Juz 26
Al-Ahqaf (1-35), Muhammad (1-38), Al-Fath (1-29), Al-Hujurat (1-18), Qaf (1-45), Adh-Dhariyat (1-30)
حمٓ hha-meem Haa Miim 1
ῌā Mīm1.
تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana 2
Diturunkan kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
مَا mā tidak خَلَقْنَا khalaqnā Kami menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa yang ada بَيْنَهُمَآ baynahumā diantara keduanya إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَأَجَلٍۢ wa-ajalin dan waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَمَّآ ʿammā dari apa أُنذِرُوا۟ undhirū mereka diperingatkan مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna oran-orang yang berpaling 3
Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُم ara-aytum adakah kamu perhatikan مَّا mā apa yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَرُونِى arūnī perlihatkan kepadaku مَاذَا mādhā apa yang خَلَقُوا۟ khalaqū mereka ciptakan مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka شِرْكٌۭ shir'kun berserikat فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ۖ l-samāwāti langit(jamak) ٱئْتُونِى i'tūnī datangkan kepadaku بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah kitab مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum هَـٰذَآ hādhā ini أَوْ aw atau أَثَـٰرَةٍۢ athāratin bekas-bekas/peninggalan مِّنْ min dari عِلْمٍ ʿil'min ilmu pengetahuan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 4
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al-Qur`ān) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar".
وَمَنْ waman dan siapa أَضَلُّ aḍallu lebih sesat مِمَّن mimman dari pada orang يَدْعُوا۟ yadʿū mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَن man orang/sesembahan لَّا lā tidak يَسْتَجِيبُ yastajību ia dapat memperkenankan لَهُۥٓ lahu padanya إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَهُمْ wahum dan mereka عَن ʿan dari دُعَآئِهِمْ duʿāihim do'a mereka غَـٰفِلُونَ ghāfilūna mereka lalai 5
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
وَإِذَا wa-idhā dan apabila حُشِرَ ḥushira dikumpulkan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia كَانُوا۟ kānū adalah mereka/sesembahan لَهُمْ lahum bagi mereka أَعْدَآءًۭ aʿdāan musuh-musuh وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka(sesembahan) بِعِبَادَتِهِمْ biʿibādatihim pada pemujaan mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna mereka mengingkari 6
Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin menjelaskan قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi pada kebenaran لَمَّا lammā ketika جَآءَهُمْ jāahum ia datang kepada mereka هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌ mubīnun nyata 7
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini adalah sihir yang nyata".
أَمْ am atau/bahkan يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu dia mengada-adakannya قُلْ qul katakanlah إِنِ ini jika ٱفْتَرَيْتُهُۥ if'taraytuhu aku mengada-adakannya فَلَا falā maka tidaklah تَمْلِكُونَ tamlikūna kamu memiliki/kuasa لِى lī bagi aku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا ۖ shayan sesuatupun هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa-apa تُفِيضُونَ tufīḍūna kamu percakapkan فِيهِ ۖ fīhi padanya كَفَىٰ kafā cukuplah بِهِۦ bihi dengan dia شَهِيدًۢا shahīdan menjadi saksi بَيْنِى baynī antaraku وَبَيْنَكُمْ ۖ wabaynakum dan antara kamu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 8
Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur`ān)", Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur`ān itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
قُلْ qul katakanlah مَا mā tidaklah كُنتُ kuntu aku adalah بِدْعًۭا bid'ʿan yang pertama مِّنَ mina dari ٱلرُّسُلِ l-rusuli rasul-rasul وَمَآ wamā dan tidak أَدْرِى adrī aku mnegetahui مَا mā apa yang يُفْعَلُ yuf'ʿalu akan diperbuat بِى bī terhadapku وَلَا walā dan tidak بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian إِنْ in tidak أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti إِلَّا illā kecuali مَا mā apa yang يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku إِلَّا illā kecuali نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun nyata 9
Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah kamu lihat إِن in jika كَانَ kāna adalah ia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَفَرْتُم wakafartum dan kamu mengingkari بِهِۦ bihi padanya وَشَهِدَ washahida dan menyaksikan شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi مِّنۢ min dari بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil عَلَىٰ ʿalā atas مِثْلِهِۦ mith'lihi perumpamaannya فَـَٔامَنَ faāmana lalu dia beriman وَٱسْتَكْبَرْتُمْ ۖ wa-is'takbartum dan kamu menyombongkan diri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 10
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur`ān itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Isrā`īl1 mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al-Qur`ān lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَوْ law jika ia كَانَ kāna adalah خَيْرًۭا khayran baik مَّا mā tidak سَبَقُونَآ sabaqūnā mereka mendahului kami إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya وَإِذْ wa-idh dan karena لَمْ lam tidak يَهْتَدُوا۟ yahtadū mereka mendapat petunjuk بِهِۦ bihi dengannya فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka mereka akan mengatakan هَـٰذَآ hādhā ini إِفْكٌۭ if'kun kedustaan قَدِيمٌۭ qadīmun lama 11
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Kalau sekiranya dia (Al-Qur`ān) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya"1. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, "Ini adalah dusta yang lama".
وَمِن wamin dan dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya كِتَـٰبُ kitābu kitab مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِمَامًۭا imāman petunjuk وَرَحْمَةًۭ ۚ waraḥmatan dan rahmat وَهَـٰذَا wahādhā dan ini كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab مُّصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّسَانًا lisānan lisan/bahasa عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan Arab لِّيُنذِرَ liyundhira untuk memberi peringatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū zalim وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan memberi kabar gembira لِلْمُحْسِنِينَ lil'muḥ'sinīna kepada orang-orang yang berbuat baik 12
Dan sebelum Al-Qur`ān itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al-Qur`ān) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū mengatakan رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱللَّهُ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka meneguhkan فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati 13
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istikamah1 maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya جَزَآءًۢ jazāan balasan بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 14
Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami wasiatkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi terhadap kedua orang tuanya إِحْسَـٰنًا ۖ iḥ'sānan berbuat baik حَمَلَتْهُ ḥamalathu mengandungnya أُمُّهُۥ ummuhu ibunya كُرْهًۭا kur'han susah payah وَوَضَعَتْهُ wawaḍaʿathu dan melahirkannya كُرْهًۭا ۖ kur'han susah payah وَحَمْلُهُۥ waḥamluhu dan mengandungnya وَفِصَـٰلُهُۥ wafiṣāluhu dan menyapihnya ثَلَـٰثُونَ thalāthūna tiga puluh شَهْرًا ۚ shahran bulan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila بَلَغَ balagha dia sampai أَشُدَّهُۥ ashuddahu dewasanya وَبَلَغَ wabalagha dan sampai أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh سَنَةًۭ sanatan tahun قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhan أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī Tunjukilah aku أَنْ an untuk أَشْكُرَ ashkura aku bersyukur نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat Engkau ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau beri nikmat عَلَىَّ ʿalayya kepadaku وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku وَأَنْ wa-an dan agar أَعْمَلَ aʿmala aku beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan shaleh تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridhainya وَأَصْلِحْ wa-aṣliḥ dan berilah kebaikan لِى lī kepadaku فِى fī pada ذُرِّيَّتِىٓ ۖ dhurriyyatī keturunanku إِنِّى innī sesungguhnya aku تُبْتُ tub'tu aku bertaubat إِلَيْكَ ilayka kepada-Mu وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku مِنَ mina termasuk/dari ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri 15
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo`a, "Ya Tuhan-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَتَقَبَّلُ nataqabbalu Kami terima عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَا mā apa yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَنَتَجَاوَزُ wanatajāwazu dan Kami hapus عَن ʿan dari سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan mereka فِىٓ fī dalam أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga وَعْدَ waʿda janji ٱلصِّدْقِ l-ṣid'qi benar ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka dijanjikan 16
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan orang yang قَالَ qāla berkata لِوَٰلِدَيْهِ liwālidayhi pada kedua orang tuanya أُفٍّۢ uffin hus/cis لَّكُمَآ lakumā bagi kamu berdua أَتَعِدَانِنِىٓ ataʿidāninī apakah kamu berdua mengancamku أَنْ an bahwa أُخْرَجَ ukh'raja aku akan dibangkitkan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَتِ khalati telah berlalu ٱلْقُرُونُ l-qurūnu ummat-ummat مِن min dari قَبْلِى qablī sebelumku وَهُمَا wahumā dan keduanya يَسْتَغِيثَانِ yastaghīthāni keduanya memohon pertolongan ٱللَّهَ l-laha Allah وَيْلَكَ waylaka celaka kamu ءَامِنْ āmin berimanlah إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar فَيَقُولُ fayaqūlu maka dia berkata مَا mā tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongengan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu 17
Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya, "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka".
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَقَّ ḥaqqa telah pasti عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan فِىٓ fī pada أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang merugi 18
Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap دَرَجَـٰتٌۭ darajātun derajat مِّمَّا mimmā dari apa عَمِلُوا۟ ۖ ʿamilū mereka kerjakan وَلِيُوَفِّيَهُمْ waliyuwaffiyahum dan karena Allah akan mencukupi mereka أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal pekerjaan mereka وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dirugikan/aniaya 19
Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedang mereka tiada dirugikan.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُعْرَضُ yuʿ'raḍu dihadapkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَلَى ʿalā atas/pada ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَذْهَبْتُمْ adhhabtum kamu telah hilangkan طَيِّبَـٰتِكُمْ ṭayyibātikum rezekimu yang baik-baik فِى fī dalam حَيَاتِكُمُ ḥayātikumu kehidupanmu ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱسْتَمْتَعْتُم wa-is'tamtaʿtum dan kamu telah bersenang-senang بِهَا bihā dengannya فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ini تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْهُونِ l-hūni hina بِمَا bimā dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu menyombongkan diri فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَبِمَا wabimā dan dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَفْسُقُونَ tafsuqūna kamu berbuat fasik 20
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".
۞ وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah أَخَا akhā saudara عَادٍ ʿādin kaum 'Ad إِذْ idh ketika أَنذَرَ andhara dia memberi peringatan قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya بِٱلْأَحْقَافِ bil-aḥqāfi di bukit pasir وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَتِ khalati telah berlalu ٱلنُّذُرُ l-nudhuru pemberi peringatan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi hadapannya وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِۦٓ khalfihi belakangnya أَلَّا allā bahwa janganlah تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ l-laha Allah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin pada hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar 21
Dan ingatlah (Hūd) saudara kaum ʻĀd, yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Aḥqāf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan), "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami لِتَأْفِكَنَا litafikanā untuk memalingkan kami عَنْ ʿan dari ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan-tuhan kami فَأْتِنَا fatinā maka datangkanlah kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan kepada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 22
Mereka menjawab, "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla dia berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأُبَلِّغُكُم wa-uballighukum dan aku menyampaikan kepadamu مَّآ mā apa yang أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku di utus بِهِۦ bihi dengannya وَلَـٰكِنِّىٓ walākinnī akan tetapi aku أَرَىٰكُمْ arākum aku melihatmu قَوْمًۭا qawman kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna orang-orang yang bodoh 23
Ia berkata, "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya, tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh".
فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَوْهُ ra-awhu mereka melihatnya عَارِضًۭا ʿāriḍan awan مُّسْتَقْبِلَ mus'taqbila menuju أَوْدِيَتِهِمْ awdiyatihim lembah-lembah mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini عَارِضٌۭ ʿāriḍun awan مُّمْطِرُنَا ۚ mum'ṭirunā menghujani kami بَلْ bal tetapi هُوَ huwa itu(azab) مَا mā apa yang ٱسْتَعْجَلْتُم is'taʿjaltum kamu minta disegerakan بِهِۦ ۖ bihi dengannya رِيحٌۭ rīḥun angin فِيهَا fīhā didalamnya عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 24
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
تُدَمِّرُ tudammiru menghancurkan كُلَّ kulla segala شَىْءٍۭ shayin sesuatu بِأَمْرِ bi-amri dengan perintah رَبِّهَا rabbihā Tuhannya فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadikanlah mereka لَا lā tidak يُرَىٰٓ yurā mereka terlihat إِلَّا illā kecuali مَسَـٰكِنُهُمْ ۚ masākinuhum tempat tinggal mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 25
yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhan-nya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami meneguhkan kedudukan mereka فِيمَآ fīmā di dalam hal إِن in tidak مَّكَّنَّـٰكُمْ makkannākum Kami meneguhkan kedudukanmu فِيهِ fīhi dalam hal itu وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan لَهُمْ lahum bagi mereka سَمْعًۭا samʿan pendengaran وَأَبْصَـٰرًۭا wa-abṣāran dan penglihatan وَأَفْـِٔدَةًۭ wa-afidatan dan hati فَمَآ famā tetapi tidak أَغْنَىٰ aghnā berguna عَنْهُمْ ʿanhum bagi mereka سَمْعُهُمْ samʿuhum pendengaran mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum penglihatan mereka وَلَآ walā dan tidak أَفْـِٔدَتُهُم afidatuhum hati mereka مِّن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu/sedikitpun إِذْ idh ketika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim pada mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 26
Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua pun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah membinasakan مَا mā apa yang حَوْلَكُم ḥawlakum di sekitarmu مِّنَ mina dari ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri وَصَرَّفْنَا waṣarrafnā dan Kami mengulang-ulang ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali 27
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu1 dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertobat).
فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak نَصَرَهُمُ naṣarahumu menolong mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka jadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah قُرْبَانًا qur'bānan pendekatan diri ءَالِهَةًۢ ۖ ālihatan Tuhan بَلْ bal tetapi ضَلُّوا۟ ḍallū lenyap عَنْهُمْ ۚ ʿanhum dari mereka وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah إِفْكُهُمْ if'kuhum kebohongan mereka وَمَا wamā dan apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 28
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.
وَإِذْ wa-idh dan ketika صَرَفْنَآ ṣarafnā Kami hadapkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu نَفَرًۭا nafaran golongan/rombongan مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an فَلَمَّا falammā maka tatkala حَضَرُوهُ ḥaḍarūhu mereka menghadirinya قَالُوٓا۟ qālū mareka berkata أَنصِتُوا۟ ۖ anṣitū diamlah kamu فَلَمَّا falammā maka tatkala قُضِىَ quḍiya telah selesai وَلَّوْا۟ wallaw dan mereka kembali إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِم qawmihim kaumnya مُّنذِرِينَ mundhirīna orang-orang yanng memberi peringatan 29
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`ān, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya), lalu mereka berkata, "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰقَوْمَنَآ yāqawmanā hai kaum kami إِنَّا innā sesungguhnya kami سَمِعْنَا samiʿ'nā kami telah mendengarkan كِتَـٰبًا kitāban kitab أُنزِلَ unzila diturunkan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مُوسَىٰ mūsā Musa مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi sebelumnya يَهْدِىٓ yahdī memberi petunjuk إِلَى ilā kepada ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada طَرِيقٍۢ ṭarīqin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus 30
Mereka berkata, "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`ān) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
يَـٰقَوْمَنَآ yāqawmanā hai kaum kami أَجِيبُوا۟ ajībū penuhilah دَاعِىَ dāʿiya orang yang menyeru ٱللَّهِ l-lahi Allah وَءَامِنُوا۟ waāminū dan berimanlah بِهِۦ bihi kepada-Nya يَغْفِرْ yaghfir Dia akan mengampuni لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari ذُنُوبِكُمْ dhunūbikum dosa-dosa kamu وَيُجِرْكُم wayujir'kum dan Dia akan melepaskan kamu مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab أَلِيمٍۢ alīmin pedih 31
Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu1 dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
وَمَن waman dan barang siapa لَّا lā tidak يُجِبْ yujib memenuhi دَاعِىَ dāʿiya orang yang menyeru ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَيْسَ falaysa maka tidaklah ia بِمُعْجِزٍۢ bimuʿ'jizin menyelamatkan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَيْسَ walaysa dan tidak ia لَهُۥ lahu baginya مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءُ ۚ awliyāu pelindung أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin nyata 32
Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata".
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَلَمْ walam dan tidak يَعْىَ yaʿya Dia merasa payah بِخَلْقِهِنَّ bikhalqihinna dengan menciptakannya بِقَـٰدِرٍ biqādirin berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يُحْـِۧىَ yuḥ'yiya menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ ۚ l-mawtā orang mati بَلَىٰٓ balā ya/benar إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 33
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya, (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُعْرَضُ yuʿ'raḍu dihadapkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَلَى ʿalā ke ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَلَيْسَ alaysa bukankah هَـٰذَا hādhā ini بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ balā ya/benar وَرَبِّنَا ۚ warabbinā dan demi Tuhan kami قَالَ qāla Dia berkata فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakan ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab بِمَا bimā sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir 34
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka), "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab, "Ya benar, demi Tuhan kami". Allah berfirman, "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar".
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu كَمَا kamā sebagaimana صَبَرَ ṣabara bersabar أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْعَزْمِ l-ʿazmi keteguhan hati مِنَ mina dari ٱلرُّسُلِ l-rusuli rasul-rasul وَلَا walā dan jangan تَسْتَعْجِل tastaʿjil kamu minta disegerakan لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka يَوْمَ yawma pada hari يَرَوْنَ yarawna mereka melihat مَا mā apa yang يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam لَمْ lam tidak يَلْبَثُوٓا۟ yalbathū mereka tinggal إِلَّا illā kecuali سَاعَةًۭ sāʿatan sesaat مِّن min dari نَّهَارٍۭ ۚ nahārin siang hari بَلَـٰغٌۭ ۚ balāghun penjelasan فَهَلْ fahal maka tidaklah يُهْلَكُ yuh'laku dibinasakan إِلَّا illā kecuali ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 35
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَصَدُّوا۟ waṣaddū dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَضَلَّ aḍalla sesatkan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka 1
Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka1.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh/kebaikan وَءَامَنُوا۟ waāmanū dan beriman بِمَا bimā dengan apa نُزِّلَ nuzzila diturunkan عَلَىٰ ʿalā atas مُحَمَّدٍۢ muḥammadin Muhammad وَهُوَ wahuwa dan ia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّهِمْ ۙ rabbihim Tuhan mereka كَفَّرَ kaffara menghapus عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan-kesalahan mereka وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan memperbaiki بَالَهُمْ bālahum keadaan mereka 2
Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna bahwa sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū mereka mengikuti ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila yang bathil وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū mereka mengikuti ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar مِن min dari رَّبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikian itu يَضْرِبُ yaḍribu menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia أَمْثَـٰلَهُمْ amthālahum peumpamaan mereka 3
Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila لَقِيتُمُ laqītumu kamu bertemu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَضَرْبَ faḍarba maka pancunglah ٱلرِّقَابِ l-riqābi batang leher حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَثْخَنتُمُوهُمْ athkhantumūhum kamu mengalahkan mereka فَشُدُّوا۟ fashuddū maka keraskan ٱلْوَثَاقَ l-wathāqa ikatan فَإِمَّا fa-immā maka adapun مَنًّۢا mannan kebebasan بَعْدُ baʿdu sesudah itu وَإِمَّا wa-immā dan adapun فِدَآءً fidāan tebusan حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَضَعَ taḍaʿa meletakkan ٱلْحَرْبُ l-ḥarbu perang أَوْزَارَهَا ۚ awzārahā menerima tebusan ذَٰلِكَ dhālika demikianlah وَلَوْ walaw dan jika يَشَآءُ yashāu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَٱنتَصَرَ la-intaṣara Dia tidak menolong مِنْهُمْ min'hum dari mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi لِّيَبْلُوَا۟ liyabluwā Dia hendak menguji بَعْضَكُم baʿḍakum sebagian kamu بِبَعْضٍۢ ۗ bibaʿḍin dengan sebagian وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang قُتِلُوا۟ qutilū gugur فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَن falan maka tidak يُضِلَّ yuḍilla Dia menghilangkan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka 4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
سَيَهْدِيهِمْ sayahdīhim Dia akan memberi petunjuk mereka وَيُصْلِحُ wayuṣ'liḥu dan Dia akan memperbaiki بَالَهُمْ bālahum keadaan mereka 5
Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,
وَيُدْخِلُهُمُ wayud'khiluhumu dan Dia akan memasukkan mereka ٱلْجَنَّةَ l-janata surga عَرَّفَهَا ʿarrafahā telah Dia perkenalkannya لَهُمْ lahum bagi mereka 6
dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تَنصُرُوا۟ tanṣurū menolong ٱللَّهَ l-laha Allah يَنصُرْكُمْ yanṣur'kum Dia akan menolongmu وَيُثَبِّتْ wayuthabbit dan Dia akan meneguhkan أَقْدَامَكُمْ aqdāmakum kedudukanmu 7
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَتَعْسًۭا fataʿsan maka kesengsaraan لَّهُمْ lahum bagi mereka وَأَضَلَّ wa-aḍalla dan Dia menyesatkan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka 8
Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَرِهُوا۟ karihū mereka benci مَآ mā apa yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَأَحْبَطَ fa-aḥbaṭa maka Dia menghapus أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka 9
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur`ān), lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.
۞ أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka دَمَّرَ dammara membinasakan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang yang kafir أَمْثَـٰلُهَا amthāluhā seperti itu 10
Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَوْلَى mawlā pelindung ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir لَا lā tidak ada مَوْلَىٰ mawlā pelindung لَهُمْ lahum bagi mereka 11
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُدْخِلُ yud'khilu Dia memasukkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يَتَمَتَّعُونَ yatamattaʿūna mereka bersenang-senang وَيَأْكُلُونَ wayakulūna dan mereka makan كَمَا kamā sebagaimana تَأْكُلُ takulu memakan ٱلْأَنْعَـٰمُ l-anʿāmu binatang وَٱلنَّارُ wal-nāru dan api/neraka مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لَّهُمْ lahum bagi mereka 12
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan, seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.
وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin negeri-negeri هِىَ hiya ia/negeri itu أَشَدُّ ashaddu sangat قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan مِّن min dari pada قَرْيَتِكَ qaryatika negerimu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَخْرَجَتْكَ akhrajatka mengusirmu أَهْلَكْنَـٰهُمْ ahlaknāhum Kami membinasakan mereka فَلَا falā maka tidak ada نَاصِرَ nāṣira seorang penolong لَهُمْ lahum bagi mereka 13
Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.
أَفَمَن afaman apakah maka orang كَانَ kāna adalah ia عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin keterangan yang nyata مِّن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya كَمَن kaman seperti زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لَهُۥ lahu baginya سُوٓءُ sūu seburuk-buruk عَمَلِهِۦ ʿamalihi perbuatannya وَٱتَّبَعُوٓا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum hawa nafsu mereka 14
Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhan-nya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?
مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْجَنَّةِ l-janati surga ٱلَّتِى allatī yang وُعِدَ wuʿida dijanjikan ٱلْمُتَّقُونَ ۖ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa فِيهَآ fīhā didalamnya أَنْهَـٰرٌۭ anhārun sungai-sungai مِّن min dari مَّآءٍ māin air غَيْرِ ghayri tidak ءَاسِنٍۢ āsinin berubah وَأَنْهَـٰرٌۭ wa-anhārun dan sungai-sungai مِّن min dari لَّبَنٍۢ labanin air susu لَّمْ lam tidak يَتَغَيَّرْ yataghayyar berubah طَعْمُهُۥ ṭaʿmuhu rasanya وَأَنْهَـٰرٌۭ wa-anhārun dan sungai-sungai مِّنْ min dari خَمْرٍۢ khamrin kahmar لَّذَّةٍۢ ladhatin lezat rasanya لِّلشَّـٰرِبِينَ lilshāribīna bagi orang-orang yang meminum وَأَنْهَـٰرٌۭ wa-anhārun dan sungai-sungai مِّنْ min dari عَسَلٍۢ ʿasalin madu مُّصَفًّۭى ۖ muṣaffan jernih/bening وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلِّ kulli segala ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan وَمَغْفِرَةٌۭ wamaghfiratun dan ampunan مِّن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka كَمَنْ kaman seperti orang هُوَ huwa ia خَـٰلِدٌۭ khālidun kekal فِى fī di dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka وَسُقُوا۟ wasuqū dan mereka diberi minum مَآءً māan air حَمِيمًۭا ḥamīman mendidih فَقَطَّعَ faqaṭṭaʿa maka terpotong-potong أَمْعَآءَهُمْ amʿāahum isi perut mereka 15
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَسْتَمِعُ yastamiʿu dia mendengarkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila خَرَجُوا۟ kharajū mereka keluar مِنْ min dari عِندِكَ ʿindika sisimu قَالُوا۟ qālū mereka berkata لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū mereka di beri ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma pengetahuan مَاذَا mādhā apakah قَالَ qāla berkata ءَانِفًا ۚ ānifan kemarin/tadi أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang طَبَعَ ṭabaʿa menutup mati ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka وَٱتَّبَعُوٓا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka 16
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat nabi), "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱهْتَدَوْا۟ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk زَادَهُمْ zādahum Dia menambah mereka هُدًۭى hudan petunjuk وَءَاتَىٰهُمْ waātāhum dan Dia memberi mereka تَقْوَىٰهُمْ taqwāhum ketakwaan mereka 17
Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.
فَهَلْ fahal maka tidaklah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu-nunggu إِلَّا illā kecuali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat أَن an bahwa تَأْتِيَهُم tatiyahum ia datang kepada mereka بَغْتَةًۭ ۖ baghtatan tiba-tiba فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءَ jāa telah datang أَشْرَاطُهَا ۚ ashrāṭuhā syarat-syarat فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana لَهُمْ lahum bagi mereka إِذَا idhā apabila جَآءَتْهُمْ jāathum ia datang kepada mereka ذِكْرَىٰهُمْ dhik'rāhum peringatan mereka 18
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat, (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?
فَٱعْلَمْ fa-iʿ'lam maka ketahuilah أَنَّهُۥ annahu bahwa sesungguhnya لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ l-lahu Allah وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonlah ampun لِذَنۢبِكَ lidhanbika bagi dosamu وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan bagi orang-orang mukmin وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۗ wal-mu'mināti dan orang-orang perempuan beriman وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مُتَقَلَّبَكُمْ mutaqallabakum tempat berpindahmu وَمَثْوَىٰكُمْ wamathwākum dan tempat tinggalmu 19
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.
وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَتْ nuzzilat diturunkan سُورَةٌۭ ۖ sūratun suatu surat فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أُنزِلَتْ unzilat diturunkan سُورَةٌۭ sūratun suatu surat مُّحْكَمَةٌۭ muḥ'kamatun jelas maksudnya وَذُكِرَ wadhukira dan disebutkan فِيهَا fīhā didalamnya ٱلْقِتَالُ ۙ l-qitālu perang رَأَيْتَ ra-ayta kamu lihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى fī didalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang إِلَيْكَ ilayka kepadamu نَظَرَ naẓara pandangan ٱلْمَغْشِىِّ l-maghshiyi pingsan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنَ mina dari ٱلْمَوْتِ ۖ l-mawti kematian فَأَوْلَىٰ fa-awlā maka lebih utama لَهُمْ lahum bagi mereka 20
Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tiada diturunkan suatu surah1?" Maka apabila diturunkan suatu surah yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.
طَاعَةٌۭ ṭāʿatun ketaatan وَقَوْلٌۭ waqawlun dan perkataan مَّعْرُوفٌۭ ۚ maʿrūfun yang baik فَإِذَا fa-idhā maka apabila عَزَمَ ʿazama menjadi ketetapan ٱلْأَمْرُ l-amru perintah فَلَوْ falaw maka jika صَدَقُوا۟ ṣadaqū mereka benar ٱللَّهَ l-laha Allah لَكَانَ lakāna tentu adalah خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ lahum bagi mereka 21
Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
فَهَلْ fahal maka apakah عَسَيْتُمْ ʿasaytum sekiranya kamu إِن in jika تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berkuasa أَن an bahwa تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَتُقَطِّعُوٓا۟ watuqaṭṭiʿū dan kamu memutuskan أَرْحَامَكُمْ arḥāmakum hubungan keluargamu 22
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah فَأَصَمَّهُمْ fa-aṣammahum lalu Dia tulikan mereka وَأَعْمَىٰٓ wa-aʿmā dan membutakan أَبْصَـٰرَهُمْ abṣārahum mata mereka 23
Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.
أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَتَدَبَّرُونَ yatadabbarūna mereka memperhatikan ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an أَمْ am atau عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبٍ qulūbin hati أَقْفَالُهَآ aqfāluhā kuncinya 24
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`ān ataukah hati mereka terkunci?
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱرْتَدُّوا۟ ir'taddū mereka kembali عَلَىٰٓ ʿalā atas أَدْبَـٰرِهِم adbārihim belakang mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa تَبَيَّنَ tabayyana menjadi jelas لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْهُدَى ۙ l-hudā petunjuk ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan سَوَّلَ sawwala menggoda لَهُمْ lahum bagi mereka وَأَمْلَىٰ wa-amlā dan memanjangkan angan-angan لَهُمْ lahum bagi mereka 25
Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang كَرِهُوا۟ karihū mereka benci مَا mā apa-apa نَزَّلَ nazzala yang menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَنُطِيعُكُمْ sanuṭīʿukum kami akan mematuhi kamu فِى fī pada بَعْضِ baʿḍi sebagian ٱلْأَمْرِ ۖ l-amri urusan/perkara وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui إِسْرَارَهُمْ is'rārahum rahasia mereka 26
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi), "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka.
فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana إِذَا idhā apabila تَوَفَّتْهُمُ tawaffathumu mewafatkan mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat يَضْرِبُونَ yaḍribūna mereka memukul وُجُوهَهُمْ wujūhahum muka mereka وَأَدْبَـٰرَهُمْ wa-adbārahum dan punggung mereka 27
Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمُ bi-annahumu karena sesungguhnya mereka ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū mereka mengikuti مَآ mā apa-apa أَسْخَطَ askhaṭa yang menjadikan kemurkaan ٱللَّهَ l-laha Allah وَكَرِهُوا۟ wakarihū dan mereka benci رِضْوَٰنَهُۥ riḍ'wānahu keridaan-Nya فَأَحْبَطَ fa-aḥbaṭa maka (Allah) menghapus أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka 28
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena mereka membenci) apa yang menimbulkan keridaan-Nya; sebab itu, Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.
أَمْ am atau حَسِبَ ḥasiba mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى fī dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌ maraḍun penyakit أَن an bahwa لَّن lan tidak يُخْرِجَ yukh'rija mengeluarkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَضْغَـٰنَهُمْ aḍghānahum kedengkian mereka 29
Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
وَلَوْ walaw dan walaupun نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَأَرَيْنَـٰكَهُمْ la-araynākahum sungguh Kami perlihatkan mereka kepadamu فَلَعَرَفْتَهُم falaʿaraftahum maka sungguh kamu mengenal mereka بِسِيمَـٰهُمْ ۚ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ walataʿrifannahum dan sungguh kamu mengenal mereka فِى fī dalam لَحْنِ laḥni lagu/tata bahasa ٱلْقَوْلِ ۚ l-qawli perkataan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui أَعْمَـٰلَكُمْ aʿmālakum perbuatan/amalan kamu 30
Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ walanabluwannakum dan sungguh Kami akan menguji kamu حَتَّىٰ ḥattā hingga نَعْلَمَ naʿlama Kami mengetahui ٱلْمُجَـٰهِدِينَ l-mujāhidīna orang-orang yang berjihad/berjuang مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan orang-orang yang sabar وَنَبْلُوَا۟ wanabluwā dan Kami akan menguji أَخْبَارَكُمْ akhbārakum beritahu/hal ihwalmu 31
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَصَدُّوا۟ waṣaddū dan mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَشَآقُّوا۟ washāqqū dan mereka menentang ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa-apa تَبَيَّنَ tabayyana menjadi jelas لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk لَن lan tidak يَضُرُّوا۟ yaḍurrū mereka dapat memberi mudarat ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَسَيُحْبِطُ wasayuḥ'biṭu dan (Allah) akan menghapuskan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka 32
Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.
۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul وَلَا walā dan tidak تُبْطِلُوٓا۟ tub'ṭilū kamu merusakkan أَعْمَـٰلَكُمْ aʿmālakum amal perbuatan kamu 33
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَصَدُّوا۟ waṣaddū dan mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian مَاتُوا۟ mātū mati وَهُمْ wahum dan mereka كُفَّارٌۭ kuffārun kafir/membangkang فَلَن falan maka tidak يَغْفِرَ yaghfira mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka 34
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.
فَلَا falā maka janganlah تَهِنُوا۟ tahinū kamu lemah وَتَدْعُوٓا۟ watadʿū dan kamu menyeru/minta إِلَى ilā kepada ٱلسَّلْمِ l-salmi damai وَأَنتُمُ wa-antumu dan kalian ٱلْأَعْلَوْنَ l-aʿlawna yang diatas وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَعَكُمْ maʿakum beserta kamu وَلَن walan dan tidak يَتِرَكُمْ yatirakum akan mengurangi kamu أَعْمَـٰلَكُمْ aʿmālakum amal perbuatanmu 35
Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لَعِبٌۭ laʿibun permainan وَلَهْوٌۭ ۚ walahwun dan senda gurau وَإِن wa-in dan jika تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan bertaqwa يُؤْتِكُمْ yu'tikum Dia akan memberi padamu أُجُورَكُمْ ujūrakum pahalamu وَلَا walā dan tidak يَسْـَٔلْكُمْ yasalkum meminta kepadamu أَمْوَٰلَكُمْ amwālakum harta-harta kamu 36
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
إِن in jika يَسْـَٔلْكُمُوهَا yasalkumūhā Dia meminta kepadamu فَيُحْفِكُمْ fayuḥ'fikum lalu Dia mendesakmu تَبْخَلُوا۟ tabkhalū kamu akan kikir وَيُخْرِجْ wayukh'rij dan Dia mengeluarkan/menampakkan أَضْغَـٰنَكُمْ aḍghānakum kedengkianmu/kebencianmu 37
Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya), niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.
هَـٰٓأَنتُمْ hāantum ingatlah kamu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka/orang-orang ini تُدْعَوْنَ tud'ʿawna kamu diseru/diajak لِتُنفِقُوا۟ litunfiqū untuk/agar kamu menafkahkan فِى fī pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَمِنكُم faminkum maka diantara kamu مَّن man orang-orang يَبْخَلُ ۖ yabkhalu ia kirik وَمَن waman dan orang-orang يَبْخَلْ yabkhal ia kirik فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَبْخَلُ yabkhalu ia kikir عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya sendiri وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya وَأَنتُمُ wa-antumu dan kalian ٱلْفُقَرَآءُ ۚ l-fuqarāu fakir/berkeperluan وَإِن wa-in dan jika تَتَوَلَّوْا۟ tatawallaw kamu berpaling يَسْتَبْدِلْ yastabdil Dia mengganti قَوْمًا qawman kaum غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يَكُونُوٓا۟ yakūnū adalah mereka أَمْثَـٰلَكُم amthālakum seperti kamu 38
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan-(Nya); dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu ini.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami فَتَحْنَا fataḥnā Kami bukakan/beri kemenangan لَكَ laka bagi kamu فَتْحًۭا fatḥan pembukaan/kemenangan مُّبِينًۭا mubīnan nyata 1
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan1 yang nyata,
لِّيَغْفِرَ liyaghfira untuk memberi ampunan لَكَ laka bagimu ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā apa yang تَقَدَّمَ taqaddama telah lalu مِن min dari ذَنۢبِكَ dhanbika dosa-dosamu وَمَا wamā dan apa yang تَأَخَّرَ ta-akhara akan datang وَيُتِمَّ wayutimma dan Dia menyempurnakan نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmat-Nya عَلَيْكَ ʿalayka atas kamu وَيَهْدِيَكَ wayahdiyaka dan Dia memberi petunjuk kepadamu صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan مُّسْتَقِيمًۭا mus'taqīman lurus 2
supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
وَيَنصُرَكَ wayanṣuraka dan akan menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah نَصْرًا naṣran pertolongan عَزِيزًا ʿazīzan kuat 3
dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلسَّكِينَةَ l-sakīnata ketenteraman فِى fī dalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman لِيَزْدَادُوٓا۟ liyazdādū supaya mereka bertambah إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan مَّعَ maʿa beserta إِيمَـٰنِهِمْ ۗ īmānihim keimanan mereka وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah جُنُودُ junūdu bala tentara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana 4
Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, 1
لِّيُدْخِلَ liyud'khila Karena Dia hendak memasukkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan orang-orang mukmin perempuan جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya وَيُكَفِّرَ wayukaffira dan Dia hendak menghapus عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ ۚ sayyiātihim kesalahan mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah فَوْزًا fawzan keuntungan عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar 5
supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,
وَيُعَذِّبَ wayuʿadhiba dan Dia hendak mengazab ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ wal-munāfiqāti dan orang-orang munafik perempuan وَٱلْمُشْرِكِينَ wal-mush'rikīna dan orang-orang musyrik laki-laki وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ wal-mush'rikāti dan orang-orang musyrik perempuan ٱلظَّآنِّينَ l-ẓānīna mereka berperasangka بِٱللَّهِ bil-lahi terhadap Allah ظَنَّ ẓanna sangkaan ٱلسَّوْءِ ۚ l-sawi buruk عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka دَآئِرَةُ dāiratu giliran ٱلسَّوْءِ ۖ l-sawi buruk وَغَضِبَ waghaḍiba dan murka ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَعَنَهُمْ walaʿanahum dan Dia mengutuk mereka وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka جَهَنَّمَ ۖ jahannama neraka jahanam وَسَآءَتْ wasāat dan amat buruk مَصِيرًۭا maṣīran tempat kembali 6
dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah جُنُودُ junūdu bala tentara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa حَكِيمًا ḥakīman Maha Bijaksana 7
Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi1. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu شَـٰهِدًۭا shāhidan sebagai saksi وَمُبَشِّرًۭا wamubashiran dan pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan 8
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan,
لِّتُؤْمِنُوا۟ litu'minū supaya kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan kepada rasul-Nya وَتُعَزِّرُوهُ watuʿazzirūhu dan kamu meneguhkan-Nya وَتُوَقِّرُوهُ watuwaqqirūhu dan kamu memuliakan-Nya وَتُسَبِّحُوهُ watusabbiḥūhu dan kamu bertasbih kepada-Nya بُكْرَةًۭ buk'ratan di waktu pagi وَأَصِيلًا wa-aṣīlan dan petang 9
supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُبَايِعُونَكَ yubāyiʿūnaka mereka berjanji setia kepadamu إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُبَايِعُونَ yubāyiʿūna mereka berjanji setia ٱللَّهَ l-laha Allah يَدُ yadu tangan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَوْقَ fawqa di atas أَيْدِيهِمْ ۚ aydīhim tangan mereka فَمَن faman maka barang siapa نَّكَثَ nakatha melanggar janji فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَنكُثُ yankuthu dia melanggar عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِۦ ۖ nafsihi dirinya وَمَنْ waman dan barang siapa أَوْفَىٰ awfā menepati بِمَا bimā dengan apa عَـٰهَدَ ʿāhada berjanji عَلَيْهُ ʿalayhu atasnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَسَيُؤْتِيهِ fasayu'tīhi maka Dia akan memberinya أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar 10
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah1. Tangan Allah di atas tangan mereka2, maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.
سَيَقُولُ sayaqūlu akan mengatakan لَكَ laka kepadamu ٱلْمُخَلَّفُونَ l-mukhalafūna mereka tertinggal مِنَ mina dari ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang arab dusun شَغَلَتْنَآ shaghalatnā telah menyibukkan kami أَمْوَٰلُنَا amwālunā harta kami وَأَهْلُونَا wa-ahlūnā dan keluarga kami فَٱسْتَغْفِرْ fa-is'taghfir maka mohon ampunan لَنَا ۚ lanā bagi kami يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata بِأَلْسِنَتِهِم bi-alsinatihim dengan lisan mereka مَّا mā apa yang لَيْسَ laysa tidak ada فِى fī dalam قُلُوبِهِمْ ۚ qulūbihim hati mereka قُلْ qul katakanlah فَمَن faman maka siapakah يَمْلِكُ yamliku memiliki/kuasa لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا shayan sedikitpun إِنْ in jika أَرَادَ arāda Dia menghendaki بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian ضَرًّا ḍarran mudharat/bahaya أَوْ aw atau أَرَادَ arāda Dia menghendaki بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian نَفْعًۢا ۚ nafʿan manfaat بَلْ bal bahkan كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui 11
Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke ῌudaybiyyah) akan mengatakan, "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
بَلْ bal bahkan/tetapi ظَنَنتُمْ ẓanantum kamu telah menyangka أَن an bahwa لَّن lan tidak akan يَنقَلِبَ yanqaliba berbalik/kembali ٱلرَّسُولُ l-rasūlu rasul وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِيهِمْ ahlīhim keluarga mereka أَبَدًۭا abadan selama-lamanya وَزُيِّنَ wazuyyina dan menjadikan memandang baik ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فِى fī dalam قُلُوبِكُمْ qulūbikum hatimu وَظَنَنتُمْ waẓanantum dan kamu telah menyangka ظَنَّ ẓanna sangkaan ٱلسَّوْءِ l-sawi buruk وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian قَوْمًۢا qawman kaum بُورًۭا būran binasa 12
Tetapi kamu menyangka bahwa rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.
وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya فَإِنَّآ fa-innā maka sesungguhnya Kami أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami menyediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir سَعِيرًۭا saʿīran neraka yang menyala-nyala 13
Dan barang siapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang menyala-nyala.
وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi يَغْفِرُ yaghfiru Dia memberi ampunan لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia mengazab مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 14
Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
سَيَقُولُ sayaqūlu akan berkata ٱلْمُخَلَّفُونَ l-mukhalafūna orang-orang yang tertinggal إِذَا idhā apabila ٱنطَلَقْتُمْ inṭalaqtum kamu berangkat إِلَىٰ ilā kepada مَغَانِمَ maghānima rampasan perang لِتَأْخُذُوهَا litakhudhūhā untuk kamu mengambilnya ذَرُونَا dharūnā biarkanlah kami نَتَّبِعْكُمْ ۖ nattabiʿ'kum kami mengikuti kamu يُرِيدُونَ yurīdūna mareka hendak أَن an bahwa يُبَدِّلُوا۟ yubaddilū mereka akan mengganti كَلَـٰمَ kalāma firman ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قُل qul katakanlah لَّن lan tidak تَتَّبِعُونَا tattabiʿūnā kamu mengikuti kami كَذَٰلِكُمْ kadhālikum demikianlah قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka akan berkata mereka بَلْ bal tetapi تَحْسُدُونَنَا ۚ taḥsudūnanā kamu dengki pada kami بَلْ bal tetapi كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا lā tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit 15
Orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan1, "Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu; mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah, "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya"; mereka akan mengatakan, "Sebenarnya kamu dengki kepada kami". Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
قُل qul katakanlah لِّلْمُخَلَّفِينَ lil'mukhallafīna kepada orang-orang yang tertinggal مِنَ mina dari ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang arab dusun سَتُدْعَوْنَ satud'ʿawna kamu akan di ajak إِلَىٰ ilā kepada قَوْمٍ qawmin kaum أُو۟لِى ulī mempunyai بَأْسٍۢ basin kekuatan شَدِيدٍۢ shadīdin yang sangat تُقَـٰتِلُونَهُمْ tuqātilūnahum kamu memerangi mereka أَوْ aw atau يُسْلِمُونَ ۖ yus'limūna mereka menyerah فَإِن fa-in maka jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mentaati يُؤْتِكُمُ yu'tikumu memberikan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah أَجْرًا ajran pahala حَسَنًۭا ۖ ḥasanan baik وَإِن wa-in dan jika تَتَوَلَّوْا۟ tatawallaw kamu berpaling كَمَا kamā sebagaimana تَوَلَّيْتُم tawallaytum kamu telah berpaling مِّن min dari قَبْلُ qablu sebelum يُعَذِّبْكُمْ yuʿadhib'kum Dia akan mengazab kamu عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih 16
Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu), niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih".
لَّيْسَ laysa tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang buta حَرَجٌۭ ḥarajun berdosa وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْأَعْرَجِ l-aʿraji orang yang pincang حَرَجٌۭ ḥarajun berdosa وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمَرِيضِ l-marīḍi orang yang sakit حَرَجٌۭ ۗ ḥarajun berdosa وَمَن waman dan barang siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia memasukkannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَلَّ yatawalla berpaling يُعَذِّبْهُ yuʿadhib'hu Dia mengazabnya عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih 17
Tiada dosa atas orang-orang yang buta, dan atas orang yang pincang, dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling, niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.
۞ لَّقَدْ laqad sesungguhnya رَضِىَ raḍiya meridhai ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنِ ʿani dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman إِذْ idh ketika يُبَايِعُونَكَ yubāyiʿūnaka mereka berjanji setia kepadamu تَحْتَ taḥta di bawah ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon فَعَلِمَ faʿalima maka Dia mengetahui مَا mā apa yang فِى fī di dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَأَنزَلَ fa-anzala lalu Dia menurunkan ٱلسَّكِينَةَ l-sakīnata ketenteraman عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَأَثَـٰبَهُمْ wa-athābahum dan Dia memberi balasan kepada mereka فَتْحًۭا fatḥan kemenangan قَرِيبًۭا qarīban dekat 18
Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon1, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)2.
وَمَغَانِمَ wamaghānima dan rampasan perang كَثِيرَةًۭ kathīratan banyak يَأْخُذُونَهَا ۗ yakhudhūnahā mereka mengambilnya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana 19
Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَعَدَكُمُ waʿadakumu dan menjanjikan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah مَغَانِمَ maghānima rampasan perang كَثِيرَةًۭ kathīratan banyak تَأْخُذُونَهَا takhudhūnahā kamu mengambilnya فَعَجَّلَ faʿajjala maka Dia segerakan لَكُمْ lakum bagi kalian هَـٰذِهِۦ hādhihi ini وَكَفَّ wakaffa dan Dia menahan أَيْدِىَ aydiya tangan-tangan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَنكُمْ ʿankum dari kalian وَلِتَكُونَ walitakūna dan agar menjadi ءَايَةًۭ āyatan ayat/bukti لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman وَيَهْدِيَكُمْ wayahdiyakum dan Dia memberi petunjuk kepadamu صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan مُّسْتَقِيمًۭا mus'taqīman lurus 20
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu1, dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya), dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin, dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.
وَأُخْرَىٰ wa-ukh'rā dan yang lain لَمْ lam tidak تَقْدِرُوا۟ taqdirū kamu dapat menguasai عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya قَدْ qad sesungguhnya أَحَاطَ aḥāṭa meliputi ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَا ۚ bihā padanya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa 21
Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya1. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَلَوْ walaw dan sekiranya قَـٰتَلَكُمُ qātalakumu memerangi kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوَلَّوُا۟ lawallawū pasti mereka berpaling ٱلْأَدْبَـٰرَ l-adbāra belakang ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong 22
Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) menolong.
سُنَّةَ sunnata ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِى allatī yang قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum وَلَن walan dan tidak تَجِدَ tajida kamu mendapatkan لِسُنَّةِ lisunnati bagi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah تَبْدِيلًۭا tabdīlan perobahan/pergantian 23
Sebagai suatu sunatullah1 yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunatullah itu.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang كَفَّ kaffa menahan أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka عَنكُمْ ʿankum dari kalian وَأَيْدِيَكُمْ wa-aydiyakum dan tangan-tanganmu عَنْهُم ʿanhum dari mereka بِبَطْنِ bibaṭni di tengah مَكَّةَ makkata Mekkah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah أَنْ an bahwa أَظْفَرَكُمْ aẓfarakum Dia memenangkan kamu عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرًا baṣīran Maha Melihat 24
Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
هُمُ humu mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَصَدُّوكُمْ waṣaddūkum dan mereka menghalangi kamu عَنِ ʿani dari ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjid ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram وَٱلْهَدْىَ wal-hadya dan hewan kurban مَعْكُوفًا maʿkūfan disembelih أَن an bahwa يَبْلُغَ yablugha ia sampai مَحِلَّهُۥ ۚ maḥillahu tempatnya وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak رِجَالٌۭ rijālun orang-orang laki-laki مُّؤْمِنُونَ mu'minūna mereka beriman وَنِسَآءٌۭ wanisāon dan orang-orang perempuan مُّؤْمِنَـٰتٌۭ mu'minātun mereka beriman لَّمْ lam tidak تَعْلَمُوهُمْ taʿlamūhum kamu mengetahui mereka أَن an bahwa تَطَـُٔوهُمْ taṭaūhum kamu akan membunuh mereka فَتُصِيبَكُم fatuṣībakum maka akan menimpa kamu مِّنْهُم min'hum dari mereka مَّعَرَّةٌۢ maʿarratun kesusahan بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عِلْمٍۢ ۖ ʿil'min pengetahuan لِّيُدْخِلَ liyud'khila karena hendak memasukkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī ke dalam رَحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmat-Nya مَن man siapa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki لَوْ law sekiranya تَزَيَّلُوا۟ tazayyalū mereka terpisah لَعَذَّبْنَا laʿadhabnā pasti Kami mengazab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْهُمْ min'hum dari mereka عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًا alīman pedih 25
Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yag kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.
إِذْ idh tatkala جَعَلَ jaʿala menjadikan/membuat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى fī dalam قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلْحَمِيَّةَ l-ḥamiyata kesombongan حَمِيَّةَ ḥamiyyata kesombongan ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ l-jāhiliyati jahiliyah فَأَنزَلَ fa-anzala maka menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenteraman عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman وَأَلْزَمَهُمْ wa-alzamahum dan Dia menetapkan mereka كَلِمَةَ kalimata kalimat ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa وَكَانُوٓا۟ wakānū dan adalah mereka أَحَقَّ aḥaqqa lebih berhak بِهَا bihā dengannya وَأَهْلَهَا ۚ wa-ahlahā dan ahlinya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui 26
Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan, (yaitu) kesombongan jahiliah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa1 dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
لَّقَدْ laqad sesungguhnya صَدَقَ ṣadaqa membenarkan ٱللَّهُ l-lahu Allah رَسُولَهُ rasūlahu rasul-Nya ٱلرُّءْيَا l-ru'yā mimpi بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar لَتَدْخُلُنَّ latadkhulunna sungguh kamu akan memasuki ٱلْمَسْجِدَ l-masjida Masjid ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma Haram إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah ءَامِنِينَ āminīna dengan aman مُحَلِّقِينَ muḥalliqīna mencukur rambut رُءُوسَكُمْ ruūsakum kepala kamu وَمُقَصِّرِينَ wamuqaṣṣirīna dan memendekkan guntingan rambut لَا lā tidak تَخَافُونَ ۖ takhāfūna kamu merasa takut فَعَلِمَ faʿalima maka Dia mengetahui مَا mā apa yang لَمْ lam tidak تَعْلَمُوا۟ taʿlamū kamu ketahui فَجَعَلَ fajaʿala maka Dia menjadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَتْحًۭا fatḥan kemenangan قَرِيبًا qarīban dekat 27
Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insyaallah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat1.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengutus رَسُولَهُۥ rasūlahu rasul-Nya بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَدِينِ wadīni dan agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar لِيُظْهِرَهُۥ liyuẓ'hirahu karena Dia hendak memenangkannya عَلَى ʿalā atas ٱلدِّينِ l-dīni agama كُلِّهِۦ ۚ kullihi semuanya وَكَفَىٰ wakafā dan cukup بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۭا shahīdan saksi 28
Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
مُّحَمَّدٌۭ muḥammadun Muhammad رَّسُولُ rasūlu rasul ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مَعَهُۥٓ maʿahu bersama dia أَشِدَّآءُ ashiddāu sangat keras عَلَى ʿalā terhadap ٱلْكُفَّارِ l-kufāri orang-orang kafir رُحَمَآءُ ruḥamāu kasih sayang بَيْنَهُمْ ۖ baynahum diantara mereka تَرَىٰهُمْ tarāhum kamu melihat mereka رُكَّعًۭا rukkaʿan ruku' سُجَّدًۭا sujjadan sujud يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرِضْوَٰنًۭا ۖ wariḍ'wānan dan keridhaan سِيمَاهُمْ sīmāhum tanda-tanda mereka فِى fī dalam وُجُوهِهِم wujūhihim muka-muka mereka مِّنْ min dari أَثَرِ athari bekas ٱلسُّجُودِ ۚ l-sujūdi sujud ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَثَلُهُمْ mathaluhum perumpamaan mereka فِى fī dalam ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ l-tawrāti Taurat وَمَثَلُهُمْ wamathaluhum dan perumpamaan mereka فِى fī dalam ٱلْإِنجِيلِ l-injīli injil كَزَرْعٍ kazarʿin seperti tanaman أَخْرَجَ akhraja ia mengeluarkan شَطْـَٔهُۥ shaṭahu tumbuhnya/tunasnya فَـَٔازَرَهُۥ faāzarahu maka ia menguatkan فَٱسْتَغْلَظَ fa-is'taghlaẓa lalu ia menjadi besar فَٱسْتَوَىٰ fa-is'tawā maka ia tegak عَلَىٰ ʿalā atas سُوقِهِۦ sūqihi batangnya يُعْجِبُ yuʿ'jibu menakjubkan/menyenangkan ٱلزُّرَّاعَ l-zurāʿa penanam-penanam لِيَغِيظَ liyaghīẓa karena Dia hendak menjengkelkan بِهِمُ bihimu dengan mereka ٱلْكُفَّارَ ۗ l-kufāra orang-orang kafir وَعَدَ waʿada telah menjanjikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan مِنْهُم min'hum dari mereka مَّغْفِرَةًۭ maghfiratan ampunan وَأَجْرًا wa-ajran dan pahala عَظِيمًۢا ʿaẓīman besar 29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud1. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū kamu mendahului بَيْنَ bayna antara يَدَىِ yadayi hadapan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ ۖ warasūlihi dan rasul-Nya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 1
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan rasulnya1 dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَرْفَعُوٓا۟ tarfaʿū kamu meninggikan أَصْوَٰتَكُمْ aṣwātakum suaramu فَوْقَ fawqa di atas صَوْتِ ṣawti suara ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi وَلَا walā dan jangan تَجْهَرُوا۟ tajharū kamu keraskan لَهُۥ lahu kepadanya بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan perkataan كَجَهْرِ kajahri seperti keras بَعْضِكُمْ baʿḍikum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin terhadap sebagian أَن an bahwa تَحْبَطَ taḥbaṭa akan hapus أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amal-amal kamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَشْعُرُونَ tashʿurūna menyadari 2
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi1, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَغُضُّونَ yaghuḍḍūna merendahkan أَصْوَٰتَهُمْ aṣwātahum suara mereka عِندَ ʿinda di sisi رَسُولِ rasūli rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱمْتَحَنَ im'taḥana menguji ٱللَّهُ l-lahu Allah قُلُوبَهُمْ qulūbahum hati mereka لِلتَّقْوَىٰ ۚ lilttaqwā untuk bertakwa لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌ wa-ajrun dan pahala عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar 3
Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنَادُونَكَ yunādūnaka mereka memanggil kamu مِن min dari وَرَآءِ warāi belakang ٱلْحُجُرَٰتِ l-ḥujurāti kamar-kamar أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mengerti 4
Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّهُمْ annahum sekiranya mereka صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka sabar حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَخْرُجَ takhruja kamu keluar إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka لَكَانَ lakāna sungguh adalah خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 5
Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka, sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika جَآءَكُمْ jāakum datang kepadamu فَاسِقٌۢ fāsiqun orang fasik بِنَبَإٍۢ binaba-in dengan berita فَتَبَيَّنُوٓا۟ fatabayyanū maka jelaskan أَن an agar تُصِيبُوا۟ tuṣībū kamu (tidak) menimpakan قَوْمًۢا qawman kaum بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin karena kebodohan/tidak tahu فَتُصْبِحُوا۟ fatuṣ'biḥū maka jadilah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa فَعَلْتُمْ faʿaltum perbuatanmu نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal 6
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwa فِيكُمْ fīkum diantara kamu رَسُولَ rasūla rasul ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah لَوْ law jika يُطِيعُكُمْ yuṭīʿukum dia mentaati kamu فِى fī dalam كَثِيرٍۢ kathīrin banyak مِّنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan لَعَنِتُّمْ laʿanittum tentu menyusahkan kamu وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah حَبَّبَ ḥabbaba menjadikan cinta إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلْإِيمَـٰنَ l-īmāna keimanan وَزَيَّنَهُۥ wazayyanahu dan Dia menjadikannya indah فِى fī dalam قُلُوبِكُمْ qulūbikum hatimu وَكَرَّهَ wakarraha dan Dia menjadikan benci إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran وَٱلْفُسُوقَ wal-fusūqa dan kefasikan وَٱلْعِصْيَانَ ۚ wal-ʿiṣ'yāna dan kedurhakaan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلرَّٰشِدُونَ l-rāshidūna orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus 7
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَنِعْمَةًۭ ۚ waniʿ'matan dan nikmat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 8
sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
وَإِن wa-in dan jika طَآئِفَتَانِ ṭāifatāni dua golongan مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman ٱقْتَتَلُوا۟ iq'tatalū mereka berperang فَأَصْلِحُوا۟ fa-aṣliḥū maka damaikanlah بَيْنَهُمَا ۖ baynahumā diantara keduanya فَإِنۢ fa-in maka jika بَغَتْ baghat berbuat aniaya إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya عَلَى ʿalā atas ٱلْأُخْرَىٰ l-ukh'rā yang lain فَقَـٰتِلُوا۟ faqātilū maka perangilah ٱلَّتِى allatī yang تَبْغِى tabghī berbuat aniaya حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَفِىٓءَ tafīa (golongan) kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَمْرِ amri perintah ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika فَآءَتْ fāat kembali فَأَصْلِحُوا۟ fa-aṣliḥū maka damaikanlah بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya بِٱلْعَدْلِ bil-ʿadli dengan adil وَأَقْسِطُوٓا۟ ۖ wa-aqsiṭū dan berlaku adil-lah kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُقْسِطِينَ l-muq'siṭīna orang-orang yang berbuat adil 9
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman إِخْوَةٌۭ ikh'watun bersaudara فَأَصْلِحُوا۟ fa-aṣliḥū maka damaikanlah بَيْنَ bayna antara أَخَوَيْكُمْ ۚ akhawaykum kedua saudaramu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu dirahmati 10
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan يَسْخَرْ yaskhar memperolok-olok قَوْمٌۭ qawmun suatu kamu مِّن min dari قَوْمٍ qawmin kaum عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَكُونُوا۟ yakūnū adalah mereka خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهُمْ min'hum dari pada mereka وَلَا walā dan jangan نِسَآءٌۭ nisāon wanita مِّن min dari نِّسَآءٍ nisāin wanita عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَكُنَّ yakunna mereka adalah خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهُنَّ ۖ min'hunna dari mereka وَلَا walā dan jangan تَلْمِزُوٓا۟ talmizū kamu mencela أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَلَا walā dan jangan تَنَابَزُوا۟ tanābazū kamu panggil memanggil بِٱلْأَلْقَـٰبِ ۖ bil-alqābi dengan julukan بِئْسَ bi'sa seburuk-buruk ٱلِٱسْمُ l-s'mu nama ٱلْفُسُوقُ l-fusūqu fasik بَعْدَ baʿda sesudah ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ l-īmāni keimanan وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يَتُبْ yatub berbuat فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 11
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri1, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman2, dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱجْتَنِبُوا۟ ij'tanibū jauhilah كَثِيرًۭا kathīran banyak مِّنَ mina dari ٱلظَّنِّ l-ẓani berprasangka إِنَّ inna sesungguhnya بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلظَّنِّ l-ẓani berprasangka إِثْمٌۭ ۖ ith'mun dosa وَلَا walā dan jangan تَجَسَّسُوا۟ tajassasū kamu mencari kesalahan وَلَا walā dan jangan يَغْتَب yaghtab kamu mengumpat بَّعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بَعْضًا ۚ baʿḍan sebagian أَيُحِبُّ ayuḥibbu apakah kamu menyukai أَحَدُكُمْ aḥadukum salah seorang diantara kamu أَن an bahwa يَأْكُلَ yakula memakan لَحْمَ laḥma daging أَخِيهِ akhīhi saudaranya مَيْتًۭا maytan yang mati فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ fakarih'tumūhu maka kamu jijik padanya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah تَوَّابٌۭ tawwābun Maha Penerima taubat رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 12
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنَّا innā sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰكُم khalaqnākum Kami menciptakan Kamu مِّن min dari ذَكَرٍۢ dhakarin laki-laki وَأُنثَىٰ wa-unthā dan perempuan وَجَعَلْنَـٰكُمْ wajaʿalnākum dan Kami jadikan kamu شُعُوبًۭا shuʿūban berbangsa-bangsa وَقَبَآئِلَ waqabāila dan bersuku-suku لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ litaʿārafū supaya kamu saling mengenal إِنَّ inna sesungguhnya أَكْرَمَكُمْ akramakum paling mulia diantara kamu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah أَتْقَىٰكُمْ ۚ atqākum paling bertakwa diantara kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Melihat 13
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
۞ قَالَتِ qālati berkata ٱلْأَعْرَابُ l-aʿrābu orang-orang Arab dusun ءَامَنَّا ۖ āmannā kami telah beriman قُل qul katakanlah لَّمْ lam belum تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman وَلَـٰكِن walākin tetapi قُولُوٓا۟ qūlū katakan أَسْلَمْنَا aslamnā kami telah menyerahkan diri وَلَمَّا walammā dan belum يَدْخُلِ yadkhuli masuk ٱلْإِيمَـٰنُ l-īmānu keimanan فِى fī dalam قُلُوبِكُمْ ۖ qulūbikum hati kamu وَإِن wa-in dan jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya لَا lā tidak يَلِتْكُم yalit'kum Dia mengurangi kamu مِّنْ min dari أَعْمَـٰلِكُمْ aʿmālikum amalanmu شَيْـًٔا ۚ shayan sesuatu pun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 14
Orang-orang Arab Badui itu berkata, "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka), "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, `Kami telah tunduk`, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَرْتَابُوا۟ yartābū mereka ragu-ragu وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلصَّـٰدِقُونَ l-ṣādiqūna orang-orang yang benar 15
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
قُلْ qul katakanlah أَتُعَلِّمُونَ atuʿallimūna apakah kamu akan memberitahukan ٱللَّهَ l-laha Allah بِدِينِكُمْ bidīnikum tentang agamamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa yang ada فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang ada فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli terhadap segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 16
Katakanlah (kepada mereka), "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
يَمُنُّونَ yamunnūna mereka merasa memberi nikmat عَلَيْكَ ʿalayka atas kamu أَنْ an bahwa أَسْلَمُوا۟ ۖ aslamū mereka masuk Islam قُل qul katakan لَّا lā jangan تَمُنُّوا۟ tamunnū kamu merasa memberi nikmat عَلَىَّ ʿalayya atas إِسْلَـٰمَكُم ۖ is'lāmakum keislamanmu بَلِ bali bahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah يَمُنُّ yamunnu memberi nikmat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَنْ an bahwa هَدَىٰكُمْ hadākum Dia memberi petunjuk kepadamu لِلْإِيمَـٰنِ lil'īmāni kepada keimanan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 17
Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dia-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Maha Mengetahui غَيْبَ ghayba kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 18
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
قٓ ۚ qaf Qâf وَٱلْقُرْءَانِ wal-qur'āni demi Al Qur'an ٱلْمَجِيدِ l-majīdi yang mulia 1
Qāf1. Demi Al-Qur`ān yang sangat mulia.
بَلْ bal bahkan عَجِبُوٓا۟ ʿajibū mereka heran أَن an bahwa جَآءَهُم jāahum telah datang pada mereka مُّنذِرٌۭ mundhirun seorang pemberi peringatan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka فَقَالَ faqāla maka berkata ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir هَـٰذَا hādhā ini شَىْءٌ shayon sesuatu عَجِيبٌ ʿajībun sangat aneh 2
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir, "Ini adalah suatu yang amat ajaib".
أَءِذَا a-idhā apakah apabila مِتْنَا mit'nā kami telah mati وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah تُرَابًۭا ۖ turāban tanah/debu ذَٰلِكَ dhālika demikian itu رَجْعٌۢ rajʿun pengembalian بَعِيدٌۭ baʿīdun yang jauh 3
Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.
قَدْ qad sesungguhnya عَلِمْنَا ʿalim'nā Kami mengetahui مَا mā apa yang تَنقُصُ tanquṣu merusak ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi مِنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka وَعِندَنَا waʿindanā dan di sisi Kami كِتَـٰبٌ kitābun kitab حَفِيظٌۢ ḥafīẓun penjaga 4
Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat).
بَلْ bal bahkan/tetapi كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran لَمَّا lammā tatkala جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka فَهُمْ fahum maka mereka فِىٓ fī dalam أَمْرٍۢ amrin perkara مَّرِيجٍ marījin bingung 5
Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.
أَفَلَمْ afalam maka apakah tidak يَنظُرُوٓا۟ yanẓurū kamu melihat إِلَى ilā kepada ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَوْقَهُمْ fawqahum di atas mereka كَيْفَ kayfa bagaimana بَنَيْنَـٰهَا banaynāhā diantaranya وَزَيَّنَّـٰهَا wazayyannāhā dan Kami menghiasinya وَمَا wamā dan tidaklah لَهَا lahā baginya مِن min dari فُرُوجٍۢ furūjin retak-retak 6
Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya, dan menghiasinya, dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi مَدَدْنَـٰهَا madadnāhā Kami hamparkannya وَأَلْقَيْنَا wa-alqaynā dan Kami letakkan فِيهَا fīhā didalamnya رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung وَأَنۢبَتْنَا wa-anbatnā dan Kami tumbuhkan فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلِّ kulli setiap زَوْجٍۭ zawjin pasangan بَهِيجٍۢ bahījin indah/bagus 7
Dan Kami hamparkan bumi itu, dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,
تَبْصِرَةًۭ tabṣiratan pemandangan وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pengajaran لِكُلِّ likulli bagi setiap عَبْدٍۢ ʿabdin hamba مُّنِيبٍۢ munībin orang yang kembali 8
untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).
وَنَزَّلْنَا wanazzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air مُّبَـٰرَكًۭا mubārakan penuh keberkatan فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā lalu Kami tumbuhkan بِهِۦ bihi dengannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun وَحَبَّ waḥabba dan biji-biji ٱلْحَصِيدِ l-ḥaṣīdi diketam 9
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,
وَٱلنَّخْلَ wal-nakhla dan pohon kurma بَاسِقَـٰتٍۢ bāsiqātin tinggi menjulang لَّهَا lahā baginya طَلْعٌۭ ṭalʿun mayang نَّضِيدٌۭ naḍīdun bersusun-susun 10
dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,
رِّزْقًۭا riz'qan rezeki لِّلْعِبَادِ ۖ lil'ʿibādi bagi hamba-hamba وَأَحْيَيْنَا wa-aḥyaynā dan Kami hidupkan بِهِۦ bihi dengannya بَلْدَةًۭ baldatan negeri/tanah مَّيْتًۭا ۚ maytan mati كَذَٰلِكَ kadhālika demikian itu ٱلْخُرُوجُ l-khurūju kebangkitan 11
untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penduduk ٱلرَّسِّ l-rasi Rass وَثَمُودُ wathamūdu dan Tsamud 12
Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nūḥ, dan penduduk Rass1, dan Ṡamūd,
وَعَادٌۭ waʿādun dan 'Ad وَفِرْعَوْنُ wafir'ʿawnu dan Fir'aun وَإِخْوَٰنُ wa-ikh'wānu dan saudara لُوطٍۢ lūṭin Luth 13
dan kaum ʻĀd, kaum Firʻawn , dan kaum Lūṭ,
وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penduduk ٱلْأَيْكَةِ l-aykati Aikah وَقَوْمُ waqawmu dan kaum تُبَّعٍۢ ۚ tubbaʿin Tubba' كُلٌّۭ kullun semuanya كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلرُّسُلَ l-rusula rasul-rasul فَحَقَّ faḥaqqa maka pasti/berhak وَعِيدِ waʿīdi diancamkan 14
dan penduduk Al-Aykah serta kaum Tubbaʻ, semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.
أَفَعَيِينَا afaʿayīnā maka apakah Kami lemah بِٱلْخَلْقِ bil-khalqi dengan penciptaan ٱلْأَوَّلِ ۚ l-awali pertama بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka فِى fī dalam لَبْسٍۢ labsin keragu-raguan مِّنْ min tentang خَلْقٍۢ khalqin penciptaan جَدِيدٍۢ jadīdin yang baru 15
Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia وَنَعْلَمُ wanaʿlamu dan Kami mengetahui مَا mā apa yang تُوَسْوِسُ tuwaswisu membisik-bisikkan بِهِۦ bihi dengannya نَفْسُهُۥ ۖ nafsuhu jiwanya/hatinya وَنَحْنُ wanaḥnu dan Kami أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مِنْ min dari حَبْلِ ḥabli tali/urat ٱلْوَرِيدِ l-warīdi urat leher 16
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
إِذْ idh ketika يَتَلَقَّى yatalaqqā mendapatkan/mencatat ٱلْمُتَلَقِّيَانِ l-mutalaqiyāni dua pencatat/dua malaikat عَنِ ʿani dari ٱلْيَمِينِ l-yamīni sebelah kanan وَعَنِ waʿani dan dari ٱلشِّمَالِ l-shimāli kiir قَعِيدٌۭ qaʿīdun duduk 17
(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
مَّا mā tidak يَلْفِظُ yalfiẓu mengucap مِن min dari قَوْلٍ qawlin perkataan إِلَّا illā kecuali لَدَيْهِ ladayhi di sisinya رَقِيبٌ raqībun penjaga/pengawas عَتِيدٌۭ ʿatīdun yang sedia/hadir 18
Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
وَجَآءَتْ wajāat dan datang سَكْرَةُ sakratu kepayahan/sekarat ٱلْمَوْتِ l-mawti mati/maut بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan sebenarnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَا mā apa yang كُنتَ kunta kamu adalah مِنْهُ min'hu daripadanya تَحِيدُ taḥīdu kamu lari 19
Dan datanglah sakratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.
وَنُفِخَ wanufikha dan ditiup فِى fī dalam ٱلصُّورِ ۚ l-ṣūri sangkakala ذَٰلِكَ dhālika demikian itu يَوْمُ yawmu pada hari ٱلْوَعِيدِ l-waʿīdi yang diancamkan 20
Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.
وَجَآءَتْ wajāat dan datang كُلُّ kullu setiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa/diri مَّعَهَا maʿahā bersamanya سَآئِقٌۭ sāiqun seorang penggiring وَشَهِيدٌۭ washahīdun dan seorang saksi 21
Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.
لَّقَدْ laqad sesungguhnya كُنتَ kunta adalah kamu فِى fī dalam غَفْلَةٍۢ ghaflatin kelalaian مِّنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini فَكَشَفْنَا fakashafnā maka Kami singkapkan عَنكَ ʿanka dari padamu غِطَآءَكَ ghiṭāaka tabirmu فَبَصَرُكَ fabaṣaruka maka pandanganmu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini حَدِيدٌۭ ḥadīdun amat tajam 22
Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan darimu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.
وَقَالَ waqāla dan berkata قَرِينُهُۥ qarīnuhu temannya هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa yang لَدَىَّ ladayya di sisiku عَتِيدٌ ʿatīdun tersedia 23
Dan yang menyertai dia berkata, "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku".
أَلْقِيَا alqiyā lemparkanlah olehmu فِى fī ke dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam كُلَّ kulla setiap كَفَّارٍ kaffārin orang-orang yang sangat ingkar عَنِيدٍۢ ʿanīdin keras kepala 24
Allah berfirman, "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,
مَّنَّاعٍۢ mannāʿin yang sangat menghalangi لِّلْخَيْرِ lil'khayri pada kebaikan مُعْتَدٍۢ muʿ'tadin melampaui batas مُّرِيبٍ murībin ragu-ragu 25
yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan مَعَ maʿa beserta ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan/sesembahan ءَاخَرَ ākhara yang lain فَأَلْقِيَاهُ fa-alqiyāhu maka lemparkanlah ia فِى fī ke dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلشَّدِيدِ l-shadīdi sangat/keras 26
yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat".
۞ قَالَ qāla berkata قَرِينُهُۥ qarīnuhu temannya رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami مَآ mā tidak أَطْغَيْتُهُۥ aṭghaytuhu aku menyesatkan dia وَلَـٰكِن walākin tetapi كَانَ kāna adalah dia فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۭ ḍalālin kesesatan بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh 27
Yang menyertai dia1 berkata (pula), "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh".
قَالَ qāla berkata لَا lā jangan تَخْتَصِمُوا۟ takhtaṣimū kamu bertengkar لَدَىَّ ladayya dihadapan-Ku وَقَدْ waqad dan sesungguhnya قَدَّمْتُ qaddamtu Aku telah memberikan إِلَيْكُم ilaykum kepadamu بِٱلْوَعِيدِ bil-waʿīdi dengan janji/ancaman 28
Allah berfirman, "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu".
مَا mā tidak akan يُبَدَّلُ yubaddalu diganti/dirubah ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/keputusan لَدَىَّ ladayya di sisi-Ku وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā Aku بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin dengan berbuat aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hamba-ku 29
Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.
يَوْمَ yawma pada hari نَقُولُ naqūlu Kami berkata لِجَهَنَّمَ lijahannama kepada jahanam هَلِ hali apakah ٱمْتَلَأْتِ im'talati kamu telah penuh وَتَقُولُ wataqūlu dan ia berkata (menjawab) هَلْ hal apakah مِن min dari مَّزِيدٍۢ mazīdin tambahan 30
(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam, "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab, "Masih ada tambahan?"
وَأُزْلِفَتِ wa-uz'lifati dan didekatkan ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa غَيْرَ ghayra tidak بَعِيدٍ baʿīdin jauh 31
Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).
هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa yang تُوعَدُونَ tūʿadūna dijanjikan kepadamu لِكُلِّ likulli bagi setiap أَوَّابٍ awwābin kembali حَفِيظٍۢ ḥafīẓin penjaga/pemelihara 32
Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)
مَّنْ man siapa خَشِىَ khashiya dia takut ٱلرَّحْمَـٰنَ l-raḥmāna Yang Maha Pengasih بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib وَجَآءَ wajāa dan datang بِقَلْبٍۢ biqalbin dengan hati مُّنِيبٍ munībin bertaubat 33
(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat,
ٱدْخُلُوهَا ud'khulūhā masuklah kedalamnya بِسَلَـٰمٍۢ ۖ bisalāmin dengan aman ذَٰلِكَ dhālika demikian itu يَوْمُ yawmu hari ٱلْخُلُودِ l-khulūdi kekekalan 34
masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.
لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa yang يَشَآءُونَ yashāūna mereka kehendaki فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَدَيْنَا waladaynā dan pada sisi Kami مَزِيدٌۭ mazīdun tambahan 35
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.
وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍ qarnin ummat-ummat هُمْ hum mereka أَشَدُّ ashaddu lebih sangat مِنْهُم min'hum dari mereka بَطْشًۭا baṭshan kekuatan فَنَقَّبُوا۟ fanaqqabū maka mereka keliling فِى fī dalam beberapa ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri هَلْ hal apakah مِن min dari مَّحِيصٍ maḥīṣin tempat lari 36
Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَذِكْرَىٰ ladhik'rā benar-benar peringatan لِمَن liman bagi siapa كَانَ kāna adalah dia لَهُۥ lahu baginya قَلْبٌ qalbun hati أَوْ aw atau أَلْقَى alqā dia menggunakan ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَهُوَ wahuwa dan dia شَهِيدٌۭ shahīdun menyaksikan 37
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa yang ada بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya فِى fī dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa وَمَا wamā dan tidak مَسَّنَا massanā menimpa Kami مِن min dari لُّغُوبٍۢ lughūbin kelelahan 38
Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan.
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa yang يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah kamu بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّكَ rabbika Tuhanmu قَبْلَ qabla sebelum طُلُوعِ ṭulūʿi terbit ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَقَبْلَ waqabla dan sebelum ٱلْغُرُوبِ l-ghurūbi terbenam 39
Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhan-mu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).
وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّيْلِ al-layli malam فَسَبِّحْهُ fasabbiḥ'hu maka bertasbihlah kepada-Nya وَأَدْبَـٰرَ wa-adbāra dan di belakang(sesudah) ٱلسُّجُودِ l-sujūdi sujud 40
Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai salat.
وَٱسْتَمِعْ wa-is'tamiʿ dan dengarkanlah يَوْمَ yawma hari يُنَادِ yunādi menyeru ٱلْمُنَادِ l-munādi penyeru مِن min dari مَّكَانٍۢ makānin tempat قَرِيبٍۢ qarībin dekat 41
Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.
يَوْمَ yawma pada hari يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar ٱلصَّيْحَةَ l-ṣayḥata suara teriakan بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan sebenarnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu يَوْمُ yawmu hari ٱلْخُرُوجِ l-khurūji keluar 42
(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari ke luar (dari kubur).
إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَحْنُ naḥnu Kami نُحْىِۦ nuḥ'yī Kami menghidupi وَنُمِيتُ wanumītu dan Kami mematikan وَإِلَيْنَا wa-ilaynā dan kepada Kami ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 43
Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).
يَوْمَ yawma pada hari تَشَقَّقُ tashaqqaqu terbelah-belah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سِرَاعًۭا ۚ sirāʿan dengan cepat ذَٰلِكَ dhālika demikian itu حَشْرٌ ḥashrun pengumpulan عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami يَسِيرٌۭ yasīrun mudah 44
(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.
نَّحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka berkata-kata وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِجَبَّارٍۢ ۖ bijabbārin dengan memaksa فَذَكِّرْ fadhakkir maka berilah peringatan بِٱلْقُرْءَانِ bil-qur'āni dengan Al Qur'an مَن man orang yang يَخَافُ yakhāfu ia takut وَعِيدِ waʿīdi ancaman-Ku 45
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al-Qur`ān orang yang takut dengan ancaman-Ku.
وَٱلذَّٰرِيَـٰتِ wal-dhāriyāti demi yang menerbangkan ذَرْوًۭا dharwan dengan menerbangkan sekuat-kuatnya 1
Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat,
فَٱلْحَـٰمِلَـٰتِ fal-ḥāmilāti maka yang mengandung وِقْرًۭا wiq'ran beban berat 2
dan awan yang mengandung hujan,
فَٱلْجَـٰرِيَـٰتِ fal-jāriyāti maka yang berlayar يُسْرًۭا yus'ran dengan mudah 3
dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah,
فَٱلْمُقَسِّمَـٰتِ fal-muqasimāti maka yang membagi أَمْرًا amran pekara/urusan 4
dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan1,
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan لَصَادِقٌۭ laṣādiqun pasti benar 5
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلدِّينَ l-dīna pembalasan لَوَٰقِعٌۭ lawāqiʿun pasti terjadi 6
dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.
وَٱلسَّمَآءِ wal-samāi demi langit ذَاتِ dhāti mempunyai ٱلْحُبُكِ l-ḥubuki jalan-jalan 7
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan1,
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَفِى lafī benar-benar dalam قَوْلٍۢ qawlin perkataan مُّخْتَلِفٍۢ mukh'talifin berbeda-beda 8
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat1,
يُؤْفَكُ yu'faku dipalingkan عَنْهُ ʿanhu darinya مَنْ man orang yang أُفِكَ ufika dipalingkan 9
dipalingkan darinya (rasul dan Al-Qur`ān) orang yang dipalingkan.
قُتِلَ qutila dibunuh ٱلْخَرَّٰصُونَ l-kharāṣūna orang-orang yang banyak berdusta 10
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka فِى fī dalam غَمْرَةٍۢ ghamratin kebodohan سَاهُونَ sāhūna orang-orang yang lalai 11
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai,
يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka bertanya أَيَّانَ ayyāna kapankah يَوْمُ yawmu hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan 12
mereka bertanya, "Bilakah hari pembalasan itu?"
يَوْمَ yawma pada hari هُمْ hum mereka عَلَى ʿalā di atas ٱلنَّارِ l-nāri neraka يُفْتَنُونَ yuf'tanūna mereka disiksa 13
(Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.
ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah فِتْنَتَكُمْ fit'natakum siksaanmu هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan 14
(Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa فِى fī dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga وَعُيُونٍ waʿuyūnin dan mata air 15
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,
ءَاخِذِينَ ākhidhīna mereka mengambil مَآ mā apa yang ءَاتَىٰهُمْ ātāhum memberikan pada mereka رَبُّهُمْ ۚ rabbuhum Tuhan mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَبْلَ qabla sebelum ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مُحْسِنِينَ muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 16
sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.
كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّنَ mina dari/di waktu ٱلَّيْلِ al-layli malam مَا mā tidak يَهْجَعُونَ yahjaʿūna mereka tidur 17
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
وَبِٱلْأَسْحَارِ wabil-asḥāri dan di waktu sahur هُمْ hum mereka يَسْتَغْفِرُونَ yastaghfirūna mereka mohon ampun 18
Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
وَفِىٓ wafī dan dalam أَمْوَٰلِهِمْ amwālihim harta mereka حَقٌّۭ ḥaqqun hak لِّلسَّآئِلِ lilssāili untuk orang yang meminta وَٱلْمَحْرُومِ wal-maḥrūmi dan orang yang tidak meminta 19
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian1.
وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi itu ءَايَـٰتٌۭ āyātun tanda-tanda لِّلْمُوقِنِينَ lil'mūqinīna bagi orang-orang yang yakin 20
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
وَفِىٓ wafī dan pada أَنفُسِكُمْ ۚ anfusikum diri kalian sendiri أَفَلَا afalā maka apakah tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu memperhatikan 21
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
وَفِى wafī dan di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit رِزْقُكُمْ riz'qukum rezekimu وَمَا wamā dan apa yang تُوعَدُونَ tūʿadūna dijanjikan padamu 22
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu1 dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu2.
فَوَرَبِّ fawarabbi demi Tuhan ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَحَقٌّۭ laḥaqqun sungguh benar مِّثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu تَنطِقُونَ tanṭiqūna kamu ucapkan 23
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi), seperti perkataan yang kamu ucapkan.
هَلْ hal apakah أَتَىٰكَ atāka telah sampai kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu cerita ضَيْفِ ḍayfi tamu إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim ٱلْمُكْرَمِينَ l-muk'ramīna orang-orang yang dimuliakan 24
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrāhīm (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
إِذْ idh ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka berkata سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat قَالَ qāla berkata سَلَـٰمٌۭ salāmun selamat قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّنكَرُونَ munkarūna orang-orang yang tidak dikenal 25
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salāman". Ibrāhīm menjawab, "Salāmun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal".
فَرَاغَ farāgha lalu dia pergi diam-diam إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya فَجَآءَ fajāa lalu dia datang/membawa بِعِجْلٍۢ biʿij'lin dengan anak sapi سَمِينٍۢ samīnin gemuk 26
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),
فَقَرَّبَهُۥٓ faqarrabahu lalu dihidangkannya إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka قَالَ qāla (Ibrahim)berkata أَلَا alā mengapa tidak تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan 27
lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrāhīm lalu berkata, "Silakan kamu makan".
فَأَوْجَسَ fa-awjasa maka dia merasa مِنْهُمْ min'hum dari mereka خِيفَةًۭ ۖ khīfatan takut قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā jangan تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut وَبَشَّرُوهُ wabasharūhu dan mereka memberi kabar gembira بِغُلَـٰمٍ bighulāmin dengan seorang anak عَلِيمٍۢ ʿalīmin pandai 28
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrāhīm merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Isḥāq).
فَأَقْبَلَتِ fa-aqbalati maka menghadap/datang ٱمْرَأَتُهُۥ im'ra-atuhu isterinya فِى fī dalam صَرَّةٍۢ ṣarratin teriakan فَصَكَّتْ faṣakkat lalu ia menampar وَجْهَهَا wajhahā mukanya وَقَالَتْ waqālat dan berkata عَجُوزٌ ʿajūzun seorang perempuan tua عَقِيمٌۭ ʿaqīmun mandul 29
Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah قَالَ qāla berfirman رَبُّكِ ۖ rabbuki Tuhanmu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 30
Mereka berkata, "Demikianlah Tuhan-mu memfirmankan. " Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.