هود
Hud
Hud Makkiyah
Memuat audio qari…
الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra كِتَـٰبٌ kitābun kitab أُحْكِمَتْ uḥ'kimat disusun dengan rapi ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatnya ثُمَّ thumma kemudian فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan terperinci مِن min dari لَّدُنْ ladun sisi حَكِيمٍ ḥakīmin Maha Bijaksana خَبِيرٍ khabīrin Maha Mengetahui
Alif Lām Rā, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci 1 yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
أَلَّا allā agar tidak تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā kecuali/selain ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku لَكُم lakum bagi kalian مِّنْهُ min'hu daripadaNya نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan وَبَشِيرٌۭ wabashīrun dan pembawa kabar gembira
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dari-Nya,
وَأَنِ wa-ani dan hendaklah ٱسْتَغْفِرُوا۟ is'taghfirū kamu memohon ampun رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya يُمَتِّعْكُم yumattiʿ'kum Dia akan memberi kenikmatan kepadamu مَّتَـٰعًا matāʿan kenikmatan/kesenangan حَسَنًا ḥasanan yang baik إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman tertentu وَيُؤْتِ wayu'ti dan Dia akan memberikan كُلَّ kulla setiap ذِى dhī mempunyai فَضْلٍۢ faḍlin keutamaan فَضْلَهُۥ ۖ faḍlahu karunia-Nya وَإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَإِنِّىٓ fa-innī maka sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba siksaan يَوْمٍۢ yawmin hari كَبِيرٍ kabīrin besar/kiamat
dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhan-mu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَرْجِعُكُمْ ۖ marjiʿukum tempat kembalimu وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa
Kepada Allah-lah kembalimu dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka يَثْنُونَ yathnūna mereka membusungkan صُدُورَهُمْ ṣudūrahum dada mereka لِيَسْتَخْفُوا۟ liyastakhfū untuk menyembunyikan diri مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya أَلَا alā ingatlah حِينَ ḥīna di waktu يَسْتَغْشُونَ yastaghshūna mereka menyelimuti diri ثِيَابَهُمْ thiyābahum pakaian mereka يَعْلَمُ yaʿlamu (Allah) mengetahui مَا mā apa يُسِرُّونَ yusirrūna mereka sembunyikan وَمَا wamā dan apa يُعْلِنُونَ ۚ yuʿ'linūna mereka lahirkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada/isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati
Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri darinya (Muhammad) 1. Ingatlah, pada waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
۞ وَمَا wamā dan tidak ada مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang melata فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā melainkan عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah رِزْقُهَا riz'quhā rezkinya وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مُسْتَقَرَّهَا mus'taqarrahā tempat berdiamnya وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ wamus'tawdaʿahā dan tempat penyimpanannya كُلٌّۭ kullun semuanya فِى fī didalam كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab مُّبِينٍۢ mubīnin nyata
Dan tidak ada suatu binatang melata 1 pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya 2. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi فِى fī dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin masa/hari وَكَانَ wakāna dan adalah عَرْشُهُۥ ʿarshuhu singgasana-Nya عَلَى ʿalā di atas ٱلْمَآءِ l-māi air لِيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia hendak mengujimu أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik عَمَلًۭا ۗ ʿamalan amalnya وَلَئِن wala-in dan jika قُلْتَ qul'ta kamu berkata إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مَّبْعُوثُونَ mabʿūthūna orang yang dibangkitkan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱلْمَوْتِ l-mawti mati لَيَقُولَنَّ layaqūlanna niscaya akan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā hanyalah سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan adalah arasy-Nya di atas air agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya 1 dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah), "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Ini 2 tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
وَلَئِنْ wala-in dan sesungguhnya jika أَخَّرْنَا akharnā Kami undurkan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab إِلَىٰٓ ilā kepada أُمَّةٍۢ ummatin umat/waktu مَّعْدُودَةٍۢ maʿdūdatin tertentu لَّيَقُولُنَّ layaqūlunna niscaya mereka akan berkata مَا mā apa يَحْبِسُهُۥٓ ۗ yaḥbisuhu menghalanginya أَلَا alā ingatlah يَوْمَ yawma di hari/di waktu يَأْتِيهِمْ yatīhim datang kepada mereka لَيْسَ laysa tidak مَصْرُوفًا maṣrūfan dipalingkan/dihindarkan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim dengan mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, pada waktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.
وَلَئِنْ wala-in dan jika أَذَقْنَا adhaqnā Kami rasakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِنَّا minnā dari Kami رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat ثُمَّ thumma kemudian نَزَعْنَـٰهَا nazaʿnāhā Kami cabutnya مِنْهُ min'hu daripadanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَيَـُٔوسٌۭ layaūsun menjadi putus asa كَفُورٌۭ kafūrun ingkar
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
وَلَئِنْ wala-in dan jika أَذَقْنَـٰهُ adhaqnāhu Kami rasakan kepadanya نَعْمَآءَ naʿmāa kebahagiaan بَعْدَ baʿda sesudah ضَرَّآءَ ḍarrāa bencana مَسَّتْهُ massathu menyentuh/menimpa لَيَقُولَنَّ layaqūlanna niscaya dia akan berkata ذَهَبَ dhahaba telang hilang ٱلسَّيِّـَٔاتُ l-sayiātu bencana-bencana عَنِّىٓ ۚ ʿannī daripadaku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَفَرِحٌۭ lafariḥun sangat gembira فَخُورٌ fakhūrun bangga
Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka) sabar وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُم lahum bagi mereka/beroleh مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala كَبِيرٌۭ kabīrun besar
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
فَلَعَلَّكَ falaʿallaka maka boleh jadi kamu تَارِكٌۢ tārikun meninggalkan بَعْضَ baʿḍa sebagian مَا mā apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَضَآئِقٌۢ waḍāiqun dan sempit بِهِۦ bihi dengannya/karenanya صَدْرُكَ ṣadruka dadamu أَن an bahwa يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya كَنزٌ kanzun perbendaharaan/kekayaan أَوْ aw atau جَآءَ jāa datang مَعَهُۥ maʿahu bersama dia مَلَكٌ ۚ malakun seorang malaikat إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu نَذِيرٌۭ ۚ nadhīrun seorang pemberi peringatan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَكِيلٌ wakīlun Pemelihara
Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.
أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan افْتَرَاهُ ۖ if'tarāhu (Muhammad) membuat-buatnya قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah بِعَشْرِ biʿashri dengan sepuluh سُوَرٍۢ suwarin surat مِّثْلِهِۦ mith'lihi semisalnya/yang menyamainya مُفْتَرَيَـٰتٍۢ muf'tarayātin yang dibuat-buatnya itu وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah مَنِ mani orang-orang ٱسْتَطَعْتُم is'taṭaʿtum kamu sanggup مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Bahkan, mereka mengatakan, " Muhammad telah membuat-buat Al-Qur`ān itu" ; Katakanlah, "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah jika kamu memang orang-orang yang benar".
فَإِلَّمْ fa-illam Maka jika tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memperkenankan لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّمَآ annamā bahwasanya أُنزِلَ unzila diturunkan بِعِلْمِ biʿil'mi dengan ilmu ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَن wa-an dan bahwa لَّآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā selain هُوَ ۖ huwa Dia فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri
Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu), "Ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur`ān itu diturunkan dengan ilmu 1 Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?
مَن man barangsiapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَزِينَتَهَا wazīnatahā dan perhiasannya نُوَفِّ nuwaffi Kami penuhi/sempurnakan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum pekerjaan mereka فِيهَا fīhā didalamnya/didunia وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya/didunia لَا lā tidak يُبْخَسُونَ yub'khasūna mereka dirugikan
Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَيْسَ laysa tidak لَهُمْ lahum bagi mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat إِلَّا illā kecuali ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka وَحَبِطَ waḥabiṭa dan lenyap مَا mā apa صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka usahakan فِيهَا fīhā didalamnya/diakhirat وَبَـٰطِلٌۭ wabāṭilun dan batil/sia-sia مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan 1.
أَفَمَن afaman apakah orang كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti nyata مِّن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَيَتْلُوهُ wayatlūhu dan membacakannya شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi مِّنْهُ min'hu daripada-Nya وَمِن wamin dan dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya كِتَـٰبُ kitābu Kitab مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِمَامًۭا imāman pedoman وَرَحْمَةً ۚ waraḥmatan dan rahmat أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur kafir بِهِۦ bihi dengannya مِنَ mina dari/diantara ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan فَٱلنَّارُ fal-nāru maka neraka مَوْعِدُهُۥ ۚ mawʿiduhu diancamkannya فَلَا falā maka janganlah تَكُ taku kamu فِى fī dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya إِنَّهُ innahu sesungguhnya dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar-benar مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur`ān) dari Tuhan-nya dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad)1 dari Allah dan sebelum Al-Qur`ān itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al-Qur`ān. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur`ān, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān itu. Sesungguhnya (Al-Qur`ān) itu benar-benar dari Tuhan-mu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā membuat-buat عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا ۚ kadhiban dusta أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna dihadapkan عَلَىٰ ʿalā atas/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلْأَشْهَـٰدُ l-ashhādu para saksi هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) berdusta عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka أَلَا alā ingatlah لَعْنَةُ laʿnatu kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi 1 akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menghendaki عِوَجًۭا ʿiwajan bengkok وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan hari akhirat هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang kafir/tidak percaya
(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَمْ lam tidak يَكُونُوا۟ yakūnū mereka ada/mampu مُعْجِزِينَ muʿ'jizīna melepaskan diri فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari أَوْلِيَآءَ ۘ awliyāa penolong يُضَـٰعَفُ yuḍāʿafu dilipat gandakan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْعَذَابُ ۚ l-ʿadhābu azab/siksaan مَا mā tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka sanggup ٱلسَّمْعَ l-samʿa mendengar وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat
Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَضَلَّ waḍalla dan lenyaplah عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
لَا lā tidak جَرَمَ jarama pasti أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمُ humu mereka ٱلْأَخْسَرُونَ l-akhsarūna orang-orang yang paling rugi
Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh وَأَخْبَتُوٓا۟ wa-akhbatū dan mereka merendahkan diri إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.
۞ مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan كَٱلْأَعْمَىٰ kal-aʿmā seperti orang buta وَٱلْأَصَمِّ wal-aṣami dan orang tuli وَٱلْبَصِيرِ wal-baṣīri dan orang yang dapat melihat وَٱلسَّمِيعِ ۚ wal-samīʿi dan yang dapat mendengar هَلْ hal apakah يَسْتَوِيَانِ yastawiyāni sama keduanya مَثَلًا ۚ mathalan perumpamaan أَفَلَا afalā apakah tidak/tidakkah تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran
Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun yang nyata
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, (dia berkata), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
أَن an bahwa لَّا lā janganlah تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā selain ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin pada hari أَلِيمٍۢ alīmin menyedihkan
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".
فَقَالَ faqāla maka berkatalah ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مَا mā tidak نَرَىٰكَ narāka kami melihatmu إِلَّا illā melainkan بَشَرًۭا basharan seorang manusia مِّثْلَنَا mith'lanā seperti kami وَمَا wamā dan tidak نَرَىٰكَ narāka kami melihat kamu ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka yang mengikuti kamu إِلَّا illā melainkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka أَرَاذِلُنَا arādhilunā yang hina diantara kami بَادِىَ bādiya tanpa ٱلرَّأْىِ l-rayi pendapat/berpikir وَمَا wamā dan tidak نَرَىٰ narā kami melihat لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مِن min dari فَضْلٍۭ faḍlin keutamaan/kelebihan بَلْ bal tetapi/bahkan نَظُنُّكُمْ naẓunnukum kami mengira kamu كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang dusta
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".
قَالَ qāla (Nuh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pikiranmu إِن in jika كُنتُ kuntu aku ada عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَءَاتَىٰنِى waātānī dan diberinya aku رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنْ min dari عِندِهِۦ ʿindihi sisi-Nya فَعُمِّيَتْ faʿummiyat maka/lalu disamarkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَنُلْزِمُكُمُوهَا anul'zimukumūhā apakah kami akan paksakannya kamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَهَا lahā padanya كَـٰرِهُونَ kārihūna benci/tidak menyukai
Berkata Nūḥ, "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan-ku dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?"
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata): hai kaumku لَآ lā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مَالًا ۖ mālan harta إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَى ʿalā atas/dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku بِطَارِدِ biṭāridi mengusir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ ۚ āmanū beriman إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū mereka menemui رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَـٰكِنِّىٓ walākinnī akan tetapi aku أَرَىٰكُمْ arākum aku memandangmu قَوْمًۭا qawman suatu kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna bodoh/tidak mengetahui
Dan (dia berkata), "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan-nya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) hai kaumku مَن man siapakah يَنصُرُنِى yanṣurunī menolongku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika طَرَدتُّهُمْ ۚ ṭaradttuhum aku mengusir mereka أَفَلَا afalā apakah tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran
Dan (dia berkata), "Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran 1?"
وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لَكُمْ lakum bagi kalian عِندِى ʿindī disisiku خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَآ walā dan tidak أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan إِنِّى innī sesungguhnya aku مَلَكٌۭ malakun Malaikat وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang تَزْدَرِىٓ tazdarī rendah/hina أَعْيُنُكُمْ aʿyunukum pandanganmu/penglihatanmu لَن lan tidak يُؤْتِيَهُمُ yu'tiyahumu mendatangkan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah خَيْرًا ۖ khayran kebaikan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa فِىٓ fī didalam/pada أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku إِذًۭا idhan kalau begitu لَّمِنَ lamina tentu dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), "Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah dan aku tiada mengetahui yang gaib" dan tidak (pula) aku mengatakan, "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat" dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh قَدْ qad sesungguhnya جَـٰدَلْتَنَا jādaltanā kamu telah berbantahan dengan kami فَأَكْثَرْتَ fa-aktharta maka kamu telah memperbanyak جِدَٰلَنَا jidālanā perbantahan terhadap kami فَأْتِنَا fatinā maka datangkanlah kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan kepada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Mereka berkata, "Hai Nūḥ, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla (Nuh) berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَأْتِيكُم yatīkum akan mendatangkan kepadamu بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِن in jika شَآءَ shāa Dia menghendaki وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melepaskan diri
Nūḥ menjawab, "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.
وَلَا walā dan tidak يَنفَعُكُمْ yanfaʿukum berguna kepadamu نُصْحِىٓ nuṣ'ḥī nasehatku إِنْ in jika أَرَدتُّ aradttu aku hendak أَنْ an akan أَنصَحَ anṣaḥa aku memberi nasehat لَكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah يُرِيدُ yurīdu Dia menghendaki أَن an akan يُغْوِيَكُمْ ۚ yugh'wiyakum menyesatkanmu هُوَ huwa Dia رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhan-mu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".
أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu dia membuat-buatnya قُلْ qul katakanlah إِنِ ini jika ٱفْتَرَيْتُهُۥ if'taraytuhu aku membuat-buatnya فَعَلَىَّ faʿalayya maka atasku إِجْرَامِى ij'rāmī dosaku وَأَنَا۠ wa-anā dan aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تُجْرِمُونَ tuj'rimūna kamu berbuat dosa
Malahan kaum Nūḥ itu berkata, "Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja". Katakanlah, "Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat".
وَأُوحِىَ waūḥiya dan diwahyukan إِلَىٰ ilā kepada نُوحٍ nūḥin Nuh أَنَّهُۥ annahu bahwasanya لَن lan tidak akan يُؤْمِنَ yu'mina beriman مِن min dari/diantara قَوْمِكَ qawmika kaummu إِلَّا illā kecuali مَن man orang قَدْ qad sungguh ءَامَنَ āmana telah beriman فَلَا falā maka jangan تَبْتَئِسْ tabta-is kamu bersedih hati بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan
Dan diwahyukan kepada Nūḥ bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja) karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.
وَٱصْنَعِ wa-iṣ'naʿi dan buatlah ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera بِأَعْيُنِنَا bi-aʿyuninā dengan pengawasan Kami وَوَحْيِنَا wawaḥyinā dan petunjuk wahyu Kami وَلَا walā dan janganlah تُخَـٰطِبْنِى tukhāṭib'nī kamu bicarakan dengan aku فِى fī didalam/tentang ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ۚ ẓalamū (mereka) dzalim إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّغْرَقُونَ mugh'raqūna orang-orang yang ditenggelamkan
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
وَيَصْنَعُ wayaṣnaʿu dan (Nuh) membuat ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera وَكُلَّمَا wakullamā dan setiap kali مَرَّ marra berjalan melewati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مَلَأٌۭ mala-on pemuka-pemuka مِّن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya سَخِرُوا۟ sakhirū mereka mengejek مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya قَالَ qāla (Nuh) berkata إِن in jika تَسْخَرُوا۟ taskharū kamu mengejek مِنَّا minnā dari kami فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami نَسْخَرُ naskharu kami mengejek مِنكُمْ minkum dari kamu كَمَا kamā sebagaimana تَسْخَرُونَ taskharūna kamu mengejek
Dan mulailah Nūḥ membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nūḥ , mereka mengejeknya. Berkatalah Nūḥ , "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).
فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui مَن man siapa يَأْتِيهِ yatīhi mendatanginya/menimpanya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya وَيَحِلُّ wayaḥillu dan halal/menimpa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّقِيمٌ muqīmun kekal
Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal".
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā perintah Kami وَفَارَ wafāra dan memancar air ٱلتَّنُّورُ l-tanūru dapur قُلْنَا qul'nā Kami berfikir ٱحْمِلْ iḥ'mil bawalah/muatkanlah فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلٍّۢ kullin masing-masing زَوْجَيْنِ zawjayni sepasang ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dan keluargamu إِلَّا illā kecuali مَن man orang سَبَقَ sabaqa terdahulu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/ketetapan وَمَنْ waman dan orang ءَامَنَ ۚ āmana telah beriman وَمَآ wamā dan tidak ada ءَامَنَ āmana beriman مَعَهُۥٓ maʿahu bersamanya (Nuh) إِلَّا illā kecuali قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit
Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur 1 telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina) dan keluargamu, kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nūḥ itu kecuali sedikit.
۞ وَقَالَ waqāla dan (Nuh) berkata ٱرْكَبُوا۟ ir'kabū naiklah kamu sekalian فِيهَا fīhā didalamnya بِسْمِ bis'mi dengan nama ٱللَّهِ l-lahi Allah مَجْر۪ىٰهَا majrahā diwaktu berlayarnya وَمُرْسَىٰهَآ ۚ wamur'sāhā dan berlabuhnya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan Nūḥ berkata, "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhan-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَهِىَ wahiya dan dia تَجْرِى tajrī berjalan/berlayar بِهِمْ bihim dengan mereka فِى fī dalam مَوْجٍۢ mawjin gelombang كَٱلْجِبَالِ kal-jibāli seperti gunung وَنَادَىٰ wanādā dan memanggil نُوحٌ nūḥun Nuh ٱبْنَهُۥ ib'nahu anaknya وَكَانَ wakāna dan adalah ia فِى fī di مَعْزِلٍۢ maʿzilin tempat terpencil يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan ٱرْكَب ir'kab naiklah مَّعَنَا maʿanā bersama kami وَلَا walā dan janganlah تَكُن takun kamu berada مَّعَ maʿa bersama ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nūḥ memanggil anaknya 1, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil, "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".
قَالَ qāla (anaknya) berkata سَـَٔاوِىٓ saāwī aku akan mencari perlindungan إِلَىٰ ilā ke جَبَلٍۢ jabalin gunung-gunung يَعْصِمُنِى yaʿṣimunī ia menjagaku/melindungiku مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ ۚ l-māi air قَالَ qāla (Nuh) berkata لَا lā tidak ada عَاصِمَ ʿāṣima pelindung ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini مِنْ min dari أَمْرِ amri perintah/azab ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā selain مَن man orang رَّحِمَ ۚ raḥima Dia kasihani وَحَالَ waḥāla dan menghalangi/memisahkan بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya ٱلْمَوْجُ l-mawju gelombang فَكَانَ fakāna maka adalah ia/anak itu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُغْرَقِينَ l-mugh'raqīna orang-orang yang ditenggelamkan
Anaknya menjawab, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nūḥ berkata, "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah, selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
وَقِيلَ waqīla dan difirmankan يَـٰٓأَرْضُ yāarḍu hai bumi ٱبْلَعِى ib'laʿī telanlah مَآءَكِ māaki airmu وَيَـٰسَمَآءُ wayāsamāu dan hai langit أَقْلِعِى aqliʿī berhentilah وَغِيضَ waghīḍa dan disurutkan ٱلْمَآءُ l-māu air وَقُضِىَ waquḍiya dan diselesaikan ٱلْأَمْرُ l-amru urusan/perintah وَٱسْتَوَتْ wa-is'tawat dan berlabuh عَلَى ʿalā diatas ٱلْجُودِىِّ ۖ l-jūdiyi bukit Judi وَقِيلَ waqīla dan dikatakan بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/binasalah لِّلْقَوْمِ lil'qawmi bagi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan difirmankan, "Hai bumi telanlah airmu dan hai langit (hujan) berhentilah" dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan 1 dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Jūdī 2 dan dikatakan, "Binasalah orang-orang yang zalim".
وَنَادَىٰ wanādā dan berseru نُوحٌۭ nūḥun Nuh رَّبَّهُۥ rabbahu Tuhannya فَقَالَ faqāla maka/lalu dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya ٱبْنِى ib'nī anakku مِنْ min dari/termasuk أَهْلِى ahlī keluargaku وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya وَعْدَكَ waʿdaka janji Engkau ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar وَأَنتَ wa-anta dan Engkau أَحْكَمُ aḥkamu paling adil menghukum ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para penghukum
Dan Nūḥ berseru kepada Tuhan-nya sambil berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya".
قَالَ qāla (Allah) berfirman يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَيْسَ laysa bukanlah dia مِنْ min dari/termasuk أَهْلِكَ ۖ ahlika keluargamu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia عَمَلٌ ʿamalun perbuatan غَيْرُ ghayru bukan/tidak صَـٰلِحٍۢ ۖ ṣāliḥin saleh/baik فَلَا falā maka jangan تَسْـَٔلْنِ tasalni kamu tanyakan kepada-Ku مَا mā apa/sesuatu لَيْسَ laysa tidak لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌ ۖ ʿil'mun pengetahuan إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَعِظُكَ aʿiẓuka Aku nasehatkan kepadamu أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu jadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh
Allah berfirman, "Hai Nūḥ, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya)1 perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan".
قَالَ qāla (Nuh) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِكَ bika kepada Engkau أَنْ an bahwa أَسْـَٔلَكَ asalaka aku menanyakan kepada Engkau مَا mā apa/sesuatu لَيْسَ laysa tidak/bukan لِى lī bagiku بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌۭ ۖ ʿil'mun pengetahuan/mengetahui وَإِلَّا wa-illā dan sekiranya tidak تَغْفِرْ taghfir Engkau memberi ampun لِى lī kepadaku وَتَرْحَمْنِىٓ watarḥamnī dan Engkau belas kasihan kepadaku أَكُن akun adalah aku مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Nūḥ berkata, Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi".
قِيلَ qīla difirmankan يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh ٱهْبِطْ ih'biṭ turunlah بِسَلَـٰمٍۢ bisalāmin dengan selamat مِّنَّا minnā dari Kami وَبَرَكَـٰتٍ wabarakātin dan keberkatan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat مِّمَّن mimman dari orang-orang مَّعَكَ ۚ maʿaka bersamamu وَأُمَمٌۭ wa-umamun dan ummat-ummat سَنُمَتِّعُهُمْ sanumattiʿuhum akan Kami beri kesenangan mereka ثُمَّ thumma kemudian يَمَسُّهُم yamassuhum akan menimpa mereka مِّنَّا minnā dari Kami عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Difirmankan, "Hai Nūḥ, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami".
تِلْكَ til'ka itu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita-berita ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib نُوحِيهَآ nūḥīhā Kami wahyukannya إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu مَا mā tidak كُنتَ kunta adalah kamu تَعْلَمُهَآ taʿlamuhā kamu mengetahuinya أَنتَ anta kamu وَلَا walā dan tidak قَوْمُكَ qawmuka kaummu مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum هَـٰذَا ۖ hādhā ini فَٱصْبِرْ ۖ fa-iṣ'bir maka bersabarlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْعَـٰقِبَةَ l-ʿāqibata akibat/kesudahan لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada عَادٍ ʿādin kaum 'Ad أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka هُودًۭا ۚ hūdan Hud قَالَ qāla ia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia إِنْ in tidak lain أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā hanyalah مُفْتَرُونَ muf'tarūna mengada-adakan
Dan kepada kaum ‘Ād (Kami utus) saudara mereka, Hūd. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَآ lā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًا ۖ ajran upah/ganjaran إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā hanyalah عَلَى ʿalā atas/dari ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَنِىٓ ۚ faṭaranī telah menciptakan aku أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?"
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) hai kaum ٱسْتَغْفِرُوا۟ is'taghfirū mohon ampunlah kamu رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya يُرْسِلِ yur'sili Dia mengirim ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit/hujan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّدْرَارًۭا mid'rāran sangat deras وَيَزِدْكُمْ wayazid'kum dan Dia menambah kamu قُوَّةً quwwatan kekuatan إِلَىٰ ilā kepada قُوَّتِكُمْ quwwatikum kekuatanmu وَلَا walā dan jangan تَتَوَلَّوْا۟ tatawallaw kamu berpaling مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berbuat dosa
Dan (dia berkata), "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰهُودُ yāhūdu Hai Huud مَا mā tidak جِئْتَنَا ji'tanā kamu datang pada kami بِبَيِّنَةٍۢ bibayyinatin dengan bukti yang nyata وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami بِتَارِكِىٓ bitārikī dengan meninggalkan ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan sesembahan kami عَن ʿan dari/karena قَوْلِكَ qawlika perkataanmu وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami لَكَ laka bagimu بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna dengan orang-orang yang beriman
Kaum ‘Ād berkata, "Hai Hūd, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.
إِن in jika/tidak نَّقُولُ naqūlu kami mengatakan إِلَّا illā melainkan ٱعْتَرَىٰكَ iʿ'tarāka telah menimpakan kepadamu بَعْضُ baʿḍu sebagian ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan/sesembahan kami بِسُوٓءٍۢ ۗ bisūin dengan keburukan/bahaya قَالَ qāla (Hud) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya أُشْهِدُ ush'hidu aku bersaksi ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱشْهَدُوٓا۟ wa-ish'hadū dan saksikanlah olehmu أَنِّى annī bahwasanya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Hūd menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,
مِن min dari دُونِهِۦ ۖ dūnihi selain Dia فَكِيدُونِى fakīdūnī maka tipu dayakanlah aku جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya ثُمَّ thumma kemudian لَا lā janganlah تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat
dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.
إِنِّى innī sesungguhnya aku تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبِّكُم ۚ warabbikum dan Tuhanmu مَّا mā tidak ada مِن min dari دَآبَّةٍ dābbatin binatang melata إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ءَاخِذٌۢ ākhidhun memegang بِنَاصِيَتِهَآ ۚ bināṣiyatihā dengan ubun-ubunnya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku عَلَىٰ ʿalā diatas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhan-ku dan Tuhan-mu. Tidak ada suatu binatang melata pun 1 , melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya 2. Sesungguhnya Tuhan-ku di atas jalan yang lurus 3" .
فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَقَدْ faqad maka sesungguhnya أَبْلَغْتُكُم ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu مَّآ mā apa أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku diutus بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَيْكُمْ ۚ ilaykum kepadamu وَيَسْتَخْلِفُ wayastakhlifu dan akan mengganti رَبِّى rabbī Tuhanku قَوْمًا qawman kaum غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu وَلَا walā dan tidak dapat تَضُرُّونَهُۥ taḍurrūnahu kamu membuat mudharat kepada-Nya شَيْـًٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَفِيظٌۭ ḥafīẓun Maha Pemelihara
Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhan-ku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhan-ku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.
وَلَمَّا walammā dan setelah جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā keputusan Kami نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan هُودًۭا hūdan Hud وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَنَجَّيْنَـٰهُم wanajjaynāhum dan Kami selamatkan mereka مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab غَلِيظٍۢ ghalīẓin berat/keras
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hūd dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah عَادٌۭ ۖ ʿādun kaum Ad جَحَدُوا۟ jaḥadū mereka mengingkari بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَعَصَوْا۟ waʿaṣaw dan mereka mendurhakai رُسُلَهُۥ rusulahu Rasul-RasulNya وَٱتَّبَعُوٓا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti أَمْرَ amra perintah كُلِّ kulli semua جَبَّارٍ jabbārin penguasa عَنِيدٍۢ ʿanīdin durhaka
Dan itulah (kisah) kaum ‘Ād yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).
وَأُتْبِعُوا۟ wa-ut'biʿū dan mereka diikuti فِى fī didalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لَعْنَةًۭ laʿnatan kutukan وَيَوْمَ wayawma dan hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya عَادًۭا ʿādan kaum 'Ad كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar رَبَّهُمْ ۗ rabbahum Tuhan mereka أَلَا alā ingatlah بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/kebinasaan لِّعَادٍۢ liʿādin bagi kaum 'Ad قَوْمِ qawmi kaum هُودٍۢ hūdin Hud
Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ād itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaum ‘Ād, (yaitu) kaum Hūd itu.
۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada ثَمُودَ thamūda Tsamud أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka صَـٰلِحًۭا ۚ ṣāliḥan Saleh قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia هُوَ huwa Dia أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menciptakan kamu مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱسْتَعْمَرَكُمْ wa-is'taʿmarakum dan Dia memakmurkan kamu فِيهَا fīhā di dalamnya فَٱسْتَغْفِرُوهُ fa-is'taghfirūhu maka mohonlah ampun kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku قَرِيبٌۭ qarībun amat dekat مُّجِيبٌۭ mujībun memperkenankan
Dan kepada Ṡamūd (Kami utus) saudara mereka Ṣālīḥ. Ṣālīḥ berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya 1 karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰصَـٰلِحُ yāṣāliḥu Wahai Sholeh قَدْ qad sesungguhnya كُنتَ kunta adalah kamu فِينَا fīnā pada/diantara kami مَرْجُوًّۭا marjuwwan menjadi harapan قَبْلَ qabla sebelum هَـٰذَآ ۖ hādhā ini أَتَنْهَىٰنَآ atanhānā apakah kamu melarang kami أَن an bahwa نَّعْبُدَ naʿbuda kami menyembah مَا mā apa يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami وَإِنَّنَا wa-innanā dan sesungguhnya kami لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa تَدْعُونَآ tadʿūnā kamu serukan kepada kami إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مُرِيبٍۢ murībin keraguan/menggelisahkan
Kaum Ṡamūd berkata, "Hai Ṣālīḥ, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami".
قَالَ qāla (Saleh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pikiranmu إِن in jika كُنتُ kuntu aku adalah عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَءَاتَىٰنِى waātānī dan Dia memberi aku مِنْهُ min'hu daripadaNya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat فَمَن faman maka siapa يَنصُرُنِى yanṣurunī menolongku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنْ in jika عَصَيْتُهُۥ ۖ ʿaṣaytuhu aku mendurhakaiNya فَمَا famā maka tidak تَزِيدُونَنِى tazīdūnanī kamu menambah kepadaku غَيْرَ ghayra selain تَخْسِيرٍۢ takhsīrin kerugian
Ṣālīḥ berkata, "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan-ku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku, selain daripada kerugian.
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum هَـٰذِهِۦ hādhihi inilah نَاقَةُ nāqatu unta betina ٱللَّهِ l-lahi Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَةًۭ āyatan ayat/tanda فَذَرُوهَا fadharūhā maka biarkanlah ia تَأْكُلْ takul ia makan فِىٓ fī di أَرْضِ arḍi bumi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu mengganggunya بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan kejahatan/gangguan فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu عَذَابٌۭ ʿadhābun azab قَرِيبٌۭ qarībun dekat
Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu; sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat".
فَعَقَرُوهَا faʿaqarūhā maka mereka menusuknya فَقَالَ faqāla lalu (Saleh) berkata تَمَتَّعُوا۟ tamattaʿū bersuka rialah kamu فِى fī didalam دَارِكُمْ dārikum rumahmu ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga أَيَّامٍۢ ۖ ayyāmin hari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu وَعْدٌ waʿdun janji غَيْرُ ghayru tidak مَكْذُوبٍۢ makdhūbin didustakan
Mereka membunuh unta itu, maka berkata Ṣālīḥ, "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari 1, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā putusan Kami نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan Saleh وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَمِنْ wamin dan dari خِزْىِ khiz'yi kehinaan يَوْمِئِذٍ ۗ yawmi-idhin pada hari itu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu Maha Kuat ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Ṣālīḥ beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
وَأَخَذَ wa-akhadha dan mengambil/menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu teriakan/suara keras فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka/lalu jadilah mereka فِى fī didalam دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mati bergelimpangan
Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
كَأَن ka-an seolah-olah لَّمْ lam tidak/belum يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka berdiam فِيهَآ ۗ fīhā didalamnya أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ثَمُودَا۟ thamūdā Tsamud كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar رَبَّهُمْ ۗ rabbahum Tuhan mereka أَلَا alā ingatlah بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/kebinasaan لِّثَمُودَ lithamūda bagi Tsamud
seolah-olah mereka belum pernah berdiam 1 di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Ṡamūd mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Ṡamūd.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَتْ jāat telah datang رُسُلُنَآ rusulunā utusan-utusan Kami إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim بِٱلْبُشْرَىٰ bil-bush'rā dengan membawa kabar gembira قَالُوا۟ qālū mereka mengucapkan سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat قَالَ qāla (Ibrahim) menjawab سَلَـٰمٌۭ ۖ salāmun selamat فَمَا famā maka tidak لَبِثَ labitha lama kemudian أَن an bahwa جَآءَ jāa datang/menyuguhkan بِعِجْلٍ biʿij'lin dengan daging anak sapi حَنِيذٍۢ ḥanīdhin dipanggang
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrāhīm dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan "Salāmān" (Selamat). Ibrāhīm menjawab, "Salāmun" (Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrāhīm menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَآ raā (Ibrahim) melihat أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka لَا lā tidak تَصِلُ taṣilu sampai إِلَيْهِ ilayhi kepadanya نَكِرَهُمْ nakirahum (Ibrahim) memandang aneh kepada mereka وَأَوْجَسَ wa-awjasa dan mereka curiga مِنْهُمْ min'hum dari/kepada mereka خِيفَةًۭ ۚ khīfatan ketakutan قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā jangan تَخَفْ takhaf kamu takut إِنَّآ innā sesungguhnya kami أُرْسِلْنَآ ur'sil'nā kami diutus إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِ qawmi kaum لُوطٍۢ lūṭin Luth
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrāhīm memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Lūṭ".
وَٱمْرَأَتُهُۥ wa-im'ra-atuhu dan isterinya قَآئِمَةٌۭ qāimatun berdiri فَضَحِكَتْ faḍaḥikat lalu ia tertawa/tersenyum فَبَشَّرْنَـٰهَا fabasharnāhā maka Kami sampaikan kabar gembira kepadanya بِإِسْحَـٰقَ bi-is'ḥāqa dengan Ishaq وَمِن wamin dan dari وَرَآءِ warāi belakang/sesudah إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishaq يَعْقُوبَ yaʿqūba Ya'qub
Dan istrinya berdiri (di balik tirai), lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Isḥāq dan dari Isḥāq (akan lahir putranya) Ya`qūb.
قَالَتْ qālat (isterinya) berkata يَـٰوَيْلَتَىٰٓ yāwaylatā aduh celakalah aku ءَأَلِدُ a-alidu apakah aku akan melahirkan وَأَنَا۠ wa-anā dan/padahal aku عَجُوزٌۭ ʿajūzun sudah tua وَهَـٰذَا wahādhā dan ini بَعْلِى baʿlī suamiku شَيْخًا ۖ shaykhan sudah tua إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَشَىْءٌ lashayon sungguh suatu عَجِيبٌۭ ʿajībun sangat ajaib/aneh
Istrinya berkata, "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتَعْجَبِينَ ataʿjabīna apakah kamu merasa heran مِنْ min dari/tentang أَمْرِ amri ketetapan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah رَحْمَتُ raḥmatu rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَبَرَكَـٰتُهُۥ wabarakātuhu dan keberkatan-Nya عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَهْلَ ahla ahlul/ahli ٱلْبَيْتِ ۚ l-bayti bait/rumah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji مَّجِيدٌۭ majīdun Maha Mulia
Para malaikat itu berkata, "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".
فَلَمَّا falammā maka setelah ذَهَبَ dhahaba lenyap عَنْ ʿan dari إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim ٱلرَّوْعُ l-rawʿu rasa takut وَجَآءَتْهُ wajāathu dan datang kepadanya ٱلْبُشْرَىٰ l-bush'rā berita gembira يُجَـٰدِلُنَا yujādilunā dia mendebat dengan Kami فِى fī dalam/tentang قَوْمِ qawmi kaum لُوطٍ lūṭin Luth
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrāhīm dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Lūṭ.
إِنَّ inna sesungguhnya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim لَحَلِيمٌ laḥalīmun penyantun أَوَّٰهٌۭ awwāhun penghiba مُّنِيبٌۭ munībun orang yang suka kembali
Sesungguhnya Ibrāhīm itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.
يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ yāib'rāhīmu Hai Ibrahim أَعْرِضْ aʿriḍ tinggalkanlah عَنْ ʿan dari هَـٰذَآ ۖ hādhā ini إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya قَدْ qad sungguh جَآءَ jāa telah datang أَمْرُ amru ketetapan رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka ءَاتِيهِمْ ātīhim datang kepada mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab غَيْرُ ghayru tidak مَرْدُودٍۢ mardūdin ditolak
Hai Ibrāhīm, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhan-mu dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَتْ jāat datang رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami لُوطًۭا lūṭan Luth سِىٓءَ sīa dia merasa susah بِهِمْ bihim dengan mereka وَضَاقَ waḍāqa dan dia merasa sempit بِهِمْ bihim dengan mereka ذَرْعًۭا dharʿan dada وَقَالَ waqāla dan dia berkata هَـٰذَا hādhā ini يَوْمٌ yawmun hari عَصِيبٌۭ ʿaṣībun amat sulit
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lūṭ, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan merek, dan dia berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit 1".
وَجَآءَهُۥ wajāahu dan datang kepadanya قَوْمُهُۥ qawmuhu kaumnya يُهْرَعُونَ yuh'raʿūna mereka bergegas-gegas إِلَيْهِ ilayhi kepadanya وَمِن wamin dan dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka melakukan ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti perbuatan-perbuatan keji قَالَ qāla (Luth) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi inilah بَنَاتِى banātī puteri-puteriku هُنَّ hunna mereka أَطْهَرُ aṭharu lebih suci لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan jangan تُخْزُونِ tukh'zūni kamu mencemarkanku فِى fī pada/terhadap ضَيْفِىٓ ۖ ḍayfī tamuku أَلَيْسَ alaysa apakah tidak مِنكُمْ minkum diantara kamu رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki رَّشِيدٌۭ rashīdun cerdik/berakal
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji 1. Lūṭ berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتَ ʿalim'ta kamu telah mengetahui مَا mā tidak ada لَنَا lanā bagi kami فِى fī pada/terhadap بَنَاتِكَ banātika puteri-puterimu مِنْ min dari حَقٍّۢ ḥaqqin berhak وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتَعْلَمُ lataʿlamu tentu kamu mengetahui مَا mā apa نُرِيدُ nurīdu kami kehendaki
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan 1 terhadap putri-putrimu dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki".
قَالَ qāla (Luth) berkata لَوْ law seandainya أَنَّ anna bahwasanya لِى lī bagiku بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian قُوَّةً quwwatan kekuatan أَوْ aw atau ءَاوِىٓ āwī aku berlindung إِلَىٰ ilā kepada رُكْنٍۢ ruk'nin tiang/keluarga شَدِيدٍۢ shadīdin yang kuat
Lūṭ berkata, "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰلُوطُ yālūṭu Hai Luth إِنَّا innā sesungguhnya kami رُسُلُ rusulu utusan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَن lan tidak يَصِلُوٓا۟ yaṣilū mereka sampai إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu فَأَسْرِ fa-asri maka berjalanlah بِأَهْلِكَ bi-ahlika dengan keluargamu بِقِطْعٍۢ biqiṭ'ʿin sepotong/di akhir مِّنَ mina dari ٱلَّيْلِ al-layli malam وَلَا walā dan jangan يَلْتَفِتْ yaltafit berpaling مِنكُمْ minkum diantara kamu أَحَدٌ aḥadun seorang إِلَّا illā melainkan ٱمْرَأَتَكَ ۖ im'ra-ataka isterimu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مُصِيبُهَا muṣībuhā menimpanya مَآ mā apa أَصَابَهُمْ ۚ aṣābahum menimpa mereka إِنَّ inna sesungguhnya مَوْعِدَهُمُ mawʿidahumu waktu yang dijanjikan pada mereka ٱلصُّبْحُ ۚ l-ṣub'ḥu waktu subuh أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱلصُّبْحُ l-ṣub'ḥu waktu subuh بِقَرِيبٍۢ biqarībin sudah dekat
Para utusan (malaikat) berkata, "Hai Lūṭ, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhan-mu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal 1, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā keputusan Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan عَـٰلِيَهَا ʿāliyahā diatasnya سَافِلَهَا sāfilahā ke bawahnya وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حِجَارَةًۭ ḥijāratan batu مِّن min dari سِجِّيلٍۢ sijjīlin tanah yang terbakar مَّنضُودٍۢ manḍūdin bertubi-tubi
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lūṭ itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
مُّسَوَّمَةً musawwamatan diberi tanda عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak هِىَ hiya ia مِنَ mina dari ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim بِبَعِيدٍۢ bibaʿīdin dengan jauh
Yang diberi tanda oleh Tuhan-mu dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim 1.
۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada مَدْيَنَ madyana Madyan أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka شُعَيْبًۭا ۚ shuʿayban Syu'aib قَالَ qāla ia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia وَلَا walā dan jangan تَنقُصُوا۟ tanquṣū kamu mengurangi ٱلْمِكْيَالَ l-mik'yāla takaran وَٱلْمِيزَانَ ۚ wal-mīzāna dan timbangan إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰكُم arākum aku melihat kamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan baik وَإِنِّىٓ wa-innī dan sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍۢ yawmin hari مُّحِيطٍۢ muḥīṭin meliputi
Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syuʻayb. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)".
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum أَوْفُوا۟ awfū penuhilah/cukupkanlah ٱلْمِكْيَالَ l-mik'yāla takaran وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil وَلَا walā dan jangan تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu kurangi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum sesuatu/hak-hak mereka وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melakukan kejahatan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna membuat kerusakan
Dan Syuʻayb berkata, "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.
بَقِيَّتُ baqiyyatu sisa/tertinggal ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ ۚ mu'minīna orang-orang yang beriman وَمَآ wamā dan bukanlah أَنَا۠ anā aku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِحَفِيظٍۢ biḥafīẓin dengan penjaga
Sisa (keuntungan) dari Allah 1 adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib أَصَلَوٰتُكَ aṣalatuka apakah sholatmu تَأْمُرُكَ tamuruka menyuruh kamu أَن an agar نَّتْرُكَ natruka kami meninggalkan مَا mā apa يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَآ ābāunā bapak-bapak kami أَوْ aw atau أَن an agar/bahwa نَّفْعَلَ nafʿala berbuat فِىٓ fī pada/tentang أَمْوَٰلِنَا amwālinā harta kami مَا mā apa نَشَـٰٓؤُا۟ ۖ nashāu kami kehendaki إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَأَنتَ la-anta sungguh kamu ٱلْحَلِيمُ l-ḥalīmu penyantun ٱلرَّشِيدُ l-rashīdu cerdik/berakal
Mereka berkata, "Hai Syuʻayb, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal 1".
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pikiranmu إِن in jika كُنتُ kuntu aku adalah عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَرَزَقَنِى warazaqanī dan Dia memberi rezki kepadaku مِنْهُ min'hu daripadaNya رِزْقًا riz'qan rezki حَسَنًۭا ۚ ḥasanan baik وَمَآ wamā dan tidak أُرِيدُ urīdu aku berkehendak أَنْ an untuk أُخَالِفَكُمْ ukhālifakum aku menyalahi kamu إِلَىٰ ilā kepada مَآ mā apa أَنْهَىٰكُمْ anhākum aku larang kamu عَنْهُ ۚ ʿanhu daripadanya إِنْ in tidaklah أُرِيدُ urīdu aku bermaksud إِلَّا illā melainkan/kecuali ٱلْإِصْلَـٰحَ l-iṣ'lāḥa perbaikan مَا mā apa ٱسْتَطَعْتُ ۚ is'taṭaʿtu aku sanggup وَمَا wamā dan tidak ada تَوْفِيقِىٓ tawfīqī taufik bagiku إِلَّا illā melainkan/kecuali بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi dengan Allah عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya أُنِيبُ unību aku kembali
Syuʻayb berkata, "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan-ku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum لَا lā janganlah يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum kesalahanmu/kejahatanmu شِقَاقِىٓ shiqāqī perselisihanku أَن an akan يُصِيبَكُم yuṣībakum menimpamu مِّثْلُ mith'lu seperti مَآ mā apa أَصَابَ aṣāba menimpa قَوْمَ qawma kaum نُوحٍ nūḥin Nuh أَوْ aw atau قَوْمَ qawma kaum هُودٍ hūdin Hud أَوْ aw atau قَوْمَ qawma kaum صَـٰلِحٍۢ ۚ ṣāliḥin Sholeh وَمَا wamā dan tidaklah قَوْمُ qawmu kaum لُوطٍۢ lūṭin Luth مِّنكُم minkum dari kamu بِبَعِيدٍۢ bibaʿīdin dengan jauh
Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nūḥ atau kaum Hūd atau kaum Ṣālīḥ, sedang kaum Lūṭ tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.
وَٱسْتَغْفِرُوا۟ wa-is'taghfirū dan mohonlah ampun رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian ثُمَّ thumma kemudian تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku رَحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang وَدُودٌۭ wadūdun Maha Pengasih
Dan mohonlah ampun kepada Tuhan-mu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib مَا mā tidak نَفْقَهُ nafqahu kami mengerti كَثِيرًۭا kathīran banyak مِّمَّا mimmā dari/tentang apa تَقُولُ taqūlu kamu katakan وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَرَىٰكَ lanarāka sungguh kami melihat engkau فِينَا fīnā pada diantara kami ضَعِيفًۭا ۖ ḍaʿīfan lemah وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak رَهْطُكَ rahṭuka golongan/keluargamu لَرَجَمْنَـٰكَ ۖ larajamnāka tentu kami rajam kamu وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin berkuasa/terhormat
Mereka berkata, "Hai Syuʻayb, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَرَهْطِىٓ arahṭī apakah keluargaku أَعَزُّ aʿazzu lebih terhormat عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱتَّخَذْتُمُوهُ wa-ittakhadhtumūhu dan kamu mengambil/meletakkan Dia وَرَآءَكُمْ warāakum di belakangmu ظِهْرِيًّا ۖ ẓih'riyyan punggung إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi
Syuʻayb menjawab, "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhan-ku meliputi apa yang kamu kerjakan".
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū berbuatlah kamu عَلَىٰ ʿalā atas/menurut مَكَانَتِكُمْ makānatikum tempat/kemampuanmu إِنِّى innī sesungguhnya aku عَـٰمِلٌۭ ۖ ʿāmilun seorang yang berbuat سَوْفَ sawfa kelak/bakal تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui مَن man siapa يَأْتِيهِ yatīhi mendatanginya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya وَمَنْ waman dan siapa هُوَ huwa dia كَـٰذِبٌۭ ۖ kādhibun berdusta وَٱرْتَقِبُوٓا۟ wa-ir'taqibū dan tunggulah إِنِّى innī sesungguhnya aku مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu رَقِيبٌۭ raqībun menunggu
Dan (dia berkata), "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu".
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُنَا amrunā putusan Kami نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَأَخَذَتِ wa-akhadhati dan mengambil/dibinasakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara keras فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى fī didalam دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mati bergelimpangan
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuʻayb dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak/belum يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka tinggal فِيهَآ ۗ fīhā didalamnya أَلَا alā ingatlah بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/binasa لِّمَدْيَنَ limadyana bagi Madyana كَمَا kamā sebagaimana بَعِدَتْ baʿidat jauh/binasa ثَمُودُ thamūdu Tsamud
Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Ṡamūd telah binasa.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin nyata
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,
إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَٱتَّبَعُوٓا۟ fa-ittabaʿū maka mereka mengikuti أَمْرَ amra perintah فِرْعَوْنَ ۖ fir'ʿawna Fir'aun وَمَآ wamā dan tidaklah أَمْرُ amru perintah فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun بِرَشِيدٍۢ birashīdin dengan petujuk/benar
kepada Firʻawn dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Firʻawn , padahal perintah Firʻawn sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar.
يَقْدُمُ yaqdumu ia mendahului قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فَأَوْرَدَهُمُ fa-awradahumu maka/lalu ia mendatangkan/memasukkan mereka ٱلنَّارَ ۖ l-nāra neraka وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْوِرْدُ l-wir'du kedatangan ٱلْمَوْرُودُ l-mawrūdu tempat yang didatangi
Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.
وَأُتْبِعُوا۟ wa-ut'biʿū dan mereka mengikuti فِى fī dalam هَـٰذِهِۦ hādhihi (dunia) ini لَعْنَةًۭ laʿnatan kutukan وَيَوْمَ wayawma dan hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat بِئْسَ bi'sa seburuk-buruk ٱلرِّفْدُ l-rif'du pemberian ٱلْمَرْفُودُ l-marfūdu yang diberikan
Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri نَقُصُّهُۥ naquṣṣuhu Kami ceritakannya عَلَيْكَ ۖ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنْهَا min'hā daripadanya قَآئِمٌۭ qāimun berdiri/tegak وَحَصِيدٌۭ waḥaṣīdun dan musnah
Itu adalah sebagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.
وَمَا wamā dan tidak ظَلَمْنَـٰهُمْ ẓalamnāhum Kami menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ ۖ anfusahum diri mereka sendiri فَمَآ famā maka tidak أَغْنَتْ aghnat bermanfaat عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka ءَالِهَتُهُمُ ālihatuhumu Tuhan-Tuhan mereka ٱلَّتِى allatī yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu/sedikitpun لَّمَّا lammā tatkala جَآءَ jāa datang أَمْرُ amru keputusan رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak زَادُوهُمْ zādūhum menambah mereka غَيْرَ ghayra selain/kecuali تَتْبِيبٍۢ tatbībin kebinasaan
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, pada waktu azab Tuhan-mu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَخْذُ akhdhu mengambil/azab رَبِّكَ rabbika Tuhanmu إِذَآ idhā apabila أَخَذَ akhadha Dia mengambil/mengazab ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri وَهِىَ wahiya dan ia (penduduknya) ظَـٰلِمَةٌ ۚ ẓālimatun berbuat dzalim إِنَّ inna sesungguhnya أَخْذَهُۥٓ akhdhahu azab-Nya أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih شَدِيدٌ shadīdun keras
Dan begitulah azab Tuhan-mu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh terdapat tanda لِّمَنْ liman bagi orang خَافَ khāfa takut عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu يَوْمٌۭ yawmun hari مَّجْمُوعٌۭ majmūʿun dikumpulkan لَّهُ lahu baginya ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itu يَوْمٌۭ yawmun hari مَّشْهُودٌۭ mashhūdun disaksikan
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).
وَمَا wamā dan tidak نُؤَخِّرُهُۥٓ nu-akhiruhu Kami mengundurkannya إِلَّا illā kecuali لِأَجَلٍۢ li-ajalin sampai waktu مَّعْدُودٍۢ maʿdūdin ditentukan/dihitung
Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.
يَوْمَ yawma hari يَأْتِ yati datang لَا lā tidak تَكَلَّمُ takallamu berbicara نَفْسٌ nafsun seseorang إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِهِۦ ۚ bi-idh'nihi dengan izinNya فَمِنْهُمْ famin'hum maka diantara mereka شَقِىٌّۭ shaqiyyun celaka وَسَعِيدٌۭ wasaʿīdun dan berbahagia
Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang شَقُوا۟ shaqū (mereka) celaka فَفِى fafī maka didalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya زَفِيرٌۭ zafīrun menarik nafas وَشَهِيقٌ washahīqun dan merintih
Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka; di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih),
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa دَامَتِ dāmati selama ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi إِلَّا illā kecuali مَا mā apa شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ ۚ rabbuka Tuhanmu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu فَعَّالٌۭ faʿʿālun Maha Pembuat لِّمَا limā terhadap apa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki
mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi 1, kecuali jika Tuhan-mu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
۞ وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang سُعِدُوا۟ suʿidū (mereka) berbahagia فَفِى fafī maka didalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa دَامَتِ dāmati selama ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi إِلَّا illā kecuali مَا mā apa شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ ۖ rabbuka Tuhanmu عَطَآءً ʿaṭāan pemberian/karunia غَيْرَ ghayra tidak مَجْذُوذٍۢ majdhūdhin putus-putus
Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhan-mu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
فَلَا falā maka jangan تَكُ taku kamu berada فِى fī dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّمَّا mimmā dari/tentang apa يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ hāulāi mereka itu مَا mā tidak يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah إِلَّا illā kecuali كَمَا kamā sebagaimana يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُهُم ābāuhum bapak-bapak mereka/nenek moyang mereka مِّن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya لَمُوَفُّوهُمْ lamuwaffūhum pasti akan menyempurnakan mereka نَصِيبَهُمْ naṣībahum bagian mereka غَيْرَ ghayra tidak مَنقُوصٍۢ manqūṣin dikurangi
Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka 1. Mereka tidak menyembah, melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami datangkan/berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab فَٱخْتُلِفَ fa-ukh'tulifa maka/lalu diperselisihkan فِيهِ ۚ fīhi didalamnya وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَقُضِىَ laquḍiya niscaya diputuskan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَفِى lafī sungguh dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّنْهُ min'hu daripadanya مُرِيبٍۢ murībin kebimbangan
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu 1. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhan-mu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka 2. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al-Qur`ān.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كُلًّۭا kullan masing-masing لَّمَّا lammā tentu لَيُوَفِّيَنَّهُمْ layuwaffiyannahum pasti akan menyempurnakan mereka رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ aʿmālahum pekerjaan mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhan-mu akan menyempurnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
فَٱسْتَقِمْ fa-is'taqim maka berlaku luruslah kamu كَمَآ kamā sebagaimana أُمِرْتَ umir'ta kamu diperintahkan وَمَن waman dan orang تَابَ tāba bertaubat مَعَكَ maʿaka bersama kamu وَلَا walā dan jangan تَطْغَوْا۟ ۚ taṭghaw kamu melampaui batas إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَلَا walā dan jangan تَرْكَنُوٓا۟ tarkanū kamu cenderung إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim فَتَمَسَّكُمُ fatamassakumu maka akan menyentuh kamu ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari أَوْلِيَآءَ awliyāa penolong ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu diberi pertolongan
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim 1 yang menyebabkan kamu disentuh api neraka dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.
وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat طَرَفَىِ ṭarafayi pada kedua tepi ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَزُلَفًۭا wazulafan dan sebagian مِّنَ mina dari ٱلَّيْلِ ۚ al-layli malam إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْحَسَنَـٰتِ l-ḥasanāti perbuatan baik يُذْهِبْنَ yudh'hib'na menghapuskan ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti perbuatan buruk ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لِلذَّٰكِرِينَ lildhākirīna bagi orang-orang yang mau ingat
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah فَإِنَّ fa-inna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak كَانَ kāna adalah مِنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai بَقِيَّةٍۢ baqiyyatin peninggalan/sia-sia يَنْهَوْنَ yanhawna mereka melarang عَنِ ʿani dari ٱلْفَسَادِ l-fasādi kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/kecil مِّمَّنْ mimman diantara orang-orang أَنجَيْنَا anjaynā Kami telah selamatkan مِنْهُمْ ۗ min'hum diantara mereka وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan mengikuti/menurutkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim مَآ mā apa أُتْرِفُوا۟ ut'rifū mereka bersenang-senang فِيهِ fīhi padanya وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لِيُهْلِكَ liyuh'lika untuk membinasakan ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan aniaya وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya مُصْلِحُونَ muṣ'liḥūna orang-orang yang berbuat kebaikan
Dan Tuhan-mu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
وَلَوْ walaw dan jikalau شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لَجَعَلَ lajaʿala tentu Dia menjadikan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ ۖ wāḥidatan yang satu وَلَا walā dan tidak يَزَالُونَ yazālūna senantiasa مُخْتَلِفِينَ mukh'talifīna orang-orang yang berselisih
Jikalau Tuhan-mu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,
إِلَّا illā kecuali مَن man orang رَّحِمَ raḥima diberi rahmat رَبُّكَ ۚ rabbuka Tuhanmu وَلِذَٰلِكَ walidhālika dan untuk itulah خَلَقَهُمْ ۗ khalaqahum Dia menciptakan mereka وَتَمَّتْ watammat dan sempurna/ditetapkan كَلِمَةُ kalimatu kalimat/keputusan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh Aku akan penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِنَ mina dari/dengan ٱلْجِنَّةِ l-jinati jin وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhan-mu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhan-mu (keputusan-Nya) telah ditetapkan, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah نَّقُصُّ naquṣṣu Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita ٱلرُّسُلِ l-rusuli para Rasul مَا mā apa نُثَبِّتُ nuthabbitu Kami teguhkan بِهِۦ bihi dengannya فُؤَادَكَ ۚ fuādaka hatimu وَجَآءَكَ wajāaka dan telah datang kepadamu فِى fī didalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَمَوْعِظَةٌۭ wamawʿiẓatun dan pelajaran وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan peringatan لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
وَقُل waqul dan katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah عَلَىٰ ʿalā atas مَكَانَتِكُمْ makānatikum tempatmu/menurut kemampuanmu إِنَّا innā sesungguhnya kami عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna orang-orang yang bekerja
Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman, "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)".
وَٱنتَظِرُوٓا۟ wa-intaẓirū dan tunggulah إِنَّا innā sesungguhnya kami مُنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu
Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kami pun menunggu (pula)".
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah غَيْبُ ghaybu kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya يُرْجَعُ yur'jaʿu dikembalikan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara كُلُّهُۥ kulluhu seluruhnya فَٱعْبُدْهُ fa-uʿ'bud'hu maka sembahlah Dia وَتَوَكَّلْ watawakkal dan tawakkallah عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi kepadaNya وَمَا wamā dan tidak رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai عَمَّا ʿammā dari/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhan-mu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.