Tilawahku
Masuk
۞

ابراهيم

Ibrahim

Ibrahim Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra' كِتَـٰبٌ kitābun kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Aku turunkan kepadanya إِلَيْكَ ilayka kepadamu لِتُخْرِجَ litukh'rija keluar ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia مِنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti gelap إِلَى ilā ke ٱلنُّورِ l-nūri cahaya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Kuasa ٱلْحَمِيدِ l-ḥamīdi Maha Terpuji

Alif Lām Rā. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

🔊 Sedang diputar

ٱللَّهِ al-lahi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagiNya مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَوَيْلٌۭ wawaylun dan kecelakaan لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir مِنْ min dari عَذَابٍۢ ʿadhābin siksaan شَدِيدٍ shadīdin sangat pedih

Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَحِبُّونَ yastaḥibbūna lebih menyukai ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia عَلَى ʿalā atas ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menginginkannya عِوَجًا ۚ ʿiwajan bengkok أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى dalam ضَلَـٰلٍۭ ḍalālin kesesatan بَعِيدٍۢ baʿīdin jauh

(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul إِلَّا illā melainkan بِلِسَانِ bilisāni dengan lisan/bahasa قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لِيُبَيِّنَ liyubayyina agar ia menjelaskan لَهُمْ ۖ lahum kepada mereka فَيُضِلُّ fayuḍillu maka/lalu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya 1 supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan 2 siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أَنْ an agar أَخْرِجْ akhrij keluarkanlah قَوْمَكَ qawmaka kaummu مِنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ l-nūri cahaya terang وَذَكِّرْهُم wadhakkir'hum dan ingatkanlah mereka بِأَيَّىٰمِ bi-ayyāmi dengan hari-hari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi tiap-tiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang sabar شَكُورٍۢ shakūrin yang banyak bersyukur

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah" 1. Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh ketika أَنجَىٰكُم anjākum Dia menyelamatkan kamu مِّنْ min dari ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan وَيُذَبِّحُونَ wayudhabbiḥūna dan mereka menyembelih أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan mereka membiarkan hidup نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum anak-anak perempuanmu وَفِى wafī dan pada ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian itu بَلَآءٌۭ balāon cobaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Firʻawn dan) pengikut-pengikutnya; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu, dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhan-mu".

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh ketika تَأَذَّنَ ta-adhana memaklumkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَئِن la-in sesungguhnya jika شَكَرْتُمْ shakartum kamu bersyukur لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ la-azīdannakum pasti Aku akan menambahkan kepadamu وَلَئِن wala-in dan sesungguhnya jika كَفَرْتُمْ kafartum kamu mengingkari إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابِى ʿadhābī azabKu لَشَدِيدٌۭ lashadīdun sungguh sangat keras/pedih

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِن in jika تَكْفُرُوٓا۟ takfurū kamu mengingkari أَنتُمْ antum kamu وَمَن waman dan orang فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَغَنِىٌّ laghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌ ḥamīdun Maha Tetap

Dan Musa berkata, "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya 1 lagi Maha Terpuji".

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam apakah tidak/belum يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu نَبَؤُا۟ naba-u berita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad وَثَمُودَ ۛ wathamūda dan Samud وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۛ baʿdihim sesudah mereka لَا tidak يَعْلَمُهُمْ yaʿlamuhum mengetahui mereka إِلَّا illā selain ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti nyata فَرَدُّوٓا۟ faraddū lalu mereka menutupkan أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan mereka فِىٓ ke dalam أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut mereka وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami كَفَرْنَا kafarnā kami mengingkari بِمَآ bimā dengan/terhadap apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu disuruh/diutus بِهِۦ bihi dengannya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَفِى lafī sungguh dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّمَّا mimmā terhadap apa تَدْعُونَنَآ tadʿūnanā kamu menyeru kami إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مُرِيبٍۢ murībin menggelisahkan

Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nūḥ, ‘Ād, Ṡamūd dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian) dan berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami) dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya".

🔊 Sedang diputar

۞ قَالَتْ qālat berkata رُسُلُهُمْ rusuluhum Rasul-Rasul mereka أَفِى afī apakah terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah شَكٌّۭ shakkun keragu-raguan فَاطِرِ fāṭiri Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi يَدْعُوكُمْ yadʿūkum Dia menyeru kamu لِيَغْفِرَ liyaghfira untuk memberi ampunan لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari ذُنُوبِكُمْ dhunūbikum dosa-dosamu وَيُؤَخِّرَكُمْ wayu-akhirakum dan Dia menangguhkan kamu إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنْ in tidak lain أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā hanyalah بَشَرٌۭ basharun manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki أَن an akan تَصُدُّونَا taṣuddūnā kamu menghalang-halangi kami عَمَّا ʿammā dari apa كَانَ kāna adalah يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَا ābāunā nenek moyang kami فَأْتُونَا fatūnā karena itu datangkan kepada kami بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan bukti مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Berkata rasul-rasul mereka, "Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata, "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata".

🔊 Sedang diputar

قَالَتْ qālat berkata لَهُمْ lahum kepada mereka رُسُلُهُمْ rusuluhum Rasul-Rasul mereka إِن in jika نَّحْنُ naḥnu kami إِلَّا illā hanyalah بَشَرٌۭ basharun manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَمُنُّ yamunnu memberi karunia عَلَىٰ ʿalā atas/kepada مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari/diantara عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya وَمَا wamā dan tidaklah كَانَ kāna adalah لَنَآ lanā bagi kami أَن an akan نَّأْتِيَكُم natiyakum mendatangkan kepadamu بِسُلْطَـٰنٍ bisul'ṭānin dengan bukti إِلَّا illā melainkan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaknya bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman

Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu, melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan mengapa لَنَآ lanā kami أَلَّا allā tidak akan نَتَوَكَّلَ natawakkala kami bertawakkal عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَدْ waqad dan/padahal sesungguhnya هَدَىٰنَا hadānā Dia telah memberi petunjuk سُبُلَنَا ۚ subulanā jalan kami وَلَنَصْبِرَنَّ walanaṣbiranna dan sungguh kami akan bersabar عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa ءَاذَيْتُمُونَا ۚ ādhaytumūnā kamu menyakiti kami وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaknya bertawakkal/berserah diri ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang bertawakkal

Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri"

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِرُسُلِهِمْ lirusulihim kepada Rasul-Rasul mereka لَنُخْرِجَنَّكُم lanukh'rijannakum sungguh kami akan mengusir kamu مِّنْ min dari أَرْضِنَآ arḍinā bumi/negeri kami أَوْ aw atau لَتَعُودُنَّ lataʿūdunna kamu akan kembali فِى dalam/pada مِلَّتِنَا ۖ millatinā agama kami فَأَوْحَىٰٓ fa-awḥā maka wahyukan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka لَنُهْلِكَنَّ lanuh'likanna sungguh Kami akan membinasakan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami". Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, "Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,

🔊 Sedang diputar

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ walanus'kinannakumu dan sungguh Kami akan menempatkan kamu ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۚ baʿdihim sesudah mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِمَنْ liman bagi orang خَافَ khāfa takut مَقَامِى maqāmī hadiratKu وَخَافَ wakhāfa dan takut وَعِيدِ waʿīdi ancamanKu

dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku" 1.

🔊 Sedang diputar

وَٱسْتَفْتَحُوا۟ wa-is'taftaḥū dan mereka mohon kemenangan وَخَابَ wakhāba dan binasalah كُلُّ kullu semua جَبَّارٍ jabbārin orang yang sewenang-wenang عَنِيدٍۢ ʿanīdin keras kepala

Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,

🔊 Sedang diputar

مِّن min dari وَرَآئِهِۦ warāihi belakangnya جَهَنَّمُ jahannamu jahanam وَيُسْقَىٰ wayus'qā dan dia akan diberi minum مِن min dari/dengan مَّآءٍۢ māin air صَدِيدٍۢ ṣadīdin nanah

di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

🔊 Sedang diputar

يَتَجَرَّعُهُۥ yatajarraʿuhu dia menghirupnya وَلَا walā dan tidak يَكَادُ yakādu hampir يُسِيغُهُۥ yusīghuhu dia menelannya وَيَأْتِيهِ wayatīhi dan datang kepadanya ٱلْمَوْتُ l-mawtu maut/kematian مِن min dari كُلِّ kulli segenap مَكَانٍۢ makānin tempat/penjuru وَمَا wamā dan tidaklah هُوَ huwa dia بِمَيِّتٍۢ ۖ bimayyitin dengan yang mati وَمِن wamin dan dari وَرَآئِهِۦ warāihi belakangnya عَذَابٌ ʿadhābun azab غَلِيظٌۭ ghalīẓun keras/berat

diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati dan di hadapannya masih ada azab yang berat.

🔊 Sedang diputar

مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ ۖ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amalan-amalan mereka كَرَمَادٍ karamādin seperti abu ٱشْتَدَّتْ ish'taddat meniup keras بِهِ bihi dengannya ٱلرِّيحُ l-rīḥu angin فِى pada يَوْمٍ yawmin hari عَاصِفٍۢ ۖ ʿāṣifin musim angin kencang لَّا tidak يَقْدِرُونَ yaqdirūna mereka dapat مِمَّا mimmā dari pada كَسَبُوا۟ kasabū mereka usahakan عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa dia/adalah ٱلضَّلَـٰلُ l-ḍalālu kesesatan ٱلْبَعِيدُ l-baʿīdu yang jauh

Orang-orang yang kafir kepada Tuhan-nya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia menghilangkan/membinasakan kamu وَيَأْتِ wayati dan dia mendatangkan/mengganti بِخَلْقٍۢ bikhalqin dengan makhluk جَدِيدٍۢ jadīdin yang baru

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak 1? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan sukar/berat

dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.

🔊 Sedang diputar

وَبَرَزُوا۟ wabarazū dan mereka menghadap/menampakkan لِلَّهِ lillahi kepada Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَقَالَ faqāla maka/lalu berkata ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟ l-ḍuʿafāu orang-orang yang lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū (mereka)sombong إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami لَكُمْ lakum bagi kalian تَبَعًۭا tabaʿan pengikut فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّغْنُونَ mugh'nūna melepaskan عَنَّا ʿannā dari kami مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab لَوْ law seandainya هَدَىٰنَا hadānā memberi petunjuk kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهَدَيْنَـٰكُمْ ۖ lahadaynākum niscaya kami dapat memberi petunjuk padamu سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْنَآ ʿalaynā atas/bagi kami أَجَزِعْنَآ ajaziʿ'nā kami mengeluh أَمْ am atau صَبَرْنَا ṣabarnā kami bersabar مَا tidak ada لَنَا lanā bagi kami مِن min dari مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat berlari

Dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong, "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab, "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لَمَّا lammā tatkala قُضِىَ quḍiya diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkata/hukuman إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah وَعَدَكُمْ waʿadakum telah menjanjikan kepadamu وَعْدَ waʿda janji ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَوَعَدتُّكُمْ wawaʿadttukum dan aku menjanjikan kepadamu فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ fa-akhlaftukum lalu Aku menyalahi kepadamu وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِىَ liya bagiku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّن min dari سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin kekuasaan إِلَّآ illā melainkan أَن an akan دَعَوْتُكُمْ daʿawtukum aku menyeru kamu فَٱسْتَجَبْتُمْ fa-is'tajabtum lalu kamu memperkenankan لِى ۖ bagiku فَلَا falā maka jangan تَلُومُونِى talūmūnī kamu mencela aku وَلُومُوٓا۟ walūmū dan celalah أَنفُسَكُم ۖ anfusakum diri kalian sendiri مَّآ tidaklah أَنَا۠ anā aku بِمُصْرِخِكُمْ bimuṣ'rikhikum dengan menolong kamu وَمَآ wamā tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُصْرِخِىَّ ۖ bimuṣ'rikhiyya dengan menolong aku إِنِّى innī sesungguhnya aku كَفَرْتُ kafartu aku ingkar بِمَآ bimā dengan/terhadap apa أَشْرَكْتُمُونِ ashraktumūni kamu mempersekutukanku مِن min dari قَبْلُ ۗ qablu dahulu إِنَّ inna sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksaan أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku; oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

🔊 Sedang diputar

وَأُدْخِلَ wa-ud'khila dan dimasukkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū (mereka)beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan ijin رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka تَحِيَّتُهُمْ taḥiyyatuhum penghormatan mereka فِيهَا fīhā didalamnya سَلَـٰمٌ salāmun salam/sejahtera

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salām 1"

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana ضَرَبَ ḍaraba membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan كَلِمَةًۭ kalimatan kalimat طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan yang baik كَشَجَرَةٍۢ kashajaratin seperti pohon طَيِّبَةٍ ṭayyibatin yang baik أَصْلُهَا aṣluhā akarnya ثَابِتٌۭ thābitun kokoh وَفَرْعُهَا wafarʿuhā dan cabangnya فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik 1 seperti pohon yang baik, akarnya teguh, dan cabangnya (menjulang) ke langit,

🔊 Sedang diputar

تُؤْتِىٓ tu'tī (pohon itu)memberikan أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya كُلَّ kulla setiap حِينٍۭ ḥīnin masa/musim بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan ijin رَبِّهَا ۗ rabbihā Tuhannya وَيَضْرِبُ wayaḍribu dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan-perumpamaan لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat/mengambil pelajaran

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhan-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

🔊 Sedang diputar

وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan كَلِمَةٍ kalimatin kalimat خَبِيثَةٍۢ khabīthatin jelek كَشَجَرَةٍ kashajaratin seperti pohon خَبِيثَةٍ khabīthatin jelek ٱجْتُثَّتْ uj'tuthat dicabut مِن min dari فَوْقِ fawqi atas permukaan ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مَا tidak ada لَهَا lahā baginya مِن min dari قَرَارٍۢ qarārin ketetapan/tegak

Dan perumpamaan kalimat yang buruk 1 seperti pohon yang buruk yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

🔊 Sedang diputar

يُثَبِّتُ yuthabbitu meneguhkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan ucapan ٱلثَّابِتِ l-thābiti tetap teguh فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَفِى wafī dan di ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati akhirat وَيُضِلُّ wayuḍillu dan menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلظَّـٰلِمِينَ ۚ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim وَيَفْعَلُ wayafʿalu dan berbuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu 1 dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

🔊 Sedang diputar

۞ أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang بَدَّلُوا۟ baddalū mereka menukar نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran وَأَحَلُّوا۟ wa-aḥallū dan mereka menempatkan قَوْمَهُمْ qawmahum kaum mereka دَارَ dāra tempat/rumah ٱلْبَوَارِ l-bawāri kebinasaan

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah 1 dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?

🔊 Sedang diputar

جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam يَصْلَوْنَهَا ۖ yaṣlawnahā mereka memasukinya وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْقَرَارُ l-qarāru tempat ketetapan/kediaman

yaitu neraka jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

🔊 Sedang diputar

وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu لِّيُضِلُّوا۟ liyuḍillū supaya mereka menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۗ sabīlihi jalanNya قُلْ qul katakanlah تَمَتَّعُوا۟ tamattaʿū bersenang-senanglah kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya مَصِيرَكُمْ maṣīrakum tempat kembalimu إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka".

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لِّعِبَادِىَ liʿibādiya kepada hamba-hambaKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يُقِيمُوا۟ yuqīmū mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُنفِقُوا۟ wayunfiqū dan mereka nafkahkan مِمَّا mimmā dari/sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami rezkikan kepada mereka سِرًّۭا sirran tersembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun hari لَّا tidak بَيْعٌۭ bayʿun jual-beli فِيهِ fīhi didalamnya وَلَا walā dan tidak خِلَـٰلٌ khilālun persahabatan

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, "Hendaklah mereka mendirikan salat; menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan 1.

🔊 Sedang diputar

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air/hujan فَأَخْرَجَ fa-akhraja lalu Dia mengeluarkan بِهِۦ bihi dengannya مِنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan رِزْقًۭا riz'qan rizki لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera لِتَجْرِىَ litajriya untuk berlayar/berjalan فِى di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan بِأَمْرِهِۦ ۖ bi-amrihi dengan perintahNya وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

🔊 Sedang diputar

وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan دَآئِبَيْنِ ۖ dāibayni keduanya tetap beredar وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

🔊 Sedang diputar

وَءَاتَىٰكُم waātākum dan Dia memberikan kepadamu مِّن min dari كُلِّ kulli segala مَا apa سَأَلْتُمُوهُ ۚ sa-altumūhu kamu mohonkan kepadaNya وَإِن wa-in dan jika تَعُدُّوا۟ taʿuddū kamu menghitung نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا tidak (dapat) تُحْصُوهَآ ۗ tuḥ'ṣūhā menghitungnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لَظَلُومٌۭ laẓalūmun sungguh sangat zalim كَفَّارٌۭ kaffārun sangat ingkar

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahîm رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikanlah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْبَلَدَ l-balada negeri ءَامِنًۭا āminan aman وَٱجْنُبْنِى wa-uj'nub'nī dan jauhkan aku وَبَنِىَّ wabaniyya dan anak-anakku أَن an bahwa نَّعْبُدَ naʿbuda kami menyembah ٱلْأَصْنَامَ l-aṣnāma berhala

Dan (ingatlah) ketika Ibrāhīm berkata, "Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

🔊 Sedang diputar

رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّهُنَّ innahunna sesungguhnya mereka أَضْلَلْنَ aḍlalna mereka telah menyesatkan كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ ۖ l-nāsi manusia فَمَن faman maka barangsiapa تَبِعَنِى tabiʿanī mengikuti aku فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia مِنِّى ۖ minnī dariku وَمَنْ waman dan barang siapa عَصَانِى ʿaṣānī mendurhakai aku فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya Engkau غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

رَّبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَسْكَنتُ askantu aku menempatkan مِن min dari ذُرِّيَّتِى dhurriyyatī anak-cucuku/keturunanku بِوَادٍ biwādin di lembah غَيْرِ ghayri tidak ذِى dhī mempunyai زَرْعٍ zarʿin tanaman عِندَ ʿinda di sisi/di dekat بَيْتِكَ baytika rumah Engkau ٱلْمُحَرَّمِ l-muḥarami dihormati رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لِيُقِيمُوا۟ liyuqīmū agar mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat فَٱجْعَلْ fa-ij'ʿal maka jadikanlah أَفْـِٔدَةًۭ afidatan hati مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia تَهْوِىٓ tahwī cenderung إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَٱرْزُقْهُم wa-ur'zuq'hum dan beri rezkilah mereka مِّنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau تَعْلَمُ taʿlamu Engkau ketahui مَا apa نُخْفِى nukh'fī kami sembunyikan وَمَا wamā dan apa نُعْلِنُ ۗ nuʿ'linu kami lahirkan وَمَا wamā dan tidak يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

🔊 Sedang diputar

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi Allah ٱلَّذِى alladhī yang وَهَبَ wahaba telah menganugerahkan لِى kepadaku عَلَى ʿalā atas/di ٱلْكِبَرِ l-kibari masa tuaku إِسْمَـٰعِيلَ is'māʿīla Ismail وَإِسْحَـٰقَ ۚ wa-is'ḥāqa dan Ishak إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku لَسَمِيعُ lasamīʿu sungguh Maha Mendengar ٱلدُّعَآءِ l-duʿāi doa

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku pada hari tua(ku) Ismā`īl dan Isḥāq. Sesungguhnya Tuhan-ku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

🔊 Sedang diputar

رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱجْعَلْنِى ij'ʿalnī jadikanlah aku مُقِيمَ muqīma orang yang mendirikan ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِى ۚ dhurriyyatī anak-cucuku رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَتَقَبَّلْ wataqabbal dan perkenankanlah دُعَآءِ duʿāi doaku

Ya Tuhan-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى aku وَلِوَٰلِدَىَّ waliwālidayya dan kedua orang tuaku وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan kepada orang-orang mukmin يَوْمَ yawma hari يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلْحِسَابُ l-ḥisābu hisab/perhitungan

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱللَّهَ l-laha Allah غَـٰفِلًا ghāfilan lalai عَمَّا ʿammā dari apa يَعْمَلُ yaʿmalu berbuat ٱلظَّـٰلِمُونَ ۚ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُؤَخِّرُهُمْ yu-akhiruhum Dia memberi tangguh pada mereka لِيَوْمٍۢ liyawmin bagi/sampai hari تَشْخَصُ tashkhaṣu terbuka/terbelalak فِيهِ fīhi padanya/pada waktu itu ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru pandangan/mata

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

🔊 Sedang diputar

مُهْطِعِينَ muh'ṭiʿīna mereka bergegas مُقْنِعِى muq'niʿī tengadah/angkat muka رُءُوسِهِمْ ruūsihim kepala mereka لَا tidak يَرْتَدُّ yartaddu berkedip إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka طَرْفُهُمْ ۖ ṭarfuhum ujung/mata mereka وَأَفْـِٔدَتُهُمْ wa-afidatuhum dan hati mereka هَوَآءٌۭ hawāon kosong

mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

🔊 Sedang diputar

وَأَنذِرِ wa-andhiri dan berikanlah peringatan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia يَوْمَ yawma hari يَأْتِيهِمُ yatīhimu datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab فَيَقُولُ fayaqūlu maka berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخِّرْنَآ akhir'nā beri tangguhlah kami إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu قَرِيبٍۢ qarībin dekat نُّجِبْ nujib kami akan mematuhi دَعْوَتَكَ daʿwataka seruan Engkau وَنَتَّبِعِ wanattabiʿi dan kami akan mengikuti ٱلرُّسُلَ ۗ l-rusula Rasul-Rasul أَوَلَمْ awalam ataukah tidak تَكُونُوٓا۟ takūnū kalian menjadi أَقْسَمْتُم aqsamtum telah bersumpah مِّن min dari قَبْلُ qablu dahulu مَا apa لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari زَوَالٍۢ zawālin berubah/binasa

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia), walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (Kepada mereka dikatakan), "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

🔊 Sedang diputar

وَسَكَنتُمْ wasakantum dan kamu telah mendiami فِى di/dalam مَسَـٰكِنِ masākini kediaman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka)menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَتَبَيَّنَ watabayyana dan telah jelas/nyata لَكُمْ lakum bagi kalian كَيْفَ kayfa bagaimana فَعَلْنَا faʿalnā Kami telah berbuat بِهِمْ bihim dengan/terhadap mereka وَضَرَبْنَا waḍarabnā dan Kami menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan

dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan".

🔊 Sedang diputar

وَقَدْ waqad dan sesungguhnya مَكَرُوا۟ makarū mereka membuat tipu daya مَكْرَهُمْ makrahum tipu daya mereka وَعِندَ waʿinda dan disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مَكْرُهُمْ makruhum tipu daya mereka وَإِن wa-in dan meskipun كَانَ kāna adalah مَكْرُهُمْ makruhum tipu daya mereka لِتَزُولَ litazūla untuk/dapat melenyapkan مِنْهُ min'hu dari padanya ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar 1 padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.

🔊 Sedang diputar

فَلَا falā maka janganlah تَحْسَبَنَّ taḥsabanna sekali-kali kamu mengira ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِفَ mukh'lifa menyalahi وَعْدِهِۦ waʿdihi janjiNya رُسُلَهُۥٓ ۗ rusulahu Rasul-Rasul-Nya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa ذُو dhū mempunyai ٱنتِقَامٍۢ intiqāmin pembalasan

Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan.

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma pada hari تُبَدَّلُ tubaddalu diganti ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi غَيْرَ ghayra selain ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱلسَّمَـٰوَٰتُ ۖ wal-samāwātu dan langit وَبَرَزُوا۟ wabarazū dan mereka menghadap لِلَّهِ lillahi Allah ٱلْوَٰحِدِ l-wāḥidi Maha Esa ٱلْقَهَّارِ l-qahāri Maha Perkasa

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

🔊 Sedang diputar

وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu مُّقَرَّنِينَ muqarranīna mereka bersama-sama فِى dalam ٱلْأَصْفَادِ l-aṣfādi belenggu

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

🔊 Sedang diputar

سَرَابِيلُهُم sarābīluhum pakaian mereka مِّن min dari قَطِرَانٍۢ qaṭirānin kuningan yang panas وَتَغْشَىٰ wataghshā dan menutupi وُجُوهَهُمُ wujūhahumu muka mereka ٱلنَّارُ l-nāru api neraka

Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,

🔊 Sedang diputar

لِيَجْزِىَ liyajziya karena akan memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah كُلَّ kulla tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri/orang مَّا apa كَسَبَتْ ۚ kasabat ia usahakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan

agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

🔊 Sedang diputar

هَـٰذَا hādhā ini بَلَـٰغٌۭ balāghun penyampaian/penjelasan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَلِيُنذَرُوا۟ waliyundharū dan supaya diberi peringatan بِهِۦ bihi dengannya وَلِيَعْلَمُوٓا۟ waliyaʿlamū dan supaya mereka mengetahui أَنَّمَا annamā bahwasanya هُوَ huwa Dia إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun Maha Esa وَلِيَذَّكَّرَ waliyadhakkara dan supaya mengambil pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal

(Al-Qur`ān) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

Ayat /52