Tilawahku
Masuk
۞

Juz 16

Al-Kahf (75-110), Maryam (1-98), Taha (1-135)

۞ قَالَ qāla (Khaidir) berkata أَلَمْ alam tidakkah/bukankah أَقُل aqul aku katakan لَّكَ laka kepadamu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan tidak تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu sanggup/dapat مَعِىَ maʿiya bersamaku صَبْرًۭا ṣabran bersabar 75

Khidhr berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"

قَالَ qāla (Musa) berkata إِن in jika سَأَلْتُكَ sa-altuka aku menanyakan kepadamu عَن ʿan dari/tentang شَىْءٍۭ shayin sesuatu بَعْدَهَا baʿdahā sesudahnya فَلَا falā maka janganlah تُصَـٰحِبْنِى ۖ tuṣāḥib'nī kamu menjadikan aku sahabat قَدْ qad sesungguhnya بَلَغْتَ balaghta kamu telah sampai/cukup مِن min dari لَّدُنِّى ladunnī sisiku/kepadamu عُذْرًۭا ʿudh'ran beralasan 76

Musa berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku".

فَٱنطَلَقَا fa-inṭalaqā maka keduanya berjalan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā tatkala أَتَيَآ atayā keduanya datang/sampai أَهْلَ ahla penduduk قَرْيَةٍ qaryatin suatu negri ٱسْتَطْعَمَآ is'taṭʿamā keduanya minta makan/dijamu أَهْلَهَا ahlahā penduduknya فَأَبَوْا۟ fa-abaw maka mereka menolak أَن an untuk يُضَيِّفُوهُمَا yuḍayyifūhumā mereka menjamu keduanya فَوَجَدَا fawajadā maka/lalu keduanya mendapatkan فِيهَا fīhā didalamnya جِدَارًۭا jidāran dinding يُرِيدُ yurīdu hendak أَن an bahwa يَنقَضَّ yanqaḍḍa ia roboh فَأَقَامَهُۥ ۖ fa-aqāmahu maka (khaidir) menegakkannya قَالَ qāla (Musa) berkata لَوْ law jikalau شِئْتَ shi'ta kamu menghendaki لَتَّخَذْتَ lattakhadhta tentu kamu mengambil عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًۭا ajran upah 77

Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata, "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".

قَالَ qāla (Khaidir) berkata هَـٰذَا hādhā inilah فِرَاقُ firāqu perpisahan بَيْنِى baynī diantaraku وَبَيْنِكَ ۚ wabaynika dan diantara kamu سَأُنَبِّئُكَ sa-unabbi-uka akan aku beritahukan kepadamu بِتَأْوِيلِ bitawīli ta'wil/maksud kejadian مَا apa لَمْ lam yang tidak تَسْتَطِع tastaṭiʿ kamu sanggup/dapat عَّلَيْهِ ʿalayhi atasnya/terhadapnya صَبْرًا ṣabran bersabar 78

Khiḍr berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.

أَمَّا ammā adapun ٱلسَّفِينَةُ l-safīnatu perahu فَكَانَتْ fakānat maka adalah ia لِمَسَـٰكِينَ limasākīna milik orang-orang miskin يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka bekerja فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut فَأَرَدتُّ fa-aradttu maka aku hendak أَنْ an bahwa أَعِيبَهَا aʿībahā aku merusak وَكَانَ wakāna dan adalah وَرَآءَهُم warāahum dibelakang mereka مَّلِكٌۭ malikun seorang raja يَأْخُذُ yakhudhu dia mengambil كُلَّ kulla tiap-tiap سَفِينَةٍ safīnatin perahu غَصْبًۭا ghaṣban dengan paksa/merampas 79

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْغُلَـٰمُ l-ghulāmu anak muda فَكَانَ fakāna maka adalah أَبَوَاهُ abawāhu kedua orang tuanya مُؤْمِنَيْنِ mu'minayni keduanya orang mukmin فَخَشِينَآ fakhashīnā maka kami khawatir أَن an bahwa يُرْهِقَهُمَا yur'hiqahumā dia akan mendorong keduanya طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan وَكُفْرًۭا wakuf'ran dan kekafiran 80

Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.

فَأَرَدْنَآ fa-aradnā maka kami menghendaki أَن an untuk يُبْدِلَهُمَا yub'dilahumā mengganti keduanya رَبُّهُمَا rabbuhumā Tuhan mereka berdua خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهُ min'hu daripadanya زَكَوٰةًۭ zakatan kesucian وَأَقْرَبَ wa-aqraba dan lebih dekat رُحْمًۭا ruḥ'man kasih sayang 81

Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْجِدَارُ l-jidāru dinding/tembok فَكَانَ fakāna maka adalah لِغُلَـٰمَيْنِ lighulāmayni milik kedua anak muda يَتِيمَيْنِ yatīmayni keduanya yatim فِى dalam ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota وَكَانَ wakāna dan adalah تَحْتَهُۥ taḥtahu dibawahnya كَنزٌۭ kanzun harta simpanan لَّهُمَا lahumā bagi keduanya وَكَانَ wakāna dan adalah أَبُوهُمَا abūhumā ayah keduanya صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan orang saleh فَأَرَادَ fa-arāda maka menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَن an agar يَبْلُغَآ yablughā keduanya sampai أَشُدَّهُمَا ashuddahumā dewasa keduanya وَيَسْتَخْرِجَا wayastakhrijā dan keduanya akan mengeluarkan كَنزَهُمَا kanzahumā harta simpanan keduanya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak فَعَلْتُهُۥ faʿaltuhu aku melakukannya عَنْ ʿan dari أَمْرِى ۚ amrī urusanku/kemauanku ذَٰلِكَ dhālika demikian itu تَأْوِيلُ tawīlu ta'wil/maksud kejadian مَا apa لَمْ lam tidak تَسْطِع tasṭiʿ kamu dapat عَّلَيْهِ ʿalayhi atasnya صَبْرًۭا ṣabran bersabar 82

Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu. Di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhan-mu menghendaki agar supaya mereka sampai pada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhan-mu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".

وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka akan bertanya kepadamu عَن ʿan dari/tentang ذِى dhī Zulqarnain ٱلْقَرْنَيْنِ ۖ l-qarnayni Zulqarnain قُلْ qul katakanlah سَأَتْلُوا۟ sa-atlū akan aku bacakan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنْهُ min'hu daripadanya ذِكْرًا dhik'ran peringatan/cerita 83

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Żulqarnayn. Katakanlah, "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya".

إِنَّا innā sesungguhnya Kami مَكَّنَّا makkannā Kami telah menempatkan لَهُۥ lahu baginya/kepadanya فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberinya مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu سَبَبًۭا sababan jalan 84

Sesungguhnya, Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,

فَأَتْبَعَ fa-atbaʿa maka dia mengikuti/menempuh سَبَبًا sababan jalan 85

maka dia pun menempuh suatu jalan.

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala بَلَغَ balagha dia telah sampai مَغْرِبَ maghriba tempat terbenam ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَجَدَهَا wajadahā dan dia mendapatkannya تَغْرُبُ taghrubu ia terbenam فِى dalam عَيْنٍ ʿaynin mata (air) حَمِئَةٍۢ ḥami-atin lumpur hitam وَوَجَدَ wawajada dan dia mendapatkan عِندَهَا ʿindahā disisinya قَوْمًۭا ۗ qawman kaum قُلْنَا qul'nā Kami berkata يَـٰذَا yādhā hai Dzulkarnain ٱلْقَرْنَيْنِ l-qarnayni hai Dzulkarnain إِمَّآ immā adapun أَن an bahwa تُعَذِّبَ tuʿadhiba kamu menyiksa وَإِمَّآ wa-immā dan adapun أَن an bahwa تَتَّخِذَ tattakhidha kamu mengambil فِيهِمْ fīhim dalam/terhadap mereka حُسْنًۭا ḥus'nan berbuat kebaikan 86

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari 1, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam dan dia mendapati di situ segolongan umat 2. Kami berkata, "Hai Żulqarnayn, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan 3 terhadap mereka".

قَالَ qāla dia berkata أَمَّا ammā adapun مَن man orang ظَلَمَ ẓalama zalim فَسَوْفَ fasawfa maka kelak نُعَذِّبُهُۥ nuʿadhibuhu kami akan menyiksanya ثُمَّ thumma kemudian يُرَدُّ yuraddu dia dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَيُعَذِّبُهُۥ fayuʿadhibuhu lalu Dia menyiksanya عَذَابًۭا ʿadhāban azab/siksa نُّكْرًۭا nuk'ran sangat keras 87

Berkata Żulqarnayn, "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhan-nya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh فَلَهُۥ falahu maka baginya جَزَآءً jazāan balasan ٱلْحُسْنَىٰ ۖ l-ḥus'nā yang baik وَسَنَقُولُ wasanaqūlu dan akan kami katakan لَهُۥ lahu kepadanya مِنْ min dari أَمْرِنَا amrinā perintah-perintah kami يُسْرًۭا yus'ran mudah 88

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami".

ثُمَّ thumma kemudian أَتْبَعَ atbaʿa dia mengikuti/menempuh سَبَبًا sababan jalan 89

Kemudian, dia menempuh jalan (yang lain).

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala بَلَغَ balagha dia sampai مَطْلِعَ maṭliʿa tempat terbit ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَجَدَهَا wajadahā dan dia mendapatkannya تَطْلُعُ taṭluʿu ia terbit عَلَىٰ ʿalā atas/pada قَوْمٍۢ qawmin kaum لَّمْ lam tidak نَجْعَل najʿal Kami jadikan لَّهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهَا dūnihā selain ia (matahari) سِتْرًۭا sit'ran menutupi/melindungi 90

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari 1 itu,

كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَحَطْنَا aḥaṭnā Kami meliputi بِمَا bimā dengan apa/segala apa لَدَيْهِ ladayhi pada sisinya/padanya خُبْرًۭا khub'ran pengalaman/pengetahuan 91

demikianlah. Dan sesungguhnya, ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.

ثُمَّ thumma kemudian أَتْبَعَ atbaʿa dia mengikuti/menempuh سَبَبًا sababan jalan 92

Kemudian, dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala بَلَغَ balagha dia telah sampai بَيْنَ bayna diantara ٱلسَّدَّيْنِ l-sadayni dua tutup/ dua gunung وَجَدَ wajada dia mendapatkan مِن min dari دُونِهِمَا dūnihimā selain (disekeliling) keduanya قَوْمًۭا qawman kaum لَّا tidak يَكَادُونَ yakādūna mereka hampir يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti قَوْلًۭا qawlan perkataan/pembicaraan 93

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan 1.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰذَا yādhā hai Dzulkarnain ٱلْقَرْنَيْنِ l-qarnayni hai Dzulkarnain إِنَّ inna sesungguhnya يَأْجُوجَ yajūja Ya'juj وَمَأْجُوجَ wamajūja dan Ma'juj مُفْسِدُونَ muf'sidūna orang-orang yang membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَهَلْ fahal maka apakah نَجْعَلُ najʿalu kami jadikan/berikan لَكَ laka kepadamu خَرْجًا kharjan upeti/pembayaran عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa تَجْعَلَ tajʿala kamu menjadikan/membuat بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَهُمْ wabaynahum dan antara mereka سَدًّۭا saddan tutup/dinding 94

Mereka berkata, "Hai Żulqarnayn, sesungguhnya Ya`jūj dan Ma`jūj itu 1 orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

قَالَ qāla (Zulqarnain) berkata مَا apa مَكَّنِّى makkannī menempatkan kepadaku فِيهِ fīhi didalamnya رَبِّى rabbī Tuhanku خَيْرٌۭ khayrun lebih baik فَأَعِينُونِى fa-aʿīnūnī maka tolonglah/bantulah aku بِقُوَّةٍ biquwwatin dengan kekuatan أَجْعَلْ ajʿal aku akan menjadikan/membuat بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَبَيْنَهُمْ wabaynahum dan antara mereka رَدْمًا radman batas/dinding 95

Żulqarnayn berkata, "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhan-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

ءَاتُونِى ātūnī datangkan/berikan kepadaku زُبَرَ zubara potongan-potongan ٱلْحَدِيدِ ۖ l-ḥadīdi besi حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila سَاوَىٰ sāwā sama ia بَيْنَ bayna antara ia ٱلصَّدَفَيْنِ l-ṣadafayni kedua pinggir/puncak gunung قَالَ qāla (Zulqarnain) berkata ٱنفُخُوا۟ ۖ unfukhū tiuplah حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَعَلَهُۥ jaʿalahu dia menjadikannya نَارًۭا nāran api قَالَ qāla dia berkata ءَاتُونِىٓ ātūnī datangkan/berikan kepadaku أُفْرِغْ uf'righ aku akan tuangkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya قِطْرًۭا qiṭ'ran leburan tembaga 96

berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Żulqarnayn, "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu".

فَمَا famā tidaklah ٱسْطَـٰعُوٓا۟ is'ṭāʿū mereka dapat أَن an bahwa يَظْهَرُوهُ yaẓharūhu mereka mendakinya وَمَا wamā dan tidak ٱسْتَطَـٰعُوا۟ is'taṭāʿū mereka dapat لَهُۥ lahu padanya نَقْبًۭا naqban membuat lubang 97

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.

قَالَ qāla (Zulqarnain) berkata هَـٰذَا hādhā ini رَحْمَةٌۭ raḥmatun rahmat مِّن min dari رَّبِّى ۖ rabbī Tuhanku فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa telah datang وَعْدُ waʿdu janji رَبِّى rabbī Tuhanku جَعَلَهُۥ jaʿalahu Dia menjadikannya دَكَّآءَ ۖ dakkāa hancur/rata وَكَانَ wakāna dan adalah وَعْدُ waʿdu janji رَبِّى rabbī Tuhanku حَقًّۭا ḥaqqan benar 98

Żulqarnayn berkata, "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhan-ku, maka apabila sudah datang janji Tuhan-ku, Dia akan menjadikannya hancur luluh dan janji Tuhan-ku itu adalah benar".

۞ وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan/biarkan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَمُوجُ yamūju bergelombang/bercampur فِى dalam بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian yang lain وَنُفِخَ wanufikha dan ditiup فِى dalam ٱلصُّورِ l-ṣūri dalam sangkakala فَجَمَعْنَـٰهُمْ fajamaʿnāhum maka/lalu Kami kumpulkan mereka جَمْعًۭا jamʿan semuanya 99

Kami biarkan mereka di hari itu 1 bercampur aduk antara satu dan yang lain, kemudian ditiup lagi 2 sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.

وَعَرَضْنَا waʿaraḍnā dan Kami palingkan/perlihatkan جَهَنَّمَ jahannama jahanam يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi/kepada orang-orang kafir عَرْضًا ʿarḍan berpaling jelas 100

dan Kami tampakkan Jahanam pada hari itu 1 kepada orang-orang kafir dengan jelas,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانَتْ kānat adalah أَعْيُنُهُمْ aʿyunuhum mata mereka فِى dalam غِطَآءٍ ghiṭāin tertutup عَن ʿan dari ذِكْرِى dhik'rī peringatan-Ku وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka لَا tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat/sanggup سَمْعًا samʿan mendengar 101

yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.

أَفَحَسِبَ afaḥasiba maka apakah menyangka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَن an bahwa يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu مِن min dari دُونِىٓ dūnī selain Aku أَوْلِيَآءَ ۚ awliyāa pemimpin/penolong إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir نُزُلًۭا nuzulan turun/tempat tinggal 102

maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya, Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.

قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah/maukah نُنَبِّئُكُم nunabbi-ukum Kami jelaskan/beritahukan kepadamu بِٱلْأَخْسَرِينَ bil-akhsarīna dengan/tentang orang-orang yang paling merugi أَعْمَـٰلًا aʿmālan perbuatan 103

Katakanlah, "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ضَلَّ ḍalla sesat/sia-sia سَعْيُهُمْ saʿyuhum usaha/perbuatan mereka فِى dalam/demi ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَهُمْ wahum dan mereka يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka menyangka أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka يُحْسِنُونَ yuḥ'sinūna mereka berbuat baik صُنْعًا ṣun'ʿan perbuatan 104

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلِقَآئِهِۦ waliqāihi dan pertemuan denganNya فَحَبِطَتْ faḥabiṭat maka/hapus/gugurlah أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amalan mereka فَلَا falā maka tidak نُقِيمُ nuqīmu Kami menegakkan لَهُمْ lahum bagi mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَزْنًۭا waznan timbangan 105

Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia 1, maka hapuslah amalan-amalan mereka dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَآؤُهُمْ jazāuhum balasan mereka جَهَنَّمُ jahannamu neraka Jahanam بِمَا bimā dengan apa/sebab كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَٱتَّخَذُوٓا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menjadikan ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayatKu وَرُسُلِى warusulī dan Rasul-RasulKu هُزُوًا huzuwan olok-olok 106

Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh كَانَتْ kānat adalah لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga ٱلْفِرْدَوْسِ l-fir'dawsi firdaus نُزُلًا nuzulan turun/tempat tinggal 107

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya لَا tidak يَبْغُونَ yabghūna mereka ingin عَنْهَا ʿanhā daripadanya حِوَلًۭا ḥiwalan pindah 108

mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya.

قُل qul katakanlah لَّوْ law sekiranya كَانَ kāna adalah ٱلْبَحْرُ l-baḥru lautan مِدَادًۭا midādan tinta لِّكَلِمَـٰتِ likalimāti untuk kalimat-kalimat رَبِّى rabbī Tuhanku لَنَفِدَ lanafida tentu habis ٱلْبَحْرُ l-baḥru lautan قَبْلَ qabla sebelum أَن an akan تَنفَدَ tanfada habis كَلِمَـٰتُ kalimātu beberapa kalimat رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَوْ walaw meskipun جِئْنَا ji'nā Kami datangkan بِمِثْلِهِۦ bimith'lihi dengan semisal/sebabnya itu مَدَدًۭا madadan tinta 109

Katakanlah, "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".

قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku أَنَّمَآ annamā bahwa sesungguhnya hanyalah إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhan kamu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa فَمَن faman maka barangsiapa كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mengharapkan لِقَآءَ liqāa perjumpaan رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَلْيَعْمَلْ falyaʿmal maka hendaklah ia mengerjakan عَمَلًۭا ʿamalan pekerjaan/amalan صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh وَلَا walā dan janganlah يُشْرِكْ yush'rik ia persekutukan بِعِبَادَةِ biʿibādati dengan/dalam peribadatan رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya أَحَدًۢا aḥadan seseorang 110

Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku, "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhan-nya".

كٓهيعٓصٓ kaf-ha-ya-ain-sad Kaf Haa Yaa 'Ain Saad 1

Kāf Hā Yā ʻAin Ṣād 1

ذِكْرُ dhik'ru peringatan/penjelasan رَحْمَتِ raḥmati rahmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu عَبْدَهُۥ ʿabdahu hambaNya زَكَرِيَّآ zakariyyā Zakariya 2

(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakariyyā,

إِذْ idh tatkala نَادَىٰ nādā dia berseru/berdoa رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya نِدَآءً nidāan seruan/suara خَفِيًّۭا khafiyyan lembut 3

yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhan-nya dengan suara yang lembut.

قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku وَهَنَ wahana telah lemah ٱلْعَظْمُ l-ʿaẓmu tulang مِنِّى minnī daripadaku وَٱشْتَعَلَ wa-ish'taʿala dan banyak/penuh ٱلرَّأْسُ l-rasu kepala شَيْبًۭا shayban uban وَلَمْ walam dan tidak/belum أَكُنۢ akun ada/pernah بِدُعَآئِكَ biduʿāika dengan doaku kepadaMu رَبِّ rabbi ya Tuhanku شَقِيًّۭا shaqiyyan celaka/kecewa 4

Ia berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhan-ku.

وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku خِفْتُ khif'tu aku takut/khawatir ٱلْمَوَٰلِىَ l-mawāliya kaum keluargaku مِن min dari وَرَآءِى warāī belakangku/sepeninggalku وَكَانَتِ wakānati dan adalah ٱمْرَأَتِى im'ra-atī istriku عَاقِرًۭا ʿāqiran seorang yang mandul فَهَبْ fahab maka berilah لِى bagiku مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau وَلِيًّۭا waliyyan penolong 5

Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawālīku 1 sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra,

يَرِثُنِى yarithunī dia yang akan mewarisi aku وَيَرِثُ wayarithu dan akan mewarisi مِنْ min dari ءَالِ āli keluarga يَعْقُوبَ ۖ yaʿqūba Yaqub وَٱجْعَلْهُ wa-ij'ʿalhu dan jadikanlah ia رَبِّ rabbi ya Tuhanku رَضِيًّۭا raḍiyyan seorang yang diridhai 6

yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya`qūb dan jadikanlah ia, ya Tuhan-ku, seorang yang diridai".

يَـٰزَكَرِيَّآ yāzakariyyā Hai Zakaria إِنَّا innā sesungguhnya Kami نُبَشِّرُكَ nubashiruka Kami memberi kabar gembira kepadamu بِغُلَـٰمٍ bighulāmin dengan seorang anak laki-laki ٱسْمُهُۥ us'muhu namanya يَحْيَىٰ yaḥyā Yahya لَمْ lam tidak نَجْعَل najʿal Kami jadikan لَّهُۥ lahu baginya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum سَمِيًّۭا samiyyan nama 7

Hai Zakariyyā, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yaḥyā, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

قَالَ qāla (Zakariya) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَنَّىٰ annā bagaimanakah يَكُونُ yakūnu adalah لِى bagiku غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak laki-laki وَكَانَتِ wakānati dan adalah ٱمْرَأَتِى im'ra-atī isteriku عَاقِرًۭا ʿāqiran seorang mandul وَقَدْ waqad dan sesungguhnya بَلَغْتُ balaghtu aku telah sampai مِنَ mina dari ٱلْكِبَرِ l-kibari besar/umur عِتِيًّۭا ʿitiyyan sangat tua 8

Zakariyyā berkata, "Ya Tuhan-ku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua".

قَالَ qāla berfirman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah قَالَ qāla berfirman رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu هُوَ huwa Dia عَلَىَّ ʿalayya atas/bagiKu هَيِّنٌۭ hayyinun mudah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَقْتُكَ khalaqtuka Aku telah menciptakan kamu مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَلَمْ walam dan tidak/belum تَكُ taku ada kamu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sama sekali 9

Tuhan berfirman, "Demikianlah". Tuhan berfirman, "Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".

قَالَ qāla (Zakariya) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah/berilah لِّىٓ bagiku ءَايَةًۭ ۚ āyatan tanda قَالَ qāla berfirman ءَايَتُكَ āyatuka tanda-tandamu أَلَّا allā bahwa tidak تُكَلِّمَ tukallima kamu bercakap-cakap ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ثَلَـٰثَ thalātha tiga لَيَالٍۢ layālin malam سَوِيًّۭا sawiyyan dalam keadaan sehat 10

Zakariyyā berkata, "Ya Tuhan-ku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman, "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat".

فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar عَلَىٰ ʿalā atas/kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مِنَ mina dari ٱلْمِحْرَابِ l-miḥ'rābi mihrab فَأَوْحَىٰٓ fa-awḥā lalu dia memberi isyarat إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَن an supaya سَبِّحُوا۟ sabbiḥū mereka bertasbih بُكْرَةًۭ buk'ratan diwaktu pagi وَعَشِيًّۭا waʿashiyyan dan petang 11

Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

يَـٰيَحْيَىٰ yāyaḥyā Hai Yahya خُذِ khudhi ambillah ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِقُوَّةٍۢ ۖ biquwwatin dengan kuat/sungguh-sungguh وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberikan kepadanya ٱلْحُكْمَ l-ḥuk'ma hikmah صَبِيًّۭا ṣabiyyan kanak-kanak 12

Hai Yaḥyā, ambillah 1 Alkitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah 2 selagi ia masih kanak-kanak,

وَحَنَانًۭا waḥanānan dan rasa belas kasihan مِّن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami وَزَكَوٰةًۭ ۖ wazakatan dan kesucian وَكَانَ wakāna dan adalah dia تَقِيًّۭا taqiyyan orang yang bertakwa 13

dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

وَبَرًّۢا wabarran dan seorang yang berbakti بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi kepada kedua orang tuanya وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun dia ada جَبَّارًا jabbāran orang yang sombong عَصِيًّۭا ʿaṣiyyan orang yang durhaka 14

dan banyak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan sejahtera عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya يَوْمَ yawma pada hari وُلِدَ wulida dia dilahirkan وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَمُوتُ yamūtu dia meninggal وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُبْعَثُ yub'ʿathu dia dibangkitkan حَيًّۭا ḥayyan hidup 15

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab مَرْيَمَ maryama Maryam إِذِ idhi ketika ٱنتَبَذَتْ intabadhat ia meninggalkan/menjauhkan diri مِنْ min dari أَهْلِهَا ahlihā keluarganya مَكَانًۭا makānan suatu tempat شَرْقِيًّۭا sharqiyyan sebelah timur 16

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur`ān, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

فَٱتَّخَذَتْ fa-ittakhadhat maka ia mengambil/mengadakan مِن min dari دُونِهِمْ dūnihim selain mereka حِجَابًۭا ḥijāban tabir فَأَرْسَلْنَآ fa-arsalnā lalu Kami mengutus إِلَيْهَا ilayhā kepadanya رُوحَنَا rūḥanā ruh Kami فَتَمَثَّلَ fatamathala maka dia menyerupai لَهَا lahā padanya/dihadapannya بَشَرًۭا basharan manusia سَوِيًّۭا sawiyyan sama/sebenarnya 17

maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu, Kami mengutus roh Kami 1 kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

قَالَتْ qālat (Maryam) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِٱلرَّحْمَـٰنِ bil-raḥmāni dengan/kepada Yang Maha Pengasih مِنكَ minka daripadamu إِن in jika كُنتَ kunta kamu تَقِيًّۭا taqiyyan orang yang bertakwa 18

Maryam berkata, "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".

قَالَ qāla dia berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku رَسُولُ rasūlu utusan رَبِّكِ rabbiki Tuhanmu لِأَهَبَ li-ahaba untuk aku memberi لَكِ laki kepadamu غُلَـٰمًۭا ghulāman seorang anak laki-laki زَكِيًّۭا zakiyyan yang suci 19

Ia (jibril) berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhan-mu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".

قَالَتْ qālat (Maryam) berkata أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu adalah لِى bagiku غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak laki-laki وَلَمْ walam dan tidak يَمْسَسْنِى yamsasnī menyentuh tubuhku بَشَرٌۭ basharun seorang manusia وَلَمْ walam dan tidak/bukan أَكُ aku aku adalah بَغِيًّۭا baghiyyan seorang pelacur/jalang 20

Maryam berkata, "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"

قَالَ qāla dia berkata كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah قَالَ qāla berfirman رَبُّكِ rabbuki Tuhanmu هُوَ huwa ia/hal itu عَلَىَّ ʿalayya atas/bagiKu هَيِّنٌۭ ۖ hayyinun mudah وَلِنَجْعَلَهُۥٓ walinajʿalahu dan hendak Kami jadikannya ءَايَةًۭ āyatan tanda لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat مِّنَّا ۚ minnā dari Kami وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرًۭا amran perkara مَّقْضِيًّۭا maqḍiyyan diputuskan 21

Jibril berkata, "Demikianlah". Tuhan-mu berfirman, "Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".

۞ فَحَمَلَتْهُ faḥamalathu maka ia mengandungnya فَٱنتَبَذَتْ fa-intabadhat lalu ia meninggalkan/menjauhkan بِهِۦ bihi dengannya مَكَانًۭا makānan suatu tempat قَصِيًّۭا qaṣiyyan yang jauh 22

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

فَأَجَآءَهَا fa-ajāahā maka mendatangkan/memaksakan ٱلْمَخَاضُ l-makhāḍu rasa sakit akan melahirkan إِلَىٰ ilā kepada جِذْعِ jidh'ʿi batang/pangkal ٱلنَّخْلَةِ l-nakhlati pohon kurma قَالَتْ qālat ia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī kiranya dulu مِتُّ mittu aku mati قَبْلَ qabla sebelum هَـٰذَا hādhā ini وَكُنتُ wakuntu dan adalah aku نَسْيًۭا nasyan terlupa مَّنسِيًّۭا mansiyyan yang dilupakan 23

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan".

فَنَادَىٰهَا fanādāhā maka dia memanggilnya مِن min dari تَحْتِهَآ taḥtihā bagian bawahnya أَلَّا allā janganlah تَحْزَنِى taḥzanī kamu bersedih hati قَدْ qad sesungguhnya جَعَلَ jaʿala telah menjadikan رَبُّكِ rabbuki Tuhanmu تَحْتَكِ taḥtaki bagian bawahmu سَرِيًّۭا sariyyan mengalir/anak sungai 24

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhan-mu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

وَهُزِّىٓ wahuzzī dan goyangkanlah إِلَيْكِ ilayki kepadamu/kearahmu بِجِذْعِ bijidh'ʿi dengan batang ٱلنَّخْلَةِ l-nakhlati pohon kurma تُسَـٰقِطْ tusāqiṭ ia akan menggugurkan عَلَيْكِ ʿalayki atasmu/kepadamu رُطَبًۭا ruṭaban basah/masak جَنِيًّۭا janiyyan buah 25

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

فَكُلِى fakulī maka makanlah وَٱشْرَبِى wa-ish'rabī dan minumlah وَقَرِّى waqarrī dan berdinginlah عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata فَإِمَّا fa-immā maka adapun/jika تَرَيِنَّ tarayinna kamu melihat مِنَ mina dari ٱلْبَشَرِ l-bashari manusia أَحَدًۭا aḥadan seseorang فَقُولِىٓ faqūlī maka katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku نَذَرْتُ nadhartu aku bernadzar لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada yang Maha Pengasih صَوْمًۭا ṣawman berpuasa فَلَنْ falan maka tidak أُكَلِّمَ ukallima aku berbicara ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini إِنسِيًّۭا insiyyan seorang manusia 26

maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini".

فَأَتَتْ fa-atat maka ia datang بِهِۦ bihi dengannya قَوْمَهَا qawmahā kaumnya تَحْمِلُهُۥ ۖ taḥmiluhu ia membawanya/menggendongnya قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Hai Maryam لَقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتِ ji'ti kamu datang/melakukan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu فَرِيًّۭا fariyyan aneh/mungkar 27

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

يَـٰٓأُخْتَ yāukh'ta wahai saudara perempuan هَـٰرُونَ hārūna Harun مَا tidakkah كَانَ kāna ada أَبُوكِ abūki ayahmu ٱمْرَأَ im'ra-a orang سَوْءٍۢ sawin seburuk-buruk وَمَا wamā dan tidak/bukan كَانَتْ kānat ada أُمُّكِ ummuki ibumu بَغِيًّۭا baghiyyan pelacur/jalang 28

Hai saudara perempuan Hārūn 1, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

فَأَشَارَتْ fa-ashārat maka ia menunjuk إِلَيْهِ ۖ ilayhi kepadanya (anaknya) قَالُوا۟ qālū mereka berkata كَيْفَ kayfa bagaimana نُكَلِّمُ nukallimu kami berbicara مَن man orang (anak) كَانَ kāna adalah فِى dalam ٱلْمَهْدِ l-mahdi ayunan صَبِيًّۭا ṣabiyyan anak kecil 29

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"

قَالَ qāla (Isa) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku عَبْدُ ʿabdu hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَاتَىٰنِىَ ātāniya Dia memberi aku ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku نَبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi 30

Berkata ʻIsa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku مُبَارَكًا mubārakan seorang yang diberkati أَيْنَ ayna dimana مَا apa/saja كُنتُ kuntu adalah aku/berada وَأَوْصَـٰنِى wa-awṣānī dan Dia memerintahkan aku بِٱلصَّلَوٰةِ bil-ṣalati dengan sholat وَٱلزَّكَوٰةِ wal-zakati dan zakat مَا apa دُمْتُ dum'tu selama aku حَيًّۭا ḥayyan hidup 31

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

وَبَرًّۢا wabarran dan berbakti بِوَٰلِدَتِى biwālidatī dengan/kepada ibuku وَلَمْ walam dan tidak يَجْعَلْنِى yajʿalnī Dia menjadikan aku جَبَّارًۭا jabbāran seorang yang sombong شَقِيًّۭا shaqiyyan celaka 32

dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

وَٱلسَّلَـٰمُ wal-salāmu dan kesejahteraan عَلَىَّ ʿalayya atasku يَوْمَ yawma hari وُلِدتُّ wulidttu aku dilahirkan وَيَوْمَ wayawma dan hari أَمُوتُ amūtu aku meninggal وَيَوْمَ wayawma dan hari أُبْعَثُ ub'ʿathu aku dibangkitkan حَيًّۭا ḥayyan hidup 33

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

ذَٰلِكَ dhālika demikian عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ ۚ maryama Maryam قَوْلَ qawla perkataan ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar ٱلَّذِى alladhī yang فِيهِ fīhi didalamnya يَمْتَرُونَ yamtarūna mereka perselisihkan 34

Itulah ʻIsa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

مَا tidak كَانَ kāna ada لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha Dia mengambil/mempunyai مِن min dari وَلَدٍۢ ۖ waladin seorang anak سُبْحَـٰنَهُۥٓ ۚ sub'ḥānahu Maha Suci Dia إِذَا idhā apabila/tatkala قَضَىٰٓ qaḍā Dia telah memutuskan أَمْرًۭا amran perkara فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun adalah/jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka adalah/jadilah ia 35

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus 36

Sesungguhnya Allah adalah Tuhan-ku dan Tuhan-mu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

فَٱخْتَلَفَ fa-ikh'talafa maka berselisihlah ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu golongan-golongan مِنۢ min dari بَيْنِهِمْ ۖ baynihim antara mereka فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari مَّشْهَدِ mashhadi menyaksikan يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍ ʿaẓīmin yang besar 37

Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka 1. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

أَسْمِعْ asmiʿ alangkah tajam pendengaran بِهِمْ bihim dengan mereka وَأَبْصِرْ wa-abṣir dan alangkah terangnya penglihatan يَوْمَ yawma pada hari يَأْتُونَنَا ۖ yatūnanā mereka datang kepada kami لَـٰكِنِ lākini tetapi ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari ini فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 38

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

وَأَنذِرْهُمْ wa-andhir'hum dan berilah mereka peringatan يَوْمَ yawma hari ٱلْحَسْرَةِ l-ḥasrati penyesalan إِذْ idh ketika قُضِىَ quḍiya diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara وَهُمْ wahum dan/sedang mereka فِى dalam غَفْلَةٍۢ ghaflatin kelalaian وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 39

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَحْنُ naḥnu Kami نَرِثُ narithu Kami mewarisi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَمَنْ waman dan orang-orang عَلَيْهَا ʿalayhā diatasnya وَإِلَيْنَا wa-ilaynā dan kepada Kami يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan 40

Sesungguhnya Kami mewarisi bumi 1 dan semua orang-orang yang ada di atasnya dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.

وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِبْرَٰهِيمَ ۚ ib'rāhīma Ibrahim إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah dia صِدِّيقًۭا ṣiddīqan seorang yang benar نَّبِيًّا nabiyyan seorang nabi 41

Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrāhīm di dalam Alkitab (Al-Qur`ān) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan1 lagi seorang Nabi.

إِذْ idh tatkala قَالَ qāla dia berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku لِمَ lima mengapa تَعْبُدُ taʿbudu kamu menyembah مَا apa/sesuatu لَا tidak يَسْمَعُ yasmaʿu ia mendengar وَلَا walā dan tidak يُبْصِرُ yub'ṣiru ia melihat وَلَا walā dan tidak يُغْنِى yugh'nī ia mencukupi/menolong عَنكَ ʿanka dari kamu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun 42

Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya, "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?

يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku إِنِّى innī sesungguhnya aku قَدْ qad sesungguhnya جَآءَنِى jāanī telah datang kepadaku مِنَ mina dari/sebagian ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan مَا apa لَمْ lam tidak يَأْتِكَ yatika datang kepadamu فَٱتَّبِعْنِىٓ fa-ittabiʿ'nī maka ikutilah aku أَهْدِكَ ahdika aku akan menunjukkan kepadamu صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan سَوِيًّۭا sawiyyan sama/lurus 43

Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku لَا jangan تَعْبُدِ taʿbudi kamu menyembah ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ l-shayṭāna syaitan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan كَانَ kāna adalah لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada Yang Maha Pengasih عَصِيًّۭا ʿaṣiyyan durhaka 44

Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut/khawatir أَن an bahwa akan يَمَسَّكَ yamassaka menimpa kamu عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مِّنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih فَتَكُونَ fatakūna maka adalah kamu/menjadi لِلشَّيْطَـٰنِ lilshayṭāni bagi syaitan وَلِيًّۭا waliyyan pemimpin/kawan 45

Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan".

قَالَ qāla ia berkata أَرَاغِبٌ arāghibun adakah benci أَنتَ anta kamu عَنْ ʿan dari ءَالِهَتِى ālihatī Tuhanku يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۖ yāib'rāhīmu Hai Ibrahim لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak تَنتَهِ tantahi kamu berhenti لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ la-arjumannaka sungguh aku akan merajam kamu وَٱهْجُرْنِى wa-uh'jur'nī dan tinggalkan aku مَلِيًّۭا maliyyan waktu yang lama 46

Berkata bapaknya, "Bencikah kamu kepada tuhan-Tuhan-ku, hai Ibrāhīm? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".

قَالَ qāla dia berkata سَلَـٰمٌ salāmun semoga keselamatan عَلَيْكَ ۖ ʿalayka atasmu سَأَسْتَغْفِرُ sa-astaghfiru aku akan memohon ampunan لَكَ laka untuk kamu رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah بِى kepadaku حَفِيًّۭا ḥafiyyan sangat baik 47

Berkata Ibrāhīm, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhan-ku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

وَأَعْتَزِلُكُمْ wa-aʿtazilukum dan aku akan menjauhkan diri darimu وَمَا wamā dan apa تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَدْعُوا۟ wa-adʿū dan aku berseru/berdoa رَبِّى rabbī Tuhanku عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَلَّآ allā bahwa tidak أَكُونَ akūna adalah aku بِدُعَآءِ biduʿāi dengan doaku رَبِّى rabbī Tuhanku شَقِيًّۭا shaqiyyan celaka/kecewa 48

Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah dan aku akan berdoa kepada Tuhan-ku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhan-ku".

فَلَمَّا falammā maka tatkala ٱعْتَزَلَهُمْ iʿ'tazalahum dia menjauhkan diri dari mereka وَمَا wamā dan apa yang يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهَبْنَا wahabnā dan Kami anugerahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak وَيَعْقُوبَ ۖ wayaʿqūba dan Yaqub وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan نَبِيًّۭا nabiyyan nabi 49

Maka ketika Ibrāhīm sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Isḥāq dan Ya`qūb. Dan masing-masingnya, Kami angkat menjadi nabi.

وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami anugerahkan لَهُم lahum kepada mereka مِّن min dari رَّحْمَتِنَا raḥmatinā rahmat Kami وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan لَهُمْ lahum bagi mereka لِسَانَ lisāna lisan/buah tutur صِدْقٍ ṣid'qin benar/baik عَلِيًّۭا ʿaliyyan amat tinggi 50

Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.

وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab مُوسَىٰٓ ۚ mūsā Musa إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah مُخْلَصًۭا mukh'laṣan bersih/pilihan وَكَانَ wakāna dan adalah dia رَسُولًۭا rasūlan seorang rasul نَّبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi 51

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Alkitab (Al-Qur`ān) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.

وَنَـٰدَيْنَـٰهُ wanādaynāhu dan Kami telah memanggilnya مِن min dari جَانِبِ jānibi sisi/pinggir ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur ٱلْأَيْمَنِ l-aymani sebelah kanan وَقَرَّبْنَـٰهُ waqarrabnāhu dan Kami telah mendekatkannya نَجِيًّۭا najiyyan munajat/dialog 52

Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung Ṭūr dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).

وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami telah menganugerahkan لَهُۥ lahu kepadanya مِن min dari رَّحْمَتِنَآ raḥmatinā rahmat Kami أَخَاهُ akhāhu saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun نَبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi 53

Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Hārūn menjadi seorang nabi.

وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِسْمَـٰعِيلَ ۚ is'māʿīla Ismail إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah صَادِقَ ṣādiqa benar ٱلْوَعْدِ l-waʿdi janji وَكَانَ wakāna dan adalah dia رَسُولًۭا rasūlan seorang rasul نَّبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi 54

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismā`īl (yang tersebut) di dalam Al-Qur`ān. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

وَكَانَ wakāna dan adalah dia يَأْمُرُ yamuru dia menyuruh أَهْلَهُۥ ahlahu keluarganya بِٱلصَّلَوٰةِ bil-ṣalati dengan/untuk sholat وَٱلزَّكَوٰةِ wal-zakati dan zakat وَكَانَ wakāna dan adalah dia عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya مَرْضِيًّۭا marḍiyyan seorang yang diridhai 55

Dan ia menyuruh ahlinya 1 untuk bersembahyang dan menunaikan zakat dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhan-nya.

وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِدْرِيسَ ۚ id'rīsa Idris إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah صِدِّيقًۭا ṣiddīqan sangat benar نَّبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi 56

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idrīs (yang tersebut) di dalam Al-Qur`ān. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

وَرَفَعْنَـٰهُ warafaʿnāhu dan Kami telah mengangkatnya مَكَانًا makānan tempat/martabat عَلِيًّا ʿaliyyan yang tinggi 57

Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَنْعَمَ anʿama telah memberi nikmat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para nabi مِن min dari ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan ءَادَمَ ādama Adam وَمِمَّنْ wamimman dan dari orang-orang حَمَلْنَا ḥamalnā Kami bawa مَعَ maʿa bersama نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْرَٰٓءِيلَ wa-is'rāīla dan Israil وَمِمَّنْ wamimman dan dari orang-orang هَدَيْنَا hadaynā Kami telah beri petunjuk وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ wa-ij'tabaynā dan Kami telah pilih إِذَا idhā tatkala/apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih خَرُّوا۟ kharrū mereka tersungkur سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَبُكِيًّۭا ۩ wabukiyyan dan menangis 58

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nūḥ, dan dari keturunan Ibrāhīm dan Isrā`īl, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk, dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

۞ فَخَلَفَ fakhalafa maka mengganti/datanglah مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka خَلْفٌ khalfun pengganti أَضَاعُوا۟ aḍāʿū mereka menyia-nyiakan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ l-shahawāti syahwat/hawa nafsu فَسَوْفَ fasawfa maka akan يَلْقَوْنَ yalqawna mereka menemui غَيًّا ghayyan kesesatan/kebinasaan 59

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,

إِلَّا illā kecuali مَن man orang تَابَ tāba ia bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan ia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan ia berbuat/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَا walā dan tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun 60

kecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun,

جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍ ʿadnin 'Adn ٱلَّتِى allatī yang وَعَدَ waʿada berjanji ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih عِبَادَهُۥ ʿibādahu hamba-hambaNya بِٱلْغَيْبِ ۚ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak nampak إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah وَعْدُهُۥ waʿduhu janjiNya مَأْتِيًّۭا matiyyan akan datang/terjadi 61

yaitu surga ʻAdn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekali pun (surga itu) tidak tampak. Sesungguhnya, janji Allah itu pasti akan ditepati.

لَّا tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar فِيهَا fīhā didalamnya (surga) لَغْوًا laghwan perkataan sia-sia إِلَّا illā kecuali سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat/sejahtera وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka رِزْقُهُمْ riz'quhum rezki mereka فِيهَا fīhā didalamnya (surga) بُكْرَةًۭ buk'ratan pagi وَعَشِيًّۭا waʿashiyyan dan petang 62

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.

تِلْكَ til'ka itulah ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga ٱلَّتِى allatī yang نُورِثُ nūrithu Kami wariskan مِنْ min dari عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami مَن man orang كَانَ kāna adalah تَقِيًّۭا taqiyyan bertakwa 63

Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.

وَمَا wamā dan tidaklah نَتَنَزَّلُ natanazzalu kami akan turun إِلَّا illā kecuali بِأَمْرِ bi-amri dengan perintah رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu لَهُۥ lahu kepunyaanNya مَا apa بَيْنَ bayna antara أَيْدِينَا aydīnā dihadapan kami وَمَا wamā dan apa خَلْفَنَا khalfanā dibelakang kami وَمَا wamā dan apa بَيْنَ bayna diantara ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu نَسِيًّۭا nasiyyan lupa 64

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhan-mu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhan-mu lupa.

رَّبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya فَٱعْبُدْهُ fa-uʿ'bud'hu maka sembahlah Dia وَٱصْطَبِرْ wa-iṣ'ṭabir dan berteguh hatilah لِعِبَـٰدَتِهِۦ ۚ liʿibādatihi dalam beribadat kepadaNya هَلْ hal apakah تَعْلَمُ taʿlamu kamu mengetahui لَهُۥ lahu bagiNya/denganNya سَمِيًّۭا samiyyan sama 65

Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?

وَيَقُولُ wayaqūlu dan akan berkata ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَءِذَا a-idhā apakah apabila مَا apa مِتُّ mittu telah mati لَسَوْفَ lasawfa sungguh akan أُخْرَجُ ukh'raju aku dikeluarkan حَيًّا ḥayyan hidup 66

Dan berkata manusia, "Betulkah apabila aku telah mati bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"

أَوَلَا awalā ataukah tidak يَذْكُرُ yadhkuru ingat/berpikir ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَنَّا annā bahwa sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰهُ khalaqnāhu Kami telah menciptakannya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu وَلَمْ walam dan tidak يَكُ yaku dia ada شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sama sekali 67

Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?

فَوَرَبِّكَ fawarabbika maka demi Tuhanmu لَنَحْشُرَنَّهُمْ lanaḥshurannahum sungguh Kami akan mengumpulkan mereka وَٱلشَّيَـٰطِينَ wal-shayāṭīna dan syaitan ثُمَّ thumma kemudian لَنُحْضِرَنَّهُمْ lanuḥ'ḍirannahum sungguh Kami akan datangkan mereka حَوْلَ ḥawla sekeliling جَهَنَّمَ jahannama Jahanam جِثِيًّۭا jithiyyan berlutut 68

Demi Tuhan-mu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.

ثُمَّ thumma kemudian لَنَنزِعَنَّ lananziʿanna sungguh kami akan menarik مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap شِيعَةٍ shīʿatin golongan أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka أَشَدُّ ashaddu sangat/paling عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عِتِيًّۭا ʿitiyyan durhaka 69

Kemudian, pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan, siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

ثُمَّ thumma kemudian لَنَحْنُ lanaḥnu sungguh Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna kepada orang-orang yang هُمْ hum mereka أَوْلَىٰ awlā lebih patut بِهَا bihā dengannya صِلِيًّۭا ṣiliyyan masuk/dibakar 70

Dan kemudian, Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.

وَإِن wa-in dan tidak مِّنكُمْ minkum daripadamu إِلَّا illā melainkan وَارِدُهَا ۚ wāriduhā mendatanginya كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas/bagi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu حَتْمًۭا ḥatman kepastian مَّقْضِيًّۭا maqḍiyyan yang telah diputuskan 71

Dan tidak ada seorang pun darimu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan-mu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

ثُمَّ thumma kemudian نُنَجِّى nunajjī kami akan menyelamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa وَّنَذَرُ wanadharu dan Kami membiarkan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim فِيهَا fīhā didalamnya جِثِيًّۭا jithiyyan berlutut 72

Kemudian, Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin jelas/terang قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَىُّ ayyu yang mana ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مَّقَامًۭا maqāman kedudukan وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan lebih baik/bagus نَدِيًّۭا nadiyyan tempat pertemuan 73

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"

وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā telah Kami binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍ qarnin umat هُمْ hum mereka أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik/bagus أَثَـٰثًۭا athāthan perabotan rumah tangga وَرِءْيًۭا wari'yan dan pandang mata 74

Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka 1, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.

قُلْ qul katakanlah مَن man barang siapa كَانَ kāna adalah فِى dalam ٱلضَّلَـٰلَةِ l-ḍalālati kesesatan فَلْيَمْدُدْ falyamdud maka akan memanjangkan لَهُ lahu kepadanya ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih مَدًّا ۚ maddan panjang حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat مَا apa يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancamkan إِمَّا immā maupun ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab وَإِمَّا wa-immā dan maupun ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat فَسَيَعْلَمُونَ fasayaʿlamūna maka mereka akan mengetahui مَنْ man orang/siapa هُوَ huwa dia شَرٌّۭ sharrun lebih jelek مَّكَانًۭا makānan tempat/kedudukan وَأَضْعَفُ wa-aḍʿafu dan lebih lemah جُندًۭا jundan bala tentara 75

Katakanlah, "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya 1 sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya".

وَيَزِيدُ wayazīdu dan akan menambah ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱهْتَدَوْا۟ ih'tadaw (mereka) mendapat petunjuk هُدًۭى ۗ hudan petunjuk وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ wal-bāqiyātu dan yang kekal ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ l-ṣāliḥātu amal-amal sholeh خَيْرٌ khayrun lebih baik عِندَ ʿinda disisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ثَوَابًۭا thawāban pahala وَخَيْرٌۭ wakhayrun dan lebih baik مَّرَدًّا maraddan kesudahan 76

Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu dan lebih baik kesudahannya.

أَفَرَءَيْتَ afara-ayta maka apakah kamu telah melihat ٱلَّذِى alladhī orang yang كَفَرَ kafara kafir بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami وَقَالَ waqāla dan ia berkata لَأُوتَيَنَّ laūtayanna sungguh aku akan diberi مَالًۭا mālan harta وَوَلَدًا wawaladan dan anak 77

Maka, apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak".

أَطَّلَعَ aṭṭalaʿa adakah ia melihat ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib أَمِ ami atau ٱتَّخَذَ ittakhadha ia mengambil عِندَ ʿinda disisi ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عَهْدًۭا ʿahdan perjanjian 78

Adakah ia melihat yang gaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?,

كَلَّا ۚ kallā sekali-kali tidak سَنَكْتُبُ sanaktubu Kami akan menulis مَا apa يَقُولُ yaqūlu mereka katakan وَنَمُدُّ wanamuddu dan Kami akan memperpanjang لَهُۥ lahu baginya مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مَدًّۭا maddan panjang/waktu yang lama 79

sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,

وَنَرِثُهُۥ wanarithuhu dan Kami akan mewarisinya مَا apa يَقُولُ yaqūlu ia katakan وَيَأْتِينَا wayatīnā dan ia akan datang kepada Kami فَرْدًۭا fardan seorang diri 80

dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu 1 dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.

وَٱتَّخَذُوا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan/sesembahan لِّيَكُونُوا۟ liyakūnū supaya sesembahan itu adalah لَهُمْ lahum bagi mereka عِزًّۭا ʿizzan kemuliaan/pelindung 81

Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka.

كَلَّا ۚ kallā sekali-kali tidak سَيَكْفُرُونَ sayakfurūna kelak mereka mengingkari بِعِبَادَتِهِمْ biʿibādatihim dengan peribadatan mereka وَيَكُونُونَ wayakūnūna dan adalah mereka عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ضِدًّا ḍiddan lawan/musuh 82

Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu lihat أَنَّآ annā bahwa sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengirim ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir تَؤُزُّهُمْ ta-uzzuhum mengganggu mereka أَزًّۭا azzan gangguan 83

Tidakkah kamu lihat bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?,

فَلَا falā maka janganlah تَعْجَلْ taʿjal kamu tergesa-gesa عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَعُدُّ naʿuddu Kami menghitung لَهُمْ lahum bagi mereka عَدًّۭا ʿaddan perhitungan 84

maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.

يَوْمَ yawma pada hari نَحْشُرُ naḥshuru Kami kumpulkan ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa إِلَى ilā kepada ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih وَفْدًۭا wafdan perutusan 85

(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,

وَنَسُوقُ wanasūqu dan Kami akan menghalau ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa إِلَىٰ ilā ke جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam وِرْدًۭا wir'dan keadaan dahaga 86

dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.

لَّا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki/memberi ٱلشَّفَـٰعَةَ l-shafāʿata syafa'at إِلَّا illā kecuali مَنِ mani orang ٱتَّخَذَ ittakhadha dia mengambil عِندَ ʿinda disisi ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عَهْدًۭا ʿahdan perjanjian 87

Mereka tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah 1.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱتَّخَذَ ittakhadha telah mengambil ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Yang Maha Pengasih وَلَدًۭا waladan anak 88

Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".

لَّقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتُمْ ji'tum kamu telah mendatangkan شَيْـًٔا shayan sesuatu إِدًّۭا iddan sangat besar/luar biasa 89

Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,

تَكَادُ takādu hampir-hampir ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) يَتَفَطَّرْنَ yatafaṭṭarna pecah مِنْهُ min'hu daripadanya/karenanya وَتَنشَقُّ watanshaqqu dan belah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَتَخِرُّ watakhirru dan tersungkur ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung هَدًّا haddan runtuh 90

hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh

أَن an bahwa دَعَوْا۟ daʿaw mereka mendakwakan لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi/terhadap Yang Maha Pengasih وَلَدًۭا waladan seorang anak 91

karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.

وَمَا wamā dan tidak يَنۢبَغِى yanbaghī layak/patut لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi Yang Maha Pengasih أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha Dia mengambil/mempunyai وَلَدًا waladan seorang anak 92

Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

إِن in tidak كُلُّ kullu setiap مَن man orang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi إِلَّآ illā kecuali ءَاتِى ātī dia datang ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عَبْدًۭا ʿabdan mengabdi 93

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

لَّقَدْ laqad sesungguhnya أَحْصَىٰهُمْ aḥṣāhum Dia telah menentukan mereka وَعَدَّهُمْ waʿaddahum dan Dia telah menghitung mereka عَدًّۭا ʿaddan perhitungan 94

Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.

وَكُلُّهُمْ wakulluhum dan mereka semua ءَاتِيهِ ātīhi datang kepadaNya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فَرْدًا fardan seorang diri 95

Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/sholeh سَيَجْعَلُ sayajʿalu akan menjadikan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وُدًّۭا wuddan rasa kasih sayang 96

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah 1 akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَسَّرْنَـٰهُ yassarnāhu Kami memudahkannya بِلِسَانِكَ bilisānika dengan lisan/bahasamu لِتُبَشِّرَ litubashira agar kamu memberi kabar gembira بِهِ bihi dengannya ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa وَتُنذِرَ watundhira dan kamu memberi peringatan بِهِۦ bihi dengannya قَوْمًۭا qawman kaum لُّدًّۭا luddan membantah/membangkang 97

Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ān itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur`ān itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.

وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā telah Kami binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍ qarnin umat-umat هَلْ hal apakah تُحِسُّ tuḥissu kamu merasa/melihat مِنْهُم min'hum dari antara mereka مِّنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang أَوْ aw atau تَسْمَعُ tasmaʿu kamu mendengar لَهُمْ lahum bagi mereka رِكْزًۢا rik'zan suara pelan/samar-samar 98

Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?

طه tta-ha Taahaa 1

Ṭāha 1

مَآ tidak أَنزَلْنَا anzalnā Kami menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an لِتَشْقَىٰٓ litashqā supaya kamu celaka 2

Kami tidak menurunkan Al-Qur`ān ini kepadamu agar kamu menjadi susah;

إِلَّا illā melainkan تَذْكِرَةًۭ tadhkiratan peringatan لِّمَن liman bagi orang يَخْشَىٰ yakhshā ia takut 3

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

تَنزِيلًۭا tanzīlan diturunkan مِّمَّنْ mimman dari yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَٱلسَّمَـٰوَٰتِ wal-samāwāti dan langit ٱلْعُلَى l-ʿulā yang tinggi 4

yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

ٱلرَّحْمَـٰنُ al-raḥmānu Maha Pengasih عَلَى ʿalā di atas ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy` ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju 5

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas arasy 1.

لَهُۥ lahu bagi-Nya مَا apa yang فِى di dalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya وَمَا wamā dan apa تَحْتَ taḥta di bawah ٱلثَّرَىٰ l-tharā tanah 6

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah.

وَإِن wa-in dan jika تَجْهَرْ tajhar kamu mengeraskan بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan perkataan فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui ٱلسِّرَّ l-sira rahasia وَأَخْفَى wa-akhfā dan yang tersembunyi 7

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi 1.

ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia لَهُ lahu bagiNya ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā baik 8

Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia. Dia mempunyai Al -‘Asmā ‘ul ῌusnā (nama-nama yang baik).

وَهَلْ wahal dan apakah أَتَىٰكَ atāka telah sampai kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu ceritera/kisah مُوسَىٰٓ mūsā Musa 9

Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

إِذْ idh tatkala رَءَا raā dia melihat نَارًۭا nāran api فَقَالَ faqāla maka dia berkata لِأَهْلِهِ li-ahlihi kepada keluarganya ٱمْكُثُوٓا۟ um'kuthū tinggallah kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَانَسْتُ ānastu aku melihat نَارًۭا nāran api لَّعَلِّىٓ laʿallī mudah-mudahan aku ءَاتِيكُم ātīkum aku mendatangkan/membawa kepadamu مِّنْهَا min'hā dari padanya بِقَبَسٍ biqabasin dengan nyala api أَوْ aw atau أَجِدُ ajidu aku mendapatkan عَلَى ʿalā atas ٱلنَّارِ l-nāri api هُدًۭى hudan petunjuk 10

Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".

فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَتَىٰهَا atāhā dia mendatanginya نُودِىَ nūdiya dia dipanggil يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa 11

Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, "Hai Musa.

إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَنَا۠ anā Aku رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu فَٱخْلَعْ fa-ikh'laʿ maka lepaskan/tanggalkan نَعْلَيْكَ ۖ naʿlayka kedua terompahmu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah ٱلْمُقَدَّسِ l-muqadasi yang suci طُوًۭى ṭuwan Tuwa 12

Sesungguhnya Aku inilah Tuhan-mu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Ṭuwā.

وَأَنَا wa-anā dan Aku ٱخْتَرْتُكَ ikh'tartuka Aku telah memilih kamu فَٱسْتَمِعْ fa-is'tamiʿ maka dengarkanlah لِمَا limā terhadap apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan 13

Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

إِنَّنِىٓ innanī sesungguhnya Aku أَنَا anā Aku ٱللَّهُ l-lahu Allah لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّآ illā melainkan أَنَا۠ anā Aku فَٱعْبُدْنِى fa-uʿ'bud'nī maka sembahlah Aku وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat لِذِكْرِىٓ lidhik'rī untuk mengingat-Ku 14

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat ءَاتِيَةٌ ātiyatun pasti datang أَكَادُ akādu Aku hampir أُخْفِيهَا ukh'fīhā Aku sembunyikan/rahasia لِتُجْزَىٰ lituj'zā untuk dibalas كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin diri بِمَا bimā dengan apa تَسْعَىٰ tasʿā ia usahakan 15

Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.

فَلَا falā maka janganlah يَصُدَّنَّكَ yaṣuddannaka memalingkan kamu عَنْهَا ʿanhā dari padanya مَن man orang لَّا tidak يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِهَا bihā dengannya/kepadanya وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan ia mengikuti هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya فَتَرْدَىٰ fatardā maka kamu akan binasa 16

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan darinya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya yang menyebabkan kamu jadi binasa".

وَمَا wamā dan apa تِلْكَ til'ka itu بِيَمِينِكَ biyamīnika ditangan kananmu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 17

Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?

قَالَ qāla (Musa) berkata هِىَ hiya ia/ini عَصَاىَ ʿaṣāya tongkatku أَتَوَكَّؤُا۟ atawakka-u aku bertelekan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya وَأَهُشُّ wa-ahushu dan aku memukul بِهَا bihā dengannya عَلَىٰ ʿalā atas/untuk غَنَمِى ghanamī kambingku وَلِىَ waliya dan bagiku فِيهَا fīhā padanya مَـَٔارِبُ maāribu keperluan/maksud أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain 18

Berkata Musa, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".

قَالَ qāla (Allah) berfirman أَلْقِهَا alqihā lemparkanlah ia يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 19

Allah berfirman, "Lemparkanlah ia, hai Musa!"

فَأَلْقَىٰهَا fa-alqāhā maka dia melemparkannya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/tongkat حَيَّةٌۭ ḥayyatun ular تَسْعَىٰ tasʿā merayap 20

Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.

قَالَ qāla (Allah) berfirman خُذْهَا khudh'hā ambillah ia وَلَا walā dan jangan تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut سَنُعِيدُهَا sanuʿīduhā Kami akan mengembalikannya سِيرَتَهَا sīratahā perjalanannya ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama/semula 21

Allah berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,

وَٱضْمُمْ wa-uḍ'mum dan kepitkanlah يَدَكَ yadaka tanganmu إِلَىٰ ilā kepada جَنَاحِكَ janāḥika sayapmu/ketiakmu تَخْرُجْ takhruj ia keluar بَيْضَآءَ bayḍāa putih مِنْ min dari غَيْرِ ghayri selain/tanpa سُوٓءٍ sūin seburuk-buruk ءَايَةً āyatan tanda-tanda/mukjizat أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain 22

dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain (pula),

لِنُرِيَكَ linuriyaka untuk Kami perlihatkan kepadamu مِنْ min dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā tanda-tanda Kami ٱلْكُبْرَى l-kub'rā yang besar 23

untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,

ٱذْهَبْ idh'hab pergilah kamu إِلَىٰ ilā kepada Fir'aun فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia طَغَىٰ ṭaghā durhaka/melampaui batas 24

Pergilah kepada Firʻawn ; sesungguhnya ia telah melampaui batas".

قَالَ qāla (MUsa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱشْرَحْ ish'raḥ Lapangkanlah لِى untukku صَدْرِى ṣadrī dadaku 25

Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, lapangkanlah untukku dadaku,1

وَيَسِّرْ wayassir dan mudahkanlah لِىٓ untukku أَمْرِى amrī urusanku 26

dan mudahkanlah untukku urusanku,

وَٱحْلُلْ wa-uḥ'lul dan lepaskan عُقْدَةًۭ ʿuq'datan ikatan مِّن min dari لِّسَانِى lisānī lisanku 27

dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,

يَفْقَهُوا۟ yafqahū mereka mengerti قَوْلِى qawlī perkataanku 28

supaya mereka mengerti perkataanku,

وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikanlah لِّى untukku وَزِيرًۭا wazīran seorang pembantu مِّنْ min dari أَهْلِى ahlī keluargaku 29

dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,

هَـٰرُونَ hārūna (Yaitu) Harun أَخِى akhī saudaraku 30

(yaitu) Hārūn, saudaraku,

ٱشْدُدْ ush'dud teguhkanlah بِهِۦٓ bihi dengan dia أَزْرِى azrī kekuatanku 31

teguhkanlah dengan dia kekuatanku,

وَأَشْرِكْهُ wa-ashrik'hu dan jadikanlah dia sekutu فِىٓ dalam أَمْرِى amrī urusanku 32

dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku,

كَىْ kay supaya نُسَبِّحَكَ nusabbiḥaka kami bertasbih kepada Engkau كَثِيرًۭا kathīran banyak 33

supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,

وَنَذْكُرَكَ wanadhkuraka dan kami banyak mengingat Engkau كَثِيرًا kathīran banyak 34

dan banyak mengingat Engkau.

إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau كُنتَ kunta adalah Engkau بِنَا binā pada kami بَصِيرًۭا baṣīran Maha Mengetahui 35

Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami".

قَالَ qāla (Allah) berfirman قَدْ qad sesungguhnya أُوتِيتَ ūtīta kamu telah diberi/diperkenankan سُؤْلَكَ su'laka permintaanmu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 36

Allah berfirman, "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa."

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَنَنَّا manannā Kami telah beri ni'mat عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مَرَّةً marratan kali أُخْرَىٰٓ ukh'rā yang lain 37

Dan sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain,

إِذْ idh ketika أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan/ilhamkan إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّكَ ummika ibumu مَا apa/sesuatu يُوحَىٰٓ yūḥā yang diwahyukan/ilhamkan 38

yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan,

أَنِ ani bahwa ٱقْذِفِيهِ iq'dhifīhi lemparkanlah dia فِى dalam ٱلتَّابُوتِ l-tābūti peti فَٱقْذِفِيهِ fa-iq'dhifīhi maka lemparkan dia فِى dalam ٱلْيَمِّ l-yami laut/sungai فَلْيُلْقِهِ falyul'qihi maka melemparkan/membawanya ٱلْيَمُّ l-yamu laut/sungai بِٱلسَّاحِلِ bil-sāḥili di tepi/pantai يَأْخُذْهُ yakhudh'hu mengambilnya عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّى bagi-Ku وَعَدُوٌّۭ waʿaduwwun dan musuh لَّهُۥ ۚ lahu baginya/dia وَأَلْقَيْتُ wa-alqaytu dan Aku lemparkan/limpahkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مَحَبَّةًۭ maḥabbatan kasih sayang مِّنِّى minnī dari-Ku وَلِتُصْنَعَ walituṣ'naʿa dan supaya kamu dibuat/diasuh عَلَىٰ ʿalā atas عَيْنِىٓ ʿaynī pengawasan-Ku 39

Yaitu, Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi supaya diambil oleh (Firʻawn ) musuh-Ku dan musuhnya`. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku 1 dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,

إِذْ idh ketika تَمْشِىٓ tamshī berjalan أُخْتُكَ ukh'tuka saudara perempuanmu فَتَقُولُ fataqūlu maka/lalu ia berkata هَلْ hal apakah أَدُلُّكُمْ adullukum aku menunjukkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang يَكْفُلُهُۥ ۖ yakfuluhu dia memeliharanya فَرَجَعْنَـٰكَ farajaʿnāka maka Kami mengembalikan kamu إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّكَ ummika ibumu كَىْ kay supaya تَقَرَّ taqarra dingin عَيْنُهَا ʿaynuhā matanya وَلَا walā dan tidak تَحْزَنَ ۚ taḥzana bersedih hati وَقَتَلْتَ waqatalta dan kamu membunuh نَفْسًۭا nafsan seseorang فَنَجَّيْنَـٰكَ fanajjaynāka maka Kami menyelamatkan kamu مِنَ mina dari ٱلْغَمِّ l-ghami kesusahan وَفَتَنَّـٰكَ wafatannāka dan Kami memberikan cobaan kepadamu فُتُونًۭا ۚ futūnan beberapa cobaan فَلَبِثْتَ falabith'ta maka kamu tinggal سِنِينَ sinīna beberapa tahun فِىٓ dalam/diantara أَهْلِ ahli penduduk مَدْيَنَ madyana Madyan ثُمَّ thumma kemudian جِئْتَ ji'ta kamu datang عَلَىٰ ʿalā atas/menurut قَدَرٍۢ qadarin ketetapan waktu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 40

(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Firʻawn ), "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia 1, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan, dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan, maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan 2, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan 3 hai Musa,

وَٱصْطَنَعْتُكَ wa-iṣ'ṭanaʿtuka dan Aku telah memilih kamu لِنَفْسِى linafsī untuk diri-Ku 41

dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku 1.

ٱذْهَبْ idh'hab pergilah أَنتَ anta kamu وَأَخُوكَ wa-akhūka dan saudaramu بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayat-Ku وَلَا walā dan janganlah تَنِيَا taniyā kamu berdua lalai فِى dalam ذِكْرِى dhik'rī mengingat-Ku 42

Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku;

ٱذْهَبَآ idh'habā pergilah kamu berdua إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia طَغَىٰ ṭaghā telah melewati batas 43

Pergilah kamu berdua kepada Firʻawn , sesungguhnya dia telah melampaui batas;

فَقُولَا faqūlā maka berkatalah kamu berdua لَهُۥ lahu kepadanya قَوْلًۭا qawlan perkataan لَّيِّنًۭا layyinan lunak/lembut لَّعَلَّهُۥ laʿallahu mudah-mudahan يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru dia ingat أَوْ aw atau يَخْشَىٰ yakhshā dia takut 44

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".

قَالَا qālā keduanya berkata رَبَّنَآ rabbanā Ya Tuhan kami إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami نَخَافُ nakhāfu kami khawatir أَن an bahwa يَفْرُطَ yafruṭa dia bersegera menyiksa عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami أَوْ aw atau أَن an bahwa يَطْغَىٰ yaṭghā lebih melewati batas 45

Berkatalah mereka berdua, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas".

قَالَ qāla (Allah) berfirman لَا janganlah تَخَافَآ ۖ takhāfā kamu khawatir إِنَّنِى innanī sesungguhnya Aku مَعَكُمَآ maʿakumā beserta kamu berdua أَسْمَعُ asmaʿu Aku mendengar وَأَرَىٰ wa-arā dan Aku melihat 46

Allah berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat".

فَأْتِيَاهُ fatiyāhu maka datanglah kamu berdua kepadanya فَقُولَآ faqūlā maka katakanlah إِنَّا innā sesungguhnya kami رَسُولَا rasūlā dua orang utusan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَأَرْسِلْ fa-arsil maka lepaskanlah مَعَنَا maʿanā beserta kami بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَلَا walā dan jangan تُعَذِّبْهُمْ ۖ tuʿadhib'hum kamu menyiksa mereka قَدْ qad sesungguhnya جِئْنَـٰكَ ji'nāka kami datang kepadamu بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan ayat/bukti مِّن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَٱلسَّلَـٰمُ wal-salāmu dan keselamatan عَلَىٰ ʿalā atas مَنِ mani orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa ia mengikuti ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk 47

Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firʻawn ) dan katakanlah, "Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Isrā`īl bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka 1. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhan-mu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.

إِنَّا innā sesungguhnya kami قَدْ qad sungguh أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan إِلَيْنَآ ilaynā kepada kami أَنَّ anna bahwasanya ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab itu عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan وَتَوَلَّىٰ watawallā dan ia berpaling 48

Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan 1 dan berpaling 2.

قَالَ qāla (Fir'aun) berkata فَمَن faman maka siapakah رَّبُّكُمَا rabbukumā Tuhanmu berdua يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 49

Berkata Firʻawn , "Maka siapakah Tuhan-mu berdua, hai Musa? 1"

قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَعْطَىٰ aʿṭā Dia memberikan كُلَّ kulla tiap-tiap شَىْءٍ shayin sesuatu خَلْقَهُۥ khalqahu kejadiannya ثُمَّ thumma kemudian هَدَىٰ hadā Dia memberi petunjuk 50

Musa berkata, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk 1."

قَالَ qāla (Fir'aun) berkata فَمَا famā maka bagaimanakah بَالُ bālu keadaan ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat ٱلْأُولَىٰ l-ūlā dahulu 51

Berkata Firʻawn , "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"

قَالَ qāla (Musa) berkata عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuan tentang itu عِندَ ʿinda di sisi رَبِّى rabbī Tuhanku فِى dalam كِتَـٰبٍۢ ۖ kitābin Kitab لَّا tidak يَضِلُّ yaḍillu sesat/salah رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَا walā dan Dia tidak يَنسَى yansā lupa 52

Musa menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhan-ku, di dalam sebuah kitab 1, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;

ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala Dia telah janjikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مَهْدًۭا mahdan terhampar وَسَلَكَ wasalaka dan Dia menjadikan jalan لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā di dalamnya (di bumi) سُبُلًۭا subulan beberapa jalan وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia telah menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air (hujan) فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka Kami keluarkan بِهِۦٓ bihi dengannya أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/berjenis-jenis مِّن min dari نَّبَاتٍۢ nabātin tumbuh-tumbuhan شَتَّىٰ shattā bermacam-macam 53

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan, dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

كُلُوا۟ kulū makanlah وَٱرْعَوْا۟ wa-ir'ʿaw dan gembalakanlah أَنْعَـٰمَكُمْ ۗ anʿāmakum binatang ternakmu إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلنُّهَىٰ l-nuhā pengertian/fikiran 54

Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.

۞ مِنْهَا min'hā dari padanya خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami telah menciptakan kamu وَفِيهَا wafīhā dan kepadanya نُعِيدُكُمْ nuʿīdukum Kami mengembalikan kamu وَمِنْهَا wamin'hā dan dari padanya نُخْرِجُكُمْ nukh'rijukum Kami mengeluarkan kamu تَارَةً tāratan sekali-kali أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain 55

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرَيْنَـٰهُ araynāhu Kami telah memperlihatkan kepadanya ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami كُلَّهَا kullahā semuanya فَكَذَّبَ fakadhaba maka dia mendustakan وَأَبَىٰ wa-abā dan dia enggan/menolak 56

Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya ( Firʻawn ) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya1 maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

قَالَ qāla (Fir'aun) berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā adakah kamu datang kepada kami لِتُخْرِجَنَا litukh'rijanā untuk kamu mengusir/mengeluarkan kami مِنْ min dari أَرْضِنَا arḍinā bumi negeri kami بِسِحْرِكَ bisiḥ'rika dengan sihirmu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 57

Berkata Firʻawn , "Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa1?

فَلَنَأْتِيَنَّكَ falanatiyannaka maka sungguh kami akan mendatangkan kepadamu بِسِحْرٍۢ bisiḥ'rin dengan sihir مِّثْلِهِۦ mith'lihi serupanya/seperti itu فَٱجْعَلْ fa-ij'ʿal maka jadikanlah/buatlah بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَكَ wabaynaka dan antara kamu مَوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian/pertemuan لَّا kami tidak نُخْلِفُهُۥ nukh'lifuhu menyalahkannya نَحْنُ naḥnu kami وَلَآ walā dan tidak أَنتَ anta kamu مَكَانًۭا makānan tempat سُوًۭى suwan sama/pertemuan 58

Dan kami pun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu yang kami tidak akan menyalahinya, dan tidak (pula) kamu di suatu tempat yang pertengahan (letaknya)".

قَالَ qāla (Musa) berkata مَوْعِدُكُمْ mawʿidukum perjanjianmu يَوْمُ yawmu hari ٱلزِّينَةِ l-zīnati raya وَأَن wa-an dan hendaknya يُحْشَرَ yuḥ'shara dikumpulkan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ضُحًۭى ḍuḥan waktu dhuha 59

Berkata Musa, "Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik".

فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka berpaling meninggalkan فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun فَجَمَعَ fajamaʿa lalu dia mengumpulkan/mengatur كَيْدَهُۥ kaydahu tipu dayanya ثُمَّ thumma kemudian أَتَىٰ atā dia datang 60

Maka Firʻawn meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang1.

قَالَ qāla berkata لَهُم lahum kepada mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa وَيْلَكُمْ waylakum celakalah kamu لَا janganlah تَفْتَرُوا۟ taftarū kamu mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban kedustaan فَيُسْحِتَكُم fayus'ḥitakum maka Dia membinasakan kamu بِعَذَابٍۢ ۖ biʿadhābin dengan siksaan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَابَ khāba gagah/rugi مَنِ mani orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan 61

Berkata Musa kepada mereka, "Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa". Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.

فَتَنَـٰزَعُوٓا۟ fatanāzaʿū maka mereka berbantah-bantahan أَمْرَهُم amrahum urusan mereka بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka وَأَسَرُّوا۟ wa-asarrū dan mereka merahasiakan ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā percakapan 62

Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنْ in sesungguhnya هَـٰذَٰنِ hādhāni dua orang ini لَسَـٰحِرَٰنِ lasāḥirāni benar-benar keduanya ahli sihir يُرِيدَانِ yurīdāni keduanya hendak أَن an keduanya akan يُخْرِجَاكُم yukh'rijākum mengusir kamu مِّنْ min dari أَرْضِكُم arḍikum bumi/negerimu بِسِحْرِهِمَا bisiḥ'rihimā dengan sihirnya وَيَذْهَبَا wayadhhabā dan keduanya akan menghilangkan بِطَرِيقَتِكُمُ biṭarīqatikumu dengan jalan/adat kebiasaanmu ٱلْمُثْلَىٰ l-muth'lā utama/baik 63

Mereka berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya, dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama 1.

فَأَجْمِعُوا۟ fa-ajmiʿū maka kumpulkanlah كَيْدَكُمْ kaydakum tipu dayamu ثُمَّ thumma kemudian ٱئْتُوا۟ i'tū datanglah kamu صَفًّۭا ۚ ṣaffan berbaris وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَفْلَحَ aflaḥa beruntung ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini مَنِ mani orang ٱسْتَعْلَىٰ is'taʿlā diatas/menang 64

Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. Dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini 1.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِمَّآ immā apakah أَن an bahwa تُلْقِىَ tul'qiya kamu akan melemparkan وَإِمَّآ wa-immā dan/atau apakah أَن an bahwa نَّكُونَ nakūna kami adalah أَوَّلَ awwala pertama/mula-mula مَنْ man orang أَلْقَىٰ alqā melemparkan 65

(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata, "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"

قَالَ qāla (Musa) berkata بَلْ bal bahkan/silahkan أَلْقُوا۟ ۖ alqū lemparkan olehmu فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba حِبَالُهُمْ ḥibāluhum tali-tali mereka وَعِصِيُّهُمْ waʿiṣiyyuhum dan tongkat-tongkat mereka يُخَيَّلُ yukhayyalu terhayal/terbayang إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/Musa مِن min dari سِحْرِهِمْ siḥ'rihim sihir mereka أَنَّهَا annahā seakan-akan ia تَسْعَىٰ tasʿā ia berjalan 66

Berkata Musa, "Silakan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba, tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka.

فَأَوْجَسَ fa-awjasa maka merasa فِى dalam نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya خِيفَةًۭ khīfatan takut مُّوسَىٰ mūsā Musa 67

Maka Musa merasa takut dalam hatinya.

قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لَا janganlah تَخَفْ takhaf kamu takut إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu أَنتَ anta kamu ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā diatas unggul 68

Kami berkata, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).

وَأَلْقِ wa-alqi dan lemparkanlah مَا apa فِى di يَمِينِكَ yamīnika tangan kananmu تَلْقَفْ talqaf ia akan menelan مَا apa صَنَعُوٓا۟ ۖ ṣanaʿū mereka berbuat إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka perbuat كَيْدُ kaydu tipu daya سَـٰحِرٍۢ ۖ sāḥirin tukang sihir وَلَا walā dan tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung/menang ٱلسَّاحِرُ l-sāḥiru tukang sihir حَيْثُ ḥaythu darimana أَتَىٰ atā dia datang 69

Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang".

فَأُلْقِىَ fa-ul'qiya maka terlempar/tersungkur ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu tukang sihir سُجَّدًۭا sujjadan bersujud قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّ birabbi dengan/kepada Tuhan هَـٰرُونَ hārūna Harun وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa 70

Lalu, tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhan Hārūn dan Musa ".

قَالَ qāla (Fir'aun) berkata ءَامَنتُمْ āmantum kamu beriman لَهُۥ lahu kepadanya قَبْلَ qabla sebelum أَنْ an bahwa ءَاذَنَ ādhana aku memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَكَبِيرُكُمُ lakabīrukumu sungguh pembesar/pemimpinmu ٱلَّذِى alladhī yang عَلَّمَكُمُ ʿallamakumu dia mengajar kamu ٱلسِّحْرَ ۖ l-siḥ'ra sihir فَلَأُقَطِّعَنَّ fala-uqaṭṭiʿanna maka sungguh aku akan memotong أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tangan-tanganmu وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kaki-kakimu مِّنْ min dari خِلَـٰفٍۢ khilāfin yang berlainan وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ wala-uṣallibannakum dan sungguh aku akan menyalib kamu فِى di جُذُوعِ judhūʿi batang ٱلنَّخْلِ l-nakhli pohon korma وَلَتَعْلَمُنَّ walataʿlamunna dan sungguh kamu akan mengetahui أَيُّنَآ ayyunā siapa diantara kita أَشَدُّ ashaddu lebih keras عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan kekal 71

Berkata Firʻawn , "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik1; dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma; dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَن lan kami tidak akan نُّؤْثِرَكَ nu'thiraka menghormati kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa جَآءَنَا jāanā telah datang kepada kami مِنَ mina dari ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti bukti-bukti yang nyata وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang فَطَرَنَا ۖ faṭaranā menciptakan kami فَٱقْضِ fa-iq'ḍi maka putuskanlah مَآ apa yang أَنتَ anta kamu قَاضٍ ۖ qāḍin putuskan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تَقْضِى taqḍī kamu memutuskan هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia 72

Mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu dari bukti-bukti yang nyata (mukjizat) yang telah datang kepada kami dan dari Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.

إِنَّآ innā sesungguhnya kami ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّنَا birabbinā dengan/kepada Tuhan kami لِيَغْفِرَ liyaghfira agar Dia mengampuni لَنَا lanā bagi kami خَطَـٰيَـٰنَا khaṭāyānā kesalahan-kesalahan kami وَمَآ wamā dan apa yang أَكْرَهْتَنَا akrahtanā kamu paksakan kepada kami عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (melakukannya) مِنَ mina dari ٱلسِّحْرِ ۗ l-siḥ'ri sihir وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰٓ wa-abqā dan lebih kekal 73

Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مَن man barangsiapa يَأْتِ yati dia datang رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya مُجْرِمًۭا muj'riman keadaan berdosa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam لَا tidak يَمُوتُ yamūtu dia mati فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَا walā dan dia tidak يَحْيَىٰ yaḥyā hidup 74

Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhan-nya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati1 di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

وَمَن waman dan barangsiapa يَأْتِهِۦ yatihi datang kepada-Nya مُؤْمِنًۭا mu'minan keadaan beriman قَدْ qad sesungguhnya/sungguh-sungguh عَمِلَ ʿamila dia beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah لَهُمُ lahumu bagi mereka (memperoleh) ٱلدَّرَجَـٰتُ l-darajātu derajat ٱلْعُلَىٰ l-ʿulā tinggi 75

Dan barang siapa datang kepada Tuhan-nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),

جَنَّـٰتُ jannātu surga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah جَزَآءُ jazāu balasan مَن man orang تَزَكَّىٰ tazakkā suci/bersih 76

(yaitu) surga ʻAdn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَوْحَيْنَآ awḥaynā telah Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an agar أَسْرِ asri berjalanlah kamu dimalam hari بِعِبَادِى biʿibādī dengan hamba-hamba-Ku فَٱضْرِبْ fa-iḍ'rib maka buatlah لَهُمْ lahum untuk mereka طَرِيقًۭا ṭarīqan jalan فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut يَبَسًۭا yabasan kering لَّا jangan تَخَـٰفُ takhāfu kamu takut/khawatir دَرَكًۭا darakan tersusul وَلَا walā dan jangan تَخْشَىٰ takhshā kamu takut 77

Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Isrā`īl) pada malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu 1, kamu tidak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".

فَأَتْبَعَهُمْ fa-atbaʿahum maka mengikuti mereka فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun بِجُنُودِهِۦ bijunūdihi dengan bala tentaranya فَغَشِيَهُم faghashiyahum lalu menutup mereka مِّنَ mina dari ٱلْيَمِّ l-yami laut مَا apa yang غَشِيَهُمْ ghashiyahum menutup mereka 78

Maka Firʻawn dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.

وَأَضَلَّ wa-aḍalla dan telah menyesatkan فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya وَمَا wamā dan tidak هَدَىٰ hadā memberi petunjuk 79

Dan Firʻawn telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil قَدْ qad sesungguhnya أَنجَيْنَـٰكُم anjaynākum Kami telah menyelamatkan kamu مِّنْ min dari عَدُوِّكُمْ ʿaduwwikum musuhmu وَوَٰعَدْنَـٰكُمْ wawāʿadnākum dan Kami telah menjanjikan kepadamu جَانِبَ jāniba samping/sebelah ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur ٱلْأَيْمَنَ l-aymana sebelah kanan وَنَزَّلْنَا wanazzalnā dan Kami turunkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَنَّ l-mana manna وَٱلسَّلْوَىٰ wal-salwā dan salwa 80

Hai Bani Isrā`īl sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan 1 gunung itu 2; dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwā 3.

كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا apa رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami telah rezekikan kepadamu وَلَا walā dan janganlah تَطْغَوْا۟ taṭghaw kamu melewati batas فِيهِ fīhi padanya فَيَحِلَّ fayaḥilla maka halal/menimpa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian غَضَبِى ۖ ghaḍabī kemurkaan-Ku وَمَن waman dan barangsiapa يَحْلِلْ yaḥlil halal/menimpa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya غَضَبِى ghaḍabī kemurkaan-Ku فَقَدْ faqad maka sesungguhnya هَوَىٰ hawā binasalah dia 81

Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah melampaui batas padanya yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.

وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya Aku لَغَفَّارٌۭ laghaffārun sungguh Maha Pengampun لِّمَن liman bagi siapa تَابَ tāba dia bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan dia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan dia beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh ثُمَّ thumma kemudian ٱهْتَدَىٰ ih'tadā dia mendapat petunjuk/dijalan yang benar 82

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.

۞ وَمَآ wamā dan mengapa أَعْجَلَكَ aʿjalaka kamu lebih cepat عَن ʿan dari قَوْمِكَ qawmika kaummu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa 83

Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?

قَالَ qāla (Musa) berkata هُمْ hum mereka أُو۟لَآءِ ulāi itulah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَثَرِى atharī jejakku/dibelakangku وَعَجِلْتُ waʿajil'tu dan aku lebih cepat/bersegera إِلَيْكَ ilayka kepada-Mu رَبِّ rabbi ya Tuhanku لِتَرْضَىٰ litarḍā agar Engkau rida 84

Berkata Musa, "Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhan-ku, agar supaya Engkau rida (kepadaku)".

قَالَ qāla (Allah) berfirman فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami قَدْ qad sungguh فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji قَوْمَكَ qawmaka kaum kamu مِنۢ min dari بَعْدِكَ baʿdika setelah engkau وَأَضَلَّهُمُ wa-aḍallahumu dan telah menyesatkan mereka ٱلسَّامِرِىُّ l-sāmiriyu Samiri 85

Allah berfirman, "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan dan mereka telah disesatkan oleh As-Sāmirī 1.

فَرَجَعَ farajaʿa maka kembali مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya غَضْبَـٰنَ ghaḍbāna marah أَسِفًۭا ۚ asifan duka-cita قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَلَمْ alam bukankah يَعِدْكُمْ yaʿid'kum menjanjikan kepadamu رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَعْدًا waʿdan suatu janji حَسَنًا ۚ ḥasanan yang baik أَفَطَالَ afaṭāla apakah panjang/terlalu lama عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْعَهْدُ l-ʿahdu perjanjian أَمْ am atau أَرَدتُّمْ aradttum kamu menghendaki أَن an bahwa يَحِلَّ yaḥilla halal/menimpa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَأَخْلَفْتُم fa-akhlaftum maka kamu menyalahi/melanggar مَّوْعِدِى mawʿidī perjanjianku 86

Kemudian, Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa, "Hai kaumku, bukankah Tuhan-mu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhan-mu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu denganku?".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ tidak أَخْلَفْنَا akhlafnā kami menyalahi/melanggar مَوْعِدَكَ mawʿidaka perjanjianmu بِمَلْكِنَا bimalkinā dengan kemauan kami وَلَـٰكِنَّا walākinnā akan tetapi kami حُمِّلْنَآ ḥummil'nā kami disuruh membawa أَوْزَارًۭا awzāran beban-beban مِّن min dari زِينَةِ zīnati perhiasan ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum فَقَذَفْنَـٰهَا faqadhafnāhā maka kami melemparkan فَكَذَٰلِكَ fakadhālika maka demikian itu أَلْقَى alqā melemparkan ٱلسَّامِرِىُّ l-sāmiriyu Samiri 87

Mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya dan demikian pula As-Sāmirī melemparkannya 1",

فَأَخْرَجَ fa-akhraja maka dia mengeluarkan لَهُمْ lahum untuk mereka عِجْلًۭا ʿij'lan anak lembu جَسَدًۭا jasadan jasad/bertubuh لَّهُۥ lahu baginya خُوَارٌۭ khuwārun bersuara فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata هَـٰذَآ hādhā inilah إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu وَإِلَـٰهُ wa-ilāhu dan Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa فَنَسِىَ fanasiya maka dia melupakan 88

kemudian As-Sāmirī mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara 1, maka mereka berkata, "Inilah Tuhan-mu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa".

أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَرَوْنَ yarawna mereka memperhatikan أَلَّا allā bahwa tidak يَرْجِعُ yarjiʿu ia mengembalikan/memberikan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan/jawaban وَلَا walā dan ia tidak يَمْلِكُ yamliku memiliki/kuasa لَهُمْ lahum kepada mereka ضَرًّۭا ḍarran kemudaratan وَلَا walā dan tidak نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan 89

Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya قَالَ qāla telah berkata لَهُمْ lahum kepada mereka هَـٰرُونُ hārūnu Harun مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/sebelumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah فُتِنتُم futintum kamu telah diberi cobaan بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih فَٱتَّبِعُونِى fa-ittabiʿūnī maka ikutilah aku وَأَطِيعُوٓا۟ wa-aṭīʿū dan taatilah أَمْرِى amrī perintahku 90

Dan sesungguhnya Hārūn telah berkata kepada mereka sebelumnya, "Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhan-mu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَن lan kami akan نَّبْرَحَ nabraḥa selalu/tetap عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَـٰكِفِينَ ʿākifīna orang yang bertekun حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَرْجِعَ yarjiʿa kembali إِلَيْنَا ilaynā kepada kami مُوسَىٰ mūsā Musa 91

Mereka menjawab, "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini hingga Musa kembali kepada kami".

قَالَ qāla (Musa) berkata يَـٰهَـٰرُونُ yāhārūnu Hai Harun مَا apa yang مَنَعَكَ manaʿaka mencegah/menghalangi kamu إِذْ idh ketika رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka ضَلُّوٓا۟ ḍallū mereka telah sesat 92

Berkata Musa, "Hai Hārūn, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,

أَلَّا allā bahwa tidak تَتَّبِعَنِ ۖ tattabiʿani kamu mengikuti aku أَفَعَصَيْتَ afaʿaṣayta apakah kamu mendurhakai أَمْرِى amrī perintahku 93

(sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"

قَالَ qāla (Harun) berkata يَبْنَؤُمَّ yabna-umma ibuku لَا jangan تَأْخُذْ takhudh kamu ambil/pegang بِلِحْيَتِى biliḥ'yatī dengan janggutku وَلَا walā dan jangan بِرَأْسِىٓ ۖ birasī kepalaku إِنِّى innī sesungguhnya aku خَشِيتُ khashītu aku takut/khawatir أَن an bahwa تَقُولَ taqūla kamu berkata فَرَّقْتَ farraqta kamu membuat perpecahan بَيْنَ bayna diantara بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَلَمْ walam dan tidak تَرْقُبْ tarqub kamu menjaga/memelihara قَوْلِى qawlī perkataanku 94

Hārūn menjawab, "Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), "Kamu telah memecah antara Bani Isrā`īl dan kamu tidak memelihara amanatku".

قَالَ qāla (Musa) berkata فَمَا famā maka apakah خَطْبُكَ khaṭbuka percakapanmu/maksudmu يَـٰسَـٰمِرِىُّ yāsāmiriyyu wahai samiri 95

Berkata Musa, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai As-Sāmirī ?"

قَالَ qāla (Samiri) berkata بَصُرْتُ baṣur'tu aku melihat بِمَا bimā dengan apa لَمْ lam yang tidak يَبْصُرُوا۟ yabṣurū mereka melihat بِهِۦ bihi dengannya فَقَبَضْتُ faqabaḍtu maka aku menggenggam/mengambil قَبْضَةًۭ qabḍatan segenggam مِّنْ min dari أَثَرِ athari bekas jejak ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul فَنَبَذْتُهَا fanabadhtuhā lalu aku melemparkannya وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah سَوَّلَتْ sawwalat menggoda/membujuk لِى bagiku/kepadaku نَفْسِى nafsī diriku/nafsuku 96

As-Sāmirī menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul 1 , lalu aku melemparkannya dan demikianlah nafsuku membujukku".

قَالَ qāla (Musa) berkata فَٱذْهَبْ fa-idh'hab pergilah kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَكَ laka bagi kamu فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan أَن an bahwa تَقُولَ taqūla kamu mengatakan لَا jangan مِسَاسَ ۖ misāsa menyentuh وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَكَ laka bagimu مَوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian/ancaman لَّن lan tidak تُخْلَفَهُۥ ۖ tukh'lafahu kamu menyalahi/menghindarinya وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah إِلَىٰٓ ilā kepada إِلَـٰهِكَ ilāhika Tuhanmu ٱلَّذِى alladhī yang ظَلْتَ ẓalta kamu tetap عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَاكِفًۭا ۖ ʿākifan bertekun لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ lanuḥarriqannahu sungguh kami akan membakarnya ثُمَّ thumma kemudian لَنَنسِفَنَّهُۥ lanansifannahu sungguh kami akan menghamburkannya فِى kedalam ٱلْيَمِّ l-yami laut نَسْفًا nasfan berhamburan 97

Berkata Musa, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, "Janganlah menyentuh (aku) 1". Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah Tuhan-mu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah إِلَـٰهُكُمُ ilāhukumu Tuhanmu ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ ۚ huwa Dia وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi كُلَّ kulla segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًۭا ʿil'man pengetahuan 98

Sesungguhnya Tuhan-mu hanyalah Allah yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu".

كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنْ min dari/sebagian أَنۢبَآءِ anbāi ceritera مَا apa/ummat قَدْ qad sungguh سَبَقَ ۚ sabaqa telah lalu وَقَدْ waqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَـٰكَ ātaynāka Kami telah memberikan kepadamu مِن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami ذِكْرًۭا dhik'ran peringatan/pelajaran 99

Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Qur`ān).

مَّنْ man barangsiapa أَعْرَضَ aʿraḍa berpaling عَنْهُ ʿanhu daripadanya فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia يَحْمِلُ yaḥmilu ia membawa/memikul يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وِزْرًا wiz'ran beban/dosa 100

Barang siapa berpaling dari pada Al-Qur`ān , maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهِ ۖ fīhi didalamnya وَسَآءَ wasāa dan amat buruk لَهُمْ lahum bagi mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat حِمْلًۭا ḥim'lan beban 101

mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,

يَوْمَ yawma hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى dalam ٱلصُّورِ ۚ l-ṣūri sangkakala وَنَحْشُرُ wanaḥshuru dan Kami akan mengumpulkan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu زُرْقًۭا zur'qan mata kelabu 102

(yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala 1 dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;

يَتَخَـٰفَتُونَ yatakhāfatūna mereka berbisik-bisik بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu berdiam إِلَّا illā melainkan عَشْرًۭا ʿashran sepuluh 103

mereka berbisik-bisik di antara mereka, "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sepuluh (hari)"

نَّحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan إِذْ idh ketika يَقُولُ yaqūlu berkata أَمْثَلُهُمْ amthaluhum semisal mereka/seorang diantara mereka طَرِيقَةً ṭarīqatan jalan إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu berdiam إِلَّا illā melainkan يَوْمًۭا yawman sehari 104

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan ketika berkata orang yang paling lurus jalannya 1 di antara mereka, "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja".

وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung فَقُلْ faqul maka katakanlah يَنسِفُهَا yansifuhā menghancurkan رَبِّى rabbī Tuhanku نَسْفًۭا nasfan sehancur-hancurnya 105

Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhan-ku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,

فَيَذَرُهَا fayadharuhā Maka Dia biarkan قَاعًۭا qāʿan kosong صَفْصَفًۭا ṣafṣafan tanah datar 106

maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,

لَّا tidak تَرَىٰ tarā kamu lihat فِيهَا fīhā didalamnya/padanya عِوَجًۭا ʿiwajan yang rendah وَلَآ walā dan tidak أَمْتًۭا amtan yang tinggi 107

tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti ٱلدَّاعِىَ l-dāʿiya penyeru لَا tidak عِوَجَ ʿiwaja bengkok لَهُۥ ۖ lahu baginya وَخَشَعَتِ wakhashaʿati dan khusyuk/merendah ٱلْأَصْوَاتُ l-aṣwātu semua suara لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada yang Maha Pengasih فَلَا falā maka tidak تَسْمَعُ tasmaʿu kamu dengar إِلَّا illā kecuali هَمْسًۭا hamsan bisikan 108

Pada hari itu, manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru 1 dengan tidak berbelok-belok dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar, kecuali bisikan saja.

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لَّا tidak تَنفَعُ tanfaʿu manfaat/berguna ٱلشَّفَـٰعَةُ l-shafāʿatu syafaat/pertolongan إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang أَذِنَ adhina memberi izin لَهُ lahu kepadanya ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وَرَضِىَ waraḍiya dan Dia rida لَهُۥ lahu kepadanya قَوْلًۭا qawlan perkataan 109

Pada hari itu tidak berguna syafaat 1, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya dan Dia telah meridai perkataannya.

يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa yang بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa yang خَلْفَهُمْ khalfahum belakang mereka وَلَا walā dan mereka tidak يُحِيطُونَ yuḥīṭūna meliputi بِهِۦ bihi dengan-Nya عِلْمًۭا ʿil'man ilmu 110

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

۞ وَعَنَتِ waʿanati dan menekun/tunduk ٱلْوُجُوهُ l-wujūhu semua muka لِلْحَىِّ lil'ḥayyi kepada Yang Hidup ٱلْقَيُّومِ ۖ l-qayūmi Yang Berdiri Sendiri وَقَدْ waqad dan sungguh خَابَ khāba rugi مَنْ man orang حَمَلَ ḥamala membawa/memikul ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman 111

Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

وَمَن waman dan barangsiapa يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan مِنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan وَهُوَ wahuwa dan/sedang ia مُؤْمِنٌۭ mu'minun beriman فَلَا falā maka tidak يَخَافُ yakhāfu ia merasa khawatir ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman وَلَا walā dan tidak هَضْمًۭا haḍman pengurangan hak 112

Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami telah menurunkannya قُرْءَانًا qur'ānan Al-Qur'an عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab وَصَرَّفْنَا waṣarrafnā dan Kami telah menjelaskan فِيهِ fīhi didalamnya مِنَ mina dari ٱلْوَعِيدِ l-waʿīdi beberapa ancaman لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa أَوْ aw atau يُحْدِثُ yuḥ'dithu ia menimbulkan لَهُمْ lahum bagi mereka ذِكْرًۭا dhik'ran peringatan/pengajaran 113

Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur`ān dalam bahasa Arab dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya, sebagian dari ancaman agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Qur`ān itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.

فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu sebenarnya وَلَا walā dan jangan تَعْجَلْ taʿjal kamu tergesa-gesa بِٱلْقُرْءَانِ bil-qur'āni dengan Al-Qur'an مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يُقْضَىٰٓ yuq'ḍā diselesaikan/disempurnakan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَحْيُهُۥ ۖ waḥyuhu mewahyukannya وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku زِدْنِى zid'nī tambahkanlah kepadaku عِلْمًۭا ʿil'man ilmu pengetahuan 114

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenar-benarnya; dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur`ān sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu1, dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَهِدْنَآ ʿahid'nā telah Kami janjikan/perintahkan إِلَىٰٓ ilā kepada ءَادَمَ ādama Adam مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu فَنَسِىَ fanasiya maka dia lupa وَلَمْ walam dan tidak نَجِدْ najid Kami dapati لَهُۥ lahu baginya/padanya عَزْمًۭا ʿazman kemauan yang kuat 115

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan 1 kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu) dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berkata لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka bersujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis أَبَىٰ abā ia enggan/menolak 116

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.

فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berkata يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لَّكَ laka bagimu وَلِزَوْجِكَ walizawjika dan bagi isterimu فَلَا falā maka janganlah يُخْرِجَنَّكُمَا yukh'rijannakumā ia mengeluarkan kamu berdua مِنَ mina dari ٱلْجَنَّةِ l-janati surga فَتَشْقَىٰٓ fatashqā maka kamu menjadi celaka 117

Maka Kami berkata, "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

إِنَّ inna sesungguhnya لَكَ laka bagimu أَلَّا allā bahwa tidak تَجُوعَ tajūʿa kamu kelaparan فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan kamu tidak تَعْرَىٰ taʿrā telanjang 118

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,

وَأَنَّكَ wa-annaka dan sesungguhnya kamu لَا kamu tidak تَظْمَؤُا۟ taẓma-u merasa dahaga فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan kamu tidak تَضْحَىٰ taḍḥā kena panas matahari 119

dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".

فَوَسْوَسَ fawaswasa maka membisikkan pikiran jahat إِلَيْهِ ilayhi kepadanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan قَالَ qāla ia berkata يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam هَلْ hal apakah/maukah أَدُلُّكَ adulluka aku tunjukkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas شَجَرَةِ shajarati pohon ٱلْخُلْدِ l-khul'di kekal وَمُلْكٍۢ wamul'kin dan kerajaan لَّا tidak يَبْلَىٰ yablā binasa 120

Kemudian, setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi 1 dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

فَأَكَلَا fa-akalā maka keduanya memakan مِنْهَا min'hā dari padanya فَبَدَتْ fabadat maka nampak لَهُمَا lahumā bagi keduanya سَوْءَٰتُهُمَا sawātuhumā aurat keduanya وَطَفِقَا waṭafiqā dan keduanya mulai berbuat يَخْصِفَانِ yakhṣifāni keduanya menutupi عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya مِن min dari وَرَقِ waraqi daun ٱلْجَنَّةِ ۚ l-janati surga وَعَصَىٰٓ waʿaṣā dan durhaka ءَادَمُ ādamu Adam رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya فَغَوَىٰ faghawā maka sesatlah dia 121

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia 1.

ثُمَّ thumma kemudian ٱجْتَبَـٰهُ ij'tabāhu memilihnya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَهَدَىٰ wahadā dan Dia memberi petunjuk 122

Kemudian, Tuhan-nya memilihnya1, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.

قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱهْبِطَا ih'biṭā turunlah kamu berdua مِنْهَا min'hā daripadanya جَمِيعًۢا ۖ jamīʿan semuanya/bersama-sama بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian yang lain عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun musuh فَإِمَّا fa-immā maka adapun/jika يَأْتِيَنَّكُم yatiyannakum datang kepada kalian مِّنِّى minnī dari pada-Ku هُدًۭى hudan petunjuk فَمَنِ famani maka barangsiapa ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti هُدَاىَ hudāya petunjuk-Ku فَلَا falā maka dia tidak akan يَضِلُّ yaḍillu tersesat وَلَا walā dan dia tidak يَشْقَىٰ yashqā celaka 123

Allah berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

وَمَنْ waman dan barangsiapa أَعْرَضَ aʿraḍa ia berpaling عَن ʿan dari ذِكْرِى dhik'rī peringatan-Ku فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya مَعِيشَةًۭ maʿīshatan penghidupan ضَنكًۭا ḍankan sulit/sempit وَنَحْشُرُهُۥ wanaḥshuruhu dan Kami akan mengumpulkannya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat أَعْمَىٰ aʿmā buta 124

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku لِمَ lima mengapa حَشَرْتَنِىٓ ḥashartanī Engkau mengumpulkan aku أَعْمَىٰ aʿmā buta وَقَدْ waqad dan/padahal sesungguhnya كُنتُ kuntu adalah aku بَصِيرًۭا baṣīran seorang yang melihat 125

Berkatalah ia, "Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

قَالَ qāla (Allah) berfirman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah أَتَتْكَ atatka telah datang kepadamu ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami فَنَسِيتَهَا ۖ fanasītahā maka kamu melupakannya وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini تُنسَىٰ tunsā kamu dilupakan 126

Allah berfirman, "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami membalas مَنْ man orang أَسْرَفَ asrafa melampaui batas وَلَمْ walam dan dia tidak يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat رَبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat keras وَأَبْقَىٰٓ wa-abqā dan lebih kekal 127

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhan-nya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَهْدِ yahdi menjadi petunjuk لَهُمْ lahum bagi mereka كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah membinasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan فِى di مَسَـٰكِنِهِمْ ۗ masākinihim tempat tinggal mereka/ummat-ummat إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلنُّهَىٰ l-nuhā pengertian/fikiran 128

Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.

وَلَوْلَا walawlā dan sekiranya tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun perkataan/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَكَانَ lakāna sungguh adalah لِزَامًۭا lizāman melekat/menimpa وَأَجَلٌۭ wa-ajalun dan ajal/waktu مُّسَمًّۭى musamman yang telah ditentukan 129

Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.

فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa yang يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّكَ rabbika Tuhanmu قَبْلَ qabla sebelum طُلُوعِ ṭulūʿi terbit ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَقَبْلَ waqabla dan sebelum غُرُوبِهَا ۖ ghurūbihā terbenamnya وَمِنْ wamin dan dari ءَانَآئِ ānāi bagian/waktu ٱلَّيْلِ al-layli malam فَسَبِّحْ fasabbiḥ maka bertasbihlah وَأَطْرَافَ wa-aṭrāfa dan di ujung ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang لَعَلَّكَ laʿallaka supaya kamu تَرْضَىٰ tarḍā kamu rela/senang 130

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu pada malam hari dan pada waktu-waktu pada siang hari supaya kamu merasa senang.

وَلَا walā dan jangan تَمُدَّنَّ tamuddanna kamu tujukan عَيْنَيْكَ ʿaynayka kedua matamu إِلَىٰ ilā kepada مَا apa مَتَّعْنَا mattaʿnā Kami beri kesenangan بِهِۦٓ bihi dengannya أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/golongan-golongan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka زَهْرَةَ zahrata kembang ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لِنَفْتِنَهُمْ linaftinahum untuk Kami menguji mereka فِيهِ ۚ fīhi padanya/dengannya وَرِزْقُ wariz'qu dan/sedang rezki/karunia رَبِّكَ rabbika Tuhanmu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan lebih kekal 131

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

وَأْمُرْ wamur dan suruhlah أَهْلَكَ ahlaka keluargamu/ummatmu بِٱلصَّلَوٰةِ bil-ṣalati dengan sholat وَٱصْطَبِرْ wa-iṣ'ṭabir dan berteguhlah/bersabarlah عَلَيْهَا ۖ ʿalayhā atasnya لَا Kami tidak نَسْـَٔلُكَ nasaluka minta kepadamu رِزْقًۭا ۖ riz'qan rezeki نَّحْنُ naḥnu Kami نَرْزُقُكَ ۗ narzuquka Kami memberi rezekimu وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibat لِلتَّقْوَىٰ lilttaqwā bagi orang yang bertakwa 132

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak يَأْتِينَا yatīnā dia datang kepada kami بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan ayat/bukti مِّن min dari رَّبِّهِۦٓ ۚ rabbihi Tuhannya أَوَلَمْ awalam ataukah tidak تَأْتِهِم tatihim datang kepada mereka بَيِّنَةُ bayyinatu yang nyata مَا apa yang فِى dalam ٱلصُّحُفِ l-ṣuḥufi kitab-kitab ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama/dahulu 133

Dan mereka berkata, "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhan-nya?" Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?

وَلَوْ walaw dan sekiranya أَنَّآ annā sesungguhnya Kami أَهْلَكْنَـٰهُم ahlaknāhum Kami membinasakan mereka بِعَذَابٍۢ biʿadhābin dengan suatu azab مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَقَالُوا۟ laqālū pasti mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَرْسَلْتَ arsalta Engkau utus إِلَيْنَا ilaynā kepada kami رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul فَنَتَّبِعَ fanattabiʿa maka kami akan mengikuti ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa نَّذِلَّ nadhilla kami hina وَنَخْزَىٰ wanakhzā dan kami bernoda/rendah 134

Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al-Qur`ān itu (diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?"

قُلْ qul katakanlah كُلٌّۭ kullun masing-masing مُّتَرَبِّصٌۭ mutarabbiṣun menunggu فَتَرَبَّصُوا۟ ۖ fatarabbaṣū maka tunggulah olehmu فَسَتَعْلَمُونَ fasataʿlamūna maka kamu akan mengetahui مَنْ man orang/siapa أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni (mempunyai) ٱلصِّرَٰطِ l-ṣirāṭi jalan ٱلسَّوِىِّ l-sawiyi sama/lurus وَمَنِ wamani dan siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk 135

Katakanlah, "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk".