النور
An-Nur
Cahaya Madaniyah
Memuat audio qari…
سُورَةٌ sūratun suatu surat أَنزَلْنَـٰهَا anzalnāhā Kami turunkannya وَفَرَضْنَـٰهَا wafaraḍnāhā dan Kami wajibkannya وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan فِيهَآ fīhā didalamnya ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin nyata/jelas لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/memperhatikan
(Ini adalah) satu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas agar kamu selalu mengingatinya.
ٱلزَّانِيَةُ al-zāniyatu perempuan yang berzina وَٱلزَّانِى wal-zānī dan laki-laki yang berzina فَٱجْلِدُوا۟ fa-ij'lidū maka deralah كُلَّ kulla tiap-tiap وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu/seorang مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya مِا۟ئَةَ mi-ata seratus جَلْدَةٍۢ ۖ jaldatin deraan وَلَا walā dan janganlah تَأْخُذْكُم takhudh'kum mengambil/menjadikan kamu بِهِمَا bihimā kepada keduanya رَأْفَةٌۭ rafatun belas kasihan فِى fī dalam دِينِ dīni agama ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُؤْمِنُونَ tu'minūna kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat وَلْيَشْهَدْ walyashhad dan hendaklah menyaksikan عَذَابَهُمَا ʿadhābahumā siksaan/hukuman keduanya طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun golongan مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
ٱلزَّانِى al-zānī laki-laki yang berzina لَا lā tidak akan يَنكِحُ yankiḥu mengawini إِلَّا illā melainkan زَانِيَةً zāniyatan perempuan yang berzina أَوْ aw atau مُشْرِكَةًۭ mush'rikatan perempuan musyrik وَٱلزَّانِيَةُ wal-zāniyatu dan perempuan yang berzina لَا lā tidak akan يَنكِحُهَآ yankiḥuhā mengawininya إِلَّا illā melainkan زَانٍ zānin laki-laki yang berzina أَوْ aw atau مُشْرِكٌۭ ۚ mush'rikun laki-laki yang musyrik وَحُرِّمَ waḥurrima dan diharamkan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mu'min
Laki-laki yang berzina tidak mengawini, melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikawini, melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin 1.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita yang baik ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam mereka tidak يَأْتُوا۟ yatū datang/membawa بِأَرْبَعَةِ bi-arbaʿati dengan empat (orang) شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi فَٱجْلِدُوهُمْ fa-ij'lidūhum maka deralah mereka ثَمَـٰنِينَ thamānīna delapan puluh جَلْدَةًۭ jaldatan deraan وَلَا walā dan jangan تَقْبَلُوا۟ taqbalū kamu terima لَهُمْ lahum bagi mereka شَهَـٰدَةً shahādatan kesaksian أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik
Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik 1 (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah itu ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka memperbaiki فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
kecuali orang-orang yang bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh أَزْوَٰجَهُمْ azwājahum isteri-isteri mereka وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun ada لَّهُمْ lahum bagi mereka شُهَدَآءُ shuhadāu saksi-saksi إِلَّآ illā kecuali أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka فَشَهَـٰدَةُ fashahādatu maka kesaksian أَحَدِهِمْ aḥadihim seorang dari mereka أَرْبَعُ arbaʿu empat شَهَـٰدَٰتٍۭ shahādātin saksi/sumpah بِٱللَّهِ ۙ bil-lahi dengan Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَمِنَ lamina termasuk dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah; sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.
وَٱلْخَـٰمِسَةُ wal-khāmisatu dan yang kelima أَنَّ anna bahwasanya لَعْنَتَ laʿnata kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِن in jika كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta
Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta 1.
وَيَدْرَؤُا۟ wayadra-u dan mereka menolak/terhindar عَنْهَا ʿanhā dari padanya ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab/hukuman أَن an bahwa تَشْهَدَ tashhada ia memberikan penyaksian أَرْبَعَ arbaʿa empat شَهَـٰدَٰتٍۭ shahādātin saksi/sumpah بِٱللَّهِ ۙ bil-lahi dengan Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang dusta
Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah; sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.
وَٱلْخَـٰمِسَةَ wal-khāmisata dan yang kelima أَنَّ anna bahwasanya غَضَبَ ghaḍaba kemurkaan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya إِن in jika كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya, jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.
وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah تَوَّابٌ tawwābun Maha Penerima taubat حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Tobat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَآءُو jāū (mereka) datang/membawa بِٱلْإِفْكِ bil-if'ki dengan berita bohong عُصْبَةٌۭ ʿuṣ'batun golongan مِّنكُمْ ۚ minkum dari kamu لَا lā jangan تَحْسَبُوهُ taḥsabūhu kamu mengiranya شَرًّۭا sharran buruk لَّكُم ۖ lakum bagi kalian بَلْ bal tetapi هُوَ huwa ia/itu خَيْرٌۭ khayrun baik لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian لِكُلِّ likulli tiap-tiap ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang مِّنْهُم min'hum dari mereka مَّا mā apa ٱكْتَسَبَ ik'tasaba yang ia kerjakan مِنَ mina dari ٱلْإِثْمِ ۚ l-ith'mi dosa وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang/siapa تَوَلَّىٰ tawallā berpaling/mengambil كِبْرَهُۥ kib'rahu terbesarnya مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لَهُۥ lahu baginya عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar 1.
لَّوْلَآ lawlā mengapa tidak إِذْ idh tatkala سَمِعْتُمُوهُ samiʿ'tumūhu kamu mendengarnya ظَنَّ ẓanna menyangka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mu'min وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ wal-mu'minātu dan orang-orang mu'minat بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim terhadap diri mereka خَيْرًۭا khayran baik وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata هَـٰذَآ hādhā ini إِفْكٌۭ if'kun berita bohong مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Mengapa pada waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."
لَّوْلَا lawlā mengapa tidak جَآءُو jāū mereka mendatangkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya بِأَرْبَعَةِ bi-arbaʿati dengan empat شُهَدَآءَ ۚ shuhadāa saksi-saksi itu فَإِذْ fa-idh maka jika لَمْ lam tidak يَأْتُوا۟ yatū mereka mendatangkan بِٱلشُّهَدَآءِ bil-shuhadāi dengan saksi-saksi فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang yang berdusta
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.
وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat لَمَسَّكُمْ lamassakum niscaya menimpa kamu فِى fī di dalam/karena مَآ mā apa أَفَضْتُمْ afaḍtum pembicaraanmu فِيهِ fīhi padanya/tentang itu عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar
Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
إِذْ idh tatkala تَلَقَّوْنَهُۥ talaqqawnahu kamu menerimanya بِأَلْسِنَتِكُمْ bi-alsinatikum dengan lidah/lisan kamu وَتَقُولُونَ wataqūlūna dan kamu katakan بِأَفْوَاهِكُم bi-afwāhikum dengan mulut-mulut kamu مَّا mā apa لَيْسَ laysa yang tidak لَكُم lakum bagi kalian بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan (ketahui) وَتَحْسَبُونَهُۥ wataḥsabūnahu dan kamu mengiranya هَيِّنًۭا hayyinan ringan وَهُوَ wahuwa dan ia/itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
(Ingatlah) pada waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
وَلَوْلَآ walawlā dan mengapa tidak إِذْ idh tatkala سَمِعْتُمُوهُ samiʿ'tumūhu kamu mendengarnya قُلْتُم qul'tum kamu katakan مَّا mā tidak ada يَكُونُ yakūnu patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an untuk نَّتَكَلَّمَ natakallama kami membicarakan بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau هَـٰذَا hādhā ini بُهْتَـٰنٌ buh'tānun dusta عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Dan mengapa kamu tidak berkata pada waktu mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."
يَعِظُكُمُ yaʿiẓukumu menasehati/memperingatkan kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa تَعُودُوا۟ taʿūdū kamu kembali لِمِثْلِهِۦٓ limith'lihi sepertinya/seperti itu أَبَدًا abadan selama-lamanya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman,
وَيُبَيِّنُ wayubayyinu dan menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ ۚ l-āyāti ayat-ayat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحِبُّونَ yuḥibbūna (mereka) menyukai أَن an bahwa تَشِيعَ tashīʿa tersiar ٱلْفَـٰحِشَةُ l-fāḥishatu yang keji فِى fī dalam ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā kamu tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah رَءُوفٌۭ raūfun Maha Penyantun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).
۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan وَمَن waman dan barangsiapa يَتَّبِعْ yattabiʿ mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia يَأْمُرُ yamuru ia menyuruh بِٱلْفَحْشَآءِ bil-faḥshāi dengan perbuatan keji وَٱلْمُنكَرِ ۚ wal-munkari dan mungkar وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya مَا mā tidak زَكَىٰ zakā bersih مِنكُم minkum diantara kamu مِّنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seseorang أَبَدًۭا abadan selama-lamanya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يُزَكِّى yuzakkī membersihkan/mensucikan مَن man siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَلَا walā dan jangan يَأْتَلِ yatali bersumpah أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang ٱلْفَضْلِ l-faḍli yang mempunyai kelebihan مِنكُمْ minkum diantara kami وَٱلسَّعَةِ wal-saʿati dan keluasan/kelapangan أَن an bahwa يُؤْتُوٓا۟ yu'tū mereka memberi أُو۟لِى ulī kaum ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْمَسَـٰكِينَ wal-masākīna dan orang-orang miskin وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang yang berhijrah فِى fī pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَلْيَعْفُوا۟ walyaʿfū dan hendaklah mereka memaafkan وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ walyaṣfaḥū dan hendaklah mereka berlapang dada أَلَا alā apakah tidak تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu menyukai أَن an bahwa يَغْفِرَ yaghfira mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 1,
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita yang bersih ٱلْغَـٰفِلَـٰتِ l-ghāfilāti wanita yang jujur ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti wanita yang beriman لُعِنُوا۟ luʿinū mereka dikutuk فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah 1 lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar,
يَوْمَ yawma pada hari تَشْهَدُ tashhadu jadi saksi عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَلْسِنَتُهُمْ alsinatuhum lidah mereka وَأَيْدِيهِمْ wa-aydīhim dan tangan mereka وَأَرْجُلُهُم wa-arjuluhum dan kaki mereka بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
pada hari (ketika), lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يُوَفِّيهِمُ yuwaffīhimu memberi balasan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah دِينَهُمُ dīnahumu pembalasan mereka ٱلْحَقَّ l-ḥaqa sebenarnya/semestinya وَيَعْلَمُونَ wayaʿlamūna dan mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang benar ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang menjelaskan
Pada hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).
ٱلْخَبِيثَـٰتُ al-khabīthātu wanita-wanita yang keji لِلْخَبِيثِينَ lil'khabīthīna untuk laki-laki yang keji وَٱلْخَبِيثُونَ wal-khabīthūna dan laki-laki yang keji لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ lil'khabīthāti untuk wanita-wanita yang keji وَٱلطَّيِّبَـٰتُ wal-ṭayibātu dan wanita-wanita yang baik لِلطَّيِّبِينَ lilṭṭayyibīna untuk laki-laki yang baik وَٱلطَّيِّبُونَ wal-ṭayibūna dan laki-laki yang baik لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ lilṭṭayyibāti untuk wanita-wanita yang baik أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu مُبَرَّءُونَ mubarraūna orang-orang yang terlepas مِمَّا mimmā dari apa يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka katakan لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezeki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga) 1.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu masuk بُيُوتًا buyūtan rumah-rumah غَيْرَ ghayra selain بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَسْتَأْنِسُوا۟ tastanisū kamu minta izin وَتُسَلِّمُوا۟ watusallimū dan kamu memberi salam عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada أَهْلِهَا ۚ ahlihā penghuninya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.
فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu menemui فِيهَآ fīhā didalamnya أَحَدًۭا aḥadan seseorang فَلَا falā maka jangan تَدْخُلُوهَا tadkhulūhā kamu memasukinya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُؤْذَنَ yu'dhana diizinkan لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika قِيلَ qīla dikatakan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱرْجِعُوا۟ ir'jiʿū kembalilah kamu فَٱرْجِعُوا۟ ۖ fa-ir'jiʿū maka kembalilah kamu هُوَ huwa ia/hal itu أَزْكَىٰ azkā lebih suci/bersih لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembali (saja)lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
لَّيْسَ laysa tidaklah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun berdosa أَن an bahwa تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu memasuki بُيُوتًا buyūtan rumah-rumah غَيْرَ ghayra tidak مَسْكُونَةٍۢ maskūnatin dihuni/didiami فِيهَا fīhā didalamnya مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan/keperluan لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa تُبْدُونَ tub'dūna kamu nyatakan وَمَا wamā dan apa تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan
Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami yang di dalamnya ada keperluanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.
قُل qul katakanlah لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna kepada orang-orang beriman يَغُضُّوا۟ yaghuḍḍū mereka menutup/menahan مِنْ min dari أَبْصَـٰرِهِمْ abṣārihim pandangan mereka وَيَحْفَظُوا۟ wayaḥfaẓū dan mereka menjaga فُرُوجَهُمْ ۚ furūjahum kemaluan mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَزْكَىٰ azkā lebih bersih/suci لَهُمْ ۗ lahum bagi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
وَقُل waqul dan katakanlah لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ lil'mu'mināti kepada wanita-wanita yang beriman يَغْضُضْنَ yaghḍuḍ'na mereka menutup/menahan مِنْ min dari أَبْصَـٰرِهِنَّ abṣārihinna pandangan mereka وَيَحْفَظْنَ wayaḥfaẓna dan mereka menjaga فُرُوجَهُنَّ furūjahunna kemaluan mereka وَلَا walā dan jangan يُبْدِينَ yub'dīna mereka menampakkan زِينَتَهُنَّ zīnatahunna perhiasan mereka إِلَّا illā kecuali مَا mā apa ظَهَرَ ẓahara yang nampak مِنْهَا ۖ min'hā dari padanya وَلْيَضْرِبْنَ walyaḍrib'na dan hendaklah mereka menutupkan بِخُمُرِهِنَّ bikhumurihinna dengan kerudung mereka عَلَىٰ ʿalā atas جُيُوبِهِنَّ ۖ juyūbihinna dada mereka وَلَا walā dan jangan يُبْدِينَ yub'dīna mereka menampakkan زِينَتَهُنَّ zīnatahunna perhiasan mereka إِلَّا illā kecuali لِبُعُولَتِهِنَّ libuʿūlatihinna kepada suami mereka أَوْ aw atau ءَابَآئِهِنَّ ābāihinna ayah-ayah mereka أَوْ aw atau ءَابَآءِ ābāi ayah-ayah بُعُولَتِهِنَّ buʿūlatihinna suami mereka أَوْ aw atau أَبْنَآئِهِنَّ abnāihinna anak-anak mereka أَوْ aw atau أَبْنَآءِ abnāi anak-anak بُعُولَتِهِنَّ buʿūlatihinna suami mereka أَوْ aw atau إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka أَوْ aw atau بَنِىٓ banī anak laki-laki إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka أَوْ aw atau بَنِىٓ banī anak laki-laki أَخَوَٰتِهِنَّ akhawātihinna saudara wanita mereka أَوْ aw atau نِسَآئِهِنَّ nisāihinna wanita-wanita (sesamanya) أَوْ aw atau مَا mā apa مَلَكَتْ malakat yang memiliki أَيْمَـٰنُهُنَّ aymānuhunna budak-budak mereka أَوِ awi atau ٱلتَّـٰبِعِينَ l-tābiʿīna pengikut/pelayan-pelayan mereka غَيْرِ ghayri tidak أُو۟لِى ulī mempunyai ٱلْإِرْبَةِ l-ir'bati keinginan مِنَ mina dari ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki أَوِ awi atau ٱلطِّفْلِ l-ṭif'li anak-anak kecil ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَمْ lam tidak يَظْهَرُوا۟ yaẓharū terang/mengerti عَلَىٰ ʿalā atas عَوْرَٰتِ ʿawrāti aurat ٱلنِّسَآءِ ۖ l-nisāi wanita-wanita وَلَا walā dan jangan يَضْرِبْنَ yaḍrib'na mereka memukulkan بِأَرْجُلِهِنَّ bi-arjulihinna dengan kaki mereka لِيُعْلَمَ liyuʿ'lama agar diketahui مَا mā apa يُخْفِينَ yukh'fīna mereka sembunyikan مِن min dari زِينَتِهِنَّ ۚ zīnatihinna perhiasan mereka وَتُوبُوٓا۟ watūbū dan bertaubatlah إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah جَمِيعًا jamīʿan semuanya أَيُّهَ ayyuha hai ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung
Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
وَأَنكِحُوا۟ wa-ankiḥū dan nikahkanlah ٱلْأَيَـٰمَىٰ l-ayāmā orang-orang yang sendirian مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلصَّـٰلِحِينَ wal-ṣāliḥīna dan orang-orang yang layak مِنْ min dari عِبَادِكُمْ ʿibādikum budak-budak lelakimu وَإِمَآئِكُمْ ۚ wa-imāikum dan budak-budak perempuan إِن in jika يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah فُقَرَآءَ fuqarāa fakir يُغْنِهِمُ yugh'nihimu memberi kekayaan/kemampuan pada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian 1 di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
وَلْيَسْتَعْفِفِ walyastaʿfifi dan hendaklah menjaga kehormatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَجِدُونَ yajidūna dapat/mampu نِكَاحًا nikāḥan nikah/kawin حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُغْنِيَهُمُ yugh'niyahumu memberi kekayaan/kemampuan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَبْتَغُونَ yabtaghūna (mereka) menginginkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba catatan/perjanjian مِمَّا mimmā dari apa مَلَكَتْ malakat kamu miliki أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum budak-budak kamu فَكَاتِبُوهُمْ fakātibūhum maka adakan perjanjian dengan mereka إِنْ in jika عَلِمْتُمْ ʿalim'tum kamu ketahui فِيهِمْ fīhim pada mereka خَيْرًۭا ۖ khayran kebaikan وَءَاتُوهُم waātūhum dan berikanlah mereka مِّن min dari مَّالِ māli harta ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang ءَاتَىٰكُمْ ۚ ātākum diberikan/dikaruniakan padamu وَلَا walā dan jangan تُكْرِهُوا۟ tuk'rihū kamu memaksa فَتَيَـٰتِكُمْ fatayātikum budak-budak perempuan عَلَى ʿalā atas ٱلْبِغَآءِ l-bighāi melakukan pelacuran إِنْ in jika أَرَدْنَ aradna mereka menghendaki تَحَصُّنًۭا taḥaṣṣunan menjaga kesucian لِّتَبْتَغُوا۟ litabtaghū karena kamu mencari عَرَضَ ʿaraḍa keuntungan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَمَن waman dan barangsiapa يُكْرِههُّنَّ yuk'rihhunna ia memaksa mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah إِكْرَٰهِهِنَّ ik'rāhihinna memaksa mereka غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin, hendaklah menjaga kesucian (diri)nya sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka 1, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu 2. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barang siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa ( itu) 3.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu ءَايَـٰتٍۢ āyātin ayat-ayat مُّبَيِّنَـٰتٍۢ mubayyinātin memberikan penerangan وَمَثَلًۭا wamathalan dan contoh-contoh مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw (mereka) terdahulu مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah نُورُ nūru cahaya ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi مَثَلُ mathalu perumpamaan نُورِهِۦ nūrihi cahaya-Nya كَمِشْكَوٰةٍۢ kamish'katin seperti lobang فِيهَا fīhā didalamnya مِصْبَاحٌ ۖ miṣ'bāḥun pelita ٱلْمِصْبَاحُ l-miṣ'bāḥu pelita itu فِى fī di زُجَاجَةٍ ۖ zujājatin dalam kaca ٱلزُّجَاجَةُ l-zujājatu kaca itu كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan كَوْكَبٌۭ kawkabun bintang دُرِّىٌّۭ durriyyun berkilauan يُوقَدُ yūqadu ia dinyalakan مِن min dari شَجَرَةٍۢ shajaratin pohon مُّبَـٰرَكَةٍۢ mubārakatin yang banyak keberkatan زَيْتُونَةٍۢ zaytūnatin pohon zaitun لَّا lā tidak شَرْقِيَّةٍۢ sharqiyyatin di sebelah timur وَلَا walā dan tidak غَرْبِيَّةٍۢ gharbiyyatin di sebelah barat يَكَادُ yakādu hampir-hampir زَيْتُهَا zaytuhā minyaknya يُضِىٓءُ yuḍīu dia menerangi وَلَوْ walaw walaupun لَمْ lam tidak تَمْسَسْهُ tamsashu menyentuhnya نَارٌۭ ۚ nārun api نُّورٌ nūrun cahaya عَلَىٰ ʿalā di atas نُورٍۢ ۗ nūrin cahaya يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah لِنُورِهِۦ linūrihi kepada cahaya-Nya مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَيَضْرِبُ wayaḍribu dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْأَمْثَـٰلَ l-amthāla perumpamaan لِلنَّاسِ ۗ lilnnāsi bagi manusia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus 1 yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) 2 , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
فِى fī di dalam بُيُوتٍ buyūtin rumah-rumah أَذِنَ adhina mengizinkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an untuk تُرْفَعَ tur'faʿa meninggikan menjunjung tinggi وَيُذْكَرَ wayudh'kara dan disebut فِيهَا fīhā didalamnya ٱسْمُهُۥ us'muhu nama-Nya يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya فِيهَا fīhā didalamnya بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi وَٱلْـَٔاصَالِ wal-āṣāli dan petang
Bertasbih 1 kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan waktu petang,
رِجَالٌۭ rijālun orang-orang lelaki لَّا lā tidak تُلْهِيهِمْ tul'hīhim melalaikan mereka تِجَـٰرَةٌۭ tijāratun perniagaan وَلَا walā dan tidak بَيْعٌ bayʿun jual-beli عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِقَامِ wa-iqāmi dan mendirikan ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat وَإِيتَآءِ waītāi dan membayarkan ٱلزَّكَوٰةِ ۙ l-zakati zakat يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut يَوْمًۭا yawman pada hari تَتَقَلَّبُ tataqallabu bolak-balik/goncang فِيهِ fīhi padanya/hari itu ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati وَٱلْأَبْصَـٰرُ wal-abṣāru dan penglihatan
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (pada hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
لِيَجْزِيَهُمُ liyajziyahumu karena hendak memberi balasan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَا mā apa عَمِلُوا۟ ʿamilū yang mereka kerjakan وَيَزِيدَهُم wayazīdahum dan Dia menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَرْزُقُ yarzuqu Dia memberi rezeki مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan
(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka كَسَرَابٍۭ kasarābin seperti fatamorgana بِقِيعَةٍۢ biqīʿatin tanah datar/padang pasir يَحْسَبُهُ yaḥsabuhu mengiranya ٱلظَّمْـَٔانُ l-ẓamānu orang-orang yang dahaga مَآءً māan air حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَهُۥ jāahu ia mendatanginya لَمْ lam ia tidak يَجِدْهُ yajid'hu mendapatkannya شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَوَجَدَ wawajada dan ia mendapatkan ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥ ʿindahu disisinya فَوَفَّىٰهُ fawaffāhu lalu Dia mencukupkan حِسَابَهُۥ ۗ ḥisābahu perhitungannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya 1.
أَوْ aw atau كَظُلُمَـٰتٍۢ kaẓulumātin seperti gelap gulita فِى fī dalam بَحْرٍۢ baḥrin laut لُّجِّىٍّۢ lujjiyyin yang dalam يَغْشَىٰهُ yaghshāhu meliputinya مَوْجٌۭ mawjun ombak مِّن min dari فَوْقِهِۦ fawqihi atasnya مَوْجٌۭ mawjun ombak مِّن min dari فَوْقِهِۦ fawqihi atasnya سَحَابٌۭ ۚ saḥābun awan ظُلُمَـٰتٌۢ ẓulumātun gelap gulita بَعْضُهَا baʿḍuhā sebagiannya فَوْقَ fawqa di atas بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain إِذَآ idhā apabila أَخْرَجَ akhraja dia mengeluarkan يَدَهُۥ yadahu tangannya لَمْ lam tidak يَكَدْ yakad hampir يَرَىٰهَا ۗ yarāhā dia melihatnya وَمَن waman dan barangsiapa لَّمْ lam tidak يَجْعَلِ yajʿali menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُۥ lahu baginya نُورًۭا nūran cahaya فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari نُّورٍ nūrin cahaya
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya مَن man orang/apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱلطَّيْرُ wal-ṭayru dan burung صَـٰٓفَّـٰتٍۢ ۖ ṣāffātin mengembangkan sayap كُلٌّۭ kullun masing-masing قَدْ qad sungguh عَلِمَ ʿalima telah mengetahui صَلَاتَهُۥ ṣalātahu sholatnya/berdo'anya وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ watasbīḥahu dan bertasbihnya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap/apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan
Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah; kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) salat dan tasbihnya 1 dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يُزْجِى yuz'jī mengarak/menghalau سَحَابًۭا saḥāban awan ثُمَّ thumma kemudian يُؤَلِّفُ yu-allifu Dia mengumpulkan بَيْنَهُۥ baynahu diantaranya ثُمَّ thumma kemudian يَجْعَلُهُۥ yajʿaluhu Dia menjadikannya رُكَامًۭا rukāman bertindih-tindih فَتَرَى fatarā maka kamu lihat ٱلْوَدْقَ l-wadqa hujan يَخْرُجُ yakhruju keluar مِنْ min dari خِلَـٰلِهِۦ khilālihi celah-celahnya وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مِن min dari جِبَالٍۢ jibālin gunung فِيهَا fīhā didalamnya مِنۢ min dari بَرَدٍۢ baradin salju/es فَيُصِيبُ fayuṣību lalu Dia timpakan بِهِۦ bihi dengannya مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَصْرِفُهُۥ wayaṣrifuhu dan Dia menghindarkannya عَن ʿan dari مَّن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki يَكَادُ yakādu hampir-hampir سَنَا sanā cahaya بَرْقِهِۦ barqihi berkilatnya (awan) يَذْهَبُ yadhhabu menghilangkan بِٱلْأَبْصَـٰرِ bil-abṣāri dengan penglihatan
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
يُقَلِّبُ yuqallibu membolak-balik/mempergantikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ ۚ wal-nahāra dan siang إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan sungguh pelajaran لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri pemandangan
Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَلَقَ khalaqa menciptakan كُلَّ kulla semua دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang merayap مِّن min dari مَّآءٍۢ ۖ māin air فَمِنْهُم famin'hum maka sebagian mereka مَّن man orang/binatang يَمْشِى yamshī ia berjalan عَلَىٰ ʿalā atas بَطْنِهِۦ baṭnihi perutnya وَمِنْهُم wamin'hum dan sebagian mereka مَّن man orang/binatang يَمْشِى yamshī ia berjalan عَلَىٰ ʿalā atas رِجْلَيْنِ rij'layni dua kakinya وَمِنْهُم wamin'hum dan sebagian mereka مَّن man orang/binatang يَمْشِى yamshī ia berjalan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَرْبَعٍۢ ۚ arbaʿin empat يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā apa يَشَآءُ ۚ yashāu yang Dia kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
لَّقَدْ laqad sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan ءَايَـٰتٍۢ āyātin ayat-ayat مُّبَيِّنَـٰتٍۢ ۚ mubayyinātin nyata/jelas وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَن man orang/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَبِٱلرَّسُولِ wabil-rasūli dan kepada Rasul وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami mentaati ثُمَّ thumma kemudian يَتَوَلَّىٰ yatawallā berpaling فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُم min'hum dari mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian itu وَمَآ wamā dan tidaklah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang yang beriman
Dan mereka berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul dan kami menaati (keduanya)." Kemudian, sebagian dari mereka berpaling sesudah itu; sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila دُعُوٓا۟ duʿū mereka dipanggil إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya لِيَحْكُمَ liyaḥkuma agar dia menghukum بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka إِذَا idhā tiba-tiba فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُم min'hum dari mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling
Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah 1 dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.
وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun adalah لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar يَأْتُوٓا۟ yatū mereka datang إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مُذْعِنِينَ mudh'ʿinīna mereka taat
Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.
أَفِى afī apakah dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌ maraḍun penyakit أَمِ ami ataukah ٱرْتَابُوٓا۟ ir'tābū mereka ragu-ragu أَمْ am ataukah يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut أَن an bahwa يَحِيفَ yaḥīfa berlaku tidak adil/zalim ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan Rasul-Nya بَلْ bal sebenarnya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim
Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah كَانَ kāna adalah قَوْلَ qawla perkataan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman إِذَا idhā tatkala دُعُوٓا۟ duʿū mereka dipanggil إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya لِيَحْكُمَ liyaḥkuma agar dia menghukum بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَن an bahwa يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَأَطَعْنَا ۚ wa-aṭaʿnā dan kami mentaati وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka 1 ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمَن waman dan barangsiapa يُطِعِ yuṭiʿi dia taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan Rasul-Nya وَيَخْشَ wayakhsha dan dia takut ٱللَّهَ l-laha Allah وَيَتَّقْهِ wayattaqhi dan bertakwa kepada-Nya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang mendapat kemenangan
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. 1
۞ وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda sungguh-sungguh أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka لَئِنْ la-in sungguh jika أَمَرْتَهُمْ amartahum kamu menyuruh mereka لَيَخْرُجُنَّ ۖ layakhrujunna pasti mereka keluar/pergi قُل qul katakanlah لَّا lā jangan تُقْسِمُوا۟ ۖ tuq'simū kamu bersumpah طَاعَةٌۭ ṭāʿatun ketaatan مَّعْرُوفَةٌ ۚ maʿrūfatun kebaikan/lebih baik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah, "Janganlah kamu bersumpah, (ketaatan kalian adalah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
قُلْ qul katakanlah أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱلرَّسُولَ ۖ l-rasūla Rasul فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya/hanyalah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Rasul) مَا mā apa حُمِّلَ ḥummila yang dibebankan وَعَلَيْكُم waʿalaykum dan atas kamu مَّا mā apa حُمِّلْتُمْ ۖ ḥummil'tum yang dibebankan atasmu وَإِن wa-in dan jika تُطِيعُوهُ tuṭīʿūhu kamu mentaatinya تَهْتَدُوا۟ ۚ tahtadū kamu mendapat petunjuk وَمَا wamā dan tidaklah عَلَى ʿalā atas ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata/terang
Katakanlah, Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu, melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang."
وَعَدَ waʿada telah berjanji ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنكُمْ minkum diantara kamu وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ layastakhlifannahum sungguh Dia menjadikan mereka berkuasa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi كَمَا kamā sebagaimana ٱسْتَخْلَفَ is'takhlafa berkuasa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka وَلَيُمَكِّنَنَّ walayumakkinanna dan sungguh Dia akan meneguhkan لَهُمْ lahum bagi mereka دِينَهُمُ dīnahumu agama mereka ٱلَّذِى alladhī yang ٱرْتَضَىٰ ir'taḍā Dia rida لَهُمْ lahum untuk mereka وَلَيُبَدِّلَنَّهُم walayubaddilannahum dan sungguh Dia akan mengganti mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah خَوْفِهِمْ khawfihim takut mereka أَمْنًۭا ۚ amnan aman sentosa يَعْبُدُونَنِى yaʿbudūnanī mereka menyembah-Ku لَا lā tidak يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan بِى bī dengan Aku شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu وَمَن waman dan barangsiapa كَفَرَ kafara ia kafir بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikanlah ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat
Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul supaya kamu diberi rahmat.
لَا lā jangan تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مُعْجِزِينَ muʿ'jizīna mereka dapat melemahkan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَمَأْوَىٰهُمُ wamawāhumu dan tempat kembali mereka ٱلنَّارُ ۖ l-nāru api/neraka وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ liyastadhinkumu hendaklah meminta izin kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum tangan kananmu وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَمْ lam (mereka) belum يَبْلُغُوا۟ yablughū sampai ٱلْحُلُمَ l-ḥuluma mimpi مِنكُمْ minkum diantara kamu ثَلَـٰثَ thalātha tiga مَرَّٰتٍۢ ۚ marrātin kali مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum صَلَوٰةِ ṣalati sholat ٱلْفَجْرِ l-fajri fajar/subuh وَحِينَ waḥīna dan ketika تَضَعُونَ taḍaʿūna kamu menanggalkan ثِيَابَكُم thiyābakum pakaian kamu مِّنَ mina dari ٱلظَّهِيرَةِ l-ẓahīrati yang tampak (luar) وَمِنۢ wamin dan dari بَعْدِ baʿdi sesudah صَلَوٰةِ ṣalati sholat ٱلْعِشَآءِ ۚ l-ʿishāi 'Isya' ثَلَـٰثُ thalāthu tiga عَوْرَٰتٍۢ ʿawrātin 'aurat لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian لَيْسَ laysa tidak/bukan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَا walā dan tidak عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka جُنَاحٌۢ junāḥun berdosa بَعْدَهُنَّ ۚ baʿdahunna sesudah mereka طَوَّٰفُونَ ṭawwāfūna mereka melayani عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ ۗ l-āyāti ayat-ayat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu pada tengah hari, dan sesudah salat Isya. (Itulah) tiga aurat bagi kamu 1. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka, selain dari (tiga waktu) itu 2. Mereka melayani kamu; sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah, Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بَلَغَ balagha telah sampai ٱلْأَطْفَـٰلُ l-aṭfālu anak-anak مِنكُمُ minkumu dari kamu ٱلْحُلُمَ l-ḥuluma bermimpi فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ falyastadhinū maka hendaklah mereka meminta izin كَمَا kamā seperti ٱسْتَـْٔذَنَ is'tadhana minta izin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ ۗ āyātihi ayat-ayat-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin 1. Demikianlah, Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
وَٱلْقَوَٰعِدُ wal-qawāʿidu azas-azas/yang tua مِنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan-perempuan ٱلَّـٰتِى allātī yang لَا lā tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka ingin نِكَاحًۭا nikāḥan kawin فَلَيْسَ falaysa maka tidak عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka جُنَاحٌ junāḥun berdosa أَن an bahwa يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka menanggalkan ثِيَابَهُنَّ thiyābahunna pakaian mereka غَيْرَ ghayra tidak مُتَبَرِّجَـٰتٍۭ mutabarrijātin menampakkan بِزِينَةٍۢ ۖ bizīnatin dengan perhiasan وَأَن wa-an dan jika يَسْتَعْفِفْنَ yastaʿfif'na mereka berlaku sopan خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّهُنَّ ۗ lahunna bagi mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian 1 mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.
لَّيْسَ laysa tidak ada عَلَى ʿalā atas ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang buta حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْأَعْرَجِ l-aʿraji orang pincang حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan وَلَا walā dan tidak عَلَى ʿalā atas ٱلْمَرِيضِ l-marīḍi orang sakit حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan وَلَا walā dan tidak عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَن an bahwa تَأْكُلُوا۟ takulū kamu makan مِنۢ min dari/di بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah-rumah kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah ءَابَآئِكُمْ ābāikum bapak-bapak kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أُمَّهَـٰتِكُمْ ummahātikum ibu-ibu kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah إِخْوَٰنِكُمْ ikh'wānikum saudara laki-laki kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أَخَوَٰتِكُمْ akhawātikum saudara perempuan kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أَعْمَـٰمِكُمْ aʿmāmikum saudara bapak kamu laki-laki أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah عَمَّـٰتِكُمْ ʿammātikum saudara bapak kamu perempuan أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah أَخْوَٰلِكُمْ akhwālikum saudara laki-laki ibu kamu أَوْ aw atau بُيُوتِ buyūti rumah-rumah خَـٰلَـٰتِكُمْ khālātikum saudara perempuan ibu kamu أَوْ aw atau مَا mā apa (rumah) مَلَكْتُم malaktum kamu miliki مَّفَاتِحَهُۥٓ mafātiḥahu kunci-kuncinya أَوْ aw atau صَدِيقِكُمْ ۚ ṣadīqikum teman-teman kamu لَيْسَ laysa tidak عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun berdosa/larangan أَن an bahwa تَأْكُلُوا۟ takulū kamu makan جَمِيعًا jamīʿan semua/bersama-sama أَوْ aw atau أَشْتَاتًۭا ۚ ashtātan sendirian فَإِذَا fa-idhā maka apabila دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuk بُيُوتًۭا buyūtan rumah-rumah فَسَلِّمُوا۟ fasallimū maka beri salamlah عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri تَحِيَّةًۭ taḥiyyatan penghormatan مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مُبَـٰرَكَةًۭ mubārakatan diberi berkat طَيِّبَةًۭ ۚ ṭayyibatan suci/baik كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya 1, atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri; salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah, Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu agar kamu memahaminya.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mu'min ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya وَإِذَا wa-idhā dan apabila كَانُوا۟ kānū mereka berada مَعَهُۥ maʿahu bersamanya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَمْرٍۢ amrin suatu perkara/urusan جَامِعٍۢ jāmiʿin berkumpul/pertemuan لَّمْ lam mereka tidak يَذْهَبُوا۟ yadhhabū pergi/meninggalkan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَسْتَـْٔذِنُوهُ ۚ yastadhinūhu mereka minta izin kepadanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَـْٔذِنُونَكَ yastadhinūnaka (mereka) minta izin kepadamu أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan Rasul-Nya فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱسْتَـْٔذَنُوكَ is'tadhanūka mereka minta izin kepadamu لِبَعْضِ libaʿḍi karena sebagian شَأْنِهِمْ shanihim keperluan mereka فَأْذَن fadhan maka izinkanlah لِّمَن liman kepada siapa شِئْتَ shi'ta kamu kehendaki مِنْهُمْ min'hum diantara mereka وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampunan لَهُمُ lahumu untuk mereka ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
لَّا lā janganlah تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan دُعَآءَ duʿāa seruan/panggilan ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu كَدُعَآءِ kaduʿāi seperti seruan/panggilan بَعْضِكُم baʿḍikum sebagian kamu بَعْضًۭا ۚ baʿḍan sebagian yang lain قَدْ qad sesungguhnya يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَسَلَّلُونَ yatasallalūna (mereka) pergi berangsur-angsur مِنكُمْ minkum diantara kamu لِوَاذًۭا ۚ liwādhan berlindung فَلْيَحْذَرِ falyaḥdhari maka hendaklah takut ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُخَالِفُونَ yukhālifūna (mereka) menyalahi عَنْ ʿan dari أَمْرِهِۦٓ amrihi perintah-Nya أَن an akan تُصِيبَهُمْ tuṣībahum menimpa mereka فِتْنَةٌ fit'natun fitnah/cobaan أَوْ aw atau يُصِيبَهُمْ yuṣībahum menimpa mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun pedih
Janganlah kamu jadikan panggilan rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
أَلَآ alā ketahuilah إِنَّ inna sesungguhnya لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan dibumi قَدْ qad sesungguhnya يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَآ mā apa yang أَنتُمْ antum kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَيَوْمَ wayawma dan hari يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa عَمِلُوا۟ ۗ ʿamilū mereka kerjakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu.