Tilawahku
Masuk
۞

Juz 7

Al-Ma'idah (82-120), Al-An'am (1-110)

۞ لَتَجِدَنَّ latajidanna sungguh kamu akan mendapati أَشَدَّ ashadda paling keras ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَدَٰوَةًۭ ʿadāwatan permusuhan لِّلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱلْيَهُودَ l-yahūda orang-orang Yahudi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ۖ ashrakū (mereka) musyrik وَلَتَجِدَنَّ walatajidanna dan sungguh kamu akan mendapati أَقْرَبَهُم aqrabahum mereka paling dekat مَّوَدَّةًۭ mawaddatan persahabatan لِّلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّا innā sesungguhnya kami نَصَـٰرَىٰ ۚ naṣārā orang-orang Nasrani ذَٰلِكَ dhālika demikian بِأَنَّ bi-anna disebabkan مِنْهُمْ min'hum diantara meraka قِسِّيسِينَ qissīsīna pendeta-pendeta وَرُهْبَانًۭا waruh'bānan dan rahib-rahib وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan bahwasanya mereka لَا tidak يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka menyombongkan diri 82

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengarkan مَآ apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَى ilā kepada ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul تَرَىٰٓ tarā kamu lihat أَعْيُنَهُمْ aʿyunahum mata mereka تَفِيضُ tafīḍu mencucurkan مِنَ mina dari ٱلدَّمْعِ l-damʿi air mata مِمَّا mimmā dari apa/disebabkan عَرَفُوا۟ ʿarafū mereka ketahui مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ ۖ l-ḥaqi kebenaran يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman فَٱكْتُبْنَا fa-uk'tub'nā maka catatlah kami مَعَ maʿa bersama ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menjadi saksi 83

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur`ān) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur`ān dan kenabian Muhammad).

وَمَا wamā dan mengapa لَنَا lanā bagi kami لَا tidak نُؤْمِنُ nu'minu (kami) beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَا wamā dan apa جَآءَنَا jāanā datang kepada kami مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَنَطْمَعُ wanaṭmaʿu dan kami menginginkan أَن an agar يُدْخِلَنَا yud'khilanā memasukkan kami رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami مَعَ maʿa beserta ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh 84

Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami? Padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?"

فَأَثَـٰبَهُمُ fa-athābahumu maka memberi pahala kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa قَالُوا۟ qālū mereka katakan جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah جَزَآءُ jazāu balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan 85

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka 86

Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تُحَرِّمُوا۟ tuḥarrimū kamu mengharamkan طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَآ apa أَحَلَّ aḥalla menghalalkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَا walā dan jangan تَعْتَدُوٓا۟ ۚ taʿtadū kamu melampaui batas إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas 87

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقَكُمُ razaqakumu telah memberi rezki kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ۚ ṭayyiban baik وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنتُم antum kamu بِهِۦ bihi denganNya مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang beriman 88

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

لَا tidak يُؤَاخِذُكُمُ yuākhidhukumu menghukum kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِٱللَّغْوِ bil-laghwi karena main-main فِىٓ di dalam أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpahmu وَلَـٰكِن walākin tetapi يُؤَاخِذُكُم yuākhidhukum Dia menghukum kamu بِمَا bimā dengan sebab عَقَّدتُّمُ ʿaqqadttumu kamu sengaja ٱلْأَيْمَـٰنَ ۖ l-aymāna sumpah-sumpah itu فَكَفَّـٰرَتُهُۥٓ fakaffāratuhu maka dendanya إِطْعَامُ iṭ'ʿāmu memberi makan عَشَرَةِ ʿasharati sepuluh مَسَـٰكِينَ masākīna orang-orang miskin مِنْ min dari أَوْسَطِ awsaṭi pertengahan/biasa مَا apa تُطْعِمُونَ tuṭ'ʿimūna kamu berikan makan أَهْلِيكُمْ ahlīkum keluargamu أَوْ aw atau كِسْوَتُهُمْ kis'watuhum memberi mereka pakaian أَوْ aw atau تَحْرِيرُ taḥrīru memerdekakan رَقَبَةٍۢ ۖ raqabatin seorang budak فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah ثَلَـٰثَةِ thalāthati tiga أَيَّامٍۢ ۚ ayyāmin hari ذَٰلِكَ dhālika demikian كَفَّـٰرَةُ kaffāratu denda أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpah-sumpahmu إِذَا idhā jika/bila حَلَفْتُمْ ۚ ḥalaftum kamu bersumpah وَٱحْفَظُوٓا۟ wa-iḥ'faẓū dan jagalah أَيْمَـٰنَكُمْ ۚ aymānakum sumpah-sumpahmu كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 89

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْخَمْرُ l-khamru minuman keras وَٱلْمَيْسِرُ wal-maysiru dan judi وَٱلْأَنصَابُ wal-anṣābu dan berhala-berhala وَٱلْأَزْلَـٰمُ wal-azlāmu dan mengundi nasib dengan anak panah رِجْسٌۭ rij'sun perbuatan keji مِّنْ min dari عَمَلِ ʿamali perbuatan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan فَٱجْتَنِبُوهُ fa-ij'tanibūhu maka jauhilah perbuatan itu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung 90

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar (arak), berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah1 adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُرِيدُ yurīdu bermaksud ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَن an hendak يُوقِعَ yūqiʿa menimbulkan بَيْنَكُمُ baynakumu diantara kamu ٱلْعَدَٰوَةَ l-ʿadāwata permusuhan وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian فِى di dalam ٱلْخَمْرِ l-khamri minuman keras وَٱلْمَيْسِرِ wal-maysiri dan berjudi وَيَصُدَّكُمْ wayaṣuddakum dan ia menghalangi kamu عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَنِ waʿani dan dari ٱلصَّلَوٰةِ ۖ l-ṣalati sholat فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّنتَهُونَ muntahūna orang-orang yang berhenti 91

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul وَٱحْذَرُوا۟ ۚ wa-iḥ'dharū dan berhati-hatilah kamu فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّمَا annamā bahwasanya عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِنَا rasūlinā Rasul Kami ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata 92

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepadarasul-(Nya), dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

لَيْسَ laysa tidak/bukan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh جُنَاحٌۭ junāḥun berdosa فِيمَا fīmā tentang apa طَعِمُوٓا۟ ṭaʿimū mereka telah memakannya إِذَا idhā apabila/jika مَا apa ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa وَّءَامَنُوا۟ waāmanū dan mereka beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa وَّءَامَنُوا۟ waāmanū dan mereka beriman ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa وَّأَحْسَنُوا۟ ۗ wa-aḥsanū dan mereka berbuat kebaikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan 93

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَيَبْلُوَنَّكُمُ layabluwannakumu sungguh akan menguji kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنَ mina dari ٱلصَّيْدِ l-ṣaydi binatang buruan تَنَالُهُۥٓ tanāluhu kamu perolehnya أَيْدِيكُمْ aydīkum tanganmu وَرِمَاحُكُمْ warimāḥukum dan tombakmu لِيَعْلَمَ liyaʿlama karena hendak mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man siapa يَخَافُهُۥ yakhāfuhu takut kepadanya بِٱلْغَيْبِ ۚ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak terlihat فَمَنِ famani maka barang siapa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā melanggar batas بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu فَلَهُۥ falahu maka baginya عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun pedih 94

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu1 supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh ٱلصَّيْدَ l-ṣayda binatang buruan وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian حُرُمٌۭ ۚ ḥurumun berihram وَمَن waman dan barang siapa قَتَلَهُۥ qatalahu membunuhnya مِنكُم minkum diantara kamu مُّتَعَمِّدًۭا mutaʿammidan dengan sengaja فَجَزَآءٌۭ fajazāon maka balasannya مِّثْلُ mith'lu seperti مَا apa قَتَلَ qatala ia membunuh مِنَ mina dari ٱلنَّعَمِ l-naʿami binatang ternak يَحْكُمُ yaḥkumu memutuskan hukum بِهِۦ bihi dengannya/padanya ذَوَا dhawā dua orang عَدْلٍۢ ʿadlin adil مِّنكُمْ minkum diantara kamu هَدْيًۢا hadyan (sebagai) korban بَـٰلِغَ bāligha sampai ٱلْكَعْبَةِ l-kaʿbati Ka'bah أَوْ aw atau كَفَّـٰرَةٌۭ kaffāratun (sebagai) denda طَعَامُ ṭaʿāmu memberi makan مَسَـٰكِينَ masākīna orang-orang miskin أَوْ aw atau عَدْلُ ʿadlu mengganti ذَٰلِكَ dhālika demikian صِيَامًۭا ṣiyāman berpuasa لِّيَذُوقَ liyadhūqa supaya ia merasakan وَبَالَ wabāla akibat buruk أَمْرِهِۦ ۗ amrihi urusan/pekerjaannya عَفَا ʿafā telah memaafkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَّا ʿammā tentang apa سَلَفَ ۚ salafa telah lalu وَمَنْ waman dan barang siapa عَادَ ʿāda kembali فَيَنتَقِمُ fayantaqimu maka akan menyiksa ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْهُ ۗ min'hu daripadanya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa ذُو dhū mempunyai ٱنتِقَامٍ intiqāmin hak menyiksa 95

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan1 ketika kamu sedang ihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadya2 yang dibawa sampai ke Kakbah3, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin4, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu5, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu6. Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَكُمْ lakum bagi kalian صَيْدُ ṣaydu binatang buruan ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut وَطَعَامُهُۥ waṭaʿāmuhu dan memakannya مَتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ walilssayyārati dan bagi yang dalam perjalanan وَحُرِّمَ waḥurrima dan diharamkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian صَيْدُ ṣaydu binatang buruan ٱلْبَرِّ l-bari darat مَا apa دُمْتُمْ dum'tum selama kamu حُرُمًۭا ۗ ḥuruman berihram وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan 96

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut1 dan makanan (yang berasal) dari laut2 sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

۞ جَعَلَ jaʿala telah menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْكَعْبَةَ l-kaʿbata Ka'bah ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma suci قِيَـٰمًۭا qiyāman menegakkan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَٱلشَّهْرَ wal-shahra dan bulan ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma suci وَٱلْهَدْىَ wal-hadya dan binatang kurban وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ wal-qalāida dan binatang yang diberi kalung ذَٰلِكَ dhālika demikian لِتَعْلَمُوٓا۟ litaʿlamū agar kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa فِى di dalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui 97

Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia1, dan (demikian pula) bulan Haram2, hadya3, qalā`id4. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

ٱعْلَمُوٓا۟ iʿ'lamū ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 98

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

مَّا tidak عَلَى ʿalā atas ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu penyampaian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا apa تُبْدُونَ tub'dūna kamu lahirkan وَمَا wamā dan apa تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan 99

Kewajiban rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

قُل qul katakanlah لَّا tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْخَبِيثُ l-khabīthu yang buruk وَٱلطَّيِّبُ wal-ṭayibu dan yang baik وَلَوْ walaw meskipun أَعْجَبَكَ aʿjabaka menarik hatimu كَثْرَةُ kathratu banyak ٱلْخَبِيثِ ۚ l-khabīthi yang buruk فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung 100

Katakanlah, "Tidak sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan".

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu menanyakan عَنْ ʿan dari أَشْيَآءَ ashyāa sesuatu/perkara إِن in jika تُبْدَ tub'da diterangkan لَكُمْ lakum bagi kalian تَسُؤْكُمْ tasu'kum menyusahkan kamu وَإِن wa-in dan jika تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu menanyakan عَنْهَا ʿanhā daripadanya حِينَ ḥīna ketika يُنَزَّلُ yunazzalu diturunkan ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an تُبْدَ tub'da diterangkan لَكُمْ lakum bagi kalian عَفَا ʿafā memaafkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهَا ۗ ʿanhā daripadanya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun 101

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur`ān itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

قَدْ qad sungguh سَأَلَهَا sa-alahā telah menanyakannya قَوْمٌۭ qawmun kaum مِّن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian ثُمَّ thumma kemudian أَصْبَحُوا۟ aṣbaḥū jadilah mereka بِهَا bihā dengannya كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir 102

Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya1.

مَا tidak جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنۢ min dari بَحِيرَةٍۢ baḥīratin bahirah (unta yang dipotong telinganya) وَلَا walā dan tidak سَآئِبَةٍۢ sāibatin saibah (unta yang tidak boleh diganggu) وَلَا walā dan tidak وَصِيلَةٍۢ waṣīlatin wasilah (anak kambing وَلَا walā dan tidak حَامٍۢ ۙ ḥāmin haam (unta larangan yang tidak boleh dibebani) وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka membuat-buat عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ ۖ l-kadhiba kebohongan وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal 103

Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya baḥīrah1, sā`ibah2, waṣīlah3, dan ḥām4. Akan tetapi, orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah إِلَىٰ ilā kepada مَآ apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul قَالُوا۟ qālū mereka berkata حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah kami مَا apa وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَآ ۚ ābāanā bapak-bapak kami أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun كَانَ kāna adalah ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk 104

Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti rasul". Mereka menjawab, "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَنفُسَكُمْ ۖ anfusakum diri kalian sendiri لَا tidak يَضُرُّكُم yaḍurrukum memberi mudharat kepadamu مَّن man orang ضَلَّ ḍalla ia sesat إِذَا idhā apabila ٱهْتَدَيْتُمْ ۚ ih'tadaytum kamu mendapat petunjuk إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka Dia akan menerangkan kepadamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 105

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk1. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman شَهَـٰدَةُ shahādatu penyaksian بَيْنِكُمْ baynikum diantara kamu إِذَا idhā apabila حَضَرَ ḥaḍara datang/menghadapi أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah seorang kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian حِينَ ḥīna ketika ٱلْوَصِيَّةِ l-waṣiyati berwasiat ٱثْنَانِ ith'nāni dua orang ذَوَا dhawā mempunyai عَدْلٍۢ ʿadlin keadilan مِّنكُمْ minkum diantara kamu أَوْ aw atau ءَاخَرَانِ ākharāni dua orang lain مِنْ min dari غَيْرِكُمْ ghayrikum selain kamu إِنْ in jika أَنتُمْ antum kamu ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu bepergian فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَأَصَـٰبَتْكُم fa-aṣābatkum maka/lalu menimpa kamu مُّصِيبَةُ muṣībatu bencana ٱلْمَوْتِ ۚ l-mawti kematian تَحْبِسُونَهُمَا taḥbisūnahumā kamu menahan keduanya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat فَيُقْسِمَانِ fayuq'simāni maka/lalu keduanya bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah إِنِ ini jika ٱرْتَبْتُمْ ir'tabtum kamu ragu-ragu لَا tidak نَشْتَرِى nashtarī kami membeli بِهِۦ bihi dengannya ثَمَنًۭا thamanan harga وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah ذَا dhā memiliki قُرْبَىٰ ۙ qur'bā kerabat وَلَا walā dan tidak نَكْتُمُ naktumu kami menyembunyikan شَهَـٰدَةَ shahādata kesaksian ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّمِنَ lamina tentu termasuk ٱلْـَٔاثِمِينَ l-āthimīna orang-orang yang berdosa 106

Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu1, jika kamu dalam perjalanan dimuka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah salat (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, "(Demi Allah) kami tidak akan menukar sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa".

فَإِنْ fa-in maka jika عُثِرَ ʿuthira diketahui عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنَّهُمَا annahumā keduanya ٱسْتَحَقَّآ is'taḥaqqā keduanya berbuat إِثْمًۭا ith'man dosa فَـَٔاخَرَانِ faākharāni maka dua orang yang lain يَقُومَانِ yaqūmāni keduanya berdiri مَقَامَهُمَا maqāmahumā tempat kedudukan keduanya مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَحَقَّ is'taḥaqqa berhak عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْأَوْلَيَـٰنِ l-awlayāni dua orang pertama/lebih dekat فَيُقْسِمَانِ fayuq'simāni maka keduanya bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah لَشَهَـٰدَتُنَآ lashahādatunā sesungguhnya kesaksian kami أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak مِن min dari شَهَـٰدَتِهِمَا shahādatihimā kesaksian keduanya وَمَا wamā dan tidak ٱعْتَدَيْنَآ iʿ'tadaynā kami melanggar batas إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّمِنَ lamina tentu termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 107

Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) memperbuat dosa1, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, "Sesungguhnya persaksian kami labih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang yang menganiaya diri sendiri".

ذَٰلِكَ dhālika demikian أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat أَن an agar يَأْتُوا۟ yatū mereka datang بِٱلشَّهَـٰدَةِ bil-shahādati dengan kesaksian عَلَىٰ ʿalā atas وَجْهِهَآ wajhihā sebenarnya أَوْ aw atau يَخَافُوٓا۟ yakhāfū mereka takut أَن an akan تُرَدَّ turadda dikembalikan أَيْمَـٰنٌۢ aymānun sumpah بَعْدَ baʿda sesudah أَيْمَـٰنِهِمْ ۗ aymānihim sumpah mereka وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱسْمَعُوا۟ ۗ wa-is'maʿū dan dengarkanlah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik 108

Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya1 (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

۞ يَوْمَ yawma pada hari يَجْمَعُ yajmaʿu mengumpulkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرُّسُلَ l-rusula Rasul-Rasul فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berkata/bertanya مَاذَآ mādhā bagaimanakah أُجِبْتُمْ ۖ ujib'tum kamu dijawab قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا tidak ada عِلْمَ ʿil'ma pengetahuan لَنَآ ۖ lanā bagi kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi perkara-perkara gaib 109

(Ingatlah) hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?" Para rasul menjawab, "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang gaib".

إِذْ idh ketika قَالَ qāla mengatakan ٱللَّهُ l-lahu Allah يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam ٱذْكُرْ udh'kur ingatlah نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatiKu عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَعَلَىٰ waʿalā dan atas وَٰلِدَتِكَ wālidatika ibumu إِذْ idh ketika/di waktu أَيَّدتُّكَ ayyadttuka Aku menguatkan kamu بِرُوحِ birūḥi dengan ruhul ٱلْقُدُسِ l-qudusi qudus تُكَلِّمُ tukallimu kamu berbicara ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia فِى dalam ٱلْمَهْدِ l-mahdi buaian وَكَهْلًۭا ۖ wakahlan dan sesudah dewasa وَإِذْ wa-idh dan ketika عَلَّمْتُكَ ʿallamtuka Aku mengajarkan kamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmat وَٱلتَّوْرَىٰةَ wal-tawrāta dan Taurat وَٱلْإِنجِيلَ ۖ wal-injīla dan Injil وَإِذْ wa-idh dan ketika تَخْلُقُ takhluqu kamu membentuk مِنَ mina dari ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah كَهَيْـَٔةِ kahayati seperti bentuk ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung بِإِذْنِى bi-idh'nī dengan izinKu فَتَنفُخُ fatanfukhu maka/lalu meniup فِيهَا fīhā di dalamnya فَتَكُونُ fatakūnu maka jadilah ia طَيْرًۢا ṭayran burung بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu وَتُبْرِئُ watub'ri-u dan kamu menyembuhkan ٱلْأَكْمَهَ l-akmaha orang buta وَٱلْأَبْرَصَ wal-abraṣa dan orang sakit lepra بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu وَإِذْ wa-idh dan ketika تُخْرِجُ tukh'riju kamu mengeluarkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu وَإِذْ wa-idh dan ketika كَفَفْتُ kafaftu Aku menahan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil عَنكَ ʿanka dari kamu إِذْ idh ketika جِئْتَهُم ji'tahum kamu datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan فَقَالَ faqāla maka berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْهُمْ min'hum diantara mereka إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 110

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, "Hai ʻIsa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Rūḥul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Isrā`īl (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَوْحَيْتُ awḥaytu Aku wahyukan إِلَى ilā kepada ٱلْحَوَارِيِّـۧنَ l-ḥawāriyīna pengikut yang setia أَنْ an hendaknya ءَامِنُوا۟ āminū beriman بِى kepadaKu وَبِرَسُولِى wabirasūlī dan kepada RasulKu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَٱشْهَدْ wa-ish'had dan saksikanlah بِأَنَّنَا bi-annanā bahwa sesungguhnya kami مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang muslim 111

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengiku tʻIsa yang setia, "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab, " Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".

إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna pengikut-pengikut yang setia يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam هَلْ hal apakah يَسْتَطِيعُ yastaṭīʿu dapat رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَن an hendak يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مَآئِدَةًۭ māidatan makanan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit قَالَ qāla ia (Isa) berkata ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 112

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ʻIsa berkata, "Hai ʻIsa putra Maryam, bersediakah Tuhan-mu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" ʻIsa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata نُرِيدُ nurīdu kami ingin أَن an untuk نَّأْكُلَ nakula kami memakan مِنْهَا min'hā daripadanya وَتَطْمَئِنَّ wataṭma-inna dan menentramkan قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami وَنَعْلَمَ wanaʿlama dan kami mengetahui أَن an bahwa قَدْ qad sungguh صَدَقْتَنَا ṣadaqtanā kamu berkata benar kepada kami وَنَكُونَ wanakūna dan kami adalah عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya مِنَ mina dari ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan 113

Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".

قَالَ qāla berkata عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ maryama Maryam ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah رَبَّنَآ rabbanā Tuhan kami أَنزِلْ anzil turunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مَآئِدَةًۭ māidatan hidangan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit تَكُونُ takūnu jadilah ia لَنَا lanā bagi kami عِيدًۭا ʿīdan hari raya لِّأَوَّلِنَا li-awwalinā bagi yang pertama dari kami وَءَاخِرِنَا waākhirinā dan yang kemudian dari kami وَءَايَةًۭ waāyatan dan tanda-tanda kekuasaan مِّنكَ ۖ minka dari Engkau وَٱرْزُقْنَا wa-ur'zuq'nā dan berilah kami rezki وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rezki 114

ʻIsa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkau-lah pemberi rezeki yang paling utama".

قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah إِنِّى innī sesungguhnya Aku مُنَزِّلُهَا munazziluhā menurunkannya عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian فَمَن faman maka barang siapa يَكْفُرْ yakfur ia ingkar بَعْدُ baʿdu sesudah مِنكُمْ minkum diantara kamu فَإِنِّىٓ fa-innī maka sesungguhnya Aku أُعَذِّبُهُۥ uʿadhibuhu Aku akan menyiksanya عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan لَّآ belum pernah أُعَذِّبُهُۥٓ uʿadhibuhu Aku menyiksanya أَحَدًۭا aḥadan seorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam/ummat manusia 115

Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia".

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam ءَأَنتَ a-anta adakah kamu قُلْتَ qul'ta kamu mengatakan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia ٱتَّخِذُونِى ittakhidhūnī jadikanlah aku وَأُمِّىَ wa-ummiya dan ibuku إِلَـٰهَيْنِ ilāhayni dua Tuhan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla (Isa) berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau مَا tidak يَكُونُ yakūnu ada لِىٓ bagiku أَنْ an bahwa أَقُولَ aqūla aku mengatakan مَا apa لَيْسَ laysa bukan لِى bagiku بِحَقٍّ ۚ biḥaqqin dengan hak إِن in jika كُنتُ kuntu aku adalah قُلْتُهُۥ qul'tuhu aku mengatakannya فَقَدْ faqad maka sesungguhnya عَلِمْتَهُۥ ۚ ʿalim'tahu Engkau mengetahuinya تَعْلَمُ taʿlamu Engkau mengetahui مَا apa فِى di dalam نَفْسِى nafsī diriku وَلَآ walā dan tidak أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui مَا apa فِى di dalam نَفْسِكَ ۚ nafsika diri Engkau إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi yang gaib 116

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hai ʻIsa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" `Isa menjawab, "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib".

مَا tidak قُلْتُ qul'tu aku mengatakan لَهُمْ lahum kepada mereka إِلَّا illā kecuali مَآ apa أَمَرْتَنِى amartanī Engkau perintahkan kepadaku بِهِۦٓ bihi dengannya أَنِ ani hendaknya ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبَّكُمْ ۚ warabbakum dan Tuhanmu وَكُنتُ wakuntu dan aku adalah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi مَّا apa دُمْتُ dum'tu selama aku فِيهِمْ ۖ fīhim diantara mereka فَلَمَّا falammā maka setelah تَوَفَّيْتَنِى tawaffaytanī Engkau mewafatkan aku كُنتَ kunta Engkau adalah أَنتَ anta Engkau ٱلرَّقِيبَ l-raqība pengawas عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَأَنتَ wa-anta dan Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi 117

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya, yaitu, "Sembahlah Allah, Tuhan-ku dan Tuhan-mu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

إِن in jika تُعَذِّبْهُمْ tuʿadhib'hum Engkau menyiksa mereka فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka عِبَادُكَ ۖ ʿibāduka hamba-hamba Engkau وَإِن wa-in dan jika تَغْفِرْ taghfir Engkau mengampuni لَهُمْ lahum kepada mereka فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana 118

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah هَـٰذَا hādhā inilah يَوْمُ yawmu suatu hari يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar صِدْقُهُمْ ۚ ṣid'quhum kebenaran mereka لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā didalamnya أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya رَّضِىَ raḍiya ridha ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum terhadap mereka وَرَضُوا۟ waraḍū dan ridha عَنْهُ ۚ ʿanhu terhadapNya ذَٰلِكَ dhālika demikian ٱلْفَوْزُ l-fawzu keberuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu paling besar 119

Allah berfirman, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya1. Itulah keberuntungan yang paling besar".

لِلَّهِ lillahi bagi/milik Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa فِيهِنَّ ۚ fīhinna di dalamnya وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۢ qadīrun Maha Kuasa 120

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia telah menjadikan ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti gelap وَٱلنُّورَ ۖ wal-nūra dan cahaya/terang ثُمَّ thumma kemudian ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka menyamakan/mempersekutukan 1

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah ثُمَّ thumma kemudian قَضَىٰٓ qaḍā Dia menentukan أَجَلًۭا ۖ ajalan waktu وَأَجَلٌۭ wa-ajalun dan waktu مُّسَمًّى musamman ditentukan عِندَهُۥ ۖ ʿindahu di sisiNya ثُمَّ thumma kemudian أَنتُمْ antum kamu تَمْتَرُونَ tamtarūna kamu ragu-ragu 2

Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui سِرَّكُمْ sirrakum rahasiamu وَجَهْرَكُمْ wajahrakum dan yang kamu lahirkan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa تَكْسِبُونَ taksibūna yang kamu usahakan 3

Dan Dia-lah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

وَمَا wamā dan tidak تَأْتِيهِم tatīhim datang kepada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin suatu ayat مِّنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū mereka adalah عَنْهَا ʿanhā daripadanya مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling 4

Dan tak ada sesuatu ayat pun dari ayat-ayat1 Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya (mendustakannya).

فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran لَمَّا lammā ketika جَآءَهُمْ ۖ jāahum datang kepada mereka فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَأْتِيهِمْ yatīhim sampai kepada mereka أَنۢبَـٰٓؤُا۟ anbāu berita مَا apa كَانُوا۟ kānū yang mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokkan 5

Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Qur`ān) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw kamu perhatikan كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍۢ qarnin kurun مَّكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami telah teguhkan mereka فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مَا apa لَمْ lam yang belum نُمَكِّن numakkin Kami teguhkan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَأَرْسَلْنَا wa-arsalnā dan Kami telah mengirimkan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit/hujan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّدْرَارًۭا mid'rāran lebat وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah jadikan ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمْ taḥtihim bawah mereka فَأَهْلَكْنَـٰهُم fa-ahlaknāhum lalu Kami binasakan mereka بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَأَنشَأْنَا wa-anshanā dan Kami tumbuhkan/ciptakan مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka قَرْنًا qarnan kurun/generasi ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain 6

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

وَلَوْ walaw dan jika نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu كِتَـٰبًۭا kitāban tulisan فِى di قِرْطَاسٍۢ qir'ṭāsin kertas فَلَمَسُوهُ falamasūhu lalu mereka menyentuhnya بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka لَقَالَ laqāla tentulah berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in jika/tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali/hanyalah سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 7

Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya مَلَكٌۭ ۖ malakun seorang Malaikat وَلَوْ walaw dan kalau أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan مَلَكًۭا malakan seorang Malaikat لَّقُضِىَ laquḍiya tentu diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkata itu ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh 8

Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) seorang malaikat1?" Dan kalau Kami turunkan (kepadanya) seorang malaikat, tentulah selesai urusan itu2, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikit pun).

وَلَوْ walaw dan jika جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya مَلَكًۭا malakan seorang Malaikat لَّجَعَلْنَـٰهُ lajaʿalnāhu tentu Kami jadikan dia رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki وَلَلَبَسْنَا walalabasnā tentu Kami membuat ragu-ragu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّا apa يَلْبِسُونَ yalbisūna mereka ragu-ragukan 9

Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan ia berupa laki-laki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu1.

وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱسْتُهْزِئَ us'tuh'zi-a telah diperolok-olok بِرُسُلٍۢ birusulin pada beberapa Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَحَاقَ faḥāqa maka turunlah بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna pada orang-orang yang سَخِرُوا۟ sakhirū (mereka)mencemoohkan مِنْهُم min'hum diantara mereka مَّا apa كَانُوا۟ kānū yang mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok 10

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.

قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi ثُمَّ thumma kemudian ٱنظُرُوا۟ unẓurū perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan 11

Katakanlah, "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu".

قُل qul katakanlah لِّمَن liman kepunyaan siapakah مَّا apa فِى di dalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi قُل qul katakanlah لِّلَّهِ ۚ lillahi untuk Allah كَتَبَ kataba Dia telah menetapkan عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِ nafsihi diriNya ٱلرَّحْمَةَ ۚ l-raḥmata kasih sayang لَيَجْمَعَنَّكُمْ layajmaʿannakum sungguh Dia akan mengumpulkan kamu إِلَىٰ ilā pada يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۚ fīhi padanya/terhadapnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka)merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka فَهُمْ fahum maka mereka itu لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 12

Katakanlah, "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi"? Katakanlah, "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang1. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya mereka itu tidak beriman2.

۞ وَلَهُۥ walahu dan kepunyaanNya مَا apa سَكَنَ sakana yang diam فِى pada/di ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ ۚ wal-nahāri dan siang وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 13

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

قُلْ qul katakanlah أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَتَّخِذُ attakhidhu aku mengambil/menjadikan وَلِيًّۭا waliyyan pelindung فَاطِرِ fāṭiri Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia يُطْعِمُ yuṭ'ʿimu memberi makan وَلَا walā dan tidak يُطْعَمُ ۗ yuṭ'ʿamu diberi makan قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُمِرْتُ umir'tu aku diperintahkan أَنْ an supaya أَكُونَ akūna aku ada/menjadi أَوَّلَ awwala pertama مَنْ man orang أَسْلَمَ ۖ aslama menyerahkan diri/islam وَلَا walā dan tidak/jangan تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik 14

Katakanlah, "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik".

قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut إِنْ in jika عَصَيْتُ ʿaṣaytu aku mendurhakai رَبِّى rabbī Tuhanku عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar 15

Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhan-ku".

مَّن man barang siapa يُصْرَفْ yuṣ'raf dipalingkan/dijauhkan عَنْهُ ʿanhu dari padanya/azab يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فَقَدْ faqad maka sungguh رَحِمَهُۥ ۚ raḥimahu Dia telah merahmatinya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itulah ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata 16

Barang siapa yang dijauhkan azab darinya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.

وَإِن wa-in dan jika يَمْسَسْكَ yamsaska menimpakan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِضُرٍّۢ biḍurrin dengan suatu bencana فَلَا falā maka tidak ada كَاشِفَ kāshifa yang menghilangkan لَهُۥٓ lahu baginya/padanya إِلَّا illā kecuali/melainkan هُوَ ۖ huwa Dia(sendiri) وَإِن wa-in dan jika يَمْسَسْكَ yamsaska Dia menimpakan kepadamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan kebaikan فَهُوَ fahuwa maka Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa 17

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْقَاهِرُ l-qāhiru berkuasa فَوْقَ fawqa di atas عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui 18

Dan Dia-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

قُلْ qul katakanlah أَىُّ ayyu manakah/siapakah شَىْءٍ shayin perkara أَكْبَرُ akbaru lebih besar/kuat شَهَـٰدَةًۭ ۖ shahādatan kesaksian قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah شَهِيدٌۢ shahīdun menjadi saksi بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكُمْ ۚ wabaynakum dan antara kamu وَأُوحِىَ waūḥiya dan diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an لِأُنذِرَكُم li-undhirakum supaya aku memberi peringatan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya وَمَنۢ waman dan siapa/orang بَلَغَ ۚ balagha ia telah sampai أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَشْهَدُونَ latashhadūna sungguh kamu mengakui أَنَّ anna bahwa مَعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَالِهَةً ālihatan Tuhan-Tuhan أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā yang lain قُل qul katakanlah لَّآ tidak أَشْهَدُ ۚ ashhadu aku mengakui قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah هُوَ huwa Dia إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun satu/esa وَإِنَّنِى wa-innanī dan sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa yang تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan 19

Katakanlah, "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah, "Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al-Qur`ān ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur`ān (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah, "Aku tidak mengakui". Katakanlah, "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab يَعْرِفُونَهُۥ yaʿrifūnahu mereka mengetahui kitanya كَمَا kamā sebagaimana يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengetahui/mengenalnya (kitab) أَبْنَآءَهُمُ ۘ abnāahumu anak-anak mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka)merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna (mereka)beriman 20

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).

وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih aniaya مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengadakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ biāyātihi ayat-ayatNya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَا tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang aniaya 21

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari نَحْشُرُهُمْ naḥshuruhum Kami menghimpun mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semua ثُمَّ thumma kemudian نَقُولُ naqūlu Kami berkata لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka)musyrik أَيْنَ ayna dimana شُرَكَآؤُكُمُ shurakāukumu sekutu-sekutu/sesembahan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu katakan/mengakui 22

Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya1, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik, "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?"

ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak تَكُن takun ada فِتْنَتُهُمْ fit'natuhum fitnah mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan وَٱللَّهِ wal-lahi demi Allah رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مَا tidak ada كُنَّا kunnā kami menjadi مُشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang musyrik 23

Kemudian tiadalah fitnah1 mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah".

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَذَبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ ۚ anfusihim diri mereka وَضَلَّ waḍalla dan telah sesat/hilang عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا apa كَانُوا۟ kānū yang mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 24

Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَسْتَمِعُ yastamiʿu ia mendengarkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka أَكِنَّةً akinnatan sumbat/tutup أَن an untuk يَفْقَهُوهُ yafqahūhu memahaminya وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرًۭا ۚ waqran sumbat/pekak وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat كُلَّ kulla segala ءَايَةٍۢ āyatin ayat-ayat/tanda-tanda لَّا tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهَا ۚ bihā dengannya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu يُجَـٰدِلُونَكَ yujādilūnaka mereka membantahmu يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu 25

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu".

وَهُمْ wahum dan mereka يَنْهَوْنَ yanhawna (mereka)melarang عَنْهُ ʿanhu daripadaNya(Al Quran) وَيَنْـَٔوْنَ wayanawna dan mereka jauhkan عَنْهُ ۖ ʿanhu daripadaNya(Al Quran) وَإِن wa-in dan jika (dan tidaklah) يُهْلِكُونَ yuh'likūna mereka membinasakan إِلَّآ illā kecuali أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَمَا wamā dan/sedangkan tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 26

Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur`ān dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.

وَلَوْ walaw dan kalau تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika وُقِفُوا۟ wuqifū mereka dihentikan/dihadapkan عَلَى ʿalā atas/ke ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka berkata يَـٰلَيْتَنَا yālaytanā kiranya نُرَدُّ nuraddu kami dikembalikan وَلَا walā dan tidak نُكَذِّبَ nukadhiba kami akan mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami وَنَكُونَ wanakūna dan kami menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman 27

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).

بَلْ bal bahkan بَدَا badā telah nyata لَهُم lahum bagi mereka مَّا apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يُخْفُونَ yukh'fūna mereka sembunyikan مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelumnya/dahulu وَلَوْ walaw dan sekiranya رُدُّوا۟ ruddū mereka dikembalikan لَعَادُوا۟ laʿādū tentu mereka kembali لِمَا limā kepada apa نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang عَنْهُ ʿanhu daripadanya وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh pendusta-pendusta 28

Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya1. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنْ in tidak lain هِىَ hiya ia/kehidupan إِلَّا illā kecuali/hanyalah حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kita ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kita بِمَبْعُوثِينَ bimabʿūthīna orang-orang yang dibangkitkan 29

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan1".

وَلَوْ walaw dan sekiranya تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika وُقِفُوا۟ wuqifū mereka dihentikan/dihadapkan عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka قَالَ qāla (Allah)berfirman أَلَيْسَ alaysa bukankah هَـٰذَا hādhā ini بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ balā ya benar وَرَبِّنَا ۚ warabbinā dan demi Tuhan kami قَالَ qāla (Allah)berfirman فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab ini بِمَا bimā dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir 30

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan-nya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah, "Bukankah (kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami". Berfirman Allah, "Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kamu mengingkari(nya)".

قَدْ qad sungguh خَسِرَ khasira telah merugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan بِلِقَآءِ biliqāi dengan perumpamaan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā jika جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu saat/kiamat بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰحَسْرَتَنَا yāḥasratanā Alangkah besarnya penyesalan kami عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa فَرَّطْنَا farraṭnā kelalaian kami فِيهَا fīhā padanya(kiamat) وَهُمْ wahum dan mereka يَحْمِلُونَ yaḥmilūna mereka memikul أَوْزَارَهُمْ awzārahum beban/dosa-dosa mereka عَلَىٰ ʿalā atas ظُهُورِهِمْ ۚ ẓuhūrihim punggung mereka أَلَا alā ingatlah سَآءَ sāa amat buruk مَا apa يَزِرُونَ yazirūna mereka pikul 31

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!" Sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.

وَمَا wamā dan tidaklah ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia إِلَّا illā kecuali/selain لَعِبٌۭ laʿibun permainan وَلَهْوٌۭ ۖ walahwun dan senda gurau وَلَلدَّارُ walalddāru dan sungguh kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَتَّقُونَ ۗ yattaqūna (mereka)bertakwa أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 32

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka1. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

قَدْ qad sesungguhnya نَعْلَمُ naʿlamu Kami mengetahui إِنَّهُۥ innahu bahwasanya لَيَحْزُنُكَ layaḥzunuka tentu akan menyedihkan kamu ٱلَّذِى alladhī yang يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka katakan فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka لَا tidak يُكَذِّبُونَكَ yukadhibūnaka mereka mendustakan kamu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka menyangkal 33

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah1.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كُذِّبَتْ kudhibat telah didustakan رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَصَبَرُوا۟ faṣabarū (akan tetapi) mereka sabar عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa كُذِّبُوا۟ kudhibū mereka didustakan وَأُوذُوا۟ waūdhū dan mereka dianiaya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga/sampai أَتَىٰهُمْ atāhum datang kepada mereka نَصْرُنَا ۚ naṣrunā pertolongan Kami وَلَا walā dan tidak مُبَدِّلَ mubaddila dapat merubah لِكَلِمَـٰتِ likalimāti bagi kalimat-kalimat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu مِن min dari نَّبَإِى۟ naba-i sebagian berita ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna Rasul-Rasul 34

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.

وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada/menjadi كَبُرَ kabura besar/berat عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/bagimu إِعْرَاضُهُمْ iʿ'rāḍuhum perpalingan mereka فَإِنِ fa-ini maka jika ٱسْتَطَعْتَ is'taṭaʿta kamu dapat أَن an bahwa تَبْتَغِىَ tabtaghiya kamu mencari/membuat نَفَقًۭا nafaqan lubang فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَوْ aw atau سُلَّمًۭا sullaman tangga فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَتَأْتِيَهُم fatatiyahum lalu kamu mendatangkan kepada mereka بِـَٔايَةٍۢ ۚ biāyatin dengan keterangan-keterangan وَلَوْ walaw dan jika/kalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَجَمَعَهُمْ lajamaʿahum tentu Dia menghimpun/menjadikan mereka عَلَى ʿalā atas ٱلْهُدَىٰ ۚ l-hudā petunjuk فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna kamu sekali-kali menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang jahil 35

Dan jika pembangkangan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit, lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah)1. Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil.

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَسْتَجِيبُ yastajību akan memperkenankan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْمَعُونَ ۘ yasmaʿūna (mereka)mendengar وَٱلْمَوْتَىٰ wal-mawtā dan orang-orang mati يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu akan membangkitkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan 36

Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah); dan orang-orang yang mati (hatinya)1, akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَ nuzzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَةٌۭ āyatun suatu ayat/mukjizat مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَادِرٌ qādirun kuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan ءَايَةًۭ āyatan suatu ayat/mukjizat وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui 37

Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhan-nya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".

وَمَا wamā dan tidaklah مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang-binatang فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak طَـٰٓئِرٍۢ ṭāirin burung-burung يَطِيرُ yaṭīru yang terbang بِجَنَاحَيْهِ bijanāḥayhi dengan kedua sayapnya إِلَّآ illā kecuali/melainkan أُمَمٌ umamun ummat-ummat أَمْثَالُكُم ۚ amthālukum seperti kamu مَّا tidaklah فَرَّطْنَا farraṭnā Kami alpakan فِى didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna mereka akan dihimpun 38

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Alkitab1, kemudian kepada Tuhan-lah mereka dihimpunkan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami صُمٌّۭ ṣummun pekak/tuli وَبُكْمٌۭ wabuk'mun dan bisu فِى dalam ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ l-ẓulumāti kegelapan مَن man barang siapa يَشَإِ yasha-i menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah يُضْلِلْهُ yuḍ'lil'hu Dia akan menyesatkan وَمَن waman dan barang siapa يَشَأْ yasha menghendaki يَجْعَلْهُ yajʿalhu Dia akan menjadikannya عَلَىٰ ʿalā diatas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus 39

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. 1

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتَكُمْ ara-aytakum apakah pendapatmu/terangkan kepadaku إِنْ in jika أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu عَذَابُ ʿadhābu azab ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau أَتَتْكُمُ atatkumu datang kepadamu ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 40

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!"

بَلْ bal bahkan/tetapi إِيَّاهُ iyyāhu hanya kepada Dia تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru فَيَكْشِفُ fayakshifu maka Dia menghilangkan مَا apa(bahaya) تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru إِلَيْهِ ilayhi kepadanya إِن in jika شَآءَ shāa Dia menghendaki وَتَنسَوْنَ watansawna dan kalian melupakan مَا apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu sekutukan 41

(Tidak), tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya, yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mngutus إِلَىٰٓ ilā kepada أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami siksa mereka بِٱلْبَأْسَآءِ bil-basāi dengan kesengsaraan وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan kemelaratan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَضَرَّعُونَ yataḍarraʿūna mereka tunduk 42

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.

فَلَوْلَآ falawlā maka mengapa tidak إِذْ idh ketika جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka بَأْسُنَا basunā siksaan Kami تَضَرَّعُوا۟ taḍarraʿū mereka menundukan hati وَلَـٰكِن walākin akan tetapi قَسَتْ qasat menjadi keras قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَزَيَّنَ wazayyana dan menampakan bagus لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan مَا apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 43

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.

فَلَمَّا falammā maka setelah نَسُوا۟ nasū mereka melupakan مَا apa ذُكِّرُوا۟ dhukkirū diperingatkan kepada mereka بِهِۦ bihi dengannya فَتَحْنَا fataḥnā Kami bukakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala فَرِحُوا۟ fariḥū mereka bergembira بِمَآ bimā dengan apa أُوتُوٓا۟ ūtū mereka diberi أَخَذْنَـٰهُم akhadhnāhum Kami siksa mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba فَإِذَا fa-idhā maka ketika itu هُم hum mereka مُّبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang yang putus asa 44

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

فَقُطِعَ faquṭiʿa maka dipotong/dimusnahkan دَابِرُ dābiru seluruh ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ۚ ẓalamū (mereka)zalim وَٱلْحَمْدُ wal-ḥamdu dan segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 45

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pendapatmu إِنْ in jika أَخَذَ akhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah سَمْعَكُمْ samʿakum pendengaranmu وَأَبْصَـٰرَكُمْ wa-abṣārakum dan penglihatanmu وَخَتَمَ wakhatama dan Dia menutup عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِكُم qulūbikum hatimu مَّنْ man siapakah إِلَـٰهٌ ilāhun tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan/mengembalikan kepadamu بِهِ ۗ bihi dengannya ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda(kebesaran) ثُمَّ thumma kemudian هُمْ hum mereka يَصْدِفُونَ yaṣdifūna mereka berpaling 46

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتَكُمْ ara-aytakum bagaimanakah pendapatmu إِنْ in jika أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu عَذَابُ ʿadhābu azab/siksaan ٱللَّهِ l-lahi Allah بَغْتَةً baghtatan dengan tiba-tiba أَوْ aw atau جَهْرَةً jahratan terang-terangan هَلْ hal apakah/tidaklah يُهْلَكُ yuh'laku akan dibinasakan إِلَّا illā kecuali ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 47

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?"

وَمَا wamā dan tidak نُرْسِلُ nur'silu Kami mengutus ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul إِلَّا illā kecuali مُبَشِّرِينَ mubashirīna memberi kabar gembira وَمُنذِرِينَ ۖ wamundhirīna dan memberi peringatan فَمَنْ faman maka barang siapa ءَامَنَ āmana beriman وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan mengadakan perbaikan فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati 48

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan1, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يَمَسُّهُمُ yamassuhumu akan menimpa mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab بِمَا bimā dengan sebab كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik 49

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

قُل qul katakanlah لَّآ tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لَكُمْ lakum bagi kalian عِندِى ʿindī kepunyaanku/ada padaku خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَآ walā dan tidak أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لَكُمْ lakum bagi kalian إِنِّى innī sesungguhnya aku مَلَكٌ ۖ malakun malaikat إِنْ in jika أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti إِلَّا illā kecuali مَا apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ۚ ilayya kepadaku قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta وَٱلْبَصِيرُ ۚ wal-baṣīru dan orang yang melihat أَفَلَا afalā apakah tidak تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu berpikir 50

Katakanlah, "Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku". Katakanlah, "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?

وَأَنذِرْ wa-andhir dan berilah peringatan بِهِ bihi dengannya (Al Qur'an) ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخَافُونَ yakhāfūna (mereka)takut أَن an bahwa يُحْشَرُوٓا۟ yuḥ'sharū mereka akan dikumpulkan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ ۙ rabbihim Tuhan mereka لَيْسَ laysa tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia/Allah وَلِىٌّۭ waliyyun pelindung وَلَا walā dan tidak شَفِيعٌۭ shafīʿun penolong لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 51

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhan-nya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaat pun selain dari Allah, agar mereka bertakwa.

وَلَا walā dan janganlah تَطْرُدِ taṭrudi kamu mengusir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka)menyeru رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِٱلْغَدَوٰةِ bil-ghadati pada pagi hari وَٱلْعَشِىِّ wal-ʿashiyi dan petang hari يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki وَجْهَهُۥ ۖ wajhahu wajahNya/keridhaanNya مَا tidak عَلَيْكَ ʿalayka atasmu مِنْ min dari حِسَابِهِم ḥisābihim perhitungan mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin segala sesuatu وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari حِسَابِكَ ḥisābika perhitunganmu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin segala sesuatu فَتَطْرُدَهُمْ fataṭrudahum mengusir mereka فَتَكُونَ fatakūna maka kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 52

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhan-nya di pagi dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim1.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah فَتَنَّا fatannā Kami menguji بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian lain لِّيَقُولُوٓا۟ liyaqūlū supaya mereka mengatakan أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah orang-orang yang مَنَّ manna telah menganugerahi ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنۢ min dari/di بَيْنِنَآ ۗ bayninā antara kita أَلَيْسَ alaysa bukankah/tidakkah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَعْلَمَ bi-aʿlama lebih mengetahui بِٱلشَّـٰكِرِينَ bil-shākirīna terhadap orang-orang yang bersyukur 53

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman), "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?"

وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءَكَ jāaka datang kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna (mereka)beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami فَقُلْ faqul maka katakanlah سَلَـٰمٌ salāmun kebahagiaan عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian كَتَبَ kataba telah menetapkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِ nafsihi diriNya ٱلرَّحْمَةَ ۖ l-raḥmata kasih sayang أَنَّهُۥ annahu bahwasanya مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat مِنكُمْ minkum diantara kamu سُوٓءًۢا sūan kejahatan بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin karena bodoh ثُمَّ thumma kemudian تَابَ tāba ia bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/itu وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan ia mengadakan perbaikan فَأَنَّهُۥ fa-annahu maka sesungguhnya Dia غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 54

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, "Salāmun ʻalaikum 1. Tuhan-mu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang2, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan3, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu وَلِتَسْتَبِينَ walitastabīna agar menjadi jelas سَبِيلُ sabīlu jalan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 55

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur`ān, (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.

قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku نُهِيتُ nuhītu aku dilarang أَنْ an bahwa أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قُل qul katakanlah لَّآ tidak أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti أَهْوَآءَكُمْ ۙ ahwāakum hawa nafsumu قَدْ qad sungguh ضَلَلْتُ ḍalaltu aku tersesat إِذًۭا idhan jika demikian وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُهْتَدِينَ l-muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk 56

Katakanlah, "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah". Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".

قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku عَلَىٰ ʿalā di atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin (dasar)keterangan yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَكَذَّبْتُم wakadhabtum dan kamu mendustakan بِهِۦ ۚ bihi dengannya مَا tidak ada عِندِى ʿindī padaku مَا apa تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya إِنِ ini tidaklah ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan itu إِلَّا illā kecuali لِلَّهِ ۖ lillahi dari Allah يَقُصُّ yaquṣṣu Dia menerangkan ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa kebenaran وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْفَـٰصِلِينَ l-fāṣilīna pemberi keputusan 57

Katakanlah, "Sesungguhnya aku (berada) di atas hujah yang nyata (Al-Qur`ān) dari Tuhan-ku1, sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik".

قُل qul katakanlah لَّوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya عِندِى ʿindī pada sisiku مَا apa تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta segerakan بِهِۦ bihi dengannya (kedatangannya) لَقُضِىَ laquḍiya tentu telah diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara itu بَيْنِى baynī di antaraku وَبَيْنَكُمْ ۗ wabaynakum dan antara kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim 58

Katakanlah, "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu1. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

۞ وَعِندَهُۥ waʿindahu dan pada sisiNya/Allah مَفَاتِحُ mafātiḥu kunci-kunci ٱلْغَيْبِ l-ghaybi semua yang gaib لَا tidak ada يَعْلَمُهَآ yaʿlamuhā mengetahuinya إِلَّا illā kecuali هُوَ ۚ huwa Dia(sendiri) وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa فِى di dalam ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ ۚ wal-baḥri dan lautan وَمَا wamā dan apa تَسْقُطُ tasquṭu jatuh مِن min dari وَرَقَةٍ waraqatin sehelai daun إِلَّا illā melainkan/kecuali يَعْلَمُهَا yaʿlamuhā Dia mengetahuinya وَلَا walā dan tidak حَبَّةٍۢ ḥabbatin sebutir biji فِى dalam ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak رَطْبٍۢ raṭbin biji yang basah وَلَا walā dan tidak يَابِسٍ yābisin biji yang kering إِلَّا illā melainkan فِى di dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 59

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يَتَوَفَّىٰكُم yatawaffākum mewafatkan/menidurkan kamu بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa جَرَحْتُم jaraḥtum kamu kerjakan بِٱلنَّهَارِ bil-nahāri pada siang hari ثُمَّ thumma kemudian يَبْعَثُكُمْ yabʿathukum Dia membangunkan kamu فِيهِ fīhi padanya(siang hari) لِيُقْضَىٰٓ liyuq'ḍā untuk disempurnakan أَجَلٌۭ ajalun waktu/umur مُّسَمًّۭى ۖ musamman telah ditentukan ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu ثُمَّ thumma kemudian/lalu يُنَبِّئُكُم yunabbi-ukum Dia menerangkan kepadamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 60

Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan1, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْقَاهِرُ l-qāhiru berkuasa mutlak فَوْقَ fawqa diatas عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia mengutus عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حَفَظَةً ḥafaẓatan (Malaikat-Malaikat)penjaga حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa telah datang أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah seorang diantara kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian تَوَفَّتْهُ tawaffathu mewafatkannya رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُفَرِّطُونَ yufarriṭūna malalaikan kewajibannya 61

Dan Dia-lah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

ثُمَّ thumma kemudian رُدُّوٓا۟ ruddū mereka dikembalikan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَوْلَىٰهُمُ mawlāhumu Penguasa/Pemimpin mereka ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi sebenarnya أَلَا alā ketahuilah لَهُ lahu bagiNya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu segala hukum وَهُوَ wahuwa dan Dia أَسْرَعُ asraʿu paling cepat ٱلْحَـٰسِبِينَ l-ḥāsibīna pembuat perhitungan 62

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dia-lah pembuat perhitungan yang paling cepat.

قُلْ qul katakanlah مَن man siapa يُنَجِّيكُم yunajjīkum yang dapat menyelamatkan kamu مِّن min dari ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْبَرِّ l-bari darat وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan laut تَدْعُونَهُۥ tadʿūnahu kamu mohon kepadaNya تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan dengan merendahkan diri وَخُفْيَةًۭ wakhuf'yatan dan sembunyi/suara lembut لَّئِنْ la-in sungguh jika أَنجَىٰنَا anjānā Dia menyelamatkan kami مِنْ min dari هَـٰذِهِۦ hādhihi ini لَنَكُونَنَّ lanakūnanna tentu kami menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur 63

Katakanlah, "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan), "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur".

قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُنَجِّيكُم yunajjīkum Dia menyelamatkan kamu مِّنْهَا min'hā dari padanya/bencana وَمِن wamin dan dari كُلِّ kulli segala كَرْبٍۢ karbin kesukaran ثُمَّ thumma kemudian أَنتُمْ antum kamu تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu mempersekutukan 64

Katakanlah, "Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya".

قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia ٱلْقَادِرُ l-qādiru berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an untuk يَبْعَثَ yabʿatha mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابًۭا ʿadhāban azab مِّن min dari فَوْقِكُمْ fawqikum atas kamu أَوْ aw atau مِن min dari تَحْتِ taḥti bawah أَرْجُلِكُمْ arjulikum kakimu أَوْ aw atau يَلْبِسَكُمْ yalbisakum Dia mencampurkan kamu شِيَعًۭا shiyaʿan golongan-golongan وَيُذِيقَ wayudhīqa dan Dia merasakan/menimpakan بَعْضَكُم baʿḍakum sebagian kamu بَأْسَ basa bencana/keganasan بَعْضٍ ۗ baʿḍin sebagian yang lain ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang/menerangkan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami 65

Katakanlah, "Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu1 atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti2 agar mereka memahami(nya)".

وَكَذَّبَ wakadhaba dan mendustakan بِهِۦ bihi dengannya قَوْمُكَ qawmuka kaummu وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia/azab ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu benar قُل qul katakanlah لَّسْتُ lastu aku bukan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِوَكِيلٍۢ biwakīlin yang berkuasa 66

Dan kaummu mendustakannya (azab)1 padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu".

لِّكُلِّ likulli untuk tiap-tiap نَبَإٍۢ naba-in berita مُّسْتَقَرٌّۭ ۚ mus'taqarrun masa kepastiannya/terjadinya وَسَوْفَ wasawfa dan kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 67

Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَيْتَ ra-ayta kamu melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخُوضُونَ yakhūḍūna (mereka)memperolok-olok فِىٓ pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah/tinggalkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka memperolok-olok/membicarakan فِى tentang حَدِيثٍ ḥadīthin pembicaraan غَيْرِهِۦ ۚ ghayrihi lainnya وَإِمَّا wa-immā dan jika يُنسِيَنَّكَ yunsiyannaka menjadikan kamu lupa ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فَلَا falā maka jangan تَقْعُدْ taqʿud kamu duduk-duduk بَعْدَ baʿda sesudah ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā teringat مَعَ maʿa bersama ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 68

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

وَمَا wamā dan bukanlah عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَّقُونَ yattaqūna (mereka)bertakwa مِنْ min dari حِسَابِهِم ḥisābihim perhitungan mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin segala وَلَـٰكِن walākin akan tetapi ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa 69

Dan tidak ada pertanggunganjawaban sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.

وَذَرِ wadhari dan tinggalkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka)mengambil/menjadikan دِينَهُمْ dīnahum agama mereka لَعِبًۭا laʿiban permainan وَلَهْوًۭا walahwan dan senda gurau وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan menipu mereka ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَذَكِّرْ wadhakkir dan peringatkanlah بِهِۦٓ bihi dengannya (Al Qur'an) أَن an bahwa تُبْسَلَ tub'sala dibinasakan/dijerumuskan نَفْسٌۢ nafsun (setiap) jiwa/diri بِمَا bimā disebabkan apa كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan لَيْسَ laysa tidak ada لَهَا lahā baginya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِىٌّۭ waliyyun pelindung وَلَا walā dan tidak شَفِيعٌۭ shafīʿun penolong وَإِن wa-in dan jika تَعْدِلْ taʿdil ia menebus كُلَّ kulla segala عَدْلٍۢ ʿadlin tebusan لَّا tidak يُؤْخَذْ yu'khadh diambil/diterima مِنْهَآ ۗ min'hā dari padanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُبْسِلُوا۟ ub'silū (mereka) dibinasakan/dijerumuskan بِمَا bimā disebabkan apa كَسَبُوا۟ ۖ kasabū mereka kerjakan لَهُمْ lahum bagi mereka شَرَابٌۭ sharābun minuman مِّنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin air yang mendidih وَعَذَابٌ waʿadhābun dan azab أَلِيمٌۢ alīmun sangat pedih بِمَا bimā disebabkan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir/ingkar 70

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama1 mereka sebagai main-main dan senda gurau2, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur`ān itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat3 selain dari Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

قُلْ qul katakanlah أَنَدْعُوا۟ anadʿū apakah kita akan menyeru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak يَنفَعُنَا yanfaʿunā memberi manfaat kepada kita وَلَا walā dan tidak يَضُرُّنَا yaḍurrunā memberi mudharat kepada kita وَنُرَدُّ wanuraddu dan kita dikembalikan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَابِنَا aʿqābinā tumit/belakang kita بَعْدَ baʿda sesudah/setelah إِذْ idh ketika هَدَىٰنَا hadānā memberi petunjuk kepada kita ٱللَّهُ l-lahu Allah كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang ٱسْتَهْوَتْهُ is'tahwathu telah menyesatkannya ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan-syaitan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi حَيْرَانَ ḥayrāna kebingungan لَهُۥٓ lahu baginya أَصْحَـٰبٌۭ aṣḥābun kawan-kawan يَدْعُونَهُۥٓ yadʿūnahu memanggilnya إِلَى ilā kepada ٱلْهُدَى l-hudā jalan yang lurus ٱئْتِنَا ۗ i'tinā marilah ikuti kami قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa itulah/Dialah ٱلْهُدَىٰ ۖ l-hudā petunjuk وَأُمِرْنَا wa-umir'nā dan kita diperintahkan لِنُسْلِمَ linus'lima agar kita menyerahkan diri لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 71

Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain dari Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang1, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Marilah ikuti kami". Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,

وَأَنْ wa-an dan hendaknya أَقِيمُوا۟ aqīmū mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَٱتَّقُوهُ ۚ wa-ittaqūhu dan bertkawalah kepadaNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang إِلَيْهِ ilayhi kepadaNYa تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan 72

dan agar mendirikan salat serta bertakwa kepada-Nya". Dan Dia-lah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman كُن kun jadilah فَيَكُونُ ۚ fayakūnu lalu jadilah ia قَوْلُهُ qawluhu firmanNya ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu benar وَلَهُ walahu dan baginya ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan/kekuasaan يَوْمَ yawma pada hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى dalam ٱلصُّورِ ۚ l-ṣūri sangkala عَـٰلِمُ ʿālimu yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۚ wal-shahādati dan yang nampak وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui 73

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, "Jadilah", lalu terjadilah, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang tampak. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

۞ وَإِذْ wa-idh dan tatkala قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya ءَازَرَ āzara Azar أَتَتَّخِذُ atattakhidhu apakah kamu mengambil/jadikan أَصْنَامًا aṣnāman berhala-berhala ءَالِهَةً ۖ ālihatan Tuhan إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰكَ arāka aku melihat kamu وَقَوْمَكَ waqawmaka dan kaummu فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 74

Dan (ingatlah) di waktu Ibrāhīm berkata kepada bapaknya1, Āzar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُرِىٓ nurī kami perhatikan إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim مَلَكُوتَ malakūta kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلِيَكُونَ waliyakūna dan agar dia menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُوقِنِينَ l-mūqinīna orang-orang yang yakin 75

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrāhīm tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

فَلَمَّا falammā maka ketika جَنَّ janna telah gelap عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلَّيْلُ al-laylu malam رَءَا raā dia melihat كَوْكَبًۭا ۖ kawkaban bintang قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku فَلَمَّآ falammā maka ketika أَفَلَ afala terbenam قَالَ qāla berkata لَآ tidak أُحِبُّ uḥibbu menyukai ٱلْـَٔافِلِينَ l-āfilīna yang terbenam 76

Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhan-ku". Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".

فَلَمَّا falammā maka ketika رَءَا raā dia melihat ٱلْقَمَرَ l-qamara bulan بَازِغًۭا bāzighan terbit قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku فَلَمَّآ falammā maka ketika أَفَلَ afala ia terbenam قَالَ qāla dia berkata لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak يَهْدِنِى yahdinī memberi petunjuk kepadaku رَبِّى rabbī Tuhanku لَأَكُونَنَّ la-akūnanna tentu aku menjadi/termasuk مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum/golongan ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat 77

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah Tuhan-ku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, "Sesungguhnya jika Tuhan-ku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

فَلَمَّا falammā maka ketika رَءَا raā dia melihat ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari بَازِغَةًۭ bāzighatan terbit قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini رَبِّى rabbī Tuhanku هَـٰذَآ hādhā inilah أَكْبَرُ ۖ akbaru lebih besar فَلَمَّآ falammā maka ketika أَفَلَتْ afalat terbenam قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنِّى innī sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan 78

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhan-ku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan".

إِنِّى innī sesungguhnya aku وَجَّهْتُ wajjahtu aku menghadapkan وَجْهِىَ wajhiya wajahku/diriku لِلَّذِى lilladhī kepada (Tuhan) yang فَطَرَ faṭara menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan cenderung/ikhlas وَمَآ wamā dan bukanlah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan 79

"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan".

وَحَآجَّهُۥ waḥājjahu dan membantah kepadanya قَوْمُهُۥ ۚ qawmuhu kaumnya قَالَ qāla dia berkata أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى atuḥājjūnnī apakah kamu hendak membantahku فِى tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya هَدَىٰنِ ۚ hadāni Dia telah memberi petunjuk padaku وَلَآ walā dan tidak أَخَافُ akhāfu aku takut مَا apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan بِهِۦٓ bihi denganNya/Allah إِلَّآ illā kecuali أَن an jika يَشَآءَ yashāa menghendaki رَبِّى rabbī Tuhanku شَيْـًۭٔا ۗ shayan sesuatu وَسِعَ wasiʿa meliputi رَبِّى rabbī Tuhanku كُلَّ kulla segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًا ۗ ʿil'man ilmu أَفَلَا afalā apakah/maka tidak تَتَذَكَّرُونَ tatadhakkarūna kamu ingat 80

Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhan-ku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhan-ku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (darinya)?

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana أَخَافُ akhāfu aku takut مَآ apa أَشْرَكْتُمْ ashraktum kamu persekutukan وَلَا walā dan tidak تَخَافُونَ takhāfūna kamu takut أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu أَشْرَكْتُم ashraktum kamu persekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مَا apa لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil (Allah) menurunkan بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian سُلْطَـٰنًۭا ۚ sul'ṭānan kekuasaan/keterangan فَأَىُّ fa-ayyu maka manakah ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak بِٱلْأَمْنِ ۖ bil-amni dengan keamanan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 81

Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui1?"

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَمْ walam dan tidak يَلْبِسُوٓا۟ yalbisū mereka mencampur adukkan إِيمَـٰنَهُم īmānahum iman mereka بِظُلْمٍ biẓul'min dengan kezaliman أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْأَمْنُ l-amnu keamanan وَهُم wahum dan mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk 82

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَتِلْكَ watil'ka dan itulah حُجَّتُنَآ ḥujjatunā alasan/hujjah Kami ءَاتَيْنَـٰهَآ ātaynāhā Kami berikannya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمِهِۦ ۚ qawmihi kaumnya نَرْفَعُ narfaʿu Kami tinggikan دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat مَّن man siapa نَّشَآءُ ۗ nashāu Kami kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 83

Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrāhīm untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami berikan لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak وَيَعْقُوبَ ۚ wayaʿqūba dan Ya'kub كُلًّا kullan masing-masing هَدَيْنَا ۚ hadaynā Kami beri petunjuk وَنُوحًا wanūḥan dan Nuh هَدَيْنَا hadaynā Kami beri petunjuk مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِهِۦ dhurriyyatihi keturunannya دَاوُۥدَ dāwūda Daud وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman وَأَيُّوبَ wa-ayyūba dan Ayub وَيُوسُفَ wayūsufa dan Yusuf وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa وَهَـٰرُونَ ۚ wahārūna dan Harun وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami membalas/ganjaran ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 84

Dan Kami telah menganugerahkan Isḥāq dan Ya`qūb kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nūḥ sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nūḥ) yaitu Dāwūd, Sulaymān, Ayyūb, Yūsuf, Musa dan Hārūn. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,

وَزَكَرِيَّا wazakariyyā dan Zakaria وَيَحْيَىٰ wayaḥyā dan Yahya وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَإِلْيَاسَ ۖ wa-il'yāsa dan Ilyas كُلٌّۭ kullun semuanya مِّنَ mina termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang soleh 85

dan Zakariyyā, Yaḥyā, ʻIsa, dan Ilyās. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, 1

وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَٱلْيَسَعَ wal-yasaʿa dan Alyasa' وَيُونُسَ wayūnusa dan Yunus وَلُوطًۭا ۚ walūṭan dan Luth وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami lebihkan عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna umat/semesta alam 86

dan Ismā`īl, Ilyasaʻ, Yūnus, dan Lūṭ. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),

وَمِنْ wamin dan dari/diantara ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ wadhurriyyātihim dan keturunan mereka وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ wa-ikh'wānihim dan saudara-saudara mereka وَٱجْتَبَيْنَـٰهُمْ wa-ij'tabaynāhum dan Kami telah memilih mereka وَهَدَيْنَـٰهُمْ wahadaynāhum dan Kami beri petunjuk mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus 87

(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah/itulah هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari/diantara عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya وَلَوْ walaw dan kalau أَشْرَكُوا۟ ashrakū mereka mempersekutukan لَحَبِطَ laḥabiṭa niscaya hilanglah عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا apa (amalan) كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 88

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu telah Kami berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hikmat وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ wal-nubuwata dan kenabian فَإِن fa-in maka jika يَكْفُرْ yakfur mengingkari بِهَا bihā padanya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini فَقَدْ faqad maka sesungguhnya وَكَّلْنَا wakkalnā Kami menyerahkan بِهَا bihā padanya (perkara itu) قَوْمًۭا qawman kaum لَّيْسُوا۟ laysū tidaklah mereka بِهَا bihā padanya بِكَـٰفِرِينَ bikāfirīna dengan orang-orang yang ingkar 89

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmah (pemahaman agama), dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَدَى hadā memberi petunjuk ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَبِهُدَىٰهُمُ fabihudāhumu maka dengan petunjuk mereka ٱقْتَدِهْ ۗ iq'tadih ikutilah dia قُل qul katakanlah لَّآ tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًا ۖ ajran upah إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لِلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna untuk ummat/semesta alam 90

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah, "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur`ān)". Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.

وَمَا wamā dan tidak قَدَرُوا۟ qadarū mereka menghormati ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenarnya/semestinya قَدْرِهِۦٓ qadrihi penghormatan إِذْ idh ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas بَشَرٍۢ basharin manusia مِّن min dari شَىْءٍۢ ۗ shayin sesuatu قُلْ qul katakanlah مَنْ man siapa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab ٱلَّذِى alladhī yang جَآءَ jāa datang (dibawa) بِهِۦ bihi dengannya مُوسَىٰ mūsā Musa نُورًۭا nūran cahaya وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk لِّلنَّاسِ ۖ lilnnāsi bagi manusia تَجْعَلُونَهُۥ tajʿalūnahu kamu jadikannya (kitab itu) قَرَاطِيسَ qarāṭīsa lembaran-lembaran kertas تُبْدُونَهَا tub'dūnahā kamu perlihatkannya وَتُخْفُونَ watukh'fūna dan kamu sembunyikan كَثِيرًۭا ۖ kathīran kebanyakan/sebagian besar وَعُلِّمْتُم waʿullim'tum dan kamu diajarkan مَّا apa لَمْ lam belum/tidak تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu ketahui أَنتُمْ antum kamu وَلَآ walā dan tidak ءَابَآؤُكُمْ ۖ ābāukum bapak-bapak kamu قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian ذَرْهُمْ dharhum biarkanlah mereka فِى di dalam خَوْضِهِمْ khawḍihim kesesatan mereka يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain-main 91

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia". Katakanlah, "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia; kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah, "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al-Qur`ān kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya1.

وَهَـٰذَا wahādhā dan ini كِتَـٰبٌ kitābun kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu telah Kami turunkannya مُبَارَكٌۭ mubārakun yang diberkahi مُّصَدِّقُ muṣaddiqu yang membenarkan ٱلَّذِى alladhī yang بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya وَلِتُنذِرَ walitundhira dan agar kamu memberi peringatan أُمَّ umma ummul ٱلْقُرَىٰ l-qurā Qura وَمَنْ waman dan orang-orang حَوْلَهَا ۚ ḥawlahā di sekitarnya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada akhirat يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya وَهُمْ wahum dan mereka عَلَىٰ ʿalā atas صَلَاتِهِمْ ṣalātihim sholat mereka يُحَافِظُونَ yuḥāfiẓūna mereka memelihara/menjaga 92

Dan ini (Al-Qur`ān) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya1 dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qurā (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur`ān) dan mereka selalu memelihara salatnya.

وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā ia membuat-buat عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau قَالَ qāla ia berkata أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepada saya وَلَمْ walam dan/padahal tidak يُوحَ yūḥa diwahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya شَىْءٌۭ shayon sesuatu وَمَن waman dan orang قَالَ qāla berkata سَأُنزِلُ sa-unzilu saya akan menurunkan مِثْلَ mith'la seperti مَآ apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَلَوْ walaw sekiranya تَرَىٰٓ tarā kamu lihat إِذِ idhi ketika ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang zalim فِى dalam غَمَرَٰتِ ghamarāti kesengsaraan/sekarat ٱلْمَوْتِ l-mawti maut/mati وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat بَاسِطُوٓا۟ bāsiṭū mengembangkan/memukul أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka أَخْرِجُوٓا۟ akhrijū keluarkanlah أَنفُسَكُمُ ۖ anfusakumu diri kalian sendiri ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu dibalas عَذَابَ ʿadhāba siksaan ٱلْهُونِ l-hūni menghinakan بِمَا bimā disebabkan كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah غَيْرَ ghayra tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian عَنْ ʿan dari/terhadap ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu menyombongkan diri 93

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada (dalam) tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini, kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جِئْتُمُونَا ji'tumūnā kamu datang kepada Kami فُرَٰدَىٰ furādā sendiri-sendiri كَمَا kamā seperti/sebagaimana خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَتَرَكْتُم wataraktum dan kamu tinggalkan مَّا apa خَوَّلْنَـٰكُمْ khawwalnākum Kami karuniakan kepadamu وَرَآءَ warāa belakang ظُهُورِكُمْ ۖ ẓuhūrikum punggungmu وَمَا wamā dan tidak نَرَىٰ narā Kami melihat مَعَكُمْ maʿakum besertamu شُفَعَآءَكُمُ shufaʿāakumu pemberi syafa'atmu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu anggap أَنَّهُمْ annahum bahwa mereka فِيكُمْ fīkum di antara kamu شُرَكَـٰٓؤُا۟ ۚ shurakāu sekutu-sekutu لَقَد laqad sungguh تَّقَطَّعَ taqaṭṭaʿa telah terputus بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَضَلَّ waḍalla dan telah sesat/lenyap عَنكُم ʿankum dari kalian مَّا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangka/anggap 94

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَالِقُ fāliqu membelah/menumbuhkan ٱلْحَبِّ l-ḥabi butir tumbuh-tumbuhan وَٱلنَّوَىٰ ۖ wal-nawā dan biji buah-buahan يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَمُخْرِجُ wamukh'riju dan mengeluarkan ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ ۚ l-ḥayi yang hidup ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَأَنَّىٰ fa-annā maka mengapa تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu berpaling 95

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?

فَالِقُ fāliqu Dia membelah/menyingsingkan ٱلْإِصْبَاحِ l-iṣ'bāḥi pagi وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam سَكَنًۭا sakanan beristirahat وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan حُسْبَانًۭا ۚ ḥus'bānan perhitungan ذَٰلِكَ dhālika demikianlah/itulah تَقْدِيرُ taqdīru ketentuan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Kuasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui 96

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلنُّجُومَ l-nujūma bintang-bintang لِتَهْتَدُوا۟ litahtadū agar kamu menjadikan petunjuk بِهَا bihā dengannya فِى dalam ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ ۗ wal-baḥri dan lautan قَدْ qad sesungguhnya فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 97

Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَكُم ansha-akum menciptakan kamu مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin jiwa/diri وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang فَمُسْتَقَرٌّۭ famus'taqarrun maka tempat tetap وَمُسْتَوْدَعٌۭ ۗ wamus'tawdaʿun dan tempat simpanan قَدْ qad sesungguhnya فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka yang memahami 98

Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari seorang diri1, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan2. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā lalu Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya (air itu) نَبَاتَ nabāta tumbuh-tumbuhan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu/macam فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka/lalu Kami keluarkan مِنْهُ min'hu daripadanya خَضِرًۭا khaḍiran menghijau نُّخْرِجُ nukh'riju Kami keluarkan مِنْهُ min'hu daripadanya حَبًّۭا ḥabban butir buah مُّتَرَاكِبًۭا mutarākiban yang bersusun-susun وَمِنَ wamina dan dari ٱلنَّخْلِ l-nakhli pohon kurma مِن min dari طَلْعِهَا ṭalʿihā mayangnya قِنْوَانٌۭ qin'wānun tangkai-tangkai دَانِيَةٌۭ dāniyatun menjulai وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan kebun-kebun مِّنْ min dari أَعْنَابٍۢ aʿnābin anggur وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun وَٱلرُّمَّانَ wal-rumāna dan delima مُشْتَبِهًۭا mush'tabihan yang serupa وَغَيْرَ waghayra dan tidak مُتَشَـٰبِهٍ ۗ mutashābihin serupa ٱنظُرُوٓا۟ unẓurū perhatikanlah إِلَىٰ ilā kepada ثَمَرِهِۦٓ thamarihi buahnya إِذَآ idhā ketika أَثْمَرَ athmara berbuah وَيَنْعِهِۦٓ ۚ wayanʿihi dan kematangannya إِنَّ inna sesungguhnya فِى di/pada ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh ada tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 99

Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi Allah شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu ٱلْجِنَّ l-jina jin وَخَلَقَهُمْ ۖ wakhalaqahum dan/padahal Dia menciptakan mereka وَخَرَقُوا۟ wakharaqū dan mereka mengada-adakan لَهُۥ lahu bagiNya (Allah) بَنِينَ banīna anak laki-laki وَبَنَـٰتٍۭ wabanātin dan anak perempuan بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍۢ ۚ ʿil'min ilmu pengetahuan سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan 100

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan1, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

بَدِيعُ badīʿu Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu terjadi لَهُۥ lahu bagiNya وَلَدٌۭ waladun anak وَلَمْ walam dan tidak تَكُن takun ada لَّهُۥ lahu bagiNya صَـٰحِبَةٌۭ ۖ ṣāḥibatun teman wanita (isteri) وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 101

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itulah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā selain هُوَ ۖ huwa Dia خَـٰلِقُ khāliqu Pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَكِيلٌۭ wakīlun Pengurus 102

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.

لَّا tidak تُدْرِكُهُ tud'rikuhu dapat dicapaiNya ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru penglihatan (mata) وَهُوَ wahuwa dan Dia يُدْرِكُ yud'riku dapat mencapai/melihat ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ l-abṣāra penglihatan/yang kelihatan وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّطِيفُ l-laṭīfu Maha Halus ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui 103

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

قَدْ qad sesungguhnya جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu بَصَآئِرُ baṣāiru beberapa pandangan/keterangan مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَمَنْ faman maka barang siapa أَبْصَرَ abṣara melihat فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَنْ waman dan barang siapa عَمِىَ ʿamiya buta فَعَلَيْهَا ۚ faʿalayhā maka atasnya وَمَآ wamā dan bukanlah أَنَا۠ anā aku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِحَفِيظٍۢ biḥafīẓin dengan penjaga 104

Sesungguhnya telah datang dari Tuhan-mu bukti-bukti yang terang; maka barang siapa melihat (kebenaran) itu1, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri, dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat وَلِيَقُولُوا۟ waliyaqūlū dan supaya mereka berkata دَرَسْتَ darasta kamu telah mempelajari وَلِنُبَيِّنَهُۥ walinubayyinahu dan agar Kami menjelaskan لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum orang-orang يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 105

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan yang mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan, "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab)", dan supaya Kami menjelaskan Al-Qur`ān itu kepada orang-orang yang mengetahui.

ٱتَّبِعْ ittabiʿ ikutilah مَآ apa أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/selain هُوَ ۖ huwa Dia وَأَعْرِضْ wa-aʿriḍ dan berpalinglah kamu عَنِ ʿani dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik 106

Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

وَلَوْ walaw dan kalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَآ tidak أَشْرَكُوا۟ ۗ ashrakū mereka mempersekutukan وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami menjadikan kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَفِيظًۭا ۖ ḥafīẓan penjaga وَمَآ wamā dan tidak/bukan أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِوَكِيلٍۢ biwakīlin dengan pengurus 107

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.

وَلَا walā dan jangan تَسُبُّوا۟ tasubbū kamu memaki-maki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَيَسُبُّوا۟ fayasubbū maka mereka akan memaki ٱللَّهَ l-laha Allah عَدْوًۢا ʿadwan melampaui batas بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍۢ ۗ ʿil'min pengetahuan كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah زَيَّنَّا zayyannā Kami jadikan mereka memandang baik لِكُلِّ likulli bagi setiap أُمَّةٍ ummatin ummat عَمَلَهُمْ ʿamalahum pekerjaan mereka ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِم rabbihim Tuhan mereka مَّرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 108

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumoah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda kesungguhan أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka لَئِن la-in sesungguhnya jika جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka ءَايَةٌۭ āyatun suatu mukjizat لَّيُؤْمِنُنَّ layu'minunna tentu mereka akan beriman بِهَا ۚ bihā dengannya/padanya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْـَٔايَـٰتُ l-āyātu mukjizat itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak يُشْعِرُكُمْ yush'ʿirukum kamu sadar أَنَّهَآ annahā bahwa sesungguhnya إِذَا idhā apabila جَآءَتْ jāat datang ia/mukjizat لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 109

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman1.

وَنُقَلِّبُ wanuqallibu dan Kami memutar balikkan أَفْـِٔدَتَهُمْ afidatahum hati mereka وَأَبْصَـٰرَهُمْ wa-abṣārahum dan penglihatan mereka كَمَا kamā sebagaimana لَمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَنَذَرُهُمْ wanadharuhum dan Kami biarkan mereka فِى dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan/kesesatan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka kebingungan 110

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur`ān) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.