Tilawahku
Masuk
۞

Juz 28

Al-Mujadila (1-22), Al-Hashr (1-24), Al-Mumtahanah (1-13), As-Saf (1-14), Al-Jumu'ah (1-11), Al-Munafiqun (1-11), At-Taghabun (1-18), At-Talaq (1-12), At-Tahrim (1-12)

قَدْ qad sesungguhnya سَمِعَ samiʿa mendengar ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوْلَ qawla perkataan ٱلَّتِى allatī yang (wanita) تُجَـٰدِلُكَ tujādiluka ia mengajukan gugatan kepadamu فِى pada/tentang زَوْجِهَا zawjihā suaminya/pasangannya وَتَشْتَكِىٓ watashtakī dan ia mengadukan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَسْمَعُ yasmaʿu mendengar تَحَاوُرَكُمَآ ۚ taḥāwurakumā soal jawab kamu berdua إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat 1

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat1.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُظَـٰهِرُونَ yuẓāhirūna (mereka) menzihar مِنكُم minkum diantara kamu مِّن min dari نِّسَآئِهِم nisāihim istri-istri mereka مَّا tidak هُنَّ hunna mereka (istri-istri) أُمَّهَـٰتِهِمْ ۖ ummahātihim ibu-ibu mereka إِنْ in bahwa أُمَّهَـٰتُهُمْ ummahātuhum ibu mereka إِلَّا illā kecuali ٱلَّـٰٓـِٔى allāī yang (ibu-ibu) وَلَدْنَهُمْ ۚ waladnahum melahirkan mereka وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَيَقُولُونَ layaqūlūna benar-benar mengatakan مُنكَرًۭا munkaran mungkar مِّنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan وَزُورًۭا ۚ wazūran dan dusta وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَفُوٌّ laʿafuwwun benar-benar Maha Pemaaf غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun 2

Orang-orang yang men-ẓihār istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah istri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُظَـٰهِرُونَ yuẓāhirūna (mereka) menzhihar مِن min dari نِّسَآئِهِمْ nisāihim istri-istri mereka ثُمَّ thumma kemudian يَعُودُونَ yaʿūdūna mereka kembali لِمَا limā terhadap apa-apa قَالُوا۟ qālū mereka katakan/ucapkan فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka memerdekakan رَقَبَةٍۢ raqabatin seorang budak مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَتَمَآسَّا ۚ yatamāssā keduanya bercampur ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu تُوعَظُونَ tūʿaẓūna kamu diajar بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 3

Orang-orang yang men-ẓihār istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah شَهْرَيْنِ shahrayni dua bulan مُتَتَابِعَيْنِ mutatābiʿayni berturut-turut مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَتَمَآسَّا ۖ yatamāssā keduanya bercampur فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَسْتَطِعْ yastaṭiʿ kuasa فَإِطْعَامُ fa-iṭ'ʿāmu maka memberi makan سِتِّينَ sittīna enam puluh مِسْكِينًۭا ۚ mis'kīnan orang miskin ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِتُؤْمِنُوا۟ litu'minū supaya kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan rasulnya وَتِلْكَ watil'ka dan itulah حُدُودُ ḥudūdu batas/batas/hukum-hukum ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan orang-orang kafir عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun pedih 4

Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحَآدُّونَ yuḥāddūna (mereka) menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya كُبِتُوا۟ kubitū mereka dihinakan كَمَا kamā sebagaimana كُبِتَ kubita dihinakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami menurunkan ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ ۚ bayyinātin jelas/nyata وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan 5

Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.

يَوْمَ yawma pada hari يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu membangkitkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia memberi tahu mereka بِمَا bimā tentang apa-apa عَمِلُوٓا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan أَحْصَىٰهُ aḥṣāhu menghitungnya ٱللَّهُ l-lahu Allah وَنَسُوهُ ۚ wanasūhu dan mereka melupakannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap/segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun Maha Menyaksikan 6

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu lihat أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا apa-apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa-apa فِى pada ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi مَا tidak يَكُونُ yakūnu adalah مِن min dari نَّجْوَىٰ najwā pembicaraan rahasia ثَلَـٰثَةٍ thalāthatin tiga إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia رَابِعُهُمْ rābiʿuhum keempat mereka وَلَا walā dan tidak خَمْسَةٍ khamsatin kelima إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia سَادِسُهُمْ sādisuhum keenam mereka وَلَآ walā dan tidak أَدْنَىٰ adnā lebih kurang مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu وَلَآ walā dan tidak أَكْثَرَ akthara lebih banyak إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka أَيْنَ ayna dimana مَا apa كَانُوا۟ ۖ kānū adalah mereka ثُمَّ thumma kemudian يُنَبِّئُهُم yunabbi-uhum Dia memberitahukan kepada mereka بِمَا bimā tentang apa-apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka telah kerjakan يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 7

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu lihat إِلَى ilā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نُهُوا۟ nuhū (mereka) dilarang عَنِ ʿani dari ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā pembicaraan rahasia ثُمَّ thumma kemudian يَعُودُونَ yaʿūdūna mereka kembali لِمَا limā kepada apa نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang عَنْهُ ʿanhu dari padanya وَيَتَنَـٰجَوْنَ wayatanājawna dan mereka berbicara rahasia بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi untuk berbuat dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permungsuhan وَمَعْصِيَتِ wamaʿṣiyati dan mendurhakai ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu حَيَّوْكَ ḥayyawka mereka mengucapkan salam kehormatan kepadamu بِمَا bimā dengan apa-apa لَمْ lam tidak يُحَيِّكَ yuḥayyika menurut salam kehormatan kepadamu بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ l-lahu Allah وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan فِىٓ pada أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri لَوْلَا lawlā mengapa tidak يُعَذِّبُنَا yuʿadhibunā menyiksa kita ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa/disebabkan نَقُولُ ۚ naqūlu kita katakan حَسْبُهُمْ ḥasbuhum cukup bagi mereka جَهَنَّمُ jahannamu neraka jahanam يَصْلَوْنَهَا ۖ yaṣlawnahā mereka memasukinya فَبِئْسَ fabi'sa maka seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 8

Apakah tiada kamu perhatikan, orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila تَنَـٰجَيْتُمْ tanājaytum kamu bicara rahasia فَلَا falā maka jangan تَتَنَـٰجَوْا۟ tatanājaw kamu bicara rahasia بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan berbuat dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permungsuhan وَمَعْصِيَتِ wamaʿṣiyati dan mendurhakai ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul وَتَنَـٰجَوْا۟ watanājaw dan berbicara rahasia بِٱلْبِرِّ bil-biri dengan kebaikan وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ wal-taqwā dan takwa وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī orang-orang yang إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikembalikan 9

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā pembicaraan rahasia مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan لِيَحْزُنَ liyaḥzuna supaya berduka cita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَيْسَ walaysa dan tidaklah بِضَآرِّهِمْ biḍārrihim memberi mudarat kepada mereka شَيْـًٔا shayan sesuatu/sedikitpun إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَعَلَى waʿalā dan atas ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali bertawakal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman 10

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudarat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila قِيلَ qīla dikatakan لَكُمْ lakum bagi kalian تَفَسَّحُوا۟ tafassaḥū berlapang-lapanglah فِى dalam ٱلْمَجَـٰلِسِ l-majālisi majlis فَٱفْسَحُوا۟ fa-if'saḥū maka lapangkanlah يَفْسَحِ yafsaḥi melapangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan ٱنشُزُوا۟ unshuzū bangunlah فَٱنشُزُوا۟ fa-unshuzū maka bangunlah يَرْفَعِ yarfaʿi meninggikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu دَرَجَـٰتٍۢ ۚ darajātin derajat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa-apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 11

Hai orang-orang beriman, apabila dikatakan kepadamu, "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā Wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila نَـٰجَيْتُمُ nājaytumu kamu berbicara rahasia ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul فَقَدِّمُوا۟ faqaddimū maka dahulukan بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday hadapan (sebelum) نَجْوَىٰكُمْ najwākum pembicaraan rahasiamu صَدَقَةًۭ ۚ ṣadaqatan bersedekahlah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian وَأَطْهَرُ ۚ wa-aṭharu dan lebih bersih فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 12

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ءَأَشْفَقْتُمْ a-ashfaqtum apakah kamu takut أَن an bahwa تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū mendahulukan بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday hadapan (sebelum) نَجْوَىٰكُمْ najwākum pembicaraan rahasiamu صَدَقَـٰتٍۢ ۚ ṣadaqātin bersedekah فَإِذْ fa-idh maka jika لَمْ lam tidak تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan وَتَابَ watāba dan menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَأَقِيمُوا۟ fa-aqīmū maka dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa-apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 13

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

۞ أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَوَلَّوْا۟ tawallaw (mereka) menjadikan pemimpin قَوْمًا qawman kaum غَضِبَ ghaḍiba memurkai ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّا tidak هُم hum mereka مِّنكُمْ minkum dari kamu وَلَا walā dan tidak مِنْهُمْ min'hum dari mereka وَيَحْلِفُونَ wayaḥlifūna dan mereka bersumpah عَلَى ʿalā atas ٱلْكَذِبِ l-kadhibi kebohongan وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 14

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.

أَعَدَّ aʿadda menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًا ۖ shadīdan sangat keras إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 15

Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka menjadikan أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah-sumpah mereka جُنَّةًۭ junnatan perisai فَصَدُّوا۟ faṣaddū lalu mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab/siksa مُّهِينٌۭ muhīnun hina 16

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.

لَّن lan tidak تُغْنِىَ tugh'niya berguna عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا ۚ shayan sedikitpun أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal 17

Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

يَوْمَ yawma hari يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu membangkitkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيَحْلِفُونَ fayaḥlifūna lalu mereka bersumpah لَهُۥ lahu kepada-Nya كَمَا kamā sebagaimana يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu أَلَآ alā ketahuilah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang pendusta 18

(Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.

ٱسْتَحْوَذَ is'taḥwadha menguasai عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فَأَنسَىٰهُمْ fa-ansāhum lalu menjadikan mereka lupa ذِكْرَ dhik'ra mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حِزْبُ ḥiz'bu golongan ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan أَلَآ alā ketahuilah إِنَّ inna sesungguhnya حِزْبَ ḥiz'ba golongan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna lemah 19

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.

إِنَّ inna sesunguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحَآدُّونَ yuḥāddūna (mereka) menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ warasūlahu dan rasul-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى dalam ٱلْأَذَلِّينَ l-adhalīna orang-orang yang hina 20

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.

كَتَبَ kataba menulis/menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَأَغْلِبَنَّ la-aghlibanna pasti mengalahkan أَنَا۠ anā Aku وَرُسُلِىٓ ۚ warusulī dan rasul-Ku إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَوِىٌّ qawiyyun Maha Kuat عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa 21

Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

لَّا tidak تَجِدُ tajidu akan mendapati قَوْمًۭا qawman suatu kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhir يُوَآدُّونَ yuwāddūna mereka berkasih sayang مَنْ man siapa/orang حَآدَّ ḥādda ia menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya وَلَوْ walaw walaupun كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka أَوْ aw atau أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak-anak mereka أَوْ aw atau إِخْوَٰنَهُمْ ikh'wānahum saudara-saudara mereka أَوْ aw atau عَشِيرَتَهُمْ ۚ ʿashīratahum keluarga mereka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu كَتَبَ kataba (Allah) menetapkan فِى dalam قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلْإِيمَـٰنَ l-īmāna keimanan وَأَيَّدَهُم wa-ayyadahum dan Dia menguatkan mereka بِرُوحٍۢ birūḥin dengan roh pertolongan مِّنْهُ ۖ min'hu dari pada-Nya وَيُدْخِلُهُمْ wayud'khiluhum dan Dia memasukkan mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya رَضِىَ raḍiya meridai ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka rida عَنْهُ ۚ ʿanhu dari pada-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حِزْبُ ḥiz'bu golongan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أَلَآ alā ketahuilah إِنَّ inna sesungguhnya حِزْبَ ḥiz'ba golongan ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 22

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan1 yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

سَبَّحَ sabbaḥa bertasbih/mensucikan لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى pada ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 1

Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَخْرَجَ akhraja mengeluarkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung mereka لِأَوَّلِ li-awwali pada yang pertama ٱلْحَشْرِ ۚ l-ḥashri pengusiran مَا tidak ظَنَنتُمْ ẓanantum menyangka أَن an bahwa يَخْرُجُوا۟ ۖ yakhrujū mereka akan keluar وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan menyangka أَنَّهُم annahum sesungguhnya mereka مَّانِعَتُهُمْ māniʿatuhum mencegah/mempertahankan mereka حُصُونُهُم ḥuṣūnuhum benteng-benteng mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَتَىٰهُمُ fa-atāhumu maka mendatangkan pada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah لَمْ lam tidak يَحْتَسِبُوا۟ ۖ yaḥtasibū mengira وَقَذَفَ waqadhafa dan (Allah) mencampakkan فِى pada قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلرُّعْبَ ۚ l-ruʿ'ba ketakutan يُخْرِبُونَ yukh'ribūna mereka meruntuhkan/memusnahkan بُيُوتَهُم buyūtahum rumah-rumah mereka بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka وَأَيْدِى wa-aydī dengan tangan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman فَٱعْتَبِرُوا۟ fa-iʿ'tabirū maka ambillah pelajaran يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri yang mempunyai pandangan! 2

Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab1 dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.

وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak أَن an bahwa كَتَبَ kataba telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْجَلَآءَ l-jalāa pengusiran لَعَذَّبَهُمْ laʿadhabahum pasti (Allah) mengazab mereka فِى pada ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَهُمْ walahum dan mereka فِى pada ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat عَذَابُ ʿadhābu azab ٱلنَّارِ l-nāri neraka 3

Dan jikalau tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka شَآقُّوا۟ shāqqū mereka menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۖ warasūlahu dan rasul-Nya وَمَن waman dan siapa يُشَآقِّ yushāqqi menentang ٱللَّهَ l-laha Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat/keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan/hukuman 4

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

مَا apa-apa قَطَعْتُم qaṭaʿtum kamu potong/tebang مِّن min dari لِّينَةٍ līnatin pohon kurma أَوْ aw atau تَرَكْتُمُوهَا taraktumūhā kamu tinggalkannya قَآئِمَةً qāimatan berdiri عَلَىٰٓ ʿalā atas أُصُولِهَا uṣūlihā pokoknya/batangnya فَبِإِذْنِ fabi-idh'ni maka dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيُخْزِىَ waliyukh'ziya dan Dia hendak menghinakan ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang fasik 5

Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya1, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

وَمَآ wamā dan apa-apa أَفَآءَ afāa memberikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya مِنْهُمْ min'hum dari mereka فَمَآ famā maka tidak أَوْجَفْتُمْ awjaftum kamu mengerahkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari خَيْلٍۢ khaylin seekor kuda وَلَا walā dan tidak رِكَابٍۢ rikābin tunggangan وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يُسَلِّطُ yusalliṭu memberikan kekuasaan رُسُلَهُۥ rusulahu rasul-Nya عَلَىٰ ʿalā atas مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu sesuatu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 6

Dan apa saja harta rampasan (fay`)1 yang diberikan Allah kepada rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

مَّآ apa أَفَآءَ afāa yang memberikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli/penduduk ٱلْقُرَىٰ l-qurā negri/kota فَلِلَّهِ falillahi maka untuk Allah وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan untuk rasul-Nya وَلِذِى walidhī dan yang memiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā hubungan kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan untuk anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang ٱلسَّبِيلِ l-sabīli dalam perjalanan كَىْ kay supaya لَا jangan يَكُونَ yakūna adalah ia (harta) دُولَةًۢ dūlatan beredar بَيْنَ bayna diantara ٱلْأَغْنِيَآءِ l-aghniyāi orang-orang kaya مِنكُمْ ۚ minkum diantara kamu وَمَآ wamā dan tidak ءَاتَىٰكُمُ ātākumu yang diberikan kepadamu ٱلرَّسُولُ l-rasūlu rasul فَخُذُوهُ fakhudhūhu maka ambilah ia وَمَا wamā dan apa نَهَىٰكُمْ nahākum yang melarang kamu عَنْهُ ʿanhu dari padanya فَٱنتَهُوا۟ ۚ fa-intahū maka hentikan/tinggalkan وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat/keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan/hukuman 7

Apa saja harta rampasan (fay`) yang diberikan Allah kepada rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi bagi orang-orang fakir ٱلْمُهَـٰجِرِينَ l-muhājirīna orang-orang yang berhijrah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū (mereka) diusir مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah-rumah/kampung mereka وَأَمْوَٰلِهِمْ wa-amwālihim dan harta mereka يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرِضْوَٰنًۭا wariḍ'wānan dan keridaan وَيَنصُرُونَ wayanṣurūna dan mereka menolong ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلصَّـٰدِقُونَ l-ṣādiqūna orang-orang yang benar 8

(Juga) bagi para fukara yang berhijrah1 yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya dan mereka menolong Allah dan rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang تَبَوَّءُو tabawwaū (mereka)menempati ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung (kota) وَٱلْإِيمَـٰنَ wal-īmāna dan keimanan مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka يُحِبُّونَ yuḥibbūna dan mereka mencintai مَنْ man orang-orang هَاجَرَ hājara hijrah/pindah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَلَا walā dan tidak يَجِدُونَ yajidūna mendapati/menaruh فِى pada صُدُورِهِمْ ṣudūrihim dada mereka حَاجَةًۭ ḥājatan hajat/keinginan مِّمَّآ mimmā terhadap apa أُوتُوا۟ ūtū mereka diberi وَيُؤْثِرُونَ wayu'thirūna dan mereka mengutamakan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah بِهِمْ bihim mereka خَصَاصَةٌۭ ۚ khaṣāṣatun kepapaan/kesusahan وَمَن waman dan barang siapa يُوقَ yūqa dipelihara شُحَّ shuḥḥa kekikiran نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 9

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan ini). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang جَآءُو jāū (mereka) datang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَلِإِخْوَٰنِنَا wali-ikh'wāninā dan bagi saudara-saudara kami ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang سَبَقُونَا sabaqūnā (mereka) mendahului kami بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan beriman وَلَا walā dan tidak تَجْعَلْ tajʿal Engkau jadikan فِى dalam قُلُوبِنَا qulūbinā hati kami غِلًّۭا ghillan kedengkian لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau رَءُوفٌۭ raūfun Maha Penyantun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 10

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".

۞ أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَافَقُوا۟ nāfaqū (mereka) munafik يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata لِإِخْوَٰنِهِمُ li-ikh'wānihimu kepada saudara-saudara mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab لَئِنْ la-in sungguh jika أُخْرِجْتُمْ ukh'rij'tum kamu diusir لَنَخْرُجَنَّ lanakhrujanna niscaya kami akan keluar مَعَكُمْ maʿakum bersamamu وَلَا walā dan tidak نُطِيعُ nuṭīʿu kami taat/patuh فِيكُمْ fīkum pada/untuk kamu أَحَدًا aḥadan seseorang/siapapun أَبَدًۭا abadan selama-lamanya وَإِن wa-in dan jika قُوتِلْتُمْ qūtil'tum kamu di perangi لَنَنصُرَنَّكُمْ lananṣurannakum niscaya kami akan membantu kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَشْهَدُ yashhadu menyaksikan إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar pendusta 11

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir1 di antara ahli kitab, "Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kami pun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu". Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

لَئِنْ la-in sungguh jika أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū mereka diusir لَا tidak يَخْرُجُونَ yakhrujūna keluar مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka وَلَئِن wala-in dan sungguh jika قُوتِلُوا۟ qūtilū mereka diperangi لَا tidak يَنصُرُونَهُمْ yanṣurūnahum menolong mereka وَلَئِن wala-in dan sungguh jika نَّصَرُوهُمْ naṣarūhum mereka menolongnya لَيُوَلُّنَّ layuwallunna niscaya mereka berpaling ٱلْأَدْبَـٰرَ l-adbāra belakang ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna ditolong 12

Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tiada akan keluar bersama mereka; dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tiada akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.

لَأَنتُمْ la-antum sungguh kamu أَشَدُّ ashaddu sangat/lebih رَهْبَةًۭ rahbatan ketakutan/ditakuti فِى dalam صُدُورِهِم ṣudūrihim dada mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum sesungguhnya mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti 13

Sesungguhnya kamu, dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

لَا tidak يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu جَمِيعًا jamīʿan semuanya/bersatu إِلَّا illā kecuali فِى dalam قُرًۭى quran kampung-kampung مُّحَصَّنَةٍ muḥaṣṣanatin berbenteng أَوْ aw atau مِن min dari وَرَآءِ warāi belakang جُدُرٍۭ ۚ judurin tembok بَأْسُهُم basuhum kekuatan/permungsuhan mereka بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka شَدِيدٌۭ ۚ shadīdun sangat/keras تَحْسَبُهُمْ taḥsabuhum kamu mengira جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya/bersatu وَقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka شَتَّىٰ ۚ shattā pecah-belah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum sesungguhnya mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal 14

Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

كَمَثَلِ kamathali seperti/perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka قَرِيبًۭا ۖ qarīban dekat/belum lama ذَاقُوا۟ dhāqū mereka merasakan وَبَالَ wabāla kejahatan/akibat buruk أَمْرِهِمْ amrihim urusan/perbuatan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 15

(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka1 telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka2 dan bagi mereka azab yang pedih.

كَمَثَلِ kamathali seperti/perumpamaan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni kepada manusia ٱكْفُرْ uk'fur kafirlah kamu فَلَمَّا falammā maka tatkala كَفَرَ kafara (manusia) kafir قَالَ qāla dia berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّنكَ minka dari kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu takut ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّ rabba Tuhan/Pemlihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna Alam semesta 16

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam".

فَكَانَ fakāna maka adalah عَـٰقِبَتَهُمَآ ʿāqibatahumā akibat/kesudahan keduanya أَنَّهُمَا annahumā bahwasanya keduanya فِى pada/dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka خَـٰلِدَيْنِ khālidayni mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu جَزَٰٓؤُا۟ jazāu balasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang zalim 17

Maka adalah kesudahan keduanya bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلْتَنظُرْ waltanẓur dan hendaklah memperhatikan نَفْسٌۭ nafsun jiwa/diri/seseorang مَّا apa قَدَّمَتْ qaddamat yang ia telah perbuat لِغَدٍۢ ۖ lighadin untuk hari esok وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā terhadap apa-apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu mengerjakan 18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang نَسُوا۟ nasū (mereka) lupa ٱللَّهَ l-laha Allah فَأَنسَىٰهُمْ fa-ansāhum lalu (Allah) menjadikan mereka lupa أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 19

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

لَا tidak يَسْتَوِىٓ yastawī sama أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penghuni ٱلْجَنَّةِ ۚ l-janati surga أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang beruntung 20

Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.

لَوْ law sekiranya أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Quran عَلَىٰ ʿalā atas جَبَلٍۢ jabalin gunung لَّرَأَيْتَهُۥ lara-aytahu melihatnya خَـٰشِعًۭا khāshiʿan tunduk مُّتَصَدِّعًۭا mutaṣaddiʿan terpecah/terbelah مِّنْ min dari خَشْيَةِ khashyati takut ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَتِلْكَ watil'ka dan itulah ٱلْأَمْثَـٰلُ l-amthālu perumpamaan-perumpamaan نَضْرِبُهَا naḍribuhā Kami buatnya لِلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna berfikir 21

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`ān ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.

هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia عَـٰلِمُ ʿālimu mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang ghaib/tersembunyi وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۖ wal-shahādati dan yang terang/nampak هُوَ huwa Dia ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang 22

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja ٱلْقُدُّوسُ l-qudūsu Maha Suci ٱلسَّلَـٰمُ l-salāmu Maha Sejahtera ٱلْمُؤْمِنُ l-mu'minu Yang Mengaruniai Kemanan ٱلْمُهَيْمِنُ l-muhayminu Yang Mengawal/Maha Pemelihara ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْجَبَّارُ l-jabāru Maha Kuasa ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ l-mutakabiru yang Memiliki segala Kebesaran سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan 23

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخَـٰلِقُ l-khāliqu Yang Menciptakan ٱلْبَارِئُ l-bāri-u Yang Mengadakan ٱلْمُصَوِّرُ ۖ l-muṣawiru Yang Membentuk rupa لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā yang baik يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya مَا apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 24

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا janganlah تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan عَدُوِّى ʿaduwwī musuh-Ku وَعَدُوَّكُمْ waʿaduwwakum dan musuhmu أَوْلِيَآءَ awliyāa penolong/sahabat تُلْقُونَ tul'qūna kamu menemui/menyampaikan إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka بِٱلْمَوَدَّةِ bil-mawadati dengan kasih sayang وَقَدْ waqad dan sesungguhnya كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِمَا bimā terhadap apa جَآءَكُم jāakum datang kepadamu مِّنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran يُخْرِجُونَ yukh'rijūna mereka mengusir ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul وَإِيَّاكُمْ ۙ wa-iyyākum dan kamu أَن an bahwa تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah خَرَجْتُمْ kharajtum kamu keluar جِهَـٰدًۭا jihādan berjihad/berjuang/bekerja keras فِى pada سَبِيلِى sabīlī jalan-Ku وَٱبْتِغَآءَ wa-ib'tighāa dan mencari مَرْضَاتِى ۚ marḍātī keridaan-Ku تُسِرُّونَ tusirrūna kamu merahasiakan إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka بِٱلْمَوَدَّةِ bil-mawadati dengan kasih sayang وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَآ bimā terhadap apa أَخْفَيْتُمْ akhfaytum kamu sembunyikan وَمَآ wamā dan apa أَعْلَنتُمْ ۚ aʿlantum kamu nyatakan وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْهُ yafʿalhu melakukannya مِنكُمْ minkum diantara kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya ضَلَّ ḍalla sesat سَوَآءَ sawāa sama/lurus ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan 1

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhan-mu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

إِن in jika يَثْقَفُوكُمْ yathqafūkum mereka menangkap kamu يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah لَكُمْ lakum bagi kalian أَعْدَآءًۭ aʿdāan musuh وَيَبْسُطُوٓا۟ wayabsuṭū dan mereka melepaskan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka وَأَلْسِنَتَهُم wa-alsinatahum dan lidah mereka بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan kejahatan (menyakiti) وَوَدُّوا۟ wawaddū dan mereka menginginkan لَوْ law sekiranya/supaya تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir 2

Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.

لَن lan tidak تَنفَعَكُمْ tanfaʿakum memberi manfaat kepadamu أَرْحَامُكُمْ arḥāmukum kerabat-kerabat kamu وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُكُمْ ۚ awlādukum anak-anak kamu يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يَفْصِلُ yafṣilu Dia memisahkan بَيْنَكُمْ ۚ baynakum antara kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 3

Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

قَدْ qad sesungguhnya كَانَتْ kānat telah ada لَكُمْ lakum bagi kalian أُسْوَةٌ us'watun suri tauladan حَسَنَةٌۭ ḥasanatun yang baik فِىٓ pada إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مَعَهُۥٓ maʿahu bersamanya إِذْ idh apabila قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan لِقَوْمِهِمْ liqawmihim kepada kaumnya إِنَّا innā sesungguhnya بُرَءَٰٓؤُا۟ buraāu berlepas diri مِنكُمْ minkum dari kamu وَمِمَّا wamimmā dan dari apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah كَفَرْنَا kafarnā kami kafir/ingkar بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian وَبَدَا wabadā dan nyata بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَكُمُ wabaynakumu dan antara kamu ٱلْعَدَٰوَةُ l-ʿadāwatu permungsuhan وَٱلْبَغْضَآءُ wal-baghḍāu dan kebencian أَبَدًا abadan selama-lamanya حَتَّىٰ ḥattā hingga تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَحْدَهُۥٓ waḥdahu sendiri-Nya إِلَّا illā kecuali قَوْلَ qawla perkataan إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya لَأَسْتَغْفِرَنَّ la-astaghfiranna sungguh aku memohonkan ampun لَكَ laka bagimu وَمَآ wamā dan tidak أَمْلِكُ amliku aku memiliki/kuasa لَكَ laka bagimu مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu/sedikitpun رَّبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami عَلَيْكَ ʿalayka atas Engkau تَوَكَّلْنَا tawakkalnā kami bertawakal وَإِلَيْكَ wa-ilayka dan kepada Engkau أَنَبْنَا anabnā kami bertaubat وَإِلَيْكَ wa-ilayka dan kepada Engkau ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru kami kembali 4

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrāhīm dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dari dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja". Kecuali perkataan Ibrāhīm kepada bapaknya1, "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrāhīm berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkau-lah kami bertawakal dan hanya kepada Engkau-lah kami bertobat dan hanya kepada Engkau-lah kami kembali,

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا janganlah تَجْعَلْنَا tajʿalnā kami Engkau jadikan kami فِتْنَةًۭ fit'natan percobaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لَنَا lanā bagi kami رَبَّنَآ ۖ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 5

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

لَقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهِمْ fīhim didalamnya أُسْوَةٌ us'watun suri teladan حَسَنَةٌۭ ḥasanatun yang baik لِّمَن liman bagi siapa كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mereka mengharap ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلْيَوْمَ wal-yawma dan hari ٱلْـَٔاخِرَ ۚ l-ākhira akhir وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَلَّ yatawalla berpaling فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji 6

Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrāhīm dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian. Dan barang siapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.

۞ عَسَى ʿasā mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa يَجْعَلَ yajʿala menjadikan بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَادَيْتُم ʿādaytum kamu musuhi مِّنْهُم min'hum diantara mereka مَّوَدَّةًۭ ۚ mawaddatan kasih sayang وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah قَدِيرٌۭ ۚ qadīrun Maha Kuasa وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 7

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

لَّا tidak يَنْهَىٰكُمُ yanhākumu melarang kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنِ ʿani dari/terhadap ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَمْ lam tidak يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum memerangi kamu فِى dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama وَلَمْ walam dan tidak يُخْرِجُوكُم yukh'rijūkum mengusir/mengeluarkan kamu مِّن min dari دِيَـٰرِكُمْ diyārikum rumah/kampung halaman أَن an bahwa تَبَرُّوهُمْ tabarrūhum kamu berbuat baik kepada mereka وَتُقْسِطُوٓا۟ watuq'siṭū dan kamu berlaku adil إِلَيْهِمْ ۚ ilayhim kepada mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُقْسِطِينَ l-muq'siṭīna orang-orang yang berlaku adil 8

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَنْهَىٰكُمُ yanhākumu melarang kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنِ ʿani dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَـٰتَلُوكُمْ qātalūkum (mereka) memerangi kamu فِى dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama وَأَخْرَجُوكُم wa-akhrajūkum dan mengusir/mengeluarkan kamu مِّن min dari دِيَـٰرِكُمْ diyārikum kampung halamanmu وَظَـٰهَرُوا۟ waẓāharū dan mereka membantu عَلَىٰٓ ʿalā atas/untuk إِخْرَاجِكُمْ ikh'rājikum mengusir kamu أَن an bahwa تَوَلَّوْهُمْ ۚ tawallawhum kamu menjadikan mereka sebagai kawan وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَلَّهُمْ yatawallahum menjadikan mereka sebagai kawan فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 9

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila جَآءَكُمُ jāakumu datang kepadamu ٱلْمُؤْمِنَـٰتُ l-mu'minātu orang perempuan beriman مُهَـٰجِرَٰتٍۢ muhājirātin berhijrah فَٱمْتَحِنُوهُنَّ ۖ fa-im'taḥinūhunna maka ujilah mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu mengetahui بِإِيمَـٰنِهِنَّ ۖ biīmānihinna tentang keimanan mereka فَإِنْ fa-in maka jika عَلِمْتُمُوهُنَّ ʿalim'tumūhunna mengetahui mereka مُؤْمِنَـٰتٍۢ mu'minātin wanita-wanita beriman فَلَا falā maka janganlah تَرْجِعُوهُنَّ tarjiʿūhunna kamu kembalikan mereka إِلَى ilā kepada ٱلْكُفَّارِ ۖ l-kufāri orang-orang kafir لَا tidak هُنَّ hunna mereka (wanita beriman) حِلٌّۭ ḥillun halal لَّهُمْ lahum bagi mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحِلُّونَ yaḥillūna halal لَهُنَّ ۖ lahunna bagi mereka وَءَاتُوهُم waātūhum dan berikan kepada mereka مَّآ apa-apa أَنفَقُوا۟ ۚ anfaqū mereka belanjakan وَلَا walā dan tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَن an bahwa تَنكِحُوهُنَّ tankiḥūhunna kamu nikah dengan mereka إِذَآ idhā apabila ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu berikan kepada mereka أُجُورَهُنَّ ۚ ujūrahunna maskawin mereka وَلَا walā dan jangan تُمْسِكُوا۟ tum'sikū kamu tahan/pegang بِعِصَمِ biʿiṣami dengan tali/ikatan ٱلْكَوَافِرِ l-kawāfiri wanita-wanita kafir وَسْـَٔلُوا۟ wasalū dan mintalah مَآ apa أَنفَقْتُمْ anfaqtum kamu belanjakan وَلْيَسْـَٔلُوا۟ walyasalū dan agar mereka meminta مَآ apa أَنفَقُوا۟ ۚ anfaqū yang mereka belanjakan ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu حُكْمُ ḥuk'mu ketetapan/hukum ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah يَحْكُمُ yaḥkumu menetapkan/memberi hukum بَيْنَكُمْ ۚ baynakum diantara kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana 10

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَإِن wa-in dan jika فَاتَكُمْ fātakum berlalu/lari padamu شَىْءٌۭ shayon sesuatu مِّنْ min dari أَزْوَٰجِكُمْ azwājikum isteri-isterimu إِلَى ilā kepada ٱلْكُفَّارِ l-kufāri orang-orang kafir فَعَاقَبْتُمْ faʿāqabtum lalu kamu mengalahkan فَـَٔاتُوا۟ faātū maka berikanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ذَهَبَتْ dhahabat pergi/lari أَزْوَٰجُهُم azwājuhum isteri-isteri mereka مِّثْلَ mith'la seperti/sebesar مَآ apa أَنفَقُوا۟ ۚ anfaqū mereka belanjakan وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنتُم antum kamu بِهِۦ bihi kepada-Nya مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman 11

Dan jika seseorang dari istri-istrimu lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka, maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari istrinya itu mahar sebanyak yang telah mereka bayar1. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya kamu beriman.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi إِذَا idhā apabila جَآءَكَ jāaka datang kepadamu ٱلْمُؤْمِنَـٰتُ l-mu'minātu wanita-wanita beriman يُبَايِعْنَكَ yubāyiʿ'naka berjanji setia عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa لَّا tidak يُشْرِكْنَ yush'rik'na mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَسْرِقْنَ yasriq'na mereka mencuri وَلَا walā dan tidak يَزْنِينَ yaznīna berizina وَلَا walā dan tidak يَقْتُلْنَ yaqtul'na membunuh أَوْلَـٰدَهُنَّ awlādahunna anak-anak mereka وَلَا walā dan tidak يَأْتِينَ yatīna datangkan/berbuat بِبُهْتَـٰنٍۢ bibuh'tānin dengan dusta يَفْتَرِينَهُۥ yaftarīnahu mereka ada-adakannya بَيْنَ bayna antara أَيْدِيهِنَّ aydīhinna tangan mereka وَأَرْجُلِهِنَّ wa-arjulihinna dan kaki-kaki mereka وَلَا walā dan tidak يَعْصِينَكَ yaʿṣīnaka mereka mendurhakaimu فِى dalam مَعْرُوفٍۢ ۙ maʿrūfin kebaikan فَبَايِعْهُنَّ fabāyiʿ'hunna maka terimalah janji setia mereka وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampun لَهُنَّ lahunna bagi/untuk mereka ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 12

Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka1, dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَوَلَّوْا۟ tatawallaw jadikan sabahat/pemimpin قَوْمًا qawman kaum غَضِبَ ghaḍiba memurkai ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka قَدْ qad sesungguhnya يَئِسُوا۟ ya-isū mereka putus asa مِنَ mina dari/terhadap ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhitat كَمَا kamā sebagaimana يَئِسَ ya-isa berputus asa ٱلْكُفَّارُ l-kufāru orang-orang kafir مِنْ min dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلْقُبُورِ l-qubūri kubur 13

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.

سَبَّحَ sabbaḥa bertasbih لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى pada ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 1

Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لِمَ lima mengapa تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan مَا apa لَا tidak تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan 2

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?

كَبُرَ kabura besar مَقْتًا maqtan kebencian عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan مَا apa لَا tidak تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan 3

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu mencintai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna (mereka) berperang فِى pada سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalan-Nya صَفًّۭا ṣaffan barisan كَأَنَّهُم ka-annahum seakan-akan بُنْيَـٰنٌۭ bun'yānun bangunan مَّرْصُوصٌۭ marṣūṣun tersusun 4

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.

وَإِذْ wa-idh apabila قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لِمَ lima mengapa تُؤْذُونَنِى tu'dhūnanī kamu menyakiti aku وَقَد waqad dan sesungguhnya تَّعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui أَنِّى annī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu rasul/utusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَيْكُمْ ۖ ilaykum kepadamu فَلَمَّا falammā maka tatkala زَاغُوٓا۟ zāghū mereka berpaling أَزَاغَ azāgha memalingkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قُلُوبَهُمْ ۚ qulūbahum hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī menunjukkan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik 5

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka1; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

وَإِذْ wa-idh dan apabila قَالَ qāla berkata عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu binti/anak مَرْيَمَ maryama Maryam يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu rasul/utusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مُّصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَىَّ yadayya hadapanku/sebelumku مِنَ mina dari ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَمُبَشِّرًۢا wamubashiran dan kabar gembira بِرَسُولٍۢ birasūlin dengan seorang rasul يَأْتِى yatī akan datang مِنۢ min dari بَعْدِى baʿdī sesudahku ٱسْمُهُۥٓ us'muhu namanya أَحْمَدُ ۖ aḥmadu Ahmad فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang jelas قَالُوا۟ qālū berkata mereka هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 6

Dan (ingatlah) ketika ʻIsa putra Maryam berkata, "Hai Bani Isrā`īl, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata".

وَمَنْ waman dan siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani dari pada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap Allah ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta وَهُوَ wahuwa dan dia يُدْعَىٰٓ yud'ʿā di ajak إِلَى ilā atas ٱلْإِسْلَـٰمِ ۚ l-is'lāmi Islam وَٱللَّهُ wal-lahu baginya لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 7

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

يُرِيدُونَ yurīdūna mereka ingin/menghendaki لِيُطْفِـُٔوا۟ liyuṭ'fiū untuk memadamkan نُورَ nūra cahaya ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut-mulut mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مُتِمُّ mutimmu menyempurnakan نُورِهِۦ nūrihi cahaya-Nya وَلَوْ walaw meskipun كَرِهَ kariha benci ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir 8

Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir benci.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengutus رَسُولَهُۥ rasūlahu utusan/rasul-Nya بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَدِينِ wadīni dan agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar لِيُظْهِرَهُۥ liyuẓ'hirahu untuk memenangkan عَلَى ʿalā atas ٱلدِّينِ l-dīni agama كُلِّهِۦ kullihi semuanya/seluruhnya وَلَوْ walaw meskipun كَرِهَ kariha benci ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik 9

Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik benci.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman هَلْ hal apakah أَدُلُّكُمْ adullukum aku tunjukkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas تِجَـٰرَةٍۢ tijāratin perdagangan تُنجِيكُم tunjīkum ia akan menyelamatkan kamu مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab أَلِيمٍۢ alīmin pedih 10

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

تُؤْمِنُونَ tu'minūna kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya وَتُجَـٰهِدُونَ watujāhidūna dan kamu berjihad/berjuang فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَمْوَٰلِكُمْ bi-amwālikum dengan harta kamu وَأَنفُسِكُمْ ۚ wa-anfusikum dan jiwa kamu ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 11

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui,

يَغْفِرْ yaghfir Dia (allah) mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian ذُنُوبَكُمْ dhunūbakum dosa-dosamu وَيُدْخِلْكُمْ wayud'khil'kum dan Dia memasukkan kamu جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai وَمَسَـٰكِنَ wamasākina dan tempat-tempat tinggal طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan baik فِى pada جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍۢ ۚ ʿadnin Adn ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar 12

niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ʻAdn. Itulah keberuntungan yang besar.

وَأُخْرَىٰ wa-ukh'rā dan yang lain تُحِبُّونَهَا ۖ tuḥibbūnahā kamu menyukainya نَصْرٌۭ naṣrun pertolongan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفَتْحٌۭ wafatḥun dan kemenangan قَرِيبٌۭ ۗ qarībun dekat وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 13

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai, (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُونُوٓا۟ kūnū adalah/jadilah kamu أَنصَارَ anṣāra penolong-penolong ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَا kamā sebagaimana قَالَ qāla berkata عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu anak مَرْيَمَ maryama Maryam لِلْحَوَارِيِّـۧنَ lil'ḥawāriyyīna kepada pengikut-pengikut setia مَنْ man siapakah أَنصَارِىٓ anṣārī penolong-penolongku إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla berkata ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna pengikut-pengikut yang setia نَحْنُ naḥnu kami أَنصَارُ anṣāru penolong-penolong ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَـَٔامَنَت faāmanat maka berimanlah طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنۢ min dari بَنِىٓ banī bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَكَفَرَت wakafarat dan kafir طَّآئِفَةٌۭ ۖ ṭāifatun segolongan فَأَيَّدْنَا fa-ayyadnā maka Kami beri kekuatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman عَلَىٰ ʿalā atas عَدُوِّهِمْ ʿaduwwihim musuh-musuh mereka فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka ظَـٰهِرِينَ ẓāhirīna orang-orang yang menang 14

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ʻIsa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Isrā`īl beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى pada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ٱلْمَلِكِ l-maliki Raja ٱلْقُدُّوسِ l-qudūsi Maha Suci ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana 1

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang بَعَثَ baʿatha mengutus فِى pada ٱلْأُمِّيِّـۧنَ l-umiyīna yang buta huruf رَسُولًۭا rasūlan seorang rasul مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayat-Nya وَيُزَكِّيهِمْ wayuzakkīhim dan dia mensucikan mereka وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan dia mengajarkan mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah وَإِن wa-in dan sungguh كَانُوا۟ kānū mereka adalah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum لَفِى lafī benar-benar dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata 2

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

وَءَاخَرِينَ waākharīna dan yang lain مِنْهُمْ min'hum dari mereka لَمَّا lammā tatkala/belum يَلْحَقُوا۟ yalḥaqū mereka bertemu/berhubungan بِهِمْ ۚ bihim dengan mereka وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 3

dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah يُؤْتِيهِ yu'tīhi diberikannya مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū memiliki/mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar 4

Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.

مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حُمِّلُوا۟ ḥummilū (mereka) dipikulkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta taurat ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَحْمِلُوهَا yaḥmilūhā mereka memikulnya كَمَثَلِ kamathali seperti ٱلْحِمَارِ l-ḥimāri keledai يَحْمِلُ yaḥmilu memikul/membawa أَسْفَارًۢا ۚ asfāran kitab yang tebal بِئْسَ bi'sa sangat buruk مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 5

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya1 adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوٓا۟ hādū (mereka) beragama Yahudi إِن in jika زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu mengira أَنَّكُمْ annakum bahwa sesungguhnya kamu أَوْلِيَآءُ awliyāu kekasih لِلَّهِ lillahi Allah مِن min dari دُونِ dūni selain/bukan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَتَمَنَّوُا۟ fatamannawū maka harapkanlah ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 6

Katakanlah, "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu jika kamu adalah orang-orang yang benar".

وَلَا walā dan tidak يَتَمَنَّوْنَهُۥٓ yatamannawnahu mereka mengharapkannya أَبَدًۢا abadan selama-lamanya بِمَا bimā dengan apa/disebabkan قَدَّمَتْ qaddamat mendahulukan/memperbuat أَيْدِيهِمْ ۚ aydīhim tangan-tangan mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim 7

Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian ٱلَّذِى alladhī orang-orang yang تَفِرُّونَ tafirrūna kamu lari مِنْهُ min'hu dari padanya فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia مُلَـٰقِيكُمْ ۖ mulāqīkum menemui kamu ثُمَّ thumma kemudian تُرَدُّونَ turaddūna kamu dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada عَـٰلِمِ ʿālimi yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum lalu Dia menerangkan kepadamu بِمَا bimā terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 8

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila نُودِىَ nūdiya diseru/dipanggil لِلصَّلَوٰةِ lilṣṣalati untuk menunaikan sholat مِن min dari يَوْمِ yawmi hari ٱلْجُمُعَةِ l-jumuʿati jum'at فَٱسْعَوْا۟ fa-is'ʿaw maka berjalanlah kamu إِلَىٰ ilā kepada/untuk ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah ٱلْبَيْعَ ۚ l-bayʿa jual beli/perdagangan ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 9

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli1. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila قُضِيَتِ quḍiyati telah diselesaikan ٱلصَّلَوٰةُ l-ṣalatu sholat فَٱنتَشِرُوا۟ fa-intashirū maka bertebaranlah kamu فِى pada ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَٱبْتَغُوا۟ wa-ib'taghū dan carilah مِن min dari فَضْلِ faḍli karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung 10

Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat تِجَـٰرَةً tijāratan perniagaan أَوْ aw atau لَهْوًا lahwan permainan ٱنفَضُّوٓا۟ infaḍḍū mereka menuju إِلَيْهَا ilayhā kepadanya وَتَرَكُوكَ watarakūka dan mereka meninggalkan kamu قَآئِمًۭا ۚ qāiman berdiri قُلْ qul katakanlah مَا apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنَ mina dari ٱللَّهْوِ l-lahwi permainan وَمِنَ wamina dan dari ٱلتِّجَـٰرَةِ ۚ l-tijārati perniagaan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rizki/imbalan 11

Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, "Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki.

إِذَا idhā apabila/tatkala جَآءَكَ jāaka datang kepadamu ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَشْهَدُ nashhadu kami menyaksikan/mengetahui إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَرَسُولُ larasūlu benar-benar Rasul ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَرَسُولُهُۥ larasūluhu benar-benar rasul-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَشْهَدُ yashhadu menyaksikan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar pendusta 1

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, "Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah mereka جُنَّةًۭ junnatan tameng/perisai فَصَدُّوا۟ faṣaddū lalu mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 2

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai1, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman ثُمَّ thumma kamudian كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَطُبِعَ faṭubiʿa lalu dikunci mati عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati-hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti 3

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka تُعْجِبُكَ tuʿ'jibuka kamu kagum/tertarik أَجْسَامُهُمْ ۖ ajsāmuhum tubuh-tubuh mereka وَإِن wa-in dan jika يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata تَسْمَعْ tasmaʿ kamu mendengarkan لِقَوْلِهِمْ ۖ liqawlihim pada perkataan mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka خُشُبٌۭ khushubun kayu مُّسَنَّدَةٌۭ ۖ musannadatun tersandar يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira كُلَّ kulla tiap-tiap صَيْحَةٍ ṣayḥatin teriakan keras عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka هُمُ humu mereka ٱلْعَدُوُّ l-ʿaduwu musuh فَٱحْذَرْهُمْ ۚ fa-iḥ'dharhum maka takutlah/waspadalah terhadap mereka قَـٰتَلَهُمُ qātalahumu membunuh/membinasakan mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah أَنَّىٰ annā bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan 4

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar1. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah يَسْتَغْفِرْ yastaghfir memohonkan ampunan لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولُ rasūlu rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah لَوَّوْا۟ lawwaw mereka memalingkan رُءُوسَهُمْ ruūsahum kepala mereka وَرَأَيْتَهُمْ wara-aytahum dan kamu lihat mereka يَصُدُّونَ yaṣuddūna mereka berpaling وَهُم wahum dan mereka مُّسْتَكْبِرُونَ mus'takbirūna menyombongkan 5

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu", mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.

سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَسْتَغْفَرْتَ astaghfarta kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka أَمْ am atau لَمْ lam tidak تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka لَن lan tidak يَغْفِرَ yaghfira akan mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik 6

Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

هُمُ humu mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) mengatakan لَا jangan تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu beri belanja عَلَىٰ ʿalā atas مَنْ man orang عِندَ ʿinda di sisi رَسُولِ rasūli Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَنفَضُّوا۟ ۗ yanfaḍḍū mereka bercerai-berai وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik لَا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami/mengerti 7

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Ansar), "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata لَئِن la-in sungguh jika رَّجَعْنَآ rajaʿnā kita telah kembali إِلَى ilā ke ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah لَيُخْرِجَنَّ layukh'rijanna pasti akan mengusir ٱلْأَعَزُّ l-aʿazu orang-orang mulia/kuat مِنْهَا min'hā dari padanya ٱلْأَذَلَّ ۚ l-adhala orang-orang hina/lemah وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kemuliaan/kekuatan وَلِرَسُولِهِۦ walirasūlihi dan bagi rasul-Nya وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan bagi orang-orang yang beriman وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 8

Mereka berkata, "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah1, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah darinya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا tidak/jangan تُلْهِكُمْ tul'hikum melalaikan kamu أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum harta-hartamu وَلَآ walā dan jangan أَوْلَـٰدُكُمْ awlādukum anak-anakmu عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi 9

Hai orang-orang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan nafkahkan/belanjakan مِن min dari مَّا apa رَزَقْنَـٰكُم razaqnākum Kami rizkikan kepadamu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya datang أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah satu dari kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian فَيَقُولَ fayaqūla lalu dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَخَّرْتَنِىٓ akhartanī Engkau akhirkan/undurkan aku إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu قَرِيبٍۢ qarībin dekat فَأَصَّدَّقَ fa-aṣṣaddaqa maka aku akan bersedekah وَأَكُن wa-akun dan jadilah aku مِّنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 10

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, "Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"

وَلَن walan dan tidak يُؤَخِّرَ yu-akhira akan mengundurkan ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسًا nafsan seseorang إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa datang أَجَلُهَا ۚ ajaluhā waktunya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 11

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحَمْدُ ۖ l-ḥamdu puji-pujian وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 1

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian فَمِنكُمْ faminkum maka diantara kamu كَافِرٌۭ kāfirun kafir وَمِنكُم waminkum dan antara kamu مُّؤْمِنٌۭ ۚ mu'minun orang yang beriman وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat 2

Dia-lah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/hak وَصَوَّرَكُمْ waṣawwarakum dan Dia membentuk rupa kamu فَأَحْسَنَ fa-aḥsana lalu Dia membaguskan صُوَرَكُمْ ۖ ṣuwarakum bentuk rupa kamu وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 3

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali(mu).

يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa تُسِرُّونَ tusirrūna kamu rahasiakan وَمَا wamā dan apa تُعْلِنُونَ ۚ tuʿ'linūna kamu nyatakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada 4

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

أَلَمْ alam apakah tidak/belum يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu نَبَؤُا۟ naba-u berita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu فَذَاقُوا۟ fadhāqū maka mereka merasakan وَبَالَ wabāla akibat buruk أَمْرِهِمْ amrihim urusan/perbuatan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 5

Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُۥ bi-annahu karena sesungguhnya كَانَت kānat adalah تَّأْتِيهِمْ tatīhim datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan فَقَالُوٓا۟ faqālū lalu mereka berkata أَبَشَرٌۭ abasharun apakah manusia يَهْدُونَنَا yahdūnanā memberi petunjuk kepada kami فَكَفَرُوا۟ fakafarū lalu mereka ingkar وَتَوَلَّوا۟ ۚ watawallaw dan mereka berpaling وَّٱسْتَغْنَى wa-is'taghnā dan mencukupi/tidak memerlukan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji 6

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka membawa keterangan-keterangan, lalu mereka berkata, "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

زَعَمَ zaʿama mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَن an bahwa لَّن lan tidak يُبْعَثُوا۟ ۚ yub'ʿathū mereka dibangkitkan قُلْ qul katakan بَلَىٰ balā bahkan/tidak demikian وَرَبِّى warabbī demi Tuhanku لَتُبْعَثُنَّ latub'ʿathunna sungguh kamu akan dibangkitkan ثُمَّ thumma kemudian لَتُنَبَّؤُنَّ latunabba-unna sungguh kamu akan diberitahukan بِمَا bimā terhadap apa عَمِلْتُمْ ۚ ʿamil'tum kamu kerjakan وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرٌۭ yasīrun mudah 7

Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, "tidak demikian, demi Tuhan-ku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya وَٱلنُّورِ wal-nūri dan cahaya ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلْنَا ۚ anzalnā Kami turunkan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui 8

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur`ān) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَوْمَ yawma hari يَجْمَعُكُمْ yajmaʿukum Dia mengumpulkan kamu لِيَوْمِ liyawmi di hari ٱلْجَمْعِ ۖ l-jamʿi pengumpulan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu يَوْمُ yawmu hari ٱلتَّغَابُنِ ۗ l-taghābuni dinampakkan kesalahan-kesalahan وَمَن waman dan barangsiapa يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَيَعْمَلْ wayaʿmal dan berbuat/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan/saleh يُكَفِّرْ yukaffir dan akan menutup/menghapus عَنْهُ ʿanhu dari padanya سَيِّـَٔاتِهِۦ sayyiātihi kesalahan-kesalahannya وَيُدْخِلْهُ wayud'khil'hu dan Dia akan memasukkannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya ذَٰلِكَ dhālika demikan itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar 9

(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā pada ayat-ayat Kami أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 10

Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

مَآ tidak أَصَابَ aṣāba menimpa مِن min dari مُّصِيبَةٍ muṣībatin musibah إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَن waman dan barangsiapa يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah يَهْدِ yahdi Dia memberi petunjuk قَلْبَهُۥ ۚ qalbahu hatinya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 11

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱلرَّسُولَ ۚ l-rasūla rasul فَإِن fa-in maka sesungguhnya hanyalah تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِنَا rasūlinā rasul Kami ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu terang/nyata 12

Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya; jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۚ huwa Dia وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaklah bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman 13

(Dia-lah) Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah saja.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya مِنْ min dari أَزْوَٰجِكُمْ azwājikum isteri-isterimu وَأَوْلَـٰدِكُمْ wa-awlādikum dan anak-anakmu عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh لَّكُمْ lakum bagi kalian فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ fa-iḥ'dharūhum maka berhati-hatilah kepada mereka وَإِن wa-in dan jika تَعْفُوا۟ taʿfū kamu memaafkan وَتَصْفَحُوا۟ wataṣfaḥū dan kamu berhati lapang وَتَغْفِرُوا۟ wataghfirū dan kamu mengampuni فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang 14

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu1, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum hartamu وَأَوْلَـٰدُكُمْ wa-awlādukum dan anak-anakmu فِتْنَةٌۭ ۚ fit'natun fitnah/ujian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عِندَهُۥٓ ʿindahu disisi-Nya أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 15

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar.

فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah مَا apa ٱسْتَطَعْتُمْ is'taṭaʿtum menurut kesanggupanmu وَٱسْمَعُوا۟ wa-is'maʿū dan dengarlah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan belanjakan خَيْرًۭا khayran baik لِّأَنفُسِكُمْ ۗ li-anfusikum bagi dirimu وَمَن waman dan barang siapa يُوقَ yūqa dipelihara شُحَّ shuḥḥa kekikiran نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 16

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu1. Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

إِن in jika تُقْرِضُوا۟ tuq'riḍū kamu memberi pinjaman ٱللَّهَ l-laha Allah قَرْضًا qarḍan pinjaman حَسَنًۭا ḥasanan baik يُضَـٰعِفْهُ yuḍāʿif'hu Dia melipat gandakannya لَكُمْ lakum bagi kalian وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia mengampuni لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَكُورٌ shakūrun Maha Mensyukuri حَلِيمٌ ḥalīmun Maha Penyantun 17

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

عَـٰلِمُ ʿālimu Yang Mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 18

Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi إِذَا idhā apabila طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu menceraikan ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri فَطَلِّقُوهُنَّ faṭalliqūhunna maka ceraikanlah mereka لِعِدَّتِهِنَّ liʿiddatihinna bagi iddah mereka وَأَحْصُوا۟ wa-aḥṣū dan hitunglah ٱلْعِدَّةَ ۖ l-ʿidata iddah itu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّكُمْ ۖ rabbakum Tuhan kalian لَا tidak/jangan تُخْرِجُوهُنَّ tukh'rijūhunna kamu keluarkan mereka مِنۢ min dari بُيُوتِهِنَّ buyūtihinna rumah-rumah mereka وَلَا walā dan tidak/jangan يَخْرُجْنَ yakhruj'na mereka keluar إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَأْتِينَ yatīna mereka mendatangkan/berbuat بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan kekejian مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ mubayyinatin terang/nyata وَتِلْكَ watil'ka dan itu حُدُودُ ḥudūdu batas-batas/hukum-hukum ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يَتَعَدَّ yataʿadda melampaui batas/melanggar حُدُودَ ḥudūda batas-batas/hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَقَدْ faqad maka sesungguhnya ظَلَمَ ẓalama dia berbuat zalim نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya sendiri لَا tidak تَدْرِى tadrī kamu mengetahui لَعَلَّ laʿalla barang kali ٱللَّهَ l-laha Allah يُحْدِثُ yuḥ'dithu mengadakan yang baru بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَمْرًۭا amran perkara/sesuatu 1

Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar)1 dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhan-mu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji2 yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru3.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila بَلَغْنَ balaghna telah sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna waktu mereka فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka tahanlah mereka بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan baik أَوْ aw atau فَارِقُوهُنَّ fāriqūhunna ceraikan mereka بِمَعْرُوفٍۢ bimaʿrūfin dengan baik وَأَشْهِدُوا۟ wa-ashhidū dan persaksikan ذَوَىْ dhaway dua orang mempunyai عَدْلٍۢ ʿadlin keadilan مِّنكُمْ minkum diantara kamu وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلشَّهَـٰدَةَ l-shahādata kesakisan-kesaksian لِلَّهِ ۚ lillahi karena Allah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu يُوعَظُ yūʿaẓu diberi pengajaran بِهِۦ bihi dengannya/dengan itu مَن man orang كَانَ kāna adalah يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat وَمَن waman dan barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertaqwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْعَل yajʿal Dia menjadikan لَّهُۥ lahu baginya مَخْرَجًۭا makhrajan jalan keluar 2

Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

وَيَرْزُقْهُ wayarzuq'hu dan Dia memberi rizki مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah لَا tidak يَحْتَسِبُ ۚ yaḥtasibu disangka وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَكَّلْ yatawakkal bertawakkal عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah فَهُوَ fahuwa maka Dia حَسْبُهُۥٓ ۚ ḥasbuhu mencukupi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بَـٰلِغُ bālighu menyampaikan أَمْرِهِۦ ۚ amrihi urusan-Nya قَدْ qad sesungguhnya جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِكُلِّ likulli bagi segenap/tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدْرًۭا qadran ketentuan/ukuran 3

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

وَٱلَّـٰٓـِٔى wa-allāī dan wanita-wanita يَئِسْنَ ya-is'na mereka berputus asa مِنَ mina dari ٱلْمَحِيضِ l-maḥīḍi haid مِن min dari نِّسَآئِكُمْ nisāikum isteri-isterimu إِنِ ini jika ٱرْتَبْتُمْ ir'tabtum kamu ragu-ragu فَعِدَّتُهُنَّ faʿiddatuhunna maka iddah mereka ثَلَـٰثَةُ thalāthatu tiga أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan وَٱلَّـٰٓـِٔى wa-allāī dan wanita-wanita لَمْ lam tidak يَحِضْنَ ۚ yaḥiḍ'na mereka haid وَأُو۟لَـٰتُ wa-ulātu dan wanita yang mempunyai ٱلْأَحْمَالِ l-aḥmāli mengandung/hamil أَجَلُهُنَّ ajaluhunna waktu mereka أَن an bahwa يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka melahirkan حَمْلَهُنَّ ۚ ḥamlahunna kandungan mereka وَمَن waman dan barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْعَل yajʿal Dia akan menjadikan لَّهُۥ lahu baginya مِنْ min dari أَمْرِهِۦ amrihi urusannya يُسْرًۭا yus'ran mudah 4

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya), maka masa idah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu أَمْرُ amru perintah ٱللَّهِ l-lahi Allah أَنزَلَهُۥٓ anzalahu Dia diturunkannya إِلَيْكُمْ ۚ ilaykum kepada kamu وَمَن waman dan barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah يُكَفِّرْ yukaffir Dia menutupi/menghapus عَنْهُ ʿanhu dari padanya سَيِّـَٔاتِهِۦ sayyiātihi kesalahan-kesalahannya وَيُعْظِمْ wayuʿ'ẓim dan Dia memperbesar لَهُۥٓ lahu baginya أَجْرًا ajran pahala 5

Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.

أَسْكِنُوهُنَّ askinūhunna tempatkanlah mereka مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana سَكَنتُم sakantum kamu bertempat tinggal مِّن min dari وُجْدِكُمْ wuj'dikum yang kamu dapati/menurut kemampuan وَلَا walā dan jangan تُضَآرُّوهُنَّ tuḍārrūhunna kamu menyusahkan mereka لِتُضَيِّقُوا۟ lituḍayyiqū untuk kamu menyempitkan عَلَيْهِنَّ ۚ ʿalayhinna atas mereka وَإِن wa-in dan jika كُنَّ kunna mereka أُو۟لَـٰتِ ulāti mempunyai حَمْلٍۢ ḥamlin kandungan فَأَنفِقُوا۟ fa-anfiqū maka berilah nafkah عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka melahirkan حَمْلَهُنَّ ۚ ḥamlahunna kandungan mereka فَإِنْ fa-in maka jika أَرْضَعْنَ arḍaʿna mereka menyusukan لَكُمْ lakum bagi kalian فَـَٔاتُوهُنَّ faātūhunna maka berilah mereka أُجُورَهُنَّ ۖ ujūrahunna upah mereka وَأْتَمِرُوا۟ watamirū dan musyawarahkanlah بَيْنَكُم baynakum diantara kamu بِمَعْرُوفٍۢ ۖ bimaʿrūfin dengan baik وَإِن wa-in dan jika تَعَاسَرْتُمْ taʿāsartum kamu menemui kesulitan فَسَتُرْضِعُ fasatur'ḍiʿu maka akan menyusahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya أُخْرَىٰ ukh'rā lain 6

Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

لِيُنفِقْ liyunfiq agar memberi nafkah ذُو dhū orang yang mempunyai سَعَةٍۢ saʿatin keluasan/kemampuan مِّن min dari/menurut سَعَتِهِۦ ۖ saʿatihi kemampuan وَمَن waman dan barang siapa قُدِرَ qudira ditentukan/disempitkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya رِزْقُهُۥ riz'quhu rizkinya فَلْيُنفِقْ falyunfiq maka hendaknya memberi nafkah مِمَّآ mimmā dari apa (rizki) ءَاتَىٰهُ ātāhu memberi kepadanya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah لَا tidak يُكَلِّفُ yukallifu memaksa/memikulkan ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā kecuali مَآ apa ءَاتَىٰهَا ۚ ātāhā yang Dia berikannya سَيَجْعَلُ sayajʿalu kelak akan menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah بَعْدَ baʿda sesudah عُسْرٍۢ ʿus'rin kesulitan يُسْرًۭا yus'ran kemudahan 7

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin negeri عَتَتْ ʿatat sombong/mendurhakai عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهَا rabbihā Tuhannya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan rasul-rasul-Nya فَحَاسَبْنَـٰهَا faḥāsabnāhā maka Kami perhitungkannya حِسَابًۭا ḥisāban perhitungan شَدِيدًۭا shadīdan sangat/keras وَعَذَّبْنَـٰهَا waʿadhabnāhā dan Kami mengazabnya عَذَابًۭا ʿadhāban azab نُّكْرًۭا nuk'ran mengerikan 8

Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab1 mereka dengan azab yang mengerikan.

فَذَاقَتْ fadhāqat maka mereka merasakan وَبَالَ wabāla akibat buruk أَمْرِهَا amrihā urusannya/perbuatannya وَكَانَ wakāna dan adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan أَمْرِهَا amrihā urusannya/perbuatannya خُسْرًا khus'ran kerugian 9

Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.

أَعَدَّ aʿadda menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا ۖ shadīdan sangat/keras فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi pikiran/akal ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū (mereka) beriman قَدْ qad sesungguhnya أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu ذِكْرًۭا dhik'ran pikiran/Al Qur'an 10

Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,

رَّسُولًۭا rasūlan seorang Rasul يَتْلُوا۟ yatlū membacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah مُبَيِّنَـٰتٍۢ mubayyinātin yang menjelaskan لِّيُخْرِجَ liyukh'rija karena Dia akan mengeluarkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh مِنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ ۚ l-nūri cahaya وَمَن waman dan barang siapa يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَيَعْمَلْ wayaʿmal dan berbuat/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia memasukkannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya قَدْ qad sesungguhnya أَحْسَنَ aḥsana membaguskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُۥ lahu kepadanya رِزْقًا riz'qan rizki 11

(Dan mengutus) seorang rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptkan سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَٰتٍۢ samāwātin langit وَمِنَ wamina dan dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِثْلَهُنَّ mith'lahunna seperti itu يَتَنَزَّلُ yatanazzalu turun/berlaku ٱلْأَمْرُ l-amru perintah بَيْنَهُنَّ baynahunna diantara mereka/diantaranya لِتَعْلَمُوٓا۟ litaʿlamū supaya kamu mengetahui أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh/benar-benar أَحَاطَ aḥāṭa meliputi بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًۢا ʿil'man ilmu 12

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya, benar-benar meliputi segala sesuatu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi لِمَ lima mengapa تُحَرِّمُ tuḥarrimu kamu mengharamkan مَآ apa أَحَلَّ aḥalla yang menghalalkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكَ ۖ laka bagimu تَبْتَغِى tabtaghī kamu mencari مَرْضَاتَ marḍāta kesenangan أَزْوَٰجِكَ ۚ azwājika isteri-isterimu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 1

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang1.

قَدْ qad sesungguhnya فَرَضَ faraḍa mewajibkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian تَحِلَّةَ taḥillata pembebasan أَيْمَـٰنِكُمْ ۚ aymānikum sumpah-sumpahmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَوْلَىٰكُمْ ۖ mawlākum pelindungmu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 2

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu1; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَسَرَّ asarra merahasiakan ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi إِلَىٰ ilā kepada بَعْضِ baʿḍi sebagian أَزْوَٰجِهِۦ azwājihi isteri-isterinya حَدِيثًۭا ḥadīthan pembicaraan فَلَمَّا falammā maka tatkala نَبَّأَتْ nabba-at ia memberitakan بِهِۦ bihi dengannya/pembicaraan وَأَظْهَرَهُ wa-aẓharahu dan menyatakannya ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya (Nabi) عَرَّفَ ʿarrafa dia memberitahukan بَعْضَهُۥ baʿḍahu sebagiannya وَأَعْرَضَ wa-aʿraḍa dan dia palingkan/sembunyikan عَنۢ ʿan dari بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian فَلَمَّا falammā maka tatkala نَبَّأَهَا nabba-ahā dia memberitakan kepadanya بِهِۦ bihi dengannya/hal itu قَالَتْ qālat ia berkata مَنْ man siapa أَنۢبَأَكَ anba-aka memberitakan kepadamu هَـٰذَا ۖ hādhā ini/hal itu قَالَ qāla dia berkata نَبَّأَنِىَ nabba-aniya memberitakan kepadaku ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Melihat 3

Dan ingatlah ketika nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (ῌafṣah) suatu peristiwa. Maka tatkala (ῌafṣah) menceritakan peristiwa itu (kepada ʻĀ`isyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan ῌafṣah dengan ʻĀ`isyah) kepada Muhammad, lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada ῌafṣah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara ῌafṣah dan ʻĀ`isyah), lalu ῌafṣah bertanya, "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab, "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

إِن in jika تَتُوبَآ tatūbā kamu berdua bertaubat إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَقَدْ faqad maka sesungguhnya صَغَتْ ṣaghat condong/cenderung قُلُوبُكُمَا ۖ qulūbukumā hati kamu berdua وَإِن wa-in dan jika تَظَـٰهَرَا taẓāharā kamu berdua bantu-membantu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/Nabi فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia مَوْلَىٰهُ mawlāhu Pelindungnya وَجِبْرِيلُ wajib'rīlu dan Jibril وَصَـٰلِحُ waṣāliḥu dan orang baik ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mu'min وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan malaikat بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu ظَهِيرٌ ẓahīrun pembantu/penolong 4

Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

عَسَىٰ ʿasā boleh jadi/mudah-mudahan رَبُّهُۥٓ rabbuhu Tuhannya إِن in jika طَلَّقَكُنَّ ṭallaqakunna dia menceraikan kamu أَن an bahwa يُبْدِلَهُۥٓ yub'dilahu Dia akan menggantikannya أَزْوَٰجًا azwājan isteri-isteri خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنكُنَّ minkunna daripada kamu مُسْلِمَـٰتٍۢ mus'limātin muslimat/patuh مُّؤْمِنَـٰتٍۢ mu'minātin yang beriman قَـٰنِتَـٰتٍۢ qānitātin yang taat تَـٰٓئِبَـٰتٍ tāibātin yang bertaubat عَـٰبِدَٰتٍۢ ʿābidātin yang beribadat سَـٰٓئِحَـٰتٍۢ sāiḥātin yang berpuasa ثَيِّبَـٰتٍۢ thayyibātin yang janda وَأَبْكَارًۭا wa-abkāran dan perawan 5

Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan-nya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda, dan yang perawan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قُوٓا۟ peliharalah أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَأَهْلِيكُمْ wa-ahlīkum dan keluargamu نَارًۭا nāran api/neraka وَقُودُهَا waqūduhā dan bahan bakarnya ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَٱلْحِجَارَةُ wal-ḥijāratu dan batu-batu عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya مَلَـٰٓئِكَةٌ malāikatun malaikat غِلَاظٌۭ ghilāẓun yang kasar شِدَادٌۭ shidādun yang keras لَّا tidak يَعْصُونَ yaʿṣūna mereka mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah مَآ apa أَمَرَهُمْ amarahum diperintahkanNya kepada mereka وَيَفْعَلُونَ wayafʿalūna dan mereka mengerjakan مَا apa يُؤْمَرُونَ yu'marūna mereka diperintahkan 6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, dan yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَا tidak/jangan تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu mengemukakan uzur ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan مَا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 7

Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوْبَةًۭ tawbatan taubat نَّصُوحًا naṣūḥan sungguh-sungguh dan ikhlas عَسَىٰ ʿasā boleh jadi/mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an akan يُكَفِّرَ yukaffira menghapus/menutupi عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَيُدْخِلَكُمْ wayud'khilakum dan akan memasukkan kamu جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai يَوْمَ yawma pada hari لَا tidak يُخْزِى yukh'zī menghinakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ ۖ maʿahu bersama dia نُورُهُمْ nūruhum cahaya mereka يَسْعَىٰ yasʿā berjalan/bersinar بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَبِأَيْمَـٰنِهِمْ wabi-aymānihim dan di sebelah kanan mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَتْمِمْ atmim sempurnakanlah لَنَا lanā bagi kami نُورَنَا nūranā cahaya kami وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لَنَآ ۖ lanā bagi kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 8

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi جَـٰهِدِ jāhidi perangilah ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik وَٱغْلُظْ wa-ugh'luẓ dan bersikap keraslah عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas/terhadap mereka وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat tinggal mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka Jahannam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 9

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahanam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

ضَرَبَ ḍaraba telah membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱمْرَأَتَ im'ra-ata isteri نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَٱمْرَأَتَ wa-im'ra-ata dan isteri لُوطٍۢ ۖ lūṭin Luth كَانَتَا kānatā keduanya adalah تَحْتَ taḥta di bawah عَبْدَيْنِ ʿabdayni dua orang hamba مِنْ min dari عِبَادِنَا ʿibādinā hamba Kami صَـٰلِحَيْنِ ṣāliḥayni dua orang saleh فَخَانَتَاهُمَا fakhānatāhumā lalu keduanya berkhianat kepada keduanya فَلَمْ falam maka tidak يُغْنِيَا yugh'niyā keduanya mampu عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱدْخُلَا ud'khulā masuklah kamu berdua ٱلنَّارَ l-nāra api/neraka مَعَ maʿa bersama ٱلدَّٰخِلِينَ l-dākhilīna orang-orang yang masuk 10

Allah membuat istri Nūḥ dan istri Lūṭ sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah1; dan dikatakan (kepada keduanya), "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)".

وَضَرَبَ waḍaraba dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱمْرَأَتَ im'ra-ata isteri فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِذْ idh ketika قَالَتْ qālat ia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱبْنِ ib'ni bangunlah لِى untukku عِندَكَ ʿindaka di sisi-Mu بَيْتًۭا baytan sebuah rumah فِى dalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga وَنَجِّنِى wanajjinī dan selamatkanlah aku مِن min dari فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَعَمَلِهِۦ waʿamalihi dan perbuatannya وَنَجِّنِى wanajjinī dan selamatkanlah aku مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 11

Dan Allah membuat istri Firʻawn perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata, "Ya Tuhan-ku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu1 dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firʻawn dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim;

وَمَرْيَمَ wamaryama dan Maryam ٱبْنَتَ ib'nata puteri عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran ٱلَّتِىٓ allatī yang أَحْصَنَتْ aḥṣanat ia memelihara فَرْجَهَا farjahā kemaluannya/kehormatannya فَنَفَخْنَا fanafakhnā maka Kami tiupkan فِيهِ fīhi ke dalamnya مِن min dari رُّوحِنَا rūḥinā ruh Kami وَصَدَّقَتْ waṣaddaqat dan ia membenarkan بِكَلِمَـٰتِ bikalimāti dengan kalimat رَبِّهَا rabbihā Tuhannya وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-kitab-Nya وَكَانَتْ wakānat dan ia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْقَـٰنِتِينَ l-qānitīna orang-orang yang taat 12

dan Maryam putri ʻImrān yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhan-nya dan Kitab-kitab-Nya, dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.