Juz 24
Az-Zumar (32-75), Ghafir (1-85), Fussilat (1-46)
۞ فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih zalim مِمَّن mimman daripada orang كَذَبَ kadhaba membuat kedustaan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَذَّبَ wakadhaba dan dia mendustakan بِٱلصِّدْقِ bil-ṣid'qi dengan kebenaran إِذْ idh ketika جَآءَهُۥٓ ۚ jāahu ia datang kepadanya أَلَيْسَ alaysa bukankah فِى fī dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang yang kafir 32
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang/orang جَآءَ jāa datang/membawa بِٱلصِّدْقِ bil-ṣid'qi dengan kebenaran وَصَدَّقَ waṣaddaqa dan dia membenarkan بِهِۦٓ ۙ bihi dengannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa 33
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa يَشَآءُونَ yashāūna yang mereka kehendaki عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَآءُ jazāu balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 34
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,
لِيُكَفِّرَ liyukaffira karena akan menutup ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَسْوَأَ aswa-a paling buruk ٱلَّذِى alladhī yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَيَجْزِيَهُمْ wayajziyahum dan Dia memberi balasan kepada mereka أَجْرَهُم ajrahum pahala/ganjaran mereka بِأَحْسَنِ bi-aḥsani dengan yang lebih baik ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 35
agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكَافٍ bikāfin dengan cukup عَبْدَهُۥ ۖ ʿabdahu hamba-Nya وَيُخَوِّفُونَكَ wayukhawwifūnaka dan mereka mempertakuti kamu بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna dengan orang-orang (sesembahan) مِن min dari دُونِهِۦ ۚ dūnihi selain Dia وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍۢ hādin petunjuk 36
Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya.
وَمَن waman dan barang siapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari مُّضِلٍّ ۗ muḍillin seorang yang menyesatkan أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan Maha Perkasa ذِى dhī mempunyai ٱنتِقَامٍۢ intiqāmin hukuman 37
Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?
وَلَئِن wala-in dan sungguh jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّنْ man siapakah خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi لَيَقُولُنَّ layaqūlunna niscaya mereka akan mengatakan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلْ qul katakanlah أَفَرَءَيْتُم afara-aytum apakah maka pendapatmu مَّا mā apa تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنْ in jika أَرَادَنِىَ arādaniya menghendaki padaku ٱللَّهُ l-lahu Allah بِضُرٍّ biḍurrin dengan bahaya هَلْ hal apakah هُنَّ hunna mereka كَـٰشِفَـٰتُ kāshifātu membuka/menghilangkan ضُرِّهِۦٓ ḍurrihi bahaya-Nya أَوْ aw atau أَرَادَنِى arādanī Dia menghendaki padaku بِرَحْمَةٍ biraḥmatin dengan rahmat هَلْ hal apakah هُنَّ hunna mereka مُمْسِكَـٰتُ mum'sikātu menahan رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya قُلْ qul katakanlah حَسْبِىَ ḥasbiya cukup bagiku ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya/kepada-Nya يَتَوَكَّلُ yatawakkalu bertawakkal/berserah diri ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang berserah diri 38
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab, "Allah". Katakanlah, "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya-lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.
قُلْ qul katakanlah يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَكَانَتِكُمْ makānatikum keadaan/kemampuanmu إِنِّى innī sesungguhnya aku عَـٰمِلٌۭ ۖ ʿāmilun orang yang bekerja فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 39
Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu; sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,
مَن man siapa يَأْتِيهِ yatīhi akan datang padanya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya وَيَحِلُّ wayaḥillu dan menimpa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّقِيمٌ muqīmun tetap/kekal 40
siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal".
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan kebenaran فَمَنِ famani maka barang siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barang siapa ضَلَّ ḍalla sesat فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَضِلُّ yaḍillu dia sesat عَلَيْهَا ۖ ʿalayhā atasnya/dirinya sendiri وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِوَكِيلٍ biwakīlin pengawal/bertanggung jawab 41
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri dan siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَتَوَفَّى yatawaffā mewafatkan/mengambil ٱلْأَنفُسَ l-anfusa jiwa حِينَ ḥīna ketika مَوْتِهَا mawtihā matinya وَٱلَّتِى wa-allatī dan yang لَمْ lam tidak/belum تَمُتْ tamut mati فِى fī dalam مَنَامِهَا ۖ manāmihā tidurnya فَيُمْسِكُ fayum'siku maka Dia menahan ٱلَّتِى allatī yang قَضَىٰ qaḍā Dia telah tetapkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia melepaskan ٱلْأُخْرَىٰٓ l-ukh'rā yang lain إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّى ۚ musamman tertentu إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī dalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian/ini لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kamu يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir 42
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan1. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
أَمِ ami atau/bahkan ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah شُفَعَآءَ ۚ shufaʿāa syafa'at/penolong قُلْ qul katakanlah أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا lā tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal 43
Bahkan, mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah. Katakanlah, "Dan apakah (kamu mengambilnya juga), meskipun mereka tidak memiliki sesuatu pun dan tidak berakal?"
قُل qul katakanlah لِّلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلشَّفَـٰعَةُ l-shafāʿatu syafa'at/pertolongan جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semua لَّهُۥ lahu kepunyaan-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 44
Katakanlah, "Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian, kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱللَّهُ l-lahu Allah وَحْدَهُ waḥdahu sendiri-Nya ٱشْمَأَزَّتْ ish'ma-azzat mengerut/kesal قُلُوبُ qulūbu hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ bil-ākhirati kepada hari akhirat وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia/Allah إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira 45
Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah فَاطِرَ fāṭira Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi عَـٰلِمَ ʿālima mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata أَنتَ anta Engkau تَحْكُمُ taḥkumu Engkau memutuskan بَيْنَ bayna diantara عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hamba-Mu فِى fī dalam/tentang مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan 46
Katakanlah, "Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi; Yang mengetahui barang gaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya."
وَلَوْ walaw dan jika أَنَّ anna sekiranya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مَا mā apa yang ada فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَمِثْلَهُۥ wamith'lahu dan serupa itu مَعَهُۥ maʿahu besertanya لَٱفْتَدَوْا۟ la-if'tadaw niscaya mereka menebus بِهِۦ bihi dengannya/itu مِن min dari سُوٓءِ sūi seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat وَبَدَا wabadā dan jelas لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَمْ lam tidak ada يَكُونُوا۟ yakūnū adalah mereka يَحْتَسِبُونَ yaḥtasibūna mereka perkirakan 47
Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.
وَبَدَا wabadā dan jelas لَهُمْ lahum bagi mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa كَسَبُوا۟ kasabū mereka kerjakan وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim dengan mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka perolok-olokkan 48
Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila مَسَّ massa menimpa ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia ضُرٌّۭ ḍurrun bahaya دَعَانَا daʿānā dia menyeru Kami ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila خَوَّلْنَـٰهُ khawwalnāhu Kami berikan kepadanya نِعْمَةًۭ niʿ'matan kenikmatan مِّنَّا minnā dari Kami قَالَ qāla dia berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُوتِيتُهُۥ ūtītuhu aku diberinya/nikmat عَلَىٰ ʿalā atas/karena عِلْمٍۭ ۚ ʿil'min ilmu بَلْ bal bahkan/sebenarnya هِىَ hiya ia/itu فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah/ujian وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 49
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
قَدْ qad sesungguhnya قَالَهَا qālahā telah mengucapkannya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَمَآ famā maka tidak أَغْنَىٰ aghnā berguna عَنْهُم ʿanhum dari/bagi mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan 50
Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.
فَأَصَابَهُمْ fa-aṣābahum maka akan menimpa mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa كَسَبُوا۟ ۚ kasabū mereka kerjakan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مِنْ min dari/diantara هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu سَيُصِيبُهُمْ sayuṣībuhum akan menimpa mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa كَسَبُوا۟ kasabū yang mereka kerjakan وَمَا wamā dan tidaklah هُم hum mereka بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melemahkan/melepaskan 51
Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّ anna bahwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْسُطُ yabsuṭu Dia melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menentukan/menyempitkan إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 52
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.
۞ قُلْ qul katakanlah يَـٰعِبَادِىَ yāʿibādiya hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسْرَفُوا۟ asrafū (mereka) melampaui batas عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri لَا lā tidak تَقْنَطُوا۟ taqnaṭū kamu berputus asa مِن min dari رَّحْمَةِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَغْفِرُ yaghfiru Dia mengampuni ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 53
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1 semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَأَنِيبُوٓا۟ wa-anībū dan kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَأَسْلِمُوا۟ wa-aslimū dan berserah dirilah kamu لَهُۥ lahu kepadaNYA مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu ditolong 54
Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-mu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
وَٱتَّبِعُوٓا۟ wa-ittabiʿū dan ikutilah أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baiknya مَآ mā apa أُنزِلَ unzila yang diturunkan إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّن min dari رَّبِّكُم rabbikum Tuhan kalian مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab بَغْتَةًۭ baghtatan tiba-tiba وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَشْعُرُونَ tashʿurūna kamu menyadari 55
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu1 sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
أَن an bahwa تَقُولَ taqūla mengatakan نَفْسٌۭ nafsun seseorang يَـٰحَسْرَتَىٰ yāḥasratā penyesalanku عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa فَرَّطتُ farraṭtu aku telah lalaikan فِى fī di/pada جَنۢبِ janbi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنتُ kuntu aku لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلسَّـٰخِرِينَ l-sākhirīna orang-orang yang memperolokkan 56
supaya jangan ada orang yang mengatakan, "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),
أَوْ aw atau تَقُولَ taqūla mengatakan لَوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya ٱللَّهَ l-laha Allah هَدَىٰنِى hadānī memberi petunjuk kepadaku لَكُنتُ lakuntu tentu aku adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 57
atau supaya jangan ada yang berkata, "Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku, tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa".
أَوْ aw atau تَقُولَ taqūla mengatakan حِينَ ḥīna ketika تَرَى tarā melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab لَوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya لِى lī bagiku/aku كَرَّةًۭ karratan mengulangi/kembali فَأَكُونَ fa-akūna maka/niscaya aku menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 58
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, "Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik".
بَلَىٰ balā bahkan/sebenarnya قَدْ qad sungguh جَآءَتْكَ jāatka telah datang kepadamu ءَايَـٰتِى āyātī keterangan-keterangan-Ku فَكَذَّبْتَ fakadhabta lalu kamu mendustakan بِهَا bihā dengannya وَٱسْتَكْبَرْتَ wa-is'takbarta dan kamu menyombongkan diri وَكُنتَ wakunta dan kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir 59
"(Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu, lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir".
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat تَرَى tarā kamu akan melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) berbuat dusta عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah وُجُوهُهُم wujūhuhum muka-muka mereka مُّسْوَدَّةٌ ۚ mus'waddatun menjadi hitam أَلَيْسَ alaysa bukankah فِى fī dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam مَثْوًۭى mathwan tempat di dalam لِّلْمُتَكَبِّرِينَ lil'mutakabbirīna orang-orang yang menyombongkan diri 60
Dan pada hari kiamat, kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah; mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?
وَيُنَجِّى wayunajjī dan menyelamatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa بِمَفَازَتِهِمْ bimafāzatihim dengan keberuntungan/kemenangan mereka لَا lā tidak يَمَسُّهُمُ yamassuhumu menyentuh/menimpa mereka ٱلسُّوٓءُ l-sūu keburukan وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka berduka cita 61
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka; mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.
ٱللَّهُ al-lahu Allah خَـٰلِقُ khāliqu pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga 62
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
لَّهُۥ lahu bagi-Nya مَقَالِيدُ maqālīdu kunci-kunci ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi 63
Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.
قُلْ qul katakanlah أَفَغَيْرَ afaghayra apakah maka selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تَأْمُرُوٓنِّىٓ tamurūnnī kamu menyuruh aku أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلْجَـٰهِلُونَ l-jāhilūna orang-orang yang bodoh 64
Katakanlah, "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu لَئِنْ la-in sungguh jika أَشْرَكْتَ ashrakta kamu mempersekutukan لَيَحْبَطَنَّ layaḥbaṭanna niscaya akan gugurlah/hapuslah عَمَلُكَ ʿamaluka amalmu وَلَتَكُونَنَّ walatakūnanna dan tentulah kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi 65
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
بَلِ bali bahkan/sebenarnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱعْبُدْ fa-uʿ'bud hendaknya kamu sembah وَكُن wakun dan jadilah kamu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur 66
Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".
وَمَا wamā dan tidak قَدَرُوا۟ qadarū mereka mengagungkan ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenar-benar قَدْرِهِۦ qadrihi pengagungan-Nya وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya قَبْضَتُهُۥ qabḍatuhu genggaman-Nya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَٱلسَّمَـٰوَٰتُ wal-samāwātu dan langit مَطْوِيَّـٰتٌۢ maṭwiyyātun tergulung/digulung بِيَمِينِهِۦ ۚ biyamīnihi dengan tangan kanan-Nya سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 67
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya 1. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
وَنُفِخَ wanufikha dan ditiuplah فِى fī dalam ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَصَعِقَ faṣaʿiqa maka pingsan/matilah مَن man siapa/apa-apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَن waman dan siapa/apa-apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā kecuali مَن man siapa/apa-apa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian نُفِخَ nufikha ditiup فِيهِ fīhi padanya (sangkakala) أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain (sekali lagi) فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka قِيَامٌۭ qiyāmun berdiri يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu 68
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian, ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
وَأَشْرَقَتِ wa-ashraqati dan terang benderang ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi بِنُورِ binūri dengan cahaya رَبِّهَا rabbihā Tuhannya وَوُضِعَ wawuḍiʿa dan diletakkan ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab وَجِا۟ىٓءَ wajīa dan didatangkan بِٱلنَّبِيِّـۧنَ bil-nabiyīna para Nabi وَٱلشُّهَدَآءِ wal-shuhadāi dan para saksi وَقُضِىَ waquḍiya dan diberi keputusan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/adil وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya/dirugikan 69
Dan terang benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhan-nya dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
وَوُفِّيَتْ wawuffiyat dan dicukupkan/disempurnakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa مَّا mā apa عَمِلَتْ ʿamilat yang ia kerjakan وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan 70
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَسِيقَ wasīqa dan dihalau/digiring ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِلَىٰ ilā kepada جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam زُمَرًا ۖ zumaran berbondong-bondong حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُوهَا jāūhā mereka sampai kepadanya فُتِحَتْ futiḥat dibukakan أَبْوَٰبُهَا abwābuhā pintu-pintunya وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka خَزَنَتُهَآ khazanatuhā penjaga-penjaganya أَلَمْ alam apakah tidak يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu رُسُلٌۭ rusulun Rasul-rasul مِّنكُمْ minkum diantara kamu يَتْلُونَ yatlūna mereka membacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَيُنذِرُونَكُمْ wayundhirūnakum dan mereka memberi peringatan kepadamu لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِكُمْ yawmikum harimu هَـٰذَا ۚ hādhā ini قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ balā benar وَلَـٰكِنْ walākin tetapi حَقَّتْ ḥaqqat telah pasti كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketetapan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 71
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu, dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhan-mu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab, "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.
قِيلَ qīla dikatakan ٱدْخُلُوٓا۟ ud'khulū masuklah أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna kekallah فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya فَبِئْسَ fabi'sa maka amat buruk مَثْوَى mathwā tempat tinggal ٱلْمُتَكَبِّرِينَ l-mutakabirīna orang-orang yang menyombongkan diri 72
Dikatakan (kepada mereka), "Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
وَسِيقَ wasīqa dan dihalau/digiring ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka إِلَى ilā ke ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga زُمَرًا ۖ zumaran berbondong-bondong حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُوهَا jāūhā mereka sampai kepadanya وَفُتِحَتْ wafutiḥat dan dibuka أَبْوَٰبُهَا abwābuhā pintu-pintunya وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka خَزَنَتُهَا khazanatuhā penjaga-penjaganya سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian طِبْتُمْ ṭib'tum baiklah/bahagialah kamu فَٱدْخُلُوهَا fa-ud'khulūhā maka masukilah ia/sorga itu خَـٰلِدِينَ khālidīna dalam keadaan kekal 73
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang صَدَقَنَا ṣadaqanā membenarkan/memenuhi pada kami وَعْدَهُۥ waʿdahu janji-Nya وَأَوْرَثَنَا wa-awrathanā dan Dia mewariskan kepada kami ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri نَتَبَوَّأُ natabawwa-u kami tinggal/menempati مِنَ mina dari/di ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga حَيْثُ ḥaythu dimana saja نَشَآءُ ۖ nashāu kami kehendaki فَنِعْمَ faniʿ'ma maka sebaik-baik أَجْرُ ajru pahala/balasan ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal 74
Dan mereka mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini, sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal".
وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata para Malaikat حَآفِّينَ ḥāffīna meliputi/berkerumun مِنْ min dari حَوْلِ ḥawli sekitar/sekeliling ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَقُضِىَ waquḍiya dan diberi keputusan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/adil وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 75
Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling arasy bertasbih sambil memuji Tuhan-nya dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".
حمٓ hha-meem haa miim 1
Ḥā Mīm 1.
تَنزِيلُ tanzīlu diturunkan ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui 2
Diturunkan Kitab ini (Al-Qur`ān) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui,
غَافِرِ ghāfiri yang mengampuni ٱلذَّنۢبِ l-dhanbi dosa وَقَابِلِ waqābili yang menerima ٱلتَّوْبِ l-tawbi taubat شَدِيدِ shadīdi sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi hukuman/siksaan ذِى dhī yang mempunyai ٱلطَّوْلِ ۖ l-ṭawli karunia لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 3
Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).
مَا mā tidak ada يُجَـٰدِلُ yujādilu yang memperdebatkan فِىٓ fī pada/tentang ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَلَا falā maka janganlah يَغْرُرْكَ yaghrur'ka kamu tertipu تَقَلُّبُهُمْ taqallubuhum mondar mandirnya mereka فِى fī dalam ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri/kota 4
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu, janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَٱلْأَحْزَابُ wal-aḥzābu dan golongan yang bersekutu مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۖ baʿdihim sesudah mereka وَهَمَّتْ wahammat dan menuju/berniat كُلُّ kullu tiap-tiap أُمَّةٍۭ ummatin ummat بِرَسُولِهِمْ birasūlihim dengan rasul لِيَأْخُذُوهُ ۖ liyakhudhūhu untuk mereka menangkapnya وَجَـٰدَلُوا۟ wajādalū dan mereka membantah بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang batil لِيُدْحِضُوا۟ liyud'ḥiḍū untuk melenyapkan بِهِ bihi dengannya ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran فَأَخَذْتُهُمْ ۖ fa-akhadhtuhum maka Aku mengazab mereka فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah عِقَابِ ʿiqābi hukuman-Ku 5
Sebelum mereka, kaum Nūḥ dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu, karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah حَقَّتْ ḥaqqat telah pasti كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka 6
Dan demikianlah, telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhan-mu terhadap orang-orang kafir karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَحْمِلُونَ yaḥmilūna mereka memikul ٱلْعَرْشَ l-ʿarsha 'Arsy وَمَنْ waman dan orang/malaikat حَوْلَهُۥ ḥawlahu sekitarnya/sekelilingnya يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَيُؤْمِنُونَ wayu'minūna dan mereka beriman بِهِۦ bihi kepada-Nya وَيَسْتَغْفِرُونَ wayastaghfirūna dan mereka memintakan ampun لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَسِعْتَ wasiʿ'ta luas/meliputi Engkau كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu رَّحْمَةًۭ raḥmatan rahmat وَعِلْمًۭا waʿil'man dan ilmu فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti سَبِيلَكَ sabīlaka jalan-Mu وَقِهِمْ waqihim dan peliharalah mereka عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala-nyala 7
(Malaikat-malaikat) yang memikul arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhan-nya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَأَدْخِلْهُمْ wa-adkhil'hum dan masukkanlah mereka جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍ ʿadnin 'Adn ٱلَّتِى allatī yang وَعَدتَّهُمْ waʿadttahum Engkau janjikan kepada mereka وَمَن waman dan orang صَلَحَ ṣalaḥa berbuat baik مِنْ min diantara ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka وَأَزْوَٰجِهِمْ wa-azwājihim dan isteri-isteri mereka وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۚ wadhurriyyātihim dan keturunan mereka إِنَّكَ innaka sesunguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 8
ya Tuhan kami dan masukkanlah mereka ke dalam surga ʻAdn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka dan istri-istri mereka dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
وَقِهِمُ waqihimu dan peliharalah mereka ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti kejahatan-kejahatan وَمَن waman dan siapa/orang تَقِ taqi Engkau pelihara ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan-kejahatan يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya رَحِمْتَهُۥ ۚ raḥim'tahu Engkau telah merahmatinya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu هُوَ huwa ia ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan/kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar 9
dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُنَادَوْنَ yunādawna mereka di seru لَمَقْتُ lamaqtu sungguh kemurkaan/kebencian ٱللَّهِ l-lahi Allah أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِن min daripada مَّقْتِكُمْ maqtikum kebencianmu أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri إِذْ idh ketika/karena تُدْعَوْنَ tud'ʿawna kamu di seru إِلَى ilā kepada ٱلْإِيمَـٰنِ l-īmāni iman فَتَكْفُرُونَ fatakfurūna lalu kamu ingkar 10
Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat), "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman, lalu kamu kafir".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَمَتَّنَا amattanā Engkau mematikan kami ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua kali وَأَحْيَيْتَنَا wa-aḥyaytanā dan Engkau menghidupkan kami ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua kali فَٱعْتَرَفْنَا fa-iʿ'tarafnā lalu kami mengakui بِذُنُوبِنَا bidhunūbinā dengan dosa-dosa kami فَهَلْ fahal maka adakah إِلَىٰ ilā untuk خُرُوجٍۢ khurūjin keluar مِّن min dari سَبِيلٍۢ sabīlin jalan 11
Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"
ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu بِأَنَّهُۥٓ bi-annahu karena sesungguhnya إِذَا idhā apabila دُعِىَ duʿiya di seru/di sembah ٱللَّهُ l-lahu Allah وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiri-Nya كَفَرْتُمْ ۖ kafartum kamu kafir وَإِن wa-in dan jika يُشْرَكْ yush'rak dipersekutukan بِهِۦ bihi dengan-Nya تُؤْمِنُوا۟ ۚ tu'minū kamu percaya فَٱلْحُكْمُ fal-ḥuk'mu maka hukum/keputusan لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْعَلِىِّ l-ʿaliyi Maha Tinggi ٱلْكَبِيرِ l-kabīri Maha Besar 12
Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُرِيكُمْ yurīkum memperlihatkan kepadamu ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit رِزْقًۭا ۚ riz'qan rezeki وَمَا wamā dan tidak يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru mendapat pelajaran إِلَّا illā kecuali مَن man orang yang يُنِيبُ yunību kembali 13
Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran, kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).
فَٱدْعُوا۟ fa-id'ʿū maka sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/agama وَلَوْ walaw meskipun كَرِهَ kariha benci/tidak menyukai ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir 14
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
رَفِيعُ rafīʿu yang tinggi ٱلدَّرَجَـٰتِ l-darajāti derajat-Nya ذُو dhū yang mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy يُلْقِى yul'qī Dia menurunkan ٱلرُّوحَ l-rūḥa roh/jibril مِنْ min dari أَمْرِهِۦ amrihi perintah-Nya عَلَىٰ ʿalā kepada مَن man siapa yang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya لِيُنذِرَ liyundhira supaya memberi peringatan يَوْمَ yawma hari ٱلتَّلَاقِ l-talāqi pertemuan 15
(Dia-lah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai arasy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat),
يَوْمَ yawma pada hari هُم hum mereka بَـٰرِزُونَ ۖ bārizūna mereka keluar لَا lā tidak يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْهُمْ min'hum dari mereka شَىْءٌۭ ۚ shayon sesuatu pun لِّمَنِ limani kepunyaan siapa ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلْوَٰحِدِ l-wāḥidi satu/Esa ٱلْقَهَّارِ l-qahāri Maha mengalahkan/Perkasa 16
(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu, Allah berfirman), "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
ٱلْيَوْمَ al-yawma pada hari تُجْزَىٰ tuj'zā diberi balasan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin jiwa بِمَا bimā dengan menurut كَسَبَتْ ۚ kasabat ia telah usahakan لَا lā tidak ظُلْمَ ẓul'ma dirugikan ٱلْيَوْمَ ۚ l-yawma pada hari إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu amat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 17
Pada hari ini, tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
وَأَنذِرْهُمْ wa-andhir'hum dan berilah mereka peringatan يَوْمَ yawma hari ٱلْـَٔازِفَةِ l-āzifati yang dekat إِذِ idhi ketika ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati لَدَى ladā sampai pada ٱلْحَنَاجِرِ l-ḥanājiri kerongkongan كَـٰظِمِينَ ۚ kāẓimīna menahan kesedihan مَا mā tidaklah لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim مِنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin kawan dekat وَلَا walā dan tidak شَفِيعٍۢ shafīʿin penolong يُطَاعُ yuṭāʿu dipatuhi 18
Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui خَآئِنَةَ khāinata khianat ٱلْأَعْيُنِ l-aʿyuni mata وَمَا wamā dan apa تُخْفِى tukh'fī disembunyikan ٱلصُّدُورُ l-ṣudūru dada(hati) 19
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat 1 dan apa yang disembunyikan oleh hati.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَقْضِى yaqḍī menghukum بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan hak/adil وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru/sembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia لَا lā tidak يَقْضُونَ yaqḍūna mereka menghukum بِشَىْءٍ ۗ bishayin dengan sesuatu apapun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat 20
Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
۞ أَوَلَمْ awalam dan apakah يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمْ hum mereka أَشَدَّ ashadda sangat/lebih مِنْهُمْ min'hum dari mereka قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَءَاثَارًۭا waāthāran dan bekas-bekas mereka فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka mengambil/mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَاقٍۢ wāqin seorang pelindung 21
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi 1, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَانَت kānat adalah تَّأْتِيهِمْ tatīhim datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti yang nyata فَكَفَرُوا۟ fakafarū lalu mereka kafir فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu lalu mengazab mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia قَوِىٌّۭ qawiyyun Maha Kuat شَدِيدُ shadīdu sangat/keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi hukuman 22
Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata 1, lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata 23
Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata,
إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman وَقَـٰرُونَ waqārūna dan Karun فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata سَـٰحِرٌۭ sāḥirun seorang ahli sihir كَذَّابٌۭ kadhābun pendusta 24
kepada Firʻawn , Hāmān, dan Qārūn; maka mereka berkata, "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".
فَلَمَّا falammā maka ketika جَآءَهُم jāahum dia datang kepada mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran مِنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi kami قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱقْتُلُوٓا۟ uq'tulū bunuhlah أَبْنَآءَ abnāa anak-anak lelaki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dengan dia وَٱسْتَحْيُوا۟ wa-is'taḥyū dan biarkan hidup نِسَآءَهُمْ ۚ nisāahum perempuan-perempuan mereka وَمَا wamā dan tidaklah كَيْدُ kaydu tipu daya ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan 25
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka". Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun ذَرُونِىٓ dharūnī biarkan aku أَقْتُلْ aqtul aku membunuh مُوسَىٰ mūsā Musa وَلْيَدْعُ walyadʿu dan hendaklah dia berdo'a رَبَّهُۥٓ ۖ rabbahu Tuhannya إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut أَن an bahwa يُبَدِّلَ yubaddila dia akan menukar دِينَكُمْ dīnakum agamamu أَوْ aw atau أَن an bahwa يُظْهِرَ yuẓ'hira dia akan menimbulkan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan 26
Dan berkata Firʻawn (kepada pembesar-pembesarnya), "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhan-nya karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".
وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِنِّى innī sesungguhnya aku عُذْتُ ʿudh'tu aku berlindung بِرَبِّى birabbī kepada Tuhanku وَرَبِّكُم warabbikum dan Tuhanmu مِّن min dari كُلِّ kulli setiap مُتَكَبِّرٍۢ mutakabbirin orang yang menyombongkan diri لَّا lā tidak يُؤْمِنُ yu'minu yang beriman بِيَوْمِ biyawmi kepada hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 27
Dan Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan-ku dan Tuhan-mu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab".
وَقَالَ waqāla dan berkata رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki مُّؤْمِنٌۭ mu'minun beriman مِّنْ min dari ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَكْتُمُ yaktumu ia menyembunyikan إِيمَـٰنَهُۥٓ īmānahu imannya أَتَقْتُلُونَ ataqtulūna apakah kamu akan membunuhnya رَجُلًا rajulan seorang laki-laki أَن an bahwa يَقُولَ yaqūla dia mengatakan رَبِّىَ rabbiya Tuhanku ٱللَّهُ l-lahu Allah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya جَآءَكُم jāakum dia datang kepadamu بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian وَإِن wa-in dan jika dia يَكُ yaku adalah ia كَـٰذِبًۭا kādhiban seorang pendusta فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya كَذِبُهُۥ ۖ kadhibuhu dustanya وَإِن wa-in dan jika dia يَكُ yaku adalah ia صَادِقًۭا ṣādiqan benar يُصِبْكُم yuṣib'kum akan menimpamu بَعْضُ baʿḍu sebagian ٱلَّذِى alladhī yang يَعِدُكُمْ ۖ yaʿidukum diancamkan kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَنْ man orang هُوَ huwa ia مُسْرِفٌۭ mus'rifun seorang yang melampaui batas كَذَّابٌۭ kadhābun pendusta 28
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firʻawn yang menyembunyikan imannya berkata, "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, 'Tuhan-ku ialah Allah' padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhan-mu. Dan jika ia seorang pendusta, maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini ظَـٰهِرِينَ ẓāhirīna berkuasa فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَمَن faman maka siapa يَنصُرُنَا yanṣurunā menolong kita مِنۢ min dari بَأْسِ basi siksaan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika جَآءَنَا ۚ jāanā ia datang kepada kami قَالَ qāla berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun مَآ mā tidak أُرِيكُمْ urīkum aku kemukakan kepadamu إِلَّا illā kecuali مَآ mā apa yang أَرَىٰ arā aku pandang وَمَآ wamā dan tidak أَهْدِيكُمْ ahdīkum aku beri petunjuk kamu إِلَّا illā kecuali سَبِيلَ sabīla jalan ٱلرَّشَادِ l-rashādi petunjuk/benar 29
(Musa berkata), "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Firʻawn berkata, "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِىٓ alladhī orang yang ءَامَنَ āmana ia beriman يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut/khawatir عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّثْلَ mith'la seperti يَوْمِ yawmi hari ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan yang bersekutu 30
Dan orang yang beriman itu berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.
مِثْلَ mith'la seperti دَأْبِ dabi keadaan قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad وَثَمُودَ wathamūda dan Tsamud وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۚ baʿdihim sesudah mereka وَمَا wamā dan tidaklah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ظُلْمًۭا ẓul'man berbuat zalim لِّلْعِبَادِ lil'ʿibādi kepada hamba-hamba 31
(Yakni) seperti keadaan kaum Nūḥ, ‘Ād, Ṡamūd, dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi hai kaumku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut/khawatir عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian يَوْمَ yawma hari ٱلتَّنَادِ l-tanādi panggil-memanggil 32
Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil 1,
يَوْمَ yawma pada hari تُوَلُّونَ tuwallūna kamu berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna ke belakang مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari عَاصِمٍۢ ۗ ʿāṣimin pelindung/penyelamat وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍۢ hādin seorang pemberi petunjuk 33
(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pun yang akan memberi petunjuk.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu يُوسُفُ yūsufu Yusuf مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَمَا famā maka tidak زِلْتُمْ zil'tum senantiasa فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّمَّا mimmā tentang apa جَآءَكُم jāakum dia datang kepadamu بِهِۦ ۖ bihi dengannya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā ketika هَلَكَ halaka dia binasa/meninggal قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata لَن lan tidak akan يَبْعَثَ yabʿatha mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya رَسُولًۭا ۚ rasūlan seorang rasul كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُضِلُّ yuḍillu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَنْ man orang هُوَ huwa ia مُسْرِفٌۭ mus'rifun melampaui batas مُّرْتَابٌ mur'tābun ragu-ragu 34
Dan sesungguhnya telah datang Yūsuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang (rasul pun) sesudahnya. Demikianlah, Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin alasan أَتَىٰهُمْ ۖ atāhum datang kepada mereka كَبُرَ kabura amat besar مَقْتًا maqtan kemurkaan/kebencian عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعِندَ waʿinda dan di sisi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū beriman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَطْبَعُ yaṭbaʿu menutup ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap قَلْبِ qalbi hati مُتَكَبِّرٍۢ mutakabbirin orang yang sombong جَبَّارٍۢ jabbārin sewenang-wenang 35
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka 1. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.
وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun يَـٰهَـٰمَـٰنُ yāhāmānu hai Haman ٱبْنِ ib'ni buatkan لِى lī untukku صَرْحًۭا ṣarḥan istana/bangunan yang tinggi لَّعَلِّىٓ laʿallī supaya aku أَبْلُغُ ablughu aku sampai ٱلْأَسْبَـٰبَ l-asbāba pintu-pintu 36
Dan berkatalah Firʻawn , "Hai Hāmān, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,
أَسْبَـٰبَ asbāba pintu-pintu ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) فَأَطَّلِعَ fa-aṭṭaliʿa maka aku akan melihat إِلَىٰٓ ilā kepada إِلَـٰهِ ilāhi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku لَأَظُنُّهُۥ la-aẓunnuhu sungguh aku menyangkanya كَـٰذِبًۭا ۚ kādhiban seorang pendusta وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لِفِرْعَوْنَ lifir'ʿawna bagi Fir'aun سُوٓءُ sūu seburuk-buruk عَمَلِهِۦ ʿamalihi perbuatannya وَصُدَّ waṣudda dan dia dihalangi عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ ۚ l-sabīli jalan وَمَا wamā dan tidaklah كَيْدُ kaydu tipu daya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam تَبَابٍۢ tabābin kerugian/kebinasaan 37
(yaitu) pintu-pintu langit supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Firʻawn memandang baik perbuatan yang buruk itu dan dia dihalangi dari jalan (yang benar) dan tipu daya Firʻawn itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِىٓ alladhī orang-orang yang ءَامَنَ āmana beriman يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱتَّبِعُونِ ittabiʿūni ikutilah aku أَهْدِكُمْ ahdikum aku akan tunjukkan kepadamu سَبِيلَ sabīla jalan ٱلرَّشَادِ l-rashādi petunjuk/benar 38
Orang yang beriman itu berkata, "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat هِىَ hiya itu دَارُ dāru tempat/negri ٱلْقَرَارِ l-qarāri kekal 39
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.
مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat سَيِّئَةًۭ sayyi-atan kejahatan فَلَا falā maka tidak يُجْزَىٰٓ yuj'zā ia di beri balasan إِلَّا illā kecuali مِثْلَهَا ۖ mith'lahā sebanding dengannya وَمَنْ waman dan barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan مِّن min dari ذَكَرٍ dhakarin laki-laki أَوْ aw atau أُنثَىٰ unthā perempuan وَهُوَ wahuwa dan dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun mukmin فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga يُرْزَقُونَ yur'zaqūna mereka di beri rezeki فِيهَا fīhā di dalamnya بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan 40
Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi, melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga; mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.
۞ وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi hai kaumku مَا mā mengapa لِىٓ lī aku أَدْعُوكُمْ adʿūkum aku menyeru kamu إِلَى ilā kepada ٱلنَّجَوٰةِ l-najati keselamatan وَتَدْعُونَنِىٓ watadʿūnanī dan kamu menyeru-ku إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ l-nāri neraka 41
Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?
تَدْعُونَنِى tadʿūnanī kamu menyeruku لِأَكْفُرَ li-akfura supaya aku kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَأُشْرِكَ wa-ush'rika dan aku mempersekutukan بِهِۦ bihi dengan-Nya مَا mā apa-apa لَيْسَ laysa tidak لِى lī bagiku بِهِۦ bihi tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan وَأَنَا۠ wa-anā dan/padahal aku أَدْعُوكُمْ adʿūkum aku menyeru kamu إِلَى ilā kepada ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْغَفَّـٰرِ l-ghafāri Maha Pengampun 42
(Mengapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui, padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?
لَا lā tidak جَرَمَ jarama ragu-ragu أَنَّمَا annamā bahwasanya تَدْعُونَنِىٓ tadʿūnanī kamu menyeru kepadaku إِلَيْهِ ilayhi kepadanya لَيْسَ laysa tidak لَهُۥ lahu baginya دَعْوَةٌۭ daʿwatun seruan فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَلَا walā dan tidak فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya مَرَدَّنَآ maraddanā tempat kembali kita إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas هُمْ hum mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka 43
Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apa pun, baik di dunia maupun di akhirat 1. Dan sesungguhnya, kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.
فَسَتَذْكُرُونَ fasatadhkurūna maka kelak kamu akan ingat مَآ mā apa yang أَقُولُ aqūlu ku katakan لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَأُفَوِّضُ wa-ufawwiḍu dan aku menyerahkan أَمْرِىٓ amrī urusanku إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi kepada hamba-hamba-Nya 44
Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".
فَوَقَىٰهُ fawaqāhu maka melindungi/memeliharanya ٱللَّهُ l-lahu Allah سَيِّـَٔاتِ sayyiāti kejahatan مَا mā apa yang مَكَرُوا۟ ۖ makarū mereka tipu dayakan وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi/mengepung بِـَٔالِ biāli dengan keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab 45
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka dan Firʻawn beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.
ٱلنَّارُ al-nāru api neraka يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna mereka dinampakkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya غُدُوًّۭا ghuduwwan pagi وَعَشِيًّۭا ۖ waʿashiyyan dan petang وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu terjadinya ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat أَدْخِلُوٓا۟ adkhilū masukkanlah ءَالَ āla keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun أَشَدَّ ashadda sangat keras ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab 46
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang1 dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Firʻawn dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".
وَإِذْ wa-idh dan ketika يَتَحَآجُّونَ yataḥājjūna mereka berbantah-bantahan فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَيَقُولُ fayaqūlu maka berkatalah ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟ l-ḍuʿafāu orang-orang yang lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū menyombongkan diri إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami لَكُمْ lakum bagi kalian تَبَعًۭا tabaʿan pengikut-pengikut فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّغْنُونَ mugh'nūna menghindarkan عَنَّا ʿannā dari kami نَصِيبًۭا naṣīban bahagian مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka 47
Dan (ingatlah) ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebagian azab api neraka?"
قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū menyombongkan diri إِنَّا innā sesungguhnya kami كُلٌّۭ kullun masing-masing/semua فِيهَآ fīhā di dalamnya(neraka) إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh حَكَمَ ḥakama Dia telah memutuskan بَيْنَ bayna diantara ٱلْعِبَادِ l-ʿibādi hamba-hamba 48
Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى fī di dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka لِخَزَنَةِ likhazanati kepada penjaga جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam ٱدْعُوا۟ id'ʿū mohonkanlah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian يُخَفِّفْ yukhaffif supaya Dia meringankan عَنَّا ʿannā dari kami يَوْمًۭا yawman sehari مِّنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab 49
Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَوَلَمْ awalam ataukah tidak تَكُ taku kepadamu تَأْتِيكُمْ tatīkum datang kepadamu رُسُلُكُم rusulukum rasul-rasul kamu بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ ۚ balā ya benar قَالُوا۟ qālū mereka berkata فَٱدْعُوا۟ ۗ fa-id'ʿū maka berdo'alah وَمَا wamā dan tidaklah دُعَـٰٓؤُا۟ duʿāu do'a ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍ ḍalālin kesesatan 50
Penjaga Jahanam berkata, "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab, "Benar, sudah datang". Penjaga-penjaga Jahanam berkata, "Berdoalah kamu". Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami لَنَنصُرُ lananṣuru benar-benar kami menolong رُسُلَنَا rusulanā rasul-rasul Kami وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلْأَشْهَـٰدُ l-ashhādu saksi-saksi 51
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),
يَوْمَ yawma pada hari لَا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu berguna ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim مَعْذِرَتُهُمْ ۖ maʿdhiratuhum permintaan maaf mereka وَلَهُمُ walahumu dan bagi mereka ٱللَّعْنَةُ l-laʿnatu kutukan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلدَّارِ l-dāri tempat tinggal 52
(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk وَأَوْرَثْنَا wa-awrathnā dan Kami wariskan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab 53
Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Isrā`īl,
هُدًۭى hudan petunjuk وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan peringatan لِأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi pikiran 54
untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohon ampunlah لِذَنۢبِكَ lidhanbika untuk dosamu وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّكَ rabbika Tuhanmu بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi di waktu pagi وَٱلْإِبْكَـٰرِ wal-ib'kāri dan petang 55
Maka bersabarlah kamu karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhan-mu pada waktu petang dan pagi.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin kekuasaan/alasan أَتَىٰهُمْ ۙ atāhum ia datang pada mereka إِن in tidak ada فِى fī dalam صُدُورِهِمْ ṣudūrihim dada mereka إِلَّا illā kecuali كِبْرٌۭ kib'run kebesaran مَّا mā tidaklah هُم hum mereka بِبَـٰلِغِيهِ ۚ bibālighīhi mencapainya فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi kepada Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat 56
Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka 1 tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
لَخَلْقُ lakhalqu sungguh penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِنْ min dari خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui 57
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَمَا wamā dan tidaklah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang melihat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh وَلَا walā dan tidak ٱلْمُسِىٓءُ ۚ l-musīu orang yang jahat قَلِيلًۭا qalīlan sedikit sekali مَّا mā apa-apa تَتَذَكَّرُونَ tatadhakkarūna kamu mengambil pelajaran 58
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat لَـَٔاتِيَةٌۭ laātiyatun pasti akan datang لَّا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman 59
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
وَقَالَ waqāla dan berfirman رَبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱدْعُونِىٓ id'ʿūnī berdo'alah kepada-Ku أَسْتَجِبْ astajib akan Ku perkenankan لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna menyombongkan diri عَنْ ʿan dari عِبَادَتِى ʿibādatī menyembah-Ku سَيَدْخُلُونَ sayadkhulūna mereka akan masuk جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam دَاخِرِينَ dākhirīna keadaan hina 60
Dan Tuhan-mu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku1 akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam لِتَسْكُنُوا۟ litaskunū supaya kamu beristirahat فِيهِ fīhi padanya وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang مُبْصِرًا ۚ mub'ṣiran terang benderang إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَذُو ladhū benar-benar mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna bersyukur 61
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian خَـٰلِقُ khāliqu Pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu لَّآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu dipalingkan 62
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhan-mu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah يُؤْفَكُ yu'faku dipalingkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari 63
Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi قَرَارًۭا qarāran tempat menetap وَٱلسَّمَآءَ wal-samāa dan langit بِنَآءًۭ bināan atap وَصَوَّرَكُمْ waṣawwarakum dan Dia membentuk kamu فَأَحْسَنَ fa-aḥsana lalu Dia membaguskan صُوَرَكُمْ ṣuwarakum bentuk/rupamu وَرَزَقَكُم warazaqakum dan Dia memberimu rezeki مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ ۚ l-ṭayibāti yang baik-baik ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian فَتَبَارَكَ fatabāraka Maha Suci ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 64
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap dan membentuk kamu, lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhan-mu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.
هُوَ huwa Dia ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia فَٱدْعُوهُ fa-id'ʿūhu maka sembahlah Dia مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ ۗ l-dīna agama/ketaatan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 65
Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
۞ قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku نُهِيتُ nuhītu aku dilarang أَنْ an bahwa أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah لَمَّا lammā setelah جَآءَنِىَ jāaniya datang kepadaku ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan yang nyata مِن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku di perintah أَنْ an supaya أُسْلِمَ us'lima aku berserah diri لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 66
Katakanlah (ya Muhammad), "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhan-ku dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin setetes mani ثُمَّ thumma kemudian مِنْ min dari عَلَقَةٍۢ ʿalaqatin segumpal darah ثُمَّ thumma kemudian يُخْرِجُكُمْ yukh'rijukum Dia mengeluarkan kamu طِفْلًۭا ṭif'lan anak kecil ثُمَّ thumma kemudian لِتَبْلُغُوٓا۟ litablughū supaya kamu sampai أَشُدَّكُمْ ashuddakum kedewasaanmu ثُمَّ thumma kemudian لِتَكُونُوا۟ litakūnū supaya kamu menjadi شُيُوخًۭا ۚ shuyūkhan tua وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُتَوَفَّىٰ yutawaffā diwafatkan مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu وَلِتَبْلُغُوٓا۟ walitablughū dan supaya kamu sampai أَجَلًۭا ajalan waktu مُّسَمًّۭى musamman telah ditentukan وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 67
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan وَيُمِيتُ ۖ wayumītu dan mematikan فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَضَىٰٓ qaḍā Dia menetapkan أَمْرًۭا amran suatu urusan فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah ia 68
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah أَنَّىٰ annā bagaimana يُصْرَفُونَ yuṣ'rafūna mereka dipalingkan 69
Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan kitab وَبِمَآ wabimā dan dengan apa أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus بِهِۦ bihi dengannya رُسُلَنَا ۖ rusulanā rasul-rasul Kami فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 70
(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Alkitab (Al-Qur`ān) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui,
إِذِ idhi ketika ٱلْأَغْلَـٰلُ l-aghlālu belenggu فِىٓ fī pada أَعْنَـٰقِهِمْ aʿnāqihim leher mereka وَٱلسَّلَـٰسِلُ wal-salāsilu dan rantai يُسْحَبُونَ yus'ḥabūna mereka di seret 71
ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,
فِى fī dalam ٱلْحَمِيمِ l-ḥamīmi air yang panas ثُمَّ thumma kemudian فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api يُسْجَرُونَ yus'jarūna mereka di bakar 72
ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,
ثُمَّ thumma kemudian قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka أَيْنَ ayna dimanakah مَا mā apa (berhala) كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan 73
kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan,
مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata ضَلُّوا۟ ḍallū merekah telah sesat عَنَّا ʿannā dari kami بَل bal bahkan لَّمْ lam tidak ada نَكُن nakun kami نَّدْعُوا۟ nadʿū kami menyembah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian يُضِلُّ yuḍillu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 74
(yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.
ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَفْرَحُونَ tafraḥūna bersuka ria فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَبِمَا wabimā dan dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَمْرَحُونَ tamraḥūna kamu sombong/congkak 75
Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
ٱدْخُلُوٓا۟ ud'khulū masuklah أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna dalam keadaan kekal فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya فَبِئْسَ fabi'sa maka amat buruk مَثْوَى mathwā tempat ٱلْمُتَكَبِّرِينَ l-mutakabirīna orang-orang yang sombong 76
(Dikatakan kepada mereka), "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۚ ḥaqqun benar فَإِمَّا fa-immā maka adapun نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu بَعْضَ baʿḍa sebagai ٱلَّذِى alladhī yang نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancamkan pada mereka أَوْ aw atau نَتَوَفَّيَنَّكَ natawaffayannaka Kami wafatkan kamu فَإِلَيْنَا fa-ilaynā maka kepada Kami يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan 77
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā telah Kami utus رُسُلًۭا rusulan beberapa rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu مِنْهُم min'hum di antara mereka مَّن man orang قَصَصْنَا qaṣaṣnā Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang لَّمْ lam tidak نَقْصُصْ naqṣuṣ Kami ceritakan عَلَيْكَ ۗ ʿalayka kepadamu وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِرَسُولٍ lirasūlin bagi seorang rasul أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya dia mendatangkan بِـَٔايَةٍ biāyatin dengan suatu ayat/mu'jizat إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang أَمْرُ amru perintah ٱللَّهِ l-lahi Allah قُضِىَ quḍiya diputuskan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/adil وَخَسِرَ wakhasira dan rugilah هُنَالِكَ hunālika di waktu itu ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang berpegang pada yang bathil 78
Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu, rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَنْعَـٰمَ l-anʿāma binatang ternak لِتَرْكَبُوا۟ litarkabū untuk kamu kendarai مِنْهَا min'hā sebagiannya وَمِنْهَا wamin'hā dan sebagiannya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 79
Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.
وَلَكُمْ walakum dan untuk kamu فِيهَا fīhā padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu beberapa manfaat وَلِتَبْلُغُوا۟ walitablughū dan supaya kamu mencapai عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حَاجَةًۭ ḥājatan keperluan فِى fī dalam صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dada kamu وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan diatasnya وَعَلَى waʿalā dan di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu تُحْمَلُونَ tuḥ'malūna kamu di bawa/ di angkut 80
Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu 1 dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.
وَيُرِيكُمْ wayurīkum dan Dia memperlihatkan padamu ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya فَأَىَّ fa-ayya maka yang manakah ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda ٱللَّهِ l-lahi Allah تُنكِرُونَ tunkirūna kamu ingkari 81
Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?
أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَكْثَرَ akthara lebih banyak مِنْهُمْ min'hum daripada mereka وَأَشَدَّ wa-ashadda dan lebih hebat قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَءَاثَارًۭا waāthāran dan bekas-bekas فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَمَآ famā maka tidak أَغْنَىٰ aghnā berguna عَنْهُم ʿanhum bagi mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan 82
Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi 1, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَرِحُوا۟ fariḥū mereka bergembira بِمَا bimā dengan apa عِندَهُم ʿindahum di sisi mereka مِّنَ mina daripada ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan وَحَاقَ waḥāqa dan mengepung بِهِم bihim pada mereka مَّا mā apa (azab) كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 83
Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka 1 dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.
فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat بَأْسَنَا basanā azab Kami قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiri-Nya وَكَفَرْنَا wakafarnā dan kami ingkar بِمَا bimā dengan apa كُنَّا kunnā adalah kami بِهِۦ bihi dengan-Nya مُشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan 84
Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah".
فَلَمْ falam maka tidak ada يَكُ yaku adalah يَنفَعُهُمْ yanfaʿuhum berguna bagi mereka إِيمَـٰنُهُمْ īmānuhum iman mereka لَمَّا lammā tatkala رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat بَأْسَنَا ۖ basanā azab Kami سُنَّتَ sunnata sunnah/ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِى allatī yang قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlaku فِى fī pada عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَخَسِرَ wakhasira dan rugi هُنَالِكَ hunālika di waktu itu ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir 85
Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan pada waktu itu, binasalah orang-orang kafir.
حمٓ hha-meem Haa miim 1
Ḥā Mīm 1.
تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan مِّنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang 2
Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatnya قُرْءَانًا qur'ānan bacaan عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 3
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab untuk kaum yang mengetahui,
بَشِيرًۭا bashīran berita gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan peringatan فَأَعْرَضَ fa-aʿraḍa tetapi berpaling أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan 4
yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya), maka mereka tidak mau mendengarkan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami فِىٓ fī dalam أَكِنَّةٍۢ akinnatin tutupan مِّمَّا mimmā dari apa تَدْعُونَآ tadʿūnā kamu menyeru kami إِلَيْهِ ilayhi kepadanya وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِنَا ādhāninā telinga kami وَقْرٌۭ waqrun sumbat وَمِنۢ wamin dan dari بَيْنِنَا bayninā antara kami وَبَيْنِكَ wabaynika dan antara kamu حِجَابٌۭ ḥijābun dinding فَٱعْمَلْ fa-iʿ'mal maka bekerjalah إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna orang-orang yang bekerja 5
Mereka berkata, "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku أَنَّمَآ annamā bahwasanya إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun Maha Esa فَٱسْتَقِيمُوٓا۟ fa-is'taqīmū maka tetaplah إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya وَٱسْتَغْفِرُوهُ ۗ wa-is'taghfirūhu dan mohonlah ampunan kepada-Nya وَوَيْلٌۭ wawaylun dan kecelakaanlah لِّلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang yang mempersekutukan 6
Katakanlah, "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu; diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya),
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْتُونَ yu'tūna menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna kafir 7
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti baik لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرٌ ajrun pahala غَيْرُ ghayru tidak مَمْنُونٍۢ mamnūnin terputus-putus 8
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya".
۞ قُلْ qul katakanlah أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَكْفُرُونَ latakfurūna sungguh kamu kafir بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فِى fī dalam يَوْمَيْنِ yawmayni dua masa/hari وَتَجْعَلُونَ watajʿalūna dan kamu menjadikan لَهُۥٓ lahu bagi-Nya أَندَادًۭا ۚ andādan sekutu-sekutu ذَٰلِكَ dhālika demikian itu رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 9
Katakanlah, "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Tuhan semesta alam".
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan فِيهَا fīhā didalamnya (bumi) رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung مِن min dari فَوْقِهَا fawqihā atasnya وَبَـٰرَكَ wabāraka dan Dia berkati فِيهَا fīhā didalamnya وَقَدَّرَ waqaddara dan Dia menentukan فِيهَآ fīhā didalamnya أَقْوَٰتَهَا aqwātahā makanan-makanannya فِىٓ fī dalam أَرْبَعَةِ arbaʿati empat أَيَّامٍۢ ayyāmin masa/hari سَوَآءًۭ sawāan sama لِّلسَّآئِلِينَ lilssāilīna bagi orang-orang yang bertanya 10
Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat hari. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰٓ is'tawā Dia menuju إِلَى ilā kepada ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَهِىَ wahiya dan ia/langit دُخَانٌۭ dukhānun asap فَقَالَ faqāla lalu Dia berkata لَهَا lahā kepadanya وَلِلْأَرْضِ walil'arḍi dan kepada bumi ٱئْتِيَا i'tiyā datanglah kamu berdua طَوْعًا ṭawʿan suka hati أَوْ aw atau كَرْهًۭا karhan terpaksa قَالَتَآ qālatā keduanya berkata أَتَيْنَا ataynā kami datang طَآئِعِينَ ṭāiʿīna dengan suka hati 11
Kemudian, Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka hati".
فَقَضَىٰهُنَّ faqaḍāhunna maka Dia menjadikannya سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَاتٍۢ samāwātin langit فِى fī dalam يَوْمَيْنِ yawmayni dua masa/hari وَأَوْحَىٰ wa-awḥā dan Dia mewahyukan فِى fī pada كُلِّ kulli tiap-tiap سَمَآءٍ samāin langit أَمْرَهَا ۚ amrahā urusannya وَزَيَّنَّا wazayyannā dan Kami hiasi ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِمَصَـٰبِيحَ bimaṣābīḥa dengan bintang-bintang وَحِفْظًۭا ۚ waḥif'ẓan dan memelihara ذَٰلِكَ dhālika demikian itu تَقْدِيرُ taqdīru ketentuan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui 12
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
فَإِنْ fa-in maka jika أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling فَقُلْ faqul maka katakanlah أَنذَرْتُكُمْ andhartukum aku telah peringatkan kamu صَـٰعِقَةًۭ ṣāʿiqatan petir مِّثْلَ mith'la seperti صَـٰعِقَةِ ṣāʿiqati petir عَادٍۢ ʿādin kaum'Ad وَثَمُودَ wathamūda dan kaum Tsamud 13
Jika mereka berpaling maka katakanlah, "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ād dan Ṡamūd".
إِذْ idh ketika جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلرُّسُلُ l-rusulu rasul-rasul مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara أَيْدِيهِمْ aydīhim depan mereka وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka أَلَّا allā bahwa janganlah تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْ law kalau شَآءَ shāa menghendaki رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami لَأَنزَلَ la-anzala tentu Dia menurunkan مَلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan malaikat-malaikat فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami بِمَآ bimā kepada apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu di utus بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir 14
Ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang mereka 1 (dengan menyerukan), "Janganlah kamu menyembah selain Allah". Mereka menjawab, "Kalau Tuhan kami menghendaki, tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya".
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun عَادٌۭ ʿādun kaum'Ad فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombngkan diri فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَنْ man siapakah أَشَدُّ ashaddu lebih مِنَّا minnā dari kami قُوَّةً ۖ quwwatan kekuatan أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَهُمْ khalaqahum menciptakan mereka هُوَ huwa dia أَشَدُّ ashaddu lebih مِنْهُمْ min'hum dari mereka قُوَّةًۭ ۖ quwwatan kekuatan وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap tanda-tanda Kami يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari 15
Adapun kaum ‘Ād maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.
فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami mengirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رِيحًۭا rīḥan angin صَرْصَرًۭا ṣarṣaran gemuruh/sangat ribut فِىٓ fī dalam أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari نَّحِسَاتٍۢ naḥisātin celaka لِّنُذِيقَهُمْ linudhīqahum karena Kami hendak merasakan pada mereka عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْخِزْىِ l-khiz'yi yang hina فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَخْزَىٰ ۖ akhzā lebih hina وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka diberi pertolongan 16
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya, siksaan akhirat lebih menghinakan, sedang mereka tidak diberi pertolongan.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ثَمُودُ thamūdu Tsamud فَهَدَيْنَـٰهُمْ fahadaynāhum maka Kami beri petunjuk mereka فَٱسْتَحَبُّوا۟ fa-is'taḥabbū maka (tetapi) mereka menyukai ٱلْعَمَىٰ l-ʿamā buta عَلَى ʿalā daripada ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk فَأَخَذَتْهُمْ fa-akhadhathum maka menyambar mereka صَـٰعِقَةُ ṣāʿiqatu petir ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْهُونِ l-hūni yang menghinakan بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan 17
Dan adapun kaum Ṡamūd, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
وَنَجَّيْنَا wanajjaynā dan Kami selamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 18
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُحْشَرُ yuḥ'sharu dikumpulkan أَعْدَآءُ aʿdāu musuh-musuh ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَى ilā ke ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَهُمْ fahum lalu mereka يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka di bagi-bagi 19
Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila مَا mā apa-apa جَآءُوهَا jāūhā mereka datang kepadanya شَهِدَ shahida menjadi saksi عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سَمْعُهُمْ samʿuhum pendengaran mereka وَأَبْصَـٰرُهُمْ wa-abṣāruhum dan penglihatan mereka وَجُلُودُهُم wajulūduhum dan kulit-kulit mereka بِمَا bimā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 20
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لِجُلُودِهِمْ lijulūdihim kepada kulit-kulit mereka لِمَ lima mengapa شَهِدتُّمْ shahidttum kamu menjadi saksi عَلَيْنَا ۖ ʿalaynā atas kami قَالُوٓا۟ qālū (kulit-kulit) berkata أَنطَقَنَا anṭaqanā menjadikan kami berkata ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنطَقَ anṭaqa menjadikan berkata كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 21
Dan mereka berkata kepada kulit mereka, "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab, "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".
وَمَا wamā dan tidak ada كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَتِرُونَ tastatirūna kamu bersembunyi أَن an untuk يَشْهَدَ yashhada menyaksikan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian سَمْعُكُمْ samʿukum pendengaranmu وَلَآ walā dan tidak أَبْصَـٰرُكُمْ abṣārukum penglihatanmu وَلَا walā dan tidak جُلُودُكُمْ julūdukum kulit-kulitmu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi ظَنَنتُمْ ẓanantum kamu mengira أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّمَّا mimmā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 22
Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu kepadamu 1, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.
وَذَٰلِكُمْ wadhālikum dan yang demikian itu ظَنُّكُمُ ẓannukumu persangkaanmu ٱلَّذِى alladhī yang ظَنَنتُم ẓanantum kamu telah menyangka بِرَبِّكُمْ birabbikum terhadap Tuhanmu أَرْدَىٰكُمْ ardākum Dia menjerumuskan kamu فَأَصْبَحْتُم fa-aṣbaḥtum maka jadilah kamu مِّنَ mina termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi 23
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhan-mu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
فَإِن fa-in maka jika يَصْبِرُوا۟ yaṣbirū mereka bersabar فَٱلنَّارُ fal-nāru maka neraka مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka وَإِن wa-in dan jika يَسْتَعْتِبُوا۟ yastaʿtibū mereka minta dikasihani فَمَا famā maka tidaklah هُم hum mereka مِّنَ mina termasuk ٱلْمُعْتَبِينَ l-muʿ'tabīna orang-orang yang dikasihani 24
Jika mereka bersabar (menderita azab), maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.
۞ وَقَيَّضْنَا waqayyaḍnā dan Kami tetapkan لَهُمْ lahum bagi mereka قُرَنَآءَ quranāa teman-teman فَزَيَّنُوا۟ fazayyanū maka mereka menjadikan memandang baik لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa yang بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُمْ khalfahum belakang mereka وَحَقَّ waḥaqqa dan pasti عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan فِىٓ fī pada أُمَمٍۢ umamin umat-umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah lewat مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi 25
Dan Kami tetapkan bagi mereka, teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka 1 dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَا lā janganlah تَسْمَعُوا۟ tasmaʿū kamu mendengar لِهَـٰذَا lihādhā kepada ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an وَٱلْغَوْا۟ wal-ghaw dan buatlah keributan فِيهِ fīhi padanya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَغْلِبُونَ taghlibūna kamu dapat mengalahkan 26
Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur`ān ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan (mereka)".
فَلَنُذِيقَنَّ falanudhīqanna maka sungguh Kami akan merasakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا shadīdan sangat keras وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ walanajziyannahum dan sungguh Kami akan memberi balasan mereka أَسْوَأَ aswa-a sangat buruk ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 27
Maka sesungguhnya, Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَآءُ jazāu balasan أَعْدَآءِ aʿdāi musuh-musuh ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā di dalamnya دَارُ dāru tempat tinggal ٱلْخُلْدِ ۖ l-khul'di kekal جَزَآءًۢ jazāan pembalasan بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap ayat-ayat Kami يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka ingkar 28
Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَرِنَا arinā perlihatkan kepada kami ٱلَّذَيْنِ alladhayni orang-orang yang أَضَلَّانَا aḍallānā telah menyesatkan kami مِنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia نَجْعَلْهُمَا najʿalhumā kami jadikan keduanya تَحْتَ taḥta di bawah أَقْدَامِنَا aqdāminā telapak kaki kami لِيَكُونَا liyakūnā supaya keduanya menjadi مِنَ mina dari ٱلْأَسْفَلِينَ l-asfalīna orang-orang yang hina 29
Dan orang-orang kafir berkata, "Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami, (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱللَّهُ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka meneguhkan pendirian تَتَنَزَّلُ tatanazzalu akan turun عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat أَلَّا allā janganlah تَخَافُوا۟ takhāfū kamu takut وَلَا walā dan janganlah تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu merasa bersedih وَأَبْشِرُوا۟ wa-abshirū dan gembirakanlah mereka بِٱلْجَنَّةِ bil-janati dengan surga ٱلَّتِى allatī yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan 30
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
نَحْنُ naḥnu kami أَوْلِيَآؤُكُمْ awliyāukum pelindung-pelindungmu فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَفِى wafī dan dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati kehidupan akhirat وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa yang تَشْتَهِىٓ tashtahī kamu inginkan أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa yang تَدَّعُونَ taddaʿūna kamu minta 31
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
نُزُلًۭا nuzulan pemberian مِّنْ min dari غَفُورٍۢ ghafūrin Maha Pengampun رَّحِيمٍۢ raḥīmin Maha Penyayang 32
Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَمَنْ waman dan siapa أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik قَوْلًۭا qawlan perkataan مِّمَّن mimman daripada orang دَعَآ daʿā dia menyeru إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَمِلَ waʿamila dan berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan وَقَالَ waqāla dan dia berkata إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku مِنَ mina termasuk ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri 33
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
وَلَا walā dan tidaklah تَسْتَوِى tastawī sama ٱلْحَسَنَةُ l-ḥasanatu kebaikan وَلَا walā dan tidaklah ٱلسَّيِّئَةُ ۚ l-sayi-atu kejahatan ٱدْفَعْ id'faʿ tolaklah بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang هِىَ hiya ia (cara) أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba ٱلَّذِى alladhī orang yang بَيْنَكَ baynaka diantaramu وَبَيْنَهُۥ wabaynahu dan antara dia عَدَٰوَةٌۭ ʿadāwatun permusuhan كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan وَلِىٌّ waliyyun penolong حَمِيمٌۭ ḥamīmun teman 34
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
وَمَا wamā dan tidak يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā dijumpainya إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū sabar وَمَا wamā dan tidak يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā dijumpainya إِلَّا illā kecuali ذُو dhū (orang yang) mempunyai حَظٍّ ḥaẓẓin keberuntungan عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar 35
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.
وَإِمَّا wa-immā dan jika يَنزَغَنَّكَ yanzaghannaka mengganggu kamu مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan نَزْغٌۭ nazghun gangguan فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi kepada Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 36
Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَمِنْ wamin dan dari ءَايَـٰتِهِ āyātihi tanda-tanda-Nya ٱلَّيْلُ al-laylu malam وَٱلنَّهَارُ wal-nahāru dan siang وَٱلشَّمْسُ wal-shamsu dan matahari وَٱلْقَمَرُ ۚ wal-qamaru dan bulan لَا lā tidak تَسْجُدُوا۟ tasjudū kamu bersujud لِلشَّمْسِ lilshamsi kepada matahari وَلَا walā dan jangan لِلْقَمَرِ lil'qamari pada bulan وَٱسْجُدُوا۟ wa-us'judū dan bersujudlah لِلَّهِ lillahi kepada Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَهُنَّ khalaqahunna menciptakan semuanya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah إِيَّاهُ iyyāhu hanya kepada-Nya تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah 37
Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
فَإِنِ fa-ini maka jika ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū mereka menyombongkan diri فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang (malaikat) عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya بِٱلَّيْلِ bi-al-layli pada malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يَسْـَٔمُونَ ۩ yasamūna jemu-jemu 38
Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhan-mu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.
وَمِنْ wamin dan dari ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi tanda-tanda-Nya أَنَّكَ annaka bahwasanya kamu تَرَى tarā melihat ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi خَـٰشِعَةًۭ khāshiʿatan tandus فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْمَآءَ l-māa air ٱهْتَزَّتْ ih'tazzat ia bergerak وَرَبَتْ ۚ warabat dan berkembang إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَحْيَاهَا aḥyāhā menghidupkannya لَمُحْىِ lamuḥ'yī tentu dapat menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ l-mawtā yang mati إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 39
Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, tentu dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna mereka ingkar فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami لَا lā tidak يَخْفَوْنَ yakhfawna mereka tersembunyi عَلَيْنَآ ۗ ʿalaynā dari/atas Kami أَفَمَن afaman apakah maka orang يُلْقَىٰ yul'qā ia dilemparkan فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka خَيْرٌ khayrun lebih baik أَم am ataukah/apakah مَّن man orang يَأْتِىٓ yatī ia datang ءَامِنًۭا āminan aman يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū berbuatlah مَا mā apa yang شِئْتُمْ ۖ shi'tum kalian kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat 40
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱلذِّكْرِ bil-dhik'ri dengan peringatan/Al Qur'an لَمَّا lammā ketika جَآءَهُمْ ۖ jāahum ia datang kepada mereka وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَكِتَـٰبٌ lakitābun sungguh kitab عَزِيزٌۭ ʿazīzun mulia 41
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur`ān ketika Al-Qur`ān itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka) dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah kitab yang mulia.
لَّا lā tidak يَأْتِيهِ yatīhi datang kepadanya ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu kebathilan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi depannya وَلَا walā dan tidak مِنْ min dari خَلْفِهِۦ ۖ khalfihi belakangnya تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan مِّنْ min dari حَكِيمٍ ḥakīmin Yang Maha Bijaksana حَمِيدٍۢ ḥamīdin Maha Terpuji 42
Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur`ān) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
مَّا mā tidak يُقَالُ yuqālu dikatakan لَكَ laka kepadamu إِلَّا illā kecuali مَا mā apa قَدْ qad sesungguhnya قِيلَ qīla dikatakan لِلرُّسُلِ lilrrusuli kepada rasul-rasul مِن min dari قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَذُو ladhū benar-benar mempunyai مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan وَذُو wadhū dan mempunyai عِقَابٍ ʿiqābin siksaan/hukuman أَلِيمٍۢ alīmin pedih 43
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu, selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Tuhan kamu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.
وَلَوْ walaw dan jika جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya قُرْءَانًا qur'ānan bacaan أَعْجَمِيًّۭا aʿjamiyyan bahasa asing/selain bahasa Arab لَّقَالُوا۟ laqālū tentu mereka mengatakan لَوْلَا lawlā mengapa tidak فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan ءَايَـٰتُهُۥٓ ۖ āyātuhu ayat-ayatnya ءَا۬عْجَمِىٌّۭ āʿ'jamiyyun apakah bahasa asing/selain bahasa Arab وَعَرَبِىٌّۭ ۗ waʿarabiyyun dan orang Arab/bahasa Arab قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia/Al Qur'an لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman هُدًۭى hudan petunjuk وَشِفَآءٌۭ ۖ washifāon dan penawar/obat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman فِىٓ fī pada ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرٌۭ waqrun sumbat وَهُوَ wahuwa dan ia/Al Qur'an عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka عَمًى ۚ ʿaman buta/kegelapan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُنَادَوْنَ yunādawna mereka dipanggil مِن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh 44
Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur`ān itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab, tentulah mereka mengatakan, "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al-Qur`ān) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah, "Al-Qur`ān itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur`ān itu suatu kegelapan bagi mereka 1. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab فَٱخْتُلِفَ fa-ukh'tulifa maka ia diperselisihkan فِيهِ ۗ fīhi didalamnya وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَقُضِىَ laquḍiya tentu diputuskan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّنْهُ min'hu dari padanya مُرِيبٍۢ murībin kebingungan 45
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat, lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. Kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Tuhan-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. Dan Sesungguhnya, mereka terhadap Al-Qur`ān benar-benar dalam keragu-raguan yang membingungkan.
مَّنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَنْ waman dan barang siapa أَسَآءَ asāa berbuat jahat فَعَلَيْهَا ۗ faʿalayhā maka atasnya وَمَا wamā dan tidaklah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin berbuat aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hambanya 46
Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhan-mu menganiaya hamba-hamba(Nya).