Juz 19
Al-Furqan (21-77), Ash-Shu'ara (1-227), An-Naml (1-55)
۞ وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَرْجُونَ yarjūna mengharapkan لِقَآءَنَا liqāanā pertemuan dengan Kami لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas/kepada kita ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat أَوْ aw atau نَرَىٰ narā kita melihat رَبَّنَا ۗ rabbanā Tuhan kita لَقَدِ laqadi sesungguhnya ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū mereka sombong فِىٓ fī dalam أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka وَعَتَوْ waʿataw dan mereka melampaui batas عُتُوًّۭا ʿutuwwan kelewat batas كَبِيرًۭا kabīran besar 21
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya, mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman.
يَوْمَ yawma pada hari يَرَوْنَ yarawna mereka melihat ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat لَا lā tidak ada بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْمُجْرِمِينَ lil'muj'rimīna bagi orang-orang yang berdosa وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata حِجْرًۭا ḥij'ran larangan/halangan مَّحْجُورًۭا maḥjūran terhalang 22
Pada hari mereka melihat malaikat 1 pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Ḥijrān maḥjūrā 2.
وَقَدِمْنَآ waqadim'nā dan Kami hadapi إِلَىٰ ilā kepada مَا mā apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan/amalkan مِنْ min dari عَمَلٍۢ ʿamalin amal-amal فَجَعَلْنَـٰهُ fajaʿalnāhu lalu Kami jadikannya هَبَآءًۭ habāan debu مَّنثُورًا manthūran beterbangan 23
Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan 1, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مُّسْتَقَرًّۭا mus'taqarran tempat menetap/tinggal وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan lebih baik/indah مَقِيلًۭا maqīlan tempat istirahat 24
Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu تَشَقَّقُ tashaqqaqu pecah belah ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit بِٱلْغَمَـٰمِ bil-ghamāmi dengan awan/kabut وَنُزِّلَ wanuzzila dan diturunkan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat تَنزِيلًا tanzīlan sebenar-benar turun 25
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.
ٱلْمُلْكُ al-mul'ku kerajaan يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak/benar لِلرَّحْمَـٰنِ ۚ lilrraḥmāni kepunyaan Yang Maha Pengasih وَكَانَ wakāna dan adalah يَوْمًا yawman hari عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir عَسِيرًۭا ʿasīran kesulitan/kesukaran 26
Kerajaan yang hak 1 pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَعَضُّ yaʿaḍḍu menggigit ٱلظَّالِمُ l-ẓālimu orang yang zalim عَلَىٰ ʿalā atas يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya يَقُولُ yaqūlu ia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī kiranya dulu ٱتَّخَذْتُ ittakhadhtu aku mengambil مَعَ maʿa bersama ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul سَبِيلًۭا sabīlan jalan 27
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya 1 seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul."
يَـٰوَيْلَتَىٰ yāwaylatā aduh celakalah aku لَيْتَنِى laytanī kiranya aku لَمْ lam aku tidak أَتَّخِذْ attakhidh mengambil/menjadikan فُلَانًا fulānan si fulan خَلِيلًۭا khalīlan teman akrab 28
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan 1 itu teman akrab(ku).
لَّقَدْ laqad sesungguhnya أَضَلَّنِى aḍallanī ia telah menyesatkan aku عَنِ ʿani dari ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri peringatan بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika جَآءَنِى ۗ jāanī dia datang kepadaku وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia خَذُولًۭا khadhūlan tidak menolong/penyesat 29
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`ān ketika Al-Qur`ān itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul يَـٰرَبِّ yārabbi Ya tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya قَوْمِى qawmī kaumku ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an مَهْجُورًۭا mahjūran menjauhi/tidak dipedulikan 30
Berkatalah rasul, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur`ān itu sesuatu yang tidak diacuhkan".
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan seperti demikianlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap نَبِىٍّ nabiyyin Nabi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh مِّنَ mina dari ٱلْمُجْرِمِينَ ۗ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu هَادِيًۭا hādiyan petunjuk/pemimpin وَنَصِيرًۭا wanaṣīran dan penolong 31
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhan-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَ nuzzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al-Qur'an جُمْلَةًۭ jum'latan jumlah وَٰحِدَةًۭ ۚ wāḥidatan satu/sekaligus كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah لِنُثَبِّتَ linuthabbita karena Kami hendak meneguhkan بِهِۦ bihi dengannya فُؤَادَكَ ۖ fuādaka hatimu وَرَتَّلْنَـٰهُ warattalnāhu dan Kami membacakannya تَرْتِيلًۭا tartīlan bacaan yang baik 32
Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Al-Qur`ān itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah 1 supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
وَلَا walā dan mereka يَأْتُونَكَ yatūnaka tidak datang kepadamu بِمَثَلٍ bimathalin dengan suatu perumpamaan إِلَّا illā melainkan جِئْنَـٰكَ ji'nāka Kami datang kepadamu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَأَحْسَنَ wa-aḥsana dan sebaik-baik تَفْسِيرًا tafsīran penjelasan 33
Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya 1.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna (mereka) dikumpulkan عَلَىٰ ʿalā atas وُجُوهِهِمْ wujūhihim muka-muka mereka إِلَىٰ ilā ke جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu شَرٌّۭ sharrun paling jelek مَّكَانًۭا makānan tempat وَأَضَلُّ wa-aḍallu dan paling sesat سَبِيلًۭا sabīlan jalan 34
Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahanam dengan diseret atas muka-muka mereka; mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan مَعَهُۥٓ maʿahu bersama/dia أَخَاهُ akhāhu saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun وَزِيرًۭا wazīran pembantu 35
Dan sesungguhnya, kami telah memberikan Alkitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Hārūn saudaranya menyertai dia sebagai wazir (pembantu).
فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman ٱذْهَبَآ idh'habā pergilah kamu berdua إِلَى ilā kepada ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) dustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَدَمَّرْنَـٰهُمْ fadammarnāhum lalu Kami binasakan mereka تَدْمِيرًۭا tadmīran sebenar-benar binasa 36
Kemudian, Kami berfirman kepada keduanya, "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya.
وَقَوْمَ waqawma dan kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh لَّمَّا lammā tatkala كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan ٱلرُّسُلَ l-rusula rasul-rasul أَغْرَقْنَـٰهُمْ aghraqnāhum Kami tenggelamkan mereka وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia ءَايَةًۭ ۖ āyatan ayat/pelajaran وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami telah menyediakan لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih 37
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nūḥ, tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;
وَعَادًۭا waʿādan dan kaum 'Ad وَثَمُودَا۟ wathamūdā dan Tsamud وَأَصْحَـٰبَ wa-aṣḥāba dan penduduk ٱلرَّسِّ l-rasi Rass وَقُرُونًۢا waqurūnan dan kurun-kurun بَيْنَ bayna diantara ذَٰلِكَ dhālika demikian (kaum-kaum) كَثِيرًۭا kathīran banyak 38
dan (Kami binasakan) kaum ‘Ād dan Ṡamūd dan penduduk ar Ras 1 dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.
وَكُلًّۭا wakullan dan masing-masing ضَرَبْنَا ḍarabnā Kami telah menjadikan لَهُ lahu baginya ٱلْأَمْثَـٰلَ ۖ l-amthāla tamsil وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah تَبَّرْنَا tabbarnā Kami telah membinasakan تَتْبِيرًۭا tatbīran sebenar-benar binasa 39
Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَتَوْا۟ ataw mereka telah melalui عَلَى ʿalā atas ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati suatu negeri ٱلَّتِىٓ allatī yang أُمْطِرَتْ um'ṭirat dihujani مَطَرَ maṭara hujan ٱلسَّوْءِ ۚ l-sawi sangat buruk أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَكُونُوا۟ yakūnū adalah يَرَوْنَهَا ۚ yarawnahā mereka melihatnya بَلْ bal bahkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا lā tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan نُشُورًۭا nushūran kebangkitan 40
Dan sesungguhnya, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka, apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu, bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْكَ ra-awka mereka melihat kamu إِن in tidaklah يَتَّخِذُونَكَ yattakhidhūnaka mereka menjadikan kami إِلَّا illā melainkan هُزُوًا huzuwan ejekan أَهَـٰذَا ahādhā inikah ٱلَّذِى alladhī yang بَعَثَ baʿatha mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah رَسُولًا rasūlan Rasul 41
Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?
إِن in sesungguhnya كَادَ kāda hampir لَيُضِلُّنَا layuḍillunā sungguh ia menyesatkan kita عَنْ ʿan dari ءَالِهَتِنَا ālihatinā tuhan/sesembahan kita لَوْلَآ lawlā seandainya tidak أَن an bahwa صَبَرْنَا ṣabarnā kita bersabar عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya/kepadanya وَسَوْفَ wasawfa dan kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka akan mengetahui حِينَ ḥīna ketika يَرَوْنَ yarawna mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab مَنْ man siapa أَضَلُّ aḍallu lebih sesat سَبِيلًا sabīlan jalan 42
Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya" dan mereka kelak akan mengetahui pada saat mereka melihat azab; siapa yang paling sesat jalannya.
أَرَءَيْتَ ara-ayta tidakkah kamu perhatikan مَنِ mani orang ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil/menjadikan إِلَـٰهَهُۥ ilāhahu Tuhannya هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya أَفَأَنتَ afa-anta apakah maka kamu تَكُونُ takūnu kamu adalah/menjadi عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَكِيلًا wakīlan penjaga/pemelihara 43
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,
أَمْ am atau تَحْسَبُ taḥsabu kamu mengira أَنَّ anna bahwa أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar أَوْ aw atau يَعْقِلُونَ ۚ yaʿqilūna mereka berakal/memahami إِنْ in tidak lain هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali كَٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ kal-anʿāmi seperti binatang ternak بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka أَضَلُّ aḍallu lebih sesat سَبِيلًا sabīlan jalan 44
atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu كَيْفَ kayfa bagaimana مَدَّ madda Dia memanjangkan ٱلظِّلَّ l-ẓila bayang-bayang وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa Dia menghendaki لَجَعَلَهُۥ lajaʿalahu niscaya dia menjadikannya سَاكِنًۭا sākinan tetap diam ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya دَلِيلًۭا dalīlan bukti/petunjuk 45
Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhan-mu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,
ثُمَّ thumma kemudian قَبَضْنَـٰهُ qabaḍnāhu Kami menggenggam/menariknya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami قَبْضًۭا qabḍan genggaman/tarikan يَسِيرًۭا yasīran mudah/perlahan 46
kemudian, Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami 1 dengan tarikan yang perlahan-lahan.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala telah menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam لِبَاسًۭا libāsan pakaian وَٱلنَّوْمَ wal-nawma dan tidur سُبَاتًۭا subātan istirahat وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang نُشُورًۭا nushūran bangkit/bangun 47
Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengirimkan/meniupkan ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin بُشْرًۢا bush'ran kabar gembira بَيْنَ bayna antara يَدَىْ yaday hadapan رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air طَهُورًۭا ṭahūran bersih/suci 48
Dia-lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan) dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,
لِّنُحْـِۧىَ linuḥ'yiya untuk Kami hidupkan بِهِۦ bihi dengannya (air itu) بَلْدَةًۭ baldatan negeri (tanah) مَّيْتًۭا maytan yang mati وَنُسْقِيَهُۥ wanus'qiyahu dan Kami beri minum dengannya مِمَّا mimmā dari apa خَلَقْنَآ khalaqnā Kami telah ciptakan أَنْعَـٰمًۭا anʿāman binatang ternak وَأَنَاسِىَّ wa-anāsiyya dan manusia كَثِيرًۭا kathīran banyak 49
agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami; binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَـٰهُ ṣarrafnāhu Kami telah mempergilirkannya بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka لِيَذَّكَّرُوا۟ liyadhakkarū agar mereka mengambil pelajaran فَأَبَىٰٓ fa-abā maka/tetapi enggan أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia إِلَّا illā kecuali كُفُورًۭا kufūran ingkar 50
Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau, kecuali mengingkari (nikmat).
وَلَوْ walaw dan jika شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَبَعَثْنَا labaʿathnā niscaya Kami utus فِى fī pada كُلِّ kulli tiap-tiap قَرْيَةٍۢ qaryatin negeri نَّذِيرًۭا nadhīran seorang pemberi peringatan 51
Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).
فَلَا falā maka janganlah تُطِعِ tuṭiʿi kamu patuh ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَجَـٰهِدْهُم wajāhid'hum dan berjihadlah terhadap mereka بِهِۦ bihi dengannya جِهَادًۭا jihādan jihad كَبِيرًۭا kabīran yang besar 52
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur`ān dengan jihad yang besar.
۞ وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang مَرَجَ maraja membiarkan ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua laut هَـٰذَا hādhā ini عَذْبٌۭ ʿadhbun tawar فُرَاتٌۭ furātun segar وَهَـٰذَا wahādhā dan ini مِلْحٌ mil'ḥun asin أُجَاجٌۭ ujājun pahit وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan بَيْنَهُمَا baynahumā antara keduanya بَرْزَخًۭا barzakhan dinding وَحِجْرًۭا waḥij'ran dan batas مَّحْجُورًۭا maḥjūran membatasi/menghalangi 53
Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ l-māi air بَشَرًۭا basharan manusia فَجَعَلَهُۥ fajaʿalahu lalu Dia jadikannya نَسَبًۭا nasaban keturunan وَصِهْرًۭا ۗ waṣih'ran dan hubungan perkawinan وَكَانَ wakāna dan adalah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa 54
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan muṣāharah 1 dan adalah Tuhan-mu Maha Kuasa.
وَيَعْبُدُونَ wayaʿbudūna dan mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa yang لَا lā tidak يَنفَعُهُمْ yanfaʿuhum memberi manfaat kepada mereka وَلَا walā dan tidak يَضُرُّهُمْ ۗ yaḍurruhum memberi mudarat kepada mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْكَافِرُ l-kāfiru orang kafir عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya ظَهِيرًۭا ẓahīran bantuan/pembantu 55
Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudarat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhan-nya.
وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā melainkan مُبَشِّرًۭا mubashiran pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan 56
Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
قُلْ qul katakanlah مَآ mā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ajrin upah إِلَّا illā melainkan مَن man orang شَآءَ shāa menghendaki أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha ia mengambil إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya سَبِيلًۭا sabīlan jalan 57
Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan-nya.
وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْحَىِّ l-ḥayi Yang Hidup ٱلَّذِى alladhī yang لَا lā tidak يَمُوتُ yamūtu mati وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbih بِحَمْدِهِۦ ۚ biḥamdihi dengan memuji-Nya وَكَفَىٰ wakafā dan cukup-lah بِهِۦ bihi dengan-Nya/Dia بِذُنُوبِ bidhunūbi dengan/terhadap dosa-dosa عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya خَبِيرًا khabīran Maha Mengetahui 58
Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِى alladhī Yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya فِى fī dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā di atas ٱلْعَرْشِ ۚ l-ʿarshi Arsy' ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih فَسْـَٔلْ fasal maka tanyakanlah بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui 59
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari, kemudian dia bersemayam di atas arasy 1, (Dia-lah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah tentang Allah kepada yang lebih mengetahui (Muhammad).
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada Yang Maha Pengasih قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَمَا wamā dan siapakah ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih itu أَنَسْجُدُ anasjudu apakah kami bersujud لِمَا limā kepada apa تَأْمُرُنَا tamurunā kamu perintahkan kami وَزَادَهُمْ wazādahum dan menambah mereka نُفُورًۭا ۩ nufūran lari jauh 60
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab, "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?" dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
تَبَارَكَ tabāraka Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala telah menjadikan فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بُرُوجًۭا burūjan gugusan bintang وَجَعَلَ wajaʿala Dan dia menjadikan فِيهَا fīhā padanya سِرَٰجًۭا sirājan pelita (matahari) وَقَمَرًۭا waqamaran dan bulan مُّنِيرًۭا munīran bercahaya 61
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang خِلْفَةًۭ khil'fatan berlainan/silih berganti لِّمَنْ liman bagi orang أَرَادَ arāda hendak/ingin أَن an bahwa يَذَّكَّرَ yadhakkara ia mengambil pelajaran أَوْ aw atau أَرَادَ arāda ia hendak شُكُورًۭا shukūran bersyukur 62
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
وَعِبَادُ waʿibādu dan hamba-hamba ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَمْشُونَ yamshūna (mereka) berjalan عَلَى ʿalā di atas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi هَوْنًۭا hawnan rendah hati وَإِذَا wa-idhā dan apabila خَاطَبَهُمُ khāṭabahumu mengajak omong-omong mereka ٱلْجَـٰهِلُونَ l-jāhilūna orang-orang jahil/bodoh قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَلَـٰمًۭا salāman keselamatan 63
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَبِيتُونَ yabītūna (mereka) bermalam لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَقِيَـٰمًۭا waqiyāman dan berdiri 64
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka 1.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱصْرِفْ iṣ'rif palingkanlah/jauhkanlah عَنَّا ʿannā dari kami عَذَابَ ʿadhāba azab جَهَنَّمَ ۖ jahannama Jahannam إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابَهَا ʿadhābahā azabnya كَانَ kāna adalah غَرَامًا gharāman kebinasaan yang kekal 65
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami; sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".
إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia سَآءَتْ sāat sejelek-jelek مُسْتَقَرًّۭا mus'taqarran tempat menetap وَمُقَامًۭا wamuqāman dan tempat kediaman 66
Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَآ idhā tatkala أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka membelanjakan لَمْ lam mereka tidak يُسْرِفُوا۟ yus'rifū berlebih-lebihan وَلَمْ walam dan tidak يَقْتُرُوا۟ yaqturū mereka kikir وَكَانَ wakāna dan adalah بَيْنَ bayna antara ذَٰلِكَ dhālika demikian قَوَامًۭا qawāman berdiri 67
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَدْعُونَ yadʿūna menyembah مَعَ maʿa beserta ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan ءَاخَرَ ākhara lain وَلَا walā dan tidak يَقْتُلُونَ yaqtulūna mereka membunuh ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa/seseorang ٱلَّتِى allatī yang حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan baik وَلَا walā dan tidak يَزْنُونَ ۚ yaznūna mereka berzina وَمَن waman dan barangsiapa يَفْعَلْ yafʿal berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian يَلْقَ yalqa dia mendapat أَثَامًۭا athāman dosa 68
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
يُضَـٰعَفْ yuḍāʿaf akan dilipatgandakan لَهُ lahu untuknya ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَيَخْلُدْ wayakhlud dan dia kekal فِيهِۦ fīhi didalamnya/dalam azab مُهَانًا muhānan terhina 69
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina,
إِلَّا illā kecuali مَن man orang تَابَ tāba bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan beriman وَعَمِلَ waʿamila dan mengerjakan عَمَلًۭا ʿamalan pekerjaan/amal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يُبَدِّلُ yubaddilu akan mengganti ٱللَّهُ l-lahu Allah سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kejahatan-kejahatan mereka حَسَنَـٰتٍۢ ۗ ḥasanātin kebaikan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 70
kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَمَن waman dan barangsiapa تَابَ tāba bertaubat وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia يَتُوبُ yatūbu dia bertaubat إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَتَابًۭا matāban sebenar-benar taubat 71
Dan orang-orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَشْهَدُونَ yashhadūna memberikan kesaksian ٱلزُّورَ l-zūra palsu وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَرُّوا۟ marrū mereka melalui بِٱللَّغْوِ bil-laghwi dengan perkara sia-sia مَرُّوا۟ marrū mereka melalui كِرَامًۭا kirāman kemuliaan/kehormatan 72
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَا idhā apabila ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diberi peringatan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَمْ lam tidak يَخِرُّوا۟ yakhirrū mereka tunduk عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya/kepadanya صُمًّۭا ṣumman orang-orang tuli وَعُمْيَانًۭا waʿum'yānan dan orang-orang buta 73
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَبْ hab anugerahkan لَنَا lanā bagi kami مِنْ min dari أَزْوَٰجِنَا azwājinā isteri-isteri kami وَذُرِّيَّـٰتِنَا wadhurriyyātinā dan keturunan kami قُرَّةَ qurrata penyejuk أَعْيُنٍۢ aʿyunin mata وَٱجْعَلْنَا wa-ij'ʿalnā dan jadikanlah kami لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa إِمَامًا imāman pemuka/pemimpin 74
Dan orang orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُجْزَوْنَ yuj'zawna akan diberi balasan ٱلْغُرْفَةَ l-ghur'fata martabat yang tinggi بِمَا bimā dengan apa/sebab صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka bersabar وَيُلَقَّوْنَ wayulaqqawna dan mereka akan disambut فِيهَا fīhā didalamnya (surga) تَحِيَّةًۭ taḥiyyatan penghormatan وَسَلَـٰمًا wasalāman dan ucapan selamat 75
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya حَسُنَتْ ḥasunat sebaik-baik مُسْتَقَرًّۭا mus'taqarran tempat menetap وَمُقَامًۭا wamuqāman dan tempat tinggal 76
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
قُلْ qul katakanlah مَا mā tidak يَعْبَؤُا۟ yaʿba-u memperdulikan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَبِّى rabbī Tuhanku لَوْلَا lawlā sekiranya tidak دُعَآؤُكُمْ ۖ duʿāukum seruanmu/ibadatmu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبْتُمْ kadhabtum kamu telah dustakan فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَكُونُ yakūnu adalah لِزَامًۢا lizāman pasti 77
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), "Tuhan-ku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)".
طسٓمٓ tta-seen-meem Thaa siin miim 1
Ṭā Sīm mīm 1
تِلْكَ til'ka inilah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al-Kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni nyata/menjelaskan 2
Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang menerangkan.
لَعَلَّكَ laʿallaka boleh jadi kamu بَـٰخِعٌۭ bākhiʿun membinasakan نَّفْسَكَ nafsaka dirimu أَلَّا allā karena يَكُونُوا۟ yakūnū adalah mereka مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 3
Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena mereka 1 tidak beriman.
إِن in jika نَّشَأْ nasha Kami menghendaki نُنَزِّلْ nunazzil Kami turunkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit ءَايَةًۭ āyatan mukjizat فَظَلَّتْ faẓallat maka senantiasa أَعْنَـٰقُهُمْ aʿnāquhum kuduk-kuduk mereka لَهَا lahā kepadanya خَـٰضِعِينَ khāḍiʿīna tunduk 4
Jika kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.
وَمَا wamā dan tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari ذِكْرٍۢ dhik'rin suatu peringatan مِّنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih مُحْدَثٍ muḥ'dathin baru إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَنْهُ ʿanhu daripadanya مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling 5
Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru 1 dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling darinya.
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan فَسَيَأْتِيهِمْ fasayatīhim maka kelak akan datang kepada mereka أَنۢبَـٰٓؤُا۟ anbāu berita-berita مَا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi kepadanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokan 6
Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur`ān), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi كَمْ kam berapa banyak أَنۢبَتْنَا anbatnā Kami telah tumbuhkan فِيهَا fīhā di dalamnya/di atasnya مِن min dari كُلِّ kulli macam-macam زَوْجٍۢ zawjin pasangan/jenis كَرِيمٍ karīmin mulia/baik 7
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 8
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 9
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَإِذْ wa-idh dan ketika نَادَىٰ nādā menyeru رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنِ ani bahwa ٱئْتِ i'ti datangilah ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 10
Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوْمَ qawma kaum فِرْعَوْنَ ۚ fir'ʿawna Fir'aun أَلَا alā mengapa tidak يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 11
(yaitu) kaum Firʻawn . Mengapa mereka tidak bertakwa?"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu takut أَن an bahwa يُكَذِّبُونِ yukadhibūni mereka akan mendustakan aku 12
Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.
وَيَضِيقُ wayaḍīqu dan menjadi sempit صَدْرِى ṣadrī dadaku وَلَا walā dan tidak يَنطَلِقُ yanṭaliqu dapat berbicara/berkata لِسَانِى lisānī lisanku فَأَرْسِلْ fa-arsil maka utuslah إِلَىٰ ilā kepada هَـٰرُونَ hārūna Harun 13
Dan (karenanya), sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Hārūn 1.
وَلَهُمْ walahum dan terhadap mereka عَلَىَّ ʿalayya atasku ذَنۢبٌۭ dhanbun berdosa فَأَخَافُ fa-akhāfu maka aku takut أَن an bahwa يَقْتُلُونِ yaqtulūni mereka membunuhku 14
Dan aku berdosa terhadap mereka 1, maka aku takut mereka akan membunuhku".
قَالَ qāla (Allah) berfirman كَلَّا ۖ kallā tidak sekali-kali (jangan takut) فَٱذْهَبَا fa-idh'habā maka pergilah kamu berdua بِـَٔايَـٰتِنَآ ۖ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِنَّا innā sesungguhnya Kami مَعَكُم maʿakum bersama kamu مُّسْتَمِعُونَ mus'tamiʿūna mendengarkan 15
Allah berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),
فَأْتِيَا fatiyā maka datanglah kamu berdua فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun فَقُولَآ faqūlā lalu katakanlah إِنَّا innā sesungguhnya kami رَسُولُ rasūlu utusan رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 16
Maka datanglah kamu berdua kepada Firʻawn dan katakanlah olehmu, "Sesungguhnya Kami adalah rasul Tuhan semesta alam,
أَنْ an bahwa أَرْسِلْ arsil lepaskan مَعَنَا maʿanā bersama kami بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 17
lepaskanlah Bani Isrā`īl (pergi) beserta kami".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata أَلَمْ alam tidakkah/bukankah نُرَبِّكَ nurabbika kami memelihara/mengasuhmu فِينَا fīnā dalam kami وَلِيدًۭا walīdan kanak-kanak وَلَبِثْتَ walabith'ta dan kamu tinggal فِينَا fīnā dalam kami مِنْ min dari عُمُرِكَ ʿumurika umurmu سِنِينَ sinīna beberapa tahun 18
Firʻawn menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu 1.
وَفَعَلْتَ wafaʿalta dan kamu telah berbuat فَعْلَتَكَ faʿlataka perbuatanmu ٱلَّتِى allatī yang فَعَلْتَ faʿalta kamu telah lakukan/perbuat وَأَنتَ wa-anta dan kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir/tak membalas budi 19
dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu 1 dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.
قَالَ qāla (Musa) berkata فَعَلْتُهَآ faʿaltuhā saya telah melakukannya إِذًۭا idhan tatkala وَأَنَا۠ wa-anā dan saya مِنَ mina dari/termasuk ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat 20
Berkata Musa, "Aku telah melakukannya, sedang aku pada waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
فَفَرَرْتُ fafarartu maka saya lari مِنكُمْ minkum dari kamu لَمَّا lammā ketika خِفْتُكُمْ khif'tukum saya takut kepadamu فَوَهَبَ fawahaba lalu memberikan لِى lī kepadaku رَبِّى rabbī Tuhanku حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah/ilmu وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku مِنَ mina dari/di antara ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul 21
Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhan-ku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلْكَ watil'ka dan itu نِعْمَةٌۭ niʿ'matun nikmat/budi تَمُنُّهَا tamunnuhā kamu limpahkannya عَلَىَّ ʿalayya atasku/kepadaku أَنْ an bahwa عَبَّدتَّ ʿabbadtta kamu memperhambakan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 22
Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Isrā`īl".
قَالَ qāla berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun وَمَا wamā apa/siapa رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam itu 23
Firʻawn bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa-apa بَيْنَهُمَآ ۖ baynahumā diantara keduanya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّوقِنِينَ mūqinīna orang-orang yang meyakini/mempercayai 24
Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhan-mu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata لِمَنْ liman kepada orang-orang حَوْلَهُۥٓ ḥawlahu di sekelilingnya أَلَا alā apakah tidak تَسْتَمِعُونَ tastamiʿūna kamu mendengarkan 25
Berkata Firʻawn kepada orang-orang sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَرَبُّ warabbu dan Tuhan ءَابَآئِكُمُ ābāikumu bapak-bapak/nenek moyang kamu ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna yang dahulu 26
Musa berkata (pula), "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata إِنَّ inna sesungguhnya رَسُولَكُمُ rasūlakumu kerasulanmu ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُرْسِلَ ur'sila diutus إِلَيْكُمْ ilaykum kepada kamu لَمَجْنُونٌۭ lamajnūnun benar-benar orang gila 27
Firʻawn berkata, "Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur وَٱلْمَغْرِبِ wal-maghribi dan barat وَمَا wamā dan apa-apa بَيْنَهُمَآ ۖ baynahumā diantara keduanya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 28
Musa berkata, "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; (Itulah Tuhan-mu) jika kamu mempergunakan akal".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata لَئِنِ la-ini sungguh jika ٱتَّخَذْتَ ittakhadhta kamu menjadikan إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan غَيْرِى ghayrī selain aku لَأَجْعَلَنَّكَ la-ajʿalannaka pasti aku akan menjadikan kamu مِنَ mina dari ٱلْمَسْجُونِينَ l-masjūnīna orang-orang yang terpenjara 29
Firʻawn berkata, "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
قَالَ qāla (Musa) berkata أَوَلَوْ awalaw apakah jika جِئْتُكَ ji'tuka aku datangkan kepadamu بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 30
Musa berkata, "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata فَأْتِ fati maka datangkanlah بِهِۦٓ bihi dengannya إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 31
Firʻawn berkata, "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".
فَأَلْقَىٰ fa-alqā lalu (Musa)melemparkan عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/tongkat itu ثُعْبَانٌۭ thuʿ'bānun ular مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 32
Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
وَنَزَعَ wanazaʿa dan (Musa) menarik يَدَهُۥ yadahu tangannya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/tangan itu بَيْضَآءُ bayḍāu putih لِلنَّـٰظِرِينَ lilnnāẓirīna bagi orang-orang yang melihat 33
Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata لِلْمَلَإِ lil'mala-i kepada pembesar-pembesar حَوْلَهُۥٓ ḥawlahu di sekelilingnya إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَسَـٰحِرٌ lasāḥirun benar-benar ahli sihir عَلِيمٌۭ ʿalīmun yang pandai 34
Firʻawn berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya, "Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
يُرِيدُ yurīdu ia hendak أَن an bahwa يُخْرِجَكُم yukh'rijakum mengeluarkan/mengusir kamu مِّنْ min dari أَرْضِكُم arḍikum bumimu/negerimu بِسِحْرِهِۦ bisiḥ'rihi dengan sihirnya فَمَاذَا famādhā maka apakah تَأْمُرُونَ tamurūna kamu anjurkan 35
ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَرْجِهْ arjih tangguhkan dia وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya وَٱبْعَثْ wa-ib'ʿath dan utuslah فِى fī di ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota ini حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna mereka berkumpul 36
Mereka menjawab, "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
يَأْتُوكَ yatūka mereka akan mendatangkan kepadamu بِكُلِّ bikulli dengan tiap-tiap/semua سَحَّارٍ saḥḥārin ahli sihir عَلِيمٍۢ ʿalīmin yang pandai 37
niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".
فَجُمِعَ fajumiʿa maka dikumpulkan ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli sihir لِمِيقَـٰتِ limīqāti pada waktu-waktu يَوْمٍۢ yawmin hari مَّعْلُومٍۢ maʿlūmin diketahui/tertentu 38
Lalu, dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan pada hari yang maklum 1,
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia (orang banyak) هَلْ hal apakah أَنتُم antum kamu مُّجْتَمِعُونَ muj'tamiʿūna orang-orang yang berkumpul 39
dan dikatakan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu sekalian,
لَعَلَّنَا laʿallanā boleh jadi/semoga kita نَتَّبِعُ nattabiʿu kita mengikuti ٱلسَّحَرَةَ l-saḥarata ahli-ahli sihir إِن in sesungguhnya كَانُوا۟ kānū (jika) mereka adalah هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang 40
semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang 1"
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa datang ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir قَالُوا۟ qālū mereka berkata لِفِرْعَوْنَ lifir'ʿawna kepada Fir'aun أَئِنَّ a-inna apakah sesungguhnya لَنَا lanā bagi kami لَأَجْرًا la-ajran sungguh ada upah إِن in sesungguhnya كُنَّا kunnā jika kami adalah نَحْنُ naḥnu kami ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang 41
Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, mereka pun bertanya kepada Firʻawn , "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata نَعَمْ naʿam ya وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu إِذًۭا idhan kalau demikian لَّمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang dekat 42
Firʻawn menjawab, "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
قَالَ qāla berkata لَهُم lahum kepada mereka مُّوسَىٰٓ mūsā Musa أَلْقُوا۟ alqū lemparkanlah/jatuhkanlah مَآ mā apa-apa أَنتُم antum kamu مُّلْقُونَ mul'qūna lemparkan 43
Berkatalah Musa kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
فَأَلْقَوْا۟ fa-alqaw maka mereka menjatuhkan حِبَالَهُمْ ḥibālahum tali-tali mereka وَعِصِيَّهُمْ waʿiṣiyyahum dan tongkat-tongkat mereka وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata بِعِزَّةِ biʿizzati dengan kekuasaan فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّا innā sesungguhnya kami لَنَحْنُ lanaḥnu pasti kami ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang menang 44
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata, "Demi kekuasaan Firʻawn , sesungguhnya kami benar-benar akan menang".
فَأَلْقَىٰ fa-alqā lalu menjatuhkan مُوسَىٰ mūsā Musa عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat itu) تَلْقَفُ talqafu menelan مَا mā apa-apa يَأْفِكُونَ yafikūna mereka adakan 45
Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu 1.
فَأُلْقِىَ fa-ul'qiya maka terjatuhlah/tersungkurlah ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir سَـٰجِدِينَ sājidīna mereka bersujud 46
Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah).
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّ birabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 47
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
رَبِّ rabbi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun 48
(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata ءَامَنتُمْ āmantum apakah kamu beriman لَهُۥ lahu kepadanya/Musa قَبْلَ qabla sebelum أَنْ an bahwa ءَاذَنَ ādhana aku memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَكَبِيرُكُمُ lakabīrukumu benar-benar pembesar/pemimpinmu ٱلَّذِى alladhī yang عَلَّمَكُمُ ʿallamakumu mengajar kamu ٱلسِّحْرَ l-siḥ'ra sihir فَلَسَوْفَ falasawfa maka pasti nanti تَعْلَمُونَ ۚ taʿlamūna (kalian) mengetahui لَأُقَطِّعَنَّ la-uqaṭṭiʿanna sungguh aku memotong أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kaki-kakimu مِّنْ min dari/dengan خِلَـٰفٍۢ khilāfin yang berlainan/bersilang وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ wala-uṣallibannakum dan sungguh-sungguh aku akan menyalibmu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 49
Firʻawn berkata, "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu, maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan 1 dan aku akan menyalibmu semuanya".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak ضَيْرَ ۖ ḍayra kemudaratan إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مُنقَلِبُونَ munqalibūna orang-orang yang kembali 50
Mereka berkata, "Tidak ada kemudaratan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
إِنَّا innā sesungguhnya kami نَطْمَعُ naṭmaʿu kami sangat menginginkan أَن an bahwa يَغْفِرَ yaghfira akan mengampuni لَنَا lanā bagi kami رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami خَطَـٰيَـٰنَآ khaṭāyānā kesalahan-kesalahan kami أَن an karena كُنَّآ kunnā kami adalah أَوَّلَ awwala pertama-tama ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 51
sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
۞ وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an agar أَسْرِ asri pergilah diwaktu malam بِعِبَادِىٓ biʿibādī dengan hamba-hamba-Ku إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مُّتَّبَعُونَ muttabaʿūna orang-orang yang diikuti 52
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Isrā`īl) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".
فَأَرْسَلَ fa-arsala lalu mengirimkan فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun فِى fī di ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna mereka berkumpul 53
Kemudian, Firʻawn mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu لَشِرْذِمَةٌۭ lashir'dhimatun sungguh kelompok/golongan قَلِيلُونَ qalīlūna mereka sedikit/kecil 54
(Firʻawn berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Isrā`īl) benar-benar golongan kecil,
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَنَا lanā bagi kita لَغَآئِظُونَ laghāiẓūna benar-benar marah 55
dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita لَجَمِيعٌ lajamīʿun benar-benar semua حَـٰذِرُونَ ḥādhirūna berjaga-jaga 56
dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".
فَأَخْرَجْنَـٰهُم fa-akhrajnāhum maka Kami keluarkan mereka مِّن min dari جَنَّـٰتٍۢ jannātin taman-taman وَعُيُونٍۢ waʿuyūnin dan mata air 57
Maka, Kami keluarkan Firʻawn dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,
وَكُنُوزٍۢ wakunūzin dan perbendaharaan وَمَقَامٍۢ wamaqāmin dan kedudukan كَرِيمٍۢ karīmin yang mulia 58
dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia 1,
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah وَأَوْرَثْنَـٰهَا wa-awrathnāhā dan Kami wariskannya بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 59
demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Isrā`īl 1.
فَأَتْبَعُوهُم fa-atbaʿūhum maka mereka dapat menyusul (Bani Israil) مُّشْرِقِينَ mush'riqīna diwaktu matahari terbit 60
Maka Firʻawn dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَمَّا falammā maka setelah تَرَٰٓءَا tarāā saling melihat ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni kedua kumpulan/golongan قَالَ qāla berkatalah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu pengikut-pengikut مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِنَّا innā sesungguhnya kita لَمُدْرَكُونَ lamud'rakūna pasti orang-orang yang tersusul 61
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
قَالَ qāla (Musa) berkata كَلَّآ ۖ kallā tidak sekali-kali إِنَّ inna sesungguhnya مَعِىَ maʿiya besertaku رَبِّى rabbī Tuhanku سَيَهْدِينِ sayahdīni Dia akan memberi petunjuk padaku 62
Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhan-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".
فَأَوْحَيْنَآ fa-awḥaynā maka Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنِ ani agar ٱضْرِب iḍ'rib pukullah بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu ٱلْبَحْرَ ۖ l-baḥra lautan فَٱنفَلَقَ fa-infalaqa lalu terbelahlah فَكَانَ fakāna maka adalah كُلُّ kullu tiap-tiap فِرْقٍۢ fir'qin bagian/belahan كَٱلطَّوْدِ kal-ṭawdi seperti gunung ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar 63
Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
وَأَزْلَفْنَا wa-azlafnā dan Kami dekatkan ثَمَّ thamma disana ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain 64
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain 1.
وَأَنجَيْنَا wa-anjaynā dan Kami selamatkan مُوسَىٰ mūsā Musa وَمَن waman dan orang-orang مَّعَهُۥٓ maʿahu bersamanya أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 65
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
ثُمَّ thumma kemudian أَغْرَقْنَا aghraqnā Kami tenggelamkan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain 66
Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar suatu tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 67
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 68
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka نَبَأَ naba-a kisah إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim 69
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrāhīm.
إِذْ idh tatkala قَالَ qāla dia berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya وَقَوْمِهِۦ waqawmihi dan kaumnya مَا mā apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna yang kamu sembah 70
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَعْبُدُ naʿbudu kami menyembah أَصْنَامًۭا aṣnāman berhala-berhala فَنَظَلُّ fanaẓallu maka kami senantiasa لَهَا lahā kepadanya عَـٰكِفِينَ ʿākifīna senantiasa tekun 71
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata هَلْ hal apakah يَسْمَعُونَكُمْ yasmaʿūnakum mereka mendengarkan kamu إِذْ idh ketika تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru 72
Berkata Ibrāhīm, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,
أَوْ aw atau يَنفَعُونَكُمْ yanfaʿūnakum mereka memberi manfaat kepadamu أَوْ aw atau يَضُرُّونَ yaḍurrūna mereka memberi mudarat 73
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal bahkan وَجَدْنَآ wajadnā kami dapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak/nenek moyang kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan/berbuat 74
Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata أَفَرَءَيْتُم afara-aytum apakah maka kamu telah memperhatikan مَّا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah 75
Ibrāhīm berkata, "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُمُ waābāukumu dan bapak-bapak/nenek moyangmu ٱلْأَقْدَمُونَ l-aqdamūna terdahulu 76
kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّىٓ lī bagiku إِلَّا illā kecuali رَبَّ rabba Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 77
karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,
ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَنِى khalaqanī telah menciptakan aku فَهُوَ fahuwa maka Dia يَهْدِينِ yahdīni memberi petunjuk kepadaku 78
(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku,
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang هُوَ huwa Dia يُطْعِمُنِى yuṭ'ʿimunī memberi makan kepadaku وَيَسْقِينِ wayasqīni dan memberi minum aku 79
dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَرِضْتُ mariḍ'tu aku sakit فَهُوَ fahuwa maka Dia يَشْفِينِ yashfīni mengobati/menyembuhkan aku 80
dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang يُمِيتُنِى yumītunī Dia mematikan aku ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِينِ yuḥ'yīni Dia menghidupkan aku 81
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أَطْمَعُ aṭmaʿu sangat aku inginkan أَن an bahwa يَغْفِرَ yaghfira Dia akan mengampuni لِى lī bagiku خَطِيٓـَٔتِى khaṭīatī kesalahanku يَوْمَ yawma hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan/kiamat 82
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
رَبِّ rabbi ya Tuhanku هَبْ hab berilah لِى lī bagiku/aku حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah/ilmu pengetahuan وَأَلْحِقْنِى wa-alḥiq'nī dan masukkan aku بِٱلصَّـٰلِحِينَ bil-ṣāliḥīna dengan orang-orang yang saleh 83
(Ibrāhīm berdoa), "Ya Tuhan-ku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikan لِّى lī bagiku/aku لِسَانَ lisāna buah tutur صِدْقٍۢ ṣid'qin benar/baik فِى fī dalam/bagi ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian 84
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَٱجْعَلْنِى wa-ij'ʿalnī dan jadikanlah aku مِن min dari/termasuk وَرَثَةِ warathati yang mewarisi جَنَّةِ jannati surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh kenikmatan 85
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لِأَبِىٓ li-abī bagi bapakku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat 86
dan ampunilah bapakku karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
وَلَا walā dan janganlah تُخْزِنِى tukh'zinī Engkau hinakan aku يَوْمَ yawma pada hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan 87
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوْمَ yawma di hari لَا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu berguna مَالٌۭ mālun harta وَلَا walā dan tidak بَنُونَ banūna anak-anak laki-laki 88
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang أَتَى atā datang/menghadap ٱللَّهَ l-laha Allah بِقَلْبٍۢ biqalbin dengan hati سَلِيمٍۢ salīmin selamat/bersih 89
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزْلِفَتِ wa-uz'lifati dan didekatkan ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna kepada orang-orang yang bertakwa 90
dan (pada hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ waburrizati dan diperlihatkan ٱلْجَحِيمُ l-jaḥīmu neraka Jahim لِلْغَاوِينَ lil'ghāwīna kepada orang-orang yang sesat 91
dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka أَيْنَ ayna dimanakah مَا mā apakah كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah 92
dan dikatakan kepada mereka, "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah هَلْ hal apakah يَنصُرُونَكُمْ yanṣurūnakum mereka dapat menolong kamu أَوْ aw atau يَنتَصِرُونَ yantaṣirūna menolong diri mereka 93
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
فَكُبْكِبُوا۟ fakub'kibū maka dijungkirkan فِيهَا fīhā kedalamnya (dalam neraka) هُمْ hum mereka وَٱلْغَاوُۥنَ wal-ghāwūna dan/bersama orang-orang yang sesat 94
Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
وَجُنُودُ wajunūdu dan bala tentara إِبْلِيسَ ib'līsa iblis أَجْمَعُونَ ajmaʿūna semuanya 95
dan bala tentara iblis semuanya.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَهُمْ wahum sedang mereka فِيهَا fīhā di dalamnya (neraka) يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bertengkar 96
Mereka berkata, sedang mereka bertengkar di dalam neraka,
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah إِن in sesungguhnya كُنَّا kunnā adalah لَفِى lafī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin benar-benar dalam kesesatan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata 97
"demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
إِذْ idh apabila نُسَوِّيكُم nusawwīkum kita mempersamakan kamu بِرَبِّ birabbi dengan Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 98
karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".
وَمَآ wamā dan tidak أَضَلَّنَآ aḍallanā menyesatkan kita إِلَّا illā kecuali ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdusta 99
Dan tiadalah yang menyesatkan kami, kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا famā maka/karena itu tidak ada لَنَا lanā bagi kita مِن min dari شَـٰفِعِينَ shāfiʿīna pemberi syafa'at 100
Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun,
وَلَا walā dan tidak ada صَدِيقٍ ṣadīqin sahabat حَمِيمٍۢ ḥamīmin setia/akrab 101
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
فَلَوْ falaw maka sekiranya أَنَّ anna bahwa لَنَا lanā bagi kita كَرَّةًۭ karratan sekali lagi فَنَكُونَ fanakūna maka kita adalah/menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 102
maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman".
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda-tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 103
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 104
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍ nūḥin Nuh ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 105
Kaum Nūḥ telah mendustakan para rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka نُوحٌ nūḥun Nuh أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 106
Ketika saudara mereka (Nūḥ) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan 107
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 108
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali عَلَىٰ ʿalā atas/dari رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 109
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 110
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".
۞ قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kami akan beriman لَكَ laka kepadamu وَٱتَّبَعَكَ wa-ittabaʿaka dan mengikuti kamu ٱلْأَرْذَلُونَ l-ardhalūna orang-orang yang hina 111
Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?"
قَالَ qāla (Nuh) berkata وَمَا wamā dan tidak ada عِلْمِى ʿil'mī pengetahuanku بِمَا bimā dengan/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 112
Nūḥ menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
إِنْ in tidak lain حِسَابُهُمْ ḥisābuhum perhitungan mereka إِلَّا illā kecuali عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku لَوْ law jikalau تَشْعُرُونَ tashʿurūna menyadari/mengerti 113
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhan-ku, kalau kamu menyadari.
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku بِطَارِدِ biṭāridi dengan mengusir ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 114
Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
إِنْ in tidak lain أَنَا۠ anā aku إِلَّا illā kecuali/hanyalah نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 115
Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak تَنتَهِ tantahi kamu berhenti يَـٰنُوحُ yānūḥu Hai Nuh لَتَكُونَنَّ latakūnanna pasti kamu menjadi/adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمَرْجُومِينَ l-marjūmīna orang-orang yang dirajam 116
Mereka berkata, "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nūḥ, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam".
قَالَ qāla (Nuh)berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya قَوْمِى qawmī kaumku كَذَّبُونِ kadhabūni telah mendustakan aku 117
Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;
فَٱفْتَحْ fa-if'taḥ maka bukakan/putuskanlah بَيْنِى baynī antaraku وَبَيْنَهُمْ wabaynahum dan antara mereka فَتْحًۭا fatḥan suatu keputusan وَنَجِّنِى wanajjinī dan selamatkanlah aku وَمَن waman dan orang مَّعِىَ maʿiya besertaku مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 118
maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَمَن waman dan orang مَّعَهُۥ maʿahu besertanya فِى fī di dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu ٱلْمَشْحُونِ l-mashḥūni penuh muatan 119
Maka, Kami selamatkan Nūḥ dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُمَّ thumma kemudian أَغْرَقْنَا aghraqnā Kami tenggelamkan بَعْدُ baʿdu sesudah itu ٱلْبَاقِينَ l-bāqīna orang-orang yang tinggal 120
Kemudian sesudah itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda-tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 121
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 122
Dan sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan عَادٌ ʿādun kaum 'Ad ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 123
Kaum ‘Ād telah mendustakan para rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka هُودٌ hūdun Hud أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 124
Ketika saudara mereka Hūd berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan 125
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 126
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 127
Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
أَتَبْنُونَ atabnūna mengapa kamu membangun بِكُلِّ bikulli pada tiap-tiap رِيعٍ rīʿin tempat yang tinggi ءَايَةًۭ āyatan suatu tanda تَعْبَثُونَ taʿbathūna kamu berlaku sia-sia 128
Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main 1,
وَتَتَّخِذُونَ watattakhidhūna dan kamu mengambil/menjadikan مَصَانِعَ maṣāniʿa gedung-gedung لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَخْلُدُونَ takhludūna kamu kekal 129
dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بَطَشْتُم baṭashtum kamu menampar/menyiksa بَطَشْتُمْ baṭashtum kamu menampar/menyiksa جَبَّارِينَ jabbārīna orang-orang yang kejam/bengis 130
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 131
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَمَدَّكُم amaddakum telah memanjangkan/menganugerahkan kepadamu بِمَا bimā dengan apa تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 132
Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
أَمَدَّكُم amaddakum Dia telah memanjangkan/menganugerahkan kepadamu بِأَنْعَـٰمٍۢ bi-anʿāmin dengan binatang ternak وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak 133
Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak dan anak-anak,
وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan kebun-kebun وَعُيُونٍ waʿuyūnin dan mata air 134
dan kebun-kebun dan mata air,
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 135
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami أَوَعَظْتَ awaʿaẓta apakah kamu memberi nasehat أَمْ am atau لَمْ lam tidak تَكُن takun ada kamu مِّنَ mina dari ٱلْوَٰعِظِينَ l-wāʿiẓīna orang-orang yang memberi nasehat 136
Mereka menjawab, "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
إِنْ in tidak هَـٰذَآ hādhā lain ini إِلَّا illā kecuali/hanyalah خُلُقُ khuluqu adat kebiasaan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 137
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.
وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami بِمُعَذَّبِينَ bimuʿadhabīna dengan orang-orang yang diazab 138
dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ ۗ fa-ahlaknāhum lalu kami binasakan mereka إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda-tanda وَمَا wamā dan/tetapi tidak كَانَ kāna adalah أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 139
Maka mereka mendustakan Hūd, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 140
Dan sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan ثَمُودُ thamūdu kamu Samud ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul 141
Kaum Ṡamūd telah mendustakan rasul-rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka صَـٰلِحٌ ṣāliḥun Saleh أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 142
Ketika saudara mereka Ṣālīḥ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan 143
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 144
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 145
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
أَتُتْرَكُونَ atut'rakūna apakah kamu akan dibiarkan فِى fī dalam مَا mā apa (disini) هَـٰهُنَآ hāhunā dengan aman ءَامِنِينَ āminīna orang-orang yang aman 146
Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِى fī di dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun وَعُيُونٍۢ waʿuyūnin dan mata air 147
di dalam kebun-kebun serta mata air,
وَزُرُوعٍۢ wazurūʿin dan tanam-tanaman وَنَخْلٍۢ wanakhlin dan pohon-pohon korma طَلْعُهَا ṭalʿuhā mayangnya هَضِيمٌۭ haḍīmun lembut 148
dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنْحِتُونَ watanḥitūna dan kamu memahat مِنَ mina dari ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung بُيُوتًۭا buyūtan rumah-rumah فَـٰرِهِينَ fārihīna dengan rajin 149
Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 150
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا walā dan janganlah تُطِيعُوٓا۟ tuṭīʿū kamu mentaati أَمْرَ amra perintah ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melewati batas 151
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُفْسِدُونَ yuf'sidūna (mereka) membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَلَا walā dan mereka tidak يُصْلِحُونَ yuṣ'liḥūna mengadakan perbaikan 152
yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مِنَ mina dari ٱلْمُسَحَّرِينَ l-musaḥarīna orang-orang yang kena sihir 153
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;
مَآ mā tidak lain أَنتَ anta kamu إِلَّا illā kecuali بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami فَأْتِ fati maka datangkanlah بِـَٔايَةٍ biāyatin dengan suatu ayat/mukjizat إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 154
Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla (Saleh) berkata هَـٰذِهِۦ hādhihi ini نَاقَةٌۭ nāqatun seekor unta betina لَّهَا lahā baginya شِرْبٌۭ shir'bun minuman وَلَكُمْ walakum dan bagimu شِرْبُ shir'bu minuman يَوْمٍۢ yawmin hari مَّعْلُومٍۢ maʿlūmin tertentu 155
Ṣālīḥ menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air pada hari yang tertentu.
وَلَا walā dan janganlah تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu menyentuhnya بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan kejahatan فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu عَذَابُ ʿadhābu azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 156
Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".
فَعَقَرُوهَا faʿaqarūhā lalu mereka melukai/membunuhnya فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal 157
Kemudian, mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka menimpa mereka ٱلْعَذَابُ ۗ l-ʿadhābu azab إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar suatu bukti وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 158
maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Penyayang 159
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَوْمُ qawmu kaum لُوطٍ lūṭin Lut ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul 160
Kaum Lūṭ telah mendustakan rasul-rasul,
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka لُوطٌ lūṭun Lut أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 161
ketika saudara mereka Lūṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan 162
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 163
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 164
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu mendatangi ٱلذُّكْرَانَ l-dhuk'rāna jenis lelaki مِنَ mina dari/diantara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam (manusia) 165
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
وَتَذَرُونَ watadharūna dan kamu ditinggalkan مَا mā apa خَلَقَ khalaqa yang telah menciptakan لَكُمْ lakum bagi kalian رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian مِّنْ min dari أَزْوَٰجِكُم ۚ azwājikum isteri-isterimu بَلْ bal bahkan أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌ qawmun kaum عَادُونَ ʿādūna melampaui batas 166
dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan-mu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِن la-in sesungguhnya jika لَّمْ lam kamu tidak تَنتَهِ tantahi berhenti يَـٰلُوطُ yālūṭu Hai Luth لَتَكُونَنَّ latakūnanna niscaya kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُخْرَجِينَ l-mukh'rajīna orang-orang yang diusir 167
Mereka menjawab, "Hai Lūṭ, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"
قَالَ qāla (Lut) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku لِعَمَلِكُم liʿamalikum kepada perbuatanmu مِّنَ mina dari ٱلْقَالِينَ l-qālīna orang-orang yang sangat benci 168
Lūṭ berkata, "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
رَبِّ rabbi ya Tuhanku نَجِّنِى najjinī selamatkanlah aku وَأَهْلِى wa-ahlī dan keluargaku مِمَّا mimmā dari apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 169
(Lūṭ berdoa), "Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".
فَنَجَّيْنَـٰهُ fanajjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semua 170
Lalu, Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,
إِلَّا illā kecuali عَجُوزًۭا ʿajūzan perempuan tua فِى fī dalam ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tinggal 171
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
ثُمَّ thumma kemudian دَمَّرْنَا dammarnā Kami binasakan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain 172
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan فَسَآءَ fasāa maka amat jelek مَطَرُ maṭaru hujan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan 173
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar bukti وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 174
Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 175
Dan sesungguhnya Tuhan-mu, benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penduduk لْـَٔيْكَةِ al'aykati Aikah ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul 176
Penduduk Aikah 1 telah mendustakan rasul-rasul;
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka شُعَيْبٌ shuʿaybun Syu'aib أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 177
ketika Syuʻayb berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan 178
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 179
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 180
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
۞ أَوْفُوا۟ awfū sempurnakanlah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُخْسِرِينَ l-mukh'sirīna orang-orang yang merugikan 181
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan
وَزِنُوا۟ wazinū dan timbanglah بِٱلْقِسْطَاسِ bil-qis'ṭāsi dengan neraca/timbangan ٱلْمُسْتَقِيمِ l-mus'taqīmi yang lurus 182
dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
وَلَا walā dan janganlah تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu merugikan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum sesuatu/hak-hak mereka وَلَا walā dan janganlah تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melewati batas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan 183
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian وَٱلْجِبِلَّةَ wal-jibilata dan ummat-ummat ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu 184
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مِنَ mina dari ٱلْمُسَحَّرِينَ l-musaḥarīna orang-orang yang kena sihir 185
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu إِلَّا illā kecuali/melainkan بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami وَإِن wa-in dan sesungguhnya نَّظُنُّكَ naẓunnuka kami kira kamu لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 186
dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.
فَأَسْقِطْ fa-asqiṭ maka jatuhkanlah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami كِسَفًۭا kisafan potongan-potongan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 187
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 188
Syuʻayb berkata, "Tuhan-ku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu lalu mereka mendustakannya فَأَخَذَهُمْ fa-akhadhahum maka menimpa mereka عَذَابُ ʿadhābu azab يَوْمِ yawmi pada hari ٱلظُّلَّةِ ۚ l-ẓulati naungan/awan gelap إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia كَانَ kāna adalah عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍ ʿaẓīmin yang besar 189
Kemudian, mereka mendustakan Syuʻayb, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar suatu bukti وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 190
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 191
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَتَنزِيلُ latanzīlu benar-benar diturunkan رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 192
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
نَزَلَ nazala (dibawa) turun بِهِ bihi dengannya (Al-Qur'an) ٱلرُّوحُ l-rūḥu Ruhul ٱلْأَمِينُ l-amīnu Amin 193
dia dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-‘Amīn (Jibril),
عَلَىٰ ʿalā atas/kedalam قَلْبِكَ qalbika hatimu لِتَكُونَ litakūna agar kamu ada/menjadi مِنَ mina dari/diantara ٱلْمُنذِرِينَ l-mundhirīna orang-orang yang memberi peringatan 194
ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ bilisānin dengan lisan/bahasa عَرَبِىٍّۢ ʿarabiyyin Arab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 195
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَفِى lafī benar-benar dalam زُبُرِ zuburi kitab-kitab ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu 196
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu.
أَوَلَمْ awalam dan apakah tidak يَكُن yakun adalah/menjadi لَّهُمْ lahum bagi mereka ءَايَةً āyatan ayat/bukti أَن an bahwa يَعْلَمَهُۥ yaʿlamahu mengetahuinya عُلَمَـٰٓؤُا۟ ʿulamāu ulama بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 197
Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Isrā`īl mengetahuinya?
وَلَوْ walaw dan kalau نَزَّلْنَـٰهُ nazzalnāhu Kami menurunkannya عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضِ baʿḍi sebagian ٱلْأَعْجَمِينَ l-aʿjamīna bukan bangsa Arab 198
Dan kalau Al-Qur`ān itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,
فَقَرَأَهُۥ faqara-ahu lalu dia membacakannya عَلَيْهِم ʿalayhim atas/kepada mereka مَّا mā tidak كَانُوا۟ kānū ada mereka بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 199
lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah سَلَكْنَـٰهُ salaknāhu Kami masukkan ia فِى fī kedalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 200
Demikianlah, Kami masukkan Al-Qur`ān ke dalam hati orang-orang yang durhaka.
لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَرَوُا۟ yarawū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab ٱلْأَلِيمَ l-alīma sangat pedih 201
Mereka tidak beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih,
فَيَأْتِيَهُم fayatiyahum maka datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 202
maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,
فَيَقُولُوا۟ fayaqūlū lalu mereka berkata هَلْ hal apakah نَحْنُ naḥnu kami مُنظَرُونَ munẓarūna orang-orang yang diberi tangguh 203
lalu mereka berkata, "Apakah kami dapat diberi tangguh?"
أَفَبِعَذَابِنَا afabiʿadhābinā apakah maka azab dengan Kami يَسْتَعْجِلُونَ yastaʿjilūna mereka meminta disegerakan 204
Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?
أَفَرَءَيْتَ afara-ayta apakah maka pendapatmu إِن in jika مَّتَّعْنَـٰهُمْ mattaʿnāhum Kami beri kesenangan mereka سِنِينَ sinīna bertahun-tahun 205
Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,
ثُمَّ thumma kemudian جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مَّا mā apa (azab) كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam 206
Kemudian, datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,
مَآ mā tidak أَغْنَىٰ aghnā mencukupi/berguna عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka adalah يُمَتَّعُونَ yumattaʿūna mereka menikmati 207
niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
وَمَآ wamā dan Kami tidak أَهْلَكْنَا ahlaknā membinasakan مِن min dari قَرْيَةٍ qaryatin suatu negeri إِلَّا illā kecuali/melainkan لَهَا lahā baginya مُنذِرُونَ mundhirūna orang-orang yang memberi peringatan 208
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā kami adalah ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna yang berbuat zalim 209
untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.
وَمَا wamā dan tidak تَنَزَّلَتْ tanazzalat (dibawa) turun بِهِ bihi dengannya (Al Qur'an ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan 210
Dan Al-Qur`ān itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا wamā dan tidak يَنۢبَغِى yanbaghī patut لَهُمْ lahum bagi mereka وَمَا wamā dan tidaklah يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka kuasa 211
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur`ān itu dan mereka pun tidak akan kuasa.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka عَنِ ʿani daripada ٱلسَّمْعِ l-samʿi mendengar لَمَعْزُولُونَ lamaʿzūlūna benar-benar mereka dijauhkan 212
Sesungguhnya, mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al-Qur`ān itu.
فَلَا falā maka jangan تَدْعُ tadʿu kamu menyeru/menyembah مَعَ maʿa beserta/disamping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara yang lain فَتَكُونَ fatakūna maka kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُعَذَّبِينَ l-muʿadhabīna orang-orang yang diazab 213
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.
وَأَنذِرْ wa-andhir dan berilah peringatan عَشِيرَتَكَ ʿashīrataka kerabat-kerabatmu ٱلْأَقْرَبِينَ l-aqrabīna yang terdekat 214
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
وَٱخْفِضْ wa-ikh'fiḍ dan rendahkanlah جَنَاحَكَ janāḥaka sayapmu/dirimu لِمَنِ limani terhadap orang-orang ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka mengikutimu مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 215
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
فَإِنْ fa-in maka jika عَصَوْكَ ʿaṣawka mereka mendurhakaimu فَقُلْ faqul maka katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 216
Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan"
وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakallah kamu عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang 217
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
ٱلَّذِى alladhī yang يَرَىٰكَ yarāka melihat kamu حِينَ ḥīna ketika تَقُومُ taqūmu kamu berdiri 218
Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),
وَتَقَلُّبَكَ wataqallubaka dan gerak-gerik badanmu فِى fī diantara ٱلسَّـٰجِدِينَ l-sājidīna orang-orang yang sujud 219
dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 220
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
هَلْ hal apakah أُنَبِّئُكُمْ unabbi-ukum akan Aku terangkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas/kepada مَن man siapa تَنَزَّلُ tanazzalu turun ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan-syaitan 221
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ tanazzalu (mereka) turun عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli tiap-tiap أَفَّاكٍ affākin pendusta أَثِيمٍۢ athīmin berdosa 222
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
يُلْقُونَ yul'qūna mereka melemparkan/menyampaikan ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka كَـٰذِبُونَ kādhibūna orang-orang yang berdusta 223
mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
وَٱلشُّعَرَآءُ wal-shuʿarāu dan penyair-penyair يَتَّبِعُهُمُ yattabiʿuhumu mengikuti mereka ٱلْغَاوُۥنَ l-ghāwūna orang-orang yang sesat 224
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu melihat أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka فِى fī di كُلِّ kulli tiap-tiap وَادٍۢ wādin lembah يَهِيمُونَ yahīmūna mereka mengembara 225
Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah 1,
وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan bahwasanya mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan مَا mā apa لَا lā yang tidak يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka mengerjakan 226
dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh وَذَكَرُوا۟ wadhakarū dan mereka mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak وَٱنتَصَرُوا۟ wa-intaṣarū dan mereka mendapat pertolongan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa ظُلِمُوا۟ ۗ ẓulimū mereka teraniaya وَسَيَعْلَمُ wasayaʿlamu dan pasti akan mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) zalim أَىَّ ayya dimana/mana مُنقَلَبٍۢ munqalabin tempat kembali يَنقَلِبُونَ yanqalibūna mereka kembali 227
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
طسٓ ۚ tta-seen tha siin تِلْكَ til'ka inilah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an وَكِتَابٍۢ wakitābin dan Kitab مُّبِينٍ mubīnin nyata/jelas 1
Ṭā Sīn 1 (surah) ini adalah ayat-ayat Al-Qur`ān dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,
هُدًۭى hudan petunjuk وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan kabar gembira لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 2
untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat هُمْ hum mereka يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin 3
(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat زَيَّنَّا zayyannā Kami jadikan memandang baik لَهُمْ lahum bagi mereka أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan-perbuatan mereka فَهُمْ fahum maka mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka kebingungan 4
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَهُمْ lahum bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab وَهُمْ wahum dan mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمُ humu mereka ٱلْأَخْسَرُونَ l-akhsarūna orang-orang yang paling rugi 5
Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتُلَقَّى latulaqqā sungguh kamu menerima/diberi ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an مِن min dari لَّدُنْ ladun sisi حَكِيمٍ ḥakīmin Maha Bijaksana عَلِيمٍ ʿalīmin Maha Mengetahui 6
Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al-Qur`ān dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِأَهْلِهِۦٓ li-ahlihi kepada keluarganya إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَانَسْتُ ānastu aku melihat نَارًۭا nāran api سَـَٔاتِيكُم saātīkum aku akan mendatangkan kepadamu مِّنْهَا min'hā dari padanya بِخَبَرٍ bikhabarin dengan kabar أَوْ aw atau ءَاتِيكُم ātīkum aku mendatangkan kepadamu بِشِهَابٍۢ bishihābin dengan api yang menyala قَبَسٍۢ qabasin nyala api لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَصْطَلُونَ taṣṭalūna kamu berdiang/memanaskan badan 7
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar darinya atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهَا jāahā dia tiba kepadanya نُودِىَ nūdiya diserulah dia أَنۢ an bahwa بُورِكَ būrika diberkati مَن man orang-orang فِى fī di ٱلنَّارِ l-nāri api وَمَنْ waman dan orang-orang حَوْلَهَا ḥawlahā disekitarnya وَسُبْحَـٰنَ wasub'ḥāna dan Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 8
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu diserulah dia, "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya أَنَا anā Aku ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 9
(Allah berfirman), "Hai Musa, sesungguhnya, Aku-lah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَأَلْقِ wa-alqi dan lemparkanlah عَصَاكَ ۚ ʿaṣāka tongkatmu فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَاهَا raāhā dia melihat تَهْتَزُّ tahtazzu ia bergerak-gerak كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan ia seperti جَآنٌّۭ jānnun ular وَلَّىٰ wallā dia lari مُدْبِرًۭا mud'biran berbalik kebelakang وَلَمْ walam dan dia tidak يُعَقِّبْ ۚ yuʿaqqib menoleh يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa لَا lā jangan تَخَفْ takhaf kamu takut إِنِّى innī sesungguhnya Aku لَا lā tidak يَخَافُ yakhāfu takut لَدَىَّ ladayya di sisi/di hadapan-Ku ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna orang-orang yang dijadikan rasul 10
dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul tidak takut di hadapan-Ku.
إِلَّا illā kecuali مَن man orang ظَلَمَ ẓalama berlaku zalim ثُمَّ thumma kemudian بَدَّلَ baddala ia mengganti/menukar حُسْنًۢا ḥus'nan kebaikan بَعْدَ baʿda sesudah سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya Aku غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 11
tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang.
وَأَدْخِلْ wa-adkhil dan masukkanlah يَدَكَ yadaka tanganmu فِى fī dalam جَيْبِكَ jaybika sakumu تَخْرُجْ takhruj ia akan keluar بَيْضَآءَ bayḍāa putih مِنْ min dari غَيْرِ ghayri tidak سُوٓءٍۢ ۖ sūin seburuk-buruk فِى fī dalam تِسْعِ tis'ʿi sembilan ءَايَـٰتٍ āyātin ayat-ayat إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَقَوْمِهِۦٓ ۚ waqawmihi dan kaumnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna mereka fasik 12
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu 1, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firʻawn dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat/mukjizat Kami مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan jelas/cukup terang قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 13
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka, "Ini adalah sihir yang nyata".
وَجَحَدُوا۟ wajaḥadū dan mereka mengingkari بِهَا bihā dengannya وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ wa-is'tayqanathā dan meyakininya أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/jiwa mereka ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman وَعُلُوًّۭا ۚ waʿuluwwan dan kesombongan فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 14
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberi دَاوُۥدَ dāwūda Daud وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman عِلْمًۭا ۖ ʿil'man ilmu وَقَالَا waqālā dan keduanya mengucapkan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang فَضَّلَنَا faḍḍalanā telah melebihkan kami عَلَىٰ ʿalā atas كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan مِّنْ min dari عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hambanya ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 15
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dāwūd dan Sulaymān dan keduanya mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".
وَوَرِثَ wawaritha dan telah mewarisi سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaeman دَاوُۥدَ ۖ dāwūda Daud وَقَالَ waqāla dan dia berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia عُلِّمْنَا ʿullim'nā kami telah diajar/diberi pengertian مَنطِقَ manṭiqa ucapan/suara ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung وَأُوتِينَا waūtīnā dan kami telah diberi مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍ ۖ shayin sesuatu إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa benar-benar ia ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata 16
Dan Sulaymān telah mewarisi Dāwūd 1 dan dia berkata, "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata".
وَحُشِرَ waḥushira dan dikumpulkan لِسُلَيْمَـٰنَ lisulaymāna untuk Sulaeman جُنُودُهُۥ junūduhu bala tentaranya مِنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia وَٱلطَّيْرِ wal-ṭayri dan burung فَهُمْ fahum maka/lalu mereka يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka dibagi-bagi 17
Dan dihimpunkan untuk Sulaymān tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā tatkala أَتَوْا۟ ataw mereka sampai عَلَىٰ ʿalā atas/di وَادِ wādi lembah ٱلنَّمْلِ l-namli semut قَالَتْ qālat berkatalah نَمْلَةٌۭ namlatun seekor semut يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّمْلُ l-namlu semut ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah مَسَـٰكِنَكُمْ masākinakum tempat tinggalmu/sarang-sarangmu لَا lā tidak يَحْطِمَنَّكُمْ yaḥṭimannakum menginjak kamu سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaiman وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 18
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaymān dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
فَتَبَسَّمَ fatabassama maka dia tersenyum ضَاحِكًۭا ḍāḥikan tertawa مِّن min dari قَوْلِهَا qawlihā perkataannya (semut itu) وَقَالَ waqāla dan dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī tahanlah/perkenankan aku أَنْ an untuk أَشْكُرَ ashkura aku mensyukuri نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat-Mu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau anugerahkan عَلَىَّ ʿalayya atasku وَعَلَىٰ waʿalā dan atas وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku وَأَنْ wa-an dan untuk أَعْمَلَ aʿmala aku mengerjakan/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridainya وَأَدْخِلْنِى wa-adkhil'nī dan masukanlah aku بِرَحْمَتِكَ biraḥmatika dengan rahmat-Mu فِى fī dalam عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hamba-Mu ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 19
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhan-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
وَتَفَقَّدَ watafaqqada dan dia memeriksa/mencari ٱلطَّيْرَ l-ṭayra burung فَقَالَ faqāla lalu dia berkata مَا mā tidak ada/mengapa لِىَ liya bagiku لَآ lā aku tidak أَرَى arā melihat ٱلْهُدْهُدَ l-hud'huda hud-hud أَمْ am atau كَانَ kāna adalah ia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَآئِبِينَ l-ghāibīna yang gaib/tidak hadir 20
Dan dia memeriksa burung-burung, lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat hud-hud 1, apakah dia termasuk yang tidak hadir.
لَأُعَذِّبَنَّهُۥ la-uʿadhibannahu sungguh aku akan menyiksanya عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan شَدِيدًا shadīdan yang keras أَوْ aw atau لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ laādh'baḥannahu sungguh aku akan menyembelihnya أَوْ aw atau لَيَأْتِيَنِّى layatiyannī benar-benar ia datang kepadaku بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan alasan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata/terang 21
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".
فَمَكَثَ famakatha maka ia berdiam/datang غَيْرَ ghayra tidak jauh/tidak lama بَعِيدٍۢ baʿīdin kemudian فَقَالَ faqāla lalu ia berkata أَحَطتُ aḥaṭtu aku telah meliputi/mengetahui بِمَا bimā dengan apa لَمْ lam tidak تُحِطْ tuḥiṭ kamu ketahui بِهِۦ bihi dengannya وَجِئْتُكَ waji'tuka dan aku datang/bawa kepadamu مِن min dari سَبَإٍۭ saba-in negeri Saba بِنَبَإٍۢ binaba-in dengan berita يَقِينٍ yaqīnin yakin/benar 22
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya dan kubawa kepadamu dari negeri Sabā’ 1 suatu berita penting yang diyakini,
إِنِّى innī sesungguhnya aku وَجَدتُّ wajadttu aku menjumpai ٱمْرَأَةًۭ im'ra-atan seorang wanita تَمْلِكُهُمْ tamlikuhum ia memerintah mereka وَأُوتِيَتْ waūtiyat dan ia diberi/dianugerahi مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَلَهَا walahā dan baginya/ia mempunyai عَرْشٌ ʿarshun singgasana عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 23
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita 1 yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
وَجَدتُّهَا wajadttuhā aku menjumpai ia وَقَوْمَهَا waqawmahā dan kaumnya يَسْجُدُونَ yasjudūna mereka bersujud/menyembah لِلشَّمْسِ lilshamsi kepada matahari مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَزَيَّنَ wazayyana dan menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka فَصَدَّهُمْ faṣaddahum lalu menghalangi mereka عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk 24
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah) sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
أَلَّا allā agar tidak يَسْجُدُوا۟ yasjudū mereka bersujud/menyembah لِلَّهِ lillahi kepada Allah ٱلَّذِى alladhī yang يُخْرِجُ yukh'riju mengeluarkan/melahirkan ٱلْخَبْءَ l-khaba-a tersembunyi فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan mengetahui مَا mā apa تُخْفُونَ tukh'fūna yang kamu sembunyikan وَمَا wamā dan apa yang تُعْلِنُونَ tuʿ'linūna kamu lahirkan 25
agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi 1 dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy' ٱلْعَظِيمِ ۩ l-ʿaẓīmi yang besar 26
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai arasy yang besar".
۞ قَالَ qāla (Sulaeman) berkata سَنَنظُرُ sananẓuru akan kami lihat أَصَدَقْتَ aṣadaqta apakah kamu benar أَمْ am atau كُنتَ kunta adalah kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 27
Berkata Sulaymān, "Akan kami lihat, apa kamu benar ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
ٱذْهَب idh'hab pergilah kamu بِّكِتَـٰبِى bikitābī dengan suratku هَـٰذَا hādhā ini فَأَلْقِهْ fa-alqih lalu jatuhkanlah ia إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّ tawalla berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka فَٱنظُرْ fa-unẓur lalu perhatikanlah مَاذَا mādhā apa yang يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali/jawab 28
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"
قَالَتْ qālat ia berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُلْقِىَ ul'qiya dijatuhkan إِلَىَّ ilayya kepadaku كِتَـٰبٌۭ kitābun surat كَرِيمٌ karīmun mulia/berharga 29
Berkata ia (Balqis), "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya surat itu مِن min dari سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya surat itu بِسْمِ bis'mi dengan nama ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang 30
Sesungguhnya surat itu dari Sulaymān dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
أَلَّا allā janganlah تَعْلُوا۟ taʿlū kamu berlaku sombong عَلَىَّ ʿalayya atasku وَأْتُونِى watūnī dan datanglah kepadaku مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri 31
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".
قَالَتْ qālat ia berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar أَفْتُونِى aftūnī berilah fatwa kepadaku فِىٓ fī dalam أَمْرِى amrī urusanku مَا mā tidak ada كُنتُ kuntu aku قَاطِعَةً qāṭiʿatan keputusan (memutuskan) أَمْرًا amran perkara حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum تَشْهَدُونِ tashhadūni kamu menyaksikan aku 32
Berkata dia (Balqis), "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَحْنُ naḥnu kita أُو۟لُوا۟ ulū mempunyai قُوَّةٍۢ quwwatin kekuatan وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan mempunyai بَأْسٍۢ basin keberanian شَدِيدٍۢ shadīdin yang sangat وَٱلْأَمْرُ wal-amru dan perkara/keputusan إِلَيْكِ ilayki kepadamu فَٱنظُرِى fa-unẓurī maka perhatikan/pertimbangkan مَاذَا mādhā apa itu تَأْمُرِينَ tamurīna akan kamu perintahkan 33
Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan) dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".
قَالَتْ qālat ia berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُلُوكَ l-mulūka raja-raja إِذَا idhā apabila دَخَلُوا۟ dakhalū mereka memasuki قَرْيَةً qaryatan suatu negeri أَفْسَدُوهَا afsadūhā mereka merusaknya/membinasakannya وَجَعَلُوٓا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan أَعِزَّةَ aʿizzata yang mulia أَهْلِهَآ ahlihā penduduknya أَذِلَّةًۭ ۖ adhillatan rendah/hina وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan 34
Dia berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku مُرْسِلَةٌ mur'silatun kiriman (mengirimkan) إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka بِهَدِيَّةٍۢ bihadiyyatin dengan hadiah فَنَاظِرَةٌۢ fanāẓiratun maka menunggu بِمَ bima pada apa يَرْجِعُ yarjiʿu kembali ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna utusan-utusan 35
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa (utusan) sampai سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman قَالَ qāla (Sulaeman) berkata أَتُمِدُّونَنِ atumiddūnani apakah kamu menolongku بِمَالٍۢ bimālin dengan harta فَمَآ famā maka apa ءَاتَىٰنِۦَ ātāniya memberikan kepadaku ٱللَّهُ l-lahu Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّآ mimmā daripada apa ءَاتَىٰكُم ātākum Dia memberikan kepadamu بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُم antum kamu بِهَدِيَّتِكُمْ bihadiyyatikum dengan hadiahmu تَفْرَحُونَ tafraḥūna kamu gembira 36
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaymān, Sulaymān berkata, "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
ٱرْجِعْ ir'jiʿ kembalilah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka فَلَنَأْتِيَنَّهُم falanatiyannahum maka sungguh kami akan mendatangi mereka بِجُنُودٍۢ bijunūdin dengan bala tentara لَّا lā tidak kuasa قِبَلَ qibala menghadapi/melawan لَهُم lahum bagi mereka بِهَا bihā dengannya وَلَنُخْرِجَنَّهُم walanukh'rijannahum dan sungguh akan kami usir mereka مِّنْهَآ min'hā dari padanya (negeri itu) أَذِلَّةًۭ adhillatan terhina وَهُمْ wahum dan mereka صَـٰغِرُونَ ṣāghirūna mereka kecil/tidak berharga 37
Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Sabā’) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".
قَالَ qāla (Sulaeman) berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu يَأْتِينِى yatīnī mendatangkan kepadaku بِعَرْشِهَا biʿarshihā dengan singgasananya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa يَأْتُونِى yatūnī mereka datang kepadaku مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri 38
Berkata Sulaymān, "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".
قَالَ qāla berkata عِفْرِيتٌۭ ʿif'rītun ifrit مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin أَنَا۠ anā saya ءَاتِيكَ ātīka akan mendatangkan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa تَقُومَ taqūma kamu berdiri مِن min dari مَّقَامِكَ ۖ maqāmika tempat dudukmu وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya لَقَوِىٌّ laqawiyyun benar-benar kuat أَمِينٌۭ amīnun dipercaya 39
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".
قَالَ qāla berkata ٱلَّذِى alladhī yang/orang عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/mempunyai عِلْمٌۭ ʿil'mun ilmu مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab أَنَا۠ anā saya ءَاتِيكَ ātīka mendatangkan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa يَرْتَدَّ yartadda berkedip إِلَيْكَ ilayka kepadamu طَرْفُكَ ۚ ṭarfuka matamu فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَاهُ raāhu (Sulaeman) melihatnya مُسْتَقِرًّا mus'taqirran berdiri tegak عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/dihadapannya قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini مِن min dari/termasuk فَضْلِ faḍli karunia رَبِّى rabbī Tuhanku لِيَبْلُوَنِىٓ liyabluwanī untuk mengujiku ءَأَشْكُرُ a-ashkuru apakah aku bersyukur أَمْ am atau أَكْفُرُ ۖ akfuru aku ingkar وَمَن waman dan barangsiapa شَكَرَ shakara bersyukur فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَشْكُرُ yashkuru ia bersyukur لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barangsiapa كَفَرَ kafara ingkar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku غَنِىٌّۭ ghaniyyun Maha Kaya كَرِيمٌۭ karīmun Maha Mulia 40
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaymān melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhan-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhan-ku Maha Kaya lagi Maha Mulia". 1
قَالَ qāla (Sulaeman) berkata نَكِّرُوا۟ nakkirū ubahlah لَهَا lahā baginya عَرْشَهَا ʿarshahā singgasananya نَنظُرْ nanẓur kita akan melihat أَتَهْتَدِىٓ atahtadī apakah dia mengenal أَمْ am atau تَكُونُ takūnu dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mengenal 41
Dia berkata, "Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَتْ jāat (Ratu) datang قِيلَ qīla dikatakan أَهَـٰكَذَا ahākadhā apakah demikian عَرْشُكِ ۖ ʿarshuki singgasanamu قَالَتْ qālat (Ratu) berkata كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan ia هُوَ ۚ huwa ia (singgasanaku) وَأُوتِينَا waūtīnā dan kami diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu pengetahuan مِن min dari قَبْلِهَا qablihā sebelumnya وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri 42
Dan ketika Balqis datang ditanyakanlah kepadanya, "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab, "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri". 1
وَصَدَّهَا waṣaddahā dan menghalanginya مَا mā apa كَانَت kānat yang dia adalah تَّعْبُدُ taʿbudu dia menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّهَا innahā sesungguhnya dia كَانَتْ kānat adalah dia مِن min dari قَوْمٍۢ qawmin kaum كَـٰفِرِينَ kāfirīna kafir 43
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya) karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.
قِيلَ qīla dikatakan لَهَا lahā kepadanya ٱدْخُلِى ud'khulī masuklah ٱلصَّرْحَ ۖ l-ṣarḥa istana فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَتْهُ ra-athu dia melihatnya حَسِبَتْهُ ḥasibathu dia mengiranya لُجَّةًۭ lujjatan kolam air وَكَشَفَتْ wakashafat dan dia membuka/menyingkap عَن ʿan dari سَاقَيْهَا ۚ sāqayhā kedua betisnya قَالَ qāla (Sulaeman) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia صَرْحٌۭ ṣarḥun istana مُّمَرَّدٌۭ mumarradun diperhalus/licin مِّن min dari قَوَارِيرَ ۗ qawārīra kaca قَالَتْ qālat (Ratu) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku ظَلَمْتُ ẓalamtu aku berbuat zalim نَفْسِى nafsī diriku وَأَسْلَمْتُ wa-aslamtu dan aku berserah diri مَعَ maʿa bersama سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman لِلَّهِ lillahi kepada Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 44
Dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaymān, "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaymān kepada Allah, Tuhan semesta alam".
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mengutus إِلَىٰ ilā kepada ثَمُودَ thamūda Samud أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka صَـٰلِحًا ṣāliḥan Saleh أَنِ ani sesungguhnya ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka فَرِيقَانِ farīqāni dua golongan يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bermusuhan 45
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Ṡamūd saudara mereka Ṣālīḥ (yang berseru), "Sembahlah Allah". Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لِمَ lima mengapa تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan keburukan قَبْلَ qabla sebelum ٱلْحَسَنَةِ ۖ l-ḥasanati kebaikan لَوْلَا lawlā mengapa tidak تَسْتَغْفِرُونَ tastaghfirūna kamu minta ampunan ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna diberi rahmat 46
Dia berkata, "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah, kamu meminta ampun kepada Allah agar kamu mendapat rahmat".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱطَّيَّرْنَا iṭṭayyarnā kami mendapat celaka بِكَ bika disebabkan kamu وَبِمَن wabiman dan dengan orang-orang مَّعَكَ ۚ maʿaka bersamamu قَالَ qāla (Saleh) berkata طَـٰٓئِرُكُمْ ṭāirukum kecelakaanmu عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum تُفْتَنُونَ tuf'tanūna kamu diuji 47
Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu". Ṣālīḥ berkata, "Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji".
وَكَانَ wakāna dan adalah فِى fī di ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota itu تِسْعَةُ tis'ʿatu sembilan رَهْطٍۢ rahṭin kaum/orang laki-laki يُفْسِدُونَ yuf'sidūna mereka membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَلَا walā dan mereka tidak يُصْلِحُونَ yuṣ'liḥūna berbuat kebaikan 48
Dan adalah di kota itu 1, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَقَاسَمُوا۟ taqāsamū bersumpahlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah لَنُبَيِّتَنَّهُۥ lanubayyitannahu sungguh kita akan menyerangnya dimalam hari وَأَهْلَهُۥ wa-ahlahu dan keluarganya ثُمَّ thumma kemudian لَنَقُولَنَّ lanaqūlanna bersumpahlah kamu لِوَلِيِّهِۦ liwaliyyihi kepada warisnya مَا mā kita tidak شَهِدْنَا shahid'nā menyaksikan مَهْلِكَ mahlika kebinasaan أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna sungguh orang-orang yang benar 49
Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya pada malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar".
وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya مَكْرًۭا makran tipu daya وَمَكَرْنَا wamakarnā dan Kami membuat tipu daya مَكْرًۭا makran tipu daya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 50
Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan مَكْرِهِمْ makrihim tipu daya mereka أَنَّا annā bahwasanya Kami دَمَّرْنَـٰهُمْ dammarnāhum Kami binasakan mereka وَقَوْمَهُمْ waqawmahum dan kaum mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 51
Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
فَتِلْكَ fatil'ka maka itulah بُيُوتُهُمْ buyūtuhum rumah-rumah mereka خَاوِيَةًۢ khāwiyatan roboh/runtuh بِمَا bimā dengan apa/sebab ظَلَمُوٓا۟ ۗ ẓalamū mereka zalim إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar suatu tanda/pelajaran لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 52
Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.
وَأَنجَيْنَا wa-anjaynā dan Kami selamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 53
Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman 1 dan mereka itu selalu bertakwa.
وَلُوطًا walūṭan dan Lut إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu mendatangkan / mengapa kamu mengerjakan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat/mempunyai pandangan 54
Dan (ingatlah kisah) Lūṭ ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah 1 itu, sedang kamu memperlihatkan(nya)?"
أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَأْتُونَ latatūna kamu mendatangi ٱلرِّجَالَ l-rijāla orang laki-laki شَهْوَةًۭ shahwatan syahwat/nafsu مِّن min dari دُونِ dūni selain/bukan ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi wanita بَلْ bal bahkan أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna kamu bodoh 55
"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".