الكهف
Al-Kahf
Para Penghuni Gua Makkiyah
Memuat audio qari…
ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala telah menurunkan عَلَىٰ ʿalā atas/kepada عَبْدِهِ ʿabdihi hambaNya ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَلَمْ walam dan tidak يَجْعَل yajʿal Dia menjadikan لَّهُۥ lahu baginya عِوَجَاۜ ʿiwajā bengkok
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Alkitab (Al-Qur`ān), dan Dia tidak mengadakan kebengkokan 1 di dalamnya;
قَيِّمًۭا qayyiman yang lurus لِّيُنذِرَ liyundhira untuk memberi peringatan بَأْسًۭا basan siksaan شَدِيدًۭا shadīdan sangat keras مِّن min dari لَّدُنْهُ ladun'hu sisiNya وَيُبَشِّرَ wayubashira dan ia memberi kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh أَنَّ anna bahwasanya لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرًا ajran pahala حَسَنًۭا ḥasanan yang baik
sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
مَّـٰكِثِينَ mākithīna mereka kekal فِيهِ fīhi didalamnya أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
وَيُنذِرَ wayundhira dan ia memberi peringatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَدًۭا waladan seorang anak
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak".
مَّا mā tidaklah لَهُم lahum bagi mereka بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan وَلَا walā dan tidak لِـَٔابَآئِهِمْ ۚ liābāihim bagi bapak-bapak/nenek moyang mereka كَبُرَتْ kaburat alangkah besar/jelek كَلِمَةًۭ kalimatan perkataan تَخْرُجُ takhruju keluar مِنْ min dari أَفْوَٰهِهِمْ ۚ afwāhihim mulut mereka إِن in tidaklah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan إِلَّا illā kecuali كَذِبًۭا kadhiban dusta
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
فَلَعَلَّكَ falaʿallaka maka barangkali kamu بَـٰخِعٌۭ bākhiʿun merusak/membunuh diri نَّفْسَكَ nafsaka dirimu عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِمْ āthārihim sepeninggal/bekas mereka إِن in jika لَّمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهَـٰذَا bihādhā dengan/kepada ini ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi keterangan أَسَفًا asafan penyesalan
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur`ān).
إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan مَا mā apa عَلَى ʿalā diatas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi زِينَةًۭ zīnatan perhiasan لَّهَا lahā baginya لِنَبْلُوَهُمْ linabluwahum Kami hendak menguji mereka أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik عَمَلًۭا ʿamalan perbuatan
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَجَـٰعِلُونَ lajāʿilūna sungguh telah menjadikan مَا mā apa عَلَيْهَا ʿalayhā diatasnya صَعِيدًۭا ṣaʿīdan tanah جُرُزًا juruzan tandus/gersang
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
أَمْ am ataukah حَسِبْتَ ḥasib'ta kamu mengira أَنَّ anna bahwasanya أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua وَٱلرَّقِيمِ wal-raqīmi dan batu bertulis كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِنْ min dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami عَجَبًا ʿajaban mengagumkan
Apakah kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqīm 1 itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
إِذْ idh tatkala أَوَى awā mencari tempat perlindungan ٱلْفِتْيَةُ l-fit'yatu pemuda-pemuda إِلَى ilā kedalam ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata/berdoa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَاتِنَا ātinā berilah kami مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi-Mu رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat وَهَيِّئْ wahayyi dan sediakanlah لَنَا lanā bagi kami مِنْ min dari/bagi أَمْرِنَا amrinā urusan kami رَشَدًۭا rashadan petunjuk yang lurus
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa, "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
فَضَرَبْنَا faḍarabnā maka Kami jadikan tutup عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka فِى fī didalam ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua سِنِينَ sinīna beberapa tahun عَدَدًۭا ʿadadan berbilang
Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu 1,
ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَـٰهُمْ baʿathnāhum Kami bangunkan mereka لِنَعْلَمَ linaʿlama karena Kami hendak mengetahui أَىُّ ayyu manakah ٱلْحِزْبَيْنِ l-ḥiz'bayni dua golongan أَحْصَىٰ aḥṣā lebih tepat menghitung لِمَا limā bagi apa لَبِثُوٓا۟ labithū mereka berdiam أَمَدًۭا amadan panjang/lama
Kemudian, Kami bangunkan mereka agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu 1 yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).
نَّحْنُ naḥnu Kami نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu نَبَأَهُم naba-ahum cerita mereka بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan sebenarnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka فِتْيَةٌ fit'yatun pemuda-pemuda ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka وَزِدْنَـٰهُمْ wazid'nāhum dan Kami tambahkan mereka هُدًۭى hudan petunjuk
Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;
وَرَبَطْنَا warabaṭnā dan Kami meneguhkan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka إِذْ idh tatkala قَامُوا۟ qāmū mereka berdiri فَقَالُوا۟ faqālū maka/lalu mereka berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami رَبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَن lan tidak نَّدْعُوَا۟ nadʿuwā kami menyeru مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia إِلَـٰهًۭا ۖ ilāhan Tuhan لَّقَدْ laqad sesungguhnya قُلْنَآ qul'nā kami telah mengatakan إِذًۭا idhan jika demikian شَطَطًا shaṭaṭan jauh dari kebenaran
dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri 1, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini قَوْمُنَا qawmunā kaum kami ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia ءَالِهَةًۭ ۖ ālihatan tuhan-tuhan لَّوْلَا lawlā mengapa tidak يَأْتُونَ yatūna mereka datang/kemukakan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِسُلْطَـٰنٍۭ bisul'ṭānin dengan alasan/kekuasaan بَيِّنٍۢ ۖ bayyinin terang/nyata فَمَنْ faman maka siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban kedustaan
Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
وَإِذِ wa-idhi dan apabila ٱعْتَزَلْتُمُوهُمْ iʿ'tazaltumūhum kamu meninggalkan mereka وَمَا wamā dan apa يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka sembah إِلَّا illā melainkan ٱللَّهَ l-laha Allah فَأْوُۥٓا۟ fawū maka carilah tempat perlindungan إِلَى ilā kedalam ٱلْكَهْفِ l-kahfi gua يَنشُرْ yanshur akan menyebarkan/melimpahkan لَكُمْ lakum bagi kalian رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian مِّن min dari رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmatNya وَيُهَيِّئْ wayuhayyi dan Dia akan menyediakan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَمْرِكُم amrikum urusanmu مِّرْفَقًۭا mir'faqan suatu yang berguna
Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhan-mu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu 1.
۞ وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari إِذَا idhā ketika طَلَعَت ṭalaʿat ia terbit تَّزَٰوَرُ tazāwaru miring/condong عَن ʿan dari كَهْفِهِمْ kahfihim gua mereka ذَاتَ dhāta disebelah ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan وَإِذَا wa-idhā dan ketika غَرَبَت gharabat ia terbenam تَّقْرِضُهُمْ taqriḍuhum meninggalkan mereka ذَاتَ dhāta disebelah ٱلشِّمَالِ l-shimāli kiri وَهُمْ wahum dan mereka فِى fī dalam فَجْوَةٍۢ fajwatin tempat yang lurus مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya (gua) ذَٰلِكَ dhālika demikian مِنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah مَن man barang siapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَهُوَ fahuwa maka dia ٱلْمُهْتَدِ ۖ l-muh'tadi orang yang mendapat petunjuk وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia sesatkan فَلَن falan maka tidak akan تَجِدَ tajida kamu mendapatkan لَهُۥ lahu baginya/kepadanya وَلِيًّۭا waliyyan pemimpin مُّرْشِدًۭا mur'shidan yang memberi petunjuk
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
وَتَحْسَبُهُمْ wataḥsabuhum dan kamu mengira أَيْقَاظًۭا ayqāẓan bangun وَهُمْ wahum dan/sedang mereka رُقُودٌۭ ۚ ruqūdun tidur وَنُقَلِّبُهُمْ wanuqallibuhum dan Kami membolak-balikkan mereka ذَاتَ dhāta sebelah ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan وَذَاتَ wadhāta dan sebelah ٱلشِّمَالِ ۖ l-shimāli kiri وَكَلْبُهُم wakalbuhum dan/sedang anjing mereka بَـٰسِطٌۭ bāsiṭun mengulurkan ذِرَاعَيْهِ dhirāʿayhi kedua lengannya بِٱلْوَصِيدِ ۚ bil-waṣīdi dihalaman (pintu gua) لَوِ lawi jika ٱطَّلَعْتَ iṭṭalaʿta kamu melihat عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لَوَلَّيْتَ lawallayta tentu kamu berpaling مِنْهُمْ min'hum dari mereka فِرَارًۭا firāran melarikan diri وَلَمُلِئْتَ walamuli'ta dan tentu kamu dipenuhi مِنْهُمْ min'hum dari/terhadap mereka رُعْبًۭا ruʿ'ban ketakutan
Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah بَعَثْنَـٰهُمْ baʿathnāhum Kami bangunkan mereka لِيَتَسَآءَلُوا۟ liyatasāalū agar mereka saling bertanya بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka قَالَ qāla berkata قَآئِلٌۭ qāilun seorang yang berkata مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka كَمْ kam berapa لَبِثْتُمْ ۖ labith'tum kamu berdiam قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab لَبِثْنَا labith'nā kami berdiam يَوْمًا yawman hari أَوْ aw atau بَعْضَ baʿḍa sebagian يَوْمٍۢ ۚ yawmin hari قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa لَبِثْتُمْ labith'tum kamu berdiam فَٱبْعَثُوٓا۟ fa-ib'ʿathū maka suruhlah أَحَدَكُم aḥadakum salah seorang diantara kamu بِوَرِقِكُمْ biwariqikum dengan uang perakmu هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini إِلَى ilā ke ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota فَلْيَنظُرْ falyanẓur maka lihatlah/perlihatkan أَيُّهَآ ayyuhā manakah أَزْكَىٰ azkā lebih suci/bersih طَعَامًۭا ṭaʿāman makanan فَلْيَأْتِكُم falyatikum maka hendaklah dia membawa untukmu بِرِزْقٍۢ biriz'qin dengan/sebagian rezki مِّنْهُ min'hu daripadanya وَلْيَتَلَطَّفْ walyatalaṭṭaf dan hendaklah dia bersikap lemah lembut وَلَا walā dan janganlah يُشْعِرَنَّ yush'ʿiranna dia memberitahukan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian أَحَدًا aḥadan satu/seorang
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka, Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi), "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut, dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorang pun.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya إِن in jika يَظْهَرُوا۟ yaẓharū mereka melihat/mengetahui عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian يَرْجُمُوكُمْ yarjumūkum mereka akan melempar kamu أَوْ aw atau يُعِيدُوكُمْ yuʿīdūkum mereka akan mengembalikan فِى fī dalam مِلَّتِهِمْ millatihim agama mereka وَلَن walan dan tidak تُفْلِحُوٓا۟ tuf'liḥū kamu beruntung إِذًا idhan jika demikian أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu atau memaksamu kembali kepada agama mereka dan jika demikian, niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya".
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَعْثَرْنَا aʿtharnā Kami perlihatkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لِيَعْلَمُوٓا۟ liyaʿlamū agar mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata kiamat لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَآ fīhā didalamnya/padanya إِذْ idh ketika يَتَنَـٰزَعُونَ yatanāzaʿūna mereka berbantah/berselisih بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَمْرَهُمْ ۖ amrahum urusan mereka فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata ٱبْنُوا۟ ib'nū bangunan/didirikan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بُنْيَـٰنًۭا ۖ bun'yānan bangunan رَّبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِهِمْ ۚ bihim dengan/tentang mereka قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang غَلَبُوا۟ ghalabū (mereka) mengalahkan/menguasai عَلَىٰٓ ʿalā atas أَمْرِهِمْ amrihim urusan mereka لَنَتَّخِذَنَّ lanattakhidhanna sungguh pasti akan jadikan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّسْجِدًۭا masjidan tempat beribadah
Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka agar manusia itu mengetahui bahwa janji Allah itu benar dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka 1, orang-orang itu berkata, "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".
سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan ثَلَـٰثَةٌۭ thalāthatun bertiga/tiga orang رَّابِعُهُمْ rābiʿuhum keempat mereka كَلْبُهُمْ kalbuhum anjing mereka وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan خَمْسَةٌۭ khamsatun berlima/lima orang سَادِسُهُمْ sādisuhum keenam mereka كَلْبُهُمْ kalbuhum anjing mereka رَجْمًۢا rajman terkaan بِٱلْغَيْبِ ۖ bil-ghaybi dengan/terhadap yang gaib وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan سَبْعَةٌۭ sabʿatun bertujuh/tujuh orang وَثَامِنُهُمْ wathāminuhum dan kedelapan mereka كَلْبُهُمْ ۚ kalbuhum anjing mereka قُل qul katakanlah رَّبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِعِدَّتِهِم biʿiddatihim dengan/tentang bilangan/jumlah mereka مَّا mā tidak ada يَعْلَمُهُمْ yaʿlamuhum mengetahui mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلٌۭ ۗ qalīlun sedikit فَلَا falā maka janganlah تُمَارِ tumāri kamu bertengkar فِيهِمْ fīhim tentang mereka إِلَّا illā kecuali مِرَآءًۭ mirāan pertengkaran ظَـٰهِرًۭا ẓāhiran lahir وَلَا walā dan jangan تَسْتَفْتِ tastafti kamu menanyakan فِيهِم fīhim tentang mereka مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka أَحَدًۭا aḥadan satu/seorang
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan 1 (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya dan (yang lain) mengatakan, "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib dan (yang lain lagi) mengatakan, "(jumlah mereka) tujuh orang yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah, "Tuhan-ku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu, janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.
وَلَا walā dan jangan تَقُولَنَّ taqūlanna kamu mengatakan لِشَا۟ىْءٍ lishāy'in kepada sesuatu إِنِّى innī sesungguhnya aku فَاعِلٌۭ fāʿilun mengerjakan ذَٰلِكَ dhālika itu غَدًا ghadan besok
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,
إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَٱذْكُر wa-udh'kur dan ingatlah رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu إِذَا idhā jika نَسِيتَ nasīta kamu lupa وَقُلْ waqul dan katakanlah عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an akan يَهْدِيَنِ yahdiyani memberi petunjuk kepadaku رَبِّى rabbī Tuhanku لِأَقْرَبَ li-aqraba untuk yang lebih dekat مِنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini رَشَدًۭا rashadan petunjuk/kebenaran
kecuali (dengan menyebut), "Insyaallah 1". Dan ingatlah kepada Tuhan-mu jika kamu lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan, Tuhan-ku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari ini".
وَلَبِثُوا۟ walabithū mereka berdiam فِى fī dalam كَهْفِهِمْ kahfihim gua mereka ثَلَـٰثَ thalātha tiga مِا۟ئَةٍۢ mi-atin ratus سِنِينَ sinīna beberapa tahun وَٱزْدَادُوا۟ wa-iz'dādū dan mereka menambahkan تِسْعًۭا tis'ʿan sembilan
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa/berapa lama لَبِثُوا۟ ۖ labithū mereka berdiam لَهُۥ lahu bagi Nya غَيْبُ ghaybu kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi أَبْصِرْ abṣir alangkah terang penglihatan بِهِۦ bihi denganNya وَأَسْمِعْ ۚ wa-asmiʿ dan alangkah tajam pendengaran مَا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak يُشْرِكُ yush'riku Dia bersekutu فِى fī dalam حُكْمِهِۦٓ ḥuk'mihi hukum-Nya/keputusan-Nya أَحَدًۭا aḥadan seseorang
Katakanlah, "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".
وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah مَآ mā apa أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari كِتَابِ kitābi Kitab رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu لَا lā tidak ada مُبَدِّلَ mubaddila dapat merubah لِكَلِمَـٰتِهِۦ likalimātihi bagi kalimat-kalimatNya وَلَن walan dan tidak تَجِدَ tajida kamu mendapatkan مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain-Nya مُلْتَحَدًۭا mul'taḥadan tempat berlindung
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al-Qur`ān). Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari-Nya.
وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah نَفْسَكَ nafsaka dirimu مَعَ maʿa bersama-sama ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِٱلْغَدَوٰةِ bil-ghadati di waktu pagi وَٱلْعَشِىِّ wal-ʿashiyi dan petang يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki/mengharapkan وَجْهَهُۥ ۖ wajhahu wajah/keridhaan-Nya وَلَا walā dan jangan تَعْدُ taʿdu kamu melewati batas/berpaling عَيْنَاكَ ʿaynāka kedua matamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka تُرِيدُ turīdu kamu menghendaki زِينَةَ zīnata perhiasan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَا walā dan jangan تُطِعْ tuṭiʿ kamu taat/mengikuti مَنْ man orang أَغْفَلْنَا aghfalnā Kami telah lalaikan قَلْبَهُۥ qalbahu hatinya عَن ʿan dari ذِكْرِنَا dhik'rinā mengingat Kami وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan dia mengikuti هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُهُۥ amruhu urusannya فُرُطًۭا furuṭan melewati batas
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-nya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَمَن faman maka barangsiapa شَآءَ shāa menghendaki فَلْيُؤْمِن falyu'min maka berimanlah وَمَن waman dan barang siapa شَآءَ shāa menghendaki فَلْيَكْفُرْ ۚ falyakfur maka kafirlah إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami telah menyediakan لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim نَارًا nāran neraka أَحَاطَ aḥāṭa meliputi بِهِمْ bihim dengan mereka سُرَادِقُهَا ۚ surādiquhā asapnya/gejolaknya وَإِن wa-in dan jika يَسْتَغِيثُوا۟ yastaghīthū mereka meminta minum يُغَاثُوا۟ yughāthū mereka diberi minum بِمَآءٍۢ bimāin dengan air كَٱلْمُهْلِ kal-muh'li seperti logam yang mendidih يَشْوِى yashwī menghanguskan ٱلْوُجُوهَ ۚ l-wujūha wajah-wajah بِئْسَ bi'sa paling jelek ٱلشَّرَابُ l-sharābu minuman وَسَآءَتْ wasāat dan paling buruk مُرْتَفَقًا mur'tafaqan tempat istirahat
Dan katakanlah, "Kebenaran itu datangnya dari Tuhan-mu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh إِنَّا innā sesungguhnya Kami لَا lā tidak نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala مَنْ man orang أَحْسَنَ aḥsana lebih baik عَمَلًا ʿamalan amal(nya)
Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمُ taḥtihimu bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai يُحَلَّوْنَ yuḥallawna mereka diberi perhiasan فِيهَا fīhā didalamnya مِنْ min dari أَسَاوِرَ asāwira gelang-gelang مِن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَيَلْبَسُونَ wayalbasūna dan mereka memakai ثِيَابًا thiyāban pakaian خُضْرًۭا khuḍ'ran hijau مِّن min dari سُندُسٍۢ sundusin sutra halus وَإِسْتَبْرَقٍۢ wa-is'tabraqin dan sutra tebal مُّتَّكِـِٔينَ muttakiīna mereka duduk فِيهَا fīhā didalamnya عَلَى ʿalā diatas ٱلْأَرَآئِكِ ۚ l-arāiki kursi panjang yang indah نِعْمَ niʿ'ma sebaik-baik nikmat ٱلثَّوَابُ l-thawābu pahala وَحَسُنَتْ waḥasunat dan bagus/indah مُرْتَفَقًۭا mur'tafaqan tempat istirahat
Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ʻAdn mengalir sungai-sungai di bawahnya dalam surga itu, mereka dihiasi dengan gelang mas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;
۞ وَٱضْرِبْ wa-iḍ'rib dan buatlah لَهُم lahum bagi mereka مَّثَلًۭا mathalan perumpamaan رَّجُلَيْنِ rajulayni dua orang laki-laki جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لِأَحَدِهِمَا li-aḥadihimā bagi seorang diantara keduanya جَنَّتَيْنِ jannatayni dua kebun مِنْ min dari أَعْنَـٰبٍۢ aʿnābin anggur وَحَفَفْنَـٰهُمَا waḥafafnāhumā dan Kami keliling keduanya بِنَخْلٍۢ binakhlin dengan pohon kurma وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya زَرْعًۭا zarʿan tanaman/ladang
Dan berikanlah kepada mereka 1 sebuah perumpamaan dua orang laki-laki 2, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur, dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma, dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.
كِلْتَا kil'tā itu kedua ٱلْجَنَّتَيْنِ l-janatayni kedua kebun ءَاتَتْ ātat mendatangkan/menghasilkan أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya وَلَمْ walam dan tidak تَظْلِم taẓlim aniaya/berkurang مِّنْهُ min'hu daripadanya شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun وَفَجَّرْنَا wafajjarnā dan Kami pancarkan خِلَـٰلَهُمَا khilālahumā sela-sela keduanya نَهَرًۭا naharan sungai
Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,
وَكَانَ wakāna dan adalah dia لَهُۥ lahu baginya ثَمَرٌۭ thamarun buah-buahan فَقَالَ faqāla maka/lalu dia berkata لِصَـٰحِبِهِۦ liṣāḥibihi kepada kawannya وَهُوَ wahuwa dan dia يُحَاوِرُهُۥٓ yuḥāwiruhu bercakap-cakap dengannya أَنَا۠ anā aku أَكْثَرُ aktharu lebih banyak مِنكَ minka daripada kamu مَالًۭا mālan harta وَأَعَزُّ wa-aʿazzu dan lebih gagah نَفَرًۭا nafaran golongan/pengikut
dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia, "Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat"
وَدَخَلَ wadakhala dan dia masuki جَنَّتَهُۥ jannatahu kebunnya وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia ظَالِمٌۭ ẓālimun zalim لِّنَفْسِهِۦ linafsihi kepada dirinya sendiri قَالَ qāla dia berkata مَآ mā tidak أَظُنُّ aẓunnu aku mengira أَن an bahwa تَبِيدَ tabīda akan binasa هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri 1; ia berkata, "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,
وَمَآ wamā dan tidak أَظُنُّ aẓunnu aku mengira ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat قَآئِمَةًۭ qāimatan berdiri/akan datang وَلَئِن wala-in dan jika رُّدِدتُّ rudidttu aku dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّى rabbī Tuhanku لَأَجِدَنَّ la-ajidanna pasti aku akan mendapat خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهَا min'hā darinya مُنقَلَبًۭا munqalaban tempat kembali
dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhan-ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu".
قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya صَاحِبُهُۥ ṣāḥibuhu kawannya وَهُوَ wahuwa dan dia يُحَاوِرُهُۥٓ yuḥāwiruhu bercakap-cakap dengannya أَكَفَرْتَ akafarta apakah kamu ingkar بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang خَلَقَكَ khalaqaka telah menciptakan kamu مِن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin setetes air mani ثُمَّ thumma kemudian سَوَّىٰكَ sawwāka Dia sempurnakan kamu رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki
Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya, "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?
لَّـٰكِنَّا۠ lākinnā tetapi aku هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَآ walā dan tidak أُشْرِكُ ush'riku aku mempersekutukan بِرَبِّىٓ birabbī dengan Tuhanku أَحَدًۭا aḥadan seorang
Tetapi aku (percaya bahwa), Dia-lah Allah, Tuhan-ku, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan-ku.
وَلَوْلَآ walawlā dan mengapa tidak إِذْ idh ketika دَخَلْتَ dakhalta kamu memasuki جَنَّتَكَ jannataka kebunmu قُلْتَ qul'ta kamu mengatakan مَا mā apa yang شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَا lā tidak ada قُوَّةَ quwwata kekuatan إِلَّا illā kecuali بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi dengan Allah إِن in jika تَرَنِ tarani kamu menganggap aku أَنَا۠ anā aku أَقَلَّ aqalla lebih sedikit مِنكَ minka darimu مَالًۭا mālan harta وَوَلَدًۭا wawaladan dan anak-anak
Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu "Masyaallah Lā Quwwata illā billāh" (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,
فَعَسَىٰ faʿasā maka mudah-mudahan رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَن an akan يُؤْتِيَنِ yu'tiyani memberikan kepadaku خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّن min dari جَنَّتِكَ jannatika kebunmu وَيُرْسِلَ wayur'sila dan Dia akan mengirimkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حُسْبَانًۭا ḥus'bānan perhitungan (petir) مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَتُصْبِحَ fatuṣ'biḥa maka jadilah ia صَعِيدًۭا ṣaʿīdan tanah زَلَقًا zalaqan licin
maka mudah-mudahan Tuhan-ku akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini), dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;
أَوْ aw atau يُصْبِحَ yuṣ'biḥa menjadi مَآؤُهَا māuhā airnya غَوْرًۭا ghawran surut فَلَن falan maka tidak تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu dapat/kuasa لَهُۥ lahu baginya(air) طَلَبًۭا ṭalaban mencarinya/mendapatkannya
atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi".
وَأُحِيطَ wa-uḥīṭa dan diliputi(dibinasakan) بِثَمَرِهِۦ bithamarihi dengan buahnya(kekayaanya) فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah dia يُقَلِّبُ yuqallibu dia membolak-balik كَفَّيْهِ kaffayhi kedua tapak tangannya عَلَىٰ ʿalā atas مَآ mā apa yang أَنفَقَ anfaqa dia belanjakan فِيهَا fīhā padanya وَهِىَ wahiya dan dia (pohon anggur) خَاوِيَةٌ khāwiyatun roboh عَلَىٰ ʿalā atas عُرُوشِهَا ʿurūshihā atapnya وَيَقُولُ wayaqūlu dan dia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī kiranya dulu لَمْ lam tidak أُشْرِكْ ush'rik aku mempersekutukan بِرَبِّىٓ birabbī dengan Tuhanku أَحَدًۭا aḥadan seseorang
Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata, "Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan-ku".
وَلَمْ walam dan tidak تَكُن takun ada لَّهُۥ lahu baginya فِئَةٌۭ fi-atun segolongan يَنصُرُونَهُۥ yanṣurūnahu mereka menolongnya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada مُنتَصِرًا muntaṣiran pertolongan
Dan tidak ada bagi dia segolongan pun yang akan menolongnya selain Allah dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.
هُنَالِكَ hunālika di sana ٱلْوَلَـٰيَةُ l-walāyatu pertolongan لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi benar هُوَ huwa Dia خَيْرٌۭ khayrun sebaik-baik ثَوَابًۭا thawāban pahala وَخَيْرٌ wakhayrun dan sebaik-baik عُقْبًۭا ʿuq'ban balasan
Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang Hak. Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan.
وَٱضْرِبْ wa-iḍ'rib dan buatlah لَهُم lahum bagi mereka مَّثَلَ mathala perumpamaan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia كَمَآءٍ kamāin seperti air (hujan) أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَٱخْتَلَطَ fa-ikh'talaṭa maka bercampur (jadi subur) بِهِۦ bihi denganya نَبَاتُ nabātu tumbuh-tumbuhan ٱلْأَرْضِ l-arḍi di muka bumi فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka/lalu ia menjadi هَشِيمًۭا hashīman kering تَذْرُوهُ tadhrūhu menerbangkannya ٱلرِّيَـٰحُ ۗ l-riyāḥu angin وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مُّقْتَدِرًا muq'tadiran berkuasa
Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ٱلْمَالُ al-mālu harta وَٱلْبَنُونَ wal-banūna dan anak-anak زِينَةُ zīnatu perhiasan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ wal-bāqiyātu dan yang tetap/kekal ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ l-ṣāliḥātu kebajikan(amal saleh) خَيْرٌ khayrun lebih baik عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ثَوَابًۭا thawāban pahala وَخَيْرٌ wakhayrun dan lebih baik أَمَلًۭا amalan harapan
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari نُسَيِّرُ nusayyiru Kami jalankan ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَارِزَةًۭ bārizatan nyata/rata وَحَشَرْنَـٰهُمْ waḥasharnāhum dan Kami kumpulkan mereka فَلَمْ falam maka tidak نُغَادِرْ nughādir Kami tinggalkan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَحَدًۭا aḥadan seseorang
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu datar, dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
وَعُرِضُوا۟ waʿuriḍū dan mereka dipalingkan/dihadapkan عَلَىٰ ʿalā atas/kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu صَفًّۭا ṣaffan berbaris لَّقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتُمُونَا ji'tumūnā kamu datang kepada Kami كَمَا kamā sebagaimana خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۭ ۚ marratin kali بَلْ bal bahkan زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu menyangka أَلَّن allan bahwa tidak نَّجْعَلَ najʿala Kami menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مَّوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian
Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhan-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu 1 (memenuhi) perjanjian.
وَوُضِعَ wawuḍiʿa dan diletakkan ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab فَتَرَى fatarā lalu kamu melihat ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa مُشْفِقِينَ mush'fiqīna mereka ketakutan مِمَّا mimmā dari apa yang فِيهِ fīhi didalamnya وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan يَـٰوَيْلَتَنَا yāwaylatanā aduh celakalah kami مَالِ māli apakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab لَا lā tidak يُغَادِرُ yughādiru meninggalkan صَغِيرَةًۭ ṣaghīratan yang kecil وَلَا walā dan tidak كَبِيرَةً kabīratan yang besar إِلَّآ illā kecuali أَحْصَىٰهَا ۚ aḥṣāhā menghitungnya وَوَجَدُوا۟ wawajadū dan mereka mendapatkan مَا mā apa yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan حَاضِرًۭا ۗ ḥāḍiran hadir/ada وَلَا walā dan tidak يَظْلِمُ yaẓlimu menganiaya رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَحَدًۭا aḥadan seseorang
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menganiaya seorang jua pun".
وَإِذْ wa-idh dan tatkala قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka sujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin فَفَسَقَ fafasaqa maka dia mendurhakai عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهِۦٓ ۗ rabbihi Tuhannya أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ afatattakhidhūnahu patutkah kamu mengambil dia وَذُرِّيَّتَهُۥٓ wadhurriyyatahu dan keturunannya أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin مِن min dari دُونِى dūnī selainKU وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۢ ۚ ʿaduwwun musuh بِئْسَ bi'sa amat buruk لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim بَدَلًۭا badalan pengganti
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam 1", maka sujudlah mereka, kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhan-nya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.
۞ مَّآ mā tidak أَشْهَدتُّهُمْ ashhadttuhum Aku mempersaksikan mereka خَلْقَ khalqa ciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَا walā dan tidak خَلْقَ khalqa ciptaan أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَمَا wamā dan tidak كُنتُ kuntu Aku adalah مُتَّخِذَ muttakhidha mengambil ٱلْمُضِلِّينَ l-muḍilīna orang-orang yang menyesatkan عَضُدًۭا ʿaḍudan pembantu/penolong
Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi; dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman نَادُوا۟ nādū serulah oleh شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutu-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu sangka/katakan فَدَعَوْهُمْ fadaʿawhum maka mereka menyerunya فَلَمْ falam maka/tetapi tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū (sekutu-sekutu) menjawab لَهُمْ lahum bagi mereka وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka مَّوْبِقًۭا mawbiqan tempat kebinasaan
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, "Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu". Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
وَرَءَا waraā dan melihat ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa ٱلنَّارَ l-nāra neraka فَظَنُّوٓا۟ faẓannū maka mereka menyangka/yakin أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka مُّوَاقِعُوهَا muwāqiʿūhā jatuh kedalamnya وَلَمْ walam dan tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka mendapatkan عَنْهَا ʿanhā darinya مَصْرِفًۭا maṣrifan tempat berpaling
Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَا ṣarrafnā Kami telah mengulang-ulang فِى fī di dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia مِن min dari كُلِّ kulli setiap مَثَلٍۢ ۚ mathalin perumpamaan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَكْثَرَ akthara paling banyak شَىْءٍۢ shayin sesuatu جَدَلًۭا jadalan bantahan
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur`ān ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
وَمَا wamā dan tidak مَنَعَ manaʿa mencegah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَن an bahwa يُؤْمِنُوٓا۟ yu'minū mereka beriman إِذْ idh ketika جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk وَيَسْتَغْفِرُوا۟ wayastaghfirū dan mereka mohon ampun رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an akan تَأْتِيَهُمْ tatiyahum datang kepada mereka سُنَّةُ sunnatu peraturan/hukum ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna ummat-ummat terdahulu أَوْ aw atau يَأْتِيَهُمُ yatiyahumu datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab قُبُلًۭا qubulan berhadap-hadapan
Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampun kepada Tuhan-nya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu, atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
وَمَا wamā dan tidak نُرْسِلُ nur'silu Kami mengutus ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul إِلَّا illā kecuali مُبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa kabar gembira وَمُنذِرِينَ ۚ wamundhirīna dan pemberi peringatan وَيُجَـٰدِلُ wayujādilu dan membantah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan bathil لِيُدْحِضُوا۟ liyud'ḥiḍū agar mereka melenyapkan بِهِ bihi dengannya ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa hak/kebenaran وَٱتَّخَذُوٓا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menjadikan ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku وَمَآ wamā dan apa(peringatan) أُنذِرُوا۟ undhirū mereka di beri peringatan هُزُوًۭا huzuwan olok-olokan
Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian, mereka dapat melenyapkan yang hak dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّن mimman dari pada orang ذُكِّرَ dhukkira diperingatkan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَأَعْرَضَ fa-aʿraḍa lalu dia berpaling عَنْهَا ʿanhā dari padanya وَنَسِىَ wanasiya dan dia melupakan مَا mā apa yang قَدَّمَتْ qaddamat telah dikerjakan يَدَاهُ ۚ yadāhu tangannya إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka أَكِنَّةً akinnatan tutup أَن an akan يَفْقَهُوهُ yafqahūhu mereka memahami وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرًۭا ۖ waqran sumbatan وَإِن wa-in dan jika تَدْعُهُمْ tadʿuhum kamu menyeru إِلَى ilā kepada ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk فَلَن falan maka tidak يَهْتَدُوٓا۟ yahtadū mereka mendapat petunjuk إِذًا idhan jika demikian أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhan-nya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka, dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ذُو dhū mempunyai ٱلرَّحْمَةِ ۖ l-raḥmati rahmat لَوْ law jika يُؤَاخِذُهُم yuākhidhuhum Dia menyiksa mereka بِمَا bimā dengan sebab كَسَبُوا۟ kasabū mereka berbuat لَعَجَّلَ laʿajjala tentu Dia menyegerakan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْعَذَابَ ۚ l-ʿadhāba azab بَل bal bahkan/tetapi لَّهُم lahum bagi mereka مَّوْعِدٌۭ mawʿidun perjanjian/waktu tertentu لَّن lan tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka mendapat مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain-Nya مَوْئِلًۭا mawilan tempat berlindung
Dan Tuhan-mulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka, ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung darinya.
وَتِلْكَ watil'ka dan itu ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri أَهْلَكْنَـٰهُمْ ahlaknāhum Kami telah membinasakan mereka لَمَّا lammā karena apa ظَلَمُوا۟ ẓalamū mereka berbuat zalim وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan لِمَهْلِكِهِم limahlikihim bagi kebinasaan mereka مَّوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian/waktu tertentu
Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِفَتَىٰهُ lifatāhu kepada bujangnya لَآ lā tidak أَبْرَحُ abraḥu aku berhenti حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أَبْلُغَ ablugha aku sampai مَجْمَعَ majmaʿa pertemuan ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua lautan أَوْ aw atau أَمْضِىَ amḍiya aku berlalu/berjalan حُقُبًۭا ḥuquban bertahun-tahun
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya 1, "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".
فَلَمَّا falammā maka tatkala بَلَغَا balaghā keduanya sampai مَجْمَعَ majmaʿa pertemuan بَيْنِهِمَا baynihimā antara keduanya (kedua lautan) نَسِيَا nasiyā keduanya lupa حُوتَهُمَا ḥūtahumā ikan keduanya فَٱتَّخَذَ fa-ittakhadha lalu ia (ikan) mengambil سَبِيلَهُۥ sabīlahu jalannya فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan سَرَبًۭا saraban lompat
Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَاوَزَا jāwazā keduanya melewati قَالَ qāla (Musa) berkata لِفَتَىٰهُ lifatāhu kepada bujangnya ءَاتِنَا ātinā bawalah kepada kita غَدَآءَنَا ghadāanā makanan kita لَقَدْ laqad sesungguhnya لَقِينَا laqīnā kita menemui مِن min dari سَفَرِنَا safarinā perjalan kita هَـٰذَا hādhā ini نَصَبًۭا naṣaban keletihan
Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, "Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".
قَالَ qāla (bujangnya) berkata أَرَءَيْتَ ara-ayta tahukah kamu إِذْ idh tatkala أَوَيْنَآ awaynā kita mencari tempat berlindung إِلَى ilā di/atas ٱلصَّخْرَةِ l-ṣakhrati batu فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya aku نَسِيتُ nasītu aku telah lupa ٱلْحُوتَ l-ḥūta ikan وَمَآ wamā dan tidak أَنسَىٰنِيهُ ansānīhu aku melupakannya إِلَّا illā kecuali ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَنْ an untuk أَذْكُرَهُۥ ۚ adhkurahu aku mengingatnya وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan (ikan itu) mengambil سَبِيلَهُۥ sabīlahu jalannya فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan عَجَبًۭا ʿajaban aneh
Muridnya menjawab, "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."
قَالَ qāla (Musa) berkata ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَا mā apa yang كُنَّا kunnā adalah kita نَبْغِ ۚ nabghi kita kehendaki/cari فَٱرْتَدَّا fa-ir'taddā maka keduanya kembali عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَارِهِمَا āthārihimā bekas keduanya قَصَصًۭا qaṣaṣan mencari/mengikuti jejak
Musa berkata, "Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu, keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula.
فَوَجَدَا fawajadā maka keduanya mendapatkan عَبْدًۭا ʿabdan seorang hamba مِّنْ min dari عِبَادِنَآ ʿibādinā hamba-hamba Kami ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami telah berikannya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi Kami وَعَلَّمْنَـٰهُ waʿallamnāhu dan Kami telah mengajarnya مِن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami عِلْمًۭا ʿil'man ilmu
Lalu, mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami 1.
قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya مُوسَىٰ mūsā Musa هَلْ hal apakah أَتَّبِعُكَ attabiʿuka aku mengikuti kamu عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَن an supaya تُعَلِّمَنِ tuʿallimani kamu mengajarkan aku مِمَّا mimmā dari apa عُلِّمْتَ ʿullim'ta kamu telah diajar رُشْدًۭا rush'dan petunjuk/kebenaran
Musa berkata kepada Khiḍr, "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"
قَالَ qāla (Khaidir) berkata إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan tidak akan تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu sanggup مَعِىَ maʿiya bersama aku صَبْرًۭا ṣabran sabar
Dia menjawab, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.
وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana تَصْبِرُ taṣbiru kamu bersabar عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa لَمْ lam tidak تُحِطْ tuḥiṭ kamu mempunyai/meliputi بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu خُبْرًۭا khub'ran pengalaman/pengetahuan
Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
قَالَ qāla (Musa) berkata سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapati aku إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah صَابِرًۭا ṣābiran bersabar وَلَآ walā dan tidak أَعْصِى aʿṣī aku mendurhakai لَكَ laka kepadamu أَمْرًۭا amran urusan
Musa berkata, "Insyaallah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun".
قَالَ qāla (Khaidir) berkata فَإِنِ fa-ini maka jika ٱتَّبَعْتَنِى ittabaʿtanī kamu mengikuti aku فَلَا falā maka janganlah تَسْـَٔلْنِى tasalnī kamu menanyakan kepadaku عَن ʿan dari شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أُحْدِثَ uḥ'ditha aku ceritakan لَكَ laka kepadamu مِنْهُ min'hu daripadanya ذِكْرًۭا dhik'ran pelajaran
Dia berkata, "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu".
فَٱنطَلَقَا fa-inṭalaqā maka keduanya pergi حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala رَكِبَا rakibā keduanya فِى fī dalam ٱلسَّفِينَةِ l-safīnati perahu خَرَقَهَا ۖ kharaqahā melubanginya قَالَ qāla (Musa) berkata أَخَرَقْتَهَا akharaqtahā mengapa kamu melubanginya لِتُغْرِقَ litugh'riqa untuk kamu menenggelamkan أَهْلَهَا ahlahā ahlinya/penumpangnya لَقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتَ ji'ta kamu mendatangkan شَيْـًٔا shayan sesuatu إِمْرًۭا im'ran mungkar
Maka berjalanlah keduanya hingga tatkala keduanya menaiki perahu, lalu Khiḍr melubanginya. Musa berkata, "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
قَالَ qāla (Khaidir) berkata أَلَمْ alam tidakkah أَقُلْ aqul aku katakan إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan tidak akan تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu sanggup مَعِىَ maʿiya bersama aku صَبْرًۭا ṣabran sabar
Dia (Khiḍr) berkata, "Bukankah aku telah berkata, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku".
قَالَ qāla (Musa) berkata لَا lā jangan تُؤَاخِذْنِى tuākhidh'nī kamu menghukum aku بِمَا bimā dengan apa/sebab نَسِيتُ nasītu aku lupa وَلَا walā dan jangan تُرْهِقْنِى tur'hiq'nī kamu membebani aku مِنْ min dari أَمْرِى amrī urusanku عُسْرًۭا ʿus'ran kesulitan
Musa berkata, "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku".
فَٱنطَلَقَا fa-inṭalaqā maka keduanya pergi/berjalan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala لَقِيَا laqiyā keduanya bertemu غُلَـٰمًۭا ghulāman anak muda فَقَتَلَهُۥ faqatalahu maka (Khaidir) membunuhnya قَالَ qāla (Musa) berkata أَقَتَلْتَ aqatalta mengapa kamu membunuhnya نَفْسًۭا nafsan jiwa/orang زَكِيَّةًۢ zakiyyatan suci/bersih بِغَيْرِ bighayri dengan tidak نَفْسٍۢ nafsin jiwa/orang لَّقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتَ ji'ta kamu mendatangkan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu نُّكْرًۭا nuk'ran mungkar
Maka berjalanlah keduanya hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khiḍr membunuhnya. Musa berkata, "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".
۞ قَالَ qāla (Khaidir) berkata أَلَمْ alam tidakkah/bukankah أَقُل aqul aku katakan لَّكَ laka kepadamu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَن lan tidak تَسْتَطِيعَ tastaṭīʿa kamu sanggup/dapat مَعِىَ maʿiya bersamaku صَبْرًۭا ṣabran bersabar
Khidhr berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"
قَالَ qāla (Musa) berkata إِن in jika سَأَلْتُكَ sa-altuka aku menanyakan kepadamu عَن ʿan dari/tentang شَىْءٍۭ shayin sesuatu بَعْدَهَا baʿdahā sesudahnya فَلَا falā maka janganlah تُصَـٰحِبْنِى ۖ tuṣāḥib'nī kamu menjadikan aku sahabat قَدْ qad sesungguhnya بَلَغْتَ balaghta kamu telah sampai/cukup مِن min dari لَّدُنِّى ladunnī sisiku/kepadamu عُذْرًۭا ʿudh'ran beralasan
Musa berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku".
فَٱنطَلَقَا fa-inṭalaqā maka keduanya berjalan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā tatkala أَتَيَآ atayā keduanya datang/sampai أَهْلَ ahla penduduk قَرْيَةٍ qaryatin suatu negri ٱسْتَطْعَمَآ is'taṭʿamā keduanya minta makan/dijamu أَهْلَهَا ahlahā penduduknya فَأَبَوْا۟ fa-abaw maka mereka menolak أَن an untuk يُضَيِّفُوهُمَا yuḍayyifūhumā mereka menjamu keduanya فَوَجَدَا fawajadā maka/lalu keduanya mendapatkan فِيهَا fīhā didalamnya جِدَارًۭا jidāran dinding يُرِيدُ yurīdu hendak أَن an bahwa يَنقَضَّ yanqaḍḍa ia roboh فَأَقَامَهُۥ ۖ fa-aqāmahu maka (khaidir) menegakkannya قَالَ qāla (Musa) berkata لَوْ law jikalau شِئْتَ shi'ta kamu menghendaki لَتَّخَذْتَ lattakhadhta tentu kamu mengambil عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًۭا ajran upah
Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata, "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".
قَالَ qāla (Khaidir) berkata هَـٰذَا hādhā inilah فِرَاقُ firāqu perpisahan بَيْنِى baynī diantaraku وَبَيْنِكَ ۚ wabaynika dan diantara kamu سَأُنَبِّئُكَ sa-unabbi-uka akan aku beritahukan kepadamu بِتَأْوِيلِ bitawīli ta'wil/maksud kejadian مَا mā apa لَمْ lam yang tidak تَسْتَطِع tastaṭiʿ kamu sanggup/dapat عَّلَيْهِ ʿalayhi atasnya/terhadapnya صَبْرًا ṣabran bersabar
Khiḍr berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
أَمَّا ammā adapun ٱلسَّفِينَةُ l-safīnatu perahu فَكَانَتْ fakānat maka adalah ia لِمَسَـٰكِينَ limasākīna milik orang-orang miskin يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka bekerja فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut فَأَرَدتُّ fa-aradttu maka aku hendak أَنْ an bahwa أَعِيبَهَا aʿībahā aku merusak وَكَانَ wakāna dan adalah وَرَآءَهُم warāahum dibelakang mereka مَّلِكٌۭ malikun seorang raja يَأْخُذُ yakhudhu dia mengambil كُلَّ kulla tiap-tiap سَفِينَةٍ safīnatin perahu غَصْبًۭا ghaṣban dengan paksa/merampas
Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْغُلَـٰمُ l-ghulāmu anak muda فَكَانَ fakāna maka adalah أَبَوَاهُ abawāhu kedua orang tuanya مُؤْمِنَيْنِ mu'minayni keduanya orang mukmin فَخَشِينَآ fakhashīnā maka kami khawatir أَن an bahwa يُرْهِقَهُمَا yur'hiqahumā dia akan mendorong keduanya طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan وَكُفْرًۭا wakuf'ran dan kekafiran
Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
فَأَرَدْنَآ fa-aradnā maka kami menghendaki أَن an untuk يُبْدِلَهُمَا yub'dilahumā mengganti keduanya رَبُّهُمَا rabbuhumā Tuhan mereka berdua خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهُ min'hu daripadanya زَكَوٰةًۭ zakatan kesucian وَأَقْرَبَ wa-aqraba dan lebih dekat رُحْمًۭا ruḥ'man kasih sayang
Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْجِدَارُ l-jidāru dinding/tembok فَكَانَ fakāna maka adalah لِغُلَـٰمَيْنِ lighulāmayni milik kedua anak muda يَتِيمَيْنِ yatīmayni keduanya yatim فِى fī dalam ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota وَكَانَ wakāna dan adalah تَحْتَهُۥ taḥtahu dibawahnya كَنزٌۭ kanzun harta simpanan لَّهُمَا lahumā bagi keduanya وَكَانَ wakāna dan adalah أَبُوهُمَا abūhumā ayah keduanya صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan orang saleh فَأَرَادَ fa-arāda maka menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَن an agar يَبْلُغَآ yablughā keduanya sampai أَشُدَّهُمَا ashuddahumā dewasa keduanya وَيَسْتَخْرِجَا wayastakhrijā dan keduanya akan mengeluarkan كَنزَهُمَا kanzahumā harta simpanan keduanya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak فَعَلْتُهُۥ faʿaltuhu aku melakukannya عَنْ ʿan dari أَمْرِى ۚ amrī urusanku/kemauanku ذَٰلِكَ dhālika demikian itu تَأْوِيلُ tawīlu ta'wil/maksud kejadian مَا mā apa لَمْ lam tidak تَسْطِع tasṭiʿ kamu dapat عَّلَيْهِ ʿalayhi atasnya صَبْرًۭا ṣabran bersabar
Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu. Di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhan-mu menghendaki agar supaya mereka sampai pada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhan-mu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka akan bertanya kepadamu عَن ʿan dari/tentang ذِى dhī Zulqarnain ٱلْقَرْنَيْنِ ۖ l-qarnayni Zulqarnain قُلْ qul katakanlah سَأَتْلُوا۟ sa-atlū akan aku bacakan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنْهُ min'hu daripadanya ذِكْرًا dhik'ran peringatan/cerita
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Żulqarnayn. Katakanlah, "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya".
إِنَّا innā sesungguhnya Kami مَكَّنَّا makkannā Kami telah menempatkan لَهُۥ lahu baginya/kepadanya فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberinya مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu سَبَبًۭا sababan jalan
Sesungguhnya, Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
فَأَتْبَعَ fa-atbaʿa maka dia mengikuti/menempuh سَبَبًا sababan jalan
maka dia pun menempuh suatu jalan.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala بَلَغَ balagha dia telah sampai مَغْرِبَ maghriba tempat terbenam ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَجَدَهَا wajadahā dan dia mendapatkannya تَغْرُبُ taghrubu ia terbenam فِى fī dalam عَيْنٍ ʿaynin mata (air) حَمِئَةٍۢ ḥami-atin lumpur hitam وَوَجَدَ wawajada dan dia mendapatkan عِندَهَا ʿindahā disisinya قَوْمًۭا ۗ qawman kaum قُلْنَا qul'nā Kami berkata يَـٰذَا yādhā hai Dzulkarnain ٱلْقَرْنَيْنِ l-qarnayni hai Dzulkarnain إِمَّآ immā adapun أَن an bahwa تُعَذِّبَ tuʿadhiba kamu menyiksa وَإِمَّآ wa-immā dan adapun أَن an bahwa تَتَّخِذَ tattakhidha kamu mengambil فِيهِمْ fīhim dalam/terhadap mereka حُسْنًۭا ḥus'nan berbuat kebaikan
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari 1, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam dan dia mendapati di situ segolongan umat 2. Kami berkata, "Hai Żulqarnayn, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan 3 terhadap mereka".
قَالَ qāla dia berkata أَمَّا ammā adapun مَن man orang ظَلَمَ ẓalama zalim فَسَوْفَ fasawfa maka kelak نُعَذِّبُهُۥ nuʿadhibuhu kami akan menyiksanya ثُمَّ thumma kemudian يُرَدُّ yuraddu dia dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَيُعَذِّبُهُۥ fayuʿadhibuhu lalu Dia menyiksanya عَذَابًۭا ʿadhāban azab/siksa نُّكْرًۭا nuk'ran sangat keras
Berkata Żulqarnayn, "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhan-nya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh فَلَهُۥ falahu maka baginya جَزَآءً jazāan balasan ٱلْحُسْنَىٰ ۖ l-ḥus'nā yang baik وَسَنَقُولُ wasanaqūlu dan akan kami katakan لَهُۥ lahu kepadanya مِنْ min dari أَمْرِنَا amrinā perintah-perintah kami يُسْرًۭا yus'ran mudah
Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami".
ثُمَّ thumma kemudian أَتْبَعَ atbaʿa dia mengikuti/menempuh سَبَبًا sababan jalan
Kemudian, dia menempuh jalan (yang lain).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala بَلَغَ balagha dia sampai مَطْلِعَ maṭliʿa tempat terbit ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَجَدَهَا wajadahā dan dia mendapatkannya تَطْلُعُ taṭluʿu ia terbit عَلَىٰ ʿalā atas/pada قَوْمٍۢ qawmin kaum لَّمْ lam tidak نَجْعَل najʿal Kami jadikan لَّهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهَا dūnihā selain ia (matahari) سِتْرًۭا sit'ran menutupi/melindungi
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari 1 itu,
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَحَطْنَا aḥaṭnā Kami meliputi بِمَا bimā dengan apa/segala apa لَدَيْهِ ladayhi pada sisinya/padanya خُبْرًۭا khub'ran pengalaman/pengetahuan
demikianlah. Dan sesungguhnya, ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
ثُمَّ thumma kemudian أَتْبَعَ atbaʿa dia mengikuti/menempuh سَبَبًا sababan jalan
Kemudian, dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala بَلَغَ balagha dia telah sampai بَيْنَ bayna diantara ٱلسَّدَّيْنِ l-sadayni dua tutup/ dua gunung وَجَدَ wajada dia mendapatkan مِن min dari دُونِهِمَا dūnihimā selain (disekeliling) keduanya قَوْمًۭا qawman kaum لَّا lā tidak يَكَادُونَ yakādūna mereka hampir يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti قَوْلًۭا qawlan perkataan/pembicaraan
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan 1.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰذَا yādhā hai Dzulkarnain ٱلْقَرْنَيْنِ l-qarnayni hai Dzulkarnain إِنَّ inna sesungguhnya يَأْجُوجَ yajūja Ya'juj وَمَأْجُوجَ wamajūja dan Ma'juj مُفْسِدُونَ muf'sidūna orang-orang yang membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَهَلْ fahal maka apakah نَجْعَلُ najʿalu kami jadikan/berikan لَكَ laka kepadamu خَرْجًا kharjan upeti/pembayaran عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa تَجْعَلَ tajʿala kamu menjadikan/membuat بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَهُمْ wabaynahum dan antara mereka سَدًّۭا saddan tutup/dinding
Mereka berkata, "Hai Żulqarnayn, sesungguhnya Ya`jūj dan Ma`jūj itu 1 orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
قَالَ qāla (Zulqarnain) berkata مَا mā apa مَكَّنِّى makkannī menempatkan kepadaku فِيهِ fīhi didalamnya رَبِّى rabbī Tuhanku خَيْرٌۭ khayrun lebih baik فَأَعِينُونِى fa-aʿīnūnī maka tolonglah/bantulah aku بِقُوَّةٍ biquwwatin dengan kekuatan أَجْعَلْ ajʿal aku akan menjadikan/membuat بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَبَيْنَهُمْ wabaynahum dan antara mereka رَدْمًا radman batas/dinding
Żulqarnayn berkata, "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhan-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
ءَاتُونِى ātūnī datangkan/berikan kepadaku زُبَرَ zubara potongan-potongan ٱلْحَدِيدِ ۖ l-ḥadīdi besi حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila سَاوَىٰ sāwā sama ia بَيْنَ bayna antara ia ٱلصَّدَفَيْنِ l-ṣadafayni kedua pinggir/puncak gunung قَالَ qāla (Zulqarnain) berkata ٱنفُخُوا۟ ۖ unfukhū tiuplah حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَعَلَهُۥ jaʿalahu dia menjadikannya نَارًۭا nāran api قَالَ qāla dia berkata ءَاتُونِىٓ ātūnī datangkan/berikan kepadaku أُفْرِغْ uf'righ aku akan tuangkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya قِطْرًۭا qiṭ'ran leburan tembaga
berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Żulqarnayn, "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu".
فَمَا famā tidaklah ٱسْطَـٰعُوٓا۟ is'ṭāʿū mereka dapat أَن an bahwa يَظْهَرُوهُ yaẓharūhu mereka mendakinya وَمَا wamā dan tidak ٱسْتَطَـٰعُوا۟ is'taṭāʿū mereka dapat لَهُۥ lahu padanya نَقْبًۭا naqban membuat lubang
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.
قَالَ qāla (Zulqarnain) berkata هَـٰذَا hādhā ini رَحْمَةٌۭ raḥmatun rahmat مِّن min dari رَّبِّى ۖ rabbī Tuhanku فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa telah datang وَعْدُ waʿdu janji رَبِّى rabbī Tuhanku جَعَلَهُۥ jaʿalahu Dia menjadikannya دَكَّآءَ ۖ dakkāa hancur/rata وَكَانَ wakāna dan adalah وَعْدُ waʿdu janji رَبِّى rabbī Tuhanku حَقًّۭا ḥaqqan benar
Żulqarnayn berkata, "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhan-ku, maka apabila sudah datang janji Tuhan-ku, Dia akan menjadikannya hancur luluh dan janji Tuhan-ku itu adalah benar".
۞ وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan/biarkan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَمُوجُ yamūju bergelombang/bercampur فِى fī dalam بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian yang lain وَنُفِخَ wanufikha dan ditiup فِى fī dalam ٱلصُّورِ l-ṣūri dalam sangkakala فَجَمَعْنَـٰهُمْ fajamaʿnāhum maka/lalu Kami kumpulkan mereka جَمْعًۭا jamʿan semuanya
Kami biarkan mereka di hari itu 1 bercampur aduk antara satu dan yang lain, kemudian ditiup lagi 2 sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.
وَعَرَضْنَا waʿaraḍnā dan Kami palingkan/perlihatkan جَهَنَّمَ jahannama jahanam يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi/kepada orang-orang kafir عَرْضًا ʿarḍan berpaling jelas
dan Kami tampakkan Jahanam pada hari itu 1 kepada orang-orang kafir dengan jelas,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانَتْ kānat adalah أَعْيُنُهُمْ aʿyunuhum mata mereka فِى fī dalam غِطَآءٍ ghiṭāin tertutup عَن ʿan dari ذِكْرِى dhik'rī peringatan-Ku وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka لَا lā tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat/sanggup سَمْعًا samʿan mendengar
yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.
أَفَحَسِبَ afaḥasiba maka apakah menyangka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَن an bahwa يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu مِن min dari دُونِىٓ dūnī selain Aku أَوْلِيَآءَ ۚ awliyāa pemimpin/penolong إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir نُزُلًۭا nuzulan turun/tempat tinggal
maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya, Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah/maukah نُنَبِّئُكُم nunabbi-ukum Kami jelaskan/beritahukan kepadamu بِٱلْأَخْسَرِينَ bil-akhsarīna dengan/tentang orang-orang yang paling merugi أَعْمَـٰلًا aʿmālan perbuatan
Katakanlah, "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ضَلَّ ḍalla sesat/sia-sia سَعْيُهُمْ saʿyuhum usaha/perbuatan mereka فِى fī dalam/demi ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَهُمْ wahum dan mereka يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka menyangka أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka يُحْسِنُونَ yuḥ'sinūna mereka berbuat baik صُنْعًا ṣun'ʿan perbuatan
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلِقَآئِهِۦ waliqāihi dan pertemuan denganNya فَحَبِطَتْ faḥabiṭat maka/hapus/gugurlah أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amalan mereka فَلَا falā maka tidak نُقِيمُ nuqīmu Kami menegakkan لَهُمْ lahum bagi mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَزْنًۭا waznan timbangan
Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia 1, maka hapuslah amalan-amalan mereka dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَآؤُهُمْ jazāuhum balasan mereka جَهَنَّمُ jahannamu neraka Jahanam بِمَا bimā dengan apa/sebab كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَٱتَّخَذُوٓا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menjadikan ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayatKu وَرُسُلِى warusulī dan Rasul-RasulKu هُزُوًا huzuwan olok-olok
Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh كَانَتْ kānat adalah لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga ٱلْفِرْدَوْسِ l-fir'dawsi firdaus نُزُلًا nuzulan turun/tempat tinggal
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya لَا lā tidak يَبْغُونَ yabghūna mereka ingin عَنْهَا ʿanhā daripadanya حِوَلًۭا ḥiwalan pindah
mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya.
قُل qul katakanlah لَّوْ law sekiranya كَانَ kāna adalah ٱلْبَحْرُ l-baḥru lautan مِدَادًۭا midādan tinta لِّكَلِمَـٰتِ likalimāti untuk kalimat-kalimat رَبِّى rabbī Tuhanku لَنَفِدَ lanafida tentu habis ٱلْبَحْرُ l-baḥru lautan قَبْلَ qabla sebelum أَن an akan تَنفَدَ tanfada habis كَلِمَـٰتُ kalimātu beberapa kalimat رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَوْ walaw meskipun جِئْنَا ji'nā Kami datangkan بِمِثْلِهِۦ bimith'lihi dengan semisal/sebabnya itu مَدَدًۭا madadan tinta
Katakanlah, "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku أَنَّمَآ annamā bahwa sesungguhnya hanyalah إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhan kamu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa فَمَن faman maka barangsiapa كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mengharapkan لِقَآءَ liqāa perjumpaan رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَلْيَعْمَلْ falyaʿmal maka hendaklah ia mengerjakan عَمَلًۭا ʿamalan pekerjaan/amalan صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh وَلَا walā dan janganlah يُشْرِكْ yush'rik ia persekutukan بِعِبَادَةِ biʿibādati dengan/dalam peribadatan رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya أَحَدًۢا aḥadan seseorang
Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku, "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhan-nya".