Juz 23
Ya-Sin (28-83), As-Saffat (1-182), Sad (1-88), Az-Zumar (1-31)
۞ وَمَآ wamā dan tidak أَنزَلْنَا anzalnā Kami tidak menurunkan عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/dia مِن min dari جُندٍۢ jundin tentara مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā layak Kami مُنزِلِينَ munzilīna yang menurunkan 28
Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
إِن in tidak كَانَتْ kānat ada إِلَّا illā kecuali صَيْحَةًۭ ṣayḥatan suara keras وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka خَـٰمِدُونَ khāmidūna mereka padam/mati 29
Tidak ada siksaan atas mereka, melainkan satu teriakan suara saja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
يَـٰحَسْرَةً yāḥasratan alangkah besarnya penyesalan عَلَى ʿalā atas ٱلْعِبَادِ ۚ l-ʿibādi hamba-hamba مَا mā tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengannya/padanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 30
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat أَنَّهُمْ annahum bahwasannya mereka إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka لَا lā tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka akan menyembah 31
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan; bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka 1.
وَإِن wa-in dan tidak lain كُلٌّۭ kullun setiap mereka لَّمَّا lammā melainkan جَمِيعٌۭ jamīʿun kesemuanya لَّدَيْنَا ladaynā disisi Kami مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna mereka dihadirkan/dihadapkan 32
Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
وَءَايَةٌۭ waāyatun dan suatu tanda لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi ٱلْمَيْتَةُ l-maytatu yang mati أَحْيَيْنَـٰهَا aḥyaynāhā dan Kami keluarkan وَأَخْرَجْنَا wa-akhrajnā daripadanya مِنْهَا min'hā daripadanya حَبًّۭا ḥabban biji-bijian فَمِنْهُ famin'hu maka daripadanya يَأْكُلُونَ yakulūna mereka makan 33
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan فِيهَا fīhā di dalamnya/padanya جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin korma وَأَعْنَـٰبٍۢ wa-aʿnābin dan anggur وَفَجَّرْنَا wafajjarnā dan Kami pancarkan فِيهَا fīhā di dalamnya مِنَ mina dari ٱلْعُيُونِ l-ʿuyūni mata air 34
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأْكُلُوا۟ liyakulū supaya mereka makan مِن min dari ثَمَرِهِۦ thamarihi buahnya وَمَا wamā dan apa عَمِلَتْهُ ʿamilathu yang diusahakannya أَيْدِيهِمْ ۖ aydīhim tangan-tangan mereka أَفَلَا afalā maka mengapa tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur 35
supaya mereka dapat makan dari buahnya dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka, mengapakah mereka tidak bersyukur?
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلْأَزْوَٰجَ l-azwāja pasangan-pasangan كُلَّهَا kullahā semuanya مِمَّا mimmā dari apa تُنۢبِتُ tunbitu ditumbuhkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَمِنْ wamin dan dari أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَمِمَّا wamimmā dan dari apa لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka ketahui 36
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَءَايَةٌۭ waāyatun dan suatu tanda لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلَّيْلُ al-laylu malam نَسْلَخُ naslakhu Kami tanggalkan مِنْهُ min'hu daripadanya/malam itu ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka مُّظْلِمُونَ muẓ'limūna mereka kegelapan 37
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
وَٱلشَّمْسُ wal-shamsu dan matahari تَجْرِى tajrī berjalan لِمُسْتَقَرٍّۢ limus'taqarrin di tempat ketetapan/peredaran لَّهَا ۚ lahā baginya ذَٰلِكَ dhālika demikian تَقْدِيرُ taqdīru ketetapan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui 38
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah, ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan قَدَّرْنَـٰهُ qaddarnāhu telah Kami tetapkannya مَنَازِلَ manāzila tempat-tempat(nya) حَتَّىٰ ḥattā sehingga عَادَ ʿāda ia kembali كَٱلْعُرْجُونِ kal-ʿur'jūni seperti tandan ٱلْقَدِيمِ l-qadīmi yang tua 39
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua 1.
لَا lā tidak ٱلشَّمْسُ l-shamsu matahari يَنۢبَغِى yanbaghī patut/mungkin لَهَآ lahā baginya أَن an bahwa تُدْرِكَ tud'rika mendapatkan/mengejar ٱلْقَمَرَ l-qamara bulan وَلَا walā and not ٱلَّيْلُ al-laylu malam سَابِقُ sābiqu mendahului ٱلنَّهَارِ ۚ l-nahāri siang وَكُلٌّۭ wakullun dan masing-masing فِى fī dalam فَلَكٍۢ falakin garis edar يَسْبَحُونَ yasbaḥūna mereka beredar 40
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَءَايَةٌۭ waāyatun dan dan suatu tanda لَّهُمْ lahum bagi mereka أَنَّا annā bahwasannya Kami حَمَلْنَا ḥamalnā Kami bawa/angkut ذُرِّيَّتَهُمْ dhurriyyatahum keturunan mereka فِى fī dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu/bahtera ٱلْمَشْحُونِ l-mashḥūni penuh muatan 41
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
وَخَلَقْنَا wakhalaqnā dan Kami ciptakan لَهُم lahum untuk mereka مِّن min dari مِّثْلِهِۦ mith'lihi seperti/serupa itu مَا mā apa يَرْكَبُونَ yarkabūna mereka kendarai 42
dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu 1.
وَإِن wa-in dan jika نَّشَأْ nasha Kami menghendaki نُغْرِقْهُمْ nugh'riq'hum Kami tenggelamkan mereka فَلَا falā maka tidak صَرِيخَ ṣarīkha pertolongan لَهُمْ lahum bagi mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنقَذُونَ yunqadhūna mereka dilepaskan/diselamatkan 43
Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
إِلَّا illā kecuali رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَمَتَـٰعًا wamatāʿan dan kesenangan hidup إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin suatu waktu 44
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱتَّقُوا۟ ittaqū takutlah kamu مَا mā apa بَيْنَ bayna yang diantara أَيْدِيكُمْ aydīkum tanganmu/hadapanmu وَمَا wamā dan apa خَلْفَكُمْ khalfakum di belakangmu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat 45
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
وَمَا wamā dan tidak تَأْتِيهِم tatīhim datang kepada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin suatu tanda مِّنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling 46
Dan sekali-kali, tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkan/belanjakan مِمَّا mimmā dari sebagian رَزَقَكُمُ razaqakumu memberi rezeki ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنُطْعِمُ anuṭ'ʿimu apakah kami memberi makan مَن man orang لَّوْ law jika يَشَآءُ yashāu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَطْعَمَهُۥٓ aṭʿamahu Dia memberinya makan إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 47
Dan apabila dikatakakan kepada mereka, "Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan; tiadalah kamu, melainkan dalam kesesatan yang nyata".
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā bilakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 48
Dan mereka berkata, "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
مَا mā tidak يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu إِلَّا illā kecuali صَيْحَةًۭ ṣayḥatan teriakan/suara keras وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali تَأْخُذُهُمْ takhudhuhum menimpa mereka وَهُمْ wahum dan/ketika mereka يَخِصِّمُونَ yakhiṣṣimūna mereka bertengkar 49
Mereka tidak menunggu, melainkan satu teriakan saja 1 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka kuasa (membuat) تَوْصِيَةًۭ tawṣiyatan satu wasiat وَلَآ walā dan tidak إِلَىٰٓ ilā kecuali أَهْلِهِمْ ahlihim keluarga mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 50
lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ wanufikha dan ditiuplah فِى fī dalam ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَجْدَاثِ l-ajdāthi kubur إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَنسِلُونَ yansilūna mereka datang/menuju 51
Dan ditiuplah sangkalala 1, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰوَيْلَنَا yāwaylanā betapa celakanya kami مَنۢ man siapakah بَعَثَنَا baʿathanā membangkitkan kami مِن min dari مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ marqadinā tempat tidur kami هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa وَعَدَ waʿada dijanjikan ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وَصَدَقَ waṣadaqa dan benar ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna para Rasul 52
Mereka berkata, "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya).
إِن in tidak كَانَتْ kānat ada إِلَّا illā kecuali صَيْحَةًۭ ṣayḥatan teriakan/suara keras وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka جَمِيعٌۭ jamīʿun semuanya لَّدَيْنَا ladaynā di sisi/di hadapan Kami مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna orang-orang yang dihadapkan/dikumpulkan 53
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari itu لَا lā tidak تُظْلَمُ tuẓ'lamu dianiaya/dirugikan نَفْسٌۭ nafsun seseorang شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 54
Maka pada hari itu, seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari itu فِى fī dalam شُغُلٍۢ shughulin kesibukan فَـٰكِهُونَ fākihūna bersenang-senang 55
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
هُمْ hum mereka وَأَزْوَٰجُهُمْ wa-azwājuhum dan isteri-isteri mereka فِى fī dalam ظِلَـٰلٍ ẓilālin tempat yang teduh عَلَى ʿalā di atas ٱلْأَرَآئِكِ l-arāiki tempat duduk/pelamin مُتَّكِـُٔونَ muttakiūna mereka bersandar 56
Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh; bertelekan di atas dipan-dipan.
لَهُمْ lahum bagi mereka/memperoleh فِيهَا fīhā di dalamnya (sorga) فَـٰكِهَةٌۭ fākihatun buah-buahan وَلَهُم walahum dan bagi mereka/memperoleh مَّا mā apa يَدَّعُونَ yaddaʿūna yang mereka minta 57
Di surga itu, mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
سَلَـٰمٌۭ salāmun penghormatan/sejahtera قَوْلًۭا qawlan perkataan/kata مِّن min dari رَّبٍّۢ rabbin Tuhan رَّحِيمٍۢ raḥīmin Maha Penyayang 58
(Kepada mereka dikatakan), "Salām", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَٱمْتَـٰزُوا۟ wa-im'tāzū dan berpisahlah kamu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa 59
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.
۞ أَلَمْ alam tidaklah أَعْهَدْ aʿhad Aku peringatkan/memerintahkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam أَن an bahwa لَّا lā tidak تَعْبُدُوا۟ taʿbudū kamu menyembah ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ l-shayṭāna syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 60
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
وَأَنِ wa-ani dan hendaklah ٱعْبُدُونِى ۚ uʿ'budūnī kamu menyembah-Ku هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus 61
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَضَلَّ aḍalla ia telah menyesatkan مِنكُمْ minkum diantara kamu جِبِلًّۭا jibillan sejumlah/sebagian كَثِيرًا ۖ kathīran banyak/besar أَفَلَمْ afalam maka apakah tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 62
Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu, maka apakah kamu tidak memikirkan?
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini جَهَنَّمُ jahannamu Jahannam ٱلَّتِى allatī adalah كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu diancam 63
Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
ٱصْلَوْهَا iṣ'lawhā masuklah ke dalamnya ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini بِمَا bimā karena كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir 64
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
ٱلْيَوْمَ al-yawma pada hari ini نَخْتِمُ nakhtimu Kami kunci/tutup عَلَىٰٓ ʿalā atas أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut-mulut mereka وَتُكَلِّمُنَآ watukallimunā dan berkata kepada Kami أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka وَتَشْهَدُ watashhadu dan memberi kesaksian أَرْجُلُهُم arjuluhum kaki-kaki mereka بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan 65
Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
وَلَوْ walaw dan jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَطَمَسْنَا laṭamasnā tentu Kami hapuskan/gelapkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْيُنِهِمْ aʿyunihim penglihatan mata mereka فَٱسْتَبَقُوا۟ fa-is'tabaqū lalu mereka berlomba-lomba ٱلصِّرَٰطَ l-ṣirāṭa jalan فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat 66
Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka, betapakah mereka dapat melihat(nya).
وَلَوْ walaw dan jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَمَسَخْنَـٰهُمْ lamasakhnāhum tentu Kami rubah rupa mereka عَلَىٰ ʿalā atas مَكَانَتِهِمْ makānatihim tempat mereka berada فَمَا famā maka tidak ٱسْتَطَـٰعُوا۟ is'taṭāʿū mereka sanggup مُضِيًّۭا muḍiyyan maju/berjalan وَلَا walā dan tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 67
Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
وَمَن waman dan barangsiapa نُّعَمِّرْهُ nuʿammir'hu Kami panjangkan umurnya نُنَكِّسْهُ nunakkis'hu Kami kembalikan dia فِى fī dalam/kepada ٱلْخَلْقِ ۖ l-khalqi kejadian أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal/berpikir 68
Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya) 1. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
وَمَا wamā dan tidak عَلَّمْنَـٰهُ ʿallamnāhu Kami mengajarkannya ٱلشِّعْرَ l-shiʿ'ra syair وَمَا wamā dan tidak يَنۢبَغِى yanbaghī layak لَهُۥٓ ۚ lahu baginya إِنْ in tidak هُوَ huwa ia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan/pelajaran وَقُرْءَانٌۭ waqur'ānun dan bacaan مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 69
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al-Qur`ān itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,
لِّيُنذِرَ liyundhira supaya dia memberi peringatan مَن man orang-orang كَانَ kāna adalah حَيًّۭا ḥayyan hidup وَيَحِقَّ wayaḥiqqa dan pasti berlaku ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/azab عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 70
supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat/memperlihatkan أَنَّا annā bahwasannya Kami خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan لَهُم lahum untuk mereka مِّمَّا mimmā dari sebagian apa عَمِلَتْ ʿamilat mengerjakan/menciptakan أَيْدِينَآ aydīnā tangan/kekuasaan Kami أَنْعَـٰمًۭا anʿāman binatang ternak فَهُمْ fahum lalu mereka لَهَا lahā padanya مَـٰلِكُونَ mālikūna mereka memiliki/menguasai 71
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
وَذَلَّلْنَـٰهَا wadhallalnāhā dan Kami tundukkannya لَهُمْ lahum untuk mereka فَمِنْهَا famin'hā maka sebagiannya رَكُوبُهُمْ rakūbuhum tunggangan mereka وَمِنْهَا wamin'hā dan sebagiannya يَأْكُلُونَ yakulūna mereka makan 72
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka (memperoleh) فِيهَا fīhā padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu kemanfaatan وَمَشَارِبُ ۖ wamashāribu dan minuman أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur 73
Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
وَٱتَّخَذُوا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong 74
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا lā tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka tidak kuasa نَصْرَهُمْ naṣrahum menolong mereka وَهُمْ wahum sedang mereka لَهُمْ lahum untuk mereka جُندٌۭ jundun bala tentara مُّحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna dihadapkan/disiapkan 75
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
فَلَا falā maka janganlah يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu قَوْلُهُمْ ۘ qawluhum perkataan mereka إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَعْلَمُ naʿlamu Kami mengetahui مَا mā apa يُسِرُّونَ yusirrūna yang mereka rahasiakan وَمَا wamā dan apa yang يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan 76
Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَ yara memperhatikan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَنَّا annā bahwasannya Kami خَلَقْنَـٰهُ khalaqnāhu Kami menciptakannya مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin air mani فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُوَ huwa dia خَصِيمٌۭ khaṣīmun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 77
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
وَضَرَبَ waḍaraba dan dia membuat لَنَا lanā bagi Kami مَثَلًۭا mathalan perumpamaan وَنَسِىَ wanasiya dan dia lupa خَلْقَهُۥ ۖ khalqahu kejadiannya قَالَ qāla dia berkata مَن man siapa يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan ٱلْعِظَـٰمَ l-ʿiẓāma tulang-tulang وَهِىَ wahiya padahal ia رَمِيمٌۭ ramīmun sudah hancur 78
Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?"
قُلْ qul katakanlah يُحْيِيهَا yuḥ'yīhā menghidupkannya ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَهَآ ansha-ahā menumbuhkan/menjadikannya أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ ۖ marratin kali وَهُوَ wahuwa dan Dia بِكُلِّ bikulli dengan/tentang segala خَلْقٍ khalqin makhluk عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 79
Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلشَّجَرِ l-shajari pohon ٱلْأَخْضَرِ l-akhḍari hijau نَارًۭا nāran api فَإِذَآ fa-idhā maka tiba-tiba أَنتُم antum kamu مِّنْهُ min'hu dari padanya (kayu itu) تُوقِدُونَ tūqidūna kamu menyalakan 80
yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
أَوَلَيْسَ awalaysa ataukah bukan ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِقَـٰدِرٍ biqādirin berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يَخْلُقَ yakhluqa menciptakan مِثْلَهُم ۚ mith'lahum serupa mereka itu بَلَىٰ balā ya/benar وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْخَلَّـٰقُ l-khalāqu Maha Pencipta ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 81
Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang telah hancur? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَمْرُهُۥٓ amruhu urusan-Nya/perintah-Nya إِذَآ idhā apabila أَرَادَ arāda Dia menghendaki شَيْـًٔا shayan sesuatu أَن an bahwa يَقُولَ yaqūla Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadi فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah 82
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia.
فَسُبْحَـٰنَ fasub'ḥāna maka Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang بِيَدِهِۦ biyadihi di tangan-Nya مَلَكُوتُ malakūtu kekuasaan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 83
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
وَٱلصَّـٰٓفَّـٰتِ wal-ṣāfāti demi yang berbaris صَفًّۭا ṣaffan barisan teratur 1
Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya 1,
فَٱلزَّٰجِرَٰتِ fal-zājirāti maka/dan yang melarang زَجْرًۭا zajran sebenar-benar larangan 2
dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),
فَٱلتَّـٰلِيَـٰتِ fal-tāliyāti maka/dan yang membacakan ذِكْرًا dhik'ran peringatan/pengajaran 3
dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
إِنَّ inna sesungguhnya إِلَـٰهَكُمْ ilāhakum Tuhanmu لَوَٰحِدٌۭ lawāḥidun benar-benar satu/esa 4
Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Esa.
رَّبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya وَرَبُّ warabbu dan Tuhan ٱلْمَشَـٰرِقِ l-mashāriqi tempat-tempat terbit matahari 5
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami زَيَّنَّا zayyannā Kami telah menghiasi ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِزِينَةٍ bizīnatin dengan hiasan ٱلْكَوَاكِبِ l-kawākibi bintang-bintang 6
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,
وَحِفْظًۭا waḥif'ẓan dan penjagaan مِّن min dari كُلِّ kulli setiap شَيْطَـٰنٍۢ shayṭānin syaitan مَّارِدٍۢ māridin durhaka 7
dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka,
لَّا lā tidak يَسَّمَّعُونَ yassammaʿūna mereka dapat mendengarkan إِلَى ilā kepada ٱلْمَلَإِ l-mala-i pembesar-pembesar ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā tertinggi وَيُقْذَفُونَ wayuq'dhafūna dan mereka dilempari مِن min dari كُلِّ kulli segala جَانِبٍۢ jānibin penjuru 8
setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
دُحُورًۭا ۖ duḥūran terusir وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan وَاصِبٌ wāṣibun tetap/kekal 9
Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
إِلَّا illā kecuali مَنْ man siapa (syaitan) خَطِفَ khaṭifa menyambar/mencuri ٱلْخَطْفَةَ l-khaṭfata sambaran فَأَتْبَعَهُۥ fa-atbaʿahu maka mengikutinya/ia dikejar شِهَابٌۭ shihābun nyala api ثَاقِبٌۭ thāqibun cemerlang 10
akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.
فَٱسْتَفْتِهِمْ fa-is'taftihim maka tanyakanlah kepada mereka أَهُمْ ahum apakah mereka أَشَدُّ ashaddu sangat/lebih (kukuh) خَلْقًا khalqan ciptaan/kejadian أَم am atau مَّنْ man siapa (makhluk) خَلَقْنَآ ۚ khalaqnā telah Kami ciptakan إِنَّا innā sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰهُم khalaqnāhum Kami menciptakan mereka مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah لَّازِبٍۭ lāzibin tanah liat 11
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa 1 yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ bal bahkan/tetapi عَجِبْتَ ʿajib'ta kamu menjadi heran وَيَسْخَرُونَ wayaskharūna dan/sedang mereka memperolok-olok/mengejek 12
Bahkan, kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diberi peringatan لَا lā tidak يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka mau ingat/memperhatikan 13
Dan apabila mereka diberi pelajaran, mereka tiada mengingatnya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat ءَايَةًۭ āyatan tanda-tanda يَسْتَسْخِرُونَ yastaskhirūna mereka memperolok-olok 14
Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنْ in tidak هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌ mubīnun nyata 15
Dan mereka berkata, "Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.
أَءِذَا a-idhā apakah bila مِتْنَا mit'nā kami telah mati وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi تُرَابًۭا turāban debu/tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang-belulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna benar-benar akan dibangkitkan 16
Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
أَوَءَابَآؤُنَا awaābāunā atau bapak-bapak kami ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna yang terdahulu 17
Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"?
قُلْ qul katakanlah نَعَمْ naʿam ya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian دَٰخِرُونَ dākhirūna terhina 18
Katakanlah, "Ya, dan kamu akan terhina".
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah هِىَ hiya ia/kebangkitan زَجْرَةٌۭ zajratun hentakan/teriakan وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/sekali فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat 19
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka meIihatnya.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata يَـٰوَيْلَنَا yāwaylanā betapa celakanya kami هَـٰذَا hādhā ini يَوْمُ yawmu hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 20
Dan mereka berkata, "Aduhai celakalah kita!" Inilah hari pembalasan.
هَـٰذَا hādhā ini يَوْمُ yawmu hari ٱلْفَصْلِ l-faṣli pemisah/keputusan ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan 21
Inilah hari keputusan 1 yang kamu selalu mendustakannya 2.
۞ ٱحْشُرُوا۟ uḥ'shurū kumpulkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim وَأَزْوَٰجَهُمْ wa-azwājahum dan isteri-isteri mereka وَمَا wamā dan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka sembah 22
(kepada malaikat diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَٱهْدُوهُمْ fa-ih'dūhum maka tunjukkan mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi jahim/naraka 23
selain Allah, maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
وَقِفُوهُمْ ۖ waqifūhum berhentikanlah mereka إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مَّسْـُٔولُونَ masūlūna mereka ditanya 24
Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا mā mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian لَا lā tidak تَنَاصَرُونَ tanāṣarūna kamu tolong-menolong 25
"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"
بَلْ bal bahkan/tetapi هُمُ humu mereka ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari itu مُسْتَسْلِمُونَ mus'taslimūna mereka menyerahkan diri 26
Bahkan, mereka pada hari itu menyerah diri.
وَأَقْبَلَ wa-aqbala dan menghadap بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka bertanya-tanya 27
Sebagian dan mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan.
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَأْتُونَنَا tatūnanā kamu datang kepada kami عَنِ ʿani dari ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan 28
Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan" 1.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab بَل bal bahkan/sebenarnya لَّمْ lam tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 29
Pemimpin-pemimpin mereka menjawab, "Sebenarnya, kamulah yang tidak beriman".
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لَنَا lanā bagi kami عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّن min dari سُلْطَـٰنٍۭ ۖ sul'ṭānin kekuasaan بَلْ bal bahkan/tetapi كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَوْمًۭا qawman kaum طَـٰغِينَ ṭāghīna durhaka 30
Dan sekali-kali, kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ faḥaqqa maka pastilah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kita/kami قَوْلُ qawlu perkataan/putusan رَبِّنَآ ۖ rabbinā Tuhan kami/kita إِنَّا innā sesungguhnya kami لَذَآئِقُونَ ladhāiqūna sungguh akan merasakan 31
Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).
فَأَغْوَيْنَـٰكُمْ fa-aghwaynākum maka kami telah menyesatkan kamu إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami غَـٰوِينَ ghāwīna orang-orang yang tersesat 32
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فِى fī dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مُشْتَرِكُونَ mush'tarikūna orang-orang yang bersekutu 33
Maka sesungguhnya, mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.
إِنَّا innā sesungguhnya kami كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَفْعَلُ nafʿalu Kami berbuat بِٱلْمُجْرِمِينَ bil-muj'rimīna terhadap orang-orang yang berdosa 34
Sesungguhnya demikianlah, Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka إِذَا idhā apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ l-lahu Allah يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka menyombongkan diri 35
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lāilāha illallāh" (Tiada Tuhan yang berhak disembah, melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata أَئِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَتَارِكُوٓا۟ latārikū sungguh akan meninggikan ءَالِهَتِنَا ālihatinā tuhan-tuhan kami لِشَاعِرٍۢ lishāʿirin karena seorang penyair مَّجْنُونٍۭ majnūnin orang gila 36
dan mereka berkata, "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"
بَلْ bal bahkan/tetapi جَآءَ jāa dia telah datang بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَصَدَّقَ waṣaddaqa dan dia membenarkan ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 37
Sebenarnya, dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَذَآئِقُوا۟ ladhāiqū pasti akan merasakan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْأَلِيمِ l-alīmi pedih 38
Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا wamā dan tidak تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 39
Dan kamu tidak diberi pembalasan, melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas/dibersihkan 40
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka (memperoleh) رِزْقٌۭ riz'qun rezeki مَّعْلُومٌۭ maʿlūmun tertentu 41
Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu,
فَوَٰكِهُ ۖ fawākihu buah-buahan وَهُم wahum dan mereka مُّكْرَمُونَ muk'ramūna orang-orang yang dimuliakan 42
yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.
فِى fī dalam جَنَّـٰتِ jannāti sorga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh nikmat 43
di dalam surga-surga yang penuh nikmat.
عَلَىٰ ʿalā atas سُرُرٍۢ sururin dipan/singgasana مُّتَقَـٰبِلِينَ mutaqābilīna mereka berhadap-hadapan 44
di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.
يُطَافُ yuṭāfu dikelilingkan/diedarkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas/kepada mereka بِكَأْسٍۢ bikasin piala مِّن min dari مَّعِينٍۭ maʿīnin mata air 45
Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.
بَيْضَآءَ bayḍāa putih لَذَّةٍۢ ladhatin sedap rasanya لِّلشَّـٰرِبِينَ lilshāribīna bagi orang-orang yang meminum 46
(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا lā tidak فِيهَا fīhā di dalamnya غَوْلٌۭ ghawlun kerusakan/memabukkan وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya يُنزَفُونَ yunzafūna mereka dihalangi 47
Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
وَعِندَهُمْ waʿindahum dan di sisi mereka قَـٰصِرَٰتُ qāṣirātu tidak liar pandangan ٱلطَّرْفِ l-ṭarfi ujung/mata عِينٌۭ ʿīnun mata/jelita 48
Di sisi mereka, ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
كَأَنَّهُنَّ ka-annahunna seakan-akan mereka بَيْضٌۭ bayḍun telor مَّكْنُونٌۭ maknūnun terpelihara/tersimpan baik 49
seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
فَأَقْبَلَ fa-aqbala Maka menghadap بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka bertanya-tanya 50
Lalu, sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ qāla berkata قَآئِلٌۭ qāilun seorang yang berkata مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka إِنِّى innī sesungguhnya aku كَانَ kāna adalah لِى lī bagiku (mempunyai) قَرِينٌۭ qarīnun teman 51
Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,
يَقُولُ yaqūlu (teman itu) berkata أَءِنَّكَ a-innaka apakah sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُصَدِّقِينَ l-muṣadiqīna orang-orang yang membenarkan 52
yang berkata, "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
أَءِذَا a-idhā apakah bila مِتْنَا mit'nā kita telah mati وَكُنَّا wakunnā dan adalah kita تُرَابًۭا turāban debu/tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang belulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kita لَمَدِينُونَ lamadīnūna sungguh diberi pembalasan 53
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
قَالَ qāla ia berkata هَلْ hal apakah/maukah أَنتُم antum kamu مُّطَّلِعُونَ muṭṭaliʿūna orang-orang yang melihat 54
Berkata pulalah ia, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
فَٱطَّلَعَ fa-iṭṭalaʿa maka ia melihat/menjenguk فَرَءَاهُ faraāhu lalu ia melihatnya فِى fī di/pada سَوَآءِ sawāi tengah ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala-nyala 55
Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
قَالَ qāla ia berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah إِن in jika كِدتَّ kidtta hampir-hampir kamu لَتُرْدِينِ latur'dīni sungguh kamu mencelakakan aku 56
Ia berkata (pula), "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,
وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak نِعْمَةُ niʿ'matu nikmat رَبِّى rabbī Tuhanku لَكُنتُ lakuntu pastilah aku adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُحْضَرِينَ l-muḥ'ḍarīna orang-orang yang dihadapkan 57
jikalau tidaklah karena nikmat Tuhan-ku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
أَفَمَا afamā apakah maka tidak نَحْنُ naḥnu kami/kita بِمَيِّتِينَ bimayyitīna dengan mati 58
Maka apakah kita tidak akan mati?
إِلَّا illā kecuali مَوْتَتَنَا mawtatanā kematian kita/kami ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami/kita بِمُعَذَّبِينَ bimuʿadhabīna dengan orang yang disiksa 59
melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa benar-benar ia ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan/kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar 60
Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
لِمِثْلِ limith'li untuk seperti هَـٰذَا hādhā ini فَلْيَعْمَلِ falyaʿmali maka hendaklah berusaha ٱلْعَـٰمِلُونَ l-ʿāmilūna orang-orang yang bekerja 61
Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja"
أَذَٰلِكَ adhālika apakah yang demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik نُّزُلًا nuzulan hidangan/tempat أَمْ am ataukah شَجَرَةُ shajaratu pohon ٱلزَّقُّومِ l-zaqūmi zaqqum 62
(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zakum1.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَـٰهَا jaʿalnāhā Kami menjadikannya فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah/cobaan لِّلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim 63
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zakum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.
إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia شَجَرَةٌۭ shajaratun pohon تَخْرُجُ takhruju keluar فِىٓ fī dari أَصْلِ aṣli asal/dasar ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala 64
Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jaḥīm.
طَلْعُهَا ṭalʿuhā dahannya/buahnya كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan seperti رُءُوسُ ruūsu kepala ٱلشَّيَـٰطِينِ l-shayāṭīni syaitan 65
mayangnya seperti kepala setan-setan.
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka لَـَٔاكِلُونَ laākilūna benar-benar mereka memakan مِنْهَا min'hā dari padanya (buah pohon) فَمَالِـُٔونَ famāliūna maka mereka memenuhi مِنْهَا min'hā dari padanya (buah pohon) ٱلْبُطُونَ l-buṭūna perut-perut 66
Maka sesungguhnya, mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zakum itu.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya لَهُمْ lahum bagi mereka عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya لَشَوْبًۭا lashawban pasti dipakaikan/dicampurkan مِّنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin air yang sangat panas/mendidih 67
Kemudian sesudah makan buah pohon zakum itu, pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya مَرْجِعَهُمْ marjiʿahum kembali mereka لَإِلَى la-ilā benar-benar kepada ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka 68
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jaḥīm.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka أَلْفَوْا۟ alfaw mereka mendapati ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka ضَآلِّينَ ḍāllīna sesat 69
Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaaan sesat.
فَهُمْ fahum maka mereka عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِمْ āthārihim jejak mereka يُهْرَعُونَ yuh'raʿūna mereka sangat bersegera 70
Lalu, mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ضَلَّ ḍalla telah sesat قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 71
Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus فِيهِم fīhim kepada mereka مُّنذِرِينَ mundhirīna pemberi peringatan 72
dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan 73
Maka perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna ikhlas/suci 74
Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa tidak akan diazab).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya نَادَىٰنَا nādānā telah menyeru Kami نُوحٌۭ nūḥun Nuh فَلَنِعْمَ falaniʿ'ma maka sebaik-baik ٱلْمُجِيبُونَ l-mujībūna yang memperkenankan 75
Sesungguhnya Nūḥ telah menyeru Kami, maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).
وَنَجَّيْنَـٰهُ wanajjaynāhu dan Kami telah menyelamatkannya وَأَهْلَهُۥ wa-ahlahu dan keluarganya مِنَ mina dari ٱلْكَرْبِ l-karbi bencana ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar 76
Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ذُرِّيَّتَهُۥ dhurriyyatahu keturunannya هُمُ humu mereka ٱلْبَاقِينَ l-bāqīna orang-orang yang tetap 77
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggikan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian 78
Dan Kami abadikan untuk Nūḥ itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَىٰ ʿalā atas نُوحٍۢ nūḥin Nuh فِى fī di ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna seluruh alam 79
"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nūḥ di seluruh alam".
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 80
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 81
Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُمَّ thumma kemudian أَغْرَقْنَا aghraqnā Kami tenggelamkan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain 82
Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.
۞ وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِن min dari/termasuk شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya لَإِبْرَٰهِيمَ la-ib'rāhīma benar-benar Ibrahim 83
Dan sesungguhnya Ibrāhīm benar-benar termasuk golongannya (Nūḥ) 1.
إِذْ idh ketika جَآءَ jāa dia datang رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya بِقَلْبٍۢ biqalbin dengan hati سَلِيمٍ salīmin selamat/suci 84
(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhan-nya dengan hati yang suci1.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya وَقَوْمِهِۦ waqawmihi dan kaumnya مَاذَا mādhā apakah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah 85
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?
أَئِفْكًا a-if'kan apakah kebohongan ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan دُونَ dūna selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki 86
Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?
فَمَا famā maka apakah ظَنُّكُم ẓannukum anggapanmu بِرَبِّ birabbi dengan/terhadap Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 87
Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"
فَنَظَرَ fanaẓara maka dia memandang نَظْرَةًۭ naẓratan pandangan فِى fī pada ٱلنُّجُومِ l-nujūmi bintang-bintang 88
Lalu, ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
فَقَالَ faqāla lalu di berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku سَقِيمٌۭ saqīmun sakit 89
Kemudian, ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit".
فَتَوَلَّوْا۟ fatawallaw maka mereka berpaling عَنْهُ ʿanhu daripadanya مُدْبِرِينَ mud'birīna membelakang 90
Lalu, mereka berpaling darinya dengan membelakang.
فَرَاغَ farāgha maka dia pergi إِلَىٰٓ ilā kepada ءَالِهَتِهِمْ ālihatihim berhala-berhala mereka فَقَالَ faqāla lalu dia berkata أَلَا alā apakah tidak تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 91
Kemudian, ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka, lalu ia berkata, "Apakah kamu tidak makan 1?
مَا mā kenapa لَكُمْ lakum bagi kalian لَا lā tidak تَنطِقُونَ tanṭiqūna mengucap/menjawab 92
Mengapa kamu tidak menjawab?"
فَرَاغَ farāgha maka dia pergi عَلَيْهِمْ ʿalayhim kepada mereka ضَرْبًۢا ḍarban dengan pukulan/memukul بِٱلْيَمِينِ bil-yamīni dengan tangan kanan 93
Lalu, dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).
فَأَقْبَلُوٓا۟ fa-aqbalū maka/kemudian mereka menghadap/datang إِلَيْهِ ilayhi kepadanya يَزِفُّونَ yaziffūna mereka bergegas 94
Kemudian, kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata أَتَعْبُدُونَ ataʿbudūna apakah kamu menyembah مَا mā apa (patung) تَنْحِتُونَ tanḥitūna kamu pahat 95
Ibrāhīm berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَٱللَّهُ wal-lahu dan/padahal Allah خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian وَمَا wamā dan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu perbuat 96
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱبْنُوا۟ ib'nū bangunkanlah/dirikanlah لَهُۥ lahu untuknya (Ibrahim) بُنْيَـٰنًۭا bun'yānan suatu bangunan فَأَلْقُوهُ fa-alqūhu lalu lemparkan dia فِى fī pada ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi api yang menyala 97
Mereka berkata, "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrāhīm, lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".
فَأَرَادُوا۟ fa-arādū maka mereka menghendaki بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya كَيْدًۭا kaydan tipu-daya فَجَعَلْنَـٰهُمُ fajaʿalnāhumu lalu Kami jadikan mereka ٱلْأَسْفَلِينَ l-asfalīna orang-orang yang hina 98
Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina 1.
وَقَالَ waqāla dan (Ibrahim) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku ذَاهِبٌ dhāhibun pergi إِلَىٰ ilā kepada رَبِّى rabbī Tuhanku سَيَهْدِينِ sayahdīni Dia akan memberi petunjuk kepadaku 99
Dan Ibrāhīm berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhan-ku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku 1.
رَبِّ rabbi Tuhanku هَبْ hab berilah لِى lī kepadaku مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 100
Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
فَبَشَّرْنَـٰهُ fabasharnāhu maka Kami beri kabar gembira kepadanya بِغُلَـٰمٍ bighulāmin dengan seorang anak حَلِيمٍۢ ḥalīmin penyantun/berbudi 101
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar 1 .
فَلَمَّا falammā maka tatkala بَلَغَ balagha (anak itu) sampai مَعَهُ maʿahu bersamanya (Ibrahim) ٱلسَّعْىَ l-saʿya berusaha قَالَ qāla (Ibrahim) berkata يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰ arā aku melihat فِى fī dalam ٱلْمَنَامِ l-manāmi tidurku أَنِّىٓ annī bahwasannya aku أَذْبَحُكَ adhbaḥuka aku menyembelih kamu فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah مَاذَا mādhā apakah تَرَىٰ ۚ tarā pendapatmu قَالَ qāla (anak) berkata يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku ٱفْعَلْ if'ʿal kerjakan مَا mā apa تُؤْمَرُ ۖ tu'maru yang kamu diperintahkan سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapatkan aku إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 102
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrāhīm, Ibrāhīm berkata, "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَسْلَمَا aslamā keduanya berserah diri وَتَلَّهُۥ watallahu dan dia membaringkannya لِلْجَبِينِ lil'jabīni untuk/di atas kening 103
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrāhīm membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
وَنَـٰدَيْنَـٰهُ wanādaynāhu dan Kami panggil dia أَن an bahwa يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ yāib'rāhīmu hai Ibrahim 104
Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrāhīm,
قَدْ qad sesungguhnya صَدَّقْتَ ṣaddaqta kamu telah membenarkan ٱلرُّءْيَآ ۚ l-ru'yā mimpi إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 105
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu 1 sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa benar-benar ia ٱلْبَلَـٰٓؤُا۟ l-balāu suatu ujian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata 106
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنَـٰهُ wafadaynāhu dan Kami tebus/ganti dia بِذِبْحٍ bidhib'ḥin dengan sembelihan عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 107
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar 1.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Ibrahim) فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian 108
Kami abadikan untuk Ibrāhīm itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَىٰٓ ʿalā atas إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim 109
(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrāhīm".
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 110
Demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 111
Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرْنَـٰهُ wabasharnāhu dan Kami beri kabar gembira dia بِإِسْحَـٰقَ bi-is'ḥāqa dengan Ishaq نَبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi مِّنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 112
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Isḥāq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبَـٰرَكْنَا wabāraknā dan Kami limpahkan keberkatan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas إِسْحَـٰقَ ۚ is'ḥāqa Ishaq وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِهِمَا dhurriyyatihimā keturunan keduanya مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun berbuat baik وَظَالِمٌۭ waẓālimun dan berbuat zalim لِّنَفْسِهِۦ linafsihi terhadap diri-dirinya sendiri مُبِينٌۭ mubīnun yang nyata 113
Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Isḥāq. Dan di antara anak cucunya, ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَنَنَّا manannā Kami telah melimpahkan karunia عَلَىٰ ʿalā atas مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun 114
Dan sesungguhnya, Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Hārūn.
وَنَجَّيْنَـٰهُمَا wanajjaynāhumā dan Kami selamatkan keduanya وَقَوْمَهُمَا waqawmahumā dan kaum keduanya مِنَ mina dari ٱلْكَرْبِ l-karbi bencana ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar 115
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.
وَنَصَرْنَـٰهُمْ wanaṣarnāhum dan Kami menolong mereka فَكَانُوا۟ fakānū maka adalah mereka هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang 116
Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَءَاتَيْنَـٰهُمَا waātaynāhumā dan Kami berikan kepada keduanya ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab ٱلْمُسْتَبِينَ l-mus'tabīna yang sangat jelas 117
Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas.
وَهَدَيْنَـٰهُمَا wahadaynāhumā dan Kami beri petunjuk keduanya ٱلصِّرَٰطَ l-ṣirāṭa jalan ٱلْمُسْتَقِيمَ l-mus'taqīma yang lurus 118
Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang kemudian 119
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَـٰمٌ salāmun keselamatan عَلَىٰ ʿalā atas مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun 120
(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Hārūn".
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 121
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُمَا innahumā sesungguhnya keduanya مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 122
Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya إِلْيَاسَ il'yāsa Ilyas لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 123
Dan sesungguhnya, Ilyās benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 124
(ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
أَتَدْعُونَ atadʿūna apakah kamu menyeru/menyembah بَعْلًۭا baʿlan Ba'l وَتَذَرُونَ watadharūna dan kamu tinggalkan أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baik ٱلْخَـٰلِقِينَ l-khāliqīna Pencipta 125
Patutkah kamu menyembah Baʻlan 1 dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,
ٱللَّهَ al-laha Allah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian وَرَبَّ warabba dan Tuhan ءَابَآئِكُمُ ābāikumu bapak-bapak kamu ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu 126
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka لَمُحْضَرُونَ lamuḥ'ḍarūna sungguh mereka dihadapkan 127
Maka mereka mendustakannya karena itu mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang yang ikhlas/disucikan 128
kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian 129
Dan Kami abadikan untuk Ilyās (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَىٰٓ ʿalā atas إِلْ يَاسِينَ il yāsīna Ilyas 130
(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyās."
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 131
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 132
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لُوطًۭا lūṭan Lut لَّمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 133
Sesungguhnya Lūṭ benar-benar salah seorang rasul.
إِذْ idh ketika نَجَّيْنَـٰهُ najjaynāhu Kami selamatkan ia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semua 134
(Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua,
إِلَّا illā kecuali عَجُوزًۭا ʿajūzan perempuan tua فِى fī pada ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna tertinggal 135
kecuali seorang perempuan tua (istrinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.
ثُمَّ thumma kemudian دَمَّرْنَا dammarnā Kami binasakan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna orang-orang yang lain 136
Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain 1.
وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu لَتَمُرُّونَ latamurrūna sungguh kamu akan melalui عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مُّصْبِحِينَ muṣ'biḥīna diwaktu pagi 137
Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِٱلَّيْلِ ۗ wabi-al-layli dan diwaktu malam أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 138
dan pada waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya يُونُسَ yūnusa Yunus لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 139
Sesungguhnya Yūnus benar-benar salah seorang rasul,
إِذْ idh ketika أَبَقَ abaqa dia lari إِلَى ilā ke ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu ٱلْمَشْحُونِ l-mashḥūni penuh muatan 140
(ingatlah) ketika ia lari 1 ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ fasāhama maka dia ikut berundi فَكَانَ fakāna lalu adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُدْحَضِينَ l-mud'ḥaḍīna orang-orang yang dibuang/dikalahkan 141
kemudian ia ikut berundi 1, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
فَٱلْتَقَمَهُ fal-taqamahu maka menelan dia ٱلْحُوتُ l-ḥūtu ikan besar وَهُوَ wahuwa dan dia مُلِيمٌۭ mulīmun tercela 142
Maka, ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela 1.
فَلَوْلَآ falawlā maka kalau tidak أَنَّهُۥ annahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُسَبِّحِينَ l-musabiḥīna orang-orang yang bertasbih 143
Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
لَلَبِثَ lalabitha niscaya dia tetap فِى fī pada بَطْنِهِۦٓ baṭnihi perutnya (ikan) إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan 144
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
۞ فَنَبَذْنَـٰهُ fanabadhnāhu lalu Kami lemparkan dia بِٱلْعَرَآءِ bil-ʿarāi tanah kosong/tandus وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia سَقِيمٌۭ saqīmun sakit 145
Kemudian, Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
وَأَنۢبَتْنَا wa-anbatnā dan Kami tumbuhkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/untuknya شَجَرَةًۭ shajaratan sebatang pohon مِّن min dari يَقْطِينٍۢ yaqṭīnin jenis labu 146
Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرْسَلْنَـٰهُ wa-arsalnāhu dan Kami utus dia إِلَىٰ ilā kepada مِا۟ئَةِ mi-ati seratus أَلْفٍ alfin ribu أَوْ aw atau يَزِيدُونَ yazīdūna mereka tambah/lebih 147
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
فَـَٔامَنُوا۟ faāmanū lalu mereka beriman فَمَتَّعْنَـٰهُمْ famattaʿnāhum maka Kami beri kesenangan mereka إِلَىٰ ilā kepada/sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu yang tertentu 148
Lalu, mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.
فَٱسْتَفْتِهِمْ fa-is'taftihim maka tanyakan pada mereka أَلِرَبِّكَ alirabbika apakah untuk Tuhanmu ٱلْبَنَاتُ l-banātu anak-anak perempuan وَلَهُمُ walahumu dan untuk mereka ٱلْبَنُونَ l-banūna anak laki-laki 149
Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), "Apakah untuk Tuhan-mu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki 1,
أَمْ am ataukah/apakah خَلَقْنَا khalaqnā Kami menciptakan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat-malaikat إِنَـٰثًۭا ināthan perempuan وَهُمْ wahum dan mereka شَـٰهِدُونَ shāhidūna menyaksikan 150
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?
أَلَآ alā ingatlah/ketahuilah إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مِّنْ min dari إِفْكِهِمْ if'kihim kebohongan mereka لَيَقُولُونَ layaqūlūna benar-benar mereka mengatakan 151
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan,
وَلَدَ walada beranak ٱللَّهُ l-lahu Allah وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar berdusta 152
"Allah beranak". Dan sesungguhnya, mereka benar-benar orang yang berdusta.
أَصْطَفَى aṣṭafā apakah Dia memilih ٱلْبَنَاتِ l-banāti anak-anak perempuan عَلَى ʿalā atas/dari ٱلْبَنِينَ l-banīna anak laki-laki 153
Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?
مَا mā mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian كَيْفَ kayfa bagaimana تَحْكُمُونَ taḥkumūna kamu menghukumi/menetapkan 154
Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
أَفَلَا afalā maka apakah tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/memikirkan 155
Maka apakah kamu tidak memikirkan?
أَمْ am ataukah/apakah لَكُمْ lakum bagi kalian سُلْطَـٰنٌۭ sul'ṭānun kekuasaan/bukti مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 156
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?
فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/bawalah بِكِتَـٰبِكُمْ bikitābikum dengan kitabmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 157
Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan/adakan بَيْنَهُۥ baynahu antara Dia وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلْجِنَّةِ l-jinati jin نَسَبًۭا ۚ nasaban nasab/hubungan وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمَتِ ʿalimati mengetahui ٱلْجِنَّةُ l-jinatu jin إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَمُحْضَرُونَ lamuḥ'ḍarūna sungguh mereka dihadapkan 158
Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan 159
Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas 160
Kecuali hamba-hamba Allah 1 yang dibersihkan dari (dosa).
فَإِنَّكُمْ fa-innakum maka sesungguhnya kamu وَمَا wamā dan apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah 161
Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,
مَآ mā tidaklah أَنتُمْ antum kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya/terhadap-Nya بِفَـٰتِنِينَ bifātinīna dengan memperdayakan 162
Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang هُوَ huwa dia صَالِ ṣāli sampai/masuk ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala 163
kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.
وَمَا wamā dan tidak مِنَّآ minnā diantara kami إِلَّا illā kecuali لَهُۥ lahu baginya/mempunyai مَقَامٌۭ maqāmun kedudukan مَّعْلُومٌۭ maʿlūmun tertentu 164
Tiada seorang pun di antara kami (malaikat), melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَحْنُ lanaḥnu benar-benar kami ٱلصَّآفُّونَ l-ṣāfūna bersaf-saf 165
dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah).
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَحْنُ lanaḥnu benar-benar kami ٱلْمُسَبِّحُونَ l-musabiḥūna orang-orang yang bertasbih 166
Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).
وَإِن wa-in dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū mereka adalah لَيَقُولُونَ layaqūlūna pasti mereka akan berkata 167
Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata,
لَوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya عِندَنَا ʿindanā di sisi kami ذِكْرًۭا dhik'ran pengajaran مِّنَ mina dari ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu 168
"Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُنَّا lakunnā niscaya kami menjadi عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas 169
benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)".
فَكَفَرُوا۟ fakafarū maka/tetapi mereka mengingkari بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka akan mengetahui 170
Tetapi, mereka mengingkarinya (Al-Qur`ān), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya سَبَقَتْ sabaqat telah berlaku كَلِمَتُنَا kalimatunā kalimat/ketetapan Kami لِعِبَادِنَا liʿibādinā bagi hamba-hamba Kami ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 171
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْمَنصُورُونَ l-manṣūrūna orang-orang yang mendapat pertolongan 172
(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya جُندَنَا jundanā tentara Kami لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna yang mengalahkan/menang 173
Dan sesungguhnya tentara Kami 1 itulah yang pasti menang,
فَتَوَلَّ fatawalla maka berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu 174
Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika 1.
وَأَبْصِرْهُمْ wa-abṣir'hum dan lihatlah/terangkanlah mereka فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka akan melihat/mendengar 175
Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا afabiʿadhābinā Apakah dengan azab Kami يَسْتَعْجِلُونَ yastaʿjilūna mereka minta disegerakan 176
Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?
فَإِذَا fa-idhā maka apabila نَزَلَ nazala (azab) turun بِسَاحَتِهِمْ bisāḥatihim di halaman mereka فَسَآءَ fasāa maka amat buruk صَبَاحُ ṣabāḥu pagi hari ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan 177
Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu 1.
وَتَوَلَّ watawalla dan berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu 178
Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.
وَأَبْصِرْ wa-abṣir dan lihatlah/terangkanlah فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka akan melihat/mengetahui 179
Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّكَ rabbika Tuhanmu رَبِّ rabbi Tuhan/pemelihara ٱلْعِزَّةِ l-ʿizati keperkasaan/kemuliaan عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan 180
Maha Suci Tuhan-mu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.
وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan kesejahteraan عَلَى ʿalā atas ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 181
Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.
وَٱلْحَمْدُ wal-ḥamdu dan segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan/pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 182
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.
صٓ ۚ sad shad وَٱلْقُرْءَانِ wal-qur'āni demi Al Quran ذِى dhī mempunyai ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri peringatan 1
Ṣād, demi Al-Qur`ān yang mempunyai keagungan.
بَلِ bali bahkan/tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى fī dalam عِزَّةٍۢ ʿizzatin kesombongan وَشِقَاقٍۢ washiqāqin dan perpecahan 2
Sebenarnya, orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.
كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍۢ qarnin kurun فَنَادَوا۟ fanādaw lalu mereka menyeru/meminta وَّلَاتَ walāta pertolongan حِينَ ḥīna waktu مَنَاصٍۢ manāṣin kelepasan (melepaskan diri) 3
Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
وَعَجِبُوٓا۟ waʿajibū dan mereka heran أَن an karena جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مُّنذِرٌۭ mundhirun seorang pemberi peringatan مِّنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir هَـٰذَا hādhā ini سَـٰحِرٌۭ sāḥirun seorang ahli sihir كَذَّابٌ kadhābun pendusta 4
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka dan orang-orang kafir berkata, "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".
أَجَعَلَ ajaʿala apakah dia menjadikan ٱلْـَٔالِهَةَ l-ālihata tuhan-tuhan إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan وَٰحِدًا ۖ wāḥidan satu/esa إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَشَىْءٌ lashayon benar-benar sesuatu عُجَابٌۭ ʿujābun aneh/ganjil 5
Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
وَٱنطَلَقَ wa-inṭalaqa dan pergilah ٱلْمَلَأُ l-mala-u pembesar-pembesar مِنْهُمْ min'hum dari mereka أَنِ ani maka ٱمْشُوا۟ im'shū berjalanlah kamu وَٱصْبِرُوا۟ wa-iṣ'birū dan bersabarlah عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَالِهَتِكُمْ ۖ ālihatikum tuhan-tuhan kamu إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَشَىْءٌۭ lashayon benar-benar sesuatu يُرَادُ yurādu dikehendaki 6
Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-Tuhan-mu; sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki 1.
مَا mā tidak سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar بِهَـٰذَا bihādhā dengan/hal ini فِى fī dalam ٱلْمِلَّةِ l-milati agama ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati yang akhir إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali ٱخْتِلَـٰقٌ ikh'tilāqun diada-adakan 7
Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir 1; ini (mengesakan Allah) tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,
أَءُنزِلَ a-unzila apakah diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ٱلذِّكْرُ l-dhik'ru pengajaran/Al Quran مِنۢ min dari بَيْنِنَا ۚ bayninā antara kita بَلْ bal bahkan/sebenarnya هُمْ hum mereka فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّن min dari ذِكْرِى ۖ dhik'rī peringatan-Ku بَل bal bahkan/sebenarnya لَّمَّا lammā belum يَذُوقُوا۟ yadhūqū mereka merasakan عَذَابِ ʿadhābi azab-Ku 8
mengapa Al-Qur`ān itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya, mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān-Ku dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.
أَمْ am ataukah/apakah عِندَهُمْ ʿindahum disisi mereka/mereka mempunyai خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan رَحْمَةِ raḥmati rahmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْوَهَّابِ l-wahābi Maha Pemberi 9
Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?
أَمْ am ataukah/apakah لَهُم lahum bagi mereka مُّلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا ۖ baynahumā diantara keduanya فَلْيَرْتَقُوا۟ falyartaqū maka hendaklah mereka menaiki فِى fī pada ٱلْأَسْبَـٰبِ l-asbābi jalan/tangga-tangga 10
Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
جُندٌۭ jundun bala tentara مَّا mā apa هُنَالِكَ hunālika ada disana مَهْزُومٌۭ mahzūmun dibinasakan/dikalahkan مِّنَ mina dari ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan yang berserikat 11
Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat pasti akan dikalahkan 1.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٌۭ waʿādun dan 'Ad وَفِرْعَوْنُ wafir'ʿawnu dan Fir'aun ذُو dhū mempunyai ٱلْأَوْتَادِ l-awtādi bala tentara 12
Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nūḥ, ‘Ād, Firʻawn yang mempunyai tentara yang banyak,
وَثَمُودُ wathamūdu dan Samud وَقَوْمُ waqawmu dan kaum لُوطٍۢ lūṭin Lut وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penduduk لْـَٔيْكَةِ ۚ al'aykati Aikah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu golongan yang bersekutu 13
dan Ṡamūd, kaum Lūṭ, dan penduduk Aikah 1. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
إِن in tidak lain كُلٌّ kullun semua itu إِلَّا illā kecuali كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلرُّسُلَ l-rusula Rasul-rasul فَحَقَّ faḥaqqa maka pastilah عِقَابِ ʿiqābi azab-Ku 14
Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.
وَمَا wamā dan tidak يَنظُرُ yanẓuru menunggu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu إِلَّا illā melainkan صَيْحَةًۭ ṣayḥatan suara keras/teriakan وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali مَّا mā tidak لَهَا lahā bagi mereka مِن min dari فَوَاقٍۢ fawāqin ulangan/tangguh 15
Tidaklah yang mereka tunggu, melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang 1.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami عَجِّل ʿajjil segerakanlah لَّنَا lanā untuk kami قِطَّنَا qiṭṭanā bahagian kami قَبْلَ qabla sebelum يَوْمِ yawmi hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 16
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab".
ٱصْبِرْ iṣ'bir bersabarlah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah عَبْدَنَا ʿabdanā hamba Kami دَاوُۥدَ dāwūda Daud ذَا dhā mempunyai ٱلْأَيْدِ ۖ l-aydi tangan/kekuatan إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya dia أَوَّابٌ awwābun seorang yang kembali 17
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan dan ingatlah hamba Kami Dāwūd yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).
إِنَّا innā sesungguhnya Kami سَخَّرْنَا sakharnā Kami menundukkan ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung مَعَهُۥ maʿahu bersama dia يُسَبِّحْنَ yusabbiḥ'na mereka bertasbih بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi diwaktu petang وَٱلْإِشْرَاقِ wal-ish'rāqi dan pagi 18
Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dāwūd) pada waktu petang dan pagi,
وَٱلطَّيْرَ wal-ṭayra dan burung-burung مَحْشُورَةًۭ ۖ maḥshūratan keadaan berkumpul كُلٌّۭ kullun masing-masing/semuanya لَّهُۥٓ lahu kepada-Nya أَوَّابٌۭ awwābun kembali/bertaubat 19
dan (Kami tundukkan pula), burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah.
وَشَدَدْنَا washadadnā dan Kami kuatkan مُلْكَهُۥ mul'kahu kerajaannya وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami berikan kepadanya ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata kebijaksanaan وَفَصْلَ wafaṣla dan memutus ٱلْخِطَابِ l-khiṭābi perkara 20
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah 1 dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.
۞ وَهَلْ wahal dan apakah أَتَىٰكَ atāka telah datang kepadamu نَبَؤُا۟ naba-u berita ٱلْخَصْمِ l-khaṣmi orang yang bermusuhan إِذْ idh ketika تَسَوَّرُوا۟ tasawwarū mereka melompati pagar ٱلْمِحْرَابَ l-miḥ'rāba mihrab/kamar 21
Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar?
إِذْ idh ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَىٰ ʿalā atas دَاوُۥدَ dāwūda Daud فَفَزِعَ fafaziʿa maka dia terkejut مِنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut خَصْمَانِ khaṣmāni dua orang bermusuhan بَغَىٰ baghā berbuat zalim بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka berilah keputusan بَيْنَنَا baynanā di antara kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَلَا walā dan tidak تُشْطِطْ tush'ṭiṭ melewati batas/menyimpang وَٱهْدِنَآ wa-ih'dinā dan tunjukilah kami إِلَىٰ ilā kepada سَوَآءِ sawāi sama/lurus ٱلصِّرَٰطِ l-ṣirāṭi jalan 22
Ketika mereka masuk (menemui) Dāwūd, lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَآ hādhā ini أَخِى akhī saudaraku لَهُۥ lahu baginya (mempunyai) تِسْعٌۭ tis'ʿun sembilan puluh وَتِسْعُونَ watis'ʿūna sembilan نَعْجَةًۭ naʿjatan kambing betina وَلِىَ waliya dan bagiku نَعْجَةٌۭ naʿjatun kambing betina وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/seekor فَقَالَ faqāla maka dia berkata أَكْفِلْنِيهَا akfil'nīhā serahkan ia (kambing itu) kepadaku وَعَزَّنِى waʿazzanī dan dia mengalahkan aku فِى fī dalam ٱلْخِطَابِ l-khiṭābi perkara/perdebatan 23
Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata, "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan".
قَالَ qāla (Daud) berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya ظَلَمَكَ ẓalamaka dia berbuat zalim kepadamu بِسُؤَالِ bisuāli dengan meminta نَعْجَتِكَ naʿjatika kambingmu إِلَىٰ ilā kepada نِعَاجِهِۦ ۖ niʿājihi kambingnya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلْخُلَطَآءِ l-khulaṭāi bercampur/sepergaulan لَيَبْغِى layabghī sungguh berbuat zalim بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh وَقَلِيلٌۭ waqalīlun dan sedikit مَّا mā apa هُمْ ۗ hum mereka وَظَنَّ waẓanna dan mengira دَاوُۥدُ dāwūdu Daud أَنَّمَا annamā bahwasannya فَتَنَّـٰهُ fatannāhu Kami mengujinya فَٱسْتَغْفَرَ fa-is'taghfara maka dia minta ampun رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya وَخَرَّ wakharra dan dia menyungkur رَاكِعًۭا rākiʿan tunduk وَأَنَابَ ۩ wa-anāba dan dia kembali/taubat 24
Dāwūd berkata, "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Dāwūd mengetahui bahwa Kami mengujinya, maka ia meminta ampun kepada Tuhan-nya, lalu menyungkur sujud dan bertobat.
فَغَفَرْنَا faghafarnā maka Kami mengampuni لَهُۥ lahu baginya ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian/itu وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya (dia mempunyai) عِندَنَا ʿindanā disisi Kami لَزُلْفَىٰ lazul'fā sungguh dekat وَحُسْنَ waḥus'na dan amat baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali 25
Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
يَـٰدَاوُۥدُ yādāwūdu hai Daud إِنَّا innā sesungguhnya جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami menjadikan kamu خَلِيفَةًۭ khalīfatan khalifah/penguasa فِى fī dimuka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka berilah keputusan بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَلَا walā dan tidak تَتَّبِعِ tattabiʿi kamu mengikuti ٱلْهَوَىٰ l-hawā hawa nafsu فَيُضِلَّكَ fayuḍillaka maka akan menyesatkan kamu عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَضِلُّونَ yaḍillūna (mereka) tersesat عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۢ shadīdun sangat/keras بِمَا bimā dengan apa/sebab نَسُوا۟ nasū mereka melupakan يَوْمَ yawma pada hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 26
Hai Dāwūd, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.
وَمَا wamā dan tidaklah خَلَقْنَا khalaqnā Kami jadikan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya بَـٰطِلًۭا ۚ bāṭilan batil/palsu/sia-sia ذَٰلِكَ dhālika demikianlah ظَنُّ ẓannu prasangkaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka 27
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
أَمْ am atau نَجْعَلُ najʿalu Kami jadikan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh كَٱلْمُفْسِدِينَ kal-muf'sidīna seperti orang-orang yang berbuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau نَجْعَلُ najʿalu Kami jadikan ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa كَٱلْفُجَّارِ kal-fujāri seperti orang-orang yang durhaka 28
Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?
كِتَـٰبٌ kitābun Kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya إِلَيْكَ ilayka kepadamu مُبَـٰرَكٌۭ mubārakun penuh keberkatan لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ liyaddabbarū supaya mereka memperhatikan ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatnya وَلِيَتَذَكَّرَ waliyatadhakkara dan supaya mendapat pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi hati/pikiran 29
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami karuniakan لِدَاوُۥدَ lidāwūda kepada Daud سُلَيْمَـٰنَ ۚ sulaymāna Sulaiman نِعْمَ niʿ'ma sebaik-baiknya ٱلْعَبْدُ ۖ l-ʿabdu hamba إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya dia أَوَّابٌ awwābun orang yang suka kembali 30
Dan Kami karuniakan kepada Dāwūd, Sulaymān, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya),
إِذْ idh ketika عُرِضَ ʿuriḍa dipertunjukkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi pada waktu sore ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ l-ṣāfinātu yang diam waktu berhenti ٱلْجِيَادُ l-jiyādu yang cepat berlari 31
(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang pada waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.
فَقَالَ faqāla maka dia berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَحْبَبْتُ aḥbabtu aku menyukai حُبَّ ḥubba kesenangan ٱلْخَيْرِ l-khayri yang baik عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri ingat رَبِّى rabbī Tuhanku حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَوَارَتْ tawārat tersembunyi/tertutup بِٱلْحِجَابِ bil-ḥijābi dengan tabir/dinding 32
maka ia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhan-ku sampai kuda itu hilang dari pandangan".
رُدُّوهَا ruddūhā bawalah kembali عَلَىَّ ۖ ʿalayya kepadaku فَطَفِقَ faṭafiqa lalu dia mulai berbuat مَسْحًۢا masḥan mengusap-usap بِٱلسُّوقِ bil-sūqi dengan kaki وَٱلْأَعْنَاقِ wal-aʿnāqi dan leher 33
"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu, ia potong kaki dan leher kuda itu 1 b.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaiman وَأَلْقَيْنَا wa-alqaynā dan Kami jatuhkan/letakkan عَلَىٰ ʿalā atas كُرْسِيِّهِۦ kur'siyyihi kursinya جَسَدًۭا jasadan jasad ثُمَّ thumma kemudian أَنَابَ anāba dia kembali 34
Dan sesungguhnya, Kami telah menguji Sulaymān dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertobat 1.
قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى lī aku وَهَبْ wahab dan anugerahkanlah لِى lī aku مُلْكًۭا mul'kan kerajaan لَّا lā tidak يَنۢبَغِى yanbaghī patut لِأَحَدٍۢ li-aḥadin bagi seorang مِّنۢ min dari بَعْدِىٓ ۖ baʿdī sesudahku إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْوَهَّابُ l-wahābu Maha Pemberi 35
Ia berkata, "Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".
فَسَخَّرْنَا fasakharnā maka Kami tundukkan لَهُ lahu baginya ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin تَجْرِى tajrī mengalir berhembus بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi menurut perintahnya رُخَآءً rukhāan baik/lembut حَيْثُ ḥaythu kemana saja أَصَابَ aṣāba ia tuju/kehendaki 36
Kemudian, Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,
وَٱلشَّيَـٰطِينَ wal-shayāṭīna dan syaitan-syaitan كُلَّ kulla semuanya بَنَّآءٍۢ bannāin ahli bangunan وَغَوَّاصٍۢ waghawwāṣin dan penyelam 37
dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam,
وَءَاخَرِينَ waākharīna dan yang lain مُقَرَّنِينَ muqarranīna yang terikat فِى fī dalam ٱلْأَصْفَادِ l-aṣfādi belenggu 38
dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu.
هَـٰذَا hādhā ini عَطَآؤُنَا ʿaṭāunā anugerah Kami فَٱمْنُنْ fa-um'nun maka berikanlah أَوْ aw atau أَمْسِكْ amsik tahanlah بِغَيْرِ bighayri dengan tidak حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan 39
Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya (dia mempunyai) عِندَنَا ʿindanā disisi Kami لَزُلْفَىٰ lazul'fā sungguh dekat وَحُسْنَ waḥus'na dan amat baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali 40
Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah عَبْدَنَآ ʿabdanā hamba Kami أَيُّوبَ ayyūba Ayyub إِذْ idh tatkala نَادَىٰ nādā dia menyeru رَبَّهُۥٓ rabbahu Tuhannya أَنِّى annī sesungguhnya aku مَسَّنِىَ massaniya menimpaku/mengganggu aku ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan بِنُصْبٍۢ binuṣ'bin dengan kesusahan/kepayahan وَعَذَابٍ waʿadhābin dan siksaan 41
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyūb ketika ia menyeru Tuhan-nya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan".
ٱرْكُضْ ur'kuḍ hentakkanlah بِرِجْلِكَ ۖ birij'lika dengan kakimu هَـٰذَا hādhā ini مُغْتَسَلٌۢ mugh'tasalun (untuk) mandi بَارِدٌۭ bāridun sejuk وَشَرَابٌۭ washarābun dan minum 42
(Allah berfirman), "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami anugerahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya أَهْلَهُۥ ahlahu keluarganya وَمِثْلَهُم wamith'lahum dan serupa/sebanyak itu مَّعَهُمْ maʿahum beserta mereka رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran/peringatan لِأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi pikiran 43
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.
وَخُذْ wakhudh dan ambillah بِيَدِكَ biyadika dengan tanganmu ضِغْثًۭا ḍigh'than ranting/seikat rumput فَٱضْرِب fa-iḍ'rib maka pukullah بِّهِۦ bihi dengannya وَلَا walā dan jangan تَحْنَثْ ۗ taḥnath kamu melanggar إِنَّا innā sesungguhnya Kami وَجَدْنَـٰهُ wajadnāhu Kami dapati dia صَابِرًۭا ۚ ṣābiran seorang yang sabar نِّعْمَ niʿ'ma sebaik-baik ٱلْعَبْدُ ۖ l-ʿabdu hamba إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya dia أَوَّابٌۭ awwābun orang yang kembali/bertaubat 44
Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyūb) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)1.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah عِبَـٰدَنَآ ʿibādanā hamba-hamba Kami إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'qub أُو۟لِى ulī mempunyai ٱلْأَيْدِى l-aydī tangan/perbuatan وَٱلْأَبْصَـٰرِ wal-abṣāri dan pandangan/ilmu 45
Dan ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrāhīm, Isḥāq, dan Ya`qūb yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَخْلَصْنَـٰهُم akhlaṣnāhum Kami mensucikan mereka بِخَالِصَةٍۢ bikhāliṣatin dengan suci/bersih ذِكْرَى dhik'rā ingat/mengingat ٱلدَّارِ l-dāri rumah/kampung 46
Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka عِندَنَا ʿindanā pada sisi Kami لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُصْطَفَيْنَ l-muṣ'ṭafayna orang-orang pilihan ٱلْأَخْيَارِ l-akhyāri terpilih 47
Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah إِسْمَـٰعِيلَ is'māʿīla Ismail وَٱلْيَسَعَ wal-yasaʿa dan Ilyas وَذَا wadhā dan ٱلْكِفْلِ ۖ l-kif'li Zulkifli وَكُلٌّۭ wakullun dan semuanya مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْأَخْيَارِ l-akhyāri orang-orang yang terpilih 48
Dan ingatlah akan Ismā`īl, Ilyasa` dan Żulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.
هَـٰذَا hādhā ini ذِكْرٌۭ ۚ dhik'run peringatan/pelajaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa لَحُسْنَ laḥus'na benar-benar baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali 49
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,
جَنَّـٰتِ jannāti sorga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn مُّفَتَّحَةًۭ mufattaḥatan terbuka لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْأَبْوَٰبُ l-abwābu pintu-pintu 50
(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
مُتَّكِـِٔينَ muttakiīna mereka bersandar فِيهَا fīhā di dalamnya يَدْعُونَ yadʿūna mereka meminta فِيهَا fīhā di dalamnya (sorga) بِفَـٰكِهَةٍۢ bifākihatin dengan buah-buahan كَثِيرَةٍۢ kathīratin banyak وَشَرَابٍۢ washarābin dan minuman 51
di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.
۞ وَعِندَهُمْ waʿindahum dan disisi mereka قَـٰصِرَٰتُ qāṣirātu tidak liar ٱلطَّرْفِ l-ṭarfi maka/pandangan أَتْرَابٌ atrābun sebaya 52
Dan di sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.
هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa تُوعَدُونَ tūʿadūna yang kamu dijanjikan لِيَوْمِ liyawmi pada hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 53
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَرِزْقُنَا lariz'qunā benar-benar rizki Kami مَا mā tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari نَّفَادٍ nafādin habis 54
Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.
هَـٰذَا ۚ hādhā ini وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لِلطَّـٰغِينَ lilṭṭāghīna bagi orang-orang yang durhaka لَشَرَّ lasharra benar-benar buruk مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali 55
Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahannam يَصْلَوْنَهَا yaṣlawnahā mereka memasukinya فَبِئْسَ fabi'sa maka alangkah buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal 56
(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal.
هَـٰذَا hādhā ini فَلْيَذُوقُوهُ falyadhūqūhu maka mereka merasakannya حَمِيمٌۭ ḥamīmun air sangat panas وَغَسَّاقٌۭ waghassāqun dan air sangat dingin 57
Inilah (azab neraka); biarlah mereka merasakannya; (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.
وَءَاخَرُ waākharu dan yang lain مِن min dari شَكْلِهِۦٓ shaklihi bentuknya/serupa أَزْوَٰجٌ azwājun berpasangan/bermacam-macam 58
Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.
هَـٰذَا hādhā ini فَوْجٌۭ fawjun golongan مُّقْتَحِمٌۭ muq'taḥimun masuk berdesak-desak مَّعَكُمْ ۖ maʿakum beserta kamu لَا lā tidak مَرْحَبًۢا marḥaban ucapan selamat datang بِهِمْ ۚ bihim kepada mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka صَالُوا۟ ṣālū mereka masuk ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka 59
(Dikatakan kepada mereka), "Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)". (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka), "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal bahkan/sebenarnya أَنتُمْ antum kamu لَا lā tidak مَرْحَبًۢا marḥaban ucapan selamat datang بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian أَنتُمْ antum kamu قَدَّمْتُمُوهُ qaddamtumūhu kamu menyediakannya/membawanya لَنَا ۖ lanā bagi kami فَبِئْسَ fabi'sa maka amat buruk ٱلْقَرَارُ l-qarāru tempat menetap/tinggal 60
Pengikut-pengikut mereka menjawab, "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat menetap".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami مَن man barang siapa قَدَّمَ qaddama menyediakan/membawa لَنَا lanā pada kami هَـٰذَا hādhā ini فَزِدْهُ fazid'hu maka tambahkan kepadanya عَذَابًۭا ʿadhāban azab ضِعْفًۭا ḍiʿ'fan berlipat ganda فِى fī di dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka 61
Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka."
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا mā mengapa لَنَا lanā bagi kami لَا lā tidak نَرَىٰ narā kami melihat رِجَالًۭا rijālan orang laki-laki/orang-orang كُنَّا kunnā adalah kami نَعُدُّهُم naʿudduhum kami menganggap mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَشْرَارِ l-ashrāri orang-orang jahat 62
Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).
أَتَّخَذْنَـٰهُمْ attakhadhnāhum apakah kami menjadikan mereka سِخْرِيًّا sikh'riyyan ejekan/olok-olokan أَمْ am atau زَاغَتْ zāghat suram/tidak melihat عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru penglihatan 63
Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?"
إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَحَقٌّۭ laḥaqqun pasti benar/terjadi تَخَاصُمُ takhāṣumu pertengkaran أَهْلِ ahli penghuni ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka 64
Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka.
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku مُنذِرٌۭ ۖ mundhirun seorang pemberi peringatan وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu yang satu/esa ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Mengalahkan/Perkasa 65
Katakanlah (ya Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.
رَبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā yang diantara keduanya ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْغَفَّـٰرُ l-ghafāru Maha Pengampun 66
Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia/itu نَبَؤٌا۟ naba-on berita عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar 67
Katakanlah, "Berita itu adalah berita yang besar,
أَنتُمْ antum kamu عَنْهُ ʿanhu dari padanya مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang yang berpaling 68
yang kamu berpaling darinya.
مَا mā tidak كَانَ kāna ada لِىَ liya bagiku مِنْ min dari عِلْمٍۭ ʿil'min pengetahuan بِٱلْمَلَإِ bil-mala-i dengan pemimpin/golongan ٱلْأَعْلَىٰٓ l-aʿlā tertinggi إِذْ idh ketika يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bertengkar/berbantah-bantahan 69
Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang almalā`il ‘alā (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.
إِن in tidak يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku إِلَّآ illā kecuali/melainkan أَنَّمَآ annamā bahwa sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun nyata 70
Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata".
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berfirman رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat إِنِّى innī sesungguhnya aku خَـٰلِقٌۢ khāliqun menciptakan بَشَرًۭا basharan manusia مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah 71
(Ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".
فَإِذَا fa-idhā maka apabila سَوَّيْتُهُۥ sawwaytuhu telah Kusempurnakan kejadiannya وَنَفَخْتُ wanafakhtu dan kutiupkan فِيهِ fīhi ke dalamnya مِن min dari رُّوحِى rūḥī roh-Ku فَقَعُوا۟ faqaʿū maka tunduklah kamu لَهُۥ lahu kepadanya سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud 72
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
فَسَجَدَ fasajada maka bersujud ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat كُلُّهُمْ kulluhum semua mereka أَجْمَعُونَ ajmaʿūna semuanya 73
Lalu, seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,
إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis ٱسْتَكْبَرَ is'takbara ia menyombongkan diri وَكَانَ wakāna dan adalah ia مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir 74
kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
قَالَ qāla (Allah) berfirman يَـٰٓإِبْلِيسُ yāib'līsu hai iblis مَا mā apa مَنَعَكَ manaʿaka yang mencegah kamu أَن an untuk تَسْجُدَ tasjuda kamu bersujud لِمَا limā pada apa خَلَقْتُ khalaqtu Kuciptakan بِيَدَىَّ ۖ biyadayya dengan tangan-Ku أَسْتَكْبَرْتَ astakbarta apakah kamu menyombongkan diri أَمْ am atau كُنتَ kunta adalah kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْعَالِينَ l-ʿālīna orang-orang yang lebih tinggi 75
Allah berfirman, "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"
قَالَ qāla (iblis) berkata أَنَا۠ anā aku خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهُ ۖ min'hu dari padanya خَلَقْتَنِى khalaqtanī Engkau ciptakan aku مِن min dari نَّارٍۢ nārin api وَخَلَقْتَهُۥ wakhalaqtahu dan Engkau ciptakan dia مِن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah 76
Iblis berkata, "Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu مِنْهَا min'hā dari padanya (sorga) فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu رَجِيمٌۭ rajīmun terkutuk 77
Allah berfirman, "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya عَلَيْكَ ʿalayka atasmu لَعْنَتِىٓ laʿnatī kutukan-Ku إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 78
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".
قَالَ qāla (iblis) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku فَأَنظِرْنِىٓ fa-anẓir'nī maka beri tangguhlah aku إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan 79
Iblis berkata, "Ya Tuhan-ku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنظَرِينَ l-munẓarīna orang-orang yang diberi tangguh 80
Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi pada hari ٱلْوَقْتِ l-waqti waktu ٱلْمَعْلُومِ l-maʿlūmi tertentu/ditentukan 81
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)".
قَالَ qāla (iblis) berkata فَبِعِزَّتِكَ fabiʿizzatika maka demi kemuliaan Engkau لَأُغْوِيَنَّهُمْ la-ugh'wiyannahum sungguh aku akan aku sesatkan mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 82
Iblis menjawab, "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
إِلَّا illā kecuali عِبَادَكَ ʿibādaka hamba-hamba-Mu مِنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang mukhlis/disucikan 83
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka 1.
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَٱلْحَقُّ fal-ḥaqu maka yang benar وَٱلْحَقَّ wal-ḥaqa dan yang benar/kebenaran أَقُولُ aqūlu Aku katakan 84
Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan".
لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh akan Aku penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahannam مِنكَ minka dari kamu وَمِمَّن wamimman dan dari orang-orang تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 85
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.
قُلْ qul katakanlah مَآ mā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍۢ ajrin upah وَمَآ wamā dan tidaklah/bukanlah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari ٱلْمُتَكَلِّفِينَ l-mutakalifīna orang-orang yang memaksa/mengada-adakan 86
Katakanlah (hai Muhammad), "Aku tidak meminta upah sedikit pun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.
إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan/pengajaran لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam 87
Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
وَلَتَعْلَمُنَّ walataʿlamunna dan sungguh kamu akan mengetahui نَبَأَهُۥ naba-ahu beritanya بَعْدَ baʿda sesudah حِينٍۭ ḥīnin waktu 88
Dan sesungguhnya, kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Qur`ān setelah beberapa waktu lagi 1.
تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab/Al Quran مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana 1
Kitab (Al-Qur`ān ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَآ anzalnā Kami menurunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran فَٱعْبُدِ fa-uʿ'budi maka sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصًۭا mukh'liṣan dengan ikhlas لَّهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan 2
Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`ān) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
أَلَا alā ingatlah لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلدِّينُ l-dīnu ketaatan/agama ٱلْخَالِصُ ۚ l-khāliṣu ikhlas/suci وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung مَا mā tidak نَعْبُدُهُمْ naʿbuduhum kami menyembah mereka إِلَّا illā kecuali لِيُقَرِّبُونَآ liyuqarribūnā supaya mereka mendekatkan kami إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah زُلْفَىٰٓ zul'fā lebih dekat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَحْكُمُ yaḥkumu Dia memutuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka فِى fī pada مَا mā apa هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi padanya يَخْتَلِفُونَ ۗ yakhtalifūna mereka perselisihkan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَنْ man orang هُوَ huwa dia كَـٰذِبٌۭ kādhibun pendusta كَفَّارٌۭ kaffārun sangat ingkar 3
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
لَّوْ law jika أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha Dia mengambil وَلَدًۭا waladan seorang anak لَّٱصْطَفَىٰ la-iṣ'ṭafā tentu Dia memilih مِمَّا mimmā dari apa يَخْلُقُ yakhluqu Dia ciptakan/ciptaan-Nya مَا mā apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ sub'ḥānahu Maha Suci Dia هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Perkasa/Mengalahkan 4
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar يُكَوِّرُ yukawwiru Dia menutupkan ٱلَّيْلَ al-layla malam عَلَى ʿalā atas ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُكَوِّرُ wayukawwiru dan Dia menutupkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang عَلَى ʿalā atas ٱلَّيْلِ ۖ al-layli malam وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ ۖ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِى yajrī berjalan لِأَجَلٍۢ li-ajalin menurut waktu مُّسَمًّى ۗ musamman tertentu أَلَا alā ingatlah هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْغَفَّـٰرُ l-ghafāru Maha Pengampun 5
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan; masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin diri/jiwa وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan مِنْهَا min'hā dari padanya زَوْجَهَا zawjahā jodohnya/isterinya وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak ثَمَـٰنِيَةَ thamāniyata delapan أَزْوَٰجٍۢ ۚ azwājin pasangan/macam يَخْلُقُكُمْ yakhluqukum Dia menciptakan kamu فِى fī dalam بُطُونِ buṭūni perut أُمَّهَـٰتِكُمْ ummahātikum ibu-ibu kamu خَلْقًۭا khalqan ciptaan/kejadian مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah خَلْقٍۢ khalqin ciptaan/kejadian فِى fī dalam ظُلُمَـٰتٍۢ ẓulumātin kegelapan ثَلَـٰثٍۢ ۚ thalāthin tiga ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikianlah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْمُلْكُ ۖ l-mul'ku kerajaan لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُصْرَفُونَ tuṣ'rafūna kamu dipalingkan 6
Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan darinya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan1. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
إِن in jika تَكْفُرُوا۟ takfurū kamu ingkar/kafir فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya/tidak membutuhkan عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian وَلَا walā dan tidak يَرْضَىٰ yarḍā ridha/menyukai لِعِبَادِهِ liʿibādihi kepada hamba-hamba-Nya ٱلْكُفْرَ ۖ l-kuf'ra ingkar/kafir وَإِن wa-in dan jika تَشْكُرُوا۟ tashkurū kamu bersyukur يَرْضَهُ yarḍahu Dia ridha/menyukai لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru memilkul dosa وَازِرَةٌۭ wāziratun seorang yang berdosa وِزْرَ wiz'ra dosa أُخْرَىٰ ۗ ukh'rā yang lain ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُم rabbikum Tuhan kalian مَّرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum lalu Dia menerangkan kepadamu بِمَا bimā dengan/terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ ۚ taʿmalūna kamu kerjakan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada 7
Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu 1 dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain2. Kemudian, kepada Tuhan-mulah kembalimu, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّ massa menimpa ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia ضُرٌّۭ ḍurrun bahaya دَعَا daʿā dia berdoa رَبَّهُۥ rabbahu Tuhan-Nya مُنِيبًا munīban kembali إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila خَوَّلَهُۥ khawwalahu Dia memberinya نِعْمَةًۭ niʿ'matan nikmat مِّنْهُ min'hu dari padanya نَسِىَ nasiya dia lupa مَا mā apa كَانَ kāna adalah يَدْعُوٓا۟ yadʿū dia berdoa إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَجَعَلَ wajaʿala dan dia menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu لِّيُضِلَّ liyuḍilla untuk dia menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۚ sabīlihi jalan-Nya قُلْ qul katakanlah تَمَتَّعْ tamattaʿ bersenang-senanglah بِكُفْرِكَ bikuf'rika dengan kekafiranmu قَلِيلًا ۖ qalīlan sedikit (sementara) إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنْ min dari/termasuk أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka 8
Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhan-nya dengan kembali kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".
أَمَّنْ amman apakah orang yang هُوَ huwa dia قَـٰنِتٌ qānitun taat/beribadat ءَانَآءَ ānāa di waktu ٱلَّيْلِ al-layli malam سَاجِدًۭا sājidan bersujud وَقَآئِمًۭا waqāiman dan berdiri يَحْذَرُ yaḥdharu ia takut ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat وَيَرْجُوا۟ wayarjū dan dia mengharapkan رَحْمَةَ raḥmata rahmat رَبِّهِۦ ۗ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā tidak يَعْلَمُونَ ۗ yaʿlamūna mereka mengetahui إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru mengambil pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/pikiran 9
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya? Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
قُلْ qul katakanlah يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمْ ۚ rabbakum Tuhan kalian لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū berbuat baik فِى fī pada هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةٌۭ ۗ ḥasanatun kebaikan وَأَرْضُ wa-arḍu dan bumi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٰسِعَةٌ ۗ wāsiʿatun luas إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُوَفَّى yuwaffā disempurnakan ٱلصَّـٰبِرُونَ l-ṣābirūna orang-orang yang sabar أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan 10
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-mu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah أَنْ an untuk/bahwa أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصًۭا mukh'liṣan ikhlas/suci لَّهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/taat 11
Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintahkan لِأَنْ li-an agar أَكُونَ akūna aku menjadi أَوَّلَ awwala pertama-tama ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri 12
Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri".
قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut إِنْ in jika عَصَيْتُ ʿaṣaytu aku mendurhakai رَبِّى rabbī Tuhan-ku عَذَابَ ʿadhāba siksaan يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 13
Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhan-ku".
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهَ l-laha Allah أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah مُخْلِصًۭا mukh'liṣan ikhlas/suci لَّهُۥ lahu kepada-Nya دِينِى dīnī agamaku/ketaatanku 14
Katakanlah, "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku".
فَٱعْبُدُوا۟ fa-uʿ'budū maka sembahlah olehmu مَا mā apa شِئْتُم shi'tum kalian kehendaki مِّن min dari دُونِهِۦ ۗ dūnihi selain Dia قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَأَهْلِيهِمْ wa-ahlīhim dan keluarga mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat أَلَا alā ingatlah ذَٰلِكَ dhālika demikan itu هُوَ huwa dia/hal itu ٱلْخُسْرَانُ l-khus'rānu kerugian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata 15
Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia 1. Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka ظُلَلٌۭ ẓulalun naungan/lapisan مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri api وَمِن wamin dan dari تَحْتِهِمْ taḥtihim bawah mereka ظُلَلٌۭ ۚ ẓulalun naungan/lapisan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu يُخَوِّفُ yukhawwifu mempertakuti ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦ bihi dengannya عِبَادَهُۥ ۚ ʿibādahu hamba-hamba-Nya يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-Ku فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni maka bertakwalah kepada-Ku 16
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah, Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku, hai hamba-hamba-Ku.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱجْتَنَبُوا۟ ij'tanabū mereka menjauhi ٱلطَّـٰغُوتَ l-ṭāghūta taghut أَن an bahwa يَعْبُدُوهَا yaʿbudūhā mereka menyembahnya وَأَنَابُوٓا۟ wa-anābū dan mereka kembali إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْبُشْرَىٰ ۚ l-bush'rā berita gembira فَبَشِّرْ fabashir maka sampaikan berita gembira عِبَادِ ʿibādi hamba-hamba-Ku 17
Dan orang-orang yang menjauhi ṭāgūt, (yaitu) tidak menyembahnya 1 dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan فَيَتَّبِعُونَ fayattabiʿūna lalu mereka mengikuti أَحْسَنَهُۥٓ ۚ aḥsanahu paling baik dari padanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَدَىٰهُمُ hadāhumu memberi petunjuk pada mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمْ hum mereka أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/fikiran 18
yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya 1. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.
أَفَمَنْ afaman apakah maka orang حَقَّ ḥaqqa telah pasti عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketentuan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab أَفَأَنتَ afa-anta apakah maka kamu تُنقِذُ tunqidhu kamu akan melepaskan/menyelamatkan مَن man orang فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api neraka 19
Apakah (kamu hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
لَـٰكِنِ lākini tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka لَهُمْ lahum bagi mereka غُرَفٌۭ ghurafun tempat yang tinggi مِّن min dari فَوْقِهَا fawqihā atasnya غُرَفٌۭ ghurafun tempat yang tinggi مَّبْنِيَّةٌۭ mabniyyatun bangunan/dibangun تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَا lā tidak يُخْلِفُ yukh'lifu menyalahi ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji 20
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu memperhatikan أَنَّ anna bahwasannya ٱللَّهَ l-laha Allah أَنزَلَ anzala telah menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَسَلَكَهُۥ fasalakahu lalu Dia mengalirkan يَنَـٰبِيعَ yanābīʿa menjadi mata air فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ثُمَّ thumma kemudian يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan بِهِۦ bihi dengannya زَرْعًۭا zarʿan tanaman-tanaman مُّخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam أَلْوَٰنُهُۥ alwānuhu warnanya ثُمَّ thumma kemudian يَهِيجُ yahīju menjadi kering فَتَرَىٰهُ fatarāhu maka kamu melihatnya مُصْفَرًّۭا muṣ'farran kekuning-kuningan ثُمَّ thumma kemudian يَجْعَلُهُۥ yajʿaluhu Dia menjadikannya حُطَـٰمًا ۚ ḥuṭāman hancur إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَذِكْرَىٰ ladhik'rā benar-benar peringatan/pengajaran لِأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/fikiran 21
Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
أَفَمَن afaman apakah maka orang شَرَحَ sharaḥa melapangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya لِلْإِسْلَـٰمِ lil'is'lāmi untuk Islam فَهُوَ fahuwa maka dia عَلَىٰ ʿalā atas نُورٍۢ nūrin cahaya مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaanlah لِّلْقَـٰسِيَةِ lil'qāsiyati bagi yang keras/membatu قُلُوبُهُم qulūbuhum hati mereka مِّن min dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin nyata 22
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhan-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
ٱللَّهُ al-lahu Allah نَزَّلَ nazzala Dia menurunkan أَحْسَنَ aḥsana paling baik ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi pembicaraan/perkataan كِتَـٰبًۭا kitāban Kitab مُّتَشَـٰبِهًۭا mutashābihan serupa مَّثَانِىَ mathāniya berulang-ulang تَقْشَعِرُّ taqshaʿirru gemetar مِنْهُ min'hu dari padanya/karenanya جُلُودُ julūdu kulit-kulit ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْشَوْنَ yakhshawna (mereka) takut رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka ثُمَّ thumma kemudian تَلِينُ talīnu menjadi lembut/tenang جُلُودُهُمْ julūduhum kulit-kulit mereka وَقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka إِلَىٰ ilā kepada ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikianlah هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍ hādin seorang petunjuk/pemimpin 23
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`ān yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang1; gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pemberi petunjuk baginya.
أَفَمَن afaman apakah maka orang يَتَّقِى yattaqī bertakwa/memelihara بِوَجْهِهِۦ biwajhihi dengan mukanya/dirinya سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna pada orang-orang yang zalim ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah olehmu مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْسِبُونَ taksibūna kamu kerjakan 24
Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu, balasan apa yang telah kamu kerjakan".
كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَأَتَىٰهُمُ fa-atāhumu maka datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu tempat/arah لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 25
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
فَأَذَاقَهُمُ fa-adhāqahumu maka merasakan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخِزْىَ l-khiz'ya kehinaan فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 26
Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ضَرَبْنَا ḍarabnā telah Kami buat لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia فِى fī dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an مِن min dari كُلِّ kulli segala مَثَلٍۢ mathalin perumpamaan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka mengambil pelajaran 27
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur`ān ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.
قُرْءَانًا qur'ānan Al Qur'an عَرَبِيًّا ʿarabiyyan bahasa Arab غَيْرَ ghayra tidak/bukan ذِى dhī mempunyai عِوَجٍۢ ʿiwajin kebengkokan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 28
(Ialah) Al-Qur`ān dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
ضَرَبَ ḍaraba membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan رَّجُلًۭا rajulan seorang laki-laki فِيهِ fīhi didalamnya/padanya شُرَكَآءُ shurakāu berserikat مُتَشَـٰكِسُونَ mutashākisūna dalam perselisihan وَرَجُلًۭا warajulan dan seorang laki-laki سَلَمًۭا salaman selamat (penuh) لِّرَجُلٍ lirajulin kepunyaan seorang laki-laki هَلْ hal apakah يَسْتَوِيَانِ yastawiyāni keduanya sama مَثَلًا ۚ mathalan perumpamaan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 29
Allah membuat perumpamaan, (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مَيِّتٌۭ mayyitun mereka akan mati وَإِنَّهُم wa-innahum dan sesungguhnya mereka مَّيِّتُونَ mayyitūna mereka akan mati 30
Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عِندَ ʿinda disisi/dihadapan رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تَخْتَصِمُونَ takhtaṣimūna kamu bertengkar 31
Kemudian, sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhan-mu.