الإسراء
Al-Isra
Perjalanan Malam Makkiyah
Memuat audio qari…
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci (Allah) ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَسْرَىٰ asrā telah memperjalankan بِعَبْدِهِۦ biʿabdihi dengan hamba-Nya لَيْلًۭا laylan pada suatu malam مِّنَ mina dari ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjid ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Al Haram إِلَى ilā ke ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjid ٱلْأَقْصَا l-aqṣā Al Aqsha ٱلَّذِى alladhī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami berkahi حَوْلَهُۥ ḥawlahu sekelilingnya لِنُرِيَهُۥ linuriyahu untuk Kami perlihatkannya مِنْ min sebagian dari ءَايَـٰتِنَآ ۚ āyātinā tanda-tanda Kami إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat
Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqṣā yang telah Kami berkahi sekelilingnya 1 agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَجَعَلْنَـٰهُ wajaʿalnāhu dan Kami jadikannya هُدًۭى hudan petunjuk لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَلَّا allā bahwa janganlah تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan مِن min dari دُونِى dūnī selain Aku وَكِيلًۭا wakīlan penolong/pelindung
Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Isrā`īl (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
ذُرِّيَّةَ dhurriyyata keturunan (anak cucu) مَنْ man orang-orang حَمَلْنَا ḥamalnā Kami bawa مَعَ maʿa bersama نُوحٍ ۚ nūḥin Nuh إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah dia عَبْدًۭا ʿabdan seorang hamba شَكُورًۭا shakūran banyak bersyukur
(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nūḥ. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
وَقَضَيْنَآ waqaḍaynā dan Kami telah tetapkan إِلَىٰ ilā kepada/terhadap بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil فِى fī di dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَتُفْسِدُنَّ latuf'sidunna sungguh kamu akan membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مَرَّتَيْنِ marratayni dua kali وَلَتَعْلُنَّ walataʿlunna dan pasti kamu menyombongkan diri عُلُوًّۭا ʿuluwwan kesombongan كَبِيرًۭا kabīran yang besar
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Isrā`īl dalam Kitab itu, "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali 1 dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
فَإِذَا fa-idhā maka tatkala جَآءَ jāa datang وَعْدُ waʿdu janji (waktu) أُولَىٰهُمَا ūlāhumā yang pertama dari keduanya بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عِبَادًۭا ʿibādan hamba-hamba لَّنَآ lanā bagi Kami أُو۟لِى ulī mempunyai بَأْسٍۢ basin kekuatan شَدِيدٍۢ shadīdin sangat/besar فَجَاسُوا۟ fajāsū lalu mereka merajalela خِلَـٰلَ khilāla di celah-celah ٱلدِّيَارِ ۚ l-diyāri rumah-rumah (kampung) وَكَانَ wakāna dan adalah itu وَعْدًۭا waʿdan janji/ketetapan مَّفْعُولًۭا mafʿūlan terlaksana
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
ثُمَّ thumma kemudian رَدَدْنَا radadnā Kami kembalikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْكَرَّةَ l-karata giliran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَأَمْدَدْنَـٰكُم wa-amdadnākum dan kami membantumu بِأَمْوَٰلٍۢ bi-amwālin dengan harta وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak وَجَعَلْنَـٰكُمْ wajaʿalnākum dan Kami jadikan kamu أَكْثَرَ akthara lebih banyak/besar نَفِيرًا nafīran kelompok
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
إِنْ in jika أَحْسَنتُمْ aḥsantum kamu berbuat baik أَحْسَنتُمْ aḥsantum kamu berbuat baik لِأَنفُسِكُمْ ۖ li-anfusikum bagi dirimu sendiri وَإِنْ wa-in dan jika أَسَأْتُمْ asatum kamu berbuat jahat فَلَهَا ۚ falahā maka baginya (dirinya) فَإِذَا fa-idhā maka ketika جَآءَ jāa datang وَعْدُ waʿdu janji ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati terakhir لِيَسُـۥٓـُٔوا۟ liyasūū untuk memburukkan/menyuramkan وُجُوهَكُمْ wujūhakum muka-muka kamu وَلِيَدْخُلُوا۟ waliyadkhulū dan untuk mereka masuk ٱلْمَسْجِدَ l-masjida masjid كَمَا kamā sebagaimana دَخَلُوهُ dakhalūhu mereka memasukinya أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَلِيُتَبِّرُوا۟ waliyutabbirū dan untuk mereka menguasai/membinasakan مَا mā apa yang عَلَوْا۟ ʿalaw mereka dapati تَتْبِيرًا tatbīran penguasaan sepenuhnya
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an bahwa يَرْحَمَكُمْ ۚ yarḥamakum memberi rahmat kepadamu وَإِنْ wa-in dan jika عُدتُّمْ ʿudttum kamu kembali عُدْنَا ۘ ʿud'nā Kami kembali وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir حَصِيرًا ḥaṣīran tempat berkumpul/penjara
Mudah-mudahan Tuhan-mu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an يَهْدِى yahdī memberi petunjuk لِلَّتِى lillatī bagi yang هِىَ hiya ia أَقْوَمُ aqwamu lebih lurus وَيُبَشِّرُ wayubashiru dan memberi kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengerjalan ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/amal saleh أَنَّ anna bahwasanya لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرًۭا ajran pahala كَبِيرًۭا kabīran yang besar
Sesungguhnya Al-Qur`ān ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada hari akhirat أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman yang pedih
dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
وَيَدْعُ wayadʿu dan mendo'a ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia بِٱلشَّرِّ bil-shari dengan/untuk kejahatan دُعَآءَهُۥ duʿāahu do'anya بِٱلْخَيْرِ ۖ bil-khayri dengan/untuk kebaikan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia عَجُولًۭا ʿajūlan tergesa-gesa
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang ءَايَتَيْنِ ۖ āyatayni dua tanda فَمَحَوْنَآ famaḥawnā maka/lalu Kami hapuskan ءَايَةَ āyata tanda ٱلَّيْلِ al-layli malam وَجَعَلْنَآ wajaʿalnā dan kami jadikan ءَايَةَ āyata tanda ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan terang لِّتَبْتَغُوا۟ litabtaghū agar kamu mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَلِتَعْلَمُوا۟ walitaʿlamū dan supaya kamu mengetahui عَدَدَ ʿadada bilangan ٱلسِّنِينَ l-sinīna tahun-tahun وَٱلْحِسَابَ ۚ wal-ḥisāba dan perhitungan وَكُلَّ wakulla dan tiap-tiap/segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَصَّلْنَـٰهُ faṣṣalnāhu Kami jelaskannya تَفْصِيلًۭا tafṣīlan cukup jelas
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari karunia dari Tuhan-mu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
وَكُلَّ wakulla dan tiap-tiap إِنسَـٰنٍ insānin manusia أَلْزَمْنَـٰهُ alzamnāhu Kami gantungkan طَـٰٓئِرَهُۥ ṭāirahu kalungnya فِى fī pada عُنُقِهِۦ ۖ ʿunuqihi lehernya وَنُخْرِجُ wanukh'riju dan akan kami keluarkan لَهُۥ lahu baginya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat كِتَـٰبًۭا kitāban kitab يَلْقَىٰهُ yalqāhu ditemuinya مَنشُورًا manshūran terbuka
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
ٱقْرَأْ iq'ra bacalah كِتَـٰبَكَ kitābaka kitabmu كَفَىٰ kafā cukuplah بِنَفْسِكَ binafsika dengan dirimu sendiri ٱلْيَوْمَ l-yawma hari عَلَيْكَ ʿalayka atasmu حَسِيبًۭا ḥasīban perhitungan
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".
مَّنِ mani barang siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَهْتَدِى yahtadī dia mendapat petunjuk لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi bagi/untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barangsiapa ضَلَّ ḍalla tersesat فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَضِلُّ yaḍillu dia tersesat عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya (dirinya) وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru dapat memikul beban (dosa) وَازِرَةٌۭ wāziratun pemikul beban (orang yang berdosa) وِزْرَ wiz'ra beban/dosa أُخْرَىٰ ۗ ukh'rā (orang) lain وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā Kami مُعَذِّبِينَ muʿadhibīna mengazab حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum نَبْعَثَ nabʿatha Kami mengutus رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَرَدْنَآ aradnā Kami kehendaki أَن an bahwa نُّهْلِكَ nuh'lika Kami membinasakan قَرْيَةً qaryatan suatu negeri أَمَرْنَا amarnā Kami perintahkan مُتْرَفِيهَا mut'rafīhā orang-orang yang hidup mewah فَفَسَقُوا۟ fafasaqū maka/tetapi mereka durhaka فِيهَا fīhā di dalamnya (negeri itu) فَحَقَّ faḥaqqa maka berhak/pantas berlaku عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan فَدَمَّرْنَـٰهَا fadammarnāhā maka Kami hancurkannya تَدْمِيرًۭا tadmīran sehancur-hancurnya
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
وَكَمْ wakam dan berapa banyaknya أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun-kurun/generasi مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah نُوحٍۢ ۗ nūḥin Nuh وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu بِذُنُوبِ bidhunūbi dengan/terhadap dosa-dosa عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat
Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nūḥ telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhan-mu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
مَّن man barangsiapa كَانَ kāna adalah dia يُرِيدُ yurīdu dia menghendaki ٱلْعَاجِلَةَ l-ʿājilata kesegaran (kehidupan sekarang) عَجَّلْنَا ʿajjalnā Kami segerakan لَهُۥ lahu baginya فِيهَا fīhā padanya (di dunia) مَا mā apa yang نَشَآءُ nashāu Kami kehendaki لِمَن liman bagi siapa نُّرِيدُ nurīdu Kami kehendaki ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لَهُۥ lahu baginya جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam يَصْلَىٰهَا yaṣlāhā dia memasukinya مَذْمُومًۭا madhmūman tercela مَّدْحُورًۭا madḥūran terusir
Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
وَمَنْ waman dan barangsiapa أَرَادَ arāda menghendaki ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata kehidupan akhirat وَسَعَىٰ wasaʿā dan dia berusaha لَهَا lahā baginya سَعْيَهَا saʿyahā usahanya (ke arah itu) وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun orang mukmin فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu كَانَ kāna adalah سَعْيُهُم saʿyuhum usaha mereka مَّشْكُورًۭا mashkūran disyukuri (dibalas dengan baik)
Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.
كُلًّۭا kullan masing-masing نُّمِدُّ numiddu Kami berikan bantuan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini (golongan ini) وَهَـٰٓؤُلَآءِ wahāulāi dan mereka itu (golongan itu) مِنْ min dari عَطَآءِ ʿaṭāi pemberian/kemurahan رَبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada عَطَآءُ ʿaṭāu pemberian/kemurahan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مَحْظُورًا maḥẓūran terhalang
Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu 1. Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhan-mu. Dan kemurahan Tuhan-mu tidak dapat dihalangi.
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami melebihkan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَلَلْـَٔاخِرَةُ walalākhiratu dan sungguh kehidupan akhirat أَكْبَرُ akbaru lebih besar/tinggi دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat/tingkatan وَأَكْبَرُ wa-akbaru dan lebih besar تَفْضِيلًۭا tafḍīlan keutamaan/kelebihan
Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.
لَّا lā janganlah تَجْعَلْ tajʿal kamu menjadikan مَعَ maʿa bersama/di samping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara lain فَتَقْعُدَ fataqʿuda maka kamu duduk/menjadi مَذْمُومًۭا madhmūman tercela مَّخْذُولًۭا makhdhūlan terhina
Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).
۞ وَقَضَىٰ waqaḍā dan menetapkan/memerintahkan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَلَّا allā bahwa jangan تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّآ illā melainkan إِيَّاهُ iyyāhu kepada Dia وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan terhadap kedua orangtua إِحْسَـٰنًا ۚ iḥ'sānan berbuat baik إِمَّا immā adapun/jika يَبْلُغَنَّ yablughanna telah sampai عِندَكَ ʿindaka di sisimu/dalam pemeliharaanmu ٱلْكِبَرَ l-kibara besar/tua أَحَدُهُمَآ aḥaduhumā salah satu dari keduanya أَوْ aw atau كِلَاهُمَا kilāhumā kedua-duanya فَلَا falā maka jangan تَقُل taqul kamu berkata لَّهُمَآ lahumā kepada keduanya أُفٍّۢ uffin ah وَلَا walā dan jangan تَنْهَرْهُمَا tanharhumā kamu membentak keduanya وَقُل waqul dan berkatalah لَّهُمَا lahumā kepada keduanya قَوْلًۭا qawlan perkataan كَرِيمًۭا karīman mulia
Dan Tuhan-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia 1.
وَٱخْفِضْ wa-ikh'fiḍ dan turunkan/rendahkan لَهُمَا lahumā terhadap keduanya جَنَاحَ janāḥa sayap (dirimu) ٱلذُّلِّ l-dhuli rendah diri مِنَ mina dari/dengan ٱلرَّحْمَةِ l-raḥmati kasih-sayang وَقُل waqul dan ucapkanlah رَّبِّ rabbi (wahai) Tuhanku ٱرْحَمْهُمَا ir'ḥamhumā kasihanilah keduanya كَمَا kamā sebagaimana رَبَّيَانِى rabbayānī keduanya memeliharaku صَغِيرًۭا ṣaghīran waktu kecil
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Wahai Tuhan-ku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa فِى fī dalam نُفُوسِكُمْ ۚ nufūsikum jiwamu/hatimu إِن in jika تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi صَـٰلِحِينَ ṣāliḥīna orang-orang yang baik فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah Dia لِلْأَوَّٰبِينَ lil'awwābīna bagi orang-orang bertaubat غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
Tuhan-mu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.
وَءَاتِ waāti dan berikanlah ذَا dhā keluarga ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā yang dekat/kerabat حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya وَٱلْمِسْكِينَ wal-mis'kīna dan orang-orang miskin وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang ٱلسَّبِيلِ l-sabīli yang dalam perjalanan وَلَا walā dan jangan تُبَذِّرْ tubadhir kamu memboroskan تَبْذِيرًا tabdhīran boros
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُبَذِّرِينَ l-mubadhirīna orang-orang yang boros كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah إِخْوَٰنَ ikh'wāna teman ٱلشَّيَـٰطِينِ ۖ l-shayāṭīni syaitan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لِرَبِّهِۦ lirabbihi kepada Tuhannya كَفُورًۭا kafūran ingkar
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-nya.
وَإِمَّا wa-immā dan jika تُعْرِضَنَّ tuʿ'riḍanna kamu berpaling عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa mencari رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu تَرْجُوهَا tarjūhā kamu mengharapkannya فَقُل faqul maka katakanlah لَّهُمْ lahum kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّيْسُورًۭا maysūran lemah lembut
Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhan-mu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas 1.
وَلَا walā dan jangan تَجْعَلْ tajʿal kamu jadikan يَدَكَ yadaka tanganmu مَغْلُولَةً maghlūlatan terbelenggu إِلَىٰ ilā kepada عُنُقِكَ ʿunuqika lehermu وَلَا walā dan jangan تَبْسُطْهَا tabsuṭ'hā kamu mengulurkannya كُلَّ kulla segala/habis-habis ٱلْبَسْطِ l-basṭi uluran فَتَقْعُدَ fataqʿuda maka kamu akan duduk/menjadi مَلُومًۭا malūman tercela مَّحْسُورًا maḥsūran penyesalan
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya 1 karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَبْسُطُ yabsuṭu mengulurkan/melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menentukan/menyempitkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah Dia بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan hamba-hamba-Nya خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat
Sesungguhnya Tuhan-mu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
وَلَا walā dan janganlah تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh أَوْلَـٰدَكُمْ awlādakum anak-anakmu خَشْيَةَ khashyata takut إِمْلَـٰقٍۢ ۖ im'lāqin kepaan/kemiskinan نَّحْنُ naḥnu Kami نَرْزُقُهُمْ narzuquhum Kami memberi rezeki mereka وَإِيَّاكُمْ ۚ wa-iyyākum dan kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya قَتْلَهُمْ qatlahum membunuh mereka كَانَ kāna adalah خِطْـًۭٔا khiṭ'an kesalahan/dosa كَبِيرًۭا kabīran besar
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu mendekati ٱلزِّنَىٰٓ ۖ l-zinā zina إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/zina كَانَ kāna adalah فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan yang keji وَسَآءَ wasāa dan sangat buruk سَبِيلًۭا sabīlan jalan
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
وَلَا walā dan janganlah تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa/seseorang ٱلَّتِى allatī yang حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan benar وَمَن waman dan barangsiapa قُتِلَ qutila dibunuh مَظْلُومًۭا maẓlūman teraniaya/zalim فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah jadikan/memberikan لِوَلِيِّهِۦ liwaliyyihi kepada ahli warisnya سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan فَلَا falā maka jangan يُسْرِف yus'rif melampaui batas فِّى fī dalam ٱلْقَتْلِ ۖ l-qatli pembunuhan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah مَنصُورًۭا manṣūran orang yang mendapat pertolongan
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar 1. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan 2 kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.
وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu mendekati مَالَ māla harta ٱلْيَتِيمِ l-yatīmi anak yatim إِلَّا illā melainkan بِٱلَّتِى bi-allatī dengan (cara) هِىَ hiya yang أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَبْلُغَ yablugha ia sampai أَشُدَّهُۥ ۚ ashuddahu dewasanya وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah بِٱلْعَهْدِ ۖ bil-ʿahdi janji إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْعَهْدَ l-ʿahda janji كَانَ kāna adalah مَسْـُٔولًۭا masūlan ditanya
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggunganjawabnya.
وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran إِذَا idhā apabila كِلْتُمْ kil'tum kamu menakar وَزِنُوا۟ wazinū dan timbanglah بِٱلْقِسْطَاسِ bil-qis'ṭāsi dengan adil/neraca ٱلْمُسْتَقِيمِ ۚ l-mus'taqīmi lurus/benar ذَٰلِكَ dhālika demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik/utama وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan lebih baik تَأْوِيلًۭا tawīlan kesudahan
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
وَلَا walā dan jangan تَقْفُ taqfu kamu mengikuti مَا mā apa لَيْسَ laysa yang tidak ada لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya/tentangnya عِلْمٌ ۚ ʿil'mun pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْبَصَرَ wal-baṣara dan penglihatan وَٱلْفُؤَادَ wal-fuāda dan hati كُلُّ kullu tiap-tiap/semuanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka/itu كَانَ kāna adalah عَنْهُ ʿanhu dari padanya/tentang itu مَسْـُٔولًۭا masūlan ditanya
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.
وَلَا walā dan jangan تَمْشِ tamshi kamu berjalan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi ini مَرَحًا ۖ maraḥan sombong إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan kamu tidak تَخْرِقَ takhriqa dapat menembus ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَلَن walan dan kamu tidak akan تَبْلُغَ tablugha sampai ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung طُولًۭا ṭūlan panjang/tinggi
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
كُلُّ kullu tiap-tiap/semua ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu كَانَ kāna adalah سَيِّئُهُۥ sayyi-uhu kejahatannya عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مَكْرُوهًۭا makrūhan dibenci
Semua itu 1 kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhan-mu.
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu مِمَّآ mimmā dari apa أَوْحَىٰٓ awḥā mewahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مِنَ mina dari/sebagian ٱلْحِكْمَةِ ۗ l-ḥik'mati hikmah وَلَا walā dan jangan تَجْعَلْ tajʿal kamu menjadikan مَعَ maʿa bersama/di samping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara lain فَتُلْقَىٰ fatul'qā maka kamu dicampakkan فِى fī dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam مَلُومًۭا malūman tercela مَّدْحُورًا madḥūran terbuang
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).
أَفَأَصْفَىٰكُمْ afa-aṣfākum apakah mensifatkan/memilihkan kamu رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian بِٱلْبَنِينَ bil-banīna dengan anak-anak laki-laki وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan/sedang Dia mengambil مِنَ mina dari/diantara ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati para Malaikat إِنَـٰثًا ۚ ināthan anak-anak perempuan إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَتَقُولُونَ lataqūlūna sungguh kamu mengucapkan قَوْلًا qawlan perkataan عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar
Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَا ṣarrafnā Kami telah mengulang-ulang فِى fī di dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an لِيَذَّكَّرُوا۟ liyadhakkarū supaya mereka ingat وَمَا wamā dan tidak يَزِيدُهُمْ yazīduhum menambah mereka إِلَّا illā melainkan نُفُورًۭا nufūran lari
Dan sesungguhnya dalam Al-Qur`ān ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan) agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).
قُل qul katakanlah لَّوْ law jikalau كَانَ kāna ada مَعَهُۥٓ maʿahu bersama Dia/disamping Dia ءَالِهَةٌۭ ālihatun tuhan-tuhan كَمَا kamā sebagaimana يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan إِذًۭا idhan jika demikian لَّٱبْتَغَوْا۟ la-ib'taghaw tentu (tuhan-tuhan itu) mencari إِلَىٰ ilā kepada ذِى dhī yang mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy' سَبِيلًۭا sabīlan jalan
Katakanlah, "Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai arasy".
سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan عُلُوًّۭا ʿuluwwan ketinggian كَبِيرًۭا kabīran besar
Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
تُسَبِّحُ tusabbiḥu bertasbih لَهُ lahu kepada-Nya ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) ٱلسَّبْعُ l-sabʿu tujuh وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi وَمَن waman dan apa/siapa فِيهِنَّ ۚ fīhinna didalamnya وَإِن wa-in dan tidak مِّن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu إِلَّا illā melainkan يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih بِحَمْدِهِۦ biḥamdihi dengan memuji-Nya وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā kamu tidak تَفْقَهُونَ tafqahūna mengerti تَسْبِيحَهُمْ ۗ tasbīḥahum tasbih mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah حَلِيمًا ḥalīman Maha Penyantun غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun, melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قَرَأْتَ qarata kamu membaca ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Quran جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan/adakan بَيْنَكَ baynaka antara kamu وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan kehidupan akhirat حِجَابًۭا ḥijāban tabir/dinding مَّسْتُورًۭا mastūran terutup
Dan apabila kamu membaca Al-Qur`ān, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup,
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan/adakan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka أَكِنَّةً akinnatan tutup أَن an mereka (tidak) dapat يَفْقَهُوهُ yafqahūhu memahaminya وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرًۭا ۚ waqran sumbat وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذَكَرْتَ dhakarta kamu menyebut رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu فِى fī dalam ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiri-Nya وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling عَلَىٰٓ ʿalā atas أَدْبَـٰرِهِمْ adbārihim belakang mereka نُفُورًۭا nufūran lari
dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhan-mu saja dalam Al-Qur`ān, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.
نَّحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan بِهِۦٓ bihi dengannya إِذْ idh tatkala يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَإِذْ wa-idh dan tatkala هُمْ hum mereka نَجْوَىٰٓ najwā berbisik-bisik إِذْ idh tatkala يَقُولُ yaqūlu berkat ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِن in tidaklah تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna kamu mengikuti إِلَّا illā melainkan/hanyalah رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki مَّسْحُورًا masḥūran tersihir
Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata, "Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir".
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka membuat لَكَ laka terhadapmu ٱلْأَمْثَالَ l-amthāla perumpamaan-perumpamaan فَضَلُّوا۟ faḍallū maka mereka tersesat فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka mendapatkan سَبِيلًۭا sabīlan jalan
Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā adalah kami عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang belulang وَرُفَـٰتًا warufātan dan benda-benda yang hancur أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna pasti akan dibangkitkan خَلْقًۭا khalqan makhluk جَدِيدًۭا jadīdan baru
Dan mereka berkata, "Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
۞ قُلْ qul katakanlah كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu حِجَارَةً ḥijāratan batu أَوْ aw atau حَدِيدًا ḥadīdan besi
Katakanlah, "Jadilah kamu sekalian batu atau besi,
أَوْ aw atau خَلْقًۭا khalqan suatu makhluk مِّمَّا mimmā dari apa/makhluk يَكْبُرُ yakburu besar فِى fī dalam صُدُورِكُمْ ۚ ṣudūrikum dadamu/menurut fikiranmu فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka mereka akan berkata/bertanya مَن man siapa يُعِيدُنَا ۖ yuʿīdunā mengembalikan kami قُلِ quli katakanlah ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَكُمْ faṭarakum menciptakan kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ ۚ marratin kali فَسَيُنْغِضُونَ fasayun'ghiḍūna lalu mereka menggeleng-gelengkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu رُءُوسَهُمْ ruūsahum kepala mereka وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata/bertanya مَتَىٰ matā kapan هُوَ ۖ huwa ia/itu قُلْ qul katakanlah عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ia قَرِيبًۭا qarīban dekat
atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya, "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah, "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat",
يَوْمَ yawma pada hari يَدْعُوكُمْ yadʿūkum Dia memanggil kamu فَتَسْتَجِيبُونَ fatastajībūna maka/lalu kamu mematuhi بِحَمْدِهِۦ biḥamdihi dengan memuji-Nya وَتَظُنُّونَ wataẓunnūna dan kamu menyangka إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu tinggal إِلَّا illā melainkan/hanya قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar
yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur), kecuali sebentar saja.
وَقُل waqul dan katakanlah لِّعِبَادِى liʿibādī kepada hamba-hamba-Ku يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengucapkan ٱلَّتِى allatī yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ ۚ aḥsanu lebih baik إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan يَنزَغُ yanzaghu mengganggu بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan كَانَ kāna adalah لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh مُّبِينًۭا mubīnan nyata
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian إِن in jika يَشَأْ yasha Dia kehendaki يَرْحَمْكُمْ yarḥamkum Dia memberi rahmat kepadamu أَوْ aw atau إِن in jika يَشَأْ yasha Dia kehendaki يُعَذِّبْكُمْ ۚ yuʿadhib'kum Dia akan mengazab kamu وَمَآ wamā dan tidaklah أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami utus kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَكِيلًۭا wakīlan penjaga
Tuhan-mu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka.
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan siapa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami telah melebihkan بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna Nabi-Nabi عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami telah memberikan دَاوُۥدَ dāwūda Daud زَبُورًۭا zabūran Zabur
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur kepada Dāwūd.
قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggillah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُم zaʿamtum kamu sangka/anggap مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia فَلَا falā maka tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka mempunyai كَشْفَ kashfa menghilangkan ٱلضُّرِّ l-ḍuri bahaya عَنكُمْ ʿankum dari kalian وَلَا walā dan tidak تَحْوِيلًا taḥwīlan memindahkan
Katakanlah, "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) 1 selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya".
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) seru يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka mencari إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمُ rabbihimu Tuhan mereka ٱلْوَسِيلَةَ l-wasīlata jalan أَيُّهُمْ ayyuhum siapa di antara mereka أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat وَيَرْجُونَ wayarjūna dan mereka mengharap رَحْمَتَهُۥ raḥmatahu rahmat-Nya وَيَخَافُونَ wayakhāfūna dan mereka takut عَذَابَهُۥٓ ۚ ʿadhābahu azab-Nya إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابَ ʿadhāba azab رَبِّكَ rabbika Tuhanmu كَانَ kāna adalah مَحْذُورًۭا maḥdhūran ditakuti
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka 1 siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.
وَإِن wa-in dan tidaklah مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin suatu negeri إِلَّا illā melainkan نَحْنُ naḥnu Kami مُهْلِكُوهَا muh'likūhā membinasakannya قَبْلَ qabla sebelum يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat أَوْ aw atau مُعَذِّبُوهَا muʿadhibūhā mengazabnya عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا ۚ shadīdan sangat keras كَانَ kāna adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فِى fī dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مَسْطُورًۭا masṭūran tertulis
Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lawḥ Maḥfūẓ ).
وَمَا wamā dan tidak ada مَنَعَنَآ manaʿanā yang mencegah/menghalangi أَن an bahwa نُّرْسِلَ nur'sila kami mengirimkan بِٱلْـَٔايَـٰتِ bil-āyāti dengan tanda-tanda إِلَّآ illā melainkan أَن an kalau كَذَّبَ kadhaba mendustakan بِهَا bihā dengannya ٱلْأَوَّلُونَ ۚ l-awalūna orang-orang terdahulu وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami telah berikan ثَمُودَ thamūda Tsamud ٱلنَّاقَةَ l-nāqata unta betina مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan terang/jelas فَظَلَمُوا۟ faẓalamū maka/tetapi mereka menganiaya بِهَا ۚ bihā dengannya وَمَا wamā dan tidak نُرْسِلُ nur'silu Kami mengirim بِٱلْـَٔايَـٰتِ bil-āyāti dengan tanda-tanda إِلَّا illā melainkan تَخْوِيفًۭا takhwīfan menakut-nakuti
Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu 1. Dan telah Kami berikan kepada Ṡamūd unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu, melainkan untuk menakuti.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لَكَ laka kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu أَحَاطَ aḥāṭa meliputi بِٱلنَّاسِ ۚ bil-nāsi dengan manusia وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَا jaʿalnā Kami menjadikan ٱلرُّءْيَا l-ru'yā mimpi ٱلَّتِىٓ allatī yang أَرَيْنَـٰكَ araynāka Kami perlihatkan kepadamu إِلَّا illā melainkan فِتْنَةًۭ fit'natan ujian لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَٱلشَّجَرَةَ wal-shajarata dan pohon ٱلْمَلْعُونَةَ l-malʿūnata terkutuk فِى fī dalam ٱلْقُرْءَانِ ۚ l-qur'āni Al-Qur'an وَنُخَوِّفُهُمْ wanukhawwifuhum dan Kami menakuti mereka فَمَا famā maka/tetapi tidak يَزِيدُهُمْ yazīduhum menambah mereka إِلَّا illā melainkan طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan كَبِيرًۭا kabīran besar
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sesungguhnya (ilmu) Tuhan-mu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi 1 yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Qur`ān 2. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
وَإِذْ wa-idh dan tatkala قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka/lalu mereka sujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis قَالَ qāla dia berkata ءَأَسْجُدُ a-asjudu apakah aku akan bersujud لِمَنْ liman kepada orang (yang) خَلَقْتَ khalaqta Engkau ciptakan طِينًۭا ṭīnan tanah
Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"
قَالَ qāla (iblis) berkata أَرَءَيْتَكَ ara-aytaka apakah Engkau memandang/terangkan kepadaku هَـٰذَا hādhā ini (orang) ٱلَّذِى alladhī yang كَرَّمْتَ karramta Engkau muliakan عَلَىَّ ʿalayya atas (diri)ku لَئِنْ la-in sungguh jika أَخَّرْتَنِ akhartani Engkau memberi tangguh padaku إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَأَحْتَنِكَنَّ la-aḥtanikanna sungguh aku akan menyesatkan ذُرِّيَّتَهُۥٓ dhurriyyatahu anak cucunya/keturunannya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
Dia (iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil".
قَالَ qāla berfirman Allah ٱذْهَبْ idh'hab pergilah kamu فَمَن faman maka barangsiapa تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam جَزَآؤُكُمْ jazāukum balasanmu جَزَآءًۭ jazāan pembalasan مَّوْفُورًۭا mawfūran cukup/penuh
Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua sebagai suatu pembalasan yang cukup.
وَٱسْتَفْزِزْ wa-is'tafziz dan hasunglah/gerakanlah مَنِ mani siapa ٱسْتَطَعْتَ is'taṭaʿta kamu sanggup مِنْهُم min'hum diantara mereka بِصَوْتِكَ biṣawtika dengan suaramu وَأَجْلِبْ wa-ajlib dan kerahkanlah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِخَيْلِكَ bikhaylika dengan pasukan kudamu وَرَجِلِكَ warajilika dan pasukanmu yang berjalan kaki وَشَارِكْهُمْ washārik'hum dan bersekutulah dengan mereka فِى fī dalam ٱلْأَمْوَٰلِ l-amwāli harta وَٱلْأَوْلَـٰدِ wal-awlādi dan anak-anak وَعِدْهُمْ ۚ waʿid'hum dan beri janji mereka وَمَا wamā dan tidak يَعِدُهُمُ yaʿiduhumu memberi janji kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan إِلَّا illā melainkan غُرُورًا ghurūran tipuan
Dan asunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka, melainkan tipuan belaka 1.
إِنَّ inna sesungguhnya عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu لَيْسَ laysa tidak ada لَكَ laka bagimu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سُلْطَـٰنٌۭ ۚ sul'ṭānun kekuasaan وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu وَكِيلًۭا wakīlan pelindung/penjaga
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga".
رَّبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱلَّذِى alladhī yang يُزْجِى yuz'jī menjalankan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut لِتَبْتَغُوا۟ litabtaghū agar kamu mencari مِن min dari/sebagian فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang
Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّكُمُ massakumu menimpa kamu ٱلضُّرُّ l-ḍuru bahaya فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan ضَلَّ ḍalla hilanglah مَن man siapa تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru إِلَّآ illā kecuali إِيَّاهُ ۖ iyyāhu kepada-Nya فَلَمَّا falammā maka/tetapi manakala نَجَّىٰكُمْ najjākum Kami menyelamatkanmu إِلَى ilā ke ٱلْبَرِّ l-bari daratan أَعْرَضْتُمْ ۚ aʿraḍtum kamu berpaling وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia كَفُورًا kafūran ingkar/kufur
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.
أَفَأَمِنتُمْ afa-amintum apakah kamu merasa aman أَن an bahwa يَخْسِفَ yakhsifa Dia membenamkan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian جَانِبَ jāniba sisi/sebagian ٱلْبَرِّ l-bari daratan أَوْ aw atau يُرْسِلَ yur'sila Dia mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حَاصِبًۭا ḥāṣiban angin keras yang mengandung pasir ثُمَّ thumma kemudian لَا lā kamu tidak تَجِدُوا۟ tajidū mendapatkan لَكُمْ lakum bagi kalian وَكِيلًا wakīlan pelindung
Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkirbalikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun bagi kamu,
أَمْ am atau أَمِنتُمْ amintum apakah kamu merasa aman أَن an bahwa يُعِيدَكُمْ yuʿīdakum Dia akan mengembalikan kamu فِيهِ fīhi didalamnya (dalam laut) تَارَةً tāratan sekali أُخْرَىٰ ukh'rā lain/lagi فَيُرْسِلَ fayur'sila maka/lalu Dia mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian قَاصِفًۭا qāṣifan petir keras/topan مِّنَ mina dari ٱلرِّيحِ l-rīḥi angin فَيُغْرِقَكُم fayugh'riqakum maka/lalu Dia menenggelamkan kamu بِمَا bimā dengan sebab كَفَرْتُمْ ۙ kafartum kekafiranmu ثُمَّ thumma kemudian لَا lā kamu tidak تَجِدُوا۟ tajidū mendapatkan لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami بِهِۦ bihi dengannya (hal ini) تَبِيعًۭا tabīʿan pengikut/penolong
atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin topan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كَرَّمْنَا karramnā Kami telah memuliakan بَنِىٓ banī anak ءَادَمَ ādama Adam وَحَمَلْنَـٰهُمْ waḥamalnāhum dan Kami bawa/angkut mereka فِى fī di ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan lautan وَرَزَقْنَـٰهُم warazaqnāhum dan Kami beri rezeki mereka مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَفَضَّلْنَـٰهُمْ wafaḍḍalnāhum dan Kami lebihkan mereka عَلَىٰ ʿalā atas كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan مِّمَّنْ mimman dari orang (makhluk) خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah ciptakan تَفْضِيلًۭا tafḍīlan kelebihan
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan 1, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
يَوْمَ yawma pada hari نَدْعُوا۟ nadʿū Kami memanggil كُلَّ kulla tiap-tiap أُنَاسٍۭ unāsin manusia بِإِمَـٰمِهِمْ ۖ bi-imāmihim dengan pemimpin mereka فَمَنْ faman maka barangsiapa أُوتِىَ ūtiya diberikan كِتَـٰبَهُۥ kitābahu kitabnya/catatannya بِيَمِينِهِۦ biyamīnihi dengan tangan kanannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَقْرَءُونَ yaqraūna mereka akan membaca كِتَـٰبَهُمْ kitābahum kitab/catatan mereka وَلَا walā dan tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya فَتِيلًۭا fatīlan sedikitpun
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.
وَمَن waman dan barangsiapa كَانَ kāna adalah فِى fī di هَـٰذِهِۦٓ hādhihi (dunia) ini أَعْمَىٰ aʿmā buta فَهُوَ fahuwa maka dia فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَعْمَىٰ aʿmā lebih buta وَأَضَلُّ wa-aḍallu dan dia lebih tersesat سَبِيلًۭا sabīlan jalan
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
وَإِن wa-in dan bahwa كَادُوا۟ kādū hampir-hampir mereka لَيَفْتِنُونَكَ layaftinūnaka sungguh mereka akan memfitnah kamu عَنِ ʿani dari ٱلَّذِىٓ alladhī (apa) yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu لِتَفْتَرِىَ litaftariya agar kamu mengada-adakan عَلَيْنَا ʿalaynā atas/terhadap kami غَيْرَهُۥ ۖ ghayrahu lainnya وَإِذًۭا wa-idhan dan jika demikian لَّٱتَّخَذُوكَ la-ittakhadhūka tentu mereka mengambil kamu خَلِيلًۭا khalīlan teman setia
Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
وَلَوْلَآ walawlā dan kalau tidak أَن an bahwa ثَبَّتْنَـٰكَ thabbatnāka Kami tetapkan kamu لَقَدْ laqad sesungguhnya كِدتَّ kidtta kamu hampir تَرْكَنُ tarkanu condong إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikit قَلِيلًا qalīlan sedikit
Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
إِذًۭا idhan jika demikian لَّأَذَقْنَـٰكَ la-adhaqnāka niscaya Kami rasakan kepadamu ضِعْفَ ḍiʿ'fa lipat ganda ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati waktu hidup وَضِعْفَ waḍiʿ'fa dan berlipat ganda ٱلْمَمَاتِ l-mamāti sesudah mati ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak تَجِدُ tajidu kamu mendapatkan لَكَ laka bagimu عَلَيْنَا ʿalaynā atas/terhadap Kami نَصِيرًۭا naṣīran seorang penolong
kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.
وَإِن wa-in dan bahwa كَادُوا۟ kādū hampir-hampir mereka لَيَسْتَفِزُّونَكَ layastafizzūnaka sungguh mereka membuat gelisah kamu مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri لِيُخْرِجُوكَ liyukh'rijūka untuk mengeluarkan/mengusir kamu مِنْهَا ۖ min'hā dari padanya وَإِذًۭا wa-idhan dan jika demikian لَّا lā tidak يَلْبَثُونَ yalbathūna mereka tinggal/berdiam خِلَـٰفَكَ khilāfaka belakang/sepeninggalanmu إِلَّا illā melainkan قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar
Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu darinya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja 1.
سُنَّةَ sunnata ketetapan مَن man orang (Rasul) قَدْ qad sungguh أَرْسَلْنَا arsalnā telah Kami utus قَبْلَكَ qablaka sebelum kamu مِن min dari رُّسُلِنَا ۖ rusulinā Rasul-Rasul Kami وَلَا walā dan tidak تَجِدُ tajidu kamu mendapatkan لِسُنَّتِنَا lisunnatinā bagi ketetapan Kami تَحْوِيلًا taḥwīlan perobahan
(Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu 1 dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.
أَقِمِ aqimi dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat لِدُلُوكِ lidulūki dari tergelincir ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari إِلَىٰ ilā sampai غَسَقِ ghasaqi gelap ٱلَّيْلِ al-layli malam وَقُرْءَانَ waqur'āna dan bacaan ٱلْفَجْرِ ۖ l-fajri fajar إِنَّ inna sesungguhnya قُرْءَانَ qur'āna bacaan ٱلْفَجْرِ l-fajri fajar كَانَ kāna adalah مَشْهُودًۭا mashhūdan disaksikan
Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh 1 itu disaksikan (oleh malaikat).
وَمِنَ wamina dan dari/sebagian ٱلَّيْلِ al-layli malam فَتَهَجَّدْ fatahajjad bersholat tahajjudlah kamu بِهِۦ bihi dengannya نَافِلَةًۭ nāfilatan sholat sunnat لَّكَ laka bagimu عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an akan يَبْعَثَكَ yabʿathaka membangkitkan/mengangkat kamu رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مَقَامًۭا maqāman tempat مَّحْمُودًۭا maḥmūdan terpuji
Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku أَدْخِلْنِى adkhil'nī masukanlah aku مُدْخَلَ mud'khala tempat masuk صِدْقٍۢ ṣid'qin benar وَأَخْرِجْنِى wa-akhrij'nī dan keluarkanlah aku مُخْرَجَ mukh'raja tempat keluar صِدْقٍۢ ṣid'qin benar وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikanlah لِّى lī bagiku مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi-Mu سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan نَّصِيرًۭا naṣīran penolong
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong 1.
وَقُلْ waqul dan katakanlah جَآءَ jāa telah datang ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar وَزَهَقَ wazahaqa dan telah lenyap ٱلْبَـٰطِلُ ۚ l-bāṭilu batil إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila yang batil كَانَ kāna adalah زَهُوقًۭا zahūqan lenyap
Dan katakanlah, "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
وَنُنَزِّلُ wanunazzilu dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an مَا mā apa هُوَ huwa dia/sesuatu شِفَآءٌۭ shifāon obat وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman وَلَا walā dan tidak يَزِيدُ yazīdu menambah ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim إِلَّا illā selain خَسَارًۭا khasāran kerugian
Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ān suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`ān itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami beri kesenangan عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْإِنسَـٰنِ l-insāni manusia أَعْرَضَ aʿraḍa dia berpaling وَنَـَٔا wanaā dan dia menjauhkan diri بِجَانِبِهِۦ ۖ bijānibihi disampingnya وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّهُ massahu menimpanya ٱلشَّرُّ l-sharu kejahatan/kesusahan كَانَ kāna adalah dia يَـُٔوسًۭا yaūsan berputus asa
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya berpalinglah dia dan membelakang dengan sikap yang sombong dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.
قُلْ qul katakanlah كُلٌّۭ kullun tiap-tiap (orang) يَعْمَلُ yaʿmalu bekerja عَلَىٰ ʿalā atas/menurut شَاكِلَتِهِۦ shākilatihi keadaannya فَرَبُّكُمْ farabbukum maka Tuhanmu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَنْ biman dengan/kepada siapa هُوَ huwa dia أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk/benar سَبِيلًۭا sabīlan jalan
Katakanlah, "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya 1 masing-masing". Maka Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلرُّوحِ ۖ l-rūḥi roh قُلِ quli katakanlah ٱلرُّوحُ l-rūḥu roh مِنْ min dari أَمْرِ amri urusan رَبِّى rabbī Tuhanku وَمَآ wamā dan tidaklah أُوتِيتُم ūtītum kamu diberi مِّنَ mina daripada ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi pengetahuan إِلَّا illā melainkan قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit".
وَلَئِن wala-in dan sesungguhnya jika شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَنَذْهَبَنَّ lanadhhabanna sungguh Kami akan hilangkan بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan/apa yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā telah Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak تَجِدُ tajidu kamu mendapatkan لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengan/tentang itu عَلَيْنَا ʿalaynā atas/terhadap Kami وَكِيلًا wakīlan penolong
Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,
إِلَّا illā kecuali رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu إِنَّ inna sesungguhnya فَضْلَهُۥ faḍlahu karunia-Nya كَانَ kāna adalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu كَبِيرًۭا kabīran besar
kecuali karena rahmat dari Tuhan-mu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah besar.
قُل qul katakanlah لَّئِنِ la-ini sesungguhnya jika ٱجْتَمَعَتِ ij'tamaʿati berkumpul ٱلْإِنسُ l-insu manusia وَٱلْجِنُّ wal-jinu dan jin عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an bahwa يَأْتُوا۟ yatū mendatangkan/membuat بِمِثْلِ bimith'li dengan yang serupa هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an لَا lā tidak يَأْتُونَ yatūna mereka mendatangkan/membuat بِمِثْلِهِۦ bimith'lihi dengan yang serupa وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka لِبَعْضٍۢ libaʿḍin bagi sebagian yang lain ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong/pembantu
Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur`ān ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekali pun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَا ṣarrafnā Kami telah mengulang-ulang لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia فِى fī di هَـٰذَا hādhā dalam ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap مَثَلٍۢ mathalin perumpamaan فَأَبَىٰٓ fa-abā maka/tetapi enggan أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia إِلَّا illā kecuali كُفُورًۭا kufūran ingkar
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur`ān ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai, kecuali mengingkari(nya).
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَن lan tidak نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman لَكَ laka kepadamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَفْجُرَ tafjura kamu memancarkan لَنَا lanā untuk kami مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَنۢبُوعًا yanbūʿan mata air
Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami,
أَوْ aw atau تَكُونَ takūna adalah لَكَ laka bagimu جَنَّةٌۭ jannatun kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin korma وَعِنَبٍۢ waʿinabin dan anggur فَتُفَجِّرَ fatufajjira lalu kamu alirkan ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai خِلَـٰلَهَا khilālahā di celah-celahnya تَفْجِيرًا tafjīran terpancar
atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,
أَوْ aw atau تُسْقِطَ tus'qiṭa kamu menjatuhkan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit كَمَا kamā sebagaimana زَعَمْتَ zaʿamta kamu katakan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami كِسَفًا kisafan berkeping-keping أَوْ aw atau تَأْتِىَ tatiya kamu mendatangkan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan Malaikat قَبِيلًا qabīlan berhadap-hadapan
atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.
أَوْ aw atau يَكُونَ yakūna adalah لَكَ laka bagimu بَيْتٌۭ baytun sebuah rumah مِّن min dari زُخْرُفٍ zukh'rufin perhiasan (emas) أَوْ aw atau تَرْقَىٰ tarqā kamu naik فِى fī di/ke ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَلَن walan dan kami tidak نُّؤْمِنَ nu'mina beriman لِرُقِيِّكَ liruqiyyika akan kenaikanmu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تُنَزِّلَ tunazzila kamu menurunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami كِتَـٰبًۭا kitāban kitab نَّقْرَؤُهُۥ ۗ naqra-uhu kami membacanya قُلْ qul katakanlah سُبْحَانَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّى rabbī Tuhanku هَلْ hal bukankah كُنتُ kuntu adalah aku إِلَّا illā kecuali/hanya بَشَرًۭا basharan seorang manusia رَّسُولًۭا rasūlan Rasul
Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". Katakanlah, "Maha Suci Tuhan-ku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"
وَمَا wamā dan tidak ada مَنَعَ manaʿa yang menghalangi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَن an bahwa يُؤْمِنُوٓا۟ yu'minū mereka beriman إِذْ idh tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan أَبَعَثَ abaʿatha adakah mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah بَشَرًۭا basharan seorang manusia رَّسُولًۭا rasūlan Rasul
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka, "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?"
قُل qul katakanlah لَّوْ law jikalau كَانَ kāna ada فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مَلَـٰٓئِكَةٌۭ malāikatun Malaikat يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan-jalan مُطْمَئِنِّينَ muṭ'ma-innīna tenteram لَنَزَّلْنَا lanazzalnā niscaya Kami turunkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَلَكًۭا malakan Malaikat رَّسُولًۭا rasūlan Rasul
Katakanlah, "Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul".
قُلْ qul katakanlah كَفَىٰ kafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۢا shahīdan jadi saksi بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكُمْ ۚ wabaynakum dan antara kamu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan/terhadap hamba-hamba-Nya خَبِيرًۢا khabīran Maha Mengetahui بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat
Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".
وَمَن waman dan barangsiapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَهُوَ fahuwa maka dia ٱلْمُهْتَدِ ۖ l-muh'tadi orang yang mendapat petunjuk وَمَن waman dan barangsiapa يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia menyesatkan فَلَن falan maka tidak akan تَجِدَ tajida kamu mendapat لَهُمْ lahum bagi mereka أَوْلِيَآءَ awliyāa penolong مِن min dari دُونِهِۦ ۖ dūnihi selain Dia وَنَحْشُرُهُمْ wanaḥshuruhum dan kami akan kumpulkan mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عَلَىٰ ʿalā atas وُجُوهِهِمْ wujūhihim muka-muka mereka عُمْيًۭا ʿum'yan buta وَبُكْمًۭا wabuk'man dan bisu وَصُمًّۭا ۖ waṣumman dan tuli مَّأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka Jahannam كُلَّمَا kullamā setiap kali خَبَتْ khabat padam زِدْنَـٰهُمْ zid'nāhum Kami tambahkan kepada mereka سَعِيرًۭا saʿīran nyala api
Dan barang siapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang Dia sesatkan, maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu جَزَآؤُهُم jazāuhum balasan mereka بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat kami وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah bila كُنَّا kunnā adalah kami عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang-belulang وَرُفَـٰتًا warufātan dan benda-benda yang hancur أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna pasti dibangkitkan خَلْقًۭا khalqan makhluk جَدِيدًا jadīdan baru
Itulah balasan bagi mereka karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, "Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?"
۞ أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi قَادِرٌ qādirun berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an bahwa يَخْلُقَ yakhluqa menciptakan مِثْلَهُمْ mith'lahum serupa dengan mereka وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan لَهُمْ lahum bagi mereka أَجَلًۭا ajalan waktu tertentu لَّا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi di dalamnya/padanya فَأَبَى fa-abā maka/tetapi enggan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِلَّا illā kecuali كُفُورًۭا kufūran ingkar
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka dan telah menetapkan waktu yang tertentu 1 bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki, kecuali kekafiran.
قُل qul katakanlah لَّوْ law kalau seandainya أَنتُمْ antum kamu تَمْلِكُونَ tamlikūna kamu memiliki/menguasai خَزَآئِنَ khazāina perbendaharaan رَحْمَةِ raḥmati rahmat رَبِّىٓ rabbī Tuhanku إِذًۭا idhan jika demikian لَّأَمْسَكْتُمْ la-amsaktum niscaya kamu menahan خَشْيَةَ khashyata takut ٱلْإِنفَاقِ ۚ l-infāqi membelanjakan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia قَتُورًۭا qatūran sangat kikir
Katakanlah, "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhan-ku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan karena takut membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan مُوسَىٰ mūsā Musa تِسْعَ tis'ʿa sembilan ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ ۖ bayyinātin yang jelas فَسْـَٔلْ fasal maka tanyakanlah بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil إِذْ idh tatkala جَآءَهُمْ jāahum dia datang kepada mereka فَقَالَ faqāla maka berkata لَهُۥ lahu kepadanya فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun إِنِّى innī sesungguhnya aku لَأَظُنُّكَ la-aẓunnuka sungguh aku menyangka kamu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa مَسْحُورًۭا masḥūran orang yang tersihir
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata 1, maka tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl, tatkala Musa datang kepada mereka, lalu Firʻawn berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir".
قَالَ qāla (Musa) berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتَ ʿalim'ta kamu telah mengetahui مَآ mā tidak أَنزَلَ anzala menurunkan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu (sembilan ayat) إِلَّا illā melainkan رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi بَصَآئِرَ baṣāira terang/nyata وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku لَأَظُنُّكَ la-aẓunnuka sungguh aku menyangka kamu يَـٰفِرْعَوْنُ yāfir'ʿawnu hai fir'aun مَثْبُورًۭا mathbūran orang yang binasa
Musa menjawab, "Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu, kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Firʻawn , seorang yang akan binasa".
فَأَرَادَ fa-arāda maka dia hendak أَن an bahwa يَسْتَفِزَّهُم yastafizzahum dia akan mengusir mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ini فَأَغْرَقْنَـٰهُ fa-aghraqnāhu maka Kami tenggelamkan dia وَمَن waman dan orang مَّعَهُۥ maʿahu bersama dia جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
Kemudian (Firʻawn ) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Firʻawn ) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,
وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya itu لِبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱسْكُنُوا۟ us'kunū berdiamlah kamu ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang وَعْدُ waʿdu janji ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat جِئْنَا ji'nā Kami datangkan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian لَفِيفًۭا lafīfan bercampur baur
dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Isrā`īl, "Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu)".
وَبِٱلْحَقِّ wabil-ḥaqi dan dengan kebenaran أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya وَبِٱلْحَقِّ wabil-ḥaqi dan dengan kebenaran نَزَلَ ۗ nazala dia turun وَمَآ wamā dan tidaklah أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā melainkan مُبَشِّرًۭا mubashiran pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan
Dan Kami turunkan (Al-Qur`ān) itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur`ān itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
وَقُرْءَانًۭا waqur'ānan dan Al-Qur'an فَرَقْنَـٰهُ faraqnāhu Kami pisah-pisahkannya لِتَقْرَأَهُۥ litaqra-ahu supaya kamu membacakannya عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَلَىٰ ʿalā atas مُكْثٍۢ muk'thin berangsur-angsur وَنَزَّلْنَـٰهُ wanazzalnāhu dan Kami turunkannya تَنزِيلًۭا tanzīlan turun-menurun/terus-menerus
Dan Al-Qur`ān itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
قُلْ qul katakanlah ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya أَوْ aw atau لَا lā tidak تُؤْمِنُوٓا۟ ۚ tu'minū kamu beriman إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu مِن min dari قَبْلِهِۦٓ qablihi sebelumnya إِذَا idhā apabila يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka يَخِرُّونَ yakhirrūna mereka tersungkur لِلْأَذْقَانِ lil'adhqāni bagi/atas/dagu/muka سُجَّدًۭا sujjadan bersujud
Katakanlah, "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur`ān dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّنَآ rabbinā Tuhan kami إِن in sesungguhnya كَانَ kāna adalah وَعْدُ waʿdu janji رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami لَمَفْعُولًۭا lamafʿūlan pasti dilaksanakan
dan mereka berkata, "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".
وَيَخِرُّونَ wayakhirrūna dan mereka tersungkur لِلْأَذْقَانِ lil'adhqāni bagi/atas/dagu/muka يَبْكُونَ yabkūna mereka menangis وَيَزِيدُهُمْ wayazīduhum dan menambah mereka خُشُوعًۭا ۩ khushūʿan khusyu
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.
قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū serulah ٱللَّهَ l-laha Allah أَوِ awi atau ٱدْعُوا۟ id'ʿū serulah ٱلرَّحْمَـٰنَ ۖ l-raḥmāna ar-rahman أَيًّۭا ayyan mana saja مَّا mā apa (nama) تَدْعُوا۟ tadʿū kamu seru فَلَهُ falahu maka bagi-Nya ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā yang baik وَلَا walā dan jangan تَجْهَرْ tajhar kamu mengeraskan بِصَلَاتِكَ biṣalātika dengan sholatmu وَلَا walā dan jangan تُخَافِتْ tukhāfit kamu merendahkan بِهَا bihā dengannya وَٱبْتَغِ wa-ib'taghi dan carilah olehmu بَيْنَ bayna antara ذَٰلِكَ dhālika demikian itu سَبِيلًۭا sabīlan jalan
Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Raḥman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -‘Asmā ‘ul ῌusnā (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu, dan janganlah pula merendahkannya 1, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".
وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَمْ lam Dia tidak يَتَّخِذْ yattakhidh mengambil وَلَدًۭا waladan seorang anak وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun ada لَّهُۥ lahu bagi-Nya شَرِيكٌۭ sharīkun sekutu فِى fī dalam ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun ada لَّهُۥ lahu bagi-Nya وَلِىٌّۭ waliyyun penolong/pembantu مِّنَ mina dari ٱلذُّلِّ ۖ l-dhuli kehinaan وَكَبِّرْهُ wakabbir'hu dan agungkanlah Dia تَكْبِيرًۢا takbīran sebesar-besarnya
Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong, dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.