Tilawahku
Masuk
۞

التوبة

At-Tawbah

Pengampunan Madaniyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

بَرَآءَةٌۭ barāatun pemutusan perhubungan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦٓ warasūlihi dan RasulNya إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتُّم ʿāhadttum kamu telah mengadakan janji مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

🔊 Sedang diputar

فَسِيحُوا۟ fasīḥū maka berjalanlah kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi (muka) bumi أَرْبَعَةَ arbaʿata empat أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu غَيْرُ ghayru tidak/bukan مُعْجِزِى muʿ'jizī melemahkan ٱللَّهِ ۙ l-lahi Allah وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْزِى mukh'zī menghinakan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir1.

🔊 Sedang diputar

وَأَذَٰنٌۭ wa-adhānun dan suatu permakluman مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦٓ warasūlihi dan RasulNya إِلَى ilā kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia يَوْمَ yawma pada hari ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji ٱلْأَكْبَرِ l-akbari besar أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ l-mush'rikīna orang-orang musyrik وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan RasulNya فَإِن fa-in maka jika تُبْتُمْ tub'tum kamu bertaubat فَهُوَ fahuwa maka itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّكُمْ annakum bahwa sesungguhnya kamu غَيْرُ ghayru tidak/bukan مُعْجِزِى muʿ'jizī melemahkan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَبَشِّرِ wabashiri dan beritakanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksa/azab أَلِيمٍ alīmin pedih

Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar1, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertobat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتُّم ʿāhadttum kamu telah mengadakan janji مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَنقُصُوكُمْ yanquṣūkum mereka mengurangi kamu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَمْ walam dan tidak يُظَـٰهِرُوا۟ yuẓāhirū mereka membantu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَحَدًۭا aḥadan seseorang فَأَتِمُّوٓا۟ fa-atimmū maka sempurnakan/penuhilah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada/terhadap mereka عَهْدَهُمْ ʿahdahum janji mereka إِلَىٰ ilā sampai مُدَّتِهِمْ ۚ muddatihim batas waktu mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya1. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱنسَلَخَ insalakha telah habis ٱلْأَشْهُرُ l-ashhuru bulan-bulan ٱلْحُرُمُ l-ḥurumu Haram فَٱقْتُلُوا۟ fa-uq'tulū maka bunuhlah ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik حَيْثُ ḥaythu dimana saja وَجَدتُّمُوهُمْ wajadttumūhum kamu dapati/jumpai mereka وَخُذُوهُمْ wakhudhūhum dan tangkaplah mereka وَٱحْصُرُوهُمْ wa-uḥ'ṣurūhum dan kepunglah mereka وَٱقْعُدُوا۟ wa-uq'ʿudū dan duduk/intailah لَهُمْ lahum bagi mereka كُلَّ kulla tiap-tiap مَرْصَدٍۢ ۚ marṣadin tempat pengintaian فَإِن fa-in maka jika تَابُوا۟ tābū bertaubat وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat فَخَلُّوا۟ fakhallū maka berilah kebebasan سَبِيلَهُمْ ۚ sabīlahum jalan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu1, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertobat, dan mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan2. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَإِنْ wa-in dan jika أَحَدٌۭ aḥadun seseorang مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik ٱسْتَجَارَكَ is'tajāraka minta perlindunganmu فَأَجِرْهُ fa-ajir'hu maka lindungilah ia حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَسْمَعَ yasmaʿa dia mendengar كَلَـٰمَ kalāma firman ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian أَبْلِغْهُ abligh'hu sampaikan/antarkan dia مَأْمَنَهُۥ ۚ mamanahu tempat yang aman baginya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

🔊 Sedang diputar

كَيْفَ kayfa bagaimana يَكُونُ yakūnu ada/jadi لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik عَهْدٌ ʿahdun perjanjian عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعِندَ waʿinda dan disisi رَسُولِهِۦٓ rasūlihi RasulNya إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتُّمْ ʿāhadttum kamu telah mengadakan perjanjian عِندَ ʿinda disisi ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram فَمَا famā maka selama ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka berlaku lurus لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱسْتَقِيمُوا۟ fa-is'taqīmū maka berlaku luruslah kamu لَهُمْ ۚ lahum terhadap mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin? kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram?1 Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

كَيْفَ kayfa bagaimana وَإِن wa-in dan jika يَظْهَرُوا۟ yaẓharū mereka menampakkan/mengalahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَا tidak يَرْقُبُوا۟ yarqubū mereka memelihara فِيكُمْ fīkum terhadap kamu إِلًّۭا illan kerabat وَلَا walā dan tidak ذِمَّةًۭ ۚ dhimmatan perjanjian يُرْضُونَكُم yur'ḍūnakum mereka menyenangkan kamu بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka وَتَأْبَىٰ watabā dan menolak/enggan قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik

Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

🔊 Sedang diputar

ٱشْتَرَوْا۟ ish'taraw mereka membeli/menukar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا qalīlan sedikit فَصَدُّوا۟ faṣaddū maka/lalu mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦٓ ۚ sabīlihi jalanNya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

🔊 Sedang diputar

لَا tidak يَرْقُبُونَ yarqubūna mereka memelihara فِى di/terhadap مُؤْمِنٍ mu'minin orang-orang mukmin إِلًّۭا illan kerabat وَلَا walā dan tidak ذِمَّةًۭ ۚ dhimmatan perjanjian وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُعْتَدُونَ l-muʿ'tadūna orang-orang yang melampaui batas

Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat فَإِخْوَٰنُكُمْ fa-ikh'wānukum maka saudara-saudaramu فِى di dalam ٱلدِّينِ ۗ l-dīni agama وَنُفَصِّلُ wanufaṣṣilu dan Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Jika mereka bertobat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika نَّكَثُوٓا۟ nakathū mereka merusak أَيْمَـٰنَهُم aymānahum sumpah/janji mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah عَهْدِهِمْ ʿahdihim janji mereka وَطَعَنُوا۟ waṭaʿanū dan mereka mencerca فِى didalam دِينِكُمْ dīnikum agamamu فَقَـٰتِلُوٓا۟ faqātilū maka perangilah أَئِمَّةَ a-immata pemimpin-pemimpin ٱلْكُفْرِ ۙ l-kuf'ri kafir إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَآ tidak ada أَيْمَـٰنَ aymāna sumpah لَهُمْ lahum bagi mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَنتَهُونَ yantahūna mereka berhenti

Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.

🔊 Sedang diputar

أَلَا alā mengapa tidak تُقَـٰتِلُونَ tuqātilūna kamu memerangi قَوْمًۭا qawman kaum نَّكَثُوٓا۟ nakathū mereka merusak أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah/janji mereka وَهَمُّوا۟ wahammū dan mereka ingin sekali بِإِخْرَاجِ bi-ikh'rāji dengan mengusir ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul وَهُم wahum dan mereka بَدَءُوكُمْ badaūkum memulai (memerangi) kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍ ۚ marratin kali أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ atakhshawnahum apakah kamu takut kepada mereka فَٱللَّهُ fal-lahu maka/padahal Allah أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa تَخْشَوْهُ takhshawhu kamu takutiNya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya)? Padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu. Mengapakah kamu takut kepada mereka? Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

قَـٰتِلُوهُمْ qātilūhum perangilah mereka يُعَذِّبْهُمُ yuʿadhib'humu akan mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَيْدِيكُمْ bi-aydīkum dengan tangan-tanganmu وَيُخْزِهِمْ wayukh'zihim dan Dia akan menghinakan mereka وَيَنصُرْكُمْ wayanṣur'kum dan Dia akan menolong kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَيَشْفِ wayashfi dan Dia akan mengobati/melegakan صُدُورَ ṣudūra dada/hati قَوْمٍۢ qawmin kaum مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

🔊 Sedang diputar

وَيُذْهِبْ wayudh'hib dan Dia menghilangkan غَيْظَ ghayẓa kemarahan/panas قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka وَيَتُوبُ wayatūbu dan menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am apakah حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu menyangka أَن an bahwa تُتْرَكُوا۟ tut'rakū kamu akan dibiarkan وَلَمَّا walammā dan/sedang belum يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjihad مِنكُمْ minkum diantara kamu وَلَمْ walam dan tidak يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil مِن min dari دُونِ dūni sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak رَسُولِهِۦ rasūlihi RasulNya وَلَا walā dan tidak ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman وَلِيجَةًۭ ۚ walījatan teman yang setia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

مَا tidak كَانَ kāna ada/patut لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik أَن an bahwa يَعْمُرُوا۟ yaʿmurū mereka memakmurkan مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid ٱللَّهِ l-lahi Allah شَـٰهِدِينَ shāhidīna mereka mengakui عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka sendiri بِٱلْكُفْرِ ۚ bil-kuf'ri dengan kafir أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum pekerjaan/amal mereka وَفِى wafī dan didalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka هُمْ hum mereka خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَعْمُرُ yaʿmuru memakmurkan مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid ٱللَّهِ l-lahi Allah مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَأَقَامَ wa-aqāma dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَى waātā dan menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَلَمْ walam dan tidak يَخْشَ yakhsha takut إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mudah-mudahan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَن an bahwa يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah مِنَ mina dari ٱلْمُهْتَدِينَ l-muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

🔊 Sedang diputar

۞ أَجَعَلْتُمْ ajaʿaltum apakah kamu menjadikan سِقَايَةَ siqāyata pemberi minum ٱلْحَآجِّ l-ḥāji orang-orang yang mengerjakan haji وَعِمَارَةَ waʿimārata dan pengurus ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram كَمَنْ kaman seperti orang ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَجَـٰهَدَ wajāhada dan berjihad فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah لَا tidak يَسْتَوُۥنَ yastawūna tidak sama عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim1.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka أَعْظَمُ aʿẓamu lebih besar/tinggi دَرَجَةً darajatan derajat عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang beruntung

Orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

🔊 Sedang diputar

يُبَشِّرُهُمْ yubashiruhum menggembirakan mereka رَبُّهُم rabbuhum Tuhan mereka بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنْهُ min'hu daripadaNya وَرِضْوَٰنٍۢ wariḍ'wānin dan keridhaan وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan surga لَّهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya نَعِيمٌۭ naʿīmun kesenangan مُّقِيمٌ muqīmun yang kekal

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

🔊 Sedang diputar

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā didalamnya أَبَدًا ۚ abadan selama-lamanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥٓ ʿindahu disisiNya أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan ءَابَآءَكُمْ ābāakum bapak-bapakmu وَإِخْوَٰنَكُمْ wa-ikh'wānakum dan saudara-saudaramu أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin إِنِ ini jika ٱسْتَحَبُّوا۟ is'taḥabbū mereka menginginkan/menyukai ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran عَلَى ʿalā atas ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ l-īmāni keimanan وَمَن waman dan siapa يَتَوَلَّهُم yatawallahum menjadikan mereka pemimpin مِّنكُمْ minkum diantara kamu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu, pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِن in jika كَانَ kāna ada ءَابَآؤُكُمْ ābāukum bapak-bapakmu وَأَبْنَآؤُكُمْ wa-abnāukum dan anak-anakmu وَإِخْوَٰنُكُمْ wa-ikh'wānukum dan saudara-saudaramu وَأَزْوَٰجُكُمْ wa-azwājukum dan isteri-isterimu وَعَشِيرَتُكُمْ waʿashīratukum dan kaum keluargamu وَأَمْوَٰلٌ wa-amwālun dan harta kekayaan ٱقْتَرَفْتُمُوهَا iq'taraftumūhā kamu usahakannya وَتِجَـٰرَةٌۭ watijāratun dan perniagaan تَخْشَوْنَ takhshawna kamu takut/khawatir كَسَادَهَا kasādahā kerugiannya وَمَسَـٰكِنُ wamasākinu dan rumah-rumah tempat tinggal تَرْضَوْنَهَآ tarḍawnahā kamu senanginya أَحَبَّ aḥabba lebih mencintai إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya وَجِهَادٍۢ wajihādin dan berjihad فِى pada سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalanNya فَتَرَبَّصُوا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِىَ yatiya mendatangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَمْرِهِۦ ۗ bi-amrihi keputusanNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Katakanlah, "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

🔊 Sedang diputar

لَقَدْ laqad sesungguhnya نَصَرَكُمُ naṣarakumu telah menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى di مَوَاطِنَ mawāṭina medan perang كَثِيرَةٍۢ ۙ kathīratin banyak وَيَوْمَ wayawma dan hari حُنَيْنٍ ۙ ḥunaynin (peperangan) Hunain إِذْ idh ketika أَعْجَبَتْكُمْ aʿjabatkum menakjubkan kamu كَثْرَتُكُمْ kathratukum banyaknya kamu فَلَمْ falam maka tidak تُغْنِ tugh'ni mencukupi/memberi manfaat عَنكُمْ ʿankum dari kalian شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَضَاقَتْ waḍāqat dan terasa sempit عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi بِمَا bimā dengan apa رَحُبَتْ raḥubat yang luas ثُمَّ thumma kemudian وَلَّيْتُم wallaytum kamu berpaling مُّدْبِرِينَ mud'birīna orang-orang yang lari ke belakang

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan ῌunayn, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenanganNya عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi RasulNya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan جُنُودًۭا junūdan bala tentara لَّمْ lam tidak تَرَوْهَا tarawhā kamu melihatnya وَعَذَّبَ waʿadhaba dan Dia mengazab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu جَزَآءُ jazāu pembalasan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian يَتُوبُ yatūbu menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu عَلَىٰ ʿalā atas/dari مَن man orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Sesudah itu, Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik نَجَسٌۭ najasun najis فَلَا falā maka janganlah يَقْرَبُوا۟ yaqrabū mereka mendekati ٱلْمَسْجِدَ l-masjida Masjidil ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma Haram بَعْدَ baʿda sesudah عَامِهِمْ ʿāmihim tahun mereka هَـٰذَا ۚ hādhā ini وَإِنْ wa-in dan jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut/khawatir عَيْلَةًۭ ʿaylatan menjadi miskin فَسَوْفَ fasawfa maka nanti يُغْنِيكُمُ yugh'nīkumu memberi kekayaan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦٓ faḍlihi karunianya إِن in jika شَآءَ ۚ shāa Dia menghendaki إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis1, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram2 sesudah tahun ini3. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin4, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

قَـٰتِلُوا۟ qātilū perangilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَلَا walā dan tidak بِٱلْيَوْمِ bil-yawmi dengan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَلَا walā dan tidak يُحَرِّمُونَ yuḥarrimūna mereka mengharamkan مَا apa حَرَّمَ ḥarrama telah diharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya وَلَا walā dan tidak يَدِينُونَ yadīnūna mereka beragama دِينَ dīna agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar/hak مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُعْطُوا۟ yuʿ'ṭū mereka memberi/membayar ٱلْجِزْيَةَ l-jiz'yata upeti عَن ʿan dari يَدٍۢ yadin tangan/dengan patuh وَهُمْ wahum dan mereka صَـٰغِرُونَ ṣāghirūna orang-orang yang kecil/tunduk

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Alkitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah1 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi عُزَيْرٌ ʿuzayrun Uzair ٱبْنُ ub'nu putera ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلنَّصَـٰرَى l-naṣārā orang-orang Nasrani ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih ٱبْنُ ub'nu putera ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu قَوْلُهُم qawluhum ucapan mereka بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ bi-afwāhihim dengan mulut mereka يُضَـٰهِـُٔونَ yuḍāhiūna mereka meniru قَوْلَ qawla perkataan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum قَـٰتَلَهُمُ qātalahumu membunuh/membinasakan mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah أَنَّىٰ annā bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan

Orang-orang Yahudi berkata, "Uzayr itu putra Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

🔊 Sedang diputar

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan أَحْبَارَهُمْ aḥbārahum ulama-ulama mereka وَرُهْبَـٰنَهُمْ waruh'bānahum dan rahib-rahib mereka أَرْبَابًۭا arbāban sebagai Tuhan مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَسِيحَ wal-masīḥa dan Al Masih ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam وَمَآ wamā dan tidak أُمِرُوٓا۟ umirū (mereka) diperintahkan إِلَّا illā melainkan لِيَعْبُدُوٓا۟ liyaʿbudū untuk mereka menyembah إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan وَٰحِدًۭا ۖ wāḥidan yang Esa لَّآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā selain هُوَ ۚ huwa Dia سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah1 dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

🔊 Sedang diputar

يُرِيدُونَ yurīdūna mereka berkehendak أَن an bahwa/untuk يُطْفِـُٔوا۟ yuṭ'fiū memadamkan نُورَ nūra cahaya ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka وَيَأْبَى wayabā dan enggan/tidak menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّآ illā selain أَن an bahwa يُتِمَّ yutimma menyempurnakan نُورَهُۥ nūrahu cahayaNya وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengutus رَسُولَهُۥ rasūlahu RasulNya بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَدِينِ wadīni dan agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar لِيُظْهِرَهُۥ liyuẓ'hirahu untuk memenangkannya عَلَى ʿalā atas ٱلدِّينِ l-dīni agama كُلِّهِۦ kullihi seluruhnya وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik

Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur`ān) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

🔊 Sedang diputar

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan/sebagian besar مِّنَ mina dari ٱلْأَحْبَارِ l-aḥbāri ulama-ulama (Yahudi) وَٱلرُّهْبَانِ wal-ruh'bāni dan rahib-rahib لَيَأْكُلُونَ layakulūna sungguh mereka memakan أَمْوَٰلَ amwāla harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan batil وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَكْنِزُونَ yaknizūna (mereka) menyembunyikan ٱلذَّهَبَ l-dhahaba emas وَٱلْفِضَّةَ wal-fiḍata dan perak وَلَا walā dan tidak يُنفِقُونَهَا yunfiqūnahā mereka menafkahkannya فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beritakan kepada mereka بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksaan أَلِيمٍۢ alīmin yang pedih

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma pada hari يُحْمَىٰ yuḥ'mā dipanaskan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya فِى didalam نَارِ nāri neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam فَتُكْوَىٰ fatuk'wā maka/lalu dibakarlah بِهَا bihā dengannya جِبَاهُهُمْ jibāhuhum dahi mereka وَجُنُوبُهُمْ wajunūbuhum dan lambung mereka وَظُهُورُهُمْ ۖ waẓuhūruhum dan punggung mereka هَـٰذَا hādhā inilah مَا apa كَنَزْتُمْ kanaztum kamu simpan لِأَنفُسِكُمْ li-anfusikum untuk dirimu فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah مَا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْنِزُونَ taknizūna kamu simpan

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka; (lalu dikatakan) kepada mereka, "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya عِدَّةَ ʿiddata bilangan ٱلشُّهُورِ l-shuhūri bulan عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱثْنَا ith'nā dua عَشَرَ ʿashara belas شَهْرًۭا shahran bulan فِى didalam كِتَـٰبِ kitābi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah يَوْمَ yawma pada hari خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi مِنْهَآ min'hā diantaranya أَرْبَعَةٌ arbaʿatun empat حُرُمٌۭ ۚ ḥurumun yang dihormati ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلدِّينُ l-dīnu agama ٱلْقَيِّمُ ۚ l-qayimu yang lurus فَلَا falā maka jangan تَظْلِمُوا۟ taẓlimū kamu menganiaya فِيهِنَّ fīhinna didalamnya أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan perangilah ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik كَآفَّةًۭ kāffatan semuanya كَمَا kamā sebagaimana يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu كَآفَّةًۭ ۚ kāffatan semuanya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram1. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri2 kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلنَّسِىٓءُ l-nasīu mengundur-undurkan زِيَادَةٌۭ ziyādatun menambah فِى dalam ٱلْكُفْرِ ۖ l-kuf'ri kekafiran يُضَلُّ yuḍallu disesatkan بِهِ bihi dengannya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُحِلُّونَهُۥ yuḥillūnahu mereka menghalalkannya عَامًۭا ʿāman suatu tahun وَيُحَرِّمُونَهُۥ wayuḥarrimūnahu dan mereka mengharamkannya عَامًۭا ʿāman tahun yang lain لِّيُوَاطِـُٔوا۟ liyuwāṭiū agar mereka menyesuaikan عِدَّةَ ʿiddata bilangan مَا apa حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَيُحِلُّوا۟ fayuḥillū maka mereka menghalalkan مَا apa حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah زُيِّنَ zuyyina dihiasi لَهُمْ lahum bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk أَعْمَـٰلِهِمْ ۗ aʿmālihim perbuatan mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu1 adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَا mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian إِذَا idhā jika قِيلَ qīla dikatakan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱنفِرُوا۟ infirū berangkatlah فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱثَّاقَلْتُمْ ithāqaltum apakah kamu merasa berat إِلَى ilā kepada ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi أَرَضِيتُم araḍītum apakah kamu telah puas بِٱلْحَيَوٰةِ bil-ḥayati dengan kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مِنَ mina daripada ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat فَمَا famā maka tidaklah مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فِى dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat إِلَّا illā kecuali/hanyalah قَلِيلٌ qalīlun sedikit

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah", kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā jika tidak تَنفِرُوا۟ tanfirū kamu berangkat يُعَذِّبْكُمْ yuʿadhib'kum Dia menyiksamu عَذَابًا ʿadhāban siksaan أَلِيمًۭا alīman pedih وَيَسْتَبْدِلْ wayastabdil dan Dia menggantikan قَوْمًا qawman kaum غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu وَلَا walā dan tidak تَضُرُّوهُ taḍurrūhu kamu memberi mudharat kepadaNya شَيْـًۭٔا ۗ shayan sedikitpun وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā jika tidak تَنصُرُوهُ tanṣurūhu kamu menolongnya فَقَدْ faqad maka sesungguhnya نَصَرَهُ naṣarahu telah menolongnya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِذْ idh ketika أَخْرَجَهُ akhrajahu mengusirnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ثَانِىَ thāniya orang kedua ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua orang إِذْ idh ketika هُمَا humā keduanya فِى didalam ٱلْغَارِ l-ghāri gua إِذْ idh ketika يَقُولُ yaqūlu dia berkata لِصَـٰحِبِهِۦ liṣāḥibihi kepada temannya لَا jangan تَحْزَنْ taḥzan kamu berduka cita إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَنَا ۖ maʿanā beserta kita فَأَنزَلَ fa-anzala maka menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenanganNya عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya وَأَيَّدَهُۥ wa-ayyadahu dan Dia membantunya بِجُنُودٍۢ bijunūdin dengan bala tentara لَّمْ lam tidak تَرَوْهَا tarawhā kamu melihatnya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan كَلِمَةَ kalimata kalimat/seruan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلسُّفْلَىٰ ۗ l-suf'lā rendah وَكَلِمَةُ wakalimatu dan kalimat ٱللَّهِ l-lahi Allah هِىَ hiya itulah ٱلْعُلْيَا ۗ l-ʿul'yā tinggi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana1.

🔊 Sedang diputar

ٱنفِرُوا۟ infirū berangkatlah kamu خِفَافًۭا khifāfan dalam keadaan ringan وَثِقَالًۭا wathiqālan dan berat وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah بِأَمْوَٰلِكُمْ bi-amwālikum dengan hartamu وَأَنفُسِكُمْ wa-anfusikum dan jiwamu فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

🔊 Sedang diputar

لَوْ law kalau كَانَ kāna ada عَرَضًۭا ʿaraḍan harta/keuntungan قَرِيبًۭا qarīban dekat/mudah diperoleh وَسَفَرًۭا wasafaran dan perjalanan قَاصِدًۭا qāṣidan sedang/tak berapa jauh لَّٱتَّبَعُوكَ la-ittabaʿūka tentu mereka mengikutimu وَلَـٰكِنۢ walākin dan tetapi بَعُدَتْ baʿudat jauh عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلشُّقَّةُ ۚ l-shuqatu jarak perjalanan yang dituju وَسَيَحْلِفُونَ wasayaḥlifūna dan mereka akan bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah لَوِ lawi kalau ٱسْتَطَعْنَا is'taṭaʿnā kami sanggup لَخَرَجْنَا lakharajnā tentu kami keluar/berangkat مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu يُهْلِكُونَ yuh'likūna mereka membinasakan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui إِنَّهُمْ innahum bahwasanya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh orang-orang yang dusta

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu". Mereka membinasakan diri mereka sendiri1 dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

🔊 Sedang diputar

عَفَا ʿafā memaafkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنكَ ʿanka padamu لِمَ lima mengapa أَذِنتَ adhinta memberi izin لَهُمْ lahum kepada kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَتَبَيَّنَ yatabayyana menjadi jelas لَكَ laka bagimu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَدَقُوا۟ ṣadaqū (mereka) benar وَتَعْلَمَ wataʿlama dan kamu mengetahui ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

🔊 Sedang diputar

لَا tidak يَسْتَـْٔذِنُكَ yastadhinuka minta izin kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat أَن an bahwa/untuk يُجَـٰهِدُوا۟ yujāhidū mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ ۗ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلْمُتَّقِينَ bil-mutaqīna terhadap orang-orang yang bertakwa

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَسْتَـْٔذِنُكَ yastadhinuka akan meminta kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَٱرْتَابَتْ wa-ir'tābat dan ragu-ragu قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka فِى didalam رَيْبِهِمْ raybihim keragu-raguan mereka يَتَرَدَّدُونَ yataraddadūna mereka bimbang

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.

🔊 Sedang diputar

۞ وَلَوْ walaw dan kalau أَرَادُوا۟ arādū mereka hendak ٱلْخُرُوجَ l-khurūja keluar/berangkat لَأَعَدُّوا۟ la-aʿaddū tentu mereka menyiapkan لَهُۥ lahu baginya عُدَّةًۭ ʿuddatan persiapan وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱنۢبِعَاثَهُمْ inbiʿāthahum keberangkatan mereka فَثَبَّطَهُمْ fathabbaṭahum maka/karena itu Dia menahan mereka وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱقْعُدُوا۟ uq'ʿudū duduklah/tinggallah kamu مَعَ maʿa bersama ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang tinggal/duduk

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka dan dikatakan kepada mereka, "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".

🔊 Sedang diputar

لَوْ law kalau خَرَجُوا۟ kharajū mereka keluar/berangkat فِيكُم fīkum bersama-sama kamu مَّا tidaklah زَادُوكُمْ zādūkum mereka menambah kamu إِلَّا illā kecuali/selain خَبَالًۭا khabālan kerusakan وَلَأَوْضَعُوا۟ wala-awḍaʿū dan tentu mereka bergegas maju خِلَـٰلَكُمْ khilālakum sela-selamu يَبْغُونَكُمُ yabghūnakumu mereka menghendaki kamu ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata fitnah/kekacauan وَفِيكُمْ wafīkum dan/sedang diantara kamu سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan لَهُمْ ۗ lahum pada mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

لَقَدِ laqadi sesungguhnya ٱبْتَغَوُا۟ ib'taghawū mereka telah mencari-cari ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata fitnah/kekacauan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَقَلَّبُوا۟ waqallabū mereka memutar balikkan لَكَ laka untukmu ٱلْأُمُورَ l-umūra urusan حَتَّىٰ ḥattā sehingga جَآءَ jāa datanglah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَظَهَرَ waẓahara dan menanglah أَمْرُ amru urusan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُمْ wahum dan mereka كَـٰرِهُونَ kārihūna orang-orang yang tidak menyukai

Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

🔊 Sedang diputar

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَقُولُ yaqūlu ia berkata ٱئْذَن i'dhan izinkanlah لِّى untukku وَلَا walā dan janganlah تَفْتِنِّىٓ ۚ taftinnī kamu membuat fitnah kepadaku أَلَا alā ingatlah/ketahuilah فِى dalam ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah سَقَطُوا۟ ۗ saqaṭū mereka terjerumus وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam لَمُحِيطَةٌۢ lamuḥīṭatun sungguh meliputi بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna dengan orang-orang kafir

Di antara mereka ada orang yang berkata, "Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah1". Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

🔊 Sedang diputar

إِن in bahwa تُصِبْكَ tuṣib'ka menimpamu/kamu mendapat حَسَنَةٌۭ ḥasanatun suatu kebaikan تَسُؤْهُمْ ۖ tasu'hum menjadikan mereka tidak senang وَإِن wa-in dan jika تُصِبْكَ tuṣib'ka menimpamu/kamu mendapat مُصِيبَةٌۭ muṣībatun suatu bencana/musibah يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata قَدْ qad sesungguhnya أَخَذْنَآ akhadhnā kami telah mengambil أَمْرَنَا amranā urusan/keputusan kami مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَيَتَوَلَّوا۟ wayatawallaw dan mereka berpaling وَّهُمْ wahum dan mereka فَرِحُونَ fariḥūna orang-orang yang gembira

Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata, "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)", dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لَّن lan tidak akan يُصِيبَنَآ yuṣībanā menimpa kami إِلَّا illā melainkan مَا apa كَتَبَ kataba telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَنَا lanā bagi kami هُوَ huwa Dia مَوْلَىٰنَا ۚ mawlānā pelindung kami وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka/hendaklah bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman

Katakanlah, "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dia-lah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah تَرَبَّصُونَ tarabbaṣūna kamu tunggu-tunggu بِنَآ binā bagi kami إِلَّآ illā kecuali إِحْدَى iḥ'dā salah satu ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ l-ḥus'nayayni dua kebaikan وَنَحْنُ wanaḥnu dan/sedang kami نَتَرَبَّصُ natarabbaṣu kami menunggu-nunggu بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian أَن an bahwa يُصِيبَكُمُ yuṣībakumu menimpa kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِعَذَابٍۢ biʿadhābin dengan azab مِّنْ min dari عِندِهِۦٓ ʿindihi sisiNya أَوْ aw atau بِأَيْدِينَا ۖ bi-aydīnā dengan tangan kami فَتَرَبَّصُوٓا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah إِنَّا innā sesungguhnya kami مَعَكُم maʿakum bersama kamu مُّتَرَبِّصُونَ mutarabbiṣūna orang-orang yang menunggu-nunggu

Katakanlah, "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan1. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkanlah طَوْعًا ṭawʿan dengan sukarela أَوْ aw atau كَرْهًۭا karhan dengan terpaksa لَّن lan tidak يُتَقَبَّلَ yutaqabbala akan diterima ia مِنكُمْ ۖ minkum dari kamu إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik

Katakanlah, "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik".

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak ada مَنَعَهُمْ manaʿahum menghalangi mereka أَن an bahwa تُقْبَلَ tuq'bala diterima مِنْهُمْ min'hum dari mereka نَفَقَـٰتُهُمْ nafaqātuhum nafkah mereka إِلَّآ illā kecuali أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَبِرَسُولِهِۦ wabirasūlihi dan RasulNya وَلَا walā dan tidak يَأْتُونَ yatūna mereka datang/mengerjakan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat إِلَّا illā melainkan وَهُمْ wahum dan mereka كُسَالَىٰ kusālā malas وَلَا walā dan tidak يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan إِلَّا illā melainkan وَهُمْ wahum dan mereka كَـٰرِهُونَ kārihūna orang-orang yang terpaksa

Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya; dan mereka tidak mengerjakan salat, melainkan dengan malas, dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

🔊 Sedang diputar

فَلَا falā maka janganlah تُعْجِبْكَ tuʿ'jib'ka menarik hatimu أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَلَآ walā dan jangan أَوْلَـٰدُهُمْ ۚ awlāduhum anak-anak mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُعَذِّبَهُم liyuʿadhibahum untuk menyiksa mereka بِهَا bihā dengannya فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَتَزْهَقَ watazhaqa dan akan melayang/binasa أَنفُسُهُمْ anfusuhum jiwa/nyawa mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

🔊 Sedang diputar

وَيَحْلِفُونَ wayaḥlifūna dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah إِنَّهُمْ innahum bahwa sesungguhnya mereka لَمِنكُمْ laminkum dari kamu وَمَا wamā dan tidak/bukan هُم hum mereka مِّنكُمْ minkum dari kamu وَلَـٰكِنَّهُمْ walākinnahum akan tetapi mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum يَفْرَقُونَ yafraqūna mereka takut

Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).

🔊 Sedang diputar

لَوْ law jikalau يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh مَلْجَـًٔا malja-an tempat perlindungan أَوْ aw atau مَغَـٰرَٰتٍ maghārātin gua-gua أَوْ aw atau مُدَّخَلًۭا muddakhalan tempat masuk/lubang-lubang لَّوَلَّوْا۟ lawallaw tentu mereka berpaling/pergi إِلَيْهِ ilayhi kepadanya وَهُمْ wahum dan mereka يَجْمَحُونَ yajmaḥūna mereka lari secepat-cepatnya

Jikalau mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.

🔊 Sedang diputar

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَلْمِزُكَ yalmizuka dia mencelamu فِى dalam/tentang ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah-sedekah فَإِنْ fa-in maka jika أُعْطُوا۟ uʿ'ṭū mereka diberi مِنْهَا min'hā daripadanya رَضُوا۟ raḍū mereka bersenang hati وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak يُعْطَوْا۟ yuʿ'ṭaw mereka diberi مِنْهَآ min'hā daripadanya إِذَا idhā tiba-tiba/tatkala هُمْ hum mereka يَسْخَطُونَ yaskhaṭūna mereka menjadi marah

Dan di antara mereka, ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat; jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, dengan serta merta mereka menjadi marah.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan jikalau أَنَّهُمْ annahum mereka sungguh-sungguh رَضُوا۟ raḍū mereka senang hati مَآ apa ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu diberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah ٱللَّهُ l-lahu Allah سَيُؤْتِينَا sayu'tīnā akan memberi kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan RasulNya إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah رَٰغِبُونَ rāghibūna orang-orang yang berharap

Jikalau mereka sungguh-sungguh rida dengan apa yang diberikan Allah dan rasul-Nya kepada mereka, dan berkata, "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلصَّدَقَـٰتُ l-ṣadaqātu sedekah لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi untuk orang-orang fakir وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱلْعَـٰمِلِينَ wal-ʿāmilīna dan 'amil/pengurus عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya (zakat) وَٱلْمُؤَلَّفَةِ wal-mu-alafati dan para muallaf قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَفِى wafī dan didalam/untuk ٱلرِّقَابِ l-riqābi memerdekakan budak وَٱلْغَـٰرِمِينَ wal-ghārimīna dan orang-orang yang berhutang وَفِى wafī dan untuk سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang ٱلسَّبِيلِ ۖ l-sabīli dalam perjalanan فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana1.

🔊 Sedang diputar

وَمِنْهُمُ wamin'humu dan diantara mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan هُوَ huwa ia (Nabi) أُذُنٌۭ ۚ udhunun apa yang didengarnya قُلْ qul katakanlah أُذُنُ udhunu apa yang didengarnya خَيْرٍۢ khayrin yang baik لَّكُمْ lakum bagi kalian يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَيُؤْمِنُ wayu'minu dan ia mempercayai لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna pada orang-orang mukmin وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan menjadi rahmat لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنكُمْ ۚ minkum diantara kamu وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti رَسُولَ rasūla Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksaan أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti nabi dan mengatakan, "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah, "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah لَكُمْ lakum bagi kalian لِيُرْضُوكُمْ liyur'ḍūkum untuk mencari keridhaanmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan RasulNya أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa يُرْضُوهُ yur'ḍūhu mereka cari keridhaannya إِن in jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridaanmu, padahal Allah dan rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidaklah يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّهُۥ annahu bahwasanya مَن man siapa يُحَادِدِ yuḥādidi menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya فَأَنَّ fa-anna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya نَارَ nāra api/neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam خَـٰلِدًۭا khālidan kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلْخِزْىُ l-khiz'yu kehinaan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barang siapa menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.

🔊 Sedang diputar

يَحْذَرُ yaḥdharu takut ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik أَن an jika تُنَزَّلَ tunazzala diturunkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سُورَةٌۭ sūratun suatu surat تُنَبِّئُهُم tunabbi-uhum ia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan/tentang apa فِى dalam قُلُوبِهِمْ ۚ qulūbihim hati mereka قُلِ quli katakanlah ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ is'tahziū berolok-oloklah kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْرِجٌۭ mukh'rijun mengeluarkan/melahirkan مَّا apa تَحْذَرُونَ taḥdharūna kamu takutkan

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

🔊 Sedang diputar

وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُمْ sa-altahum kamu tanyakan kepada mereka لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka berkata/menjawab إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah كُنَّا kunnā kami adalah نَخُوضُ nakhūḍu kami bersenda gurau وَنَلْعَبُ ۚ wanalʿabu dan kami bermain-main قُلْ qul katakanlah أَبِٱللَّهِ abil-lahi apakah dengan Allah وَءَايَـٰتِهِۦ waāyātihi dan ayat-ayatNya وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَهْزِءُونَ tastahziūna kamu berolok-olok

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

🔊 Sedang diputar

لَا jangan تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu beralasan قَدْ qad sesungguhnya كَفَرْتُم kafartum kamu telah kafir بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِكُمْ ۚ īmānikum imanmu/kamu beriman إِن in jika نَّعْفُ naʿfu Kami maafkan عَن ʿan dari/terhadap طَآئِفَةٍۢ ṭāifatin segolongan مِّنكُمْ minkum dari kamu نُعَذِّبْ nuʿadhib Kami akan mengazab طَآئِفَةًۢ ṭāifatan segolongan بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

🔊 Sedang diputar

ٱلْمُنَـٰفِقُونَ al-munāfiqūna orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ wal-munāfiqātu dan orang-orang munafik perempuan بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka مِّنۢ min dari بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian يَأْمُرُونَ yamurūna mereka menyuruh بِٱلْمُنكَرِ bil-munkari kepada kemungkaran وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka melarang عَنِ ʿani dari ٱلْمَعْرُوفِ l-maʿrūfi berbuat kebaikan وَيَقْبِضُونَ wayaqbiḍūna dan mereka menggenggamkan أَيْدِيَهُمْ ۚ aydiyahum tangan mereka نَسُوا۟ nasū mereka lupa ٱللَّهَ l-laha Allah فَنَسِيَهُمْ ۗ fanasiyahum maka (Allah) melupakan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik هُمُ humu mereka itu ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya1. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

🔊 Sedang diputar

وَعَدَ waʿada menjanjikan/mengancam ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ wal-munāfiqāti orang-orang munafik perempuan وَٱلْكُفَّارَ wal-kufāra dan orang-orang kafir نَارَ nāra api/neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya هِىَ hiya ia حَسْبُهُمْ ۚ ḥasbuhum cukup bagi mereka وَلَعَنَهُمُ walaʿanahumu dan mengutuk/melaknati mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّقِيمٌۭ muqīmun yang kekal

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal,

🔊 Sedang diputar

كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَشَدَّ ashadda lebih/sangat مِنكُمْ minkum daripada kamu قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَأَكْثَرَ wa-akthara dan lebih banyak أَمْوَٰلًۭا amwālan harta benda وَأَوْلَـٰدًۭا wa-awlādan dan anak-anak فَٱسْتَمْتَعُوا۟ fa-is'tamtaʿū maka mereka menikmati بِخَلَـٰقِهِمْ bikhalāqihim dengan bagian mereka فَٱسْتَمْتَعْتُم fa-is'tamtaʿtum maka kamu menikmati بِخَلَـٰقِكُمْ bikhalāqikum dengan bagianmu كَمَا kamā sebagaimana ٱسْتَمْتَعَ is'tamtaʿa menikmati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُم qablikum sebelum kalian بِخَلَـٰقِهِمْ bikhalāqihim dengan bagian mereka وَخُضْتُمْ wakhuḍ'tum dan kamu mempercakapkan كَٱلَّذِى ka-alladhī sebagaimana yang خَاضُوٓا۟ ۚ khāḍū mereka percakapkan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi

(keadaan kamu, hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah/bukankah يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka نَبَأُ naba-u berita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad وَثَمُودَ wathamūda dan Tsamud وَقَوْمِ waqawmi dan kaum إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَأَصْحَـٰبِ wa-aṣḥābi dan penduduk مَدْيَنَ madyana Madyan وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتِ ۚ wal-mu'tafikāti dan negeri yang telah musnah أَتَتْهُمْ atathum telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan keterangan nyata فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum untuk menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nūḥ, ʻĀd, Ṡamūd, kaum Ibrāhīm, penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah1? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

🔊 Sedang diputar

وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang beriman laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ wal-mu'minātu dan orang-orang beriman perempuan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu pelindung/penolong بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain يَأْمُرُونَ yamurūna mereka menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan berbuat kebaikan وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari berbuat kemungkaran وَيُقِيمُونَ wayuqīmūna dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَيُطِيعُونَ wayuṭīʿūna dan mereka taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan RasulNya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu سَيَرْحَمُهُمُ sayarḥamuhumu mereka diberi rahmat ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَعَدَ waʿada telah menjanjikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan orang-orang beriman perempuan جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya وَمَسَـٰكِنَ wamasākina dan tempat-tempat طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan yang bagus فِى di جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍۢ ۚ ʿadnin 'Adn وَرِضْوَٰنٌۭ wariḍ'wānun dan keridhaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itulah ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ʻAdn. Dan keridaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi جَـٰهِدِ jāhidi perangilah ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik وَٱغْلُظْ wa-ugh'luẓ dan bersikap keraslah عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahanam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

🔊 Sedang diputar

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مَا tidak قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan وَلَقَدْ walaqad dan/padahal sesungguhnya قَالُوا۟ qālū mereka berkata كَلِمَةَ kalimata perkataan ٱلْكُفْرِ l-kuf'ri kekafiran وَكَفَرُوا۟ wakafarū dan mereka kafir بَعْدَ baʿda sesudah إِسْلَـٰمِهِمْ is'lāmihim Islam mereka وَهَمُّوا۟ wahammū dan mereka mengingini بِمَا bimā kepada apa لَمْ lam yang tidak يَنَالُوا۟ ۚ yanālū mereka capai وَمَا wamā dan tidak نَقَمُوٓا۟ naqamū mereka mencela إِلَّآ illā kecuali أَنْ an telah أَغْنَىٰهُمُ aghnāhumu mencukupkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RAsulNya مِن min dari فَضْلِهِۦ ۚ faḍlihi karuniaNya فَإِن fa-in maka jika يَتُوبُوا۟ yatūbū mereka bertaubat يَكُ yaku adalah itu خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka وَإِن wa-in dan jika يَتَوَلَّوْا۟ yatawallaw mereka berpaling يُعَذِّبْهُمُ yuʿadhib'humu niscaya mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat وَمَا wamā dan tidak ada لَهُمْ lahum bagi mereka فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong

Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya1, dan mereka tidak mencela (Allah dan rasul-Nya), kecuali karena Allah dan rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.

🔊 Sedang diputar

۞ وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang عَـٰهَدَ ʿāhada ia berjanji ٱللَّهَ l-laha Allah لَئِنْ la-in sesungguhnya jika ءَاتَىٰنَا ātānā (Allah) memberikan kepada kami مِن min dari/sebagian فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya لَنَصَّدَّقَنَّ lanaṣṣaddaqanna sungguh kami akan bersedekah وَلَنَكُونَنَّ walanakūnanna dan sungguh kami adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang sholeh

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّآ falammā maka setelah ءَاتَىٰهُم ātāhum (Allah) memberi mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya بَخِلُوا۟ bakhilū mereka kikir بِهِۦ bihi dengannya وَتَوَلَّوا۟ watawallaw dan mereka berpaling وَّهُم wahum dan mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang membelakangi

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

🔊 Sedang diputar

فَأَعْقَبَهُمْ fa-aʿqabahum maka (Allah) menimbulkan mereka نِفَاقًۭا nifāqan kemunafikan فِى dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka إِلَىٰ ilā sampai/kepada يَوْمِ yawmi hari/waktu يَلْقَوْنَهُۥ yalqawnahu mereka menemuiNya بِمَآ bimā dengan apa/sebab أَخْلَفُوا۟ akhlafū mereka memungkiri ٱللَّهَ l-laha Allah مَا apa وَعَدُوهُ waʿadūhu mereka janjikan kepadaNya وَبِمَا wabimā dan dengan apa /sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْذِبُونَ yakdhibūna mereka berdusta

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui سِرَّهُمْ sirrahum rahasia mereka وَنَجْوَىٰهُمْ wanajwāhum dan bisikan mereka وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَّـٰمُ ʿallāmu amat mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi segala yang gaib

Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib?

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَلْمِزُونَ yalmizūna (mereka) mencela ٱلْمُطَّوِّعِينَ l-muṭawiʿīna orang-orang yang memberi dengan sukarela مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin فِى dalam ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh إِلَّا illā selain جُهْدَهُمْ juh'dahum kesanggupan mereka فَيَسْخَرُونَ fayaskharūna maka mereka menghina مِنْهُمْ ۙ min'hum dari mereka سَخِرَ sakhira menghina ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْهُمْ min'hum dari mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun yang pedih

(Orang-orang munafik itu), yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

ٱسْتَغْفِرْ is'taghfir mohonkan ampun لَهُمْ lahum bagi mereka أَوْ aw atau لَا tidak تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka إِن in jika/kendatipun تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka سَبْعِينَ sabʿīna tujuh puluh مَرَّةًۭ marratan kali فَلَن falan maka tidak يَغْفِرَ yaghfira memberi ampun ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۗ warasūlihi dan RasulNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

🔊 Sedang diputar

فَرِحَ fariḥa merasa gembira ٱلْمُخَلَّفُونَ l-mukhalafūna orang-orang yang ditinggalkan بِمَقْعَدِهِمْ bimaqʿadihim dengan tinggal/duduk mereka خِلَـٰفَ khilāfa dibelakang رَسُولِ rasūli Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَرِهُوٓا۟ wakarihū dan mereka tidak suka أَن an untuk يُجَـٰهِدُوا۟ yujāhidū mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَا jangan تَنفِرُوا۟ tanfirū kamu berangkat فِى dalam ٱلْحَرِّ ۗ l-ḥari panas terik قُلْ qul katakanlah نَارُ nāru api/neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat حَرًّۭا ۚ ḥarran panas لَّوْ law jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah, "Api neraka jahanam itu lebih sangat panas(nya)", jika mereka mengetahui.

🔊 Sedang diputar

فَلْيَضْحَكُوا۟ falyaḍḥakū maka mereka akan tertawa قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَلْيَبْكُوا۟ walyabkū dan mereka akan menangis كَثِيرًۭا kathīran banyak جَزَآءًۢ jazāan pembalasan بِمَا bimā dengan/bagi apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika رَّجَعَكَ rajaʿaka mengembalikan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَىٰ ilā kepada طَآئِفَةٍۢ ṭāifatin suatu golongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ fa-is'tadhanūka maka mereka minta izin kepadamu لِلْخُرُوجِ lil'khurūji untuk keluar فَقُل faqul maka katakanlah لَّن lan tidak تَخْرُجُوا۟ takhrujū kamu keluar مَعِىَ maʿiya bersamaku أَبَدًۭا abadan selamanya وَلَن walan dan tidak akan/boleh تُقَـٰتِلُوا۟ tuqātilū kamu memerangi مَعِىَ maʿiya bersamaku عَدُوًّا ۖ ʿaduwwan musuh إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian رَضِيتُم raḍītum kamu rela/senang hati بِٱلْقُعُودِ bil-quʿūdi dengan duduk/tinggal أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali فَٱقْعُدُوا۟ fa-uq'ʿudū maka duduklah kamu مَعَ maʿa bersama ٱلْخَـٰلِفِينَ l-khālifīna orang-orang yang tidak ikut perang

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang"1.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تُصَلِّ tuṣalli kamu menyembahyangkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنْهُم min'hum diantara mereka مَّاتَ māta yang mati أَبَدًۭا abadan selamanya وَلَا walā dan jangan تَقُمْ taqum kamu berdiri عَلَىٰ ʿalā diatas قَبْرِهِۦٓ ۖ qabrihi kuburnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan/sedang mereka فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik

Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تُعْجِبْكَ tuʿ'jib'ka menarik hatimu أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَأَوْلَـٰدُهُمْ ۚ wa-awlāduhum dan anak-anak mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an untuk يُعَذِّبَهُم yuʿadhibahum menyiksa mereka بِهَا bihā dengannya فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَتَزْهَقَ watazhaqa dan melayanglah أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/nyawa mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أُنزِلَتْ unzilat diturunkan سُورَةٌ sūratun suatu surat أَنْ an hendaknya ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah kamu مَعَ maʿa bersama رَسُولِهِ rasūlihi RasulNya ٱسْتَـْٔذَنَكَ is'tadhanaka minta izin kepadamu أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلطَّوْلِ l-ṭawli kesanggupan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ذَرْنَا dharnā biarkanlah kami نَكُن nakun adalah kami مَّعَ maʿa bersama ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk

Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang munafik itu), "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".1

🔊 Sedang diputar

رَضُوا۟ raḍū mereka rela بِأَن bi-an bahwa mereka يَكُونُوا۟ yakūnū ada/berada مَعَ maʿa bersama ٱلْخَوَالِفِ l-khawālifi orang yang tinggal وَطُبِعَ waṭubiʿa dan telah dicap/kunci mati عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَهُمْ fahum maka/karena mereka لَا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang1, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).

🔊 Sedang diputar

لَـٰكِنِ lākini tetapi ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia جَـٰهَدُوا۟ jāhadū mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ ۚ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ l-khayrātu kebaikan وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Tetapi rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.

🔊 Sedang diputar

أَعَدَّ aʿadda telah menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya ذَٰلِكَ dhālika demikian/itulah ٱلْفَوْزُ l-fawzu kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَجَآءَ wajāa dan datang ٱلْمُعَذِّرُونَ l-muʿadhirūna orang-orang yang mempunyai 'uzdur مِنَ mina dari ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun لِيُؤْذَنَ liyu'dhana agar diberi izin لَهُمْ lahum bagi mereka وَقَعَدَ waqaʿada dan tinggal duduk ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan RasulNya سَيُصِيبُ sayuṣību kelak akan menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْهُمْ min'hum diantara mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Dan datang (kepada nabi) orang-orang yang mengemukakan uzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

لَّيْسَ laysa tidak عَلَى ʿalā atas ٱلضُّعَفَآءِ l-ḍuʿafāi orang-orang yang lemah وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمَرْضَىٰ l-marḍā orang-orang yang sakit وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh مَا apa يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan حَرَجٌ ḥarajun berdosa/bersalah إِذَا idhā apabila نَصَحُوا۟ naṣaḥū mereka jujur/ikhlas لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan RasulNya مَا tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan مِن min dari سَبِيلٍۢ ۚ sabīlin jalan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit, dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila مَآ apa أَتَوْكَ atawka mereka datang kepadamu لِتَحْمِلَهُمْ litaḥmilahum agar kamu membawa mereka قُلْتَ qul'ta kamu berkata لَآ tidak أَجِدُ ajidu aku memperoleh مَآ apa/sesuatu أَحْمِلُكُمْ aḥmilukum aku membawamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya تَوَلَّوا۟ tawallaw mereka berpaling وَّأَعْيُنُهُمْ wa-aʿyunuhum dan mata mereka تَفِيضُ tafīḍu mencucurkan مِنَ mina dari ٱلدَّمْعِ l-damʿi air mata حَزَنًا ḥazanan sedih أَلَّا allā karena tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka memperoleh مَا apa يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan

dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan1.

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلسَّبِيلُ l-sabīlu jalan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَـْٔذِنُونَكَ yastadhinūnaka mereka minta izin kepadamu وَهُمْ wahum dan/padahal mereka أَغْنِيَآءُ ۚ aghniyāu orang-orang kaya رَضُوا۟ raḍū mereka rela بِأَن bi-an dengan bahwa يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah مَعَ maʿa bersama ٱلْخَوَالِفِ l-khawālifi orang-orang yang tinggal وَطَبَعَ waṭabaʿa dan telah mencap/kunci mati ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

🔊 Sedang diputar

يَعْتَذِرُونَ yaʿtadhirūna mereka mengemukakan 'udzur إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu إِذَا idhā apabila رَجَعْتُمْ rajaʿtum kamu telah kembali إِلَيْهِمْ ۚ ilayhim kepada mereka قُل qul katakanlah لَّا jangan تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu mengemukakan 'udzur لَن lan tidak akan نُّؤْمِنَ nu'mina kami percaya لَكُمْ lakum bagi kalian قَدْ qad sesungguhnya نَبَّأَنَا nabba-anā telah memberitahukan kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْ min dari أَخْبَارِكُمْ ۚ akhbārikum pemberitaanmu وَسَيَرَى wasayarā dan akan melihat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَلَكُمْ ʿamalakum pekerjaanmu/amalmu وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya ثُمَّ thumma kemudian تُرَدُّونَ turaddūna kamu akan dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada عَـٰلِمِ ʿālimi Yang Mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati yang nyata فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka/lalu Dia memberitahukan kepadamu بِمَا bimā dengan/terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah, "Janganlah kamu mengemukakan uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

🔊 Sedang diputar

سَيَحْلِفُونَ sayaḥlifūna mereka akan bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah لَكُمْ lakum bagi kalian إِذَا idhā apabila ٱنقَلَبْتُمْ inqalabtum kamu telah kembali إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka لِتُعْرِضُوا۟ lituʿ'riḍū supaya kamu berpaling عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari mereka فَأَعْرِضُوا۟ fa-aʿriḍū maka berpalinglah kamu عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka رِجْسٌۭ ۖ rij'sun keji/kotor وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat mereka جَهَنَّمُ jahannamu neraka jahanam جَزَآءًۢ jazāan balasan بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka 1 supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka Jahanam sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka akan bersumpah لَكُمْ lakum bagi kalian لِتَرْضَوْا۟ litarḍaw supaya kamu ridho عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari/kepada mereka فَإِن fa-in maka jika تَرْضَوْا۟ tarḍaw kamu ridho عَنْهُمْ ʿanhum dari/kepada mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَرْضَىٰ yarḍā Dia ridho عَنِ ʿani dari/kepada ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu rida kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu rida kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak rida kepada orang-orang yang fasik itu.

🔊 Sedang diputar

ٱلْأَعْرَابُ al-aʿrābu orang-orang Arab dusun أَشَدُّ ashaddu amat/sangat كُفْرًۭا kuf'ran kekafirannya وَنِفَاقًۭا wanifāqan dan kemunafikannya وَأَجْدَرُ wa-ajdaru dan lebih wajar أَلَّا allā bahwa tidak يَعْلَمُوا۟ yaʿlamū mereka mengetahui حُدُودَ ḥudūda batas/hukum-hukum مَآ apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ ۗ rasūlihi RasulNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Orang-orang Arab Badui itu 1 lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَمِنَ wamina dan dari/diantara ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun مَن man orang يَتَّخِذُ yattakhidhu mengambil/memandang مَا apa يُنفِقُ yunfiqu ia nafkahkan مَغْرَمًۭا maghraman denda/kerugian وَيَتَرَبَّصُ wayatarabbaṣu dan ia menanti-nanti بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلدَّوَآئِرَ ۚ l-dawāira giliran-giliran/bencana عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/menimpa mereka دَآئِرَةُ dāiratu giliran/bencana ٱلسَّوْءِ ۗ l-sawi buruk وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

وَمِنَ wamina dan diantara ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri kemudian/akhir وَيَتَّخِذُ wayattakhidhu dan ia mengambil/memandang مَا apa يُنفِقُ yunfiqu ia nafkahkan قُرُبَـٰتٍ qurubātin pendekatan عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَصَلَوَٰتِ waṣalawāti dan salawat/doa ٱلرَّسُولِ ۚ l-rasūli Rasul أَلَآ alā ketahuilah إِنَّهَا innahā sesungguhnya itu قُرْبَةٌۭ qur'batun pendekatan لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka سَيُدْخِلُهُمُ sayud'khiluhumu akan memasukkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى didalam رَحْمَتِهِۦٓ ۗ raḥmatihi rahmatNya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَٱلسَّـٰبِقُونَ wal-sābiqūna dan orang-orang yang terdahulu ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna yang pertama مِنَ mina dari/diantara ٱلْمُهَـٰجِرِينَ l-muhājirīna orang-orang muhajirin وَٱلْأَنصَارِ wal-anṣāri dan orang-orang anshor وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّبَعُوهُم ittabaʿūhum mengikuti mereka بِإِحْسَـٰنٍۢ bi-iḥ'sānin dengan baik رَّضِىَ raḍiya ridha ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum dari/kepada mereka وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka ridha عَنْهُ ʿanhu dari/kepadaNya وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir تَحْتَهَا taḥtahā dibawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā didalamnya أَبَدًۭا ۚ abadan selamanya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَمِمَّنْ wamimman dan diantara orang حَوْلَكُم ḥawlakum sekelilingmu مِّنَ mina dari ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun مُنَـٰفِقُونَ ۖ munāfiqūna orang-orang munafik وَمِنْ wamin dan dari أَهْلِ ahli penduduk ٱلْمَدِينَةِ ۖ l-madīnati Madinah مَرَدُوا۟ maradū mereka berlebih-lebihan عَلَى ʿalā atas ٱلنِّفَاقِ l-nifāqi kemunafikan لَا tidak تَعْلَمُهُمْ ۖ taʿlamuhum kamu mengetahui mereka نَحْنُ naḥnu Kami نَعْلَمُهُمْ ۚ naʿlamuhum Kami mengetahui mereka سَنُعَذِّبُهُم sanuʿadhibuhum akan Kami siksa mereka مَّرَّتَيْنِ marratayni dua kali ثُمَّ thumma kemudian يُرَدُّونَ yuraddūna mereka dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada عَذَابٍ ʿadhābin azab/siksa عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar

Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu 1 itu, ada orang-orang munafik dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti, mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَءَاخَرُونَ waākharūna dan orang-orang lain ٱعْتَرَفُوا۟ iʿ'tarafū mereka mengakui بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka خَلَطُوا۟ khalaṭū mereka mencampur adukkan عَمَلًۭا ʿamalan amal/pekerjaan صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan yang baik وَءَاخَرَ waākhara dan yang lain سَيِّئًا sayyi-an yang buruk عَسَى ʿasā mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an akan يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan, Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

خُذْ khudh ambillah مِنْ min dari أَمْوَٰلِهِمْ amwālihim sebagian harta mereka صَدَقَةًۭ ṣadaqatan sedekah تُطَهِّرُهُمْ tuṭahhiruhum kamu membersihkan mereka وَتُزَكِّيهِم watuzakkīhim dan kamu mensucikan mereka بِهَا bihā dengannya وَصَلِّ waṣalli dan doakanlah عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka إِنَّ inna sesungguhnya صَلَوٰتَكَ ṣalataka doa kamu سَكَنٌۭ sakanun ketentraman لَّهُمْ ۗ lahum bagi mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan 1 dan mensucikan 2 mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam apakah tidak يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia يَقْبَلُ yaqbalu Dia menerima ٱلتَّوْبَةَ l-tawbata taubat عَنْ ʿan dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hambaNya وَيَأْخُذُ wayakhudhu dan Dia mengambil ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?

🔊 Sedang diputar

وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu فَسَيَرَى fasayarā maka akan melihat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَلَكُمْ ʿamalakum pekerjaanmu وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin وَسَتُرَدُّونَ wasaturaddūna dan kamu akan dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada عَـٰلِمِ ʿālimi Yang Mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka/lalu Dia terangkan kepadamu بِمَا bimā dengan/terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Dan Katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".

🔊 Sedang diputar

وَءَاخَرُونَ waākharūna dan orang-orang lain مُرْجَوْنَ mur'jawna mereka ditangguhkan لِأَمْرِ li-amri bagi/sampai keputusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِمَّا immā adapun/adakalanya يُعَذِّبُهُمْ yuʿadhibuhum Dia mengazab/menyiksa mereka وَإِمَّا wa-immā dan adapun/adakalanya يَتُوبُ yatūbu Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ۗ ʿalayhim atas mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima tobat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/mengerjakan مَسْجِدًۭا masjidan mesjid ضِرَارًۭا ḍirāran kemudharatan وَكُفْرًۭا wakuf'ran dan kekafiran وَتَفْرِيقًۢا watafrīqan dan memecah belah بَيْنَ bayna antara ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin وَإِرْصَادًۭا wa-ir'ṣādan dan menunggu/menyambut لِّمَنْ liman bagi orang-orang yang حَارَبَ ḥāraba telah memerangi ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/sejak dahulu وَلَيَحْلِفُنَّ walayaḥlifunna dan sungguh mereka bersumpah إِنْ in tidak أَرَدْنَآ aradnā kami menghendaki إِلَّا illā selain ٱلْحُسْنَىٰ ۖ l-ḥus'nā kebaikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَشْهَدُ yashhadu Dia menjadi saksi إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh orang-orang pendusta

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin, serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu 1. Mereka sesungguhnya bersumpah, "Kami tidak menghendaki, selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

🔊 Sedang diputar

لَا janganlah تَقُمْ taqum kamu berdiri فِيهِ fīhi didalamnya أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya لَّمَسْجِدٌ lamasjidun sungguh mesjid أُسِّسَ ussisa didirikan عَلَى ʿalā atas (dasar) ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa مِنْ min dari/sejak أَوَّلِ awwali pertama/awal يَوْمٍ yawmin hari أَحَقُّ aḥaqqu lebih hak/patut أَن an bahwa تَقُومَ taqūma kamu berdiri/sembahyang فِيهِ ۚ fīhi didalamnya فِيهِ fīhi didalamnya رِجَالٌۭ rijālun orang laki-laki يُحِبُّونَ yuḥibbūna mereka senang/ingin أَن an bahwa يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ yataṭahharū mereka membersihkan diri وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُطَّهِّرِينَ l-muṭahirīna orang-orang yang bersih

Janganlah kamu salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Qubā`) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya, ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.

🔊 Sedang diputar

أَفَمَنْ afaman apakah orang-orang yang أَسَّسَ assasa mendirikan بُنْيَـٰنَهُۥ bun'yānahu bangunannya عَلَىٰ ʿalā atas (dasar) تَقْوَىٰ taqwā takwa مِنَ mina dari/pada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرِضْوَٰنٍ wariḍ'wānin dan keridhaan خَيْرٌ khayrun yang baik أَم am ataukah مَّنْ man orang أَسَّسَ assasa mendirikan بُنْيَـٰنَهُۥ bun'yānahu bangunannya عَلَىٰ ʿalā atas/tepi شَفَا shafā pinggir جُرُفٍ jurufin jurang هَارٍۢ hārin runtuh فَٱنْهَارَ fa-in'hāra maka/lalu runtuh بِهِۦ bihi dengannya فِى dalam نَارِ nāri api/neraka جَهَنَّمَ ۗ jahannama jahanam وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan-(Nya) itu yang baik ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

لَا tidak يَزَالُ yazālu senantiasa بُنْيَـٰنُهُمُ bun'yānuhumu bangunan-bangunan mereka ٱلَّذِى alladhī yang بَنَوْا۟ banaw mereka bangun رِيبَةًۭ rībatan keraguan فِى dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an telah تَقَطَّعَ taqaṭṭaʿa putus/hancur قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur 1. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱشْتَرَىٰ ish'tarā membeli مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَأَمْوَٰلَهُم wa-amwālahum dan harta mereka بِأَنَّ bi-anna dengan/bahwasanya لَهُمُ lahumu untuk mereka ٱلْجَنَّةَ ۚ l-janata surga يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna mereka berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَيَقْتُلُونَ fayaqtulūna maka/lalu mereka membunuh وَيُقْتَلُونَ ۖ wayuq'talūna dan mereka dibunuh وَعْدًا waʿdan janji عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya حَقًّۭا ḥaqqan benar فِى dalam ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَٱلْإِنجِيلِ wal-injīli dan Injil وَٱلْقُرْءَانِ ۚ wal-qur'āni dan Al Quran وَمَنْ waman dan siapakah أَوْفَىٰ awfā lebih menepati بِعَهْدِهِۦ biʿahdihi dengan janjinya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَٱسْتَبْشِرُوا۟ fa-is'tabshirū maka bergembiralah kamu بِبَيْعِكُمُ bibayʿikumu dengan jual belimu ٱلَّذِى alladhī yang بَايَعْتُم bāyaʿtum telah kamu jual belikan بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itu هُوَ huwa ia ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur`ān. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.

🔊 Sedang diputar

ٱلتَّـٰٓئِبُونَ al-tāibūna orang-orang yang bertaubat ٱلْعَـٰبِدُونَ l-ʿābidūna orang-orang yang beribadat ٱلْحَـٰمِدُونَ l-ḥāmidūna orang-orang yang memuji ٱلسَّـٰٓئِحُونَ l-sāiḥūna orang-orang yang mengembara ٱلرَّٰكِعُونَ l-rākiʿūna orang-orang yang ruku' ٱلسَّـٰجِدُونَ l-sājidūna orang-orang yang sujud ٱلْـَٔامِرُونَ l-āmirūna orang-orang yang menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan kebaikan وَٱلنَّاهُونَ wal-nāhūna dan orang-orang yang mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari kemungkaran وَٱلْحَـٰفِظُونَ wal-ḥāfiẓūna dan orang-orang yang memelihara لِحُدُودِ liḥudūdi bagi hukum-hukum ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَبَشِّرِ wabashiri dan gembirakanlah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin

Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat 1, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.

🔊 Sedang diputar

مَا tidak كَانَ kāna ada/patut لِلنَّبِىِّ lilnnabiyyi bagi Nabi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَن an untuk يَسْتَغْفِرُوا۟ yastaghfirū memintakan ampun لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik وَلَوْ walaw walaupun كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah أُو۟لِى ulī kaum قُرْبَىٰ qur'bā kerabat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa تَبَيَّنَ tabayyana telah jelas لَهُمْ lahum bagi mereka أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka

Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya) sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱسْتِغْفَارُ is'tigh'fāru permintaan ampun إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim لِأَبِيهِ li-abīhi untuk bapaknya إِلَّا illā meliankan عَن ʿan dari/karena مَّوْعِدَةٍۢ mawʿidatin suatu janji وَعَدَهَآ waʿadahā ia janjikannya إِيَّاهُ iyyāhu kepadanya (bapaknya) فَلَمَّا falammā maka tatkala تَبَيَّنَ tabayyana jelas لَهُۥٓ lahu baginya أَنَّهُۥ annahu bahwasanya dia عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّلَّهِ lillahi bagi Allah تَبَرَّأَ tabarra-a (Ibrahim) berlepas diri مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya إِنَّ inna sesungguhnya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim لَأَوَّٰهٌ la-awwāhun lembut hati حَلِيمٌۭ ḥalīmun penyantun

Dan permintaan ampun dari Ibrāhīm (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrāhīm bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrāhīm berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrāhīm adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُضِلَّ liyuḍilla untuk Dia sesatkan قَوْمًۢا qawman kaum بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika هَدَىٰهُمْ hadāhum Dia memberi petunjuk mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُبَيِّنَ yubayyina Dia jelaskan لَهُم lahum bagi mereka مَّا apa يَتَّقُونَ ۚ yattaqūna mereka takuti إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan 1 suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi 2. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُۥ lahu bagi/kepunyaan-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia hidupkan وَيُمِيتُ ۚ wayumītu dan Dia mematikan وَمَا wamā dan tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong

Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.

🔊 Sedang diputar

لَّقَد laqad sesungguhnya تَّابَ tāba telah menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَى ʿalā atas ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang Muhajirin وَٱلْأَنصَارِ wal-anṣāri dan orang-orang Anshor ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوهُ ittabaʿūhu (mereka) mengikutinya فِى dalam سَاعَةِ sāʿati waktu/masa ٱلْعُسْرَةِ l-ʿus'rati kesulitan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa كَادَ kāda hampir-hampir يَزِيغُ yazīghu berpaling قُلُوبُ qulūbu hati فَرِيقٍۢ farīqin segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka ثُمَّ thumma kemudian تَابَ tāba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِهِمْ bihim dengan/kepada mereka رَءُوفٌۭ raūfun Maha Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Sesungguhnya Allah telah menerima tobat nabi, orang-orang muhajirin, dan orang-orang ansar yang mengikuti nabi dalam masa kesulitan setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

🔊 Sedang diputar

وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلثَّلَـٰثَةِ l-thalāthati tiga ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خُلِّفُوا۟ khullifū (mereka) ditinggalkan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila ضَاقَتْ ḍāqat terasa sempit عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi بِمَا bimā dengan apa/padahal رَحُبَتْ raḥubat luas وَضَاقَتْ waḍāqat dan terasa sempit عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَنفُسُهُمْ anfusuhum jiwa mereka وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira أَن an bahwa لَّا tidak ada مَلْجَأَ malja-a tempat lari مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّآ illā kecuali/melainkan إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian تَابَ tāba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ liyatūbū agar mereka bertaubat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

dan terhadap tiga orang 1 yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَكُونُوا۟ wakūnū dan jadilah kamu مَعَ maʿa bersama ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

🔊 Sedang diputar

مَا tidak كَانَ kāna ada/patut لِأَهْلِ li-ahli bagi penduduk ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah وَمَنْ waman dan orang-orang حَوْلَهُم ḥawlahum disekitar mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun أَن an bahwa يَتَخَلَّفُوا۟ yatakhallafū mereka tinggal dibelakang عَن ʿan dari/dengan رَّسُولِ rasūli Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak يَرْغَبُوا۟ yarghabū mereka lebih mencintai بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim dengan diri mereka عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya (Rasul) ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka لَا tidak يُصِيبُهُمْ yuṣībuhum menimpa mereka ظَمَأٌۭ ẓama-on kehausan وَلَا walā dan tidak نَصَبٌۭ naṣabun kepayahan وَلَا walā dan tidak مَخْمَصَةٌۭ makhmaṣatun kelaparan فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak يَطَـُٔونَ yaṭaūna mereka menginjak مَوْطِئًۭا mawṭi-an suatu tempat يَغِيظُ yaghīẓu menimbulkan amarah ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir وَلَا walā dan tidak يَنَالُونَ yanālūna mereka mendapat مِنْ min dari عَدُوٍّۢ ʿaduwwin musuh نَّيْلًا naylan pendapatan (bahaya) إِلَّا illā melainkan كُتِبَ kutiba ditulis لَهُم lahum bagi mereka بِهِۦ bihi dengannya عَمَلٌۭ ʿamalun amal صَـٰلِحٌ ۚ ṣāliḥun sholeh إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan نَفَقَةًۭ nafaqatan suatu nafkah صَغِيرَةًۭ ṣaghīratan kecil وَلَا walā dan tidak كَبِيرَةًۭ kabīratan besar وَلَا walā dan tidak يَقْطَعُونَ yaqṭaʿūna mereka memotong/melintasi وَادِيًا wādiyan suatu lembah إِلَّا illā melainkan كُتِبَ kutiba dituliskan لَهُمْ lahum bagi mereka لِيَجْزِيَهُمُ liyajziyahumu karena akan memberi balasan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَا apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

۞ وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada/patut ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin لِيَنفِرُوا۟ liyanfirū untuk mereka pergi كَآفَّةًۭ ۚ kāffatan seluruhnya/semuanya فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak نَفَرَ nafara keluar/pergi مِن min dari كُلِّ kulli setiap فِرْقَةٍۢ fir'qatin golongan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun kelompok/beberapa orang لِّيَتَفَقَّهُوا۟ liyatafaqqahū untuk mereka memperdalam فِى didalam/tentang ٱلدِّينِ l-dīni agama وَلِيُنذِرُوا۟ waliyundhirū dan untuk memperingatkan قَوْمَهُمْ qawmahum kaumnya إِذَا idhā apabila رَجَعُوٓا۟ rajaʿū mereka kembali إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَحْذَرُونَ yaḥdharūna mereka menjaga diri/hati-hati

Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قَـٰتِلُوا۟ qātilū perangilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَلُونَكُم yalūnakum (mereka) mengelilingimu/sekitar kamu مِّنَ mina dari ٱلْكُفَّارِ l-kufāri orang-orang kafir وَلْيَجِدُوا۟ walyajidū dan agar mereka mendapati/menemui فِيكُمْ fīkum pada kamu غِلْظَةًۭ ۚ ghil'ẓatan kekuatan/kekerasan وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa bersama ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَآ apa أُنزِلَتْ unzilat diturunkan سُورَةٌۭ sūratun suatu surat فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّن man orang يَقُولُ yaqūlu ia berkata أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu زَادَتْهُ zādathu bertambah ia هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini (surat) إِيمَـٰنًۭا ۚ īmānan keimanan فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman فَزَادَتْهُمْ fazādathum maka menambah mereka إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan وَهُمْ wahum dan mereka يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka merasa gembira

Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira.

🔊 Sedang diputar

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى didalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit فَزَادَتْهُمْ fazādathum maka menambah mereka رِجْسًا rij'san kotor إِلَىٰ ilā pada/disamping رِجْسِهِمْ rij'sihim kekotoran mereka وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna dalam keadaan kafir

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit1, maka dengan surah itu bertambah kekafiran mereka di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

🔊 Sedang diputar

أَوَلَا awalā apakah يَرَوْنَ yarawna tidak mereka memperhatikan أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka يُفْتَنُونَ yuf'tanūna mereka diuji فِى dalam كُلِّ kulli setiap عَامٍۢ ʿāmin tahun مَّرَّةً marratan sekali أَوْ aw atau مَرَّتَيْنِ marratayni dua kali ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran/ingat

Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji 1 sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَآ apa أُنزِلَتْ unzilat diturunkan سُورَةٌۭ sūratun suatu surat نَّظَرَ naẓara memandang بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍ baʿḍin sebagian lainnya هَلْ hal apakah يَرَىٰكُم yarākum melihatmu مِّنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seorang ثُمَّ thumma kemudian ٱنصَرَفُوا۟ ۚ inṣarafū mereka berpaling/pergi صَرَفَ ṣarafa memalingkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قُلُوبَهُم qulūbahum hati mereka بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti

Dan apabila diturunkan satu surah, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata), "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu, mereka pun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

🔊 Sedang diputar

لَقَدْ laqad sesungguhnya جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ anfusikum diantara/golonganmu sendiri عَزِيزٌ ʿazīzun terasa berat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/olehnya مَا apa عَنِتُّمْ ʿanittum kamu derita حَرِيصٌ ḥarīṣun sangat menginginkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan/terhadap orang-orang mukmin رَءُوفٌۭ raūfun amat penyantun رَّحِيمٌۭ raḥīmun penyayang

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَقُلْ faqul maka katakanlah حَسْبِىَ ḥasbiya cukuplah bagiku ٱللَّهُ l-lahu Allah لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā selain/kecuali هُوَ ۖ huwa Dia عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya/kepada-Nya تَوَكَّلْتُ ۖ tawakkaltu aku bertawakkal وَهُوَ wahuwa dan Dia رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar/agung

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki arasy yang agung".

Ayat /129