الحج
Al-Hajj
Haji Madaniyah
Memuat audio qari…
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertawakallah kamu رَبَّكُمْ ۚ rabbakum Tuhan kalian إِنَّ inna sesungguhnya زَلْزَلَةَ zalzalata kegoncangan ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat شَىْءٌ shayon sesuatu عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
يَوْمَ yawma pada hari تَرَوْنَهَا tarawnahā kamu melihatnya تَذْهَلُ tadhhalu tidak ingat/lupa كُلُّ kullu tiap-tiap/semua مُرْضِعَةٍ mur'ḍiʿatin wanita yang menyusui anak عَمَّآ ʿammā dari apa (anak) أَرْضَعَتْ arḍaʿat disusukannya وَتَضَعُ wataḍaʿu dan meletakkan/gugurlah كُلُّ kullu tiap-tiap/semua ذَاتِ dhāti yang mempunyai حَمْلٍ ḥamlin kandungan (mengandung) حَمْلَهَا ḥamlahā kandungannya وَتَرَى watarā dan kamu melihat ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia سُكَـٰرَىٰ sukārā mabuk وَمَا wamā dan/padahal هُم hum mereka tidak بِسُكَـٰرَىٰ bisukārā dengan mabuk وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi عَذَابَ ʿadhāba azab ٱللَّهِ l-lahi Allah شَدِيدٌۭ shadīdun sangat keras
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya, dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يُجَـٰدِلُ yujādilu ia membantah فِى fī dalam/tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍۢ ʿil'min ilmu pengetahuan وَيَتَّبِعُ wayattabiʿu dan ia mengikuti كُلَّ kulla setiap/semua شَيْطَـٰنٍۢ shayṭānin syaitan مَّرِيدٍۢ marīdin sangat jahat
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah 1 tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat,
كُتِبَ kutiba telah ditetapkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَنَّهُۥ annahu bahwa sesungguhnya مَن man barang siapa تَوَلَّاهُ tawallāhu berkawan dengannya فَأَنَّهُۥ fa-annahu mereka sesungguhnya dia يُضِلُّهُۥ yuḍilluhu dia menyesatkannya وَيَهْدِيهِ wayahdīhi dan dia memimpinnya إِلَىٰ ilā kepada عَذَابِ ʿadhābi azab ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri nyala api/neraka
yang telah ditetapkan terhadap setan itu bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى fī dalam رَيْبٍۢ raybin keraguan مِّنَ mina dari/tentang ٱلْبَعْثِ l-baʿthi kebangkitan فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰكُم khalaqnākum Kami telah menciptakan kamu مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin setetes mani ثُمَّ thumma kemudian مِنْ min dari عَلَقَةٍۢ ʿalaqatin segumpal darah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari مُّضْغَةٍۢ muḍ'ghatin sepotong daging مُّخَلَّقَةٍۢ mukhallaqatin (sempurna) kejadiannya وَغَيْرِ waghayri dan tidak مُخَلَّقَةٍۢ mukhallaqatin (sempurna) kejadiannya لِّنُبَيِّنَ linubayyina Karena Kami hendak menjelaskannya لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَنُقِرُّ wanuqirru dan Kami tetapkan فِى fī dalam ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi rahim مَا mā apa yang نَشَآءُ nashāu Kami kehendaki إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan ثُمَّ thumma kemudian نُخْرِجُكُمْ nukh'rijukum Kami keluarkan kamu طِفْلًۭا ṭif'lan anak kecil (bayi) ثُمَّ thumma kemudian لِتَبْلُغُوٓا۟ litablughū agar kamu sampai أَشُدَّكُمْ ۖ ashuddakum sangatmu/kedewasaan وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُتَوَفَّىٰ yutawaffā diwafatkan ia وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُرَدُّ yuraddu dikembalikan (dipanjangkan) إِلَىٰٓ ilā sampai أَرْذَلِ ardhali hina (pikun) ٱلْعُمُرِ l-ʿumuri umur لِكَيْلَا likaylā supaya/hingga tidak يَعْلَمَ yaʿlama ia mengetahui مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah عِلْمٍۢ ʿil'min mengetahui شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun وَتَرَى watarā dan kamu lihat ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi هَامِدَةًۭ hāmidatan kering فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْمَآءَ l-māa air ٱهْتَزَّتْ ih'tazzat ia bergerak/hidup وَرَبَتْ warabat dan suburlah ia وَأَنۢبَتَتْ wa-anbatat dan ia menumbuhkan مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap/macam-macam زَوْجٍۭ zawjin jodoh/jenis بَهِيجٍۢ bahījin indah
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan, dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang hak وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya Dia يُحْىِ yuḥ'yī Dia menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā yang mati وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak 1 dan sesungguhnya Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata kiamat ءَاتِيَةٌۭ ātiyatun datang لَّا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَا fīhā didalamnya/padanya وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْعَثُ yabʿathu Dia membangkitkan مَن man orang فِى fī dalam ٱلْقُبُورِ l-qubūri kubur
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يُجَـٰدِلُ yujādilu ia membantah فِى fī dalam/tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍۢ ʿil'min ilmu pengetahuan وَلَا walā dan tidak/tanpa هُدًۭى hudan petunjuk وَلَا walā dan tidak/tanpa كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّنِيرٍۢ munīrin bercahaya/terang
Dan di antara manusia, ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya 1,
ثَانِىَ thāniya bengkok/palingkan عِطْفِهِۦ ʿiṭ'fihi lambungnya لِيُضِلَّ liyuḍilla untuk menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَهُۥ lahu baginya فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia خِزْىٌۭ ۖ khiz'yun kehinaan وَنُذِيقُهُۥ wanudhīquhu dan Kami akan merasakan kepadanya يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi yang membakar
dengan memalingkan lambungnya 1 untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di dunia dan pada hari kiamat; Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/sebab قَدَّمَتْ qaddamat diperbuat يَدَاكَ yadāka kedua tangannya وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَيْسَ laysa bukan بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin dengan penganiaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi bagi/pada hamba-hamba-Nya
(Akan dikatakan kepadanya), "Yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya".
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَعْبُدُ yaʿbudu ia menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas حَرْفٍۢ ۖ ḥarfin tepi فَإِنْ fa-in maka jika أَصَابَهُۥ aṣābahu menimpanya/memperoleh خَيْرٌ khayrun kebaikan ٱطْمَأَنَّ iṭ'ma-anna tenteramlah ia بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَإِنْ wa-in dan jika أَصَابَتْهُ aṣābathu menimpanya فِتْنَةٌ fit'natun fitnah/bencana ٱنقَلَبَ inqalaba berbaliklah ia عَلَىٰ ʿalā atas وَجْهِهِۦ wajhihi mukanya خَسِرَ khasira rugilah ia ٱلدُّنْيَا l-dun'yā di dunia وَٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ wal-ākhirata dan akhirat ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itulah ٱلْخُسْرَانُ l-khus'rānu kerugian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi 1, maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang 2. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
يَدْعُوا۟ yadʿū ia menyeru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa/sesuatu لَا lā yang tidak يَضُرُّهُۥ yaḍurruhu memberi mudarat kepadanya وَمَا wamā dan apa/sesuatu لَا lā yang tidak يَنفَعُهُۥ ۚ yanfaʿuhu memberi manfaat kepadanya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itu ٱلضَّلَـٰلُ l-ḍalālu kesesatan ٱلْبَعِيدُ l-baʿīdu yang jauh
Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
يَدْعُوا۟ yadʿū ia menyeru لَمَن laman pada sesuatu ضَرُّهُۥٓ ḍarruhu mudaratnya أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat مِن min dari نَّفْعِهِۦ ۚ nafʿihi manfaatnya لَبِئْسَ labi'sa sungguh sejahat-jahat ٱلْمَوْلَىٰ l-mawlā penolong وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh sejahat-jahat ٱلْعَشِيرُ l-ʿashīru kawan
Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya mudaratnya lebih dekat dari manfaatnya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahat penolong dan sejahat-jahat kawan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُدْخِلُ yud'khilu Dia memasukkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/amal saleh جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai-sungai إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat مَا mā apa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
مَن man barangsiapa كَانَ kāna adalah يَظُنُّ yaẓunnu ia menyangka أَن an bahwa لَّن lan tidak يَنصُرَهُ yanṣurahu menolongnya ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat فَلْيَمْدُدْ falyamdud maka hendaklah ia merentangkan بِسَبَبٍ bisababin dengan jalan/hubungan إِلَى ilā ke ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit ثُمَّ thumma kemudian لْيَقْطَعْ l'yaqṭaʿ hendaklah ia melalui فَلْيَنظُرْ falyanẓur maka hendaklah ia memperhatikan هَلْ hal apakah يُذْهِبَنَّ yudh'hibanna dapat menghilangkan كَيْدُهُۥ kayduhu tipu dayanya مَا mā apa yang يَغِيظُ yaghīẓu menerbitkan marah
Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya 1.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami telah menurunkannya ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat/keterangan بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin yang nyata وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَن man siapa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur`ān yang merupakan ayat-ayat yang nyata dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū (mereka) mu'min وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَادُوا۟ hādū (mereka) Yahudi وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ wal-ṣābiīna dan orang-orang Shabi-in وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan orang-orang Nasrani وَٱلْمَجُوسَ wal-majūsa dan orang-orang Majusi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka) musyrik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَفْصِلُ yafṣilu Dia memisahkan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun menyaksikan
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Ṣhabi’ īn 1 , orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi, dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya, Allah menyaksikan segala sesuatu.
أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu ketahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَسْجُدُ yasjudu bersujud لَهُۥ lahu kepada-Nya مَن man orang/apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَن waman dan orang/apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱلشَّمْسُ wal-shamsu dan matahari وَٱلْقَمَرُ wal-qamaru dan bulan وَٱلنُّجُومُ wal-nujūmu dan bintang-bintang وَٱلْجِبَالُ wal-jibālu dan gunung-gunung وَٱلشَّجَرُ wal-shajaru dan pohon-pohon وَٱلدَّوَآبُّ wal-dawābu dan binatang melata وَكَثِيرٌۭ wakathīrun dan kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ ۖ l-nāsi manusia وَكَثِيرٌ wakathīrun dan kebanyakan حَقَّ ḥaqqa haq/kebenaran/ketetapan yang telah pasti عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْعَذَابُ ۗ l-ʿadhābu azab وَمَن waman dan barang siapa يُهِنِ yuhini menghinakan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari مُّكْرِمٍ ۚ muk'rimin kemuliaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat مَا mā apa يَشَآءُ ۩ yashāu Dia kehendaki
Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
۞ هَـٰذَانِ hādhāni inilah (dua) golongan خَصْمَانِ khaṣmāni keduanya saling bertengkar ٱخْتَصَمُوا۟ ikh'taṣamū mereka bertengkar فِى fī dalam/tentang رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar قُطِّعَتْ quṭṭiʿat dipotongkan/dibuatkan لَهُمْ lahum untuk mereka ثِيَابٌۭ thiyābun pakaian مِّن min dari نَّارٍۢ nārin api neraka يُصَبُّ yuṣabbu disiramkan مِن min dari فَوْقِ fawqi atas رُءُوسِهِمُ ruūsihimu kepala mereka ٱلْحَمِيمُ l-ḥamīmu air mendidih
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar; mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
يُصْهَرُ yuṣ'haru dihancurluluhkan بِهِۦ bihi dengannya (air mendidih) مَا mā apa فِى fī dalam بُطُونِهِمْ buṭūnihim perut mereka وَٱلْجُلُودُ wal-julūdu dan kulit-kulit
Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
وَلَهُم walahum dan untuk mereka مَّقَـٰمِعُ maqāmiʿu cambuk-cambuk مِنْ min dari حَدِيدٍۢ ḥadīdin besi
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
كُلَّمَآ kullamā setiap kali أَرَادُوٓا۟ arādū mereka hendak أَن an (bahwa) يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar مِنْهَا min'hā dari padanya مِنْ min dari/lantaran غَمٍّ ghammin kesengsaraan أُعِيدُوا۟ uʿīdū mereka dikembalikan فِيهَا fīhā kedalamnya وَذُوقُوا۟ wadhūqū dan rasakanlah عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi yang membakar
Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُدْخِلُ yud'khilu akan memasukkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai يُحَلَّوْنَ yuḥallawna mereka diberi perhiasan فِيهَا fīhā didalamnya مِنْ min dari أَسَاوِرَ asāwira gelang-gelang مِن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَلُؤْلُؤًۭا ۖ walu'lu-an dan mutiara وَلِبَاسُهُمْ walibāsuhum dan pakaian mereka فِيهَا fīhā didalamnya حَرِيرٌۭ ḥarīrun sutera
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutra.
وَهُدُوٓا۟ wahudū dan mereka diberi petunjuk/dipimpin إِلَى ilā kepada ٱلطَّيِّبِ l-ṭayibi yang baik مِنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan/ucapan وَهُدُوٓا۟ wahudū dan mereka diberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْحَمِيدِ l-ḥamīdi terpuji
Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمَسْجِدِ wal-masjidi dan Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu telah Kami jadikannya لِلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia سَوَآءً sawāan sama/bersama ٱلْعَـٰكِفُ l-ʿākifu bertekun/menetap فِيهِ fīhi didalamnya وَٱلْبَادِ ۚ wal-bādi dan datang berkunjung وَمَن waman dan barangsiapa يُرِدْ yurid menghendaki/bermaksud فِيهِ fīhi didalamnya بِإِلْحَادٍۭ bi-il'ḥādin melakukan kejahatan بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan/secara zalim نُّذِقْهُ nudhiq'hu Kami rasakan kepadanya مِنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab أَلِيمٍۢ alīmin yang pedih
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.
وَإِذْ wa-idh dan ketika بَوَّأْنَا bawwanā Kami memberi tempat لِإِبْرَٰهِيمَ li-ib'rāhīma kepada Ibrahim مَكَانَ makāna tempat ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah أَن an bahwa لَّا lā janganlah تُشْرِكْ tush'rik kamu mempersekutukan بِى bī dengan Aku شَيْـًۭٔا shayan segala sesuatu وَطَهِّرْ waṭahhir dan sucikanlah بَيْتِىَ baytiya rumah-Ku لِلطَّآئِفِينَ lilṭṭāifīna bagi orang-orang yang tawaf وَٱلْقَآئِمِينَ wal-qāimīna dan orang-orang yang berdiri/beribadat وَٱلرُّكَّعِ wal-rukaʿi dan orang-orang yang ruku' ٱلسُّجُودِ l-sujūdi orang-orang yang sujud
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrāhīm di tempat Baitullah (dengan mengatakan), "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang rukuk dan sujud.
وَأَذِّن wa-adhin dan serulah فِى fī kepada ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْحَجِّ bil-ḥaji untuk mengerjakan haji يَأْتُوكَ yatūka mereka akan datang kepadamu رِجَالًۭا rijālan berjalan kaki وَعَلَىٰ waʿalā dan atas كُلِّ kulli tiap-tiap (mengendarai) ضَامِرٍۢ ḍāmirin onta kurus يَأْتِينَ yatīna mereka datang مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap/segenap فَجٍّ fajjin jalan/penjuru عَمِيقٍۢ ʿamīqin dalam/jauh
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus 1 yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
لِّيَشْهَدُوا۟ liyashhadū supaya mereka menyaksikan مَنَـٰفِعَ manāfiʿa berbagai manfaat لَهُمْ lahum bagi mereka وَيَذْكُرُوا۟ wayadhkurū dan mereka menyebut ٱسْمَ is'ma nama ٱللَّهِ l-lahi Allah فِىٓ fī dalam أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari مَّعْلُومَـٰتٍ maʿlūmātin telah ditentukan عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa (rezeki) رَزَقَهُم razaqahum Dia memberi rezeki kepada mereka مِّنۢ min dari بَهِيمَةِ bahīmati binatang ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ l-anʿāmi ternak فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِنْهَا min'hā dari padanya وَأَطْعِمُوا۟ wa-aṭʿimū dan beri makanlah ٱلْبَآئِسَ l-bāisa orang-orang yang sengsara ٱلْفَقِيرَ l-faqīra orang-orang yang fakir
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan 1 atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak 2. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
ثُمَّ thumma kemudian لْيَقْضُوا۟ l'yaqḍū hendaklah mereka menghilangkan تَفَثَهُمْ tafathahum kotoran mereka وَلْيُوفُوا۟ walyūfū dan hendaklah mereka menyempurnakan نُذُورَهُمْ nudhūrahum nadzar mereka وَلْيَطَّوَّفُوا۟ walyaṭṭawwafū dan hendaklah mereka bertawaf بِٱلْبَيْتِ bil-bayti di rumah ٱلْعَتِيقِ l-ʿatīqi kuno/tua
Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran 1 yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka 2 dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah وَمَن waman dan barangsiapa يُعَظِّمْ yuʿaẓẓim memuliakan/menghormati حُرُمَـٰتِ ḥurumāti larangan/peraturan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَهُوَ fahuwa maka dia/itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّهُۥ lahu baginya عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِۦ ۗ rabbihi Tuhannya وَأُحِلَّتْ wa-uḥillat dan dihalalkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَنْعَـٰمُ l-anʿāmu binatang ternak إِلَّا illā kecuali مَا mā apa yang يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan/diterangkan عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian فَٱجْتَنِبُوا۟ fa-ij'tanibū maka jauhilah ٱلرِّجْسَ l-rij'sa kekotoran/kenajisan مِنَ mina dari ٱلْأَوْثَـٰنِ l-awthāni berhala-berhala وَٱجْتَنِبُوا۟ wa-ij'tanibū dan jauhilah قَوْلَ qawla perkataan ٱلزُّورِ l-zūri dusta
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah 1 maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhan-nya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta,
حُنَفَآءَ ḥunafāa lurus/ikhlas لِلَّهِ lillahi bagi/kepada Allah غَيْرَ ghayra bukan/tidak مُشْرِكِينَ mush'rikīna mempersekutukan بِهِۦ ۚ bihi dengan-Nya/Dia وَمَن waman dan barangsiapa يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah فَكَأَنَّمَا faka-annamā maka seakan-akan خَرَّ kharra dia tersungkur/jatuh مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَتَخْطَفُهُ fatakhṭafuhu maka/lalu menyambarnya ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung أَوْ aw atau تَهْوِى tahwī menerbangkan بِهِ bihi dengannya/kepadanya ٱلرِّيحُ l-rīḥu angin فِى fī dalam مَكَانٍۢ makānin tempat سَحِيقٍۢ saḥīqin jauh
dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah وَمَن waman dan barangsiapa يُعَظِّمْ yuʿaẓẓim memuliakan/menghormati شَعَـٰٓئِرَ shaʿāira syi'ar-syi'ar ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّهَا fa-innahā maka sesungguhnya itu مِن min dari تَقْوَى taqwā ketakwaan ٱلْقُلُوبِ l-qulūbi hati
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah 1, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.
لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu beberapa kemanfaatan إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman telah ditentukan ثُمَّ thumma kemudian مَحِلُّهَآ maḥilluhā tempatnya إِلَى ilā sampai (sekitar) ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah ٱلْعَتِيقِ l-ʿatīqi kuno/tua
Bagi kamu pada binatang-binatang hadyu 1, itu ada beberapa manfaat 2 sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Al-Baytul ‘Atīq (Baitullah).
وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan مَنسَكًۭا mansakan cara peribadatan لِّيَذْكُرُوا۟ liyadhkurū supaya mereka mengingat/menyebut ٱسْمَ is'ma nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa رَزَقَهُم razaqahum Dia rezekikan pada mereka مِّنۢ min dari بَهِيمَةِ bahīmati binatang ٱلْأَنْعَـٰمِ ۗ l-anʿāmi ternak فَإِلَـٰهُكُمْ fa-ilāhukum maka Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun satu/esa فَلَهُۥٓ falahu maka kepada-Nya أَسْلِمُوا۟ ۗ aslimū berserah dirilah kamu وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُخْبِتِينَ l-mukh'bitīna orang-orang yang tunduk/patuh
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhan-mu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱللَّهُ l-lahu Allah وَجِلَتْ wajilat bergetar قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan orang-orang yang sabar عَلَىٰ ʿalā atas مَآ mā apa أَصَابَهُمْ aṣābahum menimpa mereka وَٱلْمُقِيمِى wal-muqīmī dan orang-orang yang mendirikan ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat وَمِمَّا wamimmā dan dari apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami rezekikan pada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan salat, dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.
وَٱلْبُدْنَ wal-bud'na dan onta itu جَعَلْنَـٰهَا jaʿalnāhā telah kami jadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari شَعَـٰٓئِرِ shaʿāiri syi'ar-syi'ar ٱللَّهِ l-lahi Allah لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā padanya خَيْرٌۭ ۖ khayrun kebaikan فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka sebutlah ٱسْمَ is'ma nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya صَوَآفَّ ۖ ṣawāffa berbaris فَإِذَا fa-idhā maka apabila وَجَبَتْ wajabat telah roboh جُنُوبُهَا junūbuhā lambungnya (disembelih) فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya وَأَطْعِمُوا۟ wa-aṭʿimū dan berilah makan ٱلْقَانِعَ l-qāniʿa orang yang rela dengan apa yang ada padanya وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ wal-muʿ'tara dan orang yang meminta كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah سَخَّرْنَـٰهَا sakharnāhā Kami tundukannya لَكُمْ lakum bagi kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah; kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah, Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu; mudah-mudahan kamu bersyukur.
لَن lan tidak akan يَنَالَ yanāla sampai ٱللَّهَ l-laha Allah لُحُومُهَا luḥūmuhā dagingnya وَلَا walā dan tidak دِمَآؤُهَا dimāuhā darahnya وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يَنَالُهُ yanāluhu akan sampai kepada-Nya ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa مِنكُمْ ۚ minkum daripada kamu كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah سَخَّرَهَا sakharahā Dia menundukkannya لَكُمْ lakum bagi kalian لِتُكَبِّرُوا۟ litukabbirū supaya kamu mengagungkan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa هَدَىٰكُمْ ۗ hadākum Dia memberi petunjuk kepadamu وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah, Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُدَٰفِعُ yudāfiʿu Dia membela عَنِ ʿani dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ ۗ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai كُلَّ kulla tiap-tiap خَوَّانٍۢ khawwānin orang yang berkhianat كَفُورٍ kafūrin orang yang ingkar
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.
أُذِنَ udhina telah diizinkan لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يُقَـٰتَلُونَ yuqātalūna (mereka) diperangi بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka ظُلِمُوا۟ ۚ ẓulimū mereka dianiaya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas نَصْرِهِمْ naṣrihim menolong mereka لَقَدِيرٌ laqadīrun sungguh Maha Kuasa
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū (mereka) diusir مِن min dari دِيَـٰرِهِم diyārihim rumah/kampung halaman mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حَقٍّ ḥaqqin kebenaran إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَلَوْلَا walawlā dan sekiranya tidak دَفْعُ dafʿu menolak ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian lain لَّهُدِّمَتْ lahuddimat tentu dirobohkan صَوَٰمِعُ ṣawāmiʿu biara-biara وَبِيَعٌۭ wabiyaʿun dan gereja-gereja وَصَلَوَٰتٌۭ waṣalawātun dan tempat-tempat sholat وَمَسَـٰجِدُ wamasājidu dan masjid-masjid يُذْكَرُ yudh'karu disebut فِيهَا fīhā didalamnya ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah كَثِيرًۭا ۗ kathīran banyak وَلَيَنصُرَنَّ walayanṣuranna dan sungguh akan menolong ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man orang يَنصُرُهُۥٓ ۗ yanṣuruhu ia menolongnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَقَوِىٌّ laqawiyyun sungguh Maha Kuat عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِن in jika مَّكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami meneguhkan mereka فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi أَقَامُوا۟ aqāmū mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَمَرُوا۟ wa-amarū dan mereka menyuruh بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan perbuatan baik وَنَهَوْا۟ wanahaw dan mereka mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ ۗ l-munkari kemungkaran وَلِلَّهِ walillahi dan kepada Allah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْأُمُورِ l-umūri segala urusan
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
وَإِن wa-in dan jika يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٌۭ waʿādun dan 'Ad وَثَمُودُ wathamūdu dan Tsamud
Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nūḥ, ‘Ād, dan Ṡamūd,
وَقَوْمُ waqawmu dan kaum إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَقَوْمُ waqawmu dan kaum لُوطٍۢ lūṭin Luth
dan kaum Ibrāhīm, dan kaum Lūṭ,
وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penduduk مَدْيَنَ ۖ madyana Madyan وَكُذِّبَ wakudhiba dan telah didustakan مُوسَىٰ mūsā Musa فَأَمْلَيْتُ fa-amlaytu maka Aku tangguhkan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir ثُمَّ thumma kemudian أَخَذْتُهُمْ ۖ akhadhtuhum Aku ambil/azab mereka فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah نَكِيرِ nakīri kebencian-Ku
dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu).
فَكَأَيِّن faka-ayyin maka berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin kota/negeri أَهْلَكْنَـٰهَا ahlaknāhā telah Kami binasakan وَهِىَ wahiya dan ia (penduduknya) ظَالِمَةٌۭ ẓālimatun keadaan zalim فَهِىَ fahiya maka ia (rumah-rumah) خَاوِيَةٌ khāwiyatun roboh عَلَىٰ ʿalā atas عُرُوشِهَا ʿurūshihā atap-atapnya وَبِئْرٍۢ wabi'rin dan sumur/telaga مُّعَطَّلَةٍۢ muʿaṭṭalatin sunyi/ditinggalkan وَقَصْرٍۢ waqaṣrin dan istana مَّشِيدٍ mashīdin yang tinggi
Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,
أَفَلَمْ afalam maka apakah tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَتَكُونَ fatakūna maka adalah لَهُمْ lahum bagi mereka (mempunyai) قُلُوبٌۭ qulūbun hati يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka memahami بِهَآ bihā dengannya/dengan itu أَوْ aw atau ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar بِهَا ۖ bihā dengannya/dengan itu فَإِنَّهَا fa-innahā maka sesungguhnya ia لَا lā tidak تَعْمَى taʿmā buta ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru pandangan/mata وَلَـٰكِن walākin akan tetapi تَعْمَى taʿmā buta ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati ٱلَّتِى allatī yang فِى fī di ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dalam dada
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ wayastaʿjilūnaka dan mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab وَلَن walan dan tidak يُخْلِفَ yukh'lifa menyalahi ٱللَّهُ l-lahu Allah وَعْدَهُۥ ۚ waʿdahu janji-Nya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya يَوْمًا yawman sehari عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu كَأَلْفِ ka-alfi seperti seribu سَنَةٍۢ sanatin tahun مِّمَّا mimmā dari apa تَعُدُّونَ taʿuddūna kamu hitung
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhan-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin kota/negeri أَمْلَيْتُ amlaytu Aku tangguhkan لَهَا lahā padanya وَهِىَ wahiya dan ia (penduduknya) ظَالِمَةٌۭ ẓālimatun zalim ثُمَّ thumma kemudian أَخَذْتُهَا akhadhtuhā Aku ambil/azabnya (mereka) وَإِلَىَّ wa-ilayya dan kepada-Ku ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).
قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku لَكُمْ lakum bagi kalian نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu".
فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezeki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia
Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang سَعَوْا۟ saʿaw (mereka) berusaha فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مُعَـٰجِزِينَ muʿājizīna melemahkan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka jahim
Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.
وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu مِن min dari رَّسُولٍۢ rasūlin seorang rasul وَلَا walā dan tidak نَبِىٍّ nabiyyin seorang nabi إِلَّآ illā melainkan إِذَا idhā apabila تَمَنَّىٰٓ tamannā dia berangan-angan/membaca أَلْقَى alqā melemparkan/memasukkan ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فِىٓ fī dalam أُمْنِيَّتِهِۦ um'niyyatihi angan-angan/membaca فَيَنسَخُ fayansakhu maka menghapus/menghilangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā apa yang يُلْقِى yul'qī dimasukkan ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan ثُمَّ thumma kemudian يُحْكِمُ yuḥ'kimu menghukumkan/menguatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ءَايَـٰتِهِۦ ۗ āyātihi ayat-ayat-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
لِّيَجْعَلَ liyajʿala karena Dia hendak menjadikan مَا mā apa yang يُلْقِى yul'qī dimasukkan ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah/cobaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang فِى fī dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit وَٱلْقَاسِيَةِ wal-qāsiyati dan keras قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَفِى lafī benar-benar dalam شِقَاقٍۭ shiqāqin pertentangan بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh
agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat,
وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan supaya mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu pengetahuan أَنَّهُ annahu bahwasanya ia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu فَيُؤْمِنُوا۟ fayu'minū lalu mereka beriman بِهِۦ bihi dengannya فَتُخْبِتَ fatukh'bita maka tunduk لَهُۥ lahu padanya قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهَادِ lahādi sungguh memimpin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū (mereka) إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur`ān itulah yang hak dari Tuhan-mu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
وَلَا walā dan tidak يَزَالُ yazālu senantiasa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى fī dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّنْهُ min'hu daripadanya (Al-Qur'an) حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepada mereka ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu waktu/saat بَغْتَةً baghtatan dengan tiba-tiba أَوْ aw atau يَأْتِيَهُمْ yatiyahum datang kepada mereka عَذَابُ ʿadhābu azab يَوْمٍ yawmin hari عَقِيمٍ ʿaqīmin tidak berubah/kiamat
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur`ān hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba, atau datang kepada mereka azab hari kiamat.
ٱلْمُلْكُ al-mul'ku kerajaan/kekuasaan يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلَّهِ lillahi bagi/pada Allah يَحْكُمُ yaḥkumu Dia memberi keputusan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan/saleh فِى fī dalam جَنَّـٰتِ jannāti surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi kenikmatan
Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah; Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka azab yang menghinakan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) berhijrah فِى fī dalam/di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian قُتِلُوٓا۟ qutilū mereka terbunuh أَوْ aw atau مَاتُوا۟ mātū mereka mati لَيَرْزُقَنَّهُمُ layarzuqannahumu pasti akan memberi rezeki kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah رِزْقًا riz'qan rezeki حَسَنًۭا ۚ ḥasanan baik وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُوَ lahuwa sungguh Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rezeki
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
لَيُدْخِلَنَّهُم layud'khilannahum sungguh Dia akan memasukkan mereka مُّدْخَلًۭا mud'khalan tempat masuk يَرْضَوْنَهُۥ ۗ yarḍawnahu mereka menyukainya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلِيمٌ laʿalīmun sungguh Maha Mengetahui حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun
Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.
۞ ذَٰلِكَ dhālika demikianlah وَمَنْ waman dan barangsiapa عَاقَبَ ʿāqaba membalas بِمِثْلِ bimith'li dengan serupa/seimbang مَا mā apa yang عُوقِبَ ʿūqiba dibalas بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya ثُمَّ thumma kemudian بُغِىَ bughiya dia dianiaya عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya لَيَنصُرَنَّهُ layanṣurannahu sungguh akan menolongnya ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَفُوٌّ laʿafuwwun sungguh Maha Pemaaf غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
Demikianlah dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita, kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُولِجُ yūliju Dia memasukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى fī dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُولِجُ wayūliju dan Dia memasukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى fī dalam ٱلَّيْلِ al-layli malam وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya مَا mā apa يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia هُوَ huwa ia/itu ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu palsu/batil وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar
(Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (Tuhan) Yang Hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu lihat أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah أَنزَلَ anzala Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَتُصْبِحُ fatuṣ'biḥu maka menjadilah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi مُخْضَرَّةً ۗ mukh'ḍarratan menghijau إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَطِيفٌ laṭīfun Maha Halus خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
لَّهُۥ lahu kepunyaan-Nya مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi dalam bumi وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُوَ lahuwa sungguh Dia ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu melihat أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah سَخَّرَ sakhara Dia menundukkan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱلْفُلْكَ wal-ful'ka dan perahu تَجْرِى tajrī berjalan/berlayar فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri lautan بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi dengan perintah-Nya وَيُمْسِكُ wayum'siku dan Dia menahan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit أَن an akan تَقَعَ taqaʿa jatuh عَلَى ʿalā di atas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā melainkan بِإِذْنِهِۦٓ ۗ bi-idh'nihi dengan izin-Nya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِٱلنَّاسِ bil-nāsi dengan/kepada manusia لَرَءُوفٌۭ laraūfun benar-benar Maha Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَحْيَاكُمْ aḥyākum menghidupkan kamu ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِيكُمْ ۗ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لَكَفُورٌۭ lakafūrun sungguh ingkar
Dan Dia-lah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi); sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat.
لِّكُلِّ likulli bagi tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan مَنسَكًا mansakan cara beribadat/syareat هُمْ hum mereka نَاسِكُوهُ ۖ nāsikūhu mensyareatkan/melakukannya فَلَا falā maka janganlah يُنَـٰزِعُنَّكَ yunāziʿunnaka mereka membantah kamu فِى fī dalam ٱلْأَمْرِ ۚ l-amri urusan وَٱدْعُ wa-ud'ʿu dan serulah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَعَلَىٰ laʿalā benar-benar di atas هُدًۭى hudan petunjuk/jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhan-mu. Sesungguhnya, kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.
وَإِن wa-in dan jika جَـٰدَلُوكَ jādalūka mereka membantah kamu فَقُلِ faquli maka katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah, "Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan".
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَحْكُمُ yaḥkumu mengadili بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā dalam/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi didalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan
Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya.
أَلَمْ alam tidaklah تَعْلَمْ taʿlam kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فِى fī di dalam كِتَـٰبٍ ۚ kitābin kitab إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرٌۭ yasīrun mudah
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lawḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.
وَيَعْبُدُونَ wayaʿbudūna dan mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa yang لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil (Allah) menurunkan بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan/keterangan وَمَا wamā dan apa yang لَيْسَ laysa tidak لَهُم lahum bagi mereka بِهِۦ bihi dengannya/terhadapnya عِلْمٌۭ ۗ ʿil'mun pengetahuan وَمَا wamā dan tidak لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim مِن min dari نَّصِيرٍۢ naṣīrin seorang penolong
Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolong pun.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin nyata/terang تَعْرِفُ taʿrifu kamu melihat فِى fī dalam/pada وُجُوهِ wujūhi muka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلْمُنكَرَ ۖ l-munkara keingkaran يَكَادُونَ yakādūna hampir-hampir mereka يَسْطُونَ yasṭūna mereka akan menyerang بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna kepada orang-orang yang يَتْلُونَ yatlūna (mereka) membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِنَا ۗ āyātinā ayat-ayat Kami قُلْ qul katakanlah أَفَأُنَبِّئُكُم afa-unabbi-ukum apakah akan kuterangkan padamu بِشَرٍّۢ bisharrin dengan yang lebih buruk مِّن min dari ذَٰلِكُمُ ۗ dhālikumu yang demikian itu ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka وَعَدَهَا waʿadahā telah mengancamkannya ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۖ kafarū kafir/ingkar وَبِئْسَ wabi'sa dengan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah, "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ضُرِبَ ḍuriba telah dijadikan مَثَلٌۭ mathalun perumpamaan فَٱسْتَمِعُوا۟ fa-is'tamiʿū maka dengarkanlah لَهُۥٓ ۚ lahu padanya (perumpamaan itu) إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah لَن lan mereka tidak يَخْلُقُوا۟ yakhluqū dapat menciptakan ذُبَابًۭا dhubāban seekor lalat وَلَوِ walawi walaupun ٱجْتَمَعُوا۟ ij'tamaʿū mereka berkumpul لَهُۥ ۖ lahu untuknya وَإِن wa-in dan jika يَسْلُبْهُمُ yaslub'humu merampas mereka ٱلذُّبَابُ l-dhubābu lalat itu شَيْـًۭٔا shayan sesuatu لَّا lā tidaklah يَسْتَنقِذُوهُ yastanqidhūhu mereka mempertahankannya/merebutnya مِنْهُ ۚ min'hu dari padanya ضَعُفَ ḍaʿufa lemah ٱلطَّالِبُ l-ṭālibu orang yang mencari/menyembah وَٱلْمَطْلُوبُ wal-maṭlūbu dan orang yang dicari/disembah
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
مَا mā mereka tidak قَدَرُوا۟ qadarū menghargakan ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenar-benar قَدْرِهِۦٓ ۗ qadrihi penghargaan kepada-Nya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَقَوِىٌّ laqawiyyun sungguh Maha Kuat عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَصْطَفِى yaṣṭafī memilih مِنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat رُسُلًۭا rusulan utusan-utusan وَمِنَ wamina dan dari ٱلنَّاسِ ۚ l-nāsi manusia إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
يَعْلَمُ yaʿlamu (Allah) mengetahui مَا mā apa yang بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan/hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُمْ ۗ khalfahum belakang mereka وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan
Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱرْكَعُوا۟ ir'kaʿū ruku'lah kamu وَٱسْجُدُوا۟ wa-us'judū dan sujudlah kamu وَٱعْبُدُوا۟ wa-uʿ'budū dan sembahlah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian وَٱفْعَلُوا۟ wa-if'ʿalū dan berbuatlah ٱلْخَيْرَ l-khayra kebaikan لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ ۩ tuf'liḥūna kamu beruntung
Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhan-mu, dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.
وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah kamu فِى fī di ٱللَّهِ l-lahi (jalan) Allah حَقَّ ḥaqqa sebenar-benar جِهَادِهِۦ ۚ jihādihi jihadnya هُوَ huwa Dia ٱجْتَبَىٰكُمْ ij'tabākum memilih kamu وَمَا wamā dan Dia tidak جَعَلَ jaʿala menjadikan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِى fī dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama مِنْ min dari حَرَجٍۢ ۚ ḥarajin kesempitan مِّلَّةَ millata agama أَبِيكُمْ abīkum bapak kamu إِبْرَٰهِيمَ ۚ ib'rāhīma Ibrahim هُوَ huwa Dia سَمَّىٰكُمُ sammākumu menampakan kamu ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang muslim مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu وَفِى wafī dan dalam هَـٰذَا hādhā ini لِيَكُونَ liyakūna supaya adalah ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul شَهِيدًا shahīdan menjadi saksi عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَتَكُونُوا۟ watakūnū dan adalah kamu شُهَدَآءَ shuhadāa menjadi saksi عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ ۚ l-nāsi manusia فَأَقِيمُوا۟ fa-aqīmū maka dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikanlah ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱعْتَصِمُوا۟ wa-iʿ'taṣimū dan berpegang teguhlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah هُوَ huwa Dia مَوْلَىٰكُمْ ۖ mawlākum pelindung kamu فَنِعْمَ faniʿ'ma maka sebaik-baik ٱلْمَوْلَىٰ l-mawlā pelindung وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik ٱلنَّصِيرُ l-naṣīru penolong
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrāhīm. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu 1 dan (begitu pula) dalam (Al-Qur`ān) ini supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.