المؤمنون
Al-Mu'minun
Orang-orang Mukmin Makkiyah
Memuat audio qari…
قَدْ qad sesungguhnya أَفْلَحَ aflaḥa beruntunglah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka فِى fī dalam صَلَاتِهِمْ ṣalātihim sholat mereka خَـٰشِعُونَ khāshiʿūna orang-orang yang khusyu`
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka عَنِ ʿani dari ٱللَّغْوِ l-laghwi perbuatan tak berguna مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling/menjauhkan diri
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka لِلزَّكَوٰةِ lilzzakati pada zakat فَـٰعِلُونَ fāʿilūna mengerjakan/menunaikan
dan orang-orang yang menunaikan zakat,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka لِفُرُوجِهِمْ lifurūjihim pada kemaluan mereka حَـٰفِظُونَ ḥāfiẓūna mereka memelihara/menjaga
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
إِلَّا illā kecuali عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَزْوَٰجِهِمْ azwājihim isteri-isteri mereka أَوْ aw atau مَا mā apa (budak) مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُهُمْ aymānuhum tangan kanan mereka فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka غَيْرُ ghayru budak/tidak مَلُومِينَ malūmīna tercela
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki 1, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
فَمَنِ famani maka barangsiapa ٱبْتَغَىٰ ib'taghā ia mencari وَرَآءَ warāa belakang (selain) ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْعَادُونَ l-ʿādūna melampaui batas
Barang siapa mencari yang di balik itu 1, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ li-amānātihim pada amanat mereka وَعَهْدِهِمْ waʿahdihim dan janji mereka رَٰعُونَ rāʿūna mereka memelihara
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُمْ hum mereka عَلَىٰ ʿalā atas صَلَوَٰتِهِمْ ṣalawātihim sholat mereka يُحَافِظُونَ yuḥāfiẓūna mereka menjaga/memelihara
dan orang-orang yang memelihara salatnya.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْوَٰرِثُونَ l-wārithūna orang-orang yang mewarisi
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَرِثُونَ yarithūna (mereka) akan mewarisi ٱلْفِرْدَوْسَ l-fir'dawsa surga Firdaus هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
(yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِن min dari سُلَـٰلَةٍۢ sulālatin sari pati مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah
Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah.
ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya نُطْفَةًۭ nuṭ'fatan air mani فِى fī dalam قَرَارٍۢ qarārin tempat مَّكِينٍۢ makīnin kuat/kokoh
Kemudian, Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
ثُمَّ thumma kemudian خَلَقْنَا khalaqnā Kami ciptakan ٱلنُّطْفَةَ l-nuṭ'fata air mani عَلَقَةًۭ ʿalaqatan segumpal darah فَخَلَقْنَا fakhalaqnā lalu Kami ciptakan ٱلْعَلَقَةَ l-ʿalaqata segumpal darah مُضْغَةًۭ muḍ'ghatan segumpal daging فَخَلَقْنَا fakhalaqnā lalu Kami ciptakan ٱلْمُضْغَةَ l-muḍ'ghata segumpal daging عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang فَكَسَوْنَا fakasawnā lalu Kami bungkus ٱلْعِظَـٰمَ l-ʿiẓāma tulang itu لَحْمًۭا laḥman daging ثُمَّ thumma kemudian أَنشَأْنَـٰهُ anshanāhu Kami tumbuhkan/jadikan خَلْقًا khalqan makhluk ءَاخَرَ ۚ ākhara lain فَتَبَارَكَ fatabāraka maka Maha Besar/Suci ٱللَّهُ l-lahu Allah أَحْسَنُ aḥsanu paling baik ٱلْخَـٰلِقِينَ l-khāliqīna pencipta
Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu لَمَيِّتُونَ lamayyitūna pasti mati
Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat تُبْعَثُونَ tub'ʿathūna kamu akan dibangkitkan
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan فَوْقَكُمْ fawqakum di atas kamu سَبْعَ sabʿa tujuh طَرَآئِقَ ṭarāiqa jalan-jalan وَمَا wamā dan tidak sekali-kali كُنَّا kunnā Kami adalah عَنِ ʿani dari/terhadap ٱلْخَلْقِ l-khalqi ciptaan غَـٰفِلِينَ ghāfilīna lalai/lengah
Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۢ māan air بِقَدَرٍۢ biqadarin dengan kadar/menurut ukuran فَأَسْكَنَّـٰهُ fa-askannāhu lalu Kami tempatkan/simpan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami عَلَىٰ ʿalā atas ذَهَابٍۭ dhahābin menghilangkannya بِهِۦ bihi dengannya لَقَـٰدِرُونَ laqādirūna sungguh berkuasa
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
فَأَنشَأْنَا fa-anshanā maka Kami tumbuhkan لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin korma وَأَعْنَـٰبٍۢ wa-aʿnābin dan anggur لَّكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya فَوَٰكِهُ fawākihu buah-buahan كَثِيرَةٌۭ kathīratun yang banyak وَمِنْهَا wamin'hā dan dari padanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu, kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan,
وَشَجَرَةًۭ washajaratan dan pohon تَخْرُجُ takhruju ia keluar مِن min dari طُورِ ṭūri gunung سَيْنَآءَ saynāa Thursina تَنۢبُتُ tanbutu ia tumbuh بِٱلدُّهْنِ bil-duh'ni dengan minyak وَصِبْغٍۢ waṣib'ghin dan bumbu/lauk لِّلْـَٔاكِلِينَ lil'ākilīna bagi orang-orang yang makan
dan pohon kayu keluar dari Ṭūr Saynā`(pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَكُمْ lakum bagi kalian فِى fī pada ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak لَعِبْرَةًۭ ۖ laʿib'ratan sungguh pelajaran نُّسْقِيكُم nus'qīkum Kami memberi minum kamu مِّمَّا mimmā dari apa (air susu) فِى fī dalam بُطُونِهَا buṭūnihā perutnya وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu فِيهَا fīhā didalamnya/padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu beberapa kemanfaatan كَثِيرَةٌۭ kathīratun yang banyak وَمِنْهَا wamin'hā dan dari padanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu; Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu dan sebagian darinya kamu makan,
وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan diatasnya وَعَلَى waʿalā dan di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu تُحْمَلُونَ tuḥ'malūna kamu dibawa/diangkut
dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فَقَالَ faqāla lalu dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin tuhan غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia أَفَلَا afalā apakah maka تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
فَقَالَ faqāla maka berkatalah ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مَا mā tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يُرِيدُ yurīdu dia menghendaki أَن an bahwa يَتَفَضَّلَ yatafaḍḍala dia lebih utama/tinggi عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَوْ walaw dan sekiranya شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَأَنزَلَ la-anzala tentu Dia menurunkan مَلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan Malaikat مَّا mā tidak/belum سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini فِىٓ fī pada ءَابَآئِنَا ābāinā bapak-bapak kami ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
إِنْ in jika هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah رَجُلٌۢ rajulun seorang laki-laki بِهِۦ bihi dengannya جِنَّةٌۭ jinnatun gila فَتَرَبَّصُوا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah بِهِۦ bihi dengannya/terhadapnya حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai حِينٍۢ ḥīnin suatu waktu
la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."
قَالَ qāla (Nuh) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱنصُرْنِى unṣur'nī tolonglah aku بِمَا bimā dengan apa/karena كَذَّبُونِ kadhabūni mereka mendustakan aku
Nūḥ berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku 1 karena mereka mendustakan aku."
فَأَوْحَيْنَآ fa-awḥaynā maka Kami wahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya أَنِ ani agar ٱصْنَعِ iṣ'naʿi buatlah ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu بِأَعْيُنِنَا bi-aʿyuninā dengan pengawasan Kami وَوَحْيِنَا wawaḥyinā dan wahyu/petunjuk Kami فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa telah datang أَمْرُنَا amrunā perintah kami وَفَارَ wafāra dan telah memancar ٱلتَّنُّورُ ۙ l-tanūru tanur فَٱسْلُكْ fa-us'luk maka masukkanlah فِيهَا fīhā didalamnya (perahu ini) مِن min dari كُلٍّۢ kullin tiap-tiap زَوْجَيْنِ zawjayni sepasang/sejodoh ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dari keluargamu إِلَّا illā kecuali مَن man orang سَبَقَ sabaqa lebih dahulu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/ketetapan مِنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka وَلَا walā dan jangan تُخَـٰطِبْنِى tukhāṭib'nī kamu bicarakan dengan Aku فِى fī dalam/tentang ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ۖ ẓalamū (mereka) zalim إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مُّغْرَقُونَ mugh'raqūna mereka ditenggelamkan
Lalu, Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannūr 1 telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱسْتَوَيْتَ is'tawayta kami telah berada أَنتَ anta kamu وَمَن waman dan orang مَّعَكَ maʿaka bersamamu عَلَى ʿalā di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu فَقُلِ faquli maka katakan/ucapkanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang نَجَّىٰنَا najjānā telah menyelamatkan kami مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."
وَقُل waqul dan katakanlah/berdo'alah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku أَنزِلْنِى anzil'nī turunkanlah aku مُنزَلًۭا munzalan tempat turun مُّبَارَكًۭا mubārakan yang diberkati وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمُنزِلِينَ l-munzilīna pemberi tempat turun
Dan berdoalah, "Ya Tuhan-ku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنَّا kunnā Kami adalah لَمُبْتَلِينَ lamub'talīna sungguh menguji/menimpakan azab
Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah) dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nūḥ itu).
ثُمَّ thumma kemudian أَنشَأْنَا anshanā Kami tumbuhkan/ciptakan مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka قَرْنًا qarnan ummat/generasi ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain
Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain 1.
فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami utus فِيهِمْ fīhim kepada mereka رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul مِّنْهُمْ min'hum dari mereka أَنِ ani agar ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِهِ qawmihi kaumnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِلِقَآءِ biliqāi dengan menemui ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati hari akhirat وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ wa-atrafnāhum dan Kami mewahkan mereka فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مَا mā tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā melainkan بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يَأْكُلُ yakulu ia makan مِمَّا mimmā dari apa yang تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan مِنْهُ min'hu dari padanya وَيَشْرَبُ wayashrabu dan ia minum مِمَّا mimmā dari apa yang تَشْرَبُونَ tashrabūna kamu minum
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan dan meminum dari apa yang kamu minum.
وَلَئِنْ wala-in dan jika أَطَعْتُم aṭaʿtum kamu mentaati بَشَرًۭا basharan manusia مِّثْلَكُمْ mith'lakum seperti kamu إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian إِذًۭا idhan jika demikian لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna sungguh orang-orang yang merugi
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian menaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
أَيَعِدُكُمْ ayaʿidukum apakah ia menjanjikan kepadamu أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu إِذَا idhā apabila مِتُّمْ mittum kamu telah mati وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian تُرَابًۭا turāban tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang أَنَّكُم annakum sesungguhnya kamu مُّخْرَجُونَ mukh'rajūna dikeluarkan
Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu) 1?
۞ هَيْهَاتَ hayhāta jauh هَيْهَاتَ hayhāta jauh لِمَا limā terhadap apa تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan
jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,
إِنْ in jika/tidaklah هِىَ hiya ia إِلَّا illā melainkan حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kita ٱلدُّنْيَا l-dun'yā di dunia نَمُوتُ namūtu kita mati وَنَحْيَا wanaḥyā dan kita hidup وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami/kita بِمَبْعُوثِينَ bimabʿūthīna dengan dibangkitkan
kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini; kita mati dan kita hidup 1 dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,
إِنْ in tidaklah هُوَ huwa ia إِلَّا illā melainkan رَجُلٌ rajulun seorang laki-laki ٱفْتَرَىٰ if'tarā ia mengada-adakan عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban kebohongan وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami لَهُۥ lahu kepadanya بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna dengan orang-orang yang beriman
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".
قَالَ qāla (Rasul) berkata/berdo'a رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱنصُرْنِى unṣur'nī tolonglah aku بِمَا bimā dengan apa/karena كَذَّبُونِ kadhabūni mereka mendustakan aku
Rasul itu berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."
قَالَ qāla (Allah) berfirman عَمَّا ʿammā dalam waktu قَلِيلٍۢ qalīlin sedikit لَّيُصْبِحُنَّ layuṣ'biḥunna sungguh mereka akan menjadi نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka mengambil/menimpa mereka ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara yang mengguntur بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan baik فَجَعَلْنَـٰهُمْ fajaʿalnāhum lalu Kami jadikan mereka غُثَآءًۭ ۚ ghuthāan sampah/daun kering فَبُعْدًۭا fabuʿ'dan maka jauh/kebinasaan لِّلْقَوْمِ lil'qawmi bagi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir 1, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
ثُمَّ thumma kemudian أَنشَأْنَا anshanā Kami tumbuhkan/jadikan مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka قُرُونًا qurūnan ummat-ummat/generasi ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain
Kemudian, Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain 1.
مَا mā tidak تَسْبِقُ tasbiqu mendahului مِنْ min dari أُمَّةٍ ummatin suatu ummat أَجَلَهَا ajalahā ajalnya وَمَا wamā dan tidak يَسْتَـْٔخِرُونَ yastakhirūna mereka terlambat
Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
ثُمَّ thumma kemudian أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus رُسُلَنَا rusulanā Rasul-rasul kami تَتْرَا ۖ tatrā berturut-turut كُلَّ kulla setiap مَا mā apa-apa جَآءَ jāa datang أُمَّةًۭ ummatan ummat رَّسُولُهَا rasūluhā Rasulnya كَذَّبُوهُ ۚ kadhabūhu mereka mendustakannya فَأَتْبَعْنَا fa-atbaʿnā maka kami iringkan بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بَعْضًۭا baʿḍan sebagian yang lain وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka أَحَادِيثَ ۚ aḥādītha buah tutur/ceritera فَبُعْدًۭا fabuʿ'dan maka jauh/kebinasaan لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum لَّا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Kemudian, Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain 1. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
ثُمَّ thumma kemudian أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus مُوسَىٰ mūsā Musa وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat kami وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata
Kemudian, Kami utus Musa dan saudaranya Hārūn dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami dan bukti yang nyata 1,
إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka/tetapi mereka takabur وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًا qawman kaum عَالِينَ ʿālīna tinggi/sombong
kepada Firʻawn dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
فَقَالُوٓا۟ faqālū maka mereka berkata أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kita akan beriman لِبَشَرَيْنِ libasharayni kepada kedua manusia/orang مِثْلِنَا mith'linā seperti kita وَقَوْمُهُمَا waqawmuhumā dan/sedang kaum keduanya لَنَا lanā kepada kita عَـٰبِدُونَ ʿābidūna mereka mengabdikan diri
Dan mereka berkata, "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Isrā`īl) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
فَكَذَّبُوهُمَا fakadhabūhumā maka mereka mendustakan keduanya فَكَانُوا۟ fakānū maka adalah mereka مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُهْلَكِينَ l-muh'lakīna orang-orang yang binasa
Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah datangkan/memberikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
Dan sesungguhnya telah Kami berikan Alkitab (Taurat) kepada Musa agar mereka (Bani Isrā`īl) mendapat petunjuk.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ٱبْنَ ib'na anak مَرْيَمَ maryama Maryam وَأُمَّهُۥٓ wa-ummahu dan ibunya ءَايَةًۭ āyatan bukti وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ waāwaynāhumā dan Kami melindungi keduanya إِلَىٰ ilā di رَبْوَةٍۢ rabwatin tempat tinggi yang datar ذَاتِ dhāti mempunyai قَرَارٍۢ qarārin padang rumput وَمَعِينٍۢ wamaʿīnin dan mata air
Dan telah Kami jadikan (ʻIsa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami) dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir 1.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلرُّسُلُ l-rusulu para Rasul كُلُوا۟ kulū makanlah مِنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَٱعْمَلُوا۟ wa-iʿ'malū dan kerjakanlah صَـٰلِحًا ۖ ṣāliḥan kebajikan/saleh إِنِّى innī sesungguhnya Aku بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أُمَّتُكُمْ ummatukum ummat kamu/agama kamu أُمَّةًۭ ummatan ummat/agama وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan yang satu وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni maka bertakwalah kepada-Ku
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu 1, dan Aku adalah Tuhan-mu, maka bertakwalah kepada-Ku.
فَتَقَطَّعُوٓا۟ fataqaṭṭaʿū maka mereka berputus-putus/pecah-pecah أَمْرَهُم amrahum urusan mereka بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka زُبُرًۭا ۖ zuburan pecahan/golongan كُلُّ kullu tiap-tiap حِزْبٍۭ ḥiz'bin golongan بِمَا bimā dengan apa لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka فَرِحُونَ fariḥūna mereka gembira/bangga
Kemudian, mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
فَذَرْهُمْ fadharhum maka biarkanlah mereka فِى fī dalam غَمْرَتِهِمْ ghamratihim kesesatan mereka حَتَّىٰ ḥattā hingga/sampai حِينٍ ḥīnin suatu waktu
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
أَيَحْسَبُونَ ayaḥsabūna apakah mereka mengira أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah نُمِدُّهُم numidduhum Kami memanjangkan/memberikan mereka بِهِۦ bihi dengannya مِن min dari مَّالٍۢ mālin harta وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
نُسَارِعُ nusāriʿu Kami menyegerakan لَهُمْ lahum kepada mereka فِى fī dalam ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebaikan بَل bal bahkan/tetapi لَّا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka sadar
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar 1.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُم hum mereka مِّنْ min dari/karena خَشْيَةِ khashyati takut رَبِّهِم rabbihim Tuhan mereka مُّشْفِقُونَ mush'fiqūna mereka berhati-hati/menjaga diri
Sesungguhnya, orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka لَا lā tidak يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun),
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْتُونَ yu'tūna (mereka) memberikan مَآ mā apa ءَاتَوا۟ ātaw yang mereka berikan وَّقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka وَجِلَةٌ wajilatun takut أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka 1,
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera فِى fī dalam ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti kebaikan وَهُمْ wahum dan mereka لَهَا lahā kepadanya سَـٰبِقُونَ sābiqūna mereka berlomba
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya 1.
وَلَا walā dan tidak نُكَلِّفُ nukallifu Kami membebani نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā melainkan وُسْعَهَا ۖ wus'ʿahā keluasannya/kesanggupannya وَلَدَيْنَا waladaynā dan di sisi Kami كِتَـٰبٌۭ kitābun sebuah kitab يَنطِقُ yanṭiqu ia mengucap/bicara بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya
Kami tiada membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran 1 dan mereka tidak dianiaya.
بَلْ bal bahkan قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka فِى fī dalam غَمْرَةٍۢ ghamratin kesesatan مِّنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini وَلَهُمْ walahum dan bagi أَعْمَـٰلٌۭ aʿmālun perbuatan-perbuatan مِّن min dari دُونِ dūni selain ذَٰلِكَ dhālika itu هُمْ hum mereka لَهَا lahā kepadanya عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna mereka mengerjakan
Akan tetapi, hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk); selain dari itu, mereka tetap mengerjakannya.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَخَذْنَا akhadhnā Kami ambil/timpakan مُتْرَفِيهِم mut'rafīhim hidup mewah diantara mereka بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَجْـَٔرُونَ yajarūna mereka memekik
Hingga apabila Kami timpakan azab 1 kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka dengan serta merta mereka memekik meminta tolong.
لَا lā jangan تَجْـَٔرُوا۟ tajarū kamu memekik ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مِّنَّا minnā dari Kami لَا lā tidak تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu ditolong
Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.
قَدْ qad sesungguhnya كَانَتْ kānat adalah ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَكُنتُمْ fakuntum maka kamu adalah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَـٰبِكُمْ aʿqābikum tumitmu/kebelakang تَنكِصُونَ tankiṣūna kamu surut/berpaling
Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur`ān) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,
مُسْتَكْبِرِينَ mus'takbirīna orang-orang sombong بِهِۦ bihi dengannya سَـٰمِرًۭا sāmiran bercakap-cakap تَهْجُرُونَ tahjurūna kamu ucapkan perkataan keji
dengan menyombongkan diri terhadap Al-Qur`ān itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَدَّبَّرُوا۟ yaddabbarū mereka memperhatikan ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan أَمْ am atau جَآءَهُم jāahum telah datang mereka مَّا mā apa لَمْ lam yang tidak يَأْتِ yati datang ءَابَآءَهُمُ ābāahumu bapak-bapak mereka ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami) atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
أَمْ am atau لَمْ lam tidak يَعْرِفُوا۟ yaʿrifū mereka mengenal رَسُولَهُمْ rasūlahum Rasul mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَهُۥ lahu kepadanya مُنكِرُونَ munkirūna mereka memungkiri
Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka karena itu mereka memungkirinya?
أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata بِهِۦ bihi padanya جِنَّةٌۢ ۚ jinnatun penyakit gila بَلْ bal bahkan جَآءَهُم jāahum dia datang mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi kepada kebenaran كَـٰرِهُونَ kārihūna mereka benci
Atau (apakah patut) mereka berkata, "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya, dia telah membawa kebenaran kepada mereka dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.
وَلَوِ walawi dan sekiranya ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti/menuruti ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka لَفَسَدَتِ lafasadati tentu rusaklah ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi وَمَن waman dan orang/apa-apa فِيهِنَّ ۚ fīhinna didalamnya بَلْ bal bahkan أَتَيْنَـٰهُم ataynāhum Kami telah mendatangkan kepada mereka بِذِكْرِهِمْ bidhik'rihim dengan pengajaran mereka فَهُمْ fahum maka (tetapi) mereka عَن ʿan dari ذِكْرِهِم dhik'rihim pengajaran mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya, Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al-Qur`ān) mereka, tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
أَمْ am atau تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta kepada mereka خَرْجًۭا kharjan ganti rugi/upah فَخَرَاجُ fakharāju maka ganti rugi/upah رَبِّكَ rabbika Tuhanmu خَيْرٌۭ ۖ khayrun lebih baik وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rezeki
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhan-mu 1 adalah lebih baik dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتَدْعُوهُمْ latadʿūhum benar-benar kamu menyeru mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada akhirat عَنِ ʿani dari ٱلصِّرَٰطِ l-ṣirāṭi jalan لَنَـٰكِبُونَ lanākibūna sungguh mereka menyimpang
Dan sesungguhnya, orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).
۞ وَلَوْ walaw dan kalau رَحِمْنَـٰهُمْ raḥim'nāhum Kami belas kasihani mereka وَكَشَفْنَا wakashafnā dan Kami hilangkan مَا mā apa yang بِهِم bihim dengan mereka (mereka alami) مِّن min dari ضُرٍّۢ ḍurrin bahaya لَّلَجُّوا۟ lalajjū tentu mereka terus menerus فِى fī dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka bingung/terombang-ambing
Andaikata mereka Kami belas kasihani dan Kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami 1, benar-benar mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam keterlaluan 2 mereka.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَخَذْنَـٰهُم akhadhnāhum Kami telah menimpakan mereka بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab فَمَا famā maka (tetapi) ٱسْتَكَانُوا۟ is'takānū mereka tidak tunduk لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka وَمَا wamā dan tidak يَتَضَرَّعُونَ yataḍarraʿūna mereka merendahkan diri
Dan sesungguhnya, Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka 1, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila فَتَحْنَا fataḥnā Kami bukakan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بَابًۭا bāban pintu-pintu ذَا dhā mempunyai/yang ada عَذَابٍۢ ʿadhābin azab شَدِيدٍ shadīdin sangat keras إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi didalamnya مُبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang berputus asa
Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَ ansha-a mengadakan/menciptakan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْأَبْصَـٰرَ wal-abṣāra dan penglihatan وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ wal-afidata dan hati قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا mā apa-apa تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur 1.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang ذَرَأَكُمْ dhara-akum mengembangbiakan kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan
Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan وَيُمِيتُ wayumītu dan yang mematikan وَلَهُ walahu baginya ٱخْتِلَـٰفُ ikh'tilāfu perselisihan/pertukaran ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ ۚ wal-nahāri dan siang أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
بَلْ bal bahkan قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan مِثْلَ mith'la seperti مَا mā apa قَالَ qāla berkata ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna orang-orang terdahulu
Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَءِذَا a-idhā apakah apabila مِتْنَا mit'nā kami nanti وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi تُرَابًۭا turāban tanah/debu وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna pasti dibangkitkan
Mereka berkata, "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?
لَقَدْ laqad sesungguhnya وُعِدْنَا wuʿid'nā kami diancam نَحْنُ naḥnu kami وَءَابَآؤُنَا waābāunā dan bapak-bapak kami هَـٰذَا hādhā ini مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum إِنْ in jika/tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru ceritera/dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Sesungguhnya, kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini 1 dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".
قُل qul katakanlah لِّمَنِ limani kepunyaan siapakah ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَمَن waman dan orang/apa-apa فِيهَآ fīhā didalamnya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Katakanlah, "Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan لِلَّهِ ۚ lillahi kepunyaan Allah قُلْ qul katakanlah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat?"
قُلْ qul katakanlah مَن man siapa رَّبُّ rabbu pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) ٱلسَّبْعِ l-sabʿi tujuh وَرَبُّ warabbu dan pemelihara ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Aras' ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar
Katakanlah, "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arasy yang besar?"
سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan لِلَّهِ ۚ lillahi kepunyaan Allah قُلْ qul katakanlah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
قُلْ qul katakanlah مَنۢ man siapakah بِيَدِهِۦ biyadihi ditangan-Nya مَلَكُوتُ malakūtu kekuasaan كُلِّ kulli segala/tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia يُجِيرُ yujīru Dia melindungi وَلَا walā dan tidak يُجَارُ yujāru dilindungi عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
سَيَقُولُونَ sayaqūlūna mereka akan mengatakan لِلَّهِ ۚ lillahi kepunyaan Allah قُلْ qul katakanlah فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُسْحَرُونَ tus'ḥarūna kamu ditipu
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah". Katakanlah, "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
بَلْ bal bahkan أَتَيْنَـٰهُم ataynāhum Kami telah mendatangkan kepada mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh mereka mendustakan
Sebenarnya, Kami telah membawa kebenaran 1 kepada mereka dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
مَا mā tidak ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari وَلَدٍۢ waladin anak وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada مَعَهُۥ maʿahu bersamanya مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ۚ ilāhin Tuhan إِذًۭا idhan jika demikian لَّذَهَبَ ladhahaba tentu pergi/membawa كُلُّ kullu masing-masing إِلَـٰهٍۭ ilāhin tuhan بِمَا bimā dengan apa خَلَقَ khalaqa Dia ciptakan وَلَعَلَا walaʿalā dan mengalahkan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
عَـٰلِمِ ʿālimi yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nampak فَتَعَـٰلَىٰ fataʿālā maka Maha Tinggi Dia عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Yang mengetahui semua yang gaib 1 dan semua yang tampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.
قُل qul katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku إِمَّا immā adapun/jika تُرِيَنِّى turiyannī Engkau memperlihatkan kepadaku مَا mā apa يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam
Katakanlah, "Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
رَبِّ rabbi Ya Tuhanku فَلَا falā maka janganlah تَجْعَلْنِى tajʿalnī Engkau jadikan aku فِى fī dalam/diantara ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an (bahwa) نُّرِيَكَ nuriyaka memperlihatkan kepadamu مَا mā apa نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancamkan kepada mereka لَقَـٰدِرُونَ laqādirūna benar-benar kuasa
Dan sesungguhnya, Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
ٱدْفَعْ id'faʿ tolaklah بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik ٱلسَّيِّئَةَ ۚ l-sayi-ata kejahatan نَحْنُ naḥnu Kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan 1.
وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung بِكَ bika kepada Engkau مِنْ min dari هَمَزَٰتِ hamazāti bisikan ٱلشَّيَـٰطِينِ l-shayāṭīni syaitan
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
وَأَعُوذُ wa-aʿūdhu dan aku berlindung بِكَ bika kepada Engkau رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَن an bahwa يَحْضُرُونِ yaḥḍurūni mereka hadir kepadaku
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhan-ku dari kedatangan mereka kepadaku."
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa datang أَحَدَهُمُ aḥadahumu seseorang dari mereka ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian قَالَ qāla ia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱرْجِعُونِ ir'jiʿūni kembalikan aku
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhan-ku kembalikanlah aku (ke dunia) 1,
لَعَلِّىٓ laʿallī supaya aku أَعْمَلُ aʿmalu aku beramal/berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan/saleh فِيمَا fīmā dalam apa/dalam hal تَرَكْتُ ۚ taraktu aku tinggalkan كَلَّآ ۚ kallā sekali-kali tidak إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia كَلِمَةٌ kalimatun perkataan هُوَ huwa dia قَآئِلُهَا ۖ qāiluhā ucapannya وَمِن wamin dan dari وَرَآئِهِم warāihim belakang mereka (dihadapan) بَرْزَخٌ barzakhun dinding إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan 1.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila نُفِخَ nufikha ditiup فِى fī di/pada ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَلَآ falā maka tidak أَنسَابَ ansāba pertalian nasib بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَلَا walā dan tidak يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka bertanya-tanya
Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu 1 dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
فَمَن faman maka barangsiapa ثَقُلَتْ thaqulat berat مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya 1, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
وَمَنْ waman dan barangsiapa خَفَّتْ khaffat ringan مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri فِى fī dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Dan barang siapa yang ringan timbangannya 1, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri; mereka kekal di dalam neraka Jahanam.
تَلْفَحُ talfaḥu membakar وُجُوهَهُمُ wujūhahumu muka-muka mereka ٱلنَّارُ l-nāru api neraka وَهُمْ wahum dan mereka فِيهَا fīhā didalamnya كَـٰلِحُونَ kāliḥūna bermuka masam/keadaan cacat
Muka mereka dibakar api neraka dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
أَلَمْ alam apakah تَكُنْ takun tidak ada/tidakkah ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَكُنتُم fakuntum maka adalah kamu بِهَا bihā dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan
Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?
قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami غَلَبَتْ ghalabat telah mengalahkan/menguasai عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami شِقْوَتُنَا shiq'watunā kecelakaan/kejahatan kami وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi قَوْمًۭا qawman kaum ضَآلِّينَ ḍāllīna orang-orang yang sesat
Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan adalah kami orang-orang yang sesat.
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami مِنْهَا min'hā dari padanya فَإِنْ fa-in maka jika عُدْنَا ʿud'nā kami kembali فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang zalim
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran); sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱخْسَـُٔوا۟ ikh'saū tinggallah dengan hina فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan janganlah تُكَلِّمُونِ tukallimūni kamu berbicara dengan-Ku
Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya كَانَ kāna adalah فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْ min dari عِبَادِى ʿibādī hamba-hamba-Ku يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَٱرْحَمْنَا wa-ir'ḥamnā dan berilah kami rahmat وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna Pemberi rahmat
Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ fa-ittakhadhtumūhum maka kamu menjadikan mereka سِخْرِيًّا sikh'riyyan buah ejekan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أَنسَوْكُمْ ansawkum melupakan kamu ذِكْرِى dhik'rī mengingat Aku وَكُنتُم wakuntum dan kalian مِّنْهُمْ min'hum dari mereka تَضْحَكُونَ taḍḥakūna kamu mentertawakan
Lalu, kamu menjadikan mereka buah ejekan sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka,
إِنِّى innī sesungguhnya Aku جَزَيْتُهُمُ jazaytuhumu Aku memberi balasan mereka ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini بِمَا bimā dengan apa/karena صَبَرُوٓا۟ ṣabarū mereka sabar أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang menang
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang 1."
قَـٰلَ qāla (Allah) berfirman كَمْ kam berapa لَبِثْتُمْ labith'tum kamu tinggal فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi عَدَدَ ʿadada bilangan سِنِينَ sinīna tahun
Allah bertanya, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَبِثْنَا labith'nā kami tinggal يَوْمًا yawman sehari أَوْ aw atau بَعْضَ baʿḍa sebagian/setengah يَوْمٍۢ yawmin hari فَسْـَٔلِ fasali maka tanyakanlah ٱلْعَآدِّينَ l-ʿādīna orang-orang yang menghitung
Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
قَـٰلَ qāla (Allah) berfirman إِن in tidaklah لَّبِثْتُمْ labith'tum kamu tinggal إِلَّا illā melainkan قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit/sebentar لَّوْ law sekiranya أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi), melainkan sebentar saja kalau kamu sesungguhnya mengetahui" 1.
أَفَحَسِبْتُمْ afaḥasib'tum apakah kamu mengira أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu عَبَثًۭا ʿabathan main-main وَأَنَّكُمْ wa-annakum dan bahwasanya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami لَا lā tidak تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu sebenarnya لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ huwa Dia رَبُّ rabbu Tuhan Pemelihara ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arasy ٱلْكَرِيمِ l-karīmi yang mulia
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) arasy yang mulia.
وَمَن waman dan barangsiapa يَدْعُ yadʿu berseru/menyembah مَعَ maʿa bersama/di samping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara lain لَا lā tidak ada بُرْهَـٰنَ bur'hāna dalil/beralasan لَهُۥ lahu baginya بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah حِسَابُهُۥ ḥisābuhu perhitungannya عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِۦٓ ۚ rabbihi Tuhannya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir
Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
وَقُل waqul dan katakanlah رَّبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir berilah ampunan وَٱرْحَمْ wa-ir'ḥam dan rahmat وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna Pemberi Rahmat
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku berilah ampun dan berilah rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik."