Tilawahku
Masuk
۞

Juz 3

Al-Baqarah (253-286), Ali 'Imran (1-92)

۞ تِلْكَ til'ka itu ٱلرُّسُلُ l-rusulu Rasul-Rasul فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami telah lebihkan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۘ baʿḍin sebagian lain مِّنْهُم min'hum dari/diantara mereka مَّن man orang كَلَّمَ kallama berkata-kata ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَرَفَعَ warafaʿa dan Dia meninggikan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka دَرَجَـٰتٍۢ ۚ darajātin beberapa derajat وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنَ ib'na anak مَرْيَمَ maryama Maryam ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti keterangan/mukjizat وَأَيَّدْنَـٰهُ wa-ayyadnāhu dan Kami perkuat dia بِرُوحِ birūḥi dengan Ruhul/Ruh ٱلْقُدُسِ ۗ l-qudusi Qudus/suci وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا tidak ٱقْتَتَلَ iq'tatala saling membunuh ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِنۢ min dari بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan-keterangan وَلَـٰكِنِ walākini akan tetapi ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka berselisih فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang كَفَرَ ۚ kafara kafir وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا tidak ٱقْتَتَلُوا۟ iq'tatalū mereka saling membunuh وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat مَا apa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki 253

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya1 beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ʻIsa putra Maryam beberapa mukjzat serta Kami perkuat dia dengan Rūḥul Qudus2. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنفِقُوا۟ anfiqū belanjakanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقْنَـٰكُم razaqnākum Kami rezkikan kepadamu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun hari لَّا tidak بَيْعٌۭ bayʿun jual beli فِيهِ fīhi didalamnya وَلَا walā dan tidak ada خُلَّةٌۭ khullatun persahabatan وَلَا walā dan tidak ada شَفَـٰعَةٌۭ ۗ shafāʿatun syafa'at وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim 254

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari, yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat1. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup ٱلْقَيُّومُ ۚ l-qayūmu terus menerus mengurus لَا tidak تَأْخُذُهُۥ takhudhuhu menimpaNya سِنَةٌۭ sinatun kantuk وَلَا walā dan tidak نَوْمٌۭ ۚ nawmun tidur لَّهُۥ lahu kepunyaanNya مَا apa فِى didalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi مَن man siapakah ذَا dhā orang ٱلَّذِى alladhī yang يَشْفَعُ yashfaʿu memberi syafa'at عِندَهُۥٓ ʿindahu disisiNya إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِهِۦ ۚ bi-idh'nihi dengan izinnya يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan/hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُمْ ۖ khalfahum dibelakang mereka وَلَا walā dan tidak يُحِيطُونَ yuḥīṭūna mereka mengetahui بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنْ min dari عِلْمِهِۦٓ ʿil'mihi ilmu Allah إِلَّا illā kecuali بِمَا bimā dengan apa شَآءَ ۚ shāa Dia kehendaki وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi كُرْسِيُّهُ kur'siyyuhu kekuasaanNya ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ ۖ wal-arḍa dan bumi وَلَا walā dan tidak يَـُٔودُهُۥ yaūduhu Dia merasa berat حِفْظُهُمَا ۚ ḥif'ẓuhumā memelihara keduanya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu Maha Besar 255

Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi1 Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

لَآ tidak ada إِكْرَاهَ ik'rāha paksaan فِى dalam/untuk ٱلدِّينِ ۖ l-dīni agama قَد qad sungguh تَّبَيَّنَ tabayyana telah jelas ٱلرُّشْدُ l-rush'du yang benar مِنَ mina dari ٱلْغَىِّ ۚ l-ghayi yang sesat فَمَن faman maka barang siapa يَكْفُرْ yakfur (ia) ingkar بِٱلطَّـٰغُوتِ bil-ṭāghūti kepada Taghut (berhala) وَيُؤْمِنۢ wayu'min dan ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱسْتَمْسَكَ is'tamsaka ia telah berpegang بِٱلْعُرْوَةِ bil-ʿur'wati dengan/kepada tali ٱلْوُثْقَىٰ l-wuth'qā yang teguh لَا tidak akan ٱنفِصَامَ infiṣāma putus لَهَا ۗ lahā baginya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 256

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa yang ingkar kepada ṭāgūt dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 1

ٱللَّهُ al-lahu Allah وَلِىُّ waliyyu pelindung ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يُخْرِجُهُم yukh'rijuhum Dia mengeluarkan mereka مِّنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ ۖ l-nūri cahaya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَوْلِيَآؤُهُمُ awliyāuhumu pelindung mereka ٱلطَّـٰغُوتُ l-ṭāghūtu berhala يُخْرِجُونَهُم yukh'rijūnahum mengeluarkan mereka مِّنَ mina dari ٱلنُّورِ l-nūri cahaya إِلَى ilā kepada ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ l-ẓulumāti kegelapan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 257

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِى alladhī orang yang حَآجَّ ḥājja mendebat إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim فِى dalam/tentang رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya أَنْ an karena ءَاتَىٰهُ ātāhu telah memberikan kepadanya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan/pemerintahan إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim رَبِّىَ rabbiya Tuhanku ٱلَّذِى alladhī yang يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan وَيُمِيتُ wayumītu dan Dia mematikan قَالَ qāla berkata أَنَا۠ anā saya أُحْىِۦ uḥ'yī saya menghidupkan وَأُمِيتُ ۖ wa-umītu dan saya mematikan قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَأْتِى yatī mendatangkan/menerbitkan بِٱلشَّمْسِ bil-shamsi dengan matahari مِنَ mina dari ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur فَأْتِ fati maka datang بِهَا bihā dengannya مِنَ mina dari ٱلْمَغْرِبِ l-maghribi barat فَبُهِتَ fabuhita maka kehilangan akal ٱلَّذِى alladhī orang yang كَفَرَ ۗ kafara kafir وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 258

Apakah kamu tidak memperhatikan orang1 yang mendebat Ibrāhīm tentang Tuhan-nya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrāhīm mengatakan, "Tuhan-ku ialah Yang menghidupkan dan mematikan", orang itu berkata, "Saya dapat menghidupkan dan mematikan"2. Ibrāhīm berkata, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

أَوْ aw atau كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang مَرَّ marra melalui عَلَىٰ ʿalā atas قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri وَهِىَ wahiya dan (negeri) itu خَاوِيَةٌ khāwiyatun roboh عَلَىٰ ʿalā atas عُرُوشِهَا ʿurūshihā atap-atapnya قَالَ qāla ia berkata أَنَّىٰ annā bagaimana يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan هَـٰذِهِ hādhihi (negeri) ini ٱللَّهُ l-lahu Allah بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا ۖ mawtihā matinya فَأَمَاتَهُ fa-amātahu maka mematikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah مِا۟ئَةَ mi-ata seratus عَامٍۢ ʿāmin tahun ثُمَّ thumma kemudian بَعَثَهُۥ ۖ baʿathahu Dia menghidupkannya kembali قَالَ qāla Dia berkata كَمْ kam berapa (lama) لَبِثْتَ ۖ labith'ta kamu tinggal قَالَ qāla ia berkata لَبِثْتُ labith'tu saya tinggal يَوْمًا yawman sehari أَوْ aw atau بَعْضَ baʿḍa setengah يَوْمٍۢ ۖ yawmin hari قَالَ qāla Dia berfirman بَل bal bahkan/tetapi لَّبِثْتَ labith'ta kamu tinggal مِا۟ئَةَ mi-ata seratus عَامٍۢ ʿāmin tahun فَٱنظُرْ fa-unẓur maka lihatlah إِلَىٰ ilā kepada طَعَامِكَ ṭaʿāmika makananmu وَشَرَابِكَ washarābika dan minumanmu لَمْ lam tidak يَتَسَنَّهْ ۖ yatasannah berubah وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah إِلَىٰ ilā kepada حِمَارِكَ ḥimārika keledai kamu وَلِنَجْعَلَكَ walinajʿalaka dan Kami akan jadikan kamu ءَايَةًۭ āyatan tanda/kekuasaan لِّلنَّاسِ ۖ lilnnāsi bagi manusia وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah إِلَى ilā kepada ٱلْعِظَامِ l-ʿiẓāmi tulang belulang كَيْفَ kayfa bagaimana نُنشِزُهَا nunshizuhā Kami menyusunnya kembali ثُمَّ thumma kemudian نَكْسُوهَا naksūhā Kami membungkusnya لَحْمًۭا ۚ laḥman daging فَلَمَّا falammā maka tatkala تَبَيَّنَ tabayyana telah nyata لَهُۥ lahu kepadanya قَالَ qāla ia berkata أَعْلَمُ aʿlamu saya mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 259

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab, "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman, "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَرِنِى arinī perlihatkan kepadaku كَيْفَ kayfa bagaimana تُحْىِ tuḥ'yī Engkau menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ ۖ l-mawtā orang-orang mati قَالَ qāla Dia berfirman أَوَلَمْ awalam apakah tidak تُؤْمِن ۖ tu'min kamu percaya قَالَ qāla ia berkata بَلَىٰ balā ya وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لِّيَطْمَئِنَّ liyaṭma-inna agar menentramkan قَلْبِى ۖ qalbī hatiku قَالَ qāla Dia berfirman فَخُذْ fakhudh maka ambillah أَرْبَعَةًۭ arbaʿatan empat مِّنَ mina dari ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung فَصُرْهُنَّ faṣur'hunna lalu jinakkan/potong-potonglah dari mereka إِلَيْكَ ilayka kepadamu ثُمَّ thumma kemudian ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikan/letakkan عَلَىٰ ʿalā diatas كُلِّ kulli tiap-tiap جَبَلٍۢ jabalin bukit مِّنْهُنَّ min'hunna daripadanya جُزْءًۭا juz'an (tiap) bagian ثُمَّ thumma kemudian ٱدْعُهُنَّ ud'ʿuhunna panggillah dia يَأْتِينَكَ yatīnaka niscaya dia akan datang kepadamu سَعْيًۭا ۚ saʿyan segera وَٱعْلَمْ wa-iʿ'lam dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 260

Dan (ingatlah) ketika Ibrāhīm berkata, "Ya Tuhan-ku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman, "Belum yakinkah kamu?" Ibrāhīm menjawab, "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah1 semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَثَلِ kamathali seperti حَبَّةٍ ḥabbatin biji/benih أَنۢبَتَتْ anbatat ia tumbuh سَبْعَ sabʿa tujuh سَنَابِلَ sanābila tangkai فِى di/pada كُلِّ kulli tiap-tiap سُنۢبُلَةٍۢ sunbulatin tangkai مِّا۟ئَةُ mi-atu seratus حَبَّةٍۢ ۗ ḥabbatin biji/benih وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُضَـٰعِفُ yuḍāʿifu Dia melipat gandakan لِمَن liman bagi siapa yang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas (karuniaNya) عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah1 adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُتْبِعُونَ yut'biʿūna mereka mengiringi مَآ apa أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka nafkahkan مَنًّۭا mannan umpatan وَلَآ walā dan tidak ada أَذًۭى ۙ adhan gunjingan لَّهُمْ lahum bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati 262

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

۞ قَوْلٌۭ qawlun perkataan مَّعْرُوفٌۭ maʿrūfun yang baik وَمَغْفِرَةٌ wamaghfiratun dan pemberian maaf خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّن min daripada صَدَقَةٍۢ ṣadaqatin sedekah يَتْبَعُهَآ yatbaʿuhā ia mengiringinya أَذًۭى ۗ adhan gunjingan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun 263

Perkataan yang baik1 dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تُبْطِلُوا۟ tub'ṭilū kamu merusakkan صَدَقَـٰتِكُم ṣadaqātikum sedekahmu بِٱلْمَنِّ bil-mani dengan umpatan وَٱلْأَذَىٰ wal-adhā dan gunjingan كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang يُنفِقُ yunfiqu (ia) menafkahkan مَالَهُۥ mālahu hartanya رِئَآءَ riāa riya (ingin dilihat) ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَا walā dan tidak يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat فَمَثَلُهُۥ famathaluhu maka perumpamaannya كَمَثَلِ kamathali seperti صَفْوَانٍ ṣafwānin batu licin عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya تُرَابٌۭ turābun tanah/debu فَأَصَابَهُۥ fa-aṣābahu kemudian menimpanya وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat فَتَرَكَهُۥ fatarakahu maka ia meninggalkan صَلْدًۭا ۖ ṣaldan bersih لَّا tidak يَقْدِرُونَ yaqdirūna mereka menguasai عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu مِّمَّا mimmā dari apa yang كَسَبُوا۟ ۗ kasabū mereka usahakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 264

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir1.

وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) membelanjakan أَمْوَٰلَهُمُ amwālahumu harta mereka ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَتَثْبِيتًۭا watathbītan dan untuk keteguhan مِّنْ min dari أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/jiwa mereka كَمَثَلِ kamathali seperti جَنَّةٍۭ jannatin sebuah kebun بِرَبْوَةٍ birabwatin didataran tinggi أَصَابَهَا aṣābahā menimpanya/menyiramnya وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat فَـَٔاتَتْ faātat maka mendatangkan/menghasilkan أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya ضِعْفَيْنِ ḍiʿ'fayni dua kali lipat فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يُصِبْهَا yuṣib'hā menimpanya/menyiramnya وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat فَطَلٌّۭ ۗ faṭallun maka hujan gerimis وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat 265

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

أَيَوَدُّ ayawaddu apakah ingin أَحَدُكُمْ aḥadukum seorang diantaramu أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah لَهُۥ lahu baginya/ mempunyai جَنَّةٌۭ jannatun kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin kurma وَأَعْنَابٍۢ wa-aʿnābin dan anggur تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai لَهُۥ lahu baginya فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلِّ kulli segala macam ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan وَأَصَابَهُ wa-aṣābahu dan menimpanya/datang ٱلْكِبَرُ l-kibaru masa tua وَلَهُۥ walahu dan baginya ذُرِّيَّةٌۭ dhurriyyatun keturunan ضُعَفَآءُ ḍuʿafāu yang lemah فَأَصَابَهَآ fa-aṣābahā maka menimpanya إِعْصَارٌۭ iʿ'ṣārun angin keras فِيهِ fīhi didalamnya نَارٌۭ nārun api فَٱحْتَرَقَتْ ۗ fa-iḥ'taraqat maka terbakar كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat(Nya) لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu memikirkan 266

Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai? Dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu, sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya1.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا apa كَسَبْتُمْ kasabtum kamu usahakan وَمِمَّآ wamimmā dan dari apa yang أَخْرَجْنَا akhrajnā Kami keluarkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَلَا walā dan jangan تَيَمَّمُوا۟ tayammamū kamu memilih ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk-buruk مِنْهُ min'hu daripadanya تُنفِقُونَ tunfiqūna kamu nafkahkan وَلَسْتُم walastum padahal kamu tidak بِـَٔاخِذِيهِ biākhidhīhi dengan mengambilnya إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa تُغْمِضُوا۟ tugh'miḍū kamu memicingkan mata فِيهِ ۚ fīhi padanya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌ ḥamīdun Maha Terpuji 267

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

ٱلشَّيْطَـٰنُ al-shayṭānu syaitan يَعِدُكُمُ yaʿidukumu (ia) menjanjikan kamu ٱلْفَقْرَ l-faqra kemiskinan وَيَأْمُرُكُم wayamurukum dan ia menyuruh kamu بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ bil-faḥshāi dengan berbuat kejahatan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعِدُكُم yaʿidukum Dia menjanjikan kamu مَّغْفِرَةًۭ maghfiratan ampunan مِّنْهُ min'hu daripadanya وَفَضْلًۭا ۗ wafaḍlan dan karunia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 268

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia1. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

يُؤْتِى yu'tī Dia memberikan ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَن waman dan siapa يُؤْتَ yu'ta diberi ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah فَقَدْ faqad maka sungguh أُوتِىَ ūtiya ia diberi خَيْرًۭا khayran kebajikan كَثِيرًۭا ۗ kathīran banyak وَمَا wamā dan tidak يَذَّكَّرُ yadhakkaru mengambil pelajaran إِلَّآ illā melainkan أُو۟لُوا۟ ulū golongan/kelompok ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi berpengetahuan/berilmu 269

Allah menganugerahkan Al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`ān dan As-Sunah) kepada siapa yang dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

وَمَآ wamā dan apa أَنفَقْتُم anfaqtum kamu nafkahkan مِّن min dari نَّفَقَةٍ nafaqatin sesuatu nafkah أَوْ aw atau نَذَرْتُم nadhartum kamu nadzarkan مِّن min dari نَّذْرٍۢ nadhrin sesuatu nadzar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُهُۥ ۗ yaʿlamuhu Dia mengetahuinya وَمَا wamā dan tidak لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang dzalim مِنْ min dari أَنصَارٍ anṣārin penolong 270

Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan1, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim, tidak ada seorang penolong pun baginya.

إِن in jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu menampakkan ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah فَنِعِمَّا faniʿimmā maka itu baik هِىَ ۖ hiya ia وَإِن wa-in jika تُخْفُوهَا tukh'fūhā kamu menyembunyikannya وَتُؤْتُوهَا watu'tūhā dan kamu berikannya ٱلْفُقَرَآءَ l-fuqarāa orang-orang fakir فَهُوَ fahuwa maka itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَيُكَفِّرُ wayukaffiru dan Dia akan menghapuskan عَنكُم ʿankum dari kalian مِّن min dari سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 271

Jika kamu menampakkan sedekah(mu)1, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya2 dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

۞ لَّيْسَ laysa bukanlah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu هُدَىٰهُمْ hudāhum menjadikan mereka mendapat petunjuk وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin yang baik فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ fali-anfusikum maka untuk dirimu sendiri وَمَا wamā dan tidak تُنفِقُونَ tunfiqūna kamu menafkahkan إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari وَجْهِ wajhi wajah/keridhaan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin yang baik يُوَفَّ yuwaffa akan dicukupi إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya 272

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).

لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi bagi orang-orang fakir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُحْصِرُوا۟ uḥ'ṣirū (mereka) terkepung فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat ضَرْبًۭا ḍarban berusaha فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَحْسَبُهُمُ yaḥsabuhumu menyangka mereka ٱلْجَاهِلُ l-jāhilu orang yang bodoh أَغْنِيَآءَ aghniyāa orang-orang kaya مِنَ mina dari ٱلتَّعَفُّفِ l-taʿafufi meminta-minta تَعْرِفُهُم taʿrifuhum kamu kenal mereka بِسِيمَـٰهُمْ bisīmāhum dengan sifat-sifat mereka لَا tidak يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka meminta ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia إِلْحَافًۭا ۗ il'ḥāfan secara mendesak وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin yang baik فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِهِۦ bihi dengannya/padanya عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 273

(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya; mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan أَمْوَٰلَهُم amwālahum harta mereka بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari سِرًّۭا sirran (secara) sembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati 274

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَأْكُلُونَ yakulūna (mereka) memakan ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba لَا tidak يَقُومُونَ yaqūmūna mereka dapat berdiri إِلَّا illā melainkan كَمَا kamā seperti يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلَّذِى alladhī orang yang يَتَخَبَّطُهُ yatakhabbaṭuhu masuk padanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan مِنَ mina dari ٱلْمَسِّ ۚ l-masi sentuhan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan sebab mereka قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْبَيْعُ l-bayʿu jual beli مِثْلُ mith'lu seperti ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ l-riba riba وَأَحَلَّ wa-aḥalla dan menghalalkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْبَيْعَ l-bayʿa jual beli وَحَرَّمَ waḥarrama dan Dia mengharamkan ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ l-riba riba فَمَن faman maka barang siapa جَآءَهُۥ jāahu telah sampai padanya مَوْعِظَةٌۭ mawʿiẓatun nasehat/pelajaran مِّن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَٱنتَهَىٰ fa-intahā maka/lalu ia berhenti فَلَهُۥ falahu maka baginya مَا apa سَلَفَ salafa telah lalu وَأَمْرُهُۥٓ wa-amruhu dan urusannya إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَنْ waman dan barang siapa عَادَ ʿāda (ia) mengulangi فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna (mereka) kekal 275

Orang-orang yang makan (mengambil) riba1 tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan2 lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhan-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah3. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

يَمْحَقُ yamḥaqu menghapuskan/memusnahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba وَيُرْبِى wayur'bī dan Dia menyuburkan ٱلصَّدَقَـٰتِ ۗ l-ṣadaqāti sedekah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai كُلَّ kulla setiap كَفَّارٍ kaffārin orang yang tetap kafir أَثِيمٍ athīmin yang berbuat dosa 276

Allah memusnahkan riba1 dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa2.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan (mereka) beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan (mereka) menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat لَهُمْ lahum maka bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati 277

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah مَا apa بَقِىَ baqiya tersisa مِنَ mina dari ٱلرِّبَوٰٓا۟ l-riba riba إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 278

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan فَأْذَنُوا۟ fadhanū maka ketahuilah pernyataan بِحَرْبٍۢ biḥarbin dengan adanya perang مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ ۖ warasūlihi dan RasulNya وَإِن wa-in dan jika تُبْتُمْ tub'tum kamu bertaubat فَلَكُمْ falakum maka bagimu رُءُوسُ ruūsu (modal) pokok أَمْوَٰلِكُمْ amwālikum hartamu لَا tidak تَظْلِمُونَ taẓlimūna kamu menganiaya وَلَا walā dan tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya 279

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada ذُو dhū mempunyai عُسْرَةٍۢ ʿus'ratin kesukaran فَنَظِرَةٌ fanaẓiratun maka berilah tangguh إِلَىٰ ilā sampai مَيْسَرَةٍۢ ۚ maysaratin kelapangan/kelonggaran وَأَن wa-an dan jika تَصَدَّقُوا۟ taṣaddaqū kamu menyederhanakan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 280

Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan peliharalah dirimu يَوْمًۭا yawman (pada) hari تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan فِيهِ fīhi padanya (hari itu) إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian تُوَفَّىٰ tuwaffā dibalas dengan sempurna كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna (mereka) dianiaya 281

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila تَدَايَنتُم tadāyantum kamu berhutang piutang بِدَيْنٍ bidaynin dengan hutang إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman yang ditentukan فَٱكْتُبُوهُ ۚ fa-uk'tubūhu maka hendaklah kamu menuliskannya وَلْيَكْتُب walyaktub dan hendaklah menulis بَّيْنَكُمْ baynakum diantara kamu كَاتِبٌۢ kātibun seorang penulis بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil وَلَا walā dan tidak يَأْبَ yaba enggan كَاتِبٌ kātibun seorang penulis أَن an bahwa يَكْتُبَ yaktuba menulis كَمَا kamā sebagaimana عَلَّمَهُ ʿallamahu telah mengajarkannya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah فَلْيَكْتُبْ falyaktub maka hendaklah ia menulis وَلْيُمْلِلِ walyum'lili dan hendaklah membacakan ٱلَّذِى alladhī orang yang عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak وَلْيَتَّقِ walyattaqi dan hendaklah ia bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya وَلَا walā dan janganlah يَبْخَسْ yabkhas ia mengurangi مِنْهُ min'hu daripadanya شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada ٱلَّذِى alladhī orang yang عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak سَفِيهًا safīhan lemah akal أَوْ aw atau ضَعِيفًا ḍaʿīfan lemah (keadaannya) أَوْ aw atau لَا tidak يَسْتَطِيعُ yastaṭīʿu ia mampu أَن an untuk يُمِلَّ yumilla membacakan هُوَ huwa ia فَلْيُمْلِلْ falyum'lil maka hendaklah membacakan وَلِيُّهُۥ waliyyuhu walinya بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil وَٱسْتَشْهِدُوا۟ wa-is'tashhidū dan persaksikanlah شَهِيدَيْنِ shahīdayni dua orang saksi مِن min dari رِّجَالِكُمْ ۖ rijālikum orang-orang laki-lakimu فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَكُونَا yakūnā ada رَجُلَيْنِ rajulayni dua orang lelaki فَرَجُلٌۭ farajulun maka seorang lelaki وَٱمْرَأَتَانِ wa-im'ra-atāni dan dua orang perempuan مِمَّن mimman dari orang تَرْضَوْنَ tarḍawna kamu ridhai مِنَ mina dari ٱلشُّهَدَآءِ l-shuhadāi saksi-saksi أَن an bahwa تَضِلَّ taḍilla lupa إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya فَتُذَكِّرَ fatudhakkira maka mengingatkan إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya ٱلْأُخْرَىٰ ۚ l-ukh'rā yang lain وَلَا walā dan jangan يَأْبَ yaba enggan ٱلشُّهَدَآءُ l-shuhadāu saksi-saksi itu إِذَا idhā apabila مَا apa دُعُوا۟ ۚ duʿū mereka seru/panggil وَلَا walā dan jangan تَسْـَٔمُوٓا۟ tasamū kamu jemu أَن an bahwa/untuk تَكْتُبُوهُ taktubūhu menuliskan صَغِيرًا ṣaghīran kecil أَوْ aw atau كَبِيرًا kabīran besar إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلِهِۦ ۚ ajalihi waktu ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَقْسَطُ aqsaṭu lebih adil عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَقْوَمُ wa-aqwamu dan lebih menguatkan لِلشَّهَـٰدَةِ lilshahādati bagi persaksian وَأَدْنَىٰٓ wa-adnā dan lebih dekat أَلَّا allā untuk tidak تَرْتَابُوٓا۟ ۖ tartābū menimbulkan keragu-raguan إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَكُونَ takūna itu (muamalah) adalah تِجَـٰرَةً tijāratan perdagangan حَاضِرَةًۭ ḥāḍiratan tunai تُدِيرُونَهَا tudīrūnahā kamu jalankannya بَيْنَكُمْ baynakum diantaramu فَلَيْسَ falaysa maka tidak ada عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun dosa أَلَّا allā untuk tidak تَكْتُبُوهَا ۗ taktubūhā kamu menulisnya وَأَشْهِدُوٓا۟ wa-ashhidū dan persaksikanlah إِذَا idhā apabila تَبَايَعْتُمْ ۚ tabāyaʿtum kamu berjual beli وَلَا walā dan jangan يُضَآرَّ yuḍārra saling menyulitkan كَاتِبٌۭ kātibun penulis وَلَا walā dan jangan شَهِيدٌۭ ۚ shahīdun saksi وَإِن wa-in dan jika تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya itu فُسُوقٌۢ fusūqun kefasikan بِكُمْ ۗ bikum dengan/untuk kalian وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah وَيُعَلِّمُكُمُ wayuʿallimukumu dan mengajarmu ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 282

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah1 tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhan-nya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun dari utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan saksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa, maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar, sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu itu) kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan saksikanlah apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

۞ وَإِن wa-in dan jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah عَلَىٰ ʿalā atas/dalam سَفَرٍۢ safarin perjalanan وَلَمْ walam dan tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu memperoleh كَاتِبًۭا kātiban seorang penulis فَرِهَـٰنٌۭ farihānun maka barang jaminan مَّقْبُوضَةٌۭ ۖ maqbūḍatun yang dipegang فَإِنْ fa-in maka jika أَمِنَ amina mempercayai بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بَعْضًۭا baʿḍan sebagian yang lain فَلْيُؤَدِّ falyu-addi maka hendaklah menunaikan ٱلَّذِى alladhī orang yang ٱؤْتُمِنَ u'tumina dipercayai أَمَـٰنَتَهُۥ amānatahu amanatnya وَلْيَتَّقِ walyattaqi maka hendaklah bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّهُۥ ۗ rabbahu Tuhannya وَلَا walā dan jangan تَكْتُمُوا۟ taktumū kamu sembunyikan ٱلشَّهَـٰدَةَ ۚ l-shahādata persaksian وَمَن waman dan barang siapa يَكْتُمْهَا yaktum'hā menyembunyikannya فَإِنَّهُۥٓ fa-innahu maka sesungguhnya ia ءَاثِمٌۭ āthimun berdosa قَلْبُهُۥ ۗ qalbuhu hatinya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 283

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan1 yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhan-nya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

لِّلَّهِ lillahi milik Allah مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَإِن wa-in dan jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan مَا apa فِىٓ di dalam أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَوْ aw atau تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya يُحَاسِبْكُم yuḥāsib'kum akan membuat perhitungan padamu بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَيَغْفِرُ fayaghfiru maka Dia mengampuni لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 284

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ءَامَنَ āmana telah beriman ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul-Rasul بِمَآ bimā kepada apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مِن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin كُلٌّ kullun semuanya ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-KitabNya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya لَا tidak نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan بَيْنَ bayna diantara أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّن min dari رُّسُلِهِۦ ۚ rusulihi rasul-rasulNya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar وَأَطَعْنَا ۖ wa-aṭaʿnā dan kami taat غُفْرَانَكَ ghuf'rānaka ampunan-Mu رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَإِلَيْكَ wa-ilayka dan kepada Engkau ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 285

Rasul telah beriman kepada Al-Qur`ān yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan, "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa), "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali".

لَا tidak يُكَلِّفُ yukallifu membebani ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā melainkan وُسْعَهَا ۚ wus'ʿahā kesanggupannya لَهَا lahā baginya مَا apa كَسَبَتْ kasabat usahakan وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan atasnya مَا apa ٱكْتَسَبَتْ ۗ ik'tasabat kerjakan رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا janganlah تُؤَاخِذْنَآ tuākhidh'nā Engkau hukum kami إِن in jika نَّسِينَآ nasīnā kami lupa أَوْ aw atau أَخْطَأْنَا ۚ akhṭanā kami bersalah رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَلَا walā dan janganlah تَحْمِلْ taḥmil Engkau bebankan عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami إِصْرًۭا iṣ'ran yang berat كَمَا kamā sebagaimana حَمَلْتَهُۥ ḥamaltahu Engkau bebankannya عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِنَا ۚ qablinā sebelum kami رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَلَا walā dan jangan تُحَمِّلْنَا tuḥammil'nā Engkau pikulkan pada kami مَا apa لَا tidak طَاقَةَ ṭāqata sanggup لَنَا lanā bagi kami بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَٱعْفُ wa-uʿ'fu dan maafkanlah عَنَّا ʿannā dari kami وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَٱرْحَمْنَآ ۚ wa-ir'ḥamnā dan rahmatilah kami أَنتَ anta Engkau مَوْلَىٰنَا mawlānā penolong kami فَٱنصُرْنَا fa-unṣur'nā maka tolonglah kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

الٓمٓ alif-lam-meem Alif Lam Mim 1

Alif Lām Mīm.

ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup (kekal) ٱلْقَيُّومُ l-qayūmu berdiri sendiri 2

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya1.

نَزَّلَ nazzala Dia telah menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab (Al Quran) بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan sebenarnya مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa (kitab) بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil 3

Dia menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,

مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum هُدًۭى hudan menjadi petunjuk لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan ٱلْفُرْقَانَ ۗ l-fur'qāna Al Furqan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa شَدِيدٌۭ ۗ shadīdun yang berat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa ذُو dhū mempunyai ٱنتِقَامٍ intiqāmin pembalasan siksa 4

sebelum (Al-Qur`ān), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqān1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi عَلَيْهِ ʿalayhi atasNya شَىْءٌۭ shayon sesuatu (apapun) فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit 5

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُصَوِّرُكُمْ yuṣawwirukum membentuk kamu فِى dalam ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi rahim كَيْفَ kayfa bagaimana يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 6

Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab مِنْهُ min'hu daripadanya ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat مُّحْكَمَـٰتٌ muḥ'kamātun muhkamat (jelas maksudnya) هُنَّ hunna itulah أُمُّ ummu isi pokok ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَأُخَرُ wa-ukharu dan yang lain مُتَشَـٰبِهَـٰتٌۭ ۖ mutashābihātun mutasyabihat (mengandung beberapa pengertian) فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka زَيْغٌۭ zayghun condong pada kesesatan فَيَتَّبِعُونَ fayattabiʿūna maka mereka mengikuti مَا apa (ayat-ayat) تَشَـٰبَهَ tashābaha mutasyabihat مِنْهُ min'hu daripadanya ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa untuk mengharapkan ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah وَٱبْتِغَآءَ wa-ib'tighāa dan mengharapkan/mencari تَأْوِيلِهِۦ ۗ tawīlihi penjelasannya وَمَا wamā dan tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui تَأْوِيلَهُۥٓ tawīlahu penjelasannya إِلَّا illā melainkan ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَٱلرَّٰسِخُونَ wal-rāsikhūna dan orang-orang yang mendalam فِى di dalam ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦ bihi kepadanya كُلٌّۭ kullun semuanya مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi رَبِّنَا ۗ rabbinā Tuhan kami وَمَا wamā dan tidak يَذَّكَّرُ yadhakkaru mengambil pelajaran إِلَّآ illā melainkan أُو۟لُوا۟ ulū golongan ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi orang-orang yang berpengetahuan 7

Dia-lah yang menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat1, itulah pokok-pokok isi Al-Qur`ān dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat2. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan orang-orang yang berakal.

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا jangan تُزِغْ tuzigh Engkau condongkan pada kesesatan قُلُوبَنَا qulūbanā hati kami بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh tatkala هَدَيْتَنَا hadaytanā Engkau beri petunjuk pada kami وَهَبْ wahab berilah لَنَا lanā bagi kami مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau رَحْمَةً ۚ raḥmatan rahmat إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْوَهَّابُ l-wahābu Maha Pemberi 8

(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau جَامِعُ jāmiʿu mengumpulkan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لِيَوْمٍۢ liyawmin untuk hari لَّا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۚ fīhi padanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُخْلِفُ yukh'lifu Dia menyalahi ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji 9

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَن lan tidak تُغْنِىَ tugh'niya mencukupi/menolak عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan itulah هُمْ hum mereka وَقُودُ waqūdu bahan bakar ٱلنَّارِ l-nāri api neraka 10

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.

كَدَأْبِ kadabi seperti keadaan ءَالِ āli keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Firaun وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā ayat-ayat kami فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka menyiksa mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِذُنُوبِهِمْ ۗ bidhunūbihim dosa-dosa mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa 11

(keadaan mereka) adalah seperti keadaan kaum Firʻawn dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami, karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

قُل qul katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar سَتُغْلَبُونَ satugh'labūna kamu pasti akan dikalahkan وَتُحْشَرُونَ watuḥ'sharūna dan kamu akan digiring إِلَىٰ ilā ke dalam جَهَنَّمَ ۚ jahannama neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat 12

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".

قَدْ qad sungguh كَانَ kāna telah ada لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَةٌۭ āyatun tanda-tanda فِى pada فِئَتَيْنِ fi-atayni dua golongan ٱلْتَقَتَا ۖ l-taqatā bertemu (berperang) فِئَةٌۭ fi-atun segolongan تُقَـٰتِلُ tuqātilu berperang فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأُخْرَىٰ wa-ukh'rā dan yang lain كَافِرَةٌۭ kāfiratun kafir يَرَوْنَهُم yarawnahum mereka melihat مِّثْلَيْهِمْ mith'layhim dua kali sebanyak mereka رَأْىَ raya pandangan ٱلْعَيْنِ ۚ l-ʿayni mata وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُؤَيِّدُ yu-ayyidu Dia menguatkan بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya مَن man dari يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan (terdapat) pelajaran لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri penglihatan 13

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur)1. Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir, yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

زُيِّنَ zuyyina dijadikan indah (pandangan) لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia حُبُّ ḥubbu kecintaan ٱلشَّهَوَٰتِ l-shahawāti segala yang diingini مِنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita وَٱلْبَنِينَ wal-banīna dan anak-anak وَٱلْقَنَـٰطِيرِ wal-qanāṭīri dan harta ٱلْمُقَنطَرَةِ l-muqanṭarati yang banyak مِنَ mina dari ٱلذَّهَبِ l-dhahabi emas وَٱلْفِضَّةِ wal-fiḍati dan perak وَٱلْخَيْلِ wal-khayli dan kuda ٱلْمُسَوَّمَةِ l-musawamati yang pilihan وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak وَٱلْحَرْثِ ۗ wal-ḥarthi dan sawah ladang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عِندَهُۥ ʿindahu di sisiNya حُسْنُ ḥus'nu yang terbaik ٱلْمَـَٔابِ l-maābi tempat kembali 14

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak1, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

۞ قُلْ qul katakanlah أَؤُنَبِّئُكُم a-unabbi-ukum maukah aku beritakan kepadamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan yang lebih baik مِّن min dari ذَٰلِكُمْ ۚ dhālikum demikian itu لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya وَأَزْوَٰجٌۭ wa-azwājun dan isteri-isteri مُّطَهَّرَةٌۭ muṭahharatun yang disucikan وَرِضْوَٰنٌۭ wariḍ'wānun dan (mendapatkan) keridhaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya 15

Katakanlah, "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّنَآ innanā sesungguhnya kami ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لَنَا lanā bagi/untuk kami ذُنُوبَنَا dhunūbanā segala dosa kami وَقِنَا waqinā dan peliharalah kami عَذَابَ ʿadhāba siksa ٱلنَّارِ l-nāri neraka 16

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka",

ٱلصَّـٰبِرِينَ al-ṣābirīna orang-orang yang sabar وَٱلصَّـٰدِقِينَ wal-ṣādiqīna dan orang-orang yang benar وَٱلْقَـٰنِتِينَ wal-qānitīna dan orang-orang yang tetap taat وَٱلْمُنفِقِينَ wal-munfiqīna dan orang-orang yang menafkahkan hartanya وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ wal-mus'taghfirīna dan orang-orang yang mohon ampun بِٱلْأَسْحَارِ bil-asḥāri pada waktu sahur 17

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur1.

شَهِدَ shahida menyaksikan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَنَّهُۥ annahu bahwasanya لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan para Malaikat وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan orang-orang yang mempunyai ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu قَآئِمًۢا qāiman yang menegakkan بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan keadilan لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 18

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan; Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu1 (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلدِّينَ l-dīna agama عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْإِسْلَـٰمُ ۗ l-is'lāmu Islam وَمَا wamā dan tidak ٱخْتَلَفَ ikh'talafa berselisih ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu ilmu/pengetahuan بَغْيًۢا baghyan karena kedengkian بَيْنَهُمْ ۗ baynahum diantara mereka وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi membuat perhitungan 19

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Alkitab1 kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

فَإِنْ fa-in maka jika حَآجُّوكَ ḥājjūka mereka mendebat kamu فَقُلْ faqul maka katakanlah أَسْلَمْتُ aslamtu aku menyerahkan وَجْهِىَ wajhiya diriku لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَمَنِ wamani dan orang yang ٱتَّبَعَنِ ۗ ittabaʿani mengikuti aku وَقُل waqul dan katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ wal-umiyīna dan orang-orang ummi (buta huruf) ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ a-aslamtum apakah kamu masuk Islam فَإِنْ fa-in maka jika أَسْلَمُوا۟ aslamū mereka masuk Islam فَقَدِ faqadi maka sungguh ٱهْتَدَوا۟ ۖ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk وَّإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah عَلَيْكَ ʿalayka kewajiban atasmu ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu menyampaikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya 20

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Alkitab dan kepada orang-orang yang umi1, "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi بِغَيْرِ bighayri bukan/tanpa حَقٍّۢ ḥaqqin kebenaran وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَأْمُرُونَ yamurūna (mereka) menyuruh بِٱلْقِسْطِ bil-qis'ṭi dengan keadilan مِنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beritakanlah mereka بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksa أَلِيمٍ alīmin yang pedih 21

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَبِطَتْ ḥabiṭat lenyap/putus أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum mereka (memperoleh) مِّن min daripada نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong 22

Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi نَصِيبًۭا naṣīban bagian مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab يُدْعَوْنَ yud'ʿawna mereka diseru إِلَىٰ ilā kepada كِتَـٰبِ kitābi kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيَحْكُمَ liyaḥkuma supaya ia menetapkan hukum بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka ثُمَّ thumma kemudian يَتَوَلَّىٰ yatawallā berpaling فَرِيقٌۭ farīqun segolongan/sebagian مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka وَهُم wahum dan mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna (mereka) berpaling 23

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian, yaitu Alkitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan لَن lan tidak تَمَسَّنَا tamassanā menyentuh ٱلنَّارُ l-nāru api neraka إِلَّآ illā kecuali أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari مَّعْدُودَٰتٍۢ ۖ maʿdūdātin yang dapat dihitung وَغَرَّهُمْ wagharrahum dan memperdayakan mereka فِى dalam دِينِهِم dīnihim agama mereka مَّا apa apa (segala)? كَانُوا۟ kānū yang demikian itu? يَفْتَرُونَ yaftarūna (mereka) ada-adakan 24

Hal itu adalah karena mereka mengaku, "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana إِذَا idhā apabila جَمَعْنَـٰهُمْ jamaʿnāhum Kami kumpulkan mereka لِيَوْمٍۢ liyawmin pada hari لَّا tidak رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi didalamnya وَوُفِّيَتْ wawuffiyat dan disempurnakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna (mereka) dianiaya 25

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Tuhan مَـٰلِكَ mālika yang merajai/mempunyai ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan تُؤْتِى tu'tī Engkau beri ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan مَن man orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتَنزِعُ watanziʿu dan Engkau cabut ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan مِمَّن mimman dari orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتُعِزُّ watuʿizzu dan Engkau muliakan مَن man orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتُذِلُّ watudhillu dan Engkau hinakan مَن man orang تَشَآءُ ۖ tashāu Engkau kehendaki بِيَدِكَ biyadika dengan tangan Engkau ٱلْخَيْرُ ۖ l-khayru kebaikan إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 26

Katakanlah, "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau-lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

تُولِجُ tūliju Engkau masukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى ke dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَتُولِجُ watūliju dan Engkau masukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى pada ٱلَّيْلِ ۖ al-layli malam hari وَتُخْرِجُ watukh'riju dan Engkau keluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَتُخْرِجُ watukh'riju dan Engkau keluarkan ٱلْمَيِّتَ l-mayita yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ ۖ l-ḥayi yang hidup وَتَرْزُقُ watarzuqu dan Engkau beri rezki مَن man orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan 27

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup1. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".

لَّا jangan يَتَّخِذِ yattakhidhi mengambil/menjadikan ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mukmin وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal ia berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian فَلَيْسَ falaysa maka bukan/tidak ada مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah فِى dalam شَىْءٍ shayin sesuatu/sedikitpun إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَتَّقُوا۟ tattaqū kamu memelihara diri مِنْهُمْ min'hum dari mereka تُقَىٰةًۭ ۗ tuqātan suatu yang ditakuti وَيُحَذِّرُكُمُ wayuḥadhirukumu dan memperingatkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسَهُۥ ۗ nafsahu diriNya وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 28

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali1 dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

قُلْ qul katakanlah إِن in jika تُخْفُوا۟ tukh'fū kamu menyembunyikan مَا apa فِى di dalam صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dadamu/hatimu أَوْ aw atau تُبْدُوهُ tub'dūhu kamu lahirkannya يَعْلَمْهُ yaʿlamhu pasti mengetahuinya ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 29

Katakanlah, "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

يَوْمَ yawma pada hari تَجِدُ tajidu mendapati كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa عَمِلَتْ ʿamilat ia perbuat مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan مُّحْضَرًۭا muḥ'ḍaran yang dihadapkan وَمَا wamā dan apa عَمِلَتْ ʿamilat ia perbuat مِن min dari سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk تَوَدُّ tawaddu mereka ingin لَوْ law sekiranya أَنَّ anna bahwa بَيْنَهَا baynahā antara ia وَبَيْنَهُۥٓ wabaynahu dan antara hari itu أَمَدًۢا amadan ada masa بَعِيدًۭا ۗ baʿīdan yang jauh وَيُحَذِّرُكُمُ wayuḥadhirukumu dan memperingatkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسَهُۥ ۗ nafsahu diriNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah رَءُوفٌۢ raūfun Maha Penyayang بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya 30

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

قُلْ qul katakanlah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُحِبُّونَ tuḥibbūna mencintai ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱتَّبِعُونِى fa-ittabiʿūnī maka ikutilah aku يُحْبِبْكُمُ yuḥ'bib'kumu mencintai kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian ذُنُوبَكُمْ ۗ dhunūbakum dosa-dosamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 31

Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

قُلْ qul katakanlah أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ ۖ wal-rasūla dan Rasul فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 32

Katakanlah, "Taatilah Allah dan rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰٓ iṣ'ṭafā Dia telah memilih ءَادَمَ ādama Adam وَنُوحًۭا wanūḥan dan Nuh وَءَالَ waāla dan keluarga إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَءَالَ waāla dan keluarga عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 33

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nūḥ, keluarga Ibrāhīm dan keluarga ʻImrān melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

ذُرِّيَّةًۢ dhurriyyatan suatu keturunan بَعْضُهَا baʿḍuhā sebagiannya مِنۢ min dari بَعْضٍۢ ۗ baʿḍin sebagian yang lain وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 34

(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

إِذْ idh (Ingatlah) ketika قَالَتِ qālati berkata ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran رَبِّ rabbi Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku نَذَرْتُ nadhartu aku menadzarkan لَكَ laka kepada Engkau مَا apa فِى di dalam بَطْنِى baṭnī perutku مُحَرَّرًۭا muḥarraran menjadi hamba yang berhidmat فَتَقَبَّلْ fataqabbal maka/karena itu terimalah مِنِّىٓ ۖ minnī dari padaku إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 35

(Ingatlah), ketika istri ʻImrān berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

فَلَمَّا falammā maka tatkala وَضَعَتْهَا waḍaʿathā ia melahirkannya قَالَتْ qālat ia berkata رَبِّ rabbi Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku وَضَعْتُهَآ waḍaʿtuhā aku telah melahirkannya أُنثَىٰ unthā seorang anak perempuan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa وَضَعَتْ waḍaʿat ia lahirkan وَلَيْسَ walaysa dan bukanlah/tidaklah ٱلذَّكَرُ l-dhakaru anak laki-laki كَٱلْأُنثَىٰ ۖ kal-unthā seperti anak perempuan وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku سَمَّيْتُهَا sammaytuhā (aku) telah menamainya مَرْيَمَ maryama Maryam وَإِنِّىٓ wa-innī dan sesungguhnya aku أُعِيذُهَا uʿīdhuhā (aku) melindunginya بِكَ bika kepada Engkau وَذُرِّيَّتَهَا wadhurriyyatahā dan keturunannya مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan ٱلرَّجِيمِ l-rajīmi yang terkutuk 36

Maka tatkala istri ʻImrān melahirkan anaknya, dia pun berkata, "Ya Tuhan-ku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk".

فَتَقَبَّلَهَا fataqabbalahā maka menerimanya رَبُّهَا rabbuhā Tuhannya بِقَبُولٍ biqabūlin dengan penerimaan حَسَنٍۢ ḥasanin yang baik وَأَنۢبَتَهَا wa-anbatahā dan Dia menumbuhkannya نَبَاتًا nabātan dengan pertumbuhan حَسَنًۭا ḥasanan yang baik وَكَفَّلَهَا wakaffalahā dan memeliharanya زَكَرِيَّا ۖ zakariyyā Zakaria كُلَّمَا kullamā setiap kali دَخَلَ dakhala masuk عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya زَكَرِيَّا zakariyyā Zakaria ٱلْمِحْرَابَ l-miḥ'rāba mimbar وَجَدَ wajada dia dapati عِندَهَا ʿindahā di sisinya رِزْقًۭا ۖ riz'qan makanan قَالَ qāla dia berkata يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! أَنَّىٰ annā dari mana لَكِ laki bagimu هَـٰذَا ۖ hādhā ini (makanan) قَالَتْ qālat ia berkata هُوَ huwa ia (makanan) مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَرْزُقُ yarzuqu dia memberi rezki مَن man dari siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tidak حِسَابٍ ḥisābin perhitungan 37

Maka Tuhan-nya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariyyā pemeliharanya. Setiap Zakariyyā masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariyyā berkata, "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab, "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

هُنَالِكَ hunālika disanalah دَعَا daʿā berdoa زَكَرِيَّا zakariyyā Zakaria رَبَّهُۥ ۖ rabbahu Tuhannya قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi Tuhanku هَبْ hab berilah لِى bagiku مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan طَيِّبَةً ۖ ṭayyibatan yang baik إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau سَمِيعُ samīʿu Maha Mendengar ٱلدُّعَآءِ l-duʿāi doa 38

Di sanalah Zakariyyā berdoa kepada Tuhan-nya seraya berkata, "Ya Tuhan-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

فَنَادَتْهُ fanādathu maka memanggilnya ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat وَهُوَ wahuwa dan Dia قَآئِمٌۭ qāimun sedang berdiri يُصَلِّى yuṣallī dia sholat فِى di ٱلْمِحْرَابِ l-miḥ'rābi mimbar أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُبَشِّرُكَ yubashiruka menyampaikan kabar gembira kepadamu بِيَحْيَىٰ biyaḥyā dengan Yahya مُصَدِّقًۢا muṣaddiqan membenarkan بِكَلِمَةٍۢ bikalimatin dengan kalimat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَسَيِّدًۭا wasayyidan dan (menjadi) ketua وَحَصُورًۭا waḥaṣūran dan menahan diri وَنَبِيًّۭا wanabiyyan dan seorang Nabi مِّنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 39

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariyyā, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya), "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahyā, yang membenarkan kalimat1 (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

قَالَ qāla dia (Zakaria) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu adalah لِى bagiku غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak وَقَدْ waqad dan sungguh بَلَغَنِىَ balaghaniya aku telah sampai ٱلْكِبَرُ l-kibaru besar/tua وَٱمْرَأَتِى wa-im'ra-atī dan isteriku عَاقِرٌۭ ۖ ʿāqirun mandul قَالَ qāla Dia berfirman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat مَا apa يَشَآءُ yashāu dikehendaki 40

Zakariyyā berkata, "Ya Tuhan-ku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?" Berfirman Allah, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".

قَالَ qāla dia (Zakaria) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah لِّىٓ bagiku ءَايَةًۭ ۖ āyatan tanda-tanda قَالَ qāla Dia berfirman ءَايَتُكَ āyatuka tanda-tandamu أَلَّا allā bahwa tidak تُكَلِّمَ tukallima kamu berkata-kata ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga أَيَّامٍ ayyāmin hari إِلَّا illā kecuali رَمْزًۭا ۗ ramzan isyarat وَٱذْكُر wa-udh'kur dan sebutlah رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu كَثِيرًۭا kathīran sebanyak-banyaknya وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi diwaktu petang وَٱلْإِبْكَـٰرِ wal-ib'kāri dan pagi hari 41

Berkata Zakariyyā, "Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung)". Allah berfirman, "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhan-mu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَتِ qālati berkata ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰكِ iṣ'ṭafāki Dia memilih kamu وَطَهَّرَكِ waṭahharaki dan Dia mensucikan kamu وَٱصْطَفَىٰكِ wa-iṣ'ṭafāki dan Dia memilih/melebihkan kamu عَلَىٰ ʿalā atas نِسَآءِ nisāi wanita-wanita ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 42

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! ٱقْنُتِى uq'nutī taatlah لِرَبِّكِ lirabbiki kepada Tuhanmu وَٱسْجُدِى wa-us'judī dan sujudlah وَٱرْكَعِى wa-ir'kaʿī dan ruku'lah مَعَ maʿa bersama ٱلرَّٰكِعِينَ l-rākiʿīna orang-orang yang ruku' 43

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhan-mu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk1.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi berita-berita ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib نُوحِيهِ nūḥīhi Kami mewahyukan إِلَيْكَ ۚ ilayka kepadamu وَمَا wamā dan tidak كُنتَ kunta kamu berada لَدَيْهِمْ ladayhim disisi mereka إِذْ idh ketika يُلْقُونَ yul'qūna mereka melemparkan أَقْلَـٰمَهُمْ aqlāmahum anak-anak panah mereka أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka يَكْفُلُ yakfulu yang akan memelihara مَرْيَمَ maryama Maryam وَمَا wamā dan tidak كُنتَ kunta kamu berada لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka إِذْ idh ketika يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bersengketa 44

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

إِذْ idh ketika قَالَتِ qālati berkata ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُبَشِّرُكِ yubashiruki menyampaikan kabar gembira kepadamu بِكَلِمَةٍۢ bikalimatin dengan kalimat مِّنْهُ min'hu dari padaNya ٱسْمُهُ us'muhu namanya ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu anak مَرْيَمَ maryama maryam وَجِيهًۭا wajīhan terkemuka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat وَمِنَ wamina dan (salah seorang) dari ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang didekatkan 45

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat1 (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih ʻIsa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

وَيُكَلِّمُ wayukallimu dan dia berbicara ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia فِى dalam ٱلْمَهْدِ l-mahdi buaian وَكَهْلًۭا wakahlan dan (ketika) dewasa وَمِنَ wamina dan (salah seorang) dari ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 46

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh".

قَالَتْ qālat dia (Maryam) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu adalah لِى bagi aku وَلَدٌۭ waladun seorang anak وَلَمْ walam dan belum pernah يَمْسَسْنِى yamsasnī aku disentuh بَشَرٌۭ ۖ basharun seorang manusia قَالَ qāla Dia berfirman كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِذَا idhā apabila قَضَىٰٓ qaḍā Dia menetapkan أَمْرًۭا amran sesuatu فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun dikatakan jadi فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah 47

Maryam berkata, "Ya Tuhan-ku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, "Jadilah", lalu jadilah dia.

وَيُعَلِّمُهُ wayuʿallimuhu dan Dia mengajarkan kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah وَٱلتَّوْرَىٰةَ wal-tawrāta dan Taurat وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil 48

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Alkitab1, Hikmah, Taurat, dan Injil.

وَرَسُولًا warasūlan dan seorang Rasul إِلَىٰ ilā kepada بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَنِّى annī sesungguhnya aku قَدْ qad sungguh جِئْتُكُم ji'tukum aku telah datang kepadamu بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan tanda مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian أَنِّىٓ annī sesungguhnya aku أَخْلُقُ akhluqu aku membuat لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah كَهَيْـَٔةِ kahayati seperti bentuk ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung فَأَنفُخُ fa-anfukhu maka/lalu aku meniupkan فِيهِ fīhi kedalamnya فَيَكُونُ fayakūnu maka ia menjadi طَيْرًۢا ṭayran seekor burung بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُبْرِئُ wa-ub'ri-u dan aku menyembuhkan ٱلْأَكْمَهَ l-akmaha orang buta وَٱلْأَبْرَصَ wal-abraṣa dan orang berpenyakit sopak وَأُحْىِ wa-uḥ'yī dan aku menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُنَبِّئُكُم wa-unabbi-ukum dan aku kabarkan kepadamu بِمَا bimā dengan apa تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan وَمَا wamā dan apa تَدَّخِرُونَ taddakhirūna kamu simpan فِى di بُيُوتِكُمْ ۚ buyūtikum rumahmu إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh terdapat tanda-tanda لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 49

Dan (sebagai) rasul kepada Bani Isrā`īl (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman".

وَمُصَدِّقًۭا wamuṣaddiqan dan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَىَّ yadayya tanganku/sebelumku مِنَ mina dari ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَلِأُحِلَّ wali-uḥilla dan untuk menghalalkan لَكُم lakum bagi kalian بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang حُرِّمَ ḥurrima diharamkan عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian وَجِئْتُكُم waji'tukum dan aku datang kepadamu بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan tanda (mukjizat) مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku 50

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu فَٱعْبُدُوهُ ۗ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia هَـٰذَا hādhā inilah صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun yang lurus 51

Sesungguhnya Allah, Tuhan-ku dan Tuhan-mu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".

۞ فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَحَسَّ aḥassa menyadari عِيسَىٰ ʿīsā Isa مِنْهُمُ min'humu dari mereka ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra keingkaran قَالَ qāla dia berkata مَنْ man siapa أَنصَارِىٓ anṣārī menjadi penolong-penolongku إِلَى ilā kepada/untuk ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla berkata ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna orang-orang Hawariyun نَحْنُ naḥnu kami أَنصَارُ anṣāru penolong-penolong ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱشْهَدْ wa-ish'had dan saksikanlah بِأَنَّا bi-annā bahwasanya kami مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang meyerahkan diri 52

Maka tatkala ʻIsa mengetahui keingkaran mereka (Bani Isrā`īl) berkatalah dia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para ῌawāriyyūn (sahabat-sahabat setia) menjawab, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman بِمَآ bimā kepada apa أَنزَلْتَ anzalta telah Engkau turunkan وَٱتَّبَعْنَا wa-ittabaʿnā dan kami telah mengikuti ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul فَٱكْتُبْنَا fa-uk'tub'nā maka catatlah kami مَعَ maʿa bersama ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menjadi saksi 53

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya وَمَكَرَ wamakara dan membuat tipu daya ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمَـٰكِرِينَ l-mākirīna pembuat tipu daya 54

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

إِذْ idh ketika قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah يَـٰعِيسَىٰٓ yāʿīsā Wahai Isa إِنِّى innī sesungguhnya Aku (Allah) مُتَوَفِّيكَ mutawaffīka akan mewafatkan kamu وَرَافِعُكَ warāfiʿuka dan mengangkat kamu إِلَىَّ ilayya kepadaKu وَمُطَهِّرُكَ wamuṭahhiruka dan/serta mensucikan kamu مِنَ mina daripada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَجَاعِلُ wajāʿilu dan menjadikan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوكَ ittabaʿūka (mereka) mengikuti kamu فَوْقَ fawqa di atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِلَىٰ ilā kepada يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ l-qiyāmati kiamat ثُمَّ thumma kemudian إِلَىَّ ilayya kepadaKu مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَأَحْكُمُ fa-aḥkumu maka Aku memutuskan بَيْنَكُمْ baynakum diantaramu فِيمَا fīmā dalam/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi didalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan 55

(Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Hai ʻIsa , sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَأُعَذِّبُهُمْ fa-uʿadhibuhum maka akan Aku siksa mereka عَذَابًۭا ʿadhāban siksa شَدِيدًۭا shadīdan sangat berat فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong 56

Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Kusiksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan فَيُوَفِّيهِمْ fayuwaffīhim maka Dia akan menyempurnakan أُجُورَهُمْ ۗ ujūrahum pahala mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 57

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah نَتْلُوهُ natlūhu kami membacakannya عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنَ mina dari ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/bukti-bukti وَٱلذِّكْرِ wal-dhik'ri dan Adz Dzikir/Al Quran ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi yang penuh hikmah 58

Demikianlah (kisah ʻIsa ), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Qur`ān yang penuh hikmah.

إِنَّ inna sesungguhnya مَثَلَ mathala perumpamaan عِيسَىٰ ʿīsā Isa عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan ءَادَمَ ۖ ādama Adam خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menjadikannya مِن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian قَالَ qāla Dia berfirman لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah dia 59

Sesungguhnya misal (penciptaan) ʻIsa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

ٱلْحَقُّ al-ḥaqu kebenaran itu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka janganlah تَكُن takun kamu termasuk مِّنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu 60

(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhan-mu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

فَمَنْ faman maka siapa حَآجَّكَ ḥājjaka membantah kamu فِيهِ fīhi tentang (kebenaran) itu مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَكَ jāaka datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu/pengetahuan فَقُلْ faqul maka katakanlah تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah نَدْعُ nadʿu kita memanggil أَبْنَآءَنَا abnāanā anak-anak kami وَأَبْنَآءَكُمْ wa-abnāakum dan anak-anak mu وَنِسَآءَنَا wanisāanā dan isteri-isteri kami وَنِسَآءَكُمْ wanisāakum dan isteri-isteri kamu وَأَنفُسَنَا wa-anfusanā dan diri-diri kami وَأَنفُسَكُمْ wa-anfusakum dan diri-diri kamu ثُمَّ thumma kemudian نَبْتَهِلْ nabtahil kami mohon dengan sungguh-sungguh فَنَجْعَل fanajʿal maka kami jadikan لَّعْنَتَ laʿnata kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 61

Siapa yang membantahmu tentang kisah ʻIsa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah1 kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa adalah ia ٱلْقَصَصُ l-qaṣaṣu cerita ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu yang benar وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُوَ lahuwa sungguh Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 62

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلْمُفْسِدِينَ bil-muf'sidīna terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan 63

Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah إِلَىٰ ilā kepada كَلِمَةٍۢ kalimatin satu kalimat سَوَآءٍۭ sawāin yang sama بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan antara kamu أَلَّا allā bahwa tidak نَعْبُدَ naʿbuda kami menyembah إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan tidak نُشْرِكَ nush'rika kami menyekutukan بِهِۦ bihi denganNya شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَتَّخِذَ yattakhidha menjadikan بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami بَعْضًا baʿḍan sebagian yang lain أَرْبَابًۭا arbāban Tuhan مِّن min dari دُونِ dūni sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَقُولُوا۟ faqūlū maka katakanlah ٱشْهَدُوا۟ ish'hadū saksikanlah بِأَنَّا bi-annā bahwa kami مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang menyerahkan diri 64

Katakanlah, "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تُحَآجُّونَ tuḥājjūna kamu membantah فِىٓ tentang إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَمَآ wamā dan tidak أُنزِلَتِ unzilati diturunkan ٱلتَّوْرَىٰةُ l-tawrātu Taurat وَٱلْإِنجِيلُ wal-injīlu dan Injil إِلَّا illā melainkan مِنۢ min dari بَعْدِهِۦٓ ۚ baʿdihi sesudahnya أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 65

Hai ahli kitab, mengapa kamu bantah-membantah1 tentang hal Ibrāhīm, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrāhīm. Apakah kamu tidak berpikir?

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum beginilah kamu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi (kamu) ini حَـٰجَجْتُمْ ḥājajtum (kamu) berbantahan فِيمَا fīmā tentang apa لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan فَلِمَ falima maka mengapa تُحَآجُّونَ tuḥājjūna kamu berbantahan فِيمَا fīmā tentang apa لَيْسَ laysa tidak ada لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌۭ ۚ ʿil'mun pengetahuan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 66

Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang kamu ketahui1, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui?2; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

مَا tidak كَانَ kāna ada إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim يَهُودِيًّۭا yahūdiyyan seorang Yahudi وَلَا walā dan bukan نَصْرَانِيًّۭا naṣrāniyyan orang Nasrani وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانَ kāna adalah dia حَنِيفًۭا ḥanīfan seorang yang lurus مُّسْلِمًۭا mus'liman seorang yang menyerahkan diri وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik 67

Ibrāhīm bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus1 lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

إِنَّ inna sesungguhnya أَوْلَى awlā paling dekat ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang بِإِبْرَٰهِيمَ bi-ib'rāhīma dengan Ibrahim لَلَّذِينَ lalladhīna bagi orang-orang yang ٱتَّبَعُوهُ ittabaʿūhu (mereka) mengikutinya وَهَـٰذَا wahādhā dan ini ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۗ āmanū beriman وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَلِىُّ waliyyu Pelindung ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 68

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrāhīm ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.

وَدَّت waddat ingin طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَوْ law sekiranya يُضِلُّونَكُمْ yuḍillūnakum mereka menyesatkan kamu وَمَا wamā dan tidak يُضِلُّونَ yuḍillūna mereka menyesatkan إِلَّآ illā melainkan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَمَا wamā dan tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 69

Segolongan dariahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَشْهَدُونَ tashhadūna (kamu) menyaksikan 70

Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah1, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَلْبِسُونَ talbisūna kamu mencampur adukkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang haq (benar) بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang bathil وَتَكْتُمُونَ wataktumūna dan kamu menyembunyikan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang haq وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 71

Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang hak dengan yang batil1, dan menyembunyikan kebenaran2, padahal kamu mengetahui?

وَقَالَت waqālat dan berkata طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَجْهَ wajha permulaan ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَٱكْفُرُوٓا۟ wa-uk'furū dan ingkarilah ءَاخِرَهُۥ ākhirahu pada akhirnya لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna (mereka) kembali 72

Segolongan (lain) dari ahli kitab berkata (kepada sesamanya), "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).

وَلَا walā dan jangan تُؤْمِنُوٓا۟ tu'minū kamu percaya إِلَّا illā melainkan لِمَن liman kepada orang تَبِعَ tabiʿa yang mengikuti دِينَكُمْ dīnakum agamamu قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa يُؤْتَىٰٓ yu'tā akan diberikan أَحَدٌۭ aḥadun seseorang مِّثْلَ mith'la seperti مَآ apa أُوتِيتُمْ ūtītum diberikan kepadamu أَوْ aw atau يُحَآجُّوكُمْ yuḥājjūkum mereka membantahmu عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْفَضْلَ l-faḍla karunia بِيَدِ biyadi di tangan ٱللَّهِ l-lahi Allah يُؤْتِيهِ yu'tīhi Dia berikannya مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 73

Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu1. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhan-mu". Katakanlah, "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

يَخْتَصُّ yakhtaṣṣu Dia menentukan بِرَحْمَتِهِۦ biraḥmatihi dengan rahmatNya مَن man siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar 74

Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.

۞ وَمِنْ wamin dan dari/diantara أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab مَنْ man orang إِن in jika تَأْمَنْهُ tamanhu kamu mempercayakannya بِقِنطَارٍۢ biqinṭārin dengan harta yang banyak يُؤَدِّهِۦٓ yu-addihi ia mengembalikannya إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang إِن in jika تَأْمَنْهُ tamanhu kamu mempercayakannya بِدِينَارٍۢ bidīnārin dengan satu dinar لَّا tidak يُؤَدِّهِۦٓ yu-addihi ia mengembalikannya إِلَيْكَ ilayka kepadamu إِلَّا illā kecuali مَا apa yang دُمْتَ dum'ta selalu kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya قَآئِمًۭا ۗ qāiman berdiri ذَٰلِكَ dhālika demikian بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata لَيْسَ laysa tidak ada عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami فِى dalam/terhadap ٱلْأُمِّيِّـۧنَ l-umiyīna orang-orang ummi سَبِيلٌۭ sabīlun jalan (dosa) وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui 75

Di antara ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang umi1." Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

بَلَىٰ balā ya/benar مَنْ man siapa/orang أَوْفَىٰ awfā (ia) menepati بِعَهْدِهِۦ biʿahdihi janjinya وَٱتَّقَىٰ wa-ittaqā dan ia bertakwa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 76

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya1 dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَشْتَرُونَ yashtarūna (mereka) membeli/menukar بِعَهْدِ biʿahdi dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَيْمَـٰنِهِمْ wa-aymānihim dan sumpah mereka ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا qalīlan sedikit أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَا tidak خَلَـٰقَ khalāqa mendapat bagian لَهُمْ lahum bagi mereka فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَلَا walā dan tidak يُكَلِّمُهُمُ yukallimuhumu berbicara dengan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَا walā dan tidak يَنظُرُ yanẓuru Dia melihat إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَلَا walā dan tidak يُزَكِّيهِمْ yuzakkīhim Dia mensucikan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksa أَلِيمٌۭ alīmun pedih 77

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْهُمْ min'hum diantara mereka لَفَرِيقًۭا lafarīqan ada segolongan يَلْوُۥنَ yalwūna (mereka) memutar-mutar أَلْسِنَتَهُم alsinatahum lidah mereka بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan (membaca) Al Kitab لِتَحْسَبُوهُ litaḥsabūhu supaya kamu menyangkanya مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَمَا wamā dan tidak/bukan هُوَ huwa dia مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan هُوَ huwa dia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan bukan هُوَ huwa dia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui 78

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Alkitab, padahal ia bukan dari Alkitab; dan mereka mengatakan, "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

مَا tidak كَانَ kāna ada/mungkin terjadi لِبَشَرٍ libasharin bagi seorang manusia أَن an bahwa يُؤْتِيَهُ yu'tiyahu memberikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hikmah وَٱلنُّبُوَّةَ wal-nubuwata dan kenabian ثُمَّ thumma kemudian يَقُولَ yaqūla ia berkata لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia كُونُوا۟ kūnū adalah/jadilah kamu عِبَادًۭا ʿibādan penyembah-penyembah لِّى bagiku مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كُونُوا۟ kūnū kamu menjadi رَبَّـٰنِيِّـۧنَ rabbāniyyīna orang-orang rabbani بِمَا bimā dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُعَلِّمُونَ tuʿallimūna (kalian) mengetahui ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَبِمَا wabimā dan dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَدْرُسُونَ tadrusūna kamu mempelajari 79

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Alkitab, hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata), "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbānī 1, karena kamu selalu mengajarkan Alkitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

وَلَا walā dan tidak يَأْمُرَكُمْ yamurakum ia menyuruhmu أَن an bahwa تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu menjadikan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan para Nabi أَرْبَابًا ۗ arbāban (sebagai) Tuhan أَيَأْمُرُكُم ayamurukum apakah ia menyuruh kamu بِٱلْكُفْرِ bil-kuf'ri dengan (berbuat) kekafiran بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika أَنتُم antum kamu مُّسْلِمُونَ mus'limūna (beragama) Islam 80

dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?".

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذَ akhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi لَمَآ lamā sungguh apa ءَاتَيْتُكُم ātaytukum Aku berikan kepadamu مِّن min dari كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab وَحِكْمَةٍۢ waḥik'matin dan hikmah ثُمَّ thumma kemudian جَآءَكُمْ jāakum datang kepadamu رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مُّصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّمَا limā terhadap apa مَعَكُمْ maʿakum bersamamu/ada padamu لَتُؤْمِنُنَّ latu'minunna sungguh kamu akan beriman بِهِۦ bihi dengannya وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ walatanṣurunnahu dan sungguh kamu menolongnya قَالَ qāla Dia berfirman ءَأَقْرَرْتُمْ a-aqrartum apakah kamu mengakui وَأَخَذْتُمْ wa-akhadhtum dan kamu mengambil عَلَىٰ ʿalā atas ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu إِصْرِى ۖ iṣ'rī perjanjianKu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَقْرَرْنَا ۚ aqrarnā kami mengakui قَالَ qāla Dia berfirman فَٱشْهَدُوا۟ fa-ish'hadū maka saksikanlah وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku مَعَكُم maʿakum bersama kamu مِّنَ mina dari ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna para saksi 81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya"1. Allah berfirman, "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab, "Kami mengakui". Allah berfirman, "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

فَمَن faman maka barang siapa تَوَلَّىٰ tawallā (ia) berpaling بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka itulah هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 82

Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik1.

أَفَغَيْرَ afaghayra maka apakah selain دِينِ dīni agama ٱللَّهِ l-lahi Allah يَبْغُونَ yabghūna mereka mencari وَلَهُۥٓ walahu dan kepadaNya أَسْلَمَ aslama menyerahkan diri مَن man orang/segala apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi طَوْعًۭا ṭawʿan dengan suka وَكَرْهًۭا wakarhan dan terpaksa وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan 83

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.

قُلْ qul katakanlah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَىٰٓ ʿalā atas إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishak وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yakub وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-anaknya وَمَآ wamā dan apa أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰ mūsā (kepada) Musa وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَٱلنَّبِيُّونَ wal-nabiyūna dan para Nabi مِن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَا tidak نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan بَيْنَ bayna antara أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang menyerahkan diri 84

Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ʻIsa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".

وَمَن waman dan barang siapa يَبْتَغِ yabtaghi (ia) mencari غَيْرَ ghayra selain ٱلْإِسْلَـٰمِ l-is'lāmi Islam دِينًۭا dīnan agama فَلَن falan maka tidak يُقْبَلَ yuq'bala diterima مِنْهُ min'hu daripadanya وَهُوَ wahuwa dan ia فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi 85

barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

كَيْفَ kayfa bagaimana يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوْمًۭا qawman kaum كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِهِمْ īmānihim iman mereka وَشَهِدُوٓا۟ washahidū dan mereka mengakui أَنَّ anna bahwasanya ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul حَقٌّۭ ḥaqqun adalah benar وَجَآءَهُمُ wajāahumu dan telah datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ l-bayinātu keterangan-keterangan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma (kepada) kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 86

Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu جَزَآؤُهُمْ jazāuhum balasan mereka أَنَّ anna bahwasanya عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لَعْنَةَ laʿnata kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan para Malaikat وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna seluruhnya 87

Mereka itu, balasannya ialah bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya,

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya لَا tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna (mereka) diberi tangguh 88

mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika itu وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka mengadakan perbaikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 89

kecuali orang-orang yang tobat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan1. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِهِمْ īmānihim iman mereka ثُمَّ thumma kemudian ٱزْدَادُوا۟ iz'dādū mereka bertambah كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran لَّن lan tidak akan تُقْبَلَ tuq'bala diterima تَوْبَتُهُمْ tawbatuhum taubat mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلضَّآلُّونَ l-ḍālūna orang-orang yang sesat 90

Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima tobatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كُفَّارٌۭ kuffārun (dalam) kekafiran فَلَن falan maka tidak يُقْبَلَ yuq'bala diterima مِنْ min dari أَحَدِهِم aḥadihim seorang diantara mereka مِّلْءُ mil'u sepenuhnya ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ذَهَبًۭا dhahaban emas وَلَوِ walawi walaupun ٱفْتَدَىٰ if'tadā dia menebus diri بِهِۦٓ ۗ bihi dengannya (emas) أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong 91

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

لَن lan belum تَنَالُوا۟ tanālū kamu mencapai ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan حَتَّىٰ ḥattā sehingga (sebelum) تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu menafkahkan مِمَّا mimmā dari apa (harta) تُحِبُّونَ ۚ tuḥibbūna kamu mencintai وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِهِۦ bihi dengannya عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 92

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.