الأنبياء
Al-Anbya
Para Nabi Makkiyah
Memuat audio qari…
ٱقْتَرَبَ iq'taraba telah dekat لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi/kepada manusia حِسَابُهُمْ ḥisābuhum perhitungan mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka فِى fī dalam غَفْلَةٍۢ ghaflatin kelalaian مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya).
مَا mā tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari ذِكْرٍۢ dhik'rin peringatan/ayat مِّن min dari رَّبِّهِم rabbihim Tuhan mereka مُّحْدَثٍ muḥ'dathin yang baru إِلَّا illā melainkan ٱسْتَمَعُوهُ is'tamaʿūhu mereka mendengarkannya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka mempermain-mainkan
Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al-Qur`ān pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,
لَاهِيَةًۭ lāhiyatan dalam keadaan lalai قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka وَأَسَرُّوا۟ wa-asarrū dan mereka merahasiakan ٱلنَّجْوَى l-najwā pembicaraan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim هَلْ hal apakah/bukankah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan/hanyalah بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ ۖ mith'lukum seperti kamu أَفَتَأْتُونَ afatatūna apakah kamu datang/menerima ٱلسِّحْرَ l-siḥ'ra sihir وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat
(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu 1 padahal kamu menyaksikannya?"
قَالَ qāla dia berkata رَبِّى rabbī Tuhanku يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Berkatalah Muhammad (kepada mereka), "Tuhan-ku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
بَلْ bal bahkan قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan أَضْغَـٰثُ aḍghāthu campur aduk/kalut أَحْلَـٰمٍۭ aḥlāmin mimpi-mimpi بَلِ bali bahkan ٱفْتَرَىٰهُ if'tarāhu diada-adakannya بَلْ bal bahkan هُوَ huwa dia شَاعِرٌۭ shāʿirun seorang sya'ir فَلْيَأْتِنَا falyatinā maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan ayat/mu'jizat كَمَآ kamā sebagaimana أُرْسِلَ ur'sila diutus ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna terdahulu
Bahkan, mereka berkata (pula), "(Al-Qur`ān itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus".
مَآ mā tidak ada ءَامَنَتْ āmanat yang beriman قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin sesuatu negeri أَهْلَكْنَـٰهَآ ۖ ahlaknāhā Kami telah membinasakannya أَفَهُمْ afahum apakah maka mereka يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka, maka apakah mereka akan beriman 1?
وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus قَبْلَكَ qablaka sebelum kamu إِلَّا illā melainkan رِجَالًۭا rijālan orang-orang lelaki نُّوحِىٓ nūḥī Kami beri wahyu إِلَيْهِمْ ۖ ilayhim kepada mereka فَسْـَٔلُوٓا۟ fasalū maka tanyakan olehmu sekalian أَهْلَ ahla ahli ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri ilmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah لَا lā kamu tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَـٰهُمْ jaʿalnāhum Kami jadikan mereka جَسَدًۭا jasadan tubuh-tubuh لَّا lā tidak يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan ٱلطَّعَامَ l-ṭaʿāma makanan وَمَا wamā dan tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰلِدِينَ khālidīna orang-orang yang kekal
Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.
ثُمَّ thumma kemudian صَدَقْنَـٰهُمُ ṣadaqnāhumu Kami benarkan/tepati mereka ٱلْوَعْدَ l-waʿda janji فَأَنجَيْنَـٰهُمْ fa-anjaynāhum maka Kami selamatkan mereka وَمَن waman dan orang نَّشَآءُ nashāu Kami kehendaki وَأَهْلَكْنَا wa-ahlaknā dan Kami binasakan ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas
Kemudian, Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
لَقَدْ laqad sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah turunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu كِتَـٰبًۭا kitāban sebuah kitab فِيهِ fīhi didalamnya ذِكْرُكُمْ ۖ dhik'rukum peringatan/pelajaran bagimu أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?
وَكَمْ wakam dan berapa banyak قَصَمْنَا qaṣamnā Kami telah binasakan مِن min dari قَرْيَةٍۢ qaryatin negeri-negeri كَانَتْ kānat adalah ia ظَالِمَةًۭ ẓālimatan zalim وَأَنشَأْنَا wa-anshanā dan Kami tumbuhkan/adakan بَعْدَهَا baʿdahā sesudahnya (mereka itu) قَوْمًا qawman kaum ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
فَلَمَّآ falammā maka setelah أَحَسُّوا۟ aḥassū mereka merasakan بَأْسَنَآ basanā hukuman/azab kami إِذَا idhā tatkala/tiba-tiba هُم hum mereka مِّنْهَا min'hā dari padanya يَرْكُضُونَ yarkuḍūna mereka lari tergesa-gesa
Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.
لَا lā janganlah تَرْكُضُوا۟ tarkuḍū kamu lari tergesa-gesa وَٱرْجِعُوٓا۟ wa-ir'jiʿū dan kembalilah إِلَىٰ ilā kepada مَآ mā apa أُتْرِفْتُمْ ut'rif'tum kami hidup mewah فِيهِ fīhi didalamnya وَمَسَـٰكِنِكُمْ wamasākinikum dan tempat tinggal kamu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu ditanya
Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik) supaya kamu ditanya 1.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰوَيْلَنَآ yāwaylanā betapa celakanya kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang zalim
Mereka berkata, "Aduhai, celaka kami; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim".
فَمَا famā maka زَالَت zālat senantiasa/tetap تِّلْكَ til'ka itulah/demikianlah دَعْوَىٰهُمْ daʿwāhum seruan/keluhan mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga جَعَلْنَـٰهُمْ jaʿalnāhum Kami jadikan mereka حَصِيدًا ḥaṣīdan ketam/tuai خَـٰمِدِينَ khāmidīna padam/tak dapat hidup lagi
Maka tetaplah demikian keluhan mereka sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi.
وَمَا wamā dan Kami خَلَقْنَا khalaqnā tidak menciptakan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa-apa بَيْنَهُمَا baynahumā antara keduanya لَـٰعِبِينَ lāʿibīna bermain-main
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main 1.
لَوْ law sekiranya أَرَدْنَآ aradnā Kami menghendaki أَن an bahwa نَّتَّخِذَ nattakhidha Kami mengambil/menjadikan لَهْوًۭا lahwan permainan لَّٱتَّخَذْنَـٰهُ la-ittakhadhnāhu tentu Kami mengambil/menjadikannya مِن min dari لَّدُنَّآ ladunnā sisi Kami إِن in jika كُنَّا kunnā Kami adalah فَـٰعِلِينَ fāʿilīna berbuat
Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami 1. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).
بَلْ bal bahkan/tetapi نَقْذِفُ naqdhifu Kami melemparkan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan yang hak عَلَى ʿalā atas ٱلْبَـٰطِلِ l-bāṭili yang batil فَيَدْمَغُهُۥ fayadmaghuhu menghancurkannya فَإِذَا fa-idhā maka ia هُوَ huwa dia (yang batil) زَاهِقٌۭ ۚ zāhiqun lenyap وَلَكُمُ walakumu dan bagimu ٱلْوَيْلُ l-waylu kecelakaan مِمَّا mimmā dari apa/dengan sebab تَصِفُونَ taṣifūna kamu mensifatkan
Sebenarnya, Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).
وَلَهُۥ walahu dan bagi-Nya مَن man orang/segala apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan dibumi وَمَنْ waman dan orang (malaikat) عِندَهُۥ ʿindahu disisi-Nya لَا lā tidak يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka sombong عَنْ ʿan dari/untuk عِبَادَتِهِۦ ʿibādatihi menyembah-Nya وَلَا walā dan tidak يَسْتَحْسِرُونَ yastaḥsirūna mereka merasa letih
Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.
يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang لَا lā tidak يَفْتُرُونَ yafturūna mereka diam/henti-hentinya
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.
أَمِ ami ataukah/apakah ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi هُمْ hum mereka (tuhan-tuhan) يُنشِرُونَ yunshirūna dapat menghidupkan
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?
لَوْ law sekiranya كَانَ kāna ada فِيهِمَآ fīhimā diantara keduanya ءَالِهَةٌ ālihatun tuhan-tuhan إِلَّا illā selain ٱللَّهُ l-lahu Allah لَفَسَدَتَا ۚ lafasadatā tentu keduanya rusak binasa فَسُبْحَـٰنَ fasub'ḥāna maka Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah رَبِّ rabbi Tuhan/memelihara/mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsyi عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Sekiranya, ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai arasy daripada apa yang mereka sifatkan.
لَا lā tidak/tidaklah يُسْـَٔلُ yus'alu Dia ditanya عَمَّا ʿammā dari apa يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat وَهُمْ wahum dan/tetapi mereka يُسْـَٔلُونَ yus'alūna mereka akan ditanya
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.
أَمِ ami ataukah ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain-Nya ءَالِهَةًۭ ۖ ālihatan tuhan-tuhan قُلْ qul katakanlah هَاتُوا۟ hātū unjukkan/kemukakan بُرْهَـٰنَكُمْ ۖ bur'hānakum bukti-bukti/alasan-alasanmu هَـٰذَا hādhā ini ذِكْرُ dhik'ru peringatan مَن man orang-orang مَّعِىَ maʿiya bersamaku وَذِكْرُ wadhik'ru dan peringatan مَن man orang-orang قَبْلِى ۗ qablī sebelumku بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa yang hak فَهُم fahum maka mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah, "Unjukkanlah hujahmu! (Al-Qur`ān) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku 1". Sebenarnya, kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak karena itu mereka berpaling.
وَمَآ wamā dan Kami أَرْسَلْنَا arsalnā tidak mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu مِن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul إِلَّا illā melainkan نُوحِىٓ nūḥī Kami wahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya أَنَّهُۥ annahu bahwasanya لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّآ illā melainkan أَنَا۠ anā Aku فَٱعْبُدُونِ fa-uʿ'budūni maka sembahlah Aku
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وَلَدًۭا ۗ waladan anak سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ sub'ḥānahu Maha Suci Dia بَلْ bal bahkan/tetapi عِبَادٌۭ ʿibādun hamba-hamba مُّكْرَمُونَ muk'ramūna mereka dimuliakan
Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya, (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan 1,
لَا lā tidak يَسْبِقُونَهُۥ yasbiqūnahu mereka mendahuluinya بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan perkataan وَهُم wahum dan mereka بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi dengan perintah-Nya يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka mengerjakan
mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
يَعْلَمُ yaʿlamu (Allah) mengetahui مَا mā apa-apa بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa-apa خَلْفَهُمْ khalfahum dibelakang mereka وَلَا walā dan tidak يَشْفَعُونَ yashfaʿūna mereka memberi syafa'at إِلَّا illā melainkan لِمَنِ limani kepada orang ٱرْتَضَىٰ ir'taḍā Dia meridai وَهُم wahum dan mereka مِّنْ min dari خَشْيَتِهِۦ khashyatihi takut kepada-Nya مُشْفِقُونَ mush'fiqūna mereka selalu berhati-hati
Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka dan mereka tiada memberi syafaat 1, melainkan kepada orang yang diridai Allah dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
۞ وَمَن waman dan barang siapa يَقُلْ yaqul mengatakan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia فَذَٰلِكَ fadhālika maka demikian/orang itu نَجْزِيهِ najzīhi Kami membalasnya جَهَنَّمَ ۚ jahannama neraka Jahannam كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang zalim
Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, "Sesungguhnya Aku adalah tuhan, selain dari Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam; demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَ yara melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَنَّ anna bahwasanya ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi كَانَتَا kānatā adalah keduanya رَتْقًۭا ratqan berpadu فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ fafataqnāhumā lalu Kami belah/pisahkan keduanya وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ l-māi air كُلَّ kulla tiap-tiap/segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَىٍّ ۖ ḥayyin yang hidup أَفَلَا afalā apakah maka tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan telah Kami jadikan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung أَن an bahwa/supaya تَمِيدَ tamīda bergoncang بِهِمْ bihim dengan mereka وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan telah Kami jadikan فِيهَا fīhā didalamnya (bumi) فِجَاجًۭا fijājan jalan diantara dua gunung/beberapa jurusan سُبُلًۭا subulan jalan-jalan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) guncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan telah kami jadikan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit سَقْفًۭا saqfan atap مَّحْفُوظًۭا ۖ maḥfūẓan terjaga/terpelihara وَهُمْ wahum dan/sedang mereka عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِهَا āyātihā tanda-tanda padanya مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara 1, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ ۖ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun tiap-tiap/masing-masing فِى fī dalam فَلَكٍۢ falakin garis edar يَسْبَحُونَ yasbaḥūna mereka beredar
Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
وَمَا wamā dan tidaklah جَعَلْنَا jaʿalnā kami menjadikan لِبَشَرٍۢ libasharin bagi seorang manusia مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu ٱلْخُلْدَ ۖ l-khul'da kekal أَفَإِي۟ن afa-in apakah jika مِّتَّ mitta kamu mati فَهُمُ fahumu maka mereka ٱلْخَـٰلِدُونَ l-khālidūna orang-orang yang kekal
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa ذَآئِقَةُ dhāiqatu merasakan ٱلْمَوْتِ ۗ l-mawti mati وَنَبْلُوكُم wanablūkum dan Kami menguji kamu بِٱلشَّرِّ bil-shari dengan keburukan وَٱلْخَيْرِ wal-khayri dan kebaikan فِتْنَةًۭ ۖ fit'natan cobaan/fitnah وَإِلَيْنَا wa-ilaynā dan kepada Kami تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
وَإِذَا wa-idhā dan apakah رَءَاكَ raāka melihat kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِن in tidak lain يَتَّخِذُونَكَ yattakhidhūnaka mereka membuat kamu إِلَّا illā hanyalah هُزُوًا huzuwan main-main/olok-olok أَهَـٰذَا ahādhā inikah ٱلَّذِى alladhī yang/orang يَذْكُرُ yadhkuru menyebut/mencela ءَالِهَتَكُمْ ālihatakum Tuhan-Tuhanmu وَهُم wahum dan/sedang mereka بِذِكْرِ bidhik'ri dengan menyebut ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang ingkar
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-Tuhan-mu?" Padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
خُلِقَ khuliqa telah diciptakan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مِنْ min dari عَجَلٍۢ ۚ ʿajalin tergesa-gesa سَأُو۟رِيكُمْ sa-urīkum akan Ku perlihatkan kepadamu ءَايَـٰتِى āyātī tanda-tanda-Ku فَلَا falā maka janganlah تَسْتَعْجِلُونِ tastaʿjilūni kamu minta disegerakan
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā kapankah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji (ancaman) إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Mereka berkata, "Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekaIian adalah orang-orang yang benar?"
لَوْ law seandainya يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar حِينَ ḥīna diwaktu لَا lā tidak يَكُفُّونَ yakuffūna mereka dapat menahan/mengelakkan عَن ʿan dari وُجُوهِهِمُ wujūhihimu muka-muka mereka ٱلنَّارَ l-nāra api neraka وَلَا walā dan tidak عَن ʿan dari ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung-punggung mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka mendapat pertolongan
Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan).
بَلْ bal bahkan/tetapi تَأْتِيهِم tatīhim ia akan datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba فَتَبْهَتُهُمْ fatabhatuhum lalu ia membingungkan mereka فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka kuasa/mampu رَدَّهَا raddahā menolaknya وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh
Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong, lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱسْتُهْزِئَ us'tuh'zi-a telah diperolok-olok بِرُسُلٍۢ birusulin dengan beberapa Rsul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَحَاقَ faḥāqa maka mengepung بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna dengan orang-orang yang سَخِرُوا۟ sakhirū (mereka) mengejek مِنْهُم min'hum diantara mereka مَّا mā apa (azab) كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokan
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.
قُلْ qul katakanlah مَن man siapakah يَكْلَؤُكُم yakla-ukum melindungi/memelihara kamu بِٱلَّيْلِ bi-al-layli diwaktu malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari مِنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ ۗ l-raḥmāni Maha Pengasih بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat رَبِّهِم rabbihim Tuhan mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling
Katakanlah, "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?" Sebenarnya, mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.
أَمْ am ataukah لَهُمْ lahum bagi mereka ءَالِهَةٌۭ ālihatun tuhan-tuhan تَمْنَعُهُم tamnaʿuhum mencegah/melindungi mereka مِّن min dari دُونِنَا ۚ dūninā selain kami لَا lā tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka sanggup/mampu نَصْرَ naṣra menolong أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَلَا walā dan tidak هُم hum mereka مِّنَّا minnā dari pada Kami يُصْحَبُونَ yuṣ'ḥabūna mereka dibela/ditolong
Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?
بَلْ bal bahkan مَتَّعْنَا mattaʿnā Kami telah memberi kesenangan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka وَءَابَآءَهُمْ waābāahum dan bapak-bapak mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga طَالَ ṭāla panjang عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْعُمُرُ ۗ l-ʿumuru umur أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَرَوْنَ yarawna mereka melihat أَنَّا annā bahwasanya Kami نَأْتِى natī Kami mendatangi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri نَنقُصُهَا nanquṣuhā Kami menguranginya مِنْ min dari أَطْرَافِهَآ ۚ aṭrāfihā ujungnya/segala penjuru أَفَهُمُ afahumu apakah maka mereka ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang mengalahkan/menang
Sebenarnya, Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُنذِرُكُم undhirukum aku memberi peringatan kepadamu بِٱلْوَحْىِ ۚ bil-waḥyi dengan wahyu وَلَا walā dan tidak يَسْمَعُ yasmaʿu mendengar ٱلصُّمُّ l-ṣumu orang yang tuli ٱلدُّعَآءَ l-duʿāa du'a/seruan إِذَا idhā apabila مَا mā apa-apa يُنذَرُونَ yundharūna mereka diberi peringatan
Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan"
وَلَئِن wala-in dan jika مَّسَّتْهُمْ massathum menimpa mereka نَفْحَةٌۭ nafḥatun hembusan (sedikit) مِّنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentulah mereka berkata يَـٰوَيْلَنَآ yāwaylanā betapa celakanya kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhan-mu, pastilah mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri".
وَنَضَعُ wanaḍaʿu dan Kami akan meletakan ٱلْمَوَٰزِينَ l-mawāzīna timbangan ٱلْقِسْطَ l-qis'ṭa benar/adil لِيَوْمِ liyawmi pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فَلَا falā maka tidak تُظْلَمُ tuẓ'lamu dianiaya/dikurangi نَفْسٌۭ nafsun jiwa/seseorang شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada مِثْقَالَ mith'qāla seberat حَبَّةٍۢ ḥabbatin biji مِّنْ min dari خَرْدَلٍ khardalin sawi أَتَيْنَا ataynā Kami datangkan بِهَا ۗ bihā dengannya وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِنَا binā dengan Kami حَـٰسِبِينَ ḥāsibīna membuat perhitungan
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah datangkan/memberikan مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun ٱلْفُرْقَانَ l-fur'qāna Al Furqan/pembeda وَضِيَآءًۭ waḍiyāan dan cahaya/penerangan وَذِكْرًۭا wadhik'ran dan peringatan/pengajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Hārūn Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْشَوْنَ yakhshawna (mereka) takut رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib (tidak melihat-Nya) وَهُم wahum dan mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat مُشْفِقُونَ mush'fiqūna mereka merasa takut
(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan/pengajaran مُّبَارَكٌ mubārakun penuh dengan keberkahan أَنزَلْنَـٰهُ ۚ anzalnāhu telah Kami turunkannya أَفَأَنتُمْ afa-antum apakah maka kamu لَهُۥ lahu padanya مُنكِرُونَ munkirūna orang-orang yang mengingkari
Dan Al-Qur`ān ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَآ ātaynā telah Kami datangkan/berikan إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim رُشْدَهُۥ rush'dahu petunjuk/pimpinan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَكُنَّا wakunnā dan adalah Kami بِهِۦ bihi dengannya/padanya عَـٰلِمِينَ ʿālimīna mengetahui
Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrāhīm hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Hārūn) 1 dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla (Ibrahim) berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada ayahnya وَقَوْمِهِۦ waqawmihi dan kaumnya مَا mā apakah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلتَّمَاثِيلُ l-tamāthīlu patung-patung ٱلَّتِىٓ allatī yang gambar-gambar أَنتُمْ antum kamu لَهَا lahā kepadanya عَـٰكِفُونَ ʿākifūna orang-orang yang tekun
(Ingatlah) ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَجَدْنَآ wajadnā kami dapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak kami لَهَا lahā kepadanya عَـٰبِدِينَ ʿābidīna orang-orang yang menyembah
Mereka menjawab, "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya كُنتُمْ kuntum kalian adalah أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُمْ waābāukum dan bapak-bapak kamu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Ibrāhīm berkata, "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/sungguh-sungguh أَمْ am ataukah أَنتَ anta kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱللَّـٰعِبِينَ l-lāʿibīna orang yang bermain-main
Mereka menjawab, "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main 1?"
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata بَل bal bahkan/sebenarnya رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian رَبُّ rabbu Tuhan/pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَهُنَّ faṭarahunna menciptakan mereka (langit dan bumi) وَأَنَا۠ wa-anā dan aku عَلَىٰ ʿalā atas ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian itu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan
Ibrāhīm berkata, "Sebenarnya, Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu".
وَتَٱللَّهِ watal-lahi dan demi Allah لَأَكِيدَنَّ la-akīdanna sungguh aku akan membuat tipu daya أَصْنَـٰمَكُم aṣnāmakum berhala-berhalamu بَعْدَ baʿda sesudah أَن an bahwa تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna kebelakang
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.1
فَجَعَلَهُمْ fajaʿalahum maka dia menjadikan mereka جُذَٰذًا judhādhan hancur berpotong-potong إِلَّا illā kecuali كَبِيرًۭا kabīran yang terbesar لَّهُمْ lahum bagi mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka إِلَيْهِ ilayhi kepadanya يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Maka Ibrāhīm membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَن man siapa فَعَلَ faʿala melakukan هَـٰذَا hādhā ini بِـَٔالِهَتِنَآ biālihatinā dengan/terhadap tuhan-tuhan kita إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَمِنَ lamina sungguh termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami; sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar فَتًۭى fatan seorang pemuda يَذْكُرُهُمْ yadhkuruhum dia menyebut/mencela mereka يُقَالُ yuqālu dikatakan (bernama) لَهُۥٓ lahu baginya إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim
Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrāhīm".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/bawalah بِهِۦ bihi dengannya/dia عَلَىٰٓ ʿalā atas/kehadapan أَعْيُنِ aʿyuni mata ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang banyak لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَشْهَدُونَ yashhadūna mereka menyaksikan
Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak agar mereka menyaksikan".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَأَنتَ a-anta apakah kamu فَعَلْتَ faʿalta kamu melakukan هَـٰذَا hādhā ini بِـَٔالِهَتِنَا biālihatinā dengan/terhadap tuhan-tuhan Kami يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ yāib'rāhīmu Hai Ibrahim
Mereka bertanya, "Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrāhīm?"
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata بَلْ bal bahkan/sebenarnya فَعَلَهُۥ faʿalahu melakukannya كَبِيرُهُمْ kabīruhum yang besar dari mereka هَـٰذَا hādhā ini فَسْـَٔلُوهُمْ fasalūhum maka tanyakan kepada mereka إِن in jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَنطِقُونَ yanṭiqūna mereka berbicara
Ibrāhīm menjawab, "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu jika mereka dapat berbicara".
فَرَجَعُوٓا۟ farajaʿū maka mereka kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri فَقَالُوٓا۟ faqālū lalu mereka berkata إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian أَنتُمُ antumu kamu sekalian ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang menganiaya
Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata, "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)",
ثُمَّ thumma kemudian نُكِسُوا۟ nukisū mereka ditundukkan عَلَىٰ ʿalā atas رُءُوسِهِمْ ruūsihim kepala mereka لَقَدْ laqad sesungguhnya عَلِمْتَ ʿalim'ta kamu telah mengetahui مَا mā tidaklah هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu يَنطِقُونَ yanṭiqūna mereka berbicara
kemudian kepala mereka jadi tertunduk 1 (lalu berkata), "Sesungguhnya kamu (hai Ibrāhīm) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara."
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata أَفَتَعْبُدُونَ afataʿbudūna maka mengapa kamu menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā yang tidak dapat يَنفَعُكُمْ yanfaʿukum memberi manfaat kepadamu شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun وَلَا walā dan tidak يَضُرُّكُمْ yaḍurrukum memberi mudarat kepadamu
Ibrāhīm berkata, "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?"
أُفٍّۢ uffin ah (celaka) لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِمَا walimā dan kenapa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
قَالُوا۟ qālū mereka berkata حَرِّقُوهُ ḥarriqūhu bakarlah dia وَٱنصُرُوٓا۟ wa-unṣurū dan tolonglah ءَالِهَتَكُمْ ālihatakum Tuhan-Tuhanmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فَـٰعِلِينَ fāʿilīna melakukan/bertindak
Mereka berkata, "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu jika kamu benar-benar hendak bertindak".
قُلْنَا qul'nā Kami berfirman يَـٰنَارُ yānāru hai api كُونِى kūnī jadilah kau بَرْدًۭا bardan dingin وَسَلَـٰمًا wasalāman dan selamat عَلَىٰٓ ʿalā atas إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
Kami berfirman, "Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrāhīm",
وَأَرَادُوا۟ wa-arādū dan mereka hendak بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya كَيْدًۭا kaydan tipu-daya فَجَعَلْنَـٰهُمُ fajaʿalnāhumu maka Kami jadikan mereka ٱلْأَخْسَرِينَ l-akhsarīna orang-orang yang merugi
mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrāhīm, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.
وَنَجَّيْنَـٰهُ wanajjaynāhu dan Kami selamatkannya وَلُوطًا walūṭan dan Lut إِلَى ilā ke/ke sebuah ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ٱلَّتِى allatī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami telah memberkati فِيهَا fīhā didalamnya لِلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi alam semesta/sekalian manusia
Dan Kami seIamatkan Ibrāhīm dan Lūṭ ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia 1.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami telah memberkati لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'kub نَافِلَةًۭ ۖ nāfilatan suatu tambahan/anugrah وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan صَـٰلِحِينَ ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrāhīm), Isḥāq, dan Ya`qūb sebagai suatu anugerah (dari Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh
وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami telah menjadikan mereka أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin-pemimpin يَهْدُونَ yahdūna memberi petunjuk/pemimpin بِأَمْرِنَا bi-amrinā dengan perintah kami وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami telah mewahyukan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka فِعْلَ fiʿ'la perbuatan ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti yang baik-baik وَإِقَامَ wa-iqāma dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat وَإِيتَآءَ waītāa dan menunaikan ٱلزَّكَوٰةِ ۖ l-zakati zakat وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka لَنَا lanā kepada Kami عَـٰبِدِينَ ʿābidīna mereka menyembah
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
وَلُوطًا walūṭan dan Lut ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami telah memberikannya حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah وَعِلْمًۭا waʿil'man dan ilmu وَنَجَّيْنَـٰهُ wanajjaynāhu dan Kami telah menyelamatkannya مِنَ mina dari ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri ٱلَّتِى allatī yang كَانَت kānat adalah ia تَّعْمَلُ taʿmalu melakukan ٱلْخَبَـٰٓئِثَ ۗ l-khabāitha busuk/keji إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمَ qawma kaum سَوْءٍۢ sawin seburuk-buruk فَـٰسِقِينَ fāsiqīna fasik/jahat
dan kepada Lūṭ, Kami telah berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji 1. Sesungguhnya, mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,
وَأَدْخَلْنَـٰهُ wa-adkhalnāhu dan Kami telah memasukannya فِى fī kedalam رَحْمَتِنَآ ۖ raḥmatinā rahmat Kami إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.
وَنُوحًا wanūḥan dan Nuh إِذْ idh ketika نَادَىٰ nādā dia berseru/berdo'a مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu فَٱسْتَجَبْنَا fa-is'tajabnā maka Kami memperkenankan لَهُۥ lahu kepadanya (do'anya) فَنَجَّيْنَـٰهُ fanajjaynāhu lalu Kami menyelamatkannya وَأَهْلَهُۥ wa-ahlahu dan keluarganya مِنَ mina dari ٱلْكَرْبِ l-karbi bencana ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar
Dan (ingatlah kisah) Nūḥ, sebelum itu ketika dia berdoa dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta pengikutnya dari bencana yang besar.
وَنَصَرْنَـٰهُ wanaṣarnāhu dan Kami telah menolongnya مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمَ qawma kaum سَوْءٍۢ sawin seburuk-buruk فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ fa-aghraqnāhum maka Kami tenggelamkan mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.
وَدَاوُۥدَ wadāwūda dan Daud وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman إِذْ idh tatkala يَحْكُمَانِ yaḥkumāni keduanya memberi keputusan فِى fī dalam ٱلْحَرْثِ l-ḥarthi ladang إِذْ idh ketika نَفَشَتْ nafashat merusak فِيهِ fīhi didalamnya غَنَمُ ghanamu kambing ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum وَكُنَّا wakunnā dan adalah kami لِحُكْمِهِمْ liḥuk'mihim pada keputusan mereka شَـٰهِدِينَ shāhidīna orang yang menyaksikan
Dan (ingatlah kisah) Dāwūd dan Sulaymān pada waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,
فَفَهَّمْنَـٰهَا fafahhamnāhā maka Kami memberi pengertiannya سُلَيْمَـٰنَ ۚ sulaymāna Sulaiman وَكُلًّا wakullan dan masing-masing ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu وَسَخَّرْنَا wasakharnā dan Kami telah menundukkan مَعَ maʿa beserta دَاوُۥدَ dāwūda Daud ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung يُسَبِّحْنَ yusabbiḥ'na mereka bertasbih وَٱلطَّيْرَ ۚ wal-ṭayra dan burung-burung وَكُنَّا wakunnā dan adalah Kami فَـٰعِلِينَ fāʿilīna berbuat
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaymān tentang hukum (yang lebih tepat) 1 ; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung; semua bertasbih bersama Dāwūd. Dan kamilah yang melakukannya.
وَعَلَّمْنَـٰهُ waʿallamnāhu dan Kami telah mengajarkannya صَنْعَةَ ṣanʿata membuat لَبُوسٍۢ labūsin baju besi لَّكُمْ lakum bagi kalian لِتُحْصِنَكُم lituḥ'ṣinakum untuk melindungi kamu مِّنۢ min dari بَأْسِكُمْ ۖ basikum peperanganmu فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُمْ antum kamu شَـٰكِرُونَ shākirūna orang-orang yang berterima kasih
Dan telah Kami ajarkan kepada Dāwūd membuat baju besi untuk kamu guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka, hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
وَلِسُلَيْمَـٰنَ walisulaymāna dan untuk Sulaiman ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin عَاصِفَةًۭ ʿāṣifatan kencang تَجْرِى tajrī mengalir/berhembus بِأَمْرِهِۦٓ bi-amrihi dengan perintahnya إِلَى ilā ke ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ٱلَّتِى allatī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami berkati فِيهَا ۚ fīhā didalamnya وَكُنَّا wakunnā dan adalah Kami بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَـٰلِمِينَ ʿālimīna mengetahui
Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaymān, angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَمِنَ wamina dan dari ٱلشَّيَـٰطِينِ l-shayāṭīni syaitan-syaitan مَن man orang يَغُوصُونَ yaghūṣūna mereka menyelam لَهُۥ lahu untuknya وَيَعْمَلُونَ wayaʿmalūna dan mereka mengerjakan عَمَلًۭا ʿamalan pekerjaan دُونَ dūna bukan ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian وَكُنَّا wakunnā dan adalah Kami لَهُمْ lahum kepada mereka حَـٰفِظِينَ ḥāfiẓīna memelihara/menjaga
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaymān), segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu dan adalah Kami memelihara mereka itu,
۞ وَأَيُّوبَ wa-ayyūba dan Ayub إِذْ idh tatkala نَادَىٰ nādā dia berseru/berdo'a رَبَّهُۥٓ rabbahu Tuhannya أَنِّى annī sesungguhnya aku مَسَّنِىَ massaniya menimpaku ٱلضُّرُّ l-ḍuru bencana/penyakit وَأَنتَ wa-anta dan Engkau أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang
dan (ingatlah kisah) Ayyūb ketika ia menyeru Tuhan-nya, "(Ya Tuhan-ku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".
فَٱسْتَجَبْنَا fa-is'tajabnā maka Kami perkenankan لَهُۥ lahu kepadanya (do'anya) فَكَشَفْنَا fakashafnā lalu Kami hilangkan مَا mā apa yang ada بِهِۦ bihi padanya مِن min dari ضُرٍّۢ ۖ ḍurrin bencana/penyakit وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami berikan kepadanya أَهْلَهُۥ ahlahu keluarganya وَمِثْلَهُم wamith'lahum dan serupa/sebanyak itu مَّعَهُمْ maʿahum beserta mereka رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi Kami وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan peringatan لِلْعَـٰبِدِينَ lil'ʿābidīna bagi orang-orang yang beribadat
Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya; dan Kami lipat gandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi Kami; dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismai'il وَإِدْرِيسَ wa-id'rīsa dan Idris وَذَا wadhā dan ٱلْكِفْلِ ۖ l-kif'li Zulkifli كُلٌّۭ kullun masing-masing semuanya مِّنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Dan (ingatlah kisah) Ismā`īl, Idrīs dan Żulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.
وَأَدْخَلْنَـٰهُمْ wa-adkhalnāhum dan Kami masukkan mereka فِى fī dalam رَحْمَتِنَآ ۖ raḥmatinā rahmat Kami إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مِّنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.
وَذَا wadhā Zun ٱلنُّونِ l-nūni Nun (Yunus) إِذ idh tatkala ذَّهَبَ dhahaba dia pergi مُغَـٰضِبًۭا mughāḍiban dalam keadaan marah فَظَنَّ faẓanna lalu dia menyangka أَن an bahwa لَّن lan tidak نَّقْدِرَ naqdira Kami kuasa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فَنَادَىٰ fanādā maka dia berseru/berdo'a فِى fī dalam ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan أَن an bahwa لَّآ lā tidak إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّآ illā melainkan أَنتَ anta Engkau سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau إِنِّى innī sesungguhnya aku كُنتُ kuntu adalah aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan (ingatlah kisah) Żān Nūn (Yūnus) ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap 1, "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau; sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
فَٱسْتَجَبْنَا fa-is'tajabnā maka Kami perkenankan لَهُۥ lahu kepadanya (do'anya) وَنَجَّيْنَـٰهُ wanajjaynāhu dan Kami selamatkan dia مِنَ mina dari ٱلْغَمِّ ۚ l-ghami kesedihan وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُـۨجِى nunjī Kami selamatkan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
وَزَكَرِيَّآ wazakariyyā dan Zakaria إِذْ idh tatkala نَادَىٰ nādā dia berseru/berdo'a رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya رَبِّ rabbi ya Tuhanku لَا lā janganlah تَذَرْنِى tadharnī Engkau biarkan aku فَرْدًۭا fardan sendirian وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru paling baik ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna pusaka/waris
Dan (ingatlah kisah) Zakariyyā tatkala ia menyeru Tuhan-nya, "Ya Tuhan-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri 1 dan Engkau-lah waris yang paling baik 2.
فَٱسْتَجَبْنَا fa-is'tajabnā maka Kami perkenankan لَهُۥ lahu kepadanya (do'anya) وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami anugerahkan لَهُۥ lahu kepadanya يَحْيَىٰ yaḥyā Yahya وَأَصْلَحْنَا wa-aṣlaḥnā dan Kami perbaiki لَهُۥ lahu kepadanya زَوْجَهُۥٓ ۚ zawjahu isterinya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera فِى fī dalam ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti kebaikan وَيَدْعُونَنَا wayadʿūnanā dan mereka berdo'a pada Kami رَغَبًۭا raghaban pengharapan وَرَهَبًۭا ۖ warahaban dan perasaan takut وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka لَنَا lanā kepada Kami خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna mereka tunduk/khusyu
Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yaḥyā dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas 1. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.
وَٱلَّتِىٓ wa-allatī dan perempuan yang أَحْصَنَتْ aḥṣanat ia menjaga/memelihara فَرْجَهَا farjahā kehormatannya فَنَفَخْنَا fanafakhnā lalu Kami tiupkan فِيهَا fīhā didalamnya/kedalamnya مِن min dari رُّوحِنَا rūḥinā ruh Kami وَجَعَلْنَـٰهَا wajaʿalnāhā dan Kami jadikan dia وَٱبْنَهَآ wa-ib'nahā dan anaknya ءَايَةًۭ āyatan tanda-tanda لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أُمَّتُكُمْ ummatukum umatmu/agamamu أُمَّةًۭ ummatan ummat/agama وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan yang satu وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian فَٱعْبُدُونِ fa-uʿ'budūni maka sembahlah Aku
Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu 1 dan Aku adalah Tuhan-mu, maka sembahlah Aku.
وَتَقَطَّعُوٓا۟ wataqaṭṭaʿū dan mereka memotong أَمْرَهُم amrahum urusan mereka بَيْنَهُمْ ۖ baynahum diantara mereka كُلٌّ kullun masing-masing/semuanya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali
Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah, masing-masing golongan itu akan kembali 1.
فَمَن faman maka barangsiapa يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan مِنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan وَهُوَ wahuwa dan dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun beriman فَلَا falā maka tidak ada كُفْرَانَ kuf'rāna pengingkaran لِسَعْيِهِۦ lisaʿyihi bagi usahanya/amalnya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَهُۥ lahu baginya/untuknya كَـٰتِبُونَ kātibūna menuliskan
Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
وَحَرَٰمٌ waḥarāmun dan haram عَلَىٰ ʿalā atas قَرْيَةٍ qaryatin suatu negeri أَهْلَكْنَـٰهَآ ahlaknāhā Kami telah binasakannya أَنَّهُمْ annahum karena sesungguhnya mereka لَا lā (mereka) tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna kembali
Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala فُتِحَتْ futiḥat dibukakan يَأْجُوجُ yajūju Ya'juj وَمَأْجُوجُ wamajūju dan Ma'juj وَهُم wahum dan mereka مِّن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap حَدَبٍۢ ḥadabin tempat yang tinggi يَنسِلُونَ yansilūna mereka mengalir/turun dengan cepat
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’jūj dan Ma’jūj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
وَٱقْتَرَبَ wa-iq'taraba dan telah dekat ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia شَـٰخِصَةٌ shākhiṣatun terbelalak أَبْصَـٰرُ abṣāru pandangan/mata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يَـٰوَيْلَنَا yāwaylanā betapa celakanya kami قَدْ qad sesungguhnya كُنَّا kunnā adalah kami فِى fī dalam غَفْلَةٍۢ ghaflatin kelalaian مِّنْ min daripada هَـٰذَا hādhā ini بَلْ bal bahkan كُنَّا kunnā adalah kami ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), "Aduhai, celakalah kami; sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim".
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian وَمَا wamā dan apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah حَصَبُ ḥaṣabu kayu bakar/umpan جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam أَنتُمْ antum kamu لَهَا lahā padanya (kedalam) وَٰرِدُونَ wāridūna datang/masuk
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam; kamu pasti masuk ke dalamnya.
لَوْ law sekiranya كَانَ kāna adalah هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu ءَالِهَةًۭ ālihatan Tuhan مَّا mā tidak وَرَدُوهَا ۖ waradūhā datang/memasukinya وَكُلٌّۭ wakullun dan tiap-tiap/semuanya فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.
لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā didalamnya زَفِيرٌۭ zafīrun bernapas panjang/merintih وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar
Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang سَبَقَتْ sabaqat telah/lebih dahulu لَهُم lahum bagi mereka مِّنَّا minnā dari Kami ٱلْحُسْنَىٰٓ l-ḥus'nā kebaikan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَنْهَا ʿanhā dari padanya مُبْعَدُونَ mub'ʿadūna mereka dijauhkan
Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,
لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar حَسِيسَهَا ۖ ḥasīsahā suara/desirnya (api neraka) وَهُمْ wahum dan mereka فِى fī dalam مَا mā apa ٱشْتَهَتْ ish'tahat menginginkan أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/jiwa mereka خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.
لَا lā tidak يَحْزُنُهُمُ yaḥzunuhumu menyusahkan mereka ٱلْفَزَعُ l-fazaʿu kejutan/kedahsyatan ٱلْأَكْبَرُ l-akbaru yang besar وَتَتَلَقَّىٰهُمُ watatalaqqāhumu dan mendapatkan/menyambut mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat هَـٰذَا hādhā inilah يَوْمُكُمُ yawmukumu harimu ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat) dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu".
يَوْمَ yawma pada hari نَطْوِى naṭwī Kami lipat/gulung ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit كَطَىِّ kaṭayyi seperti lipatan/gulungan ٱلسِّجِلِّ l-sijili daftar/lembaran kertas لِلْكُتُبِ ۚ lil'kutubi untuk tulisan-tulisan كَمَا kamā sebagaimana بَدَأْنَآ badanā Kami memulai أَوَّلَ awwala pertama خَلْقٍۢ khalqin penciptaan نُّعِيدُهُۥ ۚ nuʿīduhu Kami mengulanginya وَعْدًا waʿdan suatu janji عَلَيْنَآ ۚ ʿalaynā atas Kami/pasti Kami إِنَّا innā sesungguhnya Kami كُنَّا kunnā adalah Kami فَـٰعِلِينَ fāʿilīna berbuat/melaksanakan
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كَتَبْنَا katabnā telah Kami tuliskan فِى fī didalam ٱلزَّبُورِ l-zabūri Zabur مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri peringatan (Lauhul Mahfuz) أَنَّ anna bahwasanya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi يَرِثُهَا yarithuhā mewarisinya عِبَادِىَ ʿibādiya hamba-hamba-Ku ٱلصَّـٰلِحُونَ l-ṣāliḥūna orang-orang yang saleh
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur 1 sesudah (Kami tulis dalam) Lawḥ Maḥfūẓ bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī didalam هَـٰذَا hādhā ini لَبَلَـٰغًۭا labalāghan adalah penyampaian/penjelasan لِّقَوْمٍ liqawmin bagi kaum عَـٰبِدِينَ ʿābidīna orang-orang yang menyembah
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).
وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā melainkan رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku أَنَّمَآ annamā sesungguhnya hanyalah إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/Esa فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّسْلِمُونَ mus'limūna berserah diri
Katakanlah, "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, "Bahwasanya Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)".
فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَقُلْ faqul maka katakanlah ءَاذَنتُكُمْ ādhantukum aku telah memaklumkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas سَوَآءٍۢ ۖ sawāin yang sama/terus-terang وَإِنْ wa-in dan aku أَدْرِىٓ adrī tidak mengetahui أَقَرِيبٌ aqarībun apakah dekat أَم am atau بَعِيدٌۭ baʿīdun jauh مَّا mā apa تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu diancam/diancamkan kepadamu
Jika mereka berpaling, maka katakanlah, "Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?".
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui ٱلْجَهْرَ l-jahra keras/terus terang مِنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan/rahasiakan
Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan.
وَإِنْ wa-in dan jika/tidak أَدْرِى adrī aku mengetahui لَعَلَّهُۥ laʿallahu boleh jadi ia/hal itu فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah/cobaan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu
Dan aku tiada mengetahui, boleh jadi hal 1 itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
قَـٰلَ qāla (Muhammad) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱحْكُم uḥ'kum berilah keputusan بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan benar وَرَبُّنَا warabbunā dan Tuhan kami ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih ٱلْمُسْتَعَانُ l-mus'taʿānu tempat dimintai pertolongan عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/katakan
(Muhammad) berkata, "Ya Tuhan-ku, berilah keputusan dengan adil 1. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan".