Juz 20
An-Naml (56-93), Al-Qasas (1-88), Al-'Ankabut (1-45)
۞ فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَخْرِجُوٓا۟ akhrijū usirlah/keluarkan ءَالَ āla keluarga لُوطٍۢ lūṭin Lut مِّن min dari قَرْيَتِكُمْ ۖ qaryatikum negerimu إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka أُنَاسٌۭ unāsun manusia/orang-orang يَتَطَهَّرُونَ yataṭahharūna orang-orang yang bersih 56
Maka tidak lain jawaban kaumnya, melainkan mengatakan, "Usirlah Lūṭ beserta keluarganya dari negerimu karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih 1".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya قَدَّرْنَـٰهَا qaddarnāhā Kami menentukannya مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal 57
Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami turunkan hujan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan فَسَآءَ fasāa maka amat buruk مَطَرُ maṭaru hujan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan 58
Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.
قُلِ quli katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan kesejahteraan عَلَىٰ ʿalā atas عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hamba-Nya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱصْطَفَىٰٓ ۗ iṣ'ṭafā Dia memilih ءَآللَّهُ āllahu apakah Allah خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمَّا ammā apa yang يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 59
Katakanlah, "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"
أَمَّنْ amman atau siapakah خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَأَنزَلَ wa-anzala dan menurunkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā dan Kami tumbuhkan بِهِۦ bihi padanya حَدَآئِقَ ḥadāiqa kebun-kebun ذَاتَ dhāta yang mempunyai بَهْجَةٍۢ bahjatin pemandangan indah مَّا mā tidak كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تُنۢبِتُوا۟ tunbitū kamu menumbuhkan شَجَرَهَآ ۗ shajarahā pohon-pohonnya أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka berpaling 60
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya), mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
أَمَّن amman atau apakah جَعَلَ jaʿala yang telah menjadikan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi قَرَارًۭا qarāran tempat berdiam وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan خِلَـٰلَهَآ khilālahā dicelah-celahnya أَنْهَـٰرًۭا anhāran sungai-sungai وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan لَهَا lahā untuknya رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan بَيْنَ bayna diantara ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua laut حَاجِزًا ۗ ḥājizan suatu pemisah/batas أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah بَلْ bal bahkan أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 61
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut 1? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya), kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.
أَمَّن amman atau siapakah يُجِيبُ yujību memperkenankan ٱلْمُضْطَرَّ l-muḍ'ṭara orang dalam kesulitan إِذَا idhā tatkala دَعَاهُ daʿāhu dia berdo'a kepada-Nya وَيَكْشِفُ wayakshifu dan menghilangkan ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejelekan/kesusahan وَيَجْعَلُكُمْ wayajʿalukum dan menjadikan kamu خُلَفَآءَ khulafāa khalifah ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi di bumi أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قَلِيلًۭا qalīlan amat sedikit مَّا mā apa تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengingat 62
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi 1? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
أَمَّن amman atau siapakah يَهْدِيكُمْ yahdīkum memberi petunjuk kamu فِى fī dalam ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan lautan وَمَن waman dan siapa يُرْسِلُ yur'silu mengirim ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin بُشْرًۢا bush'ran kabar gembira بَيْنَ bayna antara يَدَىْ yaday hadapan/sebelum رَحْمَتِهِۦٓ ۗ raḥmatihi rahmat-Nya أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah تَعَـٰلَى taʿālā Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 63
Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya 1? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).
أَمَّن amman atau siapakah يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu mengulanginya وَمَن waman dan siapa يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezeki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada Tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قُلْ qul katakanlah هَاتُوا۟ hātū kemukakanlah بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum tanda-tandamu/bukti-buktimu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 64
Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".
قُل qul katakanlah لَّا lā tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَن man orang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَمَا wamā dan mereka tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna menyadari/mengetahui أَيَّانَ ayyāna bilamana يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan 65
Katakanlah, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah" dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
بَلِ bali bahkan ٱدَّٰرَكَ iddāraka tidak sampai عِلْمُهُمْ ʿil'muhum pengetahuan mereka فِى fī dalam/tentang ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّنْهَا ۖ min'hā dari padanya بَلْ bal bahkan هُم hum mereka مِّنْهَا min'hā dari padanya عَمُونَ ʿamūna mereka buta 66
Sebenarnya, pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana), malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta darinya.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā kita adalah/menjadi تُرَٰبًۭا turāban tanah وَءَابَآؤُنَآ waābāunā dan bapak-bapak kita أَئِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمُخْرَجُونَ lamukh'rajūna sungguh akan dikeluarkan 67
Berkatalah orang-orang yang kafir, "Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
لَقَدْ laqad sesungguhnya وُعِدْنَا wuʿid'nā kami diberi ancaman هَـٰذَا hādhā ini نَحْنُ naḥnu kami وَءَابَآؤُنَا waābāunā dan bapak-bapak kami مِن min dari قَبْلُ qablu dahulu إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongengan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 68
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini 1 dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".
قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū lalu perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 69
Katakanlah, "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.
وَلَا walā dan janganlah تَحْزَنْ taḥzan kamu bersedih hati عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan jangan kamu تَكُن takun adalah/menjadi فِى fī dalam ضَيْقٍۢ ḍayqin kesempitan مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka tipudayakan 70
Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan".
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā kapan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 71
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar".
قُلْ qul katakanlah عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ia رَدِفَ radifa hampir datang لَكُم lakum bagi kalian بَعْضُ baʿḍu sebagian ٱلَّذِى alladhī yang تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan 72
Katakanlah, "Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu 1.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَذُو ladhū benar-benar mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka mensyukuri 73
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَيَعْلَمُ layaʿlamu benar-benar mengetahui مَا mā apa تُكِنُّ tukinnu yang disembunyikan صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada mereka/hati mereka وَمَا wamā dan apa yang يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan 74
Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.
وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari غَآئِبَةٍۢ ghāibatin yang gaib فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi إِلَّا illā melainkan فِى fī dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّبِينٍ mubīnin yang nyata 75
Tiada sesuatu pun yang gaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an يَقُصُّ yaquṣṣu menceriterakan عَلَىٰ ʿalā atas بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَكْثَرَ akthara banyak ٱلَّذِى alladhī yang هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi padanya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka berselisih 76
Sesungguhnya Al-Qur`ān ini menjelaskan kepada Bani Isrā`īl sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَهُدًۭى lahudan benar-benar petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 77
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَقْضِى yaqḍī akan memutuskan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِحُكْمِهِۦ ۚ biḥuk'mihi dengan hukum-Nya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 78
Sesungguhnya Tuhan-mu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya; dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
فَتَوَكَّلْ fatawakkal maka bertawakallah عَلَى ʿalā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu عَلَى ʿalā di atas ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata 79
Sebab itu bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata.
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَا lā tidak dapat تُسْمِعُ tus'miʿu menjadikan mendengar ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَلَا walā dan tidak dapat تُسْمِعُ tus'miʿu menjadikan mendengar ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang tuli ٱلدُّعَآءَ l-duʿāa seruan إِذَا idhā apabila وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna kebelakang 80
Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِهَـٰدِى bihādī dengan memberi petunjuk ٱلْعُمْىِ l-ʿum'yi orang buta عَن ʿan dari ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ ḍalālatihim kesesatan mereka إِن in tidaklah تُسْمِعُ tus'miʿu kamu dapat menjadikan mendengar إِلَّا illā kecuali مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami فَهُم fahum maka/lalu mereka مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri 81
Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila وَقَعَ waqaʿa telah jatuh ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَخْرَجْنَا akhrajnā Kami keluarkan لَهُمْ lahum bagi mereka دَآبَّةًۭ dābbatan binatang melata مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تُكَلِّمُهُمْ tukallimuhum ia berkata kepada mereka أَنَّ anna bahwasanya ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami لَا lā tidak يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin 82
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami 1.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu نَحْشُرُ naḥshuru Kami kumpulkan مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat فَوْجًۭا fawjan segolongan مِّمَّن mimman dari orang-orang يُكَذِّبُ yukadhibu mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَهُمْ fahum lalu mereka يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka dibagi-bagi 83
Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُو jāū mereka datang قَالَ qāla (Allah) berfirman أَكَذَّبْتُم akadhabtum apakah kamu telah mendustakan بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayat-Ku وَلَمْ walam dan/padahal kamu tidak تُحِيطُوا۟ tuḥīṭū meliputi بِهَا bihā padanya عِلْمًا ʿil'man pengetahuan أَمَّاذَا ammādhā atau apakah كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 84
Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman, "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya 1 atau apakah yang telah kamu kerjakan?"
وَوَقَعَ wawaqaʿa dan jatuhlah ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِمَا bimā dengan apa/sebab ظَلَمُوا۟ ẓalamū mereka zalim فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَنطِقُونَ yanṭiqūna mereka dapat berkata 85
Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).
أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّا annā bahwasanya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam لِيَسْكُنُوا۟ liyaskunū agar mereka beristirahat فِيهِ fīhi di dalamnya وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang مُبْصِرًا ۚ mub'ṣiran menerangi إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 86
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى fī pada/dengan ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَفَزِعَ fafaziʿa maka terkejutlah مَن man orang/segala apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَن waman dan orang/segala apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā kecuali مَن man siapa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَكُلٌّ wakullun dan masing-masing/semua أَتَوْهُ atawhu mereka datang kepada-Nya دَٰخِرِينَ dākhirīna merendahkan diri 87
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
وَتَرَى watarā dan kamu lihat ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung تَحْسَبُهَا taḥsabuhā kamu mengiranya جَامِدَةًۭ jāmidatan beku/tidak bergerak وَهِىَ wahiya dan/padahal dia تَمُرُّ tamurru berjalan مَرَّ marra perjalanan ٱلسَّحَابِ ۚ l-saḥābi awan صُنْعَ ṣun'ʿa perbuatan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَتْقَنَ atqana menyempurnakan/kokoh كُلَّ kulla segala شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia خَبِيرٌۢ khabīrun Maha mengetahui بِمَا bimā dengan apa/tentang apa تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan 88
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
مَن man barangsiapa جَآءَ jāa datang/membawa بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan فَلَهُۥ falahu maka baginya خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهَا min'hā dari padanya وَهُم wahum dan mereka مِّن min dari فَزَعٍۢ fazaʿin kejutan يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ءَامِنُونَ āminūna orang-orang yang aman 89
Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik darinya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram daripada kejutan yang dahsyat pada hari itu.
وَمَن waman dan barangsiapa جَآءَ jāa datang/membawa بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan فَكُبَّتْ fakubbat maka dijerumuskan وُجُوهُهُمْ wujūhuhum muka-muka mereka فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka هَلْ hal apakah/tidakkah تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi alasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 90
Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah أَنْ an untuk أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah رَبَّ rabba Tuhan هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْبَلْدَةِ l-baldati negeri ٱلَّذِى alladhī yang حَرَّمَهَا ḥarramahā Dia menjadikannya suci وَلَهُۥ walahu dan bagi-Nya كُلُّ kullu segala شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintahkan أَنْ an supaya أَكُونَ akūna aku adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri 91
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
وَأَنْ wa-an dan supaya أَتْلُوَا۟ atluwā aku membacakan ٱلْقُرْءَانَ ۖ l-qur'āna Al-Qur'an فَمَنِ famani maka barangsiapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya يَهْتَدِى yahtadī ia mendapat petunjuk لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barangsiapa ضَلَّ ḍalla sesat فَقُلْ faqul maka katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنذِرِينَ l-mundhirīna orang-orang yang memberi peringatan 92
Dan supaya aku membacakan Al-Qur`ān (kepada manusia). Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya dan barang siapa yang sesat maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan".
وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah سَيُرِيكُمْ sayurīkum Dia akan memperhatikan kepadamu ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya فَتَعْرِفُونَهَا ۚ fataʿrifūnahā maka kamu akan mengetahuinya وَمَا wamā dan tidaklah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai عَمَّا ʿammā dari/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 93
Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhan-mu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan".
طسٓمٓ tta-seen-meem Thaa siin miim 1
Ṭā Sīn Mīm 1
تِلْكَ til'ka ini ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata 2
Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`ān) yang nyata (dari Allah).
نَتْلُوا۟ natlū Kami membacakan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu/atasmu مِن min dari نَّبَإِ naba-i kisah مُوسَىٰ mūsā Musa وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar لِقَوْمٍۢ liqawmin untuk kaum/orang-orang يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 3
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firʻawn dengan benar untuk orang-orang yang beriman.
إِنَّ inna sesungguhnya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun عَلَا ʿalā sombong/berbuat sewenang-wenang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَجَعَلَ wajaʿala dan dia menjadikan أَهْلَهَا ahlahā penduduknya شِيَعًۭا shiyaʿan berpecah-belah يَسْتَضْعِفُ yastaḍʿifu dia melemahkan/menindas طَآئِفَةًۭ ṭāifatan segolongan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka يُذَبِّحُ yudhabbiḥu dia menyembelih أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak laki-laki mereka وَيَسْتَحْىِۦ wayastaḥyī dan dia membiarkan hidup نِسَآءَهُمْ ۚ nisāahum perempuan mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia/Fir'aun كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 4
Sesungguhnya Firʻawn telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka 1. Sesungguhnya Firʻawn termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَنُرِيدُ wanurīdu dan Kami hendak أَن an bahwa نَّمُنَّ namunna Kami memberi karunia عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) ditindas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَنَجْعَلَهُمْ wanajʿalahum dan Kami akan menjadikan mereka أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin وَنَجْعَلَهُمُ wanajʿalahumu dan Kami akan menjadikan mereka ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna orang-orang yang mewarisi 5
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) 1,
وَنُمَكِّنَ wanumakkina dan Kami teguhkan لَهُمْ lahum bagi mereka فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَنُرِىَ wanuriya dan Kami perlihatkan فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman وَجُنُودَهُمَا wajunūdahumā dan bala tentara keduanya مِنْهُم min'hum dari mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَحْذَرُونَ yaḥdharūna mereka khawatirkan 6
dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, dan akan Kami perlihatkan kepada Firʻawn dan Hāmān beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu 1.
وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan kami memberi wahyu/ilham إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّ ummi ibu مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an agar أَرْضِعِيهِ ۖ arḍiʿīhi susukanlah dia فَإِذَا fa-idhā maka apabila خِفْتِ khif'ti kamu takut عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/terhadapnya فَأَلْقِيهِ fa-alqīhi maka jatuhkanlah dia فِى fī di ٱلْيَمِّ l-yami sungai وَلَا walā dan jangan تَخَافِى takhāfī kamu takut وَلَا walā dan jangan تَحْزَنِىٓ ۖ taḥzanī kamu bersedih hati إِنَّا innā sesungguhnya kami رَآدُّوهُ rāddūhu mengembalikan dia إِلَيْكِ ilayki kepadamu وَجَاعِلُوهُ wajāʿilūhu dan menjadikannya مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 7
Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
فَٱلْتَقَطَهُۥٓ fal-taqaṭahu maka memungutnya ءَالُ ālu keluarga فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun لِيَكُونَ liyakūna agar dia adalah/menjadi لَهُمْ lahum bagi mereka عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh وَحَزَنًا ۗ waḥazanan dan kesedihan إِنَّ inna sesungguhnya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman وَجُنُودَهُمَا wajunūdahumā dan bala tentara keduanya كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰطِـِٔينَ khāṭiīna orang-orang yang bersalah 8
Maka dipungutlah ia oleh keluarga Firʻawn yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Firʻawn dan Hāmān beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun قُرَّتُ qurratu penyejuk عَيْنٍۢ ʿaynin mata لِّى lī bagiku وَلَكَ ۖ walaka dan bagimu لَا lā jangan تَقْتُلُوهُ taqtulūhu kamu membunuhnya عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an dia akan يَنفَعَنَآ yanfaʿanā memberi manfaat kepada kita أَوْ aw atau نَتَّخِذَهُۥ nattakhidhahu kita ambil dia وَلَدًۭا waladan anak وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 9
Dan berkatalah istri Firʻawn , "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.
وَأَصْبَحَ wa-aṣbaḥa dan menjadi فُؤَادُ fuādu hati أُمِّ ummi ibu مُوسَىٰ mūsā Musa فَـٰرِغًا ۖ fārighan kosong إِن in sungguh كَادَتْ kādat ia hampir لَتُبْدِى latub'dī ia menyatakan بِهِۦ bihi dengannya لَوْلَآ lawlā jika tidak أَن an bahwa رَّبَطْنَا rabaṭnā Kami teguhkan عَلَىٰ ʿalā atas قَلْبِهَا qalbihā hatinya لِتَكُونَ litakūna supaya ia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 10
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa 1. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
وَقَالَتْ waqālat dan (ibu Musa) berkata لِأُخْتِهِۦ li-ukh'tihi kepada saudara perempuannya (Musa) قُصِّيهِ ۖ quṣṣīhi selidikilah/ikutilah dia فَبَصُرَتْ fabaṣurat maka ia melihat بِهِۦ bihi dengannya (Musa) عَن ʿan dari جُنُبٍۢ junubin jauh وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 11
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, "Ikutilah dia" . Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,
۞ وَحَرَّمْنَا waḥarramnā dan Kami haramkan/cegah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Musa) ٱلْمَرَاضِعَ l-marāḍiʿa perempuan-perempuan yang menyusukan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu فَقَالَتْ faqālat maka ia berkata هَلْ hal apakah/maukah أَدُلُّكُمْ adullukum aku tunjukkan kepadamu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَهْلِ ahli keluarga بَيْتٍۢ baytin rumah-tangga يَكْفُلُونَهُۥ yakfulūnahu akan memeliharanya لَكُمْ lakum bagi kalian وَهُمْ wahum dan mereka لَهُۥ lahu kepadanya نَـٰصِحُونَ nāṣiḥūna berlaku jujur/baik 12
dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu, maka berkatalah saudara Musa, "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".
فَرَدَدْنَـٰهُ faradadnāhu maka Kami kembalikannya إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّهِۦ ummihi ibunya كَىْ kay supaya تَقَرَّ taqarra ia sejuk عَيْنُهَا ʿaynuhā matanya وَلَا walā dan ia tidak تَحْزَنَ taḥzana bersedih hati وَلِتَعْلَمَ walitaʿlama dan supaya ia mengetahui أَنَّ anna bahwasanya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 13
Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
وَلَمَّا walammā dan setelah بَلَغَ balagha (Musa) sampai أَشُدَّهُۥ ashuddahu umurnya/dewasanya وَٱسْتَوَىٰٓ wa-is'tawā dan dia telah sempurna ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami berikan kepadanya حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 14
Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَدَخَلَ wadakhala dan (Musa) masuk ٱلْمَدِينَةَ l-madīnata kota عَلَىٰ ʿalā atas حِينِ ḥīni sewaktu غَفْلَةٍۢ ghaflatin lalai/lengah مِّنْ min dari أَهْلِهَا ahlihā penduduknya فَوَجَدَ fawajada maka dia mendapatkan فِيهَا fīhā di dalamnya (kota) رَجُلَيْنِ rajulayni dua orang laki-laki يَقْتَتِلَانِ yaqtatilāni keduanya perang/berkelahi هَـٰذَا hādhā ini (orang) مِن min dari شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya وَهَـٰذَا wahādhā dan ini (orang) مِنْ min dari عَدُوِّهِۦ ۖ ʿaduwwihi musuhnya فَٱسْتَغَـٰثَهُ fa-is'taghāthahu maka meminta tolong kepadanya ٱلَّذِى alladhī yang مِن min dari شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِى alladhī (orang) yang مِنْ min dari عَدُوِّهِۦ ʿaduwwihi musuhnya فَوَكَزَهُۥ fawakazahu maka meninjunya مُوسَىٰ mūsā Musa فَقَضَىٰ faqaḍā lalu menentukan/mati عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya (musuhnya) قَالَ qāla (Musa) berkata هَـٰذَا hādhā ini مِنْ min dari عَمَلِ ʿamali perbuatan ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/syaitan عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّضِلٌّۭ muḍillun menyesatkan مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 15
Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah 1, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Isrā`īl) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firʻawn ). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu. Musa berkata, "Ini adalah perbuatan setan 2, sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku ظَلَمْتُ ẓalamtu aku telah menganiaya نَفْسِى nafsī diriku فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لِى lī aku فَغَفَرَ faghafara maka Dia mengampuni لَهُۥٓ ۚ lahu padanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 16
Musa berdoa, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya; sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku بِمَآ bimā dengan apa/nikmat أَنْعَمْتَ anʿamta telah Engkau anugerahkan عَلَىَّ ʿalayya atasku/kepadaku فَلَنْ falan maka aku tidak أَكُونَ akūna menjadi ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong لِّلْمُجْرِمِينَ lil'muj'rimīna bagi orang-orang yang berdosa 17
Musa berkata, "Ya Tuhan-ku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".
فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah dia/Musa فِى fī dalam ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota خَآئِفًۭا khāifan ketakutan يَتَرَقَّبُ yataraqqabu dia menunggu-nunggu فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba ٱلَّذِى alladhī (orang) yang ٱسْتَنصَرَهُۥ is'tanṣarahu meminta tolong kepadanya بِٱلْأَمْسِ bil-amsi dengan kemarin يَسْتَصْرِخُهُۥ ۚ yastaṣrikhuhu ia berteriak kepadanya قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَغَوِىٌّۭ laghawiyyun benar-benar orang sesat مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 18
Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya, "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَنْ an dia أَرَادَ arāda hendak/akan أَن an dia يَبْطِشَ yabṭisha menyerang/memukul dengan keras بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan/kepada orang yang هُوَ huwa ia عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لَّهُمَا lahumā bagi keduanya قَالَ qāla ia berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa أَتُرِيدُ aturīdu apakah kamu hendak أَن an kamu تَقْتُلَنِى taqtulanī membunuh aku كَمَا kamā sebagaimana قَتَلْتَ qatalta kamu telah membunuh نَفْسًۢا nafsan seseorang بِٱلْأَمْسِ ۖ bil-amsi dengan kemarin إِن in kamu tidak تُرِيدُ turīdu bermaksud إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah جَبَّارًۭا jabbāran sewenang-wenang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ini وَمَا wamā dan tidaklah تُرِيدُ turīdu kamu bermaksud أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُصْلِحِينَ l-muṣ'liḥīna orang-orang yang mengadakan perdamaian 19
Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata, "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud, melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini) dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".
وَجَآءَ wajāa dan datanglah رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki مِّنْ min dari أَقْصَا aqṣā ujung ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota يَسْعَىٰ yasʿā ia berjalan dengan cepat قَالَ qāla ia berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمَلَأَ l-mala-a pembesar يَأْتَمِرُونَ yatamirūna mereka berunding بِكَ bika dengan/tentang kamu لِيَقْتُلُوكَ liyaqtulūka untuk membunuhmu فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكَ laka kepadamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat 20
Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata, "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu sebab itu keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu".
فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar مِنْهَا min'hā dari padanya (kota itu) خَآئِفًۭا khāifan dengan rasa takut يَتَرَقَّبُ ۖ yataraqqabu dia menunggu-nunggu قَالَ qāla dia berkata (berdo'a) رَبِّ rabbi ya Tuhanku نَجِّنِى najjinī selamatkanlah aku مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 21
Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu 1 dengan khawatir, dia berdoa, "Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu".
وَلَمَّا walammā dan tatkala تَوَجَّهَ tawajjaha dia menghadap/menuju تِلْقَآءَ til'qāa arah/jurusan مَدْيَنَ madyana Madyan قَالَ qāla dia berkata (berdo'a) عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَن an bahwa يَهْدِيَنِى yahdiyanī Dia memberi petunjuk kepadaku سَوَآءَ sawāa harus/benar ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan 22
Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Madyan ia berdoa (lagi), "Mudah-mudahan Tuhan-ku memimpinku ke jalan yang benar".
وَلَمَّا walammā dan tatkala وَرَدَ warada dia sampai مَآءَ māa air مَدْيَنَ madyana negeri Madyan وَجَدَ wajada dia menjumpai عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أُمَّةًۭ ummatan suatu ummat (sekumpulan) مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia (orang) يَسْقُونَ yasqūna mereka memberi minum وَوَجَدَ wawajada dan dia menjumpai مِن min dari دُونِهِمُ dūnihimu selain mereka ٱمْرَأَتَيْنِ im'ra-atayni dua orang wanita تَذُودَانِ ۖ tadhūdāni keduanya menghambat/menahan قَالَ qāla (Musa) berkata مَا mā apa خَطْبُكُمَا ۖ khaṭbukumā maksud kamu berdua قَالَتَا qālatā keduanya berkata (menjawab) لَا lā tidak نَسْقِى nasqī kami dapat memberi minum حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُصْدِرَ yuṣ'dira menghalau ٱلرِّعَآءُ ۖ l-riʿāu penggembala-penggembala وَأَبُونَا wa-abūnā dan bapak kami شَيْخٌۭ shaykhun lanjut usia كَبِيرٌۭ kabīrun besar/tua 23
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya) dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".
فَسَقَىٰ fasaqā maka (Musa) memberi minum لَهُمَا lahumā kepada keduanya ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّىٰٓ tawallā dia berpaling/kembali إِلَى ilā kepada/ke ٱلظِّلِّ l-ẓili tempat yang teduh فَقَالَ faqāla lalu dia berkata/berdo'a رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku لِمَآ limā terhadap apa أَنزَلْتَ anzalta Engkau turunkan إِلَىَّ ilayya kepadaku مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan فَقِيرٌۭ faqīrun sangat memerlukan 24
Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh, lalu berdoa, "Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan 1 yang Engkau turunkan kepadaku".
فَجَآءَتْهُ fajāathu maka datanglah kepadanya (Musa) إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya تَمْشِى tamshī ia berjalan عَلَى ʿalā atas/dengan ٱسْتِحْيَآءٍۢ is'tiḥ'yāin kemalu-maluan قَالَتْ qālat ia berkata إِنَّ inna sesungguhnya أَبِى abī bapakku يَدْعُوكَ yadʿūka memanggil kamu لِيَجْزِيَكَ liyajziyaka untuk memberi balasan kepadamu أَجْرَ ajra upah مَا mā apa سَقَيْتَ saqayta yang kamu memberi minum لَنَا ۚ lanā untuk kami فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُۥ jāahu (Musa) datang kepadanya وَقَصَّ waqaṣṣa dan dia menceriterakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ٱلْقَصَصَ l-qaṣaṣa cerita قَالَ qāla (Syu'aib) berkata لَا lā jangan تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut نَجَوْتَ najawta kamu telah selamat مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 25
Kemudian, datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata, "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syuʻayb) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Syuʻayb berkata, "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".
قَالَتْ qālat berkata إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ is'tajir'hu ambillah upahan dia (sebagai buruh) إِنَّ inna sesungguhnya خَيْرَ khayra lebih baik مَنِ mani orang ٱسْتَـْٔجَرْتَ is'tajarta engkau ambil upahan (sebagai buruh) ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu yang kuat ٱلْأَمِينُ l-amīnu dapat dipercaya 26
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, "Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُرِيدُ urīdu aku bermaksud أَنْ an untuk أُنكِحَكَ unkiḥaka aku menikahkan kamu إِحْدَى iḥ'dā salah seorang ٱبْنَتَىَّ ib'natayya kedua anak perempuanku هَـٰتَيْنِ hātayni ini عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa تَأْجُرَنِى tajuranī kamu mengambil upah/bekerja padaku ثَمَـٰنِىَ thamāniya delapan حِجَجٍۢ ۖ ḥijajin tahun فَإِنْ fa-in maka jika أَتْمَمْتَ atmamta kamu sempurnakan عَشْرًۭا ʿashran sepuluh فَمِنْ famin maka itu dari عِندِكَ ۖ ʿindika sisimu/kemauanmu وَمَآ wamā dan aku tidak أُرِيدُ urīdu bermaksud أَنْ an bahwa أَشُقَّ ashuqqa aku memberatkan عَلَيْكَ ۚ ʿalayka atasmu سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapatiku إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh/baik 27
Berkatalah dia (Syuʻayb), "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".
قَالَ qāla (Musa) berkata ذَٰلِكَ dhālika demikian itulah بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكَ ۖ wabaynaka dan antara kamu أَيَّمَا ayyamā yang mana saja ٱلْأَجَلَيْنِ l-ajalayni dua waktu قَضَيْتُ qaḍaytu aku sempurnakan فَلَا falā maka tidak ada عُدْوَٰنَ ʿud'wāna permusuhan/tuntutan عَلَىَّ ۖ ʿalayya atasku وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa yang نَقُولُ naqūlu kita katakan/ucapkan وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga/menjadi saksi 28
Dia (Musa) berkata, "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".
۞ فَلَمَّا falammā maka tatkala قَضَىٰ qaḍā telah menyempurnakan مُوسَى mūsā Musa ٱلْأَجَلَ l-ajala waktu وَسَارَ wasāra dia berjalan dimalam hari بِأَهْلِهِۦٓ bi-ahlihi dengan keluarganya ءَانَسَ ānasa dia melihat مِن min dari جَانِبِ jānibi sebelah ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Thur نَارًۭا nāran api قَالَ qāla dia berkata لِأَهْلِهِ li-ahlihi kepada keluarganya ٱمْكُثُوٓا۟ um'kuthū tinggallah/diamlah kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَانَسْتُ ānastu aku telah melihat نَارًۭا nāran api لَّعَلِّىٓ laʿallī mudah-mudahan aku ءَاتِيكُم ātīkum aku datang/membawa kepadamu مِّنْهَا min'hā dari padanya بِخَبَرٍ bikhabarin dengan berita أَوْ aw atau جَذْوَةٍۢ jadhwatin bara/nyala مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri api لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَصْطَلُونَ taṣṭalūna kamu memanaskan badan 29
Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung 1 ia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api agar kamu dapat menghangatkan badan".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَتَىٰهَا atāhā dia mendatanginya/api نُودِىَ nūdiya dia dipanggil مِن min dari شَـٰطِئِ shāṭi-i pinggir ٱلْوَادِ l-wādi lembah ٱلْأَيْمَنِ l-aymani sebelah kanan فِى fī di ٱلْبُقْعَةِ l-buq'ʿati tempat ٱلْمُبَـٰرَكَةِ l-mubārakati yang diberkati مِنَ mina dari ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon kayu أَن an bahwa يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَنَا anā Aku ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 30
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam. 1
وَأَنْ wa-an dan sungguh أَلْقِ alqi lemparkanlah عَصَاكَ ۖ ʿaṣāka tongkatmu فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَاهَا raāhā dia melihatnya تَهْتَزُّ tahtazzu ia bergerak-gerak كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan ia جَآنٌّۭ jānnun seekor ular وَلَّىٰ wallā dia berpaling/lari مُدْبِرًۭا mud'biran berbalik ke belakang وَلَمْ walam dan dia tidak يُعَقِّبْ ۚ yuʿaqqib menoleh يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa أَقْبِلْ aqbil datanglah kembali وَلَا walā dan jangan تَخَفْ ۖ takhaf takut إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْـَٔامِنِينَ l-āminīna orang-orang yang aman 31
dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian, Musa diseru), "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.
ٱسْلُكْ us'luk masukkanlah يَدَكَ yadaka tanganmu فِى fī dalam جَيْبِكَ jaybika sakumu تَخْرُجْ takhruj ia akan keluar بَيْضَآءَ bayḍāa putih مِنْ min dari غَيْرِ ghayri selain/tidak سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk وَٱضْمُمْ wa-uḍ'mum dan dekapkanlah إِلَيْكَ ilayka kepadamu جَنَاحَكَ janāḥaka sayapmu/tanganmu مِنَ mina dari ٱلرَّهْبِ ۖ l-rahbi ketakutan فَذَٰنِكَ fadhānika maka inilah/demikian itu بُرْهَـٰنَانِ bur'hānāni dua bukti (mukjizat) مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦٓ ۚ wamala-ihi dan pembesar-pembesarnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik 32
Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu 1, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan 2, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhan-mu (yang akan kamu hadapkan kepada Firʻawn dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik".
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku قَتَلْتُ qataltu aku telah membunuh مِنْهُمْ min'hum dari mereka نَفْسًۭا nafsan seorang فَأَخَافُ fa-akhāfu maka aku takut أَن an bahwa يَقْتُلُونِ yaqtulūni mereka akan membunuhku 33
Musa berkata, "Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.
وَأَخِى wa-akhī dan saudaraku هَـٰرُونُ hārūnu Harun هُوَ huwa dia أَفْصَحُ afṣaḥu lebih fasih مِنِّى minnī daripada aku لِسَانًۭا lisānan lisan فَأَرْسِلْهُ fa-arsil'hu maka utuslah dia مَعِىَ maʿiya bersamaku رِدْءًۭا rid'an pembantu يُصَدِّقُنِىٓ ۖ yuṣaddiqunī dia membenarkan aku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut أَن an bahwa يُكَذِّبُونِ yukadhibūni mereka mendustakan aku 34
Dan saudaraku Hārūn dia lebih fasih lidahnya daripadaku 1, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku".
قَالَ qāla (Allah) berfirman سَنَشُدُّ sanashuddu Kami akan meneguhkan/menguatkan عَضُدَكَ ʿaḍudaka lenganmu بِأَخِيكَ bi-akhīka dengan saudaramu وَنَجْعَلُ wanajʿalu dan Kami jadikan/berikan لَكُمَا lakumā kepadamu berdua سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan فَلَا falā maka tidak يَصِلُونَ yaṣilūna mereka sampai إِلَيْكُمَا ۚ ilaykumā kepadamu berdua بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat/mukjizat Kami أَنتُمَا antumā kamu berdua وَمَنِ wamani dan orang yang ٱتَّبَعَكُمَا ittabaʿakumā mengikuti kamu berdua ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang mengalahkan/menang 35
Allah berfirman, "Kami akan membantumu dengan saudaramu dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat/mukjizat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin yang nyata قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَا mā tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّفْتَرًۭى muf'taran dibuat-buat وَمَا wamā dan kami tidak سَمِعْنَا samiʿ'nā mendengar بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini فِىٓ fī pada ءَابَآئِنَا ābāinā bapak-bapak kami ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu 36
Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini kepada nenek moyang kami dahulu".
وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan/kepada siapa جَآءَ jāa datang بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk مِنْ min dari عِندِهِۦ ʿindihi sisi-Nya وَمَن waman dan siapa تَكُونُ takūnu adalah ia لَهُۥ lahu baginya/mendapat عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan ٱلدَّارِ ۖ l-dāri tempat (dunia) إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung/mendapat kemenangan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 37
Musa menjawab, "Tuhan-ku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim".
وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْمَلَأُ l-mala-u pembesar مَا mā aku tidak عَلِمْتُ ʿalim'tu mengetahui لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرِى ghayrī selain aku فَأَوْقِدْ fa-awqid maka nyalakan api/bakar لِى lī untukku يَـٰهَـٰمَـٰنُ yāhāmānu hai Haman عَلَى ʿalā atas ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah liat فَٱجْعَل fa-ij'ʿal maka buatlah لِّى lī untukku صَرْحًۭا ṣarḥan menara لَّعَلِّىٓ laʿallī barangkali aku أَطَّلِعُ aṭṭaliʿu aku melihat إِلَىٰٓ ilā kepada إِلَـٰهِ ilāhi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku لَأَظُنُّهُۥ la-aẓunnuhu benar-benar aku mengira dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 38
Dan berkata Firʻawn , "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah hai Hāmān untukku tanah liat 1, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".
وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan berlaku sombonglah هُوَ huwa dia (Fir'aun) وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi hak وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka إِلَيْنَا ilaynā kepada kami لَا lā tidak يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan 39
dan berlaku angkuhlah Firʻawn dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
فَأَخَذْنَـٰهُ fa-akhadhnāhu maka Kami ambil/siksa dia وَجُنُودَهُۥ wajunūdahu dan bala tentaranya فَنَبَذْنَـٰهُمْ fanabadhnāhum lalu Kami lemparkan mereka فِى fī kedalam ٱلْيَمِّ ۖ l-yami laut فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 40
Maka Kami hukumlah Firʻawn dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin-pemimpin يَدْعُونَ yadʿūna mereka menyeru إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ ۖ l-nāri api neraka وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا lā tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka akan ditolong 41
Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
وَأَتْبَعْنَـٰهُمْ wa-atbaʿnāhum dan Kami ikutkan/iringkan mereka فِى fī dalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لَعْنَةًۭ ۖ laʿnatan kutukan وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat هُم hum mereka مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمَقْبُوحِينَ l-maqbūḥīna orang-orang yang dijelekkan 42
Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَآ mā apa أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan ٱلْقُرُونَ l-qurūna kurun/generasi ٱلْأُولَىٰ l-ūlā awal/terdahulu بَصَآئِرَ baṣāira pandangan لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat 43
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat agar mereka ingat.
وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada بِجَانِبِ bijānibi disebelah ٱلْغَرْبِىِّ l-gharbiyi barat إِذْ idh ketika قَضَيْنَآ qaḍaynā Kami putuskan/sampaikan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَى mūsā Musa ٱلْأَمْرَ l-amra perkara/perintah وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada مِنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan 44
Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat 1 ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan.
وَلَـٰكِنَّآ walākinnā akan tetapi Kami أَنشَأْنَا anshanā Kami telah menumbuhkan قُرُونًۭا qurūnan generasi-generasi فَتَطَاوَلَ fataṭāwala maka panjanglah/berlalulah عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْعُمُرُ ۚ l-ʿumuru umur/masa وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada ثَاوِيًۭا thāwiyan berdiam/tinggal فِىٓ fī dalam/bersama أَهْلِ ahli penduduk مَدْيَنَ madyana Madyan تَتْلُوا۟ tatlū kamu membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami وَلَـٰكِنَّا walākinnā akan tetapi Kami كُنَّا kunnā adalah Kami مُرْسِلِينَ mur'silīna mengutus Rasul-Rasul 45
Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi dan berlalulah atas mereka masa yang panjang dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.
وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada بِجَانِبِ bijānibi disebelah ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur إِذْ idh ketika نَادَيْنَا nādaynā Kami menyeru وَلَـٰكِن walākin akan tetapi رَّحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan قَوْمًۭا qawman kaum مَّآ mā belum أَتَىٰهُم atāhum datang pada mereka مِّن min dari نَّذِيرٍۢ nadhīrin pemberi peringatan مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat 46
Dan tiadalah kamu berada di dekat Gunung Ṭūr ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhan-mu supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.
وَلَوْلَآ walawlā dan supaya tidak أَن an bahwa/ketika تُصِيبَهُم tuṣībahum menimpa mereka مُّصِيبَةٌۢ muṣībatun musibah/azab بِمَا bimā dengan apa/sebab قَدَّمَتْ qaddamat mendahulukan/perbuatan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka فَيَقُولُوا۟ fayaqūlū lalu mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَرْسَلْتَ arsalta Engkau mengutus إِلَيْنَا ilaynā kepada kami رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul فَنَتَّبِعَ fanattabiʿa maka kami akan mengikuti ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau وَنَكُونَ wanakūna dan adalah/jadilah kami مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 47
Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin"
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi Kami قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُوتِىَ ūtiya diberikan مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa diberikan أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰٓ ۚ mūsā Musa أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka ingkar بِمَآ bimā dengan/kepada apa أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰ mūsā Musa مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu قَالُوا۟ qālū mereka berkata سِحْرَانِ siḥ'rāni dua ahli sihir تَظَـٰهَرَا taẓāharā keduanya bantu membantu وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami بِكُلٍّۢ bikullin dengan/kepada masing-masing كَـٰفِرُونَ kāfirūna ingkar/tidak mempercayai 48
Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran 1 dari sisi Kami, mereka berkata, "Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?" Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu telah berkata, "Musa dan Hārūn adalah dua ahli sihir yang bantu-membantu". Dan mereka (juga) berkata, "Sesungguhnya, kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu".
قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah olehmu بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah Kitab مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa ia أَهْدَىٰ ahdā lebih memberi petunjuk مِنْهُمَآ min'humā daripada keduanya أَتَّبِعْهُ attabiʿ'hu aku mengikutinya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 49
Katakanlah, "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur`ān) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar".
فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka menjawab لَكَ laka kepadamu فَٱعْلَمْ fa-iʿ'lam maka ketahuilah أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ۚ ahwāahum hawa nafsu mereka وَمَنْ waman dan siapakah أَضَلُّ aḍallu lebih sesat مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya بِغَيْرِ bighayri dengan tidak هُدًۭى hudan petunjuk مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 50
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya وَصَّلْنَا waṣṣalnā telah Kami sampaikan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat/mendapat pelajaran 51
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur`ān) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran 1.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami datangkan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al-Qur'an مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya هُم hum mereka بِهِۦ bihi dengannya يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 52
Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Alkitab sebelum Al-Qur`ān, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur`ān itu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya إِنَّهُ innahu sesungguhnya ia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّنَآ rabbinā Tuhan kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang muslim 53
Dan apabila dibacakan (Al-Qur`ān itu) kepada mereka, mereka berkata, "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُؤْتَوْنَ yu'tawna diberi أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka مَّرَّتَيْنِ marratayni dua kali بِمَا bimā dengan apa/sebab صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka bersabar وَيَدْرَءُونَ wayadraūna dan mereka menolak بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan ٱلسَّيِّئَةَ l-sayi-ata kejahatan وَمِمَّا wamimmā dan sebagian dari apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami telah rezekikan kepada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan 54
Mereka itu diberi pahala dua kali 1 disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar ٱللَّغْوَ l-laghwa perkara yang sia-sia أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling عَنْهُ ʿanhu dari padanya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَنَآ lanā bagi kami أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amal-amal kami وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amal-amal kamu سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَا lā tidak نَبْتَغِى nabtaghī kami mau/ingin ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh/jahil 55
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya dan mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَا lā tidak تَهْدِى tahdī kamu dapat memberi petunjuk مَنْ man siapa/orang أَحْبَبْتَ aḥbabta kamu cintai/sukai وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna dengan/kepada orang-orang yang mau menerima petunjuk 56
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِن in jika نَّتَّبِعِ nattabiʿi kami mengikuti ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk مَعَكَ maʿaka bersama kamu نُتَخَطَّفْ nutakhaṭṭaf kami disambar petir/diusir مِنْ min dari أَرْضِنَآ ۚ arḍinā bumi/negeri kami أَوَلَمْ awalam sudah tidak نُمَكِّن numakkin Kami meneguhkan لَّهُمْ lahum bagi/kepada mereka حَرَمًا ḥaraman yang suci ءَامِنًۭا āminan yang aman يُجْبَىٰٓ yuj'bā dipungut (tidak didatangkan) إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/tempat itu ثَمَرَٰتُ thamarātu buah-buahan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu/macam رِّزْقًۭا riz'qan rezeki مِّن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 57
Dan mereka berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَكَمْ wakam dan berapa (banyak) أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِن min dari قَرْيَةٍۭ qaryatin sesuatu negeri بَطِرَتْ baṭirat subur/bersenang-senang مَعِيشَتَهَا ۖ maʿīshatahā kehidupannya فَتِلْكَ fatil'ka maka itulah مَسَـٰكِنُهُمْ masākinuhum tempat kediaman mereka لَمْ lam tidak تُسْكَن tus'kan didiami مِّنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit/kecil وَكُنَّا wakunnā dan Kami adalah نَحْنُ naḥnu Kami ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna Pewaris 58
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya) 1.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مُهْلِكَ muh'lika membinasakan ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum يَبْعَثَ yabʿatha Dia mengutus فِىٓ fī di أُمِّهَا ummihā ibu (kota)nya رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِنَا ۚ āyātinā ayat-ayat Kami وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā ada Kami مُهْلِكِى muh'likī membinasakan ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri إِلَّا illā kecuali وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna mereka melakukan kezaliman 59
Dan tidak adalah Tuhan-mu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.
وَمَآ wamā dan apa (saja) أُوتِيتُم ūtītum diberikan kepadamu مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَمَتَـٰعُ famatāʿu maka kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi وَزِينَتُهَا ۚ wazīnatuhā dan perhiasannya وَمَا wamā dan apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰٓ ۚ wa-abqā dan lebih kekal أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 60
Dan apa saja 1 yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
أَفَمَن afaman apakah orang وَعَدْنَـٰهُ waʿadnāhu Kami janjikan kepadanya وَعْدًا waʿdan janji حَسَنًۭا ḥasanan yang baik فَهُوَ fahuwa lalu dia لَـٰقِيهِ lāqīhi menemuinya كَمَن kaman seperti orang مَّتَّعْنَـٰهُ mattaʿnāhu Kami beri kesenangan dia مَتَـٰعَ matāʿa kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi ثُمَّ thumma kemudian هُوَ huwa dia يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُحْضَرِينَ l-muḥ'ḍarīna orang-orang yang dihadirkan 61
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga), lalu ia memperolehnya sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi 1, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman أَيْنَ ayna dimanakah شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangkakan/katakan 62
Dan (ingatlah) hari (pada waktu) Allah menyeru mereka seraya berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"
قَالَ qāla berkatalah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَقَّ ḥaqqa berhak عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan (hukuman) رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka inilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَغْوَيْنَآ aghwaynā kami sesatkan أَغْوَيْنَـٰهُمْ aghwaynāhum kami sesatkan mereka كَمَا kamā sebagaimana غَوَيْنَا ۖ ghawaynā kami sesat تَبَرَّأْنَآ tabarranā kami berlepas diri إِلَيْكَ ۖ ilayka kepada Engkau مَا mā tidak ada كَانُوٓا۟ kānū mereka إِيَّانَا iyyānā kepada kami يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah 63
Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka 1, "Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat 2, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami".
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggillah شُرَكَآءَكُمْ shurakāakum sekutu-sekutu kamu فَدَعَوْهُمْ fadaʿawhum maka mereka memanggilnya فَلَمْ falam maka tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memperkenankan لَهُمْ lahum kepada mereka وَرَأَوُا۟ wara-awū dan mereka melihat ٱلْعَذَابَ ۚ l-ʿadhāba azab لَوْ law sekiranya أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka menerima petunjuk 64
Dikatakan (kepada mereka), "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu", lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman مَاذَآ mādhā apakah أَجَبْتُمُ ajabtumu jawabanmu ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 65
Dan (ingatlah) hari (pada waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, "Apakah jawabanmu kepada para rasul?"
فَعَمِيَتْ faʿamiyat maka buta/gelap عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْأَنۢبَآءُ l-anbāu semua berita يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna saling bertanya 66
Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu karena itu mereka tidak saling tanya-menanya.
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَن man orang تَابَ tāba dia bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan dia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan dia beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mudah-mudahan أَن an bahwa يَكُونَ yakūna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُفْلِحِينَ l-muf'liḥīna orang-orang yang beruntung 67
Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا mā apa يَشَآءُ yashāu yang Dia kehendaki وَيَخْتَارُ ۗ wayakhtāru dan Dia memilih مَا mā tidak كَانَ kāna ada لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْخِيَرَةُ ۚ l-khiyaratu pilihan سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 68
Dan Tuhan-mu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali, tidak ada pilihan bagi mereka 1. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa تُكِنُّ tukinnu yang menyembunyikan صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada mereka وَمَا wamā dan apa يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka lahirkan 69
Dan Tuhan-mu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji فِى fī dalam/di ٱلْأُولَىٰ l-ūlā permulaan/dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan di akhirat وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu segala hukum (penentuan) وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 70
Dan Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat dan bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan 1.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu إِن in jika جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam سَرْمَدًا sarmadan terus menerus إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَنْ man siapakah إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu بِضِيَآءٍ ۖ biḍiyāin dengan cahaya (sinar terang) أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَسْمَعُونَ tasmaʿūna kamu mendengar 71
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu إِن in jika جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang سَرْمَدًا sarmadan terus-menerus إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَنْ man siapakah إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu بِلَيْلٍۢ bilaylin dengan malam تَسْكُنُونَ taskunūna kamu berdiam/beristirahat فِيهِ ۖ fīhi di dalamnya أَفَلَا afalā apakah maka tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu memperhatikan/melihat 72
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
وَمِن wamin dan dari/karena رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmat-Nya جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang لِتَسْكُنُوا۟ litaskunū supaya kamu beristirahat فِيهِ fīhi di dalamnya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunianya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 73
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman أَيْنَ ayna dimanakah شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangkakan/katakan 74
Dan (ingatlah) hari (pada waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"
وَنَزَعْنَا wanazaʿnā dan Kami cabut مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat شَهِيدًۭا shahīdan seorang saksi فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami katakan هَاتُوا۟ hātū unjukkan/kemukakan بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum bukti-buktimu فَعَلِمُوٓا۟ faʿalimū maka mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran لِلَّهِ lillahi bagi/kepunyaan Allah وَضَلَّ waḍalla dan sesat/hilang عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka adalah يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 75
Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi 1, lalu Kami berkata, "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu 2 kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya قَـٰرُونَ qārūna Karun كَانَ kāna adalah مِن min dari قَوْمِ qawmi kaum مُوسَىٰ mūsā Musa فَبَغَىٰ fabaghā lalu dia berbuat aniaya عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberikannya مِنَ mina dari ٱلْكُنُوزِ l-kunūzi perbendaharaan مَآ mā apa (harta) إِنَّ inna sesungguhnya مَفَاتِحَهُۥ mafātiḥahu kuncinya لَتَنُوٓأُ latanūu sungguh berat بِٱلْعُصْبَةِ bil-ʿuṣ'bati dengan golongan/sejumlah أُو۟لِى ulī orang yang mempunyai ٱلْقُوَّةِ l-quwati kekuatan إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya قَوْمُهُۥ qawmuhu kaumnya لَا lā jangan تَفْرَحْ ۖ tafraḥ kamu gembira/bangga إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْفَرِحِينَ l-fariḥīna orang-orang yang membanggakan diri 76
Sesungguhnya Qārūn adalah termasuk kaum Musa 1, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".
وَٱبْتَغِ wa-ib'taghi dan carilah فِيمَآ fīmā pada apa ءَاتَىٰكَ ātāka telah memberikan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةَ ۖ l-ākhirata akhirat وَلَا walā dan jangan تَنسَ tansa kamu melupakan نَصِيبَكَ naṣībaka bahagianmu مِنَ mina dari ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَأَحْسِن wa-aḥsin dan berbuat baiklah كَمَآ kamā sebagaimana أَحْسَنَ aḥsana telah berbuat baik ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَلَا walā dan janganlah تَبْغِ tabghi kamu mencari/berbuat ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi muka bumi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 77
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
قَالَ qāla (Karun) berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُوتِيتُهُۥ ūtītuhu aku diberinya (harta itu) عَلَىٰ ʿalā atas عِلْمٍ ʿil'min ilmu عِندِىٓ ۚ ʿindī disisiku/ada padaku أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَعْلَمْ yaʿlam dia mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh أَهْلَكَ ahlaka telah membinasakan مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya مِنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat مَنْ man orang هُوَ huwa ia أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat مِنْهُ min'hu dari padanya قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَأَكْثَرُ wa-aktharu dan lebih banyak جَمْعًۭا ۚ jamʿan pengumpulan وَلَا walā dan tidak يُسْـَٔلُ yus'alu ditanya عَن ʿan dari/tentang ذُنُوبِهِمُ dhunūbihimu dosa-dosa mereka ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa 78
Qārūn berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat darinya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka.
فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar عَلَىٰ ʿalā atas/kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فِى fī dalam زِينَتِهِۦ ۖ zīnatihi perhiasan/kemegahan قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya لَنَا lanā bagi kita (kita mempunyai) مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أُوتِىَ ūtiya diberikan قَـٰرُونُ qārūnu Karun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَذُو ladhū benar-benar mempunyai حَظٍّ ḥaẓẓin nasib baik/peruntungan عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 79
Maka keluarlah Qārūn kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qārūn; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". 1
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu وَيْلَكُمْ waylakum kecelakaan kamu ثَوَابُ thawābu pahala ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّمَنْ liman bagi orang ءَامَنَ āmana ia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh وَلَا walā dan tidak يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā ditemuinya/diperolehnya إِلَّا illā kecuali ٱلصَّـٰبِرُونَ l-ṣābirūna orang-orang yang sabar 80
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar".
فَخَسَفْنَا fakhasafnā maka Kami benamkan بِهِۦ bihi dengannya وَبِدَارِهِ wabidārihi dan dengan rumahnya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari فِئَةٍۢ fi-atin golongan يَنصُرُونَهُۥ yanṣurūnahu mereka menolongnya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنتَصِرِينَ l-muntaṣirīna orang-orang yang dapat menolong 81
Maka Kami benamkanlah Qārūn beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
وَأَصْبَحَ wa-aṣbaḥa dan jadilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَمَنَّوْا۟ tamannaw (mereka) menginginkan مَكَانَهُۥ makānahu kedudukannya بِٱلْأَمْسِ bil-amsi dengan kemarin يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata وَيْكَأَنَّ wayka-anna aduh ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَقْدِرُ ۖ wayaqdiru dan Dia menyempitkan لَوْلَآ lawlā jika tidak أَن an bahwa مَّنَّ manna karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami لَخَسَفَ lakhasafa tentu Dia telah membenamkan بِنَا ۖ binā dengan kami وَيْكَأَنَّهُۥ wayka-annahu aduh لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang ingkar 82
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qārūn itu, berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)".
تِلْكَ til'ka itu ٱلدَّارُ l-dāru rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat نَجْعَلُهَا najʿaluhā Kami jadikannya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang لَا lā tidak يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki عُلُوًّۭا ʿuluwwan kesombongan diri فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَلَا walā dan tidak فَسَادًۭا ۚ fasādan membuat kerusakan وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibat/kesudahan لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 83
Negeri akhirat 1 itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) 2 itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
مَن man barangsiapa جَآءَ jāa datang بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan فَلَهُۥ falahu maka baginya خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهَا ۖ min'hā dari padanya وَمَن waman dan barangsiapa جَآءَ jāa datang بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan فَلَا falā maka tidak يُجْزَى yuj'zā diberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) kerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan إِلَّا illā melainkan مَا mā apa كَانُوا۟ kānū yang adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 84
Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِى alladhī yang فَرَضَ faraḍa mewajibkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an لَرَآدُّكَ larādduka benar-benar akan mengembalikan kamu إِلَىٰ ilā kepada مَعَادٍۢ ۚ maʿādin tempat kembali قُل qul katakanlah رَّبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui مَن man orang جَآءَ jāa datang بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَمَنْ waman dan orang هُوَ huwa ia فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 85
Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur`ān benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali 1. Katakanlah, "Tuhan-ku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata".
وَمَا wamā dan tidak ada كُنتَ kunta kamu تَرْجُوٓا۟ tarjū kamu mengharap أَن an bahwa يُلْقَىٰٓ yul'qā dijatuhkan/diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab إِلَّا illā melainkan رَحْمَةًۭ raḥmatan suatu rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka janganlah تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang yang kafir 86
Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur`ān diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhan-mu 1 sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.
وَلَا walā dan jangan يَصُدُّنَّكَ yaṣuddunnaka sekali-kali mereka menghalang-halangimu عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh tatkala أُنزِلَتْ unzilat diturunkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَٱدْعُ wa-ud'ʿu dan serulah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَلَا walā dan janganlah تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan 87
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhan-mu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
وَلَا walā dan jangan تَدْعُ tadʿu kamu seru/sembah مَعَ maʿa beserta/disamping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan ءَاخَرَ ۘ ākhara yang lain لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ ۚ huwa Dia كُلُّ kullu segala شَىْءٍ shayin sesuatu هَالِكٌ hālikun binasa إِلَّا illā kecuali وَجْهَهُۥ ۚ wajhahu wajah/dzat-Nya لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu hukum/penentuan وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 88
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apa pun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya (Allah). Bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam miim 1
Alif Lām Mīm 1
أَحَسِبَ aḥasiba apakah mengira ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أَن an bahwa يُتْرَكُوٓا۟ yut'rakū mereka ditinggalkan/dibiarkan أَن an bahwa يَقُولُوٓا۟ yaqūlū mereka mengatakan ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يُفْتَنُونَ yuf'tanūna mereka akan diuji 2
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۖ qablihim sebelum mereka فَلَيَعْلَمَنَّ falayaʿlamanna maka sungguh mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَدَقُوا۟ ṣadaqū (mereka) benar وَلَيَعْلَمَنَّ walayaʿlamanna dan sungguh Dia mengetahui ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 3
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
أَمْ am atau/apakah حَسِبَ ḥasiba mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan أَن an bahwa يَسْبِقُونَا ۚ yasbiqūnā mereka akan mendahului kami سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa يَحْكُمُونَ yaḥkumūna yang mereka putuskan 4
Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.
مَن man barangsiapa كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mereka mengharapkan لِقَآءَ liqāa pertemuan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya أَجَلَ ajala waktu ٱللَّهِ l-lahi Allah لَـَٔاتٍۢ ۚ laātin pasti datang وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 5
Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dia-lah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَمَن waman dan barangsiapa جَـٰهَدَ jāhada berjihad/berjuang فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يُجَـٰهِدُ yujāhidu dia berjihad لِنَفْسِهِۦٓ ۚ linafsihi untuk diri sendiri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَغَنِىٌّ laghaniyyun benar-benar Maha Kaya عَنِ ʿani dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 6
Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَنُكَفِّرَنَّ lanukaffiranna sungguh akan Kami tutupi/hapus عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan/dosa-dosa mereka وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ walanajziyannahum dan sungguh akan Kami beri balasan mereka أَحْسَنَ aḥsana lebih baik ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 7
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami telah mewasiatkan/mewajibkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi dengan/kepada kedua orang tuanya حُسْنًۭا ۖ ḥus'nan kebaikan وَإِن wa-in dan jika جَـٰهَدَاكَ jāhadāka keduanya memaksamu لِتُشْرِكَ litush'rika untuk mempersekutukan بِى bī dengan-Ku مَا mā tidak لَيْسَ laysa ada لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan فَلَا falā maka janganlah تُطِعْهُمَآ ۚ tuṭiʿ'humā kamu mentaati keduanya إِلَىَّ ilayya kepada-Ku مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَأُنَبِّئُكُم fa-unabbi-ukum lalu akan Aku jelaskan kepadamu بِمَا bimā dengan/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 8
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَنُدْخِلَنَّهُمْ lanud'khilannahum sungguh akan Kami masukkan mereka فِى fī kedalam ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 9
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَقُولُ yaqūlu dia berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أُوذِىَ ūdhiya dia disakiti فِى fī pada ٱللَّهِ l-lahi Allah جَعَلَ jaʿala dia jadikan فِتْنَةَ fit'nata fitnah ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia كَعَذَابِ kaʿadhābi seperti azab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَئِن wala-in dan jika جَآءَ jāa datang نَصْرٌۭ naṣrun pertolongan مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَيَقُولُنَّ layaqūlunna pasti mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami مَعَكُمْ ۚ maʿakum beserta kamu أَوَلَيْسَ awalaysa ataukah bukan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَعْلَمَ bi-aʿlama dengan lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap فِى fī dalam صُدُورِ ṣudūri dada ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam (manusia) 10
Dan di antara manusia ada orang yang berkata, "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah 1. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhan-mu, mereka pasti akan berkata, "Sesungguhnya kami adalah besertamu". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?
وَلَيَعْلَمَنَّ walayaʿlamanna dan sungguh mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَيَعْلَمَنَّ walayaʿlamanna dan sungguh Dia mengetahui ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang yang munafik 11
Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah سَبِيلَنَا sabīlanā jalan kami وَلْنَحْمِلْ walnaḥmil dan kami akan membawa/memikul خَطَـٰيَـٰكُمْ khaṭāyākum kesalahan/dosa-dosamu وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِحَـٰمِلِينَ biḥāmilīna dengan membawa/memikul مِنْ min dari خَطَـٰيَـٰهُم khaṭāyāhum kesalahan/dosa-dosa mereka مِّن min dari شَىْءٍ ۖ shayin sesuatu/sedikitpun إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar orang pendusta 12
Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu" dan mereka (sendiri) sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.
وَلَيَحْمِلُنَّ walayaḥmilunna dan sungguh mereka akan memikul أَثْقَالَهُمْ athqālahum beban mereka وَأَثْقَالًۭا wa-athqālan dan beban-beban مَّعَ maʿa bersama/disamping أَثْقَالِهِمْ ۖ athqālihim beban-beban mereka وَلَيُسْـَٔلُنَّ walayus'alunna dan sungguh mereka akan ditanya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عَمَّا ʿammā dari/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 13
Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فَلَبِثَ falabitha maka dia tinggal فِيهِمْ fīhim pada/bersama mereka أَلْفَ alfa seribu سَنَةٍ sanatin tahun إِلَّا illā kecuali (kurang) خَمْسِينَ khamsīna lima puluh عَامًۭا ʿāman tahun فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu lalu menimpa mereka ٱلطُّوفَانُ l-ṭūfānu taufan وَهُمْ wahum dan mereka ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang zalim 14
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka kami selamatkannya (Nuh) وَأَصْحَـٰبَ wa-aṣḥāba dan penghuni (penumpang) ٱلسَّفِينَةِ l-safīnati kapal/bahtera وَجَعَلْنَـٰهَآ wajaʿalnāhā dan Kami jadikannya ءَايَةًۭ āyatan tanda-tanda (pelajaran) لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam (ummat manusia) 15
Maka Kami selamatkan Nūḥ dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.
وَإِبْرَٰهِيمَ wa-ib'rāhīma dan Ibrahim إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱتَّقُوهُ ۖ wa-ittaqūhu dan bertakwalah kepada-Nya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 16
Dan (ingatlah) Ibrāhīm ketika ia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْثَـٰنًۭا awthānan berhala وَتَخْلُقُونَ watakhluqūna dan kamu membuat إِفْكًا ۚ if'kan kedustaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا lā tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mampu لَكُمْ lakum bagi kalian رِزْقًۭا riz'qan rezeki فَٱبْتَغُوا۟ fa-ib'taghū maka carilah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki وَٱعْبُدُوهُ wa-uʿ'budūhu dan sembahlah Dia وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لَهُۥٓ ۖ lahu kepada-Nya إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 17
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala dan kamu membuat dusta 1. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu, maka mintalah rezeki itu di sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
وَإِن wa-in dan jika تُكَذِّبُوا۟ tukadhibū kamu mendustakan فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan أُمَمٌۭ umamun ummat مِّن min dari قَبْلِكُمْ ۖ qablikum sebelum kalian وَمَا wamā dan tidaklah عَلَى ʿalā atas ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata 18
Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya."
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana يُبْدِئُ yub'di-u memulai menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥٓ ۚ yuʿīduhu Dia mengulanginya إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرٌۭ yasīrun mudah 19
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana بَدَأَ bada-a Dia memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ ۚ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian ٱللَّهُ l-lahu Allah يُنشِئُ yunshi-u menjadikan ٱلنَّشْأَةَ l-nashata kejadian ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ l-ākhirata yang lain إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 20
Katakanlah, "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi 1. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
يُعَذِّبُ yuʿadhibu Dia mengazab مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَرْحَمُ wayarḥamu dan Dia memberi rahmat مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadanya تُقْلَبُونَ tuq'labūna kamu dikembalikan 21
Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melemahkan/terlepas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى fī di ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit وَمَا wamā dan tidaklah لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong 22
Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِقَآئِهِۦٓ waliqāihi dan pertemuan dengan-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَئِسُوا۟ ya-isū mereka putus asa مِن min dari رَّحْمَتِى raḥmatī rahmat-Ku وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka (mendapat) عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih 23
Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.
فَمَا famā maka كَانَ kāna tidak ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱقْتُلُوهُ uq'tulūhu bunuh dia أَوْ aw atau حَرِّقُوهُ ḥarriqūhu bakarlah dia فَأَنجَىٰهُ fa-anjāhu lalu menyelamatkannya ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلنَّارِ ۚ l-nāri api إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 24
Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia", lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.
وَقَالَ waqāla dan (Ibrahim) berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱتَّخَذْتُم ittakhadhtum kalian menjadikan مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْثَـٰنًۭا awthānan berhala-berhala مَّوَدَّةَ mawaddata kasih sayang بَيْنِكُمْ baynikum diantara kamu فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia ثُمَّ thumma kemudian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يَكْفُرُ yakfuru mengingkari بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian وَيَلْعَنُ wayalʿanu dan mengutuk بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بَعْضًۭا baʿḍan sebagian وَمَأْوَىٰكُمُ wamawākumu dan tempat kembalimu ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna seorang penolong 25
Dan berkata Ibrāhīm , "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain), dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun.
۞ فَـَٔامَنَ faāmana maka beriman لَهُۥ lahu kepadanya لُوطٌۭ ۘ lūṭun Lut وَقَالَ waqāla dan dia berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku مُهَاجِرٌ muhājirun berpindah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 26
Maka Lūṭ membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrāhīm, "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhan-ku (kepadaku); sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan kami anugerahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'qub وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan فِى fī pada ذُرِّيَّتِهِ dhurriyyatihi keturunannya ٱلنُّبُوَّةَ l-nubuwata kenabian وَٱلْكِتَـٰبَ wal-kitāba dan Al Kitab وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan kami berikan kepadanya أَجْرَهُۥ ajrahu ganjaran/balasan فِى fī di ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat لَمِنَ lamina benar-benar dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 27
Dan Kami anugerahkan kepada Ibrāhīm, Isḥāq, dan Ya`qūb, dan Kami jadikan kenabian dan Alkitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia 1, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
وَلُوطًا walūṭan dan Lut إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَتَأْتُونَ latatūna benar-benar kamu mengerjakan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji مَا mā belum pernah سَبَقَكُم sabaqakum mendahului/sebelum kamu بِهَا bihā dengannya مِنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam (ummat) 28
Dan (ingatlah) ketika Lūṭ berkata pepada kaumnya, "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu".
أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَأْتُونَ latatūna sungguh kamu mendatangi ٱلرِّجَالَ l-rijāla laki-laki وَتَقْطَعُونَ wataqṭaʿūna dan kamu memutus/memotong ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan وَتَأْتُونَ watatūna dan kamu mendatangkan/mengerjakan فِى fī dalam نَادِيكُمُ nādīkumu tempat pertemuan ٱلْمُنكَرَ ۖ l-munkara kemungkaran فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan ٱئْتِنَا i'tinā datangkanlah kepada kami بِعَذَابِ biʿadhābi dengan azab ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 29
Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun 1, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla (Lut) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱنصُرْنِى unṣur'nī tolonglah aku عَلَى ʿalā atas ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 30
Lūṭ berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَتْ jāat datang رُسُلُنَآ rusulunā utusan Kami إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim بِٱلْبُشْرَىٰ bil-bush'rā dengan kabar gembira قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami مُهْلِكُوٓا۟ muh'likū membinasakan أَهْلِ ahli penduduk هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةِ ۖ l-qaryati negeri إِنَّ inna sesungguhnya أَهْلَهَا ahlahā penduduknya كَانُوا۟ kānū adalah mereka ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang zalim 31
Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrāhīm membawa kabar gembira 1, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata إِنَّ inna sesungguhnya فِيهَا fīhā di dalamnya لُوطًۭا ۚ lūṭan Lut قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَحْنُ naḥnu kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan siapa فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya لَنُنَجِّيَنَّهُۥ lanunajjiyannahu sungguh kami akan menyelamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya كَانَتْ kānat adalah ia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal 32
Berkata Ibrāhīm, "Sesungguhnya di kota itu ada Lūṭ". Para malaikat berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَلَمَّآ walammā dan tatkala أَن an bahwa جَآءَتْ jāat datang رُسُلُنَا rusulunā utusan Kami لُوطًۭا lūṭan Lut سِىٓءَ sīa dia merasa susah بِهِمْ bihim dengan mereka وَضَاقَ waḍāqa dan dia sempit/sesak بِهِمْ bihim dengan mereka ذَرْعًۭا dharʿan lengan/kekuatan وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَا lā jangan تَخَفْ takhaf kamu takut وَلَا walā dan jangan تَحْزَنْ ۖ taḥzan kamu susah إِنَّا innā sesungguhnya kami مُنَجُّوكَ munajjūka menyelamatkan kamu وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dan keluargamu/pengikutmu إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَكَ im'ra-ataka isterimu كَانَتْ kānat adalah ia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal 33
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lūṭ, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka 1 dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata, "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
إِنَّا innā sesungguhnya Kami مُنزِلُونَ munzilūna menurunkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَهْلِ ahli penduduk هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri رِجْزًۭا rij'zan siksaan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بِمَا bimā dengan apa/sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik 34
Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.
وَلَقَد walaqad dan sesungguhnya تَّرَكْنَا taraknā Kami tinggalkan مِنْهَآ min'hā dari padanya ءَايَةًۢ āyatan suatu ayat/bukti بَيِّنَةًۭ bayyinatan yang nyata لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal 35
Dan sesungguhnya Kami tinggalkan darinya satu tanda yang nyata 1 bagi orang-orang yang berakal.
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada مَدْيَنَ madyana penduduk Madyan أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib فَقَالَ faqāla maka dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱرْجُوا۟ wa-ir'jū dan harapkan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ٱلْـَٔاخِرَ l-ākhira akhir وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melakukan kejahatan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 36
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syuʻayb, maka ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu lalu menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu goncangan/gempa فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى fī dalam دَارِهِمْ dārihim rumah-rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat bergelimpangan 37
Maka mereka mendustakan Syu`ayb, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
وَعَادًۭا waʿādan dan (kaum) Ad وَثَمُودَا۟ wathamūdā dan Tsamud وَقَد waqad dan sungguh تَّبَيَّنَ tabayyana telah nyata لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari مَّسَـٰكِنِهِمْ ۖ masākinihim tempat tinggal mereka وَزَيَّنَ wazayyana dan menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka فَصَدَّهُمْ faṣaddahum lalu ia menghalangi mereka عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka مُسْتَبْصِرِينَ mus'tabṣirīna orang-orang yang berpandangan tajam 38
Dan (juga) kaum ‘Ād dan Ṡamūd dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,
وَقَـٰرُونَ waqārūna dan Karun وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ ۖ wahāmāna dan Haman وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَهُم jāahum telah datang kepada mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka/akan tetapi mereka berlaku sombong فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَمَا wamā dan tidaklah كَانُوا۟ kānū mereka سَـٰبِقِينَ sābiqīna orang-orang yang luput 39
dan (juga) Qārūn, Firʻawn , dan Hāmān. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
فَكُلًّا fakullan maka masing-masing أَخَذْنَا akhadhnā Kami ambil/siksa بِذَنۢبِهِۦ ۖ bidhanbihi karena dosa-dosanya فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّنْ man orang أَرْسَلْنَا arsalnā Kami kirimkan/timpakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya حَاصِبًۭا ḥāṣiban hujan batu kerikil وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang أَخَذَتْهُ akhadhathu menimpanya ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara keras/mengguntur وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang خَسَفْنَا khasafnā Kami benamkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang أَغْرَقْنَا ۚ aghraqnā Kami tenggelamkan وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum untuk menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya 40
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan ٱلْعَنكَبُوتِ l-ʿankabūti laba-laba ٱتَّخَذَتْ ittakhadhat ia mengambil/membuat بَيْتًۭا ۖ baytan rumah وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya أَوْهَنَ awhana paling lemah ٱلْبُيُوتِ l-buyūti rumah-rumah لَبَيْتُ labaytu sungguh rumah ٱلْعَنكَبُوتِ ۖ l-ʿankabūti laba-laba لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 41
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru/sembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 42
Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَتِلْكَ watil'ka dan ini/itu ٱلْأَمْثَـٰلُ l-amthālu perumpamaan-perumpamaan نَضْرِبُهَا naḍribuhā Kami membuatnya لِلنَّاسِ ۖ lilnnāsi untuk manusia وَمَا wamā dan tidak يَعْقِلُهَآ yaʿqiluhā dapat memahaminya إِلَّا illā kecuali ٱلْعَـٰلِمُونَ l-ʿālimūna orang-orang yang berilmu 43
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu.
خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan baik إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar tanda-tanda لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 44
Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak 1. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.
ٱتْلُ ut'lu bacalah مَآ mā apa أُوحِىَ ūḥiya yang diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al-Kitab وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ ۖ l-ṣalata sholat إِنَّ inna sesungguhnya ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat تَنْهَىٰ tanhā mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْفَحْشَآءِ l-faḥshāi perbuatan keji وَٱلْمُنكَرِ ۗ wal-munkari dan mungkar وَلَذِكْرُ waladhik'ru dan sungguh mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah أَكْبَرُ ۗ akbaru lebih besar وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa تَصْنَعُونَ taṣnaʿūna kamu kerjakan 45
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab (Al-Qur`ān) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya, salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.