Tilawahku
Masuk
۞

يونس

Yunus

Yunus Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra تِلْكَ til'ka ini ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi hikmah

Alif Lām Rā1. Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang mengandung hikmah.

🔊 Sedang diputar

أَكَانَ akāna adakah/patutkah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia عَجَبًا ʿajaban keheranan أَنْ an bahwa أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami mewahyukan إِلَىٰ ilā kepada رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka أَنْ an agar أَنذِرِ andhiri ia memberi peringatan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَبَشِّرِ wabashiri dan gembirakanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنَّ anna bahwasanya لَهُمْ lahum bagi mereka قَدَمَ qadama kedudukan صِدْقٍ ṣid'qin kebenaran عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka قَالَ qāla berkata ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَسَـٰحِرٌۭ lasāḥirun sungguh tukang sihir مُّبِينٌ mubīnun nyata

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata".

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi فِى dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ ۖ l-ʿarshi 'Arasy يُدَبِّرُ yudabbiru Dia mengatur ٱلْأَمْرَ ۖ l-amra segala urusan مَا tidak مِن min dari شَفِيعٍ shafīʿin seorang pemberi syafaat إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah إِذْنِهِۦ ۚ idh'nihi izinNya ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia أَفَلَا afalā maka apakah tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat, kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

🔊 Sedang diputar

إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semuanya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقًّا ۚ ḥaqqan benar إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَبْدَؤُا۟ yabda-u Dia memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu Dia mengembalikannya لِيَجْزِىَ liyajziya karena Dia hendak memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan adil وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَهُمْ lahum bagi mereka شَرَابٌۭ sharābun minuman مِّنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin air yang sangat panas وَعَذَابٌ waʿadhābun dan azab أَلِيمٌۢ alīmun pedih بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir

Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit) agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari ضِيَآءًۭ ḍiyāan bersinar وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan نُورًۭا nūran bercahaya وَقَدَّرَهُۥ waqaddarahu dan Dia tetapkannya مَنَازِلَ manāzila tempat-tempat beredar لِتَعْلَمُوا۟ litaʿlamū agar kamu mengetahui عَدَدَ ʿadada bilangan ٱلسِّنِينَ l-sinīna tahun وَٱلْحِسَابَ ۚ wal-ḥisāba dan perhitungan مَا tidak خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian إِلَّا illā kecuali/melainkan بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar/hak يُفَصِّلُ yufaṣṣilu Dia menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu, melainkan dengan hak 1. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya فِى didalam ٱخْتِلَـٰفِ ikh'tilāfi pertukaran ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَمَا wamā dan apa خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan لِقَآءَنَا liqāanā pertemuan dengan Kami وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka rela/puas بِٱلْحَيَوٰةِ bil-ḥayati dengan kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱطْمَأَنُّوا۟ wa-iṭ'ma-annū dan/serta merasa tentram بِهَا bihā dengannya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lalai

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu مَأْوَىٰهُمُ mawāhumu tempat mereka ٱلنَّارُ l-nāru neraka بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

mereka itu tempatnya ialah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh يَهْدِيهِمْ yahdīhim memberi petunjuk mereka رَبُّهُم rabbuhum Tuhan mereka بِإِيمَـٰنِهِمْ ۖ biīmānihim karena keimanan mereka تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمُ taḥtihimu bawah mereka ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai فِى dalam جَنَّـٰتِ jannāti surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi kenikmatan

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya 1, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.

🔊 Sedang diputar

دَعْوَىٰهُمْ daʿwāhum doa mereka فِيهَا fīhā didalamnya سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah وَتَحِيَّتُهُمْ wataḥiyyatuhum dan penghormatan mereka فِيهَا fīhā didalamnya سَلَـٰمٌۭ ۚ salāmun salam sejahtera وَءَاخِرُ waākhiru dan akhir/penutup دَعْوَىٰهُمْ daʿwāhum doa mereka أَنِ ani ialah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Doa 1 mereka di dalamnya ialah "Subḥānakallāhumma" 2 dan salam penghormatan mereka ialah "Salām" 3. Dan penutup doa mereka ialah "Alḥamdulillāhi Rabbil ʻālamīn " 4.

🔊 Sedang diputar

۞ وَلَوْ walaw dan kalau /sekiranya يُعَجِّلُ yuʿajjilu menyegerakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia ٱلشَّرَّ l-shara kejahatan ٱسْتِعْجَالَهُم is'tiʿ'jālahum permintaan penyegeraan mereka بِٱلْخَيْرِ bil-khayri dengan kebaikan لَقُضِىَ laquḍiya pasti diputus/diakhiri إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَجَلُهُمْ ۖ ajaluhum ajal/umur mereka فَنَذَرُ fanadharu maka/akan tetapi Kami biarkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan لِقَآءَنَا liqāanā pertemuan dengan Kami فِى dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kesesatan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka bingung

Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami bergelimangan di dalam kesesatan mereka.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّ massa menimpa ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia ٱلضُّرُّ l-ḍuru bahaya دَعَانَا daʿānā dia berdoa kepada Kami لِجَنۢبِهِۦٓ lijanbihi dalam keadaan berbaring أَوْ aw atau قَاعِدًا qāʿidan duduk أَوْ aw atau قَآئِمًۭا qāiman berdiri فَلَمَّا falammā maka setelah كَشَفْنَا kashafnā Kami hilangkan عَنْهُ ʿanhu dari padanya ضُرَّهُۥ ḍurrahu bahayanya مَرَّ marra dia melewati كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak يَدْعُنَآ yadʿunā dia berdoa kepada Kami إِلَىٰ ilā kepada/untuk ضُرٍّۢ ḍurrin bahaya مَّسَّهُۥ ۚ massahu menimpanya/menyentuhnya كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah زُيِّنَ zuyyina memandang baik لِلْمُسْرِفِينَ lil'mus'rifīna bagi orang-orang yang melampaui batas مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَهْلَكْنَا ahlaknā telah Kami binasakan ٱلْقُرُونَ l-qurūna umat-umat مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian لَمَّا lammā ketika ظَلَمُوا۟ ۙ ẓalamū mereka berbuat kezaliman وَجَآءَتْهُمْ wajāathum dan/padahal telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan nyata وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka لِيُؤْمِنُوا۟ ۚ liyu'minū hendak beriman كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berbuat dosa

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَـٰكُمْ jaʿalnākum Kami jadikan kamu خَلَـٰٓئِفَ khalāifa khalifah/pengganti-pengganti فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka لِنَنظُرَ linanẓura supaya Kami memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu berbuat

Kemudian, Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَاتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ ۙ bayyinātin yang nyata قَالَ qāla berkatalah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَرْجُونَ yarjūna (mereka) mengharapkan لِقَآءَنَا liqāanā perjumpaan dengan Kami ٱئْتِ i'ti datangkanlah بِقُرْءَانٍ biqur'ānin dengan Al Quran غَيْرِ ghayri selain هَـٰذَآ hādhā ini أَوْ aw atau بَدِّلْهُ ۚ baddil'hu gantilah ia قُلْ qul katakanlah مَا tidak ada يَكُونُ yakūnu ada/patut لِىٓ bagiku أَنْ an untuk أُبَدِّلَهُۥ ubaddilahu aku menggantinya مِن min dari تِلْقَآئِ til'qāi pihakku نَفْسِىٓ ۖ nafsī diriku sendiri إِنْ in tidaklah أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti إِلَّا illā kecuali مَا apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ۖ ilayya kepadaku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut إِنْ in jika عَصَيْتُ ʿaṣaytu aku mendurhakai رَبِّى rabbī Tuhanku عَذَابَ ʿadhāba siksa يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, "Datangkanlah Al-Qur`ān yang lain dari ini1 atau gantilah dia" 2. Katakanlah, "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut, kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhan-ku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لَّوْ law jikalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا tidak تَلَوْتُهُۥ talawtuhu kubacakan ia/ayat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَآ walā dan tidak أَدْرَىٰكُم adrākum Dia beritahukan kepadamu بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَقَدْ faqad maka sesungguhnya لَبِثْتُ labith'tu aku telah tinggal فِيكُمْ fīkum padamu/bersamamu عُمُرًۭا ʿumuran beberapa masa مِّن min dari قَبْلِهِۦٓ ۚ qablihi sebelumnya أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Katakanlah, "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya 1. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?

🔊 Sedang diputar

فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ biāyātihi dengan ayat-ayatNya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berbuat dosa

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.

🔊 Sedang diputar

وَيَعْبُدُونَ wayaʿbudūna dan mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa/sesuatu لَا tidak يَضُرُّهُمْ yaḍurruhum memberi mudharat kepadamu وَلَا walā dan tidak يَنفَعُهُمْ yanfaʿuhum memberi manfaat kepada mereka وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu شُفَعَـٰٓؤُنَا shufaʿāunā pemberi syafaat kepada kami عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قُلْ qul katakanlah أَتُنَبِّـُٔونَ atunabbiūna apakah kamu mengabarkan ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa لَا tidak يَعْلَمُ yaʿlamu Dia ketahui فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā daripada apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Dan mereka menyembah selain dari Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah". Katakanlah, "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya, baik di langit maupun tidak (pula) di bumi?" 1 Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِلَّآ illā kecuali أُمَّةًۭ ummatan umat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu فَٱخْتَلَفُوا۟ ۚ fa-ikh'talafū maka/lalu mereka berselisih وَلَوْلَا walawlā dan jikalau tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَقُضِىَ laquḍiya pasti telah diputuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka فِيمَا fīmā dalam/tentang apa فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan

Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih1. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhan-mu dahulu 2, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka3 tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

🔊 Sedang diputar

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ءَايَةٌۭ āyatun suatu keterangan مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya فَقُلْ faqul maka katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْغَيْبُ l-ghaybu yang gaib لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah فَٱنتَظِرُوٓا۟ fa-intaẓirū maka tunggulah olehmu إِنِّى innī sesungguhnya aku مَعَكُم maʿakum bersama kamu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنتَظِرِينَ l-muntaẓirīna orang-orang yang menunggu

Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhan-nya?" Maka katakanlah, "Sesungguhnya yang gaib itu1 kepunyaan Allah sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَذَقْنَا adhaqnā Kami rasakan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia رَحْمَةًۭ raḥmatan suatu rahmat مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ضَرَّآءَ ḍarrāa bahaya مَسَّتْهُمْ massathum menimpa mereka إِذَا idhā tiba-tiba لَهُم lahum bagi mereka مَّكْرٌۭ makrun tipu daya فِىٓ dalam ءَايَاتِنَا ۚ āyātinā ayat-ayat/tanda-tanda Kami قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah أَسْرَعُ asraʿu lebih cepat مَكْرًا ۚ makran tipu daya إِنَّ inna sesungguhnya رُسُلَنَا rusulanā utusan-utusan Kami يَكْتُبُونَ yaktubūna mereka menulis مَا apa تَمْكُرُونَ tamkurūna apa yang kamu tipu dayakan

Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah, "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُسَيِّرُكُمْ yusayyirukum menjadikan kamu dapat berjalan فِى di ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ ۖ wal-baḥri dan lautan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki bahtera وَجَرَيْنَ wajarayna dan meluncur/berlayarlah ia بِهِم bihim dengan mereka بِرِيحٍۢ birīḥin dengan angin طَيِّبَةٍۢ ṭayyibatin yang baik وَفَرِحُوا۟ wafariḥū dan mereka bergembira بِهَا bihā dengannya/karenanya جَآءَتْهَا jāathā datang kepadanya رِيحٌ rīḥun angin عَاصِفٌۭ ʿāṣifun badai وَجَآءَهُمُ wajāahumu dan datang/menimpa mereka ٱلْمَوْجُ l-mawju gelombang مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap/segenap مَكَانٍۢ makānin tempat/penjuru وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka أُحِيطَ uḥīṭa diliputi/terkepung بِهِمْ ۙ bihim dengan mereka دَعَوُا۟ daʿawū mereka berdoa ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna mengikhlaskan لَهُ lahu kepadaNya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/agama لَئِنْ la-in sesungguhnya jika أَنجَيْتَنَا anjaytanā Engkau menyelamatkan kami مِنْ min dari هَـٰذِهِۦ hādhihi ini لَنَكُونَنَّ lanakūnanna pastilah kami berada/menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Dia-lah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّآ falammā maka setelah أَنجَىٰهُمْ anjāhum Kami selamatkan mereka إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَبْغُونَ yabghūna mereka melampaui batas/membuat kezaliman فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa ٱلْحَقِّ ۗ l-ḥaqi benar/hak يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah بَغْيُكُمْ baghyukum pelampauan batasmu/kezalimanmu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِكُم ۖ anfusikum diri kalian sendiri مَّتَـٰعَ matāʿa kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَنُنَبِّئُكُم fanunabbi-ukum maka/lalu Kami jelaskan kepadamu بِمَا bimā dengan/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia كَمَآءٍ kamāin seperti air أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَٱخْتَلَطَ fa-ikh'talaṭa maka/lalu ia bercampur بِهِۦ bihi dengannya نَبَاتُ nabātu tumbuh-tumbuhan ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِمَّا mimmā dari padanya/diantaranya يَأْكُلُ yakulu memakan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَٱلْأَنْعَـٰمُ wal-anʿāmu dan binatang ternak حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَخَذَتِ akhadhati menampakkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi زُخْرُفَهَا zukh'rufahā keindahannya وَٱزَّيَّنَتْ wa-izzayyanat dan terhias ia وَظَنَّ waẓanna dan mengira أَهْلُهَآ ahluhā penduduknya/pemiliknya أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka قَـٰدِرُونَ qādirūna mereka menguasai عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya أَتَىٰهَآ atāhā datang kepadanya أَمْرُنَا amrunā perintah/azab Kami لَيْلًا laylan malam أَوْ aw atau نَهَارًۭا nahāran siang فَجَعَلْنَـٰهَا fajaʿalnāhā maka/lalu Kami jadikannya حَصِيدًۭا ḥaṣīdan tanaman yang sudah disabit كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam belum pernah تَغْنَ taghna tumbuh بِٱلْأَمْسِ ۚ bil-amsi kemarin كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan memakai (pula) perhiasannya 1 dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya 2, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berpikir.

🔊 Sedang diputar

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَدْعُوٓا۟ yadʿū Dia menyeru إِلَىٰ ilā kepada دَارِ dāri rumah/tempat ٱلسَّلَـٰمِ l-salāmi keselamatan/kedamaian وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Allah menyeru (manusia) ke Dārissalām (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)1.

🔊 Sedang diputar

۞ لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū (mereka) berbuat baik ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā terbaik وَزِيَادَةٌۭ ۖ waziyādatun dan tambahan وَلَا walā dan tidak يَرْهَقُ yarhaqu mereka itu وُجُوهَهُمْ wujūhahum wajah-wajah mereka قَتَرٌۭ qatarun kehitaman وَلَا walā dan tidak ذِلَّةٌ ۚ dhillatun kehinaan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya 1. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan 2. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَسَبُوا۟ kasabū (mereka) mengerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan جَزَآءُ jazāu balasan سَيِّئَةٍۭ sayyi-atin kejahatan بِمِثْلِهَا bimith'lihā dengan setimpalnya وَتَرْهَقُهُمْ watarhaquhum dan menutupi mereka ذِلَّةٌۭ ۖ dhillatun kehinaan مَّا tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari عَاصِمٍۢ ۖ ʿāṣimin seorang pelindung كَأَنَّمَآ ka-annamā seakan-akan أُغْشِيَتْ ugh'shiyat ditutupi وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka قِطَعًۭا qiṭaʿan sepotong/sebagian مِّنَ mina dari ٱلَّيْلِ al-layli malam مُظْلِمًا ۚ muẓ'liman gelap gulita أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

🔊 Sedang diputar

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari نَحْشُرُهُمْ naḥshuruhum Kami kumpulkan mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya ثُمَّ thumma kemudian نَقُولُ naqūlu Kami berkata لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan مَكَانَكُمْ makānakum tempat kamu أَنتُمْ antum kamu وَشُرَكَآؤُكُمْ ۚ washurakāukum dan sekutu-sekutu kamu فَزَيَّلْنَا fazayyalnā maka/lalu Kami pisahkan بَيْنَهُمْ ۖ baynahum diantara mereka وَقَالَ waqāla dan berkata شُرَكَآؤُهُم shurakāuhum sekutu-sekutu mereka مَّا tidak ada كُنتُمْ kuntum kalian adalah إِيَّانَا iyyānā kepada kami تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah

(Ingatlah) suatu hari (ketika itu). Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), "Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu". Lalu, Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, "Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.

🔊 Sedang diputar

فَكَفَىٰ fakafā maka cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۢا shahīdan menjadi saksi بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan antara kamu إِن in bahwa كُنَّا kunnā kami عَنْ ʿan dari عِبَادَتِكُمْ ʿibādatikum penyembahan kamu لَغَـٰفِلِينَ laghāfilīna sungguh lalai/tidak tahu

Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu; bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami) 1.

🔊 Sedang diputar

هُنَالِكَ hunālika disanalah تَبْلُوا۟ tablū merasakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri/jiwa مَّآ apa أَسْلَفَتْ ۚ aslafat telah terdahulu وَرُدُّوٓا۟ waruddū dan mereka dikembalikan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَوْلَىٰهُمُ mawlāhumu Pelindung mereka ٱلْحَقِّ ۖ l-ḥaqi benar وَضَلَّ waḍalla dan lenyaplah عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka adakan

Di tempat itu (Padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah مَن man siapakah يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi أَمَّن amman atau siapakah يَمْلِكُ yamliku kuasa ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْأَبْصَـٰرَ wal-abṣāra dan penglihatan وَمَن waman dan siapakah يُخْرِجُ yukh'riju mengeluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَيُخْرِجُ wayukh'riju dan mengeluarkan ٱلْمَيِّتَ l-mayita yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ l-ḥayi yang hidup وَمَن waman dan siapakah يُدَبِّرُ yudabbiru mengatur ٱلْأَمْرَ ۚ l-amra (segala) urusan فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka mereka berkata ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah فَقُلْ faqul maka katakanlah أَفَلَا afalā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup 1 dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab, "Allah". Maka katakanlah, "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"

🔊 Sedang diputar

فَذَٰلِكُمُ fadhālikumu maka demikianlah/itulah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu sebenarnya فَمَاذَا famādhā maka tidak ada بَعْدَ baʿda sesudah ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran إِلَّا illā melainkan ٱلضَّلَـٰلُ ۖ l-ḍalālu kesesatan فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُصْرَفُونَ tuṣ'rafūna kamu dipalingkan

Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?

🔊 Sedang diputar

كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah حَقَّتْ ḥaqqat telah tetap/berlaku كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَسَقُوٓا۟ fasaqū (mereka) fasik أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman

Demikianlah telah tetap hukuman Tuhan-mu terhadap orang-orang yang fasik karena sesungguhnya mereka tidak beriman.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah مِن min dari شُرَكَآئِكُم shurakāikum sekutu-sekutu kamu مَّن man orang يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai ٱلْخَلْقَ l-khalqa penciptaan ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ ۚ yuʿīduhu Dia mengembalikannya قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai ٱلْخَلْقَ l-khalqa penciptaan ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ ۖ yuʿīduhu Dia mengembalikannya فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu dipalingkan

Katakanlah, "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?" katakanlah, "Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?"

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah مِن min dari شُرَكَآئِكُم shurakāikum sekutu-sekutu kamu مَّن man orang يَهْدِىٓ yahdī memberi petunjuk إِلَى ilā kepada ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi hak/kebenaran قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk لِلْحَقِّ ۗ lil'ḥaqqi kepada hak/kebenaran أَفَمَن afaman apakah orang يَهْدِىٓ yahdī memberi petunjuk إِلَى ilā kepada ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa يُتَّبَعَ yuttabaʿa diikuti أَمَّن amman ataukah orang لَّا tidak يَهِدِّىٓ yahiddī ia memberi petunjuk إِلَّآ illā kecuali أَن an agar يُهْدَىٰ ۖ yuh'dā diberi petunjuk فَمَا famā maka mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian كَيْفَ kayfa bagaimana تَحْكُمُونَ taḥkumūna kamu mengambil keputusan

Katakanlah, "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah, "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak يَتَّبِعُ yattabiʿu mengikuti أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka إِلَّا illā kecuali ظَنًّا ۚ ẓannan persangkaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلظَّنَّ l-ẓana persangkaan لَا tidak يُغْنِى yugh'nī berguna/mampu مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran شَيْـًٔا ۚ shayan sedikitpun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran 1. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran أَن an untuk يُفْتَرَىٰ yuf'tarā diadakan/dibuat مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِن walākin akan tetapi تَصْدِيقَ taṣdīqa ia membenarkan ٱلَّذِى alladhī yang بَيْنَ bayna diantara يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya وَتَفْصِيلَ watafṣīla dan menjelaskan ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab لَا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi didalamnya مِن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Tidaklah mungkin Al-Qur`ān ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al-Qur`ān itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya 1, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu membuat-buatnya قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah بِسُورَةٍۢ bisūratin dengan sebuah surat مِّثْلِهِۦ mith'lihi seumpamanya/sepertinya (Al Quran) وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah مَنِ mani siapa-siapa ٱسْتَطَعْتُم is'taṭaʿtum kamu sanggup/dapat مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah, "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surah seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah jika kamu orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

بَلْ bal bahkan كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِمَا bimā dengan apa لَمْ lam tidak يُحِيطُوا۟ yuḥīṭū mereka meliputi/mengetahui بِعِلْمِهِۦ biʿil'mihi dengan ilmu pengetahuannya وَلَمَّا walammā dan belum يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka تَأْوِيلُهُۥ ۚ tawīluhu penjelasannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۖ qablihim sebelum mereka فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah ia عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang zalim

Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.

🔊 Sedang diputar

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang لَّا tidak يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِهِۦ ۚ bihi dengannya/kepadanya وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُفْسِدِينَ bil-muf'sidīna terhadap orang-orang yang membuat kerusakan

Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al-Qur`ān dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhan-mu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu فَقُل faqul maka katakanlah لِّى bagiku عَمَلِى ʿamalī pekerjaanku وَلَكُمْ walakum dan bagimu عَمَلُكُمْ ۖ ʿamalukum pekerjaanmu أَنتُم antum kamu بَرِيٓـُٔونَ barīūna berlepas diri مِمَّآ mimmā dari apa أَعْمَلُ aʿmalu aku kerjakan وَأَنَا۠ wa-anā dan aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan".

🔊 Sedang diputar

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan إِلَيْكَ ۚ ilayka kepadamu أَفَأَنتَ afa-anta apakah kamu تُسْمِعُ tus'miʿu memperdengarkan ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang yang tuli وَلَوْ walaw walaupun كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mau mengerti

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu 1. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.

🔊 Sedang diputar

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَنظُرُ yanẓuru ia melihat إِلَيْكَ ۚ ilayka kepadamu أَفَأَنتَ afa-anta apakah kamu تَهْدِى tahdī memberi petunjuk ٱلْعُمْىَ l-ʿum'ya orang yang buta وَلَوْ walaw walaupun كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا tidak dapat يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat

Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu 1, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَظْلِمُ yaẓlimu menganiaya ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

🔊 Sedang diputar

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum (Allah) mengumpulkan mereka كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam belum pernah يَلْبَثُوٓا۟ yalbathū tinggal إِلَّا illā kecuali سَاعَةًۭ sāʿatan sesaat مِّنَ mina dari ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang hari يَتَعَارَفُونَ yataʿārafūna mereka saling berkenalan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka قَدْ qad sesungguhnya خَسِرَ khasira rugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِلِقَآءِ biliqāi dengan pertemuan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.

🔊 Sedang diputar

وَإِمَّا wa-immā dan adapun/jika نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu بَعْضَ baʿḍa sesudah ٱلَّذِى alladhī yang نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancam mereka أَوْ aw atau نَتَوَفَّيَنَّكَ natawaffayannaka Kami wafatkan kamu فَإِلَيْنَا fa-ilaynā maka kepada Kami مَرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali mereka ثُمَّ thumma kemudian ٱللَّهُ l-lahu Allah شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan

Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali 1, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin umat رَّسُولٌۭ ۖ rasūlun Rasul فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa telah datang رَسُولُهُمْ rasūluhum Rasul mereka قُضِىَ quḍiya diputuskan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْقِسْطِ bil-qis'ṭi dengan adil وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya

Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka 1 dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya.

🔊 Sedang diputar

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan مَتَىٰ matā bilakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu ancaman إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Mereka mengatakan, "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?"

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لَّآ tidak أَمْلِكُ amliku aku berkuasa لِنَفْسِى linafsī bagi diriku ضَرًّۭا ḍarran mendatangkan kemudharatan وَلَا walā dan tidak نَفْعًا nafʿan manfaat إِلَّا illā melainkan مَا apa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap أُمَّةٍ ummatin umat أَجَلٌ ۚ ajalun ajal إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa telah datang أَجَلُهُمْ ajaluhum ajal mereka فَلَا falā maka tidak يَسْتَـْٔخِرُونَ yastakhirūna mereka mengundurkan سَاعَةًۭ ۖ sāʿatan sesaat وَلَا walā dan tidak يَسْتَقْدِمُونَ yastaqdimūna mereka mendahulukan

Katakanlah, "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal 1. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu إِنْ in jika أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu عَذَابُهُۥ ʿadhābuhu siksaanNya بَيَـٰتًا bayātan diwaktu malam أَوْ aw atau نَهَارًۭا nahāran diwaktu siang مَّاذَا mādhā apakah يَسْتَعْجِلُ yastaʿjilu minta disegerakan مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa

Katakanlah, "Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu meminta disegerakan juga?"

🔊 Sedang diputar

أَثُمَّ athumma apakah kemudian إِذَا idhā apabila مَا apa وَقَعَ waqaʿa telah terjadi ءَامَنتُم āmantum kamu percaya بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya ءَآلْـَٔـٰنَ āl'āna apakah sekarang وَقَدْ waqad dan sungguh/padahal كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan

Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang 1 (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian قِيلَ qīla dikatakan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah olehmu عَذَابَ ʿadhāba siksaan ٱلْخُلْدِ l-khul'di kekal هَلْ hal apakah تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan إِلَّا illā kecuali بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْسِبُونَ taksibūna kamu kerjakan

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu, "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan, melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan".

🔊 Sedang diputar

۞ وَيَسْتَنۢبِـُٔونَكَ wayastanbiūnaka dan mereka menanyakan kepadamu أَحَقٌّ aḥaqqun apakah benar هُوَ ۖ huwa ia قُلْ qul katakanlah إِى ī ya/benar وَرَبِّىٓ warabbī demi Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia (azab) لَحَقٌّۭ ۖ laḥaqqun sungguh benar وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan orang-orang yang terlepas

Dan mereka menanyakan kepadamu, "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah, "Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya)".

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّ anna bahwasanya لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri ظَلَمَتْ ẓalamat ia zalim مَا apa فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi لَٱفْتَدَتْ la-if'tadat tentu ia tebus بِهِۦ ۗ bihi dengannya وَأَسَرُّوا۟ wa-asarrū dan mereka menyembunyikan ٱلنَّدَامَةَ l-nadāmata penyesalan لَمَّا lammā tatkala رَأَوُا۟ ra-awū mereka melihat ٱلْعَذَابَ ۖ l-ʿadhāba siksaan وَقُضِىَ waquḍiya dan diberi keputusan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan adil وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya

Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu dan mereka menyembunyikan 1 penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.

🔊 Sedang diputar

أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan وَيُمِيتُ wayumītu dan mematikan وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia قَدْ qad sungguh جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu مَّوْعِظَةٌۭ mawʿiẓatun pelajaran مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَشِفَآءٌۭ washifāon dan penyembuh/penawar لِّمَا limā bagi apa (penyakit) فِى dalam ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah بِفَضْلِ bifaḍli dengan karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah وَبِرَحْمَتِهِۦ wabiraḥmatihi dan rahmatNya فَبِذَٰلِكَ fabidhālika maka dengan demikian فَلْيَفْرَحُوا۟ falyafraḥū hendaklah mereka bergembira هُوَ huwa ia خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّا mimmā dari apa يَجْمَعُونَ yajmaʿūna mereka kumpulkan

Katakanlah, "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُم ara-aytum bagaimana pendapatmu مَّآ apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari رِّزْقٍۢ riz'qin rezki فَجَعَلْتُم fajaʿaltum maka/lalu kamu jadikan مِّنْهُ min'hu daripadanya حَرَامًۭا ḥarāman haram وَحَلَـٰلًۭا waḥalālan dan halal قُلْ qul katakanlah ءَآللَّهُ āllahu apakah Allah أَذِنَ adhina memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian أَمْ am atau عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah تَفْتَرُونَ taftarūna kamu mengada-adakan

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal". Katakanlah, "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan apakah ظَنُّ ẓannu dugaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَفْتَرُونَ yaftarūna (mereka) mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَذُو ladhū benar-benar mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur

Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak تَكُونُ takūnu kamu adalah فِى dalam شَأْنٍۢ shanin suatu keadaan وَمَا wamā dan tidak تَتْلُوا۟ tatlū kamu membaca مِنْهُ min'hu daripadanya (ayat) مِن min dari قُرْءَانٍۢ qur'ānin Al Quran وَلَا walā dan tidak تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu mengerjakan مِنْ min dari عَمَلٍ ʿamalin pekerjaan إِلَّا illā melainkan كُنَّا kunnā adalah Kami عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian شُهُودًا shuhūdan menjadi saksi إِذْ idh ketika تُفِيضُونَ tufīḍūna kamu melakukan فِيهِ ۚ fīhi padanya وَمَا wamā dan tidak يَعْزُبُ yaʿzubu luput عَن ʿan dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu مِن min dari مِّثْقَالِ mith'qāli seberat ذَرَّةٍۢ dharratin zarrah/atom فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَلَآ walā dan tidak أَصْغَرَ aṣghara lebih kecil مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian وَلَآ walā dan tidak أَكْبَرَ akbara lebih besar إِلَّا illā melainkan فِى dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab مُّبِينٍ mubīnin yang ayat

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur`ān dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhan-mu biarpun sebesar żarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata( Lawḥ Maḥfūẓ).

🔊 Sedang diputar

أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya أَوْلِيَآءَ awliyāa wali-wali ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا tidak ada خَوْفٌ khawfun khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

🔊 Sedang diputar

لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْبُشْرَىٰ l-bush'rā kabar gembira فِى didalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَفِى wafī dan dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat لَا tidak ada تَبْدِيلَ tabdīla perubahan لِكَلِمَـٰتِ likalimāti bagi kalimat-kalimat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian هُوَ huwa ia ٱلْفَوْزُ l-fawzu kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu قَوْلُهُمْ ۘ qawluhum perkataan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kemuliaan/kekuasaan لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah جَمِيعًا ۚ jamīʿan seluruhnya هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah مَن man orang/apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَن waman dan orang/apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidak يَتَّبِعُ yattabiʿu mengikuti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah شُرَكَآءَ ۚ shurakāa sekutu-sekutu إِن in jika/tidaklah يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti إِلَّا illā kecuali ٱلظَّنَّ l-ẓana persangkaan وَإِنْ wa-in dan jika/tidaklah هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَخْرُصُونَ yakhruṣūna mereka berdusta

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka dan mereka hanyalah menduga-duga.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam لِتَسْكُنُوا۟ litaskunū supaya kamu beristirahat فِيهِ fīhi padanya وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang مُبْصِرًا ۚ mub'ṣiran terang benderang إِنَّ inna sesungguhnya فِى didalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin terdapat tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar

Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar 1.

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil/mempunyai ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَدًۭا ۗ waladan anak سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ sub'ḥānahu Maha Suci Dia هُوَ huwa Dia ٱلْغَنِىُّ ۖ l-ghaniyu Maha Kaya لَهُۥ lahu kepunyaanNya مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi إِنْ in jika tidak عِندَكُم ʿindakum kamu mempunyai مِّن min dari سُلْطَـٰنٍۭ sul'ṭānin hujjah/keterangan بِهَـٰذَآ ۚ bihādhā dengan ini أَتَقُولُونَ ataqūlūna apakah kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَفْتَرُونَ yaftarūna (mereka) mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba kedustaan لَا tidak يُفْلِحُونَ yuf'liḥūna mereka beruntung

Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung".

🔊 Sedang diputar

مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami مَرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali mereka ثُمَّ thumma kemudian نُذِيقُهُمُ nudhīquhumu Kami rasakan kepada mereka ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksaan ٱلشَّدِيدَ l-shadīda keras/berat بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.

🔊 Sedang diputar

۞ وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka نَبَأَ naba-a berita نُوحٍ nūḥin Nuh إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لِقَوْمِهِۦ liqawmihi pada kaumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِن in jika كَانَ kāna ada كَبُرَ kabura terasa berat عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مَّقَامِى maqāmī kedudukanku وَتَذْكِيرِى watadhkīrī dan peringatanku بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَعَلَى faʿalā maka atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal فَأَجْمِعُوٓا۟ fa-ajmiʿū maka kumpulkan أَمْرَكُمْ amrakum keputusanmu وَشُرَكَآءَكُمْ washurakāakum dan sekutu-sekutumu ثُمَّ thumma kemudian لَا jangan يَكُنْ yakun hendaknya أَمْرُكُمْ amrukum keputusanmu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian غُمَّةًۭ ghummatan dirahasiakan/ragu-ragu ثُمَّ thumma kemudian ٱقْضُوٓا۟ iq'ḍū lakukanlah إِلَىَّ ilayya kepadaku وَلَا walā dan jangan تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat

Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nūḥ di waktu dia berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian, janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling فَمَا famā maka tidak سَأَلْتُكُم sa-altukum aku meminta kepadamu مِّنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَى ʿalā atas/dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintah أَنْ an agar أَكُونَ akūna aku menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun darimu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)".

🔊 Sedang diputar

فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya (Nuh) فَنَجَّيْنَـٰهُ fanajjaynāhu maka/lalu Kami selamatkan dia وَمَن waman dan orang-orang مَّعَهُۥ maʿahu bersamanya فِى didalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki bahtera وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka خَلَـٰٓئِفَ khalāifa khalifah/penguasa وَأَغْرَقْنَا wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan

Lalu, mereka mendustakan Nūḥ, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya رُسُلًا rusulan beberapa Rasul إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِمْ qawmihim kaum mereka فَجَآءُوهُم fajāūhum maka datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَمَا famā maka tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka لِيُؤْمِنُوا۟ liyu'minū mereka hendak beriman بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِهِۦ bihi dengannya مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَطْبَعُ naṭbaʿu Kami kunci/cap عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِ qulūbi hati-hati ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas

Kemudian sesudah Nūḥ, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya 1. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus مِنۢ min dari بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombongkan diri وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Hārūn kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi Kami قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَسِحْرٌۭ lasiḥ'run adalah sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran 1 dari sisi Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla berkata مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَتَقُولُونَ ataqūlūna apakah kamu mengatakan لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi terhadap kebenaran لَمَّا lammā tatkala جَآءَكُمْ ۖ jāakum datang kepadamu أَسِحْرٌ asiḥ'run sihirkah هَـٰذَا hādhā ini وَلَا walā dan tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung/menang ٱلسَّـٰحِرُونَ l-sāḥirūna ahli-ahli sihir

Musa berkata, "Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?" padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan".

🔊 Sedang diputar

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami لِتَلْفِتَنَا litalfitanā untuk memalingkan kami عَمَّا ʿammā dari apa وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَا ābāanā bapak/nenek moyang kami وَتَكُونَ watakūna dan adalah/jadilah لَكُمَا lakumā bagi kamu berdua ٱلْكِبْرِيَآءُ l-kib'riyāu penguasa فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami لَكُمَا lakumā bagi kamu berdua بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna dengan mempercayai

Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya 1 dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi 2? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun ٱئْتُونِى i'tūnī datangkan kepadaku بِكُلِّ bikulli dengan setiap سَـٰحِرٍ sāḥirin ahli sihir عَلِيمٍۢ ʿalīmin pandai

Firʻawn berkata (kepada pemuka kaumnya), "Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!"

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka setelah جَآءَ jāa datang ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli sihir قَالَ qāla berkata لَهُم lahum kepada mereka مُّوسَىٰٓ mūsā Musa أَلْقُوا۟ alqū lemparkan مَآ apa أَنتُم antum kamu مُّلْقُونَ mul'qūna orang yang melemparkan

Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّآ falammā maka setelah أَلْقَوْا۟ alqaw mereka melemparkan قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa مَا apa جِئْتُم ji'tum kamu datangkan بِهِ bihi dengannya ٱلسِّحْرُ ۖ l-siḥ'ru sihir إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَيُبْطِلُهُۥٓ ۖ sayub'ṭiluhu akan membatalkannya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُصْلِحُ yuṣ'liḥu membiarkan berhasil عَمَلَ ʿamala pekerjaan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan

Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata, "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya". Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.

🔊 Sedang diputar

وَيُحِقُّ wayuḥiqqu dan membenarkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar بِكَلِمَـٰتِهِۦ bikalimātihi dengan kalimatNya وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berbuat dosa

Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).

🔊 Sedang diputar

فَمَآ famā maka tidak ada ءَامَنَ āmana yang beriman لِمُوسَىٰٓ limūsā kepada Musa إِلَّا illā kecuali ذُرِّيَّةٌۭ dhurriyyatun anak cucu مِّن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya عَلَىٰ ʿalā atas خَوْفٍۢ khawfin rasa takut مِّن min dari فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِمْ wamala-ihim dan pemuka-pemuka mereka أَن an akan يَفْتِنَهُمْ ۚ yaftinahum memfitnah/menyiksa mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun لَعَالٍۢ laʿālin berbuat sewenang-wenang فِى di(muka) ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas

Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firʻawn itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah ءَامَنتُم āmantum kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atas/kepadaNya تَوَكَّلُوٓا۟ tawakkalū bertawakkallah إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Berkata Musa, "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri".

🔊 Sedang diputar

فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوَكَّلْنَا tawakkalnā kami bertawakkal رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا jangan تَجْعَلْنَا tajʿalnā Engkau jadikan kami فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah لِّلْقَوْمِ lil'qawmi bagi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Lalu mereka berkata, "Kepada Allahlah kami bertawakal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

🔊 Sedang diputar

وَنَجِّنَا wanajjinā dan selamatkanlah kami بِرَحْمَتِكَ biraḥmatika dengan rahmat Engkau مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir

dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir".

🔊 Sedang diputar

وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan diwahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰ mūsā Musa وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya أَن an hendaknya تَبَوَّءَا tabawwaā kamu berdua membuat لِقَوْمِكُمَا liqawmikumā bagi kaummu berdua بِمِصْرَ bimiṣ'ra di Mesir بُيُوتًۭا buyūtan beberapa rumah وَٱجْعَلُوا۟ wa-ij'ʿalū dan jadikanlah بُيُوتَكُمْ buyūtakum beberapa rumah قِبْلَةًۭ qib'latan kiblat وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ ۗ l-ṣalata sholat وَبَشِّرِ wabashiri dan gembirakanlah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat salat dan dirikanlah olehmu salat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau ءَاتَيْتَ ātayta telah Engkau datangkan/berikan فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَأَهُۥ wamala-ahu dan pemuka-pemukanya زِينَةًۭ zīnatan perhiasan وَأَمْوَٰلًۭا wa-amwālan dan harta kekayaan فِى didalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لِيُضِلُّوا۟ liyuḍillū untuk mereka menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِكَ ۖ sabīlika jalan Engkau رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱطْمِسْ iṭ'mis binasakanlah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَمْوَٰلِهِمْ amwālihim harta kekayaan mereka وَٱشْدُدْ wa-ush'dud dan keraskan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَلَا falā maka tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَرَوُا۟ yarawū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksaan ٱلْأَلِيمَ l-alīma pedih

Musa berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Allah) berfirman قَدْ qad sesungguhnya أُجِيبَت ujībat telah diperkenankan دَّعْوَتُكُمَا daʿwatukumā permohonan kamu berdua فَٱسْتَقِيمَا fa-is'taqīmā maka tetapkanlah kamu berdua وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعَآنِّ tattabiʿānni kamu mengikuti سَبِيلَ sabīla jalan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

AlIah berfirman, "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".

🔊 Sedang diputar

۞ وَجَـٰوَزْنَا wajāwaznā dan Kami seberangkan بِبَنِىٓ bibanī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْبَحْرَ l-baḥra laut فَأَتْبَعَهُمْ fa-atbaʿahum maka/lalu mereka diikuti فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya بَغْيًۭا baghyan menganiaya وَعَدْوًا ۖ waʿadwan dan memusuhinya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَدْرَكَهُ adrakahu telah hampir dia (fir'aun) ٱلْغَرَقُ l-gharaqu tenggelam قَالَ qāla dia berkata ءَامَنتُ āmantu saya percaya أَنَّهُۥ annahu bahwasanya لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan ٱلَّذِىٓ alladhī (Tuhan) yang ءَامَنَتْ āmanat mempercaya بِهِۦ bihi dengannya بَنُوٓا۟ banū Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَأَنَا۠ wa-anā dan saya مِنَ mina dari ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Dan Kami memungkinkan Bani Isrā`īl melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firʻawn dan bala tentaranya karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firʻawn itu telah hampir tenggelam berkatalah dia, "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan, melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Isrā`īl dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

🔊 Sedang diputar

ءَآلْـَٔـٰنَ āl'āna apakah sekarang وَقَدْ waqad dan/padahal sesungguhnya عَصَيْتَ ʿaṣayta kamu telah durhaka قَبْلُ qablu sejak dahulu وَكُنتَ wakunta dan kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

🔊 Sedang diputar

فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ini نُنَجِّيكَ nunajjīka Kami selamatkan kamu بِبَدَنِكَ bibadanika dengan badanmu لِتَكُونَ litakūna supaya kamu adalah/jadi لِمَنْ liman bagi orang خَلْفَكَ khalfaka dibelakangmu ءَايَةًۭ ۚ āyatan ayat-ayat/pelajaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami لَغَـٰفِلُونَ laghāfilūna sungguh mereka lalai

Maka pada hari ini, Kami selamatkan badanmu 1 supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya بَوَّأْنَا bawwanā Kami tempatkan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil مُبَوَّأَ mubawwa-a di tempat صِدْقٍۢ ṣid'qin yang baik وَرَزَقْنَـٰهُم warazaqnāhum dan Kami beri rezki mereka مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik فَمَا famā maka tidak ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka berselisih حَتَّىٰ ḥattā sehingga جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ ۚ l-ʿil'mu pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَقْضِى yaqḍī Dia memutuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā dalam/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan

Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Isrā`īl di tempat kediaman yang bagus 1 dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika كُنتَ kunta adalah kamu فِى dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّمَّآ mimmā dari apa yang أَنزَلْنَآ anzalnā Kami turunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu فَسْـَٔلِ fasali maka tanyakanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَقْرَءُونَ yaqraūna (mereka) membaca ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مِن min dari قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu لَقَدْ laqad sesungguhnya جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِن min dari/termasuk رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhan-mu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَتَكُونَ fatakūna maka kamu adalah/jadi مِنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi

Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang merugi.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَقَّتْ ḥaqqat telah pasti عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhan-mu, tidaklah akan beriman1,

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw walaupun جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka كُلُّ kullu tiap-tiap/segala ءَايَةٍ āyatin ayat/keterangan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَرَوُا۟ yarawū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksaan ٱلْأَلِيمَ l-alīma pedih

meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak كَانَتْ kānat adalah قَرْيَةٌ qaryatun suatu negeri ءَامَنَتْ āmanat beriman فَنَفَعَهَآ fanafaʿahā maka/lalu memberi manfaat padanya إِيمَـٰنُهَآ īmānuhā imannya إِلَّا illā melainkan قَوْمَ qawma kaum يُونُسَ yūnusa Yûnus لَمَّآ lammā tatkala ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman كَشَفْنَا kashafnā Kami angkat/hilangkan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka عَذَابَ ʿadhāba siksaan ٱلْخِزْىِ l-khiz'yi yang menghinakan فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَتَّعْنَـٰهُمْ wamattaʿnāhum dan Kami beri kesenangan mereka إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yūnus? Tatkala mereka (kaum Yūnus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لَـَٔامَنَ laāmana tentulah beriman مَن man orang فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi كُلُّهُمْ kulluhum mereka semua جَمِيعًا ۚ jamīʿan seluruhnya أَفَأَنتَ afa-anta apakah kamu تُكْرِهُ tuk'rihu paksa ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِنَفْسٍ linafsin bagi seseorang أَن an untuk تُؤْمِنَ tu'mina dia beriman إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَيَجْعَلُ wayajʿalu dan (Allah) jadikan/timpakan ٱلرِّجْسَ l-rij'sa siksaan/kemurkaan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna (mereka) menggunakan akal

Dan tidak ada seorang pun akan beriman, kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

🔊 Sedang diputar

قُلِ quli katakanlah ٱنظُرُوا۟ unẓurū perhatikanlah مَاذَا mādhā apa yang ada فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan tidak تُغْنِى tugh'nī berguna ٱلْـَٔايَـٰتُ l-āyātu ayat-ayat/keterangan-keterangan وَٱلنُّذُرُ wal-nudhuru dan ancaman عَن ʿan dari قَوْمٍۢ qawmin kaum لَّا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".

🔊 Sedang diputar

فَهَلْ fahal maka tidak يَنتَظِرُونَ yantaẓirūna mereka menunggu-nunggu إِلَّا illā kecuali مِثْلَ mith'la sama أَيَّامِ ayyāmi hari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw sebelum مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka قُلْ qul katakanlah فَٱنتَظِرُوٓا۟ fa-intaẓirū maka tunggulah إِنِّى innī sesungguhnya aku مَعَكُم maʿakum beserta kamu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنتَظِرِينَ l-muntaẓirīna orang-orang yang menunggu

Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, "Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu".

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian نُنَجِّى nunajjī Kami selamatkan رُسُلَنَا rusulanā Rasul-Rasul Kami وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū beriman كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian حَقًّا ḥaqqan menjadikan kewajiban عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami نُنجِ nunji menyelamatkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى didalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّن min dari دِينِى dīnī agamaku فَلَآ falā maka tidak أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِنْ walākin tetapi أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang يَتَوَفَّىٰكُمْ ۖ yatawaffākum Dia mewafatkan kamu وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintahkan أَنْ an supaya أَكُونَ akūna aku menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Katakanlah, "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman",

🔊 Sedang diputar

وَأَنْ wa-an dan hendaknya أَقِمْ aqim hadapkan وَجْهَكَ wajhaka wajahmu لِلدِّينِ lilddīni kepada agama حَنِيفًۭا ḥanīfan dengan ikhlas وَلَا walā dan jangan تَكُونَنَّ takūnanna kamu sekali-kali menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

dan (aku telah diperintah), "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَدْعُ tadʿu kamu menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak يَنفَعُكَ yanfaʿuka memberi manfaat padamu وَلَا walā dan tidak يَضُرُّكَ ۖ yaḍurruka memberi mudharat kepadamu فَإِن fa-in maka jika فَعَلْتَ faʿalta kamu berbuat فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu إِذًۭا idhan jika demikian مِّنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika يَمْسَسْكَ yamsaska menimpakan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِضُرٍّۢ biḍurrin kemudharatan فَلَا falā maka tidak كَاشِفَ kāshifa mengangkat/menghilangkan لَهُۥٓ lahu baginya إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia وَإِن wa-in dan jika يُرِدْكَ yurid'ka Dia menghendaki padamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan kebaikan فَلَا falā maka tidak ada رَآدَّ rādda menolak لِفَضْلِهِۦ ۚ lifaḍlihi bagi karuniaNya يُصِيبُ yuṣību Dia kenakan berikan بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia قَدْ qad sesungguhnya جَآءَكُمُ jāakumu telah datang kepadamu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَمَنِ famani maka barang siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَهْتَدِى yahtadī memberi petunjuk لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi bagi dirinya sendiri وَمَن waman dan barang siapa ضَلَّ ḍalla sesat فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَضِلُّ yaḍillu menyesatkan عَلَيْهَا ۖ ʿalayhā atasnya/dirinya sendiri وَمَآ wamā dan tidak/bukan أَنَا۠ anā aku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِوَكِيلٍۢ biwakīlin penjaga

Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur`ān) dari Tuhan-mu; sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".

🔊 Sedang diputar

وَٱتَّبِعْ wa-ittabiʿ dan ikutilah مَا apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai يَحْكُمَ yaḥkuma memberi keputusan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para hakim

Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

Ayat /109