النحل
An-Nahl
Lebah Madu Makkiyah
Memuat audio qari…
أَتَىٰٓ atā telah/pasti datang أَمْرُ amru ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka janganlah تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ tastaʿjilūhu kamu minta disegerakannya سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Telah pasti datangnya ketetapan Allah 1 maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
يُنَزِّلُ yunazzilu Dia menurunkan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat بِٱلرُّوحِ bil-rūḥi dengan ruh/wahyu مِنْ min dari أَمْرِهِۦ amrihi perintahnya عَلَىٰ ʿalā atas/kepada مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦٓ ʿibādihi hamba-hambaNya أَنْ an hendaklah أَنذِرُوٓا۟ andhirū kamu beri peringatan أَنَّهُۥ annahu bahwasanya Dia لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّآ illā melainkan أَنَا۠ anā Aku فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni maka bertakwalah kepadaKu
Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku".
خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan kebenaran تَعَـٰلَىٰ taʿālā Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak 1. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.
خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin air mani فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُوَ huwa ia خَصِيمٌۭ khaṣīmun pembantah مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
وَٱلْأَنْعَـٰمَ wal-anʿāma dan binatang ternak خَلَقَهَا ۗ khalaqahā Dia telah menciptakannya لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya/padanya دِفْءٌۭ dif'on hangat وَمَنَـٰفِعُ wamanāfiʿu dan berbagi manfaat وَمِنْهَا wamin'hā dan daripadanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu memakan
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat dan sebagiannya kamu makan.
وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِيهَا fīhā didalamnya/padanya جَمَالٌ jamālun bagus/indah حِينَ ḥīna ketika تُرِيحُونَ turīḥūna kamu membawa pulang وَحِينَ waḥīna dan ketika تَسْرَحُونَ tasraḥūna kamu melepaskan keluar
Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.
وَتَحْمِلُ wataḥmilu dan ia membawa/mengangkat أَثْقَالَكُمْ athqālakum beban-beban kamu إِلَىٰ ilā sampai بَلَدٍۢ baladin suatu negeri لَّمْ lam tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi بَـٰلِغِيهِ bālighīhi sampai kepadanya إِلَّا illā melainkan بِشِقِّ bishiqqi dengan menyusahkan ٱلْأَنفُسِ ۚ l-anfusi diri إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian لَرَءُوفٌۭ laraūfun sungguh Maha Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
وَٱلْخَيْلَ wal-khayla dan kuda وَٱلْبِغَالَ wal-bighāla dan baghal وَٱلْحَمِيرَ wal-ḥamīra dan keledai لِتَرْكَبُوهَا litarkabūhā agar kamu menungganginya وَزِينَةًۭ ۚ wazīnatan dan perhiasan وَيَخْلُقُ wayakhluqu dan Dia menciptakan مَا mā apa لَا lā yang tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal 1 dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
وَعَلَى waʿalā dan atas ٱللَّهِ l-lahi Allah قَصْدُ qaṣdu menuju/menunjukkan ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan وَمِنْهَا wamin'hā dan daripadanya/diantaranya جَآئِرٌۭ ۚ jāirun bengkok وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa Dia menghendaki لَهَدَىٰكُمْ lahadākum tentu Dia memberimu petunjuk أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ ۖ māan air/hujan لَّكُم lakum bagi kalian مِّنْهُ min'hu daripadanya شَرَابٌۭ sharābun minuman وَمِنْهُ wamin'hu dan daripadanya شَجَرٌۭ shajarun pohon/tumbuh-tumbuhan فِيهِ fīhi didalamnya/padanya تُسِيمُونَ tusīmūna kamu menggembala
Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
يُنۢبِتُ yunbitu Dia menumbuhkan لَكُم lakum bagi kalian بِهِ bihi dengannya ٱلزَّرْعَ l-zarʿa tumbuh-tumbuhan وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun وَٱلنَّخِيلَ wal-nakhīla dan kurma وَٱلْأَعْنَـٰبَ wal-aʿnāba dan anggur وَمِن wamin dan dari كُلِّ kulli segala macam ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ l-thamarāti buah-buahan إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh ada tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka memikirkan
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ ۖ wal-qamara dan bulan وَٱلنُّجُومُ wal-nujūmu dan bintang-bintang مُسَخَّرَٰتٌۢ musakharātun ditundukkan بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal/memahami
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya),
وَمَا wamā dan apa ذَرَأَ dhara-a Dia adakan/ciptakan لَكُمْ lakum bagi kalian فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُخْتَلِفًا mukh'talifan berlainan/bermacam-macam أَلْوَٰنُهُۥٓ ۗ alwānuhu warnanya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengingat/ mengambil pelajaran
dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang سَخَّرَ sakhara menundukkan ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan لِتَأْكُلُوا۟ litakulū agar kamu makan مِنْهُ min'hu daripadanya لَحْمًۭا laḥman daging طَرِيًّۭا ṭariyyan lembut/segar وَتَسْتَخْرِجُوا۟ watastakhrijū dan kamu mengeluarkan مِنْهُ min'hu daripadanya حِلْيَةًۭ ḥil'yatan perhiasan تَلْبَسُونَهَا talbasūnahā kamu memakainya وَتَرَى watarā dan kamu melihat ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera مَوَاخِرَ mawākhira berlayar فِيهِ fīhi padanya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan agar kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunianya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
وَأَلْقَىٰ wa-alqā dan Dia meletakkan/menancapkan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung أَن an agar tidak تَمِيدَ tamīda bergoncang بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian وَأَنْهَـٰرًۭا wa-anhāran dan sungai-sungai وَسُبُلًۭا wasubulan dan jalan-jalan لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu; (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
وَعَلَـٰمَـٰتٍۢ ۚ waʿalāmātin dan tanda-tanda وَبِٱلنَّجْمِ wabil-najmi dan dengan bintang-bintang هُمْ hum mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.
أَفَمَن afaman apakah orang/zat يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan كَمَن kaman seperti/sama dengan orang لَّا lā tidak يَخْلُقُ ۗ yakhluqu menciptakan أَفَلَا afalā apakah tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/mengambil pelajaran
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.
وَإِن wa-in dan jika تَعُدُّوا۟ taʿuddū kamu menghitung-hitung نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا lā tidakkah تُحْصُوهَآ ۗ tuḥ'ṣūhā kamu dapat menghitungnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa تُسِرُّونَ tusirrūna kami rahasiakan وَمَا wamā dan apa تُعْلِنُونَ tuʿ'linūna kamu lahirkan
Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا lā tidak يَخْلُقُونَ yakhluqūna mereka dapat menciptakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يُخْلَقُونَ yukh'laqūna mereka diciptakan
Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.
أَمْوَٰتٌ amwātun mati غَيْرُ ghayru tidak أَحْيَآءٍۢ ۖ aḥyāin hidup وَمَا wamā dan tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka merasa/mengerti أَيَّانَ ayyāna kapan يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.
إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۚ wāḥidun Maha Esa فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan hari akhir قُلُوبُهُم qulūbuhum hati mereka مُّنكِرَةٌۭ munkiratun mengingkari وَهُم wahum dan mereka مُّسْتَكْبِرُونَ mus'takbirūna orang-orang yang sombong
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.
لَا lā tidak جَرَمَ jarama ragu-ragu أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa يُسِرُّونَ yusirrūna mereka rahasiakan وَمَا wamā dan apa يُعْلِنُونَ ۚ yuʿ'linūna mereka lahirkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ l-mus'takbirīna orang-orang yang sombong
Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُم lahum kepada mereka مَّاذَآ mādhā apakah أَنزَلَ anzala menurunkan رَبُّكُمْ ۙ rabbukum Tuhan kalian قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng-dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Dan apabila dikatakan kepada mereka "Apakah yang telah diturunkan Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu".
لِيَحْمِلُوٓا۟ liyaḥmilū karena mereka membawa/memikul أَوْزَارَهُمْ awzārahum beban/dosa-dosa mereka كَامِلَةًۭ kāmilatan sempurna/sepenuhnya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ l-qiyāmati kiamat وَمِنْ wamin dan dari أَوْزَارِ awzāri beban/dosa-dosa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُضِلُّونَهُم yuḍillūnahum menyesatkan mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan أَلَا alā ingatlah سَآءَ sāa amat jelek مَا mā apa يَزِرُونَ yazirūna mereka pikul
(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.
قَدْ qad sesungguhnya مَكَرَ makara membuat tipu daya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَأَتَى fa-atā maka mendatangkan/menghancurkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بُنْيَـٰنَهُم bun'yānahum bangunan-bangunan mereka مِّنَ mina dari ٱلْقَوَاعِدِ l-qawāʿidi dasar-dasar/pokok-pokok فَخَرَّ fakharra lalu tersungkur/jatuh ke bawah عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلسَّقْفُ l-saqfu atap مِن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka وَأَتَىٰهُمُ wa-atāhumu dan datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu tempat/jurusan لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.
ثُمَّ thumma kemudian يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يُخْزِيهِمْ yukh'zīhim Dia menghinakan mereka وَيَقُولُ wayaqūlu dan Dia berfirman أَيْنَ ayna dimana شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُشَـٰٓقُّونَ tushāqqūna kamu memusuhi/menantang فِيهِمْ ۚ fīhim pada mereka قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْخِزْىَ l-khiz'ya kehinaan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini وَٱلسُّوٓءَ wal-sūa dan kejelekan/azab عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat dan berfirman, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?" Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu 1, "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir."
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَتَوَفَّىٰهُمُ tatawaffāhumu mewafatkan mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat ظَالِمِىٓ ẓālimī dalam keadaan zalim أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka sendiri فَأَلْقَوُا۟ fa-alqawū lalu mereka menyerahkan ٱلسَّلَمَ l-salama penyerahan diri مَا mā tidak كُنَّا kunnā adalah kami نَعْمَلُ naʿmalu kami kerjakan مِن min dari سُوٓءٍۭ ۚ sūin seburuk-buruk بَلَىٰٓ balā ya/benar إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
(yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab), "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan".
فَٱدْخُلُوٓا۟ fa-ud'khulū maka masuklah أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۖ fīhā didalamnya فَلَبِئْسَ falabi'sa maka amat buruk مَثْوَى mathwā tempat ٱلْمُتَكَبِّرِينَ l-mutakabirīna orang-orang yang sombong
Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.
۞ وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa مَاذَآ mādhā apakah أَنزَلَ anzala menurunkan رَبُّكُمْ ۚ rabbukum Tuhan kalian قَالُوا۟ qālū mereka berkata خَيْرًۭا ۗ khayran kebaikan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū berbuat kebaikan فِى fī pada هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةٌۭ ۚ ḥasanatun baik/kebaikan وَلَدَارُ waladāru dan sungguh kampung ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat خَيْرٌۭ ۚ khayrun lebih baik وَلَنِعْمَ walaniʿ'ma dan sungguh nikmat دَارُ dāru perkampungan ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
جَنَّـٰتُ jannātu surga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn يَدْخُلُونَهَا yadkhulūnahā mereka masuk kedalamnya تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa يَشَآءُونَ ۚ yashāūna mereka kehendaki كَذَٰلِكَ kadhālika demikian يَجْزِى yajzī memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
(yaitu) surga ʻAdn yang mereka masuk ke dalamnya; mengalir di bawahnya sungai-sungai; di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَتَوَفَّىٰهُمُ tatawaffāhumu mewafatkan mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat طَيِّبِينَ ۙ ṭayyibīna dalam keadaan baik/suci يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْجَنَّةَ l-janata surga بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik 1 oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), "Salāmunʻalaikum 2, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
هَلْ hal apakah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu إِلَّآ illā melainkan أَن an akan تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepada mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat أَوْ aw atau يَأْتِىَ yatiya datang أَمْرُ amru perintah رَبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu كَذَٰلِكَ kadhālika demikian فَعَلَ faʿala berbuat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka وَمَا wamā dan tidak ظَلَمَهُمُ ẓalamahumu menganiaya mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya
Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir, selain dari datangnya para malaikat kepada mereka 1 atau datangnya perintah Tuhan-mu 2. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri.
فَأَصَابَهُمْ fa-aṣābahum maka menimpa mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka perbuat وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim dengan mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka perolok-olokan
Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang selalu mereka perolok-olokan.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ashrakū (mereka) musyrik لَوْ law jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā tidak عَبَدْنَا ʿabadnā kami menyembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu/apapun نَّحْنُ naḥnu kami وَلَآ walā dan tidak ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami وَلَا walā dan tidak حَرَّمْنَا ḥarramnā kami mengharamkan مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu/apapun كَذَٰلِكَ kadhālika demikian فَعَلَ faʿala perbuatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka فَهَلْ fahal maka apakah عَلَى ʿalā atas ٱلرُّسُلِ l-rusuli para Rasul إِلَّا illā melainkan ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata
Dan berkatalah orang-orang musyrik, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka, maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya بَعَثْنَا baʿathnā Kami telah mengutus فِى fī dalam كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin umat رَّسُولًا rasūlan seorang Rasul أَنِ ani maka ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱجْتَنِبُوا۟ wa-ij'tanibū dan jauhilah ٱلطَّـٰغُوتَ ۖ l-ṭāghūta Tagut فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّنْ man orang هَدَى hadā mendapat petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang حَقَّتْ ḥaqqat berhak/pasti عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلضَّلَـٰلَةُ ۚ l-ḍalālatu kesesatan فَسِيرُوا۟ fasīrū maka berjalanlah kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka/lalu perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang berdusta
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah ṭāgūt 1 itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya 2. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
إِن in jika تَحْرِصْ taḥriṣ kamu sangat mengharapkan عَلَىٰ ʿalā atas هُدَىٰهُمْ hudāhum petunjuk mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَن man orang يُضِلُّ ۖ yuḍillu Dia sesatkan وَمَا wamā dan tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna para penolong
Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.
وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda sungguh-sungguh أَيْمَـٰنِهِمْ ۙ aymānihim sumpah mereka لَا lā tidak يَبْعَثُ yabʿathu membangkitkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man orang يَمُوتُ ۚ yamūtu mati بَلَىٰ balā ya/bahkan وَعْدًا waʿdan janji عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya حَقًّۭا ḥaqqan benar وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh, "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya) sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
لِيُبَيِّنَ liyubayyina karena Dia hendak menjelaskan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلَّذِى alladhī yang يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan فِيهِ fīhi didalamnya وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan agar mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang berdusta
agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah قَوْلُنَا qawlunā perkataan Kami لِشَىْءٍ lishayin terhadap sesuatu إِذَآ idhā apabila أَرَدْنَـٰهُ aradnāhu Kami menghendakinya أَن an bahwa نَّقُولَ naqūla Kami katakan لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun adalah/jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka adalah/jadilah
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, "kun (jadilah)", maka jadilah ia.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) berhijrah فِى fī didalam/pada ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa ظُلِمُوا۟ ẓulimū mereka aniaya لَنُبَوِّئَنَّهُمْ lanubawwi-annahum pasti Kami memberi tempat mereka فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةًۭ ۖ ḥasanatan baik/kebaikan وَلَأَجْرُ wala-ajru dan sungguh pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka) bersabar وَعَلَىٰ waʿalā dan atas/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal
(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal.
وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu إِلَّا illā kecuali/melainkan رِجَالًۭا rijālan orang laki-laki نُّوحِىٓ nūḥī Kami beri wahyu إِلَيْهِمْ ۚ ilayhim kepada mereka فَسْـَٔلُوٓا۟ fasalū maka tanyakanlah أَهْلَ ahla ahli/mempunyai pengetahuan ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri dzikir إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan 1 jika kamu tidak mengetahui,
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan وَٱلزُّبُرِ ۗ wal-zuburi dan kitab-kitab وَأَنزَلْنَآ wa-anzalnā dan Kami turunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra peringatan/Al Quran لِتُبَيِّنَ litubayyina agar kamu menerangkan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia مَا mā apa نُزِّلَ nuzzila telah diturunkan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir
keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur`ān agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka 1 dan supaya mereka memikirkan,
أَفَأَمِنَ afa-amina apakah merasa aman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مَكَرُوا۟ makarū membuat rencana ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan أَن an bahwa akan يَخْسِفَ yakhsifa membenamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِمُ bihimu dengan/bersama mereka ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi أَوْ aw atau يَأْتِيَهُمُ yatiyahumu datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah/tempat لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,
أَوْ aw atau يَأْخُذَهُمْ yakhudhahum Dia mengazab mereka فِى fī dalam تَقَلُّبِهِمْ taqallubihim perjalanan mereka فَمَا famā maka tidak هُم hum mereka بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan menolak/melepaskan
atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),
أَوْ aw atau يَأْخُذَهُمْ yakhudhahum Dia mengazab mereka عَلَىٰ ʿalā atas تَخَوُّفٍۢ takhawwufin keadaan takut فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian لَرَءُوفٌۭ laraūfun sungguh Maha Pengasih رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang
atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhan-mu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
أَوَلَمْ awalam dan apakah يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَىٰ ilā kepada مَا mā apa خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu يَتَفَيَّؤُا۟ yatafayya-u condong/berteduh ظِلَـٰلُهُۥ ẓilāluhu bayangannya/naungannya عَنِ ʿani dari ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan وَٱلشَّمَآئِلِ wal-shamāili dan kiri سُجَّدًۭا sujjadan bersujud/tunduk لِّلَّهِ lillahi kepada Allah وَهُمْ wahum dan/sedang mereka دَٰخِرُونَ dākhirūna orang-orang yang berrendah diri
Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?
وَلِلَّهِ walillahi dan kepada Allah يَسْجُدُ yasjudu mereka bersujud مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin makhluk yang melata وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan para Malaikat وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka menyombongkan diri
Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka مِّن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka وَيَفْعَلُونَ wayafʿalūna dan mereka mengerjakan مَا mā apa يُؤْمَرُونَ ۩ yu'marūna mereka diperintahkan
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
۞ وَقَالَ waqāla dan berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah لَا lā jangan تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menyembah إِلَـٰهَيْنِ ilāhayni dua Tuhan ٱثْنَيْنِ ۖ ith'nayni dua إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah هُوَ huwa Dia إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa فَإِيَّـٰىَ fa-iyyāya maka kepadaKu فَٱرْهَبُونِ fa-ir'habūni hendaknya kamu takut
Allah berfirman, "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut".
وَلَهُۥ walahu dan bagiNya مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَهُ walahu dan untukNya ٱلدِّينُ l-dīnu agama/ketaatan وَاصِبًا ۚ wāṣiban selama-lamanya/tetap أَفَغَيْرَ afaghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah?
وَمَا wamā dan apa بِكُم bikum dengan/untuk kalian مِّن min dari نِّعْمَةٍۢ niʿ'matin nikmat فَمِنَ famina maka dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila مَسَّكُمُ massakumu menimpa kamu ٱلضُّرُّ l-ḍuru bahaya فَإِلَيْهِ fa-ilayhi maka kepadanya تَجْـَٔرُونَ tajarūna kamu berteriak/minta tolong
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.
ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila كَشَفَ kashafa Dia telah menghilangkan ٱلضُّرَّ l-ḍura bahaya عَنكُمْ ʿankum dari kalian إِذَا idhā apabila/tiba-tiba فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنكُم minkum diantara kamu بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan
Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebagian daripada kamu mempersekutukan Tuhan-nya dengan (yang lain),
لِيَكْفُرُوا۟ liyakfurū karena mereka mengingkari بِمَآ bimā dengan apa ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ ātaynāhum kami telah berikan kepada mereka فَتَمَتَّعُوا۟ ۖ fatamattaʿū maka bersenang-senanglah kamu فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka, maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
وَيَجْعَلُونَ wayajʿalūna dan mereka menjadikan لِمَا limā untuk apa لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui نَصِيبًۭا naṣīban bagian مِّمَّا mimmā dari apa رَزَقْنَـٰهُمْ ۗ razaqnāhum kami telah rezekikan kepada mereka تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah لَتُسْـَٔلُنَّ latus'alunna sungguh kamu akan ditanya عَمَّا ʿammā dari/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَفْتَرُونَ taftarūna kamu ada-adakan
Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
وَيَجْعَلُونَ wayajʿalūna dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْبَنَـٰتِ l-banāti anak-anak perempuan سُبْحَـٰنَهُۥ ۙ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَلَهُم walahum dan bagi mereka مَّا mā apa يَشْتَهُونَ yashtahūna mereka sukai
Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan 1. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بُشِّرَ bushira dikabarkan أَحَدُهُم aḥaduhum seseorang dari mereka بِٱلْأُنثَىٰ bil-unthā dengan anak perempuan ظَلَّ ẓalla jadilah وَجْهُهُۥ wajhuhu mukanya مُسْوَدًّۭا mus'waddan menghitam/suram وَهُوَ wahuwa dan dia كَظِيمٌۭ kaẓīmun sangat marah
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya dan dia sangat marah.
يَتَوَٰرَىٰ yatawārā ia menyembunyikan diri مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum مِن min dari سُوٓءِ sūi seburuk-buruk مَا mā apa بُشِّرَ bushira dikabarkan بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya/kepadanya أَيُمْسِكُهُۥ ayum'sikuhu apakah ia akan memelihara عَلَىٰ ʿalā atas/dengan هُونٍ hūnin kehinaan أَمْ am atau يَدُسُّهُۥ yadussuhu ia menguburkan فِى fī didalam ٱلتُّرَابِ ۗ l-turābi tanah أَلَا alā ingatlah سَآءَ sāa alangkah buruknya مَا mā apa يَحْكُمُونَ yaḥkumūna mereka tetapkan
Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat مَثَلُ mathalu perumpamaan/sifat-sifat ٱلسَّوْءِ ۖ l-sawi buruk وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah ٱلْمَثَلُ l-mathalu perumpamaan/sifat-sifat ٱلْأَعْلَىٰ ۚ l-aʿlā tinggi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلَوْ walaw dan jikalau يُؤَاخِذُ yuākhidhu mengambil/menghukum ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِظُلْمِهِم biẓul'mihim karena kelaziman mereka مَّا mā tidak تَرَكَ taraka Dia meninggalkannya عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin makhluk yang melata وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُؤَخِّرُهُمْ yu-akhiruhum menangguhkan mereka إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى ۖ musamman ditentukan فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa telah datang أَجَلُهُمْ ajaluhum waktu mereka لَا lā tidak يَسْتَـْٔخِرُونَ yastakhirūna mereka dapat mengundurkan سَاعَةًۭ ۖ sāʿatan sesaat وَلَا walā dan tidak يَسْتَقْدِمُونَ yastaqdimūna mereka dapat mendahulukan
Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.
وَيَجْعَلُونَ wayajʿalūna dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah مَا mā apa يَكْرَهُونَ yakrahūna mereka benci وَتَصِفُ wataṣifu dan mengucapkan أَلْسِنَتُهُمُ alsinatuhumu lidah mereka ٱلْكَذِبَ l-kadhiba kedustaan أَنَّ anna bahwasanya لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْحُسْنَىٰ ۖ l-ḥus'nā kebaikan لَا lā tidak جَرَمَ jarama diragukan أَنَّ anna bahwasanya لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلنَّارَ l-nāra neraka وَأَنَّهُم wa-annahum dan bahwasanya mereka مُّفْرَطُونَ muf'raṭūna orang-orang yang segera dimasukkan
Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mengutus إِلَىٰٓ ilā kepada أُمَمٍۢ umamin umat-umat مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَزَيَّنَ fazayyana lalu menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka فَهُوَ fahuwa maka dia وَلِيُّهُمُ waliyyuhumu pemimpin mereka ٱلْيَوْمَ l-yawma hari itu وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka pada hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
وَمَآ wamā dan tidak أَنزَلْنَا anzalnā Kami menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab إِلَّا illā melainkan لِتُبَيِّنَ litubayyina agar kamu menjelaskan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلَّذِى alladhī apa yang ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan فِيهِ ۙ fīhi di dalamnya وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَنزَلَ anzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air/hujan فَأَحْيَا fa-aḥyā maka/lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَآ ۚ mawtihā matinya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَكُمْ lakum bagi kalian فِى fī didalam ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak لَعِبْرَةًۭ ۖ laʿib'ratan sungguh pelajaran نُّسْقِيكُم nus'qīkum Kami memberi minuman kamu مِّمَّا mimmā dari apa فِى fī didalam بُطُونِهِۦ buṭūnihi perutnya مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara فَرْثٍۢ farthin kotoran وَدَمٍۢ wadamin dan darah لَّبَنًا labanan susu خَالِصًۭا khāliṣan bersih/suci سَآئِغًۭا sāighan mudah لِّلشَّـٰرِبِينَ lilshāribīna bagi orang-orang yang meminum
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
وَمِن wamin dan dari ثَمَرَٰتِ thamarāti buah-buahan ٱلنَّخِيلِ l-nakhīli kurma وَٱلْأَعْنَـٰبِ wal-aʿnābi dan anggur تَتَّخِذُونَ tattakhidhūna kamu mengambil/membuat مِنْهُ min'hu daripadanya سَكَرًۭا sakaran memabukkan وَرِزْقًا wariz'qan dan rezki حَسَنًا ۗ ḥasanan baik إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berfikir
Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
وَأَوْحَىٰ wa-awḥā dan telah mewahyukan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu إِلَى ilā kepada ٱلنَّحْلِ l-naḥli lebah أَنِ ani hendaklah ٱتَّخِذِى ittakhidhī ambil/buat مِنَ mina dari ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung بُيُوتًۭا buyūtan rumah/sarang-sarang وَمِنَ wamina dan dari ٱلشَّجَرِ l-shajari pohon وَمِمَّا wamimmā dan dari apa يَعْرِشُونَ yaʿrishūna mereka dirikan
Dan Tuhan-mu mengilhamkan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia".
ثُمَّ thumma kemudian كُلِى kulī makanlah مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan فَٱسْلُكِى fa-us'lukī lalu berjalanlah/tempuhlah سُبُلَ subula jalan رَبِّكِ rabbiki Tuhanmu ذُلُلًۭا ۚ dhululan merendahkan diri يَخْرُجُ yakhruju keluar مِنۢ min dari بُطُونِهَا buṭūnihā perutnya شَرَابٌۭ sharābun minuman مُّخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam أَلْوَٰنُهُۥ alwānuhu warnanya فِيهِ fīhi didalamnya شِفَآءٌۭ shifāon obat لِّلنَّاسِ ۗ lilnnāsi bagi manusia إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka memikirkan
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian ثُمَّ thumma kemudian يَتَوَفَّىٰكُمْ ۚ yatawaffākum Dia mewafatkan kamu وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُرَدُّ yuraddu dikembalikan إِلَىٰٓ ilā kepada أَرْذَلِ ardhali paling lemah ٱلْعُمُرِ l-ʿumuri umur لِكَىْ likay supaya/sehingga لَا lā tidak يَعْلَمَ yaʿlama ia mengetahui بَعْدَ baʿda sesudah/pernah عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan/diketahui شَيْـًٔا ۚ shayan sesuatu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun) supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah فَضَّلَ faḍḍala melebihkan بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فِى fī dalam ٱلرِّزْقِ ۚ l-riz'qi rezki فَمَا famā maka tidak ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فُضِّلُوا۟ fuḍḍilū (mereka) dilebihkan بِرَآدِّى birāddī dengan mengembalikan/berikan رِزْقِهِمْ riz'qihim rezki mereka عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُهُمْ aymānuhum hamba sahaya فَهُمْ fahum maka mereka فِيهِ fīhi didalamnya سَوَآءٌ ۚ sawāon sama أَفَبِنِعْمَةِ afabiniʿ'mati maka apakah dengan nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari
Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah 1?
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/isteri-isteri وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَزْوَٰجِكُم azwājikum isteri-isterimu بَنِينَ banīna anak-anak وَحَفَدَةًۭ waḥafadatan dan cucu وَرَزَقَكُم warazaqakum dan Dia memberi rezki kamu مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ ۚ l-ṭayibāti yang baik-baik أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ afabil-bāṭili apakah dengan yang batil يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman وَبِنِعْمَتِ wabiniʿ'mati dan dengan nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمْ hum mereka يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari
Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?"
وَيَعْبُدُونَ wayaʿbudūna dan mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa yang لَا lā tidak يَمْلِكُ yamliku memiliki/memberi لَهُمْ lahum kepada mereka رِزْقًۭا riz'qan rezki مِّنَ mina dari ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun وَلَا walā dan tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka berkuasa
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka sedikit pun dari langit dan bumi dan tidak berkuasa (sedikit jua pun).
فَلَا falā maka jangan تَضْرِبُوا۟ taḍribū kamu buat/adakan لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْأَمْثَالَ ۚ l-amthāla perumpamaan (sekutu-sekutu) إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
۞ ضَرَبَ ḍaraba membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًا mathalan perumpamaan عَبْدًۭا ʿabdan hamba مَّمْلُوكًۭا mamlūkan dimiliki لَّا lā tidak يَقْدِرُ yaqdiru berkuasa عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَمَن waman dan orang رَّزَقْنَـٰهُ razaqnāhu Kami beri rezkinya مِنَّا minnā dari Kami رِزْقًا riz'qan rezki حَسَنًۭا ḥasanan baik فَهُوَ fahuwa maka/lalu dia يُنفِقُ yunfiqu menafkahkan مِنْهُ min'hu sebagian daripadanya سِرًّۭا sirran sembunyi وَجَهْرًا ۖ wajahran dan terang-terangan هَلْ hal apakah يَسْتَوُۥنَ ۚ yastawūna mereka sama ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan; adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui 1.
وَضَرَبَ waḍaraba dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan رَّجُلَيْنِ rajulayni dua orang laki-laki أَحَدُهُمَآ aḥaduhumā salah satu dari keduanya أَبْكَمُ abkamu bisu لَا lā tidak يَقْدِرُ yaqdiru dia berkuasa عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan dia كَلٌّ kallun bergantung عَلَىٰ ʿalā atas مَوْلَىٰهُ mawlāhu tuannya أَيْنَمَا aynamā dimana saja يُوَجِّههُّ yuwajjihhu dihadapkannya لَا lā tidak يَأْتِ yati dia mendatangkan بِخَيْرٍ ۖ bikhayrin dengan kebaikan هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama هُوَ huwa dia وَمَن waman dan orang يَأْمُرُ yamuru menyuruh بِٱلْعَدْلِ ۙ bil-ʿadli dengan adil وَهُوَ wahuwa dan dia عَلَىٰ ʿalā atas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Dan Allah membuat (pula) perumpamaan, dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu pun dan dia menjadi beban atas penanggungnya; ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah غَيْبُ ghaybu kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَمَآ wamā dan tidaklah أَمْرُ amru urusan ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati kiamat إِلَّا illā melainkan كَلَمْحِ kalamḥi seperti sekejap ٱلْبَصَرِ l-baṣari penglihatan mata أَوْ aw atau هُوَ huwa dia أَقْرَبُ ۚ aqrabu lebih dekat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَخْرَجَكُم akhrajakum mengeluarkan kamu مِّنۢ min dari بُطُونِ buṭūni perut أُمَّهَـٰتِكُمْ ummahātikum ibu-ibu kamu لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia jadikan (berikan) لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْأَبْصَـٰرَ wal-abṣāra dan penglihatan وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ wal-afidata dan hati لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.
أَلَمْ alam tidaklah يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung مُسَخَّرَٰتٍۢ musakharātin ditundukkan/dimudahkan فِى fī di جَوِّ jawwi awan ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَا mā tidak ada يُمْسِكُهُنَّ yum'sikuhunna menahannya إِلَّا illā melainkan ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنۢ min dari بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah-rumahmu سَكَنًۭا sakanan tempat tinggal وَجَعَلَ wajaʿala dan menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari جُلُودِ julūdi kulit ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak بُيُوتًۭا buyūtan rumah-rumah تَسْتَخِفُّونَهَا tastakhiffūnahā kamu merasa ringannya يَوْمَ yawma hari/diwaktu ظَعْنِكُمْ ẓaʿnikum perjalananmu وَيَوْمَ wayawma dan hari/diwaktu إِقَامَتِكُمْ ۙ iqāmatikum berhentimu وَمِنْ wamin dan dari أَصْوَافِهَا aṣwāfihā bulu-bulunya (domba) وَأَوْبَارِهَا wa-awbārihā dan bulu-bulunya (unta) وَأَشْعَارِهَآ wa-ashʿārihā dan rambutnya (kambing) أَثَـٰثًۭا athāthan perkakas rumah tangga وَمَتَـٰعًا wamatāʿan dan kesenangan (perhiasan) إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu
Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim, dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّمَّا mimmā dari apa خَلَقَ khalaqa Dia ciptakan ظِلَـٰلًۭا ẓilālan naungan/tempat berteduh وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia jadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung أَكْنَـٰنًۭا aknānan tempat tinggal وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia jadikan لَكُمْ lakum bagi kalian سَرَٰبِيلَ sarābīla pakaian تَقِيكُمُ taqīkumu melindungimu/memeliharamu ٱلْحَرَّ l-ḥara panas وَسَرَٰبِيلَ wasarābīla dan pakaian تَقِيكُم taqīkum melindungimu/memeliharamu بَأْسَكُمْ ۚ basakum peperanganmu كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُتِمُّ yutimmu Dia menyempurnakan نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmatNya عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُسْلِمُونَ tus'limūna kamu berserah diri
Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).
فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata
Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang 1.
يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengetahui نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian يُنكِرُونَهَا yunkirūnahā mereka mengingkarinya وَأَكْثَرُهُمُ wa-aktharuhumu dan kebanyakan mereka ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.
وَيَوْمَ wayawma dan dihari نَبْعَثُ nabʿathu Kami membangkitkan مِن min dari كُلِّ kulli setiap/tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin umat شَهِيدًۭا shahīdan seorang saksi ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يُؤْذَنُ yu'dhanu diizinkan لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُسْتَعْتَبُونَ yus'taʿtabūna mereka dibolehkan minta maaf
Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf.
وَإِذَا wa-idhā dan ketika رَءَا raā menyaksikan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab فَلَا falā maka tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh
Dan apabila orang-orang zalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak puIa mereka diberi tangguh.
وَإِذَا wa-idhā dan ketika رَءَا raā melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan شُرَكَآءَهُمْ shurakāahum sekutu-sekutu mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini شُرَكَآؤُنَا shurakāunā sekutu-sekutu kami ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنَّا kunnā adalah kami نَدْعُوا۟ nadʿū kami menyeru/menyembah مِن min dari دُونِكَ ۖ dūnika selain Engkau فَأَلْقَوْا۟ fa-alqaw maka mereka hadapkan/katakan إِلَيْهِمُ ilayhimu kepada mereka ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh orang-orang pendusta
Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka 1, mereka berkata, "Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau". Lalu, sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang dusta".
وَأَلْقَوْا۟ wa-alqaw dan mereka dihadapkan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلسَّلَمَ ۖ l-salama penyerahan/tunduk وَضَلَّ waḍalla dan sesat/hilang عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan 1.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَصَدُّوا۟ waṣaddū dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah زِدْنَـٰهُمْ zid'nāhum Kami tambahkan kepada mereka عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan فَوْقَ fawqa diatas ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksa بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُفْسِدُونَ yuf'sidūna mereka membuat kerusakan
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan 1 disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.
وَيَوْمَ wayawma dan dihari نَبْعَثُ nabʿathu Kami membangkitkan فِى fī pada كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin umat شَهِيدًا shahīdan seorang saksi عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنْ min dari أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka وَجِئْنَا waji'nā dan Kami datangkan بِكَ bika dengan kamu شَهِيدًا shahīdan menjadi saksi عَلَىٰ ʿalā atas هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ hāulāi mereka itu وَنَزَّلْنَا wanazzalnā dan Kami turunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab تِبْيَـٰنًۭا tib'yānan penjelasan لِّكُلِّ likulli bagi tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan kabar gembira لِلْمُسْلِمِينَ lil'mus'limīna bagi orang-orang yang berserah diri
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Mumammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَأْمُرُ yamuru Dia menyuruh بِٱلْعَدْلِ bil-ʿadli dengan keadilan وَٱلْإِحْسَـٰنِ wal-iḥ'sāni dan kebaikan وَإِيتَآئِ waītāi mendatangkan ذِى dhī memiliki hubungan ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَيَنْهَىٰ wayanhā dan Dia melarang عَنِ ʿani dari ٱلْفَحْشَآءِ l-faḥshāi perbuatan keji وَٱلْمُنكَرِ wal-munkari dan munkar وَٱلْبَغْىِ ۚ wal-baghyi dan kedurhakaan يَعِظُكُمْ yaʿiẓukum Dia memberi pengajaran kepadamu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/mengerti
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah بِعَهْدِ biʿahdi dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah إِذَا idhā apabila عَـٰهَدتُّمْ ʿāhadttum kamu berjanji وَلَا walā dan jangan تَنقُضُوا۟ tanquḍū kamu rusak/langgar ٱلْأَيْمَـٰنَ l-aymāna sumpah-sumpah بَعْدَ baʿda sesudah تَوْكِيدِهَا tawkīdihā peneguhannya وَقَدْ waqad dan sesungguhnya جَعَلْتُمُ jaʿaltumu kamu telah menjadikan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian كَفِيلًا ۚ kafīlan jaminan/saksi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan
Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
وَلَا walā dan jangan تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّتِى ka-allatī seperti orang perempuan نَقَضَتْ naqaḍat merusak/mengurai غَزْلَهَا ghazlahā benangnya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah قُوَّةٍ quwwatin kuat أَنكَـٰثًۭا ankāthan tenunan/pintal تَتَّخِذُونَ tattakhidhūna kamu menjadikan أَيْمَـٰنَكُمْ aymānakum sumpahmu دَخَلًۢا dakhalan tipu daya بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah أُمَّةٌ ummatun umat/golongan هِىَ hiya ia أَرْبَىٰ arbā lebih banyak مِنْ min dari أُمَّةٍ ۚ ummatin umat/golongan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَبْلُوكُمُ yablūkumu mengujimu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَلَيُبَيِّنَنَّ walayubayyinanna dan sungguh Dia akan menjelaskan لَكُمْ lakum bagi kalian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi didalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali; kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain 1. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya pada hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
وَلَوْ walaw dan kalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَجَعَلَكُمْ lajaʿalakum niscaya Dia menjadikan kamu أُمَّةًۭ ummatan umat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُضِلُّ yuḍillu Dia menyesatkan مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَلَتُسْـَٔلُنَّ walatus'alunna dan sungguh kamu akan ditanya عَمَّا ʿammā dari/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
وَلَا walā dan jangan تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu ambil/menjadikan أَيْمَـٰنَكُمْ aymānakum sumpahmu دَخَلًۢا dakhalan tipu daya بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu فَتَزِلَّ fatazilla maka tergelincir قَدَمٌۢ qadamun tapak/kaki بَعْدَ baʿda sesudah ثُبُوتِهَا thubūtihā tegaknya وَتَذُوقُوا۟ watadhūqū dan kamu akan merasakan ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejelekan/bahaya بِمَا bimā dengan apa/disebabkan صَدَدتُّمْ ṣadadttum kamu menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَلَكُمْ walakum dan bagimu عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu yang menyebabkan tergelincir kaki(mu) sesudah kokoh tegaknya dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan bagimu azab yang besar.
وَلَا walā dan jangan تَشْتَرُوا۟ tashtarū kamu membeli/menukar بِعَهْدِ biʿahdi dengan perjanjian ٱللَّهِ l-lahi Allah ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا ۚ qalīlan sedikit/murah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa ia/itulah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah); sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
مَا mā apa عِندَكُمْ ʿindakum disisimu يَنفَدُ ۖ yanfadu akan lenyap وَمَا wamā dan apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah بَاقٍۢ ۗ bāqin kekal وَلَنَجْزِيَنَّ walanajziyanna dan sungguh Kami akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوٓا۟ ṣabarū (mereka) sabar أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka بِأَحْسَنِ bi-aḥsani dengan yang lebih baik مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Apa yang di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila mengerjakan صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh مِّن min dari ذَكَرٍ dhakarin laki-laki أَوْ aw atau أُنثَىٰ unthā perempuan وَهُوَ wahuwa dan dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun orang yang beriman فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ falanuḥ'yiyannahu maka sungguh Kami akan menghidupkan dia حَيَوٰةًۭ ḥayatan penghidupan طَيِّبَةًۭ ۖ ṭayyibatan yang baik وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ walanajziyannahum dan sungguh Kami akan memberi balasan mereka أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka بِأَحْسَنِ bi-aḥsani dengan yang lebih baik مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik 1 dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَرَأْتَ qarata kamu membaca ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Quran فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka hendaklah kamu mohon perlindungan بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan ٱلرَّجِيمِ l-rajīmi terkutuk
Apabila kamu membaca Al-Qur`ān, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia (syaitan) لَيْسَ laysa tidak ada لَهُۥ lahu baginya سُلْطَـٰنٌ sul'ṭānun kekuasaan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَلَىٰ waʿalā dan atas رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal
Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan-nya.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah سُلْطَـٰنُهُۥ sul'ṭānuhu kekuasaan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَوَلَّوْنَهُۥ yatawallawnahu mereka menjadikan pemimpin dia وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِهِۦ bihi dengannya مُشْرِكُونَ mush'rikūna orang-orang yang mempersekutukan Tuhan
Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بَدَّلْنَآ baddalnā Kami ganti ءَايَةًۭ āyatan suatu ayat مَّكَانَ makāna ditempat ءَايَةٍۢ ۙ āyatin ayat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يُنَزِّلُ yunazzilu Dia turunkan قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مُفْتَرٍۭ ۚ muf'tarin mengada-adakan بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan, kebanyakan mereka tiada mengetahui.
قُلْ qul katakan نَزَّلَهُۥ nazzalahu menurunkannya رُوحُ rūḥu Ruhul ٱلْقُدُسِ l-qudusi Qudus مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran لِيُثَبِّتَ liyuthabbita untuk meneguhkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan kabar gembira لِلْمُسْلِمِينَ lil'mus'limīna bagi orang-orang yang berserah diri
Katakanlah, "Rūḥul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur`ān itu dari Tuhan-mu dengan benar untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya نَعْلَمُ naʿlamu Kami mengetahui أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) mengatakan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُعَلِّمُهُۥ yuʿallimuhu mengejar dia (Muhammad) بَشَرٌۭ ۗ basharun seorang manusia لِّسَانُ lisānu lisan/bahasa ٱلَّذِى alladhī yang يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna mereka tuduhkan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya أَعْجَمِىٌّۭ aʿjamiyyun bahasa ajam وَهَـٰذَا wahādhā dan/sedang ini (Al Quran) لِسَانٌ lisānun lisan/bahasa عَرَبِىٌّۭ ʿarabiyyun Arab مُّبِينٌ mubīnun yang nyata
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya Al-Qur`ān itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ʻAjam 1, sedang Al-Qur`ān adalah dalam bahasa Arab yang terang.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا lā tidak يَهْدِيهِمُ yahdīhimu memberi petunjuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun yang pedih
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al-Qur`ān), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَفْتَرِى yaftarī mengada-adakan ٱلْكَذِبَ l-kadhiba kedustaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada ayat-ayat ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang pendusta
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.
مَن man barang siapa كَفَرَ kafara kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah إِيمَـٰنِهِۦٓ īmānihi imannya إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang أُكْرِهَ uk'riha dipaksa وَقَلْبُهُۥ waqalbuhu dan hatinya مُطْمَئِنٌّۢ muṭ'ma-innun tenteram بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman وَلَـٰكِن walākin akan tetapi مَّن man barang siapa شَرَحَ sharaḥa melapangkan بِٱلْكُفْرِ bil-kuf'ri dengan kakafiran صَدْرًۭا ṣadran dada فَعَلَيْهِمْ faʿalayhim maka atas mereka غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمُ bi-annahumu bahwasanya mereka ٱسْتَحَبُّوا۟ is'taḥabbū sangat mencintai ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia عَلَى ʿalā atas ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang طَبَعَ ṭabaʿa telah mengunci mati ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka وَسَمْعِهِمْ wasamʿihim dan pendengaran mereka وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۖ wa-abṣārihim dan penglihatan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰفِلُونَ l-ghāfilūna orang-orang yang lalai
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
لَا lā tidak جَرَمَ jarama ragu-ragu أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) berhijrah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa فُتِنُوا۟ futinū mereka dicoba/diuji ثُمَّ thumma kemudian جَـٰهَدُوا۟ jāhadū mereka berjihad وَصَبَرُوٓا۟ waṣabarū dan mereka bersabar إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu مِنۢ min dari بَعْدِهَا baʿdihā sesudah itu لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhan-mu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
۞ يَوْمَ yawma pada hari تَأْتِى tatī datang كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri تُجَـٰدِلُ tujādilu mendebat/membela عَن ʿan dari نَّفْسِهَا nafsihā dirinya وَتُوَفَّىٰ watuwaffā dan dipenuhi/disempurnakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا mā apa عَمِلَتْ ʿamilat telah dikerjakan وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna dianiaya/dirugikan
(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
وَضَرَبَ waḍaraba dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan قَرْيَةًۭ qaryatan suatu negeri كَانَتْ kānat adalah ءَامِنَةًۭ āminatan aman مُّطْمَئِنَّةًۭ muṭ'ma-innatan tenteram يَأْتِيهَا yatīhā datang kepadanya رِزْقُهَا riz'quhā rezkinya رَغَدًۭا raghadan melimpah ruah مِّن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap/segala مَكَانٍۢ makānin tempat فَكَفَرَتْ fakafarat maka/tetapi mengingkari بِأَنْعُمِ bi-anʿumi dengan nikmat-nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَذَٰقَهَا fa-adhāqahā maka merasakannya ٱللَّهُ l-lahu Allah لِبَاسَ libāsa pakaian (perasaan) ٱلْجُوعِ l-jūʿi kelaparan وَٱلْخَوْفِ wal-khawfi dan ketakutan بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah, merasakan kepada mereka pakaian 1 kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَهُمْ jāahum telah datang kepada mereka رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka/tetapi mereka mendustakannya فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka menimpa ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab وَهُمْ wahum dan mereka ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang zalim
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu, mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقَكُمُ razaqakumu memberi rezki kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ṭayyiban baik وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah إِيَّاهُ iyyāhu kepadaNya تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah حَرَّمَ ḥarrama diharamkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَيْتَةَ l-maytata bangkai وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah وَلَحْمَ walaḥma dan daging ٱلْخِنزِيرِ l-khinzīri babi وَمَآ wamā dan apa أُهِلَّ uhilla disembelih لِغَيْرِ lighayri dengan selain ٱللَّهِ l-lahi Allah بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَمَنِ famani maka/tetapi barang siapa ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa غَيْرَ ghayra tidak/bukan بَاغٍۢ bāghin aniaya وَلَا walā dan tidak عَادٍۢ ʿādin melampaui batas فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَلَا walā dan jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan لِمَا limā terhadap apa تَصِفُ taṣifu mensifatkan/menyebutkan أَلْسِنَتُكُمُ alsinatukumu lidahmu ٱلْكَذِبَ l-kadhiba kedustaan هَـٰذَا hādhā ini حَلَـٰلٌۭ ḥalālun halal وَهَـٰذَا wahādhā dan ini حَرَامٌۭ ḥarāmun haram لِّتَفْتَرُوا۟ litaftarū untuk kamu mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ ۚ l-kadhiba kedustaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَفْتَرُونَ yaftarūna (mereka) mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba kedustaan لَا lā tidak يُفْلِحُونَ yuf'liḥūna mereka beruntung
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram" untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.
مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih
(Itu adalah) kesenangan yang sedikit dan bagi mereka azab yang pedih.
وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوا۟ hādū Yahudi حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan مَا mā apa قَصَصْنَا qaṣaṣnā Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum وَمَا wamā dan tidaklah ظَلَمْنَـٰهُمْ ẓalamnāhum Kami menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya
Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu 1dan Kami tiada menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) mengerjakan ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejahatan/kesalahan بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin dengan/karena kebodohan ثُمَّ thumma kemudian تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu وَأَصْلَحُوٓا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka mengadakan perbaikan إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu مِنۢ min dari بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang
Kemudian, sesungguhnya Tuhan-mu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhan-mu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim كَانَ kāna adalah dia أُمَّةًۭ ummatan umat/seorang قَانِتًۭا qānitan taat/patuh لِّلَّهِ lillahi bagi/kepada Allah حَنِيفًۭا ḥanīfan lurus وَلَمْ walam dan tidak يَكُ yaku dia ada مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
Sesungguhnya Ibrāhīm adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif 1. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),
شَاكِرًۭا shākiran yang mensyukuri لِّأَنْعُمِهِ ۚ li-anʿumihi kepada nikmatnya ٱجْتَبَىٰهُ ij'tabāhu Dia memilihnya وَهَدَىٰهُ wahadāhu dan Dia memberi petunjuk kepadanya إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.
وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami berikannya فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةًۭ ۖ ḥasanatan kebaikan وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat لَمِنَ lamina sungguh termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
ثُمَّ thumma kemudian أَوْحَيْنَآ awḥaynā kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu أَنِ ani hendaklah ٱتَّبِعْ ittabiʿ ikutilah مِلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan lurus وَمَا wamā dan tidak/bukan كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrāhīm seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah جُعِلَ juʿila dijadikan ٱلسَّبْتُ l-sabtu hari Sabtu عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū (mereka) berselisih فِيهِ ۚ fīhi didalamnya/padanya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَيَحْكُمُ layaḥkumu sungguh akan memutuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya/padanya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan
Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) 1 hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.
ٱدْعُ ud'ʿu serulah إِلَىٰ ilā kepada سَبِيلِ sabīli jalan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu بِٱلْحِكْمَةِ bil-ḥik'mati dengan hikmah وَٱلْمَوْعِظَةِ wal-mawʿiẓati dan pelajaran ٱلْحَسَنَةِ ۖ l-ḥasanati yang baik وَجَـٰدِلْهُم wajādil'hum dan bantahlah mereka بِٱلَّتِى bi-allatī dengan (cara) yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ ۚ aḥsanu baik إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan/pada siapa ضَلَّ ḍalla tersesat عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۖ sabīlihi jalanNya وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna dengan/pada orang-orang yang mendapat petunjuk
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah 1 dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَإِنْ wa-in dan jika عَاقَبْتُمْ ʿāqabtum kamu membalas فَعَاقِبُوا۟ faʿāqibū maka balaslah mereka بِمِثْلِ bimith'li dengan semisal/sebanding مَا mā apa عُوقِبْتُم ʿūqib'tum kamu dibalas/ditimpa بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَلَئِن wala-in dan jika صَبَرْتُمْ ṣabartum kamu bersabar لَهُوَ lahuwa sesungguhnya itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلصَّـٰبِرِينَ lilṣṣābirīna bagi orang-orang yang bersabar
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu 1. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabar وَمَا wamā dan tidaklah صَبْرُكَ ṣabruka kesabaranmu إِلَّا illā melainkan بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi dengan Allah وَلَا walā dan jangan تَحْزَنْ taḥzan kamu bersedih hati عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan jangan تَكُ taku kamu adalah فِى fī dalam ضَيْقٍۢ ḍayqin kesempitan مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka tipu dayakan
Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu, melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa وَّٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka مُّحْسِنُونَ muḥ'sinūna orang-orang yang berbuat kebaikan
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.