Tilawahku
Masuk
۞

يوسف

Yusuf

Yusuf Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra تِلْكَ til'ka itu ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata

Alif Lām Rā 1. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`ān) yang nyata (dari Allah).

🔊 Sedang diputar

إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami menurunkannya قُرْءَٰنًا qur'ānan bacaan/Al Quran عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur`ān dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya.

🔊 Sedang diputar

نَحْنُ naḥnu Kami نَقُصُّ naquṣṣu Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baik ٱلْقَصَصِ l-qaṣaṣi cerita بِمَآ bimā dengan apa أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Quran وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنتَ kunta kamu adalah مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْغَـٰفِلِينَ l-ghāfilīna orang-orang yang lalai

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur`ān ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh tatkala قَالَ qāla berkata يُوسُفُ yūsufu Yusuf لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku إِنِّى innī sesungguhnya aku رَأَيْتُ ra-aytu aku melihat أَحَدَ aḥada satu(ahada-asyara_=_sebelas) عَشَرَ ʿashara sepuluh (ahada asyara = sebelas) كَوْكَبًۭا kawkaban bintang-bintang وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan رَأَيْتُهُمْ ra-aytuhum aku lihat mereka لِى kepadaku سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud

(Ingatlah), ketika Yūsuf berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku 1, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla berkata يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan لَا jangan تَقْصُصْ taqṣuṣ kamu ceritakan رُءْيَاكَ ru'yāka mimpimu عَلَىٰٓ ʿalā kepada إِخْوَتِكَ ikh'watika saudara-saudaramu فَيَكِيدُوا۟ fayakīdū maka mereka membuat tipu daya لَكَ laka bagi kamu كَيْدًا ۖ kaydan tipu daya إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata

Ayahnya berkata, "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

🔊 Sedang diputar

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah يَجْتَبِيكَ yajtabīka memilih kamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu وَيُعَلِّمُكَ wayuʿallimuka dan Dia mengajarkan kamu مِن min dari تَأْوِيلِ tawīli ta'wil/tabir ٱلْأَحَادِيثِ l-aḥādīthi kejadian/mimpi وَيُتِمُّ wayutimmu dan Dia menyempurnakan نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmatNya عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas ءَالِ āli keluarga يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub كَمَآ kamā sebagaimana أَتَمَّهَا atammahā Dia menyempurnakannya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَبَوَيْكَ abawayka kedua orang tuamu مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْحَـٰقَ ۚ wa-is'ḥāqa dan Ishak إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Dan demikianlah Tuhan-mu, memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya`qūb, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu 1 sebelum itu, (yaitu) Ibrāhīm dan Isḥāq. Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

۞ لَّقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah فِى didalam/pada يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَإِخْوَتِهِۦٓ wa-ikh'watihi dan saudara-saudaranya ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat/tanda-tanda لِّلسَّآئِلِينَ lilssāilīna bagi orang-orang yang bertanya

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yūsuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَيُوسُفُ layūsufu sesungguhnya Yusuf وَأَخُوهُ wa-akhūhu dan saudaranya أَحَبُّ aḥabbu lebih dicintai إِلَىٰٓ ilā kepada أَبِينَا abīnā bapak kita مِنَّا minnā daripada kita وَنَحْنُ wanaḥnu dan /padahal kita عُصْبَةٌ ʿuṣ'batun golongan إِنَّ inna sesungguhnya أَبَانَا abānā bapak kita لَفِى lafī sungguh dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin nyata

(Yaitu) ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yūsuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.

🔊 Sedang diputar

ٱقْتُلُوا۟ uq'tulū bunuhlah يُوسُفَ yūsufa Yusuf أَوِ awi atau ٱطْرَحُوهُ iṭ'raḥūhu buanglah dia أَرْضًۭا arḍan bumi/suatu tempat يَخْلُ yakhlu tertuju/tertumpah لَكُمْ lakum bagi kalian وَجْهُ wajhu wajah/perhatian أَبِيكُمْ abīkum bapakmu وَتَكُونُوا۟ watakūnū dan kamu menjadi ada مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya قَوْمًۭا qawman kaum صَـٰلِحِينَ ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Bunuhlah Yūsuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik 1".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla berkata قَآئِلٌۭ qāilun orang yang bicara مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka لَا jangan تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu bunuh يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَأَلْقُوهُ wa-alqūhu dan lemparkan/masukkan ia فِى didalam غَيَـٰبَتِ ghayābati dasar ٱلْجُبِّ l-jubi sumur يَلْتَقِطْهُ yaltaqiṭ'hu menemuinya/memungutnya بَعْضُ baʿḍu sebagian ٱلسَّيَّارَةِ l-sayārati orang-orang yang berjalan/musafir إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَـٰعِلِينَ fāʿilīna yang berbuat

Seorang di antara mereka berkata, "Janganlah kamu bunuh Yūsuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir jika kamu hendak berbuat".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami مَا apa لَكَ laka sebabnya kamu لَا tidak تَأْمَ۫نَّا tamannā kamu mempercayai kami عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَهُۥ lahu baginya/kepadanya لَنَـٰصِحُونَ lanāṣiḥūna sungguh orang-orang yang menasehati

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yūsuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.

🔊 Sedang diputar

أَرْسِلْهُ arsil'hu kirimlah/biarkanlah ia مَعَنَا maʿanā bersama kami غَدًۭا ghadan besok pagi يَرْتَعْ yartaʿ dia bersuka ria وَيَلْعَبْ wayalʿab dan dia bermain وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَهُۥ lahu baginya/kepadanya لَحَـٰفِظُونَ laḥāfiẓūna sungguh orang-orang yang menjaga

Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main dan sesungguhnya kami pasti menjaganya".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yaqub) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku لَيَحْزُنُنِىٓ layaḥzununī amat menyedihkanku أَن an bahwa تَذْهَبُوا۟ tadhhabū kamu pergi/kepergianmu بِهِۦ bihi dengannya (Yusuf) وَأَخَافُ wa-akhāfu dan aku khawatir أَن an bahwa يَأْكُلَهُ yakulahu memakannya ٱلذِّئْبُ l-dhi'bu serigala وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian عَنْهُ ʿanhu daripadanya غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lengah

Berkata Ya`qūb, "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yūsuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِنْ la-in sesungguhnya jika أَكَلَهُ akalahu memakan ia ٱلذِّئْبُ l-dhi'bu serigala وَنَحْنُ wanaḥnu dan/sedang kami عُصْبَةٌ ʿuṣ'batun golongan إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna sungguh orang-orang yang merugi

Mereka berkata, "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat); sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi 1".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala ذَهَبُوا۟ dhahabū mereka pergi بِهِۦ bihi dengannya (Yusuf) وَأَجْمَعُوٓا۟ wa-ajmaʿū dan mereka berkumpul/sepakat أَن an bahwa يَجْعَلُوهُ yajʿalūhu mereka menjadikannya/memasukkannya فِى di dalam غَيَـٰبَتِ ghayābati dasar ٱلْجُبِّ ۚ l-jubi sumur وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya لَتُنَبِّئَنَّهُم latunabbi-annahum sungguh kamu akan menceritakan kepada mereka بِأَمْرِهِمْ bi-amrihim dengan perkara/perbuatan mereka هَـٰذَا hādhā ini وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia) dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yūsuf, "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi".

🔊 Sedang diputar

وَجَآءُوٓ wajāū dan mereka datang أَبَاهُمْ abāhum bapak mereka عِشَآءًۭ ʿishāan di waktu sore يَبْكُونَ yabkūna mereka menangis

Kemudian, mereka datang kepada ayah mereka pada sore hari sambil menangis.

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَآ yāabānā wahai ayah kami إِنَّا innā sesunguhnya kami ذَهَبْنَا dhahabnā kami pergi نَسْتَبِقُ nastabiqu kami berlomba-lomba وَتَرَكْنَا wataraknā dan kami tinggalkan يُوسُفَ yūsufa Yusuf عِندَ ʿinda disisi مَتَـٰعِنَا matāʿinā barang-barang kami فَأَكَلَهُ fa-akalahu maka/lalu memakannya ٱلذِّئْبُ ۖ l-dhi'bu serigala وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِمُؤْمِنٍۢ bimu'minin dengan percaya لَّنَا lanā kepada kami وَلَوْ walaw walaupun كُنَّا kunnā kami adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yūsuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekali pun kami adalah orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

وَجَآءُو wajāū dan mereka datang عَلَىٰ ʿalā atas/dengan قَمِيصِهِۦ qamīṣihi kemejanya بِدَمٍۢ bidamin dengan darah كَذِبٍۢ ۚ kadhibin dusta/palsu قَالَ qāla (Yaqub) berkata بَلْ bal tidak/bahkan سَوَّلَتْ sawwalat menunjukkan لَكُمْ lakum bagi kalian أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri أَمْرًۭا ۖ amran perkara فَصَبْرٌۭ faṣabrun maka kesabaran جَمِيلٌۭ ۖ jamīlun bagus/baik وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ٱلْمُسْتَعَانُ l-mus'taʿānu tempat mohon pertolongan عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/ceritakan

Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya`qūb berkata, "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku) 1. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".

🔊 Sedang diputar

وَجَآءَتْ wajāat dan datanglah سَيَّارَةٌۭ sayyāratun sekelompok musafir فَأَرْسَلُوا۟ fa-arsalū maka/lalu mereka menyuruh وَارِدَهُمْ wāridahum seorang pengambil air فَأَدْلَىٰ fa-adlā maka/lalu dia mengulurkan دَلْوَهُۥ ۖ dalwahu timbanya قَالَ qāla (pengambil air) berkata يَـٰبُشْرَىٰ yābush'rā Oh, kabar gembira هَـٰذَا hādhā ini غُلَـٰمٌۭ ۚ ghulāmun seorang anak muda وَأَسَرُّوهُ wa-asarrūhu dan mereka merahasiakan/menyembunyikan بِضَـٰعَةًۭ ۚ biḍāʿatan barang dagangan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata, "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian, mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَشَرَوْهُ washarawhu dan mereka menjual بِثَمَنٍۭ bithamanin dengan harga بَخْسٍۢ bakhsin murah دَرَٰهِمَ darāhima beberapa dirham مَعْدُودَةٍۢ maʿdūdatin berbilang/dihitung وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah فِيهِ fīhi padanya مِنَ mina dari ٱلزَّٰهِدِينَ l-zāhidīna orang-orang yang tidak senang/tertarik

Dan mereka menjual Yūsuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yūsuf 1.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِى alladhī orang yang ٱشْتَرَىٰهُ ish'tarāhu membelinya مِن min dari مِّصْرَ miṣ'ra Mesir لِٱمْرَأَتِهِۦٓ li-im'ra-atihi kepada istrinya أَكْرِمِى akrimī muliakan dia مَثْوَىٰهُ mathwāhu tempatnya عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَنفَعَنَآ yanfaʿanā dia bermanfaat bagi kami أَوْ aw atau نَتَّخِذَهُۥ nattakhidhahu kita ambil/pungut dia وَلَدًۭا ۚ waladan anak وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah مَكَّنَّا makkannā Kami memberi kedudukan لِيُوسُفَ liyūsufa bagi Yusuf فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi (muka) bumi وَلِنُعَلِّمَهُۥ walinuʿallimahu dan karena Kami hendak mengajarkan kepadanya مِن min dari تَأْوِيلِ tawīli tabir/pengertian ٱلْأَحَادِيثِ ۚ l-aḥādīthi kejadian-kejadian/mimpi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَالِبٌ ghālibun mengalahkan/berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَمْرِهِۦ amrihi urusanNya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya 1 , "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak". Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yūsuf di muka bumi (Mesir) dan agar Kami ajarkan kepadanya takbir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan setelah بَلَغَ balagha dia sampai أَشُدَّهُۥٓ ashuddahu dewasanya ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami berikan kepadanya حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Dan tatkala dia cukup dewasa 1 , Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

🔊 Sedang diputar

وَرَٰوَدَتْهُ warāwadathu dan ia mendatangi/menggodanya ٱلَّتِى allatī (wanita) yang هُوَ huwa dia (Yusuf) فِى didalam بَيْتِهَا baytihā rumahnya عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya وَغَلَّقَتِ waghallaqati dan ia menutup ٱلْأَبْوَٰبَ l-abwāba pintu-pintu وَقَالَتْ waqālat dan ia berkata هَيْتَ hayta kemarilah لَكَ ۚ laka bagi kamu قَالَ qāla (Yusuf) berkata مَعَاذَ maʿādha berlindung ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia رَبِّىٓ rabbī tuanku أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَثْوَاىَ ۖ mathwāya tempatku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Dan wanita (Zulaykha) yang Yūsuf tinggal di rumahnya menggoda Yūsuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah ke sini". Yūsuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya هَمَّتْ hammat ia bermaksud/suka بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya وَهَمَّ wahamma dan dia bermaksud/suka بِهَا bihā dengannya/kepadanya لَوْلَآ lawlā kalau tidak أَن an bahwa رَّءَا raā dia melihat بُرْهَـٰنَ bur'hāna tanda-tanda رَبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah لِنَصْرِفَ linaṣrifa karena kami hendak memalingkan عَنْهُ ʿanhu daripadanya ٱلسُّوٓءَ l-sūa keburukan وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ wal-faḥshāa dan perbuatan keji إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba/hamba Kami ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yūsuf dan Yūsuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhan-nya 1. Demikianlah agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yūsuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

🔊 Sedang diputar

وَٱسْتَبَقَا wa-is'tabaqā dan keduanya berlomba ٱلْبَابَ l-bāba pintu وَقَدَّتْ waqaddat dan (wanita itu) menarik hingga koyak قَمِيصَهُۥ qamīṣahu bajunya (Yusuf) مِن min dari دُبُرٍۢ duburin belakang وَأَلْفَيَا wa-alfayā dan keduanya mendapati سَيِّدَهَا sayyidahā tuannya لَدَا ladā depan ٱلْبَابِ ۚ l-bābi pintu قَالَتْ qālat (wanita) berkata مَا apa(kah) جَزَآءُ jazāu balasan مَنْ man orang أَرَادَ arāda bermaksud بِأَهْلِكَ bi-ahlika dengan ahli/isterinya سُوٓءًا sūan jelek/serong إِلَّآ illā selain أَن an bahwa يُسْجَنَ yus'jana dia dipenjara أَوْ aw atau عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yūsuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yusuf) berkata هِىَ hiya dia رَٰوَدَتْنِى rāwadatnī menggodaku عَن ʿan dari نَّفْسِى ۚ nafsī diriku وَشَهِدَ washahida dan memberikan kesaksian شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi مِّنْ min dari أَهْلِهَآ ahlihā keluarganya/wanita إِن in jika كَانَ kāna adalah قَمِيصُهُۥ qamīṣuhu bajunya قُدَّ qudda koyak مِن min dari قُبُلٍۢ qubulin depan فَصَدَقَتْ faṣadaqat maka (wanita itu) benar وَهُوَ wahuwa dan dia (Yusuf) مِنَ mina dari ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang dusta

Yūsuf berkata, "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)" dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yūsuf termasuk orang-orang yang dusta.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada قَمِيصُهُۥ qamīṣuhu bajunya قُدَّ qudda koyak مِن min dari دُبُرٍۢ duburin belakang فَكَذَبَتْ fakadhabat maka (wanita itu) dusta وَهُوَ wahuwa dan dia (Yusuf) مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta dan Yūsuf termasuk orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَا raā dia melihat قَمِيصَهُۥ qamīṣahu bajunya قُدَّ qudda koyak مِن min dari دُبُرٍۢ duburin belakang قَالَ qāla dia berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya itu مِن min dari كَيْدِكُنَّ ۖ kaydikunna tipu daya kamu إِنَّ inna sesungguhnya كَيْدَكُنَّ kaydakunna tipu daya kamu عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yūsuf koyak di belakang, berkatalah dia, "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar".

🔊 Sedang diputar

يُوسُفُ yūsufu Yusuf أَعْرِضْ aʿriḍ berpalinglah عَنْ ʿan dari هَـٰذَا ۚ hādhā ini وَٱسْتَغْفِرِى wa-is'taghfirī dan mohon ampunlah لِذَنۢبِكِ ۖ lidhanbiki bagi/atas dosa kamu إِنَّكِ innaki sesungguhnya kamu كُنتِ kunti adalah kamu (wanita) مِنَ mina dari ٱلْخَاطِـِٔينَ l-khāṭiīna orang-orang yang bersalah

(Hai) Yūsuf, "Berpalinglah dari ini 1 dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah".

🔊 Sedang diputar

۞ وَقَالَ waqāla dan berkata نِسْوَةٌۭ nis'watun wanita-wanita فِى di ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Al Aziz تُرَٰوِدُ turāwidu menggoda فَتَىٰهَا fatāhā bujangnya عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ ۖ nafsihi dirinya قَدْ qad sesungguhnya شَغَفَهَا shaghafahā sangat mendalam حُبًّا ۖ ḥubban cinta إِنَّا innā sesungguhnya kami لَنَرَىٰهَا lanarāhā sungguh kami memandangnya فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata

Dan wanita-wanita di kota berkata, "Istri Al-‘Azīz 1 menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya); sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala سَمِعَتْ samiʿat (wanita itu) mendengar بِمَكْرِهِنَّ bimakrihinna dengan cercaan mereka أَرْسَلَتْ arsalat dia mengutus/mengundang إِلَيْهِنَّ ilayhinna kepada mereka وَأَعْتَدَتْ wa-aʿtadat dan dia menyediakan لَهُنَّ lahunna bagi mereka مُتَّكَـًۭٔا muttaka-an tempat duduk وَءَاتَتْ waātat dan dia memberikan كُلَّ kulla masing-masing وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin seorang مِّنْهُنَّ min'hunna dari mereka سِكِّينًۭا sikkīnan sebuah pisau وَقَالَتِ waqālati dan dia berkata ٱخْرُجْ ukh'ruj keluarlah عَلَيْهِنَّ ۖ ʿalayhinna atas/kepada mereka فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَيْنَهُۥٓ ra-aynahu mereka melihatnya أَكْبَرْنَهُۥ akbarnahu mereka kagum padanya وَقَطَّعْنَ waqaṭṭaʿna dan mereka memotong أَيْدِيَهُنَّ aydiyahunna tangan-tangan mereka وَقُلْنَ waqul'na dan mereka berkata حَـٰشَ ḥāsha Maha Sempurna لِلَّهِ lillahi bagi Allah مَا bukanlah هَـٰذَا hādhā ini بَشَرًا basharan manusia إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan/hanyalah مَلَكٌۭ malakun Malaikat كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia

Maka tatkala wanita itu (Zulaykha) mendengar cercaan mereka diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yūsuf), "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".

🔊 Sedang diputar

قَالَتْ qālat (wanita itu) berkata فَذَٰلِكُنَّ fadhālikunna maka itu dia ٱلَّذِى alladhī orang yang لُمْتُنَّنِى lum'tunnanī kamu mencela aku فِيهِ ۖ fīhi kepadanya وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya رَٰوَدتُّهُۥ rāwadttuhu aku telah menggoda ia عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya فَٱسْتَعْصَمَ ۖ fa-is'taʿṣama maka/lalu dia menolak/berlindung وَلَئِن wala-in dan jika لَّمْ lam tidak يَفْعَلْ yafʿal dia melakukannya مَآ apa ءَامُرُهُۥ āmuruhu aku perintahkan kepadanya لَيُسْجَنَنَّ layus'jananna niscaya dia akan dipenjarakan وَلَيَكُونًۭا walayakūnan dan niscaya dia menjadi مِّنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰغِرِينَ l-ṣāghirīna orang-orang yang kecil/hina

Wanita itu berkata, "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yusuf) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku ٱلسِّجْنُ l-sij'nu penjara أَحَبُّ aḥabbu lebih aku sukai إِلَىَّ ilayya kepadaku مِمَّا mimmā daripada apa يَدْعُونَنِىٓ yadʿūnanī mereka mengajakku إِلَيْهِ ۖ ilayhi kepadanya وَإِلَّا wa-illā dan jika tidak تَصْرِفْ taṣrif Engkau palingkan عَنِّى ʿannī dariku كَيْدَهُنَّ kaydahunna tipu daya mereka أَصْبُ aṣbu aku cenderung إِلَيْهِنَّ ilayhinna kepada mereka وَأَكُن wa-akun dan aku menjadi مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh

Yūsuf berkata, "Wahai Tuhan-ku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".

🔊 Sedang diputar

فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka memperkenankan doa لَهُۥ lahu kepadanya (Yusuf) رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَصَرَفَ faṣarafa maka Dia palingkan عَنْهُ ʿanhu daripadanya (Yusuf) كَيْدَهُنَّ ۚ kaydahunna tipu daya mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Maka Tuhan-nya memperkenankan doa Yūsuf dan Dia menghindarkan Yūsuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian بَدَا badā mulai/timbul لَهُم lahum bagi mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa رَأَوُا۟ ra-awū mereka lihat ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda لَيَسْجُنُنَّهُۥ layasjununnahu harus mereka memenjarakannya حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin beberapa waktu

Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yūsuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai suatu waktu. 1

🔊 Sedang diputar

وَدَخَلَ wadakhala dan masuk مَعَهُ maʿahu bersama dia ٱلسِّجْنَ l-sij'na penjara فَتَيَانِ ۖ fatayāni dua orang pemuda قَالَ qāla bekata أَحَدُهُمَآ aḥaduhumā salah satu dari keduanya إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰنِىٓ arānī aku melihat/bermimpi أَعْصِرُ aʿṣiru aku memeras خَمْرًۭا ۖ khamran anggur وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْـَٔاخَرُ l-ākharu yang lain إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰنِىٓ arānī aku melihat/bermimpi أَحْمِلُ aḥmilu aku membawa فَوْقَ fawqa diatas رَأْسِى rasī kepalaku خُبْزًۭا khub'zan roti تَأْكُلُ takulu memakan ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung مِنْهُ ۖ min'hu dari/sebagiannya نَبِّئْنَا nabbi'nā beritakan kepada kami بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ bitawīlihi dengan tabirnya إِنَّا innā sesungguhnya kami نَرَىٰكَ narāka kami memandangmu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda 1. Berkatalah salah seorang di antara keduanya, "Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata, "Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami takbirnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (menakbirkan mimpi).

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yusuf) berkata لَا tidak يَأْتِيكُمَا yatīkumā sampai kepada kamu berdua طَعَامٌۭ ṭaʿāmun makanan تُرْزَقَانِهِۦٓ tur'zaqānihi direzkikannya/diberikannya إِلَّا illā melainkan نَبَّأْتُكُمَا nabbatukumā aku beritakan kepada kamu berdua بِتَأْوِيلِهِۦ bitawīlihi dengan tabirnya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَكُمَا ۚ yatiyakumā ia sampai kepadamu berdua ذَٰلِكُمَا dhālikumā yang demikian itu مِمَّا mimmā sebagian dari apa عَلَّمَنِى ʿallamanī mengajarkan kepadaku رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku تَرَكْتُ taraktu aku telah meninggalkan مِلَّةَ millata agama قَوْمٍۢ qawmin kaum/orang-orang لَّا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَهُم wahum dan/sedang mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akherat هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang kafir

Yūsuf berkata, Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu, melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.

🔊 Sedang diputar

وَٱتَّبَعْتُ wa-ittabaʿtu dan aku mengikuti مِلَّةَ millata agama ءَابَآءِىٓ ābāī bapak-bapakku إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishak وَيَعْقُوبَ ۚ wayaʿqūba dan Yaqub مَا tidak كَانَ kāna ada/patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an bahwa نُّشْرِكَ nush'rika kami mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu مِن min dari فَضْلِ faḍli karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur

Dan aku pengikut agama bapak-bapakku, yaitu Ibrāhīm , Isḥāq dan Ya`qūb. Tiadalah patut bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya), tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).

🔊 Sedang diputar

يَـٰصَـٰحِبَىِ yāṣāḥibayi hai dua teman ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara ءَأَرْبَابٌۭ a-arbābun apakah Tuhan-Tuhan مُّتَفَرِّقُونَ mutafarriqūna berpisah-pisah/bermacam-macam خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمِ ami ataukah ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Perkasa

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?

🔊 Sedang diputar

مَا tidak تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia إِلَّآ illā kecuali أَسْمَآءًۭ asmāan nama-nama سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā menamakannya/membuatnya أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan bapak-bapak/nenek moyangmu مَّآ tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَا bihā dengannya (nama-nama) مِن min dari سُلْطَـٰنٍ ۚ sul'ṭānin keterangan/kekuasaan إِنِ ini sesungguhnya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan/hukum إِلَّا illā kecuali/hanyalah لِلَّهِ ۚ lillahi bagi/milik Allah أَمَرَ amara Dia memerintahkan أَلَّا allā agar jangan تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّآ illā kecuali/selain إِيَّاهُ ۚ iyyāhu kepada Dia ذَٰلِكَ dhālika demikian/itulah ٱلدِّينُ l-dīnu agama ٱلْقَيِّمُ l-qayimu lurus وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

🔊 Sedang diputar

يَـٰصَـٰحِبَىِ yāṣāḥibayi hai dua teman ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara أَمَّآ ammā adapun أَحَدُكُمَا aḥadukumā salah seorang diantara kamu berdua فَيَسْقِى fayasqī akan memberi minum رَبَّهُۥ rabbahu tuannya خَمْرًۭا ۖ khamran minuman keras وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْـَٔاخَرُ l-ākharu yang lain فَيُصْلَبُ fayuṣ'labu maka akan disalib فَتَأْكُلُ fatakulu maka/lalu memakan ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung مِن min dari/sebagian رَّأْسِهِۦ ۚ rasihi kepalanya قُضِىَ quḍiya diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara ٱلَّذِى alladhī yang فِيهِ fīhi didalamnya/padanya تَسْتَفْتِيَانِ tastaftiyāni kamu berdua menanyakan kepadaku

Hai kedua penghuni penjara, "Adapun salah seorang di antara kamu berdua akan memberi minum tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata لِلَّذِى lilladhī kepada orang yang ظَنَّ ẓanna dia menyangka أَنَّهُۥ annahu sesungguhnya ia نَاجٍۢ nājin selamat مِّنْهُمَا min'humā diantara keduanya ٱذْكُرْنِى udh'kur'nī terangkan keadaanku عِندَ ʿinda disisi رَبِّكَ rabbika tuanmu فَأَنسَىٰهُ fa-ansāhu maka menjadikan ia lupa ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan ذِكْرَ dhik'ra menerangkan رَبِّهِۦ rabbihi tuannya فَلَبِثَ falabitha maka (Yusuf) tetap فِى dalam ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara بِضْعَ biḍ'ʿa sebagian/beberapa سِنِينَ sinīna tahun

Dan Yūsuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yūsuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yūsuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلِكُ l-maliku raja إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰ arā melihat/mimpi سَبْعَ sabʿa tujuh بَقَرَٰتٍۢ baqarātin sapi betina سِمَانٍۢ simānin gemuk يَأْكُلُهُنَّ yakuluhunna memakan mereka سَبْعٌ sabʿun tujuh عِجَافٌۭ ʿijāfun kurus وَسَبْعَ wasabʿa dan tujuh سُنۢبُلَـٰتٍ sunbulātin tangkai خُضْرٍۢ khuḍ'rin hijau وَأُخَرَ wa-ukhara dan yang lain يَابِسَـٰتٍۢ ۖ yābisātin kering يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْمَلَأُ l-mala-u orang-orang terkemuka أَفْتُونِى aftūnī terangkanlah kepadaku فِى dalam رُءْيَـٰىَ ru'yāya mimpiku إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah لِلرُّءْيَا lilrru'yā bagi mimpi تَعْبُرُونَ taʿburūna kamu ta'birkan

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka, "Terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi".

🔊 Sedang diputar

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَضْغَـٰثُ aḍghāthu kacau balau أَحْلَـٰمٍۢ ۖ aḥlāmin mimpi وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami بِتَأْوِيلِ bitawīli dengan ta'bir ٱلْأَحْلَـٰمِ l-aḥlāmi mimpi بِعَـٰلِمِينَ biʿālimīna orang-orang yang mengetahui

Mereka menjawab, "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu mentakbirkan mimpi itu".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِى alladhī orang yang نَجَا najā selamat مِنْهُمَا min'humā diantara keduanya وَٱدَّكَرَ wa-iddakara dan teringat بَعْدَ baʿda sesudah/beberapa waktu أُمَّةٍ ummatin ummat أَنَا۠ anā aku أُنَبِّئُكُم unabbi-ukum aku akan beritahukan kepadamu بِتَأْوِيلِهِۦ bitawīlihi dengan ta'birnya فَأَرْسِلُونِ fa-arsilūni maka utuslah aku

Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yūsuf) sesudah beberapa waktu lamanya, "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakbirkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)".

🔊 Sedang diputar

يُوسُفُ yūsufu Yusuf أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلصِّدِّيقُ l-ṣidīqu orang yang paling benar أَفْتِنَا aftinā terangkan kepada kami فِى didalam/tentang سَبْعِ sabʿi tujuh بَقَرَٰتٍۢ baqarātin sapi betina سِمَانٍۢ simānin gemuk يَأْكُلُهُنَّ yakuluhunna memakan mereka سَبْعٌ sabʿun tujuh عِجَافٌۭ ʿijāfun kurus وَسَبْعِ wasabʿi dan tujuh سُنۢبُلَـٰتٍ sunbulātin tangkai خُضْرٍۢ khuḍ'rin hijau وَأُخَرَ wa-ukhara dan yang lain يَابِسَـٰتٍۢ yābisātin kering لَّعَلِّىٓ laʿallī agar aku أَرْجِعُ arjiʿu aku kembali إِلَى ilā kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang-orang لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yūsuf dia berseru), " Yūsuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yusuf) berkata تَزْرَعُونَ tazraʿūna kamu bertanam سَبْعَ sabʿa tujuh سِنِينَ sinīna tahun دَأَبًۭا da-aban seperti biasa فَمَا famā maka apa حَصَدتُّمْ ḥaṣadttum kamu tuai فَذَرُوهُ fadharūhu maka tinggalkan/biarkan ia فِى di/pada سُنۢبُلِهِۦٓ sunbulihi tangkainya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّمَّا mimmā daripada apa تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan

Yūsuf berkata, "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian يَأْتِى yatī datang مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu سَبْعٌۭ sabʿun tujuh شِدَادٌۭ shidādun amat sulit يَأْكُلْنَ yakul'na mereka memakan مَا apa قَدَّمْتُمْ qaddamtum kamu sediakan لَهُنَّ lahunna bagi mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّمَّا mimmā daripada apa تُحْصِنُونَ tuḥ'ṣinūna kamu simpan

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian يَأْتِى yatī datang مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu عَامٌۭ ʿāmun tahun فِيهِ fīhi padanya يُغَاثُ yughāthu diberi hujan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَفِيهِ wafīhi dan padanya يَعْصِرُونَ yaʿṣirūna mereka memeras anggur

Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلِكُ l-maliku raja ٱئْتُونِى i'tūnī bawalah kepadaku بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُ jāahu datang kepadanya ٱلرَّسُولُ l-rasūlu utusan قَالَ qāla (Yusuf) berkata ٱرْجِعْ ir'jiʿ kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika tuanmu فَسْـَٔلْهُ fasalhu maka tanyakan padanya مَا apa/bagaimana بَالُ bālu halnya ٱلنِّسْوَةِ l-nis'wati wanita-wanita ٱلَّـٰتِى allātī yang قَطَّعْنَ qaṭṭaʿna mereka memotong أَيْدِيَهُنَّ ۚ aydiyahunna tangan-tangan mereka إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku بِكَيْدِهِنَّ bikaydihinna dengan tipu daya mereka عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Raja berkata, "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada Yūsuf, berkatalah Yūsuf, "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhan-ku, Maha Mengetahui tipu daya mereka".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (raja) berkata مَا apa خَطْبُكُنَّ khaṭbukunna kamu bicarakan/terjadi إِذْ idh ketika رَٰوَدتُّنَّ rāwadttunna kamu menggoda يُوسُفَ yūsufa Yusuf عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya قُلْنَ qul'na mereka berkata حَـٰشَ ḥāsha Maha Sempurna لِلَّهِ lillahi bagi Allah مَا tidak عَلِمْنَا ʿalim'nā kami ketahui عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِن min dari سُوٓءٍۢ ۚ sūin seburuk-buruk قَالَتِ qālati berkata ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Al Aziz ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang حَصْحَصَ ḥaṣḥaṣa jelaslah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran أَنَا۠ anā aku رَٰوَدتُّهُۥ rāwadttuhu aku menggodanya عَن ʿan dari نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia لَمِنَ lamina sungguh termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), "Bagaimana keadaanmu 1 ketika kamu menggoda Yūsuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata, "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan darinya". Berkata istri Al-‘Azīz, "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِيَعْلَمَ liyaʿlama agar dia mengetahui أَنِّى annī bahwasanya aku لَمْ lam tidak أَخُنْهُ akhun'hu mengkhianatinya بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan gaib/diwaktu dia tidak ada وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk كَيْدَ kayda tipu daya ٱلْخَآئِنِينَ l-khāinīna orang-orang yang berkhianat

(Yūsuf berkata), "Yang demikian itu agar dia ( Al-‘Azīz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.

🔊 Sedang diputar

۞ وَمَآ wamā dan tidak أُبَرِّئُ ubarri-u aku membebaskan نَفْسِىٓ ۚ nafsī diriku/nafsuku إِنَّ inna sesungguhnya ٱلنَّفْسَ l-nafsa nafsu لَأَمَّارَةٌۢ la-ammāratun selalu menyuruh بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan/pada kejahatan إِلَّا illā kecuali مَا apa رَحِمَ raḥima memberi rahmat رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلِكُ l-maliku raja ٱئْتُونِى i'tūnī bawalah kepadaku بِهِۦٓ bihi dengannya أَسْتَخْلِصْهُ astakhliṣ'hu aku memilihnya لِنَفْسِى ۖ linafsī kepadaku/untukku فَلَمَّا falammā maka tatkala كَلَّمَهُۥ kallamahu bercakap-cakap dengannya قَالَ qāla dia berkata إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini لَدَيْنَا ladaynā di sisi kami مَكِينٌ makīnun kedudukan tinggi أَمِينٌۭ amīnun dipercaya

Dan raja berkata, "Bawalah Yūsuf kepadaku agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla berkata (yusuf) ٱجْعَلْنِى ij'ʿalnī jadikanlah aku عَلَىٰ ʿalā atas خَزَآئِنِ khazāini bendaharawan ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi/negeri ini إِنِّى innī sesungguhnya aku حَفِيظٌ ḥafīẓun seorang penjaga عَلِيمٌۭ ʿalīmun berpengetahuan

Berkata Yūsuf, "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".

🔊 Sedang diputar

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah مَكَّنَّا makkannā Kami memberi kedudukan لِيُوسُفَ liyūsufa kepada Yusuf فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ini يَتَبَوَّأُ yatabawwa-u dia pergi menuju مِنْهَا min'hā daripadanya حَيْثُ ḥaythu kemana saja يَشَآءُ ۚ yashāu dia kehendaki نُصِيبُ nuṣību Kami limpahkan بِرَحْمَتِنَا biraḥmatinā dengan rahmat Kami مَن man siapa نَّشَآءُ ۖ nashāu Kami kehendaki وَلَا walā dan tidak نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yūsuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

🔊 Sedang diputar

وَلَأَجْرُ wala-ajru dan sesungguhnya pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

🔊 Sedang diputar

وَجَآءَ wajāa dan datang إِخْوَةُ ikh'watu saudara-saudara يُوسُفَ yūsufa Yusuf فَدَخَلُوا۟ fadakhalū lalu mereka masuk عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya فَعَرَفَهُمْ faʿarafahum maka dia mengenal mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَهُۥ lahu kepadanya مُنكِرُونَ munkirūna tidak mengenal

Dan saudara-saudara Yūsuf datang (ke Mesir), lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka Yūsuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya 1.

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan setelah جَهَّزَهُم jahhazahum dia menyiapkan bekal mereka بِجَهَازِهِمْ bijahāzihim dengan bekal mereka قَالَ qāla dia berkata ٱئْتُونِى i'tūnī datangkanlah/bawalah kepadaku بِأَخٍۢ bi-akhin saudara لَّكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَبِيكُمْ ۚ abīkum ayahmu أَلَا alā tidaklah تَرَوْنَ tarawna kamu lihat أَنِّىٓ annī bahwasanya aku أُوفِى ūfī aku menyempurnakan ٱلْكَيْلَ l-kayla sukatan وَأَنَا۠ wa-anā dan aku خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمُنزِلِينَ l-munzilīna penerima tamu

Dan tatkala Yūsuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata, "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَأْتُونِى tatūnī kamu membawa kepadaku بِهِۦ bihi dengannya فَلَا falā maka tidak كَيْلَ kayla sukatan لَكُمْ lakum bagi kalian عِندِى ʿindī dari sisiku/daripadaku وَلَا walā dan jangan تَقْرَبُونِ taqrabūni kamu mendekatiku

Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi dari padaku dan jangan kamu mendekatiku".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَنُرَٰوِدُ sanurāwidu kami akan membujuk عَنْهُ ʿanhu daripadanya أَبَاهُ abāhu ayahnya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَفَـٰعِلُونَ lafāʿilūna benar-benar melaksanakan

Mereka berkata, "Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata لِفِتْيَـٰنِهِ lifit'yānihi kepada bujang-bujangnya ٱجْعَلُوا۟ ij'ʿalū jadikan/masukkan بِضَـٰعَتَهُمْ biḍāʿatahum barang-barang mereka فِى dalam رِحَالِهِمْ riḥālihim karung-karung mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَعْرِفُونَهَآ yaʿrifūnahā mereka mengetahuinya إِذَا idhā apabila ٱنقَلَبُوٓا۟ inqalabū mereka telah kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِمْ ahlihim keluarga mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya/mudah-mudahan mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali

Yūsuf berkata kepada bujang-bujangnya, "Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka 1) ke dalam karung-karung mereka supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi 2".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala رَجَعُوٓا۟ rajaʿū mereka kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَبِيهِمْ abīhim ayah mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami مُنِعَ muniʿa dicegah/tidak diberi مِنَّا minnā dari kami ٱلْكَيْلُ l-kaylu sukatan فَأَرْسِلْ fa-arsil maka kirimlah/ biarkanlah مَعَنَآ maʿanā bersama kami أَخَانَا akhānā saudara kami نَكْتَلْ naktal kami mendapatkan sukatan وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَهُۥ lahu padanya لَحَـٰفِظُونَ laḥāfiẓūna orang-orang yang menjaga

Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya`qūb) mereka berkata, "Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan dan sesungguhnya kami benar benar akan menjaganya".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yaqub) berkata هَلْ hal apakah ءَامَنُكُمْ āmanukum aku mempercayai kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِلَّا illā kecuali كَمَآ kamā sebagaimana/seperti أَمِنتُكُمْ amintukum aku mempercayai kamu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَخِيهِ akhīhi saudaranya مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah خَيْرٌ khayrun sebaik-baik حَـٰفِظًۭا ۖ ḥāfiẓan penjaga وَهُوَ wahuwa dan Dia أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang

Berkata Ya`qūb, "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya ( Yūsuf) kepada kamu dahulu 1?" Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang di antara para penyanyang.

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan tatkala فَتَحُوا۟ fataḥū mereka membuka مَتَـٰعَهُمْ matāʿahum barang-barang mereka وَجَدُوا۟ wajadū mereka menemukan بِضَـٰعَتَهُمْ biḍāʿatahum barang-barang mereka رُدَّتْ ruddat dikembalikan إِلَيْهِمْ ۖ ilayhim kepada mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami مَا apa نَبْغِى ۖ nabghī kami inginkan هَـٰذِهِۦ hādhihi ini بِضَـٰعَتُنَا biḍāʿatunā barang-barang kami رُدَّتْ ruddat dikembalikan إِلَيْنَا ۖ ilaynā kepada kami وَنَمِيرُ wanamīru dan kami memberi makan أَهْلَنَا ahlanā keluarga kami وَنَحْفَظُ wanaḥfaẓu dan kami akan memelihara أَخَانَا akhānā saudara kami وَنَزْدَادُ wanazdādu dan kami mendapat tambahan كَيْلَ kayla sukatan بَعِيرٍۢ ۖ baʿīrin seekor unta ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu كَيْلٌۭ kaylun sukatan يَسِيرٌۭ yasīrun yang mudah

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami dan kami akan dapat memelihara saudara kami dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yaqub) berkata لَنْ lan tidak akan أُرْسِلَهُۥ ur'silahu aku melepaskannya مَعَكُمْ maʿakum bersama-sama kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai تُؤْتُونِ tu'tūni kamu mendatangi/memberikan kepadaku مَوْثِقًۭا mawthiqan janji yang teguh مِّنَ mina dari/atas ٱللَّهِ l-lahi Allah لَتَأْتُنَّنِى latatunnanī pasti kamu datang/membawa kepadaku بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يُحَاطَ yuḥāṭa mengepung بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian فَلَمَّآ falammā maka tatkala ءَاتَوْهُ ātawhu mereka memberinya مَوْثِقَهُمْ mawthiqahum janji mereka قَالَ qāla (Yaqub) berkata ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa نَقُولُ naqūlu kami ucapkan وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga/saksi

Ya`qūb berkata, "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh". Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya`qūb berkata, "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan (Yaqub) berkata يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan لَا janganlah تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu masuk مِنۢ min dari بَابٍۢ bābin pintu وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah مِنْ min dari أَبْوَٰبٍۢ abwābin pintu-pintu مُّتَفَرِّقَةٍۢ ۖ mutafarriqatin berlainan وَمَآ wamā dan tidak dapat أُغْنِى ugh'nī aku melepaskan عَنكُم ʿankum dari kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍ ۖ shayin sedikit إِنِ ini jika ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan إِلَّا illā hanyalah لِلَّهِ ۖ lillahi bagi/hak Allah عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya تَوَكَّلْتُ ۖ tawakkaltu aku bertawakkal وَعَلَيْهِ waʿalayhi dan kepadaNya فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaknya bertawakkal/berserah diri ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang bertawakkal

Dan Ya`qūb berkata, "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri".

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah أَمَرَهُمْ amarahum memerintahkan mereka أَبُوهُم abūhum ayah mereka مَّا tidak كَانَ kāna ada يُغْنِى yugh'nī melepaskan عَنْهُم ʿanhum dari mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍ shayin sedikit إِلَّا illā kecuali/hanya حَاجَةًۭ ḥājatan hajat/keinginan فِى dalam/pada نَفْسِ nafsi diri يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub قَضَىٰهَا ۚ qaḍāhā Dia tetapkannya وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia لَذُو ladhū sungguh mempunyai عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan لِّمَا limā karena apa عَلَّمْنَـٰهُ ʿallamnāhu kami telah mengajarkannya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya`qūb yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tiada mengetahui.

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan tatkala دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَىٰ ʿalā atas يُوسُفَ yūsufa Yusuf ءَاوَىٰٓ āwā ia membawa إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/ketempatnya أَخَاهُ ۖ akhāhu saudaranya قَالَ qāla (Yusuf) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَنَا۠ anā aku أَخُوكَ akhūka saudaramu فَلَا falā maka jangan تَبْتَئِسْ tabta-is kamu berduka cita بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yūsuf. Yūsuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yūsuf berkata, "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berduka cita terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala جَهَّزَهُم jahhazahum ia menyiapkan untuk mereka بِجَهَازِهِمْ bijahāzihim dengan persiapan mereka جَعَلَ jaʿala ia jadikan/masukkan ٱلسِّقَايَةَ l-siqāyata piala/tempat minum فِى dalam رَحْلِ raḥli karung أَخِيهِ akhīhi saudaranya ثُمَّ thumma kemudian أَذَّنَ adhana berseru مُؤَذِّنٌ mu-adhinun orang yang menyeru أَيَّتُهَا ayyatuhā hai ٱلْعِيرُ l-ʿīru kafilah إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَسَـٰرِقُونَ lasāriqūna tentu pencuri

Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yūsuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian, berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَأَقْبَلُوا۟ wa-aqbalū dan/sambil menghadap عَلَيْهِم ʿalayhim kepada mereka مَّاذَا mādhā apa/barang apa تَفْقِدُونَ tafqidūna kamu kehilangan

Mereka menjawab sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu, "Barang apakah yang hilang darikamu?"

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَفْقِدُ nafqidu kami kehilangan صُوَاعَ ṣuwāʿa piala/tempat minum ٱلْمَلِكِ l-maliki raja وَلِمَن waliman dan bagi siapa جَآءَ jāa datang/mengembalikan بِهِۦ bihi dengannya حِمْلُ ḥim'lu beban بَعِيرٍۢ baʿīrin unta وَأَنَا۠ wa-anā dan aku بِهِۦ bihi terhadapnya زَعِيمٌۭ zaʿīmun menjamin

Penyeru-penyeru itu berkata, "Kami kehilangan piala raja dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta dan aku menjamin terhadapnya".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتُم ʿalim'tum kamu telah mengetahui مَّا tidak جِئْنَا ji'nā kami datang لِنُفْسِدَ linuf'sida untuk membuat kerusakan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan bukan كُنَّا kunnā kami سَـٰرِقِينَ sāriqīna orang-orang yang mencuri

Saudara-saudara Yūsuf menjawab, "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata فَمَا famā maka apa جَزَٰٓؤُهُۥٓ jazāuhu balasannya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang berdusta

Mereka berkata, "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta? "

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata جَزَٰٓؤُهُۥ jazāuhu balasannya مَن man siapa وُجِدَ wujida diketemukan فِى dalam رَحْلِهِۦ raḥlihi karungnya فَهُوَ fahuwa maka dia جَزَٰٓؤُهُۥ ۚ jazāuhu balasannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī kami memberi pembalasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Mereka menjawab, "Balasannya ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) 1. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim".

🔊 Sedang diputar

فَبَدَأَ fabada-a maka (Yusuf) mulai بِأَوْعِيَتِهِمْ bi-awʿiyatihim dengan karung-karung mereka قَبْلَ qabla sebelum وِعَآءِ wiʿāi karung/wadah أَخِيهِ akhīhi saudaranya ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَخْرَجَهَا is'takhrajahā ia mengeluarkannya (piala/tempat minum) مِن min dari وِعَآءِ wiʿāi karung/wadah أَخِيهِ ۚ akhīhi saudaranya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah كِدْنَا kid'nā Kami mengatur لِيُوسُفَ ۖ liyūsufa untuk Yusuf مَا tidak كَانَ kāna ada لِيَأْخُذَ liyakhudha ia mengambil/menghukum أَخَاهُ akhāhu saudaranya فِى didalam/menurut دِينِ dīni peraturan/undang-undang ٱلْمَلِكِ l-maliki raja إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah نَرْفَعُ narfaʿu Kami tinggikan دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat مَّن man siapa/orang نَّشَآءُ ۗ nashāu Kami kehendaki وَفَوْقَ wafawqa dan diatas كُلِّ kulli tiap-tiap ذِى dhī memiliki عِلْمٍ ʿil'min pengetahuan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Maka mulailah Yūsuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yūsuf . Tiadalah patut Yūsuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

۞ قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِن in jika يَسْرِقْ yasriq dia mencuri فَقَدْ faqad maka sesungguhnya سَرَقَ saraqa telah mencuri أَخٌۭ akhun saudara لَّهُۥ lahu baginya مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu فَأَسَرَّهَا fa-asarrahā maka menyembunyikannya يُوسُفُ yūsufu Yusuf فِى dalam/pada نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya وَلَمْ walam dan tidak يُبْدِهَا yub'dihā menampakkannya لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka قَالَ qāla ia berkata أَنتُمْ antum kamu شَرٌّۭ sharrun lebih buruk مَّكَانًۭا ۖ makānan kedudukan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā daripada apa تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/terangkan

Mereka berkata, "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yūsuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Al Aziz إِنَّ inna sesungguhnya لَهُۥٓ lahu baginya أَبًۭا aban bapak شَيْخًۭا shaykhan tua كَبِيرًۭا kabīran besar/sekali فَخُذْ fakhudh maka ambillah أَحَدَنَا aḥadanā salah seorang diantara kami مَكَانَهُۥٓ ۖ makānahu kedudukannya/gantinya إِنَّا innā sesungguhnya kami نَرَىٰكَ narāka kami melihat kamu مِنَ mina dari ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Mereka berkata, "Wahai Al-‘Azīz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya; sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yusuf) berkata مَعَاذَ maʿādha mohon perlindungan/berlindung ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa نَّأْخُذَ nakhudha kami menahan/mengambil إِلَّا illā kecuali مَن man orang وَجَدْنَا wajadnā kami dapati مَتَـٰعَنَا matāʿanā harta benda kami عِندَهُۥٓ ʿindahu disisinya/padanya إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّظَـٰلِمُونَ laẓālimūna tentu orang-orang yang zalim

Berkata Yūsuf, "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala ٱسْتَيْـَٔسُوا۟ is'tayasū mereka berputus asa مِنْهُ min'hu daripadanya خَلَصُوا۟ khalaṣū mereka menyendiri نَجِيًّۭا ۖ najiyyan berbisik قَالَ qāla berkata كَبِيرُهُمْ kabīruhum yang tertua diantara mereka أَلَمْ alam tidakkah تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu ketahui أَنَّ anna bahwasanya أَبَاكُمْ abākum ayahmu قَدْ qad sungguh أَخَذَ akhadha telah mengambil عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مَّوْثِقًۭا mawthiqan janji مِّنَ mina dari/dengan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمِن wamin dan dari قَبْلُ qablu sebelum مَا apa فَرَّطتُمْ farraṭtum kamu sia-siakan فِى pada/di يُوسُفَ ۖ yūsufa Yusuf فَلَنْ falan maka tidak أَبْرَحَ abraḥa aku akan meninggalkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْذَنَ yadhana mengizinkan لِىٓ kepadaku أَبِىٓ abī ayahku أَوْ aw atau يَحْكُمَ yaḥkuma memberi putusan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِى ۖ kepadaku وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para hakim

Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yūsuf 1 mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka, "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yūsuf. Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali) atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".

🔊 Sedang diputar

ٱرْجِعُوٓا۟ ir'jiʿū kembalilah إِلَىٰٓ ilā kepada أَبِيكُمْ abīkum ayahmu فَقُولُوا۟ faqūlū dan katakan يَـٰٓأَبَانَآ yāabānā wahai ayah kami إِنَّ inna sesungguhnya ٱبْنَكَ ib'naka anakmu سَرَقَ saraqa telah mencuri وَمَا wamā dan tidak شَهِدْنَآ shahid'nā kami menyaksikan إِلَّا illā selain/kecuali بِمَا bimā dengan apa عَلِمْنَا ʿalim'nā kami ketahui وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā kami لِلْغَيْبِ lil'ghaybi kepada yang gaib حَـٰفِظِينَ ḥāfiẓīna orang-orang yang menjaga

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang gaib.

🔊 Sedang diputar

وَسْـَٔلِ wasali dan tanyakanlah ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri ٱلَّتِى allatī yang كُنَّا kunnā adalah kami/kami berada فِيهَا fīhā didalamnya/disana وَٱلْعِيرَ wal-ʿīra dan kafilah ٱلَّتِىٓ allatī yang أَقْبَلْنَا aqbalnā kami datang bersama فِيهَا ۖ fīhā didalamnya/disana وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna orang-orang yang benar

Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ dan kafilah yang kami datang bersamanya dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yaqub) berkata بَلْ bal bahkan/hanya سَوَّلَتْ sawwalat memandang baik لَكُمْ lakum bagi kalian أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri أَمْرًۭا ۖ amran perkara فَصَبْرٌۭ faṣabrun maka kesabaran جَمِيلٌ ۖ jamīlun yang baik عَسَى ʿasā mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an agar يَأْتِيَنِى yatiyanī mendatangkan kepadaku بِهِمْ bihim dengan mereka جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ya`qūb berkata, "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

🔊 Sedang diputar

وَتَوَلَّىٰ watawallā dan ia berpaling عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقَالَ waqāla dan ia berkata يَـٰٓأَسَفَىٰ yāasafā alangkah sedih hatiku عَلَىٰ ʿalā atas يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَٱبْيَضَّتْ wa-ib'yaḍḍat dan menjadi putih عَيْنَاهُ ʿaynāhu kedua matanya مِنَ mina dari/karena ٱلْحُزْنِ l-ḥuz'ni kesedihan فَهُوَ fahuwa maka/akan tetapi ia كَظِيمٌۭ kaẓīmun orang yang menahan marah

Dan Ya`qūb berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai dukacitaku terhadap Yūsuf" dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah تَفْتَؤُا۟ tafta-u engkau senantiasa تَذْكُرُ tadhkuru engkau mengingat يُوسُفَ yūsufa Yusuf حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَكُونَ takūna adalah engkau حَرَضًا ḥaraḍan penyakit yang berat أَوْ aw atau تَكُونَ takūna adalah engkau مِنَ mina dari/termasuk ٱلْهَـٰلِكِينَ l-hālikīna orang-orang yang binasa

Mereka berkata, "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yūsuf sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yaqub) berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَشْكُوا۟ ashkū aku mengadukan بَثِّى bathī kesusahan وَحُزْنِىٓ waḥuz'nī dan kesedihanku إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan aku mengetahui مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ya`qūb menjawab, "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya".

🔊 Sedang diputar

يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan ٱذْهَبُوا۟ idh'habū pergilah kamu فَتَحَسَّسُوا۟ fataḥassasū maka carilah/selidikilah مِن min dari/tentang يُوسُفَ yūsufa Yusuf وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya وَلَا walā dan jangan تَا۟يْـَٔسُوا۟ tāy'asū kamu putus asa مِن min dari رَّوْحِ rawḥi rahmat ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَا tidak يَا۟يْـَٔسُ yāy'asu berputus asa مِن min dari رَّوْحِ rawḥi rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yūsuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya (Yusuf) قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Al Aziz/yang mulia مَسَّنَا massanā telah menimpa kami وَأَهْلَنَا wa-ahlanā dan keluarga kami ٱلضُّرُّ l-ḍuru kesengsaraan وَجِئْنَا waji'nā dan kami datang بِبِضَـٰعَةٍۢ bibiḍāʿatin dengan barang-barang مُّزْجَىٰةٍۢ muz'jātin tak berharga فَأَوْفِ fa-awfi maka sempurnakanlah لَنَا lanā untuk kami ٱلْكَيْلَ l-kayla sukatan وَتَصَدَّقْ wataṣaddaq dan bersedekahlah عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas/kepada kami إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْزِى yajzī memberi balasan ٱلْمُتَصَدِّقِينَ l-mutaṣadiqīna orang-orang yang bersedekah

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yūsuf, mereka berkata, "Hai Al-‘Azīz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla Yusuf berkata هَلْ hal apakah عَلِمْتُم ʿalim'tum kamu mengetahui مَّا apa فَعَلْتُم faʿaltum kamu lakukan بِيُوسُفَ biyūsufa terhadap Yusuf وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya إِذْ idh ketika أَنتُمْ antum kamu جَـٰهِلُونَ jāhilūna orang-orang yang tidak mangetahui

Yūsuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yūsuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?".

🔊 Sedang diputar

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَءِنَّكَ a-innaka apakah sesungguhnya kamu لَأَنتَ la-anta sungguh kamu يُوسُفُ ۖ yūsufu Yusuf قَالَ qāla ia berkata/menjawab أَنَا۠ anā aku يُوسُفُ yūsufu Yusuf وَهَـٰذَآ wahādhā dan ini أَخِى ۖ akhī saudaraku قَدْ qad sungguh مَنَّ manna telah melimpahkan karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas/kepada kami إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مَن man barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertakwa وَيَصْبِرْ wayaṣbir dan bersabar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُضِيعُ yuḍīʿu Dia menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Mereka berkata, "Apakah kamu ini benar-benar Yūsuf?" Yūsuf menjawab, "Akulah Yūsuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya ءَاثَرَكَ ātharaka telah melebih-lebihkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنَّا kunnā kami لَخَـٰطِـِٔينَ lakhāṭiīna sungguh orang-orang yang bersalah

Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yusuf) berkata لَا tidak ada تَثْرِيبَ tathrība cercaan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَهُوَ wahuwa dan Dia أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang

Dia (Yūsuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".

🔊 Sedang diputar

ٱذْهَبُوا۟ idh'habū pergilah kamu بِقَمِيصِى biqamīṣī dengan baju gamisku هَـٰذَا hādhā ini فَأَلْقُوهُ fa-alqūhu lalu letakkan ia عَلَىٰ ʿalā diatas وَجْهِ wajhi wajah أَبِى abī ayahku يَأْتِ yati dia akan datang بَصِيرًۭا baṣīran melihat وَأْتُونِى watūnī dan bawalah kepadaku بِأَهْلِكُمْ bi-ahlikum dengan keluarga أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali, dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku".

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan tatkala فَصَلَتِ faṣalati telah berangkat/keluar ٱلْعِيرُ l-ʿīru kafilah قَالَ qāla berkata أَبُوهُمْ abūhum ayah mereka إِنِّى innī sesungguhnya aku لَأَجِدُ la-ajidu aku mendapat/mencium رِيحَ rīḥa bau يُوسُفَ ۖ yūsufa Yusuf لَوْلَآ lawlā sekiranya tidak أَن an telah تُفَنِّدُونِ tufannidūni kamu menuduhku lemah akal

Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yūsuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah إِنَّكَ innaka sesungguhnya engkau لَفِى lafī sungguh dalam ضَلَـٰلِكَ ḍalālika kekeliruan ٱلْقَدِيمِ l-qadīmi dahulu

Keluarganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَن an telah جَآءَ jāa datang ٱلْبَشِيرُ l-bashīru pembawa kabar gembira أَلْقَىٰهُ alqāhu ia letakkannya عَلَىٰ ʿalā atas وَجْهِهِۦ wajhihi wajahnya (Yaqub) فَٱرْتَدَّ fa-ir'tadda lalu dia kembali بَصِيرًۭا ۖ baṣīran dapat melihat قَالَ qāla (Yaqub) berkata أَلَمْ alam tidaklah أَقُل aqul aku katakan لَّكُمْ lakum bagi kalian إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya`qūb, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya`qūb, "Tidakkah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami ٱسْتَغْفِرْ is'taghfir mohonkanlah ampunan لَنَا lanā bagi kami ذُنُوبَنَآ dhunūbanā dosa-dosa kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami خَـٰطِـِٔينَ khāṭiīna orang-orang yang bersalah

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Yaqub) berkata سَوْفَ sawfa nanti أَسْتَغْفِرُ astaghfiru aku akan mohonkan ampun لَكُمْ lakum bagi kalian رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ya`qūb berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhan-ku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَىٰ ʿalā atas يُوسُفَ yūsufa Yusuf ءَاوَىٰٓ āwā dia hampiri إِلَيْهِ ilayhi kepadanya أَبَوَيْهِ abawayhi kedua ibu-bapaknya وَقَالَ waqāla dan dia berkata ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah مِصْرَ miṣ'ra negeri Mesir إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah ءَامِنِينَ āminīna keadaan aman

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yūsuf, Yūsuf merangkul ibu bapaknya 1 dan dia berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman".

🔊 Sedang diputar

وَرَفَعَ warafaʿa dan dia menaikkan أَبَوَيْهِ abawayhi kedua ibu-bapaknya عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi singgasana وَخَرُّوا۟ wakharrū dan mereka tersungkur لَهُۥ lahu kepadanya سُجَّدًۭا ۖ sujjadan bersujud وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku هَـٰذَا hādhā ini تَأْوِيلُ tawīlu tabir/pengertian رُءْيَـٰىَ ru'yāya mimpiku مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu قَدْ qad sesungguhnya جَعَلَهَا jaʿalahā telah menjadikannya رَبِّى rabbī Tuhanku حَقًّۭا ۖ ḥaqqan benar/kenyataan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَحْسَنَ aḥsana Dia telah berbuat baik بِىٓ padaku إِذْ idh ketika أَخْرَجَنِى akhrajanī Dia mengeluarkan/membebaskan aku مِنَ mina dari ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara وَجَآءَ wajāa dan Dia datangkan بِكُم bikum dengan/untuk kalian مِّنَ mina dari ٱلْبَدْوِ l-badwi dusun مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah أَن an akan نَّزَغَ nazagha mengganggu ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَ wabayna dan antara إِخْوَتِىٓ ۚ ikh'watī saudaraku إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku لَطِيفٌۭ laṭīfun Maha Lemah-lembut لِّمَا limā terhadap apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud 1 kepada Yūsuf. Dan berkata Yūsuf, "Wahai ayahku inilah takbir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhan-ku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhan-ku telah berbuat baik kepadaku ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

۞ رَبِّ rabbi ya Tuhanku قَدْ qad sesungguhnya ءَاتَيْتَنِى ātaytanī Engkau telah menganugerahkan kepadaku مِنَ mina dari/sebagian ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan وَعَلَّمْتَنِى waʿallamtanī dan Engkau mengajarkan kepadaku مِن min dari تَأْوِيلِ tawīli tabir/pengertian ٱلْأَحَادِيثِ ۚ l-aḥādīthi mimpi فَاطِرَ fāṭira Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi أَنتَ anta Engkau وَلِىِّۦ waliyyī pelindung فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat تَوَفَّنِى tawaffanī wafatkanlah aku مُسْلِمًۭا mus'liman orang islam وَأَلْحِقْنِى wa-alḥiq'nī dan gabungkan aku بِٱلصَّـٰلِحِينَ bil-ṣāliḥīna dengan orang-orang yang saleh

Ya Tuhan-ku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takbir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari/sebagian أَنۢبَآءِ anbāi berita ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib نُوحِيهِ nūḥīhi Kami wahyukannya إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadaku وَمَا wamā dan/padahal tidak كُنتَ kunta kamu berada لَدَيْهِمْ ladayhim pada sisi mereka إِذْ idh ketika أَجْمَعُوٓا۟ ajmaʿū mereka berkumpul أَمْرَهُمْ amrahum perkara mereka وَهُمْ wahum dan mereka يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka mengatur tipu daya

Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yūsuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَوْ walaw walaupun حَرَصْتَ ḥaraṣta kamu sangat menginginkan بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۚ ajrin upah إِنْ in jika/tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah ذِكْرٌۭ dhik'run pelajaran/peringatan لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam

Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.

🔊 Sedang diputar

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan banyak sekali مِّنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin tanda-tanda فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi يَمُرُّونَ yamurrūna mereka melalui عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak يُؤْمِنُ yu'minu beriman أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah إِلَّا illā kecuali/melainkan وَهُم wahum dan mereka مُّشْرِكُونَ mush'rikūna orang-orang musyrik

Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).

🔊 Sedang diputar

أَفَأَمِنُوٓا۟ afa-aminū apakah mereka merasa aman أَن an bahwa تَأْتِيَهُمْ tatiyahum datang kepada mereka غَـٰشِيَةٌۭ ghāshiyatun meliputi مِّنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi siksa ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepada mereka ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah هَـٰذِهِۦ hādhihi ini سَبِيلِىٓ sabīlī jalanku أَدْعُوٓا۟ adʿū aku berseru إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah عَلَىٰ ʿalā atas بَصِيرَةٍ baṣīratin pandangan/hujjah yang nyata أَنَا۠ anā aku وَمَنِ wamani dan orang-orang ٱتَّبَعَنِى ۖ ittabaʿanī mengikutiku وَسُبْحَـٰنَ wasub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik

Katakanlah, "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu إِلَّا illā kecuali/melainkan رِجَالًۭا rijālan orang laki-laki نُّوحِىٓ nūḥī Kami beri wahyu إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka مِّنْ min dari/diantara أَهْلِ ahli penduduk ٱلْقُرَىٰٓ ۗ l-qurā negeri/kota أَفَلَمْ afalam apakah tidak/tidakkah يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka bepergian فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū maka/lalu melihat كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۗ qablihim sebelum mereka وَلَدَارُ waladāru dan sesungguhnya kampung ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ۗ ittaqaw (mereka) bertakwa أَفَلَا afalā apakah tidak/tidakkah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

🔊 Sedang diputar

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila ٱسْتَيْـَٔسَ is'tayasa putus asa/tidak mempunyai harapan ٱلرُّسُلُ l-rusulu para rasul وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka meyakini أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka قَدْ qad sungguh كُذِبُوا۟ kudhibū telah didustakan جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka نَصْرُنَا naṣrunā pertolongan kami فَنُجِّىَ fanujjiya maka/lalu diselamatkan مَن man orang نَّشَآءُ ۖ nashāu Kami kehendaki وَلَا walā dan tidak يُرَدُّ yuraddu ditolak بَأْسُنَا basunā siksa Kami عَنِ ʿani dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.

🔊 Sedang diputar

لَقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah فِى didalam/pada قَصَصِهِمْ qaṣaṣihim kisah-kisah mereka عِبْرَةٌۭ ʿib'ratun pengajaran لِّأُو۟لِى li-ulī bagi yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ l-albābi akal مَا tidak كَانَ kāna ada حَدِيثًۭا ḥadīthan cerita-cerita يُفْتَرَىٰ yuf'tarā dibuat-buat وَلَـٰكِن walākin akan tetapi تَصْدِيقَ taṣdīqa membenarkan ٱلَّذِى alladhī yang بَيْنَ bayna diantara (petunjuk) يَدَيْهِ yadayhi tangannya (sebelumnya)( وَتَفْصِيلَ watafṣīla dan menjelaskan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur`ān itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Ayat /111