البقرة
Al-Baqarah
Sapi Betina Madaniyah
Memuat audio qari…
الٓمٓ alif-lam-meem Alif lam mim
Alif Lām Mīm.1
ذَٰلِكَ dhālika itu ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab لَا lā tidak ada رَيْبَ ۛ rayba keraguan فِيهِ ۛ fīhi didalamnya هُدًۭى hudan petunjuk لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang takwa
Kitab (Al-Qur`ān)1 ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa2,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib وَيُقِيمُونَ wayuqīmūna dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَمِمَّا wamimmā dan sebagian dari apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami beri rezki kepada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
(yaitu) mereka yang beriman1 kepada yang gaib2, yang mendirikan salat3, dan menafkahkan sebagian rezeki4 yang Kami anugerahkan kepada mereka,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِمَآ bimā pada apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu وَبِٱلْـَٔاخِرَةِ wabil-ākhirati dan pada hari akhirat هُمْ hum mereka يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur`ān) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu1, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat2.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَىٰ ʿalā atas هُدًۭى hudan petunjuk مِّن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung1.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar سَوَآءٌ sawāon sama عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَأَنذَرْتَهُمْ a-andhartahum apakah engkau peringatkan mereka أَمْ am atau لَمْ lam tidak تُنذِرْهُمْ tundhir'hum engkau peringatkan mereka لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
خَتَمَ khatama menutup/mengunci ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka وَعَلَىٰ waʿalā dan atas سَمْعِهِمْ ۖ samʿihim pendengaran mereka وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas أَبْصَـٰرِهِمْ abṣārihim penglihatan mereka غِشَـٰوَةٌۭ ۖ ghishāwatun tutup/tabir وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksaan عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar/berat
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka1, dan penglihatan mereka ditutup2. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang yang يَقُولُ yaqūlu berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَبِٱلْيَوْمِ wabil-yawmi dan kepada hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَمَا wamā dan bukanlah هُم hum mereka بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman
Di antara manusia ada yang mengatakan, "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian1", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
يُخَـٰدِعُونَ yukhādiʿūna mereka hendak menipu ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَمَا wamā dan tidaklah يَخْدَعُونَ yakhdaʿūna mereka menipu إِلَّآ illā kecuali أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَمَا wamā dan tidaklah يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
فِى fī di dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit فَزَادَهُمُ fazādahumu maka menambah ٱللَّهُ l-lahu Allah مَرَضًۭا ۖ maraḍan penyakit وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۢ alīmun yang sangat pedih بِمَا bimā dengan sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْذِبُونَ yakdhibūna berdusta
Dalam hati mereka ada penyakit1, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla ketika dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka لَا lā jangan تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَحْنُ naḥnu kami مُصْلِحُونَ muṣ'liḥūna orang-orang yang melakukan perbaikan
Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi1”, mereka menjawab, "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".
أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلْمُفْسِدُونَ l-muf'sidūna orang-orang yang membuat kerusakan وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka sadar
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka ءَامِنُوا۟ āminū beriman كَمَآ kamā sebagaimana ءَامَنَ āmana telah beriman ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kami beriman كَمَآ kamā sebagaimana ءَامَنَ āmana beriman ٱلسُّفَهَآءُ ۗ l-sufahāu orang-orang bodoh أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang bodoh وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila لَقُوا۟ laqū mereka berjumpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَإِذَا wa-idhā dan apabila خَلَوْا۟ khalaw mereka kembali إِلَىٰ ilā kepada شَيَـٰطِينِهِمْ shayāṭīnihim syaitan-syaitan mereka قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami مَعَكُمْ maʿakum bersama kalian إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَحْنُ naḥnu kami مُسْتَهْزِءُونَ mus'tahziūna orang-orang yang berolok-olok
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka1, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَسْتَهْزِئُ yastahzi-u akan memperolok-olok بِهِمْ bihim kepada mereka وَيَمُدُّهُمْ wayamudduhum dan membiarkan mereka فِى fī dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna terombang-ambing
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū mereka membeli ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk فَمَا famā maka tidak رَبِحَت rabiḥat beruntung تِّجَـٰرَتُهُمْ tijāratuhum perniagaan mereka وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
مَثَلُهُمْ mathaluhum perumpamaan mereka كَمَثَلِ kamathali seperti umpama ٱلَّذِى alladhī orang yang ٱسْتَوْقَدَ is'tawqada menyalakan نَارًۭا nāran api فَلَمَّآ falammā maka setelah أَضَآءَتْ aḍāat menerangi مَا mā apa حَوْلَهُۥ ḥawlahu disekelilingnya ذَهَبَ dhahaba menghilangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِنُورِهِمْ binūrihim dengan cahaya mereka وَتَرَكَهُمْ watarakahum dan membiarkan mereka فِى fī dalam ظُلُمَـٰتٍۢ ẓulumātin kegelapan لَّا lā tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat1.
صُمٌّۢ ṣummun (mereka) tuli بُكْمٌ buk'mun (mereka) bisu عُمْىٌۭ ʿum'yun (mereka) buta فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka akan kembali
Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)1,
أَوْ aw atau كَصَيِّبٍۢ kaṣayyibin seperti hujan lebat مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فِيهِ fīhi didalamnya ظُلُمَـٰتٌۭ ẓulumātun gelap gulita وَرَعْدٌۭ waraʿdun dan guruh وَبَرْقٌۭ wabarqun dan kilat يَجْعَلُونَ yajʿalūna mereka menyumbat أَصَـٰبِعَهُمْ aṣābiʿahum jari-jari mereka فِىٓ fī dalam ءَاذَانِهِم ādhānihim telinga mereka مِّنَ mina dari ٱلصَّوَٰعِقِ l-ṣawāʿiqi petir حَذَرَ ḥadhara takut ٱلْمَوْتِ ۚ l-mawti mati وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مُحِيطٌۢ muḥīṭun meliputi بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna terhadap orang-orang kafir
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya karena (mendengar suara) petir1, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir2.
يَكَادُ yakādu hampir-hampir ٱلْبَرْقُ l-barqu kilat يَخْطَفُ yakhṭafu menyambar أَبْصَـٰرَهُمْ ۖ abṣārahum penglihatan mereka كُلَّمَآ kullamā setiap أَضَآءَ aḍāa bersinar لَهُم lahum kepada mereka مَّشَوْا۟ mashaw mereka berjalan فِيهِ fīhi didalamnya وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَظْلَمَ aẓlama menjadi gelap عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka قَامُوا۟ ۚ qāmū berhenti وَلَوْ walaw dan bila شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَذَهَبَ ladhahaba niscaya Ia melenyapkan بِسَمْعِهِمْ bisamʿihim dengan pendengaran mereka وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۚ wa-abṣārihim dan penglihatan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna (kamu) bertakwa
Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa.
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فِرَٰشًۭا firāshan hamparan وَٱلسَّمَآءَ wal-samāa dan langit بِنَآءًۭ bināan bangunan وَأَنزَلَ wa-anzala dan menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَخْرَجَ fa-akhraja maka (Dia) mengeluarkan بِهِۦ bihi dengan itu مِنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan رِزْقًۭا riz'qan rezki لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَلَا falā maka jangan تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu1 bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
وَإِن wa-in dan jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى fī dalam رَيْبٍۢ raybin keraguan مِّمَّا mimmā dari apa yang نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan عَلَىٰ ʿalā atas عَبْدِنَا ʿabdinā hamba Kami فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/buatlah بِسُورَةٍۢ bisūratin dengan sebuah surat مِّن min dari مِّثْلِهِۦ mith'lihi seperti itu وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah شُهَدَآءَكُم shuhadāakum saksi-saksi (penolongmu) مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur`ān yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah1 satu surah (saja) yang semisal Al-Qur`ān itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan وَلَن walan dan tidak akan تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka takutlah kalian ٱلنَّارَ l-nāra api neraka ٱلَّتِى allatī yang وَقُودُهَا waqūduhā bahan bakarnya ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَٱلْحِجَارَةُ ۖ wal-ḥijāratu dan batu أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
وَبَشِّرِ wabashiri dan sampaikan kabar gembira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan أَنَّ anna sesungguhnya لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai كُلَّمَا kullamā setiap kali رُزِقُوا۟ ruziqū mereka diberi rezki مِنْهَا min'hā dari padanya مِن min dari ثَمَرَةٍۢ thamaratin buah-buahan رِّزْقًۭا ۙ riz'qan (sebagai) rezki قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang رُزِقْنَا ruziq'nā direzkikan kepada kami مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu dahulu وَأُتُوا۟ wa-utū dan mereka diberi بِهِۦ bihi dengannya مُتَشَـٰبِهًۭا ۖ mutashābihan yang serupa وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِيهَآ fīhā didalamnya أَزْوَٰجٌۭ azwājun isteri-isteri مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ muṭahharatun yang suci وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya1.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَسْتَحْىِۦٓ yastaḥyī segan أَن an untuk يَضْرِبَ yaḍriba membuat مَثَلًۭا mathalan perumpamaan مَّا mā berupa بَعُوضَةًۭ baʿūḍatan nyamuk فَمَا famā bahkan apa فَوْقَهَا ۚ fawqahā lebih rendah darinya فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman فَيَعْلَمُونَ fayaʿlamūna maka mereka mengetahui أَنَّهُ annahu bahwasanya ia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhannya وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَيَقُولُونَ fayaqūlūna maka mereka berkata مَاذَآ mādhā apa yang أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini مَثَلًۭا ۘ mathalan perumpamaan يُضِلُّ yuḍillu Dia menyesatkan بِهِۦ bihi dengannya كَثِيرًۭا kathīran banyak وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk بِهِۦ bihi dengannya كَثِيرًۭا ۚ kathīran banyak وَمَا wamā dan tidak يُضِلُّ yuḍillu Dia sesatkan بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَّا illā kecuali ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang fasik
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu1. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah2, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَنقُضُونَ yanquḍūna melanggar عَهْدَ ʿahda perjanjian ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مِيثَـٰقِهِۦ mīthāqihi meneguhkannya وَيَقْطَعُونَ wayaqṭaʿūna dan mereka memutuskan مَآ mā apa أَمَرَ amara yang diperintahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦٓ bihi dengannya أَن an bahwa/untuk يُوصَلَ yūṣala menghubungkan وَيُفْسِدُونَ wayuf'sidūna dan mereka membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
كَيْفَ kayfa bagaimana تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian أَمْوَٰتًۭا amwātan orang-orang mati فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ fa-aḥyākum maka Dia menghidupkan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِيكُمْ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Mengapa kamu kafir kepada Allah? Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
هُوَ huwa Dialah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa فِى fī pada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰٓ is'tawā Dia menuju إِلَى ilā kepada ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَسَوَّىٰهُنَّ fasawwāhunna maka Dia menyempurnakan سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَٰتٍۢ ۚ samāwātin langit وَهُوَ wahuwa dan Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berfirman رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat إِنِّى innī sesungguhnya Aku جَاعِلٌۭ jāʿilun pencipta فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi خَلِيفَةًۭ ۖ khalīfatan khalifah (wakil) قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتَجْعَلُ atajʿalu apakah Engkau jadikan فِيهَا fīhā di dalamnya مَن man orang يُفْسِدُ yuf'sidu merusak فِيهَا fīhā didalamnya وَيَسْفِكُ wayasfiku dan menumpahkan ٱلدِّمَآءَ l-dimāa darah وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami نُسَبِّحُ nusabbiḥu kami bertasbih بِحَمْدِكَ biḥamdika dengan memujiMu وَنُقَدِّسُ wanuqaddisu dan kami mensucikan لَكَ ۖ laka bagiMu قَالَ qāla Dia berfirman إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَعْلَمُ aʿlamu Aku lebih mengetahui مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
وَعَلَّمَ waʿallama dan Dia mengajarkan ءَادَمَ ādama Adam ٱلْأَسْمَآءَ l-asmāa nama-nama كُلَّهَا kullahā seluruhnya ثُمَّ thumma kemudian عَرَضَهُمْ ʿaraḍahum Dia mengemukakannya عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat فَقَالَ faqāla maka Dia berfirman أَنۢبِـُٔونِى anbiūnī terangkan kepadaKu بِأَسْمَآءِ bi-asmāi dengan nama-nama هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini semua إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau لَا lā tidak ada عِلْمَ ʿil'ma pengetahuan لَنَآ lanā bagi kami إِلَّا illā kecuali مَا mā apa عَلَّمْتَنَآ ۖ ʿallamtanā Engkau ajarkan kepada kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Mereka menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"1.
قَالَ qāla Dia berfirman يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam أَنۢبِئْهُم anbi'hum terangkan kepada mereka بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ bi-asmāihim dengan nama-namanya فَلَمَّآ falammā maka setelah أَنۢبَأَهُم anba-ahum ia menerangkan kepada mereka بِأَسْمَآئِهِمْ bi-asmāihim dengan nama-namanya قَالَ qāla Dia berfirman أَلَمْ alam bukankah أَقُل aqul Aku katakan لَّكُمْ lakum bagi kalian إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَعْلَمُ aʿlamu Aku mengetahui غَيْبَ ghayba kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan Aku mengetahui مَا mā apa تُبْدُونَ tub'dūna kamu lahirkan وَمَا wamā dan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan
Allah berfirman, "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, "Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka sujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis أَبَىٰ abā ia enggan وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan ia sombong وَكَانَ wakāna dan ia adalah مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujud-lah1 kamu kepada Adam!" Maka sujud-lah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam ٱسْكُنْ us'kun tinggallah أَنتَ anta kamu وَزَوْجُكَ wazawjuka dan isterimu ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَكُلَا wakulā dan makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya رَغَدًا raghadan (hingga) puas/senang حَيْثُ ḥaythu sebagaimana شِئْتُمَا shi'tumā kalian berdua sukai وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبَا taqrabā kalian berdua mendekati هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon فَتَكُونَا fatakūnā maka kalian berdua adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan Kami berfirman, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini1, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
فَأَزَلَّهُمَا fa-azallahumā maka menggelincirkan keduanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan عَنْهَا ʿanhā daripadanya (surga) فَأَخْرَجَهُمَا fa-akhrajahumā maka (Allah) mengeluarkan keduanya مِمَّا mimmā dari apa كَانَا kānā adalah keduanya فِيهِ ۖ fīhi di dalamnya وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian lain عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun menjadi musuh وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُسْتَقَرٌّۭ mus'taqarrun tempat menetap وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu
Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu1 dan dikeluarkan dari keadaan semula2 dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".
فَتَلَقَّىٰٓ fatalaqqā maka menerima ءَادَمُ ādamu Adam مِن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya كَلِمَـٰتٍۢ kalimātin beberapa kalimat فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasnya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima Taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat1 dari Tuhan-nya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
قُلْنَا qul'nā Kami berfirman ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian مِنْهَا min'hā daripadanya (surga) جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semuanya فَإِمَّا fa-immā maka jika يَأْتِيَنَّكُم yatiyannakum datang kepada kalian مِّنِّى minnī daripadaKu هُدًۭى hudan petunjuk فَمَن faman maka barang siapa تَبِعَ tabiʿa mengikuti هُدَاىَ hudāya petunjukKu فَلَا falā maka tidak خَوْفٌ khawfun takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka berduka cita
Kami berfirman, "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati".
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتُ anʿamtu Aku telah anugerahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah بِعَهْدِىٓ biʿahdī dengan janji kepadaKu أُوفِ ūfi Aku penuhi بِعَهْدِكُمْ biʿahdikum dengan janji kalian وَإِيَّـٰىَ wa-iyyāya dan kepadaKulah فَٱرْهَبُونِ fa-ir'habūni kamu harus tunduk
Hai Bani Isrā`īl 1, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku2, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).
وَءَامِنُوا۟ waāminū dan berimanlah kamu بِمَآ bimā dengan apa أَنزَلْتُ anzaltu telah Aku turunkan مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā bagi apa مَعَكُمْ maʿakum ada pada kalian وَلَا walā dan jangan تَكُونُوٓا۟ takūnū kalian menjadi أَوَّلَ awwala pertama kali كَافِرٍۭ kāfirin kafir/ingkar بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَلَا walā dan jangan تَشْتَرُوا۟ tashtarū kamu tukar بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayatKu ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَإِيَّـٰىَ wa-iyyāya dan kepadaKulah فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni kamu harus bertakwa
Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur`ān) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Aku-lah kamu harus bertakwa.
وَلَا walā dan jangan تَلْبِسُوا۟ talbisū kamu campur adukkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa hak/kebenaran بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang bathil وَتَكْتُمُوا۟ wataktumū dan kamu sembunyikan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa hak/kebenaran وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu1, sedang kamu mengetahui.
وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱرْكَعُوا۟ wa-ir'kaʿū dan ruku'lah kamu مَعَ maʿa beserta ٱلرَّٰكِعِينَ l-rākiʿīna orang-orang yang ruku'
Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk1.
۞ أَتَأْمُرُونَ atamurūna mengapa kalian menyuruh ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِٱلْبِرِّ bil-biri dengan (berbuat) kebaikan وَتَنسَوْنَ watansawna dan kalian melupakan أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَتْلُونَ tatlūna kalian membaca ٱلْكِتَـٰبَ ۚ l-kitāba Al Kitab أَفَلَا afalā maka tidakkah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan? Sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Alkitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?
وَٱسْتَعِينُوا۟ wa-is'taʿīnū dan mohonlah pertolongan بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan sabar وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ wal-ṣalati dan sholat وَإِنَّهَا wa-innahā dan sesungguhnya ia لَكَبِيرَةٌ lakabīratun sungguh berat إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas ٱلْخَـٰشِعِينَ l-khāshiʿīna orang-orang yang khusyu'
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menyangka أَنَّهُم annahum sesungguhnya mereka مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū mereka menemui رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan sesungguhnya mereka إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhan-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتُ anʿamtu telah Aku anugerahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَأَنِّى wa-annī dan bahwasanya Aku فَضَّلْتُكُمْ faḍḍaltukum Aku telah melebihkan kalian عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna seluruh umat
Hai Bani Isrā`īl , ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat1.
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah يَوْمًۭا yawman suatu hari لَّا lā tidak تَجْزِى tajzī dapat membela نَفْسٌ nafsun seseorang عَن ʿan dari نَّفْسٍۢ nafsin orang lain شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak يُقْبَلُ yuq'balu diterima مِنْهَا min'hā daripadanya شَفَـٰعَةٌۭ shafāʿatun syafa'at وَلَا walā dan tidak يُؤْخَذُ yu'khadhu diambil مِنْهَا min'hā daripadanya عَدْلٌۭ ʿadlun tebusan وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna akan ditolong
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat1 dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.
وَإِذْ wa-idh dan ketika نَجَّيْنَـٰكُم najjaynākum Kami selamatkan kalian مِّنْ min dari ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan يُذَبِّحُونَ yudhabbiḥūna mereka menyembelih أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan membiarkan hidup نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum (anak-anak) perempuanmu وَفِى wafī dan pada ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu بَلَآءٌۭ balāon cobaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firʻawn ) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya; mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu, terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhan-mu.
وَإِذْ wa-idh dan ketika فَرَقْنَا faraqnā Kami membelah بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan فَأَنجَيْنَـٰكُمْ fa-anjaynākum maka Kami selamatkan kalian وَأَغْرَقْنَآ wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ءَالَ āla keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat
Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firʻawn ) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan1.
وَإِذْ wa-idh dan ketika وَٰعَدْنَا wāʿadnā Kami menjanjikan مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh لَيْلَةًۭ laylatan malam ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّخَذْتُمُ ittakhadhtumu kalian menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang lalim
Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu1 (sebagai sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.
ثُمَّ thumma kemudian عَفَوْنَا ʿafawnā Kami maafkan عَنكُم ʿankum dari kalian مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Kemudian sesudah itu, Kami maafkan kesalahanmu agar kamu bersyukur.
وَإِذْ wa-idh dan ketika ءَاتَيْنَا ātaynā Kami datangkan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab (Taurat) وَٱلْفُرْقَانَ wal-fur'qāna dan Furqan لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk
Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah agar kamu mendapat petunjuk.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian ظَلَمْتُمْ ẓalamtum kalian telah menganiaya أَنفُسَكُم anfusakum diri kalian sendiri بِٱتِّخَاذِكُمُ bi-ittikhādhikumu dengan kalian menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu فَتُوبُوٓا۟ fatūbū maka taubatlah إِلَىٰ ilā kepada بَارِئِكُمْ bāri-ikum pencipta kalian فَٱقْتُلُوٓا۟ fa-uq'tulū maka bunuhlah أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian عِندَ ʿinda di sisi بَارِئِكُمْ bāri-ikum pencipta kalian فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu1. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."
وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa لَن lan tidak akan نُّؤْمِنَ nu'mina beriman لَكَ laka kepadamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga نَرَى narā kami melihat ٱللَّهَ l-laha Allah جَهْرَةًۭ jahratan nyata فَأَخَذَتْكُمُ fa-akhadhatkumu maka menyambarmu ٱلصَّـٰعِقَةُ l-ṣāʿiqatu petir وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang2>1, karena itu kamu disambar halilintar51, sedang kamu menyaksikannya".
ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَـٰكُم baʿathnākum Kami bangkitkan kamu مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَوْتِكُمْ mawtikum matimu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Setelah itu, Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati1 supaya kamu bersyukur.
وَظَلَّلْنَا waẓallalnā dan Kami naungi عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْغَمَامَ l-ghamāma awan وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَنَّ l-mana manna (makanan manis seperti madu) وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ wal-salwā dan salwa (burung sebangsa puyuh) كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا mā apa رَزَقْنَـٰكُمْ ۖ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu وَمَا wamā dan tidak ظَلَمُونَا ẓalamūnā mereka menganiaya Kami وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya
Dan Kami naungi kamu dengan awan1, dan Kami turunkan kepadamu manna dan salwā. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْنَا qul'nā Kami berfirman ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya حَيْثُ ḥaythu apa saja شِئْتُمْ shi'tum kalian kehendaki رَغَدًۭا raghadan sepuas hati وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah حِطَّةٌۭ ḥiṭṭatun bebaskan dosa نَّغْفِرْ naghfir Kami mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian خَطَـٰيَـٰكُمْ ۚ khaṭāyākum kesalahan-kesalahanmu وَسَنَزِيدُ wasanazīdu dan Kami akan menambah ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman, "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud1, dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik".
فَبَدَّلَ fabaddala maka telah mengganti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim قَوْلًا qawlan perkataan غَيْرَ ghayra selain ٱلَّذِى alladhī yang قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka فَأَنزَلْنَا fa-anzalnā maka Kami turunkan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū dzalim رِجْزًۭا rij'zan siksa مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu, Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.
۞ وَإِذِ wa-idhi dan ketika ٱسْتَسْقَىٰ is'tasqā memohon air مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi untuk kaumnya فَقُلْنَا faqul'nā Kami mengatakan ٱضْرِب iḍ'rib pukullah بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu ٱلْحَجَرَ ۖ l-ḥajara batu فَٱنفَجَرَتْ fa-infajarat maka memancarlah مِنْهُ min'hu daripadanya ٱثْنَتَا ith'natā dua عَشْرَةَ ʿashrata belas عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata air قَدْ qad sungguh عَلِمَ ʿalima mengetahui كُلُّ kullu tiap-tiap أُنَاسٍۢ unāsin manusia مَّشْرَبَهُمْ ۖ mashrabahum tempat minum mereka كُلُوا۟ kulū makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah مِن min dari رِّزْقِ riz'qi rizki ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw berkeliaran فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna berbuat kerusakan
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah darinya dua belas1 mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa لَن lan tidak نَّصْبِرَ naṣbira kami bersabar عَلَىٰ ʿalā atas طَعَامٍۢ ṭaʿāmin makanan وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu macam فَٱدْعُ fa-ud'ʿu maka mohonlah لَنَا lanā untuk kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُخْرِجْ yukh'rij agar Dia mengeluarkan لَنَا lanā untuk kami مِمَّا mimmā dari apa تُنۢبِتُ tunbitu menumbuhkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi مِنۢ min dari بَقْلِهَا baqlihā sayur-mayurnya وَقِثَّآئِهَا waqithāihā dan ketimunnya وَفُومِهَا wafūmihā dan bawang putihnya وَعَدَسِهَا waʿadasihā dan kacang adas وَبَصَلِهَا ۖ wabaṣalihā dan bawang merahnya قَالَ qāla (Musa) berkata أَتَسْتَبْدِلُونَ atastabdilūna maukah kamu mengganti ٱلَّذِى alladhī yang هُوَ huwa ia (sesuatu) أَدْنَىٰ adnā lebih rendah بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang هُوَ huwa ia (sesuatu) خَيْرٌ ۚ khayrun lebih baik ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian مِصْرًۭا miṣ'ran kota فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa سَأَلْتُمْ ۗ sa-altum kamu pinta وَضُرِبَتْ waḍuribat dan ditimpakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلذِّلَّةُ l-dhilatu kehinaan وَٱلْمَسْكَنَةُ wal-maskanatu dan kenistaan وَبَآءُو wabāū dan mereka kembali بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak ٱلْحَقِّ ۗ l-ḥaqi hak/benar ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka وَّكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah يَعْتَدُونَ yaʿtadūna mereka melampaui batas
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-mu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata, "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَادُوا۟ hādū yahudi وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan Nasrani وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ wal-ṣābiīna dan Shabi'in مَنْ man orang/siapa ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَعَمِلَ waʿamila dan berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak خَوْفٌ khawfun ada kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Ṣhabi’ īn1, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah2, hari kemudian, dan beramal saleh3, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka; tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum perjanjianmu وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat فَوْقَكُمُ fawqakumu diatasmu ٱلطُّورَ l-ṭūra gunung Thur خُذُوا۟ khudhū ambilah مَآ mā apa ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum telah Kami berikan kepadamu بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan teguh وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah مَا mā apa yang فِيهِ fīhi didalamnya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Ṭūrsīnā`) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya agar kamu bertakwa".
ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّيْتُم tawallaytum kamu berpaling مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian/itu فَلَوْلَا falawlā maka jika tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya لَكُنتُم lakuntum niscaya kamu adalah مِّنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمْتُمُ ʿalim'tumu kamu telah mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱعْتَدَوْا۟ iʿ'tadaw (mereka) melampaui batas مِنكُمْ minkum diantara kamu فِى fī pada ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman لَهُمْ lahum kepada mereka كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu قِرَدَةً qiradatan kera خَـٰسِـِٔينَ khāsiīna hina (dibenci)
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu1, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina"2.
فَجَعَلْنَـٰهَا fajaʿalnāhā maka Kami jadikannya نَكَـٰلًۭا nakālan peringatan لِّمَا limā bagi apa بَيْنَ bayna diantara يَدَيْهَا yadayhā dua tangannya وَمَا wamā dan apa خَلْفَهَا khalfahā dibelakangnya/kemudian وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَأْمُرُكُمْ yamurukum Dia menyuruh kamu أَن an untuk تَذْبَحُوا۟ tadhbaḥū kamu menyembelih بَقَرَةًۭ ۖ baqaratan sapi betina قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتَتَّخِذُنَا atattakhidhunā apakah kamu menjadikan kami هُزُوًۭا ۖ huzuwan bahan ejekan قَالَ qāla (Musa) berkata أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah أَنْ an bahwa أَكُونَ akūna aku menjadi مِنَ mina dari ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang jail
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina"1. Mereka berkata, "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil"2.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱدْعُ ud'ʿu serulah/mintalah لَنَا lanā untuk kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan لَّنَا lanā untuk kami مَا mā apa هِىَ ۚ hiya ia (sapi betina) قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman إِنَّهَا innahā bahwasanya ia بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina لَّا lā tidak فَارِضٌۭ fāriḍun tua وَلَا walā dan tidak بِكْرٌ bik'run muda عَوَانٌۢ ʿawānun pertengahan بَيْنَ bayna diantara ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian itu فَٱفْعَلُوا۟ fa-if'ʿalū maka kerjakanlah مَا mā apa yang تُؤْمَرُونَ tu'marūna kamu diperintahkan
Mereka menjawab, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami, sapi betina apakah itu?" Musa menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak muda dan tidak tua; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱدْعُ ud'ʿu mohonkan لَنَا lanā bagi kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan لَّنَا lanā bagi kami مَا mā apa لَوْنُهَا ۚ lawnuhā warnanya قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman إِنَّهَا innahā bahwasanya ia بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina صَفْرَآءُ ṣafrāu kuning فَاقِعٌۭ fāqiʿun sangat kuning (kuning tua) لَّوْنُهَا lawnuhā warnanya تَسُرُّ tasurru menarik hati ٱلنَّـٰظِرِينَ l-nāẓirīna orang-orang yang memandang
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya." Musa menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱدْعُ ud'ʿu mohonkanlah لَنَا lanā bagi kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan لَّنَا lanā bagi kami مَا mā apa هِىَ hiya ia إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْبَقَرَ l-baqara sapi betina تَشَـٰبَهَ tashābaha samar/tidak jelas عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَمُهْتَدُونَ lamuh'tadūna sungguh orang-orang yang mendapat petunjuk
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami, bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insyaallah, akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."
قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman إِنَّهَا innahā bahwasanya ia بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina لَّا lā tidak ذَلُولٌۭ dhalūlun pernah dipakai تُثِيرُ tuthīru membajak ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/tanah وَلَا walā dan tidak تَسْقِى tasqī mengairi ٱلْحَرْثَ l-ḥartha tanaman مُسَلَّمَةٌۭ musallamatun sehat/tidak cacat لَّا lā tidak شِيَةَ shiyata belang فِيهَا ۚ fīhā padanya قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang جِئْتَ ji'ta kamu telah menerangkan بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan sebenarnya فَذَبَحُوهَا fadhabaḥūhā maka mereka menyembelihnya وَمَا wamā dan tidak كَادُوا۟ kādū hampir يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka laksanakan
Musa berkata, "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata, "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu1.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَتَلْتُمْ qataltum kamu membunuh نَفْسًۭا nafsan seseorang فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ fa-iddāratum lalu kamu saling menuduh فِيهَا ۖ fīhā tentang hal itu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مُخْرِجٌۭ mukh'rijun mengeluarkan مَّا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.
فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman ٱضْرِبُوهُ iḍ'ribūhu pukullah ia بِبَعْضِهَا ۚ bibaʿḍihā dengan sebagiannya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā yang mati وَيُرِيكُمْ wayurīkum dan Dia memperlihatkan ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda kekuasaannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Lalu Kami berfirman, "Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti1.
ثُمَّ thumma kemudian قَسَتْ qasat menjadi keras قُلُوبُكُم qulūbukum hatimu مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi setelah ذَٰلِكَ dhālika demikian فَهِىَ fahiya maka ia كَٱلْحِجَارَةِ kal-ḥijārati seperti batu أَوْ aw atau أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat قَسْوَةًۭ ۚ qaswatan keras وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنَ mina dari ٱلْحِجَارَةِ l-ḥijārati batu-batu لَمَا lamā sungguh ada يَتَفَجَّرُ yatafajjaru mengalir مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai-sungai وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْهَا min'hā daripadanya لَمَا lamā sungguh ada يَشَّقَّقُ yashaqqaqu terbelah فَيَخْرُجُ fayakhruju lalu keluar مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلْمَآءُ ۚ l-māu air وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْهَا min'hā daripadanya لَمَا lamā sungguh ada يَهْبِطُ yahbiṭu terjatuh (meluncur) مِنْ min dari خَشْيَةِ khashyati takut ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Kemudian setelah itu, hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
۞ أَفَتَطْمَعُونَ afataṭmaʿūna apakah kamu mengharapkan أَن an bahwa يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka akan dipercaya لَكُمْ lakum bagi kalian وَقَدْ waqad dan sungguh كَانَ kāna adalah فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan كَلَـٰمَ kalāma firman ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian يُحَرِّفُونَهُۥ yuḥarrifūnahu mereka merubahnya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa عَقَلُوهُ ʿaqalūhu mereka memahaminya وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?1
وَإِذَا wa-idhā dan apabila لَقُوا۟ laqū mereka berjumpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَإِذَا wa-idhā dan bila خَلَا khalā berkumpul بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَتُحَدِّثُونَهُم atuḥaddithūnahum apakah kamu menceritakan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa فَتَحَ fataḥa terangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لِيُحَآجُّوكُم liyuḥājjūkum supaya mereka mengalahkan hujjah (bantahan)mu بِهِۦ bihi dengannya عِندَ ʿinda disisi رَبِّكُمْ ۚ rabbikum Tuhan kalian أَفَلَا afalā maka tidakkah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami pun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata, "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujahmu di hadapan Tuhan-mu; tidakkah kamu mengerti?1"
أَوَلَا awalā tidakkah يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa يُسِرُّونَ yusirrūna mereka rahasiakan وَمَا wamā dan apa يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?
وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka أُمِّيُّونَ ummiyyūna mereka buta huruf لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab إِلَّآ illā kecuali أَمَانِىَّ amāniyya dongengan وَإِنْ wa-in dan jika هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga-duga
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka1 dan mereka hanya menduga-duga.
فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَكْتُبُونَ yaktubūna (mereka) menulis ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka ثُمَّ thumma kemudian يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan هَـٰذَا hādhā ini مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيَشْتَرُوا۟ liyashtarū mereka hendak menukar بِهِۦ bihi dengannya ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaan لَّهُم lahum bagi mereka مِّمَّا mimmā dari apa yang كَتَبَتْ katabat menulis أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka وَوَيْلٌۭ wawaylun dan celakalah لَّهُم lahum bagi mereka مِّمَّا mimmā dari apa yang يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَن lan tidak akan تَمَسَّنَا tamassanā menyentuh kami ٱلنَّارُ l-nāru neraka إِلَّآ illā kecuali أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari مَّعْدُودَةًۭ ۚ maʿdūdatan tertentu قُلْ qul katakanlah أَتَّخَذْتُمْ attakhadhtum sudahkah kamu mengambil عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah عَهْدًۭا ʿahdan janji فَلَن falan maka tidak يُخْلِفَ yukh'lifa memungkiri ٱللَّهُ l-lahu Allah عَهْدَهُۥٓ ۖ ʿahdahu janjiNya أَمْ am atau تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah, "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?".
بَلَىٰ balā ya مَن man barang siapa كَسَبَ kasaba berbuat سَيِّئَةًۭ sayyi-atan jahat/dosa وَأَحَـٰطَتْ wa-aḥāṭat dan diliputi بِهِۦ bihi dengannya خَطِيٓـَٔتُهُۥ khaṭīatuhu kesalahannya/dosanya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَ mīthāqa janji بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil لَا lā tidak تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah إِلَّا illā selain ٱللَّهَ l-laha Allah وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan kepada orang tua إِحْسَانًۭا iḥ'sānan (berbuat) kebaikan وَذِى wadhī dan kaum ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia حُسْنًۭا ḥus'nan baik وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّنكُمْ minkum daripadamu وَأَنتُم wa-antum dan kalian مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Isrā`īl , (yaitu) janganlah kamu menyembah selain Allah; dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin; serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia; dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian, kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling.
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum janjimu لَا lā tidak تَسْفِكُونَ tasfikūna kamu menumpahkan دِمَآءَكُمْ dimāakum darahmu وَلَا walā dan tidak تُخْرِجُونَ tukh'rijūna kamu mengeluarkan أَنفُسَكُم anfusakum diri kalian sendiri مِّن min dari دِيَـٰرِكُمْ diyārikum rumah/kampung halaman ثُمَّ thumma kemudian أَقْرَرْتُمْ aqrartum kamu berikrar وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَشْهَدُونَ tashhadūna kamu menyaksikan
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu, (yaitu) kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.
ثُمَّ thumma kemudian أَنتُمْ antum kamu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini (Bani Israil) تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَتُخْرِجُونَ watukh'rijūna dan kamu mengusir فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنكُم minkum daripadamu مِّن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halaman mereka تَظَـٰهَرُونَ taẓāharūna kamu membantu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permusuhan وَإِن wa-in dan jika يَأْتُوكُمْ yatūkum mereka datang kepadamu أُسَـٰرَىٰ usārā tawanan تُفَـٰدُوهُمْ tufādūhum kamu tebus mereka وَهُوَ wahuwa dan ia مُحَرَّمٌ muḥarramun terlarang عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِخْرَاجُهُمْ ۚ ikh'rājuhum pengusiran mereka أَفَتُؤْمِنُونَ afatu'minūna apakah kamu beriman بِبَعْضِ bibaʿḍi sebagian ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَتَكْفُرُونَ watakfurūna dan kamu ingkar بِبَعْضٍۢ ۚ bibaʿḍin dengan sebagian فَمَا famā maka tidak جَزَآءُ jazāu balasan مَن man orang يَفْعَلُ yafʿalu berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian مِنكُمْ minkum daripadamu إِلَّا illā kecuali خِزْىٌۭ khiz'yun kenistaan فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يُرَدُّونَ yuraddūna mereka dikembalikan إِلَىٰٓ ilā kepada أَشَدِّ ashaddi sangat berat/keras ٱلْعَذَابِ ۗ l-ʿadhābi siksa وَمَا wamā dan tidaklah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu perbuat
Kemudian kamu (Bani Isrā`īl ) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya; kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu1. Apakah kamu beriman kepada sebagian Alkitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ bil-ākhirati dengan akhirat فَلَا falā maka tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu mereka diringankan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong
Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah datangkan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَقَفَّيْنَا waqaffaynā dan Kami iringkan مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya بِٱلرُّسُلِ ۖ bil-rusuli dengan Rasul-Rasul وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami datangkan عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti bukti-bukti kebenaran وَأَيَّدْنَـٰهُ wa-ayyadnāhu dan Kami perkuat dia بِرُوحِ birūḥi dengan Roh ٱلْقُدُسِ ۗ l-qudusi Kudus (Jibril) أَفَكُلَّمَا afakullamā apakah setiap جَآءَكُمْ jāakum datang kepada mereka رَسُولٌۢ rasūlun seorang Rasul بِمَا bimā dengan apa لَا lā tidak تَهْوَىٰٓ tahwā menginginkan أَنفُسُكُمُ anfusukumu diri kalian sendiri ٱسْتَكْبَرْتُمْ is'takbartum kamu menyombongkan diri فَفَرِيقًۭا fafarīqan maka beberapa golongan كَذَّبْتُمْ kadhabtum kamu mendustakan وَفَرِيقًۭا wafarīqan dan beberapa golongan تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu bunuh
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Alkitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada ʻIsa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Rūhul Qudus1. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh, maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami غُلْفٌۢ ۚ ghul'fun tertutup بَل bal tetapi لَّعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan kekafiran mereka فَقَلِيلًۭا faqalīlan maka sedikit مَّا mā apa يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka yang beriman
Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman.
وَلَمَّا walammā dan setelah جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka كِتَـٰبٌۭ kitābun Kitab مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مُصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّمَا limā terhadap apa مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum يَسْتَفْتِحُونَ yastaftiḥūna mereka meminta kemenangan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَلَمَّا falammā maka setelah جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مَّا mā apa عَرَفُوا۟ ʿarafū mereka ketahui كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِهِۦ ۚ bihi dengannya فَلَعْنَةُ falaʿnatu maka kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang ingkar
Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur`ān dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui1, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
بِئْسَمَا bi'samā alangkah buruknya ٱشْتَرَوْا۟ ish'taraw mereka menjual بِهِۦٓ bihi dengannya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka أَن an bahwa يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka kafir بِمَآ bimā dengan apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بَغْيًا baghyan dengki أَن an bahwa يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya عَلَىٰ ʿalā atas مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya فَبَآءُو fabāū maka mereka kembali بِغَضَبٍ bighaḍabin dengan kemurkaan عَلَىٰ ʿalā atas غَضَبٍۢ ۚ ghaḍabin kemurkaan وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan مُّهِينٌۭ muhīnun yang menghinakan
Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya289>1 kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu, mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِمَآ bimā dengan apa (Al Quran) أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata نُؤْمِنُ nu'minu kami beriman بِمَآ bimā dengan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَيَكْفُرُونَ wayakfurūna dan mereka kafir بِمَا bimā dengan apa وَرَآءَهُۥ warāahu di belakangnya وَهُوَ wahuwa dan ia (Al quran) ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak/benar مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa مَعَهُمْ ۗ maʿahum ada pada mereka قُلْ qul katakanlah فَلِمَ falima maka mengapa تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh أَنۢبِيَآءَ anbiyāa Nabi-Nabi ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada Al-Qur`ān yang diturunkan Allah," mereka berkata, "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al-Qur`ān yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Qur`ān itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَكُم jāakum datang kepadamu مُّوسَىٰ mūsā Musa بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّخَذْتُمُ ittakhadhtumu kalian menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang dzalim
Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya1, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum janji (dari) kamu وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat فَوْقَكُمُ fawqakumu diatasmu ٱلطُّورَ l-ṭūra bukit Thursina خُذُوا۟ khudhū ambillah مَآ mā apa ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum Kami berikan kepadamu بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan kuat وَٱسْمَعُوا۟ ۖ wa-is'maʿū dan dengarkanlah قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَعَصَيْنَا waʿaṣaynā dan kami ingkar وَأُشْرِبُوا۟ wa-ush'ribū dan diminumkan فِى fī dalam قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi بِكُفْرِهِمْ ۚ bikuf'rihim karena kekafiran mereka قُلْ qul katakanlah بِئْسَمَا bi'samā amat buruk/jahat يَأْمُرُكُم yamurukum memerintahkan kepadamu بِهِۦٓ bihi dengannya إِيمَـٰنُكُمْ īmānukum imanmu إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Ṭūrsīnā`) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengar tetapi tidak menaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)". 1
قُلْ qul katakanlah إِن in jika كَانَتْ kānat ada لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلدَّارُ l-dāru rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَالِصَةًۭ khāliṣatan khusus مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَتَمَنَّوُا۟ fatamannawū maka berharaplah ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna yang benar
Katakanlah, "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah1 kematian(mu), jika kamu memang benar.
وَلَن walan dan tidak يَتَمَنَّوْهُ yatamannawhu mereka mengharapkan أَبَدًۢا abadan selama-lamanya بِمَا bimā karena apa قَدَّمَتْ qaddamat telah diperbuat أَيْدِيهِمْ ۗ aydīhim tangan-tangan mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna terhadap orang-orang yang aniaya
Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.
وَلَتَجِدَنَّهُمْ walatajidannahum dan sungguh kamu mendapati mereka أَحْرَصَ aḥraṣa sangat serakah ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَلَىٰ ʿalā atas حَيَوٰةٍۢ ḥayatin kehidupan وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ۚ ashrakū (mereka) musyrik يَوَدُّ yawaddu menginginkan أَحَدُهُمْ aḥaduhum masing-masing mereka لَوْ law sekiranya يُعَمَّرُ yuʿammaru diberi umur أَلْفَ alfa seribu سَنَةٍۢ sanatin tahun وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa dia بِمُزَحْزِحِهِۦ bimuzaḥziḥihi dengan melepaskannya مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan أَن an bahwa يُعَمَّرَ ۗ yuʿammara dipanjangkan umur وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
قُلْ qul katakanlah مَن man barang siapa كَانَ kāna menjadi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh لِّجِبْرِيلَ lijib'rīla bagi Jibril فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia نَزَّلَهُۥ nazzalahu dia menurunkannya عَلَىٰ ʿalā atas قَلْبِكَ qalbika hatimu بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā pada apa بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan berita gembira لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman
Katakanlah, "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur`ān) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
مَن man barang siapa كَانَ kāna menjadi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh لِّلَّهِ lillahi bagi Allah وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya وَجِبْرِيلَ wajib'rīla dan Jibril وَمِيكَىٰلَ wamīkāla dan Mikail فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ ۖ bayyinātin jelas وَمَا wamā dan tidak يَكْفُرُ yakfuru mengingkari بِهَآ bihā dengannya إِلَّا illā kecuali ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.
أَوَكُلَّمَا awakullamā Apakah setiap kali عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū mereka berjanji عَهْدًۭا ʿahdan janji نَّبَذَهُۥ nabadhahu melemparkannya فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُم ۚ min'hum dari mereka بَلْ bal bahkan أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah)? Dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.
وَلَمَّا walammā dan setelah جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مُصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّمَا limā pada apa مَعَهُمْ maʿahum ada pada mereka نَبَذَ nabadha melemparkan فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab كِتَـٰبَ kitāba Kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَآءَ warāa belakang ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seolah-olah mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti مَا mā apa تَتْلُوا۟ tatlū membaca ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan عَلَىٰ ʿalā atas مُلْكِ mul'ki kerajaan سُلَيْمَـٰنَ ۖ sulaymāna Sulaiman وَمَا wamā dan tidak كَفَرَ kafara kafir سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaiman وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُعَلِّمُونَ yuʿallimūna mereka mengajarkan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ٱلسِّحْرَ l-siḥ'ra sihir وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَى ʿalā atas ٱلْمَلَكَيْنِ l-malakayni dua Malaikat بِبَابِلَ bibābila di negeri Babil هَـٰرُوتَ hārūta Harut وَمَـٰرُوتَ ۚ wamārūta dan Marut وَمَا wamā dan tidak يُعَلِّمَانِ yuʿallimāni keduanya mengajarkan مِنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَقُولَآ yaqūlā berkata keduanya إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نَحْنُ naḥnu kami فِتْنَةٌۭ fit'natun cobaan فَلَا falā maka jangan تَكْفُرْ ۖ takfur kamu kafir فَيَتَعَلَّمُونَ fayataʿallamūna maka mereka belajar مِنْهُمَا min'humā dari keduanya مَا mā apa يُفَرِّقُونَ yufarriqūna mereka menceraikan بِهِۦ bihi dengannya بَيْنَ bayna antara ٱلْمَرْءِ l-mari seseorang وَزَوْجِهِۦ ۚ wazawjihi dan istrinya وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِضَآرِّينَ biḍārrīna dengan mudharat بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَيَتَعَلَّمُونَ wayataʿallamūna dan mereka mempelajari مَا mā tidak يَضُرُّهُمْ yaḍurruhum memberi mudharat kepada mereka وَلَا walā dan tidak يَنفَعُهُمْ ۚ yanfaʿuhum memberi manfaat kepada mereka وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمُوا۟ ʿalimū mereka telah mengetahui لَمَنِ lamani bagi siapa ٱشْتَرَىٰهُ ish'tarāhu mereka menukar مَا mā tidak لَهُۥ lahu bagi mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنْ min dari خَلَـٰقٍۢ ۚ khalāqin keuntungan وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh buruk/jahat مَا mā apa شَرَوْا۟ sharaw mereka menukar بِهِۦٓ bihi dengannya أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka لَوْ law kalau كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan mereka mengikuti apa1 yang dibaca oleh setan-setan2 pada masa kerajaan Sulaymān (dan mereka mengatakan bahwa Sulaymān itu mengerjakan sihir), padahal Sulaymān tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat3 di negeri Bābil, yaitu Hārūt dan Mārūt, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya4. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir kalau mereka mengetahui.
وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa لَمَثُوبَةٌۭ lamathūbatun sungguh pahala مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ ۖ khayrun lebih baik لَّوْ law kalau كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik kalau mereka mengetahui.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu berkata رَٰعِنَا rāʿinā peliharalah kami وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah ٱنظُرْنَا unẓur'nā perhatikan kami وَٱسْمَعُوا۟ ۗ wa-is'maʿū dan dengarkanlah وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), "Rā`inā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.1
مَّا mā tidak يَوَدُّ yawaddu menginginkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab وَلَا walā dan tidak ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik أَن an bahwa يُنَزَّلَ yunazzala mereka menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَخْتَصُّ yakhtaṣṣu Dia menentukan بِرَحْمَتِهِۦ biraḥmatihi dengan rahmatNya مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar
Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.
۞ مَا mā tidak نَنسَخْ nansakh Kami hapuskan مِنْ min dari ءَايَةٍ āyatin sebuah ayat أَوْ aw atau نُنسِهَا nunsihā Kami jadikannya lupa نَأْتِ nati Kami datangkan بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan yang lebih baik مِّنْهَآ min'hā daripadanya أَوْ aw atau مِثْلِهَآ ۗ mith'lihā sebanding dengannya أَلَمْ alam tidakkah تَعْلَمْ taʿlam kamu ketahui أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa
Ayat1 mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik darinya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
أَلَمْ alam tidak تَعْلَمْ taʿlam kamu ketahui أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُۥ lahu bagiNya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍ naṣīrin seorang penolong
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu, selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.
أَمْ am apakah تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki أَن an bahwa تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu meminta رَسُولَكُمْ rasūlakum Rasul kamu كَمَا kamā sebagaimana سُئِلَ su-ila ditanya مُوسَىٰ mūsā Musa مِن min dari قَبْلُ ۗ qablu sebelum وَمَن waman dan barang siapa يَتَبَدَّلِ yatabaddali mengganti/menukar ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman فَقَدْ faqad maka sungguh ضَلَّ ḍalla ia sesat سَوَآءَ sawāa lurus ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan
Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada rasul kamu seperti Bani Isrā`īl meminta kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
وَدَّ wadda ingin كَثِيرٌۭ kathīrun kebanyakan مِّنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَوْ law sekiranya يَرُدُّونَكُم yaruddūnakum mereka mengembalikan kamu مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum imanmu كُفَّارًا kuffāran kekafiran حَسَدًۭا ḥasadan dengki مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa تَبَيَّنَ tabayyana jelas/nyata لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu kebenaran فَٱعْفُوا۟ fa-iʿ'fū maka maafkanlah وَٱصْفَحُوا۟ wa-iṣ'faḥū dan berlapang dadalah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِىَ yatiya mendatangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya1. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ ۚ l-zakata zakat وَمَا wamā dan apa تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū kamu kerjakan لِأَنفُسِكُم li-anfusikum untuk dirimu مِّنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan تَجِدُوهُ tajidūhu kamu mendapatinya عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَن lan tidak يَدْخُلَ yadkhula mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga إِلَّا illā kecuali مَن man orang كَانَ kāna adalah هُودًا hūdan Yahudi أَوْ aw atau نَصَـٰرَىٰ ۗ naṣārā Nasrani تِلْكَ til'ka itu أَمَانِيُّهُمْ ۗ amāniyyuhum angan-angan mereka قُلْ qul katakan هَاتُوا۟ hātū tunjukkan بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum bukti kebenaranmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah, "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".
بَلَىٰ balā bahkan مَنْ man barang siapa أَسْلَمَ aslama menyerahkan diri وَجْهَهُۥ wajhahu dirinya لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun berbuat kebaikan فَلَهُۥٓ falahu maka baginya أَجْرُهُۥ ajruhu pahalanya عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَلَا walā dan tidak خَوْفٌ khawfun takut/khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhan-nya, dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang Yahudi لَيْسَتِ laysati tidak mempunyai ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā Nasrani عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā Nasrani لَيْسَتِ laysati tidak (mempunyai) ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang Yahudi عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُمْ wahum dan mereka يَتْلُونَ yatlūna mereka membaca ٱلْكِتَـٰبَ ۗ l-kitāba Kitab كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui مِثْلَ mith'la seperti قَوْلِهِمْ ۚ qawlihim ucapan mereka فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah يَحْكُمُ yaḥkumu Dia mengadili بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā didalam apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan
Dan orang-orang Yahudi berkata, "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata, "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan", padahal mereka (sama-sama) membaca Alkitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
وَمَنْ waman dan siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih aniaya مِمَّن mimman dari orang مَّنَعَ manaʿa mencegah مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa يُذْكَرَ yudh'kara disebut فِيهَا fīhā didalamnya ٱسْمُهُۥ us'muhu namaNya وَسَعَىٰ wasaʿā dan ia berusaha فِى fī dalam خَرَابِهَآ ۚ kharābihā merobohkannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah مَا mā tidak كَانَ kāna ada لَهُمْ lahum bagi mereka أَن an bahwa يَدْخُلُوهَآ yadkhulūhā mereka memasukinya إِلَّا illā kecuali خَآئِفِينَ ۚ khāifīna orang-orang takut لَهُمْ lahum bagi mereka فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia خِزْىٌۭ khiz'yun kehinaan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat عَذَابٌ ʿadhābun siksa عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah ٱلْمَشْرِقُ l-mashriqu timur وَٱلْمَغْرِبُ ۚ wal-maghribu dan barat فَأَيْنَمَا fa-aynamā maka dimana saja تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu menghadap فَثَمَّ fathamma disitulah وَجْهُ wajhu wajah ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah1. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱتَّخَذَ ittakhadha mempunyai ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَدًۭا ۗ waladan anak سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ sub'ḥānahu Maha Suci Dia بَل bal bahkan لَّهُۥ lahu milikNya مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi كُلٌّۭ kullun tiap-tiap لَّهُۥ lahu kepadaNya قَـٰنِتُونَ qānitūna mereka tunduk
Mereka (orang-orang kafir) berkata, "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.
بَدِيعُ badīʿu (Allah) pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَإِذَا wa-idhā dan bila قَضَىٰٓ qaḍā Dia memutuskan أَمْرًۭا amran suatu perkara فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah ia
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah". Lalu jadilah ia.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui لَوْلَا lawlā mengapa tidak يُكَلِّمُنَا yukallimunā berbicara pada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah أَوْ aw atau تَأْتِينَآ tatīnā datang kepada kami ءَايَةٌۭ ۗ āyatun tanda-tanda كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian قَالَ qāla mengatakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّثْلَ mith'la seperti قَوْلِهِمْ ۘ qawlihim ucapan mereka تَشَـٰبَهَتْ tashābahat serupa قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka قَدْ qad sungguh بَيَّنَّا bayyannā telah Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin kepada kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami telah mengutusmu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran بَشِيرًۭا bashīran pembawa berita gembira وَنَذِيرًۭا ۖ wanadhīran dan pemberi peringatan وَلَا walā dan tidak تُسْـَٔلُ tus'alu kamu ditanya عَنْ ʿan dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni-penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggunganjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
وَلَن walan dan tidak تَرْضَىٰ tarḍā senang عَنكَ ʿanka padamu ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi وَلَا walā dan tidak ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā orang Nasrani حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَتَّبِعَ tattabiʿa kamu mengikuti مِلَّتَهُمْ ۗ millatahum agama mereka قُلْ qul katakan إِنَّ inna sesungguhnya هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa ialah ٱلْهُدَىٰ ۗ l-hudā petunjuk وَلَئِنِ wala-ini dan jika ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum kemauan mereka بَعْدَ baʿda sesudah ٱلَّذِى alladhī yang جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْعِلْمِ ۙ l-ʿil'mi pengetahuan مَا mā tidak لَكَ laka bagimu مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍ naṣīrin penolong
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami telah berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يَتْلُونَهُۥ yatlūnahu mereka membacanya حَقَّ ḥaqqa benar تِلَاوَتِهِۦٓ tilāwatihi bacaannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ ۗ bihi kepadanya وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur ingkar بِهِۦ bihi kepadanya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi
Orang-orang yang telah Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya1, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتُ anʿamtu Aku anugerahkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَأَنِّى wa-annī dan bahwa Aku فَضَّلْتُكُمْ faḍḍaltukum Aku telah melebihkan kalian عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna segala umat
Hai Bani Isrā`īl , ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat1.
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah kamu يَوْمًۭا yawman suatu hari لَّا lā tidak dapat تَجْزِى tajzī menggantikan نَفْسٌ nafsun seseorang عَن ʿan dari نَّفْسٍۢ nafsin seseorang شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak يُقْبَلُ yuq'balu diterima مِنْهَا min'hā daripadanya عَدْلٌۭ ʿadlun tebusan وَلَا walā dan tidak تَنفَعُهَا tanfaʿuhā memberi manfaat شَفَـٰعَةٌۭ shafāʿatun syafa'at/pertolongan وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan1 seseorang lain sedikit pun, dan tidak akan diterima suatu tebusan darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya, dan tidak (pula) mereka akan ditolong.
۞ وَإِذِ wa-idhi dan apabila ٱبْتَلَىٰٓ ib'talā menguji إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya بِكَلِمَـٰتٍۢ bikalimātin dengan beberapa kalimat فَأَتَمَّهُنَّ ۖ fa-atammahunna maka ia menunaikannya قَالَ qāla Dia berfirman إِنِّى innī sesungguhnya Aku جَاعِلُكَ jāʿiluka menjadikan kamu لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia إِمَامًۭا ۖ imāman imam/pemimpin قَالَ qāla ia berkata وَمِن wamin dan dia ذُرِّيَّتِى ۖ dhurriyyatī keturunanku قَالَ qāla Dia berfirman لَا lā tidak يَنَالُ yanālu mengenai عَهْدِى ʿahdī janjiKu ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan (ingatlah), ketika Ibrāhīm diuji1 Tuhan-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrāhīm menunaikannya. Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrāhīm berkata, "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku"2. Allah berfirman, "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim".
وَإِذْ wa-idh dan ketika جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah مَثَابَةًۭ mathābatan tempat ziarah/berkumpul لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَأَمْنًۭا wa-amnan dan tempat aman وَٱتَّخِذُوا۟ wa-ittakhidhū dan jadikanlah مِن min dari مَّقَامِ maqāmi makam إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim مُصَلًّۭى ۖ muṣallan tempat sholat وَعَهِدْنَآ waʿahid'nā dan Kami memerintahkan إِلَىٰٓ ilā kepada إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail أَن an bahwa طَهِّرَا ṭahhirā mensucikan بَيْتِىَ baytiya rumahKu لِلطَّآئِفِينَ lilṭṭāifīna untuk orang-orang yang thawaf وَٱلْعَـٰكِفِينَ wal-ʿākifīna dan orang-orang yang i'tikaf وَٱلرُّكَّعِ wal-rukaʿi dan orang-orang yang ruku ٱلسُّجُودِ l-sujūdi orang-orang yang sujud
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagaian maqām Ibrāhīm1 tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrāhīm dan Ismā`īl, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk, dan yang sujud".
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim رَبِّ rabbi Tuhanku ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikanlah هَـٰذَا hādhā ini بَلَدًا baladan negeri ءَامِنًۭا āminan aman وَٱرْزُقْ wa-ur'zuq dan berilah rezki أَهْلَهُۥ ahlahu penduduknya مِنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman مِنْهُم min'hum diantara mereka بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat قَالَ qāla Dia berfirman وَمَن waman dan orang كَفَرَ kafara kafir فَأُمَتِّعُهُۥ fa-umattiʿuhu maka Aku beri kesenangan ia قَلِيلًۭا qalīlan sedikit ثُمَّ thumma kemudian أَضْطَرُّهُۥٓ aḍṭarruhu Aku paksa ia إِلَىٰ ilā kepada عَذَابِ ʿadhābi siksa ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka وَبِئْسَ wabi'sa dan amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Dan (ingatlah), ketika Ibrāhīm berdoa, "Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian". Allah berfirman, "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".
وَإِذْ wa-idh dan ketika يَرْفَعُ yarfaʿu meninggikan إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim ٱلْقَوَاعِدَ l-qawāʿida dasar-dasar مِنَ mina dari ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah وَإِسْمَـٰعِيلُ wa-is'māʿīlu dan Ismail رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami تَقَبَّلْ taqabbal terimalah مِنَّآ ۖ minnā daripada kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan (ingatlah), ketika Ibrāhīm meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismā`īl (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَٱجْعَلْنَا wa-ij'ʿalnā dan jadikanlah kami مُسْلِمَيْنِ mus'limayni dua orang yang tunduk/patuh لَكَ laka pada Engkau وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِنَآ dhurriyyatinā keturunan/anak cucu kami أُمَّةًۭ ummatan umat مُّسْلِمَةًۭ mus'limatan orang-orang yang tunduk/patuh لَّكَ laka pada Engkau وَأَرِنَا wa-arinā dan tunjukkan pada kami مَنَاسِكَنَا manāsikanā cara beribadah haji kami وَتُبْ watub dan terimalah taubat عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau, dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَٱبْعَثْ wa-ib'ʿath dan utuslah فِيهِمْ fīhim pada/untuk mereka رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنْهُمْ min'hum dari (kalangan) mereka يَتْلُوا۟ yatlū akan membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan ia mengajar mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmat وَيُزَكِّيهِمْ ۚ wayuzakkīhim dan mensucikan mereka إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab (Al-Qur`ān) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
وَمَن waman dan barang siapa يَرْغَبُ yarghabu membenci عَن ʿan dari مِّلَّةِ millati agama إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim إِلَّا illā kecuali/hanyalah مَن man orang سَفِهَ safiha membodohi نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya sendiri وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱصْطَفَيْنَـٰهُ iṣ'ṭafaynāhu Kami telah memilihnya فِى fī di ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang soleh
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrāhīm, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya1 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berfirman لَهُۥ lahu kepadanya رَبُّهُۥٓ rabbuhu Tuhannya أَسْلِمْ ۖ aslim tunduk/patuhlah قَالَ qāla dia berkata أَسْلَمْتُ aslamtu aku tunduk/patuh لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Ketika Tuhan-nya berfirman kepadanya, "Tunduk patuhlah!"Ibrāhīm menjawab, "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".
وَوَصَّىٰ wawaṣṣā dan telah mewasiatkan بِهَآ bihā dengannya إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim بَنِيهِ banīhi anak-anaknya وَيَعْقُوبُ wayaʿqūbu dan Yaqub يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰ iṣ'ṭafā telah memilih لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلدِّينَ l-dīna agama فَلَا falā maka jangan تَمُوتُنَّ tamūtunna kamu mati إِلَّا illā kecuali وَأَنتُم wa-antum dan kalian مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk (muslim)
Dan Ibrāhīm telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qūb (Ibrāhīm berkata), "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
أَمْ am atau/apakah كُنتُمْ kuntum kalian adalah شُهَدَآءَ shuhadāa menyaksikan إِذْ idh ketika حَضَرَ ḥaḍara hadir يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub ٱلْمَوْتُ l-mawtu mati إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِبَنِيهِ libanīhi kepada anak-anaknya مَا mā apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِنۢ min dari بَعْدِى baʿdī sesudah/sepeninggalku قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَعْبُدُ naʿbudu kami akan menyembah إِلَـٰهَكَ ilāhaka Tuhanmu وَإِلَـٰهَ wa-ilāha dan Tuhan ءَابَآئِكَ ābāika bapak-bapakmu إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan وَٰحِدًۭا wāḥidan satu/Esa وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk/patuh
Adakah kamu hadir ketika Ya`qūb kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhan-mu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrāhīm, Ismā`īl dan Ishāq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
تِلْكَ til'ka itulah أُمَّةٌۭ ummatun umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ ۖ khalat telah lalu لَهَا lahā baginya مَا mā apa كَسَبَتْ kasabat telah ia usahakan وَلَكُم walakum dan bagimu مَّا mā apa كَسَبْتُمْ ۖ kasabtum sudah kamu usahakan وَلَا walā dan tidak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya عَمَّا ʿammā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu هُودًا hūdan Yahudi أَوْ aw atau نَصَـٰرَىٰ naṣārā Nasrani تَهْتَدُوا۟ ۗ tahtadū kamu akan mendapat petunjuk قُلْ qul katakanlah بَلْ bal bahkan مِلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan lurus وَمَا wamā dan bukan كَانَ kāna dia menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna (golongan) orang musyrik
Dan mereka berkata, "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah, "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrāhīm yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrāhīm) dari golongan orang musyrik".
قُولُوٓا۟ qūlū katakanlah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْنَا ilaynā kepada kami وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَىٰٓ ilā kepada إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yaqub وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-cucunya وَمَآ wamā dan apa أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰ mūsā Musa وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَمَآ wamā dan apa أُوتِىَ ūtiya diberikan ٱلنَّبِيُّونَ l-nabiyūna Nabi-Nabi مِن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَا lā tidak نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan بَيْنَ bayna di antara أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنْهُمْ min'hum dari mereka وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk/patuh
Katakanlah (hai orang-orang mukmin), "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ʻIsa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
فَإِنْ fa-in maka jika ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِمِثْلِ bimith'li seperti مَآ mā apa ءَامَنتُم āmantum kamu telah beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya فَقَدِ faqadi maka sungguh ٱهْتَدَوا۟ ۖ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk وَّإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah هُمْ hum mereka فِى fī dalam شِقَاقٍۢ ۖ shiqāqin perpecahan/permusuhan فَسَيَكْفِيكَهُمُ fasayakfīkahumu maka memelihara kamu terhadap mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
صِبْغَةَ ṣib'ghata agama ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَنْ waman dan barang siapa أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik مِنَ mina daripada ٱللَّهِ l-lahi Allah صِبْغَةًۭ ۖ ṣib'ghatan celupan وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadanya عَـٰبِدُونَ ʿābidūna orang-orang yang menyembah
Ṣibgah1 Allah. Dan siapakah yang lebih baik Ṣibgah-nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
قُلْ qul katakanlah أَتُحَآجُّونَنَا atuḥājjūnanā apakah kamu akan memperdebatkan Kami فِى fī tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu وَلَنَآ walanā dan bagi kami أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amalan kami وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amalan kamu وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُخْلِصُونَ mukh'liṣūna orang-orang yang mengikhlaskan hati
Katakanlah, "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,
أَمْ am ataukah/apakah تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yaqub وَٱلْأَسْبَاطَ wal-asbāṭa dan anak-cucunya كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُودًا hūdan orang Yahudi أَوْ aw atau نَصَـٰرَىٰ ۗ naṣārā Nasrani قُلْ qul katakanlah ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui أَمِ ami ataukah/apakah ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَمَنْ waman dan siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih dzalim مِمَّن mimman daripada orang كَتَمَ katama menyembunyikan شَهَـٰدَةً shahādatan kesaksian عِندَهُۥ ʿindahu disisinya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidaklah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin lengah عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb, dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah, "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadat dari Allah1 yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.
تِلْكَ til'ka itulah أُمَّةٌۭ ummatun umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ ۖ khalat telah lalu لَهَا lahā baginya مَا mā apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan وَلَكُم walakum dan bagimu مَّا mā apa كَسَبْتُمْ ۖ kasabtum kamu usahakan وَلَا walā dan tidak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu ditanya عَمَّا ʿammā dari/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
۞ سَيَقُولُ sayaqūlu akan berkata ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang bodoh مِنَ mina dari/diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَا mā apakah وَلَّىٰهُمْ wallāhum memalingkan mereka عَن ʿan dari قِبْلَتِهِمُ qib'latihimu kiblat mereka ٱلَّتِى allatī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya/kepadanya قُل qul katakanlah لِّلَّهِ lillahi milik Allah ٱلْمَشْرِقُ l-mashriqu timur وَٱلْمَغْرِبُ ۚ wal-maghribu dan barat يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Orang-orang yang kurang akalnya1 di antara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus"2.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu جَعَلْنَـٰكُمْ jaʿalnākum Kami telah menjadikan kamu أُمَّةًۭ ummatan umat وَسَطًۭا wasaṭan pertengahan لِّتَكُونُوا۟ litakūnū agar kamu menjadi شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَيَكُونَ wayakūna dan adalah ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian شَهِيدًۭا ۗ shahīdan saksi وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan ٱلْقِبْلَةَ l-qib'lata kiblat ٱلَّتِى allatī yang كُنتَ kunta adalah kamu عَلَيْهَآ ʿalayhā kepadanya (Baitul Maqdis) إِلَّا illā kecuali/melainkan لِنَعْلَمَ linaʿlama agar Kami mengetahui مَن man orang/siapa يَتَّبِعُ yattabiʿu ia mengikuti ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul مِمَّن mimman daripada orang/siapa يَنقَلِبُ yanqalibu ia berbalik عَلَىٰ ʿalā atas عَقِبَيْهِ ۚ ʿaqibayhi dua tumitnya وَإِن wa-in dan sebenarnya كَانَتْ kānat adalah لَكَبِيرَةً lakabīratan sungguh berat إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَدَى hadā memberi petunjuk ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُضِيعَ liyuḍīʿa hendak menyia-nyiakan إِيمَـٰنَكُمْ ۚ īmānakum iman kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِٱلنَّاسِ bil-nāsi dengan/kepada manusia لَرَءُوفٌۭ laraūfun amat Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan1 agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
قَدْ qad sungguh نَرَىٰ narā Kami melihat تَقَلُّبَ taqalluba menengadah وَجْهِكَ wajhika mukamu فِى fī di/ke ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit فَلَنُوَلِّيَنَّكَ falanuwalliyannaka lalu Kami hadapkan kamu قِبْلَةًۭ qib'latan kiblat تَرْضَىٰهَا ۚ tarḍāhā kamu sukai فَوَلِّ fawalli maka palingkan وَجْهَكَ wajhaka mukamu شَطْرَ shaṭra ke arah ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram وَحَيْثُ waḥaythu dan dimana مَا mā apa/saja كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَوَلُّوا۟ fawallū maka palingkanlah وُجُوهَكُمْ wujūhakum mukamu شَطْرَهُۥ ۗ shaṭrahu kearahnya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab لَيَعْلَمُونَ layaʿlamūna sungguh mereka mengetahui أَنَّهُ annahu sesungguhnya itu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah/lalai عَمَّا ʿammā dari apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit1, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhan-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika أَتَيْتَ atayta kamu mendatangkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab بِكُلِّ bikulli dengan tiap-tiap/semua ءَايَةٍۢ āyatin ayat/keterangan مَّا mā tidak تَبِعُوا۟ tabiʿū mereka mengikuti قِبْلَتَكَ ۚ qib'lataka kiblatmu وَمَآ wamā dan tidak أَنتَ anta kamu بِتَابِعٍۢ bitābiʿin dengan mengikuti قِبْلَتَهُمْ ۚ qib'latahum kiblat mereka وَمَا wamā dan tidak بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka بِتَابِعٍۢ bitābiʿin dengan mengikuti قِبْلَةَ qib'lata kiblat بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَلَئِنِ wala-ini dan sungguh jika ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti أَهْوَآءَهُم ahwāahum keinginan mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَكَ jāaka datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْعِلْمِ ۙ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu إِذًۭا idhan kalau begitu لَّمِنَ lamina termasuk dari/golongan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami telah berikan mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يَعْرِفُونَهُۥ yaʿrifūnahu mereka mengenalnya (Muhammad) كَمَا kamā sebagaimana/seperti يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengenal أَبْنَآءَهُمْ ۖ abnāahum anak-anak mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya mereka فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لَيَكْتُمُونَ layaktumūna sungguh mereka menyembunyikan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad1 seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
ٱلْحَقُّ al-ḥaqu kebenaran مِن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu
Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap orang/umat وِجْهَةٌ wij'hatun tujuan/kiblat هُوَ huwa ia مُوَلِّيهَا ۖ muwallīhā menghadap kepadanya فَٱسْتَبِقُوا۟ fa-is'tabiqū maka berlomba-lombalah kamu ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebaikan أَيْنَ ayna dimana مَا mā saja تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi يَأْتِ yati mendatangkan/mengumpulkan بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱللَّهُ l-lahu Allah جَمِيعًا ۚ jamīʿan semua إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَمِنْ wamin dan dari حَيْثُ ḥaythu mana saja خَرَجْتَ kharajta kamu keluar فَوَلِّ fawalli maka hadapkanlah وَجْهَكَ wajhaka wajahmu شَطْرَ shaṭra kearah ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya لَلْحَقُّ lalḥaqqu benar-benar hak مِن min dari رَّبِّكَ ۗ rabbika Tuhanmu وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai/lengah عَمَّا ʿammā dari apa yang تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhan-mu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
وَمِنْ wamin dan dari حَيْثُ ḥaythu mana saja خَرَجْتَ kharajta kamu keluar فَوَلِّ fawalli maka hadapkanlah وَجْهَكَ wajhaka wajahmu شَطْرَ shaṭra kearah ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram وَحَيْثُ waḥaythu dan dimana مَا mā apa/saja كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَوَلُّوا۟ fawallū maka hadapkan وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu شَطْرَهُۥ shaṭrahu kearahnya لِئَلَّا li-allā agar tidak يَكُونَ yakūna mereka adalah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حُجَّةٌ ḥujjatun alasan إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim مِنْهُمْ min'hum diantara mereka فَلَا falā maka janganlah تَخْشَوْهُمْ takhshawhum kamu takut pada mereka وَٱخْشَوْنِى wa-ikh'shawnī dan takutlah kepadaKu وَلِأُتِمَّ wali-utimma dan agar Aku sempurnakan نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatKu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
كَمَآ kamā sebagaimana أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus فِيكُمْ fīkum kepadamu رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنكُمْ minkum diantara kamu يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami وَيُزَكِّيكُمْ wayuzakkīkum dan dia mensucikan kamu وَيُعَلِّمُكُمُ wayuʿallimukumu dan dia mengajarkan kamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah وَيُعَلِّمُكُم wayuʿallimukum dan dia mengajarkan kamu مَّا mā apa لَمْ lam belum تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Alkitab dan Al-Hikmah1, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
فَٱذْكُرُونِىٓ fa-udh'kurūnī maka ingatlah kepadaKU أَذْكُرْكُمْ adhkur'kum Aku ingat kepadamu وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لِى lī kepadaKu وَلَا walā dan jangan تَكْفُرُونِ takfurūni kalian kafir
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu1, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱسْتَعِينُوا۟ is'taʿīnū mohonlah pertolongan بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan sabar وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ wal-ṣalati dan sholat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
وَلَا walā dan jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan لِمَن liman bagi/terhadap orang يُقْتَلُ yuq'talu terbunuh فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَمْوَٰتٌۢ ۚ amwātun mati بَلْ bal bahkan/tetapi أَحْيَآءٌۭ aḥyāon hidup وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā tidak تَشْعُرُونَ tashʿurūna kamu menyadari
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup1, tetapi kamu tidak menyadarinya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم walanabluwannakum dan sungguh akan Kami beri cobaan بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنَ mina dari ٱلْخَوْفِ l-khawfi ketakutan وَٱلْجُوعِ wal-jūʿi dan kelaparan وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan مِّنَ mina dari ٱلْأَمْوَٰلِ l-amwāli harta وَٱلْأَنفُسِ wal-anfusi dan jiwa وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ wal-thamarāti dan buah-buahan وَبَشِّرِ wabashiri dan berikan berita gembira ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَآ idhā apabila أَصَـٰبَتْهُم aṣābathum menimpa mereka مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah قَالُوٓا۟ qālū mereka mengucapkan إِنَّا innā sesungguhnya kami لِلَّهِ lillahi milik Allah وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Innā lillāhi wa innā ilayhi rājiʻūn1.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka صَلَوَٰتٌۭ ṣalawātun kehormatan/keberkatan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَرَحْمَةٌۭ ۖ waraḥmatun dan rahmat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُهْتَدُونَ l-muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk
Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱلصَّفَا l-ṣafā Shafa وَٱلْمَرْوَةَ wal-marwata dan Marwa مِن min daripada شَعَآئِرِ shaʿāiri tanda-tanda/syi'ar ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَمَنْ faman maka barang siapa حَجَّ ḥajja beribadah haji ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah/Baitullah أَوِ awi atau ٱعْتَمَرَ iʿ'tamara berumrah فَلَا falā maka/mengapa tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَن an untuk يَطَّوَّفَ yaṭṭawwafa bertawaf/mengerjakan sa'i بِهِمَا ۚ bihimā diantara keduanya وَمَن waman dan barang siapa تَطَوَّعَ taṭawwaʿa mengerjakan dengan kerelaan خَيْرًۭا khayran kebaikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَاكِرٌ shākirun Maha Mensyukuri عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Sesungguhnya Shafā dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah1. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya2. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri3 kebaikan lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْتُمُونَ yaktumūna (mereka) menyembunyikan مَآ mā apa أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti keterangan/keterangan وَٱلْهُدَىٰ wal-hudā dan petunjuk مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa بَيَّنَّـٰهُ bayyannāhu telah Kami terangkan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia فِى fī dalam ٱلْكِتَـٰبِ ۙ l-kitābi Al Kitab أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah يَلْعَنُهُمُ yalʿanuhumu melaknati/mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَيَلْعَنُهُمُ wayalʿanuhumu dan melaknati/mengutuk mereka ٱللَّـٰعِنُونَ l-lāʿinūna para pelaknat/pengutuk
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Alkitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mengadakan perbaikan وَبَيَّنُوا۟ wabayyanū dan mereka menerangkan فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah أَتُوبُ atūbu Aku penerima taubat عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَأَنَا wa-anā dan Aku ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
kecuali mereka yang telah bertobat dan mengadakan perbaikan1 dan menerangkan (kebenaran); maka terhadap mereka itu, Aku menerima tobatnya dan Aku-lah Yang Maha Menerima tobat lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan mereka كُفَّارٌ kuffārun orang-orang kafir أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لَعْنَةُ laʿnatu kutukan/laknat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan para Malaikat وَٱلنَّاسِ wal-nāsi manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna seluruhnya
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat, dan manusia seluruhnya.
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۖ fīhā didalamnya لَا lā tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh
Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
وَإِلَـٰهُكُمْ wa-ilāhukum dan Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa لَّآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī dalam/pada خَلْقِ khalqi kejadian/penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan pergantian ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَٱلْفُلْكِ wal-ful'ki dan bahtera ٱلَّتِى allatī yang تَجْرِى tajrī berlayar فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut بِمَا bimā dengan apa يَنفَعُ yanfaʿu memberi manfaat ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَمَآ wamā dan apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مِن min dari مَّآءٍۢ māin air فَأَحْيَا fa-aḥyā maka/lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا mawtihā matinya وَبَثَّ wabatha dan Dia sebarkan فِيهَا fīhā di dalamnya مِن min dari كُلِّ kulli segala دَآبَّةٍۢ dābbatin hewan وَتَصْرِيفِ wataṣrīfi dan pergerakan ٱلرِّيَـٰحِ l-riyāḥi angin وَٱلسَّحَابِ wal-saḥābi dan awan ٱلْمُسَخَّرِ l-musakhari dikendalikan بَيْنَ bayna antara ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal (memikirkan)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya, dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
وَمِنَ wamina dan dari/sebagian ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَتَّخِذُ yattakhidhu dia mengambil/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu/tandingan يُحِبُّونَهُمْ yuḥibbūnahum mereka mencintainya كَحُبِّ kaḥubbi sebagaimana mencintai ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَشَدُّ ashaddu amat sangat حُبًّۭا ḥubban cinta لِّلَّهِ ۗ lillahi kepada Allah وَلَوْ walaw dan seandainya يَرَى yarā mengetahui/melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) dzalim إِذْ idh ketika يَرَوْنَ yarawna mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksa أَنَّ anna bahwasanya ٱلْقُوَّةَ l-quwata kekuatan لِلَّهِ lillahi milik Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu amat berat ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksa(Nya)
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim1 itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat) bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
إِذْ idh ketika تَبَرَّأَ tabarra-a berlepas tangan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتُّبِعُوا۟ ittubiʿū (mereka) diikuti مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū (mereka) mengikuti وَرَأَوُا۟ wara-awū dan mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksa وَتَقَطَّعَتْ wataqaṭṭaʿat dan terputuslah بِهِمُ bihimu dengan mereka ٱلْأَسْبَابُ l-asbābu sebab-sebab/hubungan
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū (mereka) mengikuti لَوْ law seandainya أَنَّ anna bahwa لَنَا lanā bagi kami كَرَّةًۭ karratan kembali lagi فَنَتَبَرَّأَ fanatabarra-a maka kami berlepas diri مِنْهُمْ min'hum dari mereka كَمَا kamā sebagaimana تَبَرَّءُوا۟ tabarraū mereka berlepas diri مِنَّا ۗ minnā dari kami كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُرِيهِمُ yurīhimu memperlihatkan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka حَسَرَٰتٍ ḥasarātin penyesalan عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِخَـٰرِجِينَ bikhārijīna sebagai orang-orang yang keluar مِنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia كُلُوا۟ kulū makanlah مِمَّا mimmā dariapa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ṭayyiban baik/bersih وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌ mubīnun yang nyata
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَأْمُرُكُم yamurukum ia menyuruh kamu بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan kejahatan وَٱلْفَحْشَآءِ wal-faḥshāi dan perbuatan keji وَأَن wa-an dan supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā yang tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal tidak/bahkan نَتَّبِعُ nattabiʿu kami mengikuti مَآ mā apa أَلْفَيْنَا alfaynā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَآ ۗ ābāanā bapak-bapak kami أَوَلَوْ awalaw apakah walaupun كَانَ kāna adalah ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna berakal/mengerti شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"
وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan ٱلَّذِى alladhī yang/orang يَنْعِقُ yanʿiqu dia berteriak/memanggil بِمَا bimā dengan/kepada apa لَا lā tidak يَسْمَعُ yasmaʿu ia mendengar إِلَّا illā kecuali/selain دُعَآءًۭ duʿāan panggilan وَنِدَآءًۭ ۚ wanidāan dan seruan صُمٌّۢ ṣummun (mereka) tuli بُكْمٌ buk'mun dengan/untuk kalian عُمْىٌۭ ʿum'yun (mereka) buta فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mengerti
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja1. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا mā apa رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لِلَّهِ lillahi kepada Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah إِيَّاهُ iyyāhu kepadaNya تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah حَرَّمَ ḥarrama Dia mengharamkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَيْتَةَ l-maytata bangkai وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah وَلَحْمَ walaḥma dan daging ٱلْخِنزِيرِ l-khinzīri babi وَمَآ wamā dan apa-apa أُهِلَّ uhilla disembelih بِهِۦ bihi dengannya لِغَيْرِ lighayri selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَمَنِ famani maka barang siapa ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa غَيْرَ ghayra selain/tidak بَاغٍۢ bāghin sengaja وَلَا walā maka tidak عَادٍۢ ʿādin melampaui batas فَلَآ falā maka tidak إِثْمَ ith'ma berdosa عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atas/terhadapnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah1. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْتُمُونَ yaktumūna (mereka) menyembunyikan مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَيَشْتَرُونَ wayashtarūna dan mereka menjual بِهِۦ bihi dengannya ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا ۙ qalīlan sedikit/murah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah مَا mā tidak يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan فِى fī dalam بُطُونِهِمْ buṭūnihim perut mereka إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱلنَّارَ l-nāra api وَلَا walā dan tidak يُكَلِّمُهُمُ yukallimuhumu berbicara kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَلَا walā dan tidak يُزَكِّيهِمْ yuzakkīhim Dia mensucikan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌ alīmun pedih
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Alkitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api1, dan Allah tidak akan berbicara2 kepada mereka pada hari kiamat dan tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَٱلْعَذَابَ wal-ʿadhāba dan siksa بِٱلْمَغْفِرَةِ ۚ bil-maghfirati dengan ampunan فَمَآ famā maka alangkah أَصْبَرَهُمْ aṣbarahum sangat tahan/sabarnya mereka عَلَى ʿalā diatas ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah نَزَّلَ nazzala Dia menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū (mereka) berselisih فِى fī didalam/tentang ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab لَفِى lafī tentu dalam شِقَاقٍۭ shiqāqin perpecahan بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh
Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Alkitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Alkitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
۞ لَّيْسَ laysa bukanlah ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan/kebaktian أَن an bahwa تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu menghadapkan وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu قِبَلَ qibala kearah ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur وَٱلْمَغْرِبِ wal-maghribi dan barat وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan/kebaktian مَنْ man orang ءَامَنَ āmana dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan malaikat وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan Nabi-Nabi وَءَاتَى waātā dan memberikan ٱلْمَالَ l-māla harta عَلَىٰ ʿalā atas حُبِّهِۦ ḥubbihi dicintainya ذَوِى dhawī kelompok ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينَ wal-masākīna dan orang-orang miskin وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang ٱلسَّبِيلِ l-sabīli (dalam) perjalanan وَٱلسَّآئِلِينَ wal-sāilīna dan orang yang minta-minta وَفِى wafī dan didalam ٱلرِّقَابِ l-riqābi memerdekakan hamba sahaya وَأَقَامَ wa-aqāma dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَى waātā dan menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱلْمُوفُونَ wal-mūfūna dan orang-orang yang menepati بِعَهْدِهِمْ biʿahdihim pada janji mereka إِذَا idhā apabila عَـٰهَدُوا۟ ۖ ʿāhadū mereka berjanji وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan orang-orang yang sabar فِى fī dalam ٱلْبَأْسَآءِ l-basāi kesempitan وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan kemelaratan وَحِينَ waḥīna dan ketika ٱلْبَأْسِ ۗ l-basi perang أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَدَقُوا۟ ۖ ṣadaqū mereka benar وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْقِصَاصُ l-qiṣāṣu hukum Qishash فِى fī didalam ٱلْقَتْلَى ۖ l-qatlā pembunuhan ٱلْحُرُّ l-ḥuru orang merdeka بِٱلْحُرِّ bil-ḥuri dengan orang merdeka وَٱلْعَبْدُ wal-ʿabdu dan hamba sahaya بِٱلْعَبْدِ bil-ʿabdi dengan hamba sahaya وَٱلْأُنثَىٰ wal-unthā dan wanita بِٱلْأُنثَىٰ ۚ bil-unthā dengan wanita فَمَنْ faman maka barang siapa عُفِىَ ʿufiya dimaafkan لَهُۥ lahu padanya مِنْ min dari أَخِيهِ akhīhi saudaranya شَىْءٌۭ shayon sesuatu فَٱتِّبَاعٌۢ fa-ittibāʿun maka hendaklah mengikuti بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik وَأَدَآءٌ wa-adāon dan membayar diat إِلَيْهِ ilayhi kepadanya بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ bi-iḥ'sānin dengan baik ذَٰلِكَ dhālika demikian itu تَخْفِيفٌۭ takhfīfun keringanan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَرَحْمَةٌۭ ۗ waraḥmatun dan rahmat فَمَنِ famani maka barang siapa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā melampaui batas بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَلَهُۥ falahu maka baginya عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih 1.
وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِى fī dalam ٱلْقِصَاصِ l-qiṣāṣi qishash حَيَوٰةٌۭ ḥayatun kehidupan يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Dan dalam kisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذَا idhā apabila حَضَرَ ḥaḍara datang أَحَدَكُمُ aḥadakumu seorang diantara kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu maut/kematian إِن in jika تَرَكَ taraka ia meninggalkan خَيْرًا khayran kebaikan ٱلْوَصِيَّةُ l-waṣiyatu wasiat لِلْوَٰلِدَيْنِ lil'wālidayni untuk kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبِينَ wal-aqrabīna dan para kerabat بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik حَقًّا ḥaqqan kewajiban عَلَى ʿalā atas ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf 1, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
فَمَنۢ faman maka barang siapa بَدَّلَهُۥ baddalahu mengubahnya بَعْدَ مَا baʿdamā setelah سَمِعَهُۥ samiʿahu apa فَإِنَّمَآ fa-innamā yang mendengarnya إِثْمُهُۥ ith'muhu maka sesungguhnya hanyalah عَلَى ʿalā dosanya ٱلَّذِينَ alladhīna atas يُبَدِّلُونَهُۥٓ ۚ yubaddilūnahu orang-orang yang إِنَّ inna (mereka) mengubahnya ٱللَّهَ al-laha sesungguhnya سَمِيعٌ sami'un Allah عَلِيمٌۭ alimun Maha Mendengar
Maka barang siapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
فَمَنْ faman maka barang siapa خَافَ khāfa khawatir مِن min dari مُّوصٍۢ mūṣin orang yang berwasiat جَنَفًا janafan berat sebelah أَوْ aw atau إِثْمًۭا ith'man berbuat dosa فَأَصْلَحَ fa-aṣlaḥa maka ia mendamaikan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka فَلَآ falā maka tidak ada إِثْمَ ith'ma dosa عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasnya/baginya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
(Akan tetapi) barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan 1 antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلصِّيَامُ l-ṣiyāmu berpuasa كَمَا kamā sebagaimana كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ maʿdūdātin yang tertentu فَمَن faman maka barang siapa كَانَ kāna adalah ia مِنكُم minkum diantara kamu مَّرِيضًا marīḍan sakit أَوْ aw atau عَلَىٰ ʿalā atas سَفَرٍۢ safarin perjalanan فَعِدَّةٌۭ faʿiddatun maka hitunglah مِّنْ min dari أَيَّامٍ ayyāmin hari-hari أُخَرَ ۚ ukhara lain وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُطِيقُونَهُۥ yuṭīqūnahu mereka berat menjalankannya فِدْيَةٌۭ fid'yatun fidyah/denda طَعَامُ ṭaʿāmu memberi makan مِسْكِينٍۢ ۖ mis'kīnin seorang miskin فَمَن faman maka barang siapa تَطَوَّعَ taṭawwaʿa ia mengerjakan خَيْرًۭا khayran kebaikan/kebajikan فَهُوَ fahuwa maka ia خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّهُۥ ۚ lahu baginya وَأَن wa-an dan bahwa تَصُومُوا۟ taṣūmū kamu berpuasa خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan1, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
شَهْرُ shahru bulan رَمَضَانَ ramaḍāna Ramadhan ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُنزِلَ unzila diturunkan فِيهِ fīhi didalamnya ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran هُدًۭى hudan petunjuk لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَبَيِّنَـٰتٍۢ wabayyinātin dan penjelasan-penjelasan مِّنَ mina dari ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk وَٱلْفُرْقَانِ ۚ wal-fur'qāni dan Furqan (pembeda) فَمَن faman maka barang siapa شَهِدَ shahida menyaksikan مِنكُمُ minkumu diantara kamu ٱلشَّهْرَ l-shahra bulan فَلْيَصُمْهُ ۖ falyaṣum'hu maka hendaklah ia berpuasa وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah ia مَرِيضًا marīḍan sakit أَوْ aw atau عَلَىٰ ʿalā atas/dalam سَفَرٍۢ safarin perjalanan فَعِدَّةٌۭ faʿiddatun maka hitunglah (berpuasalah) مِّنْ min dari أَيَّامٍ ayyāmin hari-hari أُخَرَ ۗ ukhara lain يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْيُسْرَ l-yus'ra kemudahan وَلَا walā dan tidak يُرِيدُ yurīdu dan tidak Dia menghendaki بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْعُسْرَ l-ʿus'ra kesukaran وَلِتُكْمِلُوا۟ walituk'milū dan agar kamu mencukupkan ٱلْعِدَّةَ l-ʿidata bilangan وَلِتُكَبِّرُوا۟ walitukabbirū dan hendaklah kamu mengagungkan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa هَدَىٰكُمْ hadākum Dia memberi petunjuk padamu وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum supaya kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`ān sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَأَلَكَ sa-alaka bertanya kepadamu عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu عَنِّى ʿannī tentang Aku فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya Aku قَرِيبٌ ۖ qarībun dekat أُجِيبُ ujību Aku mengabulkan دَعْوَةَ daʿwata permohonan ٱلدَّاعِ l-dāʿi orang yang mendoa إِذَا idhā apabila دَعَانِ ۖ daʿāni ia berdoa kepadaKu فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ falyastajībū maka hendaklah mereka memenuhi لِى lī bagiKu/kepadaKu وَلْيُؤْمِنُوا۟ walyu'minū dan hendaklah mereka beriman بِى bī kepadaKu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَرْشُدُونَ yarshudūna mereka mendapat petunjuk/kebenaran
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَكُمْ lakum bagi kalian لَيْلَةَ laylata malam ٱلصِّيَامِ l-ṣiyāmi puasa ٱلرَّفَثُ l-rafathu bercampur إِلَىٰ ilā kepada/dengan نِسَآئِكُمْ ۚ nisāikum isteri-isterimu هُنَّ hunna mereka لِبَاسٌۭ libāsun pakaian لَّكُمْ lakum bagi kalian وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لِبَاسٌۭ libāsun pakaian لَّهُنَّ ۗ lahunna bagi mereka عَلِمَ ʿalima telah mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَخْتَانُونَ takhtānūna kamu khianat أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri فَتَابَ fatāba maka Dia mengampuni عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَعَفَا waʿafā dan Dia memaafkan عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian فَٱلْـَٔـٰنَ fal-āna maka sekarang بَـٰشِرُوهُنَّ bāshirūhunna campurilah mereka وَٱبْتَغُوا۟ wa-ib'taghū dan carilah olehmu مَا mā apa كَتَبَ kataba telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَتَبَيَّنَ yatabayyana nyata/jelas لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْخَيْطُ l-khayṭu benang ٱلْأَبْيَضُ l-abyaḍu putih مِنَ mina dari ٱلْخَيْطِ l-khayṭi benang ٱلْأَسْوَدِ l-aswadi hitam مِنَ mina dari ٱلْفَجْرِ ۖ l-fajri waktu fajar ثُمَّ thumma kemudian أَتِمُّوا۟ atimmū sempurnakanlah ٱلصِّيَامَ l-ṣiyāma puasa إِلَى ilā sampai ٱلَّيْلِ ۚ al-layli malam وَلَا walā dan janganlah تُبَـٰشِرُوهُنَّ tubāshirūhunna kamu mencampuri mereka وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian عَـٰكِفُونَ ʿākifūna orang yang i'tikaf فِى fī dalam ٱلْمَسَـٰجِدِ ۗ l-masājidi masjid تِلْكَ til'ka itulah حُدُودُ ḥudūdu batas-batas (hukum) ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka janganlah تَقْرَبُوهَا ۗ taqrabūhā kamu mendekatinya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَّقُونَ yattaqūna bertakwa
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf1 dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
وَلَا walā dan janganlah تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu memakan أَمْوَٰلَكُم amwālakum hartamu بَيْنَكُم baynakum antara kamu بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan batil وَتُدْلُوا۟ watud'lū dan kamu membawa بِهَآ bihā dengannya (harta) إِلَى ilā kepada ٱلْحُكَّامِ l-ḥukāmi hakim لِتَأْكُلُوا۟ litakulū supaya kamu dapat memakan فَرِيقًۭا farīqan sebagian مِّنْ min dari أَمْوَٰلِ amwāli harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan dosa وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
۞ يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani tentang ٱلْأَهِلَّةِ ۖ l-ahilati bulan baru/sabit قُلْ qul katakan هِىَ hiya ia (bulan sabit) مَوَٰقِيتُ mawāqītu tanda-tanda waktu tertentu لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَٱلْحَجِّ ۗ wal-ḥaji dan (ibadah) haji وَلَيْسَ walaysa dan bukanlah ٱلْبِرُّ l-biru kebaikan بِأَن bi-an bahwa تَأْتُوا۟ tatū kamu memasuki/datang ٱلْبُيُوتَ l-buyūta rumah-rumah مِن min dari ظُهُورِهَا ẓuhūrihā belakangnya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan مَنِ mani siapa/orang ٱتَّقَىٰ ۗ ittaqā bertakwa وَأْتُوا۟ watū dan masukilah ٱلْبُيُوتَ l-buyūta rumah-rumah مِنْ min dari أَبْوَٰبِهَا ۚ abwābihā pintu-pintunya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya 1, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan perangilah فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum (mereka) memerangi kamu وَلَا walā dan jangan تَعْتَدُوٓا۟ ۚ taʿtadū kamu melampaui batas إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka حَيْثُ ḥaythu dimana saja ثَقِفْتُمُوهُمْ thaqif'tumūhum kamu jumpai mereka وَأَخْرِجُوهُم wa-akhrijūhum dan usirlah mereka مِّنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana saja أَخْرَجُوكُمْ ۚ akhrajūkum mereka mengusir kamu وَٱلْفِتْنَةُ wal-fit'natu dan fitnah أَشَدُّ ashaddu lebih besar مِنَ mina dari ٱلْقَتْلِ ۚ l-qatli pembunuhan وَلَا walā dan jangan تُقَـٰتِلُوهُمْ tuqātilūhum kamu memerangi mereka عِندَ ʿinda di ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram حَتَّىٰ ḥattā hingga/kecuali يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu فِيهِ ۖ fīhi didalamnya فَإِن fa-in maka jika قَـٰتَلُوكُمْ qātalūkum mereka memerangi kamu فَٱقْتُلُوهُمْ ۗ fa-uq'tulūhum maka bunuhlah mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah جَزَآءُ jazāu balasan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah 1 itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu) maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
فَإِنِ fa-ini maka jika ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَقَـٰتِلُوهُمْ waqātilūhum dan perangilah mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga لَا lā tidak تَكُونَ takūna ada lagi فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah وَيَكُونَ wayakūna dan adalah ٱلدِّينُ l-dīnu agama لِلَّهِ ۖ lillahi untuk Allah فَإِنِ fa-ini maka jika ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti فَلَا falā maka tidak عُدْوَٰنَ ʿud'wāna permusuhan إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
ٱلشَّهْرُ al-shahru bulan ٱلْحَرَامُ l-ḥarāmu haram بِٱلشَّهْرِ bil-shahri dengan bulan ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi haram وَٱلْحُرُمَـٰتُ wal-ḥurumātu dan sesuatu yang dihormati قِصَاصٌۭ ۚ qiṣāṣun qishash فَمَنِ famani maka barang siapa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā menyerang عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَٱعْتَدُوا۟ fa-iʿ'tadū maka seranglah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya بِمِثْلِ bimith'li seperti/seimbang مَا mā apa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā ia menyerang عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Bulan haram dengan bulan haram 1, dan pada sesuatu yang patut dihormati 2, berlaku hukum kisas. Oleh sebab itu, barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan belanjakanlah فِى fī di/pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تُلْقُوا۟ tul'qū kamu menjatuhkan بِأَيْدِيكُمْ bi-aydīkum dengan tangan/dirimu إِلَى ilā kepada/kedalam ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ l-tahlukati kebinasaan وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ wa-aḥsinū dan berbuat baiklah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
وَأَتِمُّوا۟ wa-atimmū dan sempurnakanlah ٱلْحَجَّ l-ḥaja ibadah haji وَٱلْعُمْرَةَ wal-ʿum'rata dan umrah لِلَّهِ ۚ lillahi karena Allah فَإِنْ fa-in maka jika أُحْصِرْتُمْ uḥ'ṣir'tum kamu terkepung فَمَا famā maka apa ٱسْتَيْسَرَ is'taysara mudah didapat مِنَ mina dari ٱلْهَدْىِ ۖ l-hadyi binatang kurban وَلَا walā dan jangan تَحْلِقُوا۟ taḥliqū kamu mencukur رُءُوسَكُمْ ruūsakum kepalamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum يَبْلُغَ yablugha sampai ٱلْهَدْىُ l-hadyu binatang kurban مَحِلَّهُۥ ۚ maḥillahu tempat penyembelihannya فَمَن faman maka barang siapa كَانَ kāna adalah مِنكُم minkum diantara kamu مَّرِيضًا marīḍan sakit أَوْ aw atau بِهِۦٓ bihi dengannya/padanya أَذًۭى adhan gangguan (penyakit) مِّن min dari رَّأْسِهِۦ rasihi kepalanya فَفِدْيَةٌۭ fafid'yatun maka bayarlah fidyah مِّن min dari صِيَامٍ ṣiyāmin berpuasa أَوْ aw atau صَدَقَةٍ ṣadaqatin bersedekah أَوْ aw atau نُسُكٍۢ ۚ nusukin berkurban فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَمِنتُمْ amintum kamu merasa aman فَمَن faman maka barang siapa تَمَتَّعَ tamattaʿa tamattu'/ingin بِٱلْعُمْرَةِ bil-ʿum'rati dengan ibadah umrah إِلَى ilā kepada (sebelum) ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji فَمَا famā maka apa ٱسْتَيْسَرَ is'taysara mudah didapat مِنَ mina dari ٱلْهَدْىِ ۚ l-hadyi binatang kurban فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid ia mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah ثَلَـٰثَةِ thalāthati tiga أَيَّامٍۢ ayyāmin hari فِى fī didalam ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji وَسَبْعَةٍ wasabʿatin dan tujuh إِذَا idhā apabila رَجَعْتُمْ ۗ rajaʿtum kamu kembali تِلْكَ til'ka itulah عَشَرَةٌۭ ʿasharatun sepuluh كَامِلَةٌۭ ۗ kāmilatun sempurna ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِمَن liman bagi orang لَّمْ lam tidak يَكُنْ yakun ada أَهْلُهُۥ ahluhu keluarganya حَاضِرِى ḥāḍirī berada ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu amat berat ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa(Nya)
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban1 yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu2, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidiah, yaitu berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidiah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
ٱلْحَجُّ al-ḥaju haji أَشْهُرٌۭ ashhurun bulan-bulan مَّعْلُومَـٰتٌۭ ۚ maʿlūmātun dimaklumi فَمَن faman maka barang siapa فَرَضَ faraḍa menetapkan (niatnya) فِيهِنَّ fīhinna didalamnya ٱلْحَجَّ l-ḥaja berhaji فَلَا falā maka tidak boleh رَفَثَ rafatha bercampur dengan isteri وَلَا walā dan tidak boleh فُسُوقَ fusūqa berbuat fasik وَلَا walā dan tidak boleh جِدَالَ jidāla bertengkar فِى fī didalam ٱلْحَجِّ ۗ l-ḥaji masa mengerjakan haji وَمَا wamā dan apa تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan يَعْلَمْهُ yaʿlamhu niscaya mengetahuinya ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَتَزَوَّدُوا۟ watazawwadū dan berbekallah kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya خَيْرَ khayra sebaik-baik ٱلزَّادِ l-zādi bekal ٱلتَّقْوَىٰ ۚ l-taqwā takwa وَٱتَّقُونِ wa-ittaqūni dan bertakwalah kepadaKu يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi 1, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafaṡ 2, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa 3, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
لَيْسَ laysa tidak ada عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun dosa أَن an untuk تَبْتَغُوا۟ tabtaghū kamu mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۚ rabbikum Tuhan kalian فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَفَضْتُم afaḍtum kamu telah bertolak مِّنْ min dari عَرَفَـٰتٍۢ ʿarafātin Arafah فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka berdzikirlah ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَ ʿinda disisi ٱلْمَشْعَرِ l-mashʿari Masy'aril ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram وَٱذْكُرُوهُ wa-udh'kurūhu dan berdzikirlah padaNya كَمَا kamā sebagaimana هَدَىٰكُمْ hadākum Dia telah memberi petunjuk kepadamu وَإِن wa-in dan sungguh كُنتُم kuntum kalian adalah مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan-mu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ʻArafah, berzikirlah kepada Allah di Masyʻaril Harām 1. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
ثُمَّ thumma kemudian أَفِيضُوا۟ afīḍū bertolaklah kamu مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu tempat أَفَاضَ afāḍa telah bertolak ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang-orang وَٱسْتَغْفِرُوا۟ wa-is'taghfirū dan mohonlah ampun ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَضَيْتُم qaḍaytum kamu telah menyelesaikan مَّنَـٰسِكَكُمْ manāsikakum ibadah hajimu فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka berdzikirlah ٱللَّهَ l-laha Allah كَذِكْرِكُمْ kadhik'rikum sebagaimana kamu menyebut ءَابَآءَكُمْ ābāakum bapak-bapakmu أَوْ aw atau أَشَدَّ ashadda lebih dari (banyak) itu ذِكْرًۭا ۗ dhik'ran berdzikir فَمِنَ famina maka dari/diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَقُولُ yaqūlu dia berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَاتِنَا ātinā berilah kami فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan tidaklah لَهُۥ lahu baginya فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنْ min dari خَلَـٰقٍۢ khalāqin bagian
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu 1, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat.
وَمِنْهُم wamin'hum dan dari/diantara mereka مَّن man orang يَقُولُ yaqūlu dia berkata/berdoa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَاتِنَا ātinā berilah kami فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan وَفِى wafī dan di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan وَقِنَا waqinā dan peliharalah kami عَذَابَ ʿadhāba siksa ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka" 1.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah لَهُمْ lahum bagi mereka نَصِيبٌۭ naṣībun (mendapat) bagian مِّمَّا mimmā dari apa كَسَبُوا۟ ۚ kasabū mereka usahakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitunganNya
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
۞ وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan berdzikirlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah فِىٓ fī dalam أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ maʿdūdātin berbilang فَمَن faman maka barang siapa تَعَجَّلَ taʿajjala cepat-cepat فِى fī dalam يَوْمَيْنِ yawmayni dua hari فَلَآ falā maka tidak إِثْمَ ith'ma berdosa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/baginya وَمَن waman dan barang siapa تَأَخَّرَ ta-akhara mengakhirkan فَلَآ falā maka tidak إِثْمَ ith'ma berdosa عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atas/baginya لِمَنِ limani bagi orang ٱتَّقَىٰ ۗ ittaqā bertakwa وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan
Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang 1. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya 2, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
وَمِنَ wamina dan dari/diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يُعْجِبُكَ yuʿ'jibuka menarik hatimu قَوْلُهُۥ qawluhu ucapannya فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَيُشْهِدُ wayush'hidu dan ia mempersaksikan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa فِى fī dalam قَلْبِهِۦ qalbihi hatinya وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia أَلَدُّ aladdu paling keras ٱلْخِصَامِ l-khiṣāmi penentang
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تَوَلَّىٰ tawallā ia berpaling سَعَىٰ saʿā ia berjalan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi لِيُفْسِدَ liyuf'sida untuk membuat kerusakan فِيهَا fīhā didalamnya وَيُهْلِكَ wayuh'lika dan ia merusak ٱلْحَرْثَ l-ḥartha tanam-tanaman وَٱلنَّسْلَ ۗ wal-nasla dan binatang ternak وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan
Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan 1.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُ lahu kepadanya ٱتَّقِ ittaqi bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah أَخَذَتْهُ akhadhathu ia mengambilnya/bangkit ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kesombongan بِٱلْإِثْمِ ۚ bil-ith'mi dengan berbuat dosa فَحَسْبُهُۥ faḥasbuhu maka cukuplah ia جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam وَلَبِئْسَ walabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal
Dan apabila dikatakan kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) Neraka Jahanam. Dan sungguh Neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.
وَمِنَ wamina dan dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَشْرِى yashrī ia menjual/mengorbankan نَفْسَهُ nafsahu dirinya ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah رَءُوفٌۢ raūfun Maha Penyantun بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah فِى fī kedalam ٱلسِّلْمِ l-sil'mi Islam كَآفَّةًۭ kāffatan keseluruhan وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu ikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
فَإِن fa-in maka jika زَلَلْتُم zalaltum kamu tergelincir مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْكُمُ jāatkumu datang kepadamu ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu bukti-bukti (kebenaran) فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
هَلْ hal apakah/tidakkah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti إِلَّآ illā kecuali/melainkan أَن an bahwa يَأْتِيَهُمُ yatiyahumu datang kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī dalam ظُلَلٍۢ ẓulalin naungan مِّنَ mina dari ٱلْغَمَامِ l-ghamāmi awan وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat وَقُضِىَ waquḍiya dan telah diputuskan ٱلْأَمْرُ ۚ l-amru perkara وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru perkara
Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan 1, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
سَلْ sal tanyakan بَنِىٓ banī bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil كَمْ kam berapa banyak ءَاتَيْنَـٰهُم ātaynāhum telah kami berikan kepada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍۭ āyatin ayat/tanda-tanda بَيِّنَةٍۢ ۗ bayyinatin nyata وَمَن waman dan barang siapa يُبَدِّلْ yubaddil ia menukar نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْهُ jāathu datang kepadanya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu amat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaNya
Tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl, "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran)1 yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah2 setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.
زُيِّنَ zuyyina dijadikan indah pandangan لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَيَسْخَرُونَ wayaskharūna dan mereka memandang hina مِنَ mina dari/kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۘ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw bertakwa فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka (lebih mulia) يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَرْزُقُ yarzuqu memberi rezki مَن man orang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tidak حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan/batas
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
كَانَ kāna adalah ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أُمَّةًۭ ummatan umat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan (yang) satu فَبَعَثَ fabaʿatha maka mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi مُبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa kabar gembira وَمُنذِرِينَ wamundhirīna dan pemberi peringatan وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan مَعَهُمُ maʿahumu bersama mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/benar لِيَحْكُمَ liyaḥkuma untuk memberi keputusan بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فِيمَا fīmā tentang apa ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan فِيهِ ۚ fīhi didalamnya وَمَا wamā dan tidak ٱخْتَلَفَ ikh'talafa berselisih فِيهِ fīhi didalamnya إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوهُ ūtūhu (mereka) diberinya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan-keterangan بَغْيًۢا baghyan dengki بَيْنَهُمْ ۖ baynahum diantara mereka فَهَدَى fahadā maka memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لِمَا limā tentang apa ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan فِيهِ fīhi didalamnya مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran بِإِذْنِهِۦ ۗ bi-idh'nihi dengan izinnya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍ mus'taqīmin lurus
Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
أَمْ am apakah حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu mengira أَن an bahwa تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu akan masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَمَّا walammā padahal belum يَأْتِكُم yatikum datang kepadamu مَّثَلُ mathalu seperti (halnya) ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw terdahulu مِن min dari قَبْلِكُم ۖ qablikum sebelum kalian مَّسَّتْهُمُ massathumu telah menimpa mereka ٱلْبَأْسَآءُ l-basāu malapetaka وَٱلضَّرَّآءُ wal-ḍarāu dan kesengsaraan وَزُلْزِلُوا۟ wazul'zilū dan mereka digoncangkan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَقُولَ yaqūla berkata ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersamanya مَتَىٰ matā bilakah نَصْرُ naṣru pertolongan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya نَصْرَ naṣra pertolongan ٱللَّهِ l-lahi Allah قَرِيبٌۭ qarībun amat dekat
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu مَاذَا mādhā apa yang يُنفِقُونَ ۖ yunfiqūna mereka nafkahkan قُلْ qul katakanlah مَآ mā apa أَنفَقْتُم anfaqtum kamu nafkahkan مِّنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebajikan/harta فَلِلْوَٰلِدَيْنِ falil'wālidayni maka untuk kedua orang tuamu وَٱلْأَقْرَبِينَ wal-aqrabīna dan kaum kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang yang ٱلسَّبِيلِ ۗ l-sabīli perjalanan وَمَا wamā dan apa saja تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebajikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِهِۦ bihi dengannya عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang وَهُوَ wahuwa dan ia كُرْهٌۭ kur'hun kebencian لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَعَسَىٰٓ waʿasā dan boleh jadi أَن an bahwa تَكْرَهُوا۟ takrahū kamu membenci شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia خَيْرٌۭ khayrun baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَعَسَىٰٓ waʿasā dan boleh jadi أَن an bahwa تُحِبُّوا۟ tuḥibbū kamu menyukai شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُوَ wahuwa dan ia شَرٌّۭ sharrun buruk لَّكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/pada ٱلشَّهْرِ l-shahri bulan ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram قِتَالٍۢ qitālin berperang فِيهِ ۖ fīhi didalamnya قُلْ qul katakanlah قِتَالٌۭ qitālun berperang فِيهِ fīhi didalamnya كَبِيرٌۭ ۖ kabīrun besar (dosanya) وَصَدٌّ waṣaddun dan menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكُفْرٌۢ wakuf'run dan kafir بِهِۦ bihi kepadaNya وَٱلْمَسْجِدِ wal-masjidi dan Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram وَإِخْرَاجُ wa-ikh'rāju dan mengusir أَهْلِهِۦ ahlihi penduduknya مِنْهُ min'hu daripadanya أَكْبَرُ akbaru lebih besar عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱلْفِتْنَةُ wal-fit'natu dan berbuat fitnah أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِنَ mina daripada ٱلْقَتْلِ ۗ l-qatli pembunuhan وَلَا walā dan tidak يَزَالُونَ yazālūna mereka berhenti يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu حَتَّىٰ ḥattā hingga/sampai يَرُدُّوكُمْ yaruddūkum mereka mengembalikan kamu عَن ʿan dari دِينِكُمْ dīnikum agamamu إِنِ ini seandainya ٱسْتَطَـٰعُوا۟ ۚ is'taṭāʿū mereka sanggup وَمَن waman dan barang siapa يَرْتَدِدْ yartadid dia murtad مِنكُمْ minkum diantara kamu عَن ʿan dari دِينِهِۦ dīnihi agamanya فَيَمُتْ fayamut maka/lalu dia mati وَهُوَ wahuwa dan dia كَافِرٌۭ kāfirun (dalam) kekafiran فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal mereka فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (orang-orang) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi orang-orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah1. Dan berbuat fitnah2 lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) hijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan رَحْمَتَ raḥmata rahmat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
۞ يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْخَمْرِ l-khamri minuman keras وَٱلْمَيْسِرِ ۖ wal-maysiri dan judi قُلْ qul katakanlah فِيهِمَآ fīhimā pada keduanya إِثْمٌۭ ith'mun dosa كَبِيرٌۭ kabīrun besar وَمَنَـٰفِعُ wamanāfiʿu dan beberapa manfaat لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَإِثْمُهُمَآ wa-ith'muhumā dan dosa keduanya أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِن min daripada نَّفْعِهِمَا ۗ nafʿihimā manfaat keduanya وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadamu مَاذَا mādhā apa yang يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan قُلِ quli katakanlah ٱلْعَفْوَ ۗ l-ʿafwa lebih dari keperluan كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu berfikir
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar1 dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
فِى fī di/pada ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ wal-ākhirati dan akhirat وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْيَتَـٰمَىٰ ۖ l-yatāmā anak yatim قُلْ qul katakanlah إِصْلَاحٌۭ iṣ'lāḥun mengurus secara patut لَّهُمْ lahum bagi mereka خَيْرٌۭ ۖ khayrun baik وَإِن wa-in dan jika تُخَالِطُوهُمْ tukhāliṭūhum kamu menggauli mereka فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ fa-ikh'wānukum maka mereka itu saudaramu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu dia mengetahui ٱلْمُفْسِدَ l-muf'sida pembuat kerusakan مِنَ mina dari ٱلْمُصْلِحِ ۚ l-muṣ'liḥi mengadakan perbaikan وَلَوْ walaw dan jikalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَأَعْنَتَكُمْ ۚ la-aʿnatakum niscaya Dia mempersulit kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakalah, "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلَا walā dan jangan تَنكِحُوا۟ tankiḥū kamu nikahi ٱلْمُشْرِكَـٰتِ l-mush'rikāti wanita-wanita musyrik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُؤْمِنَّ ۚ yu'minna mereka beriman وَلَأَمَةٌۭ wala-amatun dan sungguh budak wanita مُّؤْمِنَةٌ mu'minatun beriman خَيْرٌۭ khayrun baik مِّن min daripada مُّشْرِكَةٍۢ mush'rikatin wanita musyrik وَلَوْ walaw walaupun أَعْجَبَتْكُمْ ۗ aʿjabatkum ia menarik hatimu وَلَا walā dan jangan تُنكِحُوا۟ tunkiḥū kamu menikahkan ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُؤْمِنُوا۟ ۚ yu'minū mereka beriman وَلَعَبْدٌۭ walaʿabdun dan sungguh budak مُّؤْمِنٌ mu'minun beriman خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّن min daripada مُّشْرِكٍۢ mush'rikin orang musyrik وَلَوْ walaw walaupun أَعْجَبَكُمْ ۗ aʿjabakum dia menarik hatimu أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَدْعُونَ yadʿūna mereka mengajak إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَدْعُوٓا۟ yadʿū Dia mengajak إِلَى ilā kepada ٱلْجَنَّةِ l-janati surga وَٱلْمَغْفِرَةِ wal-maghfirati dan ampunan بِإِذْنِهِۦ ۖ bi-idh'nihi dengan izinNya وَيُبَيِّنُ wayubayyinu dan Dia menerangkan ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat / mengambil pelajaran
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadanya عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi haid قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia (haid) أَذًۭى adhan penyakit/kotoran فَٱعْتَزِلُوا۟ fa-iʿ'tazilū maka hendaklah kamu menjauhkan diri ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita فِى fī didalam ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi waktu haid وَلَا walā dan jangan تَقْرَبُوهُنَّ taqrabūhunna kamu mendekati mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَطْهُرْنَ ۖ yaṭhur'na mereka suci فَإِذَا fa-idhā maka apabila تَطَهَّرْنَ taṭahharna mereka telah suci فَأْتُوهُنَّ fatūhunna maka datangilah مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu sekira/sebagaimana أَمَرَكُمُ amarakumu memerintahkan kamu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلتَّوَّٰبِينَ l-tawābīna orang-orang yang taubat وَيُحِبُّ wayuḥibbu dan Dia menyukai ٱلْمُتَطَهِّرِينَ l-mutaṭahirīna orang-orang yang mensucikan diri
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri1 dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci2. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
نِسَآؤُكُمْ nisāukum isteri-isterimu حَرْثٌۭ ḥarthun ladang لَّكُمْ lakum bagi kalian فَأْتُوا۟ fatū maka datangilah حَرْثَكُمْ ḥarthakum ladangmu أَنَّىٰ annā kapan saja شِئْتُمْ ۖ shi'tum kalian kehendaki وَقَدِّمُوا۟ waqaddimū dan dahulukan/kerjakan لِأَنفُسِكُمْ ۚ li-anfusikum untuk dirimu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّكُم annakum bahwa kamu مُّلَـٰقُوهُ ۗ mulāqūhu akan menemuiNya وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki1b. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.
وَلَا walā dan jangan تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan ٱللَّهَ l-laha Allah عُرْضَةًۭ ʿur'ḍatan (sebagai) penghalang لِّأَيْمَـٰنِكُمْ li-aymānikum bagi/dalam sumpahmu أَن an untuk تَبَرُّوا۟ tabarrū berbuat kebajikan وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan bertakwa وَتُصْلِحُوا۟ watuṣ'liḥū dan mengadakan ishlah بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa, dan mengadakan islah di antara manusia1. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
لَّا lā tidak يُؤَاخِذُكُمُ yuākhidhukumu menghukum kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِٱللَّغْوِ bil-laghwi dengan tidak sengaja فِىٓ fī didalam أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpahmu وَلَـٰكِن walākin tetapi يُؤَاخِذُكُم yuākhidhukum Dia menghukum kamu بِمَا bimā dengan sebab كَسَبَتْ kasabat diusahakan/disengaja قُلُوبُكُمْ ۗ qulūbukum hatimu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun1.
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يُؤْلُونَ yu'lūna mereka meng-ila (bersumpah tidak akan mendekati) مِن min dari نِّسَآئِهِمْ nisāihim isteri-isteri mereka تَرَبُّصُ tarabbuṣu dia menanti/diberi tangguh أَرْبَعَةِ arbaʿati empat أَشْهُرٍۢ ۖ ashhurin bulan فَإِن fa-in maka jika/kemudian فَآءُو fāū mereka kembali فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Kepada orang-orang yang Meng-īlā` istrinya1 diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَإِنْ wa-in dan jika عَزَمُوا۟ ʿazamū mereka bertetap hati ٱلطَّلَـٰقَ l-ṭalāqa bertalak فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَٱلْمُطَلَّقَـٰتُ wal-muṭalaqātu dan wanita-wanita yang ditalak يَتَرَبَّصْنَ yatarabbaṣna hendaklah mereka menahan بِأَنفُسِهِنَّ bi-anfusihinna dengan diri mereka ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga kali قُرُوٓءٍۢ ۚ qurūin suci (dari haid) وَلَا walā dan tidak يَحِلُّ yaḥillu halal/boleh لَهُنَّ lahunna bagi mereka أَن an bahwa يَكْتُمْنَ yaktum'na mereka menyembunyikan مَا mā apa خَلَقَ khalaqa menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِىٓ fī didalam أَرْحَامِهِنَّ arḥāmihinna rahim mereka إِن in jika كُنَّ kunna mereka adalah يُؤْمِنَّ yu'minna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat وَبُعُولَتُهُنَّ wabuʿūlatuhunna dan suami-suami mereka أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak بِرَدِّهِنَّ biraddihinna kembali/merujuki mereka فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian إِنْ in jika أَرَادُوٓا۟ arādū mereka (suami) menghendaki إِصْلَـٰحًۭا ۚ iṣ'lāḥan ishlah/kebaikan وَلَهُنَّ walahunna dan bagi mereka مِثْلُ mith'lu seperti ٱلَّذِى alladhī yang عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik وَلِلرِّجَالِ walilrrijāli dan para lelaki/suami عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka دَرَجَةٌۭ ۗ darajatun derajat/satu tingkat kelebihan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali qurū`1. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki islah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya2. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
ٱلطَّلَـٰقُ al-ṭalāqu talak مَرَّتَانِ ۖ marratāni dua kali فَإِمْسَاكٌۢ fa-im'sākun maka menahan/rujuk lagi بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan cara yang patut أَوْ aw atau تَسْرِيحٌۢ tasrīḥun menceraikan بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ bi-iḥ'sānin dengan cara yang baik وَلَا walā dan tidak يَحِلُّ yaḥillu halal لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تَأْخُذُوا۟ takhudhū kamu mengambil مِمَّآ mimmā dari apa ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu telah berikan pada mereka شَيْـًٔا shayan sesuatu إِلَّآ illā kecuali أَن an jika يَخَافَآ yakhāfā keduanya khawatir أَلَّا allā bahwa tidak يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَإِنْ fa-in maka jika خِفْتُمْ khif'tum kamu khawatir أَلَّا allā bahwa tidak يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya فِيمَا fīmā tentang apa ٱفْتَدَتْ if'tadat ia (istrinya) membayar tebusan بِهِۦ ۗ bihi dengannya تِلْكَ til'ka itulah حُدُودُ ḥudūdu hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَا falā maka jangan تَعْتَدُوهَا ۚ taʿtadūhā kamu melanggarnya وَمَن waman dan barang siapa يَتَعَدَّ yataʿadda melanggar حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim
Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. bTidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.b Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya1. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.
فَإِن fa-in maka jika طَلَّقَهَا ṭallaqahā ia (suami) mentalaknya فَلَا falā maka tidak تَحِلُّ taḥillu halal لَهُۥ lahu baginya مِنۢ min dari بَعْدُ baʿdu sesudah حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَنكِحَ tankiḥa dia kawin زَوْجًا zawjan suami غَيْرَهُۥ ۗ ghayrahu lainnya فَإِن fa-in maka/kemudian jika طَلَّقَهَا ṭallaqahā dia (suami lain) menceraikannya فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِمَآ ʿalayhimā atas keduanya أَن an bahwa يَتَرَاجَعَآ yatarājaʿā keduanya ruju' (kawin kembali) إِن in jika ظَنَّآ ẓannā keduanya berpendapat أَن an bahwa يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَتِلْكَ watil'ka dan itulah حُدُودُ ḥudūdu hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah يُبَيِّنُهَا yubayyinuhā Dia menerangkannya لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu mentalak ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri فَبَلَغْنَ fabalaghna maka/lalu dia sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna masanya فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka tahanlah/rujuklah mereka بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan cara yang baik أَوْ aw atau سَرِّحُوهُنَّ sarriḥūhunna ceraikan mereka بِمَعْرُوفٍۢ ۚ bimaʿrūfin dengan cara yang baik وَلَا walā dan jangan تُمْسِكُوهُنَّ tum'sikūhunna kamu tahan mereka ضِرَارًۭا ḍirāran (untuk memberi) kemudharatan لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ litaʿtadū karena kamu melewati batas/menganiaya وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal ia berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian فَقَدْ faqad maka sungguh ظَلَمَ ẓalama ia menganiaya نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya وَلَا walā dan jangan تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu jadikan ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُزُوًۭا ۚ huzuwan permainan وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَمَآ wamā dan apa yang أَنزَلَ anzala Dia menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَٱلْحِكْمَةِ wal-ḥik'mati dan hikmah يَعِظُكُم yaʿiẓukum Dia mengajarkan kamu بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli atas segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka1. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Alkitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu mentalak ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri فَبَلَغْنَ fabalaghna maka/lalu dia sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna masa (iddah) mereka فَلَا falā maka jangan تَعْضُلُوهُنَّ taʿḍulūhunna kamu menghalangi mereka أَن an bahwa يَنكِحْنَ yankiḥ'na mereka kawin أَزْوَٰجَهُنَّ azwājahunna (bakal) suami-suami mereka إِذَا idhā apabila تَرَٰضَوْا۟ tarāḍaw mereka saling rela بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik ذَٰلِكَ dhālika itulah يُوعَظُ yūʿaẓu dinasehatkan بِهِۦ bihi dengannya مَن man orang كَانَ kāna adalah dia مِنكُمْ minkum diantara kamu يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۗ l-ākhiri akhirat ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَزْكَىٰ azkā lebih baik لَكُمْ lakum bagi kalian وَأَطْهَرُ ۗ wa-aṭharu dan lebih suci وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya1, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
۞ وَٱلْوَٰلِدَٰتُ wal-wālidātu dan para ibu يُرْضِعْنَ yur'ḍiʿ'na hendaklah menyusui أَوْلَـٰدَهُنَّ awlādahunna anak-anak mereka حَوْلَيْنِ ḥawlayni dua tahun كَامِلَيْنِ ۖ kāmilayni sempurna/penuh لِمَنْ liman bagi orang أَرَادَ arāda (ia) ingin أَن an untuk يُتِمَّ yutimma menyempurnakan ٱلرَّضَاعَةَ ۚ l-raḍāʿata penyusuan(nya) وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمَوْلُودِ l-mawlūdi anak yang dilahirkan لَهُۥ lahu baginya (ayah) رِزْقُهُنَّ riz'quhunna memberi rezki/makan mereka وَكِسْوَتُهُنَّ wakis'watuhunna dan pakaian mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik لَا lā tidak تُكَلَّفُ tukallafu dibebani نَفْسٌ nafsun seseorang إِلَّا illā melainkan وُسْعَهَا ۚ wus'ʿahā menurut kesanggupannya لَا lā jangan تُضَآرَّ tuḍārra menderita/sengsara وَٰلِدَةٌۢ wālidatun seorang ibu بِوَلَدِهَا biwaladihā dengan/karena anaknya وَلَا walā dan tidak مَوْلُودٌۭ mawlūdun anak yang dilahirkan لَّهُۥ lahu baginya (ayah) بِوَلَدِهِۦ ۚ biwaladihi dengan/karena anaknya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْوَارِثِ l-wārithi waris مِثْلُ mith'lu seperti ذَٰلِكَ ۗ dhālika demikian فَإِنْ fa-in maka jika أَرَادَا arādā keduanya ingin فِصَالًا fiṣālan menyapih عَن ʿan dari/dengan تَرَاضٍۢ tarāḍin kerelaan مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya وَتَشَاوُرٍۢ watashāwurin dan permusyawaratan فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِمَا ۗ ʿalayhimā atas keduanya وَإِنْ wa-in dan jika أَرَدتُّمْ aradttum kamu ingin أَن an untuk تَسْتَرْضِعُوٓا۟ tastarḍiʿū menyusukan (pada orang lain) أَوْلَـٰدَكُمْ awlādakum anak-anakmu فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذَا idhā apabila سَلَّمْتُم sallamtum kamu menyerahkan (pembayaran) مَّآ mā apa ءَاتَيْتُم ātaytum kamu berikan بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi dengan patut وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُتَوَفَّوْنَ yutawaffawna (mereka) diwafatkan/meninggal dunia مِنكُمْ minkum diantara kamu وَيَذَرُونَ wayadharūna dan (mereka) meninggalkan أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri-isteri يَتَرَبَّصْنَ yatarabbaṣna hendaklah mereka menangguhkan بِأَنفُسِهِنَّ bi-anfusihinna dengan diri mereka أَرْبَعَةَ arbaʿata empat أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan وَعَشْرًۭا ۖ waʿashran dan sepuluh (hari) فَإِذَا fa-idhā maka apabila بَلَغْنَ balaghna mereka sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna masa (iddah) mereka فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِيمَا fīmā tentang apa فَعَلْنَ faʿalna mereka perbuat فِىٓ fī pada أَنفُسِهِنَّ anfusihinna diri mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi menurut yang patut وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka1 menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
وَلَا walā dan tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِيمَا fīmā tentang apa عَرَّضْتُم ʿarraḍtum kamu sendiri بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min daripada خِطْبَةِ khiṭ'bati meminang ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita أَوْ aw atau أَكْنَنتُمْ aknantum kamu menyembunyikan فِىٓ fī dalam أَنفُسِكُمْ ۚ anfusikum diri kalian sendiri عَلِمَ ʿalima mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu سَتَذْكُرُونَهُنَّ satadhkurūnahunna kamu akan menyebut mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi لَّا lā jangan تُوَاعِدُوهُنَّ tuwāʿidūhunna kamu mengadakan janji pada mereka سِرًّا sirran rahasia إِلَّآ illā kecuali أَن an hendaknya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengucapkan قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا ۚ maʿrūfan yang baik وَلَا walā dan jangan تَعْزِمُوا۟ taʿzimū kamu bertetap hati عُقْدَةَ ʿuq'data berakad ٱلنِّكَاحِ l-nikāḥi nikah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَبْلُغَ yablugha sampai ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab/kepastian أَجَلَهُۥ ۚ ajalahu waktunya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa فِىٓ fī didalam أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri فَٱحْذَرُوهُ ۚ fa-iḥ'dharūhu maka takutlah kepadaNya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu1 dengan sindiran2 atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka; dalam pada itu, janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf3. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis idahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya; dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
لَّا lā tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِن in jika طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu mentalak ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri مَا mā apa لَمْ lam belum/sebelum تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu campuri mereka أَوْ aw atau تَفْرِضُوا۟ tafriḍū kamu menentukan لَهُنَّ lahunna bagi mereka فَرِيضَةًۭ ۚ farīḍatan ketentuan/mahar وَمَتِّعُوهُنَّ wamattiʿūhunna dan berilah mut'ah (pemberian mereka) عَلَى ʿalā atas ٱلْمُوسِعِ l-mūsiʿi orang yang mampu قَدَرُهُۥ qadaruhu menurut kemampuannya وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلْمُقْتِرِ l-muq'tiri orang yang miskin قَدَرُهُۥ qadaruhu menurut kemampuannya مَتَـٰعًۢا matāʿan hadiah بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan yang baik حَقًّا ḥaqqan ketentuan عَلَى ʿalā atas ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan
Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mutah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu, merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.
وَإِن wa-in dan jika طَلَّقْتُمُوهُنَّ ṭallaqtumūhunna kamu menceraikan mereka مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an jika تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu mencampuri mereka وَقَدْ waqad dan sesungguhnya فَرَضْتُمْ faraḍtum kamu telah menentukan لَهُنَّ lahunna bagi mereka فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketentuan/mahar فَنِصْفُ faniṣ'fu maka (bayarlah) seperdua مَا mā apa فَرَضْتُمْ faraḍtum telah kamu tentukan إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa/jika يَعْفُونَ yaʿfūna mereka memaafkan أَوْ aw atau يَعْفُوَا۟ yaʿfuwā dimaafkan ٱلَّذِى alladhī yang بِيَدِهِۦ biyadihi ditangannya عُقْدَةُ ʿuq'datu ikatan ٱلنِّكَاحِ ۚ l-nikāḥi nikah وَأَن wa-an dan bahwa تَعْفُوٓا۟ taʿfū pemaafanmu أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat لِلتَّقْوَىٰ ۚ lilttaqwā kepada takwa وَلَا walā dan jangan تَنسَوُا۟ tansawū kamu melupakan ٱلْفَضْلَ l-faḍla karunia/keutamaan بَيْنَكُمْ ۚ baynakum diantara kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat
Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah1, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.
حَـٰفِظُوا۟ ḥāfiẓū peliharalah عَلَى ʿalā atas ٱلصَّلَوَٰتِ l-ṣalawāti segala sholat وَٱلصَّلَوٰةِ wal-ṣalati dan sholat ٱلْوُسْطَىٰ l-wus'ṭā wustha ('ashar) وَقُومُوا۟ waqūmū dan berdirilah لِلَّهِ lillahi untuk Allah قَـٰنِتِينَ qānitīna dengan tunduk
Peliharalah segala salat(mu), dan (peliharalah) salat wusṭā1. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.
فَإِنْ fa-in maka jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut فَرِجَالًا farijālan maka sambil berjalan أَوْ aw atau رُكْبَانًۭا ۖ ruk'bānan berkendaraan فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَمِنتُمْ amintum kamu telah aman فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah/sebutlah ٱللَّهَ l-laha Allah كَمَا kamā sebagaimana عَلَّمَكُم ʿallamakum Dia telah mengajar kamu مَّا mā apa لَمْ lam belum تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (salatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُتَوَفَّوْنَ yutawaffawna (mereka) diwafatkan/meninggal مِنكُمْ minkum diantaramu وَيَذَرُونَ wayadharūna dan mereka meninggalkan أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri وَصِيَّةًۭ waṣiyyatan hendaklah berwasiat لِّأَزْوَٰجِهِم li-azwājihim untuk isteri mereka مَّتَـٰعًا matāʿan pemberian/nafkah إِلَى ilā sampai/hingga ٱلْحَوْلِ l-ḥawli setahun غَيْرَ ghayra dengan tidak إِخْرَاجٍۢ ۚ ikh'rājin mengeluarkan فَإِنْ fa-in /maka jika خَرَجْنَ kharajna mereka pindah فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِى fī didalam مَا mā apa فَعَلْنَ faʿalna mereka perbuat فِىٓ fī pada أَنفُسِهِنَّ anfusihinna diri mereka مِن min dari مَّعْرُوفٍۢ ۗ maʿrūfin yang patut وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antaramu dan meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi, jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلِلْمُطَلَّقَـٰتِ walil'muṭallaqāti dan bagi wanita-wanita yang diceraikan مَتَـٰعٌۢ matāʿun mut'ah/hadiah بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan yang patut حَقًّا ḥaqqan (sebagai) kebajikan عَلَى ʿalā atas/bagi ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mutah1 menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.
۞ أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَرَجُوا۟ kharajū (mereka) keluar مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halaman mereka وَهُمْ wahum dan mereka أُلُوفٌ ulūfun beribu-ribu حَذَرَ ḥadhara takut ٱلْمَوْتِ l-mawti mati فَقَالَ faqāla maka berfirman لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مُوتُوا۟ mūtū matilah kamu ثُمَّ thumma kemudian أَحْيَـٰهُمْ ۚ aḥyāhum Dia menghidupkan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَذُو ladhū sungguh mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna (mereka) bersyukur
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka, "Matilah kamu"1, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan berperanglah kamu sekalian فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
مَّن man siapakah ذَا dhā orang ٱلَّذِى alladhī yang يُقْرِضُ yuq'riḍu (dia) memberi pinjaman ٱللَّهَ l-laha Allah قَرْضًا qarḍan pinjaman حَسَنًۭا ḥasanan yang baik فَيُضَـٰعِفَهُۥ fayuḍāʿifahu maka Dia akan melipat gandakannya لَهُۥٓ lahu kepadanya أَضْعَافًۭا aḍʿāfan lipat ganda كَثِيرَةًۭ ۚ kathīratan yang banyak وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَقْبِضُ yaqbiḍu Dia menyempitkan وَيَبْصُۜطُ wayabṣuṭu dan Dia melapangkan وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلْمَلَإِ l-mala-i pemuka-pemuka مِنۢ min dari بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِذْ idh ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata لِنَبِىٍّۢ linabiyyin kepada seorang Nabi لَّهُمُ lahumu untuk mereka ٱبْعَثْ ib'ʿath angkatlah لَنَا lanā untuk kami مَلِكًۭا malikan seorang raja نُّقَـٰتِلْ nuqātil kami berperang فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla dia (Nabi) berkata هَلْ hal apakah عَسَيْتُمْ ʿasaytum kamu mungkin sekali إِن in jika كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang أَلَّا allā tidak mau تُقَـٰتِلُوا۟ ۖ tuqātilū kamu berperang قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَمَا wamā dan mengapa لَنَآ lanā bagi kami أَلَّا allā tidak mau نُقَـٰتِلَ nuqātila kami berperang فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أُخْرِجْنَا ukh'rij'nā kami telah diusir مِن min dari دِيَـٰرِنَا diyārinā rumah atau kampung halaman kami وَأَبْنَآئِنَا ۖ wa-abnāinā dan anak-anak kami فَلَمَّا falammā maka tatkala كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/beberapa (orang) مِّنْهُمْ ۗ min'hum diantara mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna terhadap orang-orang yang dzalim
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Isrā`īl sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab, "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?"1. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.
وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka نَبِيُّهُمْ nabiyyuhum Nabi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh بَعَثَ baʿatha Dia telah mengangkat لَكُمْ lakum bagi kalian طَالُوتَ ṭālūta Talut مَلِكًۭا ۚ malikan raja قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَنَّىٰ annā apakah patut يَكُونُ yakūnu adalah/jadilah dia لَهُ lahu baginya ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan/pemerintahan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak بِٱلْمُلْكِ bil-mul'ki dengan pemerintahan/kerajaan مِنْهُ min'hu daripadanya وَلَمْ walam dan tidak يُؤْتَ yu'ta dia diberi سَعَةًۭ saʿatan luas/cukup مِّنَ mina dari ٱلْمَالِ ۚ l-māli harta/kekayaan قَالَ qāla dia (Nabi) berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰهُ iṣ'ṭafāhu Dia telah memilihnya عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَزَادَهُۥ wazādahu dan Dia menambah/menganugerahi بَسْطَةًۭ basṭatan keluasan/keunggulan فِى fī didalam ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu وَٱلْجِسْمِ ۖ wal-jis'mi dan tubuh وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُؤْتِى yu'tī Dia memberikan مُلْكَهُۥ mul'kahu kerajaanNya مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas (pemberianNya) عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Nabi mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Ṭālūt menjadi rajamu". Mereka menjawab, "Bagaimana Ṭālūt memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" Nabi (mereka) berkata, "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka نَبِيُّهُمْ nabiyyuhum Nabi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ءَايَةَ āyata tanda-tanda مُلْكِهِۦٓ mul'kihi kerajaannya أَن an bahwa يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu ٱلتَّابُوتُ l-tābūtu tabut فِيهِ fīhi didalamnya سَكِينَةٌۭ sakīnatun ketenangan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَبَقِيَّةٌۭ wabaqiyyatun dan sisa مِّمَّا mimmā dari apa تَرَكَ taraka meninggalkan ءَالُ ālu keluarga مُوسَىٰ mūsā Musa وَءَالُ waālu dan keluarga هَـٰرُونَ hārūna Harun تَحْمِلُهُ taḥmiluhu membawanya ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ۚ l-malāikatu Malaikat إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan terdapat tanda-tanda لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut1 kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan-mu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Hārūn; Tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
فَلَمَّا falammā maka tatkala فَصَلَ faṣala keluar طَالُوتُ ṭālūtu Talut بِٱلْجُنُودِ bil-junūdi dengan tentaranya قَالَ qāla ia berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُبْتَلِيكُم mub'talīkum Dia menguji kamu بِنَهَرٍۢ binaharin dengan sungai فَمَن faman maka barang siapa شَرِبَ shariba dia meminum مِنْهُ min'hu daripadanya فَلَيْسَ falaysa maka bukanlah dia مِنِّى minnī dariku وَمَن waman dan siapa لَّمْ lam tidak يَطْعَمْهُ yaṭʿamhu dia merasakannya فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia مِنِّىٓ minnī dariku إِلَّا illā kecuali مَنِ mani orang ٱغْتَرَفَ igh'tarafa menciduk غُرْفَةًۢ ghur'fatan seciduk بِيَدِهِۦ ۚ biyadihi dengan tangannya فَشَرِبُوا۟ fasharibū maka mereka meminum مِنْهُ min'hu daripadanya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/beberapa مِّنْهُمْ ۚ min'hum diantara فَلَمَّا falammā maka tatkala جَاوَزَهُۥ jāwazahu mereka menyeberangi هُوَ huwa dia وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dia قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak طَاقَةَ ṭāqata kuat/sanggup لَنَا lanā bagi kami ٱلْيَوْمَ l-yawma hari بِجَالُوتَ bijālūta dengan Jalut وَجُنُودِهِۦ ۚ wajunūdihi dan tentaranya قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَظُنُّونَ yaẓunnūna (mereka) mengira أَنَّهُم annahum bahwa mereka مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū (mereka) menemui ٱللَّهِ l-lahi Allah كَم kam berapa banyak مِّن min dari فِئَةٍۢ fi-atin golongan قَلِيلَةٍ qalīlatin yang sedikit غَلَبَتْ ghalabat telah mengalahkan فِئَةًۭ fi-atan golongan كَثِيرَةًۢ kathīratan yang banyak بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Maka tatkala Ṭālūt keluar membawa tentaranya, ia berkata, "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku". Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Ṭālūt dan orang-orang yang beriman bersama ia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jālūt dan tentaranya". Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".
وَلَمَّا walammā dan tatkala بَرَزُوا۟ barazū (mereka) telah nampak لِجَالُوتَ lijālūta bagi/kepada Jalut وَجُنُودِهِۦ wajunūdihi dan tentaranya قَالُوا۟ qālū mereka berkata/berdoa رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَفْرِغْ afrigh tuangkanlah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami صَبْرًۭا ṣabran kesabaran وَثَبِّتْ wathabbit dan kokohkanlah أَقْدَامَنَا aqdāmanā tapak kaki/pendirian kami وَٱنصُرْنَا wa-unṣur'nā dan tolonglah kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Tatkala mereka nampak oleh Jālūt dan tentaranya, mereka pun (Ṭālūt dan tentaranya) berdoa, "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".
فَهَزَمُوهُم fahazamūhum maka mereka mengalahkan mereka بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَتَلَ waqatala dan membunuh دَاوُۥدُ dāwūdu Daud جَالُوتَ jālūta Jalut وَءَاتَىٰهُ waātāhu dan memberikan kepadanya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan/pemerintahan وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah وَعَلَّمَهُۥ waʿallamahu dan Dia mengajarkan مِمَّا mimmā daripada apa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَلَوْلَا walawlā dan seandainya دَفْعُ dafʿu menolak ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian yang lain لَّفَسَدَتِ lafasadati pasti rusaklah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah ذُو dhū mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Mereka (tentara Ṭālūt) mengalahkan tentara Jālūt dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dāwūd membunuh Jālūt, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dāwūd) pemerintahan dan hikmah1, (sesudah meninggalnya Ṭālūt) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
تِلْكَ til'ka itulah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakannya عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari/salah seorang dari ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna orang-orang yang diutus
Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.
۞ تِلْكَ til'ka itu ٱلرُّسُلُ l-rusulu Rasul-Rasul فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami telah lebihkan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۘ baʿḍin sebagian lain مِّنْهُم min'hum dari/diantara mereka مَّن man orang كَلَّمَ kallama berkata-kata ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَرَفَعَ warafaʿa dan Dia meninggikan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka دَرَجَـٰتٍۢ ۚ darajātin beberapa derajat وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنَ ib'na anak مَرْيَمَ maryama Maryam ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti keterangan/mukjizat وَأَيَّدْنَـٰهُ wa-ayyadnāhu dan Kami perkuat dia بِرُوحِ birūḥi dengan Ruhul/Ruh ٱلْقُدُسِ ۗ l-qudusi Qudus/suci وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā tidak ٱقْتَتَلَ iq'tatala saling membunuh ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِنۢ min dari بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan-keterangan وَلَـٰكِنِ walākini akan tetapi ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka berselisih فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang كَفَرَ ۚ kafara kafir وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā tidak ٱقْتَتَلُوا۟ iq'tatalū mereka saling membunuh وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat مَا mā apa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya1 beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ʻIsa putra Maryam beberapa mukjzat serta Kami perkuat dia dengan Rūḥul Qudus2. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنفِقُوا۟ anfiqū belanjakanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقْنَـٰكُم razaqnākum Kami rezkikan kepadamu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun hari لَّا lā tidak بَيْعٌۭ bayʿun jual beli فِيهِ fīhi didalamnya وَلَا walā dan tidak ada خُلَّةٌۭ khullatun persahabatan وَلَا walā dan tidak ada شَفَـٰعَةٌۭ ۗ shafāʿatun syafa'at وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari, yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat1. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ lā tidak إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup ٱلْقَيُّومُ ۚ l-qayūmu terus menerus mengurus لَا lā tidak تَأْخُذُهُۥ takhudhuhu menimpaNya سِنَةٌۭ sinatun kantuk وَلَا walā dan tidak نَوْمٌۭ ۚ nawmun tidur لَّهُۥ lahu kepunyaanNya مَا mā apa فِى fī didalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi مَن man siapakah ذَا dhā orang ٱلَّذِى alladhī yang يَشْفَعُ yashfaʿu memberi syafa'at عِندَهُۥٓ ʿindahu disisiNya إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِهِۦ ۚ bi-idh'nihi dengan izinnya يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan/hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُمْ ۖ khalfahum dibelakang mereka وَلَا walā dan tidak يُحِيطُونَ yuḥīṭūna mereka mengetahui بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنْ min dari عِلْمِهِۦٓ ʿil'mihi ilmu Allah إِلَّا illā kecuali بِمَا bimā dengan apa شَآءَ ۚ shāa Dia kehendaki وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi كُرْسِيُّهُ kur'siyyuhu kekuasaanNya ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ ۖ wal-arḍa dan bumi وَلَا walā dan tidak يَـُٔودُهُۥ yaūduhu Dia merasa berat حِفْظُهُمَا ۚ ḥif'ẓuhumā memelihara keduanya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu Maha Besar
Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi1 Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
لَآ lā tidak ada إِكْرَاهَ ik'rāha paksaan فِى fī dalam/untuk ٱلدِّينِ ۖ l-dīni agama قَد qad sungguh تَّبَيَّنَ tabayyana telah jelas ٱلرُّشْدُ l-rush'du yang benar مِنَ mina dari ٱلْغَىِّ ۚ l-ghayi yang sesat فَمَن faman maka barang siapa يَكْفُرْ yakfur (ia) ingkar بِٱلطَّـٰغُوتِ bil-ṭāghūti kepada Taghut (berhala) وَيُؤْمِنۢ wayu'min dan ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱسْتَمْسَكَ is'tamsaka ia telah berpegang بِٱلْعُرْوَةِ bil-ʿur'wati dengan/kepada tali ٱلْوُثْقَىٰ l-wuth'qā yang teguh لَا lā tidak akan ٱنفِصَامَ infiṣāma putus لَهَا ۗ lahā baginya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa yang ingkar kepada ṭāgūt dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 1
ٱللَّهُ al-lahu Allah وَلِىُّ waliyyu pelindung ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يُخْرِجُهُم yukh'rijuhum Dia mengeluarkan mereka مِّنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ ۖ l-nūri cahaya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَوْلِيَآؤُهُمُ awliyāuhumu pelindung mereka ٱلطَّـٰغُوتُ l-ṭāghūtu berhala يُخْرِجُونَهُم yukh'rijūnahum mengeluarkan mereka مِّنَ mina dari ٱلنُّورِ l-nūri cahaya إِلَى ilā kepada ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ l-ẓulumāti kegelapan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِى alladhī orang yang حَآجَّ ḥājja mendebat إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim فِى fī dalam/tentang رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya أَنْ an karena ءَاتَىٰهُ ātāhu telah memberikan kepadanya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan/pemerintahan إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim رَبِّىَ rabbiya Tuhanku ٱلَّذِى alladhī yang يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan وَيُمِيتُ wayumītu dan Dia mematikan قَالَ qāla berkata أَنَا۠ anā saya أُحْىِۦ uḥ'yī saya menghidupkan وَأُمِيتُ ۖ wa-umītu dan saya mematikan قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَأْتِى yatī mendatangkan/menerbitkan بِٱلشَّمْسِ bil-shamsi dengan matahari مِنَ mina dari ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur فَأْتِ fati maka datang بِهَا bihā dengannya مِنَ mina dari ٱلْمَغْرِبِ l-maghribi barat فَبُهِتَ fabuhita maka kehilangan akal ٱلَّذِى alladhī orang yang كَفَرَ ۗ kafara kafir وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Apakah kamu tidak memperhatikan orang1 yang mendebat Ibrāhīm tentang Tuhan-nya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrāhīm mengatakan, "Tuhan-ku ialah Yang menghidupkan dan mematikan", orang itu berkata, "Saya dapat menghidupkan dan mematikan"2. Ibrāhīm berkata, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
أَوْ aw atau كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang مَرَّ marra melalui عَلَىٰ ʿalā atas قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri وَهِىَ wahiya dan (negeri) itu خَاوِيَةٌ khāwiyatun roboh عَلَىٰ ʿalā atas عُرُوشِهَا ʿurūshihā atap-atapnya قَالَ qāla ia berkata أَنَّىٰ annā bagaimana يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan هَـٰذِهِ hādhihi (negeri) ini ٱللَّهُ l-lahu Allah بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا ۖ mawtihā matinya فَأَمَاتَهُ fa-amātahu maka mematikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah مِا۟ئَةَ mi-ata seratus عَامٍۢ ʿāmin tahun ثُمَّ thumma kemudian بَعَثَهُۥ ۖ baʿathahu Dia menghidupkannya kembali قَالَ qāla Dia berkata كَمْ kam berapa (lama) لَبِثْتَ ۖ labith'ta kamu tinggal قَالَ qāla ia berkata لَبِثْتُ labith'tu saya tinggal يَوْمًا yawman sehari أَوْ aw atau بَعْضَ baʿḍa setengah يَوْمٍۢ ۖ yawmin hari قَالَ qāla Dia berfirman بَل bal bahkan/tetapi لَّبِثْتَ labith'ta kamu tinggal مِا۟ئَةَ mi-ata seratus عَامٍۢ ʿāmin tahun فَٱنظُرْ fa-unẓur maka lihatlah إِلَىٰ ilā kepada طَعَامِكَ ṭaʿāmika makananmu وَشَرَابِكَ washarābika dan minumanmu لَمْ lam tidak يَتَسَنَّهْ ۖ yatasannah berubah وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah إِلَىٰ ilā kepada حِمَارِكَ ḥimārika keledai kamu وَلِنَجْعَلَكَ walinajʿalaka dan Kami akan jadikan kamu ءَايَةًۭ āyatan tanda/kekuasaan لِّلنَّاسِ ۖ lilnnāsi bagi manusia وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah إِلَى ilā kepada ٱلْعِظَامِ l-ʿiẓāmi tulang belulang كَيْفَ kayfa bagaimana نُنشِزُهَا nunshizuhā Kami menyusunnya kembali ثُمَّ thumma kemudian نَكْسُوهَا naksūhā Kami membungkusnya لَحْمًۭا ۚ laḥman daging فَلَمَّا falammā maka tatkala تَبَيَّنَ tabayyana telah nyata لَهُۥ lahu kepadanya قَالَ qāla ia berkata أَعْلَمُ aʿlamu saya mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab, "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman, "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَرِنِى arinī perlihatkan kepadaku كَيْفَ kayfa bagaimana تُحْىِ tuḥ'yī Engkau menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ ۖ l-mawtā orang-orang mati قَالَ qāla Dia berfirman أَوَلَمْ awalam apakah tidak تُؤْمِن ۖ tu'min kamu percaya قَالَ qāla ia berkata بَلَىٰ balā ya وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لِّيَطْمَئِنَّ liyaṭma-inna agar menentramkan قَلْبِى ۖ qalbī hatiku قَالَ qāla Dia berfirman فَخُذْ fakhudh maka ambillah أَرْبَعَةًۭ arbaʿatan empat مِّنَ mina dari ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung فَصُرْهُنَّ faṣur'hunna lalu jinakkan/potong-potonglah dari mereka إِلَيْكَ ilayka kepadamu ثُمَّ thumma kemudian ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikan/letakkan عَلَىٰ ʿalā diatas كُلِّ kulli tiap-tiap جَبَلٍۢ jabalin bukit مِّنْهُنَّ min'hunna daripadanya جُزْءًۭا juz'an (tiap) bagian ثُمَّ thumma kemudian ٱدْعُهُنَّ ud'ʿuhunna panggillah dia يَأْتِينَكَ yatīnaka niscaya dia akan datang kepadamu سَعْيًۭا ۚ saʿyan segera وَٱعْلَمْ wa-iʿ'lam dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan (ingatlah) ketika Ibrāhīm berkata, "Ya Tuhan-ku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman, "Belum yakinkah kamu?" Ibrāhīm menjawab, "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah1 semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
مَّثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَثَلِ kamathali seperti حَبَّةٍ ḥabbatin biji/benih أَنۢبَتَتْ anbatat ia tumbuh سَبْعَ sabʿa tujuh سَنَابِلَ sanābila tangkai فِى fī di/pada كُلِّ kulli tiap-tiap سُنۢبُلَةٍۢ sunbulatin tangkai مِّا۟ئَةُ mi-atu seratus حَبَّةٍۢ ۗ ḥabbatin biji/benih وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُضَـٰعِفُ yuḍāʿifu Dia melipat gandakan لِمَن liman bagi siapa yang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas (karuniaNya) عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah1 adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يُتْبِعُونَ yut'biʿūna mereka mengiringi مَآ mā apa أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka nafkahkan مَنًّۭا mannan umpatan وَلَآ walā dan tidak ada أَذًۭى ۙ adhan gunjingan لَّهُمْ lahum bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
۞ قَوْلٌۭ qawlun perkataan مَّعْرُوفٌۭ maʿrūfun yang baik وَمَغْفِرَةٌ wamaghfiratun dan pemberian maaf خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّن min daripada صَدَقَةٍۢ ṣadaqatin sedekah يَتْبَعُهَآ yatbaʿuhā ia mengiringinya أَذًۭى ۗ adhan gunjingan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun
Perkataan yang baik1 dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تُبْطِلُوا۟ tub'ṭilū kamu merusakkan صَدَقَـٰتِكُم ṣadaqātikum sedekahmu بِٱلْمَنِّ bil-mani dengan umpatan وَٱلْأَذَىٰ wal-adhā dan gunjingan كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang يُنفِقُ yunfiqu (ia) menafkahkan مَالَهُۥ mālahu hartanya رِئَآءَ riāa riya (ingin dilihat) ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَا walā dan tidak يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat فَمَثَلُهُۥ famathaluhu maka perumpamaannya كَمَثَلِ kamathali seperti صَفْوَانٍ ṣafwānin batu licin عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya تُرَابٌۭ turābun tanah/debu فَأَصَابَهُۥ fa-aṣābahu kemudian menimpanya وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat فَتَرَكَهُۥ fatarakahu maka ia meninggalkan صَلْدًۭا ۖ ṣaldan bersih لَّا lā tidak يَقْدِرُونَ yaqdirūna mereka menguasai عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍۢ shayin sesuatu مِّمَّا mimmā dari apa yang كَسَبُوا۟ ۗ kasabū mereka usahakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir1.
وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) membelanjakan أَمْوَٰلَهُمُ amwālahumu harta mereka ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَتَثْبِيتًۭا watathbītan dan untuk keteguhan مِّنْ min dari أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/jiwa mereka كَمَثَلِ kamathali seperti جَنَّةٍۭ jannatin sebuah kebun بِرَبْوَةٍ birabwatin didataran tinggi أَصَابَهَا aṣābahā menimpanya/menyiramnya وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat فَـَٔاتَتْ faātat maka mendatangkan/menghasilkan أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya ضِعْفَيْنِ ḍiʿ'fayni dua kali lipat فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يُصِبْهَا yuṣib'hā menimpanya/menyiramnya وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat فَطَلٌّۭ ۗ faṭallun maka hujan gerimis وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
أَيَوَدُّ ayawaddu apakah ingin أَحَدُكُمْ aḥadukum seorang diantaramu أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah لَهُۥ lahu baginya/ mempunyai جَنَّةٌۭ jannatun kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin kurma وَأَعْنَابٍۢ wa-aʿnābin dan anggur تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai لَهُۥ lahu baginya فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلِّ kulli segala macam ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan وَأَصَابَهُ wa-aṣābahu dan menimpanya/datang ٱلْكِبَرُ l-kibaru masa tua وَلَهُۥ walahu dan baginya ذُرِّيَّةٌۭ dhurriyyatun keturunan ضُعَفَآءُ ḍuʿafāu yang lemah فَأَصَابَهَآ fa-aṣābahā maka menimpanya إِعْصَارٌۭ iʿ'ṣārun angin keras فِيهِ fīhi didalamnya نَارٌۭ nārun api فَٱحْتَرَقَتْ ۗ fa-iḥ'taraqat maka terbakar كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat(Nya) لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu memikirkan
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai? Dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu, sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya1.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا mā apa كَسَبْتُمْ kasabtum kamu usahakan وَمِمَّآ wamimmā dan dari apa yang أَخْرَجْنَا akhrajnā Kami keluarkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَلَا walā dan jangan تَيَمَّمُوا۟ tayammamū kamu memilih ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk-buruk مِنْهُ min'hu daripadanya تُنفِقُونَ tunfiqūna kamu nafkahkan وَلَسْتُم walastum padahal kamu tidak بِـَٔاخِذِيهِ biākhidhīhi dengan mengambilnya إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa تُغْمِضُوا۟ tugh'miḍū kamu memicingkan mata فِيهِ ۚ fīhi padanya وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌ ḥamīdun Maha Terpuji
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
ٱلشَّيْطَـٰنُ al-shayṭānu syaitan يَعِدُكُمُ yaʿidukumu (ia) menjanjikan kamu ٱلْفَقْرَ l-faqra kemiskinan وَيَأْمُرُكُم wayamurukum dan ia menyuruh kamu بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ bil-faḥshāi dengan berbuat kejahatan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعِدُكُم yaʿidukum Dia menjanjikan kamu مَّغْفِرَةًۭ maghfiratan ampunan مِّنْهُ min'hu daripadanya وَفَضْلًۭا ۗ wafaḍlan dan karunia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia1. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
يُؤْتِى yu'tī Dia memberikan ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَن waman dan siapa يُؤْتَ yu'ta diberi ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah فَقَدْ faqad maka sungguh أُوتِىَ ūtiya ia diberi خَيْرًۭا khayran kebajikan كَثِيرًۭا ۗ kathīran banyak وَمَا wamā dan tidak يَذَّكَّرُ yadhakkaru mengambil pelajaran إِلَّآ illā melainkan أُو۟لُوا۟ ulū golongan/kelompok ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi berpengetahuan/berilmu
Allah menganugerahkan Al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`ān dan As-Sunah) kepada siapa yang dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
وَمَآ wamā dan apa أَنفَقْتُم anfaqtum kamu nafkahkan مِّن min dari نَّفَقَةٍ nafaqatin sesuatu nafkah أَوْ aw atau نَذَرْتُم nadhartum kamu nadzarkan مِّن min dari نَّذْرٍۢ nadhrin sesuatu nadzar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُهُۥ ۗ yaʿlamuhu Dia mengetahuinya وَمَا wamā dan tidak لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang dzalim مِنْ min dari أَنصَارٍ anṣārin penolong
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan1, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim, tidak ada seorang penolong pun baginya.
إِن in jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu menampakkan ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah فَنِعِمَّا faniʿimmā maka itu baik هِىَ ۖ hiya ia وَإِن wa-in jika تُخْفُوهَا tukh'fūhā kamu menyembunyikannya وَتُؤْتُوهَا watu'tūhā dan kamu berikannya ٱلْفُقَرَآءَ l-fuqarāa orang-orang fakir فَهُوَ fahuwa maka itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَيُكَفِّرُ wayukaffiru dan Dia akan menghapuskan عَنكُم ʿankum dari kalian مِّن min dari سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Jika kamu menampakkan sedekah(mu)1, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya2 dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
۞ لَّيْسَ laysa bukanlah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu هُدَىٰهُمْ hudāhum menjadikan mereka mendapat petunjuk وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin yang baik فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ fali-anfusikum maka untuk dirimu sendiri وَمَا wamā dan tidak تُنفِقُونَ tunfiqūna kamu menafkahkan إِلَّا illā kecuali/melainkan ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari وَجْهِ wajhi wajah/keridhaan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin yang baik يُوَفَّ yuwaffa akan dicukupi إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).
لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi bagi orang-orang fakir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُحْصِرُوا۟ uḥ'ṣirū (mereka) terkepung فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا lā tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat ضَرْبًۭا ḍarban berusaha فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَحْسَبُهُمُ yaḥsabuhumu menyangka mereka ٱلْجَاهِلُ l-jāhilu orang yang bodoh أَغْنِيَآءَ aghniyāa orang-orang kaya مِنَ mina dari ٱلتَّعَفُّفِ l-taʿafufi meminta-minta تَعْرِفُهُم taʿrifuhum kamu kenal mereka بِسِيمَـٰهُمْ bisīmāhum dengan sifat-sifat mereka لَا lā tidak يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka meminta ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia إِلْحَافًۭا ۗ il'ḥāfan secara mendesak وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin yang baik فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِهِۦ bihi dengannya/padanya عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya; mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan أَمْوَٰلَهُم amwālahum harta mereka بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari سِرًّۭا sirran (secara) sembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَأْكُلُونَ yakulūna (mereka) memakan ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba لَا lā tidak يَقُومُونَ yaqūmūna mereka dapat berdiri إِلَّا illā melainkan كَمَا kamā seperti يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلَّذِى alladhī orang yang يَتَخَبَّطُهُ yatakhabbaṭuhu masuk padanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan مِنَ mina dari ٱلْمَسِّ ۚ l-masi sentuhan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan sebab mereka قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْبَيْعُ l-bayʿu jual beli مِثْلُ mith'lu seperti ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ l-riba riba وَأَحَلَّ wa-aḥalla dan menghalalkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْبَيْعَ l-bayʿa jual beli وَحَرَّمَ waḥarrama dan Dia mengharamkan ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ l-riba riba فَمَن faman maka barang siapa جَآءَهُۥ jāahu telah sampai padanya مَوْعِظَةٌۭ mawʿiẓatun nasehat/pelajaran مِّن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya فَٱنتَهَىٰ fa-intahā maka/lalu ia berhenti فَلَهُۥ falahu maka baginya مَا mā apa سَلَفَ salafa telah lalu وَأَمْرُهُۥٓ wa-amruhu dan urusannya إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَنْ waman dan barang siapa عَادَ ʿāda (ia) mengulangi فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna (mereka) kekal
Orang-orang yang makan (mengambil) riba1 tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan2 lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhan-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah3. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
يَمْحَقُ yamḥaqu menghapuskan/memusnahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba وَيُرْبِى wayur'bī dan Dia menyuburkan ٱلصَّدَقَـٰتِ ۗ l-ṣadaqāti sedekah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai كُلَّ kulla setiap كَفَّارٍ kaffārin orang yang tetap kafir أَثِيمٍ athīmin yang berbuat dosa
Allah memusnahkan riba1 dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa2.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan (mereka) beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan (mereka) menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat لَهُمْ lahum maka bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَلَا walā dan tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah مَا mā apa بَقِىَ baqiya tersisa مِنَ mina dari ٱلرِّبَوٰٓا۟ l-riba riba إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan فَأْذَنُوا۟ fadhanū maka ketahuilah pernyataan بِحَرْبٍۢ biḥarbin dengan adanya perang مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ ۖ warasūlihi dan RasulNya وَإِن wa-in dan jika تُبْتُمْ tub'tum kamu bertaubat فَلَكُمْ falakum maka bagimu رُءُوسُ ruūsu (modal) pokok أَمْوَٰلِكُمْ amwālikum hartamu لَا lā tidak تَظْلِمُونَ taẓlimūna kamu menganiaya وَلَا walā dan tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada ذُو dhū mempunyai عُسْرَةٍۢ ʿus'ratin kesukaran فَنَظِرَةٌ fanaẓiratun maka berilah tangguh إِلَىٰ ilā sampai مَيْسَرَةٍۢ ۚ maysaratin kelapangan/kelonggaran وَأَن wa-an dan jika تَصَدَّقُوا۟ taṣaddaqū kamu menyederhanakan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan peliharalah dirimu يَوْمًۭا yawman (pada) hari تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan فِيهِ fīhi padanya (hari itu) إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian تُوَفَّىٰ tuwaffā dibalas dengan sempurna كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا mā apa كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna (mereka) dianiaya
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila تَدَايَنتُم tadāyantum kamu berhutang piutang بِدَيْنٍ bidaynin dengan hutang إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman yang ditentukan فَٱكْتُبُوهُ ۚ fa-uk'tubūhu maka hendaklah kamu menuliskannya وَلْيَكْتُب walyaktub dan hendaklah menulis بَّيْنَكُمْ baynakum diantara kamu كَاتِبٌۢ kātibun seorang penulis بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil وَلَا walā dan tidak يَأْبَ yaba enggan كَاتِبٌ kātibun seorang penulis أَن an bahwa يَكْتُبَ yaktuba menulis كَمَا kamā sebagaimana عَلَّمَهُ ʿallamahu telah mengajarkannya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah فَلْيَكْتُبْ falyaktub maka hendaklah ia menulis وَلْيُمْلِلِ walyum'lili dan hendaklah membacakan ٱلَّذِى alladhī orang yang عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak وَلْيَتَّقِ walyattaqi dan hendaklah ia bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya وَلَا walā dan janganlah يَبْخَسْ yabkhas ia mengurangi مِنْهُ min'hu daripadanya شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada ٱلَّذِى alladhī orang yang عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak سَفِيهًا safīhan lemah akal أَوْ aw atau ضَعِيفًا ḍaʿīfan lemah (keadaannya) أَوْ aw atau لَا lā tidak يَسْتَطِيعُ yastaṭīʿu ia mampu أَن an untuk يُمِلَّ yumilla membacakan هُوَ huwa ia فَلْيُمْلِلْ falyum'lil maka hendaklah membacakan وَلِيُّهُۥ waliyyuhu walinya بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil وَٱسْتَشْهِدُوا۟ wa-is'tashhidū dan persaksikanlah شَهِيدَيْنِ shahīdayni dua orang saksi مِن min dari رِّجَالِكُمْ ۖ rijālikum orang-orang laki-lakimu فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَكُونَا yakūnā ada رَجُلَيْنِ rajulayni dua orang lelaki فَرَجُلٌۭ farajulun maka seorang lelaki وَٱمْرَأَتَانِ wa-im'ra-atāni dan dua orang perempuan مِمَّن mimman dari orang تَرْضَوْنَ tarḍawna kamu ridhai مِنَ mina dari ٱلشُّهَدَآءِ l-shuhadāi saksi-saksi أَن an bahwa تَضِلَّ taḍilla lupa إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya فَتُذَكِّرَ fatudhakkira maka mengingatkan إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya ٱلْأُخْرَىٰ ۚ l-ukh'rā yang lain وَلَا walā dan jangan يَأْبَ yaba enggan ٱلشُّهَدَآءُ l-shuhadāu saksi-saksi itu إِذَا idhā apabila مَا mā apa دُعُوا۟ ۚ duʿū mereka seru/panggil وَلَا walā dan jangan تَسْـَٔمُوٓا۟ tasamū kamu jemu أَن an bahwa/untuk تَكْتُبُوهُ taktubūhu menuliskan صَغِيرًا ṣaghīran kecil أَوْ aw atau كَبِيرًا kabīran besar إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلِهِۦ ۚ ajalihi waktu ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَقْسَطُ aqsaṭu lebih adil عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَقْوَمُ wa-aqwamu dan lebih menguatkan لِلشَّهَـٰدَةِ lilshahādati bagi persaksian وَأَدْنَىٰٓ wa-adnā dan lebih dekat أَلَّا allā untuk tidak تَرْتَابُوٓا۟ ۖ tartābū menimbulkan keragu-raguan إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَكُونَ takūna itu (muamalah) adalah تِجَـٰرَةً tijāratan perdagangan حَاضِرَةًۭ ḥāḍiratan tunai تُدِيرُونَهَا tudīrūnahā kamu jalankannya بَيْنَكُمْ baynakum diantaramu فَلَيْسَ falaysa maka tidak ada عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun dosa أَلَّا allā untuk tidak تَكْتُبُوهَا ۗ taktubūhā kamu menulisnya وَأَشْهِدُوٓا۟ wa-ashhidū dan persaksikanlah إِذَا idhā apabila تَبَايَعْتُمْ ۚ tabāyaʿtum kamu berjual beli وَلَا walā dan jangan يُضَآرَّ yuḍārra saling menyulitkan كَاتِبٌۭ kātibun penulis وَلَا walā dan jangan شَهِيدٌۭ ۚ shahīdun saksi وَإِن wa-in dan jika تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya itu فُسُوقٌۢ fusūqun kefasikan بِكُمْ ۗ bikum dengan/untuk kalian وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah وَيُعَلِّمُكُمُ wayuʿallimukumu dan mengajarmu ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah1 tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhan-nya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun dari utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan saksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa, maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar, sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu itu) kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan saksikanlah apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
۞ وَإِن wa-in dan jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah عَلَىٰ ʿalā atas/dalam سَفَرٍۢ safarin perjalanan وَلَمْ walam dan tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu memperoleh كَاتِبًۭا kātiban seorang penulis فَرِهَـٰنٌۭ farihānun maka barang jaminan مَّقْبُوضَةٌۭ ۖ maqbūḍatun yang dipegang فَإِنْ fa-in maka jika أَمِنَ amina mempercayai بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بَعْضًۭا baʿḍan sebagian yang lain فَلْيُؤَدِّ falyu-addi maka hendaklah menunaikan ٱلَّذِى alladhī orang yang ٱؤْتُمِنَ u'tumina dipercayai أَمَـٰنَتَهُۥ amānatahu amanatnya وَلْيَتَّقِ walyattaqi maka hendaklah bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّهُۥ ۗ rabbahu Tuhannya وَلَا walā dan jangan تَكْتُمُوا۟ taktumū kamu sembunyikan ٱلشَّهَـٰدَةَ ۚ l-shahādata persaksian وَمَن waman dan barang siapa يَكْتُمْهَا yaktum'hā menyembunyikannya فَإِنَّهُۥٓ fa-innahu maka sesungguhnya ia ءَاثِمٌۭ āthimun berdosa قَلْبُهُۥ ۗ qalbuhu hatinya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan1 yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhan-nya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
لِّلَّهِ lillahi milik Allah مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَإِن wa-in dan jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan مَا mā apa فِىٓ fī di dalam أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَوْ aw atau تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya يُحَاسِبْكُم yuḥāsib'kum akan membuat perhitungan padamu بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَيَغْفِرُ fayaghfiru maka Dia mengampuni لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ءَامَنَ āmana telah beriman ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul-Rasul بِمَآ bimā kepada apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مِن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin كُلٌّ kullun semuanya ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-KitabNya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya لَا lā tidak نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan بَيْنَ bayna diantara أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّن min dari رُّسُلِهِۦ ۚ rusulihi rasul-rasulNya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar وَأَطَعْنَا ۖ wa-aṭaʿnā dan kami taat غُفْرَانَكَ ghuf'rānaka ampunan-Mu رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَإِلَيْكَ wa-ilayka dan kepada Engkau ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Rasul telah beriman kepada Al-Qur`ān yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan, "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa), "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali".
لَا lā tidak يُكَلِّفُ yukallifu membebani ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā melainkan وُسْعَهَا ۚ wus'ʿahā kesanggupannya لَهَا lahā baginya مَا mā apa كَسَبَتْ kasabat usahakan وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan atasnya مَا mā apa ٱكْتَسَبَتْ ۗ ik'tasabat kerjakan رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا lā janganlah تُؤَاخِذْنَآ tuākhidh'nā Engkau hukum kami إِن in jika نَّسِينَآ nasīnā kami lupa أَوْ aw atau أَخْطَأْنَا ۚ akhṭanā kami bersalah رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَلَا walā dan janganlah تَحْمِلْ taḥmil Engkau bebankan عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami إِصْرًۭا iṣ'ran yang berat كَمَا kamā sebagaimana حَمَلْتَهُۥ ḥamaltahu Engkau bebankannya عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِنَا ۚ qablinā sebelum kami رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَلَا walā dan jangan تُحَمِّلْنَا tuḥammil'nā Engkau pikulkan pada kami مَا mā apa لَا lā tidak طَاقَةَ ṭāqata sanggup لَنَا lanā bagi kami بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَٱعْفُ wa-uʿ'fu dan maafkanlah عَنَّا ʿannā dari kami وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَٱرْحَمْنَآ ۚ wa-ir'ḥamnā dan rahmatilah kami أَنتَ anta Engkau مَوْلَىٰنَا mawlānā penolong kami فَٱنصُرْنَا fa-unṣur'nā maka tolonglah kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".