Tilawahku
Masuk
۞

آل عمران

Ali 'Imran

Keluarga Imran Madaniyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

الٓمٓ alif-lam-meem Alif Lam Mim

Alif Lām Mīm.

🔊 Sedang diputar

ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup (kekal) ٱلْقَيُّومُ l-qayūmu berdiri sendiri

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya1.

🔊 Sedang diputar

نَزَّلَ nazzala Dia telah menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab (Al Quran) بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan sebenarnya مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa (kitab) بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil

Dia menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,

🔊 Sedang diputar

مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum هُدًۭى hudan menjadi petunjuk لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan ٱلْفُرْقَانَ ۗ l-fur'qāna Al Furqan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa شَدِيدٌۭ ۗ shadīdun yang berat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa ذُو dhū mempunyai ٱنتِقَامٍ intiqāmin pembalasan siksa

sebelum (Al-Qur`ān), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqān1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi عَلَيْهِ ʿalayhi atasNya شَىْءٌۭ shayon sesuatu (apapun) فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُصَوِّرُكُمْ yuṣawwirukum membentuk kamu فِى dalam ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi rahim كَيْفَ kayfa bagaimana يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab مِنْهُ min'hu daripadanya ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat مُّحْكَمَـٰتٌ muḥ'kamātun muhkamat (jelas maksudnya) هُنَّ hunna itulah أُمُّ ummu isi pokok ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَأُخَرُ wa-ukharu dan yang lain مُتَشَـٰبِهَـٰتٌۭ ۖ mutashābihātun mutasyabihat (mengandung beberapa pengertian) فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka زَيْغٌۭ zayghun condong pada kesesatan فَيَتَّبِعُونَ fayattabiʿūna maka mereka mengikuti مَا apa (ayat-ayat) تَشَـٰبَهَ tashābaha mutasyabihat مِنْهُ min'hu daripadanya ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa untuk mengharapkan ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah وَٱبْتِغَآءَ wa-ib'tighāa dan mengharapkan/mencari تَأْوِيلِهِۦ ۗ tawīlihi penjelasannya وَمَا wamā dan tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui تَأْوِيلَهُۥٓ tawīlahu penjelasannya إِلَّا illā melainkan ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَٱلرَّٰسِخُونَ wal-rāsikhūna dan orang-orang yang mendalam فِى di dalam ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦ bihi kepadanya كُلٌّۭ kullun semuanya مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi رَبِّنَا ۗ rabbinā Tuhan kami وَمَا wamā dan tidak يَذَّكَّرُ yadhakkaru mengambil pelajaran إِلَّآ illā melainkan أُو۟لُوا۟ ulū golongan ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi orang-orang yang berpengetahuan

Dia-lah yang menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat1, itulah pokok-pokok isi Al-Qur`ān dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat2. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan orang-orang yang berakal.

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا jangan تُزِغْ tuzigh Engkau condongkan pada kesesatan قُلُوبَنَا qulūbanā hati kami بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh tatkala هَدَيْتَنَا hadaytanā Engkau beri petunjuk pada kami وَهَبْ wahab berilah لَنَا lanā bagi kami مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau رَحْمَةً ۚ raḥmatan rahmat إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْوَهَّابُ l-wahābu Maha Pemberi

(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau جَامِعُ jāmiʿu mengumpulkan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لِيَوْمٍۢ liyawmin untuk hari لَّا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۚ fīhi padanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُخْلِفُ yukh'lifu Dia menyalahi ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَن lan tidak تُغْنِىَ tugh'niya mencukupi/menolak عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan itulah هُمْ hum mereka وَقُودُ waqūdu bahan bakar ٱلنَّارِ l-nāri api neraka

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.

🔊 Sedang diputar

كَدَأْبِ kadabi seperti keadaan ءَالِ āli keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Firaun وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā ayat-ayat kami فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka menyiksa mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِذُنُوبِهِمْ ۗ bidhunūbihim dosa-dosa mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa

(keadaan mereka) adalah seperti keadaan kaum Firʻawn dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami, karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar سَتُغْلَبُونَ satugh'labūna kamu pasti akan dikalahkan وَتُحْشَرُونَ watuḥ'sharūna dan kamu akan digiring إِلَىٰ ilā ke dalam جَهَنَّمَ ۚ jahannama neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".

🔊 Sedang diputar

قَدْ qad sungguh كَانَ kāna telah ada لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَةٌۭ āyatun tanda-tanda فِى pada فِئَتَيْنِ fi-atayni dua golongan ٱلْتَقَتَا ۖ l-taqatā bertemu (berperang) فِئَةٌۭ fi-atun segolongan تُقَـٰتِلُ tuqātilu berperang فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأُخْرَىٰ wa-ukh'rā dan yang lain كَافِرَةٌۭ kāfiratun kafir يَرَوْنَهُم yarawnahum mereka melihat مِّثْلَيْهِمْ mith'layhim dua kali sebanyak mereka رَأْىَ raya pandangan ٱلْعَيْنِ ۚ l-ʿayni mata وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُؤَيِّدُ yu-ayyidu Dia menguatkan بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya مَن man dari يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan (terdapat) pelajaran لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri penglihatan

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur)1. Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir, yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

🔊 Sedang diputar

زُيِّنَ zuyyina dijadikan indah (pandangan) لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia حُبُّ ḥubbu kecintaan ٱلشَّهَوَٰتِ l-shahawāti segala yang diingini مِنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita وَٱلْبَنِينَ wal-banīna dan anak-anak وَٱلْقَنَـٰطِيرِ wal-qanāṭīri dan harta ٱلْمُقَنطَرَةِ l-muqanṭarati yang banyak مِنَ mina dari ٱلذَّهَبِ l-dhahabi emas وَٱلْفِضَّةِ wal-fiḍati dan perak وَٱلْخَيْلِ wal-khayli dan kuda ٱلْمُسَوَّمَةِ l-musawamati yang pilihan وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak وَٱلْحَرْثِ ۗ wal-ḥarthi dan sawah ladang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عِندَهُۥ ʿindahu di sisiNya حُسْنُ ḥus'nu yang terbaik ٱلْمَـَٔابِ l-maābi tempat kembali

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak1, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

🔊 Sedang diputar

۞ قُلْ qul katakanlah أَؤُنَبِّئُكُم a-unabbi-ukum maukah aku beritakan kepadamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan yang lebih baik مِّن min dari ذَٰلِكُمْ ۚ dhālikum demikian itu لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya وَأَزْوَٰجٌۭ wa-azwājun dan isteri-isteri مُّطَهَّرَةٌۭ muṭahharatun yang disucikan وَرِضْوَٰنٌۭ wariḍ'wānun dan (mendapatkan) keridhaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Katakanlah, "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّنَآ innanā sesungguhnya kami ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لَنَا lanā bagi/untuk kami ذُنُوبَنَا dhunūbanā segala dosa kami وَقِنَا waqinā dan peliharalah kami عَذَابَ ʿadhāba siksa ٱلنَّارِ l-nāri neraka

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka",

🔊 Sedang diputar

ٱلصَّـٰبِرِينَ al-ṣābirīna orang-orang yang sabar وَٱلصَّـٰدِقِينَ wal-ṣādiqīna dan orang-orang yang benar وَٱلْقَـٰنِتِينَ wal-qānitīna dan orang-orang yang tetap taat وَٱلْمُنفِقِينَ wal-munfiqīna dan orang-orang yang menafkahkan hartanya وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ wal-mus'taghfirīna dan orang-orang yang mohon ampun بِٱلْأَسْحَارِ bil-asḥāri pada waktu sahur

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur1.

🔊 Sedang diputar

شَهِدَ shahida menyaksikan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَنَّهُۥ annahu bahwasanya لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan para Malaikat وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan orang-orang yang mempunyai ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu قَآئِمًۢا qāiman yang menegakkan بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan keadilan لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan; Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu1 (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلدِّينَ l-dīna agama عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْإِسْلَـٰمُ ۗ l-is'lāmu Islam وَمَا wamā dan tidak ٱخْتَلَفَ ikh'talafa berselisih ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu ilmu/pengetahuan بَغْيًۢا baghyan karena kedengkian بَيْنَهُمْ ۗ baynahum diantara mereka وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi membuat perhitungan

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Alkitab1 kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

🔊 Sedang diputar

فَإِنْ fa-in maka jika حَآجُّوكَ ḥājjūka mereka mendebat kamu فَقُلْ faqul maka katakanlah أَسْلَمْتُ aslamtu aku menyerahkan وَجْهِىَ wajhiya diriku لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَمَنِ wamani dan orang yang ٱتَّبَعَنِ ۗ ittabaʿani mengikuti aku وَقُل waqul dan katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ wal-umiyīna dan orang-orang ummi (buta huruf) ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ a-aslamtum apakah kamu masuk Islam فَإِنْ fa-in maka jika أَسْلَمُوا۟ aslamū mereka masuk Islam فَقَدِ faqadi maka sungguh ٱهْتَدَوا۟ ۖ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk وَّإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah عَلَيْكَ ʿalayka kewajiban atasmu ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu menyampaikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Alkitab dan kepada orang-orang yang umi1, "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi بِغَيْرِ bighayri bukan/tanpa حَقٍّۢ ḥaqqin kebenaran وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَأْمُرُونَ yamurūna (mereka) menyuruh بِٱلْقِسْطِ bil-qis'ṭi dengan keadilan مِنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beritakanlah mereka بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksa أَلِيمٍ alīmin yang pedih

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَبِطَتْ ḥabiṭat lenyap/putus أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum mereka (memperoleh) مِّن min daripada نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong

Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi نَصِيبًۭا naṣīban bagian مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab يُدْعَوْنَ yud'ʿawna mereka diseru إِلَىٰ ilā kepada كِتَـٰبِ kitābi kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيَحْكُمَ liyaḥkuma supaya ia menetapkan hukum بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka ثُمَّ thumma kemudian يَتَوَلَّىٰ yatawallā berpaling فَرِيقٌۭ farīqun segolongan/sebagian مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka وَهُم wahum dan mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna (mereka) berpaling

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian, yaitu Alkitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan لَن lan tidak تَمَسَّنَا tamassanā menyentuh ٱلنَّارُ l-nāru api neraka إِلَّآ illā kecuali أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari مَّعْدُودَٰتٍۢ ۖ maʿdūdātin yang dapat dihitung وَغَرَّهُمْ wagharrahum dan memperdayakan mereka فِى dalam دِينِهِم dīnihim agama mereka مَّا apa apa (segala)? كَانُوا۟ kānū yang demikian itu? يَفْتَرُونَ yaftarūna (mereka) ada-adakan

Hal itu adalah karena mereka mengaku, "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.

🔊 Sedang diputar

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana إِذَا idhā apabila جَمَعْنَـٰهُمْ jamaʿnāhum Kami kumpulkan mereka لِيَوْمٍۢ liyawmin pada hari لَّا tidak رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi didalamnya وَوُفِّيَتْ wawuffiyat dan disempurnakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna (mereka) dianiaya

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

🔊 Sedang diputar

قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Tuhan مَـٰلِكَ mālika yang merajai/mempunyai ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan تُؤْتِى tu'tī Engkau beri ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan مَن man orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتَنزِعُ watanziʿu dan Engkau cabut ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan مِمَّن mimman dari orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتُعِزُّ watuʿizzu dan Engkau muliakan مَن man orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتُذِلُّ watudhillu dan Engkau hinakan مَن man orang تَشَآءُ ۖ tashāu Engkau kehendaki بِيَدِكَ biyadika dengan tangan Engkau ٱلْخَيْرُ ۖ l-khayru kebaikan إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Katakanlah, "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau-lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

تُولِجُ tūliju Engkau masukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى ke dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَتُولِجُ watūliju dan Engkau masukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى pada ٱلَّيْلِ ۖ al-layli malam hari وَتُخْرِجُ watukh'riju dan Engkau keluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَتُخْرِجُ watukh'riju dan Engkau keluarkan ٱلْمَيِّتَ l-mayita yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ ۖ l-ḥayi yang hidup وَتَرْزُقُ watarzuqu dan Engkau beri rezki مَن man orang تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup1. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".

🔊 Sedang diputar

لَّا jangan يَتَّخِذِ yattakhidhi mengambil/menjadikan ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mukmin وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal ia berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian فَلَيْسَ falaysa maka bukan/tidak ada مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah فِى dalam شَىْءٍ shayin sesuatu/sedikitpun إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَتَّقُوا۟ tattaqū kamu memelihara diri مِنْهُمْ min'hum dari mereka تُقَىٰةًۭ ۗ tuqātan suatu yang ditakuti وَيُحَذِّرُكُمُ wayuḥadhirukumu dan memperingatkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسَهُۥ ۗ nafsahu diriNya وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali1 dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِن in jika تُخْفُوا۟ tukh'fū kamu menyembunyikan مَا apa فِى di dalam صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dadamu/hatimu أَوْ aw atau تُبْدُوهُ tub'dūhu kamu lahirkannya يَعْلَمْهُ yaʿlamhu pasti mengetahuinya ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Katakanlah, "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma pada hari تَجِدُ tajidu mendapati كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa عَمِلَتْ ʿamilat ia perbuat مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan مُّحْضَرًۭا muḥ'ḍaran yang dihadapkan وَمَا wamā dan apa عَمِلَتْ ʿamilat ia perbuat مِن min dari سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk تَوَدُّ tawaddu mereka ingin لَوْ law sekiranya أَنَّ anna bahwa بَيْنَهَا baynahā antara ia وَبَيْنَهُۥٓ wabaynahu dan antara hari itu أَمَدًۢا amadan ada masa بَعِيدًۭا ۗ baʿīdan yang jauh وَيُحَذِّرُكُمُ wayuḥadhirukumu dan memperingatkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسَهُۥ ۗ nafsahu diriNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah رَءُوفٌۢ raūfun Maha Penyayang بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُحِبُّونَ tuḥibbūna mencintai ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱتَّبِعُونِى fa-ittabiʿūnī maka ikutilah aku يُحْبِبْكُمُ yuḥ'bib'kumu mencintai kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian ذُنُوبَكُمْ ۗ dhunūbakum dosa-dosamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ ۖ wal-rasūla dan Rasul فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Katakanlah, "Taatilah Allah dan rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰٓ iṣ'ṭafā Dia telah memilih ءَادَمَ ādama Adam وَنُوحًۭا wanūḥan dan Nuh وَءَالَ waāla dan keluarga إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَءَالَ waāla dan keluarga عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nūḥ, keluarga Ibrāhīm dan keluarga ʻImrān melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

🔊 Sedang diputar

ذُرِّيَّةًۢ dhurriyyatan suatu keturunan بَعْضُهَا baʿḍuhā sebagiannya مِنۢ min dari بَعْضٍۢ ۗ baʿḍin sebagian yang lain وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh (Ingatlah) ketika قَالَتِ qālati berkata ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran رَبِّ rabbi Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku نَذَرْتُ nadhartu aku menadzarkan لَكَ laka kepada Engkau مَا apa فِى di dalam بَطْنِى baṭnī perutku مُحَرَّرًۭا muḥarraran menjadi hamba yang berhidmat فَتَقَبَّلْ fataqabbal maka/karena itu terimalah مِنِّىٓ ۖ minnī dari padaku إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

(Ingatlah), ketika istri ʻImrān berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala وَضَعَتْهَا waḍaʿathā ia melahirkannya قَالَتْ qālat ia berkata رَبِّ rabbi Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku وَضَعْتُهَآ waḍaʿtuhā aku telah melahirkannya أُنثَىٰ unthā seorang anak perempuan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa وَضَعَتْ waḍaʿat ia lahirkan وَلَيْسَ walaysa dan bukanlah/tidaklah ٱلذَّكَرُ l-dhakaru anak laki-laki كَٱلْأُنثَىٰ ۖ kal-unthā seperti anak perempuan وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku سَمَّيْتُهَا sammaytuhā (aku) telah menamainya مَرْيَمَ maryama Maryam وَإِنِّىٓ wa-innī dan sesungguhnya aku أُعِيذُهَا uʿīdhuhā (aku) melindunginya بِكَ bika kepada Engkau وَذُرِّيَّتَهَا wadhurriyyatahā dan keturunannya مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan ٱلرَّجِيمِ l-rajīmi yang terkutuk

Maka tatkala istri ʻImrān melahirkan anaknya, dia pun berkata, "Ya Tuhan-ku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk".

🔊 Sedang diputar

فَتَقَبَّلَهَا fataqabbalahā maka menerimanya رَبُّهَا rabbuhā Tuhannya بِقَبُولٍ biqabūlin dengan penerimaan حَسَنٍۢ ḥasanin yang baik وَأَنۢبَتَهَا wa-anbatahā dan Dia menumbuhkannya نَبَاتًا nabātan dengan pertumbuhan حَسَنًۭا ḥasanan yang baik وَكَفَّلَهَا wakaffalahā dan memeliharanya زَكَرِيَّا ۖ zakariyyā Zakaria كُلَّمَا kullamā setiap kali دَخَلَ dakhala masuk عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya زَكَرِيَّا zakariyyā Zakaria ٱلْمِحْرَابَ l-miḥ'rāba mimbar وَجَدَ wajada dia dapati عِندَهَا ʿindahā di sisinya رِزْقًۭا ۖ riz'qan makanan قَالَ qāla dia berkata يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! أَنَّىٰ annā dari mana لَكِ laki bagimu هَـٰذَا ۖ hādhā ini (makanan) قَالَتْ qālat ia berkata هُوَ huwa ia (makanan) مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَرْزُقُ yarzuqu dia memberi rezki مَن man dari siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tidak حِسَابٍ ḥisābin perhitungan

Maka Tuhan-nya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariyyā pemeliharanya. Setiap Zakariyyā masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariyyā berkata, "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab, "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

🔊 Sedang diputar

هُنَالِكَ hunālika disanalah دَعَا daʿā berdoa زَكَرِيَّا zakariyyā Zakaria رَبَّهُۥ ۖ rabbahu Tuhannya قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi Tuhanku هَبْ hab berilah لِى bagiku مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan طَيِّبَةً ۖ ṭayyibatan yang baik إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau سَمِيعُ samīʿu Maha Mendengar ٱلدُّعَآءِ l-duʿāi doa

Di sanalah Zakariyyā berdoa kepada Tuhan-nya seraya berkata, "Ya Tuhan-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

🔊 Sedang diputar

فَنَادَتْهُ fanādathu maka memanggilnya ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat وَهُوَ wahuwa dan Dia قَآئِمٌۭ qāimun sedang berdiri يُصَلِّى yuṣallī dia sholat فِى di ٱلْمِحْرَابِ l-miḥ'rābi mimbar أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُبَشِّرُكَ yubashiruka menyampaikan kabar gembira kepadamu بِيَحْيَىٰ biyaḥyā dengan Yahya مُصَدِّقًۢا muṣaddiqan membenarkan بِكَلِمَةٍۢ bikalimatin dengan kalimat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَسَيِّدًۭا wasayyidan dan (menjadi) ketua وَحَصُورًۭا waḥaṣūran dan menahan diri وَنَبِيًّۭا wanabiyyan dan seorang Nabi مِّنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariyyā, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya), "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahyā, yang membenarkan kalimat1 (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla dia (Zakaria) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu adalah لِى bagiku غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak وَقَدْ waqad dan sungguh بَلَغَنِىَ balaghaniya aku telah sampai ٱلْكِبَرُ l-kibaru besar/tua وَٱمْرَأَتِى wa-im'ra-atī dan isteriku عَاقِرٌۭ ۖ ʿāqirun mandul قَالَ qāla Dia berfirman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat مَا apa يَشَآءُ yashāu dikehendaki

Zakariyyā berkata, "Ya Tuhan-ku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?" Berfirman Allah, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla dia (Zakaria) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah لِّىٓ bagiku ءَايَةًۭ ۖ āyatan tanda-tanda قَالَ qāla Dia berfirman ءَايَتُكَ āyatuka tanda-tandamu أَلَّا allā bahwa tidak تُكَلِّمَ tukallima kamu berkata-kata ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga أَيَّامٍ ayyāmin hari إِلَّا illā kecuali رَمْزًۭا ۗ ramzan isyarat وَٱذْكُر wa-udh'kur dan sebutlah رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu كَثِيرًۭا kathīran sebanyak-banyaknya وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi diwaktu petang وَٱلْإِبْكَـٰرِ wal-ib'kāri dan pagi hari

Berkata Zakariyyā, "Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung)". Allah berfirman, "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhan-mu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَتِ qālati berkata ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱصْطَفَىٰكِ iṣ'ṭafāki Dia memilih kamu وَطَهَّرَكِ waṭahharaki dan Dia mensucikan kamu وَٱصْطَفَىٰكِ wa-iṣ'ṭafāki dan Dia memilih/melebihkan kamu عَلَىٰ ʿalā atas نِسَآءِ nisāi wanita-wanita ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

🔊 Sedang diputar

يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! ٱقْنُتِى uq'nutī taatlah لِرَبِّكِ lirabbiki kepada Tuhanmu وَٱسْجُدِى wa-us'judī dan sujudlah وَٱرْكَعِى wa-ir'kaʿī dan ruku'lah مَعَ maʿa bersama ٱلرَّٰكِعِينَ l-rākiʿīna orang-orang yang ruku'

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhan-mu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk1.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari أَنۢبَآءِ anbāi berita-berita ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib نُوحِيهِ nūḥīhi Kami mewahyukan إِلَيْكَ ۚ ilayka kepadamu وَمَا wamā dan tidak كُنتَ kunta kamu berada لَدَيْهِمْ ladayhim disisi mereka إِذْ idh ketika يُلْقُونَ yul'qūna mereka melemparkan أَقْلَـٰمَهُمْ aqlāmahum anak-anak panah mereka أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka يَكْفُلُ yakfulu yang akan memelihara مَرْيَمَ maryama Maryam وَمَا wamā dan tidak كُنتَ kunta kamu berada لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka إِذْ idh ketika يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bersengketa

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh ketika قَالَتِ qālati berkata ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam! إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُبَشِّرُكِ yubashiruki menyampaikan kabar gembira kepadamu بِكَلِمَةٍۢ bikalimatin dengan kalimat مِّنْهُ min'hu dari padaNya ٱسْمُهُ us'muhu namanya ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu anak مَرْيَمَ maryama maryam وَجِيهًۭا wajīhan terkemuka فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat وَمِنَ wamina dan (salah seorang) dari ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang didekatkan

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat1 (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih ʻIsa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

🔊 Sedang diputar

وَيُكَلِّمُ wayukallimu dan dia berbicara ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia فِى dalam ٱلْمَهْدِ l-mahdi buaian وَكَهْلًۭا wakahlan dan (ketika) dewasa وَمِنَ wamina dan (salah seorang) dari ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh".

🔊 Sedang diputar

قَالَتْ qālat dia (Maryam) berkata رَبِّ rabbi Tuhanku أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu adalah لِى bagi aku وَلَدٌۭ waladun seorang anak وَلَمْ walam dan belum pernah يَمْسَسْنِى yamsasnī aku disentuh بَشَرٌۭ ۖ basharun seorang manusia قَالَ qāla Dia berfirman كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِذَا idhā apabila قَضَىٰٓ qaḍā Dia menetapkan أَمْرًۭا amran sesuatu فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun dikatakan jadi فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah

Maryam berkata, "Ya Tuhan-ku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, "Jadilah", lalu jadilah dia.

🔊 Sedang diputar

وَيُعَلِّمُهُ wayuʿallimuhu dan Dia mengajarkan kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah وَٱلتَّوْرَىٰةَ wal-tawrāta dan Taurat وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Alkitab1, Hikmah, Taurat, dan Injil.

🔊 Sedang diputar

وَرَسُولًا warasūlan dan seorang Rasul إِلَىٰ ilā kepada بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَنِّى annī sesungguhnya aku قَدْ qad sungguh جِئْتُكُم ji'tukum aku telah datang kepadamu بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan tanda مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian أَنِّىٓ annī sesungguhnya aku أَخْلُقُ akhluqu aku membuat لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah كَهَيْـَٔةِ kahayati seperti bentuk ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung فَأَنفُخُ fa-anfukhu maka/lalu aku meniupkan فِيهِ fīhi kedalamnya فَيَكُونُ fayakūnu maka ia menjadi طَيْرًۢا ṭayran seekor burung بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُبْرِئُ wa-ub'ri-u dan aku menyembuhkan ٱلْأَكْمَهَ l-akmaha orang buta وَٱلْأَبْرَصَ wal-abraṣa dan orang berpenyakit sopak وَأُحْىِ wa-uḥ'yī dan aku menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُنَبِّئُكُم wa-unabbi-ukum dan aku kabarkan kepadamu بِمَا bimā dengan apa تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan وَمَا wamā dan apa تَدَّخِرُونَ taddakhirūna kamu simpan فِى di بُيُوتِكُمْ ۚ buyūtikum rumahmu إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh terdapat tanda-tanda لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan (sebagai) rasul kepada Bani Isrā`īl (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman".

🔊 Sedang diputar

وَمُصَدِّقًۭا wamuṣaddiqan dan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَىَّ yadayya tanganku/sebelumku مِنَ mina dari ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَلِأُحِلَّ wali-uḥilla dan untuk menghalalkan لَكُم lakum bagi kalian بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang حُرِّمَ ḥurrima diharamkan عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian وَجِئْتُكُم waji'tukum dan aku datang kepadamu بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan tanda (mukjizat) مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu فَٱعْبُدُوهُ ۗ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia هَـٰذَا hādhā inilah صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun yang lurus

Sesungguhnya Allah, Tuhan-ku dan Tuhan-mu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".

🔊 Sedang diputar

۞ فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَحَسَّ aḥassa menyadari عِيسَىٰ ʿīsā Isa مِنْهُمُ min'humu dari mereka ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra keingkaran قَالَ qāla dia berkata مَنْ man siapa أَنصَارِىٓ anṣārī menjadi penolong-penolongku إِلَى ilā kepada/untuk ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla berkata ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna orang-orang Hawariyun نَحْنُ naḥnu kami أَنصَارُ anṣāru penolong-penolong ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱشْهَدْ wa-ish'had dan saksikanlah بِأَنَّا bi-annā bahwasanya kami مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang meyerahkan diri

Maka tatkala ʻIsa mengetahui keingkaran mereka (Bani Isrā`īl) berkatalah dia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para ῌawāriyyūn (sahabat-sahabat setia) menjawab, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman بِمَآ bimā kepada apa أَنزَلْتَ anzalta telah Engkau turunkan وَٱتَّبَعْنَا wa-ittabaʿnā dan kami telah mengikuti ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul فَٱكْتُبْنَا fa-uk'tub'nā maka catatlah kami مَعَ maʿa bersama ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menjadi saksi

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

🔊 Sedang diputar

وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya وَمَكَرَ wamakara dan membuat tipu daya ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمَـٰكِرِينَ l-mākirīna pembuat tipu daya

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh ketika قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah يَـٰعِيسَىٰٓ yāʿīsā Wahai Isa إِنِّى innī sesungguhnya Aku (Allah) مُتَوَفِّيكَ mutawaffīka akan mewafatkan kamu وَرَافِعُكَ warāfiʿuka dan mengangkat kamu إِلَىَّ ilayya kepadaKu وَمُطَهِّرُكَ wamuṭahhiruka dan/serta mensucikan kamu مِنَ mina daripada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَجَاعِلُ wajāʿilu dan menjadikan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّبَعُوكَ ittabaʿūka (mereka) mengikuti kamu فَوْقَ fawqa di atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِلَىٰ ilā kepada يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ l-qiyāmati kiamat ثُمَّ thumma kemudian إِلَىَّ ilayya kepadaKu مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَأَحْكُمُ fa-aḥkumu maka Aku memutuskan بَيْنَكُمْ baynakum diantaramu فِيمَا fīmā dalam/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi didalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan

(Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Hai ʻIsa , sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

🔊 Sedang diputar

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَأُعَذِّبُهُمْ fa-uʿadhibuhum maka akan Aku siksa mereka عَذَابًۭا ʿadhāban siksa شَدِيدًۭا shadīdan sangat berat فِى di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong

Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Kusiksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

🔊 Sedang diputar

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan فَيُوَفِّيهِمْ fayuwaffīhim maka Dia akan menyempurnakan أُجُورَهُمْ ۗ ujūrahum pahala mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah نَتْلُوهُ natlūhu kami membacakannya عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu مِنَ mina dari ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/bukti-bukti وَٱلذِّكْرِ wal-dhik'ri dan Adz Dzikir/Al Quran ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi yang penuh hikmah

Demikianlah (kisah ʻIsa ), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Qur`ān yang penuh hikmah.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya مَثَلَ mathala perumpamaan عِيسَىٰ ʿīsā Isa عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan ءَادَمَ ۖ ādama Adam خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menjadikannya مِن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian قَالَ qāla Dia berfirman لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah dia

Sesungguhnya misal (penciptaan) ʻIsa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

🔊 Sedang diputar

ٱلْحَقُّ al-ḥaqu kebenaran itu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka janganlah تَكُن takun kamu termasuk مِّنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu

(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhan-mu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

🔊 Sedang diputar

فَمَنْ faman maka siapa حَآجَّكَ ḥājjaka membantah kamu فِيهِ fīhi tentang (kebenaran) itu مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَكَ jāaka datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu/pengetahuan فَقُلْ faqul maka katakanlah تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah نَدْعُ nadʿu kita memanggil أَبْنَآءَنَا abnāanā anak-anak kami وَأَبْنَآءَكُمْ wa-abnāakum dan anak-anak mu وَنِسَآءَنَا wanisāanā dan isteri-isteri kami وَنِسَآءَكُمْ wanisāakum dan isteri-isteri kamu وَأَنفُسَنَا wa-anfusanā dan diri-diri kami وَأَنفُسَكُمْ wa-anfusakum dan diri-diri kamu ثُمَّ thumma kemudian نَبْتَهِلْ nabtahil kami mohon dengan sungguh-sungguh فَنَجْعَل fanajʿal maka kami jadikan لَّعْنَتَ laʿnata kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Siapa yang membantahmu tentang kisah ʻIsa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah1 kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa adalah ia ٱلْقَصَصُ l-qaṣaṣu cerita ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu yang benar وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُوَ lahuwa sungguh Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلْمُفْسِدِينَ bil-muf'sidīna terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan

Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah إِلَىٰ ilā kepada كَلِمَةٍۢ kalimatin satu kalimat سَوَآءٍۭ sawāin yang sama بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan antara kamu أَلَّا allā bahwa tidak نَعْبُدَ naʿbuda kami menyembah إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan tidak نُشْرِكَ nush'rika kami menyekutukan بِهِۦ bihi denganNya شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَتَّخِذَ yattakhidha menjadikan بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami بَعْضًا baʿḍan sebagian yang lain أَرْبَابًۭا arbāban Tuhan مِّن min dari دُونِ dūni sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَقُولُوا۟ faqūlū maka katakanlah ٱشْهَدُوا۟ ish'hadū saksikanlah بِأَنَّا bi-annā bahwa kami مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang menyerahkan diri

Katakanlah, "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تُحَآجُّونَ tuḥājjūna kamu membantah فِىٓ tentang إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَمَآ wamā dan tidak أُنزِلَتِ unzilati diturunkan ٱلتَّوْرَىٰةُ l-tawrātu Taurat وَٱلْإِنجِيلُ wal-injīlu dan Injil إِلَّا illā melainkan مِنۢ min dari بَعْدِهِۦٓ ۚ baʿdihi sesudahnya أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Hai ahli kitab, mengapa kamu bantah-membantah1 tentang hal Ibrāhīm, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrāhīm. Apakah kamu tidak berpikir?

🔊 Sedang diputar

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum beginilah kamu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi (kamu) ini حَـٰجَجْتُمْ ḥājajtum (kamu) berbantahan فِيمَا fīmā tentang apa لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan فَلِمَ falima maka mengapa تُحَآجُّونَ tuḥājjūna kamu berbantahan فِيمَا fīmā tentang apa لَيْسَ laysa tidak ada لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya عِلْمٌۭ ۚ ʿil'mun pengetahuan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang kamu ketahui1, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui?2; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

🔊 Sedang diputar

مَا tidak كَانَ kāna ada إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim يَهُودِيًّۭا yahūdiyyan seorang Yahudi وَلَا walā dan bukan نَصْرَانِيًّۭا naṣrāniyyan orang Nasrani وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانَ kāna adalah dia حَنِيفًۭا ḥanīfan seorang yang lurus مُّسْلِمًۭا mus'liman seorang yang menyerahkan diri وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

Ibrāhīm bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus1 lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya أَوْلَى awlā paling dekat ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang بِإِبْرَٰهِيمَ bi-ib'rāhīma dengan Ibrahim لَلَّذِينَ lalladhīna bagi orang-orang yang ٱتَّبَعُوهُ ittabaʿūhu (mereka) mengikutinya وَهَـٰذَا wahādhā dan ini ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۗ āmanū beriman وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَلِىُّ waliyyu Pelindung ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrāhīm ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

وَدَّت waddat ingin طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَوْ law sekiranya يُضِلُّونَكُمْ yuḍillūnakum mereka menyesatkan kamu وَمَا wamā dan tidak يُضِلُّونَ yuḍillūna mereka menyesatkan إِلَّآ illā melainkan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَمَا wamā dan tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Segolongan dariahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَشْهَدُونَ tashhadūna (kamu) menyaksikan

Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah1, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَلْبِسُونَ talbisūna kamu mencampur adukkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang haq (benar) بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang bathil وَتَكْتُمُونَ wataktumūna dan kamu menyembunyikan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang haq وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang hak dengan yang batil1, dan menyembunyikan kebenaran2, padahal kamu mengetahui?

🔊 Sedang diputar

وَقَالَت waqālat dan berkata طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَجْهَ wajha permulaan ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَٱكْفُرُوٓا۟ wa-uk'furū dan ingkarilah ءَاخِرَهُۥ ākhirahu pada akhirnya لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna (mereka) kembali

Segolongan (lain) dari ahli kitab berkata (kepada sesamanya), "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تُؤْمِنُوٓا۟ tu'minū kamu percaya إِلَّا illā melainkan لِمَن liman kepada orang تَبِعَ tabiʿa yang mengikuti دِينَكُمْ dīnakum agamamu قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa يُؤْتَىٰٓ yu'tā akan diberikan أَحَدٌۭ aḥadun seseorang مِّثْلَ mith'la seperti مَآ apa أُوتِيتُمْ ūtītum diberikan kepadamu أَوْ aw atau يُحَآجُّوكُمْ yuḥājjūkum mereka membantahmu عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْفَضْلَ l-faḍla karunia بِيَدِ biyadi di tangan ٱللَّهِ l-lahi Allah يُؤْتِيهِ yu'tīhi Dia berikannya مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu1. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhan-mu". Katakanlah, "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

🔊 Sedang diputar

يَخْتَصُّ yakhtaṣṣu Dia menentukan بِرَحْمَتِهِۦ biraḥmatihi dengan rahmatNya مَن man siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar

Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.

🔊 Sedang diputar

۞ وَمِنْ wamin dan dari/diantara أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab مَنْ man orang إِن in jika تَأْمَنْهُ tamanhu kamu mempercayakannya بِقِنطَارٍۢ biqinṭārin dengan harta yang banyak يُؤَدِّهِۦٓ yu-addihi ia mengembalikannya إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang إِن in jika تَأْمَنْهُ tamanhu kamu mempercayakannya بِدِينَارٍۢ bidīnārin dengan satu dinar لَّا tidak يُؤَدِّهِۦٓ yu-addihi ia mengembalikannya إِلَيْكَ ilayka kepadamu إِلَّا illā kecuali مَا apa yang دُمْتَ dum'ta selalu kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya قَآئِمًۭا ۗ qāiman berdiri ذَٰلِكَ dhālika demikian بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata لَيْسَ laysa tidak ada عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami فِى dalam/terhadap ٱلْأُمِّيِّـۧنَ l-umiyīna orang-orang ummi سَبِيلٌۭ sabīlun jalan (dosa) وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui

Di antara ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang umi1." Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

🔊 Sedang diputar

بَلَىٰ balā ya/benar مَنْ man siapa/orang أَوْفَىٰ awfā (ia) menepati بِعَهْدِهِۦ biʿahdihi janjinya وَٱتَّقَىٰ wa-ittaqā dan ia bertakwa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya1 dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَشْتَرُونَ yashtarūna (mereka) membeli/menukar بِعَهْدِ biʿahdi dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَيْمَـٰنِهِمْ wa-aymānihim dan sumpah mereka ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا qalīlan sedikit أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَا tidak خَلَـٰقَ khalāqa mendapat bagian لَهُمْ lahum bagi mereka فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَلَا walā dan tidak يُكَلِّمُهُمُ yukallimuhumu berbicara dengan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَا walā dan tidak يَنظُرُ yanẓuru Dia melihat إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَلَا walā dan tidak يُزَكِّيهِمْ yuzakkīhim Dia mensucikan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksa أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْهُمْ min'hum diantara mereka لَفَرِيقًۭا lafarīqan ada segolongan يَلْوُۥنَ yalwūna (mereka) memutar-mutar أَلْسِنَتَهُم alsinatahum lidah mereka بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan (membaca) Al Kitab لِتَحْسَبُوهُ litaḥsabūhu supaya kamu menyangkanya مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَمَا wamā dan tidak/bukan هُوَ huwa dia مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan هُوَ huwa dia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan bukan هُوَ huwa dia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Alkitab, padahal ia bukan dari Alkitab; dan mereka mengatakan, "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

🔊 Sedang diputar

مَا tidak كَانَ kāna ada/mungkin terjadi لِبَشَرٍ libasharin bagi seorang manusia أَن an bahwa يُؤْتِيَهُ yu'tiyahu memberikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hikmah وَٱلنُّبُوَّةَ wal-nubuwata dan kenabian ثُمَّ thumma kemudian يَقُولَ yaqūla ia berkata لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia كُونُوا۟ kūnū adalah/jadilah kamu عِبَادًۭا ʿibādan penyembah-penyembah لِّى bagiku مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كُونُوا۟ kūnū kamu menjadi رَبَّـٰنِيِّـۧنَ rabbāniyyīna orang-orang rabbani بِمَا bimā dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُعَلِّمُونَ tuʿallimūna (kalian) mengetahui ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَبِمَا wabimā dan dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَدْرُسُونَ tadrusūna kamu mempelajari

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Alkitab, hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata), "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbānī 1, karena kamu selalu mengajarkan Alkitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak يَأْمُرَكُمْ yamurakum ia menyuruhmu أَن an bahwa تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu menjadikan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan para Nabi أَرْبَابًا ۗ arbāban (sebagai) Tuhan أَيَأْمُرُكُم ayamurukum apakah ia menyuruh kamu بِٱلْكُفْرِ bil-kuf'ri dengan (berbuat) kekafiran بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika أَنتُم antum kamu مُّسْلِمُونَ mus'limūna (beragama) Islam

dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?".

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذَ akhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi لَمَآ lamā sungguh apa ءَاتَيْتُكُم ātaytukum Aku berikan kepadamu مِّن min dari كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab وَحِكْمَةٍۢ waḥik'matin dan hikmah ثُمَّ thumma kemudian جَآءَكُمْ jāakum datang kepadamu رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مُّصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّمَا limā terhadap apa مَعَكُمْ maʿakum bersamamu/ada padamu لَتُؤْمِنُنَّ latu'minunna sungguh kamu akan beriman بِهِۦ bihi dengannya وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ walatanṣurunnahu dan sungguh kamu menolongnya قَالَ qāla Dia berfirman ءَأَقْرَرْتُمْ a-aqrartum apakah kamu mengakui وَأَخَذْتُمْ wa-akhadhtum dan kamu mengambil عَلَىٰ ʿalā atas ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu إِصْرِى ۖ iṣ'rī perjanjianKu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَقْرَرْنَا ۚ aqrarnā kami mengakui قَالَ qāla Dia berfirman فَٱشْهَدُوا۟ fa-ish'hadū maka saksikanlah وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku مَعَكُم maʿakum bersama kamu مِّنَ mina dari ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna para saksi

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya"1. Allah berfirman, "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab, "Kami mengakui". Allah berfirman, "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

🔊 Sedang diputar

فَمَن faman maka barang siapa تَوَلَّىٰ tawallā (ia) berpaling بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka itulah هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik1.

🔊 Sedang diputar

أَفَغَيْرَ afaghayra maka apakah selain دِينِ dīni agama ٱللَّهِ l-lahi Allah يَبْغُونَ yabghūna mereka mencari وَلَهُۥٓ walahu dan kepadaNya أَسْلَمَ aslama menyerahkan diri مَن man orang/segala apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi طَوْعًۭا ṭawʿan dengan suka وَكَرْهًۭا wakarhan dan terpaksa وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَىٰٓ ʿalā atas إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishak وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yakub وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-anaknya وَمَآ wamā dan apa أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰ mūsā (kepada) Musa وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَٱلنَّبِيُّونَ wal-nabiyūna dan para Nabi مِن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَا tidak نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan بَيْنَ bayna antara أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepadaNya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang menyerahkan diri

Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ʻIsa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَبْتَغِ yabtaghi (ia) mencari غَيْرَ ghayra selain ٱلْإِسْلَـٰمِ l-is'lāmi Islam دِينًۭا dīnan agama فَلَن falan maka tidak يُقْبَلَ yuq'bala diterima مِنْهُ min'hu daripadanya وَهُوَ wahuwa dan ia فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

🔊 Sedang diputar

كَيْفَ kayfa bagaimana يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوْمًۭا qawman kaum كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِهِمْ īmānihim iman mereka وَشَهِدُوٓا۟ washahidū dan mereka mengakui أَنَّ anna bahwasanya ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul حَقٌّۭ ḥaqqun adalah benar وَجَآءَهُمُ wajāahumu dan telah datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ l-bayinātu keterangan-keterangan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma (kepada) kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu جَزَآؤُهُمْ jazāuhum balasan mereka أَنَّ anna bahwasanya عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka لَعْنَةَ laʿnata kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan para Malaikat وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia أَجْمَعِينَ ajmaʿīna seluruhnya

Mereka itu, balasannya ialah bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya,

🔊 Sedang diputar

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya لَا tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna (mereka) diberi tangguh

mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika itu وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka mengadakan perbaikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

kecuali orang-orang yang tobat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan1. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِهِمْ īmānihim iman mereka ثُمَّ thumma kemudian ٱزْدَادُوا۟ iz'dādū mereka bertambah كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran لَّن lan tidak akan تُقْبَلَ tuq'bala diterima تَوْبَتُهُمْ tawbatuhum taubat mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلضَّآلُّونَ l-ḍālūna orang-orang yang sesat

Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima tobatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كُفَّارٌۭ kuffārun (dalam) kekafiran فَلَن falan maka tidak يُقْبَلَ yuq'bala diterima مِنْ min dari أَحَدِهِم aḥadihim seorang diantara mereka مِّلْءُ mil'u sepenuhnya ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ذَهَبًۭا dhahaban emas وَلَوِ walawi walaupun ٱفْتَدَىٰ if'tadā dia menebus diri بِهِۦٓ ۗ bihi dengannya (emas) أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

🔊 Sedang diputar

لَن lan belum تَنَالُوا۟ tanālū kamu mencapai ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan حَتَّىٰ ḥattā sehingga (sebelum) تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu menafkahkan مِمَّا mimmā dari apa (harta) تُحِبُّونَ ۚ tuḥibbūna kamu mencintai وَمَا wamā dan apa تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِهِۦ bihi dengannya عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

🔊 Sedang diputar

۞ كُلُّ kullu semua ٱلطَّعَامِ l-ṭaʿāmi makanan كَانَ kāna adalah حِلًّۭا ḥillan halal لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil إِلَّا illā kecuali مَا apa حَرَّمَ ḥarrama yang mengharamkan إِسْرَٰٓءِيلُ is'rāīlu Israil عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تُنَزَّلَ tunazzala diturunkan ٱلتَّوْرَىٰةُ ۗ l-tawrātu Taurat قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/bawalah بِٱلتَّوْرَىٰةِ bil-tawrāti dengan Taurat itu فَٱتْلُوهَآ fa-it'lūhā maka/lalu bacalah ia إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Semua makanan adalah halal bagi Bani Isrā`īl melainkan makanan yang diharamkan oleh Isrā`īl (Ya`qūb ) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan1. Katakanlah, "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

فَمَنِ famani maka barang siapa ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Maka barang siapa mengada-adakan dusta terhadap Allah1 sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah صَدَقَ ṣadaqa benarlah ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah فَٱتَّبِعُوا۟ fa-ittabiʿū maka ikutilah مِلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ḥanīfan yang lurus وَمَا wamā dan tidak/bukan كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik

Katakanlah, "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrāhīm yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya أَوَّلَ awwala mula-mula بَيْتٍۢ baytin rumah وُضِعَ wuḍiʿa diletakkan/dibangun لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia لَلَّذِى lalladhī ialah rumah (Baitullah) بِبَكَّةَ bibakkata di Bakkah مُبَارَكًۭا mubārakan yang diberkahi وَهُدًۭى wahudan dan menjadi petunjuk لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah1 yang di Bakkah (Mekah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

🔊 Sedang diputar

فِيهِ fīhi padanya ءَايَـٰتٌۢ āyātun tanda-tanda بَيِّنَـٰتٌۭ bayyinātun yang nyata مَّقَامُ maqāmu makam إِبْرَٰهِيمَ ۖ ib'rāhīma Ibrahim وَمَن waman dan barang siapa دَخَلَهُۥ dakhalahu memasukinya كَانَ kāna adalah dia ءَامِنًۭا ۗ āminan merasa aman وَلِلَّهِ walillahi dan bagi/terhadap Allah عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia حِجُّ ḥijju berhaji ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah مَنِ mani siapa/orang ٱسْتَطَاعَ is'taṭāʿa dia sanggup/mampu إِلَيْهِ ilayhi kepadanya (Baitullah) سَبِيلًۭا ۚ sabīlan perjalanan وَمَن waman dan barang siapa كَفَرَ kafara mengingkari فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya عَنِ ʿani dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqām Ibrāhīm1; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan2 ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَهِيدٌ shahīdun Dia menyaksikan عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Katakanlah, "Hai ahli kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah? Padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لِمَ lima mengapa تَصُدُّونَ taṣuddūna kamu menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَنْ man orang ءَامَنَ āmana (ia) telah beriman تَبْغُونَهَا tabghūnahā kamu menghendakinya عِوَجًۭا ʿiwajan (menjadi) bengkok وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian شُهَدَآءُ ۗ shuhadāu menyaksikan وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai عَمَّا ʿammā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Katakanlah, "Hai ahli kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman? Kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mengikuti فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يَرُدُّوكُم yaruddūkum mereka akan mengembalikan kamu بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum iman kamu كَـٰفِرِينَ kāfirīna (menjadi) orang-orang kafir

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

🔊 Sedang diputar

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تُتْلَىٰ tut'lā telah dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفِيكُمْ wafīkum dan di tengah-tengah kamu رَسُولُهُۥ ۗ rasūluhu RasulNya وَمَن waman dan barang siapa يَعْتَصِم yaʿtaṣim (dia) berpegang teguh بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah فَقَدْ faqad maka sungguh هُدِىَ hudiya dia telah diberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenar-benarnya تُقَاتِهِۦ tuqātihi takwa kepadaNYa وَلَا walā dan jangan تَمُوتُنَّ tamūtunna sekali-kali kamu mati إِلَّا illā kecuali/melainkan وَأَنتُم wa-antum dan kalian مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang beragama muslim

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

🔊 Sedang diputar

وَٱعْتَصِمُوا۟ wa-iʿ'taṣimū dan berpeganglah kamu بِحَبْلِ biḥabli dengan/kepada tali ٱللَّهِ l-lahi Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَلَا walā dan jangan تَفَرَّقُوا۟ ۚ tafarraqū kamu bercerai-berai وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh ketika كُنتُمْ kuntum kalian adalah أَعْدَآءًۭ aʿdāan bermusuh-musuhan فَأَلَّفَ fa-allafa maka Dia menjinakkan بَيْنَ bayna antara قُلُوبِكُمْ qulūbikum hati-hatimu فَأَصْبَحْتُم fa-aṣbaḥtum maka/lalu jadilah kamu بِنِعْمَتِهِۦٓ biniʿ'matihi dengan/karena nikmatNya إِخْوَٰنًۭا ikh'wānan bersaudara وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian عَلَىٰ ʿalā atas شَفَا shafā tepi حُفْرَةٍۢ ḥuf'ratin jurang/lubang مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَأَنقَذَكُم fa-anqadhakum maka/lalu Dia menyelamatkan kamu مِّنْهَا ۗ min'hā daripadanya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari nya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

🔊 Sedang diputar

وَلْتَكُن waltakun dan jadilah/hendaklah ada مِّنكُمْ minkum diantara kamu أُمَّةٌۭ ummatun ummat يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru إِلَى ilā kepada ٱلْخَيْرِ l-khayri kebajikan وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan (mereka) menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan (mereka) mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ ۚ l-munkari mungkar وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungka1. Merekalah orang-orang yang beruntung.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang تَفَرَّقُوا۟ tafarraqū (mereka) bercerai-berai وَٱخْتَلَفُوا۟ wa-ikh'talafū dan (mereka) berselisih مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ l-bayinātu keterangan yang jelas وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma hari تَبْيَضُّ tabyaḍḍu menjadi putih (berseri) وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah وَتَسْوَدُّ wataswaddu dan menjadi hitam (muram) وُجُوهٌۭ ۚ wujūhun wajah-wajah فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْوَدَّتْ is'waddat menjadi hitam (muram) وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka أَكَفَرْتُم akafartum kenapa kamu kafir بَعْدَ baʿda sesudah إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum iman kamu (kamu beriman) فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab بِمَا bimā disebabkan كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir

pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu, rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".

🔊 Sedang diputar

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱبْيَضَّتْ ib'yaḍḍat menjadi putih (berseri) وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka فَفِى fafī maka (berada) رَحْمَةِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

🔊 Sedang diputar

تِلْكَ til'ka itulah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakannya (ayat-ayat) عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan benar وَمَا wamā dan tidak ٱللَّهُ l-lahu Allah يُرِيدُ yurīdu Dia berkehendak ظُلْمًۭا ẓul'man aniaya لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam (hamba-hambaNya)

Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مَا apa/segala فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa/segala فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

🔊 Sedang diputar

كُنتُمْ kuntum kalian adalah خَيْرَ khayra sebaik-baik أُمَّةٍ ummatin ummat أُخْرِجَتْ ukh'rijat dikeluarkan/dilahirkan لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi/untuk manusia تَأْمُرُونَ tamurūna kamu menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan وَتَنْهَوْنَ watanhawna dan kamu mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari mungkar وَتُؤْمِنُونَ watu'minūna dan kamu beriman بِٱللَّهِ ۗ bil-lahi kepada Allah وَلَوْ walaw dan sekiranya ءَامَنَ āmana beriman أَهْلُ ahlu Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَكَانَ lakāna tentulah itu خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُم ۚ lahum bagi mereka مِّنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman وَأَكْثَرُهُمُ wa-aktharuhumu dan kebanyakan mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

🔊 Sedang diputar

لَن lan tidak akan يَضُرُّوكُمْ yaḍurrūkum mereka memudharatkan kamu إِلَّآ illā kecuali أَذًۭى ۖ adhan gangguan/celaan وَإِن wa-in dan sekiranya يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu يُوَلُّوكُمُ yuwallūkumu mereka berbalik ٱلْأَدْبَارَ l-adbāra ke belakang ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka mendapat pertolongan

Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

🔊 Sedang diputar

ضُرِبَتْ ḍuribat ditimpakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلذِّلَّةُ l-dhilatu kehinaan أَيْنَ ayna dimana مَا apa/saja ثُقِفُوٓا۟ thuqifū mereka berdiam/berada إِلَّا illā kecuali بِحَبْلٍۢ biḥablin dengan/kepada tali مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَحَبْلٍۢ waḥablin dan tali مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَبَآءُو wabāū dan mereka kembali بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَضُرِبَتْ waḍuribat dan ditimpakan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ l-maskanatu kelemahan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa para Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حَقٍّۢ ۚ ḥaqqin alasan/kebenaran ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/disebabkan عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka وَّكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah يَعْتَدُونَ yaʿtadūna (mereka) melampaui batas

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah1 dan tali (perjanjian) dengan manusia2, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu3 karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

🔊 Sedang diputar

۞ لَيْسُوا۟ laysū tidaklah mereka سَوَآءًۭ ۗ sawāan sama مِّنْ min dari/diantara أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab أُمَّةٌۭ ummatun ummat قَآئِمَةٌۭ qāimatun tegak/lurus يَتْلُونَ yatlūna mereka membaca ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَانَآءَ ānāa tengah ٱلَّيْلِ al-layli malam وَهُمْ wahum dan mereka يَسْجُدُونَ yasjudūna (mereka) bersujud

Mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus1, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (salat).

🔊 Sedang diputar

يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan mereka menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari kemungkaran وَيُسَـٰرِعُونَ wayusāriʿūna dan mereka bersegera فِى di dalam ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti kebajikan وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan apa يَفْعَلُوا۟ yafʿalū mereka kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebajikan فَلَن falan maka tidak (sekali-kali) يُكْفَرُوهُ ۗ yuk'farūhu mereka dihapuskan/dihilangkan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلْمُتَّقِينَ bil-mutaqīna dengan/terhadap orang-orang yang bertakwa

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَن lan tidak akan تُغْنِىَ tugh'niya dapat mencukupi/menolak عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta-harta mereka وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۚ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

🔊 Sedang diputar

مَثَلُ mathalu perumpamaan مَا apa (harta) يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan فِى di dalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia كَمَثَلِ kamathali seperti رِيحٍۢ rīḥin angin فِيهَا fīhā di dalamnya صِرٌّ ṣirrun angin yang sangat dingin أَصَابَتْ aṣābat ia menimpa حَرْثَ ḥartha ladang قَوْمٍۢ qawmin kaum ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri فَأَهْلَكَتْهُ ۚ fa-ahlakathu maka/lalu ia merusaknya وَمَا wamā dan tidak ظَلَمَهُمُ ẓalamahumu menganiaya mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَـٰكِنْ walākin akan tetapi أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil بِطَانَةًۭ biṭānatan teman akrab مِّن min dari دُونِكُمْ dūnikum selain kamu/diluar golonganmu لَا tidak يَأْلُونَكُمْ yalūnakum mereka henti-hentinya kepadamu خَبَالًۭا khabālan menarik/menimbulkan kemudharatan وَدُّوا۟ waddū dan mereka menginginkan مَا apa عَنِتُّمْ ʿanittum menyusahkan kamu قَدْ qad sungguh بَدَتِ badati telah nyata ٱلْبَغْضَآءُ l-baghḍāu kebencian مِنْ min dari أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut mereka وَمَا wamā dan apa تُخْفِى tukh'fī disembunyikan صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada/hati mereka أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar قَدْ qad sungguh بَيَّنَّا bayyannā kami telah menerangkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ ۖ l-āyāti ayat-ayat إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

🔊 Sedang diputar

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum kamu ini أُو۟لَآءِ ulāi beginilah تُحِبُّونَهُمْ tuḥibbūnahum kamu menyukai mereka وَلَا walā dan tidak يُحِبُّونَكُمْ yuḥibbūnakum mereka menyukai kamu وَتُؤْمِنُونَ watu'minūna dan kamu beriman بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan/kepada Kitab كُلِّهِۦ kullihi semuanya وَإِذَا wa-idhā dan apabila لَقُوكُمْ laqūkum mereka menjumpai kamu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman وَإِذَا wa-idhā dan apabila خَلَوْا۟ khalaw mereka menyendiri عَضُّوا۟ ʿaḍḍū mereka menggigit عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْأَنَامِلَ l-anāmila jari-jari مِنَ mina dari ٱلْغَيْظِ ۚ l-ghayẓi kemarahan/kebencian قُلْ qul katakanlah مُوتُوا۟ mūtū matilah kamu بِغَيْظِكُمْ ۗ bighayẓikum dengan kemarahanmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada di dalam ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata, "Kami beriman"; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka), "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika تَمْسَسْكُمْ tamsaskum menyentuh kamu/kamu memperoleh حَسَنَةٌۭ ḥasanatun kebaikan تَسُؤْهُمْ tasu'hum menyusahkan mereka/bersedih hati وَإِن wa-in dan jika تُصِبْكُمْ tuṣib'kum menimpa kamu (kamu mendapat) سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun keburukan/bencana يَفْرَحُوا۟ yafraḥū mereka gembira بِهَا ۖ bihā dengannya/karenanya وَإِن wa-in dan jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa لَا tidak يَضُرُّكُمْ yaḍurrukum memudharatkan kamu كَيْدُهُمْ kayduhum tipu daya mereka شَيْـًٔا ۗ shayan sedikitpun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan/terhadap (segala apa) يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi/mengetahui

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh dan ketika غَدَوْتَ ghadawta kamu berangkat pada pagi hari مِنْ min dari أَهْلِكَ ahlika keluargamu تُبَوِّئُ tubawwi-u kamu menempatkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin مَقَـٰعِدَ maqāʿida beberapa tempat لِلْقِتَالِ ۗ lil'qitāli untuk berperang وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang1. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh ketika هَمَّت hammat ingin طَّآئِفَتَانِ ṭāifatāni dua golongan مِنكُمْ minkum dari padamu أَن an bahwa تَفْشَلَا tafshalā keduanya takut وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَلِيُّهُمَا ۗ waliyyuhumā penolong keduanya وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaklah bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin

ketika dua golongan darimu1 ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya نَصَرَكُمُ naṣarakumu telah menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِبَدْرٍۢ bibadrin dengan/dalam (perang) Badar وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian أَذِلَّةٌۭ ۖ adhillatun hina/lemah فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar1, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah2. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh ketika تَقُولُ taqūlu kamu mengatakan لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna kepada orang-orang mukmin أَلَن alan apakah tidak يَكْفِيَكُمْ yakfiyakum cukup bagimu أَن an bahwa يُمِدَّكُمْ yumiddakum menolong kamu رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian بِثَلَـٰثَةِ bithalāthati dengan tiga ءَالَـٰفٍۢ ālāfin ribu مِّنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat مُنزَلِينَ munzalīna yang diturunkan

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin, "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

🔊 Sedang diputar

بَلَىٰٓ ۚ balā yang benar إِن in jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa وَيَأْتُوكُم wayatūkum dan mereka mendatangi/menyerang kamu مِّن min dari/dengan فَوْرِهِمْ fawrihim segera/seketika هَـٰذَا hādhā ini يُمْدِدْكُمْ yum'did'kum menolong kamu رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian بِخَمْسَةِ bikhamsati dengan lima ءَالَـٰفٍۢ ālāfin ribu مِّنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat مُسَوِّمِينَ musawwimīna yang memakai tanda

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak جَعَلَهُ jaʿalahu menjadikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira لَكُمْ lakum bagi kalian وَلِتَطْمَئِنَّ walitaṭma-inna dan untuk menentramkan قُلُوبُكُم qulūbukum hatimu بِهِۦ ۗ bihi dengannya وَمَا wamā dan tidak ٱلنَّصْرُ l-naṣru pertolongan إِلَّا illā melainkan مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

لِيَقْطَعَ liyaqṭaʿa karena Dia hendak memotong/membinasakan طَرَفًۭا ṭarafan golongan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَوْ aw atau يَكْبِتَهُمْ yakbitahum Dia menjadikan mereka hina فَيَنقَلِبُوا۟ fayanqalibū maka mereka berbalik /kembali خَآئِبِينَ khāibīna (mereka) sia-sia/tidak memperoleh apapun

(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir1, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.

🔊 Sedang diputar

لَيْسَ laysa tidak ada لَكَ laka bagimu مِنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan شَىْءٌ shayon sesuatu/sedikitpun أَوْ aw atau يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَوْ aw atau يُعَذِّبَهُمْ yuʿadhibahum Dia menyiksa mereka فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu1 atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مَا apa yang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi يَغْفِرُ yaghfiru Dia memberi ampun لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan ٱلرِّبَوٰٓا۟ l-riba riba أَضْعَـٰفًۭا aḍʿāfan lipat ganda مُّضَـٰعَفَةًۭ ۖ muḍāʿafatan berlipat-lipat وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba1 dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

🔊 Sedang diputar

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan peliharalah dirimu ٱلنَّارَ l-nāra api neraka ٱلَّتِىٓ allatī yang أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.

🔊 Sedang diputar

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna (kamu) diberi rahmat

Dan taatilah Allah dan rasul supaya kamu diberi rahmat.

🔊 Sedang diputar

۞ وَسَارِعُوٓا۟ wasāriʿū dan bersegeralah kamu إِلَىٰ ilā kepada مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَجَنَّةٍ wajannatin dan surga عَرْضُهَا ʿarḍuhā luasnya ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan فِى di ٱلسَّرَّآءِ l-sarāi waktu senang وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan diwaktu susah وَٱلْكَـٰظِمِينَ wal-kāẓimīna dan orang-orang yang menahan ٱلْغَيْظَ l-ghayẓa kemarahan وَٱلْعَافِينَ wal-ʿāfīna dan orang-orang yang memaafkan عَنِ ʿani dari ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia/orang lain وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَا idhā apabila فَعَلُوا۟ faʿalū mereka mengerjakan فَـٰحِشَةً fāḥishatan perbuatan keji أَوْ aw atau ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri ذَكَرُوا۟ dhakarū mereka ingat ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱسْتَغْفَرُوا۟ fa-is'taghfarū maka/lalu mereka memohon ampun لِذُنُوبِهِمْ lidhunūbihim terhadap dosa-dosa mereka وَمَن waman dan siapakah يَغْفِرُ yaghfiru (yang) mengampuni ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa itu إِلَّا illā kecuali/selain ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَمْ walam dan tidak يُصِرُّوا۟ yuṣirrū mereka terus (tetap) عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa فَعَلُوا۟ faʿalū mereka kerjakan وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri1, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu جَزَآؤُهُم jazāuhum balasan mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَجَنَّـٰتٌۭ wajannātun dan surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik/nikmat أَجْرُ ajru pahala ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

🔊 Sedang diputar

قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlaku مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian سُنَنٌۭ sunanun sunnah فَسِيرُوا۟ fasīrū maka berjalanlah kamu فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah1; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

🔊 Sedang diputar

هَـٰذَا hādhā ini بَيَانٌۭ bayānun penerangan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَمَوْعِظَةٌۭ wamawʿiẓatun dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

(Al-Qur`ān) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَهِنُوا۟ tahinū kamu lemah وَلَا walā dan jangan تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu bersedih hati وَأَنتُمُ wa-antumu dan kalian ٱلْأَعْلَوْنَ l-aʿlawna lebih tinggi إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika يَمْسَسْكُمْ yamsaskum menyentuh kamu/kamu mendapat قَرْحٌۭ qarḥun luka فَقَدْ faqad maka sesungguhnya مَسَّ massa telah menyentuh/mendapat ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum قَرْحٌۭ qarḥun luka مِّثْلُهُۥ ۚ mith'luhu serupanya وَتِلْكَ watil'ka dan itu ٱلْأَيَّامُ l-ayāmu hari/masa نُدَاوِلُهَا nudāwiluhā Kami pergilirkannya بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena hendak mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَيَتَّخِذَ wayattakhidha dan Dia mengambil/menjadikan مِنكُمْ minkum diantara kamu شُهَدَآءَ ۗ shuhadāa mati syahid/saksi-saksi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Jika kamu (pada perang Uḥud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada1. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

🔊 Sedang diputar

وَلِيُمَحِّصَ waliyumaḥḥiṣa dan karena hendak membersihkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَيَمْحَقَ wayamḥaqa dan Dia membinasakan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am apakah حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu mengira أَن an bahwa تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu akan masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَمَّا walammā dan belum يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui/membuktikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjihad مِنكُمْ minkum diantara kamu وَيَعْلَمَ wayaʿlama dan Dia mengetahui/membuktikan ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad1 di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَمَنَّوْنَ tamannawna (kamu) mengharapkan ٱلْمَوْتَ l-mawta mati مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تَلْقَوْهُ talqawhu kamu menemuinya فَقَدْ faqad maka sungguh رَأَيْتُمُوهُ ra-aytumūhu kamu telah melihatnya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat

Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya1.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak مُحَمَّدٌ muḥammadun Muhammad إِلَّا illā selain/hanyalah رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهِ qablihi sebelumnya ٱلرُّسُلُ ۚ l-rusulu beberapa orang Rasul أَفَإِي۟ن afa-in apakah jika مَّاتَ māta ia wafat أَوْ aw atau قُتِلَ qutila ia dibunuh ٱنقَلَبْتُمْ inqalabtum kamu berbalik عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَـٰبِكُمْ ۚ aʿqābikum tumit-tumit kamu وَمَن waman dan barang siapa يَنقَلِبْ yanqalib (ia) berbalik عَلَىٰ ʿalā atas عَقِبَيْهِ ʿaqibayhi kedua tumitnya فَلَن falan maka (hal itu) tidak يَضُرَّ yaḍurra memudharatkan ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا ۗ shayan sesuatu/sedikitpun وَسَيَجْزِى wasayajzī dan akan memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul1. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِنَفْسٍ linafsin bagi satu jiwa أَن an bahwa تَمُوتَ tamūta akan mati إِلَّا illā kecuali/melainkan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah كِتَـٰبًۭا kitāban telah ditetapkan/ditentukan مُّؤَجَّلًۭا ۗ mu-ajjalan waktu tertentu وَمَن waman dan barang siapa يُرِدْ yurid (ia) menghendaki ثَوَابَ thawāba pahala ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia نُؤْتِهِۦ nu'tihi Kami berikan kepadanya مِنْهَا min'hā daripadanya وَمَن waman dan barang siapa يُرِدْ yurid (ia) menghendaki ثَوَابَ thawāba pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat نُؤْتِهِۦ nu'tihi kami berikan kepadanya مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya وَسَنَجْزِى wasanajzī dan Kami akan memberi balasan ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

🔊 Sedang diputar

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari نَّبِىٍّۢ nabiyyin para Nabi قَـٰتَلَ qātala berperang مَعَهُۥ maʿahu bersamanya رِبِّيُّونَ ribbiyyūna orang-orang yang berTuhan (bertakwa) كَثِيرٌۭ kathīrun banyak/sejumlah besar فَمَا famā maka tidak وَهَنُوا۟ wahanū mereka menjadi lemah لِمَآ limā karena apa (bencana) أَصَابَهُمْ aṣābahum menimpa mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak ضَعُفُوا۟ ḍaʿufū mereka lemah/lesu وَمَا wamā dan tidak ٱسْتَكَانُوا۟ ۗ is'takānū mereka tunduk/menyerah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada قَوْلَهُمْ qawlahum perkataan mereka إِلَّآ illā kecuali/selain أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka katakan/ucapkan رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لَنَا lanā untuk kami ذُنُوبَنَا dhunūbanā dosa-dosa kami وَإِسْرَافَنَا wa-is'rāfanā dan berlebih-lebihan kami فِىٓ di dalam أَمْرِنَا amrinā urusan kami وَثَبِّتْ wathabbit dan tetapkanlah أَقْدَامَنَا aqdāmanā pendirian kami وَٱنصُرْنَا wa-unṣur'nā dan tolonglah kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Tidak ada doa mereka selain ucapan, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami1, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

🔊 Sedang diputar

فَـَٔاتَىٰهُمُ faātāhumu maka memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ثَوَابَ thawāba pahala ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَحُسْنَ waḥus'na dan kebaikan ثَوَابِ thawābi pahala ٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ l-ākhirati akhirat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia1 dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mentaati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يَرُدُّوكُمْ yaruddūkum mereka akan mengembalikan kamu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَـٰبِكُمْ aʿqābikum tumit-tumit kamu فَتَنقَلِبُوا۟ fatanqalibū maka/lalu kamu berbalik خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

🔊 Sedang diputar

بَلِ bali tetapi ٱللَّهُ l-lahu Allah مَوْلَىٰكُمْ ۖ mawlākum perlindunganmu وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلنَّـٰصِرِينَ l-nāṣirīna penolong

Tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.

🔊 Sedang diputar

سَنُلْقِى sanul'qī Kami akan memasukkan فِى di dalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa takut بِمَآ bimā dengan sebab أَشْرَكُوا۟ ashrakū mereka mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah مَا apa لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil Dia menurunkan بِهِۦ bihi dengannya (tentang itu) سُلْطَـٰنًۭا ۖ sul'ṭānan kekuasaan/keterangan وَمَأْوَىٰهُمُ wamawāhumu dan tempat kembali mereka ٱلنَّارُ ۚ l-nāru neraka وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk مَثْوَى mathwā tempat tinggal ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَدَقَكُمُ ṣadaqakumu telah membenarkan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَعْدَهُۥٓ waʿdahu janjiNya إِذْ idh ketika تَحُسُّونَهُم taḥussūnahum kamu membunuh mereka بِإِذْنِهِۦ ۖ bi-idh'nihi dengan izinNya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā ketika/pada saat فَشِلْتُمْ fashil'tum kamu lemah/sia-sia وَتَنَـٰزَعْتُمْ watanāzaʿtum dan kamu berselisih فِى dalam ٱلْأَمْرِ l-amri urusan وَعَصَيْتُم waʿaṣaytum dan kamu mendurhakai مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَآ apa أَرَىٰكُم arākum Dia memperlihatkan kepadamu مَّا apa تُحِبُّونَ ۚ tuḥibbūna kamu sukai مِنكُم minkum diantara kamu مَّن man orang يُرِيدُ yurīdu (ia) menghendaki ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُرِيدُ yurīdu (ia) menyukai ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ l-ākhirata akhirat ثُمَّ thumma kemudian صَرَفَكُمْ ṣarafakum Dia memalingkan kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ liyabtaliyakum untuk Dia menguji kamu وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَفَا ʿafā Dia memaafkan عَنكُمْ ۗ ʿankum dari kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu1 dan mendurhakai perintah (rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai2. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka3 untuk menguji kamu; dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

۞ إِذْ idh ketika تُصْعِدُونَ tuṣ'ʿidūna kamu naik/lari وَلَا walā dan tidak تَلْوُۥنَ talwūna kamu menoleh عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada أَحَدٍۢ aḥadin seseorang وَٱلرَّسُولُ wal-rasūlu dan Rasul يَدْعُوكُمْ yadʿūkum (ia) memanggil kamu فِىٓ pada أُخْرَىٰكُمْ ukh'rākum yang lain di antara kamu فَأَثَـٰبَكُمْ fa-athābakum maka Dia menimpakan padamu غَمًّۢا ghamman kesedihan بِغَمٍّۢ bighammin dengan/atas kesedihan لِّكَيْلَا likaylā supaya تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu bersedih hati عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَا apa فَاتَكُمْ fātakum (ia) luput darimu وَلَا walā dan tidak مَآ apa أَصَـٰبَكُمْ ۗ aṣābakum (ia) menimpa kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorang pun, sedang rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan1, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَنزَلَ anzala (Allah) menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah/setelah ٱلْغَمِّ l-ghami bersedih hati أَمَنَةًۭ amanatan ketentraman نُّعَاسًۭا nuʿāsan kantuk يَغْشَىٰ yaghshā (ia) meliputi طَآئِفَةًۭ ṭāifatan segolongan مِّنكُمْ ۖ minkum dari padamu وَطَآئِفَةٌۭ waṭāifatun dan segolongan قَدْ qad sungguh أَهَمَّتْهُمْ ahammathum mencemaskan mereka أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka sendiri يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah غَيْرَ ghayra tanpa/tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar ظَنَّ ẓanna dugaan/sangkaan ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ۖ l-jāhiliyati orang-orang jahiliyah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata هَل hal apakah لَّنَا lanā bagi kami مِنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan ini مِن min dari شَىْءٍۢ ۗ shayin sesuatu قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَمْرَ l-amra urusan ini كُلَّهُۥ kullahu seluruhnya لِلَّهِ ۗ lillahi bagi/di tangan Allah يُخْفُونَ yukh'fūna mereka menyembunyikan فِىٓ dalam أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka مَّا apa لَا tidak يُبْدُونَ yub'dūna mereka terangkan لَكَ ۖ laka bagimu/kepadamu يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata لَوْ law sekiranya كَانَ kāna adalah لَنَا lanā bagi kami مِنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan ini شَىْءٌۭ shayon barang sesuatu مَّا tidak قُتِلْنَا qutil'nā kami dibunuh هَـٰهُنَا ۗ hāhunā di sini قُل qul katakanlah لَّوْ law sekiranya كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى dalam بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumahmu لَبَرَزَ labaraza niscaya tampak ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُتِبَ kutiba ditetapkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَتْلُ l-qatlu terbunuh إِلَىٰ ilā sampai مَضَاجِعِهِمْ ۖ maḍājiʿihim pembaringan mereka وَلِيَبْتَلِىَ waliyabtaliya dan karena hendak mencoba ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa فِى di dalam صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dada kamu وَلِيُمَحِّصَ waliyumaḥḥiṣa dan karena Dia hendak membersihkan مَا apa فِى di dalam قُلُوبِكُمْ ۗ qulūbikum hati kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti pada/dalam isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati

Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu1, sedang segolongan lagi2 telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah3. Mereka berkata, "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah, "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata, "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah, "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَوَلَّوْا۟ tawallaw (mereka) berpaling مِنكُمْ minkum dari/di antara kamu يَوْمَ yawma pada hari ٱلْتَقَى l-taqā bertemu ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni dua kumpulan/pasukan إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱسْتَزَلَّهُمُ is'tazallahumu menggelincirkan mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan بِبَعْضِ bibaʿḍi dengan sebagian/disebabkan مَا apa كَسَبُوا۟ ۖ kasabū mereka perbuat وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَفَا ʿafā telah memberi maaf ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ۗ ʿanhum dari/kepada mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu1, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudara mereka إِذَا idhā tatkala ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka mengadakan perjalanan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَوْ aw atau كَانُوا۟ kānū mereka adalah غُزًّۭى ghuzzan (dalam) peperangan لَّوْ law sekiranya كَانُوا۟ kānū mereka adalah عِندَنَا ʿindanā di sisi/bersama-sama kita مَا tidak مَاتُوا۟ mātū mereka mati وَمَا wamā dan tidak قُتِلُوا۟ qutilū mereka terbunuh لِيَجْعَلَ liyajʿala karena akan menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu حَسْرَةًۭ ḥasratan kerugian/penyesalan فِى dalam قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan وَيُمِيتُ ۗ wayumītu dan Dia mematikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang, "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَلَئِن wala-in dan jika قُتِلْتُمْ qutil'tum kamu dibunuh/gugur فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau مُتُّمْ muttum kamu mati لَمَغْفِرَةٌۭ lamaghfiratun sungguh/tentulah ampunan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَحْمَةٌ waraḥmatun dan rahmat(Nya) خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّا mimmā daripada apa يَجْمَعُونَ yajmaʿūna mereka kumpulkan

Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal1, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

🔊 Sedang diputar

وَلَئِن wala-in dan jika مُّتُّمْ muttum kamu mati أَوْ aw atau قُتِلْتُمْ qutil'tum kamu dibunuh لَإِلَى la-ilā sungguh/tentulah kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna dikumpulkan

Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.

🔊 Sedang diputar

فَبِمَا fabimā maka dengan رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah لِنتَ linta kamu berlaku lemah lembut لَهُمْ ۖ lahum bagi/terhadap mereka وَلَوْ walaw dan sekiranya كُنتَ kunta kamu adalah فَظًّا faẓẓan bersikap keras غَلِيظَ ghalīẓa kasar ٱلْقَلْبِ l-qalbi hati لَٱنفَضُّوا۟ la-infaḍḍū tentu mereka akan menjauhkan diri مِنْ min dari حَوْلِكَ ۖ ḥawlika sekelilingmu فَٱعْفُ fa-uʿ'fu maka maafkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampun لَهُمْ lahum bagi mereka وَشَاوِرْهُمْ washāwir'hum dan bermusyawarahlah dengan mereka فِى dalam ٱلْأَمْرِ ۖ l-amri urusan فَإِذَا fa-idhā maka apabila عَزَمْتَ ʿazamta kamu membulatkan tekad فَتَوَكَّلْ fatawakkal maka bertawakkallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُتَوَكِّلِينَ l-mutawakilīna orang-orang yang bertawakkal

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka; mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu1. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika يَنصُرْكُمُ yanṣur'kumu menolong kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَا falā maka tidak ada غَالِبَ ghāliba yang mengalahkan لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika يَخْذُلْكُمْ yakhdhul'kum (Allah) membiarkan kamu فَمَن faman maka barangsiapa ذَا dhā mempunyai ٱلَّذِى alladhī yang يَنصُرُكُم yanṣurukum (ia) menolong kamu مِّنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۗ baʿdihi sesudahnya وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaknya bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin

Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada/mungkin لِنَبِىٍّ linabiyyin bagi seorang Nabi أَن an bahwa يَغُلَّ ۚ yaghulla ia berkhianat وَمَن waman dan barang siapa يَغْلُلْ yaghlul berkhianat يَأْتِ yati ia akan datang بِمَا bimā dengan apa غَلَّ ghalla yang dikhianatinya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat ثُمَّ thumma kemudian تُوَفَّىٰ tuwaffā diberi balasan yang sempurna كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin diri مَّا apa كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang itu), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

🔊 Sedang diputar

أَفَمَنِ afamani apakah orang yang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti رِضْوَٰنَ riḍ'wāna keridhaan ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَنۢ kaman sama seperti orang بَآءَ bāa (ia) kembali بِسَخَطٍۢ bisakhaṭin dengan kemurkaan/kemarahan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

🔊 Sedang diputar

هُمْ hum mereka دَرَجَـٰتٌ darajātun bertingkat-tingkat عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

لَقَدْ laqad sesungguhnya مَنَّ manna telah memberi karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman إِذْ idh ketika بَعَثَ baʿatha (Allah) mengutus فِيهِمْ fīhim pada/diantara mereka رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنْ min dari أَنفُسِهِمْ anfusihim (golongan) mereka sendiri يَتْلُوا۟ yatlū (ia) membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya وَيُزَكِّيهِمْ wayuzakkīhim dan (ia) membersihkan mereka وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan (ia) mengajarkan mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah وَإِن wa-in dan sedangkan كَانُوا۟ kānū mereka adalah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu لَفِى lafī sungguh dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

🔊 Sedang diputar

أَوَلَمَّآ awalammā dan mengapa ketika أَصَـٰبَتْكُم aṣābatkum menimpa kepadamu مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah (kekalahan) قَدْ qad sungguh/padahal أَصَبْتُم aṣabtum kamu telah menimpakan مِّثْلَيْهَا mith'layhā dua kali serupanya (musibah) قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata أَنَّىٰ annā bagaimana هَـٰذَا ۖ hādhā ini قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa dia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi أَنفُسِكُمْ ۗ anfusikum diri kalian sendiri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uḥud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan apa أَصَـٰبَكُمْ aṣābakum menimpa kamu يَوْمَ yawma pada hari ٱلْتَقَى l-taqā bertemu ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni dua golongan/pasukan فَبِإِذْنِ fabi-idh'ni maka dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena Dia hendak mengetahui ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena (Allah) hendak mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَافَقُوا۟ ۚ nāfaqū (mereka) munafik وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah قَـٰتِلُوا۟ qātilū berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوِ awi atau ٱدْفَعُوا۟ ۖ id'faʿū pertahankanlah dirimu قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْ law sekiranya نَعْلَمُ naʿlamu kami mengetahui قِتَالًۭا qitālan peperangan لَّٱتَّبَعْنَـٰكُمْ ۗ la-ittabaʿnākum tentu kami mengikuti kamu هُمْ hum mereka لِلْكُفْرِ lil'kuf'ri bagi/kepada kekafiran يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لِلْإِيمَـٰنِ ۚ lil'īmāni bagi/daripada iman يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan بِأَفْوَٰهِهِم bi-afwāhihim dengan mulut mereka مَّا tidak لَيْسَ laysa ada (terkandung) فِى dalam قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka sembunyikan

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan, "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu"1. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudaranya وَقَعَدُوا۟ waqaʿadū dan mereka duduk لَوْ law sekiranya أَطَاعُونَا aṭāʿūnā mereka mengikuti kita مَا tidak قُتِلُوا۟ ۗ qutilū mereka terbunuh قُلْ qul katakanlah فَٱدْرَءُوا۟ fa-id'raū maka tolaklah عَنْ ʿan dari أَنفُسِكُمُ anfusikumu diri kalian sendiri ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah, "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قُتِلُوا۟ qutilū (mereka) dibunuh/gugur فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah أَمْوَٰتًۢا ۚ amwātan mati بَلْ bal bahkan أَحْيَآءٌ aḥyāon (mereka itu) hidup عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُرْزَقُونَ yur'zaqūna mereka mendapat rezki

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup1 di sisi Tuhan-nya dengan mendapat rezeki,

🔊 Sedang diputar

فَرِحِينَ fariḥīna mereka bergembira بِمَآ bimā dengan apa/disebabkan ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya وَيَسْتَبْشِرُونَ wayastabshirūna dan mereka bergirang hati بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna dengan/terhadap orang-orang yang لَمْ lam tidak يَلْحَقُوا۟ yalḥaqū (mereka) bertemu/menyusul بِهِم bihim dengan mereka مِّنْ min dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka أَلَّا allā bahwa tidak خَوْفٌ khawfun merasa khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati

mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka1, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

🔊 Sedang diputar

۞ يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira بِنِعْمَةٍۢ biniʿ'matin dengan nikmat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū (mereka) memperkenankan/mentaati لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَٱلرَّسُولِ wal-rasūli dan Rasul مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi setelah مَآ apa أَصَابَهُمُ aṣābahumu menimpa mereka ٱلْقَرْحُ ۚ l-qarḥu luka لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū (mereka) berbuat baik مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uḥud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالَ qāla mengatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang إِنَّ inna sesungguhnya ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia قَدْ qad sungguh جَمَعُوا۟ jamaʿū mereka telah mengumpulkan لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱخْشَوْهُمْ fa-ikh'shawhum maka takutlah kepada mereka فَزَادَهُمْ fazādahum maka ia menambah mereka إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata/menjawab حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah kami ٱللَّهُ l-lahu Allah وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik ٱلْوَكِيلُ l-wakīlu pelindung

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia1 telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

🔊 Sedang diputar

فَٱنقَلَبُوا۟ fa-inqalabū maka mereka kembali بِنِعْمَةٍۢ biniʿ'matin dengan nikmat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia لَّمْ lam tidak يَمْسَسْهُمْ yamsashum menyentuh mereka/mereka mendapat سُوٓءٌۭ sūon seburuk-buruk وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti رِضْوَٰنَ riḍ'wāna keridhaan ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَظِيمٍ ʿaẓīmin besar

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar1.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ذَٰلِكُمُ dhālikumu mereka itu ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan يُخَوِّفُ yukhawwifu (ia) menakut-nakuti أَوْلِيَآءَهُۥ awliyāahu pengikut-pengikutnya فَلَا falā maka janganlah تَخَافُوهُمْ takhāfūhum kamu takut kepada mereka وَخَافُونِ wakhāfūni dan takutlah kepadaKu إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna (mereka) bersegera فِى dalam ٱلْكُفْرِ ۚ l-kuf'ri kekafiran/menjadi kafir إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَن lan tidak dapat يَضُرُّوا۟ yaḍurrū memberi mudharat ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا ۗ shayan sedikitpun يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَلَّا allā bahwa tidak يَجْعَلَ yajʿala Dia menjadikan/memberi لَهُمْ lahum kepada mereka حَظًّۭا ḥaẓẓan (sesuatu) bagian فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati akhirat وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa/azab عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar

Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir1; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli/menukar ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman لَن lan tidak dapat يَضُرُّوا۟ yaḍurrū mereka memberi mudharat ٱللَّهَ l-laha Allah شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa/azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun; dan bagi mereka azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna menyangka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَنَّمَا annamā bahwasanya نُمْلِى num'lī Kami memberi tangguh لَهُمْ lahum kepada mereka خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّأَنفُسِهِمْ ۚ li-anfusihim bagi diri mereka إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah نُمْلِى num'lī Kami memberi tangguh لَهُمْ lahum kepada mereka لِيَزْدَادُوٓا۟ liyazdādū supaya mereka bertambah-tambah إِثْمًۭا ۚ ith'man dosa وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa/azab مُّهِينٌۭ muhīnun yang menghinakan

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka1 adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

🔊 Sedang diputar

مَّا tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَذَرَ liyadhara untuk membiarkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa أَنتُمْ antum kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَمِيزَ yamīza Dia membedakan ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk مِنَ mina dari ٱلطَّيِّبِ ۗ l-ṭayibi baik وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُطْلِعَكُمْ liyuṭ'liʿakum untuk memperlihatkan kepadamu عَلَى ʿalā atas ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْتَبِى yajtabī Dia memilih مِن min dari رُّسُلِهِۦ rusulihi RasulNya مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرُسُلِهِۦ ۚ warusulihi dan Rasul-RasulNya وَإِن wa-in dan jika تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa فَلَكُمْ falakum maka bagimu أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini1, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya2; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَبْخَلُونَ yabkhalūna (mereka) kikir بِمَآ bimā dengan apa (harta) ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya هُوَ huwa ia (kekikiran) خَيْرًۭا khayran baik لَّهُم ۖ lahum bagi mereka بَلْ bal bahkan/tetapi هُوَ huwa ia(kekikiran) شَرٌّۭ sharrun buruk لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka سَيُطَوَّقُونَ sayuṭawwaqūna akan dikalungkan مَا apa بَخِلُوا۟ bakhilū mereka kikirkan بِهِۦ bihi dengannya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مِيرَٰثُ mīrāthu segala warisan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha mengetahui

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

لَّقَدْ laqad sesungguhnya سَمِعَ samiʿa telah mendengar ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوْلَ qawla perkataan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَقِيرٌۭ faqīrun miskin وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami أَغْنِيَآءُ ۘ aghniyāu orang-orang kaya سَنَكْتُبُ sanaktubu akan Kami catat مَا apa قَالُوا۟ qālū mereka katakan وَقَتْلَهُمُ waqatlahumu dan pembunuhan mereka ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa Nabi-Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa (alasan) حَقٍّۢ ḥaqqin benar وَنَقُولُ wanaqūlu dan Kami katakan ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah olehmu عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi yang membakar

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan, "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), "Rasakanlah olehmu azab yang membakar".

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/disebabkan قَدَّمَتْ qaddamat didahulukan/diperbuat أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tanganmu وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَيْسَ laysa tidak/bukan بِظَلَّامٍۢ biẓallāmin dengan aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hambaNya

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَهِدَ ʿahida telah menjanjikan إِلَيْنَآ ilaynā kepada kami أَلَّا allā supaya tidak نُؤْمِنَ nu'mina kami beriman لِرَسُولٍ lirasūlin kepada seorang Rasul حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَأْتِيَنَا yatiyanā dia mendatangkan kepada kami بِقُرْبَانٍۢ biqur'bānin dengan korban تَأْكُلُهُ takuluhu memakannya ٱلنَّارُ ۗ l-nāru api قُلْ qul katakanlah قَدْ qad sungguh جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu رُسُلٌۭ rusulun beberapa orang Rasul مِّن min dari قَبْلِى qablī sebelumku بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan yang nyata وَبِٱلَّذِى wabi-alladhī dan dengan yang قُلْتُمْ qul'tum kamu katakan فَلِمَ falima maka mengapa قَتَلْتُمُوهُمْ qataltumūhum kamu membunuh mereka إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api". Katakanlah, "Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

فَإِن fa-in maka jika كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كُذِّبَ kudhiba telah didustakan رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu جَآءُو jāū mereka datang بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan yang nyata وَٱلزُّبُرِ wal-zuburi dan Zabur وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab ٱلْمُنِيرِ l-munīri yang memberikan cahaya

Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur1, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna2.

🔊 Sedang diputar

كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa ذَآئِقَةُ dhāiqatu akan merasakan ٱلْمَوْتِ ۗ l-mawti mati وَإِنَّمَا wa-innamā dan sesungguhnya hanyalah تُوَفَّوْنَ tuwaffawna akan disempurnakan أُجُورَكُمْ ujūrakum pahalamu يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ l-qiyāmati kiamat فَمَن faman maka barang siapa زُحْزِحَ zuḥ'ziḥa ia dijauhkan عَنِ ʿani dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka وَأُدْخِلَ wa-ud'khila dan ia dimasukkan ٱلْجَنَّةَ l-janata surga فَقَدْ faqad maka sungguh فَازَ ۗ fāza ia beruntung وَمَا wamā dan tidak ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia إِلَّا illā melainkan مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْغُرُورِ l-ghurūri tipuan/memperdayakan

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

🔊 Sedang diputar

۞ لَتُبْلَوُنَّ latub'lawunna sungguh kamu akan diuji فِىٓ dalam/terhadap أَمْوَٰلِكُمْ amwālikum hartamu وَأَنفُسِكُمْ wa-anfusikum dan dirimu وَلَتَسْمَعُنَّ walatasmaʿunna dan sungguh kamu akan mendengar مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan أَذًۭى adhan gangguan/menyakitkan hati كَثِيرًۭا ۚ kathīran banyak وَإِن wa-in dan jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari/termasuk عَزْمِ ʿazmi (patut) diutamakan ٱلْأُمُورِ l-umūri urusan

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

🔊 Sedang diputar

وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذَ akhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِيثَـٰقَ mīthāqa janji ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab لَتُبَيِّنُنَّهُۥ latubayyinunnahu hendaklah kamu menerangkannya لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia وَلَا walā dan jangan تَكْتُمُونَهُۥ taktumūnahu kamu menyembunyikannya فَنَبَذُوهُ fanabadhūhu lalu mereka melemparkannya وَرَآءَ warāa belakang ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka وَٱشْتَرَوْا۟ wa-ish'taraw dan mereka menukar/membeli بِهِۦ bihi dengannya (janji) ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit فَبِئْسَ fabi'sa maka alangkah buruknya مَا apa/barang يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka tukar/beli

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya"1, lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.

🔊 Sedang diputar

لَا jangan تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَفْرَحُونَ yafraḥūna (mereka) bergembira بِمَآ bimā dengan apa أَتَوا۟ ataw mereka datangkan/kerjakan وَّيُحِبُّونَ wayuḥibbūna dan mereka menyukai أَن an bahwa يُحْمَدُوا۟ yuḥ'madū mereka dipuji بِمَا bimā dengan/terhadap apa لَمْ lam tidak/belum يَفْعَلُوا۟ yafʿalū mereka kerjakan فَلَا falā maka jangan تَحْسَبَنَّهُم taḥsabannahum kamu menyangka بِمَفَازَةٍۢ bimafāzatin dengan terlepas مِّنَ mina dari ٱلْعَذَابِ ۖ l-ʿadhābi azab/siksa وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksa أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Janganlah sekali-kali kamu menyangka hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

🔊 Sedang diputar

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya فِى dalam خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan silih berganti ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh terdapat tanda-tanda لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi berakal

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَذْكُرُونَ yadhkurūna (mereka) mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah قِيَـٰمًۭا qiyāman berdiri وَقُعُودًۭا waquʿūdan dan duduk وَعَلَىٰ waʿalā dan atas جُنُوبِهِمْ junūbihim pembaringan mereka وَيَتَفَكَّرُونَ wayatafakkarūna dan orang-orang yang mengingat فِى dalam خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami مَا tidak خَلَقْتَ khalaqta Engkau ciptakan هَـٰذَا hādhā ini بَـٰطِلًۭا bāṭilan sia-sia سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau فَقِنَا faqinā maka peliharalah عَذَابَ ʿadhāba siksa ٱلنَّارِ l-nāri neraka

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau مَن man siapa-siapa تُدْخِلِ tud'khili Engkau masukkan ٱلنَّارَ l-nāra neraka فَقَدْ faqad maka sungguh أَخْزَيْتَهُۥ ۖ akhzaytahu Engkau hinakan mereka وَمَا wamā dan tidak لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang dzalim مِنْ min dari أَنصَارٍۢ anṣārin para penolong

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.

🔊 Sedang diputar

رَّبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar مُنَادِيًۭا munādiyan panggilan/seruan يُنَادِى yunādī memanggil/menyeru لِلْإِيمَـٰنِ lil'īmāni kepada iman أَنْ an agar ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِرَبِّكُمْ birabbikum dengan/kepada Tuhanmu فَـَٔامَنَّا ۚ faāmannā maka kami beriman رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami فَٱغْفِرْ fa-igh'fir ampunilah لَنَا lanā bagi/untuk kami ذُنُوبَنَا dhunūbanā dosa-dosa kami وَكَفِّرْ wakaffir dan hapuskanlah عَنَّا ʿannā dari kami سَيِّـَٔاتِنَا sayyiātinā kesalahan-kesalahan kami وَتَوَفَّنَا watawaffanā dan wafatkan kami مَعَ maʿa beserta ٱلْأَبْرَارِ l-abrāri orang-orang yang baik

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

🔊 Sedang diputar

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَءَاتِنَا waātinā dan berilah kami مَا apa وَعَدتَّنَا waʿadttanā Engkau janjikan kepada kami عَلَىٰ ʿalā atas رُسُلِكَ rusulika Rasul-Rasul Engkau وَلَا walā dan jangan تُخْزِنَا tukh'zinā Engkau hinakan kami يَوْمَ yawma (pada) hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau لَا tidak تُخْلِفُ tukh'lifu (Engkau) menyalahi ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

🔊 Sedang diputar

فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka perkenankanlah لَهُمْ lahum bagi mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka أَنِّى annī sesungguhnya Aku لَآ tidak أُضِيعُ uḍīʿu Aku menyia-nyiakan عَمَلَ ʿamala amal/pekerjaan عَـٰمِلٍۢ ʿāmilin orang-orang yang beramal مِّنكُم minkum diantara kamu مِّن min dari ذَكَرٍ dhakarin laki-laki أَوْ aw atau أُنثَىٰ ۖ unthā perempuan بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu مِّنۢ min dari بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian yang lain فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) berhijrah وَأُخْرِجُوا۟ wa-ukh'rijū dan (mereka) diusir مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halamannya وَأُوذُوا۟ waūdhū dan mereka disakiti فِى di سَبِيلِى sabīlī jalanKu وَقَـٰتَلُوا۟ waqātalū dan mereka membunuh وَقُتِلُوا۟ waqutilū dan mereka dibunuh لَأُكَفِّرَنَّ la-ukaffiranna sungguh akan Aku hapus عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan-kesalahan mereka وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ wala-ud'khilannahum dan tentu Ku masukkan mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai ثَوَابًۭا thawāban pahala مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عِندَهُۥ ʿindahu di sisiNya حُسْنُ ḥus'nu sebaik-baik ٱلثَّوَابِ l-thawābi pahala

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain1. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang, dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".

🔊 Sedang diputar

لَا jangan يَغُرَّنَّكَ yaghurrannaka kamu terperdaya تَقَلُّبُ taqallubu hilir mudik ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى dalam ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak1 di dalam negeri.

🔊 Sedang diputar

مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit ثُمَّ thumma kemudian مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat tinggal mereka جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

🔊 Sedang diputar

لَـٰكِنِ lākini akan tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā di dalamnya نُزُلًۭا nuzulan anugerah مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَا wamā dan apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلْأَبْرَارِ lil'abrāri bagi orang-orang yang berbuat baik

Akan tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah)1 dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti2.

🔊 Sedang diputar

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنْ min dari أَهْلِ ahli Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَمَن laman ada orang يُؤْمِنُ yu'minu (ia) beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna mereka khusyu' (tunduk) لِلَّهِ lillahi kepada Allah لَا tidak يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka menukar/membeli بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًا ۗ qalīlan sedikit أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu amat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan

Dan sesungguhnya di antara ahli kitab, ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱصْبِرُوا۟ iṣ'birū bersabarlah kamu وَصَابِرُوا۟ waṣābirū dan tingkatkan kesabaranmu وَرَابِطُوا۟ warābiṭū dan waspadalah kamu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Ayat /200