akan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā hanyalah سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 7

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan adalah arasy-Nya di atas air agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya 1 dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah), "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Ini 2 tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

وَلَئِنْ wala-in dan sesungguhnya jika أَخَّرْنَا akharnā Kami undurkan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab إِلَىٰٓ ilā kepada أُمَّةٍۢ ummatin umat/waktu مَّعْدُودَةٍۢ maʿdūdatin tertentu لَّيَقُولُنَّ layaqūlunna niscaya mereka akan berkata مَا apa يَحْبِسُهُۥٓ ۗ yaḥbisuhu menghalanginya أَلَا alā ingatlah يَوْمَ yawma di hari/di waktu يَأْتِيهِمْ yatīhim datang kepada mereka لَيْسَ laysa tidak مَصْرُوفًا maṣrūfan dipalingkan/dihindarkan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim dengan mereka مَّا apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 8

Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, pada waktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.

وَلَئِنْ wala-in dan jika أَذَقْنَا adhaqnā Kami rasakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِنَّا minnā dari Kami رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat ثُمَّ thumma kemudian نَزَعْنَـٰهَا nazaʿnāhā Kami cabutnya مِنْهُ min'hu daripadanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَيَـُٔوسٌۭ layaūsun menjadi putus asa كَفُورٌۭ kafūrun ingkar 9

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

وَلَئِنْ wala-in dan jika أَذَقْنَـٰهُ adhaqnāhu Kami rasakan kepadanya نَعْمَآءَ naʿmāa kebahagiaan بَعْدَ baʿda sesudah ضَرَّآءَ ḍarrāa bencana مَسَّتْهُ massathu menyentuh/menimpa لَيَقُولَنَّ layaqūlanna niscaya dia akan berkata ذَهَبَ dhahaba telang hilang ٱلسَّيِّـَٔاتُ l-sayiātu bencana-bencana عَنِّىٓ ۚ ʿannī daripadaku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَفَرِحٌۭ lafariḥun sangat gembira فَخُورٌ fakhūrun bangga 10

Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka) sabar وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُم lahum bagi mereka/beroleh مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala كَبِيرٌۭ kabīrun besar 11

kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

فَلَعَلَّكَ falaʿallaka maka boleh jadi kamu تَارِكٌۢ tārikun meninggalkan بَعْضَ baʿḍa sebagian مَا apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَضَآئِقٌۢ waḍāiqun dan sempit بِهِۦ bihi dengannya/karenanya صَدْرُكَ ṣadruka dadamu أَن an bahwa يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya كَنزٌ kanzun perbendaharaan/kekayaan أَوْ aw atau جَآءَ jāa datang مَعَهُۥ maʿahu bersama dia مَلَكٌ ۚ malakun seorang malaikat إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu نَذِيرٌۭ ۚ nadhīrun seorang pemberi peringatan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَكِيلٌ wakīlun Pemelihara 12

Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan افْتَرَاهُ ۖ if'tarāhu (Muhammad) membuat-buatnya قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah بِعَشْرِ biʿashri dengan sepuluh سُوَرٍۢ suwarin surat مِّثْلِهِۦ mith'lihi semisalnya/yang menyamainya مُفْتَرَيَـٰتٍۢ muf'tarayātin yang dibuat-buatnya itu وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah مَنِ mani orang-orang ٱسْتَطَعْتُم is'taṭaʿtum kamu sanggup مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 13

Bahkan, mereka mengatakan, " Muhammad telah membuat-buat Al-Qur`ān itu" ; Katakanlah, "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah jika kamu memang orang-orang yang benar".

فَإِلَّمْ fa-illam Maka jika tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memperkenankan لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّمَآ annamā bahwasanya أُنزِلَ unzila diturunkan بِعِلْمِ biʿil'mi dengan ilmu ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَن wa-an dan bahwa لَّآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā selain هُوَ ۖ huwa Dia فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri 14

Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu), "Ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur`ān itu diturunkan dengan ilmu 1 Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

مَن man barangsiapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَزِينَتَهَا wazīnatahā dan perhiasannya نُوَفِّ nuwaffi Kami penuhi/sempurnakan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum pekerjaan mereka فِيهَا fīhā didalamnya/didunia وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya/didunia لَا tidak يُبْخَسُونَ yub'khasūna mereka dirugikan 15

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَيْسَ laysa tidak لَهُمْ lahum bagi mereka فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat إِلَّا illā kecuali ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka وَحَبِطَ waḥabiṭa dan lenyap مَا apa صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka usahakan فِيهَا fīhā didalamnya/diakhirat وَبَـٰطِلٌۭ wabāṭilun dan batil/sia-sia مَّا apa كَانُوا۟ kānū adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 16

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan 1.

أَفَمَن afaman apakah orang كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti nyata مِّن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَيَتْلُوهُ wayatlūhu dan membacakannya شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi مِّنْهُ min'hu daripada-Nya وَمِن wamin dan dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya كِتَـٰبُ kitābu Kitab مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِمَامًۭا imāman pedoman وَرَحْمَةً ۚ waraḥmatan dan rahmat أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur kafir بِهِۦ bihi dengannya مِنَ mina dari/diantara ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan فَٱلنَّارُ fal-nāru maka neraka مَوْعِدُهُۥ ۚ mawʿiduhu diancamkannya فَلَا falā maka janganlah تَكُ taku kamu فِى dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya إِنَّهُ innahu sesungguhnya dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar-benar مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 17

Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur`ān) dari Tuhan-nya dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad)1 dari Allah dan sebelum Al-Qur`ān itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al-Qur`ān. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur`ān, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān itu. Sesungguhnya (Al-Qur`ān) itu benar-benar dari Tuhan-mu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā membuat-buat عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا ۚ kadhiban dusta أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna dihadapkan عَلَىٰ ʿalā atas/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلْأَشْهَـٰدُ l-ashhādu para saksi هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) berdusta عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka أَلَا alā ingatlah لَعْنَةُ laʿnatu kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 18

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi 1 akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menghendaki عِوَجًۭا ʿiwajan bengkok وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan hari akhirat هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang kafir/tidak percaya 19

(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَمْ lam tidak يَكُونُوا۟ yakūnū mereka ada/mampu مُعْجِزِينَ muʿ'jizīna melepaskan diri فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari أَوْلِيَآءَ ۘ awliyāa penolong يُضَـٰعَفُ yuḍāʿafu dilipat gandakan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْعَذَابُ ۚ l-ʿadhābu azab/siksaan مَا tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka sanggup ٱلسَّمْعَ l-samʿa mendengar وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat 20

Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَضَلَّ waḍalla dan lenyaplah عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 21

Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.

لَا tidak جَرَمَ jarama pasti أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمُ humu mereka ٱلْأَخْسَرُونَ l-akhsarūna orang-orang yang paling rugi 22

Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh وَأَخْبَتُوٓا۟ wa-akhbatū dan mereka merendahkan diri إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 23

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

۞ مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan كَٱلْأَعْمَىٰ kal-aʿmā seperti orang buta وَٱلْأَصَمِّ wal-aṣami dan orang tuli وَٱلْبَصِيرِ wal-baṣīri dan orang yang dapat melihat وَٱلسَّمِيعِ ۚ wal-samīʿi dan yang dapat mendengar هَلْ hal apakah يَسْتَوِيَانِ yastawiyāni sama keduanya مَثَلًا ۚ mathalan perumpamaan أَفَلَا afalā apakah tidak/tidakkah تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran 24

Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun yang nyata 25

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, (dia berkata), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,

أَن an bahwa لَّا janganlah تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā selain ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin pada hari أَلِيمٍۢ alīmin menyedihkan 26

agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".

فَقَالَ faqāla maka berkatalah ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مَا tidak نَرَىٰكَ narāka kami melihatmu إِلَّا illā melainkan بَشَرًۭا basharan seorang manusia مِّثْلَنَا mith'lanā seperti kami وَمَا wamā dan tidak نَرَىٰكَ narāka kami melihat kamu ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka yang mengikuti kamu إِلَّا illā melainkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka أَرَاذِلُنَا arādhilunā yang hina diantara kami بَادِىَ bādiya tanpa ٱلرَّأْىِ l-rayi pendapat/berpikir وَمَا wamā dan tidak نَرَىٰ narā kami melihat لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مِن min dari فَضْلٍۭ faḍlin keutamaan/kelebihan بَلْ bal tetapi/bahkan نَظُنُّكُمْ naẓunnukum kami mengira kamu كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang dusta 27

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".

قَالَ qāla (Nuh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pikiranmu إِن in jika كُنتُ kuntu aku ada عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَءَاتَىٰنِى waātānī dan diberinya aku رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنْ min dari عِندِهِۦ ʿindihi sisi-Nya فَعُمِّيَتْ faʿummiyat maka/lalu disamarkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَنُلْزِمُكُمُوهَا anul'zimukumūhā apakah kami akan paksakannya kamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَهَا lahā padanya كَـٰرِهُونَ kārihūna benci/tidak menyukai 28

Berkata Nūḥ, "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan-ku dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?"

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata): hai kaumku لَآ tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مَالًا ۖ mālan harta إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَى ʿalā atas/dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku بِطَارِدِ biṭāridi mengusir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ ۚ āmanū beriman إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū mereka menemui رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَـٰكِنِّىٓ walākinnī akan tetapi aku أَرَىٰكُمْ arākum aku memandangmu قَوْمًۭا qawman suatu kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna bodoh/tidak mengetahui 29

Dan (dia berkata), "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan-nya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) hai kaumku مَن man siapakah يَنصُرُنِى yanṣurunī menolongku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika طَرَدتُّهُمْ ۚ ṭaradttuhum aku mengusir mereka أَفَلَا afalā apakah tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran 30

Dan (dia berkata), "Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran 1?"

وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لَكُمْ lakum bagi kalian عِندِى ʿindī disisiku خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَآ walā dan tidak أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan إِنِّى innī sesungguhnya aku مَلَكٌۭ malakun Malaikat وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang تَزْدَرِىٓ tazdarī rendah/hina أَعْيُنُكُمْ aʿyunukum pandanganmu/penglihatanmu لَن lan tidak يُؤْتِيَهُمُ yu'tiyahumu mendatangkan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah خَيْرًا ۖ khayran kebaikan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa فِىٓ didalam/pada أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku إِذًۭا idhan kalau begitu لَّمِنَ lamina tentu dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 31

Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), "Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah dan aku tiada mengetahui yang gaib" dan tidak (pula) aku mengatakan, "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat" dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh قَدْ qad sesungguhnya جَـٰدَلْتَنَا jādaltanā kamu telah berbantahan dengan kami فَأَكْثَرْتَ fa-aktharta maka kamu telah memperbanyak جِدَٰلَنَا jidālanā perbantahan terhadap kami فَأْتِنَا fatinā maka datangkanlah kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan kepada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 32

Mereka berkata, "Hai Nūḥ, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".

قَالَ qāla (Nuh) berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَأْتِيكُم yatīkum akan mendatangkan kepadamu بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِن in jika شَآءَ shāa Dia menghendaki وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melepaskan diri 33

Nūḥ menjawab, "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.

وَلَا walā dan tidak يَنفَعُكُمْ yanfaʿukum berguna kepadamu نُصْحِىٓ nuṣ'ḥī nasehatku إِنْ in jika أَرَدتُّ aradttu aku hendak أَنْ an akan أَنصَحَ anṣaḥa aku memberi nasehat لَكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah يُرِيدُ yurīdu Dia menghendaki أَن an akan يُغْوِيَكُمْ ۚ yugh'wiyakum menyesatkanmu هُوَ huwa Dia رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 34

Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhan-mu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".

أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu dia membuat-buatnya قُلْ qul katakanlah إِنِ ini jika ٱفْتَرَيْتُهُۥ if'taraytuhu aku membuat-buatnya فَعَلَىَّ faʿalayya maka atasku إِجْرَامِى ij'rāmī dosaku وَأَنَا۠ wa-anā dan aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تُجْرِمُونَ tuj'rimūna kamu berbuat dosa 35

Malahan kaum Nūḥ itu berkata, "Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja". Katakanlah, "Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat".

وَأُوحِىَ waūḥiya dan diwahyukan إِلَىٰ ilā kepada نُوحٍ nūḥin Nuh أَنَّهُۥ annahu bahwasanya لَن lan tidak akan يُؤْمِنَ yu'mina beriman مِن min dari/diantara قَوْمِكَ qawmika kaummu إِلَّا illā kecuali مَن man orang قَدْ qad sungguh ءَامَنَ āmana telah beriman فَلَا falā maka jangan تَبْتَئِسْ tabta-is kamu bersedih hati بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan 36

Dan diwahyukan kepada Nūḥ bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja) karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.

وَٱصْنَعِ wa-iṣ'naʿi dan buatlah ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera بِأَعْيُنِنَا bi-aʿyuninā dengan pengawasan Kami وَوَحْيِنَا wawaḥyinā dan petunjuk wahyu Kami وَلَا walā dan janganlah تُخَـٰطِبْنِى tukhāṭib'nī kamu bicarakan dengan aku فِى didalam/tentang ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ۚ ẓalamū (mereka) dzalim إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّغْرَقُونَ mugh'raqūna orang-orang yang ditenggelamkan 37

Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

وَيَصْنَعُ wayaṣnaʿu dan (Nuh) membuat ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera وَكُلَّمَا wakullamā dan setiap kali مَرَّ marra berjalan melewati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مَلَأٌۭ mala-on pemuka-pemuka مِّن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya سَخِرُوا۟ sakhirū mereka mengejek مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya قَالَ qāla (Nuh) berkata إِن in jika تَسْخَرُوا۟ taskharū kamu mengejek مِنَّا minnā dari kami فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami نَسْخَرُ naskharu kami mengejek مِنكُمْ minkum dari kamu كَمَا kamā sebagaimana تَسْخَرُونَ taskharūna kamu mengejek 38

Dan mulailah Nūḥ membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nūḥ , mereka mengejeknya. Berkatalah Nūḥ , "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).

فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui مَن man siapa يَأْتِيهِ yatīhi mendatanginya/menimpanya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya وَيَحِلُّ wayaḥillu dan halal/menimpa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّقِيمٌ muqīmun kekal 39

Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal".

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā perintah Kami وَفَارَ wafāra dan memancar air ٱلتَّنُّورُ l-tanūru dapur قُلْنَا qul'nā Kami berfikir ٱحْمِلْ iḥ'mil bawalah/muatkanlah فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلٍّۢ kullin masing-masing زَوْجَيْنِ zawjayni sepasang ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dan keluargamu إِلَّا illā kecuali مَن man orang سَبَقَ sabaqa terdahulu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/ketetapan وَمَنْ waman dan orang ءَامَنَ ۚ āmana telah beriman وَمَآ wamā dan tidak ada ءَامَنَ āmana beriman مَعَهُۥٓ maʿahu bersamanya (Nuh) إِلَّا illā kecuali قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit 40

Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur 1 telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina) dan keluargamu, kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nūḥ itu kecuali sedikit.

۞ وَقَالَ waqāla dan (Nuh) berkata ٱرْكَبُوا۟ ir'kabū naiklah kamu sekalian فِيهَا fīhā didalamnya بِسْمِ bis'mi dengan nama ٱللَّهِ l-lahi Allah مَجْر۪ىٰهَا majrahā diwaktu berlayarnya وَمُرْسَىٰهَآ ۚ wamur'sāhā dan berlabuhnya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 41

Dan Nūḥ berkata, "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhan-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَهِىَ wahiya dan dia تَجْرِى tajrī berjalan/berlayar بِهِمْ bihim dengan mereka فِى dalam مَوْجٍۢ mawjin gelombang كَٱلْجِبَالِ kal-jibāli seperti gunung وَنَادَىٰ wanādā dan memanggil نُوحٌ nūḥun Nuh ٱبْنَهُۥ ib'nahu anaknya وَكَانَ wakāna dan adalah ia فِى di مَعْزِلٍۢ maʿzilin tempat terpencil يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan ٱرْكَب ir'kab naiklah مَّعَنَا maʿanā bersama kami وَلَا walā dan janganlah تَكُن takun kamu berada مَّعَ maʿa bersama ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir 42

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nūḥ memanggil anaknya 1, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil, "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".

قَالَ qāla (anaknya) berkata سَـَٔاوِىٓ saāwī aku akan mencari perlindungan إِلَىٰ ilā ke جَبَلٍۢ jabalin gunung-gunung يَعْصِمُنِى yaʿṣimunī ia menjagaku/melindungiku مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ ۚ l-māi air قَالَ qāla (Nuh) berkata لَا tidak ada عَاصِمَ ʿāṣima pelindung ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini مِنْ min dari أَمْرِ amri perintah/azab ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā selain مَن man orang رَّحِمَ ۚ raḥima Dia kasihani وَحَالَ waḥāla dan menghalangi/memisahkan بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya ٱلْمَوْجُ l-mawju gelombang فَكَانَ fakāna maka adalah ia/anak itu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُغْرَقِينَ l-mugh'raqīna orang-orang yang ditenggelamkan 43

Anaknya menjawab, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nūḥ berkata, "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah, selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

وَقِيلَ waqīla dan difirmankan يَـٰٓأَرْضُ yāarḍu hai bumi ٱبْلَعِى ib'laʿī telanlah مَآءَكِ māaki airmu وَيَـٰسَمَآءُ wayāsamāu dan hai langit أَقْلِعِى aqliʿī berhentilah وَغِيضَ waghīḍa dan disurutkan ٱلْمَآءُ l-māu air وَقُضِىَ waquḍiya dan diselesaikan ٱلْأَمْرُ l-amru urusan/perintah وَٱسْتَوَتْ wa-is'tawat dan berlabuh عَلَى ʿalā diatas ٱلْجُودِىِّ ۖ l-jūdiyi bukit Judi وَقِيلَ waqīla dan dikatakan بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/binasalah لِّلْقَوْمِ lil'qawmi bagi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 44

Dan difirmankan, "Hai bumi telanlah airmu dan hai langit (hujan) berhentilah" dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan 1 dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Jūdī 2 dan dikatakan, "Binasalah orang-orang yang zalim".

وَنَادَىٰ wanādā dan berseru نُوحٌۭ nūḥun Nuh رَّبَّهُۥ rabbahu Tuhannya فَقَالَ faqāla maka/lalu dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya ٱبْنِى ib'nī anakku مِنْ min dari/termasuk أَهْلِى ahlī keluargaku وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya وَعْدَكَ waʿdaka janji Engkau ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar وَأَنتَ wa-anta dan Engkau أَحْكَمُ aḥkamu paling adil menghukum ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para penghukum 45

Dan Nūḥ berseru kepada Tuhan-nya sambil berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya".

قَالَ qāla (Allah) berfirman يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَيْسَ laysa bukanlah dia مِنْ min dari/termasuk أَهْلِكَ ۖ ahlika keluargamu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia عَمَلٌ ʿamalun perbuatan غَيْرُ ghayru bukan/tidak صَـٰلِحٍۢ ۖ ṣāliḥin saleh/baik فَلَا falā maka jangan تَسْـَٔلْنِ tasalni kamu tanyakan kepada-Ku مَا apa/sesuatu لَيْسَ laysa tidak لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌ ۖ ʿil'mun pengetahuan إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَعِظُكَ aʿiẓuka Aku nasehatkan kepadamu أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu jadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh 46

Allah berfirman, "Hai Nūḥ, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya)1 perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan".

قَالَ qāla (Nuh) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِكَ bika kepada Engkau أَنْ an bahwa أَسْـَٔلَكَ asalaka aku menanyakan kepada Engkau مَا apa/sesuatu لَيْسَ laysa tidak/bukan لِى bagiku بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌۭ ۖ ʿil'mun pengetahuan/mengetahui وَإِلَّا wa-illā dan sekiranya tidak تَغْفِرْ taghfir Engkau memberi ampun لِى kepadaku وَتَرْحَمْنِىٓ watarḥamnī dan Engkau belas kasihan kepadaku أَكُن akun adalah aku مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi 47

Nūḥ berkata, Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi".

قِيلَ qīla difirmankan يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh ٱهْبِطْ ih'biṭ turunlah بِسَلَـٰمٍۢ bisalāmin dengan selamat مِّنَّا minnā dari Kami وَبَرَكَـٰتٍ wabarakātin dan keberkatan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat مِّمَّن mimman dari orang-orang مَّعَكَ ۚ maʿaka bersamamu وَأُمَمٌۭ wa-umamun dan ummat-ummat سَنُمَتِّعُهُمْ sanumattiʿuhum akan Kami beri kesenangan mereka ثُمَّ thumma kemudian يَمَسُّهُم yamassuhum akan menimpa mereka مِّنَّا minnā dari Kami عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 48

Difirmankan, "Hai Nūḥ, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami".

تِلْكَ til'ka itu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita-berita ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib نُوحِيهَآ nūḥīhā Kami wahyukannya إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu مَا tidak كُنتَ kunta adalah kamu تَعْلَمُهَآ taʿlamuhā kamu mengetahuinya أَنتَ anta kamu وَلَا walā dan tidak قَوْمُكَ qawmuka kaummu مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum هَـٰذَا ۖ hādhā ini فَٱصْبِرْ ۖ fa-iṣ'bir maka bersabarlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْعَـٰقِبَةَ l-ʿāqibata akibat/kesudahan لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 49

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada عَادٍ ʿādin kaum 'Ad أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka هُودًۭا ۚ hūdan Hud قَالَ qāla ia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia إِنْ in tidak lain أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā hanyalah مُفْتَرُونَ muf'tarūna mengada-adakan 50

Dan kepada kaum ‘Ād (Kami utus) saudara mereka, Hūd. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.

يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَآ tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًا ۖ ajran upah/ganjaran إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā hanyalah عَلَى ʿalā atas/dari ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَنِىٓ ۚ faṭaranī telah menciptakan aku أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 51

Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?"

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) hai kaum ٱسْتَغْفِرُوا۟ is'taghfirū mohon ampunlah kamu رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya يُرْسِلِ yur'sili Dia mengirim ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit/hujan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّدْرَارًۭا mid'rāran sangat deras وَيَزِدْكُمْ wayazid'kum dan Dia menambah kamu قُوَّةً quwwatan kekuatan إِلَىٰ ilā kepada قُوَّتِكُمْ quwwatikum kekuatanmu وَلَا walā dan jangan تَتَوَلَّوْا۟ tatawallaw kamu berpaling مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berbuat dosa 52

Dan (dia berkata), "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰهُودُ yāhūdu Hai Huud مَا tidak جِئْتَنَا ji'tanā kamu datang pada kami بِبَيِّنَةٍۢ bibayyinatin dengan bukti yang nyata وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami بِتَارِكِىٓ bitārikī dengan meninggalkan ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan sesembahan kami عَن ʿan dari/karena قَوْلِكَ qawlika perkataanmu وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami لَكَ laka bagimu بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna dengan orang-orang yang beriman 53

Kaum ‘Ād berkata, "Hai Hūd, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.

إِن in jika/tidak نَّقُولُ naqūlu kami mengatakan إِلَّا illā melainkan ٱعْتَرَىٰكَ iʿ'tarāka telah menimpakan kepadamu بَعْضُ baʿḍu sebagian ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan/sesembahan kami بِسُوٓءٍۢ ۗ bisūin dengan keburukan/bahaya قَالَ qāla (Hud) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya أُشْهِدُ ush'hidu aku bersaksi ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱشْهَدُوٓا۟ wa-ish'hadū dan saksikanlah olehmu أَنِّى annī bahwasanya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan 54

Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Hūd menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,

مِن min dari دُونِهِۦ ۖ dūnihi selain Dia فَكِيدُونِى fakīdūnī maka tipu dayakanlah aku جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya ثُمَّ thumma kemudian لَا janganlah تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat 55

dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.

إِنِّى innī sesungguhnya aku تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبِّكُم ۚ warabbikum dan Tuhanmu مَّا tidak ada مِن min dari دَآبَّةٍ dābbatin binatang melata إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ءَاخِذٌۢ ākhidhun memegang بِنَاصِيَتِهَآ ۚ bināṣiyatihā dengan ubun-ubunnya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku عَلَىٰ ʿalā diatas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus 56

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhan-ku dan Tuhan-mu. Tidak ada suatu binatang melata pun 1 , melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya 2. Sesungguhnya Tuhan-ku di atas jalan yang lurus 3" .

فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَقَدْ faqad maka sesungguhnya أَبْلَغْتُكُم ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu مَّآ apa أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku diutus بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَيْكُمْ ۚ ilaykum kepadamu وَيَسْتَخْلِفُ wayastakhlifu dan akan mengganti رَبِّى rabbī Tuhanku قَوْمًا qawman kaum غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu وَلَا walā dan tidak dapat تَضُرُّونَهُۥ taḍurrūnahu kamu membuat mudharat kepada-Nya شَيْـًٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَفِيظٌۭ ḥafīẓun Maha Pemelihara 57

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhan-ku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhan-ku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.

وَلَمَّا walammā dan setelah جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā keputusan Kami نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan هُودًۭا hūdan Hud وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَنَجَّيْنَـٰهُم wanajjaynāhum dan Kami selamatkan mereka مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab غَلِيظٍۢ ghalīẓin berat/keras 58

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hūd dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.

وَتِلْكَ watil'ka dan itulah عَادٌۭ ۖ ʿādun kaum Ad جَحَدُوا۟ jaḥadū mereka mengingkari بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَعَصَوْا۟ waʿaṣaw dan mereka mendurhakai رُسُلَهُۥ rusulahu Rasul-RasulNya وَٱتَّبَعُوٓا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti أَمْرَ amra perintah كُلِّ kulli semua جَبَّارٍ jabbārin penguasa عَنِيدٍۢ ʿanīdin durhaka 59

Dan itulah (kisah) kaum ‘Ād yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).

وَأُتْبِعُوا۟ wa-ut'biʿū dan mereka diikuti فِى didalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لَعْنَةًۭ laʿnatan kutukan وَيَوْمَ wayawma dan hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya عَادًۭا ʿādan kaum 'Ad كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar رَبَّهُمْ ۗ rabbahum Tuhan mereka أَلَا alā ingatlah بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/kebinasaan لِّعَادٍۢ liʿādin bagi kaum 'Ad قَوْمِ qawmi kaum هُودٍۢ hūdin Hud 60

Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ād itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaum ‘Ād, (yaitu) kaum Hūd itu.

۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada ثَمُودَ thamūda Tsamud أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka صَـٰلِحًۭا ۚ ṣāliḥan Saleh قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia هُوَ huwa Dia أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menciptakan kamu مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱسْتَعْمَرَكُمْ wa-is'taʿmarakum dan Dia memakmurkan kamu فِيهَا fīhā di dalamnya فَٱسْتَغْفِرُوهُ fa-is'taghfirūhu maka mohonlah ampun kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku قَرِيبٌۭ qarībun amat dekat مُّجِيبٌۭ mujībun memperkenankan 61

Dan kepada Ṡamūd (Kami utus) saudara mereka Ṣālīḥ. Ṣālīḥ berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya 1 karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰصَـٰلِحُ yāṣāliḥu Wahai Sholeh قَدْ qad sesungguhnya كُنتَ kunta adalah kamu فِينَا fīnā pada/diantara kami مَرْجُوًّۭا marjuwwan menjadi harapan قَبْلَ qabla sebelum هَـٰذَآ ۖ hādhā ini أَتَنْهَىٰنَآ atanhānā apakah kamu melarang kami أَن an bahwa نَّعْبُدَ naʿbuda kami menyembah مَا apa يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami وَإِنَّنَا wa-innanā dan sesungguhnya kami لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa تَدْعُونَآ tadʿūnā kamu serukan kepada kami إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مُرِيبٍۢ murībin keraguan/menggelisahkan 62

Kaum Ṡamūd berkata, "Hai Ṣālīḥ, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami".

قَالَ qāla (Saleh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pikiranmu إِن in jika كُنتُ kuntu aku adalah عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَءَاتَىٰنِى waātānī dan Dia memberi aku مِنْهُ min'hu daripadaNya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat فَمَن faman maka siapa يَنصُرُنِى yanṣurunī menolongku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنْ in jika عَصَيْتُهُۥ ۖ ʿaṣaytuhu aku mendurhakaiNya فَمَا famā maka tidak تَزِيدُونَنِى tazīdūnanī kamu menambah kepadaku غَيْرَ ghayra selain تَخْسِيرٍۢ takhsīrin kerugian 63

Ṣālīḥ berkata, "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan-ku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku, selain daripada kerugian.

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum هَـٰذِهِۦ hādhihi inilah نَاقَةُ nāqatu unta betina ٱللَّهِ l-lahi Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَةًۭ āyatan ayat/tanda فَذَرُوهَا fadharūhā maka biarkanlah ia تَأْكُلْ takul ia makan فِىٓ di أَرْضِ arḍi bumi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu mengganggunya بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan kejahatan/gangguan فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu عَذَابٌۭ ʿadhābun azab قَرِيبٌۭ qarībun dekat 64

Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu; sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat".

فَعَقَرُوهَا faʿaqarūhā maka mereka menusuknya فَقَالَ faqāla lalu (Saleh) berkata تَمَتَّعُوا۟ tamattaʿū bersuka rialah kamu فِى didalam دَارِكُمْ dārikum rumahmu ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga أَيَّامٍۢ ۖ ayyāmin hari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu وَعْدٌ waʿdun janji غَيْرُ ghayru tidak مَكْذُوبٍۢ makdhūbin didustakan 65

Mereka membunuh unta itu, maka berkata Ṣālīḥ, "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari 1, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan".

فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā putusan Kami نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan Saleh وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَمِنْ wamin dan dari خِزْىِ khiz'yi kehinaan يَوْمِئِذٍ ۗ yawmi-idhin pada hari itu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu Maha Kuat ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa 66

Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Ṣālīḥ beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

وَأَخَذَ wa-akhadha dan mengambil/menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu teriakan/suara keras فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka/lalu jadilah mereka فِى didalam دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mati bergelimpangan 67

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,

كَأَن ka-an seolah-olah لَّمْ lam tidak/belum يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka berdiam فِيهَآ ۗ fīhā didalamnya أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ثَمُودَا۟ thamūdā Tsamud كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar رَبَّهُمْ ۗ rabbahum Tuhan mereka أَلَا alā ingatlah بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/kebinasaan لِّثَمُودَ lithamūda bagi Tsamud 68

seolah-olah mereka belum pernah berdiam 1 di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Ṡamūd mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Ṡamūd.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَتْ jāat telah datang رُسُلُنَآ rusulunā utusan-utusan Kami إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim بِٱلْبُشْرَىٰ bil-bush'rā dengan membawa kabar gembira قَالُوا۟ qālū mereka mengucapkan سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat قَالَ qāla (Ibrahim) menjawab سَلَـٰمٌۭ ۖ salāmun selamat فَمَا famā maka tidak لَبِثَ labitha lama kemudian أَن an bahwa جَآءَ jāa datang/menyuguhkan بِعِجْلٍ biʿij'lin dengan daging anak sapi حَنِيذٍۢ ḥanīdhin dipanggang 69

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrāhīm dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan "Salāmān" (Selamat). Ibrāhīm menjawab, "Salāmun" (Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrāhīm menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَآ raā (Ibrahim) melihat أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka لَا tidak تَصِلُ taṣilu sampai إِلَيْهِ ilayhi kepadanya نَكِرَهُمْ nakirahum (Ibrahim) memandang aneh kepada mereka وَأَوْجَسَ wa-awjasa dan mereka curiga مِنْهُمْ min'hum dari/kepada mereka خِيفَةًۭ ۚ khīfatan ketakutan قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا jangan تَخَفْ takhaf kamu takut إِنَّآ innā sesungguhnya kami أُرْسِلْنَآ ur'sil'nā kami diutus إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِ qawmi kaum لُوطٍۢ lūṭin Luth 70

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrāhīm memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Lūṭ".

وَٱمْرَأَتُهُۥ wa-im'ra-atuhu dan isterinya قَآئِمَةٌۭ qāimatun berdiri فَضَحِكَتْ faḍaḥikat lalu ia tertawa/tersenyum فَبَشَّرْنَـٰهَا fabasharnāhā maka Kami sampaikan kabar gembira kepadanya بِإِسْحَـٰقَ bi-is'ḥāqa dengan Ishaq وَمِن wamin dan dari وَرَآءِ warāi belakang/sesudah إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishaq يَعْقُوبَ yaʿqūba Ya'qub 71

Dan istrinya berdiri (di balik tirai), lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Isḥāq dan dari Isḥāq (akan lahir putranya) Ya`qūb.

قَالَتْ qālat (isterinya) berkata يَـٰوَيْلَتَىٰٓ yāwaylatā aduh celakalah aku ءَأَلِدُ a-alidu apakah aku akan melahirkan وَأَنَا۠ wa-anā dan/padahal aku عَجُوزٌۭ ʿajūzun sudah tua وَهَـٰذَا wahādhā dan ini بَعْلِى baʿlī suamiku شَيْخًا ۖ shaykhan sudah tua إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَشَىْءٌ lashayon sungguh suatu عَجِيبٌۭ ʿajībun sangat ajaib/aneh 72

Istrinya berkata, "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتَعْجَبِينَ ataʿjabīna apakah kamu merasa heran مِنْ min dari/tentang أَمْرِ amri ketetapan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah رَحْمَتُ raḥmatu rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَبَرَكَـٰتُهُۥ wabarakātuhu dan keberkatan-Nya عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَهْلَ ahla ahlul/ahli ٱلْبَيْتِ ۚ l-bayti bait/rumah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji مَّجِيدٌۭ majīdun Maha Mulia 73

Para malaikat itu berkata, "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

فَلَمَّا falammā maka setelah ذَهَبَ dhahaba lenyap عَنْ ʿan dari إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim ٱلرَّوْعُ l-rawʿu rasa takut وَجَآءَتْهُ wajāathu dan datang kepadanya ٱلْبُشْرَىٰ l-bush'rā berita gembira يُجَـٰدِلُنَا yujādilunā dia mendebat dengan Kami فِى dalam/tentang قَوْمِ qawmi kaum لُوطٍ lūṭin Luth 74

Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrāhīm dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Lūṭ.

إِنَّ inna sesungguhnya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim لَحَلِيمٌ laḥalīmun penyantun أَوَّٰهٌۭ awwāhun penghiba مُّنِيبٌۭ munībun orang yang suka kembali 75

Sesungguhnya Ibrāhīm itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.

يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ yāib'rāhīmu Hai Ibrahim أَعْرِضْ aʿriḍ tinggalkanlah عَنْ ʿan dari هَـٰذَآ ۖ hādhā ini إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya قَدْ qad sungguh جَآءَ jāa telah datang أَمْرُ amru ketetapan رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka ءَاتِيهِمْ ātīhim datang kepada mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab غَيْرُ ghayru tidak مَرْدُودٍۢ mardūdin ditolak 76

Hai Ibrāhīm, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhan-mu dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَتْ jāat datang رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami لُوطًۭا lūṭan Luth سِىٓءَ sīa dia merasa susah بِهِمْ bihim dengan mereka وَضَاقَ waḍāqa dan dia merasa sempit بِهِمْ bihim dengan mereka ذَرْعًۭا dharʿan dada وَقَالَ waqāla dan dia berkata هَـٰذَا hādhā ini يَوْمٌ yawmun hari عَصِيبٌۭ ʿaṣībun amat sulit 77

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lūṭ, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan merek, dan dia berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit 1".

وَجَآءَهُۥ wajāahu dan datang kepadanya قَوْمُهُۥ qawmuhu kaumnya يُهْرَعُونَ yuh'raʿūna mereka bergegas-gegas إِلَيْهِ ilayhi kepadanya وَمِن wamin dan dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka melakukan ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti perbuatan-perbuatan keji قَالَ qāla (Luth) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi inilah بَنَاتِى banātī puteri-puteriku هُنَّ hunna mereka أَطْهَرُ aṭharu lebih suci لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan jangan تُخْزُونِ tukh'zūni kamu mencemarkanku فِى pada/terhadap ضَيْفِىٓ ۖ ḍayfī tamuku أَلَيْسَ alaysa apakah tidak مِنكُمْ minkum diantara kamu رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki رَّشِيدٌۭ rashīdun cerdik/berakal 78

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji 1. Lūṭ berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتَ ʿalim'ta kamu telah mengetahui مَا tidak ada لَنَا lanā bagi kami فِى pada/terhadap بَنَاتِكَ banātika puteri-puterimu مِنْ min dari حَقٍّۢ ḥaqqin berhak وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتَعْلَمُ lataʿlamu tentu kamu mengetahui مَا apa نُرِيدُ nurīdu kami kehendaki 79

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan 1 terhadap putri-putrimu dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki".

قَالَ qāla (Luth) berkata لَوْ law seandainya أَنَّ anna bahwasanya لِى bagiku بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian قُوَّةً quwwatan kekuatan أَوْ aw atau ءَاوِىٓ āwī aku berlindung إِلَىٰ ilā kepada رُكْنٍۢ ruk'nin tiang/keluarga شَدِيدٍۢ shadīdin yang kuat 80

Lūṭ berkata, "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰلُوطُ yālūṭu Hai Luth إِنَّا innā sesungguhnya kami رُسُلُ rusulu utusan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَن lan tidak يَصِلُوٓا۟ yaṣilū mereka sampai إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu فَأَسْرِ fa-asri maka berjalanlah بِأَهْلِكَ bi-ahlika dengan keluargamu بِقِطْعٍۢ biqiṭ'ʿin sepotong/di akhir مِّنَ mina dari ٱلَّيْلِ al-layli malam وَلَا walā dan jangan يَلْتَفِتْ yaltafit berpaling مِنكُمْ minkum diantara kamu أَحَدٌ aḥadun seorang إِلَّا illā melainkan ٱمْرَأَتَكَ ۖ im'ra-ataka isterimu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مُصِيبُهَا muṣībuhā menimpanya مَآ apa أَصَابَهُمْ ۚ aṣābahum menimpa mereka إِنَّ inna sesungguhnya مَوْعِدَهُمُ mawʿidahumu waktu yang dijanjikan pada mereka ٱلصُّبْحُ ۚ l-ṣub'ḥu waktu subuh أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱلصُّبْحُ l-ṣub'ḥu waktu subuh بِقَرِيبٍۢ biqarībin sudah dekat 81

Para utusan (malaikat) berkata, "Hai Lūṭ, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhan-mu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal 1, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".

فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā keputusan Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan عَـٰلِيَهَا ʿāliyahā diatasnya سَافِلَهَا sāfilahā ke bawahnya وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حِجَارَةًۭ ḥijāratan batu مِّن min dari سِجِّيلٍۢ sijjīlin tanah yang terbakar مَّنضُودٍۢ manḍūdin bertubi-tubi 82

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lūṭ itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

مُّسَوَّمَةً musawwamatan diberi tanda عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak هِىَ hiya ia مِنَ mina dari ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim بِبَعِيدٍۢ bibaʿīdin dengan jauh 83

Yang diberi tanda oleh Tuhan-mu dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim 1.

۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada مَدْيَنَ madyana Madyan أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka شُعَيْبًۭا ۚ shuʿayban Syu'aib قَالَ qāla ia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia وَلَا walā dan jangan تَنقُصُوا۟ tanquṣū kamu mengurangi ٱلْمِكْيَالَ l-mik'yāla takaran وَٱلْمِيزَانَ ۚ wal-mīzāna dan timbangan إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰكُم arākum aku melihat kamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan baik وَإِنِّىٓ wa-innī dan sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍۢ yawmin hari مُّحِيطٍۢ muḥīṭin meliputi 84

Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syuʻayb. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum أَوْفُوا۟ awfū penuhilah/cukupkanlah ٱلْمِكْيَالَ l-mik'yāla takaran وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil وَلَا walā dan jangan تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu kurangi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum sesuatu/hak-hak mereka وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melakukan kejahatan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna membuat kerusakan 85

Dan Syuʻayb berkata, "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.

بَقِيَّتُ baqiyyatu sisa/tertinggal ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ ۚ mu'minīna orang-orang yang beriman وَمَآ wamā dan bukanlah أَنَا۠ anā aku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِحَفِيظٍۢ biḥafīẓin dengan penjaga 86

Sisa (keuntungan) dari Allah 1 adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib أَصَلَوٰتُكَ aṣalatuka apakah sholatmu تَأْمُرُكَ tamuruka menyuruh kamu أَن an agar نَّتْرُكَ natruka kami meninggalkan مَا apa يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَآ ābāunā bapak-bapak kami أَوْ aw atau أَن an agar/bahwa نَّفْعَلَ nafʿala berbuat فِىٓ pada/tentang أَمْوَٰلِنَا amwālinā harta kami مَا apa نَشَـٰٓؤُا۟ ۖ nashāu kami kehendaki إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَأَنتَ la-anta sungguh kamu ٱلْحَلِيمُ l-ḥalīmu penyantun ٱلرَّشِيدُ l-rashīdu cerdik/berakal 87

Mereka berkata, "Hai Syuʻayb, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal 1".

قَالَ qāla (Syu'aib) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pikiranmu إِن in jika كُنتُ kuntu aku adalah عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَرَزَقَنِى warazaqanī dan Dia memberi rezki kepadaku مِنْهُ min'hu daripadaNya رِزْقًا riz'qan rezki حَسَنًۭا ۚ ḥasanan baik وَمَآ wamā dan tidak أُرِيدُ urīdu aku berkehendak أَنْ an untuk أُخَالِفَكُمْ ukhālifakum aku menyalahi kamu إِلَىٰ ilā kepada مَآ apa أَنْهَىٰكُمْ anhākum aku larang kamu عَنْهُ ۚ ʿanhu daripadanya إِنْ in tidaklah أُرِيدُ urīdu aku bermaksud إِلَّا illā melainkan/kecuali ٱلْإِصْلَـٰحَ l-iṣ'lāḥa perbaikan مَا apa ٱسْتَطَعْتُ ۚ is'taṭaʿtu aku sanggup وَمَا wamā dan tidak ada تَوْفِيقِىٓ tawfīqī taufik bagiku إِلَّا illā melainkan/kecuali بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi dengan Allah عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya أُنِيبُ unību aku kembali 88

Syuʻayb berkata, "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan-ku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum لَا janganlah يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum kesalahanmu/kejahatanmu شِقَاقِىٓ shiqāqī perselisihanku أَن an akan يُصِيبَكُم yuṣībakum menimpamu مِّثْلُ mith'lu seperti مَآ apa أَصَابَ aṣāba menimpa قَوْمَ qawma kaum نُوحٍ nūḥin Nuh أَوْ aw atau قَوْمَ qawma kaum هُودٍ hūdin Hud أَوْ aw atau قَوْمَ qawma kaum صَـٰلِحٍۢ ۚ ṣāliḥin Sholeh وَمَا wamā dan tidaklah قَوْمُ qawmu kaum لُوطٍۢ lūṭin Luth مِّنكُم minkum dari kamu بِبَعِيدٍۢ bibaʿīdin dengan jauh 89

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nūḥ atau kaum Hūd atau kaum Ṣālīḥ, sedang kaum Lūṭ tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.

وَٱسْتَغْفِرُوا۟ wa-is'taghfirū dan mohonlah ampun رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku رَحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang وَدُودٌۭ wadūdun Maha Pengasih 90

Dan mohonlah ampun kepada Tuhan-mu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib مَا tidak نَفْقَهُ nafqahu kami mengerti كَثِيرًۭا kathīran banyak مِّمَّا mimmā dari/tentang apa تَقُولُ taqūlu kamu katakan وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَرَىٰكَ lanarāka sungguh kami melihat engkau فِينَا fīnā pada diantara kami ضَعِيفًۭا ۖ ḍaʿīfan lemah وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak رَهْطُكَ rahṭuka golongan/keluargamu لَرَجَمْنَـٰكَ ۖ larajamnāka tentu kami rajam kamu وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin berkuasa/terhormat 91

Mereka berkata, "Hai Syuʻayb, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".

قَالَ qāla (Syu'aib) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَهْطِىٓ arahṭī apakah keluargaku أَعَزُّ aʿazzu lebih terhormat عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱتَّخَذْتُمُوهُ wa-ittakhadhtumūhu dan kamu mengambil/meletakkan Dia وَرَآءَكُمْ warāakum di belakangmu ظِهْرِيًّا ۖ ẓih'riyyan punggung إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi 92

Syuʻayb menjawab, "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhan-ku meliputi apa yang kamu kerjakan".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū berbuatlah kamu عَلَىٰ ʿalā atas/menurut مَكَانَتِكُمْ makānatikum tempat/kemampuanmu إِنِّى innī sesungguhnya aku عَـٰمِلٌۭ ۖ ʿāmilun seorang yang berbuat سَوْفَ sawfa kelak/bakal تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui مَن man siapa يَأْتِيهِ yatīhi mendatanginya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya وَمَنْ waman dan siapa هُوَ huwa dia كَـٰذِبٌۭ ۖ kādhibun berdusta وَٱرْتَقِبُوٓا۟ wa-ir'taqibū dan tunggulah إِنِّى innī sesungguhnya aku مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu رَقِيبٌۭ raqībun menunggu 93

Dan (dia berkata), "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu".

وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā putusan Kami نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَأَخَذَتِ wa-akhadhati dan mengambil/dibinasakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara keras فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى didalam دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mati bergelimpangan 94

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuʻayb dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak/belum يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka tinggal فِيهَآ ۗ fīhā didalamnya أَلَا alā ingatlah بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/binasa لِّمَدْيَنَ limadyana bagi Madyana كَمَا kamā sebagaimana بَعِدَتْ baʿidat jauh/binasa ثَمُودُ thamūdu Tsamud 95

Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Ṡamūd telah binasa.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin nyata 96

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,

إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَٱتَّبَعُوٓا۟ fa-ittabaʿū maka mereka mengikuti أَمْرَ amra perintah فِرْعَوْنَ ۖ fir'ʿawna Fir'aun وَمَآ wamā dan tidaklah أَمْرُ amru perintah فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun بِرَشِيدٍۢ birashīdin dengan petujuk/benar 97

kepada Firʻawn dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Firʻawn , padahal perintah Firʻawn sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar.

يَقْدُمُ yaqdumu ia mendahului قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فَأَوْرَدَهُمُ fa-awradahumu maka/lalu ia mendatangkan/memasukkan mereka ٱلنَّارَ ۖ l-nāra neraka وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْوِرْدُ l-wir'du kedatangan ٱلْمَوْرُودُ l-mawrūdu tempat yang didatangi 98

Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.

وَأُتْبِعُوا۟ wa-ut'biʿū dan mereka mengikuti فِى dalam هَـٰذِهِۦ hādhihi (dunia) ini لَعْنَةًۭ laʿnatan kutukan وَيَوْمَ wayawma dan hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat بِئْسَ bi'sa seburuk-buruk ٱلرِّفْدُ l-rif'du pemberian ٱلْمَرْفُودُ l-marfūdu yang diberikan 99

Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri نَقُصُّهُۥ naquṣṣuhu Kami ceritakannya عَلَيْكَ ۖ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنْهَا min'hā daripadanya قَآئِمٌۭ qāimun berdiri/tegak وَحَصِيدٌۭ waḥaṣīdun dan musnah 100

Itu adalah sebagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

وَمَا wamā dan tidak ظَلَمْنَـٰهُمْ ẓalamnāhum Kami menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ ۖ anfusahum diri mereka sendiri فَمَآ famā maka tidak أَغْنَتْ aghnat bermanfaat عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka ءَالِهَتُهُمُ ālihatuhumu Tuhan-Tuhan mereka ٱلَّتِى allatī yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu/sedikitpun لَّمَّا lammā tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُ amru keputusan رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak زَادُوهُمْ zādūhum menambah mereka غَيْرَ ghayra selain/kecuali تَتْبِيبٍۢ tatbībin kebinasaan 101

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, pada waktu azab Tuhan-mu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَخْذُ akhdhu mengambil/azab رَبِّكَ rabbika Tuhanmu إِذَآ idhā apabila أَخَذَ akhadha Dia mengambil/mengazab ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri وَهِىَ wahiya dan ia (penduduknya) ظَـٰلِمَةٌ ۚ ẓālimatun berbuat dzalim إِنَّ inna sesungguhnya أَخْذَهُۥٓ akhdhahu azab-Nya أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih شَدِيدٌ shadīdun keras 102

Dan begitulah azab Tuhan-mu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.

إِنَّ inna sesungguhnya فِى didalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh terdapat tanda لِّمَنْ liman bagi orang خَافَ khāfa takut عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu يَوْمٌۭ yawmun hari مَّجْمُوعٌۭ majmūʿun dikumpulkan لَّهُ lahu baginya ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itu يَوْمٌۭ yawmun hari مَّشْهُودٌۭ mashhūdun disaksikan 103

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).

وَمَا wamā dan tidak نُؤَخِّرُهُۥٓ nu-akhiruhu Kami mengundurkannya إِلَّا illā kecuali لِأَجَلٍۢ li-ajalin sampai waktu مَّعْدُودٍۢ maʿdūdin ditentukan/dihitung 104

Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.

يَوْمَ yawma hari يَأْتِ yati datang لَا tidak تَكَلَّمُ takallamu berbicara نَفْسٌ nafsun seseorang إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِهِۦ ۚ bi-idh'nihi dengan izinNya فَمِنْهُمْ famin'hum maka diantara mereka شَقِىٌّۭ shaqiyyun celaka وَسَعِيدٌۭ wasaʿīdun dan berbahagia 105

Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang شَقُوا۟ shaqū (mereka) celaka فَفِى fafī maka didalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya زَفِيرٌۭ zafīrun menarik nafas وَشَهِيقٌ washahīqun dan merintih 106

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka; di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih),

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya مَا apa دَامَتِ dāmati selama ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi إِلَّا illā kecuali مَا apa شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ ۚ rabbuka Tuhanmu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu فَعَّالٌۭ faʿʿālun Maha Pembuat لِّمَا limā terhadap apa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki 107

mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi 1, kecuali jika Tuhan-mu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

۞ وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang سُعِدُوا۟ suʿidū (mereka) berbahagia فَفِى fafī maka didalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya مَا apa دَامَتِ dāmati selama ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi إِلَّا illā kecuali مَا apa شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ ۖ rabbuka Tuhanmu عَطَآءً ʿaṭāan pemberian/karunia غَيْرَ ghayra tidak مَجْذُوذٍۢ majdhūdhin putus-putus 108

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhan-mu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.

فَلَا falā maka jangan تَكُ taku kamu berada فِى dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّمَّا mimmā dari/tentang apa يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ hāulāi mereka itu مَا tidak يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah إِلَّا illā kecuali كَمَا kamā sebagaimana يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُهُم ābāuhum bapak-bapak mereka/nenek moyang mereka مِّن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya لَمُوَفُّوهُمْ lamuwaffūhum pasti akan menyempurnakan mereka نَصِيبَهُمْ naṣībahum bagian mereka غَيْرَ ghayra tidak مَنقُوصٍۢ manqūṣin dikurangi 109

Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka 1. Mereka tidak menyembah, melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami datangkan/berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab فَٱخْتُلِفَ fa-ukh'tulifa maka/lalu diperselisihkan فِيهِ ۚ fīhi didalamnya وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَقُضِىَ laquḍiya niscaya diputuskan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَفِى lafī sungguh dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّنْهُ min'hu daripadanya مُرِيبٍۢ murībin kebimbangan 110

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu 1. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhan-mu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka 2. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al-Qur`ān.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كُلًّۭا kullan masing-masing لَّمَّا lammā tentu لَيُوَفِّيَنَّهُمْ layuwaffiyannahum pasti akan menyempurnakan mereka رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ aʿmālahum pekerjaan mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 111

Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhan-mu akan menyempurnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

فَٱسْتَقِمْ fa-is'taqim maka berlaku luruslah kamu كَمَآ kamā sebagaimana أُمِرْتَ umir'ta kamu diperintahkan وَمَن waman dan orang تَابَ tāba bertaubat مَعَكَ maʿaka bersama kamu وَلَا walā dan jangan تَطْغَوْا۟ ۚ taṭghaw kamu melampaui batas إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 112

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

وَلَا walā dan jangan تَرْكَنُوٓا۟ tarkanū kamu cenderung إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim فَتَمَسَّكُمُ fatamassakumu maka akan menyentuh kamu ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari أَوْلِيَآءَ awliyāa penolong ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu diberi pertolongan 113

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim 1 yang menyebabkan kamu disentuh api neraka dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat طَرَفَىِ ṭarafayi pada kedua tepi ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَزُلَفًۭا wazulafan dan sebagian مِّنَ mina dari ٱلَّيْلِ ۚ al-layli malam إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْحَسَنَـٰتِ l-ḥasanāti perbuatan baik يُذْهِبْنَ yudh'hib'na menghapuskan ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti perbuatan buruk ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لِلذَّٰكِرِينَ lildhākirīna bagi orang-orang yang mau ingat 114

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah فَإِنَّ fa-inna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 115

Dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak كَانَ kāna adalah مِنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai بَقِيَّةٍۢ baqiyyatin peninggalan/sia-sia يَنْهَوْنَ yanhawna mereka melarang عَنِ ʿani dari ٱلْفَسَادِ l-fasādi kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/kecil مِّمَّنْ mimman diantara orang-orang أَنجَيْنَا anjaynā Kami telah selamatkan مِنْهُمْ ۗ min'hum diantara mereka وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan mengikuti/menurutkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim مَآ apa أُتْرِفُوا۟ ut'rifū mereka bersenang-senang فِيهِ fīhi padanya وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa 116

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لِيُهْلِكَ liyuh'lika untuk membinasakan ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan aniaya وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya مُصْلِحُونَ muṣ'liḥūna orang-orang yang berbuat kebaikan 117

Dan Tuhan-mu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

وَلَوْ walaw dan jikalau شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لَجَعَلَ lajaʿala tentu Dia menjadikan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ ۖ wāḥidatan yang satu وَلَا walā dan tidak يَزَالُونَ yazālūna senantiasa مُخْتَلِفِينَ mukh'talifīna orang-orang yang berselisih 118

Jikalau Tuhan-mu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,

إِلَّا illā kecuali مَن man orang رَّحِمَ raḥima diberi rahmat رَبُّكَ ۚ rabbuka Tuhanmu وَلِذَٰلِكَ walidhālika dan untuk itulah خَلَقَهُمْ ۗ khalaqahum Dia menciptakan mereka وَتَمَّتْ watammat dan sempurna/ditetapkan كَلِمَةُ kalimatu kalimat/keputusan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh Aku akan penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِنَ mina dari/dengan ٱلْجِنَّةِ l-jinati jin وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 119

kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhan-mu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhan-mu (keputusan-Nya) telah ditetapkan, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah نَّقُصُّ naquṣṣu Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita ٱلرُّسُلِ l-rusuli para Rasul مَا apa نُثَبِّتُ nuthabbitu Kami teguhkan بِهِۦ bihi dengannya فُؤَادَكَ ۚ fuādaka hatimu وَجَآءَكَ wajāaka dan telah datang kepadamu فِى didalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَمَوْعِظَةٌۭ wamawʿiẓatun dan pelajaran وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan peringatan لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 120

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

وَقُل waqul dan katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah عَلَىٰ ʿalā atas مَكَانَتِكُمْ makānatikum tempatmu/menurut kemampuanmu إِنَّا innā sesungguhnya kami عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna orang-orang yang bekerja 121

Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman, "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)".

وَٱنتَظِرُوٓا۟ wa-intaẓirū dan tunggulah إِنَّا innā sesungguhnya kami مُنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu 122

Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kami pun menunggu (pula)".

وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah غَيْبُ ghaybu kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya يُرْجَعُ yur'jaʿu dikembalikan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara كُلُّهُۥ kulluhu seluruhnya فَٱعْبُدْهُ fa-uʿ'bud'hu maka sembahlah Dia وَتَوَكَّلْ watawakkal dan tawakkallah عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi kepadaNya وَمَا wamā dan tidak رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai عَمَّا ʿammā dari/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 123

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhan-mu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra تِلْكَ til'ka itu ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata 1

Alif Lām Rā 1. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`ān) yang nyata (dari Allah).

إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami menurunkannya قُرْءَٰنًا qur'ānan bacaan/Al Quran عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 2

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur`ān dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya.

نَحْنُ naḥnu Kami نَقُصُّ naquṣṣu Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baik ٱلْقَصَصِ l-qaṣaṣi cerita بِمَآ bimā dengan apa أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Quran وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنتَ kunta kamu adalah مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْغَـٰفِلِينَ l-ghāfilīna orang-orang yang lalai 3

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur`ān ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

إِذْ idh tatkala قَالَ qāla berkata يُوسُفُ yūsufu Yusuf لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku إِنِّى innī sesungguhnya aku رَأَيْتُ ra-aytu aku melihat أَحَدَ aḥada satu(ahada-asyara_=_sebelas) عَشَرَ ʿashara sepuluh (ahada asyara = sebelas) كَوْكَبًۭا kawkaban bintang-bintang وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan رَأَيْتُهُمْ ra-aytuhum aku lihat mereka لِى kepadaku سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud 4

(Ingatlah), ketika Yūsuf berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku 1, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".

قَالَ qāla berkata يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan لَا jangan تَقْصُصْ taqṣuṣ kamu ceritakan رُءْيَاكَ ru'yāka mimpimu عَلَىٰٓ ʿalā kepada إِخْوَتِكَ ikh'watika saudara-saudaramu فَيَكِيدُوا۟ fayakīdū maka mereka membuat tipu daya لَكَ laka bagi kamu كَيْدًا ۖ kaydan tipu daya إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 5

Ayahnya berkata, "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah يَجْتَبِيكَ yajtabīka memilih kamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu وَيُعَلِّمُكَ wayuʿallimuka dan Dia mengajarkan kamu مِن min dari تَأْوِيلِ tawīli ta'wil/tabir ٱلْأَحَادِيثِ l-aḥādīthi kejadian/mimpi وَيُتِمُّ wayutimmu dan Dia menyempurnakan نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmatNya عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas ءَالِ āli keluarga يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub كَمَآ kamā sebagaimana أَتَمَّهَا atammahā Dia menyempurnakannya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَبَوَيْكَ abawayka kedua orang tuamu مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْحَـٰقَ ۚ wa-is'ḥāqa dan Ishak إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 6

Dan demikianlah Tuhan-mu, memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya`qūb, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu 1 sebelum itu, (yaitu) Ibrāhīm dan Isḥāq. Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

۞ لَّقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah فِى didalam/pada يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَإِخْوَتِهِۦٓ wa-ikh'watihi dan saudara-saudaranya ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat/tanda-tanda لِّلسَّآئِلِينَ lilssāilīna bagi orang-orang yang bertanya 7

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yūsuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

إِذْ idh ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَيُوسُفُ layūsufu sesungguhnya Yusuf وَأَخُوهُ wa-akhūhu dan saudaranya أَحَبُّ aḥabbu lebih dicintai إِلَىٰٓ ilā kepada أَبِينَا abīnā bapak kita مِنَّا minnā daripada kita وَنَحْنُ wanaḥnu dan /padahal kita عُصْبَةٌ ʿuṣ'batun golongan إِنَّ inna sesungguhnya أَبَانَا abānā bapak kita لَفِى lafī sungguh dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin nyata 8

(Yaitu) ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yūsuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.

ٱقْتُلُوا۟ uq'tulū bunuhlah يُوسُفَ yūsufa Yusuf أَوِ awi atau ٱطْرَحُوهُ iṭ'raḥūhu buanglah dia أَرْضًۭا arḍan bumi/suatu tempat يَخْلُ yakhlu tertuju/tertumpah لَكُمْ lakum bagi kalian وَجْهُ wajhu wajah/perhatian أَبِيكُمْ abīkum bapakmu وَتَكُونُوا۟ watakūnū dan kamu menjadi ada مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya قَوْمًۭا qawman kaum صَـٰلِحِينَ ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 9

Bunuhlah Yūsuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik 1".

قَالَ qāla berkata قَآئِلٌۭ qāilun orang yang bicara مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka لَا jangan تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu bunuh يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَأَلْقُوهُ wa-alqūhu dan lemparkan/masukkan ia فِى didalam غَيَـٰبَتِ ghayābati dasar ٱلْجُبِّ l-jubi sumur يَلْتَقِطْهُ yaltaqiṭ'hu menemuinya/memungutnya بَعْضُ baʿḍu sebagian ٱلسَّيَّارَةِ l-sayārati orang-orang yang berjalan/musafir إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَـٰعِلِينَ fāʿilīna yang berbuat 10

Seorang di antara mereka berkata, "Janganlah kamu bunuh Yūsuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir jika kamu hendak berbuat".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami مَا apa لَكَ laka sebabnya kamu لَا tidak تَأْمَ۫نَّا tamannā kamu mempercayai kami عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَهُۥ lahu baginya/kepadanya لَنَـٰصِحُونَ lanāṣiḥūna sungguh orang-orang yang menasehati 11

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yūsuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.

أَرْسِلْهُ arsil'hu kirimlah/biarkanlah ia مَعَنَا maʿanā bersama kami غَدًۭا ghadan besok pagi يَرْتَعْ yartaʿ dia bersuka ria وَيَلْعَبْ wayalʿab dan dia bermain وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَهُۥ lahu baginya/kepadanya لَحَـٰفِظُونَ laḥāfiẓūna sungguh orang-orang yang menjaga 12

Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main dan sesungguhnya kami pasti menjaganya".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku لَيَحْزُنُنِىٓ layaḥzununī amat menyedihkanku أَن an bahwa تَذْهَبُوا۟ tadhhabū kamu pergi/kepergianmu بِهِۦ bihi dengannya (Yusuf) وَأَخَافُ wa-akhāfu dan aku khawatir أَن an bahwa يَأْكُلَهُ yakulahu memakannya ٱلذِّئْبُ l-dhi'bu serigala وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian عَنْهُ ʿanhu daripadanya غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lengah 13

Berkata Ya`qūb, "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yūsuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِنْ la-in sesungguhnya jika أَكَلَهُ akalahu memakan ia ٱلذِّئْبُ l-dhi'bu serigala وَنَحْنُ wanaḥnu dan/sedang kami عُصْبَةٌ ʿuṣ'batun golongan إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna sungguh orang-orang yang merugi 14

Mereka berkata, "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat); sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi 1".

فَلَمَّا falammā maka tatkala ذَهَبُوا۟ dhahabū mereka pergi بِهِۦ bihi dengannya (Yusuf) وَأَجْمَعُوٓا۟ wa-ajmaʿū dan mereka berkumpul/sepakat أَن an bahwa يَجْعَلُوهُ yajʿalūhu mereka menjadikannya/memasukkannya فِى di dalam غَيَـٰبَتِ ghayābati dasar ٱلْجُبِّ ۚ l-jubi sumur وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya لَتُنَبِّئَنَّهُم latunabbi-annahum sungguh kamu akan menceritakan kepada mereka بِأَمْرِهِمْ bi-amrihim dengan perkara/perbuatan mereka هَـٰذَا hādhā ini وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 15

Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia) dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yūsuf, "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi".

وَجَآءُوٓ wajāū dan mereka datang أَبَاهُمْ abāhum bapak mereka عِشَآءًۭ ʿishāan di waktu sore يَبْكُونَ yabkūna mereka menangis 16

Kemudian, mereka datang kepada ayah mereka pada sore hari sambil menangis.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَآ yāabānā wahai ayah kami إِنَّا innā sesunguhnya kami ذَهَبْنَا dhahabnā kami pergi نَسْتَبِقُ nastabiqu kami berlomba-lomba وَتَرَكْنَا wataraknā dan kami tinggalkan يُوسُفَ yūsufa Yusuf عِندَ ʿinda disisi مَتَـٰعِنَا matāʿinā barang-barang kami فَأَكَلَهُ fa-akalahu maka/lalu memakannya ٱلذِّئْبُ ۖ l-dhi'bu serigala وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِمُؤْمِنٍۢ bimu'minin dengan percaya لَّنَا lanā kepada kami وَلَوْ walaw walaupun كُنَّا kunnā kami adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 17

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yūsuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekali pun kami adalah orang-orang yang benar".

وَجَآءُو wajāū dan mereka datang عَلَىٰ ʿalā atas/dengan قَمِيصِهِۦ qamīṣihi kemejanya بِدَمٍۢ bidamin dengan darah كَذِبٍۢ ۚ kadhibin dusta/palsu قَالَ qāla (Yaqub) berkata بَلْ bal tidak/bahkan سَوَّلَتْ sawwalat menunjukkan لَكُمْ lakum bagi kalian أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri أَمْرًۭا ۖ amran perkara فَصَبْرٌۭ faṣabrun maka kesabaran جَمِيلٌۭ ۖ jamīlun bagus/baik وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ٱلْمُسْتَعَانُ l-mus'taʿānu tempat mohon pertolongan عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/ceritakan 18

Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya`qūb berkata, "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku) 1. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".

وَجَآءَتْ wajāat dan datanglah سَيَّارَةٌۭ sayyāratun sekelompok musafir فَأَرْسَلُوا۟ fa-arsalū maka/lalu mereka menyuruh وَارِدَهُمْ wāridahum seorang pengambil air فَأَدْلَىٰ fa-adlā maka/lalu dia mengulurkan دَلْوَهُۥ ۖ dalwahu timbanya قَالَ qāla (pengambil air) berkata يَـٰبُشْرَىٰ yābush'rā Oh, kabar gembira هَـٰذَا hādhā ini غُلَـٰمٌۭ ۚ ghulāmun seorang anak muda وَأَسَرُّوهُ wa-asarrūhu dan mereka merahasiakan/menyembunyikan بِضَـٰعَةًۭ ۚ biḍāʿatan barang dagangan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 19

Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata, "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian, mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

وَشَرَوْهُ washarawhu dan mereka menjual بِثَمَنٍۭ bithamanin dengan harga بَخْسٍۢ bakhsin murah دَرَٰهِمَ darāhima beberapa dirham مَعْدُودَةٍۢ maʿdūdatin berbilang/dihitung وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah فِيهِ fīhi padanya مِنَ mina dari ٱلزَّٰهِدِينَ l-zāhidīna orang-orang yang tidak senang/tertarik 20

Dan mereka menjual Yūsuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yūsuf 1.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِى alladhī orang yang ٱشْتَرَىٰهُ ish'tarāhu membelinya مِن min dari مِّصْرَ miṣ'ra Mesir لِٱمْرَأَتِهِۦٓ li-im'ra-atihi kepada istrinya أَكْرِمِى akrimī muliakan dia مَثْوَىٰهُ mathwāhu tempatnya عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَنفَعَنَآ yanfaʿanā dia bermanfaat bagi kami أَوْ aw atau نَتَّخِذَهُۥ nattakhidhahu kita ambil/pungut dia وَلَدًۭا ۚ waladan anak وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah مَكَّنَّا makkannā Kami memberi kedudukan لِيُوسُفَ liyūsufa bagi Yusuf فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi (muka) bumi وَلِنُعَلِّمَهُۥ walinuʿallimahu dan karena Kami hendak mengajarkan kepadanya مِن min dari تَأْوِيلِ tawīli tabir/pengertian ٱلْأَحَادِيثِ ۚ l-aḥādīthi kejadian-kejadian/mimpi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَالِبٌ ghālibun mengalahkan/berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَمْرِهِۦ amrihi urusanNya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 21

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya 1 , "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak". Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yūsuf di muka bumi (Mesir) dan agar Kami ajarkan kepadanya takbir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

وَلَمَّا walammā dan setelah بَلَغَ balagha dia sampai أَشُدَّهُۥٓ ashuddahu dewasanya ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami berikan kepadanya حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 22

Dan tatkala dia cukup dewasa 1 , Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَرَٰوَدَتْهُ warāwadathu dan ia mendatangi/menggodanya ٱلَّتِى allatī (wanita) yang هُوَ huwa dia (Yusuf) فِى didalam بَيْتِهَا baytihā rumahnya عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya وَغَلَّقَتِ waghallaqati dan ia menutup ٱلْأَبْوَٰبَ l-abwāba pintu-pintu وَقَالَتْ waqālat dan ia berkata هَيْتَ hayta kemarilah لَكَ ۚ laka bagi kamu قَالَ qāla (Yusuf) berkata مَعَاذَ maʿādha berlindung ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia رَبِّىٓ rabbī tuanku أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَثْوَاىَ ۖ mathwāya tempatku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 23

Dan wanita (Zulaykha) yang Yūsuf tinggal di rumahnya menggoda Yūsuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah ke sini". Yūsuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya هَمَّتْ hammat ia bermaksud/suka بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya وَهَمَّ wahamma dan dia bermaksud/suka بِهَا bihā dengannya/kepadanya لَوْلَآ lawlā kalau tidak أَن an bahwa رَّءَا raā dia melihat بُرْهَـٰنَ bur'hāna tanda-tanda رَبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah لِنَصْرِفَ linaṣrifa karena kami hendak memalingkan عَنْهُ ʿanhu daripadanya ٱلسُّوٓءَ l-sūa keburukan وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ wal-faḥshāa dan perbuatan keji إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba/hamba Kami ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas 24

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yūsuf dan Yūsuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhan-nya 1. Demikianlah agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yūsuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

وَٱسْتَبَقَا wa-is'tabaqā dan keduanya berlomba ٱلْبَابَ l-bāba pintu وَقَدَّتْ waqaddat dan (wanita itu) menarik hingga koyak قَمِيصَهُۥ qamīṣahu bajunya (Yusuf) مِن min dari دُبُرٍۢ duburin belakang وَأَلْفَيَا wa-alfayā dan keduanya mendapati سَيِّدَهَا sayyidahā tuannya لَدَا ladā depan ٱلْبَابِ ۚ l-bābi pintu قَالَتْ qālat (wanita) berkata مَا apa(kah) جَزَآءُ jazāu balasan مَنْ man orang أَرَادَ arāda bermaksud بِأَهْلِكَ bi-ahlika dengan ahli/isterinya سُوٓءًا sūan jelek/serong إِلَّآ illā selain أَن an bahwa يُسْجَنَ yus'jana dia dipenjara أَوْ aw atau عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih 25

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yūsuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"

قَالَ qāla (Yusuf) berkata هِىَ hiya dia رَٰوَدَتْنِى rāwadatnī menggodaku عَن ʿan dari نَّفْسِى ۚ nafsī diriku وَشَهِدَ washahida dan memberikan kesaksian شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi مِّنْ min dari أَهْلِهَآ ahlihā keluarganya/wanita إِن in jika كَانَ kāna adalah قَمِيصُهُۥ qamīṣuhu bajunya قُدَّ qudda koyak مِن min dari قُبُلٍۢ qubulin depan فَصَدَقَتْ faṣadaqat maka (wanita itu) benar وَهُوَ wahuwa dan dia (Yusuf) مِنَ mina dari ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang dusta 26

Yūsuf berkata, "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)" dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yūsuf termasuk orang-orang yang dusta.

وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada قَمِيصُهُۥ qamīṣuhu bajunya قُدَّ qudda koyak مِن min dari دُبُرٍۢ duburin belakang فَكَذَبَتْ fakadhabat maka (wanita itu) dusta وَهُوَ wahuwa dan dia (Yusuf) مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 27

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta dan Yūsuf termasuk orang-orang yang benar".

فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَا raā dia melihat قَمِيصَهُۥ qamīṣahu bajunya قُدَّ qudda koyak مِن min dari دُبُرٍۢ duburin belakang قَالَ qāla dia berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya itu مِن min dari كَيْدِكُنَّ ۖ kaydikunna tipu daya kamu إِنَّ inna sesungguhnya كَيْدَكُنَّ kaydakunna tipu daya kamu عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 28

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yūsuf koyak di belakang, berkatalah dia, "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar".

يُوسُفُ yūsufu Yusuf أَعْرِضْ aʿriḍ berpalinglah عَنْ ʿan dari هَـٰذَا ۚ hādhā ini وَٱسْتَغْفِرِى wa-is'taghfirī dan mohon ampunlah لِذَنۢبِكِ ۖ lidhanbiki bagi/atas dosa kamu إِنَّكِ innaki sesungguhnya kamu كُنتِ kunti adalah kamu (wanita) مِنَ mina dari ٱلْخَاطِـِٔينَ l-khāṭiīna orang-orang yang bersalah 29

(Hai) Yūsuf, "Berpalinglah dari ini 1 dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah".

۞ وَقَالَ waqāla dan berkata نِسْوَةٌۭ nis'watun wanita-wanita فِى di ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Al Aziz تُرَٰوِدُ turāwidu menggoda فَتَىٰهَا fatāhā bujangnya عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ ۖ nafsihi dirinya قَدْ qad sesungguhnya شَغَفَهَا shaghafahā sangat mendalam حُبًّا ۖ ḥubban cinta إِنَّا innā sesungguhnya kami لَنَرَىٰهَا lanarāhā sungguh kami memandangnya فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 30

Dan wanita-wanita di kota berkata, "Istri Al-‘Azīz 1 menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya); sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

فَلَمَّا falammā maka tatkala سَمِعَتْ samiʿat (wanita itu) mendengar بِمَكْرِهِنَّ bimakrihinna dengan cercaan mereka أَرْسَلَتْ arsalat dia mengutus/mengundang إِلَيْهِنَّ ilayhinna kepada mereka وَأَعْتَدَتْ wa-aʿtadat dan dia menyediakan لَهُنَّ lahunna bagi mereka مُتَّكَـًۭٔا muttaka-an tempat duduk وَءَاتَتْ waātat dan dia memberikan كُلَّ kulla masing-masing وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin seorang مِّنْهُنَّ min'hunna dari mereka سِكِّينًۭا sikkīnan sebuah pisau وَقَالَتِ waqālati dan dia berkata ٱخْرُجْ ukh'ruj keluarlah عَلَيْهِنَّ ۖ ʿalayhinna atas/kepada mereka فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَيْنَهُۥٓ ra-aynahu mereka melihatnya أَكْبَرْنَهُۥ akbarnahu mereka kagum padanya وَقَطَّعْنَ waqaṭṭaʿna dan mereka memotong أَيْدِيَهُنَّ aydiyahunna tangan-tangan mereka وَقُلْنَ waqul'na dan mereka berkata حَـٰشَ ḥāsha Maha Sempurna لِلَّهِ lillahi bagi Allah مَا bukanlah هَـٰذَا hādhā ini بَشَرًا basharan manusia إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan/hanyalah مَلَكٌۭ malakun Malaikat كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia 31

Maka tatkala wanita itu (Zulaykha) mendengar cercaan mereka diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yūsuf), "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".

قَالَتْ qālat (wanita itu) berkata فَذَٰلِكُنَّ fadhālikunna maka itu dia ٱلَّذِى alladhī orang yang لُمْتُنَّنِى lum'tunnanī kamu mencela aku فِيهِ ۖ fīhi kepadanya وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya رَٰوَدتُّهُۥ rāwadttuhu aku telah menggoda ia عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya فَٱسْتَعْصَمَ ۖ fa-is'taʿṣama maka/lalu dia menolak/berlindung وَلَئِن wala-in dan jika لَّمْ lam tidak يَفْعَلْ yafʿal dia melakukannya مَآ apa ءَامُرُهُۥ āmuruhu aku perintahkan kepadanya لَيُسْجَنَنَّ layus'jananna niscaya dia akan dipenjarakan وَلَيَكُونًۭا walayakūnan dan niscaya dia menjadi مِّنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰغِرِينَ l-ṣāghirīna orang-orang yang kecil/hina 32

Wanita itu berkata, "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku ٱلسِّجْنُ l-sij'nu penjara أَحَبُّ aḥabbu lebih aku sukai إِلَىَّ ilayya kepadaku مِمَّا mimmā daripada apa يَدْعُونَنِىٓ yadʿūnanī mereka mengajakku إِلَيْهِ ۖ ilayhi kepadanya وَإِلَّا wa-illā dan jika tidak تَصْرِفْ taṣrif Engkau palingkan عَنِّى ʿannī dariku كَيْدَهُنَّ kaydahunna tipu daya mereka أَصْبُ aṣbu aku cenderung إِلَيْهِنَّ ilayhinna kepada mereka وَأَكُن wa-akun dan aku menjadi مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh 33

Yūsuf berkata, "Wahai Tuhan-ku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".

فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka memperkenankan doa لَهُۥ lahu kepadanya (Yusuf) رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَصَرَفَ faṣarafa maka Dia palingkan عَنْهُ ʿanhu daripadanya (Yusuf) كَيْدَهُنَّ ۚ kaydahunna tipu daya mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 34

Maka Tuhan-nya memperkenankan doa Yūsuf dan Dia menghindarkan Yūsuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

ثُمَّ thumma kemudian بَدَا badā mulai/timbul لَهُم lahum bagi mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa رَأَوُا۟ ra-awū mereka lihat ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda لَيَسْجُنُنَّهُۥ layasjununnahu harus mereka memenjarakannya حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin beberapa waktu 35

Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yūsuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai suatu waktu. 1

وَدَخَلَ wadakhala dan masuk مَعَهُ maʿahu bersama dia ٱلسِّجْنَ l-sij'na penjara فَتَيَانِ ۖ fatayāni dua orang pemuda قَالَ qāla bekata أَحَدُهُمَآ aḥaduhumā salah satu dari keduanya إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰنِىٓ arānī aku melihat/bermimpi أَعْصِرُ aʿṣiru aku memeras خَمْرًۭا ۖ khamran anggur وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْـَٔاخَرُ l-ākharu yang lain إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰنِىٓ arānī aku melihat/bermimpi أَحْمِلُ aḥmilu aku membawa فَوْقَ fawqa diatas رَأْسِى rasī kepalaku خُبْزًۭا khub'zan roti تَأْكُلُ takulu memakan ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung مِنْهُ ۖ min'hu dari/sebagiannya نَبِّئْنَا nabbi'nā beritakan kepada kami بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ bitawīlihi dengan tabirnya إِنَّا innā sesungguhnya kami نَرَىٰكَ narāka kami memandangmu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan 36

Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda 1. Berkatalah salah seorang di antara keduanya, "Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata, "Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami takbirnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (menakbirkan mimpi).

قَالَ qāla (Yusuf) berkata لَا tidak يَأْتِيكُمَا yatīkumā sampai kepada kamu berdua طَعَامٌۭ ṭaʿāmun makanan تُرْزَقَانِهِۦٓ tur'zaqānihi direzkikannya/diberikannya إِلَّا illā melainkan نَبَّأْتُكُمَا nabbatukumā aku beritakan kepada kamu berdua بِتَأْوِيلِهِۦ bitawīlihi dengan tabirnya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَكُمَا ۚ yatiyakumā ia sampai kepadamu berdua ذَٰلِكُمَا dhālikumā yang demikian itu مِمَّا mimmā sebagian dari apa عَلَّمَنِى ʿallamanī mengajarkan kepadaku رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku تَرَكْتُ taraktu aku telah meninggalkan مِلَّةَ millata agama قَوْمٍۢ qawmin kaum/orang-orang لَّا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَهُم wahum dan/sedang mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akherat هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang kafir 37

Yūsuf berkata, Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu, melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.

وَٱتَّبَعْتُ wa-ittabaʿtu dan aku mengikuti مِلَّةَ millata agama ءَابَآءِىٓ ābāī bapak-bapakku إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishak وَيَعْقُوبَ ۚ wayaʿqūba dan Yaqub مَا tidak كَانَ kāna ada/patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an bahwa نُّشْرِكَ nush'rika kami mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu مِن min dari فَضْلِ faḍli karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur 38

Dan aku pengikut agama bapak-bapakku, yaitu Ibrāhīm , Isḥāq dan Ya`qūb. Tiadalah patut bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya), tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).

يَـٰصَـٰحِبَىِ yāṣāḥibayi hai dua teman ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara ءَأَرْبَابٌۭ a-arbābun apakah Tuhan-Tuhan مُّتَفَرِّقُونَ mutafarriqūna berpisah-pisah/bermacam-macam خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمِ ami ataukah ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Perkasa 39

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?

مَا tidak تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia إِلَّآ illā kecuali أَسْمَآءًۭ asmāan nama-nama سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā menamakannya/membuatnya أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan bapak-bapak/nenek moyangmu مَّآ tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَا bihā dengannya (nama-nama) مِن min dari سُلْطَـٰنٍ ۚ sul'ṭānin keterangan/kekuasaan إِنِ ini sesungguhnya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan/hukum إِلَّا illā kecuali/hanyalah لِلَّهِ ۚ lillahi bagi/milik Allah أَمَرَ amara Dia memerintahkan أَلَّا allā agar jangan تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّآ illā kecuali/selain إِيَّاهُ ۚ iyyāhu kepada Dia ذَٰلِكَ dhālika demikian/itulah ٱلدِّينُ l-dīnu agama ٱلْقَيِّمُ l-qayimu lurus وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 40

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

يَـٰصَـٰحِبَىِ yāṣāḥibayi hai dua teman ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara أَمَّآ ammā adapun أَحَدُكُمَا aḥadukumā salah seorang diantara kamu berdua فَيَسْقِى fayasqī akan memberi minum رَبَّهُۥ rabbahu tuannya خَمْرًۭا ۖ khamran minuman keras وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْـَٔاخَرُ l-ākharu yang lain فَيُصْلَبُ fayuṣ'labu maka akan disalib فَتَأْكُلُ fatakulu maka/lalu memakan ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung مِن min dari/sebagian رَّأْسِهِۦ ۚ rasihi kepalanya قُضِىَ quḍiya diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara ٱلَّذِى alladhī yang فِيهِ fīhi didalamnya/padanya تَسْتَفْتِيَانِ tastaftiyāni kamu berdua menanyakan kepadaku 41

Hai kedua penghuni penjara, "Adapun salah seorang di antara kamu berdua akan memberi minum tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)".

وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata لِلَّذِى lilladhī kepada orang yang ظَنَّ ẓanna dia menyangka أَنَّهُۥ annahu sesungguhnya ia نَاجٍۢ nājin selamat مِّنْهُمَا min'humā diantara keduanya ٱذْكُرْنِى udh'kur'nī terangkan keadaanku عِندَ ʿinda disisi رَبِّكَ rabbika tuanmu فَأَنسَىٰهُ fa-ansāhu maka menjadikan ia lupa ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan ذِكْرَ dhik'ra menerangkan رَبِّهِۦ rabbihi tuannya فَلَبِثَ falabitha maka (Yusuf) tetap فِى dalam ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara بِضْعَ biḍ'ʿa sebagian/beberapa سِنِينَ sinīna tahun 42

Dan Yūsuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yūsuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yūsuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلِكُ l-maliku raja إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰ arā melihat/mimpi سَبْعَ sabʿa tujuh بَقَرَٰتٍۢ baqarātin sapi betina سِمَانٍۢ simānin gemuk يَأْكُلُهُنَّ yakuluhunna memakan mereka سَبْعٌ sabʿun tujuh عِجَافٌۭ ʿijāfun kurus وَسَبْعَ wasabʿa dan tujuh سُنۢبُلَـٰتٍ sunbulātin tangkai خُضْرٍۢ khuḍ'rin hijau وَأُخَرَ wa-ukhara dan yang lain يَابِسَـٰتٍۢ ۖ yābisātin kering يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْمَلَأُ l-mala-u orang-orang terkemuka أَفْتُونِى aftūnī terangkanlah kepadaku فِى dalam رُءْيَـٰىَ ru'yāya mimpiku إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah لِلرُّءْيَا lilrru'yā bagi mimpi تَعْبُرُونَ taʿburūna kamu ta'birkan 43

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka, "Terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَضْغَـٰثُ aḍghāthu kacau balau أَحْلَـٰمٍۢ ۖ aḥlāmin mimpi وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami بِتَأْوِيلِ bitawīli dengan ta'bir ٱلْأَحْلَـٰمِ l-aḥlāmi mimpi بِعَـٰلِمِينَ biʿālimīna orang-orang yang mengetahui 44

Mereka menjawab, "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu mentakbirkan mimpi itu".

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِى alladhī orang yang نَجَا najā selamat مِنْهُمَا min'humā diantara keduanya وَٱدَّكَرَ wa-iddakara dan teringat بَعْدَ baʿda sesudah/beberapa waktu أُمَّةٍ ummatin ummat أَنَا۠ anā aku أُنَبِّئُكُم unabbi-ukum aku akan beritahukan kepadamu بِتَأْوِيلِهِۦ bitawīlihi dengan ta'birnya فَأَرْسِلُونِ fa-arsilūni maka utuslah aku 45

Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yūsuf) sesudah beberapa waktu lamanya, "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakbirkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)".

يُوسُفُ yūsufu Yusuf أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلصِّدِّيقُ l-ṣidīqu orang yang paling benar أَفْتِنَا aftinā terangkan kepada kami فِى didalam/tentang سَبْعِ sabʿi tujuh بَقَرَٰتٍۢ baqarātin sapi betina سِمَانٍۢ simānin gemuk يَأْكُلُهُنَّ yakuluhunna memakan mereka سَبْعٌ sabʿun tujuh عِجَافٌۭ ʿijāfun kurus وَسَبْعِ wasabʿi dan tujuh سُنۢبُلَـٰتٍ sunbulātin tangkai خُضْرٍۢ khuḍ'rin hijau وَأُخَرَ wa-ukhara dan yang lain يَابِسَـٰتٍۢ yābisātin kering لَّعَلِّىٓ laʿallī agar aku أَرْجِعُ arjiʿu aku kembali إِلَى ilā kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang-orang لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 46

(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yūsuf dia berseru), " Yūsuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata تَزْرَعُونَ tazraʿūna kamu bertanam سَبْعَ sabʿa tujuh سِنِينَ sinīna tahun دَأَبًۭا da-aban seperti biasa فَمَا famā maka apa حَصَدتُّمْ ḥaṣadttum kamu tuai فَذَرُوهُ fadharūhu maka tinggalkan/biarkan ia فِى di/pada سُنۢبُلِهِۦٓ sunbulihi tangkainya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّمَّا mimmā daripada apa تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 47

Yūsuf berkata, "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

ثُمَّ thumma kemudian يَأْتِى yatī datang مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu سَبْعٌۭ sabʿun tujuh شِدَادٌۭ shidādun amat sulit يَأْكُلْنَ yakul'na mereka memakan مَا apa قَدَّمْتُمْ qaddamtum kamu sediakan لَهُنَّ lahunna bagi mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّمَّا mimmā daripada apa تُحْصِنُونَ tuḥ'ṣinūna kamu simpan 48

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

ثُمَّ thumma kemudian يَأْتِى yatī datang مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu عَامٌۭ ʿāmun tahun فِيهِ fīhi padanya يُغَاثُ yughāthu diberi hujan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَفِيهِ wafīhi dan padanya يَعْصِرُونَ yaʿṣirūna mereka memeras anggur 49

Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur".

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلِكُ l-maliku raja ٱئْتُونِى i'tūnī bawalah kepadaku بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُ jāahu datang kepadanya ٱلرَّسُولُ l-rasūlu utusan قَالَ qāla (Yusuf) berkata ٱرْجِعْ ir'jiʿ kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika tuanmu فَسْـَٔلْهُ fasalhu maka tanyakan padanya مَا apa/bagaimana بَالُ bālu halnya ٱلنِّسْوَةِ l-nis'wati wanita-wanita ٱلَّـٰتِى allātī yang قَطَّعْنَ qaṭṭaʿna mereka memotong أَيْدِيَهُنَّ ۚ aydiyahunna tangan-tangan mereka إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku بِكَيْدِهِنَّ bikaydihinna dengan tipu daya mereka عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 50

Raja berkata, "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada Yūsuf, berkatalah Yūsuf, "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhan-ku, Maha Mengetahui tipu daya mereka".

قَالَ qāla (raja) berkata مَا apa خَطْبُكُنَّ khaṭbukunna kamu bicarakan/terjadi إِذْ idh ketika رَٰوَدتُّنَّ rāwadttunna kamu menggoda يُوسُفَ yūsufa Yusuf عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya قُلْنَ qul'na mereka berkata حَـٰشَ ḥāsha Maha Sempurna لِلَّهِ lillahi bagi Allah مَا tidak عَلِمْنَا ʿalim'nā kami ketahui عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِن min dari سُوٓءٍۢ ۚ sūin seburuk-buruk قَالَتِ qālati berkata ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Al Aziz ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang حَصْحَصَ ḥaṣḥaṣa jelaslah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran أَنَا۠ anā aku رَٰوَدتُّهُۥ rāwadttuhu aku menggodanya عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia لَمِنَ lamina sungguh termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 51

Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), "Bagaimana keadaanmu 1 ketika kamu menggoda Yūsuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata, "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan darinya". Berkata istri Al-‘Azīz, "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar".

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِيَعْلَمَ liyaʿlama agar dia mengetahui أَنِّى annī bahwasanya aku لَمْ lam tidak أَخُنْهُ akhun'hu mengkhianatinya بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan gaib/diwaktu dia tidak ada وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk كَيْدَ kayda tipu daya ٱلْخَآئِنِينَ l-khāinīna orang-orang yang berkhianat 52

(Yūsuf berkata), "Yang demikian itu agar dia ( Al-‘Azīz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.