طه
Taha
Tha-Ha Makkiyah
Memuat audio qari…
طه tta-ha Taahaa
Ṭāha 1
مَآ mā tidak أَنزَلْنَا anzalnā Kami menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an لِتَشْقَىٰٓ litashqā supaya kamu celaka
Kami tidak menurunkan Al-Qur`ān ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
إِلَّا illā melainkan تَذْكِرَةًۭ tadhkiratan peringatan لِّمَن liman bagi orang يَخْشَىٰ yakhshā ia takut
tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
تَنزِيلًۭا tanzīlan diturunkan مِّمَّنْ mimman dari yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَٱلسَّمَـٰوَٰتِ wal-samāwāti dan langit ٱلْعُلَى l-ʿulā yang tinggi
yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
ٱلرَّحْمَـٰنُ al-raḥmānu Maha Pengasih عَلَى ʿalā di atas ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy` ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju
(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas arasy 1.
لَهُۥ lahu bagi-Nya مَا mā apa yang فِى fī di dalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى fī di dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya وَمَا wamā dan apa تَحْتَ taḥta di bawah ٱلثَّرَىٰ l-tharā tanah
Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah.
وَإِن wa-in dan jika تَجْهَرْ tajhar kamu mengeraskan بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan perkataan فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui ٱلسِّرَّ l-sira rahasia وَأَخْفَى wa-akhfā dan yang tersembunyi
Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi 1.
ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia لَهُ lahu bagiNya ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā baik
Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia. Dia mempunyai Al -‘Asmā ‘ul ῌusnā (nama-nama yang baik).
وَهَلْ wahal dan apakah أَتَىٰكَ atāka telah sampai kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu ceritera/kisah مُوسَىٰٓ mūsā Musa
Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
إِذْ idh tatkala رَءَا raā dia melihat نَارًۭا nāran api فَقَالَ faqāla maka dia berkata لِأَهْلِهِ li-ahlihi kepada keluarganya ٱمْكُثُوٓا۟ um'kuthū tinggallah kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَانَسْتُ ānastu aku melihat نَارًۭا nāran api لَّعَلِّىٓ laʿallī mudah-mudahan aku ءَاتِيكُم ātīkum aku mendatangkan/membawa kepadamu مِّنْهَا min'hā dari padanya بِقَبَسٍ biqabasin dengan nyala api أَوْ aw atau أَجِدُ ajidu aku mendapatkan عَلَى ʿalā atas ٱلنَّارِ l-nāri api هُدًۭى hudan petunjuk
Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَتَىٰهَا atāhā dia mendatanginya نُودِىَ nūdiya dia dipanggil يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, "Hai Musa.
إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَنَا۠ anā Aku رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu فَٱخْلَعْ fa-ikh'laʿ maka lepaskan/tanggalkan نَعْلَيْكَ ۖ naʿlayka kedua terompahmu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah ٱلْمُقَدَّسِ l-muqadasi yang suci طُوًۭى ṭuwan Tuwa
Sesungguhnya Aku inilah Tuhan-mu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Ṭuwā.
وَأَنَا wa-anā dan Aku ٱخْتَرْتُكَ ikh'tartuka Aku telah memilih kamu فَٱسْتَمِعْ fa-is'tamiʿ maka dengarkanlah لِمَا limā terhadap apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan
Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
إِنَّنِىٓ innanī sesungguhnya Aku أَنَا anā Aku ٱللَّهُ l-lahu Allah لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّآ illā melainkan أَنَا۠ anā Aku فَٱعْبُدْنِى fa-uʿ'bud'nī maka sembahlah Aku وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat لِذِكْرِىٓ lidhik'rī untuk mengingat-Ku
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat ءَاتِيَةٌ ātiyatun pasti datang أَكَادُ akādu Aku hampir أُخْفِيهَا ukh'fīhā Aku sembunyikan/rahasia لِتُجْزَىٰ lituj'zā untuk dibalas كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin diri بِمَا bimā dengan apa تَسْعَىٰ tasʿā ia usahakan
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
فَلَا falā maka janganlah يَصُدَّنَّكَ yaṣuddannaka memalingkan kamu عَنْهَا ʿanhā dari padanya مَن man orang لَّا lā tidak يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِهَا bihā dengannya/kepadanya وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan ia mengikuti هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya فَتَرْدَىٰ fatardā maka kamu akan binasa
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan darinya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya yang menyebabkan kamu jadi binasa".
وَمَا wamā dan apa تِلْكَ til'ka itu بِيَمِينِكَ biyamīnika ditangan kananmu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?
قَالَ qāla (Musa) berkata هِىَ hiya ia/ini عَصَاىَ ʿaṣāya tongkatku أَتَوَكَّؤُا۟ atawakka-u aku bertelekan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya وَأَهُشُّ wa-ahushu dan aku memukul بِهَا bihā dengannya عَلَىٰ ʿalā atas/untuk غَنَمِى ghanamī kambingku وَلِىَ waliya dan bagiku فِيهَا fīhā padanya مَـَٔارِبُ maāribu keperluan/maksud أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain
Berkata Musa, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".
قَالَ qāla (Allah) berfirman أَلْقِهَا alqihā lemparkanlah ia يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
Allah berfirman, "Lemparkanlah ia, hai Musa!"
فَأَلْقَىٰهَا fa-alqāhā maka dia melemparkannya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/tongkat حَيَّةٌۭ ḥayyatun ular تَسْعَىٰ tasʿā merayap
Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
قَالَ qāla (Allah) berfirman خُذْهَا khudh'hā ambillah ia وَلَا walā dan jangan تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut سَنُعِيدُهَا sanuʿīduhā Kami akan mengembalikannya سِيرَتَهَا sīratahā perjalanannya ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama/semula
Allah berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
وَٱضْمُمْ wa-uḍ'mum dan kepitkanlah يَدَكَ yadaka tanganmu إِلَىٰ ilā kepada جَنَاحِكَ janāḥika sayapmu/ketiakmu تَخْرُجْ takhruj ia keluar بَيْضَآءَ bayḍāa putih مِنْ min dari غَيْرِ ghayri selain/tanpa سُوٓءٍ sūin seburuk-buruk ءَايَةً āyatan tanda-tanda/mukjizat أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain
dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain (pula),
لِنُرِيَكَ linuriyaka untuk Kami perlihatkan kepadamu مِنْ min dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā tanda-tanda Kami ٱلْكُبْرَى l-kub'rā yang besar
untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,
ٱذْهَبْ idh'hab pergilah kamu إِلَىٰ ilā kepada Fir'aun فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia طَغَىٰ ṭaghā durhaka/melampaui batas
Pergilah kepada Firʻawn ; sesungguhnya ia telah melampaui batas".
قَالَ qāla (MUsa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱشْرَحْ ish'raḥ Lapangkanlah لِى lī untukku صَدْرِى ṣadrī dadaku
Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, lapangkanlah untukku dadaku,1
وَيَسِّرْ wayassir dan mudahkanlah لِىٓ lī untukku أَمْرِى amrī urusanku
dan mudahkanlah untukku urusanku,
وَٱحْلُلْ wa-uḥ'lul dan lepaskan عُقْدَةًۭ ʿuq'datan ikatan مِّن min dari لِّسَانِى lisānī lisanku
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
يَفْقَهُوا۟ yafqahū mereka mengerti قَوْلِى qawlī perkataanku
supaya mereka mengerti perkataanku,
وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikanlah لِّى lī untukku وَزِيرًۭا wazīran seorang pembantu مِّنْ min dari أَهْلِى ahlī keluargaku
dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
هَـٰرُونَ hārūna (Yaitu) Harun أَخِى akhī saudaraku
(yaitu) Hārūn, saudaraku,
ٱشْدُدْ ush'dud teguhkanlah بِهِۦٓ bihi dengan dia أَزْرِى azrī kekuatanku
teguhkanlah dengan dia kekuatanku,
وَأَشْرِكْهُ wa-ashrik'hu dan jadikanlah dia sekutu فِىٓ fī dalam أَمْرِى amrī urusanku
dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku,
كَىْ kay supaya نُسَبِّحَكَ nusabbiḥaka kami bertasbih kepada Engkau كَثِيرًۭا kathīran banyak
supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,
وَنَذْكُرَكَ wanadhkuraka dan kami banyak mengingat Engkau كَثِيرًا kathīran banyak
dan banyak mengingat Engkau.
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau كُنتَ kunta adalah Engkau بِنَا binā pada kami بَصِيرًۭا baṣīran Maha Mengetahui
Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami".
قَالَ qāla (Allah) berfirman قَدْ qad sesungguhnya أُوتِيتَ ūtīta kamu telah diberi/diperkenankan سُؤْلَكَ su'laka permintaanmu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
Allah berfirman, "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa."
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَنَنَّا manannā Kami telah beri ni'mat عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مَرَّةً marratan kali أُخْرَىٰٓ ukh'rā yang lain
Dan sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain,
إِذْ idh ketika أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan/ilhamkan إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّكَ ummika ibumu مَا mā apa/sesuatu يُوحَىٰٓ yūḥā yang diwahyukan/ilhamkan
yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan,
أَنِ ani bahwa ٱقْذِفِيهِ iq'dhifīhi lemparkanlah dia فِى fī dalam ٱلتَّابُوتِ l-tābūti peti فَٱقْذِفِيهِ fa-iq'dhifīhi maka lemparkan dia فِى fī dalam ٱلْيَمِّ l-yami laut/sungai فَلْيُلْقِهِ falyul'qihi maka melemparkan/membawanya ٱلْيَمُّ l-yamu laut/sungai بِٱلسَّاحِلِ bil-sāḥili di tepi/pantai يَأْخُذْهُ yakhudh'hu mengambilnya عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّى lī bagi-Ku وَعَدُوٌّۭ waʿaduwwun dan musuh لَّهُۥ ۚ lahu baginya/dia وَأَلْقَيْتُ wa-alqaytu dan Aku lemparkan/limpahkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مَحَبَّةًۭ maḥabbatan kasih sayang مِّنِّى minnī dari-Ku وَلِتُصْنَعَ walituṣ'naʿa dan supaya kamu dibuat/diasuh عَلَىٰ ʿalā atas عَيْنِىٓ ʿaynī pengawasan-Ku
Yaitu, Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi supaya diambil oleh (Firʻawn ) musuh-Ku dan musuhnya`. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku 1 dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,
إِذْ idh ketika تَمْشِىٓ tamshī berjalan أُخْتُكَ ukh'tuka saudara perempuanmu فَتَقُولُ fataqūlu maka/lalu ia berkata هَلْ hal apakah أَدُلُّكُمْ adullukum aku menunjukkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang يَكْفُلُهُۥ ۖ yakfuluhu dia memeliharanya فَرَجَعْنَـٰكَ farajaʿnāka maka Kami mengembalikan kamu إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّكَ ummika ibumu كَىْ kay supaya تَقَرَّ taqarra dingin عَيْنُهَا ʿaynuhā matanya وَلَا walā dan tidak تَحْزَنَ ۚ taḥzana bersedih hati وَقَتَلْتَ waqatalta dan kamu membunuh نَفْسًۭا nafsan seseorang فَنَجَّيْنَـٰكَ fanajjaynāka maka Kami menyelamatkan kamu مِنَ mina dari ٱلْغَمِّ l-ghami kesusahan وَفَتَنَّـٰكَ wafatannāka dan Kami memberikan cobaan kepadamu فُتُونًۭا ۚ futūnan beberapa cobaan فَلَبِثْتَ falabith'ta maka kamu tinggal سِنِينَ sinīna beberapa tahun فِىٓ fī dalam/diantara أَهْلِ ahli penduduk مَدْيَنَ madyana Madyan ثُمَّ thumma kemudian جِئْتَ ji'ta kamu datang عَلَىٰ ʿalā atas/menurut قَدَرٍۢ qadarin ketetapan waktu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Firʻawn ), "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia 1, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan, dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan, maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan 2, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan 3 hai Musa,
وَٱصْطَنَعْتُكَ wa-iṣ'ṭanaʿtuka dan Aku telah memilih kamu لِنَفْسِى linafsī untuk diri-Ku
dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku 1.
ٱذْهَبْ idh'hab pergilah أَنتَ anta kamu وَأَخُوكَ wa-akhūka dan saudaramu بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayat-Ku وَلَا walā dan janganlah تَنِيَا taniyā kamu berdua lalai فِى fī dalam ذِكْرِى dhik'rī mengingat-Ku
Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku;
ٱذْهَبَآ idh'habā pergilah kamu berdua إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia طَغَىٰ ṭaghā telah melewati batas
Pergilah kamu berdua kepada Firʻawn , sesungguhnya dia telah melampaui batas;
فَقُولَا faqūlā maka berkatalah kamu berdua لَهُۥ lahu kepadanya قَوْلًۭا qawlan perkataan لَّيِّنًۭا layyinan lunak/lembut لَّعَلَّهُۥ laʿallahu mudah-mudahan يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru dia ingat أَوْ aw atau يَخْشَىٰ yakhshā dia takut
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".
قَالَا qālā keduanya berkata رَبَّنَآ rabbanā Ya Tuhan kami إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami نَخَافُ nakhāfu kami khawatir أَن an bahwa يَفْرُطَ yafruṭa dia bersegera menyiksa عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami أَوْ aw atau أَن an bahwa يَطْغَىٰ yaṭghā lebih melewati batas
Berkatalah mereka berdua, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas".
قَالَ qāla (Allah) berfirman لَا lā janganlah تَخَافَآ ۖ takhāfā kamu khawatir إِنَّنِى innanī sesungguhnya Aku مَعَكُمَآ maʿakumā beserta kamu berdua أَسْمَعُ asmaʿu Aku mendengar وَأَرَىٰ wa-arā dan Aku melihat
Allah berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat".
فَأْتِيَاهُ fatiyāhu maka datanglah kamu berdua kepadanya فَقُولَآ faqūlā maka katakanlah إِنَّا innā sesungguhnya kami رَسُولَا rasūlā dua orang utusan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَأَرْسِلْ fa-arsil maka lepaskanlah مَعَنَا maʿanā beserta kami بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَلَا walā dan jangan تُعَذِّبْهُمْ ۖ tuʿadhib'hum kamu menyiksa mereka قَدْ qad sesungguhnya جِئْنَـٰكَ ji'nāka kami datang kepadamu بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan ayat/bukti مِّن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَٱلسَّلَـٰمُ wal-salāmu dan keselamatan عَلَىٰ ʿalā atas مَنِ mani orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa ia mengikuti ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk
Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firʻawn ) dan katakanlah, "Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Isrā`īl bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka 1. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhan-mu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
إِنَّا innā sesungguhnya kami قَدْ qad sungguh أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan إِلَيْنَآ ilaynā kepada kami أَنَّ anna bahwasanya ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab itu عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan وَتَوَلَّىٰ watawallā dan ia berpaling
Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan 1 dan berpaling 2.
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata فَمَن faman maka siapakah رَّبُّكُمَا rabbukumā Tuhanmu berdua يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
Berkata Firʻawn , "Maka siapakah Tuhan-mu berdua, hai Musa? 1"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَعْطَىٰ aʿṭā Dia memberikan كُلَّ kulla tiap-tiap شَىْءٍ shayin sesuatu خَلْقَهُۥ khalqahu kejadiannya ثُمَّ thumma kemudian هَدَىٰ hadā Dia memberi petunjuk
Musa berkata, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk 1."
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata فَمَا famā maka bagaimanakah بَالُ bālu keadaan ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat ٱلْأُولَىٰ l-ūlā dahulu
Berkata Firʻawn , "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
قَالَ qāla (Musa) berkata عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuan tentang itu عِندَ ʿinda di sisi رَبِّى rabbī Tuhanku فِى fī dalam كِتَـٰبٍۢ ۖ kitābin Kitab لَّا lā tidak يَضِلُّ yaḍillu sesat/salah رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَا walā dan Dia tidak يَنسَى yansā lupa
Musa menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhan-ku, di dalam sebuah kitab 1, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala Dia telah janjikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مَهْدًۭا mahdan terhampar وَسَلَكَ wasalaka dan Dia menjadikan jalan لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā di dalamnya (di bumi) سُبُلًۭا subulan beberapa jalan وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia telah menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air (hujan) فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka Kami keluarkan بِهِۦٓ bihi dengannya أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/berjenis-jenis مِّن min dari نَّبَاتٍۢ nabātin tumbuh-tumbuhan شَتَّىٰ shattā bermacam-macam
Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan, dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
كُلُوا۟ kulū makanlah وَٱرْعَوْا۟ wa-ir'ʿaw dan gembalakanlah أَنْعَـٰمَكُمْ ۗ anʿāmakum binatang ternakmu إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلنُّهَىٰ l-nuhā pengertian/fikiran
Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
۞ مِنْهَا min'hā dari padanya خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami telah menciptakan kamu وَفِيهَا wafīhā dan kepadanya نُعِيدُكُمْ nuʿīdukum Kami mengembalikan kamu وَمِنْهَا wamin'hā dan dari padanya نُخْرِجُكُمْ nukh'rijukum Kami mengeluarkan kamu تَارَةً tāratan sekali-kali أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain
Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرَيْنَـٰهُ araynāhu Kami telah memperlihatkan kepadanya ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami كُلَّهَا kullahā semuanya فَكَذَّبَ fakadhaba maka dia mendustakan وَأَبَىٰ wa-abā dan dia enggan/menolak
Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya ( Firʻawn ) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya1 maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā adakah kamu datang kepada kami لِتُخْرِجَنَا litukh'rijanā untuk kamu mengusir/mengeluarkan kami مِنْ min dari أَرْضِنَا arḍinā bumi negeri kami بِسِحْرِكَ bisiḥ'rika dengan sihirmu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
Berkata Firʻawn , "Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa1?
فَلَنَأْتِيَنَّكَ falanatiyannaka maka sungguh kami akan mendatangkan kepadamu بِسِحْرٍۢ bisiḥ'rin dengan sihir مِّثْلِهِۦ mith'lihi serupanya/seperti itu فَٱجْعَلْ fa-ij'ʿal maka jadikanlah/buatlah بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَكَ wabaynaka dan antara kamu مَوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian/pertemuan لَّا lā kami tidak نُخْلِفُهُۥ nukh'lifuhu menyalahkannya نَحْنُ naḥnu kami وَلَآ walā dan tidak أَنتَ anta kamu مَكَانًۭا makānan tempat سُوًۭى suwan sama/pertemuan
Dan kami pun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu yang kami tidak akan menyalahinya, dan tidak (pula) kamu di suatu tempat yang pertengahan (letaknya)".
قَالَ qāla (Musa) berkata مَوْعِدُكُمْ mawʿidukum perjanjianmu يَوْمُ yawmu hari ٱلزِّينَةِ l-zīnati raya وَأَن wa-an dan hendaknya يُحْشَرَ yuḥ'shara dikumpulkan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ضُحًۭى ḍuḥan waktu dhuha
Berkata Musa, "Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik".
فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka berpaling meninggalkan فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun فَجَمَعَ fajamaʿa lalu dia mengumpulkan/mengatur كَيْدَهُۥ kaydahu tipu dayanya ثُمَّ thumma kemudian أَتَىٰ atā dia datang
Maka Firʻawn meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang1.
قَالَ qāla berkata لَهُم lahum kepada mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa وَيْلَكُمْ waylakum celakalah kamu لَا lā janganlah تَفْتَرُوا۟ taftarū kamu mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban kedustaan فَيُسْحِتَكُم fayus'ḥitakum maka Dia membinasakan kamu بِعَذَابٍۢ ۖ biʿadhābin dengan siksaan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَابَ khāba gagah/rugi مَنِ mani orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan
Berkata Musa kepada mereka, "Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa". Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.
فَتَنَـٰزَعُوٓا۟ fatanāzaʿū maka mereka berbantah-bantahan أَمْرَهُم amrahum urusan mereka بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka وَأَسَرُّوا۟ wa-asarrū dan mereka merahasiakan ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā percakapan
Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنْ in sesungguhnya هَـٰذَٰنِ hādhāni dua orang ini لَسَـٰحِرَٰنِ lasāḥirāni benar-benar keduanya ahli sihir يُرِيدَانِ yurīdāni keduanya hendak أَن an keduanya akan يُخْرِجَاكُم yukh'rijākum mengusir kamu مِّنْ min dari أَرْضِكُم arḍikum bumi/negerimu بِسِحْرِهِمَا bisiḥ'rihimā dengan sihirnya وَيَذْهَبَا wayadhhabā dan keduanya akan menghilangkan بِطَرِيقَتِكُمُ biṭarīqatikumu dengan jalan/adat kebiasaanmu ٱلْمُثْلَىٰ l-muth'lā utama/baik
Mereka berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya, dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama 1.
فَأَجْمِعُوا۟ fa-ajmiʿū maka kumpulkanlah كَيْدَكُمْ kaydakum tipu dayamu ثُمَّ thumma kemudian ٱئْتُوا۟ i'tū datanglah kamu صَفًّۭا ۚ ṣaffan berbaris وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَفْلَحَ aflaḥa beruntung ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini مَنِ mani orang ٱسْتَعْلَىٰ is'taʿlā diatas/menang
Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. Dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini 1.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِمَّآ immā apakah أَن an bahwa تُلْقِىَ tul'qiya kamu akan melemparkan وَإِمَّآ wa-immā dan/atau apakah أَن an bahwa نَّكُونَ nakūna kami adalah أَوَّلَ awwala pertama/mula-mula مَنْ man orang أَلْقَىٰ alqā melemparkan
(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata, "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"
قَالَ qāla (Musa) berkata بَلْ bal bahkan/silahkan أَلْقُوا۟ ۖ alqū lemparkan olehmu فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba حِبَالُهُمْ ḥibāluhum tali-tali mereka وَعِصِيُّهُمْ waʿiṣiyyuhum dan tongkat-tongkat mereka يُخَيَّلُ yukhayyalu terhayal/terbayang إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/Musa مِن min dari سِحْرِهِمْ siḥ'rihim sihir mereka أَنَّهَا annahā seakan-akan ia تَسْعَىٰ tasʿā ia berjalan
Berkata Musa, "Silakan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba, tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka.
فَأَوْجَسَ fa-awjasa maka merasa فِى fī dalam نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya خِيفَةًۭ khīfatan takut مُّوسَىٰ mūsā Musa
Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لَا lā janganlah تَخَفْ takhaf kamu takut إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu أَنتَ anta kamu ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā diatas unggul
Kami berkata, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
وَأَلْقِ wa-alqi dan lemparkanlah مَا mā apa فِى fī di يَمِينِكَ yamīnika tangan kananmu تَلْقَفْ talqaf ia akan menelan مَا mā apa صَنَعُوٓا۟ ۖ ṣanaʿū mereka berbuat إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka perbuat كَيْدُ kaydu tipu daya سَـٰحِرٍۢ ۖ sāḥirin tukang sihir وَلَا walā dan tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung/menang ٱلسَّاحِرُ l-sāḥiru tukang sihir حَيْثُ ḥaythu darimana أَتَىٰ atā dia datang
Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang".
فَأُلْقِىَ fa-ul'qiya maka terlempar/tersungkur ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu tukang sihir سُجَّدًۭا sujjadan bersujud قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّ birabbi dengan/kepada Tuhan هَـٰرُونَ hārūna Harun وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa
Lalu, tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhan Hārūn dan Musa ".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata ءَامَنتُمْ āmantum kamu beriman لَهُۥ lahu kepadanya قَبْلَ qabla sebelum أَنْ an bahwa ءَاذَنَ ādhana aku memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَكَبِيرُكُمُ lakabīrukumu sungguh pembesar/pemimpinmu ٱلَّذِى alladhī yang عَلَّمَكُمُ ʿallamakumu dia mengajar kamu ٱلسِّحْرَ ۖ l-siḥ'ra sihir فَلَأُقَطِّعَنَّ fala-uqaṭṭiʿanna maka sungguh aku akan memotong أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tangan-tanganmu وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kaki-kakimu مِّنْ min dari خِلَـٰفٍۢ khilāfin yang berlainan وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ wala-uṣallibannakum dan sungguh aku akan menyalib kamu فِى fī di جُذُوعِ judhūʿi batang ٱلنَّخْلِ l-nakhli pohon korma وَلَتَعْلَمُنَّ walataʿlamunna dan sungguh kamu akan mengetahui أَيُّنَآ ayyunā siapa diantara kita أَشَدُّ ashaddu lebih keras عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan kekal
Berkata Firʻawn , "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik1; dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma; dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَن lan kami tidak akan نُّؤْثِرَكَ nu'thiraka menghormati kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa جَآءَنَا jāanā telah datang kepada kami مِنَ mina dari ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti bukti-bukti yang nyata وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang فَطَرَنَا ۖ faṭaranā menciptakan kami فَٱقْضِ fa-iq'ḍi maka putuskanlah مَآ mā apa yang أَنتَ anta kamu قَاضٍ ۖ qāḍin putuskan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تَقْضِى taqḍī kamu memutuskan هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia
Mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu dari bukti-bukti yang nyata (mukjizat) yang telah datang kepada kami dan dari Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.
إِنَّآ innā sesungguhnya kami ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّنَا birabbinā dengan/kepada Tuhan kami لِيَغْفِرَ liyaghfira agar Dia mengampuni لَنَا lanā bagi kami خَطَـٰيَـٰنَا khaṭāyānā kesalahan-kesalahan kami وَمَآ wamā dan apa yang أَكْرَهْتَنَا akrahtanā kamu paksakan kepada kami عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (melakukannya) مِنَ mina dari ٱلسِّحْرِ ۗ l-siḥ'ri sihir وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰٓ wa-abqā dan lebih kekal
Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مَن man barangsiapa يَأْتِ yati dia datang رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya مُجْرِمًۭا muj'riman keadaan berdosa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam لَا lā tidak يَمُوتُ yamūtu dia mati فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَا walā dan dia tidak يَحْيَىٰ yaḥyā hidup
Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhan-nya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati1 di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
وَمَن waman dan barangsiapa يَأْتِهِۦ yatihi datang kepada-Nya مُؤْمِنًۭا mu'minan keadaan beriman قَدْ qad sesungguhnya/sungguh-sungguh عَمِلَ ʿamila dia beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah لَهُمُ lahumu bagi mereka (memperoleh) ٱلدَّرَجَـٰتُ l-darajātu derajat ٱلْعُلَىٰ l-ʿulā tinggi
Dan barang siapa datang kepada Tuhan-nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),
جَنَّـٰتُ jannātu surga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah جَزَآءُ jazāu balasan مَن man orang تَزَكَّىٰ tazakkā suci/bersih
(yaitu) surga ʻAdn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَوْحَيْنَآ awḥaynā telah Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an agar أَسْرِ asri berjalanlah kamu dimalam hari بِعِبَادِى biʿibādī dengan hamba-hamba-Ku فَٱضْرِبْ fa-iḍ'rib maka buatlah لَهُمْ lahum untuk mereka طَرِيقًۭا ṭarīqan jalan فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut يَبَسًۭا yabasan kering لَّا lā jangan تَخَـٰفُ takhāfu kamu takut/khawatir دَرَكًۭا darakan tersusul وَلَا walā dan jangan تَخْشَىٰ takhshā kamu takut
Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Isrā`īl) pada malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu 1, kamu tidak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".
فَأَتْبَعَهُمْ fa-atbaʿahum maka mengikuti mereka فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun بِجُنُودِهِۦ bijunūdihi dengan bala tentaranya فَغَشِيَهُم faghashiyahum lalu menutup mereka مِّنَ mina dari ٱلْيَمِّ l-yami laut مَا mā apa yang غَشِيَهُمْ ghashiyahum menutup mereka
Maka Firʻawn dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.
وَأَضَلَّ wa-aḍalla dan telah menyesatkan فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya وَمَا wamā dan tidak هَدَىٰ hadā memberi petunjuk
Dan Firʻawn telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil قَدْ qad sesungguhnya أَنجَيْنَـٰكُم anjaynākum Kami telah menyelamatkan kamu مِّنْ min dari عَدُوِّكُمْ ʿaduwwikum musuhmu وَوَٰعَدْنَـٰكُمْ wawāʿadnākum dan Kami telah menjanjikan kepadamu جَانِبَ jāniba samping/sebelah ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur ٱلْأَيْمَنَ l-aymana sebelah kanan وَنَزَّلْنَا wanazzalnā dan Kami turunkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَنَّ l-mana manna وَٱلسَّلْوَىٰ wal-salwā dan salwa
Hai Bani Isrā`īl sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan 1 gunung itu 2; dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwā 3.
كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا mā apa رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami telah rezekikan kepadamu وَلَا walā dan janganlah تَطْغَوْا۟ taṭghaw kamu melewati batas فِيهِ fīhi padanya فَيَحِلَّ fayaḥilla maka halal/menimpa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian غَضَبِى ۖ ghaḍabī kemurkaan-Ku وَمَن waman dan barangsiapa يَحْلِلْ yaḥlil halal/menimpa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya غَضَبِى ghaḍabī kemurkaan-Ku فَقَدْ faqad maka sesungguhnya هَوَىٰ hawā binasalah dia
Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah melampaui batas padanya yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya Aku لَغَفَّارٌۭ laghaffārun sungguh Maha Pengampun لِّمَن liman bagi siapa تَابَ tāba dia bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan dia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan dia beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh ثُمَّ thumma kemudian ٱهْتَدَىٰ ih'tadā dia mendapat petunjuk/dijalan yang benar
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
۞ وَمَآ wamā dan mengapa أَعْجَلَكَ aʿjalaka kamu lebih cepat عَن ʿan dari قَوْمِكَ qawmika kaummu يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?
قَالَ qāla (Musa) berkata هُمْ hum mereka أُو۟لَآءِ ulāi itulah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَثَرِى atharī jejakku/dibelakangku وَعَجِلْتُ waʿajil'tu dan aku lebih cepat/bersegera إِلَيْكَ ilayka kepada-Mu رَبِّ rabbi ya Tuhanku لِتَرْضَىٰ litarḍā agar Engkau rida
Berkata Musa, "Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhan-ku, agar supaya Engkau rida (kepadaku)".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami قَدْ qad sungguh فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji قَوْمَكَ qawmaka kaum kamu مِنۢ min dari بَعْدِكَ baʿdika setelah engkau وَأَضَلَّهُمُ wa-aḍallahumu dan telah menyesatkan mereka ٱلسَّامِرِىُّ l-sāmiriyu Samiri
Allah berfirman, "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan dan mereka telah disesatkan oleh As-Sāmirī 1.
فَرَجَعَ farajaʿa maka kembali مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya غَضْبَـٰنَ ghaḍbāna marah أَسِفًۭا ۚ asifan duka-cita قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَلَمْ alam bukankah يَعِدْكُمْ yaʿid'kum menjanjikan kepadamu رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَعْدًا waʿdan suatu janji حَسَنًا ۚ ḥasanan yang baik أَفَطَالَ afaṭāla apakah panjang/terlalu lama عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْعَهْدُ l-ʿahdu perjanjian أَمْ am atau أَرَدتُّمْ aradttum kamu menghendaki أَن an bahwa يَحِلَّ yaḥilla halal/menimpa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَأَخْلَفْتُم fa-akhlaftum maka kamu menyalahi/melanggar مَّوْعِدِى mawʿidī perjanjianku
Kemudian, Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa, "Hai kaumku, bukankah Tuhan-mu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhan-mu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu denganku?".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ mā tidak أَخْلَفْنَا akhlafnā kami menyalahi/melanggar مَوْعِدَكَ mawʿidaka perjanjianmu بِمَلْكِنَا bimalkinā dengan kemauan kami وَلَـٰكِنَّا walākinnā akan tetapi kami حُمِّلْنَآ ḥummil'nā kami disuruh membawa أَوْزَارًۭا awzāran beban-beban مِّن min dari زِينَةِ zīnati perhiasan ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum فَقَذَفْنَـٰهَا faqadhafnāhā maka kami melemparkan فَكَذَٰلِكَ fakadhālika maka demikian itu أَلْقَى alqā melemparkan ٱلسَّامِرِىُّ l-sāmiriyu Samiri
Mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya dan demikian pula As-Sāmirī melemparkannya 1",
فَأَخْرَجَ fa-akhraja maka dia mengeluarkan لَهُمْ lahum untuk mereka عِجْلًۭا ʿij'lan anak lembu جَسَدًۭا jasadan jasad/bertubuh لَّهُۥ lahu baginya خُوَارٌۭ khuwārun bersuara فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata هَـٰذَآ hādhā inilah إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu وَإِلَـٰهُ wa-ilāhu dan Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa فَنَسِىَ fanasiya maka dia melupakan
kemudian As-Sāmirī mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara 1, maka mereka berkata, "Inilah Tuhan-mu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa".
أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَرَوْنَ yarawna mereka memperhatikan أَلَّا allā bahwa tidak يَرْجِعُ yarjiʿu ia mengembalikan/memberikan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan/jawaban وَلَا walā dan ia tidak يَمْلِكُ yamliku memiliki/kuasa لَهُمْ lahum kepada mereka ضَرًّۭا ḍarran kemudaratan وَلَا walā dan tidak نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan
Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya قَالَ qāla telah berkata لَهُمْ lahum kepada mereka هَـٰرُونُ hārūnu Harun مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/sebelumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah فُتِنتُم futintum kamu telah diberi cobaan بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih فَٱتَّبِعُونِى fa-ittabiʿūnī maka ikutilah aku وَأَطِيعُوٓا۟ wa-aṭīʿū dan taatilah أَمْرِى amrī perintahku
Dan sesungguhnya Hārūn telah berkata kepada mereka sebelumnya, "Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhan-mu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَن lan kami akan نَّبْرَحَ nabraḥa selalu/tetap عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَـٰكِفِينَ ʿākifīna orang yang bertekun حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَرْجِعَ yarjiʿa kembali إِلَيْنَا ilaynā kepada kami مُوسَىٰ mūsā Musa
Mereka menjawab, "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini hingga Musa kembali kepada kami".
قَالَ qāla (Musa) berkata يَـٰهَـٰرُونُ yāhārūnu Hai Harun مَا mā apa yang مَنَعَكَ manaʿaka mencegah/menghalangi kamu إِذْ idh ketika رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka ضَلُّوٓا۟ ḍallū mereka telah sesat
Berkata Musa, "Hai Hārūn, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
أَلَّا allā bahwa tidak تَتَّبِعَنِ ۖ tattabiʿani kamu mengikuti aku أَفَعَصَيْتَ afaʿaṣayta apakah kamu mendurhakai أَمْرِى amrī perintahku
(sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"
قَالَ qāla (Harun) berkata يَبْنَؤُمَّ yabna-umma ibuku لَا lā jangan تَأْخُذْ takhudh kamu ambil/pegang بِلِحْيَتِى biliḥ'yatī dengan janggutku وَلَا walā dan jangan بِرَأْسِىٓ ۖ birasī kepalaku إِنِّى innī sesungguhnya aku خَشِيتُ khashītu aku takut/khawatir أَن an bahwa تَقُولَ taqūla kamu berkata فَرَّقْتَ farraqta kamu membuat perpecahan بَيْنَ bayna diantara بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَلَمْ walam dan tidak تَرْقُبْ tarqub kamu menjaga/memelihara قَوْلِى qawlī perkataanku
Hārūn menjawab, "Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), "Kamu telah memecah antara Bani Isrā`īl dan kamu tidak memelihara amanatku".
قَالَ qāla (Musa) berkata فَمَا famā maka apakah خَطْبُكَ khaṭbuka percakapanmu/maksudmu يَـٰسَـٰمِرِىُّ yāsāmiriyyu wahai samiri
Berkata Musa, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai As-Sāmirī ?"
قَالَ qāla (Samiri) berkata بَصُرْتُ baṣur'tu aku melihat بِمَا bimā dengan apa لَمْ lam yang tidak يَبْصُرُوا۟ yabṣurū mereka melihat بِهِۦ bihi dengannya فَقَبَضْتُ faqabaḍtu maka aku menggenggam/mengambil قَبْضَةًۭ qabḍatan segenggam مِّنْ min dari أَثَرِ athari bekas jejak ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul فَنَبَذْتُهَا fanabadhtuhā lalu aku melemparkannya وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah سَوَّلَتْ sawwalat menggoda/membujuk لِى lī bagiku/kepadaku نَفْسِى nafsī diriku/nafsuku
As-Sāmirī menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul 1 , lalu aku melemparkannya dan demikianlah nafsuku membujukku".
قَالَ qāla (Musa) berkata فَٱذْهَبْ fa-idh'hab pergilah kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَكَ laka bagi kamu فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan أَن an bahwa تَقُولَ taqūla kamu mengatakan لَا lā jangan مِسَاسَ ۖ misāsa menyentuh وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَكَ laka bagimu مَوْعِدًۭا mawʿidan perjanjian/ancaman لَّن lan tidak تُخْلَفَهُۥ ۖ tukh'lafahu kamu menyalahi/menghindarinya وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah إِلَىٰٓ ilā kepada إِلَـٰهِكَ ilāhika Tuhanmu ٱلَّذِى alladhī yang ظَلْتَ ẓalta kamu tetap عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَاكِفًۭا ۖ ʿākifan bertekun لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ lanuḥarriqannahu sungguh kami akan membakarnya ثُمَّ thumma kemudian لَنَنسِفَنَّهُۥ lanansifannahu sungguh kami akan menghamburkannya فِى fī kedalam ٱلْيَمِّ l-yami laut نَسْفًا nasfan berhamburan
Berkata Musa, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, "Janganlah menyentuh (aku) 1". Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah Tuhan-mu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah إِلَـٰهُكُمُ ilāhukumu Tuhanmu ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ ۚ huwa Dia وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi كُلَّ kulla segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًۭا ʿil'man pengetahuan
Sesungguhnya Tuhan-mu hanyalah Allah yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu".
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنْ min dari/sebagian أَنۢبَآءِ anbāi ceritera مَا mā apa/ummat قَدْ qad sungguh سَبَقَ ۚ sabaqa telah lalu وَقَدْ waqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَـٰكَ ātaynāka Kami telah memberikan kepadamu مِن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami ذِكْرًۭا dhik'ran peringatan/pelajaran
Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Qur`ān).
مَّنْ man barangsiapa أَعْرَضَ aʿraḍa berpaling عَنْهُ ʿanhu daripadanya فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia يَحْمِلُ yaḥmilu ia membawa/memikul يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وِزْرًا wiz'ran beban/dosa
Barang siapa berpaling dari pada Al-Qur`ān , maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهِ ۖ fīhi didalamnya وَسَآءَ wasāa dan amat buruk لَهُمْ lahum bagi mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat حِمْلًۭا ḥim'lan beban
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,
يَوْمَ yawma hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى fī dalam ٱلصُّورِ ۚ l-ṣūri sangkakala وَنَحْشُرُ wanaḥshuru dan Kami akan mengumpulkan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu زُرْقًۭا zur'qan mata kelabu
(yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala 1 dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;
يَتَخَـٰفَتُونَ yatakhāfatūna mereka berbisik-bisik بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu berdiam إِلَّا illā melainkan عَشْرًۭا ʿashran sepuluh
mereka berbisik-bisik di antara mereka, "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sepuluh (hari)"
نَّحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan إِذْ idh ketika يَقُولُ yaqūlu berkata أَمْثَلُهُمْ amthaluhum semisal mereka/seorang diantara mereka طَرِيقَةً ṭarīqatan jalan إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu berdiam إِلَّا illā melainkan يَوْمًۭا yawman sehari
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan ketika berkata orang yang paling lurus jalannya 1 di antara mereka, "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja".
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung فَقُلْ faqul maka katakanlah يَنسِفُهَا yansifuhā menghancurkan رَبِّى rabbī Tuhanku نَسْفًۭا nasfan sehancur-hancurnya
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhan-ku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,
فَيَذَرُهَا fayadharuhā Maka Dia biarkan قَاعًۭا qāʿan kosong صَفْصَفًۭا ṣafṣafan tanah datar
maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
لَّا lā tidak تَرَىٰ tarā kamu lihat فِيهَا fīhā didalamnya/padanya عِوَجًۭا ʿiwajan yang rendah وَلَآ walā dan tidak أَمْتًۭا amtan yang tinggi
tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti ٱلدَّاعِىَ l-dāʿiya penyeru لَا lā tidak عِوَجَ ʿiwaja bengkok لَهُۥ ۖ lahu baginya وَخَشَعَتِ wakhashaʿati dan khusyuk/merendah ٱلْأَصْوَاتُ l-aṣwātu semua suara لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada yang Maha Pengasih فَلَا falā maka tidak تَسْمَعُ tasmaʿu kamu dengar إِلَّا illā kecuali هَمْسًۭا hamsan bisikan
Pada hari itu, manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru 1 dengan tidak berbelok-belok dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar, kecuali bisikan saja.
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لَّا lā tidak تَنفَعُ tanfaʿu manfaat/berguna ٱلشَّفَـٰعَةُ l-shafāʿatu syafaat/pertolongan إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang أَذِنَ adhina memberi izin لَهُ lahu kepadanya ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وَرَضِىَ waraḍiya dan Dia rida لَهُۥ lahu kepadanya قَوْلًۭا qawlan perkataan
Pada hari itu tidak berguna syafaat 1, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya dan Dia telah meridai perkataannya.
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa yang بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa yang خَلْفَهُمْ khalfahum belakang mereka وَلَا walā dan mereka tidak يُحِيطُونَ yuḥīṭūna meliputi بِهِۦ bihi dengan-Nya عِلْمًۭا ʿil'man ilmu
Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
۞ وَعَنَتِ waʿanati dan menekun/tunduk ٱلْوُجُوهُ l-wujūhu semua muka لِلْحَىِّ lil'ḥayyi kepada Yang Hidup ٱلْقَيُّومِ ۖ l-qayūmi Yang Berdiri Sendiri وَقَدْ waqad dan sungguh خَابَ khāba rugi مَنْ man orang حَمَلَ ḥamala membawa/memikul ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman
Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.
وَمَن waman dan barangsiapa يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan مِنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan وَهُوَ wahuwa dan/sedang ia مُؤْمِنٌۭ mu'minun beriman فَلَا falā maka tidak يَخَافُ yakhāfu ia merasa khawatir ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman وَلَا walā dan tidak هَضْمًۭا haḍman pengurangan hak
Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami telah menurunkannya قُرْءَانًا qur'ānan Al-Qur'an عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab وَصَرَّفْنَا waṣarrafnā dan Kami telah menjelaskan فِيهِ fīhi didalamnya مِنَ mina dari ٱلْوَعِيدِ l-waʿīdi beberapa ancaman لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa أَوْ aw atau يُحْدِثُ yuḥ'dithu ia menimbulkan لَهُمْ lahum bagi mereka ذِكْرًۭا dhik'ran peringatan/pengajaran
Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur`ān dalam bahasa Arab dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya, sebagian dari ancaman agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Qur`ān itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.
فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu sebenarnya وَلَا walā dan jangan تَعْجَلْ taʿjal kamu tergesa-gesa بِٱلْقُرْءَانِ bil-qur'āni dengan Al-Qur'an مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يُقْضَىٰٓ yuq'ḍā diselesaikan/disempurnakan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَحْيُهُۥ ۖ waḥyuhu mewahyukannya وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku زِدْنِى zid'nī tambahkanlah kepadaku عِلْمًۭا ʿil'man ilmu pengetahuan
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenar-benarnya; dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur`ān sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu1, dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَهِدْنَآ ʿahid'nā telah Kami janjikan/perintahkan إِلَىٰٓ ilā kepada ءَادَمَ ādama Adam مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu فَنَسِىَ fanasiya maka dia lupa وَلَمْ walam dan tidak نَجِدْ najid Kami dapati لَهُۥ lahu baginya/padanya عَزْمًۭا ʿazman kemauan yang kuat
Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan 1 kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu) dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berkata لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka bersujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis أَبَىٰ abā ia enggan/menolak
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.
فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berkata يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لَّكَ laka bagimu وَلِزَوْجِكَ walizawjika dan bagi isterimu فَلَا falā maka janganlah يُخْرِجَنَّكُمَا yukh'rijannakumā ia mengeluarkan kamu berdua مِنَ mina dari ٱلْجَنَّةِ l-janati surga فَتَشْقَىٰٓ fatashqā maka kamu menjadi celaka
Maka Kami berkata, "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
إِنَّ inna sesungguhnya لَكَ laka bagimu أَلَّا allā bahwa tidak تَجُوعَ tajūʿa kamu kelaparan فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan kamu tidak تَعْرَىٰ taʿrā telanjang
Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,
وَأَنَّكَ wa-annaka dan sesungguhnya kamu لَا lā kamu tidak تَظْمَؤُا۟ taẓma-u merasa dahaga فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan kamu tidak تَضْحَىٰ taḍḥā kena panas matahari
dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".
فَوَسْوَسَ fawaswasa maka membisikkan pikiran jahat إِلَيْهِ ilayhi kepadanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan قَالَ qāla ia berkata يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam هَلْ hal apakah/maukah أَدُلُّكَ adulluka aku tunjukkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas شَجَرَةِ shajarati pohon ٱلْخُلْدِ l-khul'di kekal وَمُلْكٍۢ wamul'kin dan kerajaan لَّا lā tidak يَبْلَىٰ yablā binasa
Kemudian, setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi 1 dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
فَأَكَلَا fa-akalā maka keduanya memakan مِنْهَا min'hā dari padanya فَبَدَتْ fabadat maka nampak لَهُمَا lahumā bagi keduanya سَوْءَٰتُهُمَا sawātuhumā aurat keduanya وَطَفِقَا waṭafiqā dan keduanya mulai berbuat يَخْصِفَانِ yakhṣifāni keduanya menutupi عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya مِن min dari وَرَقِ waraqi daun ٱلْجَنَّةِ ۚ l-janati surga وَعَصَىٰٓ waʿaṣā dan durhaka ءَادَمُ ādamu Adam رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya فَغَوَىٰ faghawā maka sesatlah dia
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia 1.
ثُمَّ thumma kemudian ٱجْتَبَـٰهُ ij'tabāhu memilihnya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَهَدَىٰ wahadā dan Dia memberi petunjuk
Kemudian, Tuhan-nya memilihnya1, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱهْبِطَا ih'biṭā turunlah kamu berdua مِنْهَا min'hā daripadanya جَمِيعًۢا ۖ jamīʿan semuanya/bersama-sama بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian yang lain عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun musuh فَإِمَّا fa-immā maka adapun/jika يَأْتِيَنَّكُم yatiyannakum datang kepada kalian مِّنِّى minnī dari pada-Ku هُدًۭى hudan petunjuk فَمَنِ famani maka barangsiapa ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti هُدَاىَ hudāya petunjuk-Ku فَلَا falā maka dia tidak akan يَضِلُّ yaḍillu tersesat وَلَا walā dan dia tidak يَشْقَىٰ yashqā celaka
Allah berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَمَنْ waman dan barangsiapa أَعْرَضَ aʿraḍa ia berpaling عَن ʿan dari ذِكْرِى dhik'rī peringatan-Ku فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya مَعِيشَةًۭ maʿīshatan penghidupan ضَنكًۭا ḍankan sulit/sempit وَنَحْشُرُهُۥ wanaḥshuruhu dan Kami akan mengumpulkannya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat أَعْمَىٰ aʿmā buta
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku لِمَ lima mengapa حَشَرْتَنِىٓ ḥashartanī Engkau mengumpulkan aku أَعْمَىٰ aʿmā buta وَقَدْ waqad dan/padahal sesungguhnya كُنتُ kuntu adalah aku بَصِيرًۭا baṣīran seorang yang melihat
Berkatalah ia, "Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
قَالَ qāla (Allah) berfirman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah أَتَتْكَ atatka telah datang kepadamu ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami فَنَسِيتَهَا ۖ fanasītahā maka kamu melupakannya وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini تُنسَىٰ tunsā kamu dilupakan
Allah berfirman, "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan".
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami membalas مَنْ man orang أَسْرَفَ asrafa melampaui batas وَلَمْ walam dan dia tidak يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat رَبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat keras وَأَبْقَىٰٓ wa-abqā dan lebih kekal
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhan-nya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَهْدِ yahdi menjadi petunjuk لَهُمْ lahum bagi mereka كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah membinasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan فِى fī di مَسَـٰكِنِهِمْ ۗ masākinihim tempat tinggal mereka/ummat-ummat إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلنُّهَىٰ l-nuhā pengertian/fikiran
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.
وَلَوْلَا walawlā dan sekiranya tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun perkataan/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَكَانَ lakāna sungguh adalah لِزَامًۭا lizāman melekat/menimpa وَأَجَلٌۭ wa-ajalun dan ajal/waktu مُّسَمًّۭى musamman yang telah ditentukan
Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa yang يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّكَ rabbika Tuhanmu قَبْلَ qabla sebelum طُلُوعِ ṭulūʿi terbit ٱلشَّمْسِ l-shamsi matahari وَقَبْلَ waqabla dan sebelum غُرُوبِهَا ۖ ghurūbihā terbenamnya وَمِنْ wamin dan dari ءَانَآئِ ānāi bagian/waktu ٱلَّيْلِ al-layli malam فَسَبِّحْ fasabbiḥ maka bertasbihlah وَأَطْرَافَ wa-aṭrāfa dan di ujung ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang لَعَلَّكَ laʿallaka supaya kamu تَرْضَىٰ tarḍā kamu rela/senang
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu pada malam hari dan pada waktu-waktu pada siang hari supaya kamu merasa senang.
وَلَا walā dan jangan تَمُدَّنَّ tamuddanna kamu tujukan عَيْنَيْكَ ʿaynayka kedua matamu إِلَىٰ ilā kepada مَا mā apa مَتَّعْنَا mattaʿnā Kami beri kesenangan بِهِۦٓ bihi dengannya أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/golongan-golongan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka زَهْرَةَ zahrata kembang ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لِنَفْتِنَهُمْ linaftinahum untuk Kami menguji mereka فِيهِ ۚ fīhi padanya/dengannya وَرِزْقُ wariz'qu dan/sedang rezki/karunia رَبِّكَ rabbika Tuhanmu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan lebih kekal
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
وَأْمُرْ wamur dan suruhlah أَهْلَكَ ahlaka keluargamu/ummatmu بِٱلصَّلَوٰةِ bil-ṣalati dengan sholat وَٱصْطَبِرْ wa-iṣ'ṭabir dan berteguhlah/bersabarlah عَلَيْهَا ۖ ʿalayhā atasnya لَا lā Kami tidak نَسْـَٔلُكَ nasaluka minta kepadamu رِزْقًۭا ۖ riz'qan rezeki نَّحْنُ naḥnu Kami نَرْزُقُكَ ۗ narzuquka Kami memberi rezekimu وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibat لِلتَّقْوَىٰ lilttaqwā bagi orang yang bertakwa
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak يَأْتِينَا yatīnā dia datang kepada kami بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan ayat/bukti مِّن min dari رَّبِّهِۦٓ ۚ rabbihi Tuhannya أَوَلَمْ awalam ataukah tidak تَأْتِهِم tatihim datang kepada mereka بَيِّنَةُ bayyinatu yang nyata مَا mā apa yang فِى fī dalam ٱلصُّحُفِ l-ṣuḥufi kitab-kitab ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama/dahulu
Dan mereka berkata, "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhan-nya?" Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
وَلَوْ walaw dan sekiranya أَنَّآ annā sesungguhnya Kami أَهْلَكْنَـٰهُم ahlaknāhum Kami membinasakan mereka بِعَذَابٍۢ biʿadhābin dengan suatu azab مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَقَالُوا۟ laqālū pasti mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَرْسَلْتَ arsalta Engkau utus إِلَيْنَا ilaynā kepada kami رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul فَنَتَّبِعَ fanattabiʿa maka kami akan mengikuti ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa نَّذِلَّ nadhilla kami hina وَنَخْزَىٰ wanakhzā dan kami bernoda/rendah
Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al-Qur`ān itu (diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
قُلْ qul katakanlah كُلٌّۭ kullun masing-masing مُّتَرَبِّصٌۭ mutarabbiṣun menunggu فَتَرَبَّصُوا۟ ۖ fatarabbaṣū maka tunggulah olehmu فَسَتَعْلَمُونَ fasataʿlamūna maka kamu akan mengetahui مَنْ man orang/siapa أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni (mempunyai) ٱلصِّرَٰطِ l-ṣirāṭi jalan ٱلسَّوِىِّ l-sawiyi sama/lurus وَمَنِ wamani dan siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk
Katakanlah, "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk".