Juz 8
Al-An'am (111-165), Al-A'raf (1-87)
۞ وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّنَا annanā sekiranya Kami نَزَّلْنَآ nazzalnā Kami menurunkan إِلَيْهِمُ ilayhimu kepada mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat وَكَلَّمَهُمُ wakallamahumu dan berbicara dengan mereka ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَحَشَرْنَا waḥasharnā dan Kami mengumpulkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قُبُلًۭا qubulan berhadapan مَّا mā tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka لِيُؤْمِنُوٓا۟ liyu'minū akan beriman mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an jika يَشَآءَ yashāa dikehendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka يَجْهَلُونَ yajhalūna mereka bodoh/tidak mengetahui 111
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka1, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap نَبِىٍّ nabiyyin Nabi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh شَيَـٰطِينَ shayāṭīna syaitan-syaitan ٱلْإِنسِ l-insi manusia وَٱلْجِنِّ wal-jini dan jin يُوحِى yūḥī membisikkan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain زُخْرُفَ zukh'rufa palsu yang indah-indah ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan غُرُورًۭا ۚ ghurūran tipuan/menipu وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مَا mā tidak فَعَلُوهُ ۖ faʿalūhu mereka mengerjakannya فَذَرْهُمْ fadharhum maka tinggalkan mereka وَمَا wamā dan apa يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan 112
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)1. Jikalau Tuhan-mu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
وَلِتَصْغَىٰٓ walitaṣghā dan supaya cenderung إِلَيْهِ ilayhi kepadanya (bisikan) أَفْـِٔدَةُ afidatu hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada hari akhirat وَلِيَرْضَوْهُ waliyarḍawhu dan supaya senang kepadanya وَلِيَقْتَرِفُوا۟ waliyaqtarifū dan supaya mereka kerjakan مَا mā apa هُم hum mereka مُّقْتَرِفُونَ muq'tarifūna orang-orang yang mengerjakan 113
Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan) kerjakan.
أَفَغَيْرَ afaghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَبْتَغِى abtaghī aku mencari حَكَمًۭا ḥakaman hakim وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مُفَصَّلًۭا ۚ mufaṣṣalan terperinci وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami datangkan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia مُنَزَّلٌۭ munazzalun diturunkan مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan sebenarnya فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna kamu menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu 114
Maka patutkah aku mencari hakim selain dari Allah, padahal Dia-lah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur`ān) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al-Qur`ān itu diturunkan dari Tuhan-mu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.
وَتَمَّتْ watammat dan telah sempurna كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu صِدْقًۭا ṣid'qan dengan kebenaran وَعَدْلًۭا ۚ waʿadlan dan keadilan لَّا lā tidak dapat مُبَدِّلَ mubaddila merubah-rubah لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ likalimātihi pada kalimatNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui 115
Telah sempurnalah kalimat Tuhan-mu (Al-Qur`ān) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَإِن wa-in dan jika تُطِعْ tuṭiʿ kamu mengikuti أَكْثَرَ akthara kebanyakan مَن man orang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يُضِلُّوكَ yuḍillūka ia menyesatkan kamu عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِن in tidaklah يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti إِلَّا illā kecuali/hanyalah ٱلظَّنَّ l-ẓana prasangka وَإِنْ wa-in dan tidaklah هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali/hanyalah يَخْرُصُونَ yakhruṣūna mereka berdusta 116
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)1.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dialah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui مَن man orang يَضِلُّ yaḍillu tersesat عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۖ sabīlihi jalanNya وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna pada orang-orang yang mendapat petunjuk 117
Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk.
فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِمَّا mimmā dari apa (binatang) ذُكِرَ dhukira disebut ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah بِـَٔايَـٰتِهِۦ biāyātihi kepada ayat-ayatNya مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 118
Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
وَمَا wamā dan tidak لَكُمْ lakum bagi kalian أَلَّا allā kecuali تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan مِمَّا mimmā dari apa (binatang) ذُكِرَ dhukira disebut ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَقَدْ waqad dan/padahal sungguh فَصَّلَ faṣṣala Dia telah menjelaskan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa حَرَّمَ ḥarrama Dia haramkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِلَّا illā kecuali مَا mā apa ٱضْطُرِرْتُمْ uḍ'ṭurir'tum kamu terpaksa إِلَيْهِ ۗ ilayhi kepadanya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan (manusia) لَّيُضِلُّونَ layuḍillūna sungguh hendak menyesatkan بِأَهْوَآئِهِم bi-ahwāihim dengan hawa nafsu mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُعْتَدِينَ bil-muʿ'tadīna kepada orang-orang yang melampaui batas 119
Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah ظَـٰهِرَ ẓāhira yang lahir/tampak ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ wabāṭinahu dan yang tersembunyi إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْسِبُونَ yaksibūna (mereka) mengerjakan ٱلْإِثْمَ l-ith'ma dosa سَيُجْزَوْنَ sayuj'zawna kelak akan diberi balasan بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَقْتَرِفُونَ yaqtarifūna mereka perbuat 120
Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat) disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.
وَلَا walā dan janganlah تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan مِمَّا mimmā dari apa (binatang) لَمْ lam tidak يُذْكَرِ yudh'kari disebut ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya (perbuatan) itu لَفِسْقٌۭ ۗ lafis'qun kefasikan/kejahatan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan لَيُوحُونَ layūḥūna mereka membisikkan إِلَىٰٓ ilā kepada أَوْلِيَآئِهِمْ awliyāihim kawan-kawan mereka لِيُجَـٰدِلُوكُمْ ۖ liyujādilūkum agar mereka membantah kamu وَإِنْ wa-in dan jika أَطَعْتُمُوهُمْ aṭaʿtumūhum kamu menuruti mereka إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَمُشْرِكُونَ lamush'rikūna tentu orang-orang musyrik 121
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya1. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
أَوَمَن awaman Ataukah orang كَانَ kāna adalah dia مَيْتًۭا maytan mati فَأَحْيَيْنَـٰهُ fa-aḥyaynāhu maka/kemudian Kami menghidupkannya وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan لَهُۥ lahu untuknya نُورًۭا nūran cahaya yang terang يَمْشِى yamshī berjalan بِهِۦ bihi dengannya (cahaya itu) فِى fī di (tengah-tengah) ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia كَمَن kaman seperti orang مَّثَلُهُۥ mathaluhu serupa dengan dia فِى fī dalam ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan لَيْسَ laysa tidak dapat بِخَارِجٍۢ bikhārijin keluar مِّنْهَا ۚ min'hā daripadanya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir مَا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 122
Dan apakah orang yang sudah mati1 kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan فِى fī pada كُلِّ kulli tiap-tiap قَرْيَةٍ qaryatin negeri أَكَـٰبِرَ akābira pembesar-pembesar مُجْرِمِيهَا muj'rimīhā orang-orang yang berdosa/jahat لِيَمْكُرُوا۟ liyamkurū agar mereka mengadakan tipu daya فِيهَا ۖ fīhā didalamnya (negeri itu) وَمَا wamā dan tidaklah يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka memperdayakan إِلَّا illā kecuali/melainkan بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim pada diri mereka وَمَا wamā dan/sedang tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari 123
Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka ءَايَةٌۭ āyatun sesuatu ayat قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَن lan tidak نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman حَتَّىٰ ḥattā sehingga نُؤْتَىٰ nu'tā kami diberi مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أُوتِىَ ūtiya diberikan رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul ٱللَّهِ ۘ l-lahi Allah ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui حَيْثُ ḥaythu di mana يَجْعَلُ yajʿalu Dia menjadikan رِسَالَتَهُۥ ۗ risālatahu kerasulanNya سَيُصِيبُ sayuṣību akan menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَجْرَمُوا۟ ajramū (mereka) berdoa صَغَارٌ ṣaghārun kecil/kehinaan عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَذَابٌۭ waʿadhābun dan siksa شَدِيدٌۢ shadīdun yang sangat pedih بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka membuat tipu daya 124
Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah". Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.
فَمَن faman maka barang siapa يُرِدِ yuridi menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa يَهْدِيَهُۥ yahdiyahu memberikan petunjukNya يَشْرَحْ yashraḥ Dia melapangkan صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya لِلْإِسْلَـٰمِ ۖ lil'is'lāmi untuk Islam وَمَن waman dan barang siapa يُرِدْ yurid Dia kehendaki أَن an bahwa يُضِلَّهُۥ yuḍillahu Dia menyesatkannya يَجْعَلْ yajʿal Dia akan menjadikan صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya ضَيِّقًا ḍayyiqan sempit حَرَجًۭا ḥarajan kesukaran كَأَنَّمَا ka-annamā seakan-akan يَصَّعَّدُ yaṣṣaʿʿadu ia mendaki فِى fī di/ke ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَجْعَلُ yajʿalu menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرِّجْسَ l-rij'sa kekejian عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 125
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya1, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
وَهَـٰذَا wahādhā dan inilah صِرَٰطُ ṣirāṭu jalan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مُسْتَقِيمًۭا ۗ mus'taqīman yang lurus قَدْ qad sesungguhnya فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi/kepada kaum يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka memperhatikan 126
Dan inilah jalan Tuhan-mu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
۞ لَهُمْ lahum bagi mereka دَارُ dāru rumah ٱلسَّلَـٰمِ l-salāmi perdamaian عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَهُوَ wahuwa dan Dia وَلِيُّهُم waliyyuhum Pelindung mereka بِمَا bimā dengan/disebabkan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 127
Bagi mereka (disediakan) darusalam (surga) pada sisi Tuhan-nya dan Dia-lah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum (Allah) menghimpun mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya يَـٰمَعْشَرَ yāmaʿshara hai golongan ٱلْجِنِّ l-jini jin قَدِ qadi sesungguhnya ٱسْتَكْثَرْتُم is'takthartum kamu telah banyak مِّنَ mina dari ٱلْإِنسِ ۖ l-insi manusia وَقَالَ waqāla dan berkata أَوْلِيَآؤُهُم awliyāuhum kawan-kawan mereka مِّنَ mina dari ٱلْإِنسِ l-insi manusia رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱسْتَمْتَعَ is'tamtaʿa telah mendapat kesenangan بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/dari sebagian yang lain وَبَلَغْنَآ wabalaghnā dan Kami telah sampai أَجَلَنَا ajalanā ajal/waktu kami ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَجَّلْتَ ajjalta Engkau tentukan waktunya لَنَا ۚ lanā bagi kami قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱلنَّارُ l-nāru neraka مَثْوَىٰكُمْ mathwākum tempat tinggal kamu خَـٰلِدِينَ khālidīna yang kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya إِلَّا illā kecuali مَا mā apa (jika) شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 128
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman), "Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain)1 dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman, "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُوَلِّى nuwallī Kami jadikan pemimpin بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim بَعْضًۢا baʿḍan sebagian yang lain بِمَا bimā dengan apa disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan 129
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.
يَـٰمَعْشَرَ yāmaʿshara hai golongan ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia أَلَمْ alam apakah belum يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّنكُمْ minkum dari antara kamu sendiri يَقُصُّونَ yaquṣṣūna mereka menceritakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayatKu وَيُنذِرُونَكُمْ wayundhirūnakum dan mereka memberi peringatan Kami kepadamu لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِكُمْ yawmikum hari kamu هَـٰذَا ۚ hādhā ini قَالُوا۟ qālū mereka berkata شَهِدْنَا shahid'nā kami menjadi saksi عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِنَا ۖ anfusinā diri kami sendiri وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan telah menipu mereka ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَشَهِدُوا۟ washahidū dan mereka menjadi saksi عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri أَنَّهُمْ annahum bahwa sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir 130
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata, "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu أَن an bahwa لَّمْ lam tidak يَكُن yakun akan ada رَّبُّكَ rabbuka Tuhanmu مُهْلِكَ muh'lika membinasakan ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan aniaya وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lengah 131
Yang demikian itu adalah karena Tuhan-mu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah1.
وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap دَرَجَـٰتٌۭ darajātun derajat مِّمَّا mimmā dari apa yang عَمِلُوا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan وَمَا wamā dan tidaklah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah عَمَّا ʿammā dari apa yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan 132
Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhan-mu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ذُو dhū mempunyai ٱلرَّحْمَةِ ۚ l-raḥmati rahmat إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia akan melenyapkan kamu وَيَسْتَخْلِفْ wayastakhlif dan Dia menggantikan مِنۢ min dari بَعْدِكُم baʿdikum sesudah kamu مَّا mā apa/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki كَمَآ kamā sebagaimana أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menjadikan kamu مِّن min dari ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan قَوْمٍ qawmin kaum/orang-orang ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain 133
Dan Tuhan-mu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.
إِنَّ inna sesungguhnya مَا mā apa yang تُوعَدُونَ tūʿadūna dijanjikan kepadamu لَـَٔاتٍۢ ۖ laātin pasti akan datang وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna orang-orang yang menolak 134
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.
قُلْ qul katakanlah يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu عَلَىٰ ʿalā atas/menurut مَكَانَتِكُمْ makānatikum kesanggupanmu إِنِّى innī sesungguhnya aku عَامِلٌۭ ۖ ʿāmilun orang yang bekerja فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui مَن man siapa تَكُونُ takūnu adalah kamu لَهُۥ lahu baginya عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan (hasil) ٱلدَّارِ ۗ l-dāri tempat kediaman/dunia إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu mendapatkan keuntungan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim 135
Katakanlah, "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu1, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini2. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan/menyediakan لِلَّهِ lillahi untuk Allah مِمَّا mimmā dari apa yang ذَرَأَ dhara-a Dia telah ciptakan مِنَ mina dari ٱلْحَرْثِ l-ḥarthi ladang وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak نَصِيبًۭا naṣīban bagian/sebagian فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka mengatakan هَـٰذَا hādhā ini لِلَّهِ lillahi untuk Allah بِزَعْمِهِمْ bizaʿmihim menurut anggapan mereka وَهَـٰذَا wahādhā dan ini لِشُرَكَآئِنَا ۖ lishurakāinā untuk sekutu/berhala kami فَمَا famā maka apa yang كَانَ kāna ada لِشُرَكَآئِهِمْ lishurakāihim untuk sekutu/berhala mereka فَلَا falā maka tidak يَصِلُ yaṣilu dia sampai إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَا wamā dan apa yang كَانَ kāna ada لِلَّهِ lillahi untuk Allah فَهُوَ fahuwa maka Dia يَصِلُ yaṣilu sampai إِلَىٰ ilā kepada شُرَكَآئِهِمْ ۗ shurakāihim sekutu/berhala mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa يَحْكُمُونَ yaḥkumūna mereka tetapkan 136
Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami". Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka1. Amat buruklah ketetapan mereka itu.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah زَيَّنَ zayyana menjadikan memandang baik لِكَثِيرٍۢ likathīrin bagi kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik قَتْلَ qatla membunuh أَوْلَـٰدِهِمْ awlādihim anak-anak mereka شُرَكَآؤُهُمْ shurakāuhum sekutu/pemimpin mereka لِيُرْدُوهُمْ liyur'dūhum untuk membinasakan mereka وَلِيَلْبِسُوا۟ waliyalbisū dan untuk mencampurkan/mengaburkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka دِينَهُمْ ۖ dīnahum agama mereka وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā tidak فَعَلُوهُ ۖ faʿalūhu mereka mengerjakannya فَذَرْهُمْ fadharhum maka tinggalkanlah mereka وَمَا wamā dan apa يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 137
Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya1. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka mengatakan هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أَنْعَـٰمٌۭ anʿāmun binatang ternak وَحَرْثٌ waḥarthun dan tanaman حِجْرٌۭ ḥij'run larangan لَّا lā tidak (boleh) يَطْعَمُهَآ yaṭʿamuhā memakannya إِلَّا illā kecuali مَن man orang نَّشَآءُ nashāu kami kehendaki بِزَعْمِهِمْ bizaʿmihim menurut anggapan mereka وَأَنْعَـٰمٌ wa-anʿāmun dan binatang ternak حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan ظُهُورُهَا ẓuhūruhā punggungnya/menungganginya وَأَنْعَـٰمٌۭ wa-anʿāmun dan binatang ternak لَّا lā tidak يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka menyebut ٱسْمَ is'ma nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱفْتِرَآءً if'tirāan mengada-adakan (untuk mendustakan) عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasNya/terhadap Allah سَيَجْزِيهِم sayajzīhim kelak (Allah) akan memberi balasan mereka بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan 138
Dan mereka mengatakan, "Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki"1, menurut anggapan mereka dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya2, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا mā apa yang ada فِى fī didalam بُطُونِ buṭūni perut هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak خَالِصَةٌۭ khāliṣatun khusus لِّذُكُورِنَا lidhukūrinā untuk laki-laki kami وَمُحَرَّمٌ wamuḥarramun dan yang diharamkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَزْوَٰجِنَا ۖ azwājinā isteri-isteri kami وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun adalah مَّيْتَةًۭ maytatan mati فَهُمْ fahum maka mereka فِيهِ fīhi padanya شُرَكَآءُ ۚ shurakāu bersekutu (makan) bersama سَيَجْزِيهِمْ sayajzīhim kelak (Allah) akan membalas mereka وَصْفَهُمْ ۚ waṣfahum ketetapan mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui 139
Dan mereka mengatakan, "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini1 adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
قَدْ qad sesungguhnya خَسِرَ khasira rugilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَتَلُوٓا۟ qatalū (mereka) membunuh أَوْلَـٰدَهُمْ awlādahum anak-anak mereka سَفَهًۢا safahan kebodohan بِغَيْرِ bighayri dengan tidak عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan وَحَرَّمُوا۟ waḥarramū dan mereka mengharamkan مَا mā apa رَزَقَهُمُ razaqahumu rezkikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱفْتِرَآءً if'tirāan mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قَدْ qad sesungguhnya ضَلُّوا۟ ḍallū mereka sesat وَمَا wamā dan tidaklah كَانُوا۟ kānū mereka مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk 140
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui1, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezekikan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
۞ وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَ ansha-a menumbuhkan جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun مَّعْرُوشَـٰتٍۢ maʿrūshātin yang berjunjung وَغَيْرَ waghayra dan tidak مَعْرُوشَـٰتٍۢ maʿrūshātin yang berjunjung وَٱلنَّخْلَ wal-nakhla dan pohon kurma وَٱلزَّرْعَ wal-zarʿa dan tanaman-tanaman مُخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam أُكُلُهُۥ ukuluhu makannya/rasanya وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun وَٱلرُّمَّانَ wal-rumāna dan delima مُتَشَـٰبِهًۭا mutashābihan yang serupa وَغَيْرَ waghayra dan tidak مُتَشَـٰبِهٍۢ ۚ mutashābihin serupa كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari ثَمَرِهِۦٓ thamarihi buahnya إِذَآ idhā apabila أَثْمَرَ athmara berbuah وَءَاتُوا۟ waātū dan berikan حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya يَوْمَ yawma pada hari حَصَادِهِۦ ۖ ḥaṣādihi mengetamnya وَلَا walā dan jangan تُسْرِفُوٓا۟ ۚ tus'rifū kamu berlebih-lebihan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang berlebihan 141
Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak حَمُولَةًۭ ḥamūlatan untuk pengangkutan وَفَرْشًۭا ۚ wafarshan dan untuk disembelih كُلُوا۟ kulū makanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقَكُمُ razaqakumu memberikan rezki kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/syaitan لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 142
Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,
ثَمَـٰنِيَةَ thamāniyata delapan (binatang) أَزْوَٰجٍۢ ۖ azwājin berpasangan مِّنَ mina dari ٱلضَّأْنِ l-ḍani domba ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua (sepasang) وَمِنَ wamina dan dari ٱلْمَعْزِ l-maʿzi kambing ٱثْنَيْنِ ۗ ith'nayni dua (sepasang) قُلْ qul katakanlah ءَآلذَّكَرَيْنِ āldhakarayni apakah dua yang jantan حَرَّمَ ḥarrama (Allah) mengharamkan أَمِ ami ataukah ٱلْأُنثَيَيْنِ l-unthayayni dua yang betina أَمَّا ammā atau ٱشْتَمَلَتْ ish'tamalat terkandung عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَرْحَامُ arḥāmu rahim ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ l-unthayayni dua yang betina نَبِّـُٔونِى nabbiūnī terangkanlah kepadaku بِعِلْمٍ biʿil'min dengan pengetahuan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar 143
(yaitu) delapan binatang yang berpasangan1, sepasang domba2, sepasang dari kambing3. Katakanlah, "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,
وَمِنَ wamina dan dari ٱلْإِبِلِ l-ibili unta ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua (sepasang) وَمِنَ wamina dan dari ٱلْبَقَرِ l-baqari sapi ٱثْنَيْنِ ۗ ith'nayni dua (sepasang) قُلْ qul katakanlah ءَآلذَّكَرَيْنِ āldhakarayni apakah dua yang jantan حَرَّمَ ḥarrama (Allah) mengharamkan أَمِ ami ataukah ٱلْأُنثَيَيْنِ l-unthayayni dua yang betina أَمَّا ammā atau ٱشْتَمَلَتْ ish'tamalat yang terkandung عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَرْحَامُ arḥāmu rahim ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ l-unthayayni dua yang betina أَمْ am ataukah كُنتُمْ kuntum kalian adalah شُهَدَآءَ shuhadāa menjadi saksi إِذْ idh ketika وَصَّىٰكُمُ waṣṣākumu mewasiatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَـٰذَا ۚ bihādhā dengan ini فَمَنْ faman maka barang siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang-orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban dusta لِّيُضِلَّ liyuḍilla untuk menyesatkan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim 144
dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah, "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَجِدُ ajidu aku mendapati فِى fī di dalam مَآ mā apa أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku مُحَرَّمًا muḥarraman sesuatu yang diharamkan عَلَىٰ ʿalā atas طَاعِمٍۢ ṭāʿimin orang yang makan يَطْعَمُهُۥٓ yaṭʿamuhu memakannya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah مَيْتَةً maytatan bangkai أَوْ aw atau دَمًۭا daman darah مَّسْفُوحًا masfūḥan tertumpah/mengalir أَوْ aw atau لَحْمَ laḥma daging خِنزِيرٍۢ khinzīrin babi فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya itu رِجْسٌ rij'sun kotor أَوْ aw atau فِسْقًا fis'qan kejahatan أُهِلَّ uhilla disembelih لِغَيْرِ lighayri bagi selain ٱللَّهِ l-lahi Allah بِهِۦ ۚ bihi dengannya فَمَنِ famani maka barang siapa ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa غَيْرَ ghayra tidak/bukan بَاغٍۢ bāghin sengaja وَلَا walā dan tidak عَادٍۢ ʿādin melampaui batas فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang 145
Katakanlah, "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhan-mu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوا۟ hādū (mereka) Yahudi حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan كُلَّ kulla setiap ذِى dhī memiliki ظُفُرٍۢ ۖ ẓufurin berkuku وَمِنَ wamina dan dari ٱلْبَقَرِ l-baqari sapi وَٱلْغَنَمِ wal-ghanami dan kambing حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka شُحُومَهُمَآ shuḥūmahumā lemak dari kedua-duanya إِلَّا illā kecuali مَا mā apa حَمَلَتْ ḥamalat terbawa/melekat ظُهُورُهُمَآ ẓuhūruhumā punggung keduanya أَوِ awi atau ٱلْحَوَايَآ l-ḥawāyā perut besar أَوْ aw atau مَا mā apa ٱخْتَلَطَ ikh'talaṭa tercampur بِعَظْمٍۢ ۚ biʿaẓmin dengan tulang ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَيْنَـٰهُم jazaynāhum Kami beri balasan mereka بِبَغْيِهِمْ ۖ bibaghyihim dengan sebab kedurhakaan mereka وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna sungguh yang benar 146
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku1; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya, atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah, Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
فَإِن fa-in maka jika كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu فَقُل faqul maka katakanlah رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian ذُو dhū mempunyai رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat وَٰسِعَةٍۢ wāsiʿatin yang luas وَلَا walā dan tidak dapat يُرَدُّ yuraddu ditolak بَأْسُهُۥ basuhu siksaNya عَنِ ʿani dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang -orang yang berdosa 147
Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, "Tuhan-mu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa".
سَيَقُولُ sayaqūlu nanti akan mengatakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan لَوْ law jikalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَآ mā tidak أَشْرَكْنَا ashraknā kami mempersekutukan وَلَآ walā dan tidak ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami وَلَا walā dan tidak حَرَّمْنَا ḥarramnā kami mengharamkan مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin barang sesuatu كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga ذَاقُوا۟ dhāqū mereka merasakan بَأْسَنَا ۗ basanā siksaan Kami قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah عِندَكُم ʿindakum disisimu/kamu mempunyai مِّنْ min dari عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan فَتُخْرِجُوهُ fatukh'rijūhu maka/lalu kamu mengemukakannya/mengeluarkannya لَنَآ ۖ lanā kepada kami إِن in jika تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna mengikuti إِلَّا illā kecuali ٱلظَّنَّ l-ẓana prasangka وَإِنْ wa-in dan tidak lain أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali تَخْرُصُونَ takhruṣūna kamu berdusta 148
Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan akan mengatakan, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apa pun". Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah, "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.
قُلْ qul katakanlah فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْحُجَّةُ l-ḥujatu hujjah/alasan ٱلْبَـٰلِغَةُ ۖ l-bālighatu yang jelas lagi kuat فَلَوْ falaw maka jika شَآءَ shāa Dia menghendaki لَهَدَىٰكُمْ lahadākum pasti Dia memberi petunjuk kepadamu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 149
Katakanlah, "Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya".
قُلْ qul katakanlah هَلُمَّ halumma bawalah kemari شُهَدَآءَكُمُ shuhadāakumu saksi-saksi kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَشْهَدُونَ yashhadūna (mereka) mempersaksikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan هَـٰذَا ۖ hādhā ini فَإِن fa-in maka jika شَهِدُوا۟ shahidū mereka mempersaksikan فَلَا falā maka janganlah تَشْهَدْ tashhad kamu menjadi saksi مَعَهُمْ ۚ maʿahum bersama mereka وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَ ahwāa hawa nafsu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan kehidupan akhirat وَهُم wahum dan/sedang mereka بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka mempersekutukan 150
Katakanlah, "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini". Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.
۞ قُلْ qul katakanlah تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah أَتْلُ atlu aku bacakan مَا mā apa حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian أَلَّا allā bahwa janganlah تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mempersekutukan بِهِۦ bihi denganNya/Tuhan شَيْـًۭٔا ۖ shayan sesuatu وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan/terhadap kedua orang tua إِحْسَـٰنًۭا ۖ iḥ'sānan berbuat baiklah وَلَا walā dan jangan تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh أَوْلَـٰدَكُم awlādakum anak-anakmu مِّنْ min dari إِمْلَـٰقٍۢ ۖ im'lāqin kemiskinan نَّحْنُ naḥnu Kami نَرْزُقُكُمْ narzuqukum Kami memberi rezki kepadamu وَإِيَّاهُمْ ۖ wa-iyyāhum dan kepada mereka وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū mendekati ٱلْفَوَٰحِشَ l-fawāḥisha perbuatan keji مَا mā apa ظَهَرَ ẓahara nampak مِنْهَا min'hā daripadanya وَمَا wamā dan apa بَطَنَ ۖ baṭana tersembunyi وَلَا walā dan janganlah تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa ٱلَّتِى allatī yang حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan hak/benar ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan بِهِۦ bihi dengannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal 151
Katakanlah, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhan-mu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar"1. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu dekati مَالَ māla harta ٱلْيَتِيمِ l-yatīmi anak yatim إِلَّا illā kecuali بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang (cara) هِىَ hiya dia أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَبْلُغَ yablugha dia sampai أَشُدَّهُۥ ۖ ashuddahu dewasa وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil لَا lā tidak نُكَلِّفُ nukallifu Kami membebani نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā kecuali وُسْعَهَا ۖ wus'ʿahā kesanggupannya وَإِذَا wa-idhā dan apabila قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata فَٱعْدِلُوا۟ fa-iʿ'dilū maka berlaku adillah kamu وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah ذَا dhā mempunyai قُرْبَىٰ ۖ qur'bā kerabat وَبِعَهْدِ wabiʿahdi dan dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْفُوا۟ ۚ awfū penuhilah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat 152
Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, "Maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu)1, dan penuhilah janji Allah2. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.
وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطِى ṣirāṭī jalanku مُسْتَقِيمًۭا mus'taqīman yang lurus فَٱتَّبِعُوهُ ۖ fa-ittabiʿūhu maka ikutilah dia وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti ٱلسُّبُلَ l-subula jalan-jalan فَتَفَرَّقَ fatafarraqa karena maka mereka mencerai beraikan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۚ sabīlihi jalanNya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan padamu بِهِۦ bihi dengannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 153
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)1, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.
ثُمَّ thumma kemudian ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab تَمَامًا tamāman menyempurnakan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِىٓ alladhī orang yang أَحْسَنَ aḥsana berbuat baik وَتَفْصِيلًۭا watafṣīlan dan penjelasan لِّكُلِّ likulli bagi segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لَّعَلَّهُم laʿallahum agar mereka بِلِقَآءِ biliqāi dengan perjumpaan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 154
Kemudian Kami telah memberikan Alkitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.
وَهَـٰذَا wahādhā dan inilah كِتَـٰبٌ kitābun kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya مُبَارَكٌۭ mubārakun diberkati فَٱتَّبِعُوهُ fa-ittabiʿūhu maka ikutilah dia وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat 155
Dan Al-Qur`ān itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,
أَن an bahwa/supaya تَقُولُوٓا۟ taqūlū kamu mengatakan إِنَّمَآ innamā sesungguhnya/hanyalah أُنزِلَ unzila diturunkan ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab عَلَىٰ ʿalā atas طَآئِفَتَيْنِ ṭāifatayni dua golongan مِن min dari قَبْلِنَا qablinā sebelum kami وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنَّا kunnā kami عَن ʿan dari دِرَاسَتِهِمْ dirāsatihim pelajaran/bacaan mereka لَغَـٰفِلِينَ laghāfilīna sungguh orang-orang yang lalai/tidak memperhatikan 156
(Kami turunkan Al-Qur`ān itu) agar kamu (tidak) mengatakan, "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan1 saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca"2.
أَوْ aw atau تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan لَوْ law jikalau أَنَّآ annā sesungguhnya Kami أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab لَكُنَّآ lakunnā sungguh kami adalah أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk مِنْهُمْ ۚ min'hum daripada mereka فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu بَيِّنَةٌۭ bayyinatun keterangan yang nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ ۚ waraḥmatun dan rahmat فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّن mimman daripada orang كَذَّبَ kadhaba mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَصَدَفَ waṣadafa dan dia berpaling عَنْهَا ۗ ʿanhā daripadanya سَنَجْزِى sanajzī kelak Kami kelak akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصْدِفُونَ yaṣdifūna (mereka) berpaling عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَصْدِفُونَ yaṣdifūna mereka berpaling 157
Atau agar kamu (tidak) mengatakan, "Sesungguhnya jikalau kitab ini diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka". Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhan-mu, petunjuk, dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling.
هَلْ hal tidaklah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti إِلَّآ illā kecuali/selain أَن an bahwa تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepadamu ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat أَوْ aw atau يَأْتِىَ yatiya datang رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَوْ aw atau يَأْتِىَ yatiya datang بَعْضُ baʿḍu sebagian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّكَ ۗ rabbika Tuhanmu يَوْمَ yawma pada hari يَأْتِى yatī datang بَعْضُ baʿḍu sebagian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat نَفْسًا nafsan dirinya sendiri إِيمَـٰنُهَا īmānuhā imannya/seseorang لَمْ lam tidak تَكُنْ takun adalah/ada ءَامَنَتْ āmanat ia beriman مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum أَوْ aw atau كَسَبَتْ kasabat ia mengusahakan فِىٓ fī dalam/pada إِيمَـٰنِهَا īmānihā imannya خَيْرًۭا ۗ khayran kebaikan قُلِ quli katakanlah ٱنتَظِرُوٓا۟ intaẓirū tunggulah olehmu إِنَّا innā sesungguhnya kami مُنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu 158
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhan-mu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhan-mu1. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhan-mu, tidaklah bermanfaaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula)".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَرَّقُوا۟ farraqū (mereka) memecah belah دِينَهُمْ dīnahum agama mereka وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah شِيَعًۭا shiyaʿan bergolong-golong لَّسْتَ lasta tidaklah kamu مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka فِى fī dalam شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَمْرُهُمْ amruhum urusan mereka إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian يُنَبِّئُهُم yunabbi-uhum Dia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka perbuat 159
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan1, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
مَن man barang siapa جَآءَ jāa datang بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan فَلَهُۥ falahu maka baginya عَشْرُ ʿashru sepuluh أَمْثَالِهَا ۖ amthālihā serupanya/kali lipat amalnya وَمَن waman dan barang siapa جَآءَ jāa datang بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan فَلَا falā maka tidak يُجْزَىٰٓ yuj'zā diberi balasan إِلَّا illā kecuali/melainkan مِثْلَهَا mith'lahā serupa/seimbang dengannya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya 160
Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).
قُلْ qul katakanlah إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku هَدَىٰنِى hadānī telah memimpin aku رَبِّىٓ rabbī Tuhanku إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus دِينًۭا dīnan agama قِيَمًۭا qiyaman benar/lurus مِّلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ۚ ḥanīfan yang lurus وَمَا wamā dan tidaklah كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik 161
Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhan-ku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrāhīm yang lurus; dan Ibrāhīm itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik".
قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya صَلَاتِى ṣalātī sholatku وَنُسُكِى wanusukī dan ibadahku وَمَحْيَاىَ wamaḥyāya dan hidupku وَمَمَاتِى wamamātī dan matiku لِلَّهِ lillahi untuk Allah رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 162
Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".
لَا lā tidak شَرِيكَ sharīka sekutu لَهُۥ ۖ lahu bagiNya وَبِذَٰلِكَ wabidhālika dan dengan demikian/itulah أُمِرْتُ umir'tu aku diperintahkan وَأَنَا۠ wa-anā dan aku أَوَّلُ awwalu pertama ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri 163
Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
قُلْ qul katakanlah أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَبْغِى abghī aku mencari رَبًّۭا rabban tuhan وَهُوَ wahuwa dan/padahal Dia رَبُّ rabbu Tuhan كُلِّ kulli segala/tiap-tiap شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu وَلَا walā dan tidak تَكْسِبُ taksibu mengerjakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍ nafsin seseorang/jiwa إِلَّا illā kecuali/melainkan عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru memikul beban/dosa وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang berdosa وِزْرَ wiz'ra beban/dosa أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā orang lain ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُم rabbikum Tuhan kalian مَّرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka Dia akan menerangkan kepadamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi didalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan 164
Katakanlah, "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain1. Kemudian kepada Tuhan-mulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَكُمْ jaʿalakum menjadikan kamu خَلَـٰٓئِفَ khalāifa penguasa-penguasa ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَرَفَعَ warafaʿa dan Dia meninggikan بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu فَوْقَ fawqa diatas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian lainnya دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat لِّيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia hendak mengujimu فِى fī dalam/tentang مَآ mā apa ءَاتَىٰكُمْ ۗ ātākum Dia telah berikan kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu سَرِيعُ sarīʿu amat cepat ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya Dia لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۢ raḥīmun Maha Penyayang 165
Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhan-mu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
الٓمٓصٓ alif-lam-meem-sad Alif Lam Mim Shad 1
Alif Lām Mīm Ṣād1.
كِتَـٰبٌ kitābun Kitab أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu فَلَا falā maka janganlah يَكُن yakun ada فِى fī dalam صَدْرِكَ ṣadrika dadamu حَرَجٌۭ ḥarajun kesempitan مِّنْهُ min'hu daripadanya لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan بِهِۦ bihi dengannya وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman 2
Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَآ mā apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ ۗ awliyāa pemimpin-pemimpin قَلِيلًۭا qalīlan amat sedikit مَّا mā apa تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran 3
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya1. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).
وَكَم wakam dan berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin negeri أَهْلَكْنَـٰهَا ahlaknāhā telah kami binasakannya فَجَآءَهَا fajāahā maka datang kepadanya بَأْسُنَا basunā siksaan Kami بَيَـٰتًا bayātan diwaktu malam hari أَوْ aw atau هُمْ hum mereka قَآئِلُونَ qāilūna orang-orang yang istirahat ditengah siang hari 4
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.
فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada دَعْوَىٰهُمْ daʿwāhum seruan/keluhan mereka إِذْ idh ketika جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka بَأْسُنَآ basunā siksaan kami إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim 5
Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
فَلَنَسْـَٔلَنَّ falanasalanna maka sesungguhnya Kami akan menanyai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُرْسِلَ ur'sila diutus إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَلَنَسْـَٔلَنَّ walanasalanna dan sesungguhnya Kami akan menanyai ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul 6
Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),
فَلَنَقُصَّنَّ falanaquṣṣanna maka sesungguhnya Kami akan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِعِلْمٍۢ ۖ biʿil'min dengan pengetahuan وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā Kami adalah غَآئِبِينَ ghāibīna yang gaib 7
maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
وَٱلْوَزْنُ wal-waznu dan timbangan يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu kebenaran فَمَن faman maka siapa ثَقُلَتْ thaqulat berat مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung 8
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمَنْ waman dan siapa خَفَّتْ khaffat ringan مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُم anfusahum diri mereka sendiri بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka ingkar 9
Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَكَّنَّـٰكُمْ makkannākum Kami telah menempatkan kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya مَعَـٰيِشَ ۗ maʿāyisha penghidupan قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا mā sekali تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur 10
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami telah menciptakan kamu ثُمَّ thumma kemudian صَوَّرْنَـٰكُمْ ṣawwarnākum Kami membentuk rupa (tubuh)mu ثُمَّ thumma kemudian قُلْنَا qul'nā Kami katakan لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka bersujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis لَمْ lam tidak يَكُن yakun dia ada مِّنَ mina dari/termasuk ٱلسَّـٰجِدِينَ l-sājidīna orang-orang yang bersujud 11
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
قَالَ qāla (Allah) berfirman مَا mā apa مَنَعَكَ manaʿaka menghalangimu أَلَّا allā untuk tidak تَسْجُدَ tasjuda kamu bersujud إِذْ idh ketika أَمَرْتُكَ ۖ amartuka Aku memerintahkan kamu قَالَ qāla (iblis) berkata أَنَا۠ anā saya خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهُ min'hu daripadanya خَلَقْتَنِى khalaqtanī Engkau ciptakan saya مِن min dari نَّارٍۢ nārin api وَخَلَقْتَهُۥ wakhalaqtahu dan Engkau ciptakan dia مِن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah 12
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَٱهْبِطْ fa-ih'biṭ maka turunlah kamu مِنْهَا min'hā daripadanya فَمَا famā maka tidak يَكُونُ yakūnu ada لَكَ laka bagimu أَن an bahwa تَتَكَبَّرَ tatakabbara kamu menyombongkan diri فِيهَا fīhā di dalamnya فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰغِرِينَ l-ṣāghirīna orang-orang yang rendah 13
Allah berfirman, "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".
قَالَ qāla (iblis) berkata أَنظِرْنِىٓ anẓir'nī beri tangguhlah saya إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari (waktu) يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan 14
Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya1 sampai waktu mereka dibangkitkan".
قَالَ qāla (Allah) berfirman إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنظَرِينَ l-munẓarīna orang-orang yang diberi tangguh 15
Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".
قَالَ qāla (iblis) berkata فَبِمَآ fabimā maka dengan apa أَغْوَيْتَنِى aghwaytanī Engkau menghukum saya tersesat لَأَقْعُدَنَّ la-aqʿudanna sungguh saya akan duduk لَهُمْ lahum kepada mereka صِرَٰطَكَ ṣirāṭaka jalan Engkau ٱلْمُسْتَقِيمَ l-mus'taqīma yang lurus 16
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
ثُمَّ thumma kemudian لَـَٔاتِيَنَّهُم laātiyannahum sungguh saya akan mendatanginya mereka مِّنۢ min dari بَيْنِ bayni antara أَيْدِيهِمْ aydīhim muka mereka وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka وَعَنْ waʿan dan dari أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim kanan mereka وَعَن waʿan dan dari شَمَآئِلِهِمْ ۖ shamāilihim kiri mereka وَلَا walā dan tidak تَجِدُ tajidu Engkau mendapati أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka شَـٰكِرِينَ shākirīna orang-orang yang bersyukur 17
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱخْرُجْ ukh'ruj keluarlah kamu مِنْهَا min'hā daripadanya (surga) مَذْءُومًۭا madhūman tercela/terhina مَّدْحُورًۭا ۖ madḥūran terbuang/terusir لَّمَن laman sesungguhnya siapa تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh Aku akan penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِنكُمْ minkum dari/dengan kamu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya 18
Allah berfirman, "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".
وَيَـٰٓـَٔادَمُ wayāādamu (Dan Allah berfirman) Hai Adam ٱسْكُنْ us'kun tinggallah أَنتَ anta kamu وَزَوْجُكَ wazawjuka dan isterimu ٱلْجَنَّةَ l-janata surga فَكُلَا fakulā makanlah kamu berdua مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana saja شِئْتُمَا shi'tumā kamu berdua kehendaki وَلَا walā dan jangan تَقْرَبَا taqrabā kamu berdua menghendaki هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon فَتَكُونَا fatakūnā maka kamu berdua adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 19
(Dan Allah berfirman), "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".
فَوَسْوَسَ fawaswasa maka membisikkan pikiran jahat لَهُمَا lahumā kepada keduanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لِيُبْدِىَ liyub'diya untuk menampakkan لَهُمَا lahumā kepada keduanya مَا mā apa وُۥرِىَ wūriya yang tertutup عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya مِن min dari سَوْءَٰتِهِمَا sawātihimā keburukan/aurat keduanya وَقَالَ waqāla dan (syaitan) berkata مَا mā tidak نَهَىٰكُمَا nahākumā melarang kamu berdua رَبُّكُمَا rabbukumā Tuhanmu berdua عَنْ ʿan dari هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa/supaya تَكُونَا takūnā adalah kamu berdua مَلَكَيْنِ malakayni Malaikat keduanya أَوْ aw atau تَكُونَا takūnā kamu berdua adalah مِنَ mina dari ٱلْخَـٰلِدِينَ l-khālidīna orang-orang kekal 20
Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".
وَقَاسَمَهُمَآ waqāsamahumā dan dia bersumpah kepada keduanya إِنِّى innī sesungguhnya saya لَكُمَا lakumā kepada kamu berdua لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat 21
Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua",
فَدَلَّىٰهُمَا fadallāhumā maka dia membujuk keduanya بِغُرُورٍۢ ۚ bighurūrin dengan tipu daya فَلَمَّا falammā maka setelah ذَاقَا dhāqā keduanya merasakan ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon بَدَتْ badat nampaklah لَهُمَا lahumā bagi keduanya سَوْءَٰتُهُمَا sawātuhumā keburukan/aurat keduanya وَطَفِقَا waṭafiqā dan keduanya memulai يَخْصِفَانِ yakhṣifāni keduanya menutupi عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya مِن min dari وَرَقِ waraqi daun ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga وَنَادَىٰهُمَا wanādāhumā dan memanggil keduanya رَبُّهُمَآ rabbuhumā Tuhan keduanya أَلَمْ alam bukankah أَنْهَكُمَا anhakumā Aku telah larang kamu berdua عَن ʿan dari تِلْكُمَا til'kumā itu ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon وَأَقُل wa-aqul dan Aku telah katakan لَّكُمَآ lakumā kepada kamu berdua إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan لَكُمَا lakumā bagi kamu berdua عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata 22
maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
قَالَا qālā keduanya berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ظَلَمْنَآ ẓalamnā kami telah menganiaya أَنفُسَنَا anfusanā diri kami sendiri وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak تَغْفِرْ taghfir Engkau ampuni لَنَا lanā bagi kami وَتَرْحَمْنَا watarḥamnā dan Engkau memberi rahmat لَنَكُونَنَّ lanakūnanna sungguh kami adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi 23
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian yang lain عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun musuh وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُسْتَقَرٌّۭ mus'taqarrun tempat menetap وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu yang ditentukan 24
Allah berfirman, "Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فِيهَا fīhā didalamnya (bumi) تَحْيَوْنَ taḥyawna kamu hidup وَفِيهَا wafīhā dan didalamnya (bumi) تَمُوتُونَ tamūtūna kamu mati وَمِنْهَا wamin'hā dan daripadanya (bumi) تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan 25
Allah berfirman, "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam قَدْ qad sesungguhnya أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لِبَاسًۭا libāsan pakaian يُوَٰرِى yuwārī menutupi سَوْءَٰتِكُمْ sawātikum keburukan/auratmu وَرِيشًۭا ۖ warīshan dan perhiasan وَلِبَاسُ walibāsu dan pakaian ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu خَيْرٌۭ ۚ khayrun lebih baik ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti sebagian tanda-tanda kekuasaan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka ingat 26
Hai anak Adam1, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan . Dan pakaian takwa2 itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam لَا lā jangan يَفْتِنَنَّكُمُ yaftinannakumu dapat menipu kamu ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan كَمَآ kamā sebagaimana أَخْرَجَ akhraja ia mengeluarkan أَبَوَيْكُم abawaykum kedua ibu-bapakmu مِّنَ mina dari ٱلْجَنَّةِ l-janati surga يَنزِعُ yanziʿu ia mencabut/menanggalkan عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya لِبَاسَهُمَا libāsahumā pakaian keduanya لِيُرِيَهُمَا liyuriyahumā untuk memperlihatkan keduanya سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ sawātihimā keburukan/aurat keduanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya يَرَىٰكُمْ yarākum melihat kamu هُوَ huwa ia وَقَبِيلُهُۥ waqabīluhu dan golongannya مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana لَا lā tidak تَرَوْنَهُمْ ۗ tarawnahum kamu lihat mereka إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman 27
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapkamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila فَعَلُوا۟ faʿalū mereka melakukan فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan keji قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya ءَابَآءَنَا ābāanā nenek moyang kami وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَمَرَنَا amaranā menyuruh kami بِهَا ۗ bihā dengannya قُلْ qul katakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَأْمُرُ yamuru menyuruh بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ bil-faḥshāi dengan perbuatan keji أَتَقُولُونَ ataqūlūna mengapa kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 28
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji"1. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
قُلْ qul katakanlah أَمَرَ amara telah menyuruh رَبِّى rabbī Tuhanku بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan berbuat keadilan وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu عِندَ ʿinda di كُلِّ kulli setiap مَسْجِدٍۢ masjidin bersujud (sholat) وَٱدْعُوهُ wa-id'ʿūhu dan berdoalah padaNya مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna mengikhlaskan لَهُ lahu kepadaNya ٱلدِّينَ ۚ l-dīna agama/ketaatan كَمَا kamā sebagaimana بَدَأَكُمْ bada-akum Dia mulai menciptakan kamu تَعُودُونَ taʿūdūna kamu akan dikembalikan 29
Katakanlah, "Tuhan-ku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah), "Luruskanlah muka (diri)mu1 di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)".
فَرِيقًا farīqan segolongan هَدَىٰ hadā Dia beri petunjuk وَفَرِيقًا wafarīqan dan segolongan حَقَّ ḥaqqa haq/pasti عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ l-ḍalālatu kesesatan إِنَّهُمُ innahumu sesungguhnya mereka ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka menjadikan ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung/pemimpin مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk 30
Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
۞ يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam خُذُوا۟ khudhū pakailah زِينَتَكُمْ zīnatakum perhiasanmu عِندَ ʿinda di كُلِّ kulli setiap مَسْجِدٍۢ masjidin masjid/bersujud/sholat وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah وَلَا walā dan jangan تُسْرِفُوٓا۟ ۚ tus'rifū kamu berlebih-lebihan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang berlebih-lebihan 31
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid1, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan2. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
قُلْ qul katakanlah مَنْ man siapakah حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan زِينَةَ zīnata perhiasan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِىٓ allatī yang أَخْرَجَ akhraja Dia keluarkan لِعِبَادِهِۦ liʿibādihi untuk hamba-hambaNya وَٱلطَّيِّبَـٰتِ wal-ṭayibāti dan yang baik-baik مِنَ mina dari ٱلرِّزْقِ ۚ l-riz'qi rezki قُلْ qul katakanlah هِىَ hiya ia/semuanya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia خَالِصَةًۭ khāliṣatan khusus يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui 32
Katakanlah, "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah, "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat"1. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan رَبِّىَ rabbiya Tuhanku ٱلْفَوَٰحِشَ l-fawāḥisha perbuatan keji مَا mā apa ظَهَرَ ẓahara nampak مِنْهَا min'hā daripadanya وَمَا wamā dan apa بَطَنَ baṭana tersembunyi وَٱلْإِثْمَ wal-ith'ma dan perbuatan dosa وَٱلْبَغْىَ wal-baghya dan melanggar hak بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa (alasan) ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar وَأَن wa-an dan bahwa تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mepersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مَا mā apa لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil Dia turunkan بِهِۦ bihi dengannya سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan keterangan وَأَن wa-an dan supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 33
Katakanlah, "Tuhan-ku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".
وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap أُمَّةٍ ummatin ummat أَجَلٌۭ ۖ ajalun waktu tertentu فَإِذَا fa-idhā maka jika جَآءَ jāa telah datang أَجَلُهُمْ ajaluhum waktu mereka لَا lā tidak يَسْتَأْخِرُونَ yastakhirūna mereka dapat mengundurkan diri سَاعَةًۭ ۖ sāʿatan sesaat وَلَا walā dan tidak يَسْتَقْدِمُونَ yastaqdimūna mereka dapat memajukan 34
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu1; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam إِمَّا immā adapun/jika يَأْتِيَنَّكُمْ yatiyannakum datang kepada kalian رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّنكُمْ minkum diantara kamu يَقُصُّونَ yaquṣṣūna mereka menceritakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِى ۙ āyātī ayat-ayat-Ku فَمَنِ famani maka barang siapa ٱتَّقَىٰ ittaqā bertakwa وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan mengadakan perbaikan فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati 35
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri عَنْهَآ ʿanhā daripadanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri nereka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 36
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih dzalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ biāyātihi dengan ayat-ayatNya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَنَالُهُمْ yanāluhum mereka akan memperoleh نَصِيبُهُم naṣībuhum bagian mereka مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ ۖ l-kitābi Kitab حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepadamu رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami يَتَوَفَّوْنَهُمْ yatawaffawnahum mewafatkan mereka قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَيْنَ ayna dimana مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah lenyap عَنَّا ʿannā dari kami وَشَهِدُوا۟ washahidū dan mereka mengakui عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir 37
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lawḥ Maḥfūẓ); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya, "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menjawab, "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah فِىٓ fī dalam أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah lebih dulu مِن min dari قَبْلِكُم qablikum sebelum kalian مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia فِى fī dalam ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka كُلَّمَا kullamā setiap دَخَلَتْ dakhalat masuk أُمَّةٌۭ ummatun suatu ummat لَّعَنَتْ laʿanat mengutuk أُخْتَهَا ۖ ukh'tahā kawannya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila ٱدَّارَكُوا۟ iddārakū mereka mendapati/berkumpul فِيهَا fīhā di dalamnya جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya قَالَتْ qālat berkatalah أُخْرَىٰهُمْ ukh'rāhum orang-orang yang terakhir لِأُولَىٰهُمْ liūlāhum kepada orang-orang yang terdahulu رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itulah أَضَلُّونَا aḍallūnā telah menyesatkan kami فَـَٔاتِهِمْ faātihim maka datangkan kepada mereka عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan ضِعْفًۭا ḍiʿ'fan berlipat ganda مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ ۖ l-nāri apai neraka قَالَ qāla (Allah) berfirman لِكُلٍّۢ likullin bagi masing-masing ضِعْفٌۭ ḍiʿ'fun berlipat ganda وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 38
Allah berfirman, "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian1 di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu2, "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman, "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui".
وَقَالَتْ waqālat dan berkatalah أُولَىٰهُمْ ūlāhum orang-orang terdahulu لِأُخْرَىٰهُمْ li-ukh'rāhum kepada orang-orang yang terakhir فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مِن min dari فَضْلٍۢ faḍlin kelebihan فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksaan بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْسِبُونَ taksibūna kamu kerjakan 39
Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian, "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri عَنْهَا ʿanhā daripadanya لَا lā tidak تُفَتَّحُ tufattaḥu dibukakan لَهُمْ lahum bagi mereka أَبْوَٰبُ abwābu pintu-pintu ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَلَا walā dan tidak يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَلِجَ yalija masuk ٱلْجَمَلُ l-jamalu unta فِى fī dalam سَمِّ sammi lubang ٱلْخِيَاطِ ۚ l-khiyāṭi jarum وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit1 dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum2. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِهَادٌۭ mihādun tempat tidur وَمِن wamin dan dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka غَوَاشٍۢ ۚ ghawāshin tutup/selimut وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim 41
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)1. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan لَا lā tidak نُكَلِّفُ nukallifu Kami memaksakan نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā kecuali وُسْعَهَآ wus'ʿahā kesanggupannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal 42
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
وَنَزَعْنَا wanazaʿnā dan Kami telah mencabut مَا mā apa فِى fī di dalam صُدُورِهِم ṣudūrihim dada mereka مِّنْ min dari غِلٍّۢ ghillin dendam/kedengkian تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمُ taḥtihimu bawah mereka ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang هَدَىٰنَا hadānā telah menunjuki kami لِهَـٰذَا lihādhā kepada ini وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā kami adalah لِنَهْتَدِىَ linahtadiya kami akan mendapat petunjuk لَوْلَآ lawlā jika tidak أَنْ an bahwa هَدَىٰنَا hadānā memberi kami petunjuk ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya جَآءَتْ jāat telah datang رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَنُودُوٓا۟ wanūdū dan mereka diserukan أَن an bahwa تِلْكُمُ til'kumu itulah ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga أُورِثْتُمُوهَا ūrith'tumūhā diwariskannya بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan 43
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka, "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".
وَنَادَىٰٓ wanādā dan berseru أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَن an bahwa قَدْ qad sesungguhnya وَجَدْنَا wajadnā kami telah memperoleh مَا mā apa وَعَدَنَا waʿadanā menjanjikan kepada kami رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami حَقًّۭا ḥaqqan sebenarnya فَهَلْ fahal maka apakah وَجَدتُّم wajadttum kamu memperoleh مَّا mā apa وَعَدَ waʿada menjanjikan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian حَقًّۭا ۖ ḥaqqan sebenarnya قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab نَعَمْ ۚ naʿam ya فَأَذَّنَ fa-adhana maka menyeru مُؤَذِّنٌۢ mu-adhinun seorang penyeru بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَن an bahwa لَّعْنَةُ laʿnatu kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim 44
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan), "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab, "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) meghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menginginkan عِوَجًۭا ʿiwajan bengkok وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/pada akhirat كَـٰفِرُونَ kāfirūna mereka ingkar 45
(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat".
وَبَيْنَهُمَا wabaynahumā dan diantara keduanya حِجَابٌۭ ۚ ḥijābun dinding/batas وَعَلَى waʿalā dan diatas ٱلْأَعْرَافِ l-aʿrāfi A'raf رِجَالٌۭ rijālun beberapa orang laki-laki يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengenal كُلًّۢا kullan masing-masing بِسِيمَىٰهُمْ ۚ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka وَنَادَوْا۟ wanādaw dan mereka menyeru أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga أَن an bahwa سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian لَمْ lam belum يَدْخُلُوهَا yadkhulūhā mereka memasukinya وَهُمْ wahum dan mereka يَطْمَعُونَ yaṭmaʿūna mereka mengharapkan 46
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas Al-Aʻrāf 1 itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, "Salāmun ʻalaikum"2. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila صُرِفَتْ ṣurifat dipalingkan أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum pandangan mereka تِلْقَآءَ til'qāa menemui/kearah أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا lā jangan تَجْعَلْنَا tajʿalnā Engkau jadikan kami مَعَ maʿa bersama-sama ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim 47
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".
وَنَادَىٰٓ wanādā dan berseru أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْأَعْرَافِ l-aʿrāfi A'raf رِجَالًۭا rijālan beberapa orang laki-laki يَعْرِفُونَهُم yaʿrifūnahum mereka mengenalnya بِسِيمَىٰهُمْ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ mā tidak أَغْنَىٰ aghnā mencukupi/memberi manfaat عَنكُمْ ʿankum dari kalian جَمْعُكُمْ jamʿukum kamu kumpulkan وَمَا wamā dan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu sombongkan 48
Dan orang-orang yang di atas Al-Aʻrāf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu".
أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَقْسَمْتُمْ aqsamtum kamu bersumpah لَا lā tidak يَنَالُهُمُ yanāluhumu mereka akan menerima ٱللَّهُ l-lahu Allah بِرَحْمَةٍ ۚ biraḥmatin dengan rahmat ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْجَنَّةَ l-janata surga لَا lā tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَآ walā dan tidaklah أَنتُمْ antum kamu تَحْزَنُونَ taḥzanūna kamu merasa sedih 49
(Orang-orang di atas Al-Aʻrāf bertanya kepada penghuni neraka), "Itukah orang-orang1 yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang mukmin itu dikatakan), "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".
وَنَادَىٰٓ wanādā dan menyeru أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga أَنْ an bahwa أَفِيضُوا۟ afīḍū limpahkanlah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ l-māi air أَوْ aw atau مِمَّا mimmā dari apa-apa رَزَقَكُمُ razaqakumu rezkikan kepadamu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah حَرَّمَهُمَا ḥarramahumā mengharamkan keduanya عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir 50
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/menjadikan دِينَهُمْ dīnahum agama mereka لَهْوًۭا lahwan senda gurau وَلَعِبًۭا walaʿiban dan main-main وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan telah menipu mereka ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari itu نَنسَىٰهُمْ nansāhum Kami melupakan mereka كَمَا kamā sebagaimana نَسُوا۟ nasū mereka melupakan لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِهِمْ yawmihim hari mereka هَـٰذَا hādhā ini وَمَا wamā dan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari 51
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جِئْنَـٰهُم ji'nāhum telah Kami datangkan kepada mereka بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah kitab فَصَّلْنَـٰهُ faṣṣalnāhu Kami jelaskannya عَلَىٰ ʿalā atas عِلْمٍ ʿil'min ilmu pengetahuan هُدًۭى hudan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman 52
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ān) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami1; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
هَلْ hal apakah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu-nunggu إِلَّا illā kecuali/hanya تَأْوِيلَهُۥ ۚ tawīlahu kesudahan kejadiannya يَوْمَ yawma di hari يَأْتِى yatī datang تَأْوِيلُهُۥ tawīluhu kesudahan kejadiannya يَقُولُ yaqūlu berkatalah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَسُوهُ nasūhu (mereka) melupakannya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu قَدْ qad sesungguhnya جَآءَتْ jāat telah datang رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran فَهَل fahal maka apakah لَّنَا lanā bagi kami مِن min dari شُفَعَآءَ shufaʿāa pemberi syafaat فَيَشْفَعُوا۟ fayashfaʿū maka mereka memberi syafaat لَنَآ lanā bagi kami أَوْ aw atau نُرَدُّ nuraddu kami dikembalikan فَنَعْمَلَ fanaʿmala lalu kami beramal غَيْرَ ghayra selain ٱلَّذِى alladhī yang كُنَّا kunnā adalah kami نَعْمَلُ ۚ naʿmalu kami beramal قَدْ qad sesungguhnya خَسِرُوٓا۟ khasirū mereka merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَضَلَّ waḍalla dan telah lenyap عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan 53
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al-Qur`ān itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur`ān itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya1 sebelum itu, "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi فِى fī pada سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi Arasy يُغْشِى yugh'shī Dia menutup ٱلَّيْلَ al-layla malam ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang يَطْلُبُهُۥ yaṭlubuhu mengikutinya حَثِيثًۭا ḥathīthan dengan cepat وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan وَٱلنُّجُومَ wal-nujūma dan bintang مُسَخَّرَٰتٍۭ musakharātin tunduk (menjalani kewajiban) بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya أَلَا alā ingatlah لَهُ lahu bagiNya ٱلْخَلْقُ l-khalqu penciptaan وَٱلْأَمْرُ ۗ wal-amru dan perintah/pengurusan تَبَارَكَ tabāraka Maha Suci/Berkah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 54
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas arasy1. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
ٱدْعُوا۟ id'ʿū berdoalah kamu رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan merendahkan diri وَخُفْيَةً ۚ wakhuf'yatan dan suara yang lembut إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas 55
Berdoalah kepada Tuhan-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas1.
وَلَا walā dan jangan تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بَعْدَ baʿda sesudah إِصْلَـٰحِهَا iṣ'lāḥihā memperbaikinya وَٱدْعُوهُ wa-id'ʿūhu dan berdoalah kepadaNya خَوْفًۭا khawfan perasaan takut وَطَمَعًا ۚ waṭamaʿan dan penuh pengharapan إِنَّ inna sesungguhnya رَحْمَتَ raḥmata rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah قَرِيبٌۭ qarībun dekat مِّنَ mina dari ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik 56
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُرْسِلُ yur'silu mengirim/meniup ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin بُشْرًۢا bush'ran berita gembira بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday hadapan رَحْمَتِهِۦ ۖ raḥmatihi rahmatNya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَقَلَّتْ aqallat membawa سَحَابًۭا saḥāban awan ثِقَالًۭا thiqālan tebal/berat سُقْنَـٰهُ suq'nāhu Kami halau dia لِبَلَدٍۢ libaladin ke negeri/tanah مَّيِّتٍۢ mayyitin mati/tandus فَأَنزَلْنَا fa-anzalnā lalu Kami turunkan بِهِ bihi dengannya ٱلْمَآءَ l-māa air/hujan فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya مِن min dari كُلِّ kulli setiap ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ l-thamarāti buah-buahan كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نُخْرِجُ nukh'riju Kami keluarkan/bangkitkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang yang telah mati لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran 57
Dan Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
وَٱلْبَلَدُ wal-baladu dan negeri/tanah ٱلطَّيِّبُ l-ṭayibu yang baik يَخْرُجُ yakhruju keluar/tumbuh نَبَاتُهُۥ nabātuhu tanaman/tanamannya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin رَبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya/Allah وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang خَبُثَ khabutha buruk لَا lā tidak يَخْرُجُ yakhruju keluar/tumbuh إِلَّا illā kecuali نَكِدًۭا ۚ nakidan merana/kerdil كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda kekuasaan لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur 58
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
لَقَدْ laqad sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فَقَالَ faqāla lalu dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ghayruhu selain Dia إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba siksaan يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar 59
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِنَّا innā sesungguhnya لَنَرَىٰكَ lanarāka kami memandang kamu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata 60
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".
قَالَ qāla (Nuh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَيْسَ laysa tidaklah بِى bī denganku ضَلَـٰلَةٌۭ ḍalālatun kesesatan وَلَـٰكِنِّى walākinnī akan tetapi aku رَسُولٌۭ rasūlun utusan مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 61
Nūḥ menjawab, "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam".
أُبَلِّغُكُمْ uballighukum aku menyampaikan kepadamu رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَأَنصَحُ wa-anṣaḥu dan aku menasehatkan لَكُمْ lakum bagi kalian وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan aku mengetahui مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui 62
"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhan-ku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui"1.
أَوَعَجِبْتُمْ awaʿajib'tum ataukah mengherankan kamu أَن an bahwa جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنكُمْ minkum diantara kamu لِيُنذِرَكُمْ liyundhirakum untuk memberi peringatan kepadamu وَلِتَتَّقُوا۟ walitattaqū dan supaya kamu bertakwa وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu dirahmati 63
"Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhan-mu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?"
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu lalu mereka mendustakannya فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkannya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مَعَهُۥ maʿahu bersama dia فِى fī dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu وَأَغْرَقْنَا wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًا qawman kaum عَمِينَ ʿamīna buta 64
Maka mereka mendustakan Nūḥ, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada عَادٍ ʿādin kaum 'Ad أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka هُودًۭا ۗ hūdan Hud قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ۚ ghayruhu selain Dia أَفَلَا afalā maka mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa 65
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ʻĀd saudara mereka, Hūd. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِنَّا innā sesungguhnya kami لَنَرَىٰكَ lanarāka kami memandang kamu فِى fī dalam سَفَاهَةٍۢ safāhatin keadaan kurang akal وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَظُنُّكَ lanaẓunnuka kami menganggap kamu مِنَ mina dari ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta 66
Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta".
قَالَ qāla (Hud) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَيْسَ laysa bukanlah بِى bī bagi aku سَفَاهَةٌۭ safāhatun kurang akal وَلَـٰكِنِّى walākinnī akan tetapi aku رَسُولٌۭ rasūlun utusan مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 67
Hūd berkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.
أُبَلِّغُكُمْ uballighukum aku menyampaikan رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَأَنَا۠ wa-anā dan aku لَكُمْ lakum bagi kalian نَاصِحٌ nāṣiḥun pemberi nasehat أَمِينٌ amīnun dapat dipercaya 68
"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhan-ku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu".
أَوَعَجِبْتُمْ awaʿajib'tum apakah kamu heran أَن an bahwa جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنكُمْ minkum diantara kamu لِيُنذِرَكُمْ ۚ liyundhirakum untuk memperingatkan kepadamu وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah olehmu إِذْ idh ketika جَعَلَكُمْ jaʿalakum (Allah) menjadikan kamu خُلَفَآءَ khulafāa pengganti-pengganti مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَزَادَكُمْ wazādakum dan Dia menambahkan kamu فِى fī dalam ٱلْخَلْقِ l-khalqi penciptaan بَصْۜطَةًۭ ۖ baṣ'ṭatan tegap/kuat فَٱذْكُرُوٓا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah olehmu ءَالَآءَ ālāa nikmat-nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung 69
"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhan-mu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nūḥ, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (dari kaum Nūḥ itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami لِنَعْبُدَ linaʿbuda agar kami menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiriNya وَنَذَرَ wanadhara dan kami meninggalkan مَا mā apa كَانَ kāna adalah يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَا ۖ ābāunā bapak-bapak kami فَأْتِنَا fatinā maka datanglah kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan pada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar 70
Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla dia berkata قَدْ qad sungguh وَقَعَ waqaʿa akan menimpa عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian رِجْسٌۭ rij'sun azab وَغَضَبٌ ۖ waghaḍabun dan kemurkaan أَتُجَـٰدِلُونَنِى atujādilūnanī apakah kamu akan mendebatku فِىٓ fī dalam/tentang أَسْمَآءٍۢ asmāin nama-nama سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā kamu menamakannya أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan nenek moyangmu مَّا mā tidak نَزَّلَ nazzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَا bihā dengannya مِن min dari سُلْطَـٰنٍۢ ۚ sul'ṭānin hujjah/keterangan فَٱنتَظِرُوٓا۟ fa-intaẓirū maka tunggulah alehmu إِنِّى innī sesungguhnya aku مَعَكُم maʿakum bersamamu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنتَظِرِينَ l-muntaẓirīna orang-orang yang menunggu 71
Ia berkata, "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhan-mu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَقَطَعْنَا waqaṭaʿnā dan Kami potong/tumpas دَابِرَ dābira semua ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَمَا wamā dan tidak ada كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 72
Maka kami selamatkan Hūd beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada ثَمُودَ thamūda kaum Samud أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka صَـٰلِحًۭا ۗ ṣāliḥan saleh قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia قَدْ qad sesungguhnya جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu بَيِّنَةٌۭ bayyinatun bukti nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian هَـٰذِهِۦ hādhihi ini نَاقَةُ nāqatu unta betina ٱللَّهِ l-lahi Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَةًۭ ۖ āyatan suatu tanda فَذَرُوهَا fadharūhā maka biarkan dia تَأْكُلْ takul makan فِىٓ fī di أَرْضِ arḍi bumi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu mengganggunya بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan menyakiti فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun pedih 73
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ṡamūd saudara mereka, Ṣālīḥ. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhan-mu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih".
وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu إِذْ idh ketika جَعَلَكُمْ jaʿalakum Dia menjadikan kamu خُلَفَآءَ khulafāa pengganti-pengganti مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah عَادٍۢ ʿādin kaum 'Ad وَبَوَّأَكُمْ wabawwa-akum dan Dia menempatkan kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تَتَّخِذُونَ tattakhidhūna kamu dirikan مِن min dari سُهُولِهَا suhūlihā tanah datarnya قُصُورًۭا quṣūran istana-istana وَتَنْحِتُونَ watanḥitūna dan kamu pahat ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung بُيُوتًۭا ۖ buyūtan rumah-rumah فَٱذْكُرُوٓا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah kamu ءَالَآءَ ālāa nikmat-nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melampaui batas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan 74
Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ʻĀd dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) dianggap lemah لِمَنْ liman bagi orang ءَامَنَ āmana beriman مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَتَعْلَمُونَ ataʿlamūna tahukah kamu أَنَّ anna bahwa sesungguhnya صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan Saleh مُّرْسَلٌۭ mur'salun menjadi Rasul مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab إِنَّا innā sesungguhnya kami بِمَآ bimā dengan apa أُرْسِلَ ur'sila diutus/disampaikan بِهِۦ bihi dengannya مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman 75
Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, "Tahukah kamu bahwa Ṣālīḥ di utus (menjadi rasul) oleh Tuhan-nya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Ṣālīḥ diutus untuk menyampaikannya".
قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri إِنَّا innā sesungguhnya kami بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang ءَامَنتُم āmantum kamu imankan بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna ingkar/tidak percaya 76
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".
فَعَقَرُوا۟ faʿaqarū maka mereka menyembelih ٱلنَّاقَةَ l-nāqata unta betina وَعَتَوْا۟ waʿataw dan mereka durhaka عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata يَـٰصَـٰلِحُ yāṣāliḥu Hai shaleh ٱئْتِنَا i'tinā datangkan kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan pada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna orang-orang yang diutus 77
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata, "Hai Ṣālīḥ, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".
فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى fī dalam دَارِهِمْ dārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat yang bergelimpangan 78
Karena itu, mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقَالَ waqāla dan dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَقَدْ laqad sesungguhnya أَبْلَغْتُكُمْ ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu رِسَالَةَ risālata risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَنَصَحْتُ wanaṣaḥtu dan aku telah memberi nasehat لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَـٰكِن walākin tetapi لَّا lā tidak تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu menyukai ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat 79
Maka Ṣālīḥ meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhan-ku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat".
وَلُوطًا walūṭan dan Luth إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu kerjakan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata yang keji مَا mā tidak/belum pernah سَبَقَكُم sabaqakum dikerjakan kamu بِهَا bihā dengannya مِنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam 80
Dan (Kami juga telah mengutus) Lūṭ (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah itu1, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?"
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَتَأْتُونَ latatūna sungguh kamu mendatangi ٱلرِّجَالَ l-rijāla orang laki-laki شَهْوَةًۭ shahwatan nafsu مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi perempuan بَلْ bal bahkan أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّسْرِفُونَ mus'rifūna orang-orang yang melampaui batas 81
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan أَخْرِجُوهُم akhrijūhum keluarlah mereka مِّن min dari قَرْيَتِكُمْ ۖ qaryatikum negerimu ini إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka أُنَاسٌۭ unāsun manusia يَتَطَهَّرُونَ yataṭahharūna mereka mensucikan diri 82
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Usirlah mereka (Lūṭ dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya كَانَتْ kānat adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal 83
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa 84
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada مَدْيَنَ madyana penduduk Madyan أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka شُعَيْبًۭا ۗ shuʿayban Syuaib قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia قَدْ qad sesungguhnya جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu بَيِّنَةٌۭ bayyinatun bukti nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَأَوْفُوا۟ fa-awfū maka sempurnakanlah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan وَلَا walā dan jangan تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu kurangi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum segala sesuatu mereka وَلَا walā dan jangan تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بَعْدَ baʿda sesudah إِصْلَـٰحِهَا ۚ iṣ'lāḥihā memperbaikinya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman 85
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan1 saudara mereka, Syuʻayb. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhan-mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".
وَلَا walā jangan تَقْعُدُوا۟ taqʿudū kamu duduk-duduk بِكُلِّ bikulli di setiap صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalanan تُوعِدُونَ tūʿidūna kamu menakut-nakuti وَتَصُدُّونَ wataṣuddūna dan kamu menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman بِهِۦ bihi dengannya وَتَبْغُونَهَا watabghūnahā dan kamu menginginkannya عِوَجًۭا ۚ ʿiwajan bengkok وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah إِذْ idh ketika كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَلِيلًۭا qalīlan sedikit فَكَثَّرَكُمْ ۖ fakatharakum maka/lalu Dia memperbanyak kamu وَٱنظُرُوا۟ wa-unẓurū dan perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan 86
Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنكُمْ minkum diantara kamu ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku diutus بِهِۦ bihi dengannya وَطَآئِفَةٌۭ waṭāifatun dan segolongan لَّمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman فَٱصْبِرُوا۟ fa-iṣ'birū maka bersabarlah kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَحْكُمَ yaḥkuma menetapkan hukum ٱللَّهُ l-lahu Allah بَيْنَنَا ۚ baynanā diantara kita وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna Penghukum/Hakim 87
Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.