Tilawahku
Masuk
۞

Juz 18

Al-Mu'minun (1-118), An-Nur (1-64), Al-Furqan (1-20)

قَدْ qad sesungguhnya أَفْلَحَ aflaḥa beruntunglah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman 1

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka فِى dalam صَلَاتِهِمْ ṣalātihim sholat mereka خَـٰشِعُونَ khāshiʿūna orang-orang yang khusyu` 2

(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka عَنِ ʿani dari ٱللَّغْوِ l-laghwi perbuatan tak berguna مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling/menjauhkan diri 3

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka لِلزَّكَوٰةِ lilzzakati pada zakat فَـٰعِلُونَ fāʿilūna mengerjakan/menunaikan 4

dan orang-orang yang menunaikan zakat,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka لِفُرُوجِهِمْ lifurūjihim pada kemaluan mereka حَـٰفِظُونَ ḥāfiẓūna mereka memelihara/menjaga 5

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

إِلَّا illā kecuali عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَزْوَٰجِهِمْ azwājihim isteri-isteri mereka أَوْ aw atau مَا apa (budak) مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُهُمْ aymānuhum tangan kanan mereka فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka غَيْرُ ghayru budak/tidak مَلُومِينَ malūmīna tercela 6

kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki 1, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

فَمَنِ famani maka barangsiapa ٱبْتَغَىٰ ib'taghā ia mencari وَرَآءَ warāa belakang (selain) ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْعَادُونَ l-ʿādūna melampaui batas 7

Barang siapa mencari yang di balik itu 1, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ li-amānātihim pada amanat mereka وَعَهْدِهِمْ waʿahdihim dan janji mereka رَٰعُونَ rāʿūna mereka memelihara 8

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka عَلَىٰ ʿalā atas صَلَوَٰتِهِمْ ṣalawātihim sholat mereka يُحَافِظُونَ yuḥāfiẓūna mereka menjaga/memelihara 9

dan orang-orang yang memelihara salatnya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْوَٰرِثُونَ l-wārithūna orang-orang yang mewarisi 10

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَرِثُونَ yarithūna (mereka) akan mewarisi ٱلْفِرْدَوْسَ l-fir'dawsa surga Firdaus هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 11

(yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِن min dari سُلَـٰلَةٍۢ sulālatin sari pati مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah 12

Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah.

ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya نُطْفَةًۭ nuṭ'fatan air mani فِى dalam قَرَارٍۢ qarārin tempat مَّكِينٍۢ makīnin kuat/kokoh 13

Kemudian, Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

ثُمَّ thumma kemudian خَلَقْنَا khalaqnā Kami ciptakan ٱلنُّطْفَةَ l-nuṭ'fata air mani عَلَقَةًۭ ʿalaqatan segumpal darah فَخَلَقْنَا fakhalaqnā lalu Kami ciptakan ٱلْعَلَقَةَ l-ʿalaqata segumpal darah مُضْغَةًۭ muḍ'ghatan segumpal daging فَخَلَقْنَا fakhalaqnā lalu Kami ciptakan ٱلْمُضْغَةَ l-muḍ'ghata segumpal daging عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang فَكَسَوْنَا fakasawnā lalu Kami bungkus ٱلْعِظَـٰمَ l-ʿiẓāma tulang itu لَحْمًۭا laḥman daging ثُمَّ thumma kemudian أَنشَأْنَـٰهُ anshanāhu Kami tumbuhkan/jadikan خَلْقًا khalqan makhluk ءَاخَرَ ۚ ākhara lain فَتَبَارَكَ fatabāraka maka Maha Besar/Suci ٱللَّهُ l-lahu Allah أَحْسَنُ aḥsanu paling baik ٱلْخَـٰلِقِينَ l-khāliqīna pencipta 14

Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu لَمَيِّتُونَ lamayyitūna pasti mati 15

Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat تُبْعَثُونَ tub'ʿathūna kamu akan dibangkitkan 16

Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan فَوْقَكُمْ fawqakum di atas kamu سَبْعَ sabʿa tujuh طَرَآئِقَ ṭarāiqa jalan-jalan وَمَا wamā dan tidak sekali-kali كُنَّا kunnā Kami adalah عَنِ ʿani dari/terhadap ٱلْخَلْقِ l-khalqi ciptaan غَـٰفِلِينَ ghāfilīna lalai/lengah 17

Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).

وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۢ māan air بِقَدَرٍۢ biqadarin dengan kadar/menurut ukuran فَأَسْكَنَّـٰهُ fa-askannāhu lalu Kami tempatkan/simpan فِى di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami عَلَىٰ ʿalā atas ذَهَابٍۭ dhahābin menghilangkannya بِهِۦ bihi dengannya لَقَـٰدِرُونَ laqādirūna sungguh berkuasa 18

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.

فَأَنشَأْنَا fa-anshanā maka Kami tumbuhkan لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin korma وَأَعْنَـٰبٍۢ wa-aʿnābin dan anggur لَّكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya فَوَٰكِهُ fawākihu buah-buahan كَثِيرَةٌۭ kathīratun yang banyak وَمِنْهَا wamin'hā dan dari padanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 19

Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu, kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan,

وَشَجَرَةًۭ washajaratan dan pohon تَخْرُجُ takhruju ia keluar مِن min dari طُورِ ṭūri gunung سَيْنَآءَ saynāa Thursina تَنۢبُتُ tanbutu ia tumbuh بِٱلدُّهْنِ bil-duh'ni dengan minyak وَصِبْغٍۢ waṣib'ghin dan bumbu/lauk لِّلْـَٔاكِلِينَ lil'ākilīna bagi orang-orang yang makan 20

dan pohon kayu keluar dari Ṭūr Saynā`(pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَكُمْ lakum bagi kalian فِى pada ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak لَعِبْرَةًۭ ۖ laʿib'ratan sungguh pelajaran نُّسْقِيكُم nus'qīkum Kami memberi minum kamu مِّمَّا mimmā dari apa (air susu) فِى dalam بُطُونِهَا buṭūnihā perutnya وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu فِيهَا fīhā didalamnya/padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu beberapa kemanfaatan كَثِيرَةٌۭ kathīratun yang banyak وَمِنْهَا wamin'hā dan dari padanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 21

Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu; Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu dan sebagian darinya kamu makan,

وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan diatasnya وَعَلَى waʿalā dan di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu تُحْمَلُونَ tuḥ'malūna kamu dibawa/diangkut 22

dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فَقَالَ faqāla lalu dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin tuhan غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia أَفَلَا afalā apakah maka تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 23

Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

فَقَالَ faqāla maka berkatalah ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مَا tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يُرِيدُ yurīdu dia menghendaki أَن an bahwa يَتَفَضَّلَ yatafaḍḍala dia lebih utama/tinggi عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَوْ walaw dan sekiranya شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَأَنزَلَ la-anzala tentu Dia menurunkan مَلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan Malaikat مَّا tidak/belum سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini فِىٓ pada ءَابَآئِنَا ābāinā bapak-bapak kami ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu 24

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

إِنْ in jika هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah رَجُلٌۢ rajulun seorang laki-laki بِهِۦ bihi dengannya جِنَّةٌۭ jinnatun gila فَتَرَبَّصُوا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah بِهِۦ bihi dengannya/terhadapnya حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai حِينٍۢ ḥīnin suatu waktu 25

la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."

قَالَ qāla (Nuh) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱنصُرْنِى unṣur'nī tolonglah aku بِمَا bimā dengan apa/karena كَذَّبُونِ kadhabūni mereka mendustakan aku 26

Nūḥ berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku 1 karena mereka mendustakan aku."

فَأَوْحَيْنَآ fa-awḥaynā maka Kami wahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya أَنِ ani agar ٱصْنَعِ iṣ'naʿi buatlah ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu بِأَعْيُنِنَا bi-aʿyuninā dengan pengawasan Kami وَوَحْيِنَا wawaḥyinā dan wahyu/petunjuk Kami فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa telah datang أَمْرُنَا amrunā perintah kami وَفَارَ wafāra dan telah memancar ٱلتَّنُّورُ ۙ l-tanūru tanur فَٱسْلُكْ fa-us'luk maka masukkanlah فِيهَا fīhā didalamnya (perahu ini) مِن min dari كُلٍّۢ kullin tiap-tiap زَوْجَيْنِ zawjayni sepasang/sejodoh ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dari keluargamu إِلَّا illā kecuali مَن man orang سَبَقَ sabaqa lebih dahulu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/ketetapan مِنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka وَلَا walā dan jangan تُخَـٰطِبْنِى tukhāṭib'nī kamu bicarakan dengan Aku فِى dalam/tentang ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ۖ ẓalamū (mereka) zalim إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّغْرَقُونَ mugh'raqūna mereka ditenggelamkan 27

Lalu, Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannūr 1 telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱسْتَوَيْتَ is'tawayta kami telah berada أَنتَ anta kamu وَمَن waman dan orang مَّعَكَ maʿaka bersamamu عَلَى ʿalā di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu فَقُلِ faquli maka katakan/ucapkanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang نَجَّىٰنَا najjānā telah menyelamatkan kami مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 28

Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."

وَقُل waqul dan katakanlah/berdo'alah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku أَنزِلْنِى anzil'nī turunkanlah aku مُنزَلًۭا munzalan tempat turun مُّبَارَكًۭا mubārakan yang diberkati وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمُنزِلِينَ l-munzilīna pemberi tempat turun 29

Dan berdoalah, "Ya Tuhan-ku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."

إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنَّا kunnā Kami adalah لَمُبْتَلِينَ lamub'talīna sungguh menguji/menimpakan azab 30

Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah) dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nūḥ itu).

ثُمَّ thumma kemudian أَنشَأْنَا anshanā Kami tumbuhkan/ciptakan مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka قَرْنًا qarnan ummat/generasi ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain 31

Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain 1.

فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami utus فِيهِمْ fīhim kepada mereka رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنْهُمْ min'hum dari mereka أَنِ ani agar ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 32

Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِهِ qawmihi kaumnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِلِقَآءِ biliqāi dengan menemui ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati hari akhirat وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ wa-atrafnāhum dan Kami mewahkan mereka فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مَا tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يَأْكُلُ yakulu ia makan مِمَّا mimmā dari apa yang تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan مِنْهُ min'hu dari padanya وَيَشْرَبُ wayashrabu dan ia minum مِمَّا mimmā dari apa yang تَشْرَبُونَ tashrabūna kamu minum 33

Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan dan meminum dari apa yang kamu minum.

وَلَئِنْ wala-in dan jika أَطَعْتُم aṭaʿtum kamu mentaati بَشَرًۭا basharan manusia مِّثْلَكُمْ mith'lakum seperti kamu إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian إِذًۭا idhan jika demikian لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna sungguh orang-orang yang merugi 34

Dan sesungguhnya jika kamu sekalian menaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.

أَيَعِدُكُمْ ayaʿidukum apakah ia menjanjikan kepadamu أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu إِذَا idhā apabila مِتُّمْ mittum kamu telah mati وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian تُرَابًۭا turāban tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang أَنَّكُم annakum sesungguhnya kamu مُّخْرَجُونَ mukh'rajūna dikeluarkan 35

Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu) 1?

۞ هَيْهَاتَ hayhāta jauh هَيْهَاتَ hayhāta jauh لِمَا limā terhadap apa تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan 36

jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,

إِنْ in jika/tidaklah هِىَ hiya ia إِلَّا illā melainkan حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kita ٱلدُّنْيَا l-dun'yā di dunia نَمُوتُ namūtu kita mati وَنَحْيَا wanaḥyā dan kita hidup وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami/kita بِمَبْعُوثِينَ bimabʿūthīna dengan dibangkitkan 37

kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini; kita mati dan kita hidup 1 dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,

إِنْ in tidaklah هُوَ huwa ia إِلَّا illā melainkan رَجُلٌ rajulun seorang laki-laki ٱفْتَرَىٰ if'tarā ia mengada-adakan عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban kebohongan وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami لَهُۥ lahu kepadanya بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna dengan orang-orang yang beriman 38

Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".

قَالَ qāla (Rasul) berkata/berdo'a رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱنصُرْنِى unṣur'nī tolonglah aku بِمَا bimā dengan apa/karena كَذَّبُونِ kadhabūni mereka mendustakan aku 39

Rasul itu berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."

قَالَ qāla (Allah) berfirman عَمَّا ʿammā dalam waktu قَلِيلٍۢ qalīlin sedikit لَّيُصْبِحُنَّ layuṣ'biḥunna sungguh mereka akan menjadi نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal 40

Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."

فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka mengambil/menimpa mereka ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara yang mengguntur بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan baik فَجَعَلْنَـٰهُمْ fajaʿalnāhum lalu Kami jadikan mereka غُثَآءًۭ ۚ ghuthāan sampah/daun kering فَبُعْدًۭا fabuʿ'dan maka jauh/kebinasaan لِّلْقَوْمِ lil'qawmi bagi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 41

Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir 1, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.

ثُمَّ thumma kemudian أَنشَأْنَا anshanā Kami tumbuhkan/jadikan مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka قُرُونًا qurūnan ummat-ummat/generasi ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain 42

Kemudian, Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain 1.

مَا tidak تَسْبِقُ tasbiqu mendahului مِنْ min dari أُمَّةٍ ummatin suatu ummat أَجَلَهَا ajalahā ajalnya وَمَا wamā dan tidak يَسْتَـْٔخِرُونَ yastakhirūna mereka terlambat 43

Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).

ثُمَّ thumma kemudian أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus رُسُلَنَا rusulanā Rasul-rasul kami تَتْرَا ۖ tatrā berturut-turut كُلَّ kulla setiap مَا apa-apa جَآءَ jāa datang أُمَّةًۭ ummatan ummat رَّسُولُهَا rasūluhā Rasulnya كَذَّبُوهُ ۚ kadhabūhu mereka mendustakannya فَأَتْبَعْنَا fa-atbaʿnā maka kami iringkan بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بَعْضًۭا baʿḍan sebagian yang lain وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka أَحَادِيثَ ۚ aḥādītha buah tutur/ceritera فَبُعْدًۭا fabuʿ'dan maka jauh/kebinasaan لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum لَّا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 44

Kemudian, Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain 1. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.

ثُمَّ thumma kemudian أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus مُوسَىٰ mūsā Musa وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat kami وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata 45

Kemudian, Kami utus Musa dan saudaranya Hārūn dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami dan bukti yang nyata 1,

إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka/tetapi mereka takabur وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًا qawman kaum عَالِينَ ʿālīna tinggi/sombong 46

kepada Firʻawn dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.

فَقَالُوٓا۟ faqālū maka mereka berkata أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kita akan beriman لِبَشَرَيْنِ libasharayni kepada kedua manusia/orang مِثْلِنَا mith'linā seperti kita وَقَوْمُهُمَا waqawmuhumā dan/sedang kaum keduanya لَنَا lanā kepada kita عَـٰبِدُونَ ʿābidūna mereka mengabdikan diri 47

Dan mereka berkata, "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Isrā`īl) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"

فَكَذَّبُوهُمَا fakadhabūhumā maka mereka mendustakan keduanya فَكَانُوا۟ fakānū maka adalah mereka مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُهْلَكِينَ l-muh'lakīna orang-orang yang binasa 48

Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah datangkan/memberikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk 49

Dan sesungguhnya telah Kami berikan Alkitab (Taurat) kepada Musa agar mereka (Bani Isrā`īl) mendapat petunjuk.

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ٱبْنَ ib'na anak مَرْيَمَ maryama Maryam وَأُمَّهُۥٓ wa-ummahu dan ibunya ءَايَةًۭ āyatan bukti وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ waāwaynāhumā dan Kami melindungi keduanya إِلَىٰ ilā di رَبْوَةٍۢ rabwatin tempat tinggi yang datar ذَاتِ dhāti mempunyai قَرَارٍۢ qarārin padang rumput وَمَعِينٍۢ wamaʿīnin dan mata air 50

Dan telah Kami jadikan (ʻIsa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami) dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir 1.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلرُّسُلُ l-rusulu para Rasul كُلُوا۟ kulū makanlah مِنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَٱعْمَلُوا۟ wa-iʿ'malū dan kerjakanlah صَـٰلِحًا ۖ ṣāliḥan kebajikan/saleh إِنِّى innī sesungguhnya Aku بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 51

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أُمَّتُكُمْ ummatukum ummat kamu/agama kamu أُمَّةًۭ ummatan ummat/agama وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan yang satu وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni maka bertakwalah kepada-Ku 52

Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu 1, dan Aku adalah Tuhan-mu, maka bertakwalah kepada-Ku.

فَتَقَطَّعُوٓا۟ fataqaṭṭaʿū maka mereka berputus-putus/pecah-pecah أَمْرَهُم amrahum urusan mereka بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka زُبُرًۭا ۖ zuburan pecahan/golongan كُلُّ kullu tiap-tiap حِزْبٍۭ ḥiz'bin golongan بِمَا bimā dengan apa لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka فَرِحُونَ fariḥūna mereka gembira/bangga 53

Kemudian, mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

فَذَرْهُمْ fadharhum maka biarkanlah mereka فِى dalam غَمْرَتِهِمْ ghamratihim kesesatan mereka حَتَّىٰ ḥattā hingga/sampai حِينٍ ḥīnin suatu waktu 54

Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

أَيَحْسَبُونَ ayaḥsabūna apakah mereka mengira أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah نُمِدُّهُم numidduhum Kami memanjangkan/memberikan mereka بِهِۦ bihi dengannya مِن min dari مَّالٍۢ mālin harta وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak 55

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),

نُسَارِعُ nusāriʿu Kami menyegerakan لَهُمْ lahum kepada mereka فِى dalam ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebaikan بَل bal bahkan/tetapi لَّا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka sadar 56

Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar 1.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُم hum mereka مِّنْ min dari/karena خَشْيَةِ khashyati takut رَبِّهِم rabbihim Tuhan mereka مُّشْفِقُونَ mush'fiqūna mereka berhati-hati/menjaga diri 57

Sesungguhnya, orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 58

Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka لَا tidak يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan 59

Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun),

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْتُونَ yu'tūna (mereka) memberikan مَآ apa ءَاتَوا۟ ātaw yang mereka berikan وَّقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka وَجِلَةٌ wajilatun takut أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali 60

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka 1,

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera فِى dalam ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti kebaikan وَهُمْ wahum dan mereka لَهَا lahā kepadanya سَـٰبِقُونَ sābiqūna mereka berlomba 61

mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya 1.

وَلَا walā dan tidak نُكَلِّفُ nukallifu Kami membebani نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā melainkan وُسْعَهَا ۖ wus'ʿahā keluasannya/kesanggupannya وَلَدَيْنَا waladaynā dan di sisi Kami كِتَـٰبٌۭ kitābun sebuah kitab يَنطِقُ yanṭiqu ia mengucap/bicara بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya 62

Kami tiada membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran 1 dan mereka tidak dianiaya.

بَلْ bal bahkan قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka فِى dalam غَمْرَةٍۢ ghamratin kesesatan مِّنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini وَلَهُمْ walahum dan bagi أَعْمَـٰلٌۭ aʿmālun perbuatan-perbuatan مِّن min dari دُونِ dūni selain ذَٰلِكَ dhālika itu هُمْ hum mereka لَهَا lahā kepadanya عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna mereka mengerjakan 63

Akan tetapi, hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk); selain dari itu, mereka tetap mengerjakannya.

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَخَذْنَا akhadhnā Kami ambil/timpakan مُتْرَفِيهِم mut'rafīhim hidup mewah diantara mereka بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَجْـَٔرُونَ yajarūna mereka memekik 64

Hingga apabila Kami timpakan azab 1 kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka dengan serta merta mereka memekik meminta tolong.

لَا jangan تَجْـَٔرُوا۟ tajarū kamu memekik ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مِّنَّا minnā dari Kami لَا tidak تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu ditolong 65

Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.

قَدْ qad sesungguhnya كَانَتْ kānat adalah ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَكُنتُمْ fakuntum maka kamu adalah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَـٰبِكُمْ aʿqābikum tumitmu/kebelakang تَنكِصُونَ tankiṣūna kamu surut/berpaling 66

Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur`ān) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,

مُسْتَكْبِرِينَ mus'takbirīna orang-orang sombong بِهِۦ bihi dengannya سَـٰمِرًۭا sāmiran bercakap-cakap تَهْجُرُونَ tahjurūna kamu ucapkan perkataan keji 67

dengan menyombongkan diri terhadap Al-Qur`ān itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.

أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَدَّبَّرُوا۟ yaddabbarū mereka memperhatikan ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan أَمْ am atau جَآءَهُم jāahum telah datang mereka مَّا apa لَمْ lam yang tidak يَأْتِ yati datang ءَابَآءَهُمُ ābāahumu bapak-bapak mereka ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 68

Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami) atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?

أَمْ am atau لَمْ lam tidak يَعْرِفُوا۟ yaʿrifū mereka mengenal رَسُولَهُمْ rasūlahum Rasul mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَهُۥ lahu kepadanya مُنكِرُونَ munkirūna mereka memungkiri 69

Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka karena itu mereka memungkirinya?

أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata بِهِۦ bihi padanya جِنَّةٌۢ ۚ jinnatun penyakit gila بَلْ bal bahkan جَآءَهُم jāahum dia datang mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi kepada kebenaran كَـٰرِهُونَ kārihūna mereka benci 70

Atau (apakah patut) mereka berkata, "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya, dia telah membawa kebenaran kepada mereka dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.

وَلَوِ walawi dan sekiranya ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti/menuruti ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka لَفَسَدَتِ lafasadati tentu rusaklah ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi وَمَن waman dan orang/apa-apa فِيهِنَّ ۚ fīhinna didalamnya بَلْ bal bahkan أَتَيْنَـٰهُم ataynāhum Kami telah mendatangkan kepada mereka بِذِكْرِهِمْ bidhik'rihim dengan pengajaran mereka فَهُمْ fahum maka (tetapi) mereka عَن ʿan dari ذِكْرِهِم dhik'rihim pengajaran mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling 71

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya, Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al-Qur`ān) mereka, tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

أَمْ am atau تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta kepada mereka خَرْجًۭا kharjan ganti rugi/upah فَخَرَاجُ fakharāju maka ganti rugi/upah رَبِّكَ rabbika Tuhanmu خَيْرٌۭ ۖ khayrun lebih baik وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rezeki 72

Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhan-mu 1 adalah lebih baik dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.

وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتَدْعُوهُمْ latadʿūhum benar-benar kamu menyeru mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus 73

Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada akhirat عَنِ ʿani dari ٱلصِّرَٰطِ l-ṣirāṭi jalan لَنَـٰكِبُونَ lanākibūna sungguh mereka menyimpang 74

Dan sesungguhnya, orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).

۞ وَلَوْ walaw dan kalau رَحِمْنَـٰهُمْ raḥim'nāhum Kami belas kasihani mereka وَكَشَفْنَا wakashafnā dan Kami hilangkan مَا apa yang بِهِم bihim dengan mereka (mereka alami) مِّن min dari ضُرٍّۢ ḍurrin bahaya لَّلَجُّوا۟ lalajjū tentu mereka terus menerus فِى dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka bingung/terombang-ambing 75

Andaikata mereka Kami belas kasihani dan Kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami 1, benar-benar mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam keterlaluan 2 mereka.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَخَذْنَـٰهُم akhadhnāhum Kami telah menimpakan mereka بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab فَمَا famā maka (tetapi) ٱسْتَكَانُوا۟ is'takānū mereka tidak tunduk لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka وَمَا wamā dan tidak يَتَضَرَّعُونَ yataḍarraʿūna mereka merendahkan diri 76

Dan sesungguhnya, Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka 1, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila فَتَحْنَا fataḥnā Kami bukakan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بَابًۭا bāban pintu-pintu ذَا dhā mempunyai/yang ada عَذَابٍۢ ʿadhābin azab شَدِيدٍ shadīdin sangat keras إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi didalamnya مُبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang berputus asa 77

Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَ ansha-a mengadakan/menciptakan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْأَبْصَـٰرَ wal-abṣāra dan penglihatan وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ wal-afidata dan hati قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا apa-apa تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 78

Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur 1.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang ذَرَأَكُمْ dhara-akum mengembangbiakan kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan 79

Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan وَيُمِيتُ wayumītu dan yang mematikan وَلَهُ walahu baginya ٱخْتِلَـٰفُ ikh'tilāfu perselisihan/pertukaran ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ ۚ wal-nahāri dan siang أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 80

Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

بَلْ bal bahkan قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan مِثْلَ mith'la seperti مَا apa قَالَ qāla berkata ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna orang-orang terdahulu 81

Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah apabila مِتْنَا mit'nā kami nanti وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi تُرَابًۭا turāban tanah/debu وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna pasti dibangkitkan 82

Mereka berkata, "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?

لَقَدْ laqad sesungguhnya وُعِدْنَا wuʿid'nā kami diancam نَحْنُ naḥnu kami وَءَابَآؤُنَا waābāunā dan bapak-bapak kami هَـٰذَا hādhā ini مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum إِنْ in jika/tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru ceritera/dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 83

Sesungguhnya, kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini 1 dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".

قُل qul katakanlah لِّمَنِ limani kepunyaan siapakah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَمَن waman dan orang/apa-apa فِيهَآ fīhā didalamnya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 84

Katakanlah, "Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"

سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan لِلَّهِ ۚ lillahi kepunyaan Allah قُلْ qul katakanlah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat 85

Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat?"

قُلْ qul katakanlah مَن man siapa رَّبُّ rabbu pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) ٱلسَّبْعِ l-sabʿi tujuh وَرَبُّ warabbu dan pemelihara ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Aras' ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar 86

Katakanlah, "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arasy yang besar?"

سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan لِلَّهِ ۚ lillahi kepunyaan Allah قُلْ qul katakanlah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 87

Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"

قُلْ qul katakanlah مَنۢ man siapakah بِيَدِهِۦ biyadihi ditangan-Nya مَلَكُوتُ malakūtu kekuasaan كُلِّ kulli segala/tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia يُجِيرُ yujīru Dia melindungi وَلَا walā dan tidak يُجَارُ yujāru dilindungi عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 88

Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"

سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan لِلَّهِ ۚ lillahi kepunyaan Allah قُلْ qul katakanlah فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُسْحَرُونَ tus'ḥarūna kamu ditipu 89

Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah". Katakanlah, "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"

بَلْ bal bahkan أَتَيْنَـٰهُم ataynāhum Kami telah mendatangkan kepada mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh mereka mendustakan 90

Sebenarnya, Kami telah membawa kebenaran 1 kepada mereka dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

مَا tidak ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari وَلَدٍۢ waladin anak وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada مَعَهُۥ maʿahu bersamanya مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ۚ ilāhin Tuhan إِذًۭا idhan jika demikian لَّذَهَبَ ladhahaba tentu pergi/membawa كُلُّ kullu masing-masing إِلَـٰهٍۭ ilāhin tuhan بِمَا bimā dengan apa خَلَقَ khalaqa Dia ciptakan وَلَعَلَا walaʿalā dan mengalahkan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan 91

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,

عَـٰلِمِ ʿālimi yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nampak فَتَعَـٰلَىٰ fataʿālā maka Maha Tinggi Dia عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 92

Yang mengetahui semua yang gaib 1 dan semua yang tampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.

قُل qul katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku إِمَّا immā adapun/jika تُرِيَنِّى turiyannī Engkau memperlihatkan kepadaku مَا apa يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam 93

Katakanlah, "Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,

رَبِّ rabbi Ya Tuhanku فَلَا falā maka janganlah تَجْعَلْنِى tajʿalnī Engkau jadikan aku فِى dalam/diantara ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 94

ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."

وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an (bahwa) نُّرِيَكَ nuriyaka memperlihatkan kepadamu مَا apa نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancamkan kepada mereka لَقَـٰدِرُونَ laqādirūna benar-benar kuasa 95

Dan sesungguhnya, Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

ٱدْفَعْ id'faʿ tolaklah بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik ٱلسَّيِّئَةَ ۚ l-sayi-ata kejahatan نَحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan 96

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan 1.

وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِكَ bika kepada Engkau مِنْ min dari هَمَزَٰتِ hamazāti bisikan ٱلشَّيَـٰطِينِ l-shayāṭīni syaitan 97

Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.

وَأَعُوذُ wa-aʿūdhu dan aku berlindung بِكَ bika kepada Engkau رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَن an bahwa يَحْضُرُونِ yaḥḍurūni mereka hadir kepadaku 98

Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhan-ku dari kedatangan mereka kepadaku."

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa datang أَحَدَهُمُ aḥadahumu seseorang dari mereka ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian قَالَ qāla ia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱرْجِعُونِ ir'jiʿūni kembalikan aku 99

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhan-ku kembalikanlah aku (ke dunia) 1,

لَعَلِّىٓ laʿallī supaya aku أَعْمَلُ aʿmalu aku beramal/berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan/saleh فِيمَا fīmā dalam apa/dalam hal تَرَكْتُ ۚ taraktu aku tinggalkan كَلَّآ ۚ kallā sekali-kali tidak إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia كَلِمَةٌ kalimatun perkataan هُوَ huwa dia قَآئِلُهَا ۖ qāiluhā ucapannya وَمِن wamin dan dari وَرَآئِهِم warāihim belakang mereka (dihadapan) بَرْزَخٌ barzakhun dinding إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan 100

agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan 1.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila نُفِخَ nufikha ditiup فِى di/pada ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَلَآ falā maka tidak أَنسَابَ ansāba pertalian nasib بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَلَا walā dan tidak يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka bertanya-tanya 101

Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu 1 dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

فَمَن faman maka barangsiapa ثَقُلَتْ thaqulat berat مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 102

Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya 1, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

وَمَنْ waman dan barangsiapa خَفَّتْ khaffat ringan مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri فِى dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 103

Dan barang siapa yang ringan timbangannya 1, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri; mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

تَلْفَحُ talfaḥu membakar وُجُوهَهُمُ wujūhahumu muka-muka mereka ٱلنَّارُ l-nāru api neraka وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya كَـٰلِحُونَ kāliḥūna bermuka masam/keadaan cacat 104

Muka mereka dibakar api neraka dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.

أَلَمْ alam apakah تَكُنْ takun tidak ada/tidakkah ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَكُنتُم fakuntum maka adalah kamu بِهَا bihā dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan 105

Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami غَلَبَتْ ghalabat telah mengalahkan/menguasai عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami شِقْوَتُنَا shiq'watunā kecelakaan/kejahatan kami وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi قَوْمًۭا qawman kaum ضَآلِّينَ ḍāllīna orang-orang yang sesat 106

Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan adalah kami orang-orang yang sesat.

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami مِنْهَا min'hā dari padanya فَإِنْ fa-in maka jika عُدْنَا ʿud'nā kami kembali فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang zalim 107

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran); sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."

قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱخْسَـُٔوا۟ ikh'saū tinggallah dengan hina فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan janganlah تُكَلِّمُونِ tukallimūni kamu berbicara dengan-Ku 108

Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya كَانَ kāna adalah فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْ min dari عِبَادِى ʿibādī hamba-hamba-Ku يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَٱرْحَمْنَا wa-ir'ḥamnā dan berilah kami rahmat وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna Pemberi rahmat 109

Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.

فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ fa-ittakhadhtumūhum maka kamu menjadikan mereka سِخْرِيًّا sikh'riyyan buah ejekan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أَنسَوْكُمْ ansawkum melupakan kamu ذِكْرِى dhik'rī mengingat Aku وَكُنتُم wakuntum dan kalian مِّنْهُمْ min'hum dari mereka تَضْحَكُونَ taḍḥakūna kamu mentertawakan 110

Lalu, kamu menjadikan mereka buah ejekan sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka,

إِنِّى innī sesungguhnya Aku جَزَيْتُهُمُ jazaytuhumu Aku memberi balasan mereka ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini بِمَا bimā dengan apa/karena صَبَرُوٓا۟ ṣabarū mereka sabar أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang menang 111

Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang 1."

قَـٰلَ qāla (Allah) berfirman كَمْ kam berapa لَبِثْتُمْ labith'tum kamu tinggal فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi عَدَدَ ʿadada bilangan سِنِينَ sinīna tahun 112

Allah bertanya, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَبِثْنَا labith'nā kami tinggal يَوْمًا yawman sehari أَوْ aw atau بَعْضَ baʿḍa sebagian/setengah يَوْمٍۢ yawmin hari فَسْـَٔلِ fasali maka tanyakanlah ٱلْعَآدِّينَ l-ʿādīna orang-orang yang menghitung 113

Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."

قَـٰلَ qāla (Allah) berfirman إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu tinggal إِلَّا illā melainkan قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit/sebentar لَّوْ law sekiranya أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 114

Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi), melainkan sebentar saja kalau kamu sesungguhnya mengetahui" 1.

أَفَحَسِبْتُمْ afaḥasib'tum apakah kamu mengira أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu عَبَثًۭا ʿabathan main-main وَأَنَّكُمْ wa-annakum dan bahwasanya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami لَا tidak تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 115

Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu sebenarnya لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia رَبُّ rabbu Tuhan Pemelihara ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arasy ٱلْكَرِيمِ l-karīmi yang mulia 116

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) arasy yang mulia.

وَمَن waman dan barangsiapa يَدْعُ yadʿu berseru/menyembah مَعَ maʿa bersama/di samping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara lain لَا tidak ada بُرْهَـٰنَ bur'hāna dalil/beralasan لَهُۥ lahu baginya بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah حِسَابُهُۥ ḥisābuhu perhitungannya عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِۦٓ ۚ rabbihi Tuhannya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir 117

Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir berilah ampunan وَٱرْحَمْ wa-ir'ḥam dan rahmat وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna Pemberi Rahmat 118

Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku berilah ampun dan berilah rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik."

سُورَةٌ sūratun suatu surat أَنزَلْنَـٰهَا anzalnāhā Kami turunkannya وَفَرَضْنَـٰهَا wafaraḍnāhā dan Kami wajibkannya وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan فِيهَآ fīhā didalamnya ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin nyata/jelas لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/memperhatikan 1

(Ini adalah) satu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas agar kamu selalu mengingatinya.

ٱلزَّانِيَةُ al-zāniyatu perempuan yang berzina وَٱلزَّانِى wal-zānī dan laki-laki yang berzina فَٱجْلِدُوا۟ fa-ij'lidū maka deralah كُلَّ kulla tiap-tiap وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu/seorang مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya مِا۟ئَةَ mi-ata seratus جَلْدَةٍۢ ۖ jaldatin deraan وَلَا walā dan janganlah تَأْخُذْكُم takhudh'kum mengambil/menjadikan kamu بِهِمَا bihimā kepada keduanya رَأْفَةٌۭ rafatun belas kasihan فِى dalam دِينِ dīni agama ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُؤْمِنُونَ tu'minūna kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat وَلْيَشْهَدْ walyashhad dan hendaklah menyaksikan عَذَابَهُمَا ʿadhābahumā siksaan/hukuman keduanya طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun golongan مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 2

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

ٱلزَّانِى al-zānī laki-laki yang berzina لَا tidak akan يَنكِحُ yankiḥu mengawini إِلَّا illā melainkan زَانِيَةً zāniyatan perempuan yang berzina أَوْ aw atau مُشْرِكَةًۭ mush'rikatan perempuan musyrik وَٱلزَّانِيَةُ wal-zāniyatu dan perempuan yang berzina لَا tidak akan يَنكِحُهَآ yankiḥuhā mengawininya إِلَّا illā melainkan زَانٍ zānin laki-laki yang berzina أَوْ aw atau مُشْرِكٌۭ ۚ mush'rikun laki-laki yang musyrik وَحُرِّمَ waḥurrima dan diharamkan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mu'min 3

Laki-laki yang berzina tidak mengawini, melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikawini, melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin 1.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita yang baik ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam mereka tidak يَأْتُوا۟ yatū datang/membawa بِأَرْبَعَةِ bi-arbaʿati dengan empat (orang) شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi فَٱجْلِدُوهُمْ fa-ij'lidūhum maka deralah mereka ثَمَـٰنِينَ thamānīna delapan puluh جَلْدَةًۭ jaldatan deraan وَلَا walā dan jangan تَقْبَلُوا۟ taqbalū kamu terima لَهُمْ lahum bagi mereka شَهَـٰدَةً shahādatan kesaksian أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 4

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik 1 (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah itu ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka memperbaiki فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 5

kecuali orang-orang yang bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh أَزْوَٰجَهُمْ azwājahum isteri-isteri mereka وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun ada لَّهُمْ lahum bagi mereka شُهَدَآءُ shuhadāu saksi-saksi إِلَّآ illā kecuali أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka فَشَهَـٰدَةُ fashahādatu maka kesaksian أَحَدِهِمْ aḥadihim seorang dari mereka أَرْبَعُ arbaʿu empat شَهَـٰدَٰتٍۭ shahādātin saksi/sumpah بِٱللَّهِ ۙ bil-lahi dengan Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَمِنَ lamina termasuk dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 6

Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah; sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

وَٱلْخَـٰمِسَةُ wal-khāmisatu dan yang kelima أَنَّ anna bahwasanya لَعْنَتَ laʿnata kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِن in jika كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 7

Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta 1.

وَيَدْرَؤُا۟ wayadra-u dan mereka menolak/terhindar عَنْهَا ʿanhā dari padanya ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab/hukuman أَن an bahwa تَشْهَدَ tashhada ia memberikan penyaksian أَرْبَعَ arbaʿa empat شَهَـٰدَٰتٍۭ shahādātin saksi/sumpah بِٱللَّهِ ۙ bil-lahi dengan Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang dusta 8

Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah; sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.

وَٱلْخَـٰمِسَةَ wal-khāmisata dan yang kelima أَنَّ anna bahwasanya غَضَبَ ghaḍaba kemurkaan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya إِن in jika كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 9

dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya, jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.

وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah تَوَّابٌ tawwābun Maha Penerima taubat حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 10

Dan andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Tobat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَآءُو jāū (mereka) datang/membawa بِٱلْإِفْكِ bil-if'ki dengan berita bohong عُصْبَةٌۭ ʿuṣ'batun golongan مِّنكُمْ ۚ minkum dari kamu لَا jangan تَحْسَبُوهُ taḥsabūhu kamu mengiranya شَرًّۭا sharran buruk لَّكُم ۖ lakum bagi kalian بَلْ bal tetapi هُوَ huwa ia/itu خَيْرٌۭ khayrun baik لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian لِكُلِّ likulli tiap-tiap ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang مِّنْهُم min'hum dari mereka مَّا apa ٱكْتَسَبَ ik'tasaba yang ia kerjakan مِنَ mina dari ٱلْإِثْمِ ۚ l-ith'mi dosa وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang/siapa تَوَلَّىٰ tawallā berpaling/mengambil كِبْرَهُۥ kib'rahu terbesarnya مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لَهُۥ lahu baginya عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 11

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar 1.

لَّوْلَآ lawlā mengapa tidak إِذْ idh tatkala سَمِعْتُمُوهُ samiʿ'tumūhu kamu mendengarnya ظَنَّ ẓanna menyangka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mu'min وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ wal-mu'minātu dan orang-orang mu'minat بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim terhadap diri mereka خَيْرًۭا khayran baik وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata هَـٰذَآ hādhā ini إِفْكٌۭ if'kun berita bohong مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 12

Mengapa pada waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."

لَّوْلَا lawlā mengapa tidak جَآءُو jāū mereka mendatangkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya بِأَرْبَعَةِ bi-arbaʿati dengan empat شُهَدَآءَ ۚ shuhadāa saksi-saksi itu فَإِذْ fa-idh maka jika لَمْ lam tidak يَأْتُوا۟ yatū mereka mendatangkan بِٱلشُّهَدَآءِ bil-shuhadāi dengan saksi-saksi فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang yang berdusta 13

Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.

وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat لَمَسَّكُمْ lamassakum niscaya menimpa kamu فِى di dalam/karena مَآ apa أَفَضْتُمْ afaḍtum pembicaraanmu فِيهِ fīhi padanya/tentang itu عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar 14

Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.

إِذْ idh tatkala تَلَقَّوْنَهُۥ talaqqawnahu kamu menerimanya بِأَلْسِنَتِكُمْ bi-alsinatikum dengan lidah/lisan kamu وَتَقُولُونَ wataqūlūna dan kamu katakan بِأَفْوَاهِكُم bi-afwāhikum dengan mulut-mulut kamu مَّا apa لَيْسَ laysa yang tidak لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan (ketahui) وَتَحْسَبُونَهُۥ wataḥsabūnahu dan kamu mengiranya هَيِّنًۭا hayyinan ringan وَهُوَ wahuwa dan ia/itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 15

(Ingatlah) pada waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

وَلَوْلَآ walawlā dan mengapa tidak إِذْ idh tatkala سَمِعْتُمُوهُ samiʿ'tumūhu kamu mendengarnya قُلْتُم qul'tum kamu katakan مَّا tidak ada يَكُونُ yakūnu patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an untuk نَّتَكَلَّمَ natakallama kami membicarakan بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau هَـٰذَا hādhā ini بُهْتَـٰنٌ buh'tānun dusta عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 16

Dan mengapa kamu tidak berkata pada waktu mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."

يَعِظُكُمُ yaʿiẓukumu menasehati/memperingatkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa تَعُودُوا۟ taʿūdū kamu kembali لِمِثْلِهِۦٓ limith'lihi sepertinya/seperti itu أَبَدًا abadan selama-lamanya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 17

Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman,

وَيُبَيِّنُ wayubayyinu dan menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ ۚ l-āyāti ayat-ayat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana 18

dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحِبُّونَ yuḥibbūna (mereka) menyukai أَن an bahwa تَشِيعَ tashīʿa tersiar ٱلْفَـٰحِشَةُ l-fāḥishatu yang keji فِى dalam ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا kamu tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 19

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah رَءُوفٌۭ raūfun Maha Penyantun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 20

Dan sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan وَمَن waman dan barangsiapa يَتَّبِعْ yattabiʿ mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia يَأْمُرُ yamuru ia menyuruh بِٱلْفَحْشَآءِ bil-faḥshāi dengan perbuatan keji وَٱلْمُنكَرِ ۚ wal-munkari dan mungkar وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya مَا tidak زَكَىٰ zakā bersih مِنكُم minkum diantara kamu مِّنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang أَبَدًۭا abadan selama-lamanya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يُزَكِّى yuzakkī membersihkan/mensucikan مَن man siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 21

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَلَا walā dan jangan يَأْتَلِ yatali bersumpah أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang ٱلْفَضْلِ l-faḍli yang mempunyai kelebihan مِنكُمْ minkum diantara kami وَٱلسَّعَةِ wal-saʿati dan keluasan/kelapangan أَن an bahwa يُؤْتُوٓا۟ yu'tū mereka memberi أُو۟لِى ulī kaum ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْمَسَـٰكِينَ wal-masākīna dan orang-orang miskin وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang yang berhijrah فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَلْيَعْفُوا۟ walyaʿfū dan hendaklah mereka memaafkan وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ walyaṣfaḥū dan hendaklah mereka berlapang dada أَلَا alā apakah tidak تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu menyukai أَن an bahwa يَغْفِرَ yaghfira mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 22

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 1,

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita yang bersih ٱلْغَـٰفِلَـٰتِ l-ghāfilāti wanita yang jujur ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti wanita yang beriman لُعِنُوا۟ luʿinū mereka dikutuk فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 23

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah 1 lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar,

يَوْمَ yawma pada hari تَشْهَدُ tashhadu jadi saksi عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَلْسِنَتُهُمْ alsinatuhum lidah mereka وَأَيْدِيهِمْ wa-aydīhim dan tangan mereka وَأَرْجُلُهُم wa-arjuluhum dan kaki mereka بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 24

pada hari (ketika), lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يُوَفِّيهِمُ yuwaffīhimu memberi balasan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah دِينَهُمُ dīnahumu pembalasan mereka ٱلْحَقَّ l-ḥaqa sebenarnya/semestinya وَيَعْلَمُونَ wayaʿlamūna dan mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang benar ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang menjelaskan 25

Pada hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).

ٱلْخَبِيثَـٰتُ al-khabīthātu wanita-wanita yang keji لِلْخَبِيثِينَ lil'khabīthīna untuk laki-laki yang keji وَٱلْخَبِيثُونَ wal-khabīthūna dan laki-laki yang keji لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ lil'khabīthāti untuk wanita-wanita yang keji وَٱلطَّيِّبَـٰتُ wal-ṭayibātu dan wanita-wanita yang baik لِلطَّيِّبِينَ lilṭṭayyibīna untuk laki-laki yang baik وَٱلطَّيِّبُونَ wal-ṭayibūna dan laki-laki yang baik لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ lilṭṭayyibāti untuk wanita-wanita yang baik أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu مُبَرَّءُونَ mubarraūna orang-orang yang terlepas مِمَّا mimmā dari apa يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka katakan لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezeki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia 26

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga) 1.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu masuk بُيُوتًا buyūtan rumah-rumah غَيْرَ ghayra selain بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَسْتَأْنِسُوا۟ tastanisū kamu minta izin وَتُسَلِّمُوا۟ watusallimū dan kamu memberi salam عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada أَهْلِهَا ۚ ahlihā penghuninya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat 27

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.

فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu menemui فِيهَآ fīhā didalamnya أَحَدًۭا aḥadan seseorang فَلَا falā maka jangan تَدْخُلُوهَا tadkhulūhā kamu memasukinya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُؤْذَنَ yu'dhana diizinkan لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika قِيلَ qīla dikatakan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱرْجِعُوا۟ ir'jiʿū kembalilah kamu فَٱرْجِعُوا۟ ۖ fa-ir'jiʿū maka kembalilah kamu هُوَ huwa ia/hal itu أَزْكَىٰ azkā lebih suci/bersih لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 28

Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembali (saja)lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

لَّيْسَ laysa tidaklah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun berdosa أَن an bahwa تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu memasuki بُيُوتًا buyūtan rumah-rumah غَيْرَ ghayra tidak مَسْكُونَةٍۢ maskūnatin dihuni/didiami فِيهَا fīhā didalamnya مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan/keperluan لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa تُبْدُونَ tub'dūna kamu nyatakan وَمَا wamā dan apa تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan 29

Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami yang di dalamnya ada keperluanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

قُل qul katakanlah لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna kepada orang-orang beriman يَغُضُّوا۟ yaghuḍḍū mereka menutup/menahan مِنْ min dari أَبْصَـٰرِهِمْ abṣārihim pandangan mereka وَيَحْفَظُوا۟ wayaḥfaẓū dan mereka menjaga فُرُوجَهُمْ ۚ furūjahum kemaluan mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَزْكَىٰ azkā lebih bersih/suci لَهُمْ ۗ lahum bagi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat 30

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

وَقُل waqul dan katakanlah لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ lil'mu'mināti kepada wanita-wanita yang beriman يَغْضُضْنَ yaghḍuḍ'na mereka menutup/menahan مِنْ min dari أَبْصَـٰرِهِنَّ abṣārihinna pandangan mereka وَيَحْفَظْنَ wayaḥfaẓna dan mereka menjaga فُرُوجَهُنَّ furūjahunna kemaluan mereka وَلَا walā dan jangan يُبْدِينَ yub'dīna mereka menampakkan زِينَتَهُنَّ zīnatahunna perhiasan mereka إِلَّا illā kecuali مَا apa ظَهَرَ ẓahara yang nampak مِنْهَا ۖ min'hā dari padanya وَلْيَضْرِبْنَ walyaḍrib'na dan hendaklah mereka menutupkan بِخُمُرِهِنَّ bikhumurihinna dengan kerudung mereka عَلَىٰ ʿalā atas جُيُوبِهِنَّ ۖ juyūbihinna dada mereka وَلَا walā dan jangan يُبْدِينَ yub'dīna mereka menampakkan زِينَتَهُنَّ zīnatahunna perhiasan mereka إِلَّا illā kecuali لِبُعُولَتِهِنَّ libuʿūlatihinna kepada suami mereka أَوْ aw atau ءَابَآئِهِنَّ ābāihinna ayah-ayah mereka أَوْ aw atau ءَابَآءِ ābāi ayah-ayah بُعُولَتِهِنَّ buʿūlatihinna suami mereka أَوْ aw atau أَبْنَآئِهِنَّ abnāihinna anak-anak mereka أَوْ aw atau أَبْنَآءِ abnāi anak-anak بُعُولَتِهِنَّ buʿūlatihinna suami mereka أَوْ aw atau إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka أَوْ aw atau بَنِىٓ banī anak laki-laki إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka أَوْ aw atau بَنِىٓ banī anak laki-laki أَخَوَٰتِهِنَّ akhawātihinna saudara wanita mereka أَوْ aw atau نِسَآئِهِنَّ nisāihinna wanita-wanita (sesamanya) أَوْ aw atau مَا apa مَلَكَتْ malakat yang memiliki أَيْمَـٰنُهُنَّ aymānuhunna budak-budak mereka أَوِ awi atau ٱلتَّـٰبِعِينَ l-tābiʿīna pengikut/pelayan-pelayan mereka غَيْرِ ghayri tidak أُو۟لِى ulī mempunyai ٱلْإِرْبَةِ l-ir'bati keinginan مِنَ mina dari ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki أَوِ awi atau ٱلطِّفْلِ l-ṭif'li anak-anak kecil ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَمْ lam tidak يَظْهَرُوا۟ yaẓharū terang/mengerti عَلَىٰ ʿalā atas عَوْرَٰتِ ʿawrāti aurat ٱلنِّسَآءِ ۖ l-nisāi wanita-wanita وَلَا walā dan jangan يَضْرِبْنَ yaḍrib'na mereka memukulkan بِأَرْجُلِهِنَّ bi-arjulihinna dengan kaki mereka لِيُعْلَمَ liyuʿ'lama agar diketahui مَا apa يُخْفِينَ yukh'fīna mereka sembunyikan مِن min dari زِينَتِهِنَّ ۚ zīnatihinna perhiasan mereka وَتُوبُوٓا۟ watūbū dan bertaubatlah إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah جَمِيعًا jamīʿan semuanya أَيُّهَ ayyuha hai ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung 31

Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

وَأَنكِحُوا۟ wa-ankiḥū dan nikahkanlah ٱلْأَيَـٰمَىٰ l-ayāmā orang-orang yang sendirian مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلصَّـٰلِحِينَ wal-ṣāliḥīna dan orang-orang yang layak مِنْ min dari عِبَادِكُمْ ʿibādikum budak-budak lelakimu وَإِمَآئِكُمْ ۚ wa-imāikum dan budak-budak perempuan إِن in jika يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah فُقَرَآءَ fuqarāa fakir يُغْنِهِمُ yugh'nihimu memberi kekayaan/kemampuan pada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 32

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian 1 di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

وَلْيَسْتَعْفِفِ walyastaʿfifi dan hendaklah menjaga kehormatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يَجِدُونَ yajidūna dapat/mampu نِكَاحًا nikāḥan nikah/kawin حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُغْنِيَهُمُ yugh'niyahumu memberi kekayaan/kemampuan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَبْتَغُونَ yabtaghūna (mereka) menginginkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba catatan/perjanjian مِمَّا mimmā dari apa مَلَكَتْ malakat kamu miliki أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum budak-budak kamu فَكَاتِبُوهُمْ fakātibūhum maka adakan perjanjian dengan mereka إِنْ in jika عَلِمْتُمْ ʿalim'tum kamu ketahui فِيهِمْ fīhim pada mereka خَيْرًۭا ۖ khayran kebaikan وَءَاتُوهُم waātūhum dan berikanlah mereka مِّن min dari مَّالِ māli harta ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang ءَاتَىٰكُمْ ۚ ātākum diberikan/dikaruniakan padamu وَلَا walā dan jangan تُكْرِهُوا۟ tuk'rihū kamu memaksa فَتَيَـٰتِكُمْ fatayātikum budak-budak perempuan عَلَى ʿalā atas ٱلْبِغَآءِ l-bighāi melakukan pelacuran إِنْ in jika أَرَدْنَ aradna mereka menghendaki تَحَصُّنًۭا taḥaṣṣunan menjaga kesucian لِّتَبْتَغُوا۟ litabtaghū karena kamu mencari عَرَضَ ʿaraḍa keuntungan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَمَن waman dan barangsiapa يُكْرِههُّنَّ yuk'rihhunna ia memaksa mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah إِكْرَٰهِهِنَّ ik'rāhihinna memaksa mereka غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 33

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin, hendaklah menjaga kesucian (diri)nya sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka 1, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu 2. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barang siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa ( itu) 3.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu ءَايَـٰتٍۢ āyātin ayat-ayat مُّبَيِّنَـٰتٍۢ mubayyinātin memberikan penerangan وَمَثَلًۭا wamathalan dan contoh-contoh مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw (mereka) terdahulu مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 34

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah نُورُ nūru cahaya ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi مَثَلُ mathalu perumpamaan نُورِهِۦ nūrihi cahaya-Nya كَمِشْكَوٰةٍۢ kamish'katin seperti lobang فِيهَا fīhā didalamnya مِصْبَاحٌ ۖ miṣ'bāḥun pelita ٱلْمِصْبَاحُ l-miṣ'bāḥu pelita itu فِى di زُجَاجَةٍ ۖ zujājatin dalam kaca ٱلزُّجَاجَةُ l-zujājatu kaca itu كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan كَوْكَبٌۭ kawkabun bintang دُرِّىٌّۭ durriyyun berkilauan يُوقَدُ yūqadu ia dinyalakan مِن min dari شَجَرَةٍۢ shajaratin pohon مُّبَـٰرَكَةٍۢ mubārakatin yang banyak keberkatan زَيْتُونَةٍۢ zaytūnatin pohon zaitun لَّا tidak شَرْقِيَّةٍۢ sharqiyyatin di sebelah timur وَلَا walā dan tidak غَرْبِيَّةٍۢ gharbiyyatin di sebelah barat يَكَادُ yakādu hampir-hampir زَيْتُهَا zaytuhā minyaknya يُضِىٓءُ yuḍīu dia menerangi وَلَوْ walaw walaupun لَمْ lam tidak تَمْسَسْهُ tamsashu menyentuhnya نَارٌۭ ۚ nārun api نُّورٌ nūrun cahaya عَلَىٰ ʿalā di atas نُورٍۢ ۗ nūrin cahaya يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah لِنُورِهِۦ linūrihi kepada cahaya-Nya مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَيَضْرِبُ wayaḍribu dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْأَمْثَـٰلَ l-amthāla perumpamaan لِلنَّاسِ ۗ lilnnāsi bagi manusia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 35

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus 1 yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) 2 , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

فِى di dalam بُيُوتٍ buyūtin rumah-rumah أَذِنَ adhina mengizinkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an untuk تُرْفَعَ tur'faʿa meninggikan menjunjung tinggi وَيُذْكَرَ wayudh'kara dan disebut فِيهَا fīhā didalamnya ٱسْمُهُۥ us'muhu nama-Nya يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya فِيهَا fīhā didalamnya بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi وَٱلْـَٔاصَالِ wal-āṣāli dan petang 36

Bertasbih 1 kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan waktu petang,

رِجَالٌۭ rijālun orang-orang lelaki لَّا tidak تُلْهِيهِمْ tul'hīhim melalaikan mereka تِجَـٰرَةٌۭ tijāratun perniagaan وَلَا walā dan tidak بَيْعٌ bayʿun jual-beli عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِقَامِ wa-iqāmi dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat وَإِيتَآءِ waītāi dan membayarkan ٱلزَّكَوٰةِ ۙ l-zakati zakat يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut يَوْمًۭا yawman pada hari تَتَقَلَّبُ tataqallabu bolak-balik/goncang فِيهِ fīhi padanya/hari itu ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati وَٱلْأَبْصَـٰرُ wal-abṣāru dan penglihatan 37

laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (pada hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

لِيَجْزِيَهُمُ liyajziyahumu karena hendak memberi balasan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَا apa عَمِلُوا۟ ʿamilū yang mereka kerjakan وَيَزِيدَهُم wayazīdahum dan Dia menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَرْزُقُ yarzuqu Dia memberi rezeki مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan 38

(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka كَسَرَابٍۭ kasarābin seperti fatamorgana بِقِيعَةٍۢ biqīʿatin tanah datar/padang pasir يَحْسَبُهُ yaḥsabuhu mengiranya ٱلظَّمْـَٔانُ l-ẓamānu orang-orang yang dahaga مَآءً māan air حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَهُۥ jāahu ia mendatanginya لَمْ lam ia tidak يَجِدْهُ yajid'hu mendapatkannya شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَوَجَدَ wawajada dan ia mendapatkan ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥ ʿindahu disisinya فَوَفَّىٰهُ fawaffāhu lalu Dia mencukupkan حِسَابَهُۥ ۗ ḥisābahu perhitungannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 39

Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya 1.

أَوْ aw atau كَظُلُمَـٰتٍۢ kaẓulumātin seperti gelap gulita فِى dalam بَحْرٍۢ baḥrin laut لُّجِّىٍّۢ lujjiyyin yang dalam يَغْشَىٰهُ yaghshāhu meliputinya مَوْجٌۭ mawjun ombak مِّن min dari فَوْقِهِۦ fawqihi atasnya مَوْجٌۭ mawjun ombak مِّن min dari فَوْقِهِۦ fawqihi atasnya سَحَابٌۭ ۚ saḥābun awan ظُلُمَـٰتٌۢ ẓulumātun gelap gulita بَعْضُهَا baʿḍuhā sebagiannya فَوْقَ fawqa di atas بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain إِذَآ idhā apabila أَخْرَجَ akhraja dia mengeluarkan يَدَهُۥ yadahu tangannya لَمْ lam tidak يَكَدْ yakad hampir يَرَىٰهَا ۗ yarāhā dia melihatnya وَمَن waman dan barangsiapa لَّمْ lam tidak يَجْعَلِ yajʿali menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُۥ lahu baginya نُورًۭا nūran cahaya فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari نُّورٍ nūrin cahaya 40

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya مَن man orang/apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱلطَّيْرُ wal-ṭayru dan burung صَـٰٓفَّـٰتٍۢ ۖ ṣāffātin mengembangkan sayap كُلٌّۭ kullun masing-masing قَدْ qad sungguh عَلِمَ ʿalima telah mengetahui صَلَاتَهُۥ ṣalātahu sholatnya/berdo'anya وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ watasbīḥahu dan bertasbihnya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap/apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan 41

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah; kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) salat dan tasbihnya 1 dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 42

Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يُزْجِى yuz'jī mengarak/menghalau سَحَابًۭا saḥāban awan ثُمَّ thumma kemudian يُؤَلِّفُ yu-allifu Dia mengumpulkan بَيْنَهُۥ baynahu diantaranya ثُمَّ thumma kemudian يَجْعَلُهُۥ yajʿaluhu Dia menjadikannya رُكَامًۭا rukāman bertindih-tindih فَتَرَى fatarā maka kamu lihat ٱلْوَدْقَ l-wadqa hujan يَخْرُجُ yakhruju keluar مِنْ min dari خِلَـٰلِهِۦ khilālihi celah-celahnya وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مِن min dari جِبَالٍۢ jibālin gunung فِيهَا fīhā didalamnya مِنۢ min dari بَرَدٍۢ baradin salju/es فَيُصِيبُ fayuṣību lalu Dia timpakan بِهِۦ bihi dengannya مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَصْرِفُهُۥ wayaṣrifuhu dan Dia menghindarkannya عَن ʿan dari مَّن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki يَكَادُ yakādu hampir-hampir سَنَا sanā cahaya بَرْقِهِۦ barqihi berkilatnya (awan) يَذْهَبُ yadhhabu menghilangkan بِٱلْأَبْصَـٰرِ bil-abṣāri dengan penglihatan 43

Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

يُقَلِّبُ yuqallibu membolak-balik/mempergantikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ ۚ wal-nahāra dan siang إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan sungguh pelajaran لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri pemandangan 44

Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَلَقَ khalaqa menciptakan كُلَّ kulla semua دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang merayap مِّن min dari مَّآءٍۢ ۖ māin air فَمِنْهُم famin'hum maka sebagian mereka مَّن man orang/binatang يَمْشِى yamshī ia berjalan عَلَىٰ ʿalā atas بَطْنِهِۦ baṭnihi perutnya وَمِنْهُم wamin'hum dan sebagian mereka مَّن man orang/binatang يَمْشِى yamshī ia berjalan عَلَىٰ ʿalā atas رِجْلَيْنِ rij'layni dua kakinya وَمِنْهُم wamin'hum dan sebagian mereka مَّن man orang/binatang يَمْشِى yamshī ia berjalan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَرْبَعٍۢ ۚ arbaʿin empat يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa يَشَآءُ ۚ yashāu yang Dia kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 45

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

لَّقَدْ laqad sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan ءَايَـٰتٍۢ āyātin ayat-ayat مُّبَيِّنَـٰتٍۢ ۚ mubayyinātin nyata/jelas وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus 46

Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَبِٱلرَّسُولِ wabil-rasūli dan kepada Rasul وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami mentaati ثُمَّ thumma kemudian يَتَوَلَّىٰ yatawallā berpaling فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُم min'hum dari mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian itu وَمَآ wamā dan tidaklah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang yang beriman 47

Dan mereka berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul dan kami menaati (keduanya)." Kemudian, sebagian dari mereka berpaling sesudah itu; sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila دُعُوٓا۟ duʿū mereka dipanggil إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya لِيَحْكُمَ liyaḥkuma agar dia menghukum بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka إِذَا idhā tiba-tiba فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُم min'hum dari mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling 48

Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah 1 dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.

وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun adalah لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar يَأْتُوٓا۟ yatū mereka datang إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مُذْعِنِينَ mudh'ʿinīna mereka taat 49

Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.

أَفِى afī apakah dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌ maraḍun penyakit أَمِ ami ataukah ٱرْتَابُوٓا۟ ir'tābū mereka ragu-ragu أَمْ am ataukah يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut أَن an bahwa يَحِيفَ yaḥīfa berlaku tidak adil/zalim ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan Rasul-Nya بَلْ bal sebenarnya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 50

Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah كَانَ kāna adalah قَوْلَ qawla perkataan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman إِذَا idhā tatkala دُعُوٓا۟ duʿū mereka dipanggil إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya لِيَحْكُمَ liyaḥkuma agar dia menghukum بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَن an bahwa يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَأَطَعْنَا ۚ wa-aṭaʿnā dan kami mentaati وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 51

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka 1 ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

وَمَن waman dan barangsiapa يُطِعِ yuṭiʿi dia taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan Rasul-Nya وَيَخْشَ wayakhsha dan dia takut ٱللَّهَ l-laha Allah وَيَتَّقْهِ wayattaqhi dan bertakwa kepada-Nya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang mendapat kemenangan 52

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. 1

۞ وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda sungguh-sungguh أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka لَئِنْ la-in sungguh jika أَمَرْتَهُمْ amartahum kamu menyuruh mereka لَيَخْرُجُنَّ ۖ layakhrujunna pasti mereka keluar/pergi قُل qul katakanlah لَّا jangan تُقْسِمُوا۟ ۖ tuq'simū kamu bersumpah طَاعَةٌۭ ṭāʿatun ketaatan مَّعْرُوفَةٌ ۚ maʿrūfatun kebaikan/lebih baik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 53

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah, "Janganlah kamu bersumpah, (ketaatan kalian adalah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

قُلْ qul katakanlah أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱلرَّسُولَ ۖ l-rasūla Rasul فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya/hanyalah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Rasul) مَا apa حُمِّلَ ḥummila yang dibebankan وَعَلَيْكُم waʿalaykum dan atas kamu مَّا apa حُمِّلْتُمْ ۖ ḥummil'tum yang dibebankan atasmu وَإِن wa-in dan jika تُطِيعُوهُ tuṭīʿūhu kamu mentaatinya تَهْتَدُوا۟ ۚ tahtadū kamu mendapat petunjuk وَمَا wamā dan tidaklah عَلَى ʿalā atas ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata/terang 54

Katakanlah, Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu, melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang."

وَعَدَ waʿada telah berjanji ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنكُمْ minkum diantara kamu وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ layastakhlifannahum sungguh Dia menjadikan mereka berkuasa فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi كَمَا kamā sebagaimana ٱسْتَخْلَفَ is'takhlafa berkuasa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka وَلَيُمَكِّنَنَّ walayumakkinanna dan sungguh Dia akan meneguhkan لَهُمْ lahum bagi mereka دِينَهُمُ dīnahumu agama mereka ٱلَّذِى alladhī yang ٱرْتَضَىٰ ir'taḍā Dia rida لَهُمْ lahum untuk mereka وَلَيُبَدِّلَنَّهُم walayubaddilannahum dan sungguh Dia akan mengganti mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah خَوْفِهِمْ khawfihim takut mereka أَمْنًۭا ۚ amnan aman sentosa يَعْبُدُونَنِى yaʿbudūnanī mereka menyembah-Ku لَا tidak يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan بِى dengan Aku شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu وَمَن waman dan barangsiapa كَفَرَ kafara ia kafir بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 55

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikanlah ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat 56

Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul supaya kamu diberi rahmat.

لَا jangan تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مُعْجِزِينَ muʿ'jizīna mereka dapat melemahkan فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَمَأْوَىٰهُمُ wamawāhumu dan tempat kembali mereka ٱلنَّارُ ۖ l-nāru api/neraka وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 57

Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ liyastadhinkumu hendaklah meminta izin kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum tangan kananmu وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَمْ lam (mereka) belum يَبْلُغُوا۟ yablughū sampai ٱلْحُلُمَ l-ḥuluma mimpi مِنكُمْ minkum diantara kamu ثَلَـٰثَ thalātha tiga مَرَّٰتٍۢ ۚ marrātin kali مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum صَلَوٰةِ ṣalati sholat ٱلْفَجْرِ l-fajri fajar/subuh وَحِينَ waḥīna dan ketika تَضَعُونَ taḍaʿūna kamu menanggalkan ثِيَابَكُم thiyābakum pakaian kamu مِّنَ mina dari ٱلظَّهِيرَةِ l-ẓahīrati yang tampak (luar) وَمِنۢ wamin dan dari بَعْدِ baʿdi sesudah صَلَوٰةِ ṣalati sholat ٱلْعِشَآءِ ۚ l-ʿishāi 'Isya' ثَلَـٰثُ thalāthu tiga عَوْرَٰتٍۢ ʿawrātin 'aurat لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian لَيْسَ laysa tidak/bukan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَا walā dan tidak عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka جُنَاحٌۢ junāḥun berdosa بَعْدَهُنَّ ۚ baʿdahunna sesudah mereka طَوَّٰفُونَ ṭawwāfūna mereka melayani عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ ۗ l-āyāti ayat-ayat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 58

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu pada tengah hari, dan sesudah salat Isya. (Itulah) tiga aurat bagi kamu 1. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka, selain dari (tiga waktu) itu 2. Mereka melayani kamu; sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah, Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila بَلَغَ balagha telah sampai ٱلْأَطْفَـٰلُ l-aṭfālu anak-anak مِنكُمُ minkumu dari kamu ٱلْحُلُمَ l-ḥuluma bermimpi فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ falyastadhinū maka hendaklah mereka meminta izin كَمَا kamā seperti ٱسْتَـْٔذَنَ is'tadhana minta izin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ ۗ āyātihi ayat-ayat-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 59

Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin 1. Demikianlah, Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَٱلْقَوَٰعِدُ wal-qawāʿidu azas-azas/yang tua مِنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan-perempuan ٱلَّـٰتِى allātī yang لَا tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka ingin نِكَاحًۭا nikāḥan kawin فَلَيْسَ falaysa maka tidak عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka جُنَاحٌ junāḥun berdosa أَن an bahwa يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka menanggalkan ثِيَابَهُنَّ thiyābahunna pakaian mereka غَيْرَ ghayra tidak مُتَبَرِّجَـٰتٍۭ mutabarrijātin menampakkan بِزِينَةٍۢ ۖ bizīnatin dengan perhiasan وَأَن wa-an dan jika يَسْتَعْفِفْنَ yastaʿfif'na mereka berlaku sopan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّهُنَّ ۗ lahunna bagi mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 60

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian 1 mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.

لَّيْسَ laysa tidak ada عَلَى ʿalā atas ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang buta حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْأَعْرَجِ l-aʿraji orang pincang حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمَرِيضِ l-marīḍi orang sakit حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan وَلَا walā dan tidak عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَن an bahwa تَأْكُلُوا۟ takulū kamu makan مِنۢ min dari/di بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah-rumah kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah ءَابَآئِكُمْ ābāikum bapak-bapak kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أُمَّهَـٰتِكُمْ ummahātikum ibu-ibu kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah إِخْوَٰنِكُمْ ikh'wānikum saudara laki-laki kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أَخَوَٰتِكُمْ akhawātikum saudara perempuan kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أَعْمَـٰمِكُمْ aʿmāmikum saudara bapak kamu laki-laki أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah عَمَّـٰتِكُمْ ʿammātikum saudara bapak kamu perempuan أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أَخْوَٰلِكُمْ akhwālikum saudara laki-laki ibu kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah خَـٰلَـٰتِكُمْ khālātikum saudara perempuan ibu kamu أَوْ aw atau مَا apa (rumah) مَلَكْتُم malaktum kamu miliki مَّفَاتِحَهُۥٓ mafātiḥahu kunci-kuncinya أَوْ aw atau صَدِيقِكُمْ ۚ ṣadīqikum teman-teman kamu لَيْسَ laysa tidak عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun berdosa/larangan أَن an bahwa تَأْكُلُوا۟ takulū kamu makan جَمِيعًا jamīʿan semua/bersama-sama أَوْ aw atau أَشْتَاتًۭا ۚ ashtātan sendirian فَإِذَا fa-idhā maka apabila دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuk بُيُوتًۭا buyūtan rumah-rumah فَسَلِّمُوا۟ fasallimū maka beri salamlah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri تَحِيَّةًۭ taḥiyyatan penghormatan مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مُبَـٰرَكَةًۭ mubārakatan diberi berkat طَيِّبَةًۭ ۚ ṭayyibatan suci/baik كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 61

Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya 1, atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri; salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah, Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu agar kamu memahaminya.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mu'min ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya وَإِذَا wa-idhā dan apabila كَانُوا۟ kānū mereka berada مَعَهُۥ maʿahu bersamanya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَمْرٍۢ amrin suatu perkara/urusan جَامِعٍۢ jāmiʿin berkumpul/pertemuan لَّمْ lam mereka tidak يَذْهَبُوا۟ yadhhabū pergi/meninggalkan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَسْتَـْٔذِنُوهُ ۚ yastadhinūhu mereka minta izin kepadanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَـْٔذِنُونَكَ yastadhinūnaka (mereka) minta izin kepadamu أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan Rasul-Nya فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱسْتَـْٔذَنُوكَ is'tadhanūka mereka minta izin kepadamu لِبَعْضِ libaʿḍi karena sebagian شَأْنِهِمْ shanihim keperluan mereka فَأْذَن fadhan maka izinkanlah لِّمَن liman kepada siapa شِئْتَ shi'ta kamu kehendaki مِنْهُمْ min'hum diantara mereka وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampunan لَهُمُ lahumu untuk mereka ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 62

Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

لَّا janganlah تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan دُعَآءَ duʿāa seruan/panggilan ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu كَدُعَآءِ kaduʿāi seperti seruan/panggilan بَعْضِكُم baʿḍikum sebagian kamu بَعْضًۭا ۚ baʿḍan sebagian yang lain قَدْ qad sesungguhnya يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَسَلَّلُونَ yatasallalūna (mereka) pergi berangsur-angsur مِنكُمْ minkum diantara kamu لِوَاذًۭا ۚ liwādhan berlindung فَلْيَحْذَرِ falyaḥdhari maka hendaklah takut ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُخَالِفُونَ yukhālifūna (mereka) menyalahi عَنْ ʿan dari أَمْرِهِۦٓ amrihi perintah-Nya أَن an akan تُصِيبَهُمْ tuṣībahum menimpa mereka فِتْنَةٌ fit'natun fitnah/cobaan أَوْ aw atau يُصِيبَهُمْ yuṣībahum menimpa mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun pedih 63

Janganlah kamu jadikan panggilan rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

أَلَآ alā ketahuilah إِنَّ inna sesungguhnya لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan dibumi قَدْ qad sesungguhnya يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَآ apa yang أَنتُمْ antum kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَيَوْمَ wayawma dan hari يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa عَمِلُوا۟ ۗ ʿamilū mereka kerjakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui 64

Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu.

تَبَارَكَ tabāraka Maha Berkah/Suci ٱلَّذِى alladhī (Allah) yang نَزَّلَ nazzala telah menurunkan ٱلْفُرْقَانَ l-fur'qāna Al Furqan عَلَىٰ ʿalā atas عَبْدِهِۦ ʿabdihi hamba-Nya لِيَكُونَ liyakūna agar dia menjadi لِلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi seluruh alam نَذِيرًا nadhīran pemberi peringatan 1

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqān (Al-Qur`ān) kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam 1,

ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagi/kepunyaan-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَمْ walam dan tidak يَتَّخِذْ yattakhidh Dia mengambil وَلَدًۭا waladan anak وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun adalah لَّهُۥ lahu bagiNya شَرِيكٌۭ sharīkun sekutu فِى dalam ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan/kekuasaan وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan كُلَّ kulla segala/tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَقَدَّرَهُۥ faqaddarahu maka Dia menentukannya تَقْدِيرًۭا taqdīran ketentuan/kadar/ukuran 2

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya 1.

وَٱتَّخَذُوا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain-Nya ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan لَّا tidak يَخْلُقُونَ yakhluqūna mereka menciptakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu apapun وَهُمْ wahum dan mereka يُخْلَقُونَ yukh'laqūna mereka diciptakan وَلَا walā dan tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna kuasa/mampu لِأَنفُسِهِمْ li-anfusihim bagi diri mereka sendiri ضَرًّۭا ḍarran kemudaratan وَلَا walā dan tidak نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan وَلَا walā dan tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka kuasa/tidak mampu مَوْتًۭا mawtan kematian وَلَا walā dan tidak حَيَوٰةًۭ ḥayatan kehidupan وَلَا walā dan tidak نُشُورًۭا nushūran kebangkitan 3

Kemudian, mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah) yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in ini هَـٰذَآ hādhā tidak lain إِلَّآ illā kecuali/hanyalah إِفْكٌ if'kun kebohongan ٱفْتَرَىٰهُ if'tarāhu (Muhammad) ada-adakannya وَأَعَانَهُۥ wa-aʿānahu dan membantunya/menolongnya عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya قَوْمٌ qawmun kaum ءَاخَرُونَ ۖ ākharūna yang lain فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءُو jāū mereka datang/berbuat ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman وَزُورًۭا wazūran dan dusta 4

Dan orang-orang kafir berkata, "Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain 1"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng-dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu ٱكْتَتَبَهَا ik'tatabahā dituliskannya فَهِىَ fahiya maka ia تُمْلَىٰ tum'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya بُكْرَةًۭ buk'ratan diwaktu pagi وَأَصِيلًۭا wa-aṣīlan dan petang 5

Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."

قُلْ qul katakanlah أَنزَلَهُ anzalahu menurunkannya ٱلَّذِى alladhī yang يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱلسِّرَّ l-sira rahasia فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah Dia غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 6

Katakanlah, "Al-Qur`ān itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَالِ māli mengapa هَـٰذَا hādhā ini ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul يَأْكُلُ yakulu dia memakan ٱلطَّعَامَ l-ṭaʿāma makanan وَيَمْشِى wayamshī dan berjalan/berkeliaran فِى di/pada ٱلْأَسْوَاقِ ۙ l-aswāqi pasar-pasar لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَلَكٌۭ malakun seorang malaikat فَيَكُونَ fayakūna lalu adalah dia مَعَهُۥ maʿahu bersamanya نَذِيرًا nadhīran pemberi peringatan 7

Dan mereka berkata, "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?

أَوْ aw atau يُلْقَىٰٓ yul'qā dicampakkan/diberikan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya كَنزٌ kanzun perbendaharaan أَوْ aw atau تَكُونُ takūnu adalah لَهُۥ lahu baginya جَنَّةٌۭ jannatun kebun يَأْكُلُ yakulu dia memakan مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِن in tidak lain تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna kamu mengikuti إِلَّا illā hanyalah رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki مَّسْحُورًا masḥūran kena sihir 8

atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan atau (mengapa tidak) ada kebun baginya yang dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata, "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir."

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka membuat لَكَ laka padamu/tentang kamu ٱلْأَمْثَـٰلَ l-amthāla perumpamaan فَضَلُّوا۟ faḍallū maka sesatlah mereka فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka berkuasa/mampu سَبِيلًۭا sabīlan jalan 9

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka; mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

تَبَارَكَ tabāraka Maha Berkah/Maha Suci ٱلَّذِىٓ alladhī (Allah) yang إِن in jika شَآءَ shāa Dia menghendaki جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan لَكَ laka bagimu خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّن min dari ذَٰلِكَ dhālika yang demikian جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai وَيَجْعَل wayajʿal dan Dia menjadikan لَّكَ laka untukmu قُصُورًۢا quṣūran istana-istana 10

Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana 1.

بَلْ bal bahkan/tetapi كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِٱلسَّاعَةِ ۖ bil-sāʿati dengan hari kiamat وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لِمَن liman bagi orang كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan بِٱلسَّاعَةِ bil-sāʿati dengan hari kiamat سَعِيرًا saʿīran neraka yang menyala-nyala 11

Bahkan, mereka mendustakan hari kiamat. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

إِذَا idhā apabila رَأَتْهُم ra-athum (neraka) melihat mereka مِّن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh سَمِعُوا۟ samiʿū mereka akan mendengar لَهَا lahā padanya تَغَيُّظًۭا taghayyuẓan suara kemarahan وَزَفِيرًۭا wazafīran dan teriakan/suara bernyala-nyala 12

Apabila neraka itu melihat 1 mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أُلْقُوا۟ ul'qū mereka dilemparkan مِنْهَا min'hā dari padanya/didalamnya مَكَانًۭا makānan tempat ضَيِّقًۭا ḍayyiqan sempit مُّقَرَّنِينَ muqarranīna mereka dibelenggu دَعَوْا۟ daʿaw mereka berseru/mengharapkan هُنَالِكَ hunālika disana ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan 13

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan 1.

لَّا jangan تَدْعُوا۟ tadʿū kamu mengharapkan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan وَٰحِدًۭا wāḥidan satu/sekali وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan harapkanlah ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan كَثِيرًۭا kathīran yang banyak 14

(Akan dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak". 1

قُلْ qul katakanlah أَذَٰلِكَ adhālika apakah yang demikian itu خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمْ am atau جَنَّةُ jannatu surga ٱلْخُلْدِ l-khul'di kekal ٱلَّتِى allatī yang وُعِدَ wuʿida dijanjikan ٱلْمُتَّقُونَ ۚ l-mutaqūna orang-orang dan bertakwa كَانَتْ kānat adalah لَهُمْ lahum bagi mereka جَزَآءًۭ jazāan balasan وَمَصِيرًۭا wamaṣīran dan tempat kembali 15

Katakanlah, "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?"

لَّهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā di dalamnya مَا apa yang يَشَآءُونَ yashāūna mereka kehendaki خَـٰلِدِينَ ۚ khālidīna mereka kekal كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّكَ rabbika Tuhanmu وَعْدًۭا waʿdan janji مَّسْـُٔولًۭا masūlan ditanya/dimohonkan 16

Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhan-mu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum (Allah) mengumpulkan mereka وَمَا wamā dan apa-apa يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَيَقُولُ fayaqūlu maka (Allah) berkata ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَضْلَلْتُمْ aḍlaltum kamu menyesatkan عِبَادِى ʿibādī hamba-hamba-Ku هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu أَمْ am atau هُمْ hum mereka ضَلُّوا۟ ḍallū mereka sesat ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan 17

Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau مَا tidak كَانَ kāna ada يَنۢبَغِى yanbaghī patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an bahwa نَّتَّخِذَ nattakhidha kami mengambil/menjadikan مِن min dari دُونِكَ dūnika selain Engkau مِنْ min dari أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung وَلَـٰكِن walākin tetapi مَّتَّعْتَهُمْ mattaʿtahum Engkau memberi kenikmatan hidup mereka وَءَابَآءَهُمْ waābāahum dan bapak-bapak mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga نَسُوا۟ nasū mereka lupa ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra peringatan/mengingat وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًۢا qawman kaum بُورًۭا būran binasa 18

Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain engkau (untuk jadi) pelindung 1, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup sampai mereka lupa mengingati (Engkau) dan mereka adalah kaum yang binasa."

فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبُوكُم kadhabūkum mereka telah mendustakan kamu بِمَا bimā dengan/tentang apa تَقُولُونَ taqūlūna mereka katakan فَمَا famā maka tidak تَسْتَطِيعُونَ tastaṭīʿūna kamu kuasa/mampu/dapat صَرْفًۭا ṣarfan menolak وَلَا walā dan tidak نَصْرًۭا ۚ naṣran menolong وَمَن waman dan barangsiapa يَظْلِم yaẓlim ia berbuat zalim مِّنكُمْ minkum diantara kamu نُذِقْهُ nudhiq'hu Kami rasakan kepadanya عَذَابًۭا ʿadhāban azab كَبِيرًۭا kabīran yang besar 19

maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu) dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.

وَمَآ wamā dan Kami أَرْسَلْنَا arsalnā tidak mengutus قَبْلَكَ qablaka sebelummu مِنَ mina dari ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna Rasul-rasul إِلَّآ illā kecuali إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَيَأْكُلُونَ layakulūna sungguh mereka memakan ٱلطَّعَامَ l-ṭaʿāma makanan وَيَمْشُونَ wayamshūna dan mereka berjalan فِى di ٱلْأَسْوَاقِ ۗ l-aswāqi pasar-pasar وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu لِبَعْضٍۢ libaʿḍin bagi sebagian yang lain فِتْنَةً fit'natan fitnah/cobaan أَتَصْبِرُونَ ۗ ataṣbirūna apakah/maukah kamu bersabar وَكَانَ wakāna dan adalah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat 20

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhan-mu maha Melihat.