Juz 25
Fussilat (47-54), Ash-Shuraa (1-53), Az-Zukhruf (1-89), Ad-Dukhan (1-59), Al-Jathiyah (1-37)
۞ إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya يُرَدُّ yuraddu dikembalikan عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلسَّاعَةِ ۚ l-sāʿati hari kiamat وَمَا wamā dan tidak تَخْرُجُ takhruju keluar مِن min dari ثَمَرَٰتٍۢ thamarātin buah-buahan مِّنْ min dari أَكْمَامِهَا akmāmihā kelopaknya وَمَا wamā dan tidak تَحْمِلُ taḥmilu mengandung مِنْ min dari seorang أُنثَىٰ unthā perempuan وَلَا walā dan tidak تَضَعُ taḍaʿu melahirkan إِلَّا illā kecuali بِعِلْمِهِۦ ۚ biʿil'mihi dengan pengetahuan-Nya وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka أَيْنَ ayna dimana شُرَكَآءِى shurakāī sekutu-sekutu-Ku قَالُوٓا۟ qālū mereka menjawab ءَاذَنَّـٰكَ ādhannāka kami nyatakan kepada Engaku مَا mā tidak ada مِنَّا minnā diantara kami مِن min dari شَهِيدٍۢ shahīdin seorang saksi 47
Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat 1. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu? 2", mereka menjawab, "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)".
وَضَلَّ waḍalla dan sesat/lenyap عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum وَظَنُّوا۟ waẓannū dan mereka menyangka مَا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat lari 48
Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesatu jalan keluar pun.
لَّا lā tidak يَسْـَٔمُ yasamu jemu-jemu ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مِن min dari دُعَآءِ duʿāi memohon ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan وَإِن wa-in dan jika مَّسَّهُ massahu menimpa dia ٱلشَّرُّ l-sharu kejelekan فَيَـُٔوسٌۭ fayaūsun maka dia jemu قَنُوطٌۭ qanūṭun putus asa 49
Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka ditimpa malapetaka, dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
وَلَئِنْ wala-in dan jika أَذَقْنَـٰهُ adhaqnāhu Kami rasakan kepadanya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ضَرَّآءَ ḍarrāa kesusahan مَسَّتْهُ massathu menimpanya لَيَقُولَنَّ layaqūlanna tentu dia berkata هَـٰذَا hādhā ini لِى lī bagiku وَمَآ wamā dan tidak أَظُنُّ aẓunnu aku mengira ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat قَآئِمَةًۭ qāimatan terjadi وَلَئِن wala-in dan jika رُّجِعْتُ rujiʿ'tu aku dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّىٓ rabbī Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya لِى lī bagiku عِندَهُۥ ʿindahu di sisi-Nya لَلْحُسْنَىٰ ۚ lalḥus'nā kebaikan فَلَنُنَبِّئَنَّ falanunabbi-anna maka sungguh akan Kami beritakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِمَا bimā dengan apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَلَنُذِيقَنَّهُم walanudhīqannahum dan sungguh akan Kami rasakan kepada mereka مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab غَلِيظٍۢ ghalīẓin keras 50
Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, "Ini adalah hakku dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhan-ku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir, apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.
وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami berikan nikmat عَلَى ʿalā atas ٱلْإِنسَـٰنِ l-insāni manusia أَعْرَضَ aʿraḍa ia berpaling وَنَـَٔا wanaā dan menjauhkan diri بِجَانِبِهِۦ bijānibihi disampingnya وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّهُ massahu menimpanya ٱلشَّرُّ l-sharu kejelekan فَذُو fadhū maka ia mempunyai دُعَآءٍ duʿāin permohonan عَرِيضٍۢ ʿarīḍin luas/panjang 51
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pendapatmu إِن in jika كَانَ kāna ia adalah مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian كَفَرْتُم kafartum kamu ingkar بِهِۦ bihi padanya مَنْ man siapakah أَضَلُّ aḍallu lebih sesat مِمَّنْ mimman dari pada orang هُوَ huwa dia فِى fī dalam شِقَاقٍۭ shiqāqin perselisihan بَعِيدٍۢ baʿīdin jauh 52
Katakanlah, "Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur`ān) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"
سَنُرِيهِمْ sanurīhim akan Kami perlihatkan kepada mereka ءَايَـٰتِنَا āyātinā tanda-tanda Kami فِى fī pada ٱلْـَٔافَاقِ l-āfāqi segenap penjuru وَفِىٓ wafī dan pada أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَتَبَيَّنَ yatabayyana jelas لَهُمْ lahum bagi mereka أَنَّهُ annahu bahwasanya ia ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu hak/benar أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَكْفِ yakfi cukup بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu أَنَّهُۥ annahu bahwasanya Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur`ān itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka فِى fī dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّن min dari لِّقَآءِ liqāi pertemuan رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مُّحِيطٌۢ muḥīṭun Maha Meliputi 54
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.
حمٓ hha-meem Haa Miim 1
Ḥā Mīm 1.
عٓسٓقٓ ain-seen-qaf 'Ain Siin Qaaf 2
ʻAin Sīn Qāf 1.
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُوحِىٓ yūḥī Dia mewahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 3
Demikianlah, Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu.
لَهُۥ lahu kepunyaan-Nya مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu Maha Besar 4
Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
تَكَادُ takādu hampir ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) يَتَفَطَّرْنَ yatafaṭṭarna pecah/terbelah مِن min dari فَوْقِهِنَّ ۚ fawqihinna atasnya وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan malaikat يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَيَسْتَغْفِرُونَ wayastaghfirūna dan mereka memohonkan ampun لِمَن liman bagi orang فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha penyayang 5
Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung ٱللَّهُ l-lahu Allah حَفِيظٌ ḥafīẓun Penjaga عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِوَكِيلٍۢ biwakīlin pengawal/pengurus 6
Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu قُرْءَانًا qur'ānan Al Qur'an عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لِّتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan أُمَّ umma ibu ٱلْقُرَىٰ l-qurā kota وَمَنْ waman dan orang yang حَوْلَهَا ḥawlahā sekelilingnya وَتُنذِرَ watundhira dan kamu memberi peringatan يَوْمَ yawma pada hari ٱلْجَمْعِ l-jamʿi berkumpul لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۚ fīhi didalamnya فَرِيقٌۭ farīqun segolongan فِى fī dalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga وَفَرِيقٌۭ wafarīqun dan segolongan فِى fī dalam ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka 7
Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur`ān dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qurā (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya 1 serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَجَعَلَهُمْ lajaʿalahum tentu Dia menjadikan mereka أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُدْخِلُ yud'khilu Dia memasukkan مَن man orang yang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki فِى fī ke dalam رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya وَٱلظَّـٰلِمُونَ wal-ẓālimūna dan orang-orang yang zalim مَا mā tidaklah لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍ naṣīrin seorang penolong 8
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim, tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.
أَمِ ami atau ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ ۖ awliyāa pelindung-pelindung فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah هُوَ huwa Dia ٱلْوَلِىُّ l-waliyu pelindung وَهُوَ wahuwa dan Dia يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang-orang yang mati وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha kuasa 9
Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dia-lah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَمَا wamā dan apa yang ٱخْتَلَفْتُمْ ikh'talaftum kamu perselisihkan فِيهِ fīhi didalamnya مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَحُكْمُهُۥٓ faḥuk'muhu maka hukumnya إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبِّى rabbī Tuhanku عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya أُنِيبُ unību aku kembali 10
Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhan-ku. Kepada-Nya lah aku bertawakal dan kepada-Nya-lah aku kembali.
فَاطِرُ fāṭiru pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَزْوَٰجًۭا azwājan berpasang-pasangan وَمِنَ wamina dan dari ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak أَزْوَٰجًۭا ۖ azwājan berpasang-pasangan يَذْرَؤُكُمْ yadhra-ukum Dia menjadikan kamu berkembang فِيهِ ۚ fīhi padanya لَيْسَ laysa tidak ada كَمِثْلِهِۦ kamith'lihi serupa dengan Dia شَىْءٌۭ ۖ shayon sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat 11
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula); dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
لَهُۥ lahu bagi-Nya مَقَالِيدُ maqālīdu perbendaharaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi يَبْسُطُ yabsuṭu Dia lapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia sempitkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 12
Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
۞ شَرَعَ sharaʿa Dia mensyari'atkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari pada ٱلدِّينِ l-dīni agama مَا mā apa yang وَصَّىٰ waṣṣā diwasiatkan بِهِۦ bihi dengannya نُوحًۭا nūḥan Nuh وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمَا wamā dan apa وَصَّيْنَا waṣṣaynā yang Kami wasiatkan بِهِۦٓ bihi dengannya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa وَعِيسَىٰٓ ۖ waʿīsā dan 'Isa أَنْ an hendaklah أَقِيمُوا۟ aqīmū kamu tegakkan ٱلدِّينَ l-dīna agama وَلَا walā dan jangan تَتَفَرَّقُوا۟ tatafarraqū kamu berpecah belah فِيهِ ۚ fīhi didalamnya كَبُرَ kabura amat berat عَلَى ʿalā atas ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik مَا mā apa (agama) yang تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu seru mereka إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya ٱللَّهُ l-lahu Allah يَجْتَبِىٓ yajtabī Dia memilih إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَن man siapa yang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِىٓ wayahdī dan Dia memberi petunjuk إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَن man siapa يُنِيبُ yunību ia kembali 13
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nūḥ dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrāhīm, Musa, dan `Isa, yaitu, Tegakkanlah agama1 dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
وَمَا wamā dan tidak تَفَرَّقُوٓا۟ tafarraqū mereka berpecah belah إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa yang جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan بَغْيًۢا baghyan kedengkian بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/lalu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu إِلَىٰٓ ilā sampai pada أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan لَّقُضِىَ laquḍiya pasti diputuskan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesunguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُورِثُوا۟ ūrithū mereka diwarisi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّنْهُ min'hu daripadanya مُرِيبٍۢ murībin kebimbangan 14
Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka1. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhan-mu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya, orang-orang yang diwariskan kepada mereka Alkitab (Taurat dan Injil)2 sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.
فَلِذَٰلِكَ falidhālika maka karena itu فَٱدْعُ ۖ fa-ud'ʿu serulah وَٱسْتَقِمْ wa-is'taqim dan tetaplah كَمَآ kamā sebagaimana أُمِرْتَ ۖ umir'ta kamu diperintah وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ۖ ahwāahum hawa nafsu mereka وَقُلْ waqul dan katakan ءَامَنتُ āmantu aku beriman بِمَآ bimā dengan apa yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari كِتَـٰبٍۢ ۖ kitābin kitab وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintah لِأَعْدِلَ li-aʿdila untuk berbuat adil بَيْنَكُمُ ۖ baynakumu diantara kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami وَرَبُّكُمْ ۖ warabbukum dan Tuhan kamu لَنَآ lanā bagi kami أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amal-amal kami وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu أَعْمَـٰلُكُمْ ۖ aʿmālukum amal-pamal kamu لَا lā tidak ada حُجَّةَ ḥujjata pertengkaran بَيْنَنَا baynanā diantara kami وَبَيْنَكُمُ ۖ wabaynakumu dan diantara kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah يَجْمَعُ yajmaʿu Dia akan mengumpulkan بَيْنَنَا ۖ baynanā diantara kami وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 15
Maka karena itu, serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah 1 sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami, amal-amal kami dan bagi kamu, amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu; Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)".
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُحَآجُّونَ yuḥājjūna mereka membantah فِى fī pada ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa(agama) ٱسْتُجِيبَ us'tujība diterima لَهُۥ lahu padanya حُجَّتُهُمْ ḥujjatuhum bantahan mereka دَاحِضَةٌ dāḥiḍatun batil/sia-sia عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَعَلَيْهِمْ waʿalayhim dan atas mereka غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌ shadīdun sangat keras 16
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima, maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَٱلْمِيزَانَ ۗ wal-mīzāna dan neraca وَمَا wamā dan tidaklah يُدْرِيكَ yud'rīka kamu mengetahui لَعَلَّ laʿalla barangkali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata kiamat قَرِيبٌۭ qarībun dekat 17
Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?
يَسْتَعْجِلُ yastaʿjilu minta disegerakan بِهَا bihā dengannya(kiamat) ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهَا ۖ bihā dengannya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman مُشْفِقُونَ mush'fiqūna merasa takut مِنْهَا min'hā daripadanya وَيَعْلَمُونَ wayaʿlamūna dan mereka mengetahui أَنَّهَا annahā bahwasanya ia(kiamat) ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu benar أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُمَارُونَ yumārūna mereka membantah فِى fī pada ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat لَفِى lafī benar-benar dalam ضَلَـٰلٍۭ ḍalālin kesesatan بَعِيدٍ baʿīdin jauh 18
Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.
ٱللَّهُ al-lahu Allah لَطِيفٌۢ laṭīfun Maha Lembut بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi terhadap hamba-hamba-Nya يَرْزُقُ yarzuqu Dia memberi rezeki مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu Maha Kuat ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa 19
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
مَن man barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki حَرْثَ ḥartha keuntungan ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat نَزِدْ nazid Kami tambahkan لَهُۥ lahu baginya فِى fī pada حَرْثِهِۦ ۖ ḥarthihi keuntungan itu وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki حَرْثَ ḥartha keuntungan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia نُؤْتِهِۦ nu'tihi Kami berikan kepadanya مِنْهَا min'hā daripadanya(keuntungan itu) وَمَا wamā tidak ada لَهُۥ lahu baginya فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِن min dari نَّصِيبٍ naṣībin bahagian 20
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.
أَمْ am atau لَهُمْ lahum mereka mempunyai شُرَكَـٰٓؤُا۟ shurakāu sekutu-sekutu شَرَعُوا۟ sharaʿū mereka mensyari'atkan لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina daripada ٱلدِّينِ l-dīni agama مَا mā apa-apa لَمْ lam tidak يَأْذَنۢ yadhan mengizinkan بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketetapan ٱلْفَصْلِ l-faṣli putusan لَقُضِىَ laquḍiya niscaya diputuskan بَيْنَهُمْ ۗ baynahum diantara mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 21
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah), tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.
تَرَى tarā kamu akan melihat ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim مُشْفِقِينَ mush'fiqīna mereka ketakutan مِمَّا mimmā karena apa(kejahatan) كَسَبُوا۟ kasabū mereka kerjakan وَهُوَ wahuwa dan ia/balasannya وَاقِعٌۢ wāqiʿun menimpa بِهِمْ ۗ bihim pada mereka وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan فِى fī dalam رَوْضَاتِ rawḍāti taman-taman ٱلْجَنَّاتِ ۖ l-janāti surga لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa yang يَشَآءُونَ yashāūna mereka kehendaki عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia ٱلْكَبِيرُ l-kabīru besar 22
Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلَّذِى alladhī yang يُبَشِّرُ yubashiru menggembirakan ٱللَّهُ l-lahu Allah عِبَادَهُ ʿibādahu hamba-hamba-Nya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۗ l-ṣāliḥāti kebaikan قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًا ajran upah إِلَّا illā kecuali ٱلْمَوَدَّةَ l-mawadata kasih sayang فِى fī dalam ٱلْقُرْبَىٰ ۗ l-qur'bā kekeluargaan وَمَن waman dan barang siapa يَقْتَرِفْ yaqtarif mengerjakan حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan نَّزِدْ nazid Kami tambahkan لَهُۥ lahu baginya فِيهَا fīhā padanya حُسْنًا ۚ ḥus'nan kebaikan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun شَكُورٌ shakūrun Maha mensyukuri 23
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah, "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku, kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri 1.
أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰ if'tarā dia mengada-adakan عَلَى ʿalā terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا ۖ kadhiban dusta فَإِن fa-in maka jika يَشَإِ yasha-i menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah يَخْتِمْ yakhtim Dia menutup عَلَىٰ ʿalā atas قَلْبِكَ ۗ qalbika hatimu وَيَمْحُ wayamḥu dan menghapuskan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila bathil وَيُحِقُّ wayuḥiqqu dan Dia membenarkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar بِكَلِمَـٰتِهِۦٓ ۚ bikalimātihi dengan kalimat-kalimat-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada 24
Bahkan, mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur`ān). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يَقْبَلُ yaqbalu menerima ٱلتَّوْبَةَ l-tawbata taubat عَنْ ʿan dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan Dia memaafkan عَنِ ʿani dari ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kesalahan-kesalahan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa yang تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan 25
Dan Dia-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,
وَيَسْتَجِيبُ wayastajību dan Dia memperkenankan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan وَيَزِيدُهُم wayazīduhum dan Dia menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ ۚ faḍlihi karunia-Nya وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۭ shadīdun sangat keras 26
dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.
۞ وَلَوْ walaw dan jika بَسَطَ basaṭa melapangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِعِبَادِهِۦ liʿibādihi bagi hamba-hamba-Nya لَبَغَوْا۟ labaghaw tentu mereka akan melampaui batas فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَـٰكِن walākin tetapi يُنَزِّلُ yunazzilu Dia menurunkan بِقَدَرٍۢ biqadarin dengan ketentuan/ukuran مَّا mā apa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi terhadap hamba-hamba-Nya خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 27
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُنَزِّلُ yunazzilu menurunkan ٱلْغَيْثَ l-ghaytha hujan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa قَنَطُوا۟ qanaṭū mereka berputus asa وَيَنشُرُ wayanshuru dan Dia menyebarkan رَحْمَتَهُۥ ۚ raḥmatahu rahmat-Nya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْوَلِىُّ l-waliyu Maha Pelindung ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji 28
Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya خَلْقُ khalqu ciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa yang بَثَّ batha bertebaran فِيهِمَا fīhimā pada keduanya مِن min dari دَآبَّةٍۢ ۚ dābbatin makhluk melata وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas جَمْعِهِمْ jamʿihim mengumpulkan mereka إِذَا idhā apabila يَشَآءُ yashāu Dia menghendaki قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 29
Di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
وَمَآ wamā dan apa yang أَصَـٰبَكُم aṣābakum menimpa kamu مِّن min dari suatu مُّصِيبَةٍۢ muṣībatin musibah فَبِمَا fabimā maka disebabkan كَسَبَتْ kasabat perbuatan أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tanganmu وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan Dia memaafkan عَن ʿan dari كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan 30
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melepaskan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin seorang penolong 31
Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.
وَمِنْ wamin dan dari ءَايَـٰتِهِ āyātihi tanda-tanda-Nya ٱلْجَوَارِ l-jawāri kapal-kapal فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut كَٱلْأَعْلَـٰمِ kal-aʿlāmi seperti gunung-gunung 32
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.
إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُسْكِنِ yus'kini Dia menenangkan ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin فَيَظْلَلْنَ fayaẓlalna maka jadilah ia kapal-kapal) رَوَاكِدَ rawākida terhenti عَلَىٰ ʿalā atas ظَهْرِهِۦٓ ۚ ẓahrihi permukaan إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang bersabar شَكُورٍ shakūrin orang yang bersyukur 33
Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,
أَوْ aw atau يُوبِقْهُنَّ yūbiq'hunna Dia membinasakannya بِمَا bimā dengan sebab كَسَبُوا۟ kasabū perbuatan mereka وَيَعْفُ wayaʿfu dan Dia memberi maaf عَن ʿan dari كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan 34
atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).
وَيَعْلَمَ wayaʿlama dan mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مَا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat lari 35
Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).
فَمَآ famā maka apa yang أُوتِيتُم ūtītum diberikan kepadamu مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَمَتَـٰعُ famatāʿu maka kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan apa yang عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan lebih kekal لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal 36
Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَجْتَنِبُونَ yajtanibūna mereka menjauhi كَبَـٰٓئِرَ kabāira besar ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa وَٱلْفَوَٰحِشَ wal-fawāḥisha dan perbuatan keji وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَا mā apa-apa غَضِبُوا۟ ghaḍibū marah هُمْ hum mereka يَغْفِرُونَ yaghfirūna mereka mengampuni 37
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka memperkenankan لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَمْرُهُمْ wa-amruhum dan urusan mereka شُورَىٰ shūrā musyawarah بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka وَمِمَّا wamimmā dan sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami beri rezeki mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan 38
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan-nya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَآ idhā apabila أَصَابَهُمُ aṣābahumu menimpa mereka ٱلْبَغْىُ l-baghyu kezaliman هُمْ hum mereka يَنتَصِرُونَ yantaṣirūna mereka membela diri 39
Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
وَجَزَٰٓؤُا۟ wajazāu dan balasan سَيِّئَةٍۢ sayyi-atin kejahatan سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejahatan مِّثْلُهَا ۖ mith'luhā serupa dengannya فَمَنْ faman maka barang siapa عَفَا ʿafā memaafkan وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan berbuat baik فَأَجْرُهُۥ fa-ajruhu maka pahalanya عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 40
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik 1, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
وَلَمَنِ walamani dan sungguh orang-orang ٱنتَصَرَ intaṣara menolong/membela diri بَعْدَ baʿda sesudah ظُلْمِهِۦ ẓul'mihi teraniayanya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مَا mā tidak ada عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari سَبِيلٍ sabīlin jalan 41
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun terhadap mereka.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلسَّبِيلُ l-sabīlu jalan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَظْلِمُونَ yaẓlimūna zalim ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَيَبْغُونَ wayabghūna dan mereka melampaui batas فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 42
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
وَلَمَن walaman dan sungguh orang صَبَرَ ṣabara dia sabar وَغَفَرَ waghafara dan dia memaafkan إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَمِنْ lamin benar-benar termasuk عَزْمِ ʿazmi teguh hati ٱلْأُمُورِ l-umūri urusan 43
Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung مِّنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۗ baʿdihi sesudah itu وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَمَّا lammā ketika رَأَوُا۟ ra-awū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata هَلْ hal apakah إِلَىٰ ilā untuk مَرَدٍّۢ maraddin kembali مِّن min dari سَبِيلٍۢ sabīlin jalan 44
Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata, "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?"
وَتَرَىٰهُمْ watarāhum dan kamu akan melihat يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna mereka dihadapkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya(neraka) خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna keadaan tunduk مِنَ mina dari pada ٱلذُّلِّ l-dhuli rendah/hina يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat مِن min dari طَرْفٍ ṭarfin pandangan mata خَفِىٍّۢ ۗ khafiyyin tersembunyi وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū mereka merugi أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَأَهْلِيهِمْ wa-ahlīhim dan keluarga mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim فِى fī dalam عَذَابٍۢ ʿadhābin azab مُّقِيمٍۢ muqīmin kekal 45
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat 1. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَهُم lahum bagi mereka مِّنْ min dari أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung يَنصُرُونَهُم yanṣurūnahum menolong mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari سَبِيلٍ sabīlin jalan 46
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun (untuk mendapat petunjuk).
ٱسْتَجِيبُوا۟ is'tajībū perkenankanlah لِرَبِّكُم lirabbikum bagi Tuhanmu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun suatu hari لَّا lā tidak مَرَدَّ maradda di tolak لَهُۥ lahu padanya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari مَّلْجَإٍۢ malja-in tempat berlindung يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari نَّكِيرٍۢ nakīrin mengingkari 47
Patuhilah seruan Tuhan-mu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).
فَإِنْ fa-in maka jika أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling فَمَآ famā maka tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَفِيظًا ۖ ḥafīẓan penjaga إِنْ in tidaklah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu penyampaian وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya Kami إِذَآ idhā apabila أَذَقْنَا adhaqnā Kami merasakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِنَّا minnā dari Kami رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat فَرِحَ fariḥa dia gembira بِهَا ۖ bihā karenanya وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۢ sayyi-atun kesusahan بِمَا bimā dengan sebab قَدَّمَتْ qaddamat perbuatan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia كَفُورٌۭ kafūrun sangat ingkar 48
Jika mereka berpaling, maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).
لِّلَّهِ lillahi bagi Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا mā apa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki يَهَبُ yahabu Dia memberi لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِنَـٰثًۭا ināthan anak perempuan وَيَهَبُ wayahabu dan Dia memberi لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki ٱلذُّكُورَ l-dhukūra anak laki-laki 49
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,
أَوْ aw atau يُزَوِّجُهُمْ yuzawwijuhum Dia menjodohkan mereka ذُكْرَانًۭا dhuk'rānan laki-laki وَإِنَـٰثًۭا ۖ wa-ināthan dan perempuan وَيَجْعَلُ wayajʿalu dan Dia menjadikan مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki عَقِيمًا ۚ ʿaqīman mandul إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 50
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya) dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
۞ وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِبَشَرٍ libasharin bagi seorang manusia أَن an bahwa يُكَلِّمَهُ yukallimahu berkata dengannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali وَحْيًا waḥyan wahyu أَوْ aw atau مِن min dari وَرَآئِ warāi belakang حِجَابٍ ḥijābin tabir أَوْ aw atau يُرْسِلَ yur'sila mengutus رَسُولًۭا rasūlan utusan فَيُوحِىَ fayūḥiya lalu diwahyukan بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan idzin-Nya مَا mā apa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِىٌّ ʿaliyyun Maha Tinggi حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 51
Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia, kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir 1 atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat), lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu رُوحًۭا rūḥan roh/Al Qur'an مِّنْ min dari أَمْرِنَا ۚ amrinā urusan Kami مَا mā tidaklah كُنتَ kunta kamu adalah تَدْرِى tadrī kamu mengetahui مَا mā apakah ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Al kitab وَلَا walā dan tidak ٱلْإِيمَـٰنُ l-īmānu iman وَلَـٰكِن walākin akan tetapi جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya نُورًۭا nūran cahaya نَّهْدِى nahdī Kami beri petunjuk بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa نَّشَآءُ nashāu Kami kehendaki مِنْ min dari عِبَادِنَا ۚ ʿibādinā hamba-hamba Kami وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتَهْدِىٓ latahdī benar-benar kamu memberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus 52
Dan demikianlah, Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur`ān) dengan perintah Kami. Sebelumnya, kamu tidaklah mengetahui apakah Alkitab (Al-Qur`ān) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur`ān itu cahaya yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya, kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu kepunyaan-Nya مَا mā segala apa yang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan segala apa yang فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi أَلَآ alā ingatlah إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَصِيرُ taṣīru kembali ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan 53
(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.
حمٓ hha-meem Haa Miim 1
Ḥā Mīm 1.
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi demi kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata 2
Demi Kitab (Al-Qur`ān) yang menerangkan.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya قُرْءَٰنًا qur'ānan Al Qur'an عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 3
Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur`ān dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia/Al Qur'an فِىٓ fī dalam أُمِّ ummi induk ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al kitab لَدَيْنَا ladaynā di sisi Kami لَعَلِىٌّ laʿaliyyun benar-benar tinggi حَكِيمٌ ḥakīmun hikmah 4
Dan sesungguhnya, Al-Qur`ān itu dalam induk Alkitab (Lawḥ Maḥfūẓ) di sisi Kami adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.
أَفَنَضْرِبُ afanaḍribu apakah maka Kami jadikan عَنكُمُ ʿankumu dari kalian ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra pengajaran/Al Qur'an صَفْحًا ṣafḥan hentikan أَن an karena كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَوْمًۭا qawman kaum مُّسْرِفِينَ mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas 5
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur`ān kepadamu karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?
وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَرْسَلْنَا arsalnā telah Kami turunkan مِن min dari نَّبِىٍّۢ nabiyyin nabi-nabi فِى fī pada ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna ummat-ummat terdahulu 6
Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
وَمَا wamā dan tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari نَّبِىٍّ nabiyyin seorang nabi إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi kepadanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 7
Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
فَأَهْلَكْنَآ fa-ahlaknā maka Kami binasakan أَشَدَّ ashadda sangat مِنْهُم min'hum dari mereka بَطْشًۭا baṭshan kekuatan وَمَضَىٰ wamaḍā dan telah lewat مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu 8
Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al-Qur`ān) perumpamaan umat-umat masa dahulu.
وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّنْ man siapakah خَلَقَ khalaqa yang menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka mengatakan خَلَقَهُنَّ khalaqahunna menciptakan mereka semua ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha perkasa ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 9
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مَهْدًۭا mahdan tempat menetap وَجَعَلَ wajaʿala dan menjadikan لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā diatasnya سُبُلًۭا subulan jalan-jalan لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk 10
Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang نَزَّلَ nazzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۢ māan air بِقَدَرٍۢ biqadarin menurut ukuran فَأَنشَرْنَا fa-ansharnā lalu Kami hidupkan بِهِۦ bihi dengannya بَلْدَةًۭ baldatan negeri مَّيْتًۭا ۚ maytan mati كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan 11
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan), lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلْأَزْوَٰجَ l-azwāja berpasangan كُلَّهَا kullahā semuanya وَجَعَلَ wajaʿala dan menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْفُلْكِ l-ful'ki bahtera وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak مَا mā apa yang تَرْكَبُونَ tarkabūna kamu kendarai 12
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
لِتَسْتَوُۥا۟ litastawū supaya kamu sama(duduk) عَلَىٰ ʿalā atas ظُهُورِهِۦ ẓuhūrihi punggungnya ثُمَّ thumma kemudian تَذْكُرُوا۟ tadhkurū kamu ingat نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian إِذَا idhā apabila ٱسْتَوَيْتُمْ is'tawaytum kamu sama duduk عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَتَقُولُوا۟ wataqūlū dan kamu mengucapkan سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci Dia ٱلَّذِى alladhī yang سَخَّرَ sakhara menundukkan لَنَا lanā untuk kami هَـٰذَا hādhā ini وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā kami لَهُۥ lahu baginya مُقْرِنِينَ muq'rinīna menguasai 13
Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhan-mu apabila kamu telah duduk di atasnya dan supaya kamu mengucapkan, "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami لَمُنقَلِبُونَ lamunqalibūna benar-benar orang yang kembali 14
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لَهُۥ lahu baginya مِنْ min sebagian dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya جُزْءًا ۚ juz'an bahagian إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لَكَفُورٌۭ lakafūrun benar-benar ingkar مُّبِينٌ mubīnun nyata 15
Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya 1. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
أَمِ ami atau ٱتَّخَذَ ittakhadha Dia mengambil مِمَّا mimmā dari apa يَخْلُقُ yakhluqu Dia ciptakan بَنَاتٍۢ banātin anak perempuan وَأَصْفَىٰكُم wa-aṣfākum dan Dia pilih kamu بِٱلْبَنِينَ bil-banīna dengan anak laki-laki 16
Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بُشِّرَ bushira diberi kabar gembira أَحَدُهُم aḥaduhum salah seorang di antara mereka بِمَا bimā dengan apa ضَرَبَ ḍaraba menjadikan لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi Yang Maha Pengasih مَثَلًۭا mathalan perumpamaan ظَلَّ ẓalla jadilah وَجْهُهُۥ wajhuhu mukanya مُسْوَدًّۭا mus'waddan hitam pekat وَهُوَ wahuwa dan dia كَظِيمٌ kaẓīmun menahan marah 17
Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa 1 yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat, sedang dia amat menahan sedih 2.
أَوَمَن awaman ataukah orang يُنَشَّؤُا۟ yunasha-u dibesarkan فِى fī dalam ٱلْحِلْيَةِ l-ḥil'yati perhiasan وَهُوَ wahuwa dan dia فِى fī dalam ٱلْخِصَامِ l-khiṣāmi terang غَيْرُ ghayru tidak مُبِينٍۢ mubīnin nyata 18
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan, sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran 1.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat-malaikat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka itu عِبَـٰدُ ʿibādu hamba-hamba ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih إِنَـٰثًا ۚ ināthan orang-orang perempuan أَشَهِدُوا۟ ashahidū apakah mereka menyaksikan خَلْقَهُمْ ۚ khalqahum penciptaan mereka سَتُكْتَبُ satuk'tabu kelak akan ditulis شَهَـٰدَتُهُمْ shahādatuhum persaksian mereka وَيُسْـَٔلُونَ wayus'alūna dan mereka akan ditanya 19
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْ law jika شَآءَ shāa menghendaki ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih مَا mā tidak عَبَدْنَـٰهُم ۗ ʿabadnāhum kami menyembah mereka مَّا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka بِذَٰلِكَ bidhālika demikian itu مِنْ min dari عِلْمٍ ۖ ʿil'min pengetahuan إِنْ in tidak lain هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَخْرُصُونَ yakhruṣūna mereka mengada-adakan kebohongan 20
Dan mereka berkata, "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu; mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.
أَمْ am atau ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan pada mereka كِتَـٰبًۭا kitāban sebuah kitab مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya فَهُم fahum lalu mereka بِهِۦ bihi dengannya مُسْتَمْسِكُونَ mus'tamsikūna mereka berpegang 21
Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al-Qur`ān, lalu mereka berpegang dengan kitab itu?
بَلْ bal bahkan قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami وَجَدْنَآ wajadnā kami mendapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak kami عَلَىٰٓ ʿalā atas أُمَّةٍۢ ummatin ummat وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِم āthārihim bekas-bekas mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk 22
Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka."
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu مَآ mā tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فِى fī dalam قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri مِّن min dari نَّذِيرٍ nadhīrin seorang pemberi peringatan إِلَّا illā kecuali قَالَ qāla berkata مُتْرَفُوهَآ mut'rafūhā orang-orang mewah hidupnya إِنَّا innā sesungguhnya kami وَجَدْنَآ wajadnā mendapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak kami عَلَىٰٓ ʿalā atas أُمَّةٍۢ ummatin ummat وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِم āthārihim bekas-bekas mereka مُّقْتَدُونَ muq'tadūna orang-orang pengikut 23
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka."
۞ قَـٰلَ qāla (Rasul) berkata أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun جِئْتُكُم ji'tukum aku datang بِأَهْدَىٰ bi-ahdā dengan petunjuk مِمَّا mimmā dari pada apa وَجَدتُّمْ wajadttum kamu dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَكُمْ ۖ ābāakum bapak-bapak kamu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami بِمَآ bimā terhadap apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu di utus بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang ingkar 24
(Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekali pun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya."
فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā maka Kami siksa مِنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan 25
Maka Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya وَقَوْمِهِۦٓ waqawmihi dan kaumnya إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku بَرَآءٌۭ barāon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah 26
Dan ingatlah ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya 1 dan kaumnya, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah 2,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَنِى faṭaranī menciptakan aku فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia سَيَهْدِينِ sayahdīni akan memberi petunjuk kepadaku 27
tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
وَجَعَلَهَا wajaʿalahā dan(Ibrahim) menjadikannya كَلِمَةًۢ kalimatan kalimat بَاقِيَةًۭ bāqiyatan kekal فِى fī pada عَقِبِهِۦ ʿaqibihi keturunannya لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 28
Dan (lbrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu 1.
بَلْ bal bahkan مَتَّعْتُ mattaʿtu Aku telah memberi kesenangan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu وَءَابَآءَهُمْ waābāahum dan bapak-bapak mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَرَسُولٌۭ warasūlun dan seorang rasul مُّبِينٌۭ mubīnun memberi penjelasan 29
Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al-Qur`ān) dan seorang rasul yang memberi penjelasan 1.
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang ingkar 30
Dan tatkala kebenaran (Al-Qur`ān) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَ nuzzila diturunkan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنَ mina dari ٱلْقَرْيَتَيْنِ l-qaryatayni dua negeri عَظِيمٍ ʿaẓīmin besar 31
Dan mereka berkata, "Mengapa Al-Qur`ān ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Ṭā`if) ini 1?
أَهُمْ ahum mengapa mereka يَقْسِمُونَ yaqsimūna mereka membagi-bagi رَحْمَتَ raḥmata rahmat رَبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu نَحْنُ naḥnu Kami قَسَمْنَا qasamnā Kami membagi-bagi بَيْنَهُم baynahum diantara mereka مَّعِيشَتَهُمْ maʿīshatahum penghidupan mereka فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami tinggikan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka فَوْقَ fawqa di atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat لِّيَتَّخِذَ liyattakhidha agar mengambil بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka بَعْضًۭا baʿḍan sebagian سُخْرِيًّۭا ۗ sukh'riyyan pekerjaan وَرَحْمَتُ waraḥmatu dan rahmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّا mimmā dari apa يَجْمَعُونَ yajmaʿūna mereka kumpulkan 32
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhan-mu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhan-mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu لَّجَعَلْنَا lajaʿalnā tentu Kami jadikan لِمَن liman bagi orang يَكْفُرُ yakfuru ingkar بِٱلرَّحْمَـٰنِ bil-raḥmāni kepada Yang Maha Pengasih لِبُيُوتِهِمْ libuyūtihim bagi rumah-rumah mereka سُقُفًۭا suqufan atap مِّن min dari فِضَّةٍۢ fiḍḍatin perak وَمَعَارِجَ wamaʿārija dan tangga عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya يَظْهَرُونَ yaẓharūna mereka menaiki 33
Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.
وَلِبُيُوتِهِمْ walibuyūtihim dan bagi rumah-rumah mereka أَبْوَٰبًۭا abwāban pintu-pintu وَسُرُرًا wasururan dan ranjang/dipan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya يَتَّكِـُٔونَ yattakiūna mereka bersandar 34
Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.
وَزُخْرُفًۭا ۚ wazukh'rufan dan perhiasan-perhiasan وَإِن wa-in dan tidaklah كُلُّ kullu semua ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَمَّا lammā melainkan مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةُ wal-ākhiratu dan akhirat عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 35
Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu, tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhan-mu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
وَمَن waman dan barang siapa يَعْشُ yaʿshu berpaling عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih نُقَيِّضْ nuqayyiḍ Kami tentukan لَهُۥ lahu baginya شَيْطَـٰنًۭا shayṭānan syaitan فَهُوَ fahuwa maka ia/syaitan لَهُۥ lahu baginya قَرِينٌۭ qarīnun teman 36
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur`ān), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَيَصُدُّونَهُمْ layaṣuddūnahum benar-benar menghalangi mereka عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira أَنَّهُم annahum bahwa sesungguhnya mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna mendapat petunjuk 37
Dan sesungguhnya, setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَنَا jāanā datang kepada Kami قَالَ qāla dia berkata يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكَ wabaynaka dan antara kamu بُعْدَ buʿ'da sejauh ٱلْمَشْرِقَيْنِ l-mashriqayni dua masyrik/barat dan timur فَبِئْسَ fabi'sa maka sejahat-jahat ٱلْقَرِينُ l-qarīnu teman 38
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (pada hari kiamat), dia berkata, "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".
وَلَن walan dan tidak يَنفَعَكُمُ yanfaʿakumu memberi manfaat kepadamu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari itu إِذ idh apabila ظَّلَمْتُمْ ẓalamtum kalian telah menganiaya أَنَّكُمْ annakum sesungguhnya kamu فِى fī dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مُشْتَرِكُونَ mush'tarikūna orang-orang yang bersekutu 39
(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu.
أَفَأَنتَ afa-anta apakah maka kamu تُسْمِعُ tus'miʿu dapat menjadikan mendengar ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang yang tuli أَوْ aw atau تَهْدِى tahdī kamu beri petunjuk ٱلْعُمْىَ l-ʿum'ya orang yang buta وَمَن waman dan orang كَانَ kāna adalah فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 40
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
فَإِمَّا fa-immā maka jika نَذْهَبَنَّ nadhhabanna sungguh Kami wafatkan بِكَ bika dengan kamu فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami مِنْهُم min'hum dari mereka مُّنتَقِمُونَ muntaqimūna orang-orang yang disiksa 41
Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).
أَوْ aw atau نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu ٱلَّذِى alladhī yang(azab) وَعَدْنَـٰهُمْ waʿadnāhum Kami ancamkan kepada kamu فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مُّقْتَدِرُونَ muq'tadirūna berkuasa 42
Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka 1. Maka sesungguhnya, Kami berkuasa atas mereka.
فَٱسْتَمْسِكْ fa-is'tamsik maka berpegang teguhlah kamu بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī kepada apa yang أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu عَلَىٰ ʿalā di atas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus 43
Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَذِكْرٌۭ ladhik'run benar-benar pengajaran لَّكَ laka bagimu وَلِقَوْمِكَ ۖ waliqawmika dan bagi kaummu وَسَوْفَ wasawfa dan kelak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya 44
Dan sesungguhnya, Al-Qur`ān itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.
وَسْـَٔلْ wasal dan tanyakan مَنْ man orang(rasul-rasul) أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu مِن min dari رُّسُلِنَآ rusulinā rasul-rasul Kami أَجَعَلْنَا ajaʿalnā adakah Kami jadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan يُعْبَدُونَ yuʿ'badūna maka disembah 45
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?"
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَقَالَ faqāla maka dia berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu utusan رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 46
Dan sesunguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُم jāahum dia datang pada mereka بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِذَا idhā tiba-tiba هُم hum mereka مِّنْهَا min'hā daripadanya يَضْحَكُونَ yaḍḥakūna mereka mentertawakan 47
Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya.
وَمَا wamā dan tidak نُرِيهِم nurīhim Kami perlihatkan pada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍ āyatin suatu ayat إِلَّا illā kecuali هِىَ hiya ia/ayat أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِنْ min dari أُخْتِهَا ۖ ukh'tihā saudaranya وَأَخَذْنَـٰهُم wa-akhadhnāhum dan Kami timpakan kepada mereka بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 48
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat, kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab 1 supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata يَـٰٓأَيُّهَ yāayyuha hai ٱلسَّاحِرُ l-sāḥiru ahli sihir ٱدْعُ ud'ʿu berdo'alah kamu لَنَا lanā untuk kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu بِمَا bimā dengan apa عَهِدَ ʿahida Dia janjikan عِندَكَ ʿindaka di sisimu إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami لَمُهْتَدُونَ lamuh'tadūna benar-benar mendapat petunjuk 49
Dan mereka berkata, "Hai ahli sihir1, berdoalah kepada Tuhan-mu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.
فَلَمَّا falammā maka tatkala كَشَفْنَا kashafnā Kami hilangkan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَنكُثُونَ yankuthūna mereka memungkiri 50
Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
وَنَادَىٰ wanādā dan berseru فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun فِى fī kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَلَيْسَ alaysa bukankah لِى lī kepunyaanku مُلْكُ mul'ku kerajaan مِصْرَ miṣ'ra Mesir وَهَـٰذِهِ wahādhihi dan ini ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِىٓ ۖ taḥtī bawahku أَفَلَا afalā apakah maka tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat 51
Dan Firʻawn berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
أَمْ am bukankah أَنَا۠ anā aku خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang هُوَ huwa ia مَهِينٌۭ mahīnun orang yang hina وَلَا walā dan tidak يَكَادُ yakādu hampir يُبِينُ yubīnu ia menjelaskan 52
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
فَلَوْلَآ falawlā maka mengapa tidak أُلْقِىَ ul'qiya dilemparkan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya أَسْوِرَةٌۭ aswiratun gelang مِّن min dari ذَهَبٍ dhahabin emas أَوْ aw atau جَآءَ jāa datang مَعَهُ maʿahu bersama ia ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat مُقْتَرِنِينَ muq'tarinīna menyertai 53
Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas 1 atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya."
فَٱسْتَخَفَّ fa-is'takhaffa maka ia meremehkan قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya فَأَطَاعُوهُ ۚ fa-aṭāʿūhu lalu mereka patuh kepadanya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik 54
Maka Firʻawn mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya, mereka adalah kaum yang fasik.
فَلَمَّآ falammā maka tatkala ءَاسَفُونَا āsafūnā mereka membuat Kami murka ٱنتَقَمْنَا intaqamnā Kami hukum مِنْهُمْ min'hum dari mereka فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ fa-aghraqnāhum lalu Kami tenggelamkan mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semua 55
Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka, lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
فَجَعَلْنَـٰهُمْ fajaʿalnāhum maka Kami jadikan mereka سَلَفًۭا salafan terdahulu وَمَثَلًۭا wamathalan dan perumpamaan لِّلْـَٔاخِرِينَ lil'ākhirīna bagi orang-orang yang kemudian 56
dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
۞ وَلَمَّا walammā dan tatkala ضُرِبَ ḍuriba dijadikan ٱبْنُ ub'nu anak مَرْيَمَ maryama Maryam مَثَلًا mathalan perumpamaan إِذَا idhā tiba-tiba قَوْمُكَ qawmuka kaummu مِنْهُ min'hu karenanya يَصِدُّونَ yaṣiddūna mereka gempar/bersorak 57
Dan tatkala putra Maryam (ʻIsa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata ءَأَـٰلِهَتُنَا aālihatunā apakah Tuhan kami خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمْ am atau هُوَ ۚ huwa dia مَا mā tidak ضَرَبُوهُ ḍarabūhu mereka menjadikannya لَكَ laka bagimu إِلَّا illā kecuali جَدَلًۢا ۚ jadalan bantahan بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka قَوْمٌ qawmun kaum خَصِمُونَ khaṣimūna mereka bertengkar 58
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (`Isa)? Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar1.
إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali عَبْدٌ ʿabdun seorang hamba أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami beri nikmat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَجَعَلْنَـٰهُ wajaʿalnāhu dan Kami jadikan dia مَثَلًۭا mathalan perumpamaan لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil 59
ʻIsa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Isrā`īl 1.
وَلَوْ walaw dan jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَجَعَلْنَا lajaʿalnā niscaya Kami jadikan مِنكُم minkum dari kamu مَّلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan malaikat-malaikat فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَخْلُفُونَ yakhlufūna mereka menggantikan 60
Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَعِلْمٌۭ laʿil'mun benar-benar pengetahuan لِّلسَّاعَةِ lilssāʿati tentang hari kiamat فَلَا falā maka janganlah تَمْتَرُنَّ tamtarunna kamu ragu-ragu بِهَا bihā dengannya وَٱتَّبِعُونِ ۚ wa-ittabiʿūni dan ikutilah Aku هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus 61
Dan sesungguhnya (turunnya) ʻIsa itu pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah-Aku. Inilah jalan yang lurus.
وَلَا walā dan jangan يَصُدَّنَّكُمُ yaṣuddannakumu memalingkan kamu ٱلشَّيْطَـٰنُ ۖ l-shayṭānu syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 62
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَ jāa datang عِيسَىٰ ʿīsā 'Isa بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan قَالَ qāla dia berkata قَدْ qad sesungguhnya جِئْتُكُم ji'tukum aku datang kepadamu بِٱلْحِكْمَةِ bil-ḥik'mati dengan hikmah وَلِأُبَيِّنَ wali-ubayyina dan untuk aku jelaskan لَكُم lakum bagi kalian بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan فِيهِ ۖ fīhi didalamnya فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatilah aku 63
Dan tatkala ʻIsa datang membawa keterangan dia berkata, "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat1 dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus 64
Sesungguhnya Allah Dia-lah Tuhan-ku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.
فَٱخْتَلَفَ fa-ikh'talafa maka berselisih ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu beberapa golongan مِنۢ min dari بَيْنِهِمْ ۖ baynihim antara mereka فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū zalim مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab يَوْمٍ yawmin hari أَلِيمٍ alīmin pedih 65
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).
هَلْ hal tidakkah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu إِلَّا illā kecuali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat أَن an bahwa تَأْتِيَهُم tatiyahum ia datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 66
Mereka tidak menunggu, kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.
ٱلْأَخِلَّآءُ al-akhilāu sahabat-sahabat akrab يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian عَدُوٌّ ʿaduwwun musuh إِلَّا illā kecuali ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 67
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.
يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-hambaKu لَا lā tidak ada خَوْفٌ khawfun ketakutan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari itu وَلَآ walā dan tidak أَنتُمْ antum kamu تَحْزَنُونَ taḥzanūna kamu bersedih 68
"Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri 69
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْجَنَّةَ l-janata surga أَنتُمْ antum kamu وَأَزْوَٰجُكُمْ wa-azwājukum dan isteri-isterimu تُحْبَرُونَ tuḥ'barūna kamu digembirakan 70
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu, dan istri-istri kamu digembirakan."
يُطَافُ yuṭāfu dikelilingi عَلَيْهِم ʿalayhim kepada mereka بِصِحَافٍۢ biṣiḥāfin dengan piring-piring مِّن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَأَكْوَابٍۢ ۖ wa-akwābin dan piala-piala وَفِيهَا wafīhā dan didalamnya(surga) مَا mā apa yang تَشْتَهِيهِ tashtahīhi diingininya ٱلْأَنفُسُ l-anfusu jiwa/hati وَتَلَذُّ wataladhu dan sedap ٱلْأَعْيُنُ ۖ l-aʿyunu mata وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 71
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya."
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga ٱلَّتِىٓ allatī yang أُورِثْتُمُوهَا ūrith'tumūhā diwariskan kepadanya بِمَا bimā sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 72
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.
لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya فَـٰكِهَةٌۭ fākihatun buah-buahan كَثِيرَةٌۭ kathīratun banyak مِّنْهَا min'hā daripadanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 73
Di dalam surga itu, ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebagiannya kamu makan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa فِى fī dalam عَذَابِ ʿadhābi azab جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 74
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahanam.
لَا lā tidak يُفَتَّرُ yufattaru diringankan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَهُمْ wahum dan mereka فِيهِ fīhi didalamnya مُبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang yang berputus asa 75
Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.
وَمَا wamā dan tidaklah ظَلَمْنَـٰهُمْ ẓalamnāhum Kami menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim/aniaya 76
Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
وَنَادَوْا۟ wanādaw dan mereka berseru يَـٰمَـٰلِكُ yāmāliku hai Malik لِيَقْضِ liyaqḍi hendaklah mengakhiri عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami رَبُّكَ ۖ rabbuka Tuhanmu قَالَ qāla ia berkata إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مَّـٰكِثُونَ mākithūna orang-orang yang tetap tinggal 77
Mereka berseru, "Hai Malik1, biarlah Tuhan-mu membunuh kami saja". Dia menjawab, "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
لَقَدْ laqad sesungguhnya جِئْنَـٰكُم ji'nākum Kami datang kepadamu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَكُمْ aktharakum kebanyakan kamu لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi pada kebenaran كَـٰرِهُونَ kārihūna benci 78
Sesungguhnya Kami benar-benar telah memhawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
أَمْ am bahkan أَبْرَمُوٓا۟ abramū mereka menetapkan أَمْرًۭا amran suatu perkara فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami مُبْرِمُونَ mub'rimūna menetapkan 79
Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka 1.
أَمْ am atau يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira أَنَّا annā bahwasanya kami لَا lā tidak نَسْمَعُ nasmaʿu mendengar سِرَّهُمْ sirrahum rahasia mereka وَنَجْوَىٰهُم ۚ wanajwāhum dan bisik-bisik mereka بَلَىٰ balā ya/sebenarnya وَرُسُلُنَا warusulunā dan utusan-utusan Kami لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka يَكْتُبُونَ yaktubūna mereka tulis 80
Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.
قُلْ qul katakanlah إِن in jika كَانَ kāna adalah لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi Yang Maha Pengasih وَلَدٌۭ waladun seorang anak فَأَنَا۠ fa-anā maka aku أَوَّلُ awwalu pertama-tama ٱلْعَـٰبِدِينَ l-ʿābidīna orang yang menyembah 81
Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan 82
Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya arasy dari apa yang mereka sifatkan itu.
فَذَرْهُمْ fadharhum maka biarkanlah mereka يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka sesat وَيَلْعَبُوا۟ wayalʿabū dan mereka bermain-main حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُلَـٰقُوا۟ yulāqū mereka menemui يَوْمَهُمُ yawmahumu hari mereka ٱلَّذِى alladhī yang يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka dijanjikan 83
Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَـٰهٌۭ ۚ ilāhun Tuhan وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 84
Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَتَبَارَكَ watabāraka dan Maha Suci Engkau ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagi-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa yang بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya وَعِندَهُۥ waʿindahu dan di sisi-Nya عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 85
Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan di sisi-Nya-lah pengetahuan tentang hari kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
وَلَا walā dan tidak يَمْلِكُ yamliku memiliki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari دُونِهِ dūnihi selain ٱلشَّفَـٰعَةَ l-shafāʿata pertolongan/syafa'at إِلَّا illā kecuali مَن man orang شَهِدَ shahida dia menyaksikan/mengakui بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan yang benar وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 86
Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafaat, akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya) 1.
وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya pada mereka مَّنْ man siapa خَلَقَهُمْ khalaqahum menciptakan mereka لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka mengatakan ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan 87
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,
وَقِيلِهِۦ waqīlihi dan perkataannya يَـٰرَبِّ yārabbi wahai Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 88
dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman".
فَٱصْفَحْ fa-iṣ'faḥ maka maafkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقُلْ waqul dan katakanlah سَلَـٰمٌۭ ۚ salāmun selamat/sejahtera فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka akan mengetahui 89
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)." Kelak, mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).
حمٓ hha-meem Haa Miim. 1
Ḥā Mīm 1.
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi demi kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang jelas 2
Demi Kitab (Al-Qur`ān) yang menjelaskan,
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami menurunkannya فِى fī pada لَيْلَةٍۢ laylatin malam hari مُّبَـٰرَكَةٍ ۚ mubārakatin yang diberkati إِنَّا innā sesungguhnya Kami كُنَّا kunnā adalah Kami مُنذِرِينَ mundhirīna Pemberi peringatan 3
sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi 1 dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
فِيهَا fīhā didalamnya يُفْرَقُ yuf'raqu dijelaskan كُلُّ kullu segala أَمْرٍ amrin perkara/urusan حَكِيمٍ ḥakīmin hikmah/bijaksana 4
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah 1,
أَمْرًۭا amran perintah/urusan مِّنْ min dari عِندِنَآ ۚ ʿindinā sisi Kami إِنَّا innā sesungguhnya Kami كُنَّا kunnā adalah Kami مُرْسِلِينَ mur'silīna yang mengutus 5
(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,
رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 6
sebagai rahmat dari Tuhan-mu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
رَبِّ rabbi Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَآ ۖ baynahumā yang ada di antara keduanya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّوقِنِينَ mūqinīna orang yang meyakini 7
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan وَيُمِيتُ ۖ wayumītu dan Dia mematikan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَرَبُّ warabbu dan Tuhan ءَابَآئِكُمُ ābāikumu bapak-bapak kamu ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu 8
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan. (Dia-lah) Tuhan-mu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.
بَلْ bal tetapi هُمْ hum mereka فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain-main 9
Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.
فَٱرْتَقِبْ fa-ir'taqib maka tunggulah يَوْمَ yawma hari تَأْتِى tatī datang/membawa ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit بِدُخَانٍۢ bidukhānin dengan asap/kabut مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 10
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata 1,
يَغْشَى yaghshā menutupi ٱلنَّاسَ ۖ l-nāsa manusia هَـٰذَا hādhā ini عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih 11
yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.
رَّبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱكْشِفْ ik'shif hilangkanlah عَنَّا ʿannā dari kami ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab إِنَّا innā sesungguhnya kami مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman 12
(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman."
أَنَّىٰ annā bagaimana لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā peringatan وَقَدْ waqad dan sungguh جَآءَهُمْ jāahum telah datang kepada mereka رَسُولٌۭ rasūlun seorang rasul مُّبِينٌۭ mubīnun nyata/jelas 13
Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan,
ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling عَنْهُ ʿanhu dari padanya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مُعَلَّمٌۭ muʿallamun seorang yang diajar مَّجْنُونٌ majnūnun seorang gila 14
kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila1".
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَاشِفُوا۟ kāshifū menghilangkan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab قَلِيلًا ۚ qalīlan sedikit إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian عَآئِدُونَ ʿāidūna orang-orang yang kembali 15
Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
يَوْمَ yawma pada hari نَبْطِشُ nabṭishu Kami menghantam/menyerang ٱلْبَطْشَةَ l-baṭshata hantaman/serangan ٱلْكُبْرَىٰٓ l-kub'rā yang keras إِنَّا innā sesungguhnya Kami مُنتَقِمُونَ muntaqimūna pemberi siksaan 16
(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras 1. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمَ qawma kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَجَآءَهُمْ wajāahum dan telah datang kepada mereka رَسُولٌۭ rasūlun seorang rasul كَرِيمٌ karīmun yang mulia 17
Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Firʻawn dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia,
أَنْ an hendaklah أَدُّوٓا۟ addū serahkan إِلَىَّ ilayya kepadaku عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang rasul أَمِينٌۭ amīnun terpercaya 18
(dengan berkata), "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Isrā`īl yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu,
وَأَن wa-an dan sesungguhnya لَّا lā janganlah تَعْلُوا۟ taʿlū kamu menyombongkan diri عَلَى ʿalā terhadap ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَاتِيكُم ātīkum aku datang kepadamu بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan kekuasaan/bukti مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 19
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku عُذْتُ ʿudh'tu aku berlindung بِرَبِّى birabbī kepada Tuhanku وَرَبِّكُمْ warabbikum dan Tuhanmu أَن an bahwa تَرْجُمُونِ tarjumūni kamu akan merajamku 20
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan-ku dan Tuhan-mu dari keinginanmu merajamku,
وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman لِى lī kepadaku فَٱعْتَزِلُونِ fa-iʿ'tazilūni maka tinggalkanlah aku 21
dan jika kamu tidak beriman kepadaku, maka biarkanlah aku (memimpin Bani Isrā`īl)".
فَدَعَا fadaʿā maka dia berdo'a رَبَّهُۥٓ rabbahu Tuhannya أَنَّ anna bahwasanya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّجْرِمُونَ muj'rimūna orang-orang yang berdosa 22
Kemudian Musa berdoa kepada Tuhan-nya, "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)".
فَأَسْرِ fa-asri maka berjalanlah kamu بِعِبَادِى biʿibādī dengan hamba-hamba-Ku لَيْلًا laylan pada malam hari إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مُّتَّبَعُونَ muttabaʿūna orang-orang yang diikuti/di kejar 23
(Allah berfirman), "Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar,
وَٱتْرُكِ wa-ut'ruki dan tinggalkan/biarkan ٱلْبَحْرَ l-baḥra laut رَهْوًا ۖ rahwan tenang إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka جُندٌۭ jundun bala tentara مُّغْرَقُونَ mugh'raqūna orang-orang yang ditenggelamkan 24
dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan".
كَمْ kam berapa banyak تَرَكُوا۟ tarakū mereka tinggalkan مِن min dari جَنَّـٰتٍۢ jannātin taman-taman وَعُيُونٍۢ waʿuyūnin dan mata air 25
Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan,
وَزُرُوعٍۢ wazurūʿin dan tanaman-tanaman وَمَقَامٍۢ wamaqāmin dan tempat-tempat كَرِيمٍۢ karīmin mulia/indah 26
dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah,
وَنَعْمَةٍۢ wanaʿmatin dan kenikmatan كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهَا fīhā di dalamnya فَـٰكِهِينَ fākihīna bersenang-senang 27
dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya,
كَذَٰلِكَ ۖ kadhālika seperti demikian وَأَوْرَثْنَـٰهَا wa-awrathnāhā Kami wariskannya قَوْمًا qawman kaum ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain 28
demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.
فَمَا famā maka tidaklah بَكَتْ bakat menangis عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi وَمَا wamā dan tidak ada كَانُوا۟ kānū mereka مُنظَرِينَ munẓarīna orang-orang yang diberi tangguh 29
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhya نَجَّيْنَا najjaynā Kami telah menyelamatkan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْمُهِينِ l-muhīni yang hina 30
Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Isrā`īl dari siksaan yang menghinakan,
مِن min dari فِرْعَوْنَ ۚ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya كَانَ kāna adalah عَالِيًۭا ʿāliyan tinggi/sombong مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas 31
dari (azab) Firʻawn . Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong; salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.
وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱخْتَرْنَـٰهُمْ ikh'tarnāhum Kami telah memilih mereka عَلَىٰ ʿalā dengan عِلْمٍ ʿil'min pengetahuan عَلَى ʿalā di atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta 32
Dan sesungguhnya, telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa 1.
وَءَاتَيْنَـٰهُم waātaynāhum dan Kami telah berikan kepada mereka مِّنَ mina dari ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda مَا mā apa yang فِيهِ fīhi di dalamnya بَلَـٰٓؤٌۭا۟ balāon percobaan/ujian مُّبِينٌ mubīnun nyata 33
Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata 1.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu لَيَقُولُونَ layaqūlūna benar-benar mereka berkata 34
Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata,
إِنْ in bahwa هِىَ hiya ia إِلَّا illā kecuali مَوْتَتُنَا mawtatunā kematian kami ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami بِمُنشَرِينَ bimunsharīna orang-orang yang di bangkitkan 35
"tidak ada kematian, selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan 1,
فَأْتُوا۟ fatū maka datanglah بِـَٔابَآئِنَآ biābāinā dengan bapak-bapak kami إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 36
maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar".
أَهُمْ ahum apakah mereka خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمْ am atau قَوْمُ qawmu kaum تُبَّعٍۢ tubbaʿin Tubba' وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka أَهْلَكْنَـٰهُمْ ۖ ahlaknāhum Kami telah membinasakan mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa 37
Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubbaʻ dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa 1.
وَمَا wamā dan tidak خَلَقْنَا khalaqnā Kami menciptakan/menjadikan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya لَـٰعِبِينَ lāʿibīna bermain-main 38
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.
مَا mā tidak خَلَقْنَـٰهُمَآ khalaqnāhumā Kami menjadikan keduanya إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 39
Kami tidak menciptakan keduanya, melainkan dengan hak, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
إِنَّ inna sesungguhnya يَوْمَ yawma hari ٱلْفَصْلِ l-faṣli keputusan مِيقَـٰتُهُمْ mīqātuhum waktu mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 40
Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,
يَوْمَ yawma hari لَا lā tidak يُغْنِى yugh'nī berguna مَوْلًى mawlan kawan karib عَن ʿan dari مَّوْلًۭى mawlan kawan karib شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikit وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka mendapat pertolongan 41
yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikit pun dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,
إِلَّا illā kecuali مَن man orang رَّحِمَ raḥima merahmati ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 42
kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya شَجَرَتَ shajarata pohon ٱلزَّقُّومِ l-zaqūmi zaqqum 43
Sesungguhnya pohon zakum itu1,
طَعَامُ ṭaʿāmu makanan ٱلْأَثِيمِ l-athīmi orang yang berdosa 44
makanan orang yang banyak berdosa.
كَٱلْمُهْلِ kal-muh'li seperti minyak يَغْلِى yaghlī ia mendidih فِى fī di dalam ٱلْبُطُونِ l-buṭūni perut 45
(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,
كَغَلْىِ kaghalyi seperti mendidihnya ٱلْحَمِيمِ l-ḥamīmi air yang sangat panas 46
seperti mendidihnya air yang sangat panas.
خُذُوهُ khudhūhu tangkaplah dia فَٱعْتِلُوهُ fa-iʿ'tilūhu lalu seretlah dia إِلَىٰ ilā sampai سَوَآءِ sawāi ke tengah-tengah ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka jahim 47
Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka.
ثُمَّ thumma kemudian صُبُّوا۟ ṣubbū tuangkanlah فَوْقَ fawqa di atas رَأْسِهِۦ rasihi kepalanya مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab ٱلْحَمِيمِ l-ḥamīmi air yang sangat panas 48
Kemudian, tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas.
ذُقْ dhuq rasakanlah إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu أَنتَ anta kamu ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu seorang perkasa ٱلْكَرِيمُ l-karīmu seorang mulia 49
Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia 1.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa (azab) كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi padanya تَمْتَرُونَ tamtarūna kamu meragukan 50
Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa فِى fī dalam مَقَامٍ maqāmin tempat أَمِينٍۢ amīnin aman 51
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,
فِى fī dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin taman-taman وَعُيُونٍۢ waʿuyūnin dan mata air 52
(yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;
يَلْبَسُونَ yalbasūna mereka memakai مِن min dari سُندُسٍۢ sundusin kain sutera halus وَإِسْتَبْرَقٍۢ wa-is'tabraqin dan sutera tebal مُّتَقَـٰبِلِينَ mutaqābilīna mereka berhadap-hadapan 53
mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian وَزَوَّجْنَـٰهُم wazawwajnāhum Kami jodohkan mereka بِحُورٍ biḥūrin dengan jelita/bidadari عِينٍۢ ʿīnin matanya 54
demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.
يَدْعُونَ yadʿūna mereka meminta فِيهَا fīhā di dalamnya بِكُلِّ bikulli dengan segala macam فَـٰكِهَةٍ fākihatin buah-buahan ءَامِنِينَ āminīna dengan aman 55
Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) 1,
لَا lā tidak يَذُوقُونَ yadhūqūna mereka merasakan فِيهَا fīhā di dalamnya ٱلْمَوْتَ l-mawta mati إِلَّا illā kecuali ٱلْمَوْتَةَ l-mawtata kematian ٱلْأُولَىٰ ۖ l-ūlā pertama وَوَقَىٰهُمْ wawaqāhum dan Dia memelihara mereka عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka jahim 56
mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya, kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,
فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar 57
sebagai karunia dari Tuhan-mu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya يَسَّرْنَـٰهُ yassarnāhu Kami mudahkannya بِلِسَانِكَ bilisānika dengan lisan/bahasamu لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka mendapat pelajaran 58
Sesungguhnya, Kami mudahkan Al-Qur`ān itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.
فَٱرْتَقِبْ fa-ir'taqib maka tunggulah إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّرْتَقِبُونَ mur'taqibūna orang-orang yang menunggu 59
Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).
حمٓ hha-meem Haa miim 1
Ḥā Mīm 1.
تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana 2
Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar terdapat tanda-tanda لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 3
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.
وَفِى wafī dan pada خَلْقِكُمْ khalqikum menciptakan kalian وَمَا wamā dan apa yang يَبُثُّ yabuthu bertebaran مِن min dari دَآبَّةٍ dābbatin binatang ternak ءَايَـٰتٌۭ āyātun tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini 4
Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,
وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan pergantian ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَمَآ wamā dan apa yang أَنزَلَ anzala diturunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مِن min dari رِّزْقٍۢ riz'qin rezeki فَأَحْيَا fa-aḥyā lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا mawtihā matinya وَتَصْرِيفِ wataṣrīfi dan perkisaran ٱلرِّيَـٰحِ l-riyāḥi angin ءَايَـٰتٌۭ āyātun tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal 5
dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit, lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
تِلْكَ til'ka itulah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakan عَلَيْكَ ʿalayka atas kamu بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar فَبِأَىِّ fabi-ayyi maka dengan yang mana حَدِيثٍۭ ḥadīthin perkataan بَعْدَ baʿda sesudah ٱللَّهِ l-lahi Allah وَءَايَـٰتِهِۦ waāyātihi dan ayat-ayat-Nya يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 6
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
وَيْلٌۭ waylun kecelakaanlah لِّكُلِّ likulli bagi tiap-tiap أَفَّاكٍ affākin banyak berdusta أَثِيمٍۢ athīmin berdosa 7
Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,
يَسْمَعُ yasmaʿu dia mendengar ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ثُمَّ thumma kemudian يُصِرُّ yuṣirru dia tetap مُسْتَكْبِرًۭا mus'takbiran menyombongkan diri كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak يَسْمَعْهَا ۖ yasmaʿhā dia mendengar فَبَشِّرْهُ fabashir'hu maka beri kabar gembira بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍۢ alīmin pedih 8
dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila عَلِمَ ʿalima dia mengetahui مِنْ min dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami شَيْـًٔا shayan sesuatu ٱتَّخَذَهَا ittakhadhahā dia menjadikannya هُزُوًا ۚ huzuwan ejekan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan 9
Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah 1 yang memperoleh azab yang menghinakan.
مِّن min dari وَرَآئِهِمْ warāihim belakang mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam وَلَا walā dan tidak يُغْنِى yugh'nī berguna عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa-apa كَسَبُوا۟ kasabū yang mereka kerjakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak مَا mā apa yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka jadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْلِيَآءَ ۖ awliyāa penolong وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar 10
Di hadapan mereka neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar.
هَـٰذَا hādhā ini هُدًۭى ۖ hudan petunjuk وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مِّن min dari رِّجْزٍ rij'zin siksaan أَلِيمٌ alīmun pedih 11
Ini (Al-Qur`ān) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhan-nya bagi mereka azab, yaitu siksaan yang sangat pedih.
۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang سَخَّرَ sakhara menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan لِتَجْرِىَ litajriya supaya berlayar ٱلْفُلْكُ l-ful'ku perahu فِيهِ fīhi di dalamnya/padanya بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi dengan perintah-Nya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 12
Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.
وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa yang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya مِّنْهُ ۚ min'hu dari pada-Nya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar terdapat tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir 13
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.
قُل qul katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يَغْفِرُوا۟ yaghfirū mereka memaafkan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang لَا lā tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharap أَيَّامَ ayyāma hari-hari ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيَجْزِىَ liyajziya untuk Dia memberi balasan قَوْمًۢا qawman kaum بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan 14
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah 1 karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَنْ waman dan barang siapa أَسَآءَ asāa berbuat kejahatan فَعَلَيْهَا ۖ faʿalayhā maka atasnya ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan 15
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhan-mulah kamu dikembalikan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al kitab وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hukkum-hukum وَٱلنُّبُوَّةَ wal-nubuwata dan kenabian وَرَزَقْنَـٰهُم warazaqnāhum dan Kami berikan mereka rezeki مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَفَضَّلْنَـٰهُمْ wafaḍḍalnāhum dan Kami lebihkan mereka عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta 16
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Isrā`īl Alkitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian, dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik, dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).
وَءَاتَيْنَـٰهُم waātaynāhum dan Kami berikan kepada mereka بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin keterangan-keterangan مِّنَ mina dari ٱلْأَمْرِ ۖ l-amri urusan فَمَا famā maka tidak ٱخْتَلَفُوٓا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu ilmu pengetahuan بَغْيًۢا baghyan kedengkian بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَقْضِى yaqḍī Dia akan memutuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan 17
Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama), maka mereka tidak berselisih, melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.
ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami jadikan kamu عَلَىٰ ʿalā atas شَرِيعَةٍۢ sharīʿatin suatu syari'at مِّنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan itu فَٱتَّبِعْهَا fa-ittabiʿ'hā maka ikutilah ia وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَ ahwāa keinginan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 18
Kemudian, Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَن lan tidak يُغْنُوا۟ yugh'nū mereka dapat menolak عَنكَ ʿanka dari kamu مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا ۚ shayan sedikit وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang ynag zalim بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu penolong/pelindung بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَلِىُّ waliyyu penolong/pelindung ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa 19
Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikit pun dari (siksaan) Allah. Dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.
هَـٰذَا hādhā ini بَصَـٰٓئِرُ baṣāiru pedoman لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini 20
Al-Qur`ān ini adalah pedoman bagi manusia; petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
أَمْ am ataukah/apakah حَسِبَ ḥasiba mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱجْتَرَحُوا۟ ij'taraḥū mereka berbuat ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan أَن an bahwa نَّجْعَلَهُمْ najʿalahum Kami menjadikan mereka كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan سَوَآءًۭ sawāan sama مَّحْيَاهُمْ maḥyāhum kehidupan mereka وَمَمَاتُهُمْ ۚ wamamātuhum dan kematian mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa yang يَحْكُمُونَ yaḥkumūna mereka putuskan 21
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
وَخَلَقَ wakhalaqa dan menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَلِتُجْزَىٰ walituj'zā dan untuk diberi balasan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin jiwa بِمَا bimā dengan apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya/dirugikan 22
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan.
أَفَرَءَيْتَ afara-ayta adakah kamu melihat مَنِ mani orang ٱتَّخَذَ ittakhadha ia menjadikan إِلَـٰهَهُۥ ilāhahu Tuhannya هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya وَأَضَلَّهُ wa-aḍallahu dan membiarkan sesat padanya ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan وَخَتَمَ wakhatama dan Dia menutup عَلَىٰ ʿalā atas سَمْعِهِۦ samʿihi pendengarannya وَقَلْبِهِۦ waqalbihi dan hatinya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan عَلَىٰ ʿalā atas بَصَرِهِۦ baṣarihi penglihatannya غِشَـٰوَةًۭ ghishāwatan tutupan فَمَن faman maka siapakah يَهْدِيهِ yahdīhi memberi petunjuk kepadanya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/mengambil pelajaran 23
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya 1 dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا mā tidaklah هِىَ hiya ini إِلَّا illā kecuali حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kami ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia نَمُوتُ namūtu kami mati وَنَحْيَا wanaḥyā dan kami hidup وَمَا wamā dan tidak يُهْلِكُنَآ yuh'likunā membinasakan kami إِلَّا illā kecuali ٱلدَّهْرُ ۚ l-dahru masa وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum mereka mempunyai بِذَٰلِكَ bidhālika tentang itu مِنْ min dari عِلْمٍ ۖ ʿil'min pengetahuan إِنْ in tidaklah هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga-duga 24
Dan mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja; kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa"; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu; mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin nyata/jelas مَّا mā tidak كَانَ kāna adalah حُجَّتَهُمْ ḥujjatahum bantahan mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan ٱئْتُوا۟ i'tū datangkanlah بِـَٔابَآئِنَآ biābāinā dengan bapak-bapak kami إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 25
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan, "Datangkanlah nenek moyang kami, jika kamu adalah orang-orang yang benar.
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُحْيِيكُمْ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يَجْمَعُكُمْ yajmaʿukum Dia mengumpulkan kamu إِلَىٰ ilā pada يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi didalamnya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 26
Katakanlah, "Allah-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu; setelah itu, mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَيَوْمَ wayawma dan hari تَقُومُ taqūmu terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَخْسَرُ yakhsaru rugilah ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang mengerjakan kebathilan 27
Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan.
وَتَرَىٰ watarā dan kamu lihat كُلَّ kulla tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat جَاثِيَةًۭ ۚ jāthiyatan berlutut كُلُّ kullu setiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat تُدْعَىٰٓ tud'ʿā dipanggil إِلَىٰ ilā kepada كِتَـٰبِهَا kitābihā kitabnya/catatannya ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan مَا mā apa yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 28
Dan (pada hari itu), kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu, kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
هَـٰذَا hādhā ini كِتَـٰبُنَا kitābunā kitab/catatan kami يَنطِقُ yanṭiqu ia menuturkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar إِنَّا innā sesungguhnya Kami كُنَّا kunnā adalah Kami نَسْتَنسِخُ nastansikhu Kami menyuruh mencatat مَا mā apa yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 29
(Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan."
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan فَيُدْخِلُهُمْ fayud'khiluhum maka memasukkan mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka فِى fī dalam رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata 30
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَفَلَمْ afalam apakah belum/tidak تَكُنْ takun adalah ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَٱسْتَكْبَرْتُمْ fa-is'takbartum lalu kamu menyombngkan diri وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian قَوْمًۭا qawman kaum مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa 31
Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan), "Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan kepadamu, lalu kamu menyombongkan diri dan kamu jadi kaum yang berbuat dosa?"
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَٱلسَّاعَةُ wal-sāʿatu dan kiamat لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَا fīhā didalamnya قُلْتُم qul'tum kamu mengatakan مَّا mā tidak نَدْرِى nadrī kami tahu مَا mā apa ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat itu إِن in tidaklah نَّظُنُّ naẓunnu kami mengira إِلَّا illā kecuali ظَنًّۭا ẓannan dugaan وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami بِمُسْتَيْقِنِينَ bimus'tayqinīna orang-orang yang meyakini 32
Dan apabila dikatakan (kepadamu), "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya", niscaya kamu menjawab, "Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu; kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)".
وَبَدَا wabadā dan nyata لَهُمْ lahum bagi mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejelekan-kejelekan مَا mā apa yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka perbuat وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim pada mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokan 33
Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya.
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari نَنسَىٰكُمْ nansākum Kami melupakan كَمَا kamā sebagaimana نَسِيتُمْ nasītum kamu melupakan لِقَآءَ liqāa perjumpaan يَوْمِكُمْ yawmikum harimu هَـٰذَا hādhā ini وَمَأْوَىٰكُمُ wamawākumu dan tempat tinggalmu ٱلنَّارُ l-nāru neraka وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna seorang penolong 34
Dan dikatakan (kepada mereka), "Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong.
ذَٰلِكُم dhālikum demikian tiu بِأَنَّكُمُ bi-annakumu karena sesungguhnya kamu ٱتَّخَذْتُمْ ittakhadhtum kalian menjadikan ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُزُوًۭا huzuwan olok-olokan وَغَرَّتْكُمُ wagharratkumu dan telah menipu kamu ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari لَا lā tidak يُخْرَجُونَ yukh'rajūna mereka dikeluarkan مِنْهَا min'hā darinya(neraka) وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُسْتَعْتَبُونَ yus'taʿtabūna mereka diberi kesempatan bertaubat 35
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini, mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji رَبِّ rabbi Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَرَبِّ warabbi dan Tuhan ٱلْأَرْضِ l-arḍi Bumi رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 36
Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.
وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْكِبْرِيَآءُ l-kib'riyāu kebesaran فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 37
Dan bagi-Nya-lah keagungan di langit dan bumi, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.