Tilawahku
Masuk
۞

Juz 22

Al-Ahzab (31-73), Saba (1-54), Fatir (1-45), Ya-Sin (1-27)

۞ وَمَن waman dan siapa يَقْنُتْ yaqnut taat/patuh مِنكُنَّ minkunna diantara kamu sekalian لِلَّهِ lillahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya وَتَعْمَلْ wataʿmal dan mengerjakan/amal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh نُّؤْتِهَآ nu'tihā Kami datangkan/berikan أَجْرَهَا ajrahā pahalanya مَرَّتَيْنِ marratayni dua kali وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لَهَا lahā baginya رِزْقًۭا riz'qan rizki كَرِيمًۭا karīman mulia 31

Dan barang siapa di antara kamu sekalian (istri-istri nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

يَـٰنِسَآءَ yānisāa hai isteri-isteri ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi لَسْتُنَّ lastunna tidaklah kamu كَأَحَدٍۢ ka-aḥadin seperti seseorang مِّنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi wanita-wanita إِنِ ini jika ٱتَّقَيْتُنَّ ittaqaytunna kamu taat/patuh فَلَا falā maka jangan تَخْضَعْنَ takhḍaʿna kamu tunduk بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan/dalam perkataan/pembicaraan فَيَطْمَعَ fayaṭmaʿa maka (sehingga) berkeinginan ٱلَّذِى alladhī orang yang فِى dalam قَلْبِهِۦ qalbihi hatinya مَرَضٌۭ maraḍun penyakit وَقُلْنَ waqul'na dan berkatalah قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik 32

Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk 1 dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya 2 , dan ucapkanlah perkataan yang baik,

وَقَرْنَ waqarna dan hendaklah kamu tetap فِى dalam بُيُوتِكُنَّ buyūtikunna rumahmu وَلَا walā dan jangan تَبَرَّجْنَ tabarrajna kamu berhias تَبَرُّجَ tabarruja perhiasan ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ l-jāhiliyati orang-orang jahiliyah ٱلْأُولَىٰ ۖ l-ūlā pertama/dahulu وَأَقِمْنَ wa-aqim'na dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتِينَ waātīna dan tunaikanlah ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَطِعْنَ wa-aṭiʿ'na dan taatilah ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya إِنَّمَا innamā sesungguhnya يُرِيدُ yurīdu menghendaki/bermaksud ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُذْهِبَ liyudh'hiba Dia hendak menghilangkan عَنكُمُ ʿankumu dari kalian ٱلرِّجْسَ l-rij'sa kotoran/dosa أَهْلَ ahla ahli/penghuni ٱلْبَيْتِ l-bayti keluarga وَيُطَهِّرَكُمْ wayuṭahhirakum dan Dia akan mensucikan kamu تَطْهِيرًۭا taṭhīran sesuci-sucinya 33

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu 1, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu 2, dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai Ahlulbait 3 dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

وَٱذْكُرْنَ wa-udh'kur'na dan ingatlah مَا apa يُتْلَىٰ yut'lā yang dibacakan فِى pada بُيُوتِكُنَّ buyūtikunna rumahmu مِنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْحِكْمَةِ ۚ wal-ḥik'mati dan hikmah/kebijaksanaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah لَطِيفًا laṭīfan Maha Halus خَبِيرًا khabīran Maha Mengetahui 34

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna laki-laki muslim وَٱلْمُسْلِمَـٰتِ wal-mus'limāti dan perempuan muslim وَٱلْمُؤْمِنِينَ wal-mu'minīna dan laki-laki mukmin وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan perempuan mukmin وَٱلْقَـٰنِتِينَ wal-qānitīna dan laki-laki yang taat وَٱلْقَـٰنِتَـٰتِ wal-qānitāti dan perempuan-perempuan yang taat وَٱلصَّـٰدِقِينَ wal-ṣādiqīna orang laki-laki yang benar وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ wal-ṣādiqāti dan perempuan yang benar وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan laki-laki yang sabar وَٱلصَّـٰبِرَٰتِ wal-ṣābirāti dan perempuan-perempuan yang sabar وَٱلْخَـٰشِعِينَ wal-khāshiʿīna dan laki-laki yang khusyu' وَٱلْخَـٰشِعَـٰتِ wal-khāshiʿāti dan perempuan yang khusyu' وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ wal-mutaṣadiqīna dan laki-laki yang sedekah وَٱلْمُتَصَدِّقَـٰتِ wal-mutaṣadiqāti dan perempuan-perempuan yang sedekah وَٱلصَّـٰٓئِمِينَ wal-ṣāimīna dan laki-laki yang berpuasa وَٱلصَّـٰٓئِمَـٰتِ wal-ṣāimāti dan perempuan-perempuan yang berpuasa وَٱلْحَـٰفِظِينَ wal-ḥāfiẓīna dan laki-laki yang memelihara فُرُوجَهُمْ furūjahum kehormatan mereka وَٱلْحَـٰفِظَـٰتِ wal-ḥāfiẓāti dan perempuan-perempuan yang memelihara وَٱلذَّٰكِرِينَ wal-dhākirīna dan laki-laki yang mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak وَٱلذَّٰكِرَٰتِ wal-dhākirāti dan perempuan-perempuan yang mengingat أَعَدَّ aʿadda telah menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةًۭ maghfiratan ampunan وَأَجْرًا wa-ajran dan pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman yang besar 35

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin 1, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لِمُؤْمِنٍۢ limu'minin bagi laki-laki mukmin وَلَا walā dan tidak مُؤْمِنَةٍ mu'minatin perempuan mukmin إِذَا idhā apabila قَضَى qaḍā telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan rasul-Nya أَمْرًا amran perkara أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah mereka لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْخِيَرَةُ l-khiyaratu pilihan مِنْ min dari أَمْرِهِمْ ۗ amrihim perkara mereka وَمَن waman dan barang siapa يَعْصِ yaʿṣi mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya فَقَدْ faqad maka sungguh ضَلَّ ḍalla ia telah sesat ضَلَـٰلًۭا ḍalālan kesesatan مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata 36

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

وَإِذْ wa-idh dan ketika تَقُولُ taqūlu kamu berkata لِلَّذِىٓ lilladhī kepada orang-orang أَنْعَمَ anʿama telah memberi ni'mat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَأَنْعَمْتَ wa-anʿamta dan kamu telah memberi ni'mat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَمْسِكْ amsik tahanlah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu زَوْجَكَ zawjaka istrimu وَٱتَّقِ wa-ittaqi dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَتُخْفِى watukh'fī dan kamu menyembunyikan فِى dalam نَفْسِكَ nafsika jiwamu/hatimu مَا apa-apa ٱللَّهُ l-lahu Allah مُبْدِيهِ mub'dīhi menyatakannya وَتَخْشَى watakhshā dan kamu takut ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa تَخْشَىٰهُ ۖ takhshāhu kamu takuti-Nya فَلَمَّا falammā maka tatkala قَضَىٰ qaḍā telah memutuskan زَيْدٌۭ zaydun Zaid مِّنْهَا min'hā dari padanya وَطَرًۭا waṭaran keperluan زَوَّجْنَـٰكَهَا zawwajnākahā Kami kawinkan kamu dengannya لِكَىْ likay supaya لَا tidak يَكُونَ yakūna adalah عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang mukmin حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan فِىٓ pada أَزْوَٰجِ azwāji istri-istri أَدْعِيَآئِهِمْ adʿiyāihim anak angkat mereka إِذَا idhā apabila قَضَوْا۟ qaḍaw mereka memutuskan/menyelesaikan مِنْهُنَّ min'hunna diantara mereka وَطَرًۭا ۚ waṭaran keperluan وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُ amru perkara/ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَفْعُولًۭا mafʿūlan dikerjakan/terjadi 37

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia 1 supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya 2. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

مَّا tidak كَانَ kāna ada عَلَى ʿalā atas ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi مِنْ min dari حَرَجٍۢ ḥarajin keberatan فِيمَا fīmā dalam/tentang apa فَرَضَ faraḍa telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُۥ ۖ lahu baginya سُنَّةَ sunnata sunnah/peraturan ٱللَّهِ l-lahi Allah فِى pada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw (mereka) berlalu مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelumnya/dahulu وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُ amru perintah/perkara ٱللَّهِ l-lahi Allah قَدَرًۭا qadaran ketetapan/keputusan مَّقْدُورًا maqdūran telah ditetapkan 38

Tidak ada suatu keberatanpun atas nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu 1. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُبَلِّغُونَ yuballighūna (mereka) menyampaikan رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah-risalah ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَخْشَوْنَهُۥ wayakhshawnahu dan mereka takut kepada-Nya وَلَا walā dan tidak يَخْشَوْنَ yakhshawna mereka takut أَحَدًا aḥadan seseorang/apapun إِلَّا illā kecuali/selain ٱللَّهَ ۗ l-laha Allah وَكَفَىٰ wakafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi bagi Allah حَسِيبًۭا ḥasīban pembuat perhitungan 39

(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah 1; mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.

مَّا tidak كَانَ kāna adalah مُحَمَّدٌ muḥammadun Muhammad أَبَآ abā bapak أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّن min dari رِّجَالِكُمْ rijālikum laki-laki diantara kamu وَلَـٰكِن walākin tetapi رَّسُولَ rasūla dan rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَخَاتَمَ wakhātama dan penutup ٱلنَّبِيِّـۧنَ ۗ l-nabiyīna para nabi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُلِّ bikulli dengan semuanya/setiap شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui 40

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu 1, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah ٱللَّهَ l-laha Allah ذِكْرًۭا dhik'ran ingat كَثِيرًۭا kathīran banyak 41

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah; zikir yang sebanyak-banyaknya.

وَسَبِّحُوهُ wasabbiḥūhu dan bertashbihlah بُكْرَةًۭ buk'ratan diwaktu pagi وَأَصِيلًا wa-aṣīlan dan petang 42

Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُصَلِّى yuṣallī memberi rahmat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَمَلَـٰٓئِكَتُهُۥ wamalāikatuhu dan malaikat-malaikat-Nya لِيُخْرِجَكُم liyukh'rijakum karena Dia hendak mengeluarkan kamu مِّنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ ۚ l-nūri cahaya وَكَانَ wakāna dan adalah بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna kepada orang-orang mukmin رَحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 43

Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

تَحِيَّتُهُمْ taḥiyyatuhum penghormatan mereka يَوْمَ yawma hari يَلْقَوْنَهُۥ yalqawnahu mereka menemui-Nya سَلَـٰمٌۭ ۚ salāmun salam/sejahtera وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرًۭا ajran pahala كَرِيمًۭا karīman mulia 44

Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah, "Salām" 1 dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutusmu شَـٰهِدًۭا shāhidan menjadi saksi وَمُبَشِّرًۭا wamubashiran dan pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan 45

Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,

وَدَاعِيًا wadāʿiyan dan penyeru إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan izin-Nya وَسِرَاجًۭا wasirājan dan pelita مُّنِيرًۭا munīran bersinar/terang 46

dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi.

وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman بِأَنَّ bi-anna bahwa sesungguhnya لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah فَضْلًۭا faḍlan karunia كَبِيرًۭا kabīran besar 47

Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.

وَلَا walā dan janganlah تُطِعِ tuṭiʿi mengikuti ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik وَدَعْ wadaʿ dan biarkan أَذَىٰهُمْ adhāhum gangguan mereka وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertakwalah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi Allah وَكِيلًۭا wakīlan tempat berserah diri/pelindung 48

Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu; janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila نَكَحْتُمُ nakaḥtumu kamu mengawini ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti perempuan-perempuan yang beriman ثُمَّ thumma kemudian طَلَّقْتُمُوهُنَّ ṭallaqtumūhunna kamu menceraikan mereka مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu menyentuh/menggauli mereka فَمَا famā maka tidak لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka مِنْ min dari عِدَّةٍۢ ʿiddatin iddah تَعْتَدُّونَهَا ۖ taʿtaddūnahā kamu menghitungnya فَمَتِّعُوهُنَّ famattiʿūhunna maka berilah mereka mut'ah وَسَرِّحُوهُنَّ wasarriḥūhunna dan lepaskan/ceraikan mereka سَرَاحًۭا sarāḥan perceraian جَمِيلًۭا jamīlan baik 49

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka idah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mutah 1 dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَحْلَلْنَا aḥlalnā Kami telah menghalalkan لَكَ laka bagimu أَزْوَٰجَكَ azwājaka istri-istrimu ٱلَّـٰتِىٓ allātī yang ءَاتَيْتَ ātayta kamu telah berikan أُجُورَهُنَّ ujūrahunna maskawin mereka وَمَا wamā dan apa مَلَكَتْ malakat yang dimiliki يَمِينُكَ yamīnuka tangan kananmu (hamba sahaya) مِمَّآ mimmā dari apa أَفَآءَ afāa memberi/mengkaruniakan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuanmu عَمِّكَ ʿammika saudara perempuan bapakmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuan عَمَّـٰتِكَ ʿammātika saudara perempuan bapakmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuan خَالِكَ khālika saudara laki-laki bapakmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuan خَـٰلَـٰتِكَ khālātika saudara perempuan ibumu ٱلَّـٰتِى allātī yang هَاجَرْنَ hājarna mereka hijrah مَعَكَ maʿaka bersamamu وَٱمْرَأَةًۭ wa-im'ra-atan dan wanita مُّؤْمِنَةً mu'minatan yang beriman إِن in jika وَهَبَتْ wahabat ia menyerahkan نَفْسَهَا nafsahā dirinya لِلنَّبِىِّ lilnnabiyyi kepada nabi إِنْ in jika أَرَادَ arāda menghendaki ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi أَن an bahwa يَسْتَنكِحَهَا yastankiḥahā dia akan mengawininya خَالِصَةًۭ khāliṣatan pengkhususan لَّكَ laka bagimu مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلْمُؤْمِنِينَ ۗ l-mu'minīna orang-orang yang beriman قَدْ qad sesungguhnya عَلِمْنَا ʿalim'nā kami telah mengetahui مَا apa فَرَضْنَا faraḍnā yang kami fardukan/wajibkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فِىٓ pada أَزْوَٰجِهِمْ azwājihim istri-istri mereka وَمَا wamā dan tidak مَلَكَتْ malakat yang dimiliki أَيْمَـٰنُهُمْ aymānuhum tangan kanan mereka (hamba sahaya) لِكَيْلَا likaylā supaya tidak يَكُونَ yakūna adalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu حَرَجٌۭ ۗ ḥarajun kesempitan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 50

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya, dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada nabi kalau nabi mau mengawininya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

۞ تُرْجِى tur'jī engkau boleh menangguhkan مَن man siapa تَشَآءُ tashāu kamu kehendaki مِنْهُنَّ min'hunna dari/diantara mereka وَتُـْٔوِىٓ watu'wī kamu beri perlindungan/menggauli إِلَيْكَ ilayka kepadamu مَن man siapa تَشَآءُ ۖ tashāu yang dikehendaki وَمَنِ wamani dan siapa ٱبْتَغَيْتَ ib'taghayta kamu ingini مِمَّنْ mimman dan siapa/orang عَزَلْتَ ʿazalta kamu sisihkan فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكَ ۚ ʿalayka atasmu ذَٰلِكَ dhālika seperti itulah أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat أَن an bahwa تَقَرَّ taqarra menyejukkan أَعْيُنُهُنَّ aʿyunuhunna mata mereka وَلَا walā dan tidak يَحْزَنَّ yaḥzanna mereka tidak merasa sedih وَيَرْضَيْنَ wayarḍayna dan mereka rela بِمَآ bimā dengan apa-apa ءَاتَيْتَهُنَّ ātaytahunna kamu telah berikan kepada mereka كُلُّهُنَّ ۚ kulluhunna semuanya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا apa فِى pada قُلُوبِكُمْ ۚ qulūbikum hati kamu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَلِيمًۭا ḥalīman Maha Penyantun 51

Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun 1.

لَّا tidak يَحِلُّ yaḥillu halal لَكَ laka bagimu ٱلنِّسَآءُ l-nisāu perempuan مِنۢ min dari بَعْدُ baʿdu sesudah وَلَآ walā dan tidak أَن an bahwa تَبَدَّلَ tabaddala boleh kamu mengganti بِهِنَّ bihinna dengan mereka مِنْ min dari أَزْوَٰجٍۢ azwājin istri-istri وَلَوْ walaw walaupun أَعْجَبَكَ aʿjabaka menarik hatimu حُسْنُهُنَّ ḥus'nuhunna kebaikan/kecantikan mereka إِلَّا illā kecuali مَا apa مَلَكَتْ malakat yang dimiliki يَمِينُكَ ۗ yamīnuka tangan kananmu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala/semua شَىْءٍۢ shayin sesuatu رَّقِيبًۭا raqīban Maha Pengawas 52

Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu, kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu 1.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا tidak تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu memasuki بُيُوتَ buyūta rumah ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يُؤْذَنَ yu'dhana diizinkan لَكُمْ lakum bagi kalian إِلَىٰ ilā kecuali طَعَامٍ ṭaʿāmin makanan غَيْرَ ghayra tidak نَـٰظِرِينَ nāẓirīna menunggu-nunggu إِنَىٰهُ ināhu sesungguhnya وَلَـٰكِنْ walākin dan adalah إِذَا idhā apabila دُعِيتُمْ duʿītum kamu diundang فَٱدْخُلُوا۟ fa-ud'khulū maka masuklah فَإِذَا fa-idhā maka apabila طَعِمْتُمْ ṭaʿim'tum kamu selesai makan فَٱنتَشِرُوا۟ fa-intashirū maka bertebaranlah/keluarlah وَلَا walā dan jangan مُسْتَـْٔنِسِينَ mus'tanisīna beramah tamah/asyik لِحَدِيثٍ ۚ liḥadīthin untuk percakapan إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian itu كَانَ kāna adalah يُؤْذِى yu'dhī menyakiti/mengganggu ٱلنَّبِىَّ l-nabiya nabi فَيَسْتَحْىِۦ fayastaḥyī lalu dia malu مِنكُمْ ۖ minkum dari kamu/kepadamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَسْتَحْىِۦ yastaḥyī malu مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَأَلْتُمُوهُنَّ sa-altumūhunna kamu meminta kepada mereka مَتَـٰعًۭا matāʿan satu keperluan فَسْـَٔلُوهُنَّ fasalūhunna maka mintalah kepada mereka مِن min dari وَرَآءِ warāi belakang حِجَابٍۢ ۚ ḥijābin tabir ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَطْهَرُ aṭharu lebih mensucikan لِقُلُوبِكُمْ liqulūbikum bagi hatimu وَقُلُوبِهِنَّ ۚ waqulūbihinna dan hati mereka وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تُؤْذُوا۟ tu'dhū kamu menyakiti/mengganggu رَسُولَ rasūla utusan/rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَآ walā dan tidak أَن an bahwa تَنكِحُوٓا۟ tankiḥū kamu mengawini أَزْوَٰجَهُۥ azwājahu istri-istrinya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦٓ baʿdihi sesudahnya أَبَدًا ۚ abadan selama-lamanya إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu كَانَ kāna adalah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah عَظِيمًا ʿaẓīman besar 53

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi, kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) 1, tetapi jika kamu diundang, maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi, lalu nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar) dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

إِن in jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan شَيْـًٔا shayan sesuatu أَوْ aw atau تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِكُلِّ bikulli dengan segala/tiap-tiap شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui 54

Jika kamu melahirkan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.

لَّا tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka فِىٓ pada ءَابَآئِهِنَّ ābāihinna bapak-bapak mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْنَآئِهِنَّ abnāihinna anak-anak laki mereka وَلَآ walā dan tidak إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْنَآءِ abnāi anak-anak laki-laki mereka إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْنَآءِ abnāi anak laki-laki أَخَوَٰتِهِنَّ akhawātihinna saudara perempuan mereka وَلَا walā dan tidak نِسَآئِهِنَّ nisāihinna saudara perempuan mereka وَلَا walā dan tidak مَا apa-apa مَلَكَتْ malakat yang dimiliki أَيْمَـٰنُهُنَّ ۗ aymānuhunna tangan kanan mereka (hamba sahaya) وَٱتَّقِينَ wa-ittaqīna dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدًا shahīdan Maha Menyaksikan 55

Tidak ada dosa atas istri-istri nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman, dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ wamalāikatahu dan malaikat-malaikatnya يُصَلُّونَ yuṣallūna menyampaikan/mohon rahmat عَلَى ʿalā atas ٱلنَّبِىِّ ۚ l-nabiyi nabi يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman صَلُّوا۟ ṣallū mohonkan rahmat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَسَلِّمُوا۟ wasallimū dan mohonkan keselamatan تَسْلِيمًا taslīman kesejahteraan/penghormatan 56

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk nabi 1. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya 2.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka)menyakiti/mencaci ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya لَعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى pada ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akherat وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab مُّهِينًۭا muhīnan yang menghinakan 57

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya 1, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang laki-laki beriman وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti orang-orang perempuan beriman بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa مَا apa ٱكْتَسَبُوا۟ ik'tasabū mereka perbuat فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱحْتَمَلُوا۟ iḥ'tamalū mereka membawa/memikul بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan kebohongan وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata 58

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi قُل qul katakanlah لِّأَزْوَٰجِكَ li-azwājika kepada istri-istrimu وَبَنَاتِكَ wabanātika dan anak-anak perempuanmu وَنِسَآءِ wanisāi dan perempuan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna yang beriman يُدْنِينَ yud'nīna mereka menutupi عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka مِن min dari جَلَـٰبِيبِهِنَّ ۚ jalābībihinna baju panjang mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat/mudah أَن an bahwa يُعْرَفْنَ yuʿ'rafna mereka dikenal فَلَا falā maka tidak يُؤْذَيْنَ ۗ yu'dhayna mereka diganggu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 59

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya 1 ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

۞ لَّئِن la-in sesungguhnya jika لَّمْ lam tidak يَنتَهِ yantahi berhenti ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang فِى pada قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit وَٱلْمُرْجِفُونَ wal-mur'jifūna dan orang-orang yang menyiarkan fitnah فِى pada ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah/kota لَنُغْرِيَنَّكَ lanugh'riyannaka niscaya Kami perintahkan kamu menyerang بِهِمْ bihim dengan mereka ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُجَاوِرُونَكَ yujāwirūnaka mereka jadi tetanggamu فِيهَآ fīhā didalamnya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit 60

Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah), melainkan dalam waktu yang sebentar,

مَّلْعُونِينَ ۖ malʿūnīna mereka terkutuk أَيْنَمَا aynamā dimana saja ثُقِفُوٓا۟ thuqifū mereka dijumpai أُخِذُوا۟ ukhidhū mereka ditangkap وَقُتِّلُوا۟ waquttilū dan mereka dibunuh تَقْتِيلًۭا taqtīlan pembunuhan yang dahsyat 61

dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.

سُنَّةَ sunnata sunnah/ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah فِى pada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw terdahulu مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum وَلَن walan dan tidak تَجِدَ tajida mendapati لِسُنَّةِ lisunnati bagi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah تَبْدِيلًۭا tabdīlan perubahan 62

Sebagai sunah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu) dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunah Allah.

يَسْـَٔلُكَ yasaluka akan bertanya kepadamu ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia عَنِ ʿani dari/tentang ٱلسَّاعَةِ ۖ l-sāʿati kiamat قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak يُدْرِيكَ yud'rīka akan memberitakan kepadamu لَعَلَّ laʿalla boleh jadi/barangkali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat تَكُونُ takūnu adalah قَرِيبًا qarīban dekat 63

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَنَ laʿana mengutuk ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka سَعِيرًا saʿīran api yang menyala-nyala 64

Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya لَّا tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka mengambil/mendapatkan وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong 65

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.

يَوْمَ yawma hari تُقَلَّبُ tuqallabu dibolak-balik وُجُوهُهُمْ wujūhuhum muka mereka فِى pada ٱلنَّارِ l-nāri neraka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata يَـٰلَيْتَنَآ yālaytanā seandainya أَطَعْنَا aṭaʿnā kami taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami taat ٱلرَّسُولَا۠ l-rasūlā rasul 66

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada rasul".

وَقَالُوا۟ waqālū dan berkata رَبَّنَآ rabbanā Tuhanku إِنَّآ innā sesungguhnya أَطَعْنَا aṭaʿnā kami mentaati سَادَتَنَا sādatanā pemimpin-pemimpin kami وَكُبَرَآءَنَا wakubarāanā dan pembesar-pembesar kami فَأَضَلُّونَا fa-aḍallūnā lalu mereka menyesatkan kami ٱلسَّبِيلَا۠ l-sabīlā jalan 67

Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

رَبَّنَآ rabbanā Tuhan kami ءَاتِهِمْ ātihim berilah mereka ضِعْفَيْنِ ḍiʿ'fayni dua kali lipat مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab وَٱلْعَنْهُمْ wal-ʿanhum dan kutuklah mereka لَعْنًۭا laʿnan kutukan كَبِيرًۭا kabīran besar 68

Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang ءَاذَوْا۟ ādhaw (mereka) menyakiti مُوسَىٰ mūsā Musa فَبَرَّأَهُ fabarra-ahu maka membebaskannya ٱللَّهُ l-lahu Allah مِمَّا mimmā dari apa قَالُوا۟ ۚ qālū mereka katakan وَكَانَ wakāna dan adalah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَجِيهًۭا wajīhan terhormat 69

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah قَوْلًۭا qawlan perkataan سَدِيدًۭا sadīdan benar 70

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

يُصْلِحْ yuṣ'liḥ Dia akan memperbaiki لَكُمْ lakum bagi kalian أَعْمَـٰلَكُمْ aʿmālakum amalan kamu وَيَغْفِرْ wayaghfir dan mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian ذُنُوبَكُمْ ۗ dhunūbakum dosa-dosa kamu وَمَن waman dan siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya فَقَدْ faqad maka sungguh فَازَ fāza ia mendapat keuntungan/kemenangan فَوْزًا fawzan keuntungan/kemenangan عَظِيمًا ʿaẓīman besar 71

niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

إِنَّا innā sesungguhnya عَرَضْنَا ʿaraḍnā Kami mengemukakan ٱلْأَمَانَةَ l-amānata amanat عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱلْجِبَالِ wal-jibāli dan gunung-gunung فَأَبَيْنَ fa-abayna maka mereka enggan أَن an bahwa يَحْمِلْنَهَا yaḥmil'nahā memikulnya وَأَشْفَقْنَ wa-ashfaqna dan mereka merasa takut مِنْهَا min'hā dari padanya وَحَمَلَهَا waḥamalahā dan memikulnya ٱلْإِنسَـٰنُ ۖ l-insānu manusia إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah ظَلُومًۭا ẓalūman amat zalim جَهُولًۭا jahūlan amat bodoh 72

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat 1 kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

لِّيُعَذِّبَ liyuʿadhiba karena akan menyiksa ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ wal-munāfiqāti dan orang munafik perempuan وَٱلْمُشْرِكِينَ wal-mush'rikīna dan orang musyrik laki-laki وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ wal-mush'rikāti dan orang musyrik perempuan وَيَتُوبَ wayatūba dan akan menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang beriman laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۗ wal-mu'mināti orang beriman perempuan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۢا raḥīman Maha Penyayang 73

sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan dan sehingga Allah menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagi-Nya-lah/memiliki مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui 1

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa يَلِجُ yaliju yang masuk فِى dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan apa يَخْرُجُ yakhruju yang keluar مِنْهَا min'hā dari padanya وَمَا wamā dan apa يَنزِلُ yanzilu yang turun مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَمَا wamā dan apa يَعْرُجُ yaʿruju yang naik فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun 2

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَا tidak تَأْتِينَا tatīnā akan datang pada kami ٱلسَّاعَةُ ۖ l-sāʿatu hari kiamat قُلْ qul katakanlah بَلَىٰ balā ya وَرَبِّى warabbī demi Tuhanku لَتَأْتِيَنَّكُمْ latatiyannakum pasti ia akan datang kepadamu عَـٰلِمِ ʿālimi Yang mengetahui ٱلْغَيْبِ ۖ l-ghaybi yang ghaib لَا tidak يَعْزُبُ yaʿzubu tersembunyi عَنْهُ ʿanhu dari pada-Nya مِثْقَالُ mith'qālu seberat ذَرَّةٍۢ dharratin bagian terkecil/atom فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَآ walā dan tidak أَصْغَرُ aṣgharu yang lebih kecil مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu وَلَآ walā dan tidak أَكْبَرُ akbaru yang lebih besar إِلَّا illā kecuali فِى dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 3

Dan orang-orang yang kafir berkata, "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhan-ku Yang Mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ)",

لِّيَجْزِىَ liyajziya karena Dia akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۚ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rizki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia 4

supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang سَعَوْ saʿaw (mereka) berusaha فِىٓ pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مُعَـٰجِزِينَ muʿājizīna melemahkan/menentang أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مِّن min dari رِّجْزٍ rij'zin kotor/buruk أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih 5

Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang pedih.

وَيَرَى wayarā dan melihat/berpendapat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu هُوَ huwa ia/itulah ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar وَيَهْدِىٓ wayahdī dan ia memberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَمِيدِ l-ḥamīdi Maha Terpuji 6

Dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar هَلْ hal apakah/maukah نَدُلُّكُمْ nadullukum kami tunjukkan padamu عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki يُنَبِّئُكُمْ yunabbi-ukum ia akan menjelaskan kepadamu إِذَا idhā apabila مُزِّقْتُمْ muzziq'tum kamu (badanmu) hancur كُلَّ kulla setiap مُمَزَّقٍ mumazzaqin sehancur-hancurnya إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَفِى lafī sungguh dalam خَلْقٍۢ khalqin ciptaan جَدِيدٍ jadīdin baru 7

Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru? 1

أَفْتَرَىٰ aftarā apakah dia mengada-adakan عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kebohongan أَم am ataukah بِهِۦ bihi dengannya/padanya جِنَّةٌۢ ۗ jinnatun penyakit gila بَلِ bali bahkan/tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada akhirat فِى dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan وَٱلضَّلَـٰلِ wal-ḍalāli dan kesesatan ٱلْبَعِيدِ l-baʿīdi jauh 8

Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?" (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَىٰ ilā pada مَا apa بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُم khalfahum di belakang mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi إِن in jika نَّشَأْ nasha Kami kehendaki نَخْسِفْ nakhsif Kami benamkan بِهِمُ bihimu dengan mereka ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi أَوْ aw atau نُسْقِطْ nus'qiṭ Kami jatuhkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka كِسَفًۭا kisafan potong/gumpalan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap عَبْدٍۢ ʿabdin hamba مُّنِيبٍۢ munībin kembali 9

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah berikan دَاوُۥدَ dāwūda Daud مِنَّا minnā dari Kami فَضْلًۭا ۖ faḍlan karunia يَـٰجِبَالُ yājibālu wahai gunung-gunung أَوِّبِى awwibī kembalilah/bertaubatlah kepada-Ku مَعَهُۥ maʿahu bersamanya (Daud)1 وَٱلطَّيْرَ ۖ wal-ṭayra dan burung-burung وَأَلَنَّا wa-alannā dan Kami telah melunakkan لَهُ lahu untuknya ٱلْحَدِيدَ l-ḥadīda besi 10

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dāwūd karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang bersama Dāwūd" dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

أَنِ ani agar ٱعْمَلْ iʿ'mal buatlah سَـٰبِغَـٰتٍۢ sābighātin baju besi وَقَدِّرْ waqaddir besar فِى dalam ٱلسَّرْدِ ۖ l-sardi tenunan/anyaman وَٱعْمَلُوا۟ wa-iʿ'malū dan kerjakanlah/beramallah صَـٰلِحًا ۖ ṣāliḥan kebajikan/saleh إِنِّى innī sesungguhnya Aku بِمَا bimā dengan/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun melihat 11

(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.

وَلِسُلَيْمَـٰنَ walisulaymāna dan untuk Sulaiman ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin غُدُوُّهَا ghuduwwuhā perjalanannya di waktu pagi شَهْرٌۭ shahrun sebulan وَرَوَاحُهَا warawāḥuhā dan perjalanan di waktu petangnya شَهْرٌۭ ۖ shahrun sebulan وَأَسَلْنَا wa-asalnā dan Kami alirkan لَهُۥ lahu untuknya عَيْنَ ʿayna sumber/mata air ٱلْقِطْرِ ۖ l-qiṭ'ri leburan/cairan tembaga وَمِنَ wamina dan dari sebagian ٱلْجِنِّ l-jini jin مَن man orang/jin يَعْمَلُ yaʿmalu ia bekerja بَيْنَ bayna diantara يَدَيْهِ yadayhi hadapannya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin رَبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya وَمَن waman dan barang siapa يَزِغْ yazigh berpaling/menyimpang مِنْهُمْ min'hum diantara mereka عَنْ ʿan dari أَمْرِنَا amrinā perintah Kami نُذِقْهُ nudhiq'hu Kami rasakannya مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri api yang menyala-nyala 12

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaymān yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)1 dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhan-nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka bekerja لَهُۥ lahu untuknya (Sulaiman) مَا apa يَشَآءُ yashāu yang dikehendaki مِن min dari مَّحَـٰرِيبَ maḥārība gedung-gedung yang tinggi وَتَمَـٰثِيلَ watamāthīla dan patung-patung وَجِفَانٍۢ wajifānin dan pinggan-pinggan كَٱلْجَوَابِ kal-jawābi seperti kolam وَقُدُورٍۢ waqudūrin dan periuk-periuk رَّاسِيَـٰتٍ ۚ rāsiyātin tidak bergerak ٱعْمَلُوٓا۟ iʿ'malū bekerjalah ءَالَ āla (hai) keluarga دَاوُۥدَ dāwūda Daud شُكْرًۭا ۚ shuk'ran bersyukur وَقَلِيلٌۭ waqalīlun dan sedikit مِّنْ min dari عِبَادِىَ ʿibādiya hamba-hamba-Ku ٱلشَّكُورُ l-shakūru bersyukur 13

Para jin itu membuat untuk Sulaymān apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Dāwūd untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.

فَلَمَّا falammā maka tatkala قَضَيْنَا qaḍaynā Kami telah menetapkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Sulaiman) ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian مَا tidak ada دَلَّهُمْ dallahum menunjukkan kepada mereka عَلَىٰ ʿalā atas مَوْتِهِۦٓ mawtihi kematiannya إِلَّا illā kecuali دَآبَّةُ dābbatu binatang merayap ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تَأْكُلُ takulu memakan مِنسَأَتَهُۥ ۖ minsa-atahu tongkatnya فَلَمَّا falammā maka tatkala خَرَّ kharra dia tersungkur تَبَيَّنَتِ tabayyanati menjadi jelas/nyata ٱلْجِنُّ l-jinu jin أَن an bahwa لَّوْ law sekiranya كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib مَا tidak لَبِثُوا۟ labithū mereka tetap فِى dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksa ٱلْمُهِينِ l-muhīni menghinakan 14

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaymān, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

لَقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah لِسَبَإٍۢ lisaba-in bagi kaum Saba فِى di مَسْكَنِهِمْ maskanihim tempat kediaman mereka ءَايَةٌۭ ۖ āyatun tanda-tanda جَنَّتَانِ jannatāni dua kebun عَن ʿan dari يَمِينٍۢ yamīnin sebelah kanan وَشِمَالٍۢ ۖ washimālin dan sebelah kiri كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari رِّزْقِ riz'qi rizki رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لَهُۥ ۚ lahu kepada-Nya بَلْدَةٌۭ baldatun negeri طَيِّبَةٌۭ ṭayyibatun yang baik وَرَبٌّ warabbun dan Tuhan غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun 15

Sesungguhnya bagi kaum Saba` ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhan-mu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhan-mu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".

فَأَعْرَضُوا۟ fa-aʿraḍū maka mereka berpaling فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سَيْلَ sayla banjir ٱلْعَرِمِ l-ʿarimi besar وَبَدَّلْنَـٰهُم wabaddalnāhum dan Kami ganti mereka بِجَنَّتَيْهِمْ bijannatayhim dengan kedua kebun mereka جَنَّتَيْنِ jannatayni dua kebun ذَوَاتَىْ dhawātay keduanya mempunyai أُكُلٍ ukulin makanan/buah خَمْطٍۢ khamṭin pahit وَأَثْلٍۢ wa-athlin dan cemara وَشَىْءٍۢ washayin dan sesuatu مِّن min dari سِدْرٍۢ sid'rin bidara قَلِيلٍۢ qalīlin sedikit 16

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar 1 dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit dari pohon Sidr 2.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَيْنَـٰهُم jazaynāhum Kami memberi balasan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa/dengan sebab كَفَرُوا۟ ۖ kafarū kafir/ingkar وَهَلْ wahal dan apakah/dan tidaklah نُجَـٰزِىٓ nujāzī Kami memberi balasan إِلَّا illā melainkan/kecuali ٱلْكَفُورَ l-kafūra orang-orang yang sangat kafir 17

Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَيْنَهُمْ baynahum antara mereka وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلْقُرَى l-qurā negeri ٱلَّتِى allatī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami limpahkan keberkahan فِيهَا fīhā di dalamnya قُرًۭى quran beberapa negeri ظَـٰهِرَةًۭ ẓāhiratan nampak (berdekatan) وَقَدَّرْنَا waqaddarnā dan Kami tetapkan فِيهَا fīhā di dalamnya (negeri itu) ٱلسَّيْرَ ۖ l-sayra perjalanan سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِيهَا fīhā di dalamnya (negeri itu) لَيَالِىَ layāliya pada malam hari وَأَيَّامًا wa-ayyāman dan siang hari ءَامِنِينَ āminīna dengan aman 18

Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman 1.

فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami بَـٰعِدْ bāʿid jauhkanlah بَيْنَ bayna antara أَسْفَارِنَا asfārinā perjalanan kami وَظَلَمُوٓا۟ waẓalamū dan mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri فَجَعَلْنَـٰهُمْ fajaʿalnāhum maka Kami jadikan mereka أَحَادِيثَ aḥādītha percakapan/buah mulut وَمَزَّقْنَـٰهُمْ wamazzaqnāhum dan Kami hancurkan mereka كُلَّ kulla setiap/segala مُمَزَّقٍ ۚ mumazzaqin sehancur-hancurnya إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang-orang yang sabar شَكُورٍۢ shakūrin orang-orang yang bersyukur 19

Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami 1" dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَدَّقَ ṣaddaqa telah membenarkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka إِبْلِيسُ ib'līsu iblis ظَنَّهُۥ ẓannahu sangkaannya فَٱتَّبَعُوهُ fa-ittabaʿūhu lalu mereka mengikutinya إِلَّا illā kecuali فَرِيقًۭا farīqan segolongan/sebagian مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 20

Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَهُۥ lahu baginya (iblis) عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin kekuasaan إِلَّا illā kecuali لِنَعْلَمَ linaʿlama untuk Kami ketahui مَن man siapa يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada akhirat مِمَّنْ mimman daripada orang هُوَ huwa dia مِنْهَا min'hā daripadanya فِى dalam شَكٍّۢ ۗ shakkin keraguan وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَفِيظٌۭ ḥafīẓun Penjaga/Pemelihara 21

Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhan-mu Maha Memelihara segala sesuatu.

قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū serulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُم zaʿamtum kamu anggap مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki مِثْقَالَ mith'qāla seberat ذَرَّةٍۢ dharratin bagian yang terkecil/atom فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidaklah لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهِمَا fīhimā dalam keduanya (langit dan bumi) مِن min dari شِرْكٍۢ shir'kin sekutu (suatu saham) وَمَا wamā dan tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِنْهُم min'hum diantara mereka مِّن min dari ظَهِيرٍۢ ẓahīrin pembantu 22

Katakanlah, "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.

وَلَا walā dan tidak تَنفَعُ tanfaʿu berguna ٱلشَّفَـٰعَةُ l-shafāʿatu pertolongan عِندَهُۥٓ ʿindahu di sisi-Nya إِلَّا illā kecuali لِمَنْ liman bagi orang أَذِنَ adhina Dia izinkan لَهُۥ ۚ lahu baginya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila فُزِّعَ fuzziʿa dihilangkan ketakutan عَن ʿan dari قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَاذَا mādhā apakah قَالَ qāla berkata/kata رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian قَالُوا۟ qālū mereka berkata (menjawab) ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa kebenaran وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar 23

Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar" dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar 1.

۞ قُلْ qul katakanlah مَن man siapa يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rizki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami أَوْ aw atau إِيَّاكُمْ iyyākum kamu لَعَلَىٰ laʿalā pasti هُدًى hudan petunjuk أَوْ aw atau فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 24

Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah" dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

قُل qul katakanlah لَّا tidak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya عَمَّآ ʿammā dari/tentang apa أَجْرَمْنَا ajramnā dosa kami وَلَا walā dan tidak نُسْـَٔلُ nus'alu kami akan ditanya عَمَّا ʿammā dari/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 25

Katakanlah, "Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat".

قُلْ qul katakanlah يَجْمَعُ yajmaʿu akan mengumpulkan بَيْنَنَا baynanā diantara kita رَبُّنَا rabbunā Tuhan kita ثُمَّ thumma kemudian يَفْتَحُ yaftaḥu Dia memberi keputusan بَيْنَنَا baynanā diantara kita بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْفَتَّاحُ l-fatāḥu Maha Pemberi keputusan ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 26

Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui".

قُلْ qul katakanlah أَرُونِىَ arūniya perlihatkanlah kepadaku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَلْحَقْتُم alḥaqtum kamu hubungkan بِهِۦ bihi dengan-Nya/Dia شُرَكَآءَ ۖ shurakāa sekutu-sekutu كَلَّا ۚ kallā tidak sekali-kali بَلْ bal bahkan هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 27

Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembah-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(Nya), sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya, Dia-lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā kecuali كَآفَّةًۭ kāffatan seluruh لِّلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia بَشِيرًۭا bashīran pembawa kabar وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 28

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā kapankah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 29

Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?".

قُل qul katakanlah لَّكُم lakum bagi kalian مِّيعَادُ mīʿādu janji يَوْمٍۢ yawmin hari لَّا tidak تَسْتَـْٔخِرُونَ tastakhirūna kamu dapat minta diundurkan عَنْهُ ʿanhu daripadanya سَاعَةًۭ sāʿatan sesaat وَلَا walā dan tidak تَسْتَقْدِمُونَ tastaqdimūna kamu dapat minta diajukan 30

Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan".

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَن lan tidak نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman بِهَـٰذَا bihādhā dengan/kepada ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an وَلَا walā dan tidak بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang (Kitab) بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ ۗ yadayhi dihadapannya/sebelumnya وَلَوْ walaw dan kalau تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذِ idhi ketika ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim مَوْقُوفُونَ mawqūfūna mereka berhenti/dihadapkan عِندَ ʿinda di sisi/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَرْجِعُ yarjiʿu mengembalikan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri لَوْلَآ lawlā kalau tidak أَنتُمْ antum kamu لَكُنَّا lakunnā tentu kamu menjadi مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 31

Dan orang-orang kafir berkata, "Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al-Qur`ān ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya". Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhan-nya, sebagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman".

قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوٓا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) lemah أَنَحْنُ anaḥnu apakah kami صَدَدْنَـٰكُمْ ṣadadnākum kami menghalangi kamu عَنِ ʿani dari ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk بَعْدَ baʿda setelah إِذْ idh ketika/tatkala جَآءَكُم ۖ jāakum ia datang kepadamu بَلْ bal bahkan كُنتُم kuntum kalian adalah مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa 32

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa".

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri بَلْ bal bahkan مَكْرُ makru tipu-daya ٱلَّيْلِ al-layli di waktu malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari إِذْ idh ketika/tatkala تَأْمُرُونَنَآ tamurūnanā kamu menyuruh kami أَن an bahwa نَّكْفُرَ nakfura kami kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَنَجْعَلَ wanajʿala dan kami menjadikan لَهُۥٓ lahu bagi-Nya أَندَادًۭا ۚ andādan sekutu-sekutu وَأَسَرُّوا۟ wa-asarrū dan mereka menyatakan ٱلنَّدَامَةَ l-nadāmata penyesalan لَمَّا lammā tatkala رَأَوُا۟ ra-awū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan/pasang ٱلْأَغْلَـٰلَ l-aghlāla belenggu-belenggu فِىٓ di/pada أَعْنَاقِ aʿnāqi leher ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar هَلْ hal tidaklah يُجْزَوْنَ yuj'zawna mereka diberi balasan إِلَّا illā melainkan/kecuali مَا apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 33

Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak), sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami) ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya". Kedua belah pihak menyatakan penyesalan, tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas, melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus فِى pada قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri مِّن min dari نَّذِيرٍ nadhīrin seorang pemberi peringatan إِلَّا illā kecuali/melainkan قَالَ qāla berkata مُتْرَفُوهَآ mut'rafūhā orang-orang hidup mewah di negeri itu إِنَّا innā sesungguhnya kami بِمَآ bimā dengan/tentang apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu diutus بِهِۦ bihi dengannya (menyampaikannya) كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang mengingkari 34

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata نَحْنُ naḥnu kami أَكْثَرُ aktharu lebih banyak أَمْوَٰلًۭا amwālan harta وَأَوْلَـٰدًۭا wa-awlādan dan anak-anak وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami بِمُعَذَّبِينَ bimuʿadhabīna orang-orang yang disiksa 35

Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab 1.

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku يَبْسُطُ yabsuṭu Dia melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ wayaqdiru dan Dia menyempitkan وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 36

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

وَمَآ wamā dan tidak أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum hartamu وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُكُم awlādukum anak-anakmu بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang تُقَرِّبُكُمْ tuqarribukum mendekatkan kamu عِندَنَا ʿindanā pada sisi Kami زُلْفَىٰٓ zul'fā dekat إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman وَعَمِلَ waʿamila dan mengerjakan/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka جَزَآءُ jazāu pembalasan ٱلضِّعْفِ l-ḍiʿ'fi lipat ganda بِمَا bimā dengan apa/sebab عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَهُمْ wahum dan mereka فِى di/pada ٱلْغُرُفَـٰتِ l-ghurufāti tempat yang tinggi ءَامِنُونَ āminūna mereka aman sentosa 37

Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَسْعَوْنَ yasʿawna (mereka) berusaha فِىٓ pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مُعَـٰجِزِينَ muʿājizīna melemahkan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى di dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna mereka dihadapkan 38

Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku يَبْسُطُ yabsuṭu Dia melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَقْدِرُ wayaqdiru dan Dia menyempitkan لَهُۥ ۚ lahu baginya وَمَآ wamā dan apa أَنفَقْتُم anfaqtum kamu belanjakan مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَهُوَ fahuwa maka Dia يُخْلِفُهُۥ ۖ yukh'lifuhu Dia menggantinya وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rizki 39

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum Dia mengumpulkan mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semua ثُمَّ thumma kemudian يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi apakah mereka ini إِيَّاكُمْ iyyākum kepada kamu كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah 40

Dan (ingatlah) hari (yang pada waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Allah berfirman kepada malaikat, "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau أَنتَ anta Engkau وَلِيُّنَا waliyyunā pelindung kami مِن min dari دُونِهِم ۖ dūnihim selain/bukan mereka بَلْ bal bahkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah ٱلْجِنَّ ۖ l-jina jin أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka بِهِم bihim pada mereka (jin itu) مُّؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman 41

Malaikat-malaikat itu menjawab, "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka, bahkan mereka telah menyembah jin 1; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu".

فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ini لَا tidak يَمْلِكُ yamliku berkuasa/memiliki بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍۢ libaʿḍin bagi sebagian yang lain نَّفْعًۭا nafʿan memberi manfaat وَلَا walā dan tidak ضَرًّۭا ḍarran memberi bahaya وَنَقُولُ wanaqūlu dan Kami katakan لِلَّذِينَ lilladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلنَّارِ l-nāri api neraka ٱلَّتِى allatī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهَا bihā dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan 42

Maka pada hari ini, sebagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudaratan kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu".

وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin yang terang قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَا tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki يُرِيدُ yurīdu ia hendak أَن an untuk يَصُدَّكُمْ yaṣuddakum menghalang-halangi kamu عَمَّا ʿammā dari apa كَانَ kāna adalah يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُكُمْ ābāukum bapak-bapak kamu وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا apa هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali إِفْكٌۭ if'kun kebohongan مُّفْتَرًۭى ۚ muf'taran diada-adakan وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi kepada kebenaran لَمَّا lammā tatkala جَآءَهُمْ jāahum ia datang kepada mereka إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 43

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, "Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu" dan mereka berkata, "(Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja". Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran, tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

وَمَآ wamā dan tidak ءَاتَيْنَـٰهُم ātaynāhum Kami berikan kepada mereka مِّن min dari كُتُبٍۢ kutubin kitab-kitab يَدْرُسُونَهَا ۖ yadrusūnahā mereka membacanya وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami utus إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka قَبْلَكَ qablaka sebelum kamu مِن min dari نَّذِيرٍۢ nadhīrin seorang pemberi peringatan 44

Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun.

وَكَذَّبَ wakadhaba dan telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka وَمَا wamā dan tidak بَلَغُوا۟ balaghū mereka sampai (menerima) مِعْشَارَ miʿ'shāra sepersepuluh مَآ apa ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan kepada mereka فَكَذَّبُوا۟ fakadhabū lalu mereka mendustakan رُسُلِى ۖ rusulī rasul-rasul-Ku فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana/alangkah كَانَ kāna adalah نَكِيرِ nakīri kemurkaan-Ku 45

Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan, sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa 1 yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu, lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku.

۞ قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَعِظُكُم aʿiẓukum aku memberi nasihat kepadamu بِوَٰحِدَةٍ ۖ biwāḥidatin dengan satu (perkara) أَن an bahwa تَقُومُوا۟ taqūmū kamu berdiri/menghadap لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَثْنَىٰ mathnā berdua-dua وَفُرَٰدَىٰ wafurādā dan sendiri-sendiri ثُمَّ thumma kemudian تَتَفَكَّرُوا۟ ۚ tatafakkarū kamu berfikir مَا tidaklah بِصَاحِبِكُم biṣāḥibikum kawanmu itu مِّن min dari جِنَّةٍ ۚ jinnatin penyakit gila إِنْ in tak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan لَّكُم lakum bagi kalian بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday dihadapannya/sebelumnya عَذَابٍۢ ʿadhābin azab شَدِيدٍۢ shadīdin keras 46

Katakanlah, "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras 1.

قُلْ qul katakanlah مَا tidak سَأَلْتُكُم sa-altukum aku meminta kepadamu مِّنْ min dari أَجْرٍۢ ajrin upah فَهُوَ fahuwa maka itu (upah) لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنْ in tak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas/dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌۭ shahīdun Maha Menyaksikan 47

Katakanlah, "Upah apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu 1. Upahku hanyalah dari Allah dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku يَقْذِفُ yaqdhifu Dia memasukkan/mewahyukan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi segala yang gaib 48

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhan-ku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib".

قُلْ qul katakanlah جَآءَ jāa telah datang ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَمَا wamā dan tidak يُبْدِئُ yub'di-u memulai ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu kebatilan وَمَا wamā dan tidak يُعِيدُ yuʿīdu akan kembali 49

Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi 1".

قُلْ qul katakanlah إِن in sesungguhnya ضَلَلْتُ ḍalaltu aku sesat فَإِنَّمَآ fa-innamā maka sesungguhnya أَضِلُّ aḍillu untuk kesesatan diriku sendiri عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِى ۖ nafsī diriku وَإِنِ wa-ini dan jika ٱهْتَدَيْتُ ih'tadaytu aku mendapat petunjuk فَبِمَا fabimā maka dengan sebab يُوحِىٓ yūḥī mewahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia سَمِيعٌۭ samīʿun Maha Mendengar قَرِيبٌۭ qarībun Maha Dekat 50

Katakanlah, "Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri dan jika aku mendapat petunjuk, maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhan-ku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat".

وَلَوْ walaw dan jika تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika فَزِعُوا۟ faziʿū mereka dikagetkan فَلَا falā maka tidak فَوْتَ fawta dapat melepaskan diri وَأُخِذُوا۟ wa-ukhidhū dan mereka mengambil مِن min dari مَّكَانٍۢ makānin tempat قَرِيبٍۢ qarībin yang dekat 51

Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat), maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦ bihi kepada-Nya (Allah) وَأَنَّىٰ wa-annā dan bagaimana لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلتَّنَاوُشُ l-tanāwushu mencapai مِن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh 52

dan (pada waktu itu) mereka berkata, "Kami beriman kepada Allah", bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu 1.

وَقَدْ waqad dan sesungguhnya كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِهِۦ bihi kepada-Nya مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu وَيَقْذِفُونَ wayaqdhifūna dan mereka memasukkan/menduga-duga بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib مِن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh 53

Dan sesungguhnya, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu dan mereka menduga-duga tentang yang gaib dari tempat yang jauh.

وَحِيلَ waḥīla dan dihalangi بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka وَبَيْنَ wabayna dan antara مَا apa يَشْتَهُونَ yashtahūna yang mereka inginkan كَمَا kamā sebagaimana فُعِلَ fuʿila dilakukan بِأَشْيَاعِهِم bi-ashyāʿihim dengan orang-orang yang serupa مِّن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِى dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مُّرِيبٍۭ murībin kebimbangan 54

Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini 1 sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya, mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah فَاطِرِ fāṭiri pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi جَاعِلِ jāʿili yang menjadikan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati malaikat رُسُلًا rusulan utusan أُو۟لِىٓ ulī mempunyai أَجْنِحَةٍۢ ajniḥatin sayap مَّثْنَىٰ mathnā dua وَثُلَـٰثَ wathulātha dan tiga وَرُبَـٰعَ ۚ warubāʿa dan empat يَزِيدُ yazīdu Dia menambahkan فِى dalam ٱلْخَلْقِ l-khalqi ciptaan مَا apa يَشَآءُ ۚ yashāu yang Dia kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 1

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

مَّا apa يَفْتَحِ yaftaḥi yang bukakan/anugerahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia مِن min dari رَّحْمَةٍۢ raḥmatin suatu rahmat فَلَا falā maka tidak ada مُمْسِكَ mum'sika yang menahan لَهَا ۖ lahā baginya وَمَا wamā dan apa يُمْسِكْ yum'sik Dia menahan فَلَا falā maka tidak ada مُرْسِلَ mur'sila menyampaikan/melepaskan لَهُۥ lahu baginya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۚ baʿdihi sesudah itu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 2

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian هَلْ hal adakah مِنْ min dari خَـٰلِقٍ khāliqin pencipta غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana/mengapa تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu berpaling 3

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?

وَإِن wa-in dan jika يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كُذِّبَتْ kudhibat telah didustakan رُسُلٌۭ rusulun rasul-rasul مِّن min dari قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan 4

Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan), maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun benar فَلَا falā maka janganlah تَغُرَّنَّكُمُ taghurrannakumu sekali-kali kamu tertipu ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَا walā dan tidak/janganlah يَغُرَّنَّكُم yaghurrannakum sekali-kali menipu/memperdayakan kamu بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/tentang Allah ٱلْغَرُورُ l-gharūru seorang penipu 5

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh فَٱتَّخِذُوهُ fa-ittakhidhūhu maka jadikanlah ia عَدُوًّا ۚ ʿaduwwan musuh إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَدْعُوا۟ yadʿū mereka mengajak حِزْبَهُۥ ḥiz'bahu golongannya لِيَكُونُوا۟ liyakūnū supaya mereka menjadi مِنْ min dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka yang menyala-nyala 6

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۭ ۖ shadīdun sangat/keras وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala كَبِيرٌ kabīrun besar 7

Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

أَفَمَن afaman maka apakah orang زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لَهُۥ lahu baginya سُوٓءُ sūu seburuk-buruk عَمَلِهِۦ ʿamalihi pekerjaannya فَرَءَاهُ faraāhu lalu dia melihat/menganggapnya حَسَنًۭا ۖ ḥasanan baik فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُضِلُّ yuḍillu menyelesaikan مَن man dari يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man dari يَشَآءُ ۖ yashāu dia kehendaki فَلَا falā maka tidak/janganlah تَذْهَبْ tadhhab kamu menghilangkan/membinasakan نَفْسُكَ nafsuka dirimu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَسَرَٰتٍ ۚ ḥasarātin kesedihan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat 8

Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk, lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengirimkan ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin فَتُثِيرُ fatuthīru lalu ia menggerakkan سَحَابًۭا saḥāban awan فَسُقْنَـٰهُ fasuq'nāhu maka Kami menggiringnya إِلَىٰ ilā kepada بَلَدٍۢ baladin negeri مَّيِّتٍۢ mayyitin yang mati فَأَحْيَيْنَا fa-aḥyaynā lalu Kami menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا ۚ mawtihā matinya كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian ٱلنُّشُورُ l-nushūru kebangkitan itu 9

Dan Allah, Dia-lah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati, lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah, kebangkitan itu.

مَن man barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kemuliaan فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kemuliaan جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya يَصْعَدُ yaṣʿadu naik ٱلْكَلِمُ l-kalimu perkataan ٱلطَّيِّبُ l-ṭayibu yang baik وَٱلْعَمَلُ wal-ʿamalu dan amalan ٱلصَّـٰلِحُ l-ṣāliḥu kebajikan/saleh يَرْفَعُهُۥ ۚ yarfaʿuhu naik kepada-Nya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَمْكُرُونَ yamkurūna (mereka) membuat tipu-daya ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۭ ۖ shadīdun sangat/keras وَمَكْرُ wamakru dan tipu-daya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُوَ huwa ia يَبُورُ yabūru akan hancur 10

Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik 1 dan amal yang saleh dinaikkan-Nya 2. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin air mani ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَكُمْ jaʿalakum Dia menjadikan kamu أَزْوَٰجًۭا ۚ azwājan berpasangan وَمَا wamā dan tidak تَحْمِلُ taḥmilu mengandung مِنْ min dari أُنثَىٰ unthā seorang perempuan وَلَا walā dan tidak تَضَعُ taḍaʿu melahirkan إِلَّا illā kecuali بِعِلْمِهِۦ ۚ biʿil'mihi dengan pengetahuan-Nya وَمَا wamā dan tidak يُعَمَّرُ yuʿammaru dipanjangkan مِن min dari مُّعَمَّرٍۢ muʿammarin orang-orang yang berumur panjang وَلَا walā dan tidak يُنقَصُ yunqaṣu dikurangi مِنْ min dari عُمُرِهِۦٓ ʿumurihi umurnya إِلَّا illā melainkan/kecuali فِى dalam كِتَـٰبٍ ۚ kitābin Kitab إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرٌۭ yasīrun mudah 11

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lawḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

وَمَا wamā dan tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْبَحْرَانِ l-baḥrāni dua laut هَـٰذَا hādhā ini عَذْبٌۭ ʿadhbun tawar فُرَاتٌۭ furātun segar سَآئِغٌۭ sāighun lezat/sedap شَرَابُهُۥ sharābuhu diminumnya وَهَـٰذَا wahādhā dan ini مِلْحٌ mil'ḥun asin أُجَاجٌۭ ۖ ujājun sangat asin/pahit وَمِن wamin dan dari كُلٍّۢ kullin masing-masing تَأْكُلُونَ takulūna kamu memakan لَحْمًۭا laḥman daging طَرِيًّۭا ṭariyyan lembut/yang baru وَتَسْتَخْرِجُونَ watastakhrijūna dan kamu mengeluarkan حِلْيَةًۭ ḥil'yatan perhiasan تَلْبَسُونَهَا ۖ talbasūnahā kamu memakainya وَتَرَى watarā dan kamu melihat ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu فِيهِ fīhi di dalamnya مَوَاخِرَ mawākhira membelah laut لِتَبْتَغُوا۟ litabtaghū supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 12

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum, dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu, kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainy,a dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.

يُولِجُ yūliju Dia memasukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُولِجُ wayūliju dan Dia memasukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى dalam ٱلَّيْلِ al-layli malam وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِى yajrī berjalan/beredar لِأَجَلٍۢ li-ajalin menurut waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَهُ lahu bagi-Nya/kepunyaan-Nya ٱلْمُلْكُ ۚ l-mul'ku kerajaan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki مِن min dari قِطْمِيرٍ qiṭ'mīrin kulit tipis/kulit ari 13

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhan-mu; kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.

إِن in jika تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka لَا tidak يَسْمَعُوا۟ yasmaʿū mereka mendengar دُعَآءَكُمْ duʿāakum seruanmu وَلَوْ walaw dan kalau سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar مَا tidak ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka dapat memperkenankan لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari بِشِرْكِكُمْ ۚ bishir'kikum dengan kemusyrikan وَلَا walā dan tidak يُنَبِّئُكَ yunabbi-uka yang menjelaskan kepadamu مِثْلُ mith'lu seperti/sebagaimana خَبِيرٍۢ khabīrin Yang Maha Mengetahui 14

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari kiamat, mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui 1.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أَنتُمُ antumu kamu ٱلْفُقَرَآءُ l-fuqarāu berkeperluan/berkehendak إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji 15

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia melenyapkan kamu وَيَأْتِ wayati dan Dia mendatangkan بِخَلْقٍۢ bikhalqin dengan makhluk جَدِيدٍۢ jadīdin baru 16

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).

وَمَا wamā dan tidaklah ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan payah/sulit 17

Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.

وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru memikul beban وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang memikul beban (berdosa) وِزْرَ wiz'ra beban (dosa) أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā orang lain وَإِن wa-in dan jika تَدْعُ tadʿu memanggil مُثْقَلَةٌ muth'qalatun orang yang berat إِلَىٰ ilā untuk حِمْلِهَا ḥim'lihā memikulnya لَا tidak يُحْمَلْ yuḥ'mal dipikul مِنْهُ min'hu dari padanya شَىْءٌۭ shayon sesuatu/sedikitpun وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna ia adalah ذَا dhā memiliki قُرْبَىٰٓ ۗ qur'bā kerabat إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُنذِرُ tundhiru kamu beri peringatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْشَوْنَ yakhshawna (mereka) takut رَبَّهُم rabbahum Tuhan بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak kelihatan وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat وَمَن waman dan barang siapa تَزَكَّىٰ tazakkā mensucikan فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَتَزَكَّىٰ yatazakkā ia mensucikan لِنَفْسِهِۦ ۚ linafsihi untuk diri sendiri وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 18

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain1. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhan-nya (sekali pun) mereka tidak melihat-Nya2 dan mereka mendirikan salat. Dan barang siapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu)

وَمَا wamā dan tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang melihat 19

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

وَلَا walā dan tidak ٱلظُّلُمَـٰتُ l-ẓulumātu yang gelap وَلَا walā dan tidak ٱلنُّورُ l-nūru yang terang 20

dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya.

وَلَا walā dan tidak ٱلظِّلُّ l-ẓilu yang teduh وَلَا walā dan tidak ٱلْحَرُورُ l-ḥarūru yang panas 21

dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas.

وَمَا wamā dan tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَحْيَآءُ l-aḥyāu orang-orang yang hidup وَلَا walā dan tidak ٱلْأَمْوَٰتُ ۚ l-amwātu orang-orang yang mati إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُسْمِعُ yus'miʿu menjadikan mendengar مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِمُسْمِعٍۢ bimus'miʿin dengan menjadikan mendengar مَّن man orang/siapa فِى dalam ٱلْقُبُورِ l-qubūri kubur 22

dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar 1.

إِنْ in tidak lain أَنتَ anta kamu إِلَّا illā kecuali/hanyalah نَذِيرٌ nadhīrun seorang pemberi peringatan 23

Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.

إِنَّآ innā sesunguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka mengutus kamu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/kebenaran بَشِيرًۭا bashīran pembawa berita gembira وَنَذِيرًۭا ۚ wanadhīran dan pemberi peringatan وَإِن wa-in dan tidak ada مِّنْ min dari أُمَّةٍ ummatin umat إِلَّا illā kecuali خَلَا khalā telah lewat (ada) فِيهَا fīhā di dalamnya/padanya نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan 24

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran 1 sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun, melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

وَإِن wa-in dan jika يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan penjelasan-penjelasan وَبِٱلزُّبُرِ wabil-zuburi dan dengan zubur وَبِٱلْكِتَـٰبِ wabil-kitābi dan dengan kitab ٱلْمُنِيرِ l-munīri bercahaya/terang 25

Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zabur 1, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna 2.

ثُمَّ thumma kemudian أَخَذْتُ akhadhtu Aku ambil/azab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۖ kafarū kafir/ingkar فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah نَكِيرِ nakīri kemurkaan-Ku/hukuman-Ku 26

Kemudian, Aku azab orang-orang yang kafir, maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu melihat أَنَّ anna bahwasannya ٱللَّهَ l-laha Allah أَنزَلَ anzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air (hujan) فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā lalu Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya ثَمَرَٰتٍۢ thamarātin buah-buahan مُّخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam أَلْوَٰنُهَا ۚ alwānuhā warnanya وَمِنَ wamina dan dari ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung جُدَدٌۢ judadun garis-garis بِيضٌۭ bīḍun putih وَحُمْرٌۭ waḥum'run dan merah مُّخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam أَلْوَٰنُهَا alwānuhā warnanya وَغَرَابِيبُ wagharābību dan pekat سُودٌۭ sūdun hitam 27

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu, ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَٱلدَّوَآبِّ wal-dawābi dan binatang melata وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak مُخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam أَلْوَٰنُهُۥ alwānuhu warnanya كَذَٰلِكَ ۗ kadhālika demikian itu إِنَّمَا innamā sesunguhnya hanyalah يَخْشَى yakhshā takut ٱللَّهَ l-laha Allah مِنْ min dari/diantara عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hamba-Nya ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ ۗ l-ʿulamāu para 'ulama إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun 28

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama 1. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتْلُونَ yatlūna (mereka) membaca كِتَـٰبَ kitāba kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan مِمَّا mimmā sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami beri rezeki mereka سِرًّۭا sirran sembunyi-sembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan terang-terangan يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan تِجَـٰرَةًۭ tijāratan perdagangan لَّن lan tidak akan تَبُورَ tabūra merugi 29

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

لِيُوَفِّيَهُمْ liyuwaffiyahum karena Dia akan mencukupkan mereka أُجُورَهُمْ ujūrahum pahala mereka وَيَزِيدَهُم wayazīdahum dan Dia akan menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun شَكُورٌۭ shakūrun Maha Mensyukuri 30

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri 1.

وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan apa yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab هُوَ huwa dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu adalah benar مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ ۗ yadayhi yang dihadapannya/sebelumnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi kepada hamba-hamba-Nya لَخَبِيرٌۢ lakhabīrun benar-benar Maha Mengetahui بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 31

Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, yaitu Alkitab (Al-Qur`ān) itulah yang benar dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

ثُمَّ thumma kemudian أَوْرَثْنَا awrathnā Kami wariskan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱصْطَفَيْنَا iṣ'ṭafaynā Kami pilih مِنْ min dari عِبَادِنَا ۖ ʿibādinā hamba-hamba Kami فَمِنْهُمْ famin'hum maka diantara mereka ظَالِمٌۭ ẓālimun zalim/aniaya لِّنَفْسِهِۦ linafsihi pada dirinya sendiri وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مُّقْتَصِدٌۭ muq'taṣidun pertengahan وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka سَابِقٌۢ sābiqun mendahului بِٱلْخَيْرَٰتِ bil-khayrāti dengan berbuat kebaikan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa dia/adalah ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia ٱلْكَبِيرُ l-kabīru yang besar 32

Kemudian Kitab itu, Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan 1 dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

جَنَّـٰتُ jannātu sorga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn يَدْخُلُونَهَا yadkhulūnahā mereka masuk ke dalamnya يُحَلَّوْنَ yuḥallawna mereka diberi perhiasan فِيهَا fīhā di dalamnya مِنْ min dari أَسَاوِرَ asāwira gelang-gelang مِن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَلُؤْلُؤًۭا ۖ walu'lu-an dan mutiara وَلِبَاسُهُمْ walibāsuhum dan pakaian mereka فِيهَا fīhā di dalamnya حَرِيرٌۭ ḥarīrun sutera 33

(Bagi mereka) surga ʻAdn mereka masuk ke dalamnya; di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَذْهَبَ adhhaba telah menghilangkan عَنَّا ʿannā dari kami ٱلْحَزَنَ ۖ l-ḥazana duka-cita إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّنَا rabbanā Tuhan kami لَغَفُورٌۭ laghafūrun benar-benar Maha Pengampun شَكُورٌ shakūrun Maha Mensyukuri 34

Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.

ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَحَلَّنَا aḥallanā menempatkan kami دَارَ dāra rumah/tempat ٱلْمُقَامَةِ l-muqāmati yang kekal مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya لَا tidak يَمَسُّنَا yamassunā kami tersentuh/merasa فِيهَا fīhā di dalamnya نَصَبٌۭ naṣabun penat/lelah وَلَا walā dan tidak يَمَسُّنَا yamassunā kami tersentuh/merasa فِيهَا fīhā di dalamnya لُغُوبٌۭ lughūbun letih/lesu 35

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَهُمْ lahum bagi mereka نَارُ nāru api/neraka جَهَنَّمَ jahannama Jahannam لَا tidak يُقْضَىٰ yuq'ḍā diputuskan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فَيَمُوتُوا۟ fayamūtū lalu mereka mati وَلَا walā dan tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُم ʿanhum dari mereka مِّنْ min dari عَذَابِهَا ۚ ʿadhābihā azabnya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan كُلَّ kulla setiap كَفُورٍۢ kafūrin orang yang sangat kafir 36

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah, Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.

وَهُمْ wahum dan mereka يَصْطَرِخُونَ yaṣṭarikhūna mereka berteriak فِيهَا fīhā di dalamnya رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami نَعْمَلْ naʿmal Kami akan mengerjakan صَـٰلِحًا ṣāliḥan kebajikan/amal saleh غَيْرَ ghayra bukan ٱلَّذِى alladhī yang كُنَّا kunnā adalah kami نَعْمَلُ ۚ naʿmalu kami kerjakan أَوَلَمْ awalam ataukah tidak نُعَمِّرْكُم nuʿammir'kum Kami beri umur panjang padamu مَّا apa يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru untuk mengingat/berfikir فِيهِ fīhi di dalamnya مَن man orang/siapa تَذَكَّرَ tadhakkara mengingat/berfikir وَجَآءَكُمُ wajāakumu dan datang kepadamu ٱلنَّذِيرُ ۖ l-nadhīru seorang pemberi peringatan فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah فَمَا famā maka tidaklah لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang zalim مِن min dari نَّصِيرٍ naṣīrin seorang penolong 37

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَـٰلِمُ ʿālimu mengetahui غَيْبِ ghaybi kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dalam dada/hati 38

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَكُمْ jaʿalakum menjadikan kamu خَلَـٰٓئِفَ khalāifa khalifah فِى pada ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi فَمَن faman maka barangsiapa كَفَرَ kafara kafir فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya/menimpa كُفْرُهُۥ ۖ kuf'ruhu kekafirannya وَلَا walā dan tidak يَزِيدُ yazīdu menambah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir كُفْرُهُمْ kuf'ruhum kekafiran mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَّا illā kecuali مَقْتًۭا ۖ maqtan kemurkaan وَلَا walā dan tidak يَزِيدُ yazīdu menambah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir كُفْرُهُمْ kuf'ruhum kekafiran mereka إِلَّا illā kecuali خَسَارًۭا khasāran kerugian 39

Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhan-nya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah kamu memperhatikan شُرَكَآءَكُمُ shurakāakumu sekutu-sekutumu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَرُونِى arūnī perlihatkanlah kepadaku مَاذَا mādhā apa yang خَلَقُوا۟ khalaqū mereka ciptakan مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka شِرْكٌۭ shir'kun sekutu/saham فِى di/pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) أَمْ am atau ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan kepada mereka كِتَـٰبًۭا kitāban kitab فَهُمْ fahum lalu mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَتٍۢ bayyinatin keterangan-keterangan مِّنْهُ ۚ min'hu dari padanya بَلْ bal bahkan/tetapi إِن in tidak يَعِدُ yaʿidu menjanjikan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka بَعْضًا baʿḍan sebagian إِلَّا illā kecuali غُرُورًا ghurūran tipuan 40

Katakanlah, "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian), manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit, atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya, orang-orang yang zalim itu sebagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebagian yang lain, melainkan tipuan belaka".

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُمْسِكُ yum'siku (Dia) menahan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi أَن an bahwa تَزُولَا ۚ tazūlā tidak lenyap وَلَئِن wala-in dan jika زَالَتَآ zālatā keduanya lenyap إِنْ in jika أَمْسَكَهُمَا amsakahumā menahan keduanya مِنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنۢ min dari بَعْدِهِۦٓ ۚ baʿdihi sesudah-Nya/selain Dia إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah حَلِيمًا ḥalīman Maha Penyantun غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun 41

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda sungguh-sungguh أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka لَئِن la-in bahwa jika جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan لَّيَكُونُنَّ layakūnunna niscaya mereka adalah أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk مِنْ min dari إِحْدَى iḥ'dā salah satu ٱلْأُمَمِ ۖ l-umami ummat-ummat فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مَّا tidak زَادَهُمْ zādahum menambah mereka إِلَّا illā kecuali نُفُورًا nufūran lari 42

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),

ٱسْتِكْبَارًۭا is'tik'bāran karena kesombongan فِى pada/di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَكْرَ wamakra dan rencana ٱلسَّيِّئِ ۚ l-sayi-i jelek/jahat وَلَا walā dan tidak يَحِيقُ yaḥīqu menimpa ٱلْمَكْرُ l-makru rencana ٱلسَّيِّئُ l-sayi-u jelek/jahat إِلَّا illā kecuali بِأَهْلِهِۦ ۚ bi-ahlihi kepada ahlinya/yang empunya فَهَلْ fahal maka tidakkah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti إِلَّا illā kecuali سُنَّتَ sunnata sunnah ٱلْأَوَّلِينَ ۚ l-awalīna orang-orang terdahulu فَلَن falan maka tidaklah تَجِدَ tajida kamu dapati لِسُنَّتِ lisunnati bagi sunnah ٱللَّهِ l-lahi Allah تَبْدِيلًۭا ۖ tabdīlan berubah وَلَن walan dan tidaklah تَجِدَ tajida kamu dapati لِسُنَّتِ lisunnati bagi sunnah ٱللَّهِ l-lahi Allah تَحْوِيلًا taḥwīlan menyimpang 43

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa, selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan, melainkan (berlakunya) sunah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu 1. Maka sekali-kali, kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى pada/di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka وَكَانُوٓا۟ wakānū dan adalah orang-orang itu أَشَدَّ ashadda sangat/lebih besar مِنْهُمْ min'hum daripada mereka قُوَّةًۭ ۚ quwwatan kekuatan وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُعْجِزَهُۥ liyuʿ'jizahu untuk melemahkan-Nya مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فِى pada/di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa 44

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah, baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

وَلَوْ walaw dan jika sekiranya يُؤَاخِذُ yuākhidhu mengambil/menyiksa ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِمَا bimā dengan apa/sebab كَسَبُوا۟ kasabū mereka perbuatan مَا tidak تَرَكَ taraka Dia meninggalkan عَلَىٰ ʿalā atas ظَهْرِهَا ẓahrihā permukaannya/bumi مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin makhluk/binatang melata وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُؤَخِّرُهُمْ yu-akhiruhum Dia menangguhkan mereka إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى ۖ musamman tertentu فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang أَجَلُهُمْ ajaluhum ajal/waktu mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguh-Nya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan hamba-hamba-Nya بَصِيرًۢا baṣīran Maha Melihat 45

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun 1, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

يسٓ ya-seen Yâ­Sîn 1

Yā sīn 1

وَٱلْقُرْءَانِ wal-qur'āni demi Al Qur'an ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi penuh hikmat 2

Demi Al-Qur`ān yang penuh hikmah,

إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari (salah seorang) ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul 3

Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

عَلَىٰ ʿalā atas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus 4

(yang berada) di atas jalan yang lurus,

تَنزِيلَ tanzīla diturunkan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang 5

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

لِتُنذِرَ litundhira agar kamu memberi peringatan قَوْمًۭا qawman kaum مَّآ belum أُنذِرَ undhira diberi peringatan ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka فَهُمْ fahum maka mereka غَـٰفِلُونَ ghāfilūna mereka lalai 6

Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan karena itu mereka lalai.

لَقَدْ laqad sesungguhnya حَقَّ ḥaqqa pasti berlaku ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/keputusan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَكْثَرِهِمْ aktharihim kebanyakan mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 7

Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka kerena mereka tidak beriman.

إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan فِىٓ pada أَعْنَـٰقِهِمْ aʿnāqihim leher-leher mereka أَغْلَـٰلًۭا aghlālan belenggu فَهِىَ fahiya lalu ia إِلَى ilā sampai ٱلْأَذْقَانِ l-adhqāni dagu فَهُم fahum maka mereka مُّقْمَحُونَ muq'maḥūna tertengadah 8

Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka سَدًّۭا saddan tutup/dinding وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka سَدًّۭا saddan tutup/dinding فَأَغْشَيْنَـٰهُمْ fa-aghshaynāhum lalu Kami tutup mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka tidak dapat melihat 9

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula) dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

وَسَوَآءٌ wasawāon dan sama saja عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَأَنذَرْتَهُمْ a-andhartahum apakah kamu beri peringatan mereka أَمْ am atau لَمْ lam tidak تُنذِرْهُمْ tundhir'hum kamu beri peringatan لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka akan beriman 10

Sama saja bagi mereka, apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka; mereka tidak akan beriman.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُنذِرُ tundhiru kamu memberi peringatan مَنِ mani orang-orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra peringatan/pengajaran وَخَشِىَ wakhashiya dan dia takut ٱلرَّحْمَـٰنَ l-raḥmāna Maha Pengasih بِٱلْغَيْبِ ۖ bil-ghaybi dengan yang ghaib/tidak kelihatan فَبَشِّرْهُ fabashir'hu maka berilah dia kabar gembira بِمَغْفِرَةٍۢ bimaghfiratin dengan ampunan وَأَجْرٍۢ wa-ajrin dan pahala كَرِيمٍ karīmin yang mulia 11

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan 1 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَحْنُ naḥnu Kami نُحْىِ nuḥ'yī Kami menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَنَكْتُبُ wanaktubu dan Kami tulis مَا apa قَدَّمُوا۟ qaddamū yang mereka kerjakan وَءَاثَـٰرَهُمْ ۚ waāthārahum dan bekas-bekas mereka وَكُلَّ wakulla dan segala شَىْءٍ shayin sesuatu أَحْصَيْنَـٰهُ aḥṣaynāhu Kami hitung/kumpulkan فِىٓ dalam إِمَامٍۢ imāmin Kitab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 12

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).

وَٱضْرِبْ wa-iḍ'rib dan buatlah لَهُم lahum bagi mereka مَّثَلًا mathalan perumpamaan أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni/penduduk ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati suatu negeri إِذْ idh ketika جَآءَهَا jāahā datang kepada mereka ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna utusan-utusan 13

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

إِذْ idh ketika أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami mengutus إِلَيْهِمُ ilayhimu kepada mereka ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua orang فَكَذَّبُوهُمَا fakadhabūhumā lalu mereka mendustakan keduanya فَعَزَّزْنَا faʿazzaznā maka Kami kuatkan بِثَالِثٍۢ bithālithin dengan yang ketiga فَقَالُوٓا۟ faqālū lalu mereka berkata إِنَّآ innā seesungguhnya kami إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مُّرْسَلُونَ mur'salūna orang-orang yang diutus 14

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang diutus kepadamu".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali بَشَرٌۭ basharun manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami وَمَآ wamā dan tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Yang Maha Pengasih مِن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali تَكْذِبُونَ takdhibūna kamu berdusta 15

Mereka menjawab, "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَيْكُمْ ilaykum kepada kamu لَمُرْسَلُونَ lamur'salūna benar-benar orang yang diutus 16

Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".

وَمَا wamā dan tidak ada عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata 17

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami تَطَيَّرْنَا taṭayyarnā kami sial/celaka بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak تَنتَهُوا۟ tantahū kamu berhenti لَنَرْجُمَنَّكُمْ lanarjumannakum niscaya kami lempari batu kamu وَلَيَمَسَّنَّكُم walayamassannakum dan sungguh akan menimpa kamu مِّنَّا minnā dari kami عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun pedih 18

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu; sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata طَـٰٓئِرُكُم ṭāirukum kesialan/kecelakaan kamu مَّعَكُمْ ۚ maʿakum bersamamu/karena kamu أَئِن a-in apakah jika ذُكِّرْتُم ۚ dhukkir'tum kamu diberi peringatan بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّسْرِفُونَ mus'rifūna orang-orang yang melampaui batas 19

Utusan-utusan itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya, kamu adalah kaum yang melampui batas".

وَجَآءَ wajāa dan datanglah مِنْ min dari أَقْصَا aqṣā ujung ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki يَسْعَىٰ yasʿā terburu-buru قَالَ qāla ia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna utusan-utusan 20

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib AnNajjar) dengan bergegas-gegas ia berkata, "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَن man orang لَّا tidak يَسْـَٔلُكُمْ yasalukum ia minta kepadamu أَجْرًۭا ajran upah وَهُم wahum dan mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk 21

Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَمَا wamā dan mengapa لِىَ liya bagiku لَآ tidak أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah ٱلَّذِى alladhī (Tuhan) yang فَطَرَنِى faṭaranī telah menciptakan aku وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 22

Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

ءَأَتَّخِذُ a-attakhidhu apakah aku akan mengambil/menyembah مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia ءَالِهَةً ālihatan tuhan-tuhan إِن in jika يُرِدْنِ yurid'ni menghendaki terhadapku ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih بِضُرٍّۢ biḍurrin dengan kemudaratan لَّا tidak تُغْنِ tugh'ni memberi manfaat عَنِّى ʿannī dariku/bagiku شَفَـٰعَتُهُمْ shafāʿatuhum syafaat/pertolongan mereka شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun/sesuatu وَلَا walā dan tidak يُنقِذُونِ yunqidhūni mereka melepaskan/menyelamatkan aku 23

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku إِذًۭا idhan jika demikian لَّفِى lafī sungguh/pasti dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata 24

Sesungguhnya, aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَامَنتُ āmantu aku telah beriman بِرَبِّكُمْ birabbikum dengan/kepada Tuhanmu فَٱسْمَعُونِ fa-is'maʿūni maka dengarkanlah aku 25

Sesungguhnya, aku telah beriman kepada Tuhan-mu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.

قِيلَ qīla dikatakan ٱدْخُلِ ud'khuli masuklah ٱلْجَنَّةَ ۖ l-janata sorga قَالَ qāla ia berkata يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya قَوْمِى qawmī kaumku يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 26

Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga 1". Ia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.

بِمَا bimā dengan apa/sebab غَفَرَ ghafara memberi ampun لِى padaku رَبِّى rabbī Tuhanku وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُكْرَمِينَ l-muk'ramīna orang-orang yang dimuliakan 27

Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".