Tilawahku
Masuk
۞

Juz 4

Ali 'Imran (93-200), An-Nisa (1-23)

۞ كُلُّ kullu semua ٱلطَّعَامِ l-ṭaʿāmi makanan كَانَ kāna adalah حِلًّۭا ḥillan halal لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil إِلَّا illā kecuali مَا apa حَرَّمَ ḥarrama yang mengharamkan إِسْرَٰٓءِيلُ is'rāīlu Israil عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تُنَزَّلَ tunazzala diturunkan ٱلتَّوْرَىٰةُ ۗ l-tawrātu Taurat قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/bawalah بِٱلتَّوْرَىٰةِ bil-tawrāti dengan Taurat itu فَٱتْلُوهَآ fa-it'lūhā maka/lalu bacalah ia إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 93

Semua makanan adalah halal bagi Bani Isrā`īl melainkan makanan yang diharamkan oleh Isrā`īl (Ya`qūb ) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan1. Katakanlah, "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".

فَمَنِ famani maka barang siapa ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim 94

Maka barang siapa mengada-adakan dusta terhadap Allah1 sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.

قُلْ qul katakanlah صَدَقَ ṣadaqa benarlah ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah فَٱتَّبِعُوا۟ fa-ittabiʿū maka ikutilah مِلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ḥanīfan yang lurus وَمَا wamā dan tidak/bukan كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik 95

Katakanlah, "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrāhīm yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

إِنَّ inna sesungguhnya أَوَّلَ awwala mula-mula بَيْتٍۢ baytin rumah وُضِعَ wuḍiʿa diletakkan/dibangun لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia لَلَّذِى lalladhī ialah rumah (Baitullah) بِبَكَّةَ bibakkata di Bakkah مُبَارَكًۭا mubārakan yang diberkahi وَهُدًۭى wahudan dan menjadi petunjuk لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam 96

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah1 yang di Bakkah (Mekah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

فِيهِ fīhi padanya ءَايَـٰتٌۢ āyātun tanda-tanda بَيِّنَـٰتٌۭ bayyinātun yang nyata مَّقَامُ maqāmu makam إِبْرَٰهِيمَ ۖ ib'rāhīma Ibrahim وَمَن waman dan barang siapa دَخَلَهُۥ dakhalahu memasukinya كَانَ kāna adalah dia ءَامِنًۭا ۗ āminan merasa aman وَلِلَّهِ walillahi dan bagi/terhadap Allah عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia حِجُّ ḥijju berhaji ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah مَنِ mani siapa/orang ٱسْتَطَاعَ is'taṭāʿa dia sanggup/mampu إِلَيْهِ ilayhi kepadanya (Baitullah) سَبِيلًۭا ۚ sabīlan perjalanan وَمَن waman dan barang siapa كَفَرَ kafara mengingkari فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya عَنِ ʿani dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 97

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqām Ibrāhīm1; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan2 ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَهِيدٌ shahīdun Dia menyaksikan عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 98

Katakanlah, "Hai ahli kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah? Padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَصُدُّونَ taṣuddūna kamu menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَنْ man orang ءَامَنَ āmana (ia) telah beriman تَبْغُونَهَا tabghūnahā kamu menghendakinya عِوَجًۭا ʿiwajan (menjadi) bengkok وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian شُهَدَآءُ ۗ shuhadāu menyaksikan وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 99

Katakanlah, "Hai ahli kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman? Kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mengikuti فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يَرُدُّوكُم yaruddūkum mereka akan mengembalikan kamu بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum iman kamu كَـٰفِرِينَ kāfirīna (menjadi) orang-orang kafir 100

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تُتْلَىٰ tut'lā telah dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفِيكُمْ wafīkum dan di tengah-tengah kamu رَسُولُهُۥ ۗ rasūluhu RasulNya وَمَن waman dan barang siapa يَعْتَصِم yaʿtaṣim (dia) berpegang teguh بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah فَقَدْ faqad maka sungguh هُدِىَ hudiya dia telah diberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus 101

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenar-benarnya تُقَاتِهِۦ tuqātihi takwa kepadaNYa وَلَا walā dan jangan تَمُوتُنَّ tamūtunna sekali-kali kamu mati إِلَّا illā kecuali/melainkan وَأَنتُم wa-antum dan kalian مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang beragama muslim 102

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

وَٱعْتَصِمُوا۟ wa-iʿ'taṣimū dan berpeganglah kamu بِحَبْلِ biḥabli dengan/kepada tali ٱللَّهِ l-lahi Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَلَا walā dan jangan تَفَرَّقُوا۟ ۚ tafarraqū kamu bercerai-berai وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh ketika كُنتُمْ kuntum kalian adalah أَعْدَآءًۭ aʿdāan bermusuh-musuhan فَأَلَّفَ fa-allafa maka Dia menjinakkan بَيْنَ bayna antara قُلُوبِكُمْ qulūbikum hati-hatimu فَأَصْبَحْتُم fa-aṣbaḥtum maka/lalu jadilah kamu بِنِعْمَتِهِۦٓ biniʿ'matihi dengan/karena nikmatNya إِخْوَٰنًۭا ikh'wānan bersaudara وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian عَلَىٰ ʿalā atas شَفَا shafā tepi حُفْرَةٍۢ ḥuf'ratin jurang/lubang مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَأَنقَذَكُم fa-anqadhakum maka/lalu Dia menyelamatkan kamu مِّنْهَا ۗ min'hā daripadanya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk 103

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari nya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

وَلْتَكُن waltakun dan jadilah/hendaklah ada مِّنكُمْ minkum diantara kamu أُمَّةٌۭ ummatun ummat يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru إِلَى ilā kepada ٱلْخَيْرِ l-khayri kebajikan وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan (mereka) menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan (mereka) mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ ۚ l-munkari mungkar وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 104

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungka1. Merekalah orang-orang yang beruntung.

وَلَا walā dan jangan تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang تَفَرَّقُوا۟ tafarraqū (mereka) bercerai-berai وَٱخْتَلَفُوا۟ wa-ikh'talafū dan (mereka) berselisih مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ l-bayinātu keterangan yang jelas وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 105

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

يَوْمَ yawma hari تَبْيَضُّ tabyaḍḍu menjadi putih (berseri) وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah وَتَسْوَدُّ wataswaddu dan menjadi hitam (muram) وُجُوهٌۭ ۚ wujūhun wajah-wajah فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْوَدَّتْ is'waddat menjadi hitam (muram) وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka أَكَفَرْتُم akafartum kenapa kamu kafir بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum iman kamu (kamu beriman) فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab بِمَا bimā disebabkan كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir 106

pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu, rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱبْيَضَّتْ ib'yaḍḍat menjadi putih (berseri) وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka فَفِى fafī maka (berada) رَحْمَةِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 107

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

تِلْكَ til'ka itulah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakannya (ayat-ayat) عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan benar وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah يُرِيدُ yurīdu Dia berkehendak ظُلْمًۭا ẓul'man aniaya لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam (hamba-hambaNya) 108

Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مَا apa/segala فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa/segala فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan 109

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

كُنتُمْ kuntum kalian adalah خَيْرَ khayra sebaik-baik أُمَّةٍ ummatin ummat أُخْرِجَتْ ukh'rijat dikeluarkan/dilahirkan لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi/untuk manusia تَأْمُرُونَ tamurūna kamu menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan وَتَنْهَوْنَ watanhawna dan kamu mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari mungkar وَتُؤْمِنُونَ watu'minūna dan kamu beriman بِٱللَّهِ ۗ bil-lahi kepada Allah وَلَوْ walaw dan sekiranya ءَامَنَ āmana beriman أَهْلُ ahlu Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَكَانَ lakāna tentulah itu خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُم ۚ lahum bagi mereka مِّنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman وَأَكْثَرُهُمُ wa-aktharuhumu dan kebanyakan mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik 110

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

لَن lan tidak akan يَضُرُّوكُمْ yaḍurrūkum mereka memudharatkan kamu إِلَّآ illā kecuali أَذًۭى ۖ adhan gangguan/celaan وَإِن wa-in dan sekiranya يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu يُوَلُّوكُمُ yuwallūkumu mereka berbalik ٱلْأَدْبَارَ l-adbāra ke belakang ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka mendapat pertolongan 111

Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

ضُرِبَتْ ḍuribat ditimpakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلذِّلَّةُ l-dhilatu kehinaan أَيْنَ ayna dimana مَا apa/saja ثُقِفُوٓا۟ thuqifū mereka berdiam/berada إِلَّا illā kecuali بِحَبْلٍۢ biḥablin dengan/kepada tali مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَحَبْلٍۢ waḥablin dan tali مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَبَآءُو wabāū dan mereka kembali بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَضُرِبَتْ waḍuribat dan ditimpakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ l-maskanatu kelemahan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa para Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حَقٍّۢ ۚ ḥaqqin alasan/kebenaran ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/disebabkan عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka وَّكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah يَعْتَدُونَ yaʿtadūna (mereka) melampaui batas 112

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah1 dan tali (perjanjian) dengan manusia2, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu3 karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

۞ لَيْسُوا۟ laysū tidaklah mereka سَوَآءًۭ ۗ sawāan sama مِّنْ min dari/diantara أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab أُمَّةٌۭ ummatun ummat قَآئِمَةٌۭ qāimatun tegak/lurus يَتْلُونَ yatlūna mereka membaca ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَانَآءَ ānāa tengah ٱلَّيْلِ al-layli malam وَهُمْ wahum dan mereka يَسْجُدُونَ yasjudūna (mereka) bersujud 113

Mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus1, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (salat).

يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan mereka menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari kemungkaran وَيُسَـٰرِعُونَ wayusāriʿūna dan mereka bersegera فِى di dalam ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti kebajikan وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 114

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

وَمَا wamā dan apa يَفْعَلُوا۟ yafʿalū mereka kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebajikan فَلَن falan maka tidak (sekali-kali) يُكْفَرُوهُ ۗ yuk'farūhu mereka dihapuskan/dihilangkan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلْمُتَّقِينَ bil-mutaqīna dengan/terhadap orang-orang yang bertakwa 115

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَن lan tidak akan تُغْنِىَ tugh'niya dapat mencukupi/menolak عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta-harta mereka وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۚ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 116

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

مَثَلُ mathalu perumpamaan مَا apa (harta) يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan فِى di dalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia كَمَثَلِ kamathali seperti رِيحٍۢ rīḥin angin فِيهَا fīhā di dalamnya صِرٌّ ṣirrun angin yang sangat dingin أَصَابَتْ aṣābat ia menimpa حَرْثَ ḥartha ladang قَوْمٍۢ qawmin kaum ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri فَأَهْلَكَتْهُ ۚ fa-ahlakathu maka/lalu ia merusaknya وَمَا wamā dan tidak ظَلَمَهُمُ ẓalamahumu menganiaya mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَـٰكِنْ walākin akan tetapi أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya 117

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil بِطَانَةًۭ biṭānatan teman akrab مِّن min dari دُونِكُمْ dūnikum selain kamu/diluar golonganmu لَا tidak يَأْلُونَكُمْ yalūnakum mereka henti-hentinya kepadamu خَبَالًۭا khabālan menarik/menimbulkan kemudharatan وَدُّوا۟ waddū dan mereka menginginkan مَا apa عَنِتُّمْ ʿanittum menyusahkan kamu قَدْ qad sungguh بَدَتِ badati telah nyata ٱلْبَغْضَآءُ l-baghḍāu kebencian مِنْ min dari أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut mereka وَمَا wamā dan apa تُخْفِى tukh'fī disembunyikan صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada/hati mereka أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar قَدْ qad sungguh بَيَّنَّا bayyannā kami telah menerangkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ ۖ l-āyāti ayat-ayat إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 118

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum kamu ini أُو۟لَآءِ ulāi beginilah تُحِبُّونَهُمْ tuḥibbūnahum kamu menyukai mereka وَلَا walā dan tidak يُحِبُّونَكُمْ yuḥibbūnakum mereka menyukai kamu وَتُؤْمِنُونَ watu'minūna dan kamu beriman بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan/kepada Kitab كُلِّهِۦ kullihi semuanya وَإِذَا wa-idhā dan apabila لَقُوكُمْ laqūkum mereka menjumpai kamu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman وَإِذَا wa-idhā dan apabila خَلَوْا۟ khalaw mereka menyendiri عَضُّوا۟ ʿaḍḍū mereka menggigit عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْأَنَامِلَ l-anāmila jari-jari مِنَ mina dari ٱلْغَيْظِ ۚ l-ghayẓi kemarahan/kebencian قُلْ qul katakanlah مُوتُوا۟ mūtū matilah kamu بِغَيْظِكُمْ ۗ bighayẓikum dengan kemarahanmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada di dalam ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati 119

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata, "Kami beriman"; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka), "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

إِن in jika تَمْسَسْكُمْ tamsaskum menyentuh kamu/kamu memperoleh حَسَنَةٌۭ ḥasanatun kebaikan تَسُؤْهُمْ tasu'hum menyusahkan mereka/bersedih hati وَإِن wa-in dan jika تُصِبْكُمْ tuṣib'kum menimpa kamu (kamu mendapat) سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun keburukan/bencana يَفْرَحُوا۟ yafraḥū mereka gembira بِهَا ۖ bihā dengannya/karenanya وَإِن wa-in dan jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa لَا tidak يَضُرُّكُمْ yaḍurrukum memudharatkan kamu كَيْدُهُمْ kayduhum tipu daya mereka شَيْـًٔا ۗ shayan sedikitpun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan/terhadap (segala apa) يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi/mengetahui 120

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika غَدَوْتَ ghadawta kamu berangkat pada pagi hari مِنْ min dari أَهْلِكَ ahlika keluargamu تُبَوِّئُ tubawwi-u kamu menempatkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin مَقَـٰعِدَ maqāʿida beberapa tempat لِلْقِتَالِ ۗ lil'qitāli untuk berperang وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 121

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang1. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

إِذْ idh ketika هَمَّت hammat ingin طَّآئِفَتَانِ ṭāifatāni dua golongan مِنكُمْ minkum dari padamu أَن an bahwa تَفْشَلَا tafshalā keduanya takut وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَلِيُّهُمَا ۗ waliyyuhumā penolong keduanya وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaklah bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin 122

ketika dua golongan darimu1 ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya نَصَرَكُمُ naṣarakumu telah menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِبَدْرٍۢ bibadrin dengan/dalam (perang) Badar وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian أَذِلَّةٌۭ ۖ adhillatun hina/lemah فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 123

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar1, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah2. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

إِذْ idh ketika تَقُولُ taqūlu kamu mengatakan لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna kepada orang-orang mukmin أَلَن alan apakah tidak يَكْفِيَكُمْ yakfiyakum cukup bagimu أَن an bahwa يُمِدَّكُمْ yumiddakum menolong kamu رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian بِثَلَـٰثَةِ bithalāthati dengan tiga ءَالَـٰفٍۢ ālāfin ribu مِّنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat مُنزَلِينَ munzalīna yang diturunkan 124

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin, "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

بَلَىٰٓ ۚ balā yang benar إِن in jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa وَيَأْتُوكُم wayatūkum dan mereka mendatangi/menyerang kamu مِّن min dari/dengan فَوْرِهِمْ fawrihim segera/seketika هَـٰذَا hādhā ini يُمْدِدْكُمْ yum'did'kum menolong kamu رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian بِخَمْسَةِ bikhamsati dengan lima ءَالَـٰفٍۢ ālāfin ribu مِّنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat مُسَوِّمِينَ musawwimīna yang memakai tanda 125

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

وَمَا wamā dan tidak جَعَلَهُ jaʿalahu menjadikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira لَكُمْ lakum bagi kalian وَلِتَطْمَئِنَّ walitaṭma-inna dan untuk menentramkan قُلُوبُكُم qulūbukum hatimu بِهِۦ ۗ bihi dengannya وَمَا wamā dan tidak ٱلنَّصْرُ l-naṣru pertolongan إِلَّا illā melainkan مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana 126

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

لِيَقْطَعَ liyaqṭaʿa karena Dia hendak memotong/membinasakan طَرَفًۭا ṭarafan golongan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَوْ aw atau يَكْبِتَهُمْ yakbitahum Dia menjadikan mereka hina فَيَنقَلِبُوا۟ fayanqalibū maka mereka berbalik /kembali خَآئِبِينَ khāibīna (mereka) sia-sia/tidak memperoleh apapun 127

(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir1, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.

لَيْسَ laysa tidak ada لَكَ laka bagimu مِنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan شَىْءٌ shayon sesuatu/sedikitpun أَوْ aw atau يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَوْ aw atau يُعَذِّبَهُمْ yuʿadhibahum Dia menyiksa mereka فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang dzalim 128

Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu1 atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مَا apa yang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi يَغْفِرُ yaghfiru Dia memberi ampun لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 129

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan ٱلرِّبَوٰٓا۟ l-riba riba أَضْعَـٰفًۭا aḍʿāfan lipat ganda مُّضَـٰعَفَةًۭ ۖ muḍāʿafatan berlipat-lipat وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung 130

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba1 dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan peliharalah dirimu ٱلنَّارَ l-nāra api neraka ٱلَّتِىٓ allatī yang أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir 131

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna (kamu) diberi rahmat 132

Dan taatilah Allah dan rasul supaya kamu diberi rahmat.

۞ وَسَارِعُوٓا۟ wasāriʿū dan bersegeralah kamu إِلَىٰ ilā kepada مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَجَنَّةٍ wajannatin dan surga عَرْضُهَا ʿarḍuhā luasnya ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 133

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan فِى di ٱلسَّرَّآءِ l-sarāi waktu senang وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan diwaktu susah وَٱلْكَـٰظِمِينَ wal-kāẓimīna dan orang-orang yang menahan ٱلْغَيْظَ l-ghayẓa kemarahan وَٱلْعَافِينَ wal-ʿāfīna dan orang-orang yang memaafkan عَنِ ʿani dari ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia/orang lain وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan 134

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَا idhā apabila فَعَلُوا۟ faʿalū mereka mengerjakan فَـٰحِشَةً fāḥishatan perbuatan keji أَوْ aw atau ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri ذَكَرُوا۟ dhakarū mereka ingat ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱسْتَغْفَرُوا۟ fa-is'taghfarū maka/lalu mereka memohon ampun لِذُنُوبِهِمْ lidhunūbihim terhadap dosa-dosa mereka وَمَن waman dan siapakah يَغْفِرُ yaghfiru (yang) mengampuni ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa itu إِلَّا illā kecuali/selain ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَمْ walam dan tidak يُصِرُّوا۟ yuṣirrū mereka terus (tetap) عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa فَعَلُوا۟ faʿalū mereka kerjakan وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui 135

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri1, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu جَزَآؤُهُم jazāuhum balasan mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَجَنَّـٰتٌۭ wajannātun dan surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik/nikmat أَجْرُ ajru pahala ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal 136

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlaku مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian سُنَنٌۭ sunanun sunnah فَسِيرُوا۟ fasīrū maka berjalanlah kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan 137

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah1; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

هَـٰذَا hādhā ini بَيَانٌۭ bayānun penerangan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَمَوْعِظَةٌۭ wamawʿiẓatun dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa 138

(Al-Qur`ān) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلَا walā dan jangan تَهِنُوا۟ tahinū kamu lemah وَلَا walā dan jangan تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu bersedih hati وَأَنتُمُ wa-antumu dan kalian ٱلْأَعْلَوْنَ l-aʿlawna lebih tinggi إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 139

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

إِن in jika يَمْسَسْكُمْ yamsaskum menyentuh kamu/kamu mendapat قَرْحٌۭ qarḥun luka فَقَدْ faqad maka sesungguhnya مَسَّ massa telah menyentuh/mendapat ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum قَرْحٌۭ qarḥun luka مِّثْلُهُۥ ۚ mith'luhu serupanya وَتِلْكَ watil'ka dan itu ٱلْأَيَّامُ l-ayāmu hari/masa نُدَاوِلُهَا nudāwiluhā Kami pergilirkannya بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena hendak mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَيَتَّخِذَ wayattakhidha dan Dia mengambil/menjadikan مِنكُمْ minkum diantara kamu شُهَدَآءَ ۗ shuhadāa mati syahid/saksi-saksi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 140

Jika kamu (pada perang Uḥud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada1. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

وَلِيُمَحِّصَ waliyumaḥḥiṣa dan karena hendak membersihkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَيَمْحَقَ wayamḥaqa dan Dia membinasakan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 141

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.

أَمْ am apakah حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu mengira أَن an bahwa تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu akan masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَمَّا walammā dan belum يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui/membuktikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjihad مِنكُمْ minkum diantara kamu وَيَعْلَمَ wayaʿlama dan Dia mengetahui/membuktikan ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 142

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad1 di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَمَنَّوْنَ tamannawna (kamu) mengharapkan ٱلْمَوْتَ l-mawta mati مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تَلْقَوْهُ talqawhu kamu menemuinya فَقَدْ faqad maka sungguh رَأَيْتُمُوهُ ra-aytumūhu kamu telah melihatnya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat 143

Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya1.

وَمَا wamā dan tidak مُحَمَّدٌ muḥammadun Muhammad إِلَّا illā selain/hanyalah رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهِ qablihi sebelumnya ٱلرُّسُلُ ۚ l-rusulu beberapa orang Rasul أَفَإِي۟ن afa-in apakah jika مَّاتَ māta ia wafat أَوْ aw atau قُتِلَ qutila ia dibunuh ٱنقَلَبْتُمْ inqalabtum kamu berbalik عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَـٰبِكُمْ ۚ aʿqābikum tumit-tumit kamu وَمَن waman dan barang siapa يَنقَلِبْ yanqalib (ia) berbalik عَلَىٰ ʿalā atas عَقِبَيْهِ ʿaqibayhi kedua tumitnya فَلَن falan maka (hal itu) tidak يَضُرَّ yaḍurra memudharatkan ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا ۗ shayan sesuatu/sedikitpun وَسَيَجْزِى wasayajzī dan akan memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur 144

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul1. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِنَفْسٍ linafsin bagi satu jiwa أَن an bahwa تَمُوتَ tamūta akan mati إِلَّا illā kecuali/melainkan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah كِتَـٰبًۭا kitāban telah ditetapkan/ditentukan مُّؤَجَّلًۭا ۗ mu-ajjalan waktu tertentu وَمَن waman dan barang siapa يُرِدْ yurid (ia) menghendaki ثَوَابَ thawāba pahala ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia نُؤْتِهِۦ nu'tihi Kami berikan kepadanya مِنْهَا min'hā daripadanya وَمَن waman dan barang siapa يُرِدْ yurid (ia) menghendaki ثَوَابَ thawāba pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat نُؤْتِهِۦ nu'tihi kami berikan kepadanya مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya وَسَنَجْزِى wasanajzī dan Kami akan memberi balasan ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur 145

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari نَّبِىٍّۢ nabiyyin para Nabi قَـٰتَلَ qātala berperang مَعَهُۥ maʿahu bersamanya رِبِّيُّونَ ribbiyyūna orang-orang yang berTuhan (bertakwa) كَثِيرٌۭ kathīrun banyak/sejumlah besar فَمَا famā maka tidak وَهَنُوا۟ wahanū mereka menjadi lemah لِمَآ limā karena apa (bencana) أَصَابَهُمْ aṣābahum menimpa mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak ضَعُفُوا۟ ḍaʿufū mereka lemah/lesu وَمَا wamā dan tidak ٱسْتَكَانُوا۟ ۗ is'takānū mereka tunduk/menyerah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar 146

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada قَوْلَهُمْ qawlahum perkataan mereka إِلَّآ illā kecuali/selain أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka katakan/ucapkan رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لَنَا lanā untuk kami ذُنُوبَنَا dhunūbanā dosa-dosa kami وَإِسْرَافَنَا wa-is'rāfanā dan berlebih-lebihan kami فِىٓ di dalam أَمْرِنَا amrinā urusan kami وَثَبِّتْ wathabbit dan tetapkanlah أَقْدَامَنَا aqdāmanā pendirian kami وَٱنصُرْنَا wa-unṣur'nā dan tolonglah kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 147

Tidak ada doa mereka selain ucapan, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami1, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

فَـَٔاتَىٰهُمُ faātāhumu maka memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ثَوَابَ thawāba pahala ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَحُسْنَ waḥus'na dan kebaikan ثَوَابِ thawābi pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ l-ākhirati akhirat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan 148

Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia1 dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mentaati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يَرُدُّوكُمْ yaruddūkum mereka akan mengembalikan kamu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَـٰبِكُمْ aʿqābikum tumit-tumit kamu فَتَنقَلِبُوا۟ fatanqalibū maka/lalu kamu berbalik خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi 149

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

بَلِ bali tetapi ٱللَّهُ l-lahu Allah مَوْلَىٰكُمْ ۖ mawlākum perlindunganmu وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلنَّـٰصِرِينَ l-nāṣirīna penolong 150

Tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.

سَنُلْقِى sanul'qī Kami akan memasukkan فِى di dalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa takut بِمَآ bimā dengan sebab أَشْرَكُوا۟ ashrakū mereka mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah مَا apa لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil Dia menurunkan بِهِۦ bihi dengannya (tentang itu) سُلْطَـٰنًۭا ۖ sul'ṭānan kekuasaan/keterangan وَمَأْوَىٰهُمُ wamawāhumu dan tempat kembali mereka ٱلنَّارُ ۚ l-nāru neraka وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk مَثْوَى mathwā tempat tinggal ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 151

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَدَقَكُمُ ṣadaqakumu telah membenarkan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَعْدَهُۥٓ waʿdahu janjiNya إِذْ idh ketika تَحُسُّونَهُم taḥussūnahum kamu membunuh mereka بِإِذْنِهِۦ ۖ bi-idh'nihi dengan izinNya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā ketika/pada saat فَشِلْتُمْ fashil'tum kamu lemah/sia-sia وَتَنَـٰزَعْتُمْ watanāzaʿtum dan kamu berselisih فِى dalam ٱلْأَمْرِ l-amri urusan وَعَصَيْتُم waʿaṣaytum dan kamu mendurhakai مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَآ apa أَرَىٰكُم arākum Dia memperlihatkan kepadamu مَّا apa تُحِبُّونَ ۚ tuḥibbūna kamu sukai مِنكُم minkum diantara kamu مَّن man orang يُرِيدُ yurīdu (ia) menghendaki ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُرِيدُ yurīdu (ia) menyukai ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ l-ākhirata akhirat ثُمَّ thumma kemudian صَرَفَكُمْ ṣarafakum Dia memalingkan kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ liyabtaliyakum untuk Dia menguji kamu وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَفَا ʿafā Dia memaafkan عَنكُمْ ۗ ʿankum dari kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 152

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu1 dan mendurhakai perintah (rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai2. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka3 untuk menguji kamu; dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.

۞ إِذْ idh ketika تُصْعِدُونَ tuṣ'ʿidūna kamu naik/lari وَلَا walā dan tidak تَلْوُۥنَ talwūna kamu menoleh عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada أَحَدٍۢ aḥadin seseorang وَٱلرَّسُولُ wal-rasūlu dan Rasul يَدْعُوكُمْ yadʿūkum (ia) memanggil kamu فِىٓ pada أُخْرَىٰكُمْ ukh'rākum yang lain di antara kamu فَأَثَـٰبَكُمْ fa-athābakum maka Dia menimpakan padamu غَمًّۢا ghamman kesedihan بِغَمٍّۢ bighammin dengan/atas kesedihan لِّكَيْلَا likaylā supaya تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu bersedih hati عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa فَاتَكُمْ fātakum (ia) luput darimu وَلَا walā dan tidak مَآ apa أَصَـٰبَكُمْ ۗ aṣābakum (ia) menimpa kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 153

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorang pun, sedang rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan1, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

ثُمَّ thumma kemudian أَنزَلَ anzala (Allah) menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah/setelah ٱلْغَمِّ l-ghami bersedih hati أَمَنَةًۭ amanatan ketentraman نُّعَاسًۭا nuʿāsan kantuk يَغْشَىٰ yaghshā (ia) meliputi طَآئِفَةًۭ ṭāifatan segolongan مِّنكُمْ ۖ minkum dari padamu وَطَآئِفَةٌۭ waṭāifatun dan segolongan قَدْ qad sungguh أَهَمَّتْهُمْ ahammathum mencemaskan mereka أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka sendiri يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah غَيْرَ ghayra tanpa/tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar ظَنَّ ẓanna dugaan/sangkaan ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ۖ l-jāhiliyati orang-orang jahiliyah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata هَل hal apakah لَّنَا lanā bagi kami مِنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan ini مِن min dari شَىْءٍۢ ۗ shayin sesuatu قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَمْرَ l-amra urusan ini كُلَّهُۥ kullahu seluruhnya لِلَّهِ ۗ lillahi bagi/di tangan Allah يُخْفُونَ yukh'fūna mereka menyembunyikan فِىٓ dalam أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka مَّا apa لَا tidak يُبْدُونَ yub'dūna mereka terangkan لَكَ ۖ laka bagimu/kepadamu يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata لَوْ law sekiranya كَانَ kāna adalah لَنَا lanā bagi kami مِنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan ini شَىْءٌۭ shayon barang sesuatu مَّا tidak قُتِلْنَا qutil'nā kami dibunuh هَـٰهُنَا ۗ hāhunā di sini قُل qul katakanlah لَّوْ law sekiranya كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى dalam بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumahmu لَبَرَزَ labaraza niscaya tampak ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُتِبَ kutiba ditetapkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَتْلُ l-qatlu terbunuh إِلَىٰ ilā sampai مَضَاجِعِهِمْ ۖ maḍājiʿihim pembaringan mereka وَلِيَبْتَلِىَ waliyabtaliya dan karena hendak mencoba ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa فِى di dalam صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dada kamu وَلِيُمَحِّصَ waliyumaḥḥiṣa dan karena Dia hendak membersihkan مَا apa فِى di dalam قُلُوبِكُمْ ۗ qulūbikum hati kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti pada/dalam isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati 154

Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu1, sedang segolongan lagi2 telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah3. Mereka berkata, "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah, "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata, "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah, "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَوَلَّوْا۟ tawallaw (mereka) berpaling مِنكُمْ minkum dari/di antara kamu يَوْمَ yawma pada hari ٱلْتَقَى l-taqā bertemu ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni dua kumpulan/pasukan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱسْتَزَلَّهُمُ is'tazallahumu menggelincirkan mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan بِبَعْضِ bibaʿḍi dengan sebagian/disebabkan مَا apa كَسَبُوا۟ ۖ kasabū mereka perbuat وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَفَا ʿafā telah memberi maaf ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ۗ ʿanhum dari/kepada mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun 155

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu1, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudara mereka إِذَا idhā tatkala ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka mengadakan perjalanan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَوْ aw atau كَانُوا۟ kānū mereka adalah غُزًّۭى ghuzzan (dalam) peperangan لَّوْ law sekiranya كَانُوا۟ kānū mereka adalah عِندَنَا ʿindanā di sisi/bersama-sama kita مَا tidak مَاتُوا۟ mātū mereka mati وَمَا wamā dan tidak قُتِلُوا۟ qutilū mereka terbunuh لِيَجْعَلَ liyajʿala karena akan menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu حَسْرَةًۭ ḥasratan kerugian/penyesalan فِى dalam قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan وَيُمِيتُ ۗ wayumītu dan Dia mematikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat 156

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang, "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.

وَلَئِن wala-in dan jika قُتِلْتُمْ qutil'tum kamu dibunuh/gugur فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau مُتُّمْ muttum kamu mati لَمَغْفِرَةٌۭ lamaghfiratun sungguh/tentulah ampunan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَحْمَةٌ waraḥmatun dan rahmat(Nya) خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّا mimmā daripada apa يَجْمَعُونَ yajmaʿūna mereka kumpulkan 157

Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal1, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

وَلَئِن wala-in dan jika مُّتُّمْ muttum kamu mati أَوْ aw atau قُتِلْتُمْ qutil'tum kamu dibunuh لَإِلَى la-ilā sungguh/tentulah kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna dikumpulkan 158

Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.

فَبِمَا fabimā maka dengan رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah لِنتَ linta kamu berlaku lemah lembut لَهُمْ ۖ lahum bagi/terhadap mereka وَلَوْ walaw dan sekiranya كُنتَ kunta kamu adalah فَظًّا faẓẓan bersikap keras غَلِيظَ ghalīẓa kasar ٱلْقَلْبِ l-qalbi hati لَٱنفَضُّوا۟ la-infaḍḍū tentu mereka akan menjauhkan diri مِنْ min dari حَوْلِكَ ۖ ḥawlika sekelilingmu فَٱعْفُ fa-uʿ'fu maka maafkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampun لَهُمْ lahum bagi mereka وَشَاوِرْهُمْ washāwir'hum dan bermusyawarahlah dengan mereka فِى dalam ٱلْأَمْرِ ۖ l-amri urusan فَإِذَا fa-idhā maka apabila عَزَمْتَ ʿazamta kamu membulatkan tekad فَتَوَكَّلْ fatawakkal maka bertawakkallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَوَكِّلِينَ l-mutawakilīna orang-orang yang bertawakkal 159

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka; mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu1. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

إِن in jika يَنصُرْكُمُ yanṣur'kumu menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَا falā maka tidak ada غَالِبَ ghāliba yang mengalahkan لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika يَخْذُلْكُمْ yakhdhul'kum (Allah) membiarkan kamu فَمَن faman maka barangsiapa ذَا dhā mempunyai ٱلَّذِى alladhī yang يَنصُرُكُم yanṣurukum (ia) menolong kamu مِّنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۗ baʿdihi sesudahnya وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaknya bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin 160

Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada/mungkin لِنَبِىٍّ linabiyyin bagi seorang Nabi أَن an bahwa يَغُلَّ ۚ yaghulla ia berkhianat وَمَن waman dan barang siapa يَغْلُلْ yaghlul berkhianat يَأْتِ yati ia akan datang بِمَا bimā dengan apa غَلَّ ghalla yang dikhianatinya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat ثُمَّ thumma kemudian تُوَفَّىٰ tuwaffā diberi balasan yang sempurna كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya 161

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

أَفَمَنِ afamani apakah orang yang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti رِضْوَٰنَ riḍ'wāna keridhaan ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَنۢ kaman sama seperti orang بَآءَ bāa (ia) kembali بِسَخَطٍۢ bisakhaṭin dengan kemurkaan/kemarahan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali 162

Apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

هُمْ hum mereka دَرَجَـٰتٌ darajātun bertingkat-tingkat عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 163

(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

لَقَدْ laqad sesungguhnya مَنَّ manna telah memberi karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman إِذْ idh ketika بَعَثَ baʿatha (Allah) mengutus فِيهِمْ fīhim pada/diantara mereka رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنْ min dari أَنفُسِهِمْ anfusihim (golongan) mereka sendiri يَتْلُوا۟ yatlū (ia) membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya وَيُزَكِّيهِمْ wayuzakkīhim dan (ia) membersihkan mereka وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan (ia) mengajarkan mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah وَإِن wa-in dan sedangkan كَانُوا۟ kānū mereka adalah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu لَفِى lafī sungguh dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata 164

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

أَوَلَمَّآ awalammā dan mengapa ketika أَصَـٰبَتْكُم aṣābatkum menimpa kepadamu مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah (kekalahan) قَدْ qad sungguh/padahal أَصَبْتُم aṣabtum kamu telah menimpakan مِّثْلَيْهَا mith'layhā dua kali serupanya (musibah) قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata أَنَّىٰ annā bagaimana هَـٰذَا ۖ hādhā ini قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa dia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi أَنفُسِكُمْ ۗ anfusikum diri kalian sendiri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 165

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uḥud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَمَآ wamā dan apa أَصَـٰبَكُمْ aṣābakum menimpa kamu يَوْمَ yawma pada hari ٱلْتَقَى l-taqā bertemu ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni dua golongan/pasukan فَبِإِذْنِ fabi-idh'ni maka dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena Dia hendak mengetahui ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 166

Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.

وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena (Allah) hendak mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَافَقُوا۟ ۚ nāfaqū (mereka) munafik وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah قَـٰتِلُوا۟ qātilū berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوِ awi atau ٱدْفَعُوا۟ ۖ id'faʿū pertahankanlah dirimu قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْ law sekiranya نَعْلَمُ naʿlamu kami mengetahui قِتَالًۭا qitālan peperangan لَّٱتَّبَعْنَـٰكُمْ ۗ la-ittabaʿnākum tentu kami mengikuti kamu هُمْ hum mereka لِلْكُفْرِ lil'kuf'ri bagi/kepada kekafiran يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لِلْإِيمَـٰنِ ۚ lil'īmāni bagi/daripada iman يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan بِأَفْوَٰهِهِم bi-afwāhihim dengan mulut mereka مَّا tidak لَيْسَ laysa ada (terkandung) فِى dalam قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka sembunyikan 167

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan, "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu"1. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudaranya وَقَعَدُوا۟ waqaʿadū dan mereka duduk لَوْ law sekiranya أَطَاعُونَا aṭāʿūnā mereka mengikuti kita مَا tidak قُتِلُوا۟ ۗ qutilū mereka terbunuh قُلْ qul katakanlah فَٱدْرَءُوا۟ fa-id'raū maka tolaklah عَنْ ʿan dari أَنفُسِكُمُ anfusikumu diri kalian sendiri ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 168

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah, "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar".

وَلَا walā dan janganlah تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قُتِلُوا۟ qutilū (mereka) dibunuh/gugur فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَمْوَٰتًۢا ۚ amwātan mati بَلْ bal bahkan أَحْيَآءٌ aḥyāon (mereka itu) hidup عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُرْزَقُونَ yur'zaqūna mereka mendapat rezki 169

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup1 di sisi Tuhan-nya dengan mendapat rezeki,

فَرِحِينَ fariḥīna mereka bergembira بِمَآ bimā dengan apa/disebabkan ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya وَيَسْتَبْشِرُونَ wayastabshirūna dan mereka bergirang hati بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna dengan/terhadap orang-orang yang لَمْ lam tidak يَلْحَقُوا۟ yalḥaqū (mereka) bertemu/menyusul بِهِم bihim dengan mereka مِّنْ min dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka أَلَّا allā bahwa tidak خَوْفٌ khawfun merasa khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati 170

mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka1, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

۞ يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira بِنِعْمَةٍۢ biniʿ'matin dengan nikmat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman 171

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū (mereka) memperkenankan/mentaati لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَٱلرَّسُولِ wal-rasūli dan Rasul مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi setelah مَآ apa أَصَابَهُمُ aṣābahumu menimpa mereka ٱلْقَرْحُ ۚ l-qarḥu luka لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū (mereka) berbuat baik مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar 172

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uḥud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالَ qāla mengatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang إِنَّ inna sesungguhnya ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia قَدْ qad sungguh جَمَعُوا۟ jamaʿū mereka telah mengumpulkan لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱخْشَوْهُمْ fa-ikh'shawhum maka takutlah kepada mereka فَزَادَهُمْ fazādahum maka ia menambah mereka إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata/menjawab حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah kami ٱللَّهُ l-lahu Allah وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik ٱلْوَكِيلُ l-wakīlu pelindung 173

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia1 telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

فَٱنقَلَبُوا۟ fa-inqalabū maka mereka kembali بِنِعْمَةٍۢ biniʿ'matin dengan nikmat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia لَّمْ lam tidak يَمْسَسْهُمْ yamsashum menyentuh mereka/mereka mendapat سُوٓءٌۭ sūon seburuk-buruk وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti رِضْوَٰنَ riḍ'wāna keridhaan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَظِيمٍ ʿaẓīmin besar 174

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar1.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ذَٰلِكُمُ dhālikumu mereka itu ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan يُخَوِّفُ yukhawwifu (ia) menakut-nakuti أَوْلِيَآءَهُۥ awliyāahu pengikut-pengikutnya فَلَا falā maka janganlah تَخَافُوهُمْ takhāfūhum kamu takut kepada mereka وَخَافُونِ wakhāfūni dan takutlah kepadaKu إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 175

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

وَلَا walā dan janganlah يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna (mereka) bersegera فِى dalam ٱلْكُفْرِ ۚ l-kuf'ri kekafiran/menjadi kafir إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَن lan tidak dapat يَضُرُّوا۟ yaḍurrū memberi mudharat ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا ۗ shayan sedikitpun يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَلَّا allā bahwa tidak يَجْعَلَ yajʿala Dia menjadikan/memberi لَهُمْ lahum kepada mereka حَظًّۭا ḥaẓẓan (sesuatu) bagian فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati akhirat وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa/azab عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar 176

Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir1; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli/menukar ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman لَن lan tidak dapat يَضُرُّوا۟ yaḍurrū mereka memberi mudharat ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa/azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih 177

Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun; dan bagi mereka azab yang pedih.

وَلَا walā dan janganlah يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna menyangka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَنَّمَا annamā bahwasanya نُمْلِى num'lī Kami memberi tangguh لَهُمْ lahum kepada mereka خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّأَنفُسِهِمْ ۚ li-anfusihim bagi diri mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نُمْلِى num'lī Kami memberi tangguh لَهُمْ lahum kepada mereka لِيَزْدَادُوٓا۟ liyazdādū supaya mereka bertambah-tambah إِثْمًۭا ۚ ith'man dosa وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa/azab مُّهِينٌۭ muhīnun yang menghinakan 178

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka1 adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

مَّا tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَذَرَ liyadhara untuk membiarkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa أَنتُمْ antum kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَمِيزَ yamīza Dia membedakan ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk مِنَ mina dari ٱلطَّيِّبِ ۗ l-ṭayibi baik وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُطْلِعَكُمْ liyuṭ'liʿakum untuk memperlihatkan kepadamu عَلَى ʿalā atas ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْتَبِى yajtabī Dia memilih مِن min dari رُّسُلِهِۦ rusulihi RasulNya مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرُسُلِهِۦ ۚ warusulihi dan Rasul-RasulNya وَإِن wa-in dan jika تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa فَلَكُمْ falakum maka bagimu أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar 179

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini1, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya2; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

وَلَا walā dan janganlah يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَبْخَلُونَ yabkhalūna (mereka) kikir بِمَآ bimā dengan apa (harta) ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya هُوَ huwa ia (kekikiran) خَيْرًۭا khayran baik لَّهُم ۖ lahum bagi mereka بَلْ bal bahkan/tetapi هُوَ huwa ia(kekikiran) شَرٌّۭ sharrun buruk لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka سَيُطَوَّقُونَ sayuṭawwaqūna akan dikalungkan مَا apa بَخِلُوا۟ bakhilū mereka kikirkan بِهِۦ bihi dengannya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مِيرَٰثُ mīrāthu segala warisan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha mengetahui 180

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

لَّقَدْ laqad sesungguhnya سَمِعَ samiʿa telah mendengar ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوْلَ qawla perkataan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَقِيرٌۭ faqīrun miskin وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami أَغْنِيَآءُ ۘ aghniyāu orang-orang kaya سَنَكْتُبُ sanaktubu akan Kami catat مَا apa قَالُوا۟ qālū mereka katakan وَقَتْلَهُمُ waqatlahumu dan pembunuhan mereka ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa Nabi-Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa (alasan) حَقٍّۢ ḥaqqin benar وَنَقُولُ wanaqūlu dan Kami katakan ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah olehmu عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi yang membakar 181

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan, "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), "Rasakanlah olehmu azab yang membakar".

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/disebabkan قَدَّمَتْ qaddamat didahulukan/diperbuat أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tanganmu وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَيْسَ laysa tidak/bukan بِظَلَّامٍۢ biẓallāmin dengan aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hambaNya 182

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَهِدَ ʿahida telah menjanjikan إِلَيْنَآ ilaynā kepada kami أَلَّا allā supaya tidak نُؤْمِنَ nu'mina kami beriman لِرَسُولٍ lirasūlin kepada seorang Rasul حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِيَنَا yatiyanā dia mendatangkan kepada kami بِقُرْبَانٍۢ biqur'bānin dengan korban تَأْكُلُهُ takuluhu memakannya ٱلنَّارُ ۗ l-nāru api قُلْ qul katakanlah قَدْ qad sungguh جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu رُسُلٌۭ rusulun beberapa orang Rasul مِّن min dari قَبْلِى qablī sebelumku بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan yang nyata وَبِٱلَّذِى wabi-alladhī dan dengan yang قُلْتُمْ qul'tum kamu katakan فَلِمَ falima maka mengapa قَتَلْتُمُوهُمْ qataltumūhum kamu membunuh mereka إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 183

(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api". Katakanlah, "Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar".

فَإِن fa-in maka jika كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كُذِّبَ kudhiba telah didustakan رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu جَآءُو jāū mereka datang بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan yang nyata وَٱلزُّبُرِ wal-zuburi dan Zabur وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab ٱلْمُنِيرِ l-munīri yang memberikan cahaya 184

Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur1, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna2.

كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa ذَآئِقَةُ dhāiqatu akan merasakan ٱلْمَوْتِ ۗ l-mawti mati وَإِنَّمَا wa-innamā dan sesungguhnya hanyalah تُوَفَّوْنَ tuwaffawna akan disempurnakan أُجُورَكُمْ ujūrakum pahalamu يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ l-qiyāmati kiamat فَمَن faman maka barang siapa زُحْزِحَ zuḥ'ziḥa ia dijauhkan عَنِ ʿani dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka وَأُدْخِلَ wa-ud'khila dan ia dimasukkan ٱلْجَنَّةَ l-janata surga فَقَدْ faqad maka sungguh فَازَ ۗ fāza ia beruntung وَمَا wamā dan tidak ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia إِلَّا illā melainkan مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْغُرُورِ l-ghurūri tipuan/memperdayakan 185

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

۞ لَتُبْلَوُنَّ latub'lawunna sungguh kamu akan diuji فِىٓ dalam/terhadap أَمْوَٰلِكُمْ amwālikum hartamu وَأَنفُسِكُمْ wa-anfusikum dan dirimu وَلَتَسْمَعُنَّ walatasmaʿunna dan sungguh kamu akan mendengar مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan أَذًۭى adhan gangguan/menyakitkan hati كَثِيرًۭا ۚ kathīran banyak وَإِن wa-in dan jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari/termasuk عَزْمِ ʿazmi (patut) diutamakan ٱلْأُمُورِ l-umūri urusan 186

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذَ akhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِيثَـٰقَ mīthāqa janji ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab لَتُبَيِّنُنَّهُۥ latubayyinunnahu hendaklah kamu menerangkannya لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia وَلَا walā dan jangan تَكْتُمُونَهُۥ taktumūnahu kamu menyembunyikannya فَنَبَذُوهُ fanabadhūhu lalu mereka melemparkannya وَرَآءَ warāa belakang ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka وَٱشْتَرَوْا۟ wa-ish'taraw dan mereka menukar/membeli بِهِۦ bihi dengannya (janji) ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit فَبِئْسَ fabi'sa maka alangkah buruknya مَا apa/barang يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka tukar/beli 187

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya"1, lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.

لَا jangan تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَفْرَحُونَ yafraḥūna (mereka) bergembira بِمَآ bimā dengan apa أَتَوا۟ ataw mereka datangkan/kerjakan وَّيُحِبُّونَ wayuḥibbūna dan mereka menyukai أَن an bahwa يُحْمَدُوا۟ yuḥ'madū mereka dipuji بِمَا bimā dengan/terhadap apa لَمْ lam tidak/belum يَفْعَلُوا۟ yafʿalū mereka kerjakan فَلَا falā maka jangan تَحْسَبَنَّهُم taḥsabannahum kamu menyangka بِمَفَازَةٍۢ bimafāzatin dengan terlepas مِّنَ mina dari ٱلْعَذَابِ ۖ l-ʿadhābi azab/siksa وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksa أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih 188

Janganlah sekali-kali kamu menyangka hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa 189

kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.

إِنَّ inna sesungguhnya فِى dalam خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan silih berganti ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh terdapat tanda-tanda لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi berakal 190

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَذْكُرُونَ yadhkurūna (mereka) mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah قِيَـٰمًۭا qiyāman berdiri وَقُعُودًۭا waquʿūdan dan duduk وَعَلَىٰ waʿalā dan atas جُنُوبِهِمْ junūbihim pembaringan mereka وَيَتَفَكَّرُونَ wayatafakkarūna dan orang-orang yang mengingat فِى dalam خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami مَا tidak خَلَقْتَ khalaqta Engkau ciptakan هَـٰذَا hādhā ini بَـٰطِلًۭا bāṭilan sia-sia سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau فَقِنَا faqinā maka peliharalah عَذَابَ ʿadhāba siksa ٱلنَّارِ l-nāri neraka 191

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau مَن man siapa-siapa تُدْخِلِ tud'khili Engkau masukkan ٱلنَّارَ l-nāra neraka فَقَدْ faqad maka sungguh أَخْزَيْتَهُۥ ۖ akhzaytahu Engkau hinakan mereka وَمَا wamā dan tidak لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang dzalim مِنْ min dari أَنصَارٍۢ anṣārin para penolong 192

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.

رَّبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar مُنَادِيًۭا munādiyan panggilan/seruan يُنَادِى yunādī memanggil/menyeru لِلْإِيمَـٰنِ lil'īmāni kepada iman أَنْ an agar ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِرَبِّكُمْ birabbikum dengan/kepada Tuhanmu فَـَٔامَنَّا ۚ faāmannā maka kami beriman رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami فَٱغْفِرْ fa-igh'fir ampunilah لَنَا lanā bagi/untuk kami ذُنُوبَنَا dhunūbanā dosa-dosa kami وَكَفِّرْ wakaffir dan hapuskanlah عَنَّا ʿannā dari kami سَيِّـَٔاتِنَا sayyiātinā kesalahan-kesalahan kami وَتَوَفَّنَا watawaffanā dan wafatkan kami مَعَ maʿa beserta ٱلْأَبْرَارِ l-abrāri orang-orang yang baik 193

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَءَاتِنَا waātinā dan berilah kami مَا apa وَعَدتَّنَا waʿadttanā Engkau janjikan kepada kami عَلَىٰ ʿalā atas رُسُلِكَ rusulika Rasul-Rasul Engkau وَلَا walā dan jangan تُخْزِنَا tukh'zinā Engkau hinakan kami يَوْمَ yawma (pada) hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau لَا tidak تُخْلِفُ tukh'lifu (Engkau) menyalahi ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji 194

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka perkenankanlah لَهُمْ lahum bagi mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka أَنِّى annī sesungguhnya Aku لَآ tidak أُضِيعُ uḍīʿu Aku menyia-nyiakan عَمَلَ ʿamala amal/pekerjaan عَـٰمِلٍۢ ʿāmilin orang-orang yang beramal مِّنكُم minkum diantara kamu مِّن min dari ذَكَرٍ dhakarin laki-laki أَوْ aw atau أُنثَىٰ ۖ unthā perempuan بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu مِّنۢ min dari بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian yang lain فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) berhijrah وَأُخْرِجُوا۟ wa-ukh'rijū dan (mereka) diusir مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halamannya وَأُوذُوا۟ waūdhū dan mereka disakiti فِى di سَبِيلِى sabīlī jalanKu وَقَـٰتَلُوا۟ waqātalū dan mereka membunuh وَقُتِلُوا۟ waqutilū dan mereka dibunuh لَأُكَفِّرَنَّ la-ukaffiranna sungguh akan Aku hapus عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan-kesalahan mereka وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ wala-ud'khilannahum dan tentu Ku masukkan mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai ثَوَابًۭا thawāban pahala مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عِندَهُۥ ʿindahu di sisiNya حُسْنُ ḥus'nu sebaik-baik ٱلثَّوَابِ l-thawābi pahala 195

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain1. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang, dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".

لَا jangan يَغُرَّنَّكَ yaghurrannaka kamu terperdaya تَقَلُّبُ taqallubu hilir mudik ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى dalam ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri 196

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak1 di dalam negeri.

مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit ثُمَّ thumma kemudian مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat tinggal mereka جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal 197

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

لَـٰكِنِ lākini akan tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya نُزُلًۭا nuzulan anugerah مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَا wamā dan apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلْأَبْرَارِ lil'abrāri bagi orang-orang yang berbuat baik 198

Akan tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah)1 dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti2.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَمَن laman ada orang يُؤْمِنُ yu'minu (ia) beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna mereka khusyu' (tunduk) لِلَّهِ lillahi kepada Allah لَا tidak يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka menukar/membeli بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا ۗ qalīlan sedikit أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu amat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan 199

Dan sesungguhnya di antara ahli kitab, ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱصْبِرُوا۟ iṣ'birū bersabarlah kamu وَصَابِرُوا۟ waṣābirū dan tingkatkan kesabaranmu وَرَابِطُوا۟ warābiṭū dan waspadalah kamu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung 200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin diri وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan مِنْهَا min'hā daripadanya زَوْجَهَا zawjahā isterinya/jodohnya وَبَثَّ wabatha dan Dia kembang-biakkan مِنْهُمَا min'humā dari keduanya رِجَالًۭا rijālan laki-laki كَثِيرًۭا kathīran banyak وَنِسَآءًۭ ۚ wanisāan dan perempuan وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang تَسَآءَلُونَ tasāalūna kamu saling meminta بِهِۦ bihi dengan/padaNya وَٱلْأَرْحَامَ ۚ wal-arḥāma dan hubungan keluarga إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian رَقِيبًۭا raqīban Penjaga dan Pengawas 1

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya1 Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain2, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

وَءَاتُوا۟ waātū dan berikanlah ٱلْيَتَـٰمَىٰٓ l-yatāmā anak-anak yatim أَمْوَٰلَهُمْ ۖ amwālahum harta-harta mereka وَلَا walā dan janganlah تَتَبَدَّلُوا۟ tatabaddalū kamu menukar ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk بِٱلطَّيِّبِ ۖ bil-ṭayibi dengan yang baik وَلَا walā dan jangan تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu makan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta-harta mereka إِلَىٰٓ ilā pada أَمْوَٰلِكُمْ ۚ amwālikum hartamu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/hal itu كَانَ kāna adalah ia حُوبًۭا ḥūban dosa كَبِيرًۭا kabīran besar 2

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka; jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

وَإِنْ wa-in dan jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut أَلَّا allā bahwa tidak تُقْسِطُوا۟ tuq'siṭū kamu berlaku adil فِى dalam/terhadap ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak-anak yatim فَٱنكِحُوا۟ fa-inkiḥū maka nikahilah مَا apa طَابَ ṭāba baik/senangi لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan-perempuan مَثْنَىٰ mathnā berdua وَثُلَـٰثَ wathulātha dan bertiga وَرُبَـٰعَ ۖ warubāʿa dan berempat فَإِنْ fa-in maka jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut أَلَّا allā bahwa tidak تَعْدِلُوا۟ taʿdilū kamu berlaku adil فَوَٰحِدَةً fawāḥidatan maka satu saja أَوْ aw atau مَا apa مَلَكَتْ malakat kamu miliki أَيْمَـٰنُكُمْ ۚ aymānukum tangan kananmu/budakmu ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat أَلَّا allā bahwa tidak تَعُولُوا۟ taʿūlū kamu berbuat aniaya 3

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil1, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya2.

وَءَاتُوا۟ waātū dan berikanlah ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan-perempuan صَدُقَـٰتِهِنَّ ṣaduqātihinna maskawin mereka نِحْلَةًۭ ۚ niḥ'latan ikhlas/wajib فَإِن fa-in maka jika طِبْنَ ṭib'na mereka baik hati/menyerahkan لَكُمْ lakum bagi kalian عَن ʿan dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu (sebagian) مِّنْهُ min'hu daripadanya (maskawin) نَفْسًۭا nafsan sendirian/senang hati فَكُلُوهُ fakulūhu maka makanlah ia هَنِيٓـًۭٔا hanīan dengan puas مَّرِيٓـًۭٔا marīan cukup 4

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian1 dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

وَلَا walā dan jangan تُؤْتُوا۟ tu'tū kamu serahkan ٱلسُّفَهَآءَ l-sufahāa orang-orang bodoh/belum sempurna akalnya أَمْوَٰلَكُمُ amwālakumu harta kamu ٱلَّتِى allatī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian قِيَـٰمًۭا qiyāman pemeliharaan وَٱرْزُقُوهُمْ wa-ur'zuqūhum dan mereka belanja فِيهَا fīhā darinya (hasil harta itu) وَٱكْسُوهُمْ wa-ik'sūhum dan pakaian mereka وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah لَهُمْ lahum kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik 5

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya1, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

وَٱبْتَلُوا۟ wa-ib'talū dan periksa/ujilah ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak-anak yatim حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā jika بَلَغُوا۟ balaghū mereka sampai/cukup umur ٱلنِّكَاحَ l-nikāḥa nikah/kawin فَإِنْ fa-in maka jika ءَانَسْتُم ānastum kamu anggap/melihat مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka رُشْدًۭا rush'dan cerdas فَٱدْفَعُوٓا۟ fa-id'faʿū maka serahkanlah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَمْوَٰلَهُمْ ۖ amwālahum harta-harta mereka وَلَا walā dan jangan تَأْكُلُوهَآ takulūhā kamu memakannya إِسْرَافًۭا is'rāfan lebih dari batas وَبِدَارًا wabidāran dan tergesa-gesa أَن an bahwa يَكْبَرُوا۟ ۚ yakbarū mereka besar وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah ia غَنِيًّۭا ghaniyyan kaya/mampu فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ falyastaʿfif maka hendaklah ia menahan diri وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah ia فَقِيرًۭا faqīran fakir/miskin فَلْيَأْكُلْ falyakul maka boleh ia memakan بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan baik/sepatutnya فَإِذَا fa-idhā maka apabila دَفَعْتُمْ dafaʿtum kamu menyerahkan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta-harta mereka فَأَشْهِدُوا۟ fa-ashhidū maka adakan saksi-saksi عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/pada Allah حَسِيبًۭا ḥasīban pengawas/mempunyai perhitungan 6

Dan ujilah1 anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu).

لِّلرِّجَالِ lilrrijāli bagi orang laki-laki نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكَ taraka meninggalkan/peninggalan ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبُونَ wal-aqrabūna dan kerabat mereka وَلِلنِّسَآءِ walilnnisāi dan bagi orang wanita نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكَ taraka meninggalkan/peninggalan ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبُونَ wal-aqrabūna dan kerabat mereka مِمَّا mimmā dari apa (peninggalan) قَلَّ qalla sedikit مِنْهُ min'hu dari padanya أَوْ aw atau كَثُرَ ۚ kathura banyak نَصِيبًۭا naṣīban bagian مَّفْرُوضًۭا mafrūḍan yang telah ditetapkan 7

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu, bapak, dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu, bapak, dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila حَضَرَ ḥaḍara hadir ٱلْقِسْمَةَ l-qis'mata pembagian itu أُو۟لُوا۟ ulū kelompok ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينُ wal-masākīnu dan orang-orang miskin فَٱرْزُقُوهُم fa-ur'zuqūhum maka berilah mereka rezki مِّنْهُ min'hu dari padanya/harta وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah لَهُمْ lahum kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik/patut 8

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat1, anak yatim, dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya)2 dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

وَلْيَخْشَ walyakhsha dan hendaklah takut ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَوْ law ke dalam تَرَكُوا۟ tarakū perut mereka مِنْ min dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan/anak-anak ضِعَـٰفًا ḍiʿāfan lemah خَافُوا۟ khāfū mereka khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فَلْيَتَّقُوا۟ falyattaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلْيَقُولُوا۟ walyaqūlū dan hendaklah mereka mengatakan قَوْلًۭا qawlan perkataan سَدِيدًا sadīdan yang benar 9

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَأْكُلُونَ yakulūna (mereka) memakan أَمْوَٰلَ amwāla harta ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak yatim ظُلْمًا ẓul'man (secara) zalim إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan/menelan فِى seandainya بُطُونِهِمْ buṭūnihim mereka meninggalkan نَارًۭا ۖ nāran api وَسَيَصْلَوْنَ wasayaṣlawna dan mereka akan masuk سَعِيرًۭا saʿīran neraka yang menyala-nyala 10

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya, dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

يُوصِيكُمُ yūṣīkumu mewasiatkan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فِىٓ dalam/untuk أَوْلَـٰدِكُمْ ۖ awlādikum anak-anakmu لِلذَّكَرِ lildhakari bagi (anak) lelaki مِثْلُ mith'lu seperti حَظِّ ḥaẓẓi bagian ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ l-unthayayni dua anak perempuan فَإِن fa-in maka jika كُنَّ kunna adalah mereka نِسَآءًۭ nisāan perempuan فَوْقَ fawqa di atas ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua orang perempuan فَلَهُنَّ falahunna maka bagi mereka ثُلُثَا thuluthā dua pertiga مَا apa تَرَكَ ۖ taraka ditingalkan وَإِن wa-in dan jika كَانَتْ kānat adalah ia وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan seorang فَلَهَا falahā maka baginya ٱلنِّصْفُ ۚ l-niṣ'fu separuh وَلِأَبَوَيْهِ wali-abawayhi dan untuk dua ibu-bapaknya لِكُلِّ likulli bagi masing-masing وَٰحِدٍۢ wāḥidin seorang مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya ٱلسُّدُسُ l-sudusu seperenam مِمَّا mimmā dari apa/harta تَرَكَ taraka ia tinggalkan إِن in jika كَانَ kāna ia adalah لَهُۥ lahu baginya وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun adalah لَّهُۥ lahu baginya وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki وَوَرِثَهُۥٓ wawarithahu dan mewarisinya أَبَوَاهُ abawāhu ibu-bapaknya فَلِأُمِّهِ fali-ummihi maka bagi ibunya ٱلثُّلُثُ ۚ l-thuluthu sepertiga فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ia adalah لَهُۥٓ lahu baginya إِخْوَةٌۭ ikh'watun saudara-saudara فَلِأُمِّهِ fali-ummihi maka bagi ibunya ٱلسُّدُسُ ۚ l-sudusu seperenam مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin berwasiat يُوصِى yūṣī ia wasiatkan بِهَآ bihā baginya أَوْ aw atau دَيْنٍ ۗ daynin (dibayar) hutang ءَابَآؤُكُمْ ābāukum ibu-bapakmu/orang tuamu وَأَبْنَآؤُكُمْ wa-abnāukum dan anak-anakmu لَا tidak تَدْرُونَ tadrūna kamu mengetahui أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat لَكُمْ lakum bagi kalian نَفْعًۭا ۚ nafʿan manfaatnya فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana 11

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan1; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua2, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

۞ وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu نِصْفُ niṣ'fu separuh مَا apa/harta تَرَكَ taraka yang meninggalkan أَزْوَٰجُكُمْ azwājukum isteri-isterimu إِن in jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun ada لَّهُنَّ lahunna bagi mereka وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada لَهُنَّ lahunna bagi mereka وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki فَلَكُمُ falakumu maka bagimu ٱلرُّبُعُ l-rubuʿu seperempat مِمَّا mimmā dari apa/harta تَرَكْنَ ۚ tarakna mereka tinggalkan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudahnya وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat يُوصِينَ yūṣīna mereka berwasiat بِهَآ bihā dengannya أَوْ aw atau دَيْنٍۢ ۚ daynin hutang وَلَهُنَّ walahunna dan bagi mereka ٱلرُّبُعُ l-rubuʿu seperempat مِمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكْتُمْ taraktum kamu tinggalkan إِن in jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun ada لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki فَلَهُنَّ falahunna maka bagi mereka ٱلثُّمُنُ l-thumunu seperdelapan مِمَّا mimmā dari apa/harta تَرَكْتُم ۚ taraktum kamu tinggalkan مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat تُوصُونَ tūṣūna kamu buat wasiat بِهَآ bihā dengannya أَوْ aw atau دَيْنٍۢ ۗ daynin hutang وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki يُورَثُ yūrathu diwariskan كَلَـٰلَةً kalālatan tidak punya ibu-bapak dan anak أَوِ awi atau ٱمْرَأَةٌۭ im'ra-atun perempuan وَلَهُۥٓ walahu dan baginya أَخٌ akhun saudara laki-laki أَوْ aw atau أُخْتٌۭ ukh'tun saudara perempuan فَلِكُلِّ falikulli maka bagi tiap-tiap وَٰحِدٍۢ wāḥidin seorang مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya ٱلسُّدُسُ ۚ l-sudusu seperenam فَإِن fa-in maka jika كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَكْثَرَ akthara lebih banyak مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَهُمْ fahum maka bagi mereka شُرَكَآءُ shurakāu bersekutu فِى dalam ٱلثُّلُثِ ۚ l-thuluthi dalam sepertiga مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat يُوصَىٰ yūṣā diwasiatkan بِهَآ bihā dengannya أَوْ aw atau دَيْنٍ daynin hutang غَيْرَ ghayra tidak مُضَآرٍّۢ ۚ muḍārrin memudlaratkan وَصِيَّةًۭ waṣiyyatan wasiat/ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun 12

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris)1. (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

تِلْكَ til'ka itulah حُدُودُ ḥudūdu ketentuan-ketentuan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia akan memasukkannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikianitu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar 13

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

وَمَن waman dan barang siapa يَعْصِ yaʿṣi mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَيَتَعَدَّ wayataʿadda dan ia melanggar حُدُودَهُۥ ḥudūdahu ketentuan-ketentuanNya يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia/Allah memasukkannya نَارًا nāran neraka/api خَـٰلِدًۭا khālidan kekal فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَهُۥ walahu dan baginya عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan 14

Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

وَٱلَّـٰتِى wa-allātī dan wanita-wanita yang يَأْتِينَ yatīna (mereka) mendatangkan/melakukan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji مِن min dari/diantara نِّسَآئِكُمْ nisāikum isteri-isterimu فَٱسْتَشْهِدُوا۟ fa-is'tashhidū maka datangkanlah saksi-saksi عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka أَرْبَعَةًۭ arbaʿatan empat (orang) مِّنكُمْ ۖ minkum diantara kamu فَإِن fa-in maka jika شَهِدُوا۟ shahidū mereka memberikan kesaksian فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka kurunglah mereka فِى dalam ٱلْبُيُوتِ l-buyūti rumah حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai يَتَوَفَّىٰهُنَّ yatawaffāhunna mewafatkan mereka ٱلْمَوْتُ l-mawtu mati/kematian أَوْ aw atau يَجْعَلَ yajʿala memberikan/menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُنَّ lahunna bagi/kepada mereka سَبِيلًۭا sabīlan jalan 15

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji1, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya2.

وَٱلَّذَانِ wa-alladhāni dan dua orang yang يَأْتِيَـٰنِهَا yatiyānihā melakukannya/perbuatan keji مِنكُمْ minkum diantara kamu فَـَٔاذُوهُمَا ۖ faādhūhumā maka berilah hukuman keduanya فَإِن fa-in maka jika تَابَا tābā keduanya bertaubat وَأَصْلَحَا wa-aṣlaḥā dan memperbaiki diri فَأَعْرِضُوا۟ fa-aʿriḍū maka berpaling/biarkanlah عَنْهُمَآ ۗ ʿanhumā dari keduanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia تَوَّابًۭا tawwāban Maha Penerima taubat رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang 16

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلتَّوْبَةُ l-tawbatu taubat itu عَلَى ʿalā atas/di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengajarkan ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejahatan بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin dengan kejahilan/kebodohan ثُمَّ thumma kemudian يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat مِن min dari قَرِيبٍۢ qarībin dekat/dengan segera فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَتُوبُ yatūbu menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ۗ ʿalayhim atas mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana 17

Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan1, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَلَيْسَتِ walaysati dan tidaklah ٱلتَّوْبَةُ l-tawbatu taubat itu لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) melakukan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila حَضَرَ ḥaḍara datang أَحَدَهُمُ aḥadahumu salah seorang diantara mereka ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian قَالَ qāla ia mengatakan إِنِّى innī sesungguhnya saya تُبْتُ tub'tu saya bertaubat ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang وَلَا walā dan tidaklah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَمُوتُونَ yamūtūna (mereka) mati وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كُفَّارٌ ۚ kuffārun kekafiran أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًا ʿadhāban siksa أَلِيمًۭا alīman yang pedih 18

Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertobat sekarang". Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا tidak يَحِلُّ yaḥillu halal لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تَرِثُوا۟ tarithū kamu mempusakai ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita كَرْهًۭا ۖ karhan dengan paksa وَلَا walā dan jangan تَعْضُلُوهُنَّ taʿḍulūhunna kamu menyusahkan mereka لِتَذْهَبُوا۟ litadhhabū untuk melenyapkan/mengambil kembali بِبَعْضِ bibaʿḍi sebagian مَآ apa ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu telah memberikan mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَأْتِينَ yatīna mereka melakukan بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ mubayyinatin yang nyata وَعَاشِرُوهُنَّ waʿāshirūhunna dan pergauillah mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang patut فَإِن fa-in maka jika كَرِهْتُمُوهُنَّ karih'tumūhunna kamu membenci mereka فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mungkin/barangkali أَن an bahwa تَكْرَهُوا۟ takrahū kamu tidak menyukai شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَيَجْعَلَ wayajʿala dan/padahal menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِيهِ fīhi padanya خَيْرًۭا khayran kebaikan كَثِيرًۭا kathīran yang banyak 19

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa1 dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata2. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

وَإِنْ wa-in dan jika أَرَدتُّمُ aradttumu kamu ingin ٱسْتِبْدَالَ is'tib'dāla mengganti زَوْجٍۢ zawjin isteri مَّكَانَ makāna tempat زَوْجٍۢ zawjin isteri (yang lain) وَءَاتَيْتُمْ waātaytum dan kamu telah memberi إِحْدَىٰهُنَّ iḥ'dāhunna seorang diantara mereka قِنطَارًۭا qinṭāran harta yang banyak فَلَا falā maka jangan تَأْخُذُوا۟ takhudhū kamu mengambil مِنْهُ min'hu daripadanya شَيْـًٔا ۚ shayan akan sesuatu/sedikitpun أَتَأْخُذُونَهُۥ atakhudhūnahu apakah kamu mengambil kembali (milik)nya بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan dengan cara dusta وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata 20

Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain1, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali darinya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana تَأْخُذُونَهُۥ takhudhūnahu kamu mengambilnya kembali وَقَدْ waqad dan sungguh أَفْضَىٰ afḍā telah bergaul بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain وَأَخَذْنَ wa-akhadhna dan mereka telah mengambil مِنكُم minkum dari kamu مِّيثَـٰقًا mīthāqan janji غَلِيظًۭا ghalīẓan teguh/kuat 21

Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

وَلَا walā dan janganlah تَنكِحُوا۟ tankiḥū kamu kawini مَا apa نَكَحَ nakaḥa telah mengawini ءَابَآؤُكُم ābāukum bapak-bapakmu مِّنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita إِلَّا illā kecuali مَا apa/masa قَدْ qad sungguh سَلَفَ ۚ salafa telah berlalu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya itu كَانَ kāna adalah itu فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan keji وَمَقْتًۭا wamaqtan dan dibenci وَسَآءَ wasāa dan seburuk-buruk سَبِيلًا sabīlan jalan 22

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أُمَّهَـٰتُكُمْ ummahātukum ibu-ibumu وَبَنَاتُكُمْ wabanātukum dan anak-anak perempuanmu وَأَخَوَٰتُكُمْ wa-akhawātukum dan saudara-saudara perempuanmu وَعَمَّـٰتُكُمْ waʿammātukum dan saudara-saudara perempuan bapakmu وَخَـٰلَـٰتُكُمْ wakhālātukum dan saudara-saudara perempuan ibumu وَبَنَاتُ wabanātu dan anak-anak perempuan ٱلْأَخِ l-akhi saudaramu laki-laki وَبَنَاتُ wabanātu dan anak-anak perempuan ٱلْأُخْتِ l-ukh'ti saudaramu perempuan وَأُمَّهَـٰتُكُمُ wa-ummahātukumu dan ibu-ibumu ٱلَّـٰتِىٓ allātī yang أَرْضَعْنَكُمْ arḍaʿnakum menyusui kamu وَأَخَوَٰتُكُم wa-akhawātukum dan saudara-saudara perempuanmu مِّنَ mina dari ٱلرَّضَـٰعَةِ l-raḍāʿati sepersusuan وَأُمَّهَـٰتُ wa-ummahātu dan ibu-ibu نِسَآئِكُمْ nisāikum isterimu وَرَبَـٰٓئِبُكُمُ warabāibukumu dan anak-anak isterimu ٱلَّـٰتِى allātī yang فِى dalam حُجُورِكُم ḥujūrikum pemeliharaanmu مِّن min dari نِّسَآئِكُمُ nisāikumu isteri-isteri kamu ٱلَّـٰتِى allātī yang دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuki/campuri بِهِنَّ bihinna dengan mereka فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuki/campuri بِهِنَّ bihinna dengan mereka فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَحَلَـٰٓئِلُ waḥalāilu dan isteri-isteri أَبْنَآئِكُمُ abnāikumu anak-anakmu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِنْ min dari أَصْلَـٰبِكُمْ aṣlābikum tulang rusukmu/anak kandungmu وَأَن wa-an dan bahwa تَجْمَعُوا۟ tajmaʿū kamu menghimpun بَيْنَ bayna antara ٱلْأُخْتَيْنِ l-ukh'tayni dua perempuan bersaudara إِلَّا illā kecuali مَا apa قَدْ qad sungguh سَلَفَ ۗ salafa yang lalu/lampau إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang 23

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu1 dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,