Tilawahku
Masuk
۞

Juz 21

Al-'Ankabut (46-69), Ar-Rum (1-60), Luqman (1-34), As-Sajdah (1-30), Al-Ahzab (1-30)

۞ وَلَا walā dan janganlah تُجَـٰدِلُوٓا۟ tujādilū kamu berdebat أَهْلَ ahla ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِلَّا illā melainkan بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مِنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka وَقُولُوٓا۟ waqūlū dan katakanlah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْنَا ilaynā kepada kami وَأُنزِلَ wa-unzila dan diturunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَإِلَـٰهُنَا wa-ilāhunā dan Tuhan kami وَإِلَـٰهُكُمْ wa-ilāhukum dan Tuhan kamu وَٰحِدٌۭ wāḥidun satu/esa وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepada-Nya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri 46

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka 1 dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah satu dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah turunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ ۚ l-kitāba Al Kitab فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan pada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَمِنْ wamin dan dari هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi antara mereka مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَمَا wamā dan tidak يَجْحَدُ yajḥadu mengingkari/membantah بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat kami إِلَّا illā kecuali ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir 47

Dan demikian (pulalah), Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Alkitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al-Qur`ān) 1 dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat kami, selain orang-orang kafir.

وَمَا wamā dan tidak كُنتَ kunta ada kamu تَتْلُوا۟ tatlū kamu membaca مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya مِن min dari كِتَـٰبٍۢ kitābin suatu Kitab وَلَا walā dan tidak تَخُطُّهُۥ takhuṭṭuhu kamu menulisnya بِيَمِينِكَ ۖ biyamīnika dengan tangan kananmu إِذًۭا idhan jika demikian لَّٱرْتَابَ la-ir'tāba tentu ragu-ragulah ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang membatalkan/mengingkari 48

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur`ān) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).

بَلْ bal bahkan/tetapi هُوَ huwa ia (Al-Qur'an) ءَايَـٰتٌۢ āyātun ayat-ayat بَيِّنَـٰتٌۭ bayyinātun yang nyata فِى di dalam صُدُورِ ṣudūri dada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ ۚ l-ʿil'ma ilmu وَمَا wamā dan tidak يَجْحَدُ yajḥadu mengingkari/membantah بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā pada ayat-ayat Kami إِلَّا illā kecuali ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 49

Sebenarnya, Al-Qur`ān itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu 1. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang yang zalim.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat (mukjizat) مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْـَٔايَـٰتُ l-āyātu ayat-ayat (mukjizat) عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِنَّمَآ wa-innamā dan sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun yang nyata 50

Dan orang-orang kafir Mekah berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhan-nya?" Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata".

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَكْفِهِمْ yakfihim cukup bagi mereka أَنَّآ annā bahwasanya Kami أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al-Kitab يُتْلَىٰ yut'lā bacakan عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka إِنَّ inna sesungguhnya فِى dalam/demikian ذَٰلِكَ dhālika itu لَرَحْمَةًۭ laraḥmatan benar-benar rahmat وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 51

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al-Qur`ān) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

قُلْ qul katakanlah كَفَىٰ kafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah بَيْنِى baynī diantara aku وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan diantara kamu شَهِيدًۭا ۖ shahīdan menjadi saksi يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan dibumi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili kepada yang batil وَكَفَرُوا۟ wakafarū dan mereka ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi 52

Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ wayastaʿjilūnaka dan mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلْعَذَابِ ۚ bil-ʿadhābi dengan azab وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak أَجَلٌۭ ajalun waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan لَّجَآءَهُمُ lajāahumu pasti datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab وَلَيَأْتِيَنَّهُم walayatiyannahum dan sungguh akan datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 53

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan 1, benar-benar telah datang azab kepada mereka dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

يَسْتَعْجِلُونَكَ yastaʿjilūnaka mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama jahanam لَمُحِيطَةٌۢ lamuḥīṭatun pasti meliputi بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna dengan orang-orang kafir 54

Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir,

يَوْمَ yawma pada hari يَغْشَىٰهُمُ yaghshāhumu menutupi/meliputi mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab مِن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka وَمِن wamin dan dari تَحْتِ taḥti bawah أَرْجُلِهِمْ arjulihim kaki mereka وَيَقُولُ wayaqūlu dan (Allah) berkata ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah مَا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 55

pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka), "Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan".

يَـٰعِبَادِىَ yāʿibādiya Hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya أَرْضِى arḍī bumi-Ku وَٰسِعَةٌۭ wāsiʿatun luas فَإِيَّـٰىَ fa-iyyāya maka kepada-Ku فَٱعْبُدُونِ fa-uʿ'budūni maka sembahlah Aku 56

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.

كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin yang berjiwa ذَآئِقَةُ dhāiqatu merasakan ٱلْمَوْتِ ۖ l-mawti mati ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْنَا ilaynā kepada kami تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 57

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian, hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَنُبَوِّئَنَّهُم lanubawwi-annahum sungguh Kami akan menempatkan mereka مِّنَ mina dari/di dalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga غُرَفًۭا ghurafan tempat yang tinggi تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di alamnya نِعْمَ niʿ'ma senikmat/sebaik-baik أَجْرُ ajru pahala/balasan ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal 58

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka) bersabar وَعَلَىٰ waʿalā dan atas/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal 59

(yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhan-nya.

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang لَّا tidak تَحْمِلُ taḥmilu ia membawa/mengurus رِزْقَهَا riz'qahā rezekinya ٱللَّهُ l-lahu Allah يَرْزُقُهَا yarzuquhā memberi rezeki kepadanya وَإِيَّاكُمْ ۚ wa-iyyākum dan kepadamu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 60

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّنْ man siapa خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَسَخَّرَ wasakhara dan menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka akan berkata ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan 61

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

ٱللَّهُ al-lahu Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari pada عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَقْدِرُ wayaqdiru dan Dia menyempitkan لَهُۥٓ ۚ lahu baginya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 62

Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّن man siapa نَّزَّلَ nazzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَحْيَا fa-aḥyā lalu menghidupkan بِهِ bihi dengannya (air itu) ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَوْتِهَا mawtihā matinya لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka akan berkata ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلِ quli katakan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka memahami/berakal 63

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah", Katakanlah, "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

وَمَا wamā dan tidaklah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia إِلَّا illā kecuali لَهْوٌۭ lahwun senda gurau وَلَعِبٌۭ ۚ walaʿibun dan main-main وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat لَهِىَ lahiya sungguh ia ٱلْحَيَوَانُ ۚ l-ḥayawānu kehidupan لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 64

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila رَكِبُوا۟ rakibū mereka naik فِى di dalam/di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu دَعَوُا۟ daʿawū mereka berdo'a ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/agama فَلَمَّا falammā maka tatkala نَجَّىٰهُمْ najjāhum Dia menyelamatkan mereka إِلَى ilā sampai ٱلْبَرِّ l-bari darat إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan 65

Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya 1, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),

لِيَكْفُرُوا۟ liyakfurū sehingga mereka mengingkari بِمَآ bimā dengan apa/nikmat ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami telah berikan kepada mereka وَلِيَتَمَتَّعُوا۟ ۖ waliyatamattaʿū dan sehingga mereka bersenang-senang فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 66

agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka perhatikan أَنَّا annā bahwasanya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan حَرَمًا ḥaraman tanah suci ءَامِنًۭا āminan aman وَيُتَخَطَّفُ wayutakhaṭṭafu dan rampok-merampok ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia مِنْ min dari/di حَوْلِهِمْ ۚ ḥawlihim sekitar mereka أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ afabil-bāṭili apakah maka dengan yang batil يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman وَبِنِعْمَةِ wabiniʿ'mati dan dengan nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir/ingkar 67

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya saling merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?

وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani dari pada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan yang hak لَمَّا lammā tatkala جَآءَهُۥٓ ۚ jāahu ia datang kepadanya أَلَيْسَ alaysa bukankah فِى dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir 68

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak 1 tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjuang فِينَا fīnā dalam Kami لَنَهْدِيَنَّهُمْ lanahdiyannahum sungguh Kami akan menunjukkan mereka سُبُلَنَا ۚ subulanā jalan-jalan Kami وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَمَعَ lamaʿa benar-benar beserta ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 69

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam miim 1

Alif Lām Mīm 1

غُلِبَتِ ghulibati Telah dikalahkan ٱلرُّومُ l-rūmu bangsa Romawi 2

Telah dikalahkan bangsa Romawi 1,

فِىٓ di أَدْنَى adnā dekat ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri وَهُم wahum dan mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah غَلَبِهِمْ ghalabihim kekalahan mereka سَيَغْلِبُونَ sayaghlibūna mereka akan mengalahkan 3

di negeri yang terdekat 1 dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang ,2

فِى dalam بِضْعِ biḍ'ʿi beberapa سِنِينَ ۗ sinīna tahun لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْأَمْرُ l-amru urusan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَمِنۢ wamin dan dari بَعْدُ ۚ baʿdu sesudah وَيَوْمَئِذٍۢ wayawma-idhin dan pada hari itu يَفْرَحُ yafraḥu bergembira ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman 4

dalam beberapa tahun lagi 1. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman,

بِنَصْرِ binaṣri dengan pertolongan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah يَنصُرُ yanṣuru Dia menolong مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 5

Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.

وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَا tidak يُخْلِفُ yukh'lifu menyalahi ٱللَّهُ l-lahu Allah وَعْدَهُۥ waʿdahu janji-nya وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui 6

(Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ظَـٰهِرًۭا ẓāhiran yang lahir مِّنَ mina dari ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَهُمْ wahum dan mereka عَنِ ʿani dari/terhadap ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمْ hum mereka غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lalai 7

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَتَفَكَّرُوا۟ yatafakkarū mereka memikirkan فِىٓ dalam/tentang أَنفُسِهِم ۗ anfusihim diri mereka مَّا tidak خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَآ baynahumā diantara kedudukannya إِلَّا illā melainkan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَأَجَلٍۢ wa-ajalin dan waktu مُّسَمًّۭى ۗ musamman ditentukan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِلِقَآئِ biliqāi dengan pertemuan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَكَـٰفِرُونَ lakāfirūna benar-benar ingkar 8

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya, kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhan-nya.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَشَدَّ ashadda sangat/lebih مِنْهُمْ min'hum daripada mereka قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَأَثَارُوا۟ wa-athārū dan mereka meninggalkan bekas/mengolah ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَعَمَرُوهَآ waʿamarūhā dan mereka memakmurkannya أَكْثَرَ akthara lebih banyak مِمَّا mimmā daripada apa عَمَرُوهَا ʿamarūhā mereka memakmurkannya وَجَآءَتْهُمْ wajāathum dan telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan bukti-bukti nyata فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya 9

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka, rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

ثُمَّ thumma kemudian كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةَ ʿāqibata akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسَـٰٓـُٔوا۟ asāū (mereka) berbuat kejahatan ٱلسُّوٓأَىٰٓ l-sūā kejahatan (lebih buruk) أَن an karena كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِهَا bihā dengannya/padanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 10

Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.

ٱللَّهُ al-lahu Allah يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu Dia mengulanginya ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 11

Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu berdiri/terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يُبْلِسُ yub'lisu berputus asa ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa 12

Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa.

وَلَمْ walam dan tidaklah يَكُن yakun ada لَّهُم lahum bagi mereka مِّن min dari شُرَكَآئِهِمْ shurakāihim sekutu-sekutu (berhala-berhala) mereka شُفَعَـٰٓؤُا۟ shufaʿāu mereka mendapat syafa'at وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِشُرَكَآئِهِمْ bishurakāihim pada sekutu-sekutu/berhala-berhala mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna mereka ingkar 13

Dan sekali-kali, tidak ada pemberi syafaat 1 bagi mereka dari berhala-berhala mereka dan adalah mereka mengingkari berhala mereka itu 2.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu berdiri/terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَفَرَّقُونَ yatafarraqūna mereka bercerai berai 14

Dan pada hari terjadinya kiamat, pada hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh فَهُمْ fahum maka mereka فِى di dalam رَوْضَةٍۢ rawḍatin taman يُحْبَرُونَ yuḥ'barūna mereka bergembira 15

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَلِقَآئِ waliqāi dan pertemuan ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati hari akhirat فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu فِى dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna mereka dihadapkan 16

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur`ān) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).

فَسُبْحَـٰنَ fasub'ḥāna maka Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah حِينَ ḥīna sewaktu تُمْسُونَ tum'sūna kamu dipetang hari وَحِينَ waḥīna dan sewaktu تُصْبِحُونَ tuṣ'biḥūna kamu dipagi hari 17

Maka bertasbihlah kepada Allah pada waktu kamu berada pada petang hari dan waktu kamu berada pada waktu subuh,

وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi وَعَشِيًّۭا waʿashiyyan diwaktu 'isya وَحِينَ waḥīna dan sewaktu تُظْهِرُونَ tuẓ'hirūna kamu diwaktu dzhuhur 18

dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan pada waktu kamu berada pada petang hari dan pada waktu kamu berada pada waktu Zuhur 1.

يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَيُخْرِجُ wayukh'riju dan Dia mengeluarkan ٱلْمَيِّتَ l-mayita yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ l-ḥayi yang hidup وَيُحْىِ wayuḥ'yī dan Dia menghidupkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا ۚ mawtihā matinya وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan seperti demikian تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan 19

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَنْ an bahwa خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian إِذَآ idhā tiba-tiba أَنتُم antum kamu بَشَرٌۭ basharun manusia تَنتَشِرُونَ tantashirūna kamu bertebaran/berkembang biak 20

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَنْ an bahwa خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/isteri-isteri لِّتَسْكُنُوٓا۟ litaskunū agar kamu tenteram/cenderung إِلَيْهَا ilayhā kepadanya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan بَيْنَكُم baynakum diantara kamu مَّوَدَّةًۭ mawaddatan rasa kasih وَرَحْمَةً ۚ waraḥmatan dan rasa sayang إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kamu يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir 21

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayat-Nya خَلْقُ khalqu ciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱخْتِلَـٰفُ wa-ikh'tilāfu dan perbedaan أَلْسِنَتِكُمْ alsinatikum bahasamu وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ wa-alwānikum dan warnamu إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّلْعَـٰلِمِينَ lil'ʿālimīna bagi orang-orang yang mengetahui 22

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayat-Nya مَنَامُكُم manāmukum tidurmu بِٱلَّيْلِ bi-al-layli diwaktu malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari وَٱبْتِغَآؤُكُم wa-ib'tighāukum dan usaha pencarianmu مِّن min dari/sebagian فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan 23

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatnya يُرِيكُمُ yurīkumu Dia memperlihatkan padamu ٱلْبَرْقَ l-barqa kilat خَوْفًۭا khawfan rasa takut وَطَمَعًۭا waṭamaʿan dan harapan وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَيُحْىِۦ fayuḥ'yī lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَآ ۚ mawtihā matinya إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mempergunakan akal 24

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَن an bahwa تَقُومَ taqūma berdiri ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi بِأَمْرِهِۦ ۚ bi-amrihi dengan perintah-Nya/iradat-Nya ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila دَعَاكُمْ daʿākum Dia memanggil kamu دَعْوَةًۭ daʿwatan panggilan مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِذَآ idhā apabila/seketika itu أَنتُمْ antum kamu تَخْرُجُونَ takhrujūna kamu keluar 25

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).

وَلَهُۥ walahu dan kepunyaan-Nya مَن man siapa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan di bumi كُلٌّۭ kullun semua لَّهُۥ lahu kepada-Nya قَـٰنِتُونَ qānitūna patuh/tunduk 26

Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai penciptaan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu Dia mengembalikannya وَهُوَ wahuwa dan hal itu أَهْوَنُ ahwanu lebih mudah عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasNya/bagiNya وَلَهُ walahu dan bagiNya ٱلْمَثَلُ l-mathalu perumpamaan (sifat-sifat) ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā Maha Tinggi فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 27

Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

ضَرَبَ ḍaraba Dia membuat لَكُم lakum bagi kalian مَّثَلًۭا mathalan perumpamaan مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ ۖ anfusikum diri kalian sendiri هَل hal apakah لَّكُم lakum bagi kalian مِّن min dari مَّا apa (hamba sahaya) مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُكُم aymānukum tangan kananmu مِّن min dari شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu فِى dalam مَا apa (rezeki) رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami telah rezekikan kepadamu فَأَنتُمْ fa-antum maka kamu فِيهِ fīhi di dalamnya سَوَآءٌۭ sawāon sama تَخَافُونَهُمْ takhāfūnahum kamu takut kepada mereka كَخِيفَتِكُمْ kakhīfatikum seperti takutmu أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mempergunakan akal 28

Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.

بَلِ bali bahkan/tetapi ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) zalim أَهْوَآءَهُم ahwāahum hawa nafsu mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak (tanpa) عِلْمٍۢ ۖ ʿil'min ilmu pengetahuan فَمَن faman maka siapakah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَنْ man orang أَضَلَّ aḍalla menyesatkan ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَمَا wamā dan tidaklah لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna seorang penolong 29

Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun.

فَأَقِمْ fa-aqim maka tegakkan/hadapkanlah وَجْهَكَ wajhaka wajahmu لِلدِّينِ lilddīni kepada agama حَنِيفًۭا ۚ ḥanīfan yang lurus فِطْرَتَ fiṭ'rata fitrah/ciptaan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِى allatī yang فَطَرَ faṭara menciptakan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya (menurut fitrah) لَا tidak ada تَبْدِيلَ tabdīla perubahan لِخَلْقِ likhalqi bagi ciptaan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلدِّينُ l-dīnu agama ٱلْقَيِّمُ l-qayimu yang lurus وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 30

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui 1,

۞ مُنِيبِينَ munībīna kembali bertaubat إِلَيْهِ ilayhi kepada-NYA وَٱتَّقُوهُ wa-ittaqūhu dan bertakwalah kepada-Nya وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan 31

dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَرَّقُوا۟ farraqū (mereka) memecah belah دِينَهُمْ dīnahum agama mereka وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka شِيَعًۭا ۖ shiyaʿan beberapa golongan كُلُّ kullu tiap حِزْبٍۭ ḥiz'bin golongan بِمَا bimā dengan apa-apa لَدَيْهِمْ ladayhim disisi mereka فَرِحُونَ fariḥūna mereka bangga 32

yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka 1 dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّ massa menimpa ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ضُرٌّۭ ḍurrun bahaya دَعَوْا۟ daʿaw mereka menyeru/berdoa رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka مُّنِيبِينَ munībīna kembali bertaubat إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian إِذَآ idhā apabila أَذَاقَهُم adhāqahum Dia merasakan kepada mereka مِّنْهُ min'hu dari pada-Nya رَحْمَةً raḥmatan rahmat إِذَا idhā apabila فَرِيقٌۭ farīqun segolongan/sebagian مِّنْهُم min'hum dari mereka بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan 33

Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhan-nya dengan kembali bertobat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat 1 daripada-Nya, tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhan-nya,

لِيَكْفُرُوا۟ liyakfurū karena mereka mengingkari بِمَآ bimā dengan apa (rahmat) ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ ātaynāhum Kami telah berikan kepada mereka فَتَمَتَّعُوا۟ fatamattaʿū maka bersenang-senanglah فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 34

sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

أَمْ am ataukah/apakah أَنزَلْنَا anzalnā Kami menurunkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan/keterangan فَهُوَ fahuwa lalu ia يَتَكَلَّمُ yatakallamu berbicara/mengatakan بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengan-Nya/Tuhan يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan 35

Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَذَقْنَا adhaqnā Kami rasakan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia رَحْمَةًۭ raḥmatan suatu rahmat فَرِحُوا۟ fariḥū mereka gembira بِهَا ۖ bihā dengannya/karenanya وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۢ sayyi-atun kejahatan بِمَا bimā dengan apa/sebab قَدَّمَتْ qaddamat mengerjakan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَقْنَطُونَ yaqnaṭūna mereka berputus asa 36

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menyempitkan إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna yang beriman 37

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.

فَـَٔاتِ faāti maka berikanlah ذَا dhā memiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat yang dekat حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya وَٱلْمِسْكِينَ wal-mis'kīna dan orang-orang miskin وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang-orang ٱلسَّبِيلِ ۚ l-sabīli dijalan/dalam perjalanan ذَٰلِكَ dhālika seperti itulah خَيْرٌۭ khayrun kebaikan لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki وَجْهَ wajha wajah/keridaan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 38

Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan 1. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah dan mereka itulah orang-orang beruntung.

وَمَآ wamā dan apa ءَاتَيْتُم ātaytum yang kamu berikan مِّن min dari رِّبًۭا riban riba لِّيَرْبُوَا۟ liyarbuwā untuk menambah فِىٓ pada أَمْوَٰلِ amwāli harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَلَا falā maka tidak يَرْبُوا۟ yarbū ia menambah عِندَ ʿinda pada sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan apa ءَاتَيْتُم ātaytum yang kamu berikan مِّن min dari زَكَوٰةٍۢ zakatin zakat تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki وَجْهَ wajha wajah/keridaan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُضْعِفُونَ l-muḍ'ʿifūna orang-orang yang melipat-gandakan 39

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian ثُمَّ thumma kemudian رَزَقَكُمْ razaqakum Dia memberi rezeki kamu ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِيكُمْ ۖ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian هَلْ hal adakah مِن min dari شُرَكَآئِكُم shurakāikum sekutu-sekutu kamu مَّن man orang (sekutu) يَفْعَلُ yafʿalu membuat مِن min dari ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian itu مِّن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 40

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

ظَهَرَ ẓahara telah nampak ٱلْفَسَادُ l-fasādu kerusakan فِى di ٱلْبَرِّ l-bari darat وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan di laut بِمَا bimā dengan apa/sebab كَسَبَتْ kasabat perbuatan أَيْدِى aydī tangan-tangan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لِيُذِيقَهُم liyudhīqahum untuk Dia merasakan kepada mereka بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka perbuat لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 41

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu كَانَ kāna adalah أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan 42

Katakanlah, "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)".

فَأَقِمْ fa-aqim maka hadapkan وَجْهَكَ wajhaka wajahmu لِلدِّينِ lilddīni kepada agama ٱلْقَيِّمِ l-qayimi yang lurus مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun suatu hari لَّا tidak مَرَدَّ maradda dapat menolak لَهُۥ lahu baginya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَصَّدَّعُونَ yaṣṣaddaʿūna mereka terpisah-pisah 43

Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya), pada hari itu mereka terpisah-pisah 1.

مَن man barangsiapa كَفَرَ kafara kafir فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya كُفْرُهُۥ ۖ kuf'ruhu kekafirannya وَمَنْ waman dan barangsiapa عَمِلَ ʿamila beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَلِأَنفُسِهِمْ fali-anfusihim maka untuk diri mereka sendiri يَمْهَدُونَ yamhadūna mereka menyiapkan 44

Barang siapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),

لِيَجْزِىَ liyajziya karena Dia akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh مِن min dari فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir 45

agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.

وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَن an bahwa يُرْسِلَ yur'sila Dia mengirimkan ٱلرِّيَاحَ l-riyāḥa angin مُبَشِّرَٰتٍۢ mubashirātin pembawa berita gembira وَلِيُذِيقَكُم waliyudhīqakum dan untuk merasakan kepadamu مِّن min dari رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmat-Nya وَلِتَجْرِىَ walitajriya dan supaya berlayar ٱلْفُلْكُ l-ful'ku perahu بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi dengan perintah-Nya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 46

Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira 1, dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya 2 , dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu رُسُلًا rusulan para Rasul إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِمْ qawmihim kaum mereka فَجَآءُوهُم fajāūhum maka (Rasul) datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā lalu Kami menyiksa مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَجْرَمُوا۟ ۖ ajramū (mereka) berdosa وَكَانَ wakāna dan adalah حَقًّا ḥaqqan berhak/berkewajiban عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami نَصْرُ naṣru pertolongan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 47

Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa 1. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang يُرْسِلُ yur'silu mengirimkan ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin فَتُثِيرُ fatuthīru lalu (angin) menghalau سَحَابًۭا saḥāban awan فَيَبْسُطُهُۥ fayabsuṭuhu lalu membentangkannya فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit كَيْفَ kayfa bagaimana menurut يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَجْعَلُهُۥ wayajʿaluhu dan Dia menjadikannya كِسَفًۭا kisafan gumpalan-gumpalan فَتَرَى fatarā maka kamu melihat ٱلْوَدْقَ l-wadqa hujan يَخْرُجُ yakhruju keluar مِنْ min dari خِلَـٰلِهِۦ ۖ khilālihi celah-celahnya فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَصَابَ aṣāba mengenai بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min daripada عِبَادِهِۦٓ ʿibādihi hamba-hamba-Nya إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira 48

Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

وَإِن wa-in dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يُنَزَّلَ yunazzala diturunkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَمُبْلِسِينَ lamub'lisīna benar-benar berputus asa 49

Dan Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.

فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah إِلَىٰٓ ilā kepada ءَاثَـٰرِ āthāri bekas-bekas رَحْمَتِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah كَيْفَ kayfa bagaimana يُحْىِ yuḥ'yī Dia menghidupkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَآ ۚ mawtihā matinya إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَمُحْىِ lamuḥ'yī benar-benar menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ ۖ l-mawtā orang mati وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 50

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengirimkan رِيحًۭا rīḥan angin فَرَأَوْهُ fara-awhu maka mereka melihatnya مُصْفَرًّۭا muṣ'farran menjadi kuning لَّظَلُّوا۟ laẓallū niscaya mereka tetap مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/itu يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka ingkar 51

Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan), lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.

فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu لَا kamu tidak تُسْمِعُ tus'miʿu dapat menjadikan mendengar ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَلَا walā dan tidak تُسْمِعُ tus'miʿu kamu menjadikan mendengar ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang tuli ٱلدُّعَآءَ l-duʿāa seruan إِذَا idhā apabila وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna membelakang 52

Maka Sesungguhnya, kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang 1.

وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِهَـٰدِ bihādi dengan memberi petunjuk ٱلْعُمْىِ l-ʿum'yi orang yang buta عَن ʿan dari ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ ḍalālatihim kesesatan mereka إِن in tidaklah تُسْمِعُ tus'miʿu kamu menjadikan mendengar إِلَّا illā kecuali مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَهُم fahum maka mereka مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri 53

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan), melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami; mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).

۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari ضَعْفٍۢ ḍaʿfin keadaan lemah ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ضَعْفٍۢ ḍaʿfin keadaan lemah قُوَّةًۭ quwwatan kuat ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah قُوَّةٍۢ quwwatin kuat ضَعْفًۭا ḍaʿfan keadaan lemah وَشَيْبَةًۭ ۚ washaybatan dan beruban يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا apa يَشَآءُ ۖ yashāu yang dikehendaki-Nya وَهُوَ wahuwa Dan dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْقَدِيرُ l-qadīru Maha Kuasa 54

Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يُقْسِمُ yuq'simu bersumpah ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa مَا tidaklah لَبِثُوا۟ labithū mereka tinggal غَيْرَ ghayra melainkan سَاعَةٍۢ ۚ sāʿatin sesaat كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan 55

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, "Mereka tidak berdiam (dalam kubur), melainkan sesaat (saja)". Seperti demikianlah, mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran) 1.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu pengetahuan وَٱلْإِيمَـٰنَ wal-īmāna dan keimanan لَقَدْ laqad sesungguhnya لَبِثْتُمْ labith'tum kamu telah tinggal فِى dalam/menurut كِتَـٰبِ kitābi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْبَعْثِ ۖ l-baʿthi berbangkit فَهَـٰذَا fahādhā maka ini يَوْمُ yawmu hari ٱلْبَعْثِ l-baʿthi berbangkit وَلَـٰكِنَّكُمْ walākinnakum akan tetapi kamu كُنتُمْ kuntum kalian adalah لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 56

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)".

فَيَوْمَئِذٍۢ fayawma-idhin maka pada hari itu لَّا tidak يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مَعْذِرَتُهُمْ maʿdhiratuhum permintaan uzur mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُسْتَعْتَبُونَ yus'taʿtabūna mereka diberi kesempatan bertaubat 57

Maka pada hari itu, tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertobat lagi.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ضَرَبْنَا ḍarabnā Kami telah membuat لِلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia فِى dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an مِن min dari كُلِّ kulli segala مَثَلٍۢ ۚ mathalin perumpamaan وَلَئِن wala-in dan sungguh jika جِئْتَهُم ji'tahum kamu datang pada mereka بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat لَّيَقُولَنَّ layaqūlanna pasti akan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali مُبْطِلُونَ mub'ṭilūna orang-orang yang membuat kepalsuan 58

Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur`ān ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka".

كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian يَطْبَعُ yaṭbaʿu mengunci mati/mencap ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِ qulūbi hati-hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui/memahami 59

Demikianlah, Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun hak/benar وَلَا walā dan jangan يَسْتَخِفَّنَّكَ yastakhiffannaka sekali-kali menggelisahkan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يُوقِنُونَ yūqinūna meyakini 60

Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.

الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam miim 1

Alif Lām Mīm 1

تِلْكَ til'ka inilah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al kitab ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi mengandung hikmah 2

Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang mengandung hikmat,

هُدًۭى hudan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّلْمُحْسِنِينَ lil'muḥ'sinīna bagi orang-orang yang berbuat kebaikan 3

menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati pada akhirat هُمْ hum mereka يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini 4

(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَىٰ ʿalā mendapat/atas هُدًۭى hudan petunjuk مِّن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 5

Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan-nya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang yang يَشْتَرِى yashtarī membeli لَهْوَ lahwa sia-sia ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi cerita/pembicaraan لِيُضِلَّ liyuḍilla untuk menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عِلْمٍۢ ʿil'min ilmu pengetahuan وَيَتَّخِذَهَا wayattakhidhahā dan dia menjadikannya هُزُوًا ۚ huzuwan olok-olok أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun yang hina 6

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami وَلَّىٰ wallā dia berpaling مُسْتَكْبِرًۭا mus'takbiran menyombongkan diri كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak يَسْمَعْهَا yasmaʿhā dia mendengarnya كَأَنَّ ka-anna seakan-akan فِىٓ di أُذُنَيْهِ udhunayhi kedua telinganya وَقْرًۭا ۖ waqran sumbat فَبَشِّرْهُ fabashir'hu maka beri kabar gembira dia بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍ alīmin pedih 7

Dan apabila dibacakan kepadanya 1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh dengan kenikmatan 8

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۖ fīhā didalamnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقًّۭا ۚ ḥaqqan benar وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 9

Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عَمَدٍۢ ʿamadin tiang تَرَوْنَهَا ۖ tarawnahā kamu melihatnya وَأَلْقَىٰ wa-alqā dan Dia meletakkan فِى di atas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung أَن an bahwa تَمِيدَ tamīda menggoyangkan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian وَبَثَّ wabatha dan Dia mengembang biakan فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلِّ kulli macam-macam دَآبَّةٍۢ ۚ dābbatin binatang وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā lalu Kami tumbuhkan فِيهَا fīhā padanya مِن min dari كُلِّ kulli macam-macam زَوْجٍۢ zawjin jenis كَرِيمٍ karīmin baik 10

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu, dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

هَـٰذَا hādhā ini خَلْقُ khalqu ciptaan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَرُونِى fa-arūnī maka perlihatkan kepadaku مَاذَا mādhā apa yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari دُونِهِۦ ۚ dūnihi selain Dia بَلِ bali bahkan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 11

Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya, orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan لُقْمَـٰنَ luq'māna Luqmân ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah أَنِ ani agar ٱشْكُرْ ush'kur bersyukur لِلَّهِ ۚ lillahi kepada Allah وَمَن waman dan barang siapa يَشْكُرْ yashkur bersyukur فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَشْكُرُ yashkuru ia bersyukur لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barang siapa yang كَفَرَ kafara ingkar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji 12

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqmān, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata لُقْمَـٰنُ luq'mānu Luqmân لِٱبْنِهِۦ li-ib'nihi kepada anaknya وَهُوَ wahuwa dan dia يَعِظُهُۥ yaʿiẓuhu memberi pelajaran kepadanya يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan لَا janganlah تُشْرِكْ tush'rik kamu mempersekutukan بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi dengan Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشِّرْكَ l-shir'ka mempersekutukan لَظُلْمٌ laẓul'mun benar-benar kezaliman عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar 13

Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami wasiatkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi terhadap kedua orang tuanya حَمَلَتْهُ ḥamalathu mengandungnya أُمُّهُۥ ummuhu ibunya وَهْنًا wahnan kelelahan عَلَىٰ ʿalā atas وَهْنٍۢ wahnin kelelahan وَفِصَـٰلُهُۥ wafiṣāluhu dan ia menyapihnya فِى dalam عَامَيْنِ ʿāmayni dua tahun أَنِ ani agar ٱشْكُرْ ush'kur bersyukurlah لِى kepada-Ku وَلِوَٰلِدَيْكَ waliwālidayka dan kepada kedua orang tuamu إِلَىَّ ilayya kepada-Ku ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 14

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun 1. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

وَإِن wa-in dan jika جَـٰهَدَاكَ jāhadāka keduanya memaksamu عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an bahwa تُشْرِكَ tush'rika mempersekutukan بِى dengan Aku مَا apa-apa لَيْسَ laysa tidak لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan فَلَا falā maka jangan تُطِعْهُمَا ۖ tuṭiʿ'humā kamu mentaati keduanya وَصَاحِبْهُمَا waṣāḥib'humā dan pergaulilah keduanya فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مَعْرُوفًۭا ۖ maʿrūfan dengan baik وَٱتَّبِعْ wa-ittabiʿ dan ikutilah سَبِيلَ sabīla jalan مَنْ man orang yang أَنَابَ anāba kembali إِلَىَّ ۚ ilayya kepada-Ku ثُمَّ thumma kemudian إِلَىَّ ilayya kepada-Ku مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَأُنَبِّئُكُم fa-unabbi-ukum lalu akan Ku-beritahukan kamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 15

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan إِنَّهَآ innahā sesungguhnya إِن in jika تَكُ taku adalah kamu مِثْقَالَ mith'qāla seberat حَبَّةٍۢ ḥabbatin biji مِّنْ min dari خَرْدَلٍۢ khardalin sawi فَتَكُن fatakun maka adalah فِى dalam صَخْرَةٍ ṣakhratin batu أَوْ aw atau فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) أَوْ aw atau فِى didalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَأْتِ yati mendatangkan بِهَا bihā dengannya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَطِيفٌ laṭīfun Maha Halus خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 16

(Luqmān berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus 1 lagi Maha Mengetahui.

يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan أَقِمِ aqimi dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأْمُرْ wamur dan suruhlah بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan yang baik وَٱنْهَ wa-in'ha dan cegahlah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari perbuatan yang mungkar وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa أَصَابَكَ ۖ aṣābaka menimpa kamu إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari عَزْمِ ʿazmi ketetapan/kesungguhan ٱلْأُمُورِ l-umūri perkara/perintah 17

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

وَلَا walā dan jangan تُصَعِّرْ tuṣaʿʿir kamu memalingkan خَدَّكَ khaddaka mukamu لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia وَلَا walā dan jangan تَمْشِ tamshi kamu berjalan فِى di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مَرَحًا ۖ maraḥan angkuh إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai كُلَّ kulla setiap مُخْتَالٍۢ mukh'tālin orang yang sombong فَخُورٍۢ fakhūrin kebanggaan diri 18

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

وَٱقْصِدْ wa-iq'ṣid dan sederhanakanlah فِى didalam مَشْيِكَ mashyika berjalanmu وَٱغْضُضْ wa-ugh'ḍuḍ dan lunakkan مِن min dari صَوْتِكَ ۚ ṣawtika suara إِنَّ inna sesungguhnya أَنكَرَ ankara seburuk-buruk ٱلْأَصْوَٰتِ l-aṣwāti suara-suara لَصَوْتُ laṣawtu sungguh suara ٱلْحَمِيرِ l-ḥamīri keledai 19

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan 1 dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَوْا۟ taraw kamu perhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah سَخَّرَ sakhara Dia telah menundukkan لَكُم lakum bagi kalian مَّا apa yang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَأَسْبَغَ wa-asbagha dan Dia telah menyempurnakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian نِعَمَهُۥ niʿamahu nikmat-Nya ظَـٰهِرَةًۭ ẓāhiratan lahir وَبَاطِنَةًۭ ۗ wabāṭinatan dan batin وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يُجَـٰدِلُ yujādilu ia membantah فِى tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عِلْمٍۢ ʿil'min ilmu pengetahuan وَلَا walā dan tanpa هُدًۭى hudan petunjuk وَلَا walā dan tidak كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّنِيرٍۢ munīrin memberi penerangan 20

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia, ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَآ apa yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal bahkan نَتَّبِعُ nattabiʿu kami mengikuti مَا apa yang وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَآ ۚ ābāanā bapak-bapak kami أَوَلَوْ awalaw apakah walaupun كَانَ kāna adalah ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan يَدْعُوهُمْ yadʿūhum menyeru mereka إِلَىٰ ilā kepada عَذَابِ ʿadhābi azab ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri menyala-nyala 21

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab, "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka), walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?

۞ وَمَن waman dan barang siapa يُسْلِمْ yus'lim menyerahkan وَجْهَهُۥٓ wajhahu wajahnya/dirinya إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan dia مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun orang yang berbuat kebaikan فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱسْتَمْسَكَ is'tamsaka dia telah berpegang بِٱلْعُرْوَةِ bil-ʿur'wati pada tali ٱلْوُثْقَىٰ ۗ l-wuth'qā teguh/kokoh وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan ٱلْأُمُورِ l-umūri segala perkara 22

Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.

وَمَن waman dan barang siapa yang كَفَرَ kafara kafir فَلَا falā maka jangan يَحْزُنكَ yaḥzunka menyusahkan kamu كُفْرُهُۥٓ ۚ kuf'ruhu kekafirannya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami مَرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali mereka فَنُنَبِّئُهُم fanunabbi-uhum lalu Kami jelaskan kepada mereka بِمَا bimā tentang apa عَمِلُوٓا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada 23

Dan barang siapa kafir, maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

نُمَتِّعُهُمْ numattiʿuhum Kami beri kesenangan mereka قَلِيلًۭا qalīlan sebentar ثُمَّ thumma kemudian نَضْطَرُّهُمْ naḍṭarruhum Kami paksakan mereka إِلَىٰ ilā kepada عَذَابٍ ʿadhābin azab غَلِيظٍۢ ghalīẓin yang keras 24

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.

وَلَئِن wala-in dan sungguh jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu tanyakan kepada mereka مَّنْ man siapakah خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka mengatakan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلِ quli katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 25

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah". Katakanlah, "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah مَا apa yang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan dibumi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji 26

Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

وَلَوْ walaw dan seandainya أَنَّمَا annamā apa saja فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِن min dari شَجَرَةٍ shajaratin pohon-pohon أَقْلَـٰمٌۭ aqlāmun kalam/pena وَٱلْبَحْرُ wal-baḥru dan laut يَمُدُّهُۥ yamudduhu ditambahnya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya سَبْعَةُ sabʿatu tujuh أَبْحُرٍۢ abḥurin laut مَّا tidak نَفِدَتْ nafidat habis كَلِمَـٰتُ kalimātu beberapa kalimat ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 27

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah 1. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

مَّا tidak خَلْقُكُمْ khalqukum menciptakan kalian وَلَا walā dan tidak بَعْثُكُمْ baʿthukum kebangkitanmu إِلَّا illā kecuali كَنَفْسٍۢ kanafsin seperti jiwa وَٰحِدَةٍ ۗ wāḥidatin satu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat 28

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja 1. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يُولِجُ yūliju Dia memasukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى ke dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُولِجُ wayūliju dan memasukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى ke dalam ٱلَّيْلِ al-layli malam وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِىٓ yajrī berjalan/beredar إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā terhadap apa yang تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 29

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan; dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya مَا apa yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru مِن min dari دُونِهِ dūnihi selain Dia ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu batil وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar 30

Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak 1 dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil dan sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu تَجْرِى tajrī berlayar فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut بِنِعْمَتِ biniʿ'mati dengan nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيُرِيَكُم liyuriyakum untuk Dia perlihatkan kepadamu مِّنْ min dari ءَايَـٰتِهِۦٓ ۚ āyātihi tanda-tanda-Nya إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang sabar شَكُورٍۢ shakūrin lagi bersyukur 31

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila غَشِيَهُم ghashiyahum menimpa mereka مَّوْجٌۭ mawjun gelombang كَٱلظُّلَلِ kal-ẓulali seperti naungan/gunung دَعَوُا۟ daʿawū mereka menyeru ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna agama/ketaatan فَلَمَّا falammā maka tatkala نَجَّىٰهُمْ najjāhum Dia meneyelamatkan mereka إِلَى ilā sampai ٱلْبَرِّ l-bari di daratan فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مُّقْتَصِدٌۭ ۚ muq'taṣidun berlaku tengah-tengah وَمَا wamā dan tidak يَجْحَدُ yajḥadu mengingkari بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā pada ayat-ayat Kami إِلَّا illā kecuali كُلُّ kullu tiap-tiap خَتَّارٍۢ khattārin orang yang tidak setia كَفُورٍۢ kafūrin orang yang ingkar 32

Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus 1. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian وَٱخْشَوْا۟ wa-ikh'shaw dan takutlah يَوْمًۭا yawman suatu hari لَّا tidak يَجْزِى yajzī menolong وَالِدٌ wālidun seorang bapak عَن ʿan dari وَلَدِهِۦ waladihi anaknya وَلَا walā dan tidak مَوْلُودٌ mawlūdun yang dilahirkan/anak هُوَ huwa ia جَازٍ jāzin penolong عَن ʿan dari وَالِدِهِۦ wālidihi bapaknya شَيْـًٔا ۚ shayan sedikit pun إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun benar فَلَا falā maka jangan تَغُرَّنَّكُمُ taghurrannakumu menipu kamu ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَلَا walā dan jangan يَغُرَّنَّكُم yaghurrannakum sekali-kali menipu kamu بِٱللَّهِ bil-lahi terhadap Allah ٱلْغَرُورُ l-gharūru penipu 33

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥ ʿindahu di sisi-Nya عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan ٱلْغَيْثَ l-ghaytha hujan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa yang فِى dalam ٱلْأَرْحَامِ ۖ l-arḥāmi rahim/kandungan وَمَا wamā dan tidak تَدْرِى tadrī mengetahui نَفْسٌۭ nafsun jiwa/seorang مَّاذَا mādhā apa yang تَكْسِبُ taksibu ia kerjakan غَدًۭا ۖ ghadan besok وَمَا wamā dan tidak تَدْرِى tadrī mengetahui نَفْسٌۢ nafsun jiwa/seorang بِأَىِّ bi-ayyi di mana أَرْضٍۢ arḍin bumi تَمُوتُ ۚ tamūtu ia akan mati إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui خَبِيرٌۢ khabīrun Maha dalam pengetahuan-Nya 34

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok 1. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam Miim 1

Alif Lām Mīm

تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab (Al Qur'an) لَا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi di dalamnya مِن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 2

Turunnya Al-Qur`ān yang tidak ada keraguan padanya (adalah) dari Tuhan semesta alam.

أَمْ am ataukah/apakah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰهُ ۚ if'tarāhu ia mengada-adakannya بَلْ bal bahkan هُوَ huwa ia/itu(Al Qur'an) ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan قَوْمًۭا qawman kaum مَّآ belum أَتَىٰهُم atāhum datang kepada mereka مِّن min dari نَّذِيرٍۢ nadhīrin seorang pemberi peringatan مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk 3

Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya, Al-Qur`ān itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhan-mu agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa yang بَيْنَهُمَا baynahumā antara keduanya فِى dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin masa ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā di atas ٱلْعَرْشِ ۖ l-ʿarshi 'Arsy مَا tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain-Nya مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang penolong وَلَا walā dan tidak ada شَفِيعٍ ۚ shafīʿin seorang pemberi syafa'at أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَتَذَكَّرُونَ tatadhakkarūna kamu memperhatikan 4

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas arasy 264>1. Tidak ada bagi kamu selain dari-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

يُدَبِّرُ yudabbiru Dia mengatur ٱلْأَمْرَ l-amra urusan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit إِلَى ilā sampai ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ثُمَّ thumma kemudian يَعْرُجُ yaʿruju ia naik إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya فِى dalam يَوْمٍۢ yawmin satu hari كَانَ kāna adalah مِقْدَارُهُۥٓ miq'dāruhu ukurannya أَلْفَ alfa seribu سَنَةٍۢ sanatin tahun مِّمَّا mimmā dari apa(menurut) تَعُدُّونَ taʿuddūna perhitunganmu 5

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu 1.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَـٰلِمُ ʿālimu yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 6

Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَحْسَنَ aḥsana Dia membuat bagus كُلَّ kulla setiap شَىْءٍ shayin sesuatu خَلَقَهُۥ ۖ khalaqahu Dia menciptakannya وَبَدَأَ wabada-a dan Dia memulai خَلْقَ khalqa ciptaan ٱلْإِنسَـٰنِ l-insāni manusia مِن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah 7

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan نَسْلَهُۥ naslahu keturunannya مِن min dari سُلَـٰلَةٍۢ sulālatin sari pati مِّن min dari مَّآءٍۢ māin air مَّهِينٍۢ mahīnin yang hina 8

Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).

ثُمَّ thumma kemudian سَوَّىٰهُ sawwāhu Dia menyempurnakannya وَنَفَخَ wanafakha dan Dia meniupkan فِيهِ fīhi kedalamnya مِن min dari رُّوحِهِۦ ۖ rūḥihi ruh-Nya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْأَبْصَـٰرَ wal-abṣāra dan penglihatan وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ wal-afidata dan hati قَلِيلًۭا qalīlan sedikit sekali مَّا apa تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 9

Kemudian, Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah bila ضَلَلْنَا ḍalalnā kami telah sesat فِى dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَفِى lafī sungguh dalam خَلْقٍۢ khalqin ciptaan جَدِيدٍۭ ۚ jadīdin baru بَلْ bal bahkan هُم hum mereka بِلِقَآءِ biliqāi dengan pertemuan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna mereka ingkar 10

Dan mereka berkata, "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru1. Bahkan (sebenarnya), mereka ingkar akan menemui Tuhan-nya.

۞ قُلْ qul katakanlah يَتَوَفَّىٰكُم yatawaffākum akan mewafatkan kamu مَّلَكُ malaku malaikat ٱلْمَوْتِ l-mawti maut ٱلَّذِى alladhī yang وُكِّلَ wukkila diserahi بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 11

Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhan-mulah kamu akan dikembalikan.

وَلَوْ walaw dan sekiranya تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذِ idhi ketika ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang ynag berdosa نَاكِسُوا۟ nākisū mereka menundukkan رُءُوسِهِمْ ruūsihim kepala mereka عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَبْصَرْنَا abṣarnā kami telah melihat وَسَمِعْنَا wasamiʿ'nā dan kami telah mendengar فَٱرْجِعْنَا fa-ir'jiʿ'nā maka kembalikanlah kami نَعْمَلْ naʿmal kami akan mengerjakan صَـٰلِحًا ṣāliḥan amal shaleh إِنَّا innā sesungguhnya kami مُوقِنُونَ mūqinūna orang-orang yang yakin 12

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan-nya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".

وَلَوْ walaw dan jika شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَـَٔاتَيْنَا laātaynā niscaya Kami memberikan كُلَّ kulla setiap نَفْسٍ nafsin jiwa هُدَىٰهَا hudāhā petunjuknya وَلَـٰكِنْ walākin akan tetapi حَقَّ ḥaqqa telah pasti ٱلْقَوْلُ l-qawlu ketetapan مِنِّى minnī dari-Ku لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh akan Aku penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِنَ mina dari ٱلْجِنَّةِ l-jinati jin وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya/bersama-sama 13

Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.

فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah بِمَا bimā dengan apa نَسِيتُمْ nasītum kamu telah melupakan لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِكُمْ yawmikum harimu هَـٰذَآ hādhā ini إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَسِينَـٰكُمْ ۖ nasīnākum Kami melupakan kamu وَذُوقُوا۟ wadhūqū dan rasakanlah عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْخُلْدِ l-khul'di kekal بِمَا bimā dengan apa/sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 14

Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat). Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan".

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diperingatkan بِهَا bihā dengannya خَرُّوا۟ kharrū mereka menyungkur سُجَّدًۭا sujjadan sujud وَسَبَّحُوا۟ wasabbaḥū dan mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يَسْتَكْبِرُونَ ۩ yastakbirūna mereka menyombongkan diri 15

Sesungguhnya orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami) mereka menyungkur sujud1 dan bertasbih serta memuji Tuhan-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.

تَتَجَافَىٰ tatajāfā menjauhkan جُنُوبُهُمْ junūbuhum lambung mereka عَنِ ʿani dari ٱلْمَضَاجِعِ l-maḍājiʿi tempat berbaring/tidur يَدْعُونَ yadʿūna mereka berdo'a رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka خَوْفًۭا khawfan rasa takut وَطَمَعًۭا waṭamaʿan dan berharap وَمِمَّا wamimmā dan dari apa/rezeki رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami berikan rezeki mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan 16

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya1, sedang mereka berdoa kepada Tuhan-nya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.

فَلَا falā maka tidak تَعْلَمُ taʿlamu mengetahui نَفْسٌۭ nafsun seseorang مَّآ apa yang أُخْفِىَ ukh'fiya disembunyikan لَهُم lahum untuk mereka مِّن min dari قُرَّةِ qurrati menyejukkan أَعْيُنٍۢ aʿyunin pandangan mata جَزَآءًۢ jazāan pembalasan بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 17

Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan padangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

أَفَمَن afaman apakah maka orang كَانَ kāna adalah dia مُؤْمِنًۭا mu'minan orang yang beriman كَمَن kaman seperti orang كَانَ kāna adalah dia فَاسِقًۭا ۚ fāsiqan orang yang fasik لَّا tidak يَسْتَوُۥنَ yastawūna mereka sama 18

Maka apakah orang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.

أَمَّا ammā adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga ٱلْمَأْوَىٰ l-mawā tempat kediaman نُزُلًۢا nuzulan diturunkan/pembalasan بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 19

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَسَقُوا۟ fasaqū fasik فَمَأْوَىٰهُمُ famawāhumu maka tempat kediaman mereka ٱلنَّارُ ۖ l-nāru api/neraka كُلَّمَآ kullamā setiap kali أَرَادُوٓا۟ arādū mereka hendak أَن an bahwa يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka akan keluar مِنْهَآ min'hā darinya أُعِيدُوا۟ uʿīdū mereka dikembalikan فِيهَا fīhā didalamnya وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi kepadanya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu dustakan 20

Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya".

وَلَنُذِيقَنَّهُم walanudhīqannahum dan sungguh Kami rasakan kepada mereka مِّنَ mina dari sebagian ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْأَدْنَىٰ l-adnā dekat دُونَ dūna bukan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْأَكْبَرِ l-akbari besar لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 21

Dan Sesungguhnya, Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

وَمَنْ waman dan barang siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّن mimman dari pada orang ذُكِّرَ dhukkira diperingatkan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya ثُمَّ thumma kemudian أَعْرَضَ aʿraḍa dia berpaling عَنْهَآ ۚ ʿanhā dari padanya إِنَّا innā sesungguhnya Kami مِنَ mina dari ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa مُنتَقِمُونَ muntaqimūna yang menyiksa 22

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhan-nya, kemudian ia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab فَلَا falā maka jangan تَكُن takun kamu adalah فِى dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keragu-raguan مِّن min dari لِّقَآئِهِۦ ۖ liqāihi menemuinya وَجَعَلْنَـٰهُ wajaʿalnāhu dan Kami menjadikannya هُدًۭى hudan petunjuk لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 23

Dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Qur`ān itu) dan Kami jadikan Alkitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Isrā`īl 1.

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin-pemimpin يَهْدُونَ yahdūna mereka memberikan petunjuk بِأَمْرِنَا bi-amrinā dengan perintah Kami لَمَّا lammā ketika صَبَرُوا۟ ۖ ṣabarū mereka sabar وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini 24

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar 1. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia يَفْصِلُ yafṣilu memberikan keputusan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan 25

Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَهْدِ yahdi menjadi petunjuk لَهُمْ lahum bagi mereka كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā telah Kami binasakan مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni ummat-ummat يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan فِى dalam مَسَـٰكِنِهِمْ ۚ masākinihim tempat-tempat kediaman mereka إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍ ۖ laāyātin benar-benar tanda-tanda أَفَلَا afalā maka apakah tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar 26

Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّا annā bahwasanya Kami نَسُوقُ nasūqu Kami mencurahkan ٱلْمَآءَ l-māa air إِلَى ilā ke ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ٱلْجُرُزِ l-juruzi tandus فَنُخْرِجُ fanukh'riju lalu Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya زَرْعًۭا zarʿan tanaman-tanaman تَأْكُلُ takulu memakan مِنْهُ min'hu dari padanya أَنْعَـٰمُهُمْ anʿāmuhum binatang ternak mereka وَأَنفُسُهُمْ ۖ wa-anfusuhum dan mereka sendiri أَفَلَا afalā maka apakah tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka memperhatikan 27

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang darinya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna maka mereka berkata مَتَىٰ matā kapan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْفَتْحُ l-fatḥu kemenangan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 28

Dan mereka bertanya, "Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?"

قُلْ qul katakanlah يَوْمَ yawma pada hari ٱلْفَتْحِ l-fatḥi kemenangan لَا tidak يَنفَعُ yanfaʿu berguna ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِيمَـٰنُهُمْ īmānuhum iman mereka وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh 29

Katakanlah, "Pada hari kemenangan 1 itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh."

فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَٱنتَظِرْ wa-intaẓir dan tunggulah إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu 30

Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu 1.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi ٱتَّقِ ittaqi bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan jangan تُطِعِ tuṭiʿi kamu mentaati ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ ۗ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana 1

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

وَٱتَّبِعْ wa-ittabiʿ dan ikutilah مَا apa yang يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِمَا bimā tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui 2

dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakallah عَلَى ʿalā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَكِيلًۭا wakīlan tempat mempercayakan diri/pemelihara 3

dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

مَّا tidak جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِرَجُلٍۢ lirajulin bagi seorang laki-laki مِّن min dari قَلْبَيْنِ qalbayni dua hati فِى dalam جَوْفِهِۦ ۚ jawfihi lambungnya وَمَا wamā dan tidak جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan أَزْوَٰجَكُمُ azwājakumu isteri-isterimu ٱلَّـٰٓـِٔى allāī yang تُظَـٰهِرُونَ tuẓāhirūna kamu nyatakan مِنْهُنَّ min'hunna dari pada mereka أُمَّهَـٰتِكُمْ ۚ ummahātikum ibu-ibu kamu وَمَا wamā dan tidak جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan أَدْعِيَآءَكُمْ adʿiyāakum anak angkatmu أَبْنَآءَكُمْ ۚ abnāakum anak-anak laki-laki kalian ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu قَوْلُكُم qawlukum perkataanmu بِأَفْوَٰهِكُمْ ۖ bi-afwāhikum dengan mulutmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَقُولُ yaqūlu mengatakan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar وَهُوَ wahuwa dan Dia يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan 4

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu ẓihār 1 itu sebagai ibumu dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu, hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

ٱدْعُوهُمْ id'ʿūhum panggillah mereka لِـَٔابَآئِهِمْ liābāihim dengan bapak-bapak mereka هُوَ huwa hal itu أَقْسَطُ aqsaṭu lebih adil عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu mengetahui ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka فَإِخْوَٰنُكُمْ fa-ikh'wānukum maka saudaramu فِى dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama وَمَوَٰلِيكُمْ ۚ wamawālīkum dan maulana-maulanamu وَلَيْسَ walaysa dan tidak عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌۭ junāḥun berdosa فِيمَآ fīmā dalam hal أَخْطَأْتُم akhṭatum kamu membuat kesalahan بِهِۦ bihi dengannya وَلَـٰكِن walākin tetapi مَّا apa yang تَعَمَّدَتْ taʿammadat sengaja قُلُوبُكُمْ ۚ qulūbukum hati-hati kamu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang 5

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu 1. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ٱلنَّبِىُّ al-nabiyu Nabi itu أَوْلَىٰ awlā lebih utama بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang mukmin مِنْ min dari أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka sendiri وَأَزْوَٰجُهُۥٓ wa-azwājuhu dan isteri-isterinya أُمَّهَـٰتُهُمْ ۗ ummahātuhum ibu-ibu mereka وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan yang mempunyai ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi hubungan darah بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلَىٰ awlā lebih utama بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian فِى dalam كِتَـٰبِ kitābi kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang muhajirin إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَفْعَلُوٓا۟ tafʿalū kalian kerjakan إِلَىٰٓ ilā kepada أَوْلِيَآئِكُم awliyāikum saudara-saudara kamu مَّعْرُوفًۭا ۚ maʿrūfan kebaikan كَانَ kāna adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فِى dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مَسْطُورًۭا masṭūran yang tertulis 6

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri 1 dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik 2 kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِنَ mina dari ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna Nabi-nabi مِيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka وَمِنكَ waminka dan dari kamu وَمِن wamin dan dari نُّوحٍۢ nūḥin Nuh وَإِبْرَٰهِيمَ wa-ib'rāhīma dan Ibrahim وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa وَعِيسَى waʿīsā dan 'Isa ٱبْنِ ib'ni putra مَرْيَمَ ۖ maryama Maryam وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami telah mengambil مِنْهُم min'hum dari mereka مِّيثَـٰقًا mīthāqan perjanjian غَلِيظًۭا ghalīẓan yang teguh 7

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nūḥ, Ibrāhīm, Musa, dan ʻIsa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh 1,

لِّيَسْـَٔلَ liyasala karena Dia akan menanyakan ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar عَن ʿan dari/tentang صِدْقِهِمْ ۚ ṣid'qihim kebenaran mereka وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih 8

agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka 1 dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh jika جَآءَتْكُمْ jāatkum datang kepadamu جُنُودٌۭ junūdun bala tentara فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā lalu Kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim kepada mereka رِيحًۭا rīḥan angin topan وَجُنُودًۭا wajunūdan dan bala tentara لَّمْ lam tidak تَرَوْهَا ۚ tarawhā kamu melihatnya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرًا baṣīran Maha Melihat 9

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya 1. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.

إِذْ idh tatkala جَآءُوكُم jāūkum mereka datang kepadamu مِّن min dari فَوْقِكُمْ fawqikum atasmu وَمِنْ wamin dan dari أَسْفَلَ asfala bawah مِنكُمْ minkum dari kamu وَإِذْ wa-idh dan ketika زَاغَتِ zāghati berobah ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru pandangan وَبَلَغَتِ wabalaghati dan sampai ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati ٱلْحَنَاجِرَ l-ḥanājira tenggorokkan وَتَظُنُّونَ wataẓunnūna dan kamu menyangka بِٱللَّهِ bil-lahi terhadap Allah ٱلظُّنُونَا۠ l-ẓunūnā persangkaan yang salah 10

(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan 1 , dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.

هُنَالِكَ hunālika disitulah ٱبْتُلِىَ ub'tuliya di uji ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin وَزُلْزِلُوا۟ wazul'zilū dan mereka digoncangkan زِلْزَالًۭا zil'zālan goncangan شَدِيدًۭا shadīdan keras 11

Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.

وَإِذْ wa-idh dan ketika يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang فِى dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun berpenyakit مَّا tidak وَعَدَنَا waʿadanā menjanjikan kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan rasul-Nya إِلَّا illā kecuali غُرُورًۭا ghurūran tipuan 12

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, "Allah dan rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami, melainkan tipu daya".

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَت qālat berkata طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَـٰٓأَهْلَ yāahla hai orang يَثْرِبَ yathriba Yasrib لَا tidak مُقَامَ muqāma tempat لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱرْجِعُوا۟ ۚ fa-ir'jiʿū maka kembalilah وَيَسْتَـْٔذِنُ wayastadhinu dan meminta izin فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُمُ min'humu dari mereka ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata إِنَّ inna sesungguhnya بُيُوتَنَا buyūtanā rumah-rumah kami عَوْرَةٌۭ ʿawratun terbuka وَمَا wamā dan tidak هِىَ hiya padahal ia بِعَوْرَةٍ ۖ biʿawratin dengan terbuka إِن in bahwa يُرِيدُونَ yurīdūna mereka hendak إِلَّا illā hanyalah فِرَارًۭا firāran lari 13

Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Hai penduduk Yaṡrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu". Dan sebagian dari mereka minta izin kepada nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)". Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.

وَلَوْ walaw dan kalau دُخِلَتْ dukhilat di serang عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنْ min dari أَقْطَارِهَا aqṭārihā segala penjurunya ثُمَّ thumma kemudian سُئِلُوا۟ su-ilū mereka diminta ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata berkhianat لَـَٔاتَوْهَا laātawhā niscaya mereka mengerjakan وَمَا wamā dan tidak تَلَبَّثُوا۟ talabbathū mereka menangguhkan بِهَآ bihā dengannya إِلَّا illā kecuali يَسِيرًۭا yasīran segera 14

Kalau (Yaṡrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad 1, niscaya mereka mengerjakannya dan mereka tiada akan menunda untuk murtad itu, melainkan dalam waktu yang singkat.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū mereka berjanji ٱللَّهَ l-laha Allah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu لَا tidak يُوَلُّونَ yuwallūna mereka berpaling ٱلْأَدْبَـٰرَ ۚ l-adbāra kebelakang وَكَانَ wakāna dan adalah عَهْدُ ʿahdu janji ٱللَّهِ l-lahi Allah مَسْـُٔولًۭا masūlan ditanya 15

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggunganjawabnya.

قُل qul katakanlah لَّن lan tidaklah يَنفَعَكُمُ yanfaʿakumu berguna bagi kamu ٱلْفِرَارُ l-firāru lari itu إِن in jika فَرَرْتُم farartum kamu lari مِّنَ mina dari ٱلْمَوْتِ l-mawti kematian أَوِ awi atau ٱلْقَتْلِ l-qatli pembunuhan وَإِذًۭا wa-idhan jika demikian لَّا tidak تُمَتَّعُونَ tumattaʿūna kamu bersenang-senang إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar 16

Katakanlah, "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan, kecuali sebentar saja".

قُلْ qul katakanlah مَن man barang siapa ذَا dhā mempunyai ٱلَّذِى alladhī yang يَعْصِمُكُم yaʿṣimukum melindungi kamu مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنْ in jika أَرَادَ arāda Dia menghendaki بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian سُوٓءًا sūan kejelekan/bencana أَوْ aw atau أَرَادَ arāda Dia menghendaki بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَحْمَةًۭ ۚ raḥmatan rahmat وَلَا walā dan tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong 17

Katakanlah, "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.

۞ قَدْ qad sesungguhnya يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُعَوِّقِينَ l-muʿawiqīna orang-orang yang merintangi مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلْقَآئِلِينَ wal-qāilīna dan orang yang berkata لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudara mereka هَلُمَّ halumma marilah إِلَيْنَا ۖ ilaynā kepada kami وَلَا walā dan tidak يَأْتُونَ yatūna mendatangi mereka ٱلْبَأْسَ l-basa peperangan إِلَّا illā kecuali قَلِيلًا qalīlan sedikit/sebentar 18

Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah kepada kami". Dan mereka tidak mendatangi peperangan, melainkan sebentar.

أَشِحَّةً ashiḥḥatan kikir عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang ٱلْخَوْفُ l-khawfu ketakutan رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang إِلَيْكَ ilayka kepadamu تَدُورُ tadūru berputar-putar أَعْيُنُهُمْ aʿyunuhum mata mereka كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang يُغْشَىٰ yugh'shā ditutupi (pingsan) عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنَ mina dari ٱلْمَوْتِ ۖ l-mawti mati فَإِذَا fa-idhā maka apabila ذَهَبَ dhahaba telah pergi/hilang ٱلْخَوْفُ l-khawfu ketakutan سَلَقُوكُم salaqūkum mereka mencaci maki kamu بِأَلْسِنَةٍ bi-alsinatin dengan lisan حِدَادٍ ḥidādin tajam أَشِحَّةً ashiḥḥatan kikir عَلَى ʿalā atas ٱلْخَيْرِ ۚ l-khayri kebaikan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman فَأَحْبَطَ fa-aḥbaṭa maka menghapus ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ aʿmālahum amal perbuatan mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرًۭا yasīran mudah 19

Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira ٱلْأَحْزَابَ l-aḥzāba golongan-golongan لَمْ lam tidak يَذْهَبُوا۟ ۖ yadhhabū mereka pergi وَإِن wa-in dan jika يَأْتِ yati datang ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu golongan-golongan يَوَدُّوا۟ yawaddū mereka menginginkan لَوْ law sekiranya أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka بَادُونَ bādūna mereka mengembara فِى dalam ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang dusun يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka menanyakan عَنْ ʿan diri/tentang أَنۢبَآئِكُمْ ۖ anbāikum beritamu وَلَوْ walaw dan sekiranya كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيكُم fīkum pada/bersamamu مَّا tidak قَـٰتَلُوٓا۟ qātalū mereka berperang إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar 20

Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.

لَّقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah kamu لَكُمْ lakum bagi kalian فِى dalam/pada رَسُولِ rasūli rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah أُسْوَةٌ us'watun teladan حَسَنَةٌۭ ḥasanatun baik لِّمَن liman bagi orang كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mengharap ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلْيَوْمَ wal-yawma dan hari ٱلْـَٔاخِرَ l-ākhira akhir وَذَكَرَ wadhakara dan mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak 21

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

وَلَمَّا walammā dan tatkala رَءَا raā melihat ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin ٱلْأَحْزَابَ l-aḥzāba golongan قَالُوا۟ qālū berkata mereka هَـٰذَا hādhā ini مَا apa وَعَدَنَا waʿadanā telah menjanjikan kepada kita ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan rasul-Nya وَصَدَقَ waṣadaqa dan benarlah ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan rasul-Nya وَمَا wamā dan tidak زَادَهُمْ zādahum menambah mereka إِلَّآ illā kecuali إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan وَتَسْلِيمًۭا wataslīman dan penyerahan diri 22

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya 1 kepada kita". Dan benarlah Allah dan rasul-Nya. Dan yang demikian itu, tidaklah menambah kepada mereka, kecuali iman dan ketundukan.

مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman رِجَالٌۭ rijālun laki-laki صَدَقُوا۟ ṣadaqū mereka benar (menepati) مَا apa عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū yang mereka janjikan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّن man orang قَضَىٰ qaḍā telah sampai نَحْبَهُۥ naḥbahu waktu kematiannya وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَنتَظِرُ ۖ yantaẓiru menunggu وَمَا wamā dan tidak بَدَّلُوا۟ baddalū mereka merubah تَبْدِيلًۭا tabdīlan perubahan 23

Di antara orang-orang mukmin itu, ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka, ada (pula) yang menunggu-nunggu1 dan mereka tidak mengubah (janjinya),

لِّيَجْزِىَ liyajziya karena hendak memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar بِصِدْقِهِمْ biṣid'qihim dengan kebenaran mereka وَيُعَذِّبَ wayuʿadhiba dan Dia menyiksa ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki أَوْ aw atau يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 24

supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan menyiksa orang munafik, jika dikehendaki-Nya atau menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَرَدَّ waradda dan menolak/menghalau ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِغَيْظِهِمْ bighayẓihim dengan kemarahan/kejengkelan mereka لَمْ lam tidak يَنَالُوا۟ yanālū mereka memperoleh خَيْرًۭا ۚ khayran kebaikan وَكَفَى wakafā dan cukuplah ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin ٱلْقِتَالَ ۚ l-qitāla peperangan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوِيًّا qawiyyan Maha Kuat عَزِيزًۭا ʿazīzan Maha Perkasa 25

Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan 1. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَـٰهَرُوهُم ẓāharūhum membantu mereka مِّنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِن min dari صَيَاصِيهِمْ ṣayāṣīhim benteng-benteng mereka وَقَذَفَ waqadhafa dan Dia memasukkan فِى pada قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa takut فَرِيقًۭا farīqan sebagian تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh وَتَأْسِرُونَ watasirūna dan kamu menawan فَرِيقًۭا farīqan sebagian 26

Dan Dia menurunkan orang-orang ahli kitab (Bani Qurayẓah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan 1.

وَأَوْرَثَكُمْ wa-awrathakum dan Dia mewariskan kepadamu أَرْضَهُمْ arḍahum bumi mereka وَدِيَـٰرَهُمْ wadiyārahum dan rumah-rumah mereka وَأَمْوَٰلَهُمْ wa-amwālahum dan harta benda mereka وَأَرْضًۭا wa-arḍan dan bumi/tanah لَّمْ lam tidak تَطَـُٔوهَا ۚ taṭaūhā kamu menginjaknya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرًۭا qadīran berkuasa 27

Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak 1. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi قُل qul katakan لِّأَزْوَٰجِكَ li-azwājika kepada istri-istrimu إِن in jika كُنتُنَّ kuntunna kamu sekalian تُرِدْنَ turid'na kamu menghendaki ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَزِينَتَهَا wazīnatahā dan perhiasannya فَتَعَالَيْنَ fataʿālayna maka marilah أُمَتِّعْكُنَّ umattiʿ'kunna akan aku berikan mut'ah kepadamu وَأُسَرِّحْكُنَّ wa-usarriḥ'kunna dan akan aku ceraikan kamu سَرَاحًۭا sarāḥan perceraian جَمِيلًۭا jamīlan yang baik 28

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mutah1 dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.

وَإِن wa-in dan jika كُنتُنَّ kuntunna kamu adalah تُرِدْنَ turid'na kamu menghendaki ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya وَٱلدَّارَ wal-dāra dan kampung ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah أَعَدَّ aʿadda menyediakan لِلْمُحْسِنَـٰتِ lil'muḥ'sināti bagi orang-orang yang berbuat baik مِنكُنَّ minkunna diantara kamu أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman yang besar 29

Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.

يَـٰنِسَآءَ yānisāa hai isteri-isteri ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi مَن man siapa يَأْتِ yati mendatangkan/mengerjakan مِنكُنَّ minkunna diantara kamu بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji مُّبَيِّنَةٍۢ mubayyinatin yang nyata يُضَـٰعَفْ yuḍāʿaf dilipat gandakan لَهَا lahā baginya/kepadanya ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksaan ضِعْفَيْنِ ۚ ḍiʿ'fayni dua kali lipat وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرًۭا yasīran mudah 30

Hai istri-istri nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.