مريم
Maryam
Maryam Makkiyah
Memuat audio qari…
كٓهيعٓصٓ kaf-ha-ya-ain-sad Kaf Haa Yaa 'Ain Saad
Kāf Hā Yā ʻAin Ṣād 1
ذِكْرُ dhik'ru peringatan/penjelasan رَحْمَتِ raḥmati rahmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu عَبْدَهُۥ ʿabdahu hambaNya زَكَرِيَّآ zakariyyā Zakariya
(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakariyyā,
إِذْ idh tatkala نَادَىٰ nādā dia berseru/berdoa رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya نِدَآءً nidāan seruan/suara خَفِيًّۭا khafiyyan lembut
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhan-nya dengan suara yang lembut.
قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku وَهَنَ wahana telah lemah ٱلْعَظْمُ l-ʿaẓmu tulang مِنِّى minnī daripadaku وَٱشْتَعَلَ wa-ish'taʿala dan banyak/penuh ٱلرَّأْسُ l-rasu kepala شَيْبًۭا shayban uban وَلَمْ walam dan tidak/belum أَكُنۢ akun ada/pernah بِدُعَآئِكَ biduʿāika dengan doaku kepadaMu رَبِّ rabbi ya Tuhanku شَقِيًّۭا shaqiyyan celaka/kecewa
Ia berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhan-ku.
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku خِفْتُ khif'tu aku takut/khawatir ٱلْمَوَٰلِىَ l-mawāliya kaum keluargaku مِن min dari وَرَآءِى warāī belakangku/sepeninggalku وَكَانَتِ wakānati dan adalah ٱمْرَأَتِى im'ra-atī istriku عَاقِرًۭا ʿāqiran seorang yang mandul فَهَبْ fahab maka berilah لِى lī bagiku مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau وَلِيًّۭا waliyyan penolong
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawālīku 1 sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra,
يَرِثُنِى yarithunī dia yang akan mewarisi aku وَيَرِثُ wayarithu dan akan mewarisi مِنْ min dari ءَالِ āli keluarga يَعْقُوبَ ۖ yaʿqūba Yaqub وَٱجْعَلْهُ wa-ij'ʿalhu dan jadikanlah ia رَبِّ rabbi ya Tuhanku رَضِيًّۭا raḍiyyan seorang yang diridhai
yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya`qūb dan jadikanlah ia, ya Tuhan-ku, seorang yang diridai".
يَـٰزَكَرِيَّآ yāzakariyyā Hai Zakaria إِنَّا innā sesungguhnya Kami نُبَشِّرُكَ nubashiruka Kami memberi kabar gembira kepadamu بِغُلَـٰمٍ bighulāmin dengan seorang anak laki-laki ٱسْمُهُۥ us'muhu namanya يَحْيَىٰ yaḥyā Yahya لَمْ lam tidak نَجْعَل najʿal Kami jadikan لَّهُۥ lahu baginya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum سَمِيًّۭا samiyyan nama
Hai Zakariyyā, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yaḥyā, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
قَالَ qāla (Zakariya) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَنَّىٰ annā bagaimanakah يَكُونُ yakūnu adalah لِى lī bagiku غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak laki-laki وَكَانَتِ wakānati dan adalah ٱمْرَأَتِى im'ra-atī isteriku عَاقِرًۭا ʿāqiran seorang mandul وَقَدْ waqad dan sesungguhnya بَلَغْتُ balaghtu aku telah sampai مِنَ mina dari ٱلْكِبَرِ l-kibari besar/umur عِتِيًّۭا ʿitiyyan sangat tua
Zakariyyā berkata, "Ya Tuhan-ku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua".
قَالَ qāla berfirman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah قَالَ qāla berfirman رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu هُوَ huwa Dia عَلَىَّ ʿalayya atas/bagiKu هَيِّنٌۭ hayyinun mudah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَقْتُكَ khalaqtuka Aku telah menciptakan kamu مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَلَمْ walam dan tidak/belum تَكُ taku ada kamu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sama sekali
Tuhan berfirman, "Demikianlah". Tuhan berfirman, "Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".
قَالَ qāla (Zakariya) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah/berilah لِّىٓ lī bagiku ءَايَةًۭ ۚ āyatan tanda قَالَ qāla berfirman ءَايَتُكَ āyatuka tanda-tandamu أَلَّا allā bahwa tidak تُكَلِّمَ tukallima kamu bercakap-cakap ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ثَلَـٰثَ thalātha tiga لَيَالٍۢ layālin malam سَوِيًّۭا sawiyyan dalam keadaan sehat
Zakariyyā berkata, "Ya Tuhan-ku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman, "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat".
فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar عَلَىٰ ʿalā atas/kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مِنَ mina dari ٱلْمِحْرَابِ l-miḥ'rābi mihrab فَأَوْحَىٰٓ fa-awḥā lalu dia memberi isyarat إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَن an supaya سَبِّحُوا۟ sabbiḥū mereka bertasbih بُكْرَةًۭ buk'ratan diwaktu pagi وَعَشِيًّۭا waʿashiyyan dan petang
Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
يَـٰيَحْيَىٰ yāyaḥyā Hai Yahya خُذِ khudhi ambillah ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِقُوَّةٍۢ ۖ biquwwatin dengan kuat/sungguh-sungguh وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberikan kepadanya ٱلْحُكْمَ l-ḥuk'ma hikmah صَبِيًّۭا ṣabiyyan kanak-kanak
Hai Yaḥyā, ambillah 1 Alkitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah 2 selagi ia masih kanak-kanak,
وَحَنَانًۭا waḥanānan dan rasa belas kasihan مِّن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami وَزَكَوٰةًۭ ۖ wazakatan dan kesucian وَكَانَ wakāna dan adalah dia تَقِيًّۭا taqiyyan orang yang bertakwa
dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
وَبَرًّۢا wabarran dan seorang yang berbakti بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi kepada kedua orang tuanya وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun dia ada جَبَّارًا jabbāran orang yang sombong عَصِيًّۭا ʿaṣiyyan orang yang durhaka
dan banyak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan sejahtera عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya يَوْمَ yawma pada hari وُلِدَ wulida dia dilahirkan وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَمُوتُ yamūtu dia meninggal وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُبْعَثُ yub'ʿathu dia dibangkitkan حَيًّۭا ḥayyan hidup
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى fī didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab مَرْيَمَ maryama Maryam إِذِ idhi ketika ٱنتَبَذَتْ intabadhat ia meninggalkan/menjauhkan diri مِنْ min dari أَهْلِهَا ahlihā keluarganya مَكَانًۭا makānan suatu tempat شَرْقِيًّۭا sharqiyyan sebelah timur
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur`ān, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
فَٱتَّخَذَتْ fa-ittakhadhat maka ia mengambil/mengadakan مِن min dari دُونِهِمْ dūnihim selain mereka حِجَابًۭا ḥijāban tabir فَأَرْسَلْنَآ fa-arsalnā lalu Kami mengutus إِلَيْهَا ilayhā kepadanya رُوحَنَا rūḥanā ruh Kami فَتَمَثَّلَ fatamathala maka dia menyerupai لَهَا lahā padanya/dihadapannya بَشَرًۭا basharan manusia سَوِيًّۭا sawiyyan sama/sebenarnya
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu, Kami mengutus roh Kami 1 kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
قَالَتْ qālat (Maryam) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِٱلرَّحْمَـٰنِ bil-raḥmāni dengan/kepada Yang Maha Pengasih مِنكَ minka daripadamu إِن in jika كُنتَ kunta kamu تَقِيًّۭا taqiyyan orang yang bertakwa
Maryam berkata, "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".
قَالَ qāla dia berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku رَسُولُ rasūlu utusan رَبِّكِ rabbiki Tuhanmu لِأَهَبَ li-ahaba untuk aku memberi لَكِ laki kepadamu غُلَـٰمًۭا ghulāman seorang anak laki-laki زَكِيًّۭا zakiyyan yang suci
Ia (jibril) berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhan-mu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".
قَالَتْ qālat (Maryam) berkata أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu adalah لِى lī bagiku غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak laki-laki وَلَمْ walam dan tidak يَمْسَسْنِى yamsasnī menyentuh tubuhku بَشَرٌۭ basharun seorang manusia وَلَمْ walam dan tidak/bukan أَكُ aku aku adalah بَغِيًّۭا baghiyyan seorang pelacur/jalang
Maryam berkata, "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
قَالَ qāla dia berkata كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah قَالَ qāla berfirman رَبُّكِ rabbuki Tuhanmu هُوَ huwa ia/hal itu عَلَىَّ ʿalayya atas/bagiKu هَيِّنٌۭ ۖ hayyinun mudah وَلِنَجْعَلَهُۥٓ walinajʿalahu dan hendak Kami jadikannya ءَايَةًۭ āyatan tanda لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat مِّنَّا ۚ minnā dari Kami وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرًۭا amran perkara مَّقْضِيًّۭا maqḍiyyan diputuskan
Jibril berkata, "Demikianlah". Tuhan-mu berfirman, "Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".
۞ فَحَمَلَتْهُ faḥamalathu maka ia mengandungnya فَٱنتَبَذَتْ fa-intabadhat lalu ia meninggalkan/menjauhkan بِهِۦ bihi dengannya مَكَانًۭا makānan suatu tempat قَصِيًّۭا qaṣiyyan yang jauh
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
فَأَجَآءَهَا fa-ajāahā maka mendatangkan/memaksakan ٱلْمَخَاضُ l-makhāḍu rasa sakit akan melahirkan إِلَىٰ ilā kepada جِذْعِ jidh'ʿi batang/pangkal ٱلنَّخْلَةِ l-nakhlati pohon kurma قَالَتْ qālat ia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī kiranya dulu مِتُّ mittu aku mati قَبْلَ qabla sebelum هَـٰذَا hādhā ini وَكُنتُ wakuntu dan adalah aku نَسْيًۭا nasyan terlupa مَّنسِيًّۭا mansiyyan yang dilupakan
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan".
فَنَادَىٰهَا fanādāhā maka dia memanggilnya مِن min dari تَحْتِهَآ taḥtihā bagian bawahnya أَلَّا allā janganlah تَحْزَنِى taḥzanī kamu bersedih hati قَدْ qad sesungguhnya جَعَلَ jaʿala telah menjadikan رَبُّكِ rabbuki Tuhanmu تَحْتَكِ taḥtaki bagian bawahmu سَرِيًّۭا sariyyan mengalir/anak sungai
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhan-mu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
وَهُزِّىٓ wahuzzī dan goyangkanlah إِلَيْكِ ilayki kepadamu/kearahmu بِجِذْعِ bijidh'ʿi dengan batang ٱلنَّخْلَةِ l-nakhlati pohon kurma تُسَـٰقِطْ tusāqiṭ ia akan menggugurkan عَلَيْكِ ʿalayki atasmu/kepadamu رُطَبًۭا ruṭaban basah/masak جَنِيًّۭا janiyyan buah
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,
فَكُلِى fakulī maka makanlah وَٱشْرَبِى wa-ish'rabī dan minumlah وَقَرِّى waqarrī dan berdinginlah عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata فَإِمَّا fa-immā maka adapun/jika تَرَيِنَّ tarayinna kamu melihat مِنَ mina dari ٱلْبَشَرِ l-bashari manusia أَحَدًۭا aḥadan seseorang فَقُولِىٓ faqūlī maka katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku نَذَرْتُ nadhartu aku bernadzar لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada yang Maha Pengasih صَوْمًۭا ṣawman berpuasa فَلَنْ falan maka tidak أُكَلِّمَ ukallima aku berbicara ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini إِنسِيًّۭا insiyyan seorang manusia
maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini".
فَأَتَتْ fa-atat maka ia datang بِهِۦ bihi dengannya قَوْمَهَا qawmahā kaumnya تَحْمِلُهُۥ ۖ taḥmiluhu ia membawanya/menggendongnya قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Hai Maryam لَقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتِ ji'ti kamu datang/melakukan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu فَرِيًّۭا fariyyan aneh/mungkar
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
يَـٰٓأُخْتَ yāukh'ta wahai saudara perempuan هَـٰرُونَ hārūna Harun مَا mā tidakkah كَانَ kāna ada أَبُوكِ abūki ayahmu ٱمْرَأَ im'ra-a orang سَوْءٍۢ sawin seburuk-buruk وَمَا wamā dan tidak/bukan كَانَتْ kānat ada أُمُّكِ ummuki ibumu بَغِيًّۭا baghiyyan pelacur/jalang
Hai saudara perempuan Hārūn 1, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",
فَأَشَارَتْ fa-ashārat maka ia menunjuk إِلَيْهِ ۖ ilayhi kepadanya (anaknya) قَالُوا۟ qālū mereka berkata كَيْفَ kayfa bagaimana نُكَلِّمُ nukallimu kami berbicara مَن man orang (anak) كَانَ kāna adalah فِى fī dalam ٱلْمَهْدِ l-mahdi ayunan صَبِيًّۭا ṣabiyyan anak kecil
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"
قَالَ qāla (Isa) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku عَبْدُ ʿabdu hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَاتَىٰنِىَ ātāniya Dia memberi aku ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku نَبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi
Berkata ʻIsa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku مُبَارَكًا mubārakan seorang yang diberkati أَيْنَ ayna dimana مَا mā apa/saja كُنتُ kuntu adalah aku/berada وَأَوْصَـٰنِى wa-awṣānī dan Dia memerintahkan aku بِٱلصَّلَوٰةِ bil-ṣalati dengan sholat وَٱلزَّكَوٰةِ wal-zakati dan zakat مَا mā apa دُمْتُ dum'tu selama aku حَيًّۭا ḥayyan hidup
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
وَبَرًّۢا wabarran dan berbakti بِوَٰلِدَتِى biwālidatī dengan/kepada ibuku وَلَمْ walam dan tidak يَجْعَلْنِى yajʿalnī Dia menjadikan aku جَبَّارًۭا jabbāran seorang yang sombong شَقِيًّۭا shaqiyyan celaka
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
وَٱلسَّلَـٰمُ wal-salāmu dan kesejahteraan عَلَىَّ ʿalayya atasku يَوْمَ yawma hari وُلِدتُّ wulidttu aku dilahirkan وَيَوْمَ wayawma dan hari أَمُوتُ amūtu aku meninggal وَيَوْمَ wayawma dan hari أُبْعَثُ ub'ʿathu aku dibangkitkan حَيًّۭا ḥayyan hidup
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
ذَٰلِكَ dhālika demikian عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ ۚ maryama Maryam قَوْلَ qawla perkataan ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar ٱلَّذِى alladhī yang فِيهِ fīhi didalamnya يَمْتَرُونَ yamtarūna mereka perselisihkan
Itulah ʻIsa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
مَا mā tidak كَانَ kāna ada لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha Dia mengambil/mempunyai مِن min dari وَلَدٍۢ ۖ waladin seorang anak سُبْحَـٰنَهُۥٓ ۚ sub'ḥānahu Maha Suci Dia إِذَا idhā apabila/tatkala قَضَىٰٓ qaḍā Dia telah memutuskan أَمْرًۭا amran perkara فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun adalah/jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka adalah/jadilah ia
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus
Sesungguhnya Allah adalah Tuhan-ku dan Tuhan-mu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
فَٱخْتَلَفَ fa-ikh'talafa maka berselisihlah ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu golongan-golongan مِنۢ min dari بَيْنِهِمْ ۖ baynihim antara mereka فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari مَّشْهَدِ mashhadi menyaksikan يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍ ʿaẓīmin yang besar
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka 1. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
أَسْمِعْ asmiʿ alangkah tajam pendengaran بِهِمْ bihim dengan mereka وَأَبْصِرْ wa-abṣir dan alangkah terangnya penglihatan يَوْمَ yawma pada hari يَأْتُونَنَا ۖ yatūnanā mereka datang kepada kami لَـٰكِنِ lākini tetapi ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari ini فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
وَأَنذِرْهُمْ wa-andhir'hum dan berilah mereka peringatan يَوْمَ yawma hari ٱلْحَسْرَةِ l-ḥasrati penyesalan إِذْ idh ketika قُضِىَ quḍiya diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara وَهُمْ wahum dan/sedang mereka فِى fī dalam غَفْلَةٍۢ ghaflatin kelalaian وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَحْنُ naḥnu Kami نَرِثُ narithu Kami mewarisi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَمَنْ waman dan orang-orang عَلَيْهَا ʿalayhā diatasnya وَإِلَيْنَا wa-ilaynā dan kepada Kami يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan
Sesungguhnya Kami mewarisi bumi 1 dan semua orang-orang yang ada di atasnya dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى fī didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِبْرَٰهِيمَ ۚ ib'rāhīma Ibrahim إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah dia صِدِّيقًۭا ṣiddīqan seorang yang benar نَّبِيًّا nabiyyan seorang nabi
Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrāhīm di dalam Alkitab (Al-Qur`ān) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan1 lagi seorang Nabi.
إِذْ idh tatkala قَالَ qāla dia berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku لِمَ lima mengapa تَعْبُدُ taʿbudu kamu menyembah مَا mā apa/sesuatu لَا lā tidak يَسْمَعُ yasmaʿu ia mendengar وَلَا walā dan tidak يُبْصِرُ yub'ṣiru ia melihat وَلَا walā dan tidak يُغْنِى yugh'nī ia mencukupi/menolong عَنكَ ʿanka dari kamu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya, "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?
يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku إِنِّى innī sesungguhnya aku قَدْ qad sesungguhnya جَآءَنِى jāanī telah datang kepadaku مِنَ mina dari/sebagian ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan مَا mā apa لَمْ lam tidak يَأْتِكَ yatika datang kepadamu فَٱتَّبِعْنِىٓ fa-ittabiʿ'nī maka ikutilah aku أَهْدِكَ ahdika aku akan menunjukkan kepadamu صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan سَوِيًّۭا sawiyyan sama/lurus
Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku لَا lā jangan تَعْبُدِ taʿbudi kamu menyembah ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ l-shayṭāna syaitan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan كَانَ kāna adalah لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada Yang Maha Pengasih عَصِيًّۭا ʿaṣiyyan durhaka
Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut/khawatir أَن an bahwa akan يَمَسَّكَ yamassaka menimpa kamu عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مِّنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih فَتَكُونَ fatakūna maka adalah kamu/menjadi لِلشَّيْطَـٰنِ lilshayṭāni bagi syaitan وَلِيًّۭا waliyyan pemimpin/kawan
Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan".
قَالَ qāla ia berkata أَرَاغِبٌ arāghibun adakah benci أَنتَ anta kamu عَنْ ʿan dari ءَالِهَتِى ālihatī Tuhanku يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۖ yāib'rāhīmu Hai Ibrahim لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak تَنتَهِ tantahi kamu berhenti لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ la-arjumannaka sungguh aku akan merajam kamu وَٱهْجُرْنِى wa-uh'jur'nī dan tinggalkan aku مَلِيًّۭا maliyyan waktu yang lama
Berkata bapaknya, "Bencikah kamu kepada tuhan-Tuhan-ku, hai Ibrāhīm? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".
قَالَ qāla dia berkata سَلَـٰمٌ salāmun semoga keselamatan عَلَيْكَ ۖ ʿalayka atasmu سَأَسْتَغْفِرُ sa-astaghfiru aku akan memohon ampunan لَكَ laka untuk kamu رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah بِى bī kepadaku حَفِيًّۭا ḥafiyyan sangat baik
Berkata Ibrāhīm, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhan-ku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.
وَأَعْتَزِلُكُمْ wa-aʿtazilukum dan aku akan menjauhkan diri darimu وَمَا wamā dan apa تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَدْعُوا۟ wa-adʿū dan aku berseru/berdoa رَبِّى rabbī Tuhanku عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَلَّآ allā bahwa tidak أَكُونَ akūna adalah aku بِدُعَآءِ biduʿāi dengan doaku رَبِّى rabbī Tuhanku شَقِيًّۭا shaqiyyan celaka/kecewa
Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah dan aku akan berdoa kepada Tuhan-ku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhan-ku".
فَلَمَّا falammā maka tatkala ٱعْتَزَلَهُمْ iʿ'tazalahum dia menjauhkan diri dari mereka وَمَا wamā dan apa yang يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهَبْنَا wahabnā dan Kami anugerahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak وَيَعْقُوبَ ۖ wayaʿqūba dan Yaqub وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan نَبِيًّۭا nabiyyan nabi
Maka ketika Ibrāhīm sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Isḥāq dan Ya`qūb. Dan masing-masingnya, Kami angkat menjadi nabi.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami anugerahkan لَهُم lahum kepada mereka مِّن min dari رَّحْمَتِنَا raḥmatinā rahmat Kami وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan لَهُمْ lahum bagi mereka لِسَانَ lisāna lisan/buah tutur صِدْقٍ ṣid'qin benar/baik عَلِيًّۭا ʿaliyyan amat tinggi
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى fī didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab مُوسَىٰٓ ۚ mūsā Musa إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah مُخْلَصًۭا mukh'laṣan bersih/pilihan وَكَانَ wakāna dan adalah dia رَسُولًۭا rasūlan seorang rasul نَّبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Alkitab (Al-Qur`ān) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.
وَنَـٰدَيْنَـٰهُ wanādaynāhu dan Kami telah memanggilnya مِن min dari جَانِبِ jānibi sisi/pinggir ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur ٱلْأَيْمَنِ l-aymani sebelah kanan وَقَرَّبْنَـٰهُ waqarrabnāhu dan Kami telah mendekatkannya نَجِيًّۭا najiyyan munajat/dialog
Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung Ṭūr dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami telah menganugerahkan لَهُۥ lahu kepadanya مِن min dari رَّحْمَتِنَآ raḥmatinā rahmat Kami أَخَاهُ akhāhu saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun نَبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi
Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Hārūn menjadi seorang nabi.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى fī didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِسْمَـٰعِيلَ ۚ is'māʿīla Ismail إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah صَادِقَ ṣādiqa benar ٱلْوَعْدِ l-waʿdi janji وَكَانَ wakāna dan adalah dia رَسُولًۭا rasūlan seorang rasul نَّبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismā`īl (yang tersebut) di dalam Al-Qur`ān. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
وَكَانَ wakāna dan adalah dia يَأْمُرُ yamuru dia menyuruh أَهْلَهُۥ ahlahu keluarganya بِٱلصَّلَوٰةِ bil-ṣalati dengan/untuk sholat وَٱلزَّكَوٰةِ wal-zakati dan zakat وَكَانَ wakāna dan adalah dia عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya مَرْضِيًّۭا marḍiyyan seorang yang diridhai
Dan ia menyuruh ahlinya 1 untuk bersembahyang dan menunaikan zakat dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhan-nya.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah فِى fī didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِدْرِيسَ ۚ id'rīsa Idris إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah صِدِّيقًۭا ṣiddīqan sangat benar نَّبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idrīs (yang tersebut) di dalam Al-Qur`ān. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.
وَرَفَعْنَـٰهُ warafaʿnāhu dan Kami telah mengangkatnya مَكَانًا makānan tempat/martabat عَلِيًّا ʿaliyyan yang tinggi
Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَنْعَمَ anʿama telah memberi nikmat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para nabi مِن min dari ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan ءَادَمَ ādama Adam وَمِمَّنْ wamimman dan dari orang-orang حَمَلْنَا ḥamalnā Kami bawa مَعَ maʿa bersama نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْرَٰٓءِيلَ wa-is'rāīla dan Israil وَمِمَّنْ wamimman dan dari orang-orang هَدَيْنَا hadaynā Kami telah beri petunjuk وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ wa-ij'tabaynā dan Kami telah pilih إِذَا idhā tatkala/apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih خَرُّوا۟ kharrū mereka tersungkur سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَبُكِيًّۭا ۩ wabukiyyan dan menangis
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nūḥ, dan dari keturunan Ibrāhīm dan Isrā`īl, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk, dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
۞ فَخَلَفَ fakhalafa maka mengganti/datanglah مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka خَلْفٌ khalfun pengganti أَضَاعُوا۟ aḍāʿū mereka menyia-nyiakan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ l-shahawāti syahwat/hawa nafsu فَسَوْفَ fasawfa maka akan يَلْقَوْنَ yalqawna mereka menemui غَيًّا ghayyan kesesatan/kebinasaan
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,
إِلَّا illā kecuali مَن man orang تَابَ tāba ia bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan ia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan ia berbuat/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَا walā dan tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
kecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun,
جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍ ʿadnin 'Adn ٱلَّتِى allatī yang وَعَدَ waʿada berjanji ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih عِبَادَهُۥ ʿibādahu hamba-hambaNya بِٱلْغَيْبِ ۚ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak nampak إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah وَعْدُهُۥ waʿduhu janjiNya مَأْتِيًّۭا matiyyan akan datang/terjadi
yaitu surga ʻAdn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekali pun (surga itu) tidak tampak. Sesungguhnya, janji Allah itu pasti akan ditepati.
لَّا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar فِيهَا fīhā didalamnya (surga) لَغْوًا laghwan perkataan sia-sia إِلَّا illā kecuali سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat/sejahtera وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka رِزْقُهُمْ riz'quhum rezki mereka فِيهَا fīhā didalamnya (surga) بُكْرَةًۭ buk'ratan pagi وَعَشِيًّۭا waʿashiyyan dan petang
Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.
تِلْكَ til'ka itulah ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga ٱلَّتِى allatī yang نُورِثُ nūrithu Kami wariskan مِنْ min dari عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami مَن man orang كَانَ kāna adalah تَقِيًّۭا taqiyyan bertakwa
Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
وَمَا wamā dan tidaklah نَتَنَزَّلُ natanazzalu kami akan turun إِلَّا illā kecuali بِأَمْرِ bi-amri dengan perintah رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu لَهُۥ lahu kepunyaanNya مَا mā apa بَيْنَ bayna antara أَيْدِينَا aydīnā dihadapan kami وَمَا wamā dan apa خَلْفَنَا khalfanā dibelakang kami وَمَا wamā dan apa بَيْنَ bayna diantara ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu نَسِيًّۭا nasiyyan lupa
Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhan-mu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhan-mu lupa.
رَّبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya فَٱعْبُدْهُ fa-uʿ'bud'hu maka sembahlah Dia وَٱصْطَبِرْ wa-iṣ'ṭabir dan berteguh hatilah لِعِبَـٰدَتِهِۦ ۚ liʿibādatihi dalam beribadat kepadaNya هَلْ hal apakah تَعْلَمُ taʿlamu kamu mengetahui لَهُۥ lahu bagiNya/denganNya سَمِيًّۭا samiyyan sama
Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?
وَيَقُولُ wayaqūlu dan akan berkata ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَءِذَا a-idhā apakah apabila مَا mā apa مِتُّ mittu telah mati لَسَوْفَ lasawfa sungguh akan أُخْرَجُ ukh'raju aku dikeluarkan حَيًّا ḥayyan hidup
Dan berkata manusia, "Betulkah apabila aku telah mati bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"
أَوَلَا awalā ataukah tidak يَذْكُرُ yadhkuru ingat/berpikir ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَنَّا annā bahwa sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰهُ khalaqnāhu Kami telah menciptakannya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu وَلَمْ walam dan tidak يَكُ yaku dia ada شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sama sekali
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
فَوَرَبِّكَ fawarabbika maka demi Tuhanmu لَنَحْشُرَنَّهُمْ lanaḥshurannahum sungguh Kami akan mengumpulkan mereka وَٱلشَّيَـٰطِينَ wal-shayāṭīna dan syaitan ثُمَّ thumma kemudian لَنُحْضِرَنَّهُمْ lanuḥ'ḍirannahum sungguh Kami akan datangkan mereka حَوْلَ ḥawla sekeliling جَهَنَّمَ jahannama Jahanam جِثِيًّۭا jithiyyan berlutut
Demi Tuhan-mu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.
ثُمَّ thumma kemudian لَنَنزِعَنَّ lananziʿanna sungguh kami akan menarik مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap شِيعَةٍ shīʿatin golongan أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka أَشَدُّ ashaddu sangat/paling عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عِتِيًّۭا ʿitiyyan durhaka
Kemudian, pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan, siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
ثُمَّ thumma kemudian لَنَحْنُ lanaḥnu sungguh Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna kepada orang-orang yang هُمْ hum mereka أَوْلَىٰ awlā lebih patut بِهَا bihā dengannya صِلِيًّۭا ṣiliyyan masuk/dibakar
Dan kemudian, Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
وَإِن wa-in dan tidak مِّنكُمْ minkum daripadamu إِلَّا illā melainkan وَارِدُهَا ۚ wāriduhā mendatanginya كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas/bagi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu حَتْمًۭا ḥatman kepastian مَّقْضِيًّۭا maqḍiyyan yang telah diputuskan
Dan tidak ada seorang pun darimu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan-mu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
ثُمَّ thumma kemudian نُنَجِّى nunajjī kami akan menyelamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa وَّنَذَرُ wanadharu dan Kami membiarkan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim فِيهَا fīhā didalamnya جِثِيًّۭا jithiyyan berlutut
Kemudian, Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin jelas/terang قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَىُّ ayyu yang mana ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مَّقَامًۭا maqāman kedudukan وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan lebih baik/bagus نَدِيًّۭا nadiyyan tempat pertemuan
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"
وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā telah Kami binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍ qarnin umat هُمْ hum mereka أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik/bagus أَثَـٰثًۭا athāthan perabotan rumah tangga وَرِءْيًۭا wari'yan dan pandang mata
Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka 1, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata.
قُلْ qul katakanlah مَن man barang siapa كَانَ kāna adalah فِى fī dalam ٱلضَّلَـٰلَةِ l-ḍalālati kesesatan فَلْيَمْدُدْ falyamdud maka akan memanjangkan لَهُ lahu kepadanya ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih مَدًّا ۚ maddan panjang حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat مَا mā apa يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancamkan إِمَّا immā maupun ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab وَإِمَّا wa-immā dan maupun ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat فَسَيَعْلَمُونَ fasayaʿlamūna maka mereka akan mengetahui مَنْ man orang/siapa هُوَ huwa dia شَرٌّۭ sharrun lebih jelek مَّكَانًۭا makānan tempat/kedudukan وَأَضْعَفُ wa-aḍʿafu dan lebih lemah جُندًۭا jundan bala tentara
Katakanlah, "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya 1 sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya".
وَيَزِيدُ wayazīdu dan akan menambah ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱهْتَدَوْا۟ ih'tadaw (mereka) mendapat petunjuk هُدًۭى ۗ hudan petunjuk وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ wal-bāqiyātu dan yang kekal ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ l-ṣāliḥātu amal-amal sholeh خَيْرٌ khayrun lebih baik عِندَ ʿinda disisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ثَوَابًۭا thawāban pahala وَخَيْرٌۭ wakhayrun dan lebih baik مَّرَدًّا maraddan kesudahan
Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu dan lebih baik kesudahannya.
أَفَرَءَيْتَ afara-ayta maka apakah kamu telah melihat ٱلَّذِى alladhī orang yang كَفَرَ kafara kafir بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami وَقَالَ waqāla dan ia berkata لَأُوتَيَنَّ laūtayanna sungguh aku akan diberi مَالًۭا mālan harta وَوَلَدًا wawaladan dan anak
Maka, apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak".
أَطَّلَعَ aṭṭalaʿa adakah ia melihat ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib أَمِ ami atau ٱتَّخَذَ ittakhadha ia mengambil عِندَ ʿinda disisi ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عَهْدًۭا ʿahdan perjanjian
Adakah ia melihat yang gaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?,
كَلَّا ۚ kallā sekali-kali tidak سَنَكْتُبُ sanaktubu Kami akan menulis مَا mā apa يَقُولُ yaqūlu mereka katakan وَنَمُدُّ wanamuddu dan Kami akan memperpanjang لَهُۥ lahu baginya مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مَدًّۭا maddan panjang/waktu yang lama
sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,
وَنَرِثُهُۥ wanarithuhu dan Kami akan mewarisinya مَا mā apa يَقُولُ yaqūlu ia katakan وَيَأْتِينَا wayatīnā dan ia akan datang kepada Kami فَرْدًۭا fardan seorang diri
dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu 1 dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.
وَٱتَّخَذُوا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan/sesembahan لِّيَكُونُوا۟ liyakūnū supaya sesembahan itu adalah لَهُمْ lahum bagi mereka عِزًّۭا ʿizzan kemuliaan/pelindung
Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka.
كَلَّا ۚ kallā sekali-kali tidak سَيَكْفُرُونَ sayakfurūna kelak mereka mengingkari بِعِبَادَتِهِمْ biʿibādatihim dengan peribadatan mereka وَيَكُونُونَ wayakūnūna dan adalah mereka عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ضِدًّا ḍiddan lawan/musuh
Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu lihat أَنَّآ annā bahwa sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengirim ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir تَؤُزُّهُمْ ta-uzzuhum mengganggu mereka أَزًّۭا azzan gangguan
Tidakkah kamu lihat bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?,
فَلَا falā maka janganlah تَعْجَلْ taʿjal kamu tergesa-gesa عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَعُدُّ naʿuddu Kami menghitung لَهُمْ lahum bagi mereka عَدًّۭا ʿaddan perhitungan
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.
يَوْمَ yawma pada hari نَحْشُرُ naḥshuru Kami kumpulkan ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa إِلَى ilā kepada ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih وَفْدًۭا wafdan perutusan
(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,
وَنَسُوقُ wanasūqu dan Kami akan menghalau ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa إِلَىٰ ilā ke جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam وِرْدًۭا wir'dan keadaan dahaga
dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.
لَّا lā tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki/memberi ٱلشَّفَـٰعَةَ l-shafāʿata syafa'at إِلَّا illā kecuali مَنِ mani orang ٱتَّخَذَ ittakhadha dia mengambil عِندَ ʿinda disisi ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عَهْدًۭا ʿahdan perjanjian
Mereka tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah 1.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱتَّخَذَ ittakhadha telah mengambil ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Yang Maha Pengasih وَلَدًۭا waladan anak
Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".
لَّقَدْ laqad sesungguhnya جِئْتُمْ ji'tum kamu telah mendatangkan شَيْـًٔا shayan sesuatu إِدًّۭا iddan sangat besar/luar biasa
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
تَكَادُ takādu hampir-hampir ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) يَتَفَطَّرْنَ yatafaṭṭarna pecah مِنْهُ min'hu daripadanya/karenanya وَتَنشَقُّ watanshaqqu dan belah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَتَخِرُّ watakhirru dan tersungkur ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung هَدًّا haddan runtuh
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh
أَن an bahwa دَعَوْا۟ daʿaw mereka mendakwakan لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi/terhadap Yang Maha Pengasih وَلَدًۭا waladan seorang anak
karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
وَمَا wamā dan tidak يَنۢبَغِى yanbaghī layak/patut لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi Yang Maha Pengasih أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha Dia mengambil/mempunyai وَلَدًا waladan seorang anak
Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
إِن in tidak كُلُّ kullu setiap مَن man orang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi إِلَّآ illā kecuali ءَاتِى ātī dia datang ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih عَبْدًۭا ʿabdan mengabdi
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.
لَّقَدْ laqad sesungguhnya أَحْصَىٰهُمْ aḥṣāhum Dia telah menentukan mereka وَعَدَّهُمْ waʿaddahum dan Dia telah menghitung mereka عَدًّۭا ʿaddan perhitungan
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
وَكُلُّهُمْ wakulluhum dan mereka semua ءَاتِيهِ ātīhi datang kepadaNya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فَرْدًا fardan seorang diri
Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/sholeh سَيَجْعَلُ sayajʿalu akan menjadikan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وُدًّۭا wuddan rasa kasih sayang
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah 1 akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَسَّرْنَـٰهُ yassarnāhu Kami memudahkannya بِلِسَانِكَ bilisānika dengan lisan/bahasamu لِتُبَشِّرَ litubashira agar kamu memberi kabar gembira بِهِ bihi dengannya ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa وَتُنذِرَ watundhira dan kamu memberi peringatan بِهِۦ bihi dengannya قَوْمًۭا qawman kaum لُّدًّۭا luddan membantah/membangkang
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ān itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur`ān itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā telah Kami binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍ qarnin umat-umat هَلْ hal apakah تُحِسُّ tuḥissu kamu merasa/melihat مِنْهُم min'hum dari antara mereka مِّنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang أَوْ aw atau تَسْمَعُ tasmaʿu kamu mendengar لَهُمْ lahum bagi mereka رِكْزًۢا rik'zan suara pelan/samar-samar
Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?