الرعد
Ar-Ra'd
Guruh (Petir) Madaniyah
Memuat audio qari…
الٓمٓر ۚ alif-lam-meem-ra Alif Lam Mim Ra تِلْكَ til'ka ini ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ ۗ l-kitābi kitab وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Alif Lām Mīm Rā 1. Ini adalah ayat-ayat Alkitab (Al-Qur`ān). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhan-mu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang رَفَعَ rafaʿa meninggikan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عَمَدٍۢ ʿamadin tiang تَرَوْنَهَا ۖ tarawnahā kamu melihatnya ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ ۖ l-ʿarshi 'Arasy وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ ۖ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِى yajrī beredar لِأَجَلٍۢ li-ajalin hingga waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan يُدَبِّرُ yudabbiru Dia mengatur ٱلْأَمْرَ l-amra urusan يُفَصِّلُ yufaṣṣilu Dia menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda لَعَلَّكُم laʿallakum agar kalian بِلِقَآءِ biliqāi dengan pertemuan رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تُوقِنُونَ tūqinūna kamu meyakini
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas arasy dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhan-mu.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang مَدَّ madda membentangkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan فِيهَا fīhā padanya رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung وَأَنْهَـٰرًۭا ۖ wa-anhāran dan sungai-sungai وَمِن wamin dan dari كُلِّ kulli semua/setiap ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan فِيهَا fīhā padanya زَوْجَيْنِ zawjayni berpasang-pasangan ٱثْنَيْنِ ۖ ith'nayni dua يُغْشِى yugh'shī Dia menutupkan ٱلَّيْلَ al-layla malam ٱلنَّهَارَ ۚ l-nahāra siang إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kamu يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka memikirkan
Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan 1, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi قِطَعٌۭ qiṭaʿun bagian-bagian مُّتَجَـٰوِرَٰتٌۭ mutajāwirātun berdampingan وَجَنَّـٰتٌۭ wajannātun dan kebun-kebun مِّنْ min dari أَعْنَـٰبٍۢ aʿnābin anggur وَزَرْعٌۭ wazarʿun dan tanaman-tanaman وَنَخِيلٌۭ wanakhīlun dan pohon Kurma صِنْوَانٌۭ ṣin'wānun bercabang وَغَيْرُ waghayru dan tidak صِنْوَانٍۢ ṣin'wānin bercabang يُسْقَىٰ yus'qā disirami بِمَآءٍۢ bimāin dengan air وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu(sama) وَنُفَضِّلُ wanufaḍḍilu dan Kami melebihkan بَعْضَهَا baʿḍahā sebagian عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فِى fī dalam/tentang ٱلْأُكُلِ ۚ l-ukuli rasa إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berfikir
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
۞ وَإِن wa-in dan jika تَعْجَبْ taʿjab kamu herankan فَعَجَبٌۭ faʿajabun maka yang mengherankan قَوْلُهُمْ qawluhum ucapan/perkataan mereka أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā adalah kami تُرَٰبًا turāban tanah أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَفِى lafī sungguh dalam خَلْقٍۢ khalqin makhluk/ciptaan جَدِيدٍ ۗ jadīdin baru أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ ۖ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu ٱلْأَغْلَـٰلُ l-aghlālu belenggu فِىٓ fī pada أَعْنَاقِهِمْ ۖ aʿnāqihim leher mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri api/neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal
Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhan-nya dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ wayastaʿjilūnaka dan mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan keburukan/siksa قَبْلَ qabla sebelum ٱلْحَسَنَةِ l-ḥasanati kebaikan وَقَدْ waqad dan/padahal sungguh خَلَتْ khalat telah lewat/terjadi مِن min dari قَبْلِهِمُ qablihimu sebelum mereka ٱلْمَثُلَـٰتُ ۗ l-mathulātu beberapa contoh وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَذُو ladhū sungguh mempunyai مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia عَلَىٰ ʿalā atas ظُلْمِهِمْ ۖ ẓul'mihim kezaliman mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَشَدِيدُ lashadīdu sungguh sangat berat ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan
Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan 1, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekali pun mereka zalim dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar sangat keras siksanya.
وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَةٌۭ āyatun suatu tanda مِّن min dari رَّبِّهِۦٓ ۗ rabbihi Tuhannya إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مُنذِرٌۭ ۖ mundhirun pemberi peringatan وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap قَوْمٍ qawmin kaum هَادٍ hādin orang yang memberi petunjuk
Orang-orang yang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhan-nya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa تَحْمِلُ taḥmilu yang dikandung كُلُّ kullu tiap-tiap أُنثَىٰ unthā perempuan وَمَا wamā dan apa تَغِيضُ taghīḍu kurang sempurna ٱلْأَرْحَامُ l-arḥāmu kandungan rahim وَمَا wamā dan apa تَزْدَادُ ۖ tazdādu bertambah وَكُلُّ wakullu dan tiap-tiap/segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِندَهُۥ ʿindahu pada sisiNya بِمِقْدَارٍ bimiq'dārin dengan ukuran
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
عَـٰلِمُ ʿālimu yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nampak ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar ٱلْمُتَعَالِ l-mutaʿāli Maha Tinggi
Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
سَوَآءٌۭ sawāon sama saja مِّنكُم minkum diantaramu مَّنْ man siapa yang أَسَرَّ asarra merahasiakan ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan/ucapan وَمَن waman dan siapa جَهَرَ jahara nampakkan/terus terang بِهِۦ bihi dengannya وَمَنْ waman dan siapa هُوَ huwa dia مُسْتَخْفٍۭ mus'takhfin bersembunyi بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari وَسَارِبٌۢ wasāribun dan berjalan بِٱلنَّهَارِ bil-nahāri disiang hari
Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) pada siang hari.
لَهُۥ lahu baginya(seseorang) مُعَقِّبَـٰتٌۭ muʿaqqibātun pengiring مِّنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya/depannya وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِۦ khalfihi belakangnya يَحْفَظُونَهُۥ yaḥfaẓūnahu mereka menjaganya مِنْ min dari/atas أَمْرِ amri perintah ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُغَيِّرُ yughayyiru merobah مَا mā apa/keadaan بِقَوْمٍ biqawmin dengan suatu kaum حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُغَيِّرُوا۟ yughayyirū mereka merobah مَا mā apa/keadaan بِأَنفُسِهِمْ ۗ bi-anfusihim dengan diri mereka sendiri وَإِذَآ wa-idhā dan jika أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِقَوْمٍۢ biqawmin dengan suatu kaum سُوٓءًۭا sūan keburukan فَلَا falā maka tidak مَرَدَّ maradda menolak لَهُۥ ۚ lahu baginya وَمَا wamā dan tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari وَالٍ wālin pelindung
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah 1. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan 2 yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
هُوَ huwa Dia-lah ٱلَّذِى alladhī yang يُرِيكُمُ yurīkumu memperlihatkan kepadamu ٱلْبَرْقَ l-barqa kilat خَوْفًۭا khawfan ketakutan وَطَمَعًۭا waṭamaʿan dan harapan وَيُنشِئُ wayunshi-u dan Dia mengadakan ٱلسَّحَابَ l-saḥāba awan ٱلثِّقَالَ l-thiqāla tebal/mendung
Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan dan Dia mengadakan awan mendung.
وَيُسَبِّحُ wayusabbiḥu dan bertasbih ٱلرَّعْدُ l-raʿdu guruh بِحَمْدِهِۦ biḥamdihi dengan memujiNya وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat مِنْ min dari/karena خِيفَتِهِۦ khīfatihi takut kepadaNya وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia melepaskan ٱلصَّوَٰعِقَ l-ṣawāʿiqa halilintar فَيُصِيبُ fayuṣību maka/lalu mengenai بِهَا bihā dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَهُمْ wahum dan/namun mereka يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka berbantah-bantah فِى fī tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia شَدِيدُ shadīdu amat/Maha Keras ٱلْمِحَالِ l-miḥāli siksa
Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.
لَهُۥ lahu bagi Dia Allah دَعْوَةُ daʿwatu doa/permintaan ٱلْحَقِّ ۖ l-ḥaqi benar وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan berhala-berhala يَدْعُونَ yadʿūna mereka menyembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia/Allah لَا lā tidak يَسْتَجِيبُونَ yastajībūna mereka dapat memperkenankan لَهُم lahum bagi mereka بِشَىْءٍ bishayin dengan sesuatu إِلَّا illā melainkan كَبَـٰسِطِ kabāsiṭi seperti orang yang membuka كَفَّيْهِ kaffayhi kedua telapak tangannya إِلَى ilā kedalam ٱلْمَآءِ l-māi air لِيَبْلُغَ liyablugha supaya sampai فَاهُ fāhu mulutnya وَمَا wamā dan/padahal tidaklah هُوَ huwa ia بِبَـٰلِغِهِۦ ۚ bibālighihi sampai kepadanya/mulutnya وَمَا wamā dan tidaklah دُعَآءُ duʿāu doa ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir إِلَّا illā kecuali/hanyalah فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan/sia-sia
Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya 1. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
وَلِلَّهِ walillahi dan kepada Allah يَسْجُدُ yasjudu bersujud مَن man siap/apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi طَوْعًۭا ṭawʿan taat/atas kemauan sendiri وَكَرْهًۭا wakarhan dan terpaksa وَظِلَـٰلُهُم waẓilāluhum dan bayang-bayang mereka بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi وَٱلْـَٔاصَالِ ۩ wal-āṣāli dan petang
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
قُلْ qul katakanlah مَن man siapa رَّبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلْ qul katakanlah أَفَٱتَّخَذْتُم afa-ittakhadhtum patutkah kamu mengambil مِّن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia/Allah أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung لَا lā tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka mnguasai لِأَنفُسِهِمْ li-anfusihim bagi diri mereka sendiri نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan وَلَا walā dan tidak ضَرًّۭا ۚ ḍarran kemudaratan قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang buta وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang dapat melihat أَمْ am atau هَلْ hal apakah تَسْتَوِى tastawī sama ٱلظُّلُمَـٰتُ l-ẓulumātu gelap gulita وَٱلنُّورُ ۗ wal-nūru dan cahaya/terang benderang أَمْ am atau جَعَلُوا۟ jaʿalū mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah شُرَكَآءَ shurakāa beberapa sekutu خَلَقُوا۟ khalaqū mereka menciptakan كَخَلْقِهِۦ kakhalqihi seperti ciptaanNya فَتَشَـٰبَهَ fatashābaha maka/lalu serupa ٱلْخَلْقُ l-khalqu ciptaan عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah خَـٰلِقُ khāliqu pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa ٱلْقَهَّـٰرُ l-qahāru Maha Perkasa
Katakanlah, "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya, "Allah". Katakanlah, "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?" Katakanlah, "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah, "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".
أَنزَلَ anzala (Allah)telah menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَسَالَتْ fasālat maka mengalirlah ia أَوْدِيَةٌۢ awdiyatun lembah-lembah بِقَدَرِهَا biqadarihā dengan/menurut ukurannya فَٱحْتَمَلَ fa-iḥ'tamala maka membawa ٱلسَّيْلُ l-saylu arus زَبَدًۭا zabadan buih رَّابِيًۭا ۚ rābiyan mengembang وَمِمَّا wamimmā dan dari apa يُوقِدُونَ yūqidūna mereka bakar/lembur عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari/membuat حِلْيَةٍ ḥil'yatin perhiasan أَوْ aw atau مَتَـٰعٍۢ matāʿin kesenangan/alat-alat زَبَدٌۭ zabadun buih مِّثْلُهُۥ ۚ mith'luhu sepertinya(buih arus) كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَضْرِبُ yaḍribu membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar وَٱلْبَـٰطِلَ ۚ wal-bāṭila dan bathil فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلزَّبَدُ l-zabadu buih فَيَذْهَبُ fayadhhabu maka akan hilang جُفَآءًۭ ۖ jufāan tak berharga وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَا mā apa يَنفَعُ yanfaʿu memberi manfaat ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia فَيَمْكُثُ fayamkuthu maka ia tetap فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَضْرِبُ yaḍribu membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan-perumpamaan
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan 1.
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka memenuhi seruan لِرَبِّهِمُ lirabbihimu bagi Tuhan mereka ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā pembalasan yang baik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang لَمْ lam tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memenuhi panggilan لَهُۥ lahu bagiNya لَوْ law jikalau أَنَّ anna bahwasanya/bahwa لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَمِثْلَهُۥ wamith'lahu dan seperti/sebanyak مَعَهُۥ maʿahu besertanya لَٱفْتَدَوْا۟ la-if'tadaw niscaya mereka menebus بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi hisab/perhitungan وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat kediaman mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat kembali
Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan-nya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
۞ أَفَمَن afaman apakah orang يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui أَنَّمَآ annamā bahwasanya أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar كَمَنْ kaman seperti orang هُوَ huwa dia أَعْمَىٰٓ ۚ aʿmā buta إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru mengambil pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/berakal
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُوفُونَ yūfūna (mereka)memenuhi بِعَهْدِ biʿahdi dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak يَنقُضُونَ yanquḍūna mereka merusak ٱلْمِيثَـٰقَ l-mīthāqa perjanjian
(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَصِلُونَ yaṣilūna (mereka)menghubungkan مَآ mā apa أَمَرَ amara memerintahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦٓ bihi dengannya أَن an supaya يُوصَلَ yūṣala dihubungkan وَيَخْشَوْنَ wayakhshawna dan mereka takut رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka وَيَخَافُونَ wayakhāfūna dan mereka takut سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi hisab/perhitungan
dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan 1, dan mereka takut kepada Tuhan-nya dan takut kepada hisab yang buruk.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka)bersabar ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari وَجْهِ wajhi wajah/keridhaan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan مِمَّا mimmā dari sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami beri rezki mereka سِرًّۭا sirran sembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan وَيَدْرَءُونَ wayadraūna dan mereka menolak بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan ٱلسَّيِّئَةَ l-sayi-ata kejahatan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عُقْبَى ʿuq'bā kesudahan ٱلدَّارِ l-dāri tempat
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhan-nya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
جَنَّـٰتُ jannātu sorga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Aden يَدْخُلُونَهَا yadkhulūnahā masuk kedalamnya وَمَن waman dan orang صَلَحَ ṣalaḥa berbuat baik/saleh مِنْ min dari ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka وَأَزْوَٰجِهِمْ wa-azwājihim dan isteri-isteri mereka وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۖ wadhurriyyātihim dan anak cucu mereka وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan para malaikat يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap/semua بَابٍۢ bābin pintu-pintu
(yaitu) surga ʻAdn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
سَلَـٰمٌ salāmun keselamatan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِمَا bimā dengan apa/sebab صَبَرْتُمْ ۚ ṣabartum kesabaranmu فَنِعْمَ faniʿ'ma maka alangkah nikmatnya/baiknya عُقْبَى ʿuq'bā kesudahan ٱلدَّارِ l-dāri tempat
(sambil mengucapkan), "Salāmun ʻalaikum bimā ṣabartum 1". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَنقُضُونَ yanquḍūna (mereka)merusak عَهْدَ ʿahda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مِيثَـٰقِهِۦ mīthāqihi diikrarkan dengan teguh وَيَقْطَعُونَ wayaqṭaʿūna dan mereka memutuskan مَآ mā apa أَمَرَ amara yang diperintahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦٓ bihi dengannya أَن an supaya يُوصَلَ yūṣala dihubungkan وَيُفْسِدُونَ wayuf'sidūna dan mereka membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۙ l-arḍi bumi أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱللَّعْنَةُ l-laʿnatu kutukan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلدَّارِ l-dāri tempat/kediaman
Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi; orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan/meluaskan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menyempitkan وَفَرِحُوا۟ wafariḥū dan mereka bergembira بِٱلْحَيَوٰةِ bil-ḥayati dengan kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan/padahal ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فِى fī dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati kehidupan akhirat إِلَّا illā hanyalah مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).
وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَايَةٌۭ āyatun suatu ayat مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۗ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُضِلُّ yuḍillu Dia menyesatkan مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِىٓ wayahdī dan Dia memberi petunjuk إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya مَنْ man siapa أَنَابَ anāba berbuat/kembali
Orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhan-nya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan 1 siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya",
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū (mereka)beriman وَتَطْمَئِنُّ wataṭma-innu dan menjadi tenteram قُلُوبُهُم qulūbuhum hati mereka بِذِكْرِ bidhik'ri dengan mengingat ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah أَلَا alā ingatlah بِذِكْرِ bidhik'ri dengan mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah تَطْمَئِنُّ taṭma-innu menjadi tenteram ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh طُوبَىٰ ṭūbā kebahagiaan لَهُمْ lahum bagi mereka وَحُسْنُ waḥus'nu dan baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami telah mengutus kamu فِىٓ fī pada أُمَّةٍۢ ummatin suatu umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهَآ qablihā sebelumnya أُمَمٌۭ umamun beberapa umat لِّتَتْلُوَا۟ litatluwā supaya kamu membacakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَهُمْ wahum dan/padahal mereka يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir بِٱلرَّحْمَـٰنِ ۚ bil-raḥmāni dengan yang Maha Pengasih قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia رَبِّى rabbī Tuhanku لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā selain هُوَ huwa Dia عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya مَتَابِ matābi bertaubat
Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya supaya kamu membacakan kepada mereka (Al-Qur`ān) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah, "Dia-lah Tuhan-ku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat".
وَلَوْ walaw dan jika أَنَّ anna sekiranya قُرْءَانًۭا qur'ānan suatu bacaan سُيِّرَتْ suyyirat digoncangkan بِهِ bihi dengannya ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung أَوْ aw atau قُطِّعَتْ quṭṭiʿat dipotong/terbelah بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi أَوْ aw atau كُلِّمَ kullima dapat berbicara بِهِ bihi dengannya ٱلْمَوْتَىٰ ۗ l-mawtā orang-orang yang mati بَل bal bahkan لِّلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلْأَمْرُ l-amru perkara/urusan جَمِيعًا ۗ jamīʿan semuanya أَفَلَمْ afalam tidakkah يَا۟يْـَٔسِ yāy'asi mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū (mereka)beriman أَن an bahwa لَّوْ law seandainya يَشَآءُ yashāu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهَدَى lahadā tentu Dia memberi petunjuk ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia جَمِيعًۭا ۗ jamīʿan semuanya وَلَا walā dan tidaklah يَزَالُ yazālu senantiasa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar تُصِيبُهُم tuṣībuhum menimpa mereka بِمَا bimā dengan sebab صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka perbuat قَارِعَةٌ qāriʿatun bencana أَوْ aw atau تَحُلُّ taḥullu (ia)terjadi قَرِيبًۭا qarīban dekat مِّن min dari دَارِهِمْ dārihim tempat kediaman mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِىَ yatiya datang وَعْدُ waʿdu janji ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُخْلِفُ yukh'lifu menyalahi ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al-Qur`ān itulah dia) 1. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱسْتُهْزِئَ us'tuh'zi-a telah memperolok-olok بِرُسُلٍۢ birusulin beberapa Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَأَمْلَيْتُ fa-amlaytu maka Aku memberi tangguh لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ثُمَّ thumma kemudian أَخَذْتُهُمْ ۖ akhadhtuhum Aku binasakan mereka فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah عِقَابِ ʿiqābi siksaanKu
Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!
أَفَمَنْ afaman apakah yang هُوَ huwa Dia قَآئِمٌ qāimun tegak/menjaga عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap كُلِّ kulli setiap نَفْسٍۭ nafsin diri بِمَا bimā dengan apa كَسَبَتْ ۗ kasabat ia perbuat وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah شُرَكَآءَ shurakāa beberapa sekutu قُلْ qul katakanlah سَمُّوهُمْ ۚ sammūhum sebutkanlah mereka أَمْ am atau apakah تُنَبِّـُٔونَهُۥ tunabbiūnahu kamu memberitahukan kepadaNya بِمَا bimā dengan apa لَا lā tidak يَعْلَمُ yaʿlamu diketahui فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَم am ataukah بِظَـٰهِرٍۢ biẓāhirin dengan yang lahir مِّنَ mina dari ٱلْقَوْلِ ۗ l-qawli perkataan بَلْ bal bahkan زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مَكْرُهُمْ makruhum tipu daya mereka وَصُدُّوا۟ waṣuddū dan mereka dihalangi عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ ۗ l-sabīli jalan وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍۢ hādin memberi petunjuk
Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya, orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk.
لَّهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sesungguhnya azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَشَقُّ ۖ ashaqqu lebih berat وَمَا wamā dan tak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَاقٍۢ wāqin seorang pelindung
Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.
۞ مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga ٱلَّتِى allatī yang وُعِدَ wuʿida dijanjikan ٱلْمُتَّقُونَ ۖ l-mutaqūna orang-orang yang takwa تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai أُكُلُهَا ukuluhā buahnya دَآئِمٌۭ dāimun kekal وَظِلُّهَا ۚ waẓilluhā dan naungannya تِلْكَ til'ka itulah عُقْبَى ʿuq'bā tempat kesudahan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوا۟ ۖ ittaqaw (mereka)bertakwa وَّعُقْبَى waʿuq'bā dan tempat kesudahan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir ٱلنَّارُ l-nāru neraka
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab يَفْرَحُونَ yafraḥūna mereka bergembira بِمَآ bimā dengan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَمِنَ wamina dan dari/diantara ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan مَن man orang يُنكِرُ yunkiru mengingkari بَعْضَهُۥ ۚ baʿḍahu sebagiannya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah أَنْ an untuk أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَآ walā dan tidak أُشْرِكَ ush'rika aku mempersekutukan بِهِۦٓ ۚ bihi dengan Dia إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya أَدْعُوا۟ adʿū aku menyeru وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya مَـَٔابِ maābi tempat kembali
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka 1 bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali".
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami telah menurunkannya حُكْمًا ḥuk'man hukum/peraturan عَرَبِيًّۭا ۚ ʿarabiyyan bahasa Arab وَلَئِنِ wala-ini dan seandainya ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum hawa nafsu mereka بَعْدَ مَا baʿdamā sesudah جَآءَكَ jāaka apa مِنَ mina datang kepadamu ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi dari مَا mā pengetahuan لَكَ laka tidak ada مِنَ mina bagimu ٱللَّهِ l-lahi dari مِن min Allah وَلِىٍّۢ waliyyin dari وَلَا walā seorang pelindung وَاقٍۢ wāqin dan tidak
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur`ān itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab 1. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus رُسُلًۭا rusulan beberapa Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan/berikan لَهُمْ lahum kepada mereka أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri-isteri وَذُرِّيَّةًۭ ۚ wadhurriyyatan dan keturunan وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِرَسُولٍ lirasūlin bagi seorang Rasul أَن an akan يَأْتِىَ yatiya mendatangkan بِـَٔايَةٍ biāyatin dengan suatu ayat إِلَّا illā melainkan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap أَجَلٍۢ ajalin masa كِتَابٌۭ kitābun Kitab
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu) 1.
يَمْحُوا۟ yamḥū menghapus ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā apa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُثْبِتُ ۖ wayuth'bitu dan Dia menetapkan وَعِندَهُۥٓ waʿindahu dan disisinya أُمُّ ummu Ummul ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitāb (Lawḥ Maḥfūẓ).
وَإِن wa-in dan jika مَّا mā apa نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancamkan kepada mereka أَوْ aw atau نَتَوَفَّيَنَّكَ natawaffayannaka Kami wafatkan kamu فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kewajiban ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu menyampaikan وَعَلَيْنَا waʿalaynā dan atas Kami ٱلْحِسَابُ l-ḥisābu menghisab
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak / bukan يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat أَنَّا annā bahwasanya Kami نَأْتِى natī Kami mendatangi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/daerah نَنقُصُهَا nanquṣuhā Kami menguranginya مِنْ min dari أَطْرَافِهَا ۚ aṭrāfihā tepi-tepinya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَحْكُمُ yaḥkumu menetapkan لَا lā tidak مُعَقِّبَ muʿaqqiba dapat menolak لِحُكْمِهِۦ ۚ liḥuk'mihi bagi ketetapan hukumNya وَهُوَ wahuwa dan Dia سَرِيعُ sarīʿu Maha Cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.
وَقَدْ waqad dan sungguh مَكَرَ makara telah mengadakan tipu daya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْمَكْرُ l-makru tipu daya جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semuanya يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa yang تَكْسِبُ taksibu diusahakan كُلُّ kullu setiap نَفْسٍۢ ۗ nafsin diri وَسَيَعْلَمُ wasayaʿlamu dan akan mengetahui ٱلْكُفَّـٰرُ l-kufāru orang-orang لِمَنْ liman untuk siapa عُقْبَى ʿuq'bā kesudahan ٱلدَّارِ l-dāri tempat
Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.
وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَسْتَ lasta kamu bukan مُرْسَلًۭا ۚ mur'salan dijadikan seorang Rasul قُلْ qul katakanlah كَفَىٰ kafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۢا shahīdan menjadi saksi بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan antara kamu وَمَنْ waman dan orang عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/mempunyai عِلْمُ ʿil'mu ilmu ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
Berkatalah orang-orang kafir, "Kamu bukan seorang yang dijadikan rasul". Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang yang mempunyai ilmu Alkitab" 1.