الشعراء
Ash-Shu'ara
Penyair Makkiyah
Memuat audio qari…
طسٓمٓ tta-seen-meem Thaa siin miim
Ṭā Sīm mīm 1
تِلْكَ til'ka inilah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al-Kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni nyata/menjelaskan
Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang menerangkan.
لَعَلَّكَ laʿallaka boleh jadi kamu بَـٰخِعٌۭ bākhiʿun membinasakan نَّفْسَكَ nafsaka dirimu أَلَّا allā karena يَكُونُوا۟ yakūnū adalah mereka مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena mereka 1 tidak beriman.
إِن in jika نَّشَأْ nasha Kami menghendaki نُنَزِّلْ nunazzil Kami turunkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit ءَايَةًۭ āyatan mukjizat فَظَلَّتْ faẓallat maka senantiasa أَعْنَـٰقُهُمْ aʿnāquhum kuduk-kuduk mereka لَهَا lahā kepadanya خَـٰضِعِينَ khāḍiʿīna tunduk
Jika kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.
وَمَا wamā dan tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari ذِكْرٍۢ dhik'rin suatu peringatan مِّنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih مُحْدَثٍ muḥ'dathin baru إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَنْهُ ʿanhu daripadanya مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling
Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru 1 dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling darinya.
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan فَسَيَأْتِيهِمْ fasayatīhim maka kelak akan datang kepada mereka أَنۢبَـٰٓؤُا۟ anbāu berita-berita مَا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi kepadanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokan
Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur`ān), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi كَمْ kam berapa banyak أَنۢبَتْنَا anbatnā Kami telah tumbuhkan فِيهَا fīhā di dalamnya/di atasnya مِن min dari كُلِّ kulli macam-macam زَوْجٍۢ zawjin pasangan/jenis كَرِيمٍ karīmin mulia/baik
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَإِذْ wa-idh dan ketika نَادَىٰ nādā menyeru رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنِ ani bahwa ٱئْتِ i'ti datangilah ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوْمَ qawma kaum فِرْعَوْنَ ۚ fir'ʿawna Fir'aun أَلَا alā mengapa tidak يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
(yaitu) kaum Firʻawn . Mengapa mereka tidak bertakwa?"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu takut أَن an bahwa يُكَذِّبُونِ yukadhibūni mereka akan mendustakan aku
Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.
وَيَضِيقُ wayaḍīqu dan menjadi sempit صَدْرِى ṣadrī dadaku وَلَا walā dan tidak يَنطَلِقُ yanṭaliqu dapat berbicara/berkata لِسَانِى lisānī lisanku فَأَرْسِلْ fa-arsil maka utuslah إِلَىٰ ilā kepada هَـٰرُونَ hārūna Harun
Dan (karenanya), sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Hārūn 1.
وَلَهُمْ walahum dan terhadap mereka عَلَىَّ ʿalayya atasku ذَنۢبٌۭ dhanbun berdosa فَأَخَافُ fa-akhāfu maka aku takut أَن an bahwa يَقْتُلُونِ yaqtulūni mereka membunuhku
Dan aku berdosa terhadap mereka 1, maka aku takut mereka akan membunuhku".
قَالَ qāla (Allah) berfirman كَلَّا ۖ kallā tidak sekali-kali (jangan takut) فَٱذْهَبَا fa-idh'habā maka pergilah kamu berdua بِـَٔايَـٰتِنَآ ۖ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِنَّا innā sesungguhnya Kami مَعَكُم maʿakum bersama kamu مُّسْتَمِعُونَ mus'tamiʿūna mendengarkan
Allah berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),
فَأْتِيَا fatiyā maka datanglah kamu berdua فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun فَقُولَآ faqūlā lalu katakanlah إِنَّا innā sesungguhnya kami رَسُولُ rasūlu utusan رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Maka datanglah kamu berdua kepada Firʻawn dan katakanlah olehmu, "Sesungguhnya Kami adalah rasul Tuhan semesta alam,
أَنْ an bahwa أَرْسِلْ arsil lepaskan مَعَنَا maʿanā bersama kami بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
lepaskanlah Bani Isrā`īl (pergi) beserta kami".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata أَلَمْ alam tidakkah/bukankah نُرَبِّكَ nurabbika kami memelihara/mengasuhmu فِينَا fīnā dalam kami وَلِيدًۭا walīdan kanak-kanak وَلَبِثْتَ walabith'ta dan kamu tinggal فِينَا fīnā dalam kami مِنْ min dari عُمُرِكَ ʿumurika umurmu سِنِينَ sinīna beberapa tahun
Firʻawn menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu 1.
وَفَعَلْتَ wafaʿalta dan kamu telah berbuat فَعْلَتَكَ faʿlataka perbuatanmu ٱلَّتِى allatī yang فَعَلْتَ faʿalta kamu telah lakukan/perbuat وَأَنتَ wa-anta dan kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir/tak membalas budi
dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu 1 dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.
قَالَ qāla (Musa) berkata فَعَلْتُهَآ faʿaltuhā saya telah melakukannya إِذًۭا idhan tatkala وَأَنَا۠ wa-anā dan saya مِنَ mina dari/termasuk ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat
Berkata Musa, "Aku telah melakukannya, sedang aku pada waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
فَفَرَرْتُ fafarartu maka saya lari مِنكُمْ minkum dari kamu لَمَّا lammā ketika خِفْتُكُمْ khif'tukum saya takut kepadamu فَوَهَبَ fawahaba lalu memberikan لِى lī kepadaku رَبِّى rabbī Tuhanku حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah/ilmu وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku مِنَ mina dari/di antara ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul
Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhan-ku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلْكَ watil'ka dan itu نِعْمَةٌۭ niʿ'matun nikmat/budi تَمُنُّهَا tamunnuhā kamu limpahkannya عَلَىَّ ʿalayya atasku/kepadaku أَنْ an bahwa عَبَّدتَّ ʿabbadtta kamu memperhambakan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Isrā`īl".
قَالَ qāla berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun وَمَا wamā apa/siapa رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam itu
Firʻawn bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa-apa بَيْنَهُمَآ ۖ baynahumā diantara keduanya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّوقِنِينَ mūqinīna orang-orang yang meyakini/mempercayai
Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhan-mu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata لِمَنْ liman kepada orang-orang حَوْلَهُۥٓ ḥawlahu di sekelilingnya أَلَا alā apakah tidak تَسْتَمِعُونَ tastamiʿūna kamu mendengarkan
Berkata Firʻawn kepada orang-orang sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian وَرَبُّ warabbu dan Tuhan ءَابَآئِكُمُ ābāikumu bapak-bapak/nenek moyang kamu ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna yang dahulu
Musa berkata (pula), "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata إِنَّ inna sesungguhnya رَسُولَكُمُ rasūlakumu kerasulanmu ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُرْسِلَ ur'sila diutus إِلَيْكُمْ ilaykum kepada kamu لَمَجْنُونٌۭ lamajnūnun benar-benar orang gila
Firʻawn berkata, "Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur وَٱلْمَغْرِبِ wal-maghribi dan barat وَمَا wamā dan apa-apa بَيْنَهُمَآ ۖ baynahumā diantara keduanya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Musa berkata, "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; (Itulah Tuhan-mu) jika kamu mempergunakan akal".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata لَئِنِ la-ini sungguh jika ٱتَّخَذْتَ ittakhadhta kamu menjadikan إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan غَيْرِى ghayrī selain aku لَأَجْعَلَنَّكَ la-ajʿalannaka pasti aku akan menjadikan kamu مِنَ mina dari ٱلْمَسْجُونِينَ l-masjūnīna orang-orang yang terpenjara
Firʻawn berkata, "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
قَالَ qāla (Musa) berkata أَوَلَوْ awalaw apakah jika جِئْتُكَ ji'tuka aku datangkan kepadamu بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Musa berkata, "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata فَأْتِ fati maka datangkanlah بِهِۦٓ bihi dengannya إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Firʻawn berkata, "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".
فَأَلْقَىٰ fa-alqā lalu (Musa)melemparkan عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/tongkat itu ثُعْبَانٌۭ thuʿ'bānun ular مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
وَنَزَعَ wanazaʿa dan (Musa) menarik يَدَهُۥ yadahu tangannya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/tangan itu بَيْضَآءُ bayḍāu putih لِلنَّـٰظِرِينَ lilnnāẓirīna bagi orang-orang yang melihat
Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata لِلْمَلَإِ lil'mala-i kepada pembesar-pembesar حَوْلَهُۥٓ ḥawlahu di sekelilingnya إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَسَـٰحِرٌ lasāḥirun benar-benar ahli sihir عَلِيمٌۭ ʿalīmun yang pandai
Firʻawn berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya, "Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
يُرِيدُ yurīdu ia hendak أَن an bahwa يُخْرِجَكُم yukh'rijakum mengeluarkan/mengusir kamu مِّنْ min dari أَرْضِكُم arḍikum bumimu/negerimu بِسِحْرِهِۦ bisiḥ'rihi dengan sihirnya فَمَاذَا famādhā maka apakah تَأْمُرُونَ tamurūna kamu anjurkan
ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَرْجِهْ arjih tangguhkan dia وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya وَٱبْعَثْ wa-ib'ʿath dan utuslah فِى fī di ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota ini حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna mereka berkumpul
Mereka menjawab, "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
يَأْتُوكَ yatūka mereka akan mendatangkan kepadamu بِكُلِّ bikulli dengan tiap-tiap/semua سَحَّارٍ saḥḥārin ahli sihir عَلِيمٍۢ ʿalīmin yang pandai
niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".
فَجُمِعَ fajumiʿa maka dikumpulkan ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli sihir لِمِيقَـٰتِ limīqāti pada waktu-waktu يَوْمٍۢ yawmin hari مَّعْلُومٍۢ maʿlūmin diketahui/tertentu
Lalu, dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan pada hari yang maklum 1,
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia (orang banyak) هَلْ hal apakah أَنتُم antum kamu مُّجْتَمِعُونَ muj'tamiʿūna orang-orang yang berkumpul
dan dikatakan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu sekalian,
لَعَلَّنَا laʿallanā boleh jadi/semoga kita نَتَّبِعُ nattabiʿu kita mengikuti ٱلسَّحَرَةَ l-saḥarata ahli-ahli sihir إِن in sesungguhnya كَانُوا۟ kānū (jika) mereka adalah هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang
semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang 1"
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa datang ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir قَالُوا۟ qālū mereka berkata لِفِرْعَوْنَ lifir'ʿawna kepada Fir'aun أَئِنَّ a-inna apakah sesungguhnya لَنَا lanā bagi kami لَأَجْرًا la-ajran sungguh ada upah إِن in sesungguhnya كُنَّا kunnā jika kami adalah نَحْنُ naḥnu kami ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang
Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, mereka pun bertanya kepada Firʻawn , "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata نَعَمْ naʿam ya وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu إِذًۭا idhan kalau demikian لَّمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang dekat
Firʻawn menjawab, "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
قَالَ qāla berkata لَهُم lahum kepada mereka مُّوسَىٰٓ mūsā Musa أَلْقُوا۟ alqū lemparkanlah/jatuhkanlah مَآ mā apa-apa أَنتُم antum kamu مُّلْقُونَ mul'qūna lemparkan
Berkatalah Musa kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
فَأَلْقَوْا۟ fa-alqaw maka mereka menjatuhkan حِبَالَهُمْ ḥibālahum tali-tali mereka وَعِصِيَّهُمْ waʿiṣiyyahum dan tongkat-tongkat mereka وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata بِعِزَّةِ biʿizzati dengan kekuasaan فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّا innā sesungguhnya kami لَنَحْنُ lanaḥnu pasti kami ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang menang
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata, "Demi kekuasaan Firʻawn , sesungguhnya kami benar-benar akan menang".
فَأَلْقَىٰ fa-alqā lalu menjatuhkan مُوسَىٰ mūsā Musa عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat itu) تَلْقَفُ talqafu menelan مَا mā apa-apa يَأْفِكُونَ yafikūna mereka adakan
Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu 1.
فَأُلْقِىَ fa-ul'qiya maka terjatuhlah/tersungkurlah ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir سَـٰجِدِينَ sājidīna mereka bersujud
Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah).
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّ birabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
رَبِّ rabbi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun
(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata ءَامَنتُمْ āmantum apakah kamu beriman لَهُۥ lahu kepadanya/Musa قَبْلَ qabla sebelum أَنْ an bahwa ءَاذَنَ ādhana aku memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَكَبِيرُكُمُ lakabīrukumu benar-benar pembesar/pemimpinmu ٱلَّذِى alladhī yang عَلَّمَكُمُ ʿallamakumu mengajar kamu ٱلسِّحْرَ l-siḥ'ra sihir فَلَسَوْفَ falasawfa maka pasti nanti تَعْلَمُونَ ۚ taʿlamūna (kalian) mengetahui لَأُقَطِّعَنَّ la-uqaṭṭiʿanna sungguh aku memotong أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kaki-kakimu مِّنْ min dari/dengan خِلَـٰفٍۢ khilāfin yang berlainan/bersilang وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ wala-uṣallibannakum dan sungguh-sungguh aku akan menyalibmu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Firʻawn berkata, "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu, maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan 1 dan aku akan menyalibmu semuanya".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak ضَيْرَ ۖ ḍayra kemudaratan إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مُنقَلِبُونَ munqalibūna orang-orang yang kembali
Mereka berkata, "Tidak ada kemudaratan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
إِنَّا innā sesungguhnya kami نَطْمَعُ naṭmaʿu kami sangat menginginkan أَن an bahwa يَغْفِرَ yaghfira akan mengampuni لَنَا lanā bagi kami رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami خَطَـٰيَـٰنَآ khaṭāyānā kesalahan-kesalahan kami أَن an karena كُنَّآ kunnā kami adalah أَوَّلَ awwala pertama-tama ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
۞ وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an agar أَسْرِ asri pergilah diwaktu malam بِعِبَادِىٓ biʿibādī dengan hamba-hamba-Ku إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مُّتَّبَعُونَ muttabaʿūna orang-orang yang diikuti
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Isrā`īl) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".
فَأَرْسَلَ fa-arsala lalu mengirimkan فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun فِى fī di ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna mereka berkumpul
Kemudian, Firʻawn mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu لَشِرْذِمَةٌۭ lashir'dhimatun sungguh kelompok/golongan قَلِيلُونَ qalīlūna mereka sedikit/kecil
(Firʻawn berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Isrā`īl) benar-benar golongan kecil,
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَنَا lanā bagi kita لَغَآئِظُونَ laghāiẓūna benar-benar marah
dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita لَجَمِيعٌ lajamīʿun benar-benar semua حَـٰذِرُونَ ḥādhirūna berjaga-jaga
dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".
فَأَخْرَجْنَـٰهُم fa-akhrajnāhum maka Kami keluarkan mereka مِّن min dari جَنَّـٰتٍۢ jannātin taman-taman وَعُيُونٍۢ waʿuyūnin dan mata air
Maka, Kami keluarkan Firʻawn dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,
وَكُنُوزٍۢ wakunūzin dan perbendaharaan وَمَقَامٍۢ wamaqāmin dan kedudukan كَرِيمٍۢ karīmin yang mulia
dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia 1,
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah وَأَوْرَثْنَـٰهَا wa-awrathnāhā dan Kami wariskannya بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Isrā`īl 1.
فَأَتْبَعُوهُم fa-atbaʿūhum maka mereka dapat menyusul (Bani Israil) مُّشْرِقِينَ mush'riqīna diwaktu matahari terbit
Maka Firʻawn dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَمَّا falammā maka setelah تَرَٰٓءَا tarāā saling melihat ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni kedua kumpulan/golongan قَالَ qāla berkatalah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu pengikut-pengikut مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِنَّا innā sesungguhnya kita لَمُدْرَكُونَ lamud'rakūna pasti orang-orang yang tersusul
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
قَالَ qāla (Musa) berkata كَلَّآ ۖ kallā tidak sekali-kali إِنَّ inna sesungguhnya مَعِىَ maʿiya besertaku رَبِّى rabbī Tuhanku سَيَهْدِينِ sayahdīni Dia akan memberi petunjuk padaku
Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhan-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".
فَأَوْحَيْنَآ fa-awḥaynā maka Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنِ ani agar ٱضْرِب iḍ'rib pukullah بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu ٱلْبَحْرَ ۖ l-baḥra lautan فَٱنفَلَقَ fa-infalaqa lalu terbelahlah فَكَانَ fakāna maka adalah كُلُّ kullu tiap-tiap فِرْقٍۢ fir'qin bagian/belahan كَٱلطَّوْدِ kal-ṭawdi seperti gunung ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar
Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
وَأَزْلَفْنَا wa-azlafnā dan Kami dekatkan ثَمَّ thamma disana ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain 1.
وَأَنجَيْنَا wa-anjaynā dan Kami selamatkan مُوسَىٰ mūsā Musa وَمَن waman dan orang-orang مَّعَهُۥٓ maʿahu bersamanya أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
ثُمَّ thumma kemudian أَغْرَقْنَا aghraqnā Kami tenggelamkan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain
Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar suatu tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka نَبَأَ naba-a kisah إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrāhīm.
إِذْ idh tatkala قَالَ qāla dia berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya وَقَوْمِهِۦ waqawmihi dan kaumnya مَا mā apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna yang kamu sembah
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَعْبُدُ naʿbudu kami menyembah أَصْنَامًۭا aṣnāman berhala-berhala فَنَظَلُّ fanaẓallu maka kami senantiasa لَهَا lahā kepadanya عَـٰكِفِينَ ʿākifīna senantiasa tekun
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata هَلْ hal apakah يَسْمَعُونَكُمْ yasmaʿūnakum mereka mendengarkan kamu إِذْ idh ketika تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru
Berkata Ibrāhīm, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,
أَوْ aw atau يَنفَعُونَكُمْ yanfaʿūnakum mereka memberi manfaat kepadamu أَوْ aw atau يَضُرُّونَ yaḍurrūna mereka memberi mudarat
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal bahkan وَجَدْنَآ wajadnā kami dapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak/nenek moyang kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan/berbuat
Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata أَفَرَءَيْتُم afara-aytum apakah maka kamu telah memperhatikan مَّا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah
Ibrāhīm berkata, "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُمُ waābāukumu dan bapak-bapak/nenek moyangmu ٱلْأَقْدَمُونَ l-aqdamūna terdahulu
kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لِّىٓ lī bagiku إِلَّا illā kecuali رَبَّ rabba Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,
ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَنِى khalaqanī telah menciptakan aku فَهُوَ fahuwa maka Dia يَهْدِينِ yahdīni memberi petunjuk kepadaku
(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku,
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang هُوَ huwa Dia يُطْعِمُنِى yuṭ'ʿimunī memberi makan kepadaku وَيَسْقِينِ wayasqīni dan memberi minum aku
dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَرِضْتُ mariḍ'tu aku sakit فَهُوَ fahuwa maka Dia يَشْفِينِ yashfīni mengobati/menyembuhkan aku
dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang يُمِيتُنِى yumītunī Dia mematikan aku ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِينِ yuḥ'yīni Dia menghidupkan aku
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أَطْمَعُ aṭmaʿu sangat aku inginkan أَن an bahwa يَغْفِرَ yaghfira Dia akan mengampuni لِى lī bagiku خَطِيٓـَٔتِى khaṭīatī kesalahanku يَوْمَ yawma hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan/kiamat
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
رَبِّ rabbi ya Tuhanku هَبْ hab berilah لِى lī bagiku/aku حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah/ilmu pengetahuan وَأَلْحِقْنِى wa-alḥiq'nī dan masukkan aku بِٱلصَّـٰلِحِينَ bil-ṣāliḥīna dengan orang-orang yang saleh
(Ibrāhīm berdoa), "Ya Tuhan-ku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikan لِّى lī bagiku/aku لِسَانَ lisāna buah tutur صِدْقٍۢ ṣid'qin benar/baik فِى fī dalam/bagi ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَٱجْعَلْنِى wa-ij'ʿalnī dan jadikanlah aku مِن min dari/termasuk وَرَثَةِ warathati yang mewarisi جَنَّةِ jannati surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh kenikmatan
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لِأَبِىٓ li-abī bagi bapakku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat
dan ampunilah bapakku karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
وَلَا walā dan janganlah تُخْزِنِى tukh'zinī Engkau hinakan aku يَوْمَ yawma pada hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوْمَ yawma di hari لَا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu berguna مَالٌۭ mālun harta وَلَا walā dan tidak بَنُونَ banūna anak-anak laki-laki
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang أَتَى atā datang/menghadap ٱللَّهَ l-laha Allah بِقَلْبٍۢ biqalbin dengan hati سَلِيمٍۢ salīmin selamat/bersih
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزْلِفَتِ wa-uz'lifati dan didekatkan ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna kepada orang-orang yang bertakwa
dan (pada hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ waburrizati dan diperlihatkan ٱلْجَحِيمُ l-jaḥīmu neraka Jahim لِلْغَاوِينَ lil'ghāwīna kepada orang-orang yang sesat
dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka أَيْنَ ayna dimanakah مَا mā apakah كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah
dan dikatakan kepada mereka, "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah هَلْ hal apakah يَنصُرُونَكُمْ yanṣurūnakum mereka dapat menolong kamu أَوْ aw atau يَنتَصِرُونَ yantaṣirūna menolong diri mereka
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
فَكُبْكِبُوا۟ fakub'kibū maka dijungkirkan فِيهَا fīhā kedalamnya (dalam neraka) هُمْ hum mereka وَٱلْغَاوُۥنَ wal-ghāwūna dan/bersama orang-orang yang sesat
Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
وَجُنُودُ wajunūdu dan bala tentara إِبْلِيسَ ib'līsa iblis أَجْمَعُونَ ajmaʿūna semuanya
dan bala tentara iblis semuanya.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَهُمْ wahum sedang mereka فِيهَا fīhā di dalamnya (neraka) يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bertengkar
Mereka berkata, sedang mereka bertengkar di dalam neraka,
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah إِن in sesungguhnya كُنَّا kunnā adalah لَفِى lafī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin benar-benar dalam kesesatan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata
"demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
إِذْ idh apabila نُسَوِّيكُم nusawwīkum kita mempersamakan kamu بِرَبِّ birabbi dengan Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".
وَمَآ wamā dan tidak أَضَلَّنَآ aḍallanā menyesatkan kita إِلَّا illā kecuali ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdusta
Dan tiadalah yang menyesatkan kami, kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا famā maka/karena itu tidak ada لَنَا lanā bagi kita مِن min dari شَـٰفِعِينَ shāfiʿīna pemberi syafa'at
Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun,
وَلَا walā dan tidak ada صَدِيقٍ ṣadīqin sahabat حَمِيمٍۢ ḥamīmin setia/akrab
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
فَلَوْ falaw maka sekiranya أَنَّ anna bahwa لَنَا lanā bagi kita كَرَّةًۭ karratan sekali lagi فَنَكُونَ fanakūna maka kita adalah/menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman".
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda-tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍ nūḥin Nuh ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Kaum Nūḥ telah mendustakan para rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka نُوحٌ nūḥun Nuh أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Ketika saudara mereka (Nūḥ) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali عَلَىٰ ʿalā atas/dari رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".
۞ قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kami akan beriman لَكَ laka kepadamu وَٱتَّبَعَكَ wa-ittabaʿaka dan mengikuti kamu ٱلْأَرْذَلُونَ l-ardhalūna orang-orang yang hina
Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?"
قَالَ qāla (Nuh) berkata وَمَا wamā dan tidak ada عِلْمِى ʿil'mī pengetahuanku بِمَا bimā dengan/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Nūḥ menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
إِنْ in tidak lain حِسَابُهُمْ ḥisābuhum perhitungan mereka إِلَّا illā kecuali عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku لَوْ law jikalau تَشْعُرُونَ tashʿurūna menyadari/mengerti
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhan-ku, kalau kamu menyadari.
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku بِطَارِدِ biṭāridi dengan mengusir ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
إِنْ in tidak lain أَنَا۠ anā aku إِلَّا illā kecuali/hanyalah نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak تَنتَهِ tantahi kamu berhenti يَـٰنُوحُ yānūḥu Hai Nuh لَتَكُونَنَّ latakūnanna pasti kamu menjadi/adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمَرْجُومِينَ l-marjūmīna orang-orang yang dirajam
Mereka berkata, "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nūḥ, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam".
قَالَ qāla (Nuh)berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya قَوْمِى qawmī kaumku كَذَّبُونِ kadhabūni telah mendustakan aku
Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;
فَٱفْتَحْ fa-if'taḥ maka bukakan/putuskanlah بَيْنِى baynī antaraku وَبَيْنَهُمْ wabaynahum dan antara mereka فَتْحًۭا fatḥan suatu keputusan وَنَجِّنِى wanajjinī dan selamatkanlah aku وَمَن waman dan orang مَّعِىَ maʿiya besertaku مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَمَن waman dan orang مَّعَهُۥ maʿahu besertanya فِى fī di dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu ٱلْمَشْحُونِ l-mashḥūni penuh muatan
Maka, Kami selamatkan Nūḥ dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُمَّ thumma kemudian أَغْرَقْنَا aghraqnā Kami tenggelamkan بَعْدُ baʿdu sesudah itu ٱلْبَاقِينَ l-bāqīna orang-orang yang tinggal
Kemudian sesudah itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda-tanda وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan عَادٌ ʿādun kaum 'Ad ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Kaum ‘Ād telah mendustakan para rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka هُودٌ hūdun Hud أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Ketika saudara mereka Hūd berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
أَتَبْنُونَ atabnūna mengapa kamu membangun بِكُلِّ bikulli pada tiap-tiap رِيعٍ rīʿin tempat yang tinggi ءَايَةًۭ āyatan suatu tanda تَعْبَثُونَ taʿbathūna kamu berlaku sia-sia
Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main 1,
وَتَتَّخِذُونَ watattakhidhūna dan kamu mengambil/menjadikan مَصَانِعَ maṣāniʿa gedung-gedung لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَخْلُدُونَ takhludūna kamu kekal
dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بَطَشْتُم baṭashtum kamu menampar/menyiksa بَطَشْتُمْ baṭashtum kamu menampar/menyiksa جَبَّارِينَ jabbārīna orang-orang yang kejam/bengis
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَمَدَّكُم amaddakum telah memanjangkan/menganugerahkan kepadamu بِمَا bimā dengan apa تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
أَمَدَّكُم amaddakum Dia telah memanjangkan/menganugerahkan kepadamu بِأَنْعَـٰمٍۢ bi-anʿāmin dengan binatang ternak وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak
Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak dan anak-anak,
وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan kebun-kebun وَعُيُونٍ waʿuyūnin dan mata air
dan kebun-kebun dan mata air,
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami أَوَعَظْتَ awaʿaẓta apakah kamu memberi nasehat أَمْ am atau لَمْ lam tidak تَكُن takun ada kamu مِّنَ mina dari ٱلْوَٰعِظِينَ l-wāʿiẓīna orang-orang yang memberi nasehat
Mereka menjawab, "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
إِنْ in tidak هَـٰذَآ hādhā lain ini إِلَّا illā kecuali/hanyalah خُلُقُ khuluqu adat kebiasaan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.
وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami بِمُعَذَّبِينَ bimuʿadhabīna dengan orang-orang yang diazab
dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ ۗ fa-ahlaknāhum lalu kami binasakan mereka إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar tanda-tanda وَمَا wamā dan/tetapi tidak كَانَ kāna adalah أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Maka mereka mendustakan Hūd, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan ثَمُودُ thamūdu kamu Samud ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul
Kaum Ṡamūd telah mendustakan rasul-rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka صَـٰلِحٌ ṣāliḥun Saleh أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Ketika saudara mereka Ṣālīḥ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
أَتُتْرَكُونَ atut'rakūna apakah kamu akan dibiarkan فِى fī dalam مَا mā apa (disini) هَـٰهُنَآ hāhunā dengan aman ءَامِنِينَ āminīna orang-orang yang aman
Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِى fī di dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun وَعُيُونٍۢ waʿuyūnin dan mata air
di dalam kebun-kebun serta mata air,
وَزُرُوعٍۢ wazurūʿin dan tanam-tanaman وَنَخْلٍۢ wanakhlin dan pohon-pohon korma طَلْعُهَا ṭalʿuhā mayangnya هَضِيمٌۭ haḍīmun lembut
dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنْحِتُونَ watanḥitūna dan kamu memahat مِنَ mina dari ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung بُيُوتًۭا buyūtan rumah-rumah فَـٰرِهِينَ fārihīna dengan rajin
Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا walā dan janganlah تُطِيعُوٓا۟ tuṭīʿū kamu mentaati أَمْرَ amra perintah ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melewati batas
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُفْسِدُونَ yuf'sidūna (mereka) membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَلَا walā dan mereka tidak يُصْلِحُونَ yuṣ'liḥūna mengadakan perbaikan
yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مِنَ mina dari ٱلْمُسَحَّرِينَ l-musaḥarīna orang-orang yang kena sihir
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;
مَآ mā tidak lain أَنتَ anta kamu إِلَّا illā kecuali بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami فَأْتِ fati maka datangkanlah بِـَٔايَةٍ biāyatin dengan suatu ayat/mukjizat إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla (Saleh) berkata هَـٰذِهِۦ hādhihi ini نَاقَةٌۭ nāqatun seekor unta betina لَّهَا lahā baginya شِرْبٌۭ shir'bun minuman وَلَكُمْ walakum dan bagimu شِرْبُ shir'bu minuman يَوْمٍۢ yawmin hari مَّعْلُومٍۢ maʿlūmin tertentu
Ṣālīḥ menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air pada hari yang tertentu.
وَلَا walā dan janganlah تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu menyentuhnya بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan kejahatan فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu عَذَابُ ʿadhābu azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".
فَعَقَرُوهَا faʿaqarūhā lalu mereka melukai/membunuhnya فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal
Kemudian, mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka menimpa mereka ٱلْعَذَابُ ۗ l-ʿadhābu azab إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar suatu bukti وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَوْمُ qawmu kaum لُوطٍ lūṭin Lut ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul
Kaum Lūṭ telah mendustakan rasul-rasul,
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka أَخُوهُمْ akhūhum saudara mereka لُوطٌ lūṭun Lut أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
ketika saudara mereka Lūṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu mendatangi ٱلذُّكْرَانَ l-dhuk'rāna jenis lelaki مِنَ mina dari/diantara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam (manusia)
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
وَتَذَرُونَ watadharūna dan kamu ditinggalkan مَا mā apa خَلَقَ khalaqa yang telah menciptakan لَكُمْ lakum bagi kalian رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian مِّنْ min dari أَزْوَٰجِكُم ۚ azwājikum isteri-isterimu بَلْ bal bahkan أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌ qawmun kaum عَادُونَ ʿādūna melampaui batas
dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan-mu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِن la-in sesungguhnya jika لَّمْ lam kamu tidak تَنتَهِ tantahi berhenti يَـٰلُوطُ yālūṭu Hai Luth لَتَكُونَنَّ latakūnanna niscaya kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُخْرَجِينَ l-mukh'rajīna orang-orang yang diusir
Mereka menjawab, "Hai Lūṭ, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"
قَالَ qāla (Lut) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku لِعَمَلِكُم liʿamalikum kepada perbuatanmu مِّنَ mina dari ٱلْقَالِينَ l-qālīna orang-orang yang sangat benci
Lūṭ berkata, "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
رَبِّ rabbi ya Tuhanku نَجِّنِى najjinī selamatkanlah aku وَأَهْلِى wa-ahlī dan keluargaku مِمَّا mimmā dari apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
(Lūṭ berdoa), "Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".
فَنَجَّيْنَـٰهُ fanajjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semua
Lalu, Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,
إِلَّا illā kecuali عَجُوزًۭا ʿajūzan perempuan tua فِى fī dalam ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tinggal
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
ثُمَّ thumma kemudian دَمَّرْنَا dammarnā Kami binasakan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan فَسَآءَ fasāa maka amat jelek مَطَرُ maṭaru hujan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar bukti وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu, benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penduduk لْـَٔيْكَةِ al'aykati Aikah ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul
Penduduk Aikah 1 telah mendustakan rasul-rasul;
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُمْ lahum kepada mereka شُعَيْبٌ shuʿaybun Syu'aib أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
ketika Syuʻayb berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولٌ rasūlun seorang Rasul أَمِينٌۭ amīnun kepercayaan
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَمَآ wamā dan aku tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍ ۖ ajrin upah إِنْ in tidak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali/hanyalah عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
۞ أَوْفُوا۟ awfū sempurnakanlah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُخْسِرِينَ l-mukh'sirīna orang-orang yang merugikan
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan
وَزِنُوا۟ wazinū dan timbanglah بِٱلْقِسْطَاسِ bil-qis'ṭāsi dengan neraca/timbangan ٱلْمُسْتَقِيمِ l-mus'taqīmi yang lurus
dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
وَلَا walā dan janganlah تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu merugikan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum sesuatu/hak-hak mereka وَلَا walā dan janganlah تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melewati batas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian وَٱلْجِبِلَّةَ wal-jibilata dan ummat-ummat ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مِنَ mina dari ٱلْمُسَحَّرِينَ l-musaḥarīna orang-orang yang kena sihir
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu إِلَّا illā kecuali/melainkan بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami وَإِن wa-in dan sesungguhnya نَّظُنُّكَ naẓunnuka kami kira kamu لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta
dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.
فَأَسْقِطْ fa-asqiṭ maka jatuhkanlah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami كِسَفًۭا kisafan potongan-potongan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Syuʻayb berkata, "Tuhan-ku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu lalu mereka mendustakannya فَأَخَذَهُمْ fa-akhadhahum maka menimpa mereka عَذَابُ ʿadhābu azab يَوْمِ yawmi pada hari ٱلظُّلَّةِ ۚ l-ẓulati naungan/awan gelap إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia كَانَ kāna adalah عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍ ʿaẓīmin yang besar
Kemudian, mereka mendustakan Syuʻayb, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَةًۭ ۖ laāyatan benar-benar suatu bukti وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَهُوَ lahuwa benar-benar Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَتَنزِيلُ latanzīlu benar-benar diturunkan رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
نَزَلَ nazala (dibawa) turun بِهِ bihi dengannya (Al-Qur'an) ٱلرُّوحُ l-rūḥu Ruhul ٱلْأَمِينُ l-amīnu Amin
dia dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-‘Amīn (Jibril),
عَلَىٰ ʿalā atas/kedalam قَلْبِكَ qalbika hatimu لِتَكُونَ litakūna agar kamu ada/menjadi مِنَ mina dari/diantara ٱلْمُنذِرِينَ l-mundhirīna orang-orang yang memberi peringatan
ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ bilisānin dengan lisan/bahasa عَرَبِىٍّۢ ʿarabiyyin Arab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَفِى lafī benar-benar dalam زُبُرِ zuburi kitab-kitab ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu.
أَوَلَمْ awalam dan apakah tidak يَكُن yakun adalah/menjadi لَّهُمْ lahum bagi mereka ءَايَةً āyatan ayat/bukti أَن an bahwa يَعْلَمَهُۥ yaʿlamahu mengetahuinya عُلَمَـٰٓؤُا۟ ʿulamāu ulama بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Isrā`īl mengetahuinya?
وَلَوْ walaw dan kalau نَزَّلْنَـٰهُ nazzalnāhu Kami menurunkannya عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضِ baʿḍi sebagian ٱلْأَعْجَمِينَ l-aʿjamīna bukan bangsa Arab
Dan kalau Al-Qur`ān itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,
فَقَرَأَهُۥ faqara-ahu lalu dia membacakannya عَلَيْهِم ʿalayhim atas/kepada mereka مَّا mā tidak كَانُوا۟ kānū ada mereka بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah سَلَكْنَـٰهُ salaknāhu Kami masukkan ia فِى fī kedalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Demikianlah, Kami masukkan Al-Qur`ān ke dalam hati orang-orang yang durhaka.
لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَرَوُا۟ yarawū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab ٱلْأَلِيمَ l-alīma sangat pedih
Mereka tidak beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih,
فَيَأْتِيَهُم fayatiyahum maka datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,
فَيَقُولُوا۟ fayaqūlū lalu mereka berkata هَلْ hal apakah نَحْنُ naḥnu kami مُنظَرُونَ munẓarūna orang-orang yang diberi tangguh
lalu mereka berkata, "Apakah kami dapat diberi tangguh?"
أَفَبِعَذَابِنَا afabiʿadhābinā apakah maka azab dengan Kami يَسْتَعْجِلُونَ yastaʿjilūna mereka meminta disegerakan
Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?
أَفَرَءَيْتَ afara-ayta apakah maka pendapatmu إِن in jika مَّتَّعْنَـٰهُمْ mattaʿnāhum Kami beri kesenangan mereka سِنِينَ sinīna bertahun-tahun
Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,
ثُمَّ thumma kemudian جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مَّا mā apa (azab) كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam
Kemudian, datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,
مَآ mā tidak أَغْنَىٰ aghnā mencukupi/berguna عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka adalah يُمَتَّعُونَ yumattaʿūna mereka menikmati
niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
وَمَآ wamā dan Kami tidak أَهْلَكْنَا ahlaknā membinasakan مِن min dari قَرْيَةٍ qaryatin suatu negeri إِلَّا illā kecuali/melainkan لَهَا lahā baginya مُنذِرُونَ mundhirūna orang-orang yang memberi peringatan
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā kami adalah ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna yang berbuat zalim
untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.
وَمَا wamā dan tidak تَنَزَّلَتْ tanazzalat (dibawa) turun بِهِ bihi dengannya (Al Qur'an ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan
Dan Al-Qur`ān itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا wamā dan tidak يَنۢبَغِى yanbaghī patut لَهُمْ lahum bagi mereka وَمَا wamā dan tidaklah يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka kuasa
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur`ān itu dan mereka pun tidak akan kuasa.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka عَنِ ʿani daripada ٱلسَّمْعِ l-samʿi mendengar لَمَعْزُولُونَ lamaʿzūlūna benar-benar mereka dijauhkan
Sesungguhnya, mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al-Qur`ān itu.
فَلَا falā maka jangan تَدْعُ tadʿu kamu menyeru/menyembah مَعَ maʿa beserta/disamping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan tuhan ءَاخَرَ ākhara yang lain فَتَكُونَ fatakūna maka kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُعَذَّبِينَ l-muʿadhabīna orang-orang yang diazab
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.
وَأَنذِرْ wa-andhir dan berilah peringatan عَشِيرَتَكَ ʿashīrataka kerabat-kerabatmu ٱلْأَقْرَبِينَ l-aqrabīna yang terdekat
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
وَٱخْفِضْ wa-ikh'fiḍ dan rendahkanlah جَنَاحَكَ janāḥaka sayapmu/dirimu لِمَنِ limani terhadap orang-orang ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka mengikutimu مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
فَإِنْ fa-in maka jika عَصَوْكَ ʿaṣawka mereka mendurhakaimu فَقُلْ faqul maka katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan"
وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakallah kamu عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
ٱلَّذِى alladhī yang يَرَىٰكَ yarāka melihat kamu حِينَ ḥīna ketika تَقُومُ taqūmu kamu berdiri
Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),
وَتَقَلُّبَكَ wataqallubaka dan gerak-gerik badanmu فِى fī diantara ٱلسَّـٰجِدِينَ l-sājidīna orang-orang yang sujud
dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
هَلْ hal apakah أُنَبِّئُكُمْ unabbi-ukum akan Aku terangkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas/kepada مَن man siapa تَنَزَّلُ tanazzalu turun ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan-syaitan
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ tanazzalu (mereka) turun عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli tiap-tiap أَفَّاكٍ affākin pendusta أَثِيمٍۢ athīmin berdosa
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
يُلْقُونَ yul'qūna mereka melemparkan/menyampaikan ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka كَـٰذِبُونَ kādhibūna orang-orang yang berdusta
mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
وَٱلشُّعَرَآءُ wal-shuʿarāu dan penyair-penyair يَتَّبِعُهُمُ yattabiʿuhumu mengikuti mereka ٱلْغَاوُۥنَ l-ghāwūna orang-orang yang sesat
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu melihat أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka فِى fī di كُلِّ kulli tiap-tiap وَادٍۢ wādin lembah يَهِيمُونَ yahīmūna mereka mengembara
Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah 1,
وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan bahwasanya mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan مَا mā apa لَا lā yang tidak يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka mengerjakan
dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh وَذَكَرُوا۟ wadhakarū dan mereka mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak وَٱنتَصَرُوا۟ wa-intaṣarū dan mereka mendapat pertolongan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa ظُلِمُوا۟ ۗ ẓulimū mereka teraniaya وَسَيَعْلَمُ wasayaʿlamu dan pasti akan mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) zalim أَىَّ ayya dimana/mana مُنقَلَبٍۢ munqalabin tempat kembali يَنقَلِبُونَ yanqalibūna mereka kembali
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.