Tilawahku
Masuk
۞

Juz 15

Al-Isra (1-111), Al-Kahf (1-74)

سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci (Allah) ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَسْرَىٰ asrā telah memperjalankan بِعَبْدِهِۦ biʿabdihi dengan hamba-Nya لَيْلًۭا laylan pada suatu malam مِّنَ mina dari ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjid ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Al Haram إِلَى ilā ke ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjid ٱلْأَقْصَا l-aqṣā Al Aqsha ٱلَّذِى alladhī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami berkahi حَوْلَهُۥ ḥawlahu sekelilingnya لِنُرِيَهُۥ linuriyahu untuk Kami perlihatkannya مِنْ min sebagian dari ءَايَـٰتِنَآ ۚ āyātinā tanda-tanda Kami إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat 1

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqṣā yang telah Kami berkahi sekelilingnya 1 agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَجَعَلْنَـٰهُ wajaʿalnāhu dan Kami jadikannya هُدًۭى hudan petunjuk لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَلَّا allā bahwa janganlah تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan مِن min dari دُونِى dūnī selain Aku وَكِيلًۭا wakīlan penolong/pelindung 2

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Isrā`īl (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,

ذُرِّيَّةَ dhurriyyata keturunan (anak cucu) مَنْ man orang-orang حَمَلْنَا ḥamalnā Kami bawa مَعَ maʿa bersama نُوحٍ ۚ nūḥin Nuh إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah dia عَبْدًۭا ʿabdan seorang hamba شَكُورًۭا shakūran banyak bersyukur 3

(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nūḥ. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

وَقَضَيْنَآ waqaḍaynā dan Kami telah tetapkan إِلَىٰ ilā kepada/terhadap بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil فِى di dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَتُفْسِدُنَّ latuf'sidunna sungguh kamu akan membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مَرَّتَيْنِ marratayni dua kali وَلَتَعْلُنَّ walataʿlunna dan pasti kamu menyombongkan diri عُلُوًّۭا ʿuluwwan kesombongan كَبِيرًۭا kabīran yang besar 4

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Isrā`īl dalam Kitab itu, "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali 1 dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."

فَإِذَا fa-idhā maka tatkala جَآءَ jāa datang وَعْدُ waʿdu janji (waktu) أُولَىٰهُمَا ūlāhumā yang pertama dari keduanya بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عِبَادًۭا ʿibādan hamba-hamba لَّنَآ lanā bagi Kami أُو۟لِى ulī mempunyai بَأْسٍۢ basin kekuatan شَدِيدٍۢ shadīdin sangat/besar فَجَاسُوا۟ fajāsū lalu mereka merajalela خِلَـٰلَ khilāla di celah-celah ٱلدِّيَارِ ۚ l-diyāri rumah-rumah (kampung) وَكَانَ wakāna dan adalah itu وَعْدًۭا waʿdan janji/ketetapan مَّفْعُولًۭا mafʿūlan terlaksana 5

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

ثُمَّ thumma kemudian رَدَدْنَا radadnā Kami kembalikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْكَرَّةَ l-karata giliran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَأَمْدَدْنَـٰكُم wa-amdadnākum dan kami membantumu بِأَمْوَٰلٍۢ bi-amwālin dengan harta وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak وَجَعَلْنَـٰكُمْ wajaʿalnākum dan Kami jadikan kamu أَكْثَرَ akthara lebih banyak/besar نَفِيرًا nafīran kelompok 6

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.

إِنْ in jika أَحْسَنتُمْ aḥsantum kamu berbuat baik أَحْسَنتُمْ aḥsantum kamu berbuat baik لِأَنفُسِكُمْ ۖ li-anfusikum bagi dirimu sendiri وَإِنْ wa-in dan jika أَسَأْتُمْ asatum kamu berbuat jahat فَلَهَا ۚ falahā maka baginya (dirinya) فَإِذَا fa-idhā maka ketika جَآءَ jāa datang وَعْدُ waʿdu janji ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati terakhir لِيَسُـۥٓـُٔوا۟ liyasūū untuk memburukkan/menyuramkan وُجُوهَكُمْ wujūhakum muka-muka kamu وَلِيَدْخُلُوا۟ waliyadkhulū dan untuk mereka masuk ٱلْمَسْجِدَ l-masjida masjid كَمَا kamā sebagaimana دَخَلُوهُ dakhalūhu mereka memasukinya أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَلِيُتَبِّرُوا۟ waliyutabbirū dan untuk mereka menguasai/membinasakan مَا apa yang عَلَوْا۟ ʿalaw mereka dapati تَتْبِيرًا tatbīran penguasaan sepenuhnya 7

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an bahwa يَرْحَمَكُمْ ۚ yarḥamakum memberi rahmat kepadamu وَإِنْ wa-in dan jika عُدتُّمْ ʿudttum kamu kembali عُدْنَا ۘ ʿud'nā Kami kembali وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir حَصِيرًا ḥaṣīran tempat berkumpul/penjara 8

Mudah-mudahan Tuhan-mu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.

إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an يَهْدِى yahdī memberi petunjuk لِلَّتِى lillatī bagi yang هِىَ hiya ia أَقْوَمُ aqwamu lebih lurus وَيُبَشِّرُ wayubashiru dan memberi kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengerjalan ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/amal saleh أَنَّ anna bahwasanya لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرًۭا ajran pahala كَبِيرًۭا kabīran yang besar 9

Sesungguhnya Al-Qur`ān ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada hari akhirat أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman yang pedih 10

dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

وَيَدْعُ wayadʿu dan mendo'a ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia بِٱلشَّرِّ bil-shari dengan/untuk kejahatan دُعَآءَهُۥ duʿāahu do'anya بِٱلْخَيْرِ ۖ bil-khayri dengan/untuk kebaikan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia عَجُولًۭا ʿajūlan tergesa-gesa 11

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang ءَايَتَيْنِ ۖ āyatayni dua tanda فَمَحَوْنَآ famaḥawnā maka/lalu Kami hapuskan ءَايَةَ āyata tanda ٱلَّيْلِ al-layli malam وَجَعَلْنَآ wajaʿalnā dan kami jadikan ءَايَةَ āyata tanda ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan terang لِّتَبْتَغُوا۟ litabtaghū agar kamu mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَلِتَعْلَمُوا۟ walitaʿlamū dan supaya kamu mengetahui عَدَدَ ʿadada bilangan ٱلسِّنِينَ l-sinīna tahun-tahun وَٱلْحِسَابَ ۚ wal-ḥisāba dan perhitungan وَكُلَّ wakulla dan tiap-tiap/segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَصَّلْنَـٰهُ faṣṣalnāhu Kami jelaskannya تَفْصِيلًۭا tafṣīlan cukup jelas 12

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari karunia dari Tuhan-mu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

وَكُلَّ wakulla dan tiap-tiap إِنسَـٰنٍ insānin manusia أَلْزَمْنَـٰهُ alzamnāhu Kami gantungkan طَـٰٓئِرَهُۥ ṭāirahu kalungnya فِى pada عُنُقِهِۦ ۖ ʿunuqihi lehernya وَنُخْرِجُ wanukh'riju dan akan kami keluarkan لَهُۥ lahu baginya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat كِتَـٰبًۭا kitāban kitab يَلْقَىٰهُ yalqāhu ditemuinya مَنشُورًا manshūran terbuka 13

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

ٱقْرَأْ iq'ra bacalah كِتَـٰبَكَ kitābaka kitabmu كَفَىٰ kafā cukuplah بِنَفْسِكَ binafsika dengan dirimu sendiri ٱلْيَوْمَ l-yawma hari عَلَيْكَ ʿalayka atasmu حَسِيبًۭا ḥasīban perhitungan 14

"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".

مَّنِ mani barang siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَهْتَدِى yahtadī dia mendapat petunjuk لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi bagi/untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barangsiapa ضَلَّ ḍalla tersesat فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَضِلُّ yaḍillu dia tersesat عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya (dirinya) وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru dapat memikul beban (dosa) وَازِرَةٌۭ wāziratun pemikul beban (orang yang berdosa) وِزْرَ wiz'ra beban/dosa أُخْرَىٰ ۗ ukh'rā (orang) lain وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā Kami مُعَذِّبِينَ muʿadhibīna mengazab حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum نَبْعَثَ nabʿatha Kami mengutus رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul 15

Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَرَدْنَآ aradnā Kami kehendaki أَن an bahwa نُّهْلِكَ nuh'lika Kami membinasakan قَرْيَةً qaryatan suatu negeri أَمَرْنَا amarnā Kami perintahkan مُتْرَفِيهَا mut'rafīhā orang-orang yang hidup mewah فَفَسَقُوا۟ fafasaqū maka/tetapi mereka durhaka فِيهَا fīhā di dalamnya (negeri itu) فَحَقَّ faḥaqqa maka berhak/pantas berlaku عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan فَدَمَّرْنَـٰهَا fadammarnāhā maka Kami hancurkannya تَدْمِيرًۭا tadmīran sehancur-hancurnya 16

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

وَكَمْ wakam dan berapa banyaknya أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun-kurun/generasi مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah نُوحٍۢ ۗ nūḥin Nuh وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu بِذُنُوبِ bidhunūbi dengan/terhadap dosa-dosa عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat 17

Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nūḥ telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhan-mu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.

مَّن man barangsiapa كَانَ kāna adalah dia يُرِيدُ yurīdu dia menghendaki ٱلْعَاجِلَةَ l-ʿājilata kesegaran (kehidupan sekarang) عَجَّلْنَا ʿajjalnā Kami segerakan لَهُۥ lahu baginya فِيهَا fīhā padanya (di dunia) مَا apa yang نَشَآءُ nashāu Kami kehendaki لِمَن liman bagi siapa نُّرِيدُ nurīdu Kami kehendaki ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لَهُۥ lahu baginya جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam يَصْلَىٰهَا yaṣlāhā dia memasukinya مَذْمُومًۭا madhmūman tercela مَّدْحُورًۭا madḥūran terusir 18

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

وَمَنْ waman dan barangsiapa أَرَادَ arāda menghendaki ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata kehidupan akhirat وَسَعَىٰ wasaʿā dan dia berusaha لَهَا lahā baginya سَعْيَهَا saʿyahā usahanya (ke arah itu) وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun orang mukmin فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu كَانَ kāna adalah سَعْيُهُم saʿyuhum usaha mereka مَّشْكُورًۭا mashkūran disyukuri (dibalas dengan baik) 19

Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

كُلًّۭا kullan masing-masing نُّمِدُّ numiddu Kami berikan bantuan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini (golongan ini) وَهَـٰٓؤُلَآءِ wahāulāi dan mereka itu (golongan itu) مِنْ min dari عَطَآءِ ʿaṭāi pemberian/kemurahan رَبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada عَطَآءُ ʿaṭāu pemberian/kemurahan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مَحْظُورًا maḥẓūran terhalang 20

Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu 1. Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhan-mu. Dan kemurahan Tuhan-mu tidak dapat dihalangi.

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami melebihkan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَلَلْـَٔاخِرَةُ walalākhiratu dan sungguh kehidupan akhirat أَكْبَرُ akbaru lebih besar/tinggi دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat/tingkatan وَأَكْبَرُ wa-akbaru dan lebih besar تَفْضِيلًۭا tafḍīlan keutamaan/kelebihan 21

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.

لَّا janganlah تَجْعَلْ tajʿal kamu menjadikan مَعَ maʿa bersama/di samping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara lain فَتَقْعُدَ fataqʿuda maka kamu duduk/menjadi مَذْمُومًۭا madhmūman tercela مَّخْذُولًۭا makhdhūlan terhina 22

Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).

۞ وَقَضَىٰ waqaḍā dan menetapkan/memerintahkan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَلَّا allā bahwa jangan تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّآ illā melainkan إِيَّاهُ iyyāhu kepada Dia وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan terhadap kedua orangtua إِحْسَـٰنًا ۚ iḥ'sānan berbuat baik إِمَّا immā adapun/jika يَبْلُغَنَّ yablughanna telah sampai عِندَكَ ʿindaka di sisimu/dalam pemeliharaanmu ٱلْكِبَرَ l-kibara besar/tua أَحَدُهُمَآ aḥaduhumā salah satu dari keduanya أَوْ aw atau كِلَاهُمَا kilāhumā kedua-duanya فَلَا falā maka jangan تَقُل taqul kamu berkata لَّهُمَآ lahumā kepada keduanya أُفٍّۢ uffin ah وَلَا walā dan jangan تَنْهَرْهُمَا tanharhumā kamu membentak keduanya وَقُل waqul dan berkatalah لَّهُمَا lahumā kepada keduanya قَوْلًۭا qawlan perkataan كَرِيمًۭا karīman mulia 23

Dan Tuhan-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia 1.

وَٱخْفِضْ wa-ikh'fiḍ dan turunkan/rendahkan لَهُمَا lahumā terhadap keduanya جَنَاحَ janāḥa sayap (dirimu) ٱلذُّلِّ l-dhuli rendah diri مِنَ mina dari/dengan ٱلرَّحْمَةِ l-raḥmati kasih-sayang وَقُل waqul dan ucapkanlah رَّبِّ rabbi (wahai) Tuhanku ٱرْحَمْهُمَا ir'ḥamhumā kasihanilah keduanya كَمَا kamā sebagaimana رَبَّيَانِى rabbayānī keduanya memeliharaku صَغِيرًۭا ṣaghīran waktu kecil 24

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Wahai Tuhan-ku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa فِى dalam نُفُوسِكُمْ ۚ nufūsikum jiwamu/hatimu إِن in jika تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi صَـٰلِحِينَ ṣāliḥīna orang-orang yang baik فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah Dia لِلْأَوَّٰبِينَ lil'awwābīna bagi orang-orang bertaubat غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun 25

Tuhan-mu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

وَءَاتِ waāti dan berikanlah ذَا dhā keluarga ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā yang dekat/kerabat حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya وَٱلْمِسْكِينَ wal-mis'kīna dan orang-orang miskin وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang ٱلسَّبِيلِ l-sabīli yang dalam perjalanan وَلَا walā dan jangan تُبَذِّرْ tubadhir kamu memboroskan تَبْذِيرًا tabdhīran boros 26

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُبَذِّرِينَ l-mubadhirīna orang-orang yang boros كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah إِخْوَٰنَ ikh'wāna teman ٱلشَّيَـٰطِينِ ۖ l-shayāṭīni syaitan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لِرَبِّهِۦ lirabbihi kepada Tuhannya كَفُورًۭا kafūran ingkar 27

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-nya.

وَإِمَّا wa-immā dan jika تُعْرِضَنَّ tuʿ'riḍanna kamu berpaling عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu تَرْجُوهَا tarjūhā kamu mengharapkannya فَقُل faqul maka katakanlah لَّهُمْ lahum kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّيْسُورًۭا maysūran lemah lembut 28

Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhan-mu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas 1.

وَلَا walā dan jangan تَجْعَلْ tajʿal kamu jadikan يَدَكَ yadaka tanganmu مَغْلُولَةً maghlūlatan terbelenggu إِلَىٰ ilā kepada عُنُقِكَ ʿunuqika lehermu وَلَا walā dan jangan تَبْسُطْهَا tabsuṭ'hā kamu mengulurkannya كُلَّ kulla segala/habis-habis ٱلْبَسْطِ l-basṭi uluran فَتَقْعُدَ fataqʿuda maka kamu akan duduk/menjadi مَلُومًۭا malūman tercela مَّحْسُورًا maḥsūran penyesalan 29

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya 1 karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَبْسُطُ yabsuṭu mengulurkan/melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menentukan/menyempitkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah Dia بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan hamba-hamba-Nya خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat 30

Sesungguhnya Tuhan-mu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

وَلَا walā dan janganlah تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh أَوْلَـٰدَكُمْ awlādakum anak-anakmu خَشْيَةَ khashyata takut إِمْلَـٰقٍۢ ۖ im'lāqin kepaan/kemiskinan نَّحْنُ naḥnu Kami نَرْزُقُهُمْ narzuquhum Kami memberi rezeki mereka وَإِيَّاكُمْ ۚ wa-iyyākum dan kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya قَتْلَهُمْ qatlahum membunuh mereka كَانَ kāna adalah خِطْـًۭٔا khiṭ'an kesalahan/dosa كَبِيرًۭا kabīran besar 31

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu mendekati ٱلزِّنَىٰٓ ۖ l-zinā zina إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/zina كَانَ kāna adalah فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan yang keji وَسَآءَ wasāa dan sangat buruk سَبِيلًۭا sabīlan jalan 32

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

وَلَا walā dan janganlah تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa/seseorang ٱلَّتِى allatī yang حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan benar وَمَن waman dan barangsiapa قُتِلَ qutila dibunuh مَظْلُومًۭا maẓlūman teraniaya/zalim فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah jadikan/memberikan لِوَلِيِّهِۦ liwaliyyihi kepada ahli warisnya سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan فَلَا falā maka jangan يُسْرِف yus'rif melampaui batas فِّى dalam ٱلْقَتْلِ ۖ l-qatli pembunuhan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah مَنصُورًۭا manṣūran orang yang mendapat pertolongan 33

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar 1. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan 2 kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu mendekati مَالَ māla harta ٱلْيَتِيمِ l-yatīmi anak yatim إِلَّا illā melainkan بِٱلَّتِى bi-allatī dengan (cara) هِىَ hiya yang أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَبْلُغَ yablugha ia sampai أَشُدَّهُۥ ۚ ashuddahu dewasanya وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah بِٱلْعَهْدِ ۖ bil-ʿahdi janji إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْعَهْدَ l-ʿahda janji كَانَ kāna adalah مَسْـُٔولًۭا masūlan ditanya 34

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggunganjawabnya.

وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran إِذَا idhā apabila كِلْتُمْ kil'tum kamu menakar وَزِنُوا۟ wazinū dan timbanglah بِٱلْقِسْطَاسِ bil-qis'ṭāsi dengan adil/neraca ٱلْمُسْتَقِيمِ ۚ l-mus'taqīmi lurus/benar ذَٰلِكَ dhālika demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik/utama وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan lebih baik تَأْوِيلًۭا tawīlan kesudahan 35

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

وَلَا walā dan jangan تَقْفُ taqfu kamu mengikuti مَا apa لَيْسَ laysa yang tidak ada لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya/tentangnya عِلْمٌ ۚ ʿil'mun pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْبَصَرَ wal-baṣara dan penglihatan وَٱلْفُؤَادَ wal-fuāda dan hati كُلُّ kullu tiap-tiap/semuanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka/itu كَانَ kāna adalah عَنْهُ ʿanhu dari padanya/tentang itu مَسْـُٔولًۭا masūlan ditanya 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.

وَلَا walā dan jangan تَمْشِ tamshi kamu berjalan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi ini مَرَحًا ۖ maraḥan sombong إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan kamu tidak تَخْرِقَ takhriqa dapat menembus ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَلَن walan dan kamu tidak akan تَبْلُغَ tablugha sampai ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung طُولًۭا ṭūlan panjang/tinggi 37

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

كُلُّ kullu tiap-tiap/semua ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu كَانَ kāna adalah سَيِّئُهُۥ sayyi-uhu kejahatannya عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مَكْرُوهًۭا makrūhan dibenci 38

Semua itu 1 kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhan-mu.

ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu مِمَّآ mimmā dari apa أَوْحَىٰٓ awḥā mewahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مِنَ mina dari/sebagian ٱلْحِكْمَةِ ۗ l-ḥik'mati hikmah وَلَا walā dan jangan تَجْعَلْ tajʿal kamu menjadikan مَعَ maʿa bersama/di samping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara lain فَتُلْقَىٰ fatul'qā maka kamu dicampakkan فِى dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam مَلُومًۭا malūman tercela مَّدْحُورًا madḥūran terbuang 39

Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).

أَفَأَصْفَىٰكُمْ afa-aṣfākum apakah mensifatkan/memilihkan kamu رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian بِٱلْبَنِينَ bil-banīna dengan anak-anak laki-laki وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan/sedang Dia mengambil مِنَ mina dari/diantara ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati para Malaikat إِنَـٰثًا ۚ ināthan anak-anak perempuan إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَتَقُولُونَ lataqūlūna sungguh kamu mengucapkan قَوْلًا qawlan perkataan عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar 40

Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya).

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَا ṣarrafnā Kami telah mengulang-ulang فِى di dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an لِيَذَّكَّرُوا۟ liyadhakkarū supaya mereka ingat وَمَا wamā dan tidak يَزِيدُهُمْ yazīduhum menambah mereka إِلَّا illā melainkan نُفُورًۭا nufūran lari 41

Dan sesungguhnya dalam Al-Qur`ān ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan) agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

قُل qul katakanlah لَّوْ law jikalau كَانَ kāna ada مَعَهُۥٓ maʿahu bersama Dia/disamping Dia ءَالِهَةٌۭ ālihatun tuhan-tuhan كَمَا kamā sebagaimana يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan إِذًۭا idhan jika demikian لَّٱبْتَغَوْا۟ la-ib'taghaw tentu (tuhan-tuhan itu) mencari إِلَىٰ ilā kepada ذِى dhī yang mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy' سَبِيلًۭا sabīlan jalan 42

Katakanlah, "Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai arasy".

سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan عُلُوًّۭا ʿuluwwan ketinggian كَبِيرًۭا kabīran besar 43

Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

تُسَبِّحُ tusabbiḥu bertasbih لَهُ lahu kepada-Nya ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) ٱلسَّبْعُ l-sabʿu tujuh وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi وَمَن waman dan apa/siapa فِيهِنَّ ۚ fīhinna didalamnya وَإِن wa-in dan tidak مِّن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu إِلَّا illā melainkan يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih بِحَمْدِهِۦ biḥamdihi dengan memuji-Nya وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا kamu tidak تَفْقَهُونَ tafqahūna mengerti تَسْبِيحَهُمْ ۗ tasbīḥahum tasbih mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah حَلِيمًا ḥalīman Maha Penyantun غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun 44

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun, melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قَرَأْتَ qarata kamu membaca ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Quran جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan/adakan بَيْنَكَ baynaka antara kamu وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan kehidupan akhirat حِجَابًۭا ḥijāban tabir/dinding مَّسْتُورًۭا mastūran terutup 45

Dan apabila kamu membaca Al-Qur`ān, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup,

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan/adakan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka أَكِنَّةً akinnatan tutup أَن an mereka (tidak) dapat يَفْقَهُوهُ yafqahūhu memahaminya وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرًۭا ۚ waqran sumbat وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذَكَرْتَ dhakarta kamu menyebut رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu فِى dalam ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiri-Nya وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling عَلَىٰٓ ʿalā atas أَدْبَـٰرِهِمْ adbārihim belakang mereka نُفُورًۭا nufūran lari 46

dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhan-mu saja dalam Al-Qur`ān, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.

نَّحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan بِهِۦٓ bihi dengannya إِذْ idh tatkala يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَإِذْ wa-idh dan tatkala هُمْ hum mereka نَجْوَىٰٓ najwā berbisik-bisik إِذْ idh tatkala يَقُولُ yaqūlu berkat ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِن in tidaklah تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna kamu mengikuti إِلَّا illā melainkan/hanyalah رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki مَّسْحُورًا masḥūran tersihir 47

Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata, "Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir".

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka membuat لَكَ laka terhadapmu ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan-perumpamaan فَضَلُّوا۟ faḍallū maka mereka tersesat فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka mendapatkan سَبِيلًۭا sabīlan jalan 48

Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā adalah kami عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang belulang وَرُفَـٰتًا warufātan dan benda-benda yang hancur أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna pasti akan dibangkitkan خَلْقًۭا khalqan makhluk جَدِيدًۭا jadīdan baru 49

Dan mereka berkata, "Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"

۞ قُلْ qul katakanlah كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu حِجَارَةً ḥijāratan batu أَوْ aw atau حَدِيدًا ḥadīdan besi 50

Katakanlah, "Jadilah kamu sekalian batu atau besi,

أَوْ aw atau خَلْقًۭا khalqan suatu makhluk مِّمَّا mimmā dari apa/makhluk يَكْبُرُ yakburu besar فِى dalam صُدُورِكُمْ ۚ ṣudūrikum dadamu/menurut fikiranmu فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka mereka akan berkata/bertanya مَن man siapa يُعِيدُنَا ۖ yuʿīdunā mengembalikan kami قُلِ quli katakanlah ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَكُمْ faṭarakum menciptakan kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ ۚ marratin kali فَسَيُنْغِضُونَ fasayun'ghiḍūna lalu mereka menggeleng-gelengkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu رُءُوسَهُمْ ruūsahum kepala mereka وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata/bertanya مَتَىٰ matā kapan هُوَ ۖ huwa ia/itu قُلْ qul katakanlah عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ia قَرِيبًۭا qarīban dekat 51

atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya, "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah, "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat",

يَوْمَ yawma pada hari يَدْعُوكُمْ yadʿūkum Dia memanggil kamu فَتَسْتَجِيبُونَ fatastajībūna maka/lalu kamu mematuhi بِحَمْدِهِۦ biḥamdihi dengan memuji-Nya وَتَظُنُّونَ wataẓunnūna dan kamu menyangka إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu tinggal إِلَّا illā melainkan/hanya قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar 52

yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur), kecuali sebentar saja.

وَقُل waqul dan katakanlah لِّعِبَادِى liʿibādī kepada hamba-hamba-Ku يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengucapkan ٱلَّتِى allatī yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ ۚ aḥsanu lebih baik إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan يَنزَغُ yanzaghu mengganggu بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan كَانَ kāna adalah لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh مُّبِينًۭا mubīnan nyata 53

Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian إِن in jika يَشَأْ yasha Dia kehendaki يَرْحَمْكُمْ yarḥamkum Dia memberi rahmat kepadamu أَوْ aw atau إِن in jika يَشَأْ yasha Dia kehendaki يُعَذِّبْكُمْ ۚ yuʿadhib'kum Dia akan mengazab kamu وَمَآ wamā dan tidaklah أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami utus kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَكِيلًۭا wakīlan penjaga 54

Tuhan-mu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka.

وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan siapa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami telah melebihkan بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna Nabi-Nabi عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami telah memberikan دَاوُۥدَ dāwūda Daud زَبُورًۭا zabūran Zabur 55

Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur kepada Dāwūd.

قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggillah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُم zaʿamtum kamu sangka/anggap مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia فَلَا falā maka tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka mempunyai كَشْفَ kashfa menghilangkan ٱلضُّرِّ l-ḍuri bahaya عَنكُمْ ʿankum dari kalian وَلَا walā dan tidak تَحْوِيلًا taḥwīlan memindahkan 56

Katakanlah, "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) 1 selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya".

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) seru يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka mencari إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمُ rabbihimu Tuhan mereka ٱلْوَسِيلَةَ l-wasīlata jalan أَيُّهُمْ ayyuhum siapa di antara mereka أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat وَيَرْجُونَ wayarjūna dan mereka mengharap رَحْمَتَهُۥ raḥmatahu rahmat-Nya وَيَخَافُونَ wayakhāfūna dan mereka takut عَذَابَهُۥٓ ۚ ʿadhābahu azab-Nya إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابَ ʿadhāba azab رَبِّكَ rabbika Tuhanmu كَانَ kāna adalah مَحْذُورًۭا maḥdhūran ditakuti 57

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka 1 siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

وَإِن wa-in dan tidaklah مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin suatu negeri إِلَّا illā melainkan نَحْنُ naḥnu Kami مُهْلِكُوهَا muh'likūhā membinasakannya قَبْلَ qabla sebelum يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat أَوْ aw atau مُعَذِّبُوهَا muʿadhibūhā mengazabnya عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا ۚ shadīdan sangat keras كَانَ kāna adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فِى dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مَسْطُورًۭا masṭūran tertulis 58

Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lawḥ Maḥfūẓ ).

وَمَا wamā dan tidak ada مَنَعَنَآ manaʿanā yang mencegah/menghalangi أَن an bahwa نُّرْسِلَ nur'sila kami mengirimkan بِٱلْـَٔايَـٰتِ bil-āyāti dengan tanda-tanda إِلَّآ illā melainkan أَن an kalau كَذَّبَ kadhaba mendustakan بِهَا bihā dengannya ٱلْأَوَّلُونَ ۚ l-awalūna orang-orang terdahulu وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami telah berikan ثَمُودَ thamūda Tsamud ٱلنَّاقَةَ l-nāqata unta betina مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan terang/jelas فَظَلَمُوا۟ faẓalamū maka/tetapi mereka menganiaya بِهَا ۚ bihā dengannya وَمَا wamā dan tidak نُرْسِلُ nur'silu Kami mengirim بِٱلْـَٔايَـٰتِ bil-āyāti dengan tanda-tanda إِلَّا illā melainkan تَخْوِيفًۭا takhwīfan menakut-nakuti 59

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu 1. Dan telah Kami berikan kepada Ṡamūd unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu, melainkan untuk menakuti.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لَكَ laka kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu أَحَاطَ aḥāṭa meliputi بِٱلنَّاسِ ۚ bil-nāsi dengan manusia وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَا jaʿalnā Kami menjadikan ٱلرُّءْيَا l-ru'yā mimpi ٱلَّتِىٓ allatī yang أَرَيْنَـٰكَ araynāka Kami perlihatkan kepadamu إِلَّا illā melainkan فِتْنَةًۭ fit'natan ujian لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَٱلشَّجَرَةَ wal-shajarata dan pohon ٱلْمَلْعُونَةَ l-malʿūnata terkutuk فِى dalam ٱلْقُرْءَانِ ۚ l-qur'āni Al-Qur'an وَنُخَوِّفُهُمْ wanukhawwifuhum dan Kami menakuti mereka فَمَا famā maka/tetapi tidak يَزِيدُهُمْ yazīduhum menambah mereka إِلَّا illā melainkan طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan كَبِيرًۭا kabīran besar 60

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sesungguhnya (ilmu) Tuhan-mu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi 1 yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Qur`ān 2. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

وَإِذْ wa-idh dan tatkala قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka/lalu mereka sujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis قَالَ qāla dia berkata ءَأَسْجُدُ a-asjudu apakah aku akan bersujud لِمَنْ liman kepada orang (yang) خَلَقْتَ khalaqta Engkau ciptakan طِينًۭا ṭīnan tanah 61

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

قَالَ qāla (iblis) berkata أَرَءَيْتَكَ ara-aytaka apakah Engkau memandang/terangkan kepadaku هَـٰذَا hādhā ini (orang) ٱلَّذِى alladhī yang كَرَّمْتَ karramta Engkau muliakan عَلَىَّ ʿalayya atas (diri)ku لَئِنْ la-in sungguh jika أَخَّرْتَنِ akhartani Engkau memberi tangguh padaku إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَأَحْتَنِكَنَّ la-aḥtanikanna sungguh aku akan menyesatkan ذُرِّيَّتَهُۥٓ dhurriyyatahu anak cucunya/keturunannya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit 62

Dia (iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil".

قَالَ qāla berfirman Allah ٱذْهَبْ idh'hab pergilah kamu فَمَن faman maka barangsiapa تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam جَزَآؤُكُمْ jazāukum balasanmu جَزَآءًۭ jazāan pembalasan مَّوْفُورًۭا mawfūran cukup/penuh 63

Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua sebagai suatu pembalasan yang cukup.

وَٱسْتَفْزِزْ wa-is'tafziz dan hasunglah/gerakanlah مَنِ mani siapa ٱسْتَطَعْتَ is'taṭaʿta kamu sanggup مِنْهُم min'hum diantara mereka بِصَوْتِكَ biṣawtika dengan suaramu وَأَجْلِبْ wa-ajlib dan kerahkanlah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِخَيْلِكَ bikhaylika dengan pasukan kudamu وَرَجِلِكَ warajilika dan pasukanmu yang berjalan kaki وَشَارِكْهُمْ washārik'hum dan bersekutulah dengan mereka فِى dalam ٱلْأَمْوَٰلِ l-amwāli harta وَٱلْأَوْلَـٰدِ wal-awlādi dan anak-anak وَعِدْهُمْ ۚ waʿid'hum dan beri janji mereka وَمَا wamā dan tidak يَعِدُهُمُ yaʿiduhumu memberi janji kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan إِلَّا illā melainkan غُرُورًا ghurūran tipuan 64

Dan asunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka, melainkan tipuan belaka 1.

إِنَّ inna sesungguhnya عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu لَيْسَ laysa tidak ada لَكَ laka bagimu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سُلْطَـٰنٌۭ ۚ sul'ṭānun kekuasaan وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu وَكِيلًۭا wakīlan pelindung/penjaga 65

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga".

رَّبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱلَّذِى alladhī yang يُزْجِى yuz'jī menjalankan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut لِتَبْتَغُوا۟ litabtaghū agar kamu mencari مِن min dari/sebagian فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 66

Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّكُمُ massakumu menimpa kamu ٱلضُّرُّ l-ḍuru bahaya فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan ضَلَّ ḍalla hilanglah مَن man siapa تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru إِلَّآ illā kecuali إِيَّاهُ ۖ iyyāhu kepada-Nya فَلَمَّا falammā maka/tetapi manakala نَجَّىٰكُمْ najjākum Kami menyelamatkanmu إِلَى ilā ke ٱلْبَرِّ l-bari daratan أَعْرَضْتُمْ ۚ aʿraḍtum kamu berpaling وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia كَفُورًا kafūran ingkar/kufur 67

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.

أَفَأَمِنتُمْ afa-amintum apakah kamu merasa aman أَن an bahwa يَخْسِفَ yakhsifa Dia membenamkan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian جَانِبَ jāniba sisi/sebagian ٱلْبَرِّ l-bari daratan أَوْ aw atau يُرْسِلَ yur'sila Dia mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حَاصِبًۭا ḥāṣiban angin keras yang mengandung pasir ثُمَّ thumma kemudian لَا kamu tidak تَجِدُوا۟ tajidū mendapatkan لَكُمْ lakum bagi kalian وَكِيلًا wakīlan pelindung 68

Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkirbalikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun bagi kamu,

أَمْ am atau أَمِنتُمْ amintum apakah kamu merasa aman أَن an bahwa يُعِيدَكُمْ yuʿīdakum Dia akan mengembalikan kamu فِيهِ fīhi didalamnya (dalam laut) تَارَةً tāratan sekali أُخْرَىٰ ukh'rā lain/lagi فَيُرْسِلَ fayur'sila maka/lalu Dia mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian قَاصِفًۭا qāṣifan petir keras/topan مِّنَ mina dari ٱلرِّيحِ l-rīḥi angin فَيُغْرِقَكُم fayugh'riqakum maka/lalu Dia menenggelamkan kamu بِمَا bimā dengan sebab كَفَرْتُمْ ۙ kafartum kekafiranmu ثُمَّ thumma kemudian لَا kamu tidak تَجِدُوا۟ tajidū mendapatkan لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami بِهِۦ bihi dengannya (hal ini) تَبِيعًۭا tabīʿan pengikut/penolong 69

atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin topan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كَرَّمْنَا karramnā Kami telah memuliakan بَنِىٓ banī anak ءَادَمَ ādama Adam وَحَمَلْنَـٰهُمْ waḥamalnāhum dan Kami bawa/angkut mereka فِى di ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan lautan وَرَزَقْنَـٰهُم warazaqnāhum dan Kami beri rezeki mereka مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَفَضَّلْنَـٰهُمْ wafaḍḍalnāhum dan Kami lebihkan mereka عَلَىٰ ʿalā atas كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan مِّمَّنْ mimman dari orang (makhluk) خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah ciptakan تَفْضِيلًۭا tafḍīlan kelebihan 70

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan 1, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

يَوْمَ yawma pada hari نَدْعُوا۟ nadʿū Kami memanggil كُلَّ kulla tiap-tiap أُنَاسٍۭ unāsin manusia بِإِمَـٰمِهِمْ ۖ bi-imāmihim dengan pemimpin mereka فَمَنْ faman maka barangsiapa أُوتِىَ ūtiya diberikan كِتَـٰبَهُۥ kitābahu kitabnya/catatannya بِيَمِينِهِۦ biyamīnihi dengan tangan kanannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَقْرَءُونَ yaqraūna mereka akan membaca كِتَـٰبَهُمْ kitābahum kitab/catatan mereka وَلَا walā dan tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya فَتِيلًۭا fatīlan sedikitpun 71

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.

وَمَن waman dan barangsiapa كَانَ kāna adalah فِى di هَـٰذِهِۦٓ hādhihi (dunia) ini أَعْمَىٰ aʿmā buta فَهُوَ fahuwa maka dia فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَعْمَىٰ aʿmā lebih buta وَأَضَلُّ wa-aḍallu dan dia lebih tersesat سَبِيلًۭا sabīlan jalan 72

Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

وَإِن wa-in dan bahwa كَادُوا۟ kādū hampir-hampir mereka لَيَفْتِنُونَكَ layaftinūnaka sungguh mereka akan memfitnah kamu عَنِ ʿani dari ٱلَّذِىٓ alladhī (apa) yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu لِتَفْتَرِىَ litaftariya agar kamu mengada-adakan عَلَيْنَا ʿalaynā atas/terhadap kami غَيْرَهُۥ ۖ ghayrahu lainnya وَإِذًۭا wa-idhan dan jika demikian لَّٱتَّخَذُوكَ la-ittakhadhūka tentu mereka mengambil kamu خَلِيلًۭا khalīlan teman setia 73

Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

وَلَوْلَآ walawlā dan kalau tidak أَن an bahwa ثَبَّتْنَـٰكَ thabbatnāka Kami tetapkan kamu لَقَدْ laqad sesungguhnya كِدتَّ kidtta kamu hampir تَرْكَنُ tarkanu condong إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikit قَلِيلًا qalīlan sedikit 74

Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,

إِذًۭا idhan jika demikian لَّأَذَقْنَـٰكَ la-adhaqnāka niscaya Kami rasakan kepadamu ضِعْفَ ḍiʿ'fa lipat ganda ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati waktu hidup وَضِعْفَ waḍiʿ'fa dan berlipat ganda ٱلْمَمَاتِ l-mamāti sesudah mati ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak تَجِدُ tajidu kamu mendapatkan لَكَ laka bagimu عَلَيْنَا ʿalaynā atas/terhadap Kami نَصِيرًۭا naṣīran seorang penolong 75

kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.

وَإِن wa-in dan bahwa كَادُوا۟ kādū hampir-hampir mereka لَيَسْتَفِزُّونَكَ layastafizzūnaka sungguh mereka membuat gelisah kamu مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri لِيُخْرِجُوكَ liyukh'rijūka untuk mengeluarkan/mengusir kamu مِنْهَا ۖ min'hā dari padanya وَإِذًۭا wa-idhan dan jika demikian لَّا tidak يَلْبَثُونَ yalbathūna mereka tinggal/berdiam خِلَـٰفَكَ khilāfaka belakang/sepeninggalanmu إِلَّا illā melainkan قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar 76

Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu darinya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja 1.

سُنَّةَ sunnata ketetapan مَن man orang (Rasul) قَدْ qad sungguh أَرْسَلْنَا arsalnā telah Kami utus قَبْلَكَ qablaka sebelum kamu مِن min dari رُّسُلِنَا ۖ rusulinā Rasul-Rasul Kami وَلَا walā dan tidak تَجِدُ tajidu kamu mendapatkan لِسُنَّتِنَا lisunnatinā bagi ketetapan Kami تَحْوِيلًا taḥwīlan perobahan 77

(Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu 1 dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.

أَقِمِ aqimi dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat لِدُلُوكِ lidulūki dari tergelincir ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari إِلَىٰ ilā sampai غَسَقِ ghasaqi gelap ٱلَّيْلِ al-layli malam وَقُرْءَانَ waqur'āna dan bacaan ٱلْفَجْرِ ۖ l-fajri fajar إِنَّ inna sesungguhnya قُرْءَانَ qur'āna bacaan ٱلْفَجْرِ l-fajri fajar كَانَ kāna adalah مَشْهُودًۭا mashhūdan disaksikan 78

Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh 1 itu disaksikan (oleh malaikat).

وَمِنَ wamina dan dari/sebagian ٱلَّيْلِ al-layli malam فَتَهَجَّدْ fatahajjad bersholat tahajjudlah kamu بِهِۦ bihi dengannya نَافِلَةًۭ nāfilatan sholat sunnat لَّكَ laka bagimu عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an akan يَبْعَثَكَ yabʿathaka membangkitkan/mengangkat kamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مَقَامًۭا maqāman tempat مَّحْمُودًۭا maḥmūdan terpuji 79

Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku أَدْخِلْنِى adkhil'nī masukanlah aku مُدْخَلَ mud'khala tempat masuk صِدْقٍۢ ṣid'qin benar وَأَخْرِجْنِى wa-akhrij'nī dan keluarkanlah aku مُخْرَجَ mukh'raja tempat keluar صِدْقٍۢ ṣid'qin benar وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikanlah لِّى bagiku مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi-Mu سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan نَّصِيرًۭا naṣīran penolong 80

Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong 1.

وَقُلْ waqul dan katakanlah جَآءَ jāa telah datang ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar وَزَهَقَ wazahaqa dan telah lenyap ٱلْبَـٰطِلُ ۚ l-bāṭilu batil إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila yang batil كَانَ kāna adalah زَهُوقًۭا zahūqan lenyap 81

Dan katakanlah, "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

وَنُنَزِّلُ wanunazzilu dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an مَا apa هُوَ huwa dia/sesuatu شِفَآءٌۭ shifāon obat وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman وَلَا walā dan tidak يَزِيدُ yazīdu menambah ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim إِلَّا illā selain خَسَارًۭا khasāran kerugian 82

Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ān suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`ān itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami beri kesenangan عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْإِنسَـٰنِ l-insāni manusia أَعْرَضَ aʿraḍa dia berpaling وَنَـَٔا wanaā dan dia menjauhkan diri بِجَانِبِهِۦ ۖ bijānibihi disampingnya وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّهُ massahu menimpanya ٱلشَّرُّ l-sharu kejahatan/kesusahan كَانَ kāna adalah dia يَـُٔوسًۭا yaūsan berputus asa 83

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya berpalinglah dia dan membelakang dengan sikap yang sombong dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.

قُلْ qul katakanlah كُلٌّۭ kullun tiap-tiap (orang) يَعْمَلُ yaʿmalu bekerja عَلَىٰ ʿalā atas/menurut شَاكِلَتِهِۦ shākilatihi keadaannya فَرَبُّكُمْ farabbukum maka Tuhanmu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَنْ biman dengan/kepada siapa هُوَ huwa dia أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk/benar سَبِيلًۭا sabīlan jalan 84

Katakanlah, "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya 1 masing-masing". Maka Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلرُّوحِ ۖ l-rūḥi roh قُلِ quli katakanlah ٱلرُّوحُ l-rūḥu roh مِنْ min dari أَمْرِ amri urusan رَبِّى rabbī Tuhanku وَمَآ wamā dan tidaklah أُوتِيتُم ūtītum kamu diberi مِّنَ mina daripada ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi pengetahuan إِلَّا illā melainkan قَلِيلًۭا qalīlan sedikit 85

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit".

وَلَئِن wala-in dan sesungguhnya jika شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَنَذْهَبَنَّ lanadhhabanna sungguh Kami akan hilangkan بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan/apa yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā telah Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak تَجِدُ tajidu kamu mendapatkan لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengan/tentang itu عَلَيْنَا ʿalaynā atas/terhadap Kami وَكِيلًا wakīlan penolong 86

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,

إِلَّا illā kecuali رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu إِنَّ inna sesungguhnya فَضْلَهُۥ faḍlahu karunia-Nya كَانَ kāna adalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu كَبِيرًۭا kabīran besar 87

kecuali karena rahmat dari Tuhan-mu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah besar.

قُل qul katakanlah لَّئِنِ la-ini sesungguhnya jika ٱجْتَمَعَتِ ij'tamaʿati berkumpul ٱلْإِنسُ l-insu manusia وَٱلْجِنُّ wal-jinu dan jin عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an bahwa يَأْتُوا۟ yatū mendatangkan/membuat بِمِثْلِ bimith'li dengan yang serupa هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an لَا tidak يَأْتُونَ yatūna mereka mendatangkan/membuat بِمِثْلِهِۦ bimith'lihi dengan yang serupa وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka لِبَعْضٍۢ libaʿḍin bagi sebagian yang lain ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong/pembantu 88

Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur`ān ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekali pun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَا ṣarrafnā Kami telah mengulang-ulang لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia فِى di هَـٰذَا hādhā dalam ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap مَثَلٍۢ mathalin perumpamaan فَأَبَىٰٓ fa-abā maka/tetapi enggan أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia إِلَّا illā kecuali كُفُورًۭا kufūran ingkar 89

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur`ān ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai, kecuali mengingkari(nya).

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَن lan tidak نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman لَكَ laka kepadamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَفْجُرَ tafjura kamu memancarkan لَنَا lanā untuk kami مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَنۢبُوعًا yanbūʿan mata air 90

Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami,

أَوْ aw atau تَكُونَ takūna adalah لَكَ laka bagimu جَنَّةٌۭ jannatun kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin korma وَعِنَبٍۢ waʿinabin dan anggur فَتُفَجِّرَ fatufajjira lalu kamu alirkan ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai خِلَـٰلَهَا khilālahā di celah-celahnya تَفْجِيرًا tafjīran terpancar 91

atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,

أَوْ aw atau تُسْقِطَ tus'qiṭa kamu menjatuhkan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit كَمَا kamā sebagaimana زَعَمْتَ zaʿamta kamu katakan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami كِسَفًا kisafan berkeping-keping أَوْ aw atau تَأْتِىَ tatiya kamu mendatangkan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan Malaikat قَبِيلًا qabīlan berhadap-hadapan 92

atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.

أَوْ aw atau يَكُونَ yakūna adalah لَكَ laka bagimu بَيْتٌۭ baytun sebuah rumah مِّن min dari زُخْرُفٍ zukh'rufin perhiasan (emas) أَوْ aw atau تَرْقَىٰ tarqā kamu naik فِى di/ke ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَلَن walan dan kami tidak نُّؤْمِنَ nu'mina beriman لِرُقِيِّكَ liruqiyyika akan kenaikanmu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تُنَزِّلَ tunazzila kamu menurunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami كِتَـٰبًۭا kitāban kitab نَّقْرَؤُهُۥ ۗ naqra-uhu kami membacanya قُلْ qul katakanlah سُبْحَانَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّى rabbī Tuhanku هَلْ hal bukankah كُنتُ kuntu adalah aku إِلَّا illā kecuali/hanya بَشَرًۭا basharan seorang manusia رَّسُولًۭا rasūlan Rasul 93

Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". Katakanlah, "Maha Suci Tuhan-ku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"

وَمَا wamā dan tidak ada مَنَعَ manaʿa yang menghalangi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَن an bahwa يُؤْمِنُوٓا۟ yu'minū mereka beriman إِذْ idh tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan أَبَعَثَ abaʿatha adakah mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah بَشَرًۭا basharan seorang manusia رَّسُولًۭا rasūlan Rasul 94

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka, "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?"

قُل qul katakanlah لَّوْ law jikalau كَانَ kāna ada فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مَلَـٰٓئِكَةٌۭ malāikatun Malaikat يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan-jalan مُطْمَئِنِّينَ muṭ'ma-innīna tenteram لَنَزَّلْنَا lanazzalnā niscaya Kami turunkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَلَكًۭا malakan Malaikat رَّسُولًۭا rasūlan Rasul 95

Katakanlah, "Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul".

قُلْ qul katakanlah كَفَىٰ kafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۢا shahīdan jadi saksi بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكُمْ ۚ wabaynakum dan antara kamu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan/terhadap hamba-hamba-Nya خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat 96

Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".

وَمَن waman dan barangsiapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَهُوَ fahuwa maka dia ٱلْمُهْتَدِ ۖ l-muh'tadi orang yang mendapat petunjuk وَمَن waman dan barangsiapa يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia menyesatkan فَلَن falan maka tidak akan تَجِدَ tajida kamu mendapat لَهُمْ lahum bagi mereka أَوْلِيَآءَ awliyāa penolong مِن min dari دُونِهِۦ ۖ dūnihi selain Dia وَنَحْشُرُهُمْ wanaḥshuruhum dan kami akan kumpulkan mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عَلَىٰ ʿalā atas وُجُوهِهِمْ wujūhihim muka-muka mereka عُمْيًۭا ʿum'yan buta وَبُكْمًۭا wabuk'man dan bisu وَصُمًّۭا ۖ waṣumman dan tuli مَّأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka Jahannam كُلَّمَا kullamā setiap kali خَبَتْ khabat padam زِدْنَـٰهُمْ zid'nāhum Kami tambahkan kepada mereka سَعِيرًۭا saʿīran nyala api 97

Dan barang siapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang Dia sesatkan, maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu جَزَآؤُهُم jazāuhum balasan mereka بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat kami وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah bila كُنَّا kunnā adalah kami عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang-belulang وَرُفَـٰتًا warufātan dan benda-benda yang hancur أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna pasti dibangkitkan خَلْقًۭا khalqan makhluk جَدِيدًا jadīdan baru 98

Itulah balasan bagi mereka karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, "Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?"

۞ أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi قَادِرٌ qādirun berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an bahwa يَخْلُقَ yakhluqa menciptakan مِثْلَهُمْ mith'lahum serupa dengan mereka وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan لَهُمْ lahum bagi mereka أَجَلًۭا ajalan waktu tertentu لَّا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi di dalamnya/padanya فَأَبَى fa-abā maka/tetapi enggan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِلَّا illā kecuali كُفُورًۭا kufūran ingkar 99

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka dan telah menetapkan waktu yang tertentu 1 bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki, kecuali kekafiran.

قُل qul katakanlah لَّوْ law kalau seandainya أَنتُمْ antum kamu تَمْلِكُونَ tamlikūna kamu memiliki/menguasai خَزَآئِنَ khazāina perbendaharaan رَحْمَةِ raḥmati rahmat رَبِّىٓ rabbī Tuhanku إِذًۭا idhan jika demikian لَّأَمْسَكْتُمْ la-amsaktum niscaya kamu menahan خَشْيَةَ khashyata takut ٱلْإِنفَاقِ ۚ l-infāqi membelanjakan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia قَتُورًۭا qatūran sangat kikir 100

Katakanlah, "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhan-ku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan karena takut membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan مُوسَىٰ mūsā Musa تِسْعَ tis'ʿa sembilan ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ ۖ bayyinātin yang jelas فَسْـَٔلْ fasal maka tanyakanlah بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil إِذْ idh tatkala جَآءَهُمْ jāahum dia datang kepada mereka فَقَالَ faqāla maka berkata لَهُۥ lahu kepadanya فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun إِنِّى innī sesungguhnya aku لَأَظُنُّكَ la-aẓunnuka sungguh aku menyangka kamu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa مَسْحُورًۭا masḥūran orang yang tersihir 101

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata 1, maka tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl, tatkala Musa datang kepada mereka, lalu Firʻawn berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir".

قَالَ qāla (Musa) berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتَ ʿalim'ta kamu telah mengetahui مَآ tidak أَنزَلَ anzala menurunkan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu (sembilan ayat) إِلَّا illā melainkan رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi بَصَآئِرَ baṣāira terang/nyata وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku لَأَظُنُّكَ la-aẓunnuka sungguh aku menyangka kamu يَـٰفِرْعَوْنُ yāfir'ʿawnu hai fir'aun مَثْبُورًۭا mathbūran orang yang binasa 102

Musa menjawab, "Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu, kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Firʻawn , seorang yang akan binasa".

فَأَرَادَ fa-arāda maka dia hendak أَن an bahwa يَسْتَفِزَّهُم yastafizzahum dia akan mengusir mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ini فَأَغْرَقْنَـٰهُ fa-aghraqnāhu maka Kami tenggelamkan dia وَمَن waman dan orang مَّعَهُۥ maʿahu bersama dia جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya 103

Kemudian (Firʻawn ) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Firʻawn ) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,

وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya itu لِبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱسْكُنُوا۟ us'kunū berdiamlah kamu ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang وَعْدُ waʿdu janji ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat جِئْنَا ji'nā Kami datangkan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian لَفِيفًۭا lafīfan bercampur baur 104

dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Isrā`īl, "Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)".

وَبِٱلْحَقِّ wabil-ḥaqi dan dengan kebenaran أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya وَبِٱلْحَقِّ wabil-ḥaqi dan dengan kebenaran نَزَلَ ۗ nazala dia turun وَمَآ wamā dan tidaklah أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā melainkan مُبَشِّرًۭا mubashiran pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan 105

Dan Kami turunkan (Al-Qur`ān) itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur`ān itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

وَقُرْءَانًۭا waqur'ānan dan Al-Qur'an فَرَقْنَـٰهُ faraqnāhu Kami pisah-pisahkannya لِتَقْرَأَهُۥ litaqra-ahu supaya kamu membacakannya عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَلَىٰ ʿalā atas مُكْثٍۢ muk'thin berangsur-angsur وَنَزَّلْنَـٰهُ wanazzalnāhu dan Kami turunkannya تَنزِيلًۭا tanzīlan turun-menurun/terus-menerus 106

Dan Al-Qur`ān itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

قُلْ qul katakanlah ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya أَوْ aw atau لَا tidak تُؤْمِنُوٓا۟ ۚ tu'minū kamu beriman إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu مِن min dari قَبْلِهِۦٓ qablihi sebelumnya إِذَا idhā apabila يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka يَخِرُّونَ yakhirrūna mereka tersungkur لِلْأَذْقَانِ lil'adhqāni bagi/atas/dagu/muka سُجَّدًۭا sujjadan bersujud 107

Katakanlah, "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur`ān dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّنَآ rabbinā Tuhan kami إِن in sesungguhnya كَانَ kāna adalah وَعْدُ waʿdu janji رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami لَمَفْعُولًۭا lamafʿūlan pasti dilaksanakan 108

dan mereka berkata, "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".

وَيَخِرُّونَ wayakhirrūna dan mereka tersungkur لِلْأَذْقَانِ lil'adhqāni bagi/atas/dagu/muka يَبْكُونَ yabkūna mereka menangis وَيَزِيدُهُمْ wayazīduhum dan menambah mereka خُشُوعًۭا ۩ khushūʿan khusyu 109

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū serulah ٱللَّهَ l-laha Allah أَوِ awi atau ٱدْعُوا۟ id'ʿū serulah ٱلرَّحْمَـٰنَ ۖ l-raḥmāna ar-rahman أَيًّۭا ayyan mana saja مَّا apa (nama) تَدْعُوا۟ tadʿū kamu seru فَلَهُ falahu maka bagi-Nya ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā yang baik وَلَا walā dan jangan تَجْهَرْ tajhar kamu mengeraskan بِصَلَاتِكَ biṣalātika dengan sholatmu وَلَا walā dan jangan تُخَافِتْ tukhāfit kamu merendahkan بِهَا bihā dengannya وَٱبْتَغِ wa-ib'taghi dan carilah olehmu بَيْنَ bayna antara ذَٰلِكَ dhālika demikian itu سَبِيلًۭا sabīlan jalan 110

Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Raḥman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -‘Asmā ‘ul ῌusnā (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu, dan janganlah pula merendahkannya 1, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".

وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَمْ lam Dia tidak يَتَّخِذْ yattakhidh mengambil وَلَدًۭا waladan seorang anak وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun ada لَّهُۥ lahu bagi-Nya شَرِيكٌۭ sharīkun sekutu فِى dalam ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun ada لَّهُۥ lahu bagi-Nya وَلِىٌّۭ waliyyun penolong/pembantu مِّنَ mina dari ٱلذُّلِّ ۖ l-dhuli kehinaan وَكَبِّرْهُ wakabbir'hu dan agungkanlah Dia تَكْبِيرًۢا takbīran sebesar-besarnya 111

Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong, dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala telah menurunkan عَلَىٰ ʿalā atas/kepada عَبْدِهِ ʿabdihi hambaNya ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَلَمْ walam dan tidak يَجْعَل yajʿal Dia menjadikan لَّهُۥ lahu baginya عِوَجَاۜ ʿiwajā bengkok 1

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Alkitab (Al-Qur`ān), dan Dia tidak mengadakan kebengkokan 1 di dalamnya;

قَيِّمًۭا qayyiman yang lurus لِّيُنذِرَ liyundhira untuk memberi peringatan بَأْسًۭا basan siksaan شَدِيدًۭا shadīdan sangat keras مِّن min dari لَّدُنْهُ ladun'hu sisiNya وَيُبَشِّرَ wayubashira dan ia memberi kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh أَنَّ anna bahwasanya لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرًا ajran pahala حَسَنًۭا ḥasanan yang baik 2

sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

مَّـٰكِثِينَ mākithīna mereka kekal فِيهِ fīhi didalamnya أَبَدًۭا abadan selama-lamanya 3

mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

وَيُنذِرَ wayundhira dan ia memberi peringatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَدًۭا waladan seorang anak 4

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak".

مَّا tidaklah لَهُم lahum bagi mereka بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan وَلَا walā dan tidak لِـَٔابَآئِهِمْ ۚ liābāihim bagi bapak-bapak/nenek moyang mereka كَبُرَتْ kaburat alangkah besar/jelek كَلِمَةًۭ kalimatan perkataan تَخْرُجُ takhruju keluar مِنْ min dari أَفْوَٰهِهِمْ ۚ afwāhihim mulut mereka إِن in tidaklah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan إِلَّا illā kecuali كَذِبًۭا kadhiban dusta 5

Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

فَلَعَلَّكَ falaʿallaka maka barangkali kamu بَـٰخِعٌۭ bākhiʿun merusak/membunuh diri نَّفْسَكَ nafsaka dirimu عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِمْ āthārihim sepeninggal/bekas mereka إِن in jika لَّمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهَـٰذَا bihādhā dengan/kepada ini ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi keterangan أَسَفًا asafan penyesalan 6

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur`ān).

إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan مَا apa عَلَى ʿalā diatas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi زِينَةًۭ zīnatan perhiasan لَّهَا lahā baginya لِنَبْلُوَهُمْ linabluwahum Kami hendak menguji mereka أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik عَمَلًۭا ʿamalan perbuatan 7

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَجَـٰعِلُونَ lajāʿilūna sungguh telah menjadikan مَا apa عَلَيْهَا ʿalayhā diatasnya صَعِيدًۭا ṣaʿīdan tanah جُرُزًا juruzan tandus/gersang 8

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

أَمْ am ataukah حَسِبْتَ ḥasib'ta kamu mengira أَنَّ anna bahwasanya أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua وَٱلرَّقِيمِ wal-raqīmi dan batu bertulis كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِنْ min dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami عَجَبًا ʿajaban mengagumkan 9

Apakah kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqīm 1 itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

إِذْ idh tatkala أَوَى awā mencari tempat perlindungan ٱلْفِتْيَةُ l-fit'yatu pemuda-pemuda إِلَى ilā kedalam ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata/berdoa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَاتِنَا ātinā berilah kami مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi-Mu رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat وَهَيِّئْ wahayyi dan sediakanlah لَنَا lanā bagi kami مِنْ min dari/bagi أَمْرِنَا amrinā urusan kami رَشَدًۭا rashadan petunjuk yang lurus 10

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa, "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

فَضَرَبْنَا faḍarabnā maka Kami jadikan tutup عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka فِى didalam ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua سِنِينَ sinīna beberapa tahun عَدَدًۭا ʿadadan berbilang 11

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu 1,

ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَـٰهُمْ baʿathnāhum Kami bangunkan mereka لِنَعْلَمَ linaʿlama karena Kami hendak mengetahui أَىُّ ayyu manakah ٱلْحِزْبَيْنِ l-ḥiz'bayni dua golongan أَحْصَىٰ aḥṣā lebih tepat menghitung لِمَا limā bagi apa لَبِثُوٓا۟ labithū mereka berdiam أَمَدًۭا amadan panjang/lama 12

Kemudian, Kami bangunkan mereka agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu 1 yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

نَّحْنُ naḥnu Kami نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu نَبَأَهُم naba-ahum cerita mereka بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan sebenarnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka فِتْيَةٌ fit'yatun pemuda-pemuda ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka وَزِدْنَـٰهُمْ wazid'nāhum dan Kami tambahkan mereka هُدًۭى hudan petunjuk 13

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;

وَرَبَطْنَا warabaṭnā dan Kami meneguhkan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka إِذْ idh tatkala قَامُوا۟ qāmū mereka berdiri فَقَالُوا۟ faqālū maka/lalu mereka berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami رَبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَن lan tidak نَّدْعُوَا۟ nadʿuwā kami menyeru مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia إِلَـٰهًۭا ۖ ilāhan Tuhan لَّقَدْ laqad sesungguhnya قُلْنَآ qul'nā kami telah mengatakan إِذًۭا idhan jika demikian شَطَطًا shaṭaṭan jauh dari kebenaran 14

dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri 1, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".

هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini قَوْمُنَا qawmunā kaum kami ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia ءَالِهَةًۭ ۖ ālihatan tuhan-tuhan لَّوْلَا lawlā mengapa tidak يَأْتُونَ yatūna mereka datang/kemukakan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِسُلْطَـٰنٍۭ bisul'ṭānin dengan alasan/kekuasaan بَيِّنٍۢ ۖ bayyinin terang/nyata فَمَنْ faman maka siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban kedustaan 15

Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

وَإِذِ wa-idhi dan apabila ٱعْتَزَلْتُمُوهُمْ iʿ'tazaltumūhum kamu meninggalkan mereka وَمَا wamā dan apa يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka sembah إِلَّا illā melainkan ٱللَّهَ l-laha Allah فَأْوُۥٓا۟ fawū maka carilah tempat perlindungan إِلَى ilā kedalam ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua يَنشُرْ yanshur akan menyebarkan/melimpahkan لَكُمْ lakum bagi kalian رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian مِّن min dari رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmatNya وَيُهَيِّئْ wayuhayyi dan Dia akan menyediakan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَمْرِكُم amrikum urusanmu مِّرْفَقًۭا mir'faqan suatu yang berguna 16

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhan-mu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu 1.

۞ وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari إِذَا idhā ketika طَلَعَت ṭalaʿat ia terbit تَّزَٰوَرُ tazāwaru miring/condong عَن ʿan dari كَهْفِهِمْ kahfihim gua mereka ذَاتَ dhāta disebelah ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan وَإِذَا wa-idhā dan ketika غَرَبَت gharabat ia terbenam تَّقْرِضُهُمْ taqriḍuhum meninggalkan mereka ذَاتَ dhāta disebelah ٱلشِّمَالِ l-shimāli kiri وَهُمْ wahum dan mereka فِى dalam فَجْوَةٍۢ fajwatin tempat yang lurus مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya (gua) ذَٰلِكَ dhālika demikian مِنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah مَن man barang siapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَهُوَ fahuwa maka dia ٱلْمُهْتَدِ ۖ l-muh'tadi orang yang mendapat petunjuk وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia sesatkan فَلَن falan maka tidak akan تَجِدَ tajida kamu mendapatkan لَهُۥ lahu baginya/kepadanya وَلِيًّۭا waliyyan pemimpin مُّرْشِدًۭا mur'shidan yang memberi petunjuk 17

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

وَتَحْسَبُهُمْ wataḥsabuhum dan kamu mengira أَيْقَاظًۭا ayqāẓan bangun وَهُمْ wahum dan/sedang mereka رُقُودٌۭ ۚ ruqūdun tidur وَنُقَلِّبُهُمْ wanuqallibuhum dan Kami membolak-balikkan mereka ذَاتَ dhāta sebelah ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan وَذَاتَ wadhāta dan sebelah ٱلشِّمَالِ ۖ l-shimāli kiri وَكَلْبُهُم wakalbuhum dan/sedang anjing mereka بَـٰسِطٌۭ bāsiṭun mengulurkan ذِرَاعَيْهِ dhirāʿayhi kedua lengannya بِٱلْوَصِيدِ ۚ bil-waṣīdi dihalaman (pintu gua) لَوِ lawi jika ٱطَّلَعْتَ iṭṭalaʿta kamu melihat عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لَوَلَّيْتَ lawallayta tentu kamu berpaling مِنْهُمْ min'hum dari mereka فِرَارًۭا firāran melarikan diri وَلَمُلِئْتَ walamuli'ta dan tentu kamu dipenuhi مِنْهُمْ min'hum dari/terhadap mereka رُعْبًۭا ruʿ'ban ketakutan 18

Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah بَعَثْنَـٰهُمْ baʿathnāhum Kami bangunkan mereka لِيَتَسَآءَلُوا۟ liyatasāalū agar mereka saling bertanya بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka قَالَ qāla berkata قَآئِلٌۭ qāilun seorang yang berkata مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka كَمْ kam berapa لَبِثْتُمْ ۖ labith'tum kamu berdiam قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab لَبِثْنَا labith'nā kami berdiam يَوْمًا yawman hari أَوْ aw atau بَعْضَ baʿḍa sebagian يَوْمٍۢ ۚ yawmin hari قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa لَبِثْتُمْ labith'tum kamu berdiam فَٱبْعَثُوٓا۟ fa-ib'ʿathū maka suruhlah أَحَدَكُم aḥadakum salah seorang diantara kamu بِوَرِقِكُمْ biwariqikum dengan uang perakmu هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini إِلَى ilā ke ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota فَلْيَنظُرْ falyanẓur maka lihatlah/perlihatkan أَيُّهَآ ayyuhā manakah أَزْكَىٰ azkā lebih suci/bersih طَعَامًۭا ṭaʿāman makanan فَلْيَأْتِكُم falyatikum maka hendaklah dia membawa untukmu بِرِزْقٍۢ biriz'qin dengan/sebagian rezki مِّنْهُ min'hu daripadanya وَلْيَتَلَطَّفْ walyatalaṭṭaf dan hendaklah dia bersikap lemah lembut وَلَا walā dan janganlah يُشْعِرَنَّ yush'ʿiranna dia memberitahukan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian أَحَدًا aḥadan satu/seorang 19

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka, Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi), "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut, dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorang pun.

إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya إِن in jika يَظْهَرُوا۟ yaẓharū mereka melihat/mengetahui عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian يَرْجُمُوكُمْ yarjumūkum mereka akan melempar kamu أَوْ aw atau يُعِيدُوكُمْ yuʿīdūkum mereka akan mengembalikan فِى dalam مِلَّتِهِمْ millatihim agama mereka وَلَن walan dan tidak تُفْلِحُوٓا۟ tuf'liḥū kamu beruntung إِذًا idhan jika demikian أَبَدًۭا abadan selama-lamanya 20

Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu atau memaksamu kembali kepada agama mereka dan jika demikian, niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَعْثَرْنَا aʿtharnā Kami perlihatkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لِيَعْلَمُوٓا۟ liyaʿlamū agar mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata kiamat لَا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَآ fīhā didalamnya/padanya إِذْ idh ketika يَتَنَـٰزَعُونَ yatanāzaʿūna mereka berbantah/berselisih بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَمْرَهُمْ ۖ amrahum urusan mereka فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata ٱبْنُوا۟ ib'nū bangunan/didirikan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بُنْيَـٰنًۭا ۖ bun'yānan bangunan رَّبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِهِمْ ۚ bihim dengan/tentang mereka قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang غَلَبُوا۟ ghalabū (mereka) mengalahkan/menguasai عَلَىٰٓ ʿalā atas أَمْرِهِمْ amrihim urusan mereka لَنَتَّخِذَنَّ lanattakhidhanna sungguh pasti akan jadikan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّسْجِدًۭا masjidan tempat beribadah 21

Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka agar manusia itu mengetahui bahwa janji Allah itu benar dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka 1, orang-orang itu berkata, "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".

سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan ثَلَـٰثَةٌۭ thalāthatun bertiga/tiga orang رَّابِعُهُمْ rābiʿuhum keempat mereka كَلْبُهُمْ kalbuhum anjing mereka وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan خَمْسَةٌۭ khamsatun berlima/lima orang سَادِسُهُمْ sādisuhum keenam mereka كَلْبُهُمْ kalbuhum anjing mereka رَجْمًۢا rajman terkaan بِٱلْغَيْبِ ۖ bil-ghaybi dengan/terhadap yang gaib وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan سَبْعَةٌۭ sabʿatun bertujuh/tujuh orang وَثَامِنُهُمْ wathāminuhum dan kedelapan mereka كَلْبُهُمْ ۚ kalbuhum anjing mereka قُل qul katakanlah رَّبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِعِدَّتِهِم biʿiddatihim dengan/tentang bilangan/jumlah mereka مَّا tidak ada يَعْلَمُهُمْ yaʿlamuhum mengetahui mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلٌۭ ۗ qalīlun sedikit فَلَا falā maka janganlah تُمَارِ tumāri kamu bertengkar فِيهِمْ fīhim tentang mereka إِلَّا illā kecuali مِرَآءًۭ mirāan pertengkaran ظَـٰهِرًۭا ẓāhiran lahir وَلَا walā dan jangan تَسْتَفْتِ tastafti kamu menanyakan فِيهِم fīhim tentang mereka مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka أَحَدًۭا aḥadan satu/seorang 22

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan 1 (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya dan (yang lain) mengatakan, "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib dan (yang lain lagi) mengatakan, "(jumlah mereka) tujuh orang yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah, "Tuhan-ku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu, janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.

وَلَا walā dan jangan تَقُولَنَّ taqūlanna kamu mengatakan لِشَا۟ىْءٍ lishāy'in kepada sesuatu إِنِّى innī sesungguhnya aku فَاعِلٌۭ fāʿilun mengerjakan ذَٰلِكَ dhālika itu غَدًا ghadan besok 23

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,

إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَٱذْكُر wa-udh'kur dan ingatlah رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu إِذَا idhā jika نَسِيتَ nasīta kamu lupa وَقُلْ waqul dan katakanlah عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an akan يَهْدِيَنِ yahdiyani memberi petunjuk kepadaku رَبِّى rabbī Tuhanku لِأَقْرَبَ li-aqraba untuk yang lebih dekat مِنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini رَشَدًۭا rashadan petunjuk/kebenaran 24

kecuali (dengan menyebut), "Insyaallah 1". Dan ingatlah kepada Tuhan-mu jika kamu lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan, Tuhan-ku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari ini".

وَلَبِثُوا۟ walabithū mereka berdiam فِى dalam كَهْفِهِمْ kahfihim gua mereka ثَلَـٰثَ thalātha tiga مِا۟ئَةٍۢ mi-atin ratus سِنِينَ sinīna beberapa tahun وَٱزْدَادُوا۟ wa-iz'dādū dan mereka menambahkan تِسْعًۭا tis'ʿan sembilan 25

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa/berapa lama لَبِثُوا۟ ۖ labithū mereka berdiam لَهُۥ lahu bagi Nya غَيْبُ ghaybu kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi أَبْصِرْ abṣir alangkah terang penglihatan بِهِۦ bihi denganNya وَأَسْمِعْ ۚ wa-asmiʿ dan alangkah tajam pendengaran مَا tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak يُشْرِكُ yush'riku Dia bersekutu فِى dalam حُكْمِهِۦٓ ḥuk'mihi hukum-Nya/keputusan-Nya أَحَدًۭا aḥadan seseorang 26

Katakanlah, "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".

وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah مَآ apa أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari كِتَابِ kitābi Kitab رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu لَا tidak ada مُبَدِّلَ mubaddila dapat merubah لِكَلِمَـٰتِهِۦ likalimātihi bagi kalimat-kalimatNya وَلَن walan dan tidak تَجِدَ tajida kamu mendapatkan مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain-Nya مُلْتَحَدًۭا mul'taḥadan tempat berlindung 27

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al-Qur`ān). Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari-Nya.

وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah نَفْسَكَ nafsaka dirimu مَعَ maʿa bersama-sama ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِٱلْغَدَوٰةِ bil-ghadati di waktu pagi وَٱلْعَشِىِّ wal-ʿashiyi dan petang يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki/mengharapkan وَجْهَهُۥ ۖ wajhahu wajah/keridhaan-Nya وَلَا walā dan jangan تَعْدُ taʿdu kamu melewati batas/berpaling عَيْنَاكَ ʿaynāka kedua matamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka تُرِيدُ turīdu kamu menghendaki زِينَةَ zīnata perhiasan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَا walā dan jangan تُطِعْ tuṭiʿ kamu taat/mengikuti مَنْ man orang أَغْفَلْنَا aghfalnā Kami telah lalaikan قَلْبَهُۥ qalbahu hatinya عَن ʿan dari ذِكْرِنَا dhik'rinā mengingat Kami وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan dia mengikuti هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُهُۥ amruhu urusannya فُرُطًۭا furuṭan melewati batas 28

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-nya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَمَن faman maka barangsiapa شَآءَ shāa menghendaki فَلْيُؤْمِن falyu'min maka berimanlah وَمَن waman dan barang siapa شَآءَ shāa menghendaki فَلْيَكْفُرْ ۚ falyakfur maka kafirlah إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami telah menyediakan لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim نَارًا nāran neraka أَحَاطَ aḥāṭa meliputi بِهِمْ bihim dengan mereka سُرَادِقُهَا ۚ surādiquhā asapnya/gejolaknya وَإِن wa-in dan jika يَسْتَغِيثُوا۟ yastaghīthū mereka meminta minum يُغَاثُوا۟ yughāthū mereka diberi minum بِمَآءٍۢ bimāin dengan air كَٱلْمُهْلِ kal-muh'li seperti logam yang mendidih يَشْوِى yashwī menghanguskan ٱلْوُجُوهَ ۚ l-wujūha wajah-wajah بِئْسَ bi'sa paling jelek ٱلشَّرَابُ l-sharābu minuman وَسَآءَتْ wasāat dan paling buruk مُرْتَفَقًا mur'tafaqan tempat istirahat 29

Dan katakanlah, "Kebenaran itu datangnya dari Tuhan-mu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh إِنَّا innā sesungguhnya Kami لَا tidak نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala مَنْ man orang أَحْسَنَ aḥsana lebih baik عَمَلًا ʿamalan amal(nya) 30

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمُ taḥtihimu bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai يُحَلَّوْنَ yuḥallawna mereka diberi perhiasan فِيهَا fīhā didalamnya مِنْ min dari أَسَاوِرَ asāwira gelang-gelang مِن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَيَلْبَسُونَ wayalbasūna dan mereka memakai ثِيَابًا thiyāban pakaian خُضْرًۭا khuḍ'ran hijau مِّن min dari سُندُسٍۢ sundusin sutra halus وَإِسْتَبْرَقٍۢ wa-is'tabraqin dan sutra tebal مُّتَّكِـِٔينَ muttakiīna mereka duduk فِيهَا fīhā didalamnya عَلَى ʿalā diatas ٱلْأَرَآئِكِ ۚ l-arāiki kursi panjang yang indah نِعْمَ niʿ'ma sebaik-baik nikmat ٱلثَّوَابُ l-thawābu pahala وَحَسُنَتْ waḥasunat dan bagus/indah مُرْتَفَقًۭا mur'tafaqan tempat istirahat 31

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ʻAdn mengalir sungai-sungai di bawahnya dalam surga itu, mereka dihiasi dengan gelang mas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;

۞ وَٱضْرِبْ wa-iḍ'rib dan buatlah لَهُم lahum bagi mereka مَّثَلًۭا mathalan perumpamaan رَّجُلَيْنِ rajulayni dua orang laki-laki جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لِأَحَدِهِمَا li-aḥadihimā bagi seorang diantara keduanya جَنَّتَيْنِ jannatayni dua kebun مِنْ min dari أَعْنَـٰبٍۢ aʿnābin anggur وَحَفَفْنَـٰهُمَا waḥafafnāhumā dan Kami keliling keduanya بِنَخْلٍۢ binakhlin dengan pohon kurma وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya زَرْعًۭا zarʿan tanaman/ladang 32

Dan berikanlah kepada mereka 1 sebuah perumpamaan dua orang laki-laki 2, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur, dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma, dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

كِلْتَا kil'tā itu kedua ٱلْجَنَّتَيْنِ l-janatayni kedua kebun ءَاتَتْ ātat mendatangkan/menghasilkan أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya وَلَمْ walam dan tidak تَظْلِم taẓlim aniaya/berkurang مِّنْهُ min'hu daripadanya شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun وَفَجَّرْنَا wafajjarnā dan Kami pancarkan خِلَـٰلَهُمَا khilālahumā sela-sela keduanya نَهَرًۭا naharan sungai 33

Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,

وَكَانَ wakāna dan adalah dia لَهُۥ lahu baginya ثَمَرٌۭ thamarun buah-buahan فَقَالَ faqāla maka/lalu dia berkata لِصَـٰحِبِهِۦ liṣāḥibihi kepada kawannya وَهُوَ wahuwa dan dia يُحَاوِرُهُۥٓ yuḥāwiruhu bercakap-cakap dengannya أَنَا۠ anā aku أَكْثَرُ aktharu lebih banyak مِنكَ minka daripada kamu مَالًۭا mālan harta وَأَعَزُّ wa-aʿazzu dan lebih gagah نَفَرًۭا nafaran golongan/pengikut 34

dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia, "Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat"

وَدَخَلَ wadakhala dan dia masuki جَنَّتَهُۥ jannatahu kebunnya وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia ظَالِمٌۭ ẓālimun zalim لِّنَفْسِهِۦ linafsihi kepada dirinya sendiri قَالَ qāla dia berkata مَآ tidak أَظُنُّ aẓunnu aku mengira أَن an bahwa تَبِيدَ tabīda akan binasa هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أَبَدًۭا abadan selama-lamanya 35

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri 1; ia berkata, "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

وَمَآ wamā dan tidak أَظُنُّ aẓunnu aku mengira ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat قَآئِمَةًۭ qāimatan berdiri/akan datang وَلَئِن wala-in dan jika رُّدِدتُّ rudidttu aku dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّى rabbī Tuhanku لَأَجِدَنَّ la-ajidanna pasti aku akan mendapat خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهَا min'hā darinya مُنقَلَبًۭا munqalaban tempat kembali 36

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhan-ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu".

قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya صَاحِبُهُۥ ṣāḥibuhu kawannya وَهُوَ wahuwa dan dia يُحَاوِرُهُۥٓ yuḥāwiruhu bercakap-cakap dengannya أَكَفَرْتَ akafarta apakah kamu ingkar بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang خَلَقَكَ khalaqaka telah menciptakan kamu مِن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin setetes air mani ثُمَّ thumma kemudian سَوَّىٰكَ sawwāka Dia sempurnakan kamu رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki 37

Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya, "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

لَّـٰكِنَّا۠ lākinnā tetapi aku هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَآ walā dan tidak أُشْرِكُ ush'riku aku mempersekutukan بِرَبِّىٓ birabbī dengan Tuhanku أَحَدًۭا aḥadan seorang 38

Tetapi aku (percaya bahwa), Dia-lah Allah, Tuhan-ku, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan-ku.

وَلَوْلَآ walawlā dan mengapa tidak إِذْ idh ketika دَخَلْتَ dakhalta kamu memasuki جَنَّتَكَ jannataka kebunmu قُلْتَ qul'ta kamu mengatakan مَا apa yang شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَا tidak ada قُوَّةَ quwwata kekuatan إِلَّا illā kecuali بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi dengan Allah إِن in jika تَرَنِ tarani kamu menganggap aku أَنَا۠ anā aku أَقَلَّ aqalla lebih sedikit مِنكَ minka darimu مَالًۭا mālan harta وَوَلَدًۭا wawaladan dan anak-anak 39

Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu "Masyaallah Lā Quwwata illā billāh" (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

فَعَسَىٰ faʿasā maka mudah-mudahan رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَن an akan يُؤْتِيَنِ yu'tiyani memberikan kepadaku خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّن min dari جَنَّتِكَ jannatika kebunmu وَيُرْسِلَ wayur'sila dan Dia akan mengirimkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حُسْبَانًۭا ḥus'bānan perhitungan (petir) مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَتُصْبِحَ fatuṣ'biḥa maka jadilah ia صَعِيدًۭا ṣaʿīdan tanah زَلَقًا zalaqan licin 40

maka mudah-mudahan Tuhan-ku akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini), dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;

أَوْ aw atau يُصْبِحَ yuṣ'biḥa menjadi مَآؤُهَا māuhā airnya غَوْرًۭا ghawran surut فَلَن falan maka tidak تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu dapat/kuasa لَهُۥ lahu baginya(air) طَلَبًۭا ṭalaban mencarinya/mendapatkannya 41

atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi".

وَأُحِيطَ wa-uḥīṭa dan diliputi(dibinasakan) بِثَمَرِهِۦ bithamarihi dengan buahnya(kekayaanya) فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah dia يُقَلِّبُ yuqallibu dia membolak-balik كَفَّيْهِ kaffayhi kedua tapak tangannya عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa yang أَنفَقَ anfaqa dia belanjakan فِيهَا fīhā padanya وَهِىَ wahiya dan dia (pohon anggur) خَاوِيَةٌ khāwiyatun roboh عَلَىٰ ʿalā atas عُرُوشِهَا ʿurūshihā atapnya وَيَقُولُ wayaqūlu dan dia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī kiranya dulu لَمْ lam tidak أُشْرِكْ ush'rik aku mempersekutukan بِرَبِّىٓ birabbī dengan Tuhanku أَحَدًۭا aḥadan seseorang 42

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata, "Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan-ku".

وَلَمْ walam dan tidak تَكُن takun ada لَّهُۥ lahu baginya فِئَةٌۭ fi-atun segolongan يَنصُرُونَهُۥ yanṣurūnahu mereka menolongnya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada مُنتَصِرًا muntaṣiran pertolongan 43

Dan tidak ada bagi dia segolongan pun yang akan menolongnya selain Allah dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.

هُنَالِكَ hunālika di sana ٱلْوَلَـٰيَةُ l-walāyatu pertolongan لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi benar هُوَ huwa Dia خَيْرٌۭ khayrun sebaik-baik ثَوَابًۭا thawāban pahala وَخَيْرٌ wakhayrun dan sebaik-baik عُقْبًۭا ʿuq'ban balasan 44

Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang Hak. Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan.

وَٱضْرِبْ wa-iḍ'rib dan buatlah لَهُم lahum bagi mereka مَّثَلَ mathala perumpamaan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia كَمَآءٍ kamāin seperti air (hujan) أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَٱخْتَلَطَ fa-ikh'talaṭa maka bercampur (jadi subur) بِهِۦ bihi denganya نَبَاتُ nabātu tumbuh-tumbuhan ٱلْأَرْضِ l-arḍi di muka bumi فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka/lalu ia menjadi هَشِيمًۭا hashīman kering تَذْرُوهُ tadhrūhu menerbangkannya ٱلرِّيَـٰحُ ۗ l-riyāḥu angin وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مُّقْتَدِرًا muq'tadiran berkuasa 45

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ٱلْمَالُ al-mālu harta وَٱلْبَنُونَ wal-banūna dan anak-anak زِينَةُ zīnatu perhiasan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ wal-bāqiyātu dan yang tetap/kekal ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ l-ṣāliḥātu kebajikan(amal saleh) خَيْرٌ khayrun lebih baik عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ثَوَابًۭا thawāban pahala وَخَيْرٌ wakhayrun dan lebih baik أَمَلًۭا amalan harapan 46

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari نُسَيِّرُ nusayyiru Kami jalankan ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَارِزَةًۭ bārizatan nyata/rata وَحَشَرْنَـٰهُمْ waḥasharnāhum dan Kami kumpulkan mereka فَلَمْ falam maka tidak نُغَادِرْ nughādir Kami tinggalkan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَحَدًۭا aḥadan seseorang 47

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu datar, dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka.

وَعُرِضُوا۟ waʿuriḍū dan mereka dipalingkan/dihadapkan عَلَىٰ ʿalā atas/kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu صَفًّۭا ṣaffan berbaris لَّقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتُمُونَا ji'tumūnā kamu datang kepada Kami كَمَا kamā sebagaimana خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۭ ۚ marratin kali بَلْ bal bahkan زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu menyangka أَلَّن allan bahwa tidak نَّجْعَلَ najʿala Kami menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مَّوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian 48

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhan-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu 1 (memenuhi) perjanjian.

وَوُضِعَ wawuḍiʿa dan diletakkan ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab فَتَرَى fatarā lalu kamu melihat ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa مُشْفِقِينَ mush'fiqīna mereka ketakutan مِمَّا mimmā dari apa yang فِيهِ fīhi didalamnya وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan يَـٰوَيْلَتَنَا yāwaylatanā aduh celakalah kami مَالِ māli apakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab لَا tidak يُغَادِرُ yughādiru meninggalkan صَغِيرَةًۭ ṣaghīratan yang kecil وَلَا walā dan tidak كَبِيرَةً kabīratan yang besar إِلَّآ illā kecuali أَحْصَىٰهَا ۚ aḥṣāhā menghitungnya وَوَجَدُوا۟ wawajadū dan mereka mendapatkan مَا apa yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan حَاضِرًۭا ۗ ḥāḍiran hadir/ada وَلَا walā dan tidak يَظْلِمُ yaẓlimu menganiaya رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَحَدًۭا aḥadan seseorang 49

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menganiaya seorang jua pun".

وَإِذْ wa-idh dan tatkala قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka sujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin فَفَسَقَ fafasaqa maka dia mendurhakai عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهِۦٓ ۗ rabbihi Tuhannya أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ afatattakhidhūnahu patutkah kamu mengambil dia وَذُرِّيَّتَهُۥٓ wadhurriyyatahu dan keturunannya أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin مِن min dari دُونِى dūnī selainKU وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۢ ۚ ʿaduwwun musuh بِئْسَ bi'sa amat buruk لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim بَدَلًۭا badalan pengganti 50

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam 1", maka sujudlah mereka, kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhan-nya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.

۞ مَّآ tidak أَشْهَدتُّهُمْ ashhadttuhum Aku mempersaksikan mereka خَلْقَ khalqa ciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَا walā dan tidak خَلْقَ khalqa ciptaan أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَمَا wamā dan tidak كُنتُ kuntu Aku adalah مُتَّخِذَ muttakhidha mengambil ٱلْمُضِلِّينَ l-muḍilīna orang-orang yang menyesatkan عَضُدًۭا ʿaḍudan pembantu/penolong 51

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi; dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman نَادُوا۟ nādū serulah oleh شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutu-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu sangka/katakan فَدَعَوْهُمْ fadaʿawhum maka mereka menyerunya فَلَمْ falam maka/tetapi tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū (sekutu-sekutu) menjawab لَهُمْ lahum bagi mereka وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka مَّوْبِقًۭا mawbiqan tempat kebinasaan 52

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, "Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu". Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).

وَرَءَا waraā dan melihat ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa ٱلنَّارَ l-nāra neraka فَظَنُّوٓا۟ faẓannū maka mereka menyangka/yakin أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka مُّوَاقِعُوهَا muwāqiʿūhā jatuh kedalamnya وَلَمْ walam dan tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka mendapatkan عَنْهَا ʿanhā darinya مَصْرِفًۭا maṣrifan tempat berpaling 53

Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَا ṣarrafnā Kami telah mengulang-ulang فِى di dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia مِن min dari كُلِّ kulli setiap مَثَلٍۢ ۚ mathalin perumpamaan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَكْثَرَ akthara paling banyak شَىْءٍۢ shayin sesuatu جَدَلًۭا jadalan bantahan 54

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur`ān ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

وَمَا wamā dan tidak مَنَعَ manaʿa mencegah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَن an bahwa يُؤْمِنُوٓا۟ yu'minū mereka beriman إِذْ idh ketika جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk وَيَسْتَغْفِرُوا۟ wayastaghfirū dan mereka mohon ampun رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an akan تَأْتِيَهُمْ tatiyahum datang kepada mereka سُنَّةُ sunnatu peraturan/hukum ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna ummat-ummat terdahulu أَوْ aw atau يَأْتِيَهُمُ yatiyahumu datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab قُبُلًۭا qubulan berhadap-hadapan 55

Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampun kepada Tuhan-nya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu, atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.

وَمَا wamā dan tidak نُرْسِلُ nur'silu Kami mengutus ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul إِلَّا illā kecuali مُبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa kabar gembira وَمُنذِرِينَ ۚ wamundhirīna dan pemberi peringatan وَيُجَـٰدِلُ wayujādilu dan membantah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan bathil لِيُدْحِضُوا۟ liyud'ḥiḍū agar mereka melenyapkan بِهِ bihi dengannya ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa hak/kebenaran وَٱتَّخَذُوٓا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menjadikan ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku وَمَآ wamā dan apa(peringatan) أُنذِرُوا۟ undhirū mereka di beri peringatan هُزُوًۭا huzuwan olok-olokan 56

Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian, mereka dapat melenyapkan yang hak dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.

وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّن mimman dari pada orang ذُكِّرَ dhukkira diperingatkan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَأَعْرَضَ fa-aʿraḍa lalu dia berpaling عَنْهَا ʿanhā dari padanya وَنَسِىَ wanasiya dan dia melupakan مَا apa yang قَدَّمَتْ qaddamat telah dikerjakan يَدَاهُ ۚ yadāhu tangannya إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka أَكِنَّةً akinnatan tutup أَن an akan يَفْقَهُوهُ yafqahūhu mereka memahami وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرًۭا ۖ waqran sumbatan وَإِن wa-in dan jika تَدْعُهُمْ tadʿuhum kamu menyeru إِلَى ilā kepada ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk فَلَن falan maka tidak يَهْتَدُوٓا۟ yahtadū mereka mendapat petunjuk إِذًا idhan jika demikian أَبَدًۭا abadan selama-lamanya 57

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhan-nya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka, dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.

وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ذُو dhū mempunyai ٱلرَّحْمَةِ ۖ l-raḥmati rahmat لَوْ law jika يُؤَاخِذُهُم yuākhidhuhum Dia menyiksa mereka بِمَا bimā dengan sebab كَسَبُوا۟ kasabū mereka berbuat لَعَجَّلَ laʿajjala tentu Dia menyegerakan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْعَذَابَ ۚ l-ʿadhāba azab بَل bal bahkan/tetapi لَّهُم lahum bagi mereka مَّوْعِدٌۭ mawʿidun perjanjian/waktu tertentu لَّن lan tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka mendapat مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain-Nya مَوْئِلًۭا mawilan tempat berlindung 58

Dan Tuhan-mulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka, ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung darinya.

وَتِلْكَ watil'ka dan itu ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri أَهْلَكْنَـٰهُمْ ahlaknāhum Kami telah membinasakan mereka لَمَّا lammā karena apa ظَلَمُوا۟ ẓalamū mereka berbuat zalim وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan لِمَهْلِكِهِم limahlikihim bagi kebinasaan mereka مَّوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian/waktu tertentu 59

Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِفَتَىٰهُ lifatāhu kepada bujangnya لَآ tidak أَبْرَحُ abraḥu aku berhenti حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أَبْلُغَ ablugha aku sampai مَجْمَعَ majmaʿa pertemuan ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua lautan أَوْ aw atau أَمْضِىَ amḍiya aku berlalu/berjalan حُقُبًۭا ḥuquban bertahun-tahun 60

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya 1, "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".

فَلَمَّا falammā maka tatkala بَلَغَا balaghā keduanya sampai مَجْمَعَ majmaʿa pertemuan بَيْنِهِمَا baynihimā antara keduanya (kedua lautan) نَسِيَا nasiyā keduanya lupa حُوتَهُمَا ḥūtahumā ikan keduanya فَٱتَّخَذَ fa-ittakhadha lalu ia (ikan) mengambil سَبِيلَهُۥ sabīlahu jalannya فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan سَرَبًۭا saraban lompat 61

Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.

فَلَمَّا falammā maka tatkala جَاوَزَا jāwazā keduanya melewati قَالَ qāla (Musa) berkata لِفَتَىٰهُ lifatāhu kepada bujangnya ءَاتِنَا ātinā bawalah kepada kita غَدَآءَنَا ghadāanā makanan kita لَقَدْ laqad sesungguhnya لَقِينَا laqīnā kita menemui مِن min dari سَفَرِنَا safarinā perjalan kita هَـٰذَا hādhā ini نَصَبًۭا naṣaban keletihan 62

Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, "Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".

قَالَ qāla (bujangnya) berkata أَرَءَيْتَ ara-ayta tahukah kamu إِذْ idh tatkala أَوَيْنَآ awaynā kita mencari tempat berlindung إِلَى ilā di/atas ٱلصَّخْرَةِ l-ṣakhrati batu فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya aku نَسِيتُ nasītu aku telah lupa ٱلْحُوتَ l-ḥūta ikan وَمَآ wamā dan tidak أَنسَىٰنِيهُ ansānīhu aku melupakannya إِلَّا illā kecuali ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَنْ an untuk أَذْكُرَهُۥ ۚ adhkurahu aku mengingatnya وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan (ikan itu) mengambil سَبِيلَهُۥ sabīlahu jalannya فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan عَجَبًۭا ʿajaban aneh 63

Muridnya menjawab, "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."

قَالَ qāla (Musa) berkata ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَا apa yang كُنَّا kunnā adalah kita نَبْغِ ۚ nabghi kita kehendaki/cari فَٱرْتَدَّا fa-ir'taddā maka keduanya kembali عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَارِهِمَا āthārihimā bekas keduanya قَصَصًۭا qaṣaṣan mencari/mengikuti jejak 64

Musa berkata, "Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu, keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula.

فَوَجَدَا fawajadā maka keduanya mendapatkan عَبْدًۭا ʿabdan seorang hamba مِّنْ min dari عِبَادِنَآ ʿibādinā hamba-hamba Kami ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami telah berikannya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi Kami وَعَلَّمْنَـٰهُ waʿallamnāhu dan Kami telah mengajarnya مِن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami عِلْمًۭا ʿil'man ilmu 65

Lalu, mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami 1.

قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya مُوسَىٰ mūsā Musa هَلْ hal apakah أَتَّبِعُكَ attabiʿuka aku mengikuti kamu عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَن an supaya تُعَلِّمَنِ tuʿallimani kamu mengajarkan aku مِمَّا mimmā dari apa عُلِّمْتَ ʿullim'ta kamu telah diajar رُشْدًۭا rush'dan petunjuk/kebenaran 66

Musa berkata kepada Khiḍr, "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

قَالَ qāla (Khaidir) berkata إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan tidak akan تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu sanggup مَعِىَ maʿiya bersama aku صَبْرًۭا ṣabran sabar 67

Dia menjawab, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana تَصْبِرُ taṣbiru kamu bersabar عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa لَمْ lam tidak تُحِطْ tuḥiṭ kamu mempunyai/meliputi بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu خُبْرًۭا khub'ran pengalaman/pengetahuan 68

Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"

قَالَ qāla (Musa) berkata سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapati aku إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah صَابِرًۭا ṣābiran bersabar وَلَآ walā dan tidak أَعْصِى aʿṣī aku mendurhakai لَكَ laka kepadamu أَمْرًۭا amran urusan 69

Musa berkata, "Insyaallah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun".

قَالَ qāla (Khaidir) berkata فَإِنِ fa-ini maka jika ٱتَّبَعْتَنِى ittabaʿtanī kamu mengikuti aku فَلَا falā maka janganlah تَسْـَٔلْنِى tasalnī kamu menanyakan kepadaku عَن ʿan dari شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أُحْدِثَ uḥ'ditha aku ceritakan لَكَ laka kepadamu مِنْهُ min'hu daripadanya ذِكْرًۭا dhik'ran pelajaran 70

Dia berkata, "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu".

فَٱنطَلَقَا fa-inṭalaqā maka keduanya pergi حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala رَكِبَا rakibā keduanya فِى dalam ٱلسَّفِينَةِ l-safīnati perahu خَرَقَهَا ۖ kharaqahā melubanginya قَالَ qāla (Musa) berkata أَخَرَقْتَهَا akharaqtahā mengapa kamu melubanginya لِتُغْرِقَ litugh'riqa untuk kamu menenggelamkan أَهْلَهَا ahlahā ahlinya/penumpangnya لَقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتَ ji'ta kamu mendatangkan شَيْـًٔا shayan sesuatu إِمْرًۭا im'ran mungkar 71

Maka berjalanlah keduanya hingga tatkala keduanya menaiki perahu, lalu Khiḍr melubanginya. Musa berkata, "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.

قَالَ qāla (Khaidir) berkata أَلَمْ alam tidakkah أَقُلْ aqul aku katakan إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan tidak akan تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu sanggup مَعِىَ maʿiya bersama aku صَبْرًۭا ṣabran sabar 72

Dia (Khiḍr) berkata, "Bukankah aku telah berkata, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku".

قَالَ qāla (Musa) berkata لَا jangan تُؤَاخِذْنِى tuākhidh'nī kamu menghukum aku بِمَا bimā dengan apa/sebab نَسِيتُ nasītu aku lupa وَلَا walā dan jangan تُرْهِقْنِى tur'hiq'nī kamu membebani aku مِنْ min dari أَمْرِى amrī urusanku عُسْرًۭا ʿus'ran kesulitan 73

Musa berkata, "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku".

فَٱنطَلَقَا fa-inṭalaqā maka keduanya pergi/berjalan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala لَقِيَا laqiyā keduanya bertemu غُلَـٰمًۭا ghulāman anak muda فَقَتَلَهُۥ faqatalahu maka (Khaidir) membunuhnya قَالَ qāla (Musa) berkata أَقَتَلْتَ aqatalta mengapa kamu membunuhnya نَفْسًۭا nafsan jiwa/orang زَكِيَّةًۢ zakiyyatan suci/bersih بِغَيْرِ bighayri dengan tidak نَفْسٍۢ nafsin jiwa/orang لَّقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتَ ji'ta kamu mendatangkan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu نُّكْرًۭا nuk'ran mungkar 74

Maka berjalanlah keduanya hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khiḍr membunuhnya. Musa berkata, "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".