Tilawahku
Masuk
۞

Juz 13

Yusuf (53-111), Ar-Ra'd (1-43), Ibrahim (1-52)

۞ وَمَآ wamā dan tidak أُبَرِّئُ ubarri-u aku membebaskan نَفْسِىٓ ۚ nafsī diriku/nafsuku إِنَّ inna sesungguhnya ٱلنَّفْسَ l-nafsa nafsu لَأَمَّارَةٌۢ la-ammāratun selalu menyuruh بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan/pada kejahatan إِلَّا illā kecuali مَا apa رَحِمَ raḥima memberi rahmat رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 53

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلِكُ l-maliku raja ٱئْتُونِى i'tūnī bawalah kepadaku بِهِۦٓ bihi dengannya أَسْتَخْلِصْهُ astakhliṣ'hu aku memilihnya لِنَفْسِى ۖ linafsī kepadaku/untukku فَلَمَّا falammā maka tatkala كَلَّمَهُۥ kallamahu bercakap-cakap dengannya قَالَ qāla dia berkata إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini لَدَيْنَا ladaynā di sisi kami مَكِينٌ makīnun kedudukan tinggi أَمِينٌۭ amīnun dipercaya 54

Dan raja berkata, "Bawalah Yūsuf kepadaku agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami".

قَالَ qāla berkata (yusuf) ٱجْعَلْنِى ij'ʿalnī jadikanlah aku عَلَىٰ ʿalā atas خَزَآئِنِ khazāini bendaharawan ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi/negeri ini إِنِّى innī sesungguhnya aku حَفِيظٌ ḥafīẓun seorang penjaga عَلِيمٌۭ ʿalīmun berpengetahuan 55

Berkata Yūsuf, "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah مَكَّنَّا makkannā Kami memberi kedudukan لِيُوسُفَ liyūsufa kepada Yusuf فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ini يَتَبَوَّأُ yatabawwa-u dia pergi menuju مِنْهَا min'hā daripadanya حَيْثُ ḥaythu kemana saja يَشَآءُ ۚ yashāu dia kehendaki نُصِيبُ nuṣību Kami limpahkan بِرَحْمَتِنَا biraḥmatinā dengan rahmat Kami مَن man siapa نَّشَآءُ ۖ nashāu Kami kehendaki وَلَا walā dan tidak نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 56

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yūsuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

وَلَأَجْرُ wala-ajru dan sesungguhnya pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 57

Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

وَجَآءَ wajāa dan datang إِخْوَةُ ikh'watu saudara-saudara يُوسُفَ yūsufa Yusuf فَدَخَلُوا۟ fadakhalū lalu mereka masuk عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya فَعَرَفَهُمْ faʿarafahum maka dia mengenal mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَهُۥ lahu kepadanya مُنكِرُونَ munkirūna tidak mengenal 58

Dan saudara-saudara Yūsuf datang (ke Mesir), lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka Yūsuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya 1.

وَلَمَّا walammā dan setelah جَهَّزَهُم jahhazahum dia menyiapkan bekal mereka بِجَهَازِهِمْ bijahāzihim dengan bekal mereka قَالَ qāla dia berkata ٱئْتُونِى i'tūnī datangkanlah/bawalah kepadaku بِأَخٍۢ bi-akhin saudara لَّكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَبِيكُمْ ۚ abīkum ayahmu أَلَا alā tidaklah تَرَوْنَ tarawna kamu lihat أَنِّىٓ annī bahwasanya aku أُوفِى ūfī aku menyempurnakan ٱلْكَيْلَ l-kayla sukatan وَأَنَا۠ wa-anā dan aku خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمُنزِلِينَ l-munzilīna penerima tamu 59

Dan tatkala Yūsuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata, "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?

فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَأْتُونِى tatūnī kamu membawa kepadaku بِهِۦ bihi dengannya فَلَا falā maka tidak كَيْلَ kayla sukatan لَكُمْ lakum bagi kalian عِندِى ʿindī dari sisiku/daripadaku وَلَا walā dan jangan تَقْرَبُونِ taqrabūni kamu mendekatiku 60

Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi dari padaku dan jangan kamu mendekatiku".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَنُرَٰوِدُ sanurāwidu kami akan membujuk عَنْهُ ʿanhu daripadanya أَبَاهُ abāhu ayahnya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَفَـٰعِلُونَ lafāʿilūna benar-benar melaksanakan 61

Mereka berkata, "Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya".

وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata لِفِتْيَـٰنِهِ lifit'yānihi kepada bujang-bujangnya ٱجْعَلُوا۟ ij'ʿalū jadikan/masukkan بِضَـٰعَتَهُمْ biḍāʿatahum barang-barang mereka فِى dalam رِحَالِهِمْ riḥālihim karung-karung mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَعْرِفُونَهَآ yaʿrifūnahā mereka mengetahuinya إِذَا idhā apabila ٱنقَلَبُوٓا۟ inqalabū mereka telah kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِمْ ahlihim keluarga mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya/mudah-mudahan mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 62

Yūsuf berkata kepada bujang-bujangnya, "Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka 1) ke dalam karung-karung mereka supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi 2".

فَلَمَّا falammā maka tatkala رَجَعُوٓا۟ rajaʿū mereka kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَبِيهِمْ abīhim ayah mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami مُنِعَ muniʿa dicegah/tidak diberi مِنَّا minnā dari kami ٱلْكَيْلُ l-kaylu sukatan فَأَرْسِلْ fa-arsil maka kirimlah/ biarkanlah مَعَنَآ maʿanā bersama kami أَخَانَا akhānā saudara kami نَكْتَلْ naktal kami mendapatkan sukatan وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَهُۥ lahu padanya لَحَـٰفِظُونَ laḥāfiẓūna orang-orang yang menjaga 63

Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya`qūb) mereka berkata, "Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan dan sesungguhnya kami benar benar akan menjaganya".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata هَلْ hal apakah ءَامَنُكُمْ āmanukum aku mempercayai kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِلَّا illā kecuali كَمَآ kamā sebagaimana/seperti أَمِنتُكُمْ amintukum aku mempercayai kamu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَخِيهِ akhīhi saudaranya مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah خَيْرٌ khayrun sebaik-baik حَـٰفِظًۭا ۖ ḥāfiẓan penjaga وَهُوَ wahuwa dan Dia أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang 64

Berkata Ya`qūb, "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya ( Yūsuf) kepada kamu dahulu 1?" Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang di antara para penyanyang.

وَلَمَّا walammā dan tatkala فَتَحُوا۟ fataḥū mereka membuka مَتَـٰعَهُمْ matāʿahum barang-barang mereka وَجَدُوا۟ wajadū mereka menemukan بِضَـٰعَتَهُمْ biḍāʿatahum barang-barang mereka رُدَّتْ ruddat dikembalikan إِلَيْهِمْ ۖ ilayhim kepada mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami مَا apa نَبْغِى ۖ nabghī kami inginkan هَـٰذِهِۦ hādhihi ini بِضَـٰعَتُنَا biḍāʿatunā barang-barang kami رُدَّتْ ruddat dikembalikan إِلَيْنَا ۖ ilaynā kepada kami وَنَمِيرُ wanamīru dan kami memberi makan أَهْلَنَا ahlanā keluarga kami وَنَحْفَظُ wanaḥfaẓu dan kami akan memelihara أَخَانَا akhānā saudara kami وَنَزْدَادُ wanazdādu dan kami mendapat tambahan كَيْلَ kayla sukatan بَعِيرٍۢ ۖ baʿīrin seekor unta ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu كَيْلٌۭ kaylun sukatan يَسِيرٌۭ yasīrun yang mudah 65

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami dan kami akan dapat memelihara saudara kami dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata لَنْ lan tidak akan أُرْسِلَهُۥ ur'silahu aku melepaskannya مَعَكُمْ maʿakum bersama-sama kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai تُؤْتُونِ tu'tūni kamu mendatangi/memberikan kepadaku مَوْثِقًۭا mawthiqan janji yang teguh مِّنَ mina dari/atas ٱللَّهِ l-lahi Allah لَتَأْتُنَّنِى latatunnanī pasti kamu datang/membawa kepadaku بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يُحَاطَ yuḥāṭa mengepung بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian فَلَمَّآ falammā maka tatkala ءَاتَوْهُ ātawhu mereka memberinya مَوْثِقَهُمْ mawthiqahum janji mereka قَالَ qāla (Yaqub) berkata ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa نَقُولُ naqūlu kami ucapkan وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga/saksi 66

Ya`qūb berkata, "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh". Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya`qūb berkata, "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)".

وَقَالَ waqāla dan (Yaqub) berkata يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan لَا janganlah تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu masuk مِنۢ min dari بَابٍۢ bābin pintu وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah مِنْ min dari أَبْوَٰبٍۢ abwābin pintu-pintu مُّتَفَرِّقَةٍۢ ۖ mutafarriqatin berlainan وَمَآ wamā dan tidak dapat أُغْنِى ugh'nī aku melepaskan عَنكُم ʿankum dari kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍ ۖ shayin sedikit إِنِ ini jika ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan إِلَّا illā hanyalah لِلَّهِ ۖ lillahi bagi/hak Allah عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya تَوَكَّلْتُ ۖ tawakkaltu aku bertawakkal وَعَلَيْهِ waʿalayhi dan kepadaNya فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaknya bertawakkal/berserah diri ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang bertawakkal 67

Dan Ya`qūb berkata, "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri".

وَلَمَّا walammā dan ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah أَمَرَهُمْ amarahum memerintahkan mereka أَبُوهُم abūhum ayah mereka مَّا tidak كَانَ kāna ada يُغْنِى yugh'nī melepaskan عَنْهُم ʿanhum dari mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍ shayin sedikit إِلَّا illā kecuali/hanya حَاجَةًۭ ḥājatan hajat/keinginan فِى dalam/pada نَفْسِ nafsi diri يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub قَضَىٰهَا ۚ qaḍāhā Dia tetapkannya وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia لَذُو ladhū sungguh mempunyai عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan لِّمَا limā karena apa عَلَّمْنَـٰهُ ʿallamnāhu kami telah mengajarkannya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 68

Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya`qūb yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tiada mengetahui.

وَلَمَّا walammā dan tatkala دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَىٰ ʿalā atas يُوسُفَ yūsufa Yusuf ءَاوَىٰٓ āwā ia membawa إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/ketempatnya أَخَاهُ ۖ akhāhu saudaranya قَالَ qāla (Yusuf) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَنَا۠ anā aku أَخُوكَ akhūka saudaramu فَلَا falā maka jangan تَبْتَئِسْ tabta-is kamu berduka cita بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 69

Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yūsuf. Yūsuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yūsuf berkata, "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berduka cita terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

فَلَمَّا falammā maka tatkala جَهَّزَهُم jahhazahum ia menyiapkan untuk mereka بِجَهَازِهِمْ bijahāzihim dengan persiapan mereka جَعَلَ jaʿala ia jadikan/masukkan ٱلسِّقَايَةَ l-siqāyata piala/tempat minum فِى dalam رَحْلِ raḥli karung أَخِيهِ akhīhi saudaranya ثُمَّ thumma kemudian أَذَّنَ adhana berseru مُؤَذِّنٌ mu-adhinun orang yang menyeru أَيَّتُهَا ayyatuhā hai ٱلْعِيرُ l-ʿīru kafilah إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَسَـٰرِقُونَ lasāriqūna tentu pencuri 70

Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yūsuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian, berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَأَقْبَلُوا۟ wa-aqbalū dan/sambil menghadap عَلَيْهِم ʿalayhim kepada mereka مَّاذَا mādhā apa/barang apa تَفْقِدُونَ tafqidūna kamu kehilangan 71

Mereka menjawab sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu, "Barang apakah yang hilang darikamu?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَفْقِدُ nafqidu kami kehilangan صُوَاعَ ṣuwāʿa piala/tempat minum ٱلْمَلِكِ l-maliki raja وَلِمَن waliman dan bagi siapa جَآءَ jāa datang/mengembalikan بِهِۦ bihi dengannya حِمْلُ ḥim'lu beban بَعِيرٍۢ baʿīrin unta وَأَنَا۠ wa-anā dan aku بِهِۦ bihi terhadapnya زَعِيمٌۭ zaʿīmun menjamin 72

Penyeru-penyeru itu berkata, "Kami kehilangan piala raja dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta dan aku menjamin terhadapnya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتُم ʿalim'tum kamu telah mengetahui مَّا tidak جِئْنَا ji'nā kami datang لِنُفْسِدَ linuf'sida untuk membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan bukan كُنَّا kunnā kami سَـٰرِقِينَ sāriqīna orang-orang yang mencuri 73

Saudara-saudara Yūsuf menjawab, "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata فَمَا famā maka apa جَزَٰٓؤُهُۥٓ jazāuhu balasannya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang berdusta 74

Mereka berkata, "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta? "

قَالُوا۟ qālū mereka berkata جَزَٰٓؤُهُۥ jazāuhu balasannya مَن man siapa وُجِدَ wujida diketemukan فِى dalam رَحْلِهِۦ raḥlihi karungnya فَهُوَ fahuwa maka dia جَزَٰٓؤُهُۥ ۚ jazāuhu balasannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī kami memberi pembalasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 75

Mereka menjawab, "Balasannya ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) 1. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim".

فَبَدَأَ fabada-a maka (Yusuf) mulai بِأَوْعِيَتِهِمْ bi-awʿiyatihim dengan karung-karung mereka قَبْلَ qabla sebelum وِعَآءِ wiʿāi karung/wadah أَخِيهِ akhīhi saudaranya ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَخْرَجَهَا is'takhrajahā ia mengeluarkannya (piala/tempat minum) مِن min dari وِعَآءِ wiʿāi karung/wadah أَخِيهِ ۚ akhīhi saudaranya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah كِدْنَا kid'nā Kami mengatur لِيُوسُفَ ۖ liyūsufa untuk Yusuf مَا tidak كَانَ kāna ada لِيَأْخُذَ liyakhudha ia mengambil/menghukum أَخَاهُ akhāhu saudaranya فِى didalam/menurut دِينِ dīni peraturan/undang-undang ٱلْمَلِكِ l-maliki raja إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah نَرْفَعُ narfaʿu Kami tinggikan دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat مَّن man siapa/orang نَّشَآءُ ۗ nashāu Kami kehendaki وَفَوْقَ wafawqa dan diatas كُلِّ kulli tiap-tiap ذِى dhī memiliki عِلْمٍ ʿil'min pengetahuan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 76

Maka mulailah Yūsuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yūsuf . Tiadalah patut Yūsuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

۞ قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِن in jika يَسْرِقْ yasriq dia mencuri فَقَدْ faqad maka sesungguhnya سَرَقَ saraqa telah mencuri أَخٌۭ akhun saudara لَّهُۥ lahu baginya مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu فَأَسَرَّهَا fa-asarrahā maka menyembunyikannya يُوسُفُ yūsufu Yusuf فِى dalam/pada نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya وَلَمْ walam dan tidak يُبْدِهَا yub'dihā menampakkannya لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka قَالَ qāla ia berkata أَنتُمْ antum kamu شَرٌّۭ sharrun lebih buruk مَّكَانًۭا ۖ makānan kedudukan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā daripada apa تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/terangkan 77

Mereka berkata, "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yūsuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Al Aziz إِنَّ inna sesungguhnya لَهُۥٓ lahu baginya أَبًۭا aban bapak شَيْخًۭا shaykhan tua كَبِيرًۭا kabīran besar/sekali فَخُذْ fakhudh maka ambillah أَحَدَنَا aḥadanā salah seorang diantara kami مَكَانَهُۥٓ ۖ makānahu kedudukannya/gantinya إِنَّا innā sesungguhnya kami نَرَىٰكَ narāka kami melihat kamu مِنَ mina dari ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 78

Mereka berkata, "Wahai Al-‘Azīz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya; sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata مَعَاذَ maʿādha mohon perlindungan/berlindung ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa نَّأْخُذَ nakhudha kami menahan/mengambil إِلَّا illā kecuali مَن man orang وَجَدْنَا wajadnā kami dapati مَتَـٰعَنَا matāʿanā harta benda kami عِندَهُۥٓ ʿindahu disisinya/padanya إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّظَـٰلِمُونَ laẓālimūna tentu orang-orang yang zalim 79

Berkata Yūsuf, "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim".

فَلَمَّا falammā maka tatkala ٱسْتَيْـَٔسُوا۟ is'tayasū mereka berputus asa مِنْهُ min'hu daripadanya خَلَصُوا۟ khalaṣū mereka menyendiri نَجِيًّۭا ۖ najiyyan berbisik قَالَ qāla berkata كَبِيرُهُمْ kabīruhum yang tertua diantara mereka أَلَمْ alam tidakkah تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu ketahui أَنَّ anna bahwasanya أَبَاكُمْ abākum ayahmu قَدْ qad sungguh أَخَذَ akhadha telah mengambil عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مَّوْثِقًۭا mawthiqan janji مِّنَ mina dari/dengan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمِن wamin dan dari قَبْلُ qablu sebelum مَا apa فَرَّطتُمْ farraṭtum kamu sia-siakan فِى pada/di يُوسُفَ ۖ yūsufa Yusuf فَلَنْ falan maka tidak أَبْرَحَ abraḥa aku akan meninggalkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْذَنَ yadhana mengizinkan لِىٓ kepadaku أَبِىٓ abī ayahku أَوْ aw atau يَحْكُمَ yaḥkuma memberi putusan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِى ۖ kepadaku وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para hakim 80

Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yūsuf 1 mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka, "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yūsuf. Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali) atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".

ٱرْجِعُوٓا۟ ir'jiʿū kembalilah إِلَىٰٓ ilā kepada أَبِيكُمْ abīkum ayahmu فَقُولُوا۟ faqūlū dan katakan يَـٰٓأَبَانَآ yāabānā wahai ayah kami إِنَّ inna sesungguhnya ٱبْنَكَ ib'naka anakmu سَرَقَ saraqa telah mencuri وَمَا wamā dan tidak شَهِدْنَآ shahid'nā kami menyaksikan إِلَّا illā selain/kecuali بِمَا bimā dengan apa عَلِمْنَا ʿalim'nā kami ketahui وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā kami لِلْغَيْبِ lil'ghaybi kepada yang gaib حَـٰفِظِينَ ḥāfiẓīna orang-orang yang menjaga 81

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang gaib.

وَسْـَٔلِ wasali dan tanyakanlah ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri ٱلَّتِى allatī yang كُنَّا kunnā adalah kami/kami berada فِيهَا fīhā didalamnya/disana وَٱلْعِيرَ wal-ʿīra dan kafilah ٱلَّتِىٓ allatī yang أَقْبَلْنَا aqbalnā kami datang bersama فِيهَا ۖ fīhā didalamnya/disana وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna orang-orang yang benar 82

Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ dan kafilah yang kami datang bersamanya dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata بَلْ bal bahkan/hanya سَوَّلَتْ sawwalat memandang baik لَكُمْ lakum bagi kalian أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri أَمْرًۭا ۖ amran perkara فَصَبْرٌۭ faṣabrun maka kesabaran جَمِيلٌ ۖ jamīlun yang baik عَسَى ʿasā mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an agar يَأْتِيَنِى yatiyanī mendatangkan kepadaku بِهِمْ bihim dengan mereka جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 83

Ya`qūb berkata, "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

وَتَوَلَّىٰ watawallā dan ia berpaling عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقَالَ waqāla dan ia berkata يَـٰٓأَسَفَىٰ yāasafā alangkah sedih hatiku عَلَىٰ ʿalā atas يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَٱبْيَضَّتْ wa-ib'yaḍḍat dan menjadi putih عَيْنَاهُ ʿaynāhu kedua matanya مِنَ mina dari/karena ٱلْحُزْنِ l-ḥuz'ni kesedihan فَهُوَ fahuwa maka/akan tetapi ia كَظِيمٌۭ kaẓīmun orang yang menahan marah 84

Dan Ya`qūb berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai dukacitaku terhadap Yūsuf" dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah تَفْتَؤُا۟ tafta-u engkau senantiasa تَذْكُرُ tadhkuru engkau mengingat يُوسُفَ yūsufa Yusuf حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَكُونَ takūna adalah engkau حَرَضًا ḥaraḍan penyakit yang berat أَوْ aw atau تَكُونَ takūna adalah engkau مِنَ mina dari/termasuk ٱلْهَـٰلِكِينَ l-hālikīna orang-orang yang binasa 85

Mereka berkata, "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yūsuf sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَشْكُوا۟ ashkū aku mengadukan بَثِّى bathī kesusahan وَحُزْنِىٓ waḥuz'nī dan kesedihanku إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan aku mengetahui مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 86

Ya`qūb menjawab, "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya".

يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan ٱذْهَبُوا۟ idh'habū pergilah kamu فَتَحَسَّسُوا۟ fataḥassasū maka carilah/selidikilah مِن min dari/tentang يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya وَلَا walā dan jangan تَا۟يْـَٔسُوا۟ tāy'asū kamu putus asa مِن min dari رَّوْحِ rawḥi rahmat ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَا tidak يَا۟يْـَٔسُ yāy'asu berputus asa مِن min dari رَّوْحِ rawḥi rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir 87

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yūsuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

فَلَمَّا falammā maka ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya (Yusuf) قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Al Aziz/yang mulia مَسَّنَا massanā telah menimpa kami وَأَهْلَنَا wa-ahlanā dan keluarga kami ٱلضُّرُّ l-ḍuru kesengsaraan وَجِئْنَا waji'nā dan kami datang بِبِضَـٰعَةٍۢ bibiḍāʿatin dengan barang-barang مُّزْجَىٰةٍۢ muz'jātin tak berharga فَأَوْفِ fa-awfi maka sempurnakanlah لَنَا lanā untuk kami ٱلْكَيْلَ l-kayla sukatan وَتَصَدَّقْ wataṣaddaq dan bersedekahlah عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas/kepada kami إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْزِى yajzī memberi balasan ٱلْمُتَصَدِّقِينَ l-mutaṣadiqīna orang-orang yang bersedekah 88

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yūsuf, mereka berkata, "Hai Al-‘Azīz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah".

قَالَ qāla Yusuf berkata هَلْ hal apakah عَلِمْتُم ʿalim'tum kamu mengetahui مَّا apa فَعَلْتُم faʿaltum kamu lakukan بِيُوسُفَ biyūsufa terhadap Yusuf وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya إِذْ idh ketika أَنتُمْ antum kamu جَـٰهِلُونَ jāhilūna orang-orang yang tidak mangetahui 89

Yūsuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yūsuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَءِنَّكَ a-innaka apakah sesungguhnya kamu لَأَنتَ la-anta sungguh kamu يُوسُفُ ۖ yūsufu Yusuf قَالَ qāla ia berkata/menjawab أَنَا۠ anā aku يُوسُفُ yūsufu Yusuf وَهَـٰذَآ wahādhā dan ini أَخِى ۖ akhī saudaraku قَدْ qad sungguh مَنَّ manna telah melimpahkan karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas/kepada kami إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مَن man barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertakwa وَيَصْبِرْ wayaṣbir dan bersabar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُضِيعُ yuḍīʿu Dia menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 90

Mereka berkata, "Apakah kamu ini benar-benar Yūsuf?" Yūsuf menjawab, "Akulah Yūsuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya ءَاثَرَكَ ātharaka telah melebih-lebihkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنَّا kunnā kami لَخَـٰطِـِٔينَ lakhāṭiīna sungguh orang-orang yang bersalah 91

Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata لَا tidak ada تَثْرِيبَ tathrība cercaan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَهُوَ wahuwa dan Dia أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang 92

Dia (Yūsuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".

ٱذْهَبُوا۟ idh'habū pergilah kamu بِقَمِيصِى biqamīṣī dengan baju gamisku هَـٰذَا hādhā ini فَأَلْقُوهُ fa-alqūhu lalu letakkan ia عَلَىٰ ʿalā diatas وَجْهِ wajhi wajah أَبِى abī ayahku يَأْتِ yati dia akan datang بَصِيرًۭا baṣīran melihat وَأْتُونِى watūnī dan bawalah kepadaku بِأَهْلِكُمْ bi-ahlikum dengan keluarga أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 93

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali, dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku".

وَلَمَّا walammā dan tatkala فَصَلَتِ faṣalati telah berangkat/keluar ٱلْعِيرُ l-ʿīru kafilah قَالَ qāla berkata أَبُوهُمْ abūhum ayah mereka إِنِّى innī sesungguhnya aku لَأَجِدُ la-ajidu aku mendapat/mencium رِيحَ rīḥa bau يُوسُفَ ۖ yūsufa Yusuf لَوْلَآ lawlā sekiranya tidak أَن an telah تُفَنِّدُونِ tufannidūni kamu menuduhku lemah akal 94

Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yūsuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah إِنَّكَ innaka sesungguhnya engkau لَفِى lafī sungguh dalam ضَلَـٰلِكَ ḍalālika kekeliruan ٱلْقَدِيمِ l-qadīmi dahulu 95

Keluarganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu".

فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَن an telah جَآءَ jāa datang ٱلْبَشِيرُ l-bashīru pembawa kabar gembira أَلْقَىٰهُ alqāhu ia letakkannya عَلَىٰ ʿalā atas وَجْهِهِۦ wajhihi wajahnya (Yaqub) فَٱرْتَدَّ fa-ir'tadda lalu dia kembali بَصِيرًۭا ۖ baṣīran dapat melihat قَالَ qāla (Yaqub) berkata أَلَمْ alam tidaklah أَقُل aqul aku katakan لَّكُمْ lakum bagi kalian إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 96

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya`qūb, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya`qūb, "Tidakkah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami ٱسْتَغْفِرْ is'taghfir mohonkanlah ampunan لَنَا lanā bagi kami ذُنُوبَنَآ dhunūbanā dosa-dosa kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami خَـٰطِـِٔينَ khāṭiīna orang-orang yang bersalah 97

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata سَوْفَ sawfa nanti أَسْتَغْفِرُ astaghfiru aku akan mohonkan ampun لَكُمْ lakum bagi kalian رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 98

Ya`qūb berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhan-ku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

فَلَمَّا falammā maka tatkala دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَىٰ ʿalā atas يُوسُفَ yūsufa Yusuf ءَاوَىٰٓ āwā dia hampiri إِلَيْهِ ilayhi kepadanya أَبَوَيْهِ abawayhi kedua ibu-bapaknya وَقَالَ waqāla dan dia berkata ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah مِصْرَ miṣ'ra negeri Mesir إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah ءَامِنِينَ āminīna keadaan aman 99

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yūsuf, Yūsuf merangkul ibu bapaknya 1 dan dia berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman".

وَرَفَعَ warafaʿa dan dia menaikkan أَبَوَيْهِ abawayhi kedua ibu-bapaknya عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi singgasana وَخَرُّوا۟ wakharrū dan mereka tersungkur لَهُۥ lahu kepadanya سُجَّدًۭا ۖ sujjadan bersujud وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku هَـٰذَا hādhā ini تَأْوِيلُ tawīlu tabir/pengertian رُءْيَـٰىَ ru'yāya mimpiku مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu قَدْ qad sesungguhnya جَعَلَهَا jaʿalahā telah menjadikannya رَبِّى rabbī Tuhanku حَقًّۭا ۖ ḥaqqan benar/kenyataan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَحْسَنَ aḥsana Dia telah berbuat baik بِىٓ padaku إِذْ idh ketika أَخْرَجَنِى akhrajanī Dia mengeluarkan/membebaskan aku مِنَ mina dari ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara وَجَآءَ wajāa dan Dia datangkan بِكُم bikum dengan/untuk kalian مِّنَ mina dari ٱلْبَدْوِ l-badwi dusun مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah أَن an akan نَّزَغَ nazagha mengganggu ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَ wabayna dan antara إِخْوَتِىٓ ۚ ikh'watī saudaraku إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku لَطِيفٌۭ laṭīfun Maha Lemah-lembut لِّمَا limā terhadap apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 100

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud 1 kepada Yūsuf. Dan berkata Yūsuf, "Wahai ayahku inilah takbir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhan-ku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhan-ku telah berbuat baik kepadaku ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

۞ رَبِّ rabbi ya Tuhanku قَدْ qad sesungguhnya ءَاتَيْتَنِى ātaytanī Engkau telah menganugerahkan kepadaku مِنَ mina dari/sebagian ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan وَعَلَّمْتَنِى waʿallamtanī dan Engkau mengajarkan kepadaku مِن min dari تَأْوِيلِ tawīli tabir/pengertian ٱلْأَحَادِيثِ ۚ l-aḥādīthi mimpi فَاطِرَ fāṭira Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi أَنتَ anta Engkau وَلِىِّۦ waliyyī pelindung فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat تَوَفَّنِى tawaffanī wafatkanlah aku مُسْلِمًۭا mus'liman orang islam وَأَلْحِقْنِى wa-alḥiq'nī dan gabungkan aku بِٱلصَّـٰلِحِينَ bil-ṣāliḥīna dengan orang-orang yang saleh 101

Ya Tuhan-ku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takbir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari/sebagian أَنۢبَآءِ anbāi berita ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib نُوحِيهِ nūḥīhi Kami wahyukannya إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadaku وَمَا wamā dan/padahal tidak كُنتَ kunta kamu berada لَدَيْهِمْ ladayhim pada sisi mereka إِذْ idh ketika أَجْمَعُوٓا۟ ajmaʿū mereka berkumpul أَمْرَهُمْ amrahum perkara mereka وَهُمْ wahum dan mereka يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka mengatur tipu daya 102

Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yūsuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.

وَمَآ wamā dan tidak أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَوْ walaw walaupun حَرَصْتَ ḥaraṣta kamu sangat menginginkan بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman 103

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.

وَمَا wamā dan tidak تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۚ ajrin upah إِنْ in jika/tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah ذِكْرٌۭ dhik'run pelajaran/peringatan لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam 104

Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan banyak sekali مِّنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin tanda-tanda فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi يَمُرُّونَ yamurrūna mereka melalui عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling 105

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.

وَمَا wamā dan tidak يُؤْمِنُ yu'minu beriman أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah إِلَّا illā kecuali/melainkan وَهُم wahum dan mereka مُّشْرِكُونَ mush'rikūna orang-orang musyrik 106

Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).

أَفَأَمِنُوٓا۟ afa-aminū apakah mereka merasa aman أَن an bahwa تَأْتِيَهُمْ tatiyahum datang kepada mereka غَـٰشِيَةٌۭ ghāshiyatun meliputi مِّنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi siksa ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepada mereka ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 107

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?

قُلْ qul katakanlah هَـٰذِهِۦ hādhihi ini سَبِيلِىٓ sabīlī jalanku أَدْعُوٓا۟ adʿū aku berseru إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah عَلَىٰ ʿalā atas بَصِيرَةٍ baṣīratin pandangan/hujjah yang nyata أَنَا۠ anā aku وَمَنِ wamani dan orang-orang ٱتَّبَعَنِى ۖ ittabaʿanī mengikutiku وَسُبْحَـٰنَ wasub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik 108

Katakanlah, "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu إِلَّا illā kecuali/melainkan رِجَالًۭا rijālan orang laki-laki نُّوحِىٓ nūḥī Kami beri wahyu إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka مِّنْ min dari/diantara أَهْلِ ahli penduduk ٱلْقُرَىٰٓ ۗ l-qurā negeri/kota أَفَلَمْ afalam apakah tidak/tidakkah يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka bepergian فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū maka/lalu melihat كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۗ qablihim sebelum mereka وَلَدَارُ waladāru dan sesungguhnya kampung ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ۗ ittaqaw (mereka) bertakwa أَفَلَا afalā apakah tidak/tidakkah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 109

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila ٱسْتَيْـَٔسَ is'tayasa putus asa/tidak mempunyai harapan ٱلرُّسُلُ l-rusulu para rasul وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka meyakini أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka قَدْ qad sungguh كُذِبُوا۟ kudhibū telah didustakan جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka نَصْرُنَا naṣrunā pertolongan kami فَنُجِّىَ fanujjiya maka/lalu diselamatkan مَن man orang نَّشَآءُ ۖ nashāu Kami kehendaki وَلَا walā dan tidak يُرَدُّ yuraddu ditolak بَأْسُنَا basunā siksa Kami عَنِ ʿani dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 110

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.

لَقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah فِى didalam/pada قَصَصِهِمْ qaṣaṣihim kisah-kisah mereka عِبْرَةٌۭ ʿib'ratun pengajaran لِّأُو۟لِى li-ulī bagi yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ l-albābi akal مَا tidak كَانَ kāna ada حَدِيثًۭا ḥadīthan cerita-cerita يُفْتَرَىٰ yuf'tarā dibuat-buat وَلَـٰكِن walākin akan tetapi تَصْدِيقَ taṣdīqa membenarkan ٱلَّذِى alladhī yang بَيْنَ bayna diantara (petunjuk) يَدَيْهِ yadayhi tangannya (sebelumnya)( وَتَفْصِيلَ watafṣīla dan menjelaskan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 111

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur`ān itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

الٓمٓر ۚ alif-lam-meem-ra Alif Lam Mim Ra تِلْكَ til'ka ini ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ ۗ l-kitābi kitab وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 1

Alif Lām Mīm Rā 1. Ini adalah ayat-ayat Alkitab (Al-Qur`ān). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhan-mu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang رَفَعَ rafaʿa meninggikan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عَمَدٍۢ ʿamadin tiang تَرَوْنَهَا ۖ tarawnahā kamu melihatnya ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ ۖ l-ʿarshi 'Arasy وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ ۖ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِى yajrī beredar لِأَجَلٍۢ li-ajalin hingga waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan يُدَبِّرُ yudabbiru Dia mengatur ٱلْأَمْرَ l-amra urusan يُفَصِّلُ yufaṣṣilu Dia menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda لَعَلَّكُم laʿallakum agar kalian بِلِقَآءِ biliqāi dengan pertemuan رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تُوقِنُونَ tūqinūna kamu meyakini 2

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas arasy dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhan-mu.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang مَدَّ madda membentangkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan فِيهَا fīhā padanya رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung وَأَنْهَـٰرًۭا ۖ wa-anhāran dan sungai-sungai وَمِن wamin dan dari كُلِّ kulli semua/setiap ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan فِيهَا fīhā padanya زَوْجَيْنِ zawjayni berpasang-pasangan ٱثْنَيْنِ ۖ ith'nayni dua يُغْشِى yugh'shī Dia menutupkan ٱلَّيْلَ al-layla malam ٱلنَّهَارَ ۚ l-nahāra siang إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kamu يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka memikirkan 3

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan 1, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi قِطَعٌۭ qiṭaʿun bagian-bagian مُّتَجَـٰوِرَٰتٌۭ mutajāwirātun berdampingan وَجَنَّـٰتٌۭ wajannātun dan kebun-kebun مِّنْ min dari أَعْنَـٰبٍۢ aʿnābin anggur وَزَرْعٌۭ wazarʿun dan tanaman-tanaman وَنَخِيلٌۭ wanakhīlun dan pohon Kurma صِنْوَانٌۭ ṣin'wānun bercabang وَغَيْرُ waghayru dan tidak صِنْوَانٍۢ ṣin'wānin bercabang يُسْقَىٰ yus'qā disirami بِمَآءٍۢ bimāin dengan air وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu(sama) وَنُفَضِّلُ wanufaḍḍilu dan Kami melebihkan بَعْضَهَا baʿḍahā sebagian عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فِى dalam/tentang ٱلْأُكُلِ ۚ l-ukuli rasa إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berfikir 4

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

۞ وَإِن wa-in dan jika تَعْجَبْ taʿjab kamu herankan فَعَجَبٌۭ faʿajabun maka yang mengherankan قَوْلُهُمْ qawluhum ucapan/perkataan mereka أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā adalah kami تُرَٰبًا turāban tanah أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَفِى lafī sungguh dalam خَلْقٍۢ khalqin makhluk/ciptaan جَدِيدٍ ۗ jadīdin baru أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ ۖ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu ٱلْأَغْلَـٰلُ l-aghlālu belenggu فِىٓ pada أَعْنَاقِهِمْ ۖ aʿnāqihim leher mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri api/neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal 5

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhan-nya dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ wayastaʿjilūnaka dan mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan keburukan/siksa قَبْلَ qabla sebelum ٱلْحَسَنَةِ l-ḥasanati kebaikan وَقَدْ waqad dan/padahal sungguh خَلَتْ khalat telah lewat/terjadi مِن min dari قَبْلِهِمُ qablihimu sebelum mereka ٱلْمَثُلَـٰتُ ۗ l-mathulātu beberapa contoh وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَذُو ladhū sungguh mempunyai مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia عَلَىٰ ʿalā atas ظُلْمِهِمْ ۖ ẓul'mihim kezaliman mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَشَدِيدُ lashadīdu sungguh sangat berat ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan 6

Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan 1, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekali pun mereka zalim dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar sangat keras siksanya.

وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَةٌۭ āyatun suatu tanda مِّن min dari رَّبِّهِۦٓ ۗ rabbihi Tuhannya إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مُنذِرٌۭ ۖ mundhirun pemberi peringatan وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap قَوْمٍ qawmin kaum هَادٍ hādin orang yang memberi petunjuk 7

Orang-orang yang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhan-nya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

ٱللَّهُ al-lahu Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa تَحْمِلُ taḥmilu yang dikandung كُلُّ kullu tiap-tiap أُنثَىٰ unthā perempuan وَمَا wamā dan apa تَغِيضُ taghīḍu kurang sempurna ٱلْأَرْحَامُ l-arḥāmu kandungan rahim وَمَا wamā dan apa تَزْدَادُ ۖ tazdādu bertambah وَكُلُّ wakullu dan tiap-tiap/segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِندَهُۥ ʿindahu pada sisiNya بِمِقْدَارٍ bimiq'dārin dengan ukuran 8

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

عَـٰلِمُ ʿālimu yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nampak ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar ٱلْمُتَعَالِ l-mutaʿāli Maha Tinggi 9

Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.

سَوَآءٌۭ sawāon sama saja مِّنكُم minkum diantaramu مَّنْ man siapa yang أَسَرَّ asarra merahasiakan ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan/ucapan وَمَن waman dan siapa جَهَرَ jahara nampakkan/terus terang بِهِۦ bihi dengannya وَمَنْ waman dan siapa هُوَ huwa dia مُسْتَخْفٍۭ mus'takhfin bersembunyi بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari وَسَارِبٌۢ wasāribun dan berjalan بِٱلنَّهَارِ bil-nahāri disiang hari 10

Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) pada siang hari.

لَهُۥ lahu baginya(seseorang) مُعَقِّبَـٰتٌۭ muʿaqqibātun pengiring مِّنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya/depannya وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِۦ khalfihi belakangnya يَحْفَظُونَهُۥ yaḥfaẓūnahu mereka menjaganya مِنْ min dari/atas أَمْرِ amri perintah ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُغَيِّرُ yughayyiru merobah مَا apa/keadaan بِقَوْمٍ biqawmin dengan suatu kaum حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُغَيِّرُوا۟ yughayyirū mereka merobah مَا apa/keadaan بِأَنفُسِهِمْ ۗ bi-anfusihim dengan diri mereka sendiri وَإِذَآ wa-idhā dan jika أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِقَوْمٍۢ biqawmin dengan suatu kaum سُوٓءًۭا sūan keburukan فَلَا falā maka tidak مَرَدَّ maradda menolak لَهُۥ ۚ lahu baginya وَمَا wamā dan tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari وَالٍ wālin pelindung 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah 1. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan 2 yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

هُوَ huwa Dia-lah ٱلَّذِى alladhī yang يُرِيكُمُ yurīkumu memperlihatkan kepadamu ٱلْبَرْقَ l-barqa kilat خَوْفًۭا khawfan ketakutan وَطَمَعًۭا waṭamaʿan dan harapan وَيُنشِئُ wayunshi-u dan Dia mengadakan ٱلسَّحَابَ l-saḥāba awan ٱلثِّقَالَ l-thiqāla tebal/mendung 12

Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan dan Dia mengadakan awan mendung.

وَيُسَبِّحُ wayusabbiḥu dan bertasbih ٱلرَّعْدُ l-raʿdu guruh بِحَمْدِهِۦ biḥamdihi dengan memujiNya وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat مِنْ min dari/karena خِيفَتِهِۦ khīfatihi takut kepadaNya وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia melepaskan ٱلصَّوَٰعِقَ l-ṣawāʿiqa halilintar فَيُصِيبُ fayuṣību maka/lalu mengenai بِهَا bihā dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَهُمْ wahum dan/namun mereka يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka berbantah-bantah فِى tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia شَدِيدُ shadīdu amat/Maha Keras ٱلْمِحَالِ l-miḥāli siksa 13

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.

لَهُۥ lahu bagi Dia Allah دَعْوَةُ daʿwatu doa/permintaan ٱلْحَقِّ ۖ l-ḥaqi benar وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan berhala-berhala يَدْعُونَ yadʿūna mereka menyembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia/Allah لَا tidak يَسْتَجِيبُونَ yastajībūna mereka dapat memperkenankan لَهُم lahum bagi mereka بِشَىْءٍ bishayin dengan sesuatu إِلَّا illā melainkan كَبَـٰسِطِ kabāsiṭi seperti orang yang membuka كَفَّيْهِ kaffayhi kedua telapak tangannya إِلَى ilā kedalam ٱلْمَآءِ l-māi air لِيَبْلُغَ liyablugha supaya sampai فَاهُ fāhu mulutnya وَمَا wamā dan/padahal tidaklah هُوَ huwa ia بِبَـٰلِغِهِۦ ۚ bibālighihi sampai kepadanya/mulutnya وَمَا wamā dan tidaklah دُعَآءُ duʿāu doa ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir إِلَّا illā kecuali/hanyalah فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan/sia-sia 14

Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya 1. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.

وَلِلَّهِ walillahi dan kepada Allah يَسْجُدُ yasjudu bersujud مَن man siap/apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi طَوْعًۭا ṭawʿan taat/atas kemauan sendiri وَكَرْهًۭا wakarhan dan terpaksa وَظِلَـٰلُهُم waẓilāluhum dan bayang-bayang mereka بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi وَٱلْـَٔاصَالِ ۩ wal-āṣāli dan petang 15

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

قُلْ qul katakanlah مَن man siapa رَّبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلْ qul katakanlah أَفَٱتَّخَذْتُم afa-ittakhadhtum patutkah kamu mengambil مِّن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia/Allah أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung لَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka mnguasai لِأَنفُسِهِمْ li-anfusihim bagi diri mereka sendiri نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan وَلَا walā dan tidak ضَرًّۭا ۚ ḍarran kemudaratan قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang buta وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang dapat melihat أَمْ am atau هَلْ hal apakah تَسْتَوِى tastawī sama ٱلظُّلُمَـٰتُ l-ẓulumātu gelap gulita وَٱلنُّورُ ۗ wal-nūru dan cahaya/terang benderang أَمْ am atau جَعَلُوا۟ jaʿalū mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah شُرَكَآءَ shurakāa beberapa sekutu خَلَقُوا۟ khalaqū mereka menciptakan كَخَلْقِهِۦ kakhalqihi seperti ciptaanNya فَتَشَـٰبَهَ fatashābaha maka/lalu serupa ٱلْخَلْقُ l-khalqu ciptaan عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah خَـٰلِقُ khāliqu pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa ٱلْقَهَّـٰرُ l-qahāru Maha Perkasa 16

Katakanlah, "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya, "Allah". Katakanlah, "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?" Katakanlah, "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah, "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".

أَنزَلَ anzala (Allah)telah menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَسَالَتْ fasālat maka mengalirlah ia أَوْدِيَةٌۢ awdiyatun lembah-lembah بِقَدَرِهَا biqadarihā dengan/menurut ukurannya فَٱحْتَمَلَ fa-iḥ'tamala maka membawa ٱلسَّيْلُ l-saylu arus زَبَدًۭا zabadan buih رَّابِيًۭا ۚ rābiyan mengembang وَمِمَّا wamimmā dan dari apa يُوقِدُونَ yūqidūna mereka bakar/lembur عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فِى dalam ٱلنَّارِ l-nāri api ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari/membuat حِلْيَةٍ ḥil'yatin perhiasan أَوْ aw atau مَتَـٰعٍۢ matāʿin kesenangan/alat-alat زَبَدٌۭ zabadun buih مِّثْلُهُۥ ۚ mith'luhu sepertinya(buih arus) كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَضْرِبُ yaḍribu membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar وَٱلْبَـٰطِلَ ۚ wal-bāṭila dan bathil فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلزَّبَدُ l-zabadu buih فَيَذْهَبُ fayadhhabu maka akan hilang جُفَآءًۭ ۖ jufāan tak berharga وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَا apa يَنفَعُ yanfaʿu memberi manfaat ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia فَيَمْكُثُ fayamkuthu maka ia tetap فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَضْرِبُ yaḍribu membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan-perumpamaan 17

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan 1.

لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka memenuhi seruan لِرَبِّهِمُ lirabbihimu bagi Tuhan mereka ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā pembalasan yang baik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang لَمْ lam tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memenuhi panggilan لَهُۥ lahu bagiNya لَوْ law jikalau أَنَّ anna bahwasanya/bahwa لَهُم lahum bagi mereka مَّا apa فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَمِثْلَهُۥ wamith'lahu dan seperti/sebanyak مَعَهُۥ maʿahu besertanya لَٱفْتَدَوْا۟ la-if'tadaw niscaya mereka menebus بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi hisab/perhitungan وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat kediaman mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat kembali 18

Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan-nya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

۞ أَفَمَن afaman apakah orang يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui أَنَّمَآ annamā bahwasanya أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar كَمَنْ kaman seperti orang هُوَ huwa dia أَعْمَىٰٓ ۚ aʿmā buta إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru mengambil pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/berakal 19

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُوفُونَ yūfūna (mereka)memenuhi بِعَهْدِ biʿahdi dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak يَنقُضُونَ yanquḍūna mereka merusak ٱلْمِيثَـٰقَ l-mīthāqa perjanjian 20

(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَصِلُونَ yaṣilūna (mereka)menghubungkan مَآ apa أَمَرَ amara memerintahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦٓ bihi dengannya أَن an supaya يُوصَلَ yūṣala dihubungkan وَيَخْشَوْنَ wayakhshawna dan mereka takut رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka وَيَخَافُونَ wayakhāfūna dan mereka takut سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi hisab/perhitungan 21

dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan 1, dan mereka takut kepada Tuhan-nya dan takut kepada hisab yang buruk.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka)bersabar ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari وَجْهِ wajhi wajah/keridhaan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan مِمَّا mimmā dari sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami beri rezki mereka سِرًّۭا sirran sembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan وَيَدْرَءُونَ wayadraūna dan mereka menolak بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan ٱلسَّيِّئَةَ l-sayi-ata kejahatan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عُقْبَى ʿuq'bā kesudahan ٱلدَّارِ l-dāri tempat 22

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhan-nya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

جَنَّـٰتُ jannātu sorga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Aden يَدْخُلُونَهَا yadkhulūnahā masuk kedalamnya وَمَن waman dan orang صَلَحَ ṣalaḥa berbuat baik/saleh مِنْ min dari ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka وَأَزْوَٰجِهِمْ wa-azwājihim dan isteri-isteri mereka وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۖ wadhurriyyātihim dan anak cucu mereka وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan para malaikat يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap/semua بَابٍۢ bābin pintu-pintu 23

(yaitu) surga ʻAdn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

سَلَـٰمٌ salāmun keselamatan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِمَا bimā dengan apa/sebab صَبَرْتُمْ ۚ ṣabartum kesabaranmu فَنِعْمَ faniʿ'ma maka alangkah nikmatnya/baiknya عُقْبَى ʿuq'bā kesudahan ٱلدَّارِ l-dāri tempat 24

(sambil mengucapkan), "Salāmun ʻalaikum bimā ṣabartum 1". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَنقُضُونَ yanquḍūna (mereka)merusak عَهْدَ ʿahda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مِيثَـٰقِهِۦ mīthāqihi diikrarkan dengan teguh وَيَقْطَعُونَ wayaqṭaʿūna dan mereka memutuskan مَآ apa أَمَرَ amara yang diperintahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦٓ bihi dengannya أَن an supaya يُوصَلَ yūṣala dihubungkan وَيُفْسِدُونَ wayuf'sidūna dan mereka membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ ۙ l-arḍi bumi أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱللَّعْنَةُ l-laʿnatu kutukan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلدَّارِ l-dāri tempat/kediaman 25

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi; orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).

ٱللَّهُ al-lahu Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan/meluaskan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menyempitkan وَفَرِحُوا۟ wafariḥū dan mereka bergembira بِٱلْحَيَوٰةِ bil-ḥayati dengan kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan/padahal ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فِى dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati kehidupan akhirat إِلَّا illā hanyalah مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan 26

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).

وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَايَةٌۭ āyatun suatu ayat مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۗ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُضِلُّ yuḍillu Dia menyesatkan مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِىٓ wayahdī dan Dia memberi petunjuk إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya مَنْ man siapa أَنَابَ anāba berbuat/kembali 27

Orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhan-nya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan 1 siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya",

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū (mereka)beriman وَتَطْمَئِنُّ wataṭma-innu dan menjadi tenteram قُلُوبُهُم qulūbuhum hati mereka بِذِكْرِ bidhik'ri dengan mengingat ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah أَلَا alā ingatlah بِذِكْرِ bidhik'ri dengan mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah تَطْمَئِنُّ taṭma-innu menjadi tenteram ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati 28

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh طُوبَىٰ ṭūbā kebahagiaan لَهُمْ lahum bagi mereka وَحُسْنُ waḥus'nu dan baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali 29

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami telah mengutus kamu فِىٓ pada أُمَّةٍۢ ummatin suatu umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهَآ qablihā sebelumnya أُمَمٌۭ umamun beberapa umat لِّتَتْلُوَا۟ litatluwā supaya kamu membacakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَهُمْ wahum dan/padahal mereka يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir بِٱلرَّحْمَـٰنِ ۚ bil-raḥmāni dengan yang Maha Pengasih قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia رَبِّى rabbī Tuhanku لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā selain هُوَ huwa Dia عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya مَتَابِ matābi bertaubat 30

Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya supaya kamu membacakan kepada mereka (Al-Qur`ān) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah, "Dia-lah Tuhan-ku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat".

وَلَوْ walaw dan jika أَنَّ anna sekiranya قُرْءَانًۭا qur'ānan suatu bacaan سُيِّرَتْ suyyirat digoncangkan بِهِ bihi dengannya ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung أَوْ aw atau قُطِّعَتْ quṭṭiʿat dipotong/terbelah بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi أَوْ aw atau كُلِّمَ kullima dapat berbicara بِهِ bihi dengannya ٱلْمَوْتَىٰ ۗ l-mawtā orang-orang yang mati بَل bal bahkan لِّلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلْأَمْرُ l-amru perkara/urusan جَمِيعًا ۗ jamīʿan semuanya أَفَلَمْ afalam tidakkah يَا۟يْـَٔسِ yāy'asi mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū (mereka)beriman أَن an bahwa لَّوْ law seandainya يَشَآءُ yashāu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهَدَى lahadā tentu Dia memberi petunjuk ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia جَمِيعًۭا ۗ jamīʿan semuanya وَلَا walā dan tidaklah يَزَالُ yazālu senantiasa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar تُصِيبُهُم tuṣībuhum menimpa mereka بِمَا bimā dengan sebab صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka perbuat قَارِعَةٌ qāriʿatun bencana أَوْ aw atau تَحُلُّ taḥullu (ia)terjadi قَرِيبًۭا qarīban dekat مِّن min dari دَارِهِمْ dārihim tempat kediaman mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِىَ yatiya datang وَعْدُ waʿdu janji ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُخْلِفُ yukh'lifu menyalahi ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji 31

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al-Qur`ān itulah dia) 1. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱسْتُهْزِئَ us'tuh'zi-a telah memperolok-olok بِرُسُلٍۢ birusulin beberapa Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَأَمْلَيْتُ fa-amlaytu maka Aku memberi tangguh لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ثُمَّ thumma kemudian أَخَذْتُهُمْ ۖ akhadhtuhum Aku binasakan mereka فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah عِقَابِ ʿiqābi siksaanKu 32

Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!

أَفَمَنْ afaman apakah yang هُوَ huwa Dia قَآئِمٌ qāimun tegak/menjaga عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap كُلِّ kulli setiap نَفْسٍۭ nafsin diri بِمَا bimā dengan apa كَسَبَتْ ۗ kasabat ia perbuat وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah شُرَكَآءَ shurakāa beberapa sekutu قُلْ qul katakanlah سَمُّوهُمْ ۚ sammūhum sebutkanlah mereka أَمْ am atau apakah تُنَبِّـُٔونَهُۥ tunabbiūnahu kamu memberitahukan kepadaNya بِمَا bimā dengan apa لَا tidak يَعْلَمُ yaʿlamu diketahui فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَم am ataukah بِظَـٰهِرٍۢ biẓāhirin dengan yang lahir مِّنَ mina dari ٱلْقَوْلِ ۗ l-qawli perkataan بَلْ bal bahkan زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مَكْرُهُمْ makruhum tipu daya mereka وَصُدُّوا۟ waṣuddū dan mereka dihalangi عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ ۗ l-sabīli jalan وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍۢ hādin memberi petunjuk 33

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya, orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk.

لَّهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sesungguhnya azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَشَقُّ ۖ ashaqqu lebih berat وَمَا wamā dan tak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَاقٍۢ wāqin seorang pelindung 34

Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.

۞ مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga ٱلَّتِى allatī yang وُعِدَ wuʿida dijanjikan ٱلْمُتَّقُونَ ۖ l-mutaqūna orang-orang yang takwa تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai أُكُلُهَا ukuluhā buahnya دَآئِمٌۭ dāimun kekal وَظِلُّهَا ۚ waẓilluhā dan naungannya تِلْكَ til'ka itulah عُقْبَى ʿuq'bā tempat kesudahan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوا۟ ۖ ittaqaw (mereka)bertakwa وَّعُقْبَى waʿuq'bā dan tempat kesudahan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir ٱلنَّارُ l-nāru neraka 35

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab يَفْرَحُونَ yafraḥūna mereka bergembira بِمَآ bimā dengan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَمِنَ wamina dan dari/diantara ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan مَن man orang يُنكِرُ yunkiru mengingkari بَعْضَهُۥ ۚ baʿḍahu sebagiannya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah أَنْ an untuk أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَآ walā dan tidak أُشْرِكَ ush'rika aku mempersekutukan بِهِۦٓ ۚ bihi dengan Dia إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya أَدْعُوا۟ adʿū aku menyeru وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya مَـَٔابِ maābi tempat kembali 36

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka 1 bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami telah menurunkannya حُكْمًا ḥuk'man hukum/peraturan عَرَبِيًّۭا ۚ ʿarabiyyan bahasa Arab وَلَئِنِ wala-ini dan seandainya ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum hawa nafsu mereka بَعْدَ مَا baʿdamā sesudah جَآءَكَ jāaka apa مِنَ mina datang kepadamu ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi dari مَا pengetahuan لَكَ laka tidak ada مِنَ mina bagimu ٱللَّهِ l-lahi dari مِن min Allah وَلِىٍّۢ waliyyin dari وَلَا walā seorang pelindung وَاقٍۢ wāqin dan tidak 37

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur`ān itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab 1. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus رُسُلًۭا rusulan beberapa Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan/berikan لَهُمْ lahum kepada mereka أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri-isteri وَذُرِّيَّةًۭ ۚ wadhurriyyatan dan keturunan وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِرَسُولٍ lirasūlin bagi seorang Rasul أَن an akan يَأْتِىَ yatiya mendatangkan بِـَٔايَةٍ biāyatin dengan suatu ayat إِلَّا illā melainkan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap أَجَلٍۢ ajalin masa كِتَابٌۭ kitābun Kitab 38

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu) 1.

يَمْحُوا۟ yamḥū menghapus ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُثْبِتُ ۖ wayuth'bitu dan Dia menetapkan وَعِندَهُۥٓ waʿindahu dan disisinya أُمُّ ummu Ummul ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab 39

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitāb (Lawḥ Maḥfūẓ).

وَإِن wa-in dan jika مَّا apa نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancamkan kepada mereka أَوْ aw atau نَتَوَفَّيَنَّكَ natawaffayannaka Kami wafatkan kamu فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kewajiban ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu menyampaikan وَعَلَيْنَا waʿalaynā dan atas Kami ٱلْحِسَابُ l-ḥisābu menghisab 40

Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak / bukan يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat أَنَّا annā bahwasanya Kami نَأْتِى natī Kami mendatangi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/daerah نَنقُصُهَا nanquṣuhā Kami menguranginya مِنْ min dari أَطْرَافِهَا ۚ aṭrāfihā tepi-tepinya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَحْكُمُ yaḥkumu menetapkan لَا tidak مُعَقِّبَ muʿaqqiba dapat menolak لِحُكْمِهِۦ ۚ liḥuk'mihi bagi ketetapan hukumNya وَهُوَ wahuwa dan Dia سَرِيعُ sarīʿu Maha Cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 41

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.

وَقَدْ waqad dan sungguh مَكَرَ makara telah mengadakan tipu daya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْمَكْرُ l-makru tipu daya جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semuanya يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa yang تَكْسِبُ taksibu diusahakan كُلُّ kullu setiap نَفْسٍۢ ۗ nafsin diri وَسَيَعْلَمُ wasayaʿlamu dan akan mengetahui ٱلْكُفَّـٰرُ l-kufāru orang-orang لِمَنْ liman untuk siapa عُقْبَى ʿuq'bā kesudahan ٱلدَّارِ l-dāri tempat 42

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.

وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَسْتَ lasta kamu bukan مُرْسَلًۭا ۚ mur'salan dijadikan seorang Rasul قُلْ qul katakanlah كَفَىٰ kafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۢا shahīdan menjadi saksi بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan antara kamu وَمَنْ waman dan orang عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/mempunyai عِلْمُ ʿil'mu ilmu ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab 43

Berkatalah orang-orang kafir, "Kamu bukan seorang yang dijadikan rasul". Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang yang mempunyai ilmu Alkitab" 1.

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra' كِتَـٰبٌ kitābun kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Aku turunkan kepadanya إِلَيْكَ ilayka kepadamu لِتُخْرِجَ litukh'rija keluar ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia مِنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti gelap إِلَى ilā ke ٱلنُّورِ l-nūri cahaya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Kuasa ٱلْحَمِيدِ l-ḥamīdi Maha Terpuji 1

Alif Lām Rā. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

ٱللَّهِ al-lahi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagiNya مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَوَيْلٌۭ wawaylun dan kecelakaan لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir مِنْ min dari عَذَابٍۢ ʿadhābin siksaan شَدِيدٍ shadīdin sangat pedih 2

Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَحِبُّونَ yastaḥibbūna lebih menyukai ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia عَلَى ʿalā atas ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menginginkannya عِوَجًا ۚ ʿiwajan bengkok أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى dalam ضَلَـٰلٍۭ ḍalālin kesesatan بَعِيدٍۢ baʿīdin jauh 3

(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul إِلَّا illā melainkan بِلِسَانِ bilisāni dengan lisan/bahasa قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لِيُبَيِّنَ liyubayyina agar ia menjelaskan لَهُمْ ۖ lahum kepada mereka فَيُضِلُّ fayuḍillu maka/lalu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 4

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya 1 supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan 2 siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أَنْ an agar أَخْرِجْ akhrij keluarkanlah قَوْمَكَ qawmaka kaummu مِنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ l-nūri cahaya terang وَذَكِّرْهُم wadhakkir'hum dan ingatkanlah mereka بِأَيَّىٰمِ bi-ayyāmi dengan hari-hari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi tiap-tiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang sabar شَكُورٍۢ shakūrin yang banyak bersyukur 5

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah" 1. Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh ketika أَنجَىٰكُم anjākum Dia menyelamatkan kamu مِّنْ min dari ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan وَيُذَبِّحُونَ wayudhabbiḥūna dan mereka menyembelih أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan mereka membiarkan hidup نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum anak-anak perempuanmu وَفِى wafī dan pada ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian itu بَلَآءٌۭ balāon cobaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 6

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Firʻawn dan) pengikut-pengikutnya; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu, dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhan-mu".

وَإِذْ wa-idh ketika تَأَذَّنَ ta-adhana memaklumkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَئِن la-in sesungguhnya jika شَكَرْتُمْ shakartum kamu bersyukur لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ la-azīdannakum pasti Aku akan menambahkan kepadamu وَلَئِن wala-in dan sesungguhnya jika كَفَرْتُمْ kafartum kamu mengingkari إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابِى ʿadhābī azabKu لَشَدِيدٌۭ lashadīdun sungguh sangat keras/pedih 7

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِن in jika تَكْفُرُوٓا۟ takfurū kamu mengingkari أَنتُمْ antum kamu وَمَن waman dan orang فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَغَنِىٌّ laghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌ ḥamīdun Maha Tetap 8

Dan Musa berkata, "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya 1 lagi Maha Terpuji".

أَلَمْ alam apakah tidak/belum يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu نَبَؤُا۟ naba-u berita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad وَثَمُودَ ۛ wathamūda dan Samud وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۛ baʿdihim sesudah mereka لَا tidak يَعْلَمُهُمْ yaʿlamuhum mengetahui mereka إِلَّا illā selain ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti nyata فَرَدُّوٓا۟ faraddū lalu mereka menutupkan أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan mereka فِىٓ ke dalam أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut mereka وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami كَفَرْنَا kafarnā kami mengingkari بِمَآ bimā dengan/terhadap apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu disuruh/diutus بِهِۦ bihi dengannya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَفِى lafī sungguh dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّمَّا mimmā terhadap apa تَدْعُونَنَآ tadʿūnanā kamu menyeru kami إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مُرِيبٍۢ murībin menggelisahkan 9

Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nūḥ, ‘Ād, Ṡamūd dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian) dan berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami) dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya".

۞ قَالَتْ qālat berkata رُسُلُهُمْ rusuluhum Rasul-Rasul mereka أَفِى afī apakah terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah شَكٌّۭ shakkun keragu-raguan فَاطِرِ fāṭiri Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi يَدْعُوكُمْ yadʿūkum Dia menyeru kamu لِيَغْفِرَ liyaghfira untuk memberi ampunan لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari ذُنُوبِكُمْ dhunūbikum dosa-dosamu وَيُؤَخِّرَكُمْ wayu-akhirakum dan Dia menangguhkan kamu إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنْ in tidak lain أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā hanyalah بَشَرٌۭ basharun manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki أَن an akan تَصُدُّونَا taṣuddūnā kamu menghalang-halangi kami عَمَّا ʿammā dari apa كَانَ kāna adalah يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَا ābāunā nenek moyang kami فَأْتُونَا fatūnā karena itu datangkan kepada kami بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan bukti مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 10

Berkata rasul-rasul mereka, "Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata, "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata".

قَالَتْ qālat berkata لَهُمْ lahum kepada mereka رُسُلُهُمْ rusuluhum Rasul-Rasul mereka إِن in jika نَّحْنُ naḥnu kami إِلَّا illā hanyalah بَشَرٌۭ basharun manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَمُنُّ yamunnu memberi karunia عَلَىٰ ʿalā atas/kepada مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari/diantara عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya وَمَا wamā dan tidaklah كَانَ kāna adalah لَنَآ lanā bagi kami أَن an akan نَّأْتِيَكُم natiyakum mendatangkan kepadamu بِسُلْطَـٰنٍ bisul'ṭānin dengan bukti إِلَّا illā melainkan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaknya bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman 11

Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu, melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.

وَمَا wamā dan mengapa لَنَآ lanā kami أَلَّا allā tidak akan نَتَوَكَّلَ natawakkala kami bertawakkal عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَدْ waqad dan/padahal sesungguhnya هَدَىٰنَا hadānā Dia telah memberi petunjuk سُبُلَنَا ۚ subulanā jalan kami وَلَنَصْبِرَنَّ walanaṣbiranna dan sungguh kami akan bersabar عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa ءَاذَيْتُمُونَا ۚ ādhaytumūnā kamu menyakiti kami وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaknya bertawakkal/berserah diri ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang bertawakkal 12

Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri"

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِرُسُلِهِمْ lirusulihim kepada Rasul-Rasul mereka لَنُخْرِجَنَّكُم lanukh'rijannakum sungguh kami akan mengusir kamu مِّنْ min dari أَرْضِنَآ arḍinā bumi/negeri kami أَوْ aw atau لَتَعُودُنَّ lataʿūdunna kamu akan kembali فِى dalam/pada مِلَّتِنَا ۖ millatinā agama kami فَأَوْحَىٰٓ fa-awḥā maka wahyukan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka لَنُهْلِكَنَّ lanuh'likanna sungguh Kami akan membinasakan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 13

Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami". Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, "Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ walanus'kinannakumu dan sungguh Kami akan menempatkan kamu ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۚ baʿdihim sesudah mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِمَنْ liman bagi orang خَافَ khāfa takut مَقَامِى maqāmī hadiratKu وَخَافَ wakhāfa dan takut وَعِيدِ waʿīdi ancamanKu 14

dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku" 1.

وَٱسْتَفْتَحُوا۟ wa-is'taftaḥū dan mereka mohon kemenangan وَخَابَ wakhāba dan binasalah كُلُّ kullu semua جَبَّارٍ jabbārin orang yang sewenang-wenang عَنِيدٍۢ ʿanīdin keras kepala 15

Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,

مِّن min dari وَرَآئِهِۦ warāihi belakangnya جَهَنَّمُ jahannamu jahanam وَيُسْقَىٰ wayus'qā dan dia akan diberi minum مِن min dari/dengan مَّآءٍۢ māin air صَدِيدٍۢ ṣadīdin nanah 16

di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

يَتَجَرَّعُهُۥ yatajarraʿuhu dia menghirupnya وَلَا walā dan tidak يَكَادُ yakādu hampir يُسِيغُهُۥ yusīghuhu dia menelannya وَيَأْتِيهِ wayatīhi dan datang kepadanya ٱلْمَوْتُ l-mawtu maut/kematian مِن min dari كُلِّ kulli segenap مَكَانٍۢ makānin tempat/penjuru وَمَا wamā dan tidaklah هُوَ huwa dia بِمَيِّتٍۢ ۖ bimayyitin dengan yang mati وَمِن wamin dan dari وَرَآئِهِۦ warāihi belakangnya عَذَابٌ ʿadhābun azab غَلِيظٌۭ ghalīẓun keras/berat 17

diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati dan di hadapannya masih ada azab yang berat.

مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ ۖ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amalan-amalan mereka كَرَمَادٍ karamādin seperti abu ٱشْتَدَّتْ ish'taddat meniup keras بِهِ bihi dengannya ٱلرِّيحُ l-rīḥu angin فِى pada يَوْمٍ yawmin hari عَاصِفٍۢ ۖ ʿāṣifin musim angin kencang لَّا tidak يَقْدِرُونَ yaqdirūna mereka dapat مِمَّا mimmā dari pada كَسَبُوا۟ kasabū mereka usahakan عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa dia/adalah ٱلضَّلَـٰلُ l-ḍalālu kesesatan ٱلْبَعِيدُ l-baʿīdu yang jauh 18

Orang-orang yang kafir kepada Tuhan-nya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia menghilangkan/membinasakan kamu وَيَأْتِ wayati dan dia mendatangkan/mengganti بِخَلْقٍۢ bikhalqin dengan makhluk جَدِيدٍۢ jadīdin yang baru 19

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak 1? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,

وَمَا wamā dan tidak ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan sukar/berat 20

dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.

وَبَرَزُوا۟ wabarazū dan mereka menghadap/menampakkan لِلَّهِ lillahi kepada Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَقَالَ faqāla maka/lalu berkata ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟ l-ḍuʿafāu orang-orang yang lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū (mereka)sombong إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami لَكُمْ lakum bagi kalian تَبَعًۭا tabaʿan pengikut فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّغْنُونَ mugh'nūna melepaskan عَنَّا ʿannā dari kami مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab لَوْ law seandainya هَدَىٰنَا hadānā memberi petunjuk kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهَدَيْنَـٰكُمْ ۖ lahadaynākum niscaya kami dapat memberi petunjuk padamu سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْنَآ ʿalaynā atas/bagi kami أَجَزِعْنَآ ajaziʿ'nā kami mengeluh أَمْ am atau صَبَرْنَا ṣabarnā kami bersabar مَا tidak ada لَنَا lanā bagi kami مِن min dari مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat berlari 21

Dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong, "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab, "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لَمَّا lammā tatkala قُضِىَ quḍiya diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkata/hukuman إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah وَعَدَكُمْ waʿadakum telah menjanjikan kepadamu وَعْدَ waʿda janji ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَوَعَدتُّكُمْ wawaʿadttukum dan aku menjanjikan kepadamu فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ fa-akhlaftukum lalu Aku menyalahi kepadamu وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِىَ liya bagiku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّن min dari سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin kekuasaan إِلَّآ illā melainkan أَن an akan دَعَوْتُكُمْ daʿawtukum aku menyeru kamu فَٱسْتَجَبْتُمْ fa-is'tajabtum lalu kamu memperkenankan لِى ۖ bagiku فَلَا falā maka jangan تَلُومُونِى talūmūnī kamu mencela aku وَلُومُوٓا۟ walūmū dan celalah أَنفُسَكُم ۖ anfusakum diri kalian sendiri مَّآ tidaklah أَنَا۠ anā aku بِمُصْرِخِكُمْ bimuṣ'rikhikum dengan menolong kamu وَمَآ wamā tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُصْرِخِىَّ ۖ bimuṣ'rikhiyya dengan menolong aku إِنِّى innī sesungguhnya aku كَفَرْتُ kafartu aku ingkar بِمَآ bimā dengan/terhadap apa أَشْرَكْتُمُونِ ashraktumūni kamu mempersekutukanku مِن min dari قَبْلُ ۗ qablu dahulu إِنَّ inna sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksaan أَلِيمٌۭ alīmun pedih 22

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku; oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

وَأُدْخِلَ wa-ud'khila dan dimasukkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū (mereka)beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan ijin رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka تَحِيَّتُهُمْ taḥiyyatuhum penghormatan mereka فِيهَا fīhā didalamnya سَلَـٰمٌ salāmun salam/sejahtera 23

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salām 1"

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana ضَرَبَ ḍaraba membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan كَلِمَةًۭ kalimatan kalimat طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan yang baik كَشَجَرَةٍۢ kashajaratin seperti pohon طَيِّبَةٍ ṭayyibatin yang baik أَصْلُهَا aṣluhā akarnya ثَابِتٌۭ thābitun kokoh وَفَرْعُهَا wafarʿuhā dan cabangnya فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit 24

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik 1 seperti pohon yang baik, akarnya teguh, dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤْتِىٓ tu'tī (pohon itu)memberikan أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya كُلَّ kulla setiap حِينٍۭ ḥīnin masa/musim بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan ijin رَبِّهَا ۗ rabbihā Tuhannya وَيَضْرِبُ wayaḍribu dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan-perumpamaan لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat/mengambil pelajaran 25

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhan-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan كَلِمَةٍ kalimatin kalimat خَبِيثَةٍۢ khabīthatin jelek كَشَجَرَةٍ kashajaratin seperti pohon خَبِيثَةٍ khabīthatin jelek ٱجْتُثَّتْ uj'tuthat dicabut مِن min dari فَوْقِ fawqi atas permukaan ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مَا tidak ada لَهَا lahā baginya مِن min dari قَرَارٍۢ qarārin ketetapan/tegak 26

Dan perumpamaan kalimat yang buruk 1 seperti pohon yang buruk yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

يُثَبِّتُ yuthabbitu meneguhkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan ucapan ٱلثَّابِتِ l-thābiti tetap teguh فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَفِى wafī dan di ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati akhirat وَيُضِلُّ wayuḍillu dan menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلظَّـٰلِمِينَ ۚ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim وَيَفْعَلُ wayafʿalu dan berbuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki 27

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu 1 dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

۞ أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang بَدَّلُوا۟ baddalū mereka menukar نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran وَأَحَلُّوا۟ wa-aḥallū dan mereka menempatkan قَوْمَهُمْ qawmahum kaum mereka دَارَ dāra tempat/rumah ٱلْبَوَارِ l-bawāri kebinasaan 28

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah 1 dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?

جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam يَصْلَوْنَهَا ۖ yaṣlawnahā mereka memasukinya وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْقَرَارُ l-qarāru tempat ketetapan/kediaman 29

yaitu neraka jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu لِّيُضِلُّوا۟ liyuḍillū supaya mereka menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۗ sabīlihi jalanNya قُلْ qul katakanlah تَمَتَّعُوا۟ tamattaʿū bersenang-senanglah kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya مَصِيرَكُمْ maṣīrakum tempat kembalimu إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ l-nāri neraka 30

Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka".

قُل qul katakanlah لِّعِبَادِىَ liʿibādiya kepada hamba-hambaKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يُقِيمُوا۟ yuqīmū mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُنفِقُوا۟ wayunfiqū dan mereka nafkahkan مِمَّا mimmā dari/sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami rezkikan kepada mereka سِرًّۭا sirran tersembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun hari لَّا tidak بَيْعٌۭ bayʿun jual-beli فِيهِ fīhi didalamnya وَلَا walā dan tidak خِلَـٰلٌ khilālun persahabatan 31

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, "Hendaklah mereka mendirikan salat; menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan 1.

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air/hujan فَأَخْرَجَ fa-akhraja lalu Dia mengeluarkan بِهِۦ bihi dengannya مِنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan رِزْقًۭا riz'qan rizki لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera لِتَجْرِىَ litajriya untuk berlayar/berjalan فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan بِأَمْرِهِۦ ۖ bi-amrihi dengan perintahNya وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai 32

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan دَآئِبَيْنِ ۖ dāibayni keduanya tetap beredar وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang 33

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

وَءَاتَىٰكُم waātākum dan Dia memberikan kepadamu مِّن min dari كُلِّ kulli segala مَا apa سَأَلْتُمُوهُ ۚ sa-altumūhu kamu mohonkan kepadaNya وَإِن wa-in dan jika تَعُدُّوا۟ taʿuddū kamu menghitung نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا tidak (dapat) تُحْصُوهَآ ۗ tuḥ'ṣūhā menghitungnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لَظَلُومٌۭ laẓalūmun sungguh sangat zalim كَفَّارٌۭ kaffārun sangat ingkar 34

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahîm رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikanlah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْبَلَدَ l-balada negeri ءَامِنًۭا āminan aman وَٱجْنُبْنِى wa-uj'nub'nī dan jauhkan aku وَبَنِىَّ wabaniyya dan anak-anakku أَن an bahwa نَّعْبُدَ naʿbuda kami menyembah ٱلْأَصْنَامَ l-aṣnāma berhala 35

Dan (ingatlah) ketika Ibrāhīm berkata, "Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّهُنَّ innahunna sesungguhnya mereka أَضْلَلْنَ aḍlalna mereka telah menyesatkan كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ ۖ l-nāsi manusia فَمَن faman maka barangsiapa تَبِعَنِى tabiʿanī mengikuti aku فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia مِنِّى ۖ minnī dariku وَمَنْ waman dan barang siapa عَصَانِى ʿaṣānī mendurhakai aku فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya Engkau غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 36

Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

رَّبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَسْكَنتُ askantu aku menempatkan مِن min dari ذُرِّيَّتِى dhurriyyatī anak-cucuku/keturunanku بِوَادٍ biwādin di lembah غَيْرِ ghayri tidak ذِى dhī mempunyai زَرْعٍ zarʿin tanaman عِندَ ʿinda di sisi/di dekat بَيْتِكَ baytika rumah Engkau ٱلْمُحَرَّمِ l-muḥarami dihormati رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لِيُقِيمُوا۟ liyuqīmū agar mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat فَٱجْعَلْ fa-ij'ʿal maka jadikanlah أَفْـِٔدَةًۭ afidatan hati مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia تَهْوِىٓ tahwī cenderung إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَٱرْزُقْهُم wa-ur'zuq'hum dan beri rezkilah mereka مِّنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur 37

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau تَعْلَمُ taʿlamu Engkau ketahui مَا apa نُخْفِى nukh'fī kami sembunyikan وَمَا wamā dan apa نُعْلِنُ ۗ nuʿ'linu kami lahirkan وَمَا wamā dan tidak يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit 38

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi Allah ٱلَّذِى alladhī yang وَهَبَ wahaba telah menganugerahkan لِى kepadaku عَلَى ʿalā atas/di ٱلْكِبَرِ l-kibari masa tuaku إِسْمَـٰعِيلَ is'māʿīla Ismail وَإِسْحَـٰقَ ۚ wa-is'ḥāqa dan Ishak إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku لَسَمِيعُ lasamīʿu sungguh Maha Mendengar ٱلدُّعَآءِ l-duʿāi doa 39

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku pada hari tua(ku) Ismā`īl dan Isḥāq. Sesungguhnya Tuhan-ku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱجْعَلْنِى ij'ʿalnī jadikanlah aku مُقِيمَ muqīma orang yang mendirikan ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِى ۚ dhurriyyatī anak-cucuku رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَتَقَبَّلْ wataqabbal dan perkenankanlah دُعَآءِ duʿāi doaku 40

Ya Tuhan-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى aku وَلِوَٰلِدَىَّ waliwālidayya dan kedua orang tuaku وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan kepada orang-orang mukmin يَوْمَ yawma hari يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلْحِسَابُ l-ḥisābu hisab/perhitungan 41

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

وَلَا walā dan jangan تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱللَّهَ l-laha Allah غَـٰفِلًا ghāfilan lalai عَمَّا ʿammā dari apa يَعْمَلُ yaʿmalu berbuat ٱلظَّـٰلِمُونَ ۚ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُؤَخِّرُهُمْ yu-akhiruhum Dia memberi tangguh pada mereka لِيَوْمٍۢ liyawmin bagi/sampai hari تَشْخَصُ tashkhaṣu terbuka/terbelalak فِيهِ fīhi padanya/pada waktu itu ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru pandangan/mata 42

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

مُهْطِعِينَ muh'ṭiʿīna mereka bergegas مُقْنِعِى muq'niʿī tengadah/angkat muka رُءُوسِهِمْ ruūsihim kepala mereka لَا tidak يَرْتَدُّ yartaddu berkedip إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka طَرْفُهُمْ ۖ ṭarfuhum ujung/mata mereka وَأَفْـِٔدَتُهُمْ wa-afidatuhum dan hati mereka هَوَآءٌۭ hawāon kosong 43

mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

وَأَنذِرِ wa-andhiri dan berikanlah peringatan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia يَوْمَ yawma hari يَأْتِيهِمُ yatīhimu datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab فَيَقُولُ fayaqūlu maka berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخِّرْنَآ akhir'nā beri tangguhlah kami إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu قَرِيبٍۢ qarībin dekat نُّجِبْ nujib kami akan mematuhi دَعْوَتَكَ daʿwataka seruan Engkau وَنَتَّبِعِ wanattabiʿi dan kami akan mengikuti ٱلرُّسُلَ ۗ l-rusula Rasul-Rasul أَوَلَمْ awalam ataukah tidak تَكُونُوٓا۟ takūnū kalian menjadi أَقْسَمْتُم aqsamtum telah bersumpah مِّن min dari قَبْلُ qablu dahulu مَا apa لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari زَوَالٍۢ zawālin berubah/binasa 44

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia), walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (Kepada mereka dikatakan), "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

وَسَكَنتُمْ wasakantum dan kamu telah mendiami فِى di/dalam مَسَـٰكِنِ masākini kediaman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka)menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَتَبَيَّنَ watabayyana dan telah jelas/nyata لَكُمْ lakum bagi kalian كَيْفَ kayfa bagaimana فَعَلْنَا faʿalnā Kami telah berbuat بِهِمْ bihim dengan/terhadap mereka وَضَرَبْنَا waḍarabnā dan Kami menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan 45

dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan".

وَقَدْ waqad dan sesungguhnya مَكَرُوا۟ makarū mereka membuat tipu daya مَكْرَهُمْ makrahum tipu daya mereka وَعِندَ waʿinda dan disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مَكْرُهُمْ makruhum tipu daya mereka وَإِن wa-in dan meskipun كَانَ kāna adalah مَكْرُهُمْ makruhum tipu daya mereka لِتَزُولَ litazūla untuk/dapat melenyapkan مِنْهُ min'hu dari padanya ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung 46

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar 1 padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.

فَلَا falā maka janganlah تَحْسَبَنَّ taḥsabanna sekali-kali kamu mengira ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِفَ mukh'lifa menyalahi وَعْدِهِۦ waʿdihi janjiNya رُسُلَهُۥٓ ۗ rusulahu Rasul-Rasul-Nya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa ذُو dhū mempunyai ٱنتِقَامٍۢ intiqāmin pembalasan 47

Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan.

يَوْمَ yawma pada hari تُبَدَّلُ tubaddalu diganti ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi غَيْرَ ghayra selain ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱلسَّمَـٰوَٰتُ ۖ wal-samāwātu dan langit وَبَرَزُوا۟ wabarazū dan mereka menghadap لِلَّهِ lillahi Allah ٱلْوَٰحِدِ l-wāḥidi Maha Esa ٱلْقَهَّارِ l-qahāri Maha Perkasa 48

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu مُّقَرَّنِينَ muqarranīna mereka bersama-sama فِى dalam ٱلْأَصْفَادِ l-aṣfādi belenggu 49

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

سَرَابِيلُهُم sarābīluhum pakaian mereka مِّن min dari قَطِرَانٍۢ qaṭirānin kuningan yang panas وَتَغْشَىٰ wataghshā dan menutupi وُجُوهَهُمُ wujūhahumu muka mereka ٱلنَّارُ l-nāru api neraka 50

Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,

لِيَجْزِىَ liyajziya karena akan memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah كُلَّ kulla tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri/orang مَّا apa كَسَبَتْ ۚ kasabat ia usahakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 51

agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

هَـٰذَا hādhā ini بَلَـٰغٌۭ balāghun penyampaian/penjelasan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَلِيُنذَرُوا۟ waliyundharū dan supaya diberi peringatan بِهِۦ bihi dengannya وَلِيَعْلَمُوٓا۟ waliyaʿlamū dan supaya mereka mengetahui أَنَّمَا annamā bahwasanya هُوَ huwa Dia إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun Maha Esa وَلِيَذَّكَّرَ waliyadhakkara dan supaya mengambil pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal 52

(Al-Qur`ān) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.