Tilawahku
Masuk
۞

الفرقان

Al-Furqan

Pembeda Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

تَبَارَكَ tabāraka Maha Berkah/Suci ٱلَّذِى alladhī (Allah) yang نَزَّلَ nazzala telah menurunkan ٱلْفُرْقَانَ l-fur'qāna Al Furqan عَلَىٰ ʿalā atas عَبْدِهِۦ ʿabdihi hamba-Nya لِيَكُونَ liyakūna agar dia menjadi لِلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi seluruh alam نَذِيرًا nadhīran pemberi peringatan

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqān (Al-Qur`ān) kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam 1,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagi/kepunyaan-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَمْ walam dan tidak يَتَّخِذْ yattakhidh Dia mengambil وَلَدًۭا waladan anak وَلَمْ walam dan tidak يَكُن yakun adalah لَّهُۥ lahu bagiNya شَرِيكٌۭ sharīkun sekutu فِى dalam ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan/kekuasaan وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan كُلَّ kulla segala/tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَقَدَّرَهُۥ faqaddarahu maka Dia menentukannya تَقْدِيرًۭا taqdīran ketentuan/kadar/ukuran

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya 1.

🔊 Sedang diputar

وَٱتَّخَذُوا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain-Nya ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan لَّا tidak يَخْلُقُونَ yakhluqūna mereka menciptakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu apapun وَهُمْ wahum dan mereka يُخْلَقُونَ yukh'laqūna mereka diciptakan وَلَا walā dan tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna kuasa/mampu لِأَنفُسِهِمْ li-anfusihim bagi diri mereka sendiri ضَرًّۭا ḍarran kemudaratan وَلَا walā dan tidak نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan وَلَا walā dan tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka kuasa/tidak mampu مَوْتًۭا mawtan kematian وَلَا walā dan tidak حَيَوٰةًۭ ḥayatan kehidupan وَلَا walā dan tidak نُشُورًۭا nushūran kebangkitan

Kemudian, mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah) yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in ini هَـٰذَآ hādhā tidak lain إِلَّآ illā kecuali/hanyalah إِفْكٌ if'kun kebohongan ٱفْتَرَىٰهُ if'tarāhu (Muhammad) ada-adakannya وَأَعَانَهُۥ wa-aʿānahu dan membantunya/menolongnya عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya قَوْمٌ qawmun kaum ءَاخَرُونَ ۖ ākharūna yang lain فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءُو jāū mereka datang/berbuat ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman وَزُورًۭا wazūran dan dusta

Dan orang-orang kafir berkata, "Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain 1"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng-dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu ٱكْتَتَبَهَا ik'tatabahā dituliskannya فَهِىَ fahiya maka ia تُمْلَىٰ tum'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya بُكْرَةًۭ buk'ratan diwaktu pagi وَأَصِيلًۭا wa-aṣīlan dan petang

Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَنزَلَهُ anzalahu menurunkannya ٱلَّذِى alladhī yang يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱلسِّرَّ l-sira rahasia فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah Dia غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Katakanlah, "Al-Qur`ān itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

🔊 Sedang diputar

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَالِ māli mengapa هَـٰذَا hādhā ini ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul يَأْكُلُ yakulu dia memakan ٱلطَّعَامَ l-ṭaʿāma makanan وَيَمْشِى wayamshī dan berjalan/berkeliaran فِى di/pada ٱلْأَسْوَاقِ ۙ l-aswāqi pasar-pasar لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَلَكٌۭ malakun seorang malaikat فَيَكُونَ fayakūna lalu adalah dia مَعَهُۥ maʿahu bersamanya نَذِيرًا nadhīran pemberi peringatan

Dan mereka berkata, "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?

🔊 Sedang diputar

أَوْ aw atau يُلْقَىٰٓ yul'qā dicampakkan/diberikan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya كَنزٌ kanzun perbendaharaan أَوْ aw atau تَكُونُ takūnu adalah لَهُۥ lahu baginya جَنَّةٌۭ jannatun kebun يَأْكُلُ yakulu dia memakan مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim إِن in tidak lain تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna kamu mengikuti إِلَّا illā hanyalah رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki مَّسْحُورًا masḥūran kena sihir

atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan atau (mengapa tidak) ada kebun baginya yang dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata, "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir."

🔊 Sedang diputar

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka membuat لَكَ laka padamu/tentang kamu ٱلْأَمْثَـٰلَ l-amthāla perumpamaan فَضَلُّوا۟ faḍallū maka sesatlah mereka فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka berkuasa/mampu سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka; mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

🔊 Sedang diputar

تَبَارَكَ tabāraka Maha Berkah/Maha Suci ٱلَّذِىٓ alladhī (Allah) yang إِن in jika شَآءَ shāa Dia menghendaki جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan لَكَ laka bagimu خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّن min dari ذَٰلِكَ dhālika yang demikian جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai وَيَجْعَل wayajʿal dan Dia menjadikan لَّكَ laka untukmu قُصُورًۢا quṣūran istana-istana

Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana 1.

🔊 Sedang diputar

بَلْ bal bahkan/tetapi كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِٱلسَّاعَةِ ۖ bil-sāʿati dengan hari kiamat وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لِمَن liman bagi orang كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan بِٱلسَّاعَةِ bil-sāʿati dengan hari kiamat سَعِيرًا saʿīran neraka yang menyala-nyala

Bahkan, mereka mendustakan hari kiamat. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

🔊 Sedang diputar

إِذَا idhā apabila رَأَتْهُم ra-athum (neraka) melihat mereka مِّن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh سَمِعُوا۟ samiʿū mereka akan mendengar لَهَا lahā padanya تَغَيُّظًۭا taghayyuẓan suara kemarahan وَزَفِيرًۭا wazafīran dan teriakan/suara bernyala-nyala

Apabila neraka itu melihat 1 mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أُلْقُوا۟ ul'qū mereka dilemparkan مِنْهَا min'hā dari padanya/didalamnya مَكَانًۭا makānan tempat ضَيِّقًۭا ḍayyiqan sempit مُّقَرَّنِينَ muqarranīna mereka dibelenggu دَعَوْا۟ daʿaw mereka berseru/mengharapkan هُنَالِكَ hunālika disana ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan 1.

🔊 Sedang diputar

لَّا jangan تَدْعُوا۟ tadʿū kamu mengharapkan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan وَٰحِدًۭا wāḥidan satu/sekali وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan harapkanlah ثُبُورًۭا thubūran kebinasaan كَثِيرًۭا kathīran yang banyak

(Akan dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak". 1

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَذَٰلِكَ adhālika apakah yang demikian itu خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمْ am atau جَنَّةُ jannatu surga ٱلْخُلْدِ l-khul'di kekal ٱلَّتِى allatī yang وُعِدَ wuʿida dijanjikan ٱلْمُتَّقُونَ ۚ l-mutaqūna orang-orang dan bertakwa كَانَتْ kānat adalah لَهُمْ lahum bagi mereka جَزَآءًۭ jazāan balasan وَمَصِيرًۭا wamaṣīran dan tempat kembali

Katakanlah, "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?"

🔊 Sedang diputar

لَّهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā di dalamnya مَا apa yang يَشَآءُونَ yashāūna mereka kehendaki خَـٰلِدِينَ ۚ khālidīna mereka kekal كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّكَ rabbika Tuhanmu وَعْدًۭا waʿdan janji مَّسْـُٔولًۭا masūlan ditanya/dimohonkan

Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhan-mu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).

🔊 Sedang diputar

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum (Allah) mengumpulkan mereka وَمَا wamā dan apa-apa يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَيَقُولُ fayaqūlu maka (Allah) berkata ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَضْلَلْتُمْ aḍlaltum kamu menyesatkan عِبَادِى ʿibādī hamba-hamba-Ku هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu أَمْ am atau هُمْ hum mereka ضَلُّوا۟ ḍallū mereka sesat ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan

Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau مَا tidak كَانَ kāna ada يَنۢبَغِى yanbaghī patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an bahwa نَّتَّخِذَ nattakhidha kami mengambil/menjadikan مِن min dari دُونِكَ dūnika selain Engkau مِنْ min dari أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung وَلَـٰكِن walākin tetapi مَّتَّعْتَهُمْ mattaʿtahum Engkau memberi kenikmatan hidup mereka وَءَابَآءَهُمْ waābāahum dan bapak-bapak mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga نَسُوا۟ nasū mereka lupa ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra peringatan/mengingat وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًۢا qawman kaum بُورًۭا būran binasa

Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain engkau (untuk jadi) pelindung 1, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup sampai mereka lupa mengingati (Engkau) dan mereka adalah kaum yang binasa."

🔊 Sedang diputar

فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبُوكُم kadhabūkum mereka telah mendustakan kamu بِمَا bimā dengan/tentang apa تَقُولُونَ taqūlūna mereka katakan فَمَا famā maka tidak تَسْتَطِيعُونَ tastaṭīʿūna kamu kuasa/mampu/dapat صَرْفًۭا ṣarfan menolak وَلَا walā dan tidak نَصْرًۭا ۚ naṣran menolong وَمَن waman dan barangsiapa يَظْلِم yaẓlim ia berbuat zalim مِّنكُمْ minkum diantara kamu نُذِقْهُ nudhiq'hu Kami rasakan kepadanya عَذَابًۭا ʿadhāban azab كَبِيرًۭا kabīran yang besar

maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu) dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan Kami أَرْسَلْنَا arsalnā tidak mengutus قَبْلَكَ qablaka sebelummu مِنَ mina dari ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna Rasul-rasul إِلَّآ illā kecuali إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَيَأْكُلُونَ layakulūna sungguh mereka memakan ٱلطَّعَامَ l-ṭaʿāma makanan وَيَمْشُونَ wayamshūna dan mereka berjalan فِى di ٱلْأَسْوَاقِ ۗ l-aswāqi pasar-pasar وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu لِبَعْضٍۢ libaʿḍin bagi sebagian yang lain فِتْنَةً fit'natan fitnah/cobaan أَتَصْبِرُونَ ۗ ataṣbirūna apakah/maukah kamu bersabar وَكَانَ wakāna dan adalah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhan-mu maha Melihat.

🔊 Sedang diputar

۞ وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا (mereka) tidak يَرْجُونَ yarjūna mengharapkan لِقَآءَنَا liqāanā pertemuan dengan Kami لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas/kepada kita ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat أَوْ aw atau نَرَىٰ narā kita melihat رَبَّنَا ۗ rabbanā Tuhan kita لَقَدِ laqadi sesungguhnya ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū mereka sombong فِىٓ dalam أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka وَعَتَوْ waʿataw dan mereka melampaui batas عُتُوًّۭا ʿutuwwan kelewat batas كَبِيرًۭا kabīran besar

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya, mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman.

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma pada hari يَرَوْنَ yarawna mereka melihat ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat لَا tidak ada بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْمُجْرِمِينَ lil'muj'rimīna bagi orang-orang yang berdosa وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata حِجْرًۭا ḥij'ran larangan/halangan مَّحْجُورًۭا maḥjūran terhalang

Pada hari mereka melihat malaikat 1 pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Ḥijrān maḥjūrā 2.

🔊 Sedang diputar

وَقَدِمْنَآ waqadim'nā dan Kami hadapi إِلَىٰ ilā kepada مَا apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan/amalkan مِنْ min dari عَمَلٍۢ ʿamalin amal-amal فَجَعَلْنَـٰهُ fajaʿalnāhu lalu Kami jadikannya هَبَآءًۭ habāan debu مَّنثُورًا manthūran beterbangan

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan 1, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.

🔊 Sedang diputar

أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مُّسْتَقَرًّۭا mus'taqarran tempat menetap/tinggal وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan lebih baik/indah مَقِيلًۭا maqīlan tempat istirahat

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

🔊 Sedang diputar

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu تَشَقَّقُ tashaqqaqu pecah belah ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit بِٱلْغَمَـٰمِ bil-ghamāmi dengan awan/kabut وَنُزِّلَ wanuzzila dan diturunkan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat تَنزِيلًا tanzīlan sebenar-benar turun

Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.

🔊 Sedang diputar

ٱلْمُلْكُ al-mul'ku kerajaan يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak/benar لِلرَّحْمَـٰنِ ۚ lilrraḥmāni kepunyaan Yang Maha Pengasih وَكَانَ wakāna dan adalah يَوْمًا yawman hari عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir عَسِيرًۭا ʿasīran kesulitan/kesukaran

Kerajaan yang hak 1 pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.

🔊 Sedang diputar

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَعَضُّ yaʿaḍḍu menggigit ٱلظَّالِمُ l-ẓālimu orang yang zalim عَلَىٰ ʿalā atas يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya يَقُولُ yaqūlu ia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī kiranya dulu ٱتَّخَذْتُ ittakhadhtu aku mengambil مَعَ maʿa bersama ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya 1 seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul."

🔊 Sedang diputar

يَـٰوَيْلَتَىٰ yāwaylatā aduh celakalah aku لَيْتَنِى laytanī kiranya aku لَمْ lam aku tidak أَتَّخِذْ attakhidh mengambil/menjadikan فُلَانًا fulānan si fulan خَلِيلًۭا khalīlan teman akrab

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan 1 itu teman akrab(ku).

🔊 Sedang diputar

لَّقَدْ laqad sesungguhnya أَضَلَّنِى aḍallanī ia telah menyesatkan aku عَنِ ʿani dari ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri peringatan بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika جَآءَنِى ۗ jāanī dia datang kepadaku وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia خَذُولًۭا khadhūlan tidak menolong/penyesat

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`ān ketika Al-Qur`ān itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul يَـٰرَبِّ yārabbi Ya tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya قَوْمِى qawmī kaumku ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an مَهْجُورًۭا mahjūran menjauhi/tidak dipedulikan

Berkatalah rasul, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur`ān itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

🔊 Sedang diputar

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan seperti demikianlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap نَبِىٍّ nabiyyin Nabi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh مِّنَ mina dari ٱلْمُجْرِمِينَ ۗ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu هَادِيًۭا hādiyan petunjuk/pemimpin وَنَصِيرًۭا wanaṣīran dan penolong

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhan-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَ nuzzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al-Qur'an جُمْلَةًۭ jum'latan jumlah وَٰحِدَةًۭ ۚ wāḥidatan satu/sekaligus كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah لِنُثَبِّتَ linuthabbita karena Kami hendak meneguhkan بِهِۦ bihi dengannya فُؤَادَكَ ۖ fuādaka hatimu وَرَتَّلْنَـٰهُ warattalnāhu dan Kami membacakannya تَرْتِيلًۭا tartīlan bacaan yang baik

Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Al-Qur`ān itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah 1 supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan mereka يَأْتُونَكَ yatūnaka tidak datang kepadamu بِمَثَلٍ bimathalin dengan suatu perumpamaan إِلَّا illā melainkan جِئْنَـٰكَ ji'nāka Kami datang kepadamu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَأَحْسَنَ wa-aḥsana dan sebaik-baik تَفْسِيرًا tafsīran penjelasan

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya 1.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna (mereka) dikumpulkan عَلَىٰ ʿalā atas وُجُوهِهِمْ wujūhihim muka-muka mereka إِلَىٰ ilā ke جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu شَرٌّۭ sharrun paling jelek مَّكَانًۭا makānan tempat وَأَضَلُّ wa-aḍallu dan paling sesat سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahanam dengan diseret atas muka-muka mereka; mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan مَعَهُۥٓ maʿahu bersama/dia أَخَاهُ akhāhu saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun وَزِيرًۭا wazīran pembantu

Dan sesungguhnya, kami telah memberikan Alkitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Hārūn saudaranya menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

🔊 Sedang diputar

فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman ٱذْهَبَآ idh'habā pergilah kamu berdua إِلَى ilā kepada ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) dustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَدَمَّرْنَـٰهُمْ fadammarnāhum lalu Kami binasakan mereka تَدْمِيرًۭا tadmīran sebenar-benar binasa

Kemudian, Kami berfirman kepada keduanya, "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya.

🔊 Sedang diputar

وَقَوْمَ waqawma dan kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh لَّمَّا lammā tatkala كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan ٱلرُّسُلَ l-rusula rasul-rasul أَغْرَقْنَـٰهُمْ aghraqnāhum Kami tenggelamkan mereka وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia ءَايَةًۭ ۖ āyatan ayat/pelajaran وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami telah menyediakan لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih

Dan (telah Kami binasakan) kaum Nūḥ, tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

🔊 Sedang diputar

وَعَادًۭا waʿādan dan kaum 'Ad وَثَمُودَا۟ wathamūdā dan Tsamud وَأَصْحَـٰبَ wa-aṣḥāba dan penduduk ٱلرَّسِّ l-rasi Rass وَقُرُونًۢا waqurūnan dan kurun-kurun بَيْنَ bayna diantara ذَٰلِكَ dhālika demikian (kaum-kaum) كَثِيرًۭا kathīran banyak

dan (Kami binasakan) kaum ‘Ād dan Ṡamūd dan penduduk ar Ras 1 dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.

🔊 Sedang diputar

وَكُلًّۭا wakullan dan masing-masing ضَرَبْنَا ḍarabnā Kami telah menjadikan لَهُ lahu baginya ٱلْأَمْثَـٰلَ ۖ l-amthāla tamsil وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah تَبَّرْنَا tabbarnā Kami telah membinasakan تَتْبِيرًۭا tatbīran sebenar-benar binasa

Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَتَوْا۟ ataw mereka telah melalui عَلَى ʿalā atas ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati suatu negeri ٱلَّتِىٓ allatī yang أُمْطِرَتْ um'ṭirat dihujani مَطَرَ maṭara hujan ٱلسَّوْءِ ۚ l-sawi sangat buruk أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَكُونُوا۟ yakūnū adalah يَرَوْنَهَا ۚ yarawnahā mereka melihatnya بَلْ bal bahkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan نُشُورًۭا nushūran kebangkitan

Dan sesungguhnya, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka, apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu, bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْكَ ra-awka mereka melihat kamu إِن in tidaklah يَتَّخِذُونَكَ yattakhidhūnaka mereka menjadikan kami إِلَّا illā melainkan هُزُوًا huzuwan ejekan أَهَـٰذَا ahādhā inikah ٱلَّذِى alladhī yang بَعَثَ baʿatha mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah رَسُولًا rasūlan Rasul

Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?

🔊 Sedang diputar

إِن in sesungguhnya كَادَ kāda hampir لَيُضِلُّنَا layuḍillunā sungguh ia menyesatkan kita عَنْ ʿan dari ءَالِهَتِنَا ālihatinā tuhan/sesembahan kita لَوْلَآ lawlā seandainya tidak أَن an bahwa صَبَرْنَا ṣabarnā kita bersabar عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya/kepadanya وَسَوْفَ wasawfa dan kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka akan mengetahui حِينَ ḥīna ketika يَرَوْنَ yarawna mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab مَنْ man siapa أَضَلُّ aḍallu lebih sesat سَبِيلًا sabīlan jalan

Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya" dan mereka kelak akan mengetahui pada saat mereka melihat azab; siapa yang paling sesat jalannya.

🔊 Sedang diputar

أَرَءَيْتَ ara-ayta tidakkah kamu perhatikan مَنِ mani orang ٱتَّخَذَ ittakhadha mengambil/menjadikan إِلَـٰهَهُۥ ilāhahu Tuhannya هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya أَفَأَنتَ afa-anta apakah maka kamu تَكُونُ takūnu kamu adalah/menjadi عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَكِيلًا wakīlan penjaga/pemelihara

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau تَحْسَبُ taḥsabu kamu mengira أَنَّ anna bahwa أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar أَوْ aw atau يَعْقِلُونَ ۚ yaʿqilūna mereka berakal/memahami إِنْ in tidak lain هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali كَٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ kal-anʿāmi seperti binatang ternak بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka أَضَلُّ aḍallu lebih sesat سَبِيلًا sabīlan jalan

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu كَيْفَ kayfa bagaimana مَدَّ madda Dia memanjangkan ٱلظِّلَّ l-ẓila bayang-bayang وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa Dia menghendaki لَجَعَلَهُۥ lajaʿalahu niscaya dia menjadikannya سَاكِنًۭا sākinan tetap diam ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya دَلِيلًۭا dalīlan bukti/petunjuk

Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhan-mu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian قَبَضْنَـٰهُ qabaḍnāhu Kami menggenggam/menariknya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami قَبْضًۭا qabḍan genggaman/tarikan يَسِيرًۭا yasīran mudah/perlahan

kemudian, Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami 1 dengan tarikan yang perlahan-lahan.

🔊 Sedang diputar

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala telah menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam لِبَاسًۭا libāsan pakaian وَٱلنَّوْمَ wal-nawma dan tidur سُبَاتًۭا subātan istirahat وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang نُشُورًۭا nushūran bangkit/bangun

Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

🔊 Sedang diputar

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengirimkan/meniupkan ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin بُشْرًۢا bush'ran kabar gembira بَيْنَ bayna antara يَدَىْ yaday hadapan رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air طَهُورًۭا ṭahūran bersih/suci

Dia-lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan) dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,

🔊 Sedang diputar

لِّنُحْـِۧىَ linuḥ'yiya untuk Kami hidupkan بِهِۦ bihi dengannya (air itu) بَلْدَةًۭ baldatan negeri (tanah) مَّيْتًۭا maytan yang mati وَنُسْقِيَهُۥ wanus'qiyahu dan Kami beri minum dengannya مِمَّا mimmā dari apa خَلَقْنَآ khalaqnā Kami telah ciptakan أَنْعَـٰمًۭا anʿāman binatang ternak وَأَنَاسِىَّ wa-anāsiyya dan manusia كَثِيرًۭا kathīran banyak

agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami; binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَرَّفْنَـٰهُ ṣarrafnāhu Kami telah mempergilirkannya بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka لِيَذَّكَّرُوا۟ liyadhakkarū agar mereka mengambil pelajaran فَأَبَىٰٓ fa-abā maka/tetapi enggan أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia إِلَّا illā kecuali كُفُورًۭا kufūran ingkar

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau, kecuali mengingkari (nikmat).

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan jika شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَبَعَثْنَا labaʿathnā niscaya Kami utus فِى pada كُلِّ kulli tiap-tiap قَرْيَةٍۢ qaryatin negeri نَّذِيرًۭا nadhīran seorang pemberi peringatan

Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).

🔊 Sedang diputar

فَلَا falā maka janganlah تُطِعِ tuṭiʿi kamu patuh ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَجَـٰهِدْهُم wajāhid'hum dan berjihadlah terhadap mereka بِهِۦ bihi dengannya جِهَادًۭا jihādan jihad كَبِيرًۭا kabīran yang besar

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur`ān dengan jihad yang besar.

🔊 Sedang diputar

۞ وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang مَرَجَ maraja membiarkan ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua laut هَـٰذَا hādhā ini عَذْبٌۭ ʿadhbun tawar فُرَاتٌۭ furātun segar وَهَـٰذَا wahādhā dan ini مِلْحٌ mil'ḥun asin أُجَاجٌۭ ujājun pahit وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan بَيْنَهُمَا baynahumā antara keduanya بَرْزَخًۭا barzakhan dinding وَحِجْرًۭا waḥij'ran dan batas مَّحْجُورًۭا maḥjūran membatasi/menghalangi

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

🔊 Sedang diputar

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ l-māi air بَشَرًۭا basharan manusia فَجَعَلَهُۥ fajaʿalahu lalu Dia jadikannya نَسَبًۭا nasaban keturunan وَصِهْرًۭا ۗ waṣih'ran dan hubungan perkawinan وَكَانَ wakāna dan adalah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan muṣāharah 1 dan adalah Tuhan-mu Maha Kuasa.

🔊 Sedang diputar

وَيَعْبُدُونَ wayaʿbudūna dan mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa yang لَا tidak يَنفَعُهُمْ yanfaʿuhum memberi manfaat kepada mereka وَلَا walā dan tidak يَضُرُّهُمْ ۗ yaḍurruhum memberi mudarat kepada mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱلْكَافِرُ l-kāfiru orang kafir عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya ظَهِيرًۭا ẓahīran bantuan/pembantu

Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudarat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhan-nya.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā melainkan مُبَشِّرًۭا mubashiran pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan

Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah مَآ tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ajrin upah إِلَّا illā melainkan مَن man orang شَآءَ shāa menghendaki أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha ia mengambil إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan-nya.

🔊 Sedang diputar

وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْحَىِّ l-ḥayi Yang Hidup ٱلَّذِى alladhī yang لَا tidak يَمُوتُ yamūtu mati وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbih بِحَمْدِهِۦ ۚ biḥamdihi dengan memuji-Nya وَكَفَىٰ wakafā dan cukup-lah بِهِۦ bihi dengan-Nya/Dia بِذُنُوبِ bidhunūbi dengan/terhadap dosa-dosa عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya خَبِيرًا khabīran Maha Mengetahui

Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِى alladhī Yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya فِى dalam سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā di atas ٱلْعَرْشِ ۚ l-ʿarshi Arsy' ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih فَسْـَٔلْ fasal maka tanyakanlah بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari, kemudian dia bersemayam di atas arasy 1, (Dia-lah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah tentang Allah kepada yang lebih mengetahui (Muhammad).

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni kepada Yang Maha Pengasih قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَمَا wamā dan siapakah ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih itu أَنَسْجُدُ anasjudu apakah kami bersujud لِمَا limā kepada apa تَأْمُرُنَا tamurunā kamu perintahkan kami وَزَادَهُمْ wazādahum dan menambah mereka نُفُورًۭا ۩ nufūran lari jauh

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab, "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?" dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

🔊 Sedang diputar

تَبَارَكَ tabāraka Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala telah menjadikan فِى di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بُرُوجًۭا burūjan gugusan bintang وَجَعَلَ wajaʿala Dan dia menjadikan فِيهَا fīhā padanya سِرَٰجًۭا sirājan pelita (matahari) وَقَمَرًۭا waqamaran dan bulan مُّنِيرًۭا munīran bercahaya

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

🔊 Sedang diputar

وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang خِلْفَةًۭ khil'fatan berlainan/silih berganti لِّمَنْ liman bagi orang أَرَادَ arāda hendak/ingin أَن an bahwa يَذَّكَّرَ yadhakkara ia mengambil pelajaran أَوْ aw atau أَرَادَ arāda ia hendak شُكُورًۭا shukūran bersyukur

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

🔊 Sedang diputar

وَعِبَادُ waʿibādu dan hamba-hamba ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَمْشُونَ yamshūna (mereka) berjalan عَلَى ʿalā di atas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi هَوْنًۭا hawnan rendah hati وَإِذَا wa-idhā dan apabila خَاطَبَهُمُ khāṭabahumu mengajak omong-omong mereka ٱلْجَـٰهِلُونَ l-jāhilūna orang-orang jahil/bodoh قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَلَـٰمًۭا salāman keselamatan

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَبِيتُونَ yabītūna (mereka) bermalam لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَقِيَـٰمًۭا waqiyāman dan berdiri

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka 1.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱصْرِفْ iṣ'rif palingkanlah/jauhkanlah عَنَّا ʿannā dari kami عَذَابَ ʿadhāba azab جَهَنَّمَ ۖ jahannama Jahannam إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابَهَا ʿadhābahā azabnya كَانَ kāna adalah غَرَامًا gharāman kebinasaan yang kekal

Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami; sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".

🔊 Sedang diputar

إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia سَآءَتْ sāat sejelek-jelek مُسْتَقَرًّۭا mus'taqarran tempat menetap وَمُقَامًۭا wamuqāman dan tempat kediaman

Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَآ idhā tatkala أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka membelanjakan لَمْ lam mereka tidak يُسْرِفُوا۟ yus'rifū berlebih-lebihan وَلَمْ walam dan tidak يَقْتُرُوا۟ yaqturū mereka kikir وَكَانَ wakāna dan adalah بَيْنَ bayna antara ذَٰلِكَ dhālika demikian قَوَامًۭا qawāman berdiri

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا (mereka) tidak يَدْعُونَ yadʿūna menyembah مَعَ maʿa beserta ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan ءَاخَرَ ākhara lain وَلَا walā dan tidak يَقْتُلُونَ yaqtulūna mereka membunuh ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa/seseorang ٱلَّتِى allatī yang حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan baik وَلَا walā dan tidak يَزْنُونَ ۚ yaznūna mereka berzina وَمَن waman dan barangsiapa يَفْعَلْ yafʿal berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian يَلْقَ yalqa dia mendapat أَثَامًۭا athāman dosa

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),

🔊 Sedang diputar

يُضَـٰعَفْ yuḍāʿaf akan dilipatgandakan لَهُ lahu untuknya ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَيَخْلُدْ wayakhlud dan dia kekal فِيهِۦ fīhi didalamnya/dalam azab مُهَانًا muhānan terhina

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina,

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali مَن man orang تَابَ tāba bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan beriman وَعَمِلَ waʿamila dan mengerjakan عَمَلًۭا ʿamalan pekerjaan/amal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يُبَدِّلُ yubaddilu akan mengganti ٱللَّهُ l-lahu Allah سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kejahatan-kejahatan mereka حَسَنَـٰتٍۢ ۗ ḥasanātin kebaikan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barangsiapa تَابَ tāba bertaubat وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia يَتُوبُ yatūbu dia bertaubat إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَتَابًۭا matāban sebenar-benar taubat

Dan orang-orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا (mereka) tidak يَشْهَدُونَ yashhadūna memberikan kesaksian ٱلزُّورَ l-zūra palsu وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَرُّوا۟ marrū mereka melalui بِٱللَّغْوِ bil-laghwi dengan perkara sia-sia مَرُّوا۟ marrū mereka melalui كِرَامًۭا kirāman kemuliaan/kehormatan

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَا idhā apabila ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diberi peringatan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَمْ lam tidak يَخِرُّوا۟ yakhirrū mereka tunduk عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya/kepadanya صُمًّۭا ṣumman orang-orang tuli وَعُمْيَانًۭا waʿum'yānan dan orang-orang buta

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَبْ hab anugerahkan لَنَا lanā bagi kami مِنْ min dari أَزْوَٰجِنَا azwājinā isteri-isteri kami وَذُرِّيَّـٰتِنَا wadhurriyyātinā dan keturunan kami قُرَّةَ qurrata penyejuk أَعْيُنٍۢ aʿyunin mata وَٱجْعَلْنَا wa-ij'ʿalnā dan jadikanlah kami لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa إِمَامًا imāman pemuka/pemimpin

Dan orang orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُجْزَوْنَ yuj'zawna akan diberi balasan ٱلْغُرْفَةَ l-ghur'fata martabat yang tinggi بِمَا bimā dengan apa/sebab صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka bersabar وَيُلَقَّوْنَ wayulaqqawna dan mereka akan disambut فِيهَا fīhā didalamnya (surga) تَحِيَّةًۭ taḥiyyatan penghormatan وَسَلَـٰمًا wasalāman dan ucapan selamat

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

🔊 Sedang diputar

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya حَسُنَتْ ḥasunat sebaik-baik مُسْتَقَرًّۭا mus'taqarran tempat menetap وَمُقَامًۭا wamuqāman dan tempat tinggal

mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah مَا tidak يَعْبَؤُا۟ yaʿba-u memperdulikan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَبِّى rabbī Tuhanku لَوْلَا lawlā sekiranya tidak دُعَآؤُكُمْ ۖ duʿāukum seruanmu/ibadatmu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبْتُمْ kadhabtum kamu telah dustakan فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَكُونُ yakūnu adalah لِزَامًۢا lizāman pasti

Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), "Tuhan-ku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)".

Ayat /77