النمل
An-Naml
Semut Makkiyah
Memuat audio qari…
طسٓ ۚ tta-seen tha siin تِلْكَ til'ka inilah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an وَكِتَابٍۢ wakitābin dan Kitab مُّبِينٍ mubīnin nyata/jelas
Ṭā Sīn 1 (surah) ini adalah ayat-ayat Al-Qur`ān dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,
هُدًۭى hudan petunjuk وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan kabar gembira لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman
untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat هُمْ hum mereka يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin
(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat زَيَّنَّا zayyannā Kami jadikan memandang baik لَهُمْ lahum bagi mereka أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan-perbuatan mereka فَهُمْ fahum maka mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka kebingungan
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَهُمْ lahum bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab وَهُمْ wahum dan mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمُ humu mereka ٱلْأَخْسَرُونَ l-akhsarūna orang-orang yang paling rugi
Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتُلَقَّى latulaqqā sungguh kamu menerima/diberi ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an مِن min dari لَّدُنْ ladun sisi حَكِيمٍ ḥakīmin Maha Bijaksana عَلِيمٍ ʿalīmin Maha Mengetahui
Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al-Qur`ān dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِأَهْلِهِۦٓ li-ahlihi kepada keluarganya إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَانَسْتُ ānastu aku melihat نَارًۭا nāran api سَـَٔاتِيكُم saātīkum aku akan mendatangkan kepadamu مِّنْهَا min'hā dari padanya بِخَبَرٍ bikhabarin dengan kabar أَوْ aw atau ءَاتِيكُم ātīkum aku mendatangkan kepadamu بِشِهَابٍۢ bishihābin dengan api yang menyala قَبَسٍۢ qabasin nyala api لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَصْطَلُونَ taṣṭalūna kamu berdiang/memanaskan badan
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar darinya atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهَا jāahā dia tiba kepadanya نُودِىَ nūdiya diserulah dia أَنۢ an bahwa بُورِكَ būrika diberkati مَن man orang-orang فِى fī di ٱلنَّارِ l-nāri api وَمَنْ waman dan orang-orang حَوْلَهَا ḥawlahā disekitarnya وَسُبْحَـٰنَ wasub'ḥāna dan Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu diserulah dia, "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya أَنَا anā Aku ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
(Allah berfirman), "Hai Musa, sesungguhnya, Aku-lah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَأَلْقِ wa-alqi dan lemparkanlah عَصَاكَ ۚ ʿaṣāka tongkatmu فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَاهَا raāhā dia melihat تَهْتَزُّ tahtazzu ia bergerak-gerak كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan ia seperti جَآنٌّۭ jānnun ular وَلَّىٰ wallā dia lari مُدْبِرًۭا mud'biran berbalik kebelakang وَلَمْ walam dan dia tidak يُعَقِّبْ ۚ yuʿaqqib menoleh يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa لَا lā jangan تَخَفْ takhaf kamu takut إِنِّى innī sesungguhnya Aku لَا lā tidak يَخَافُ yakhāfu takut لَدَىَّ ladayya di sisi/di hadapan-Ku ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna orang-orang yang dijadikan rasul
dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul tidak takut di hadapan-Ku.
إِلَّا illā kecuali مَن man orang ظَلَمَ ẓalama berlaku zalim ثُمَّ thumma kemudian بَدَّلَ baddala ia mengganti/menukar حُسْنًۢا ḥus'nan kebaikan بَعْدَ baʿda sesudah سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya Aku غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang.
وَأَدْخِلْ wa-adkhil dan masukkanlah يَدَكَ yadaka tanganmu فِى fī dalam جَيْبِكَ jaybika sakumu تَخْرُجْ takhruj ia akan keluar بَيْضَآءَ bayḍāa putih مِنْ min dari غَيْرِ ghayri tidak سُوٓءٍۢ ۖ sūin seburuk-buruk فِى fī dalam تِسْعِ tis'ʿi sembilan ءَايَـٰتٍ āyātin ayat-ayat إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَقَوْمِهِۦٓ ۚ waqawmihi dan kaumnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna mereka fasik
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu 1, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firʻawn dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat/mukjizat Kami مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan jelas/cukup terang قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka, "Ini adalah sihir yang nyata".
وَجَحَدُوا۟ wajaḥadū dan mereka mengingkari بِهَا bihā dengannya وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ wa-is'tayqanathā dan meyakininya أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/jiwa mereka ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman وَعُلُوًّۭا ۚ waʿuluwwan dan kesombongan فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberi دَاوُۥدَ dāwūda Daud وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman عِلْمًۭا ۖ ʿil'man ilmu وَقَالَا waqālā dan keduanya mengucapkan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang فَضَّلَنَا faḍḍalanā telah melebihkan kami عَلَىٰ ʿalā atas كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan مِّنْ min dari عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hambanya ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dāwūd dan Sulaymān dan keduanya mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".
وَوَرِثَ wawaritha dan telah mewarisi سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaeman دَاوُۥدَ ۖ dāwūda Daud وَقَالَ waqāla dan dia berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia عُلِّمْنَا ʿullim'nā kami telah diajar/diberi pengertian مَنطِقَ manṭiqa ucapan/suara ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung وَأُوتِينَا waūtīnā dan kami telah diberi مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍ ۖ shayin sesuatu إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa benar-benar ia ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata
Dan Sulaymān telah mewarisi Dāwūd 1 dan dia berkata, "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata".
وَحُشِرَ waḥushira dan dikumpulkan لِسُلَيْمَـٰنَ lisulaymāna untuk Sulaeman جُنُودُهُۥ junūduhu bala tentaranya مِنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia وَٱلطَّيْرِ wal-ṭayri dan burung فَهُمْ fahum maka/lalu mereka يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka dibagi-bagi
Dan dihimpunkan untuk Sulaymān tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā tatkala أَتَوْا۟ ataw mereka sampai عَلَىٰ ʿalā atas/di وَادِ wādi lembah ٱلنَّمْلِ l-namli semut قَالَتْ qālat berkatalah نَمْلَةٌۭ namlatun seekor semut يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّمْلُ l-namlu semut ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah مَسَـٰكِنَكُمْ masākinakum tempat tinggalmu/sarang-sarangmu لَا lā tidak يَحْطِمَنَّكُمْ yaḥṭimannakum menginjak kamu سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaiman وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaymān dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
فَتَبَسَّمَ fatabassama maka dia tersenyum ضَاحِكًۭا ḍāḥikan tertawa مِّن min dari قَوْلِهَا qawlihā perkataannya (semut itu) وَقَالَ waqāla dan dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī tahanlah/perkenankan aku أَنْ an untuk أَشْكُرَ ashkura aku mensyukuri نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat-Mu ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau anugerahkan عَلَىَّ ʿalayya atasku وَعَلَىٰ waʿalā dan atas وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku وَأَنْ wa-an dan untuk أَعْمَلَ aʿmala aku mengerjakan/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridainya وَأَدْخِلْنِى wa-adkhil'nī dan masukanlah aku بِرَحْمَتِكَ biraḥmatika dengan rahmat-Mu فِى fī dalam عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hamba-Mu ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhan-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
وَتَفَقَّدَ watafaqqada dan dia memeriksa/mencari ٱلطَّيْرَ l-ṭayra burung فَقَالَ faqāla lalu dia berkata مَا mā tidak ada/mengapa لِىَ liya bagiku لَآ lā aku tidak أَرَى arā melihat ٱلْهُدْهُدَ l-hud'huda hud-hud أَمْ am atau كَانَ kāna adalah ia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَآئِبِينَ l-ghāibīna yang gaib/tidak hadir
Dan dia memeriksa burung-burung, lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat hud-hud 1, apakah dia termasuk yang tidak hadir.
لَأُعَذِّبَنَّهُۥ la-uʿadhibannahu sungguh aku akan menyiksanya عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan شَدِيدًا shadīdan yang keras أَوْ aw atau لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ laādh'baḥannahu sungguh aku akan menyembelihnya أَوْ aw atau لَيَأْتِيَنِّى layatiyannī benar-benar ia datang kepadaku بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan alasan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata/terang
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".
فَمَكَثَ famakatha maka ia berdiam/datang غَيْرَ ghayra tidak jauh/tidak lama بَعِيدٍۢ baʿīdin kemudian فَقَالَ faqāla lalu ia berkata أَحَطتُ aḥaṭtu aku telah meliputi/mengetahui بِمَا bimā dengan apa لَمْ lam tidak تُحِطْ tuḥiṭ kamu ketahui بِهِۦ bihi dengannya وَجِئْتُكَ waji'tuka dan aku datang/bawa kepadamu مِن min dari سَبَإٍۭ saba-in negeri Saba بِنَبَإٍۢ binaba-in dengan berita يَقِينٍ yaqīnin yakin/benar
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya dan kubawa kepadamu dari negeri Sabā’ 1 suatu berita penting yang diyakini,
إِنِّى innī sesungguhnya aku وَجَدتُّ wajadttu aku menjumpai ٱمْرَأَةًۭ im'ra-atan seorang wanita تَمْلِكُهُمْ tamlikuhum ia memerintah mereka وَأُوتِيَتْ waūtiyat dan ia diberi/dianugerahi مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَلَهَا walahā dan baginya/ia mempunyai عَرْشٌ ʿarshun singgasana عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita 1 yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
وَجَدتُّهَا wajadttuhā aku menjumpai ia وَقَوْمَهَا waqawmahā dan kaumnya يَسْجُدُونَ yasjudūna mereka bersujud/menyembah لِلشَّمْسِ lilshamsi kepada matahari مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَزَيَّنَ wazayyana dan menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka فَصَدَّهُمْ faṣaddahum lalu menghalangi mereka عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah) sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
أَلَّا allā agar tidak يَسْجُدُوا۟ yasjudū mereka bersujud/menyembah لِلَّهِ lillahi kepada Allah ٱلَّذِى alladhī yang يُخْرِجُ yukh'riju mengeluarkan/melahirkan ٱلْخَبْءَ l-khaba-a tersembunyi فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan mengetahui مَا mā apa تُخْفُونَ tukh'fūna yang kamu sembunyikan وَمَا wamā dan apa yang تُعْلِنُونَ tuʿ'linūna kamu lahirkan
agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi 1 dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy' ٱلْعَظِيمِ ۩ l-ʿaẓīmi yang besar
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai arasy yang besar".
۞ قَالَ qāla (Sulaeman) berkata سَنَنظُرُ sananẓuru akan kami lihat أَصَدَقْتَ aṣadaqta apakah kamu benar أَمْ am atau كُنتَ kunta adalah kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta
Berkata Sulaymān, "Akan kami lihat, apa kamu benar ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
ٱذْهَب idh'hab pergilah kamu بِّكِتَـٰبِى bikitābī dengan suratku هَـٰذَا hādhā ini فَأَلْقِهْ fa-alqih lalu jatuhkanlah ia إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّ tawalla berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka فَٱنظُرْ fa-unẓur lalu perhatikanlah مَاذَا mādhā apa yang يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali/jawab
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"
قَالَتْ qālat ia berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُلْقِىَ ul'qiya dijatuhkan إِلَىَّ ilayya kepadaku كِتَـٰبٌۭ kitābun surat كَرِيمٌ karīmun mulia/berharga
Berkata ia (Balqis), "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya surat itu مِن min dari سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya surat itu بِسْمِ bis'mi dengan nama ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang
Sesungguhnya surat itu dari Sulaymān dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
أَلَّا allā janganlah تَعْلُوا۟ taʿlū kamu berlaku sombong عَلَىَّ ʿalayya atasku وَأْتُونِى watūnī dan datanglah kepadaku مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".
قَالَتْ qālat ia berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar أَفْتُونِى aftūnī berilah fatwa kepadaku فِىٓ fī dalam أَمْرِى amrī urusanku مَا mā tidak ada كُنتُ kuntu aku قَاطِعَةً qāṭiʿatan keputusan (memutuskan) أَمْرًا amran perkara حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum تَشْهَدُونِ tashhadūni kamu menyaksikan aku
Berkata dia (Balqis), "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَحْنُ naḥnu kita أُو۟لُوا۟ ulū mempunyai قُوَّةٍۢ quwwatin kekuatan وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan mempunyai بَأْسٍۢ basin keberanian شَدِيدٍۢ shadīdin yang sangat وَٱلْأَمْرُ wal-amru dan perkara/keputusan إِلَيْكِ ilayki kepadamu فَٱنظُرِى fa-unẓurī maka perhatikan/pertimbangkan مَاذَا mādhā apa itu تَأْمُرِينَ tamurīna akan kamu perintahkan
Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan) dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".
قَالَتْ qālat ia berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُلُوكَ l-mulūka raja-raja إِذَا idhā apabila دَخَلُوا۟ dakhalū mereka memasuki قَرْيَةً qaryatan suatu negeri أَفْسَدُوهَا afsadūhā mereka merusaknya/membinasakannya وَجَعَلُوٓا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan أَعِزَّةَ aʿizzata yang mulia أَهْلِهَآ ahlihā penduduknya أَذِلَّةًۭ ۖ adhillatan rendah/hina وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan
Dia berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku مُرْسِلَةٌ mur'silatun kiriman (mengirimkan) إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka بِهَدِيَّةٍۢ bihadiyyatin dengan hadiah فَنَاظِرَةٌۢ fanāẓiratun maka menunggu بِمَ bima pada apa يَرْجِعُ yarjiʿu kembali ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna utusan-utusan
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَ jāa (utusan) sampai سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman قَالَ qāla (Sulaeman) berkata أَتُمِدُّونَنِ atumiddūnani apakah kamu menolongku بِمَالٍۢ bimālin dengan harta فَمَآ famā maka apa ءَاتَىٰنِۦَ ātāniya memberikan kepadaku ٱللَّهُ l-lahu Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّآ mimmā daripada apa ءَاتَىٰكُم ātākum Dia memberikan kepadamu بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُم antum kamu بِهَدِيَّتِكُمْ bihadiyyatikum dengan hadiahmu تَفْرَحُونَ tafraḥūna kamu gembira
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaymān, Sulaymān berkata, "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
ٱرْجِعْ ir'jiʿ kembalilah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka فَلَنَأْتِيَنَّهُم falanatiyannahum maka sungguh kami akan mendatangi mereka بِجُنُودٍۢ bijunūdin dengan bala tentara لَّا lā tidak kuasa قِبَلَ qibala menghadapi/melawan لَهُم lahum bagi mereka بِهَا bihā dengannya وَلَنُخْرِجَنَّهُم walanukh'rijannahum dan sungguh akan kami usir mereka مِّنْهَآ min'hā dari padanya (negeri itu) أَذِلَّةًۭ adhillatan terhina وَهُمْ wahum dan mereka صَـٰغِرُونَ ṣāghirūna mereka kecil/tidak berharga
Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Sabā’) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".
قَالَ qāla (Sulaeman) berkata يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu يَأْتِينِى yatīnī mendatangkan kepadaku بِعَرْشِهَا biʿarshihā dengan singgasananya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa يَأْتُونِى yatūnī mereka datang kepadaku مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri
Berkata Sulaymān, "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".
قَالَ qāla berkata عِفْرِيتٌۭ ʿif'rītun ifrit مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin أَنَا۠ anā saya ءَاتِيكَ ātīka akan mendatangkan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa تَقُومَ taqūma kamu berdiri مِن min dari مَّقَامِكَ ۖ maqāmika tempat dudukmu وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya لَقَوِىٌّ laqawiyyun benar-benar kuat أَمِينٌۭ amīnun dipercaya
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".
قَالَ qāla berkata ٱلَّذِى alladhī yang/orang عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/mempunyai عِلْمٌۭ ʿil'mun ilmu مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab أَنَا۠ anā saya ءَاتِيكَ ātīka mendatangkan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya قَبْلَ qabla sebelum أَن an bahwa يَرْتَدَّ yartadda berkedip إِلَيْكَ ilayka kepadamu طَرْفُكَ ۚ ṭarfuka matamu فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَاهُ raāhu (Sulaeman) melihatnya مُسْتَقِرًّا mus'taqirran berdiri tegak عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/dihadapannya قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini مِن min dari/termasuk فَضْلِ faḍli karunia رَبِّى rabbī Tuhanku لِيَبْلُوَنِىٓ liyabluwanī untuk mengujiku ءَأَشْكُرُ a-ashkuru apakah aku bersyukur أَمْ am atau أَكْفُرُ ۖ akfuru aku ingkar وَمَن waman dan barangsiapa شَكَرَ shakara bersyukur فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَشْكُرُ yashkuru ia bersyukur لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barangsiapa كَفَرَ kafara ingkar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku غَنِىٌّۭ ghaniyyun Maha Kaya كَرِيمٌۭ karīmun Maha Mulia
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaymān melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhan-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhan-ku Maha Kaya lagi Maha Mulia". 1
قَالَ qāla (Sulaeman) berkata نَكِّرُوا۟ nakkirū ubahlah لَهَا lahā baginya عَرْشَهَا ʿarshahā singgasananya نَنظُرْ nanẓur kita akan melihat أَتَهْتَدِىٓ atahtadī apakah dia mengenal أَمْ am atau تَكُونُ takūnu dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mengenal
Dia berkata, "Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَتْ jāat (Ratu) datang قِيلَ qīla dikatakan أَهَـٰكَذَا ahākadhā apakah demikian عَرْشُكِ ۖ ʿarshuki singgasanamu قَالَتْ qālat (Ratu) berkata كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan ia هُوَ ۚ huwa ia (singgasanaku) وَأُوتِينَا waūtīnā dan kami diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu pengetahuan مِن min dari قَبْلِهَا qablihā sebelumnya وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Dan ketika Balqis datang ditanyakanlah kepadanya, "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab, "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri". 1
وَصَدَّهَا waṣaddahā dan menghalanginya مَا mā apa كَانَت kānat yang dia adalah تَّعْبُدُ taʿbudu dia menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّهَا innahā sesungguhnya dia كَانَتْ kānat adalah dia مِن min dari قَوْمٍۢ qawmin kaum كَـٰفِرِينَ kāfirīna kafir
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya) karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.
قِيلَ qīla dikatakan لَهَا lahā kepadanya ٱدْخُلِى ud'khulī masuklah ٱلصَّرْحَ ۖ l-ṣarḥa istana فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَتْهُ ra-athu dia melihatnya حَسِبَتْهُ ḥasibathu dia mengiranya لُجَّةًۭ lujjatan kolam air وَكَشَفَتْ wakashafat dan dia membuka/menyingkap عَن ʿan dari سَاقَيْهَا ۚ sāqayhā kedua betisnya قَالَ qāla (Sulaeman) berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia صَرْحٌۭ ṣarḥun istana مُّمَرَّدٌۭ mumarradun diperhalus/licin مِّن min dari قَوَارِيرَ ۗ qawārīra kaca قَالَتْ qālat (Ratu) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku ظَلَمْتُ ẓalamtu aku berbuat zalim نَفْسِى nafsī diriku وَأَسْلَمْتُ wa-aslamtu dan aku berserah diri مَعَ maʿa bersama سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman لِلَّهِ lillahi kepada Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaymān, "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaymān kepada Allah, Tuhan semesta alam".
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mengutus إِلَىٰ ilā kepada ثَمُودَ thamūda Samud أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka صَـٰلِحًا ṣāliḥan Saleh أَنِ ani sesungguhnya ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka فَرِيقَانِ farīqāni dua golongan يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bermusuhan
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Ṡamūd saudara mereka Ṣālīḥ (yang berseru), "Sembahlah Allah". Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لِمَ lima mengapa تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan keburukan قَبْلَ qabla sebelum ٱلْحَسَنَةِ ۖ l-ḥasanati kebaikan لَوْلَا lawlā mengapa tidak تَسْتَغْفِرُونَ tastaghfirūna kamu minta ampunan ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna diberi rahmat
Dia berkata, "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah, kamu meminta ampun kepada Allah agar kamu mendapat rahmat".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱطَّيَّرْنَا iṭṭayyarnā kami mendapat celaka بِكَ bika disebabkan kamu وَبِمَن wabiman dan dengan orang-orang مَّعَكَ ۚ maʿaka bersamamu قَالَ qāla (Saleh) berkata طَـٰٓئِرُكُمْ ṭāirukum kecelakaanmu عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum تُفْتَنُونَ tuf'tanūna kamu diuji
Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu". Ṣālīḥ berkata, "Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji".
وَكَانَ wakāna dan adalah فِى fī di ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota itu تِسْعَةُ tis'ʿatu sembilan رَهْطٍۢ rahṭin kaum/orang laki-laki يُفْسِدُونَ yuf'sidūna mereka membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَلَا walā dan mereka tidak يُصْلِحُونَ yuṣ'liḥūna berbuat kebaikan
Dan adalah di kota itu 1, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata تَقَاسَمُوا۟ taqāsamū bersumpahlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah لَنُبَيِّتَنَّهُۥ lanubayyitannahu sungguh kita akan menyerangnya dimalam hari وَأَهْلَهُۥ wa-ahlahu dan keluarganya ثُمَّ thumma kemudian لَنَقُولَنَّ lanaqūlanna bersumpahlah kamu لِوَلِيِّهِۦ liwaliyyihi kepada warisnya مَا mā kita tidak شَهِدْنَا shahid'nā menyaksikan مَهْلِكَ mahlika kebinasaan أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna sungguh orang-orang yang benar
Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya pada malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar".
وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya مَكْرًۭا makran tipu daya وَمَكَرْنَا wamakarnā dan Kami membuat tipu daya مَكْرًۭا makran tipu daya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan مَكْرِهِمْ makrihim tipu daya mereka أَنَّا annā bahwasanya Kami دَمَّرْنَـٰهُمْ dammarnāhum Kami binasakan mereka وَقَوْمَهُمْ waqawmahum dan kaum mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
فَتِلْكَ fatil'ka maka itulah بُيُوتُهُمْ buyūtuhum rumah-rumah mereka خَاوِيَةًۢ khāwiyatan roboh/runtuh بِمَا bimā dengan apa/sebab ظَلَمُوٓا۟ ۗ ẓalamū mereka zalim إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar suatu tanda/pelajaran لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.
وَأَنجَيْنَا wa-anjaynā dan Kami selamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman 1 dan mereka itu selalu bertakwa.
وَلُوطًا walūṭan dan Lut إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu mendatangkan / mengapa kamu mengerjakan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat/mempunyai pandangan
Dan (ingatlah kisah) Lūṭ ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah 1 itu, sedang kamu memperlihatkan(nya)?"
أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَأْتُونَ latatūna kamu mendatangi ٱلرِّجَالَ l-rijāla orang laki-laki شَهْوَةًۭ shahwatan syahwat/nafsu مِّن min dari دُونِ dūni selain/bukan ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi wanita بَلْ bal bahkan أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna kamu bodoh
"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".
۞ فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَخْرِجُوٓا۟ akhrijū usirlah/keluarkan ءَالَ āla keluarga لُوطٍۢ lūṭin Lut مِّن min dari قَرْيَتِكُمْ ۖ qaryatikum negerimu إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka أُنَاسٌۭ unāsun manusia/orang-orang يَتَطَهَّرُونَ yataṭahharūna orang-orang yang bersih
Maka tidak lain jawaban kaumnya, melainkan mengatakan, "Usirlah Lūṭ beserta keluarganya dari negerimu karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih 1".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya قَدَّرْنَـٰهَا qaddarnāhā Kami menentukannya مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal
Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami turunkan hujan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan فَسَآءَ fasāa maka amat buruk مَطَرُ maṭaru hujan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan
Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.
قُلِ quli katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan kesejahteraan عَلَىٰ ʿalā atas عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hamba-Nya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱصْطَفَىٰٓ ۗ iṣ'ṭafā Dia memilih ءَآللَّهُ āllahu apakah Allah خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمَّا ammā apa yang يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Katakanlah, "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"
أَمَّنْ amman atau siapakah خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَأَنزَلَ wa-anzala dan menurunkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā dan Kami tumbuhkan بِهِۦ bihi padanya حَدَآئِقَ ḥadāiqa kebun-kebun ذَاتَ dhāta yang mempunyai بَهْجَةٍۢ bahjatin pemandangan indah مَّا mā tidak كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تُنۢبِتُوا۟ tunbitū kamu menumbuhkan شَجَرَهَآ ۗ shajarahā pohon-pohonnya أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka berpaling
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya), mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
أَمَّن amman atau apakah جَعَلَ jaʿala yang telah menjadikan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi قَرَارًۭا qarāran tempat berdiam وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan خِلَـٰلَهَآ khilālahā dicelah-celahnya أَنْهَـٰرًۭا anhāran sungai-sungai وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan لَهَا lahā untuknya رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan بَيْنَ bayna diantara ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua laut حَاجِزًا ۗ ḥājizan suatu pemisah/batas أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah بَلْ bal bahkan أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut 1? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya), kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.
أَمَّن amman atau siapakah يُجِيبُ yujību memperkenankan ٱلْمُضْطَرَّ l-muḍ'ṭara orang dalam kesulitan إِذَا idhā tatkala دَعَاهُ daʿāhu dia berdo'a kepada-Nya وَيَكْشِفُ wayakshifu dan menghilangkan ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejelekan/kesusahan وَيَجْعَلُكُمْ wayajʿalukum dan menjadikan kamu خُلَفَآءَ khulafāa khalifah ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi di bumi أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قَلِيلًۭا qalīlan amat sedikit مَّا mā apa تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengingat
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi 1? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
أَمَّن amman atau siapakah يَهْدِيكُمْ yahdīkum memberi petunjuk kamu فِى fī dalam ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan lautan وَمَن waman dan siapa يُرْسِلُ yur'silu mengirim ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin بُشْرًۢا bush'ran kabar gembira بَيْنَ bayna antara يَدَىْ yaday hadapan/sebelum رَحْمَتِهِۦٓ ۗ raḥmatihi rahmat-Nya أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah تَعَـٰلَى taʿālā Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya 1? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).
أَمَّن amman atau siapakah يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu mengulanginya وَمَن waman dan siapa يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezeki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada Tuhan مَّعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قُلْ qul katakanlah هَاتُوا۟ hātū kemukakanlah بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum tanda-tandamu/bukti-buktimu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".
قُل qul katakanlah لَّا lā tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَن man orang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَمَا wamā dan mereka tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna menyadari/mengetahui أَيَّانَ ayyāna bilamana يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
Katakanlah, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah" dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
بَلِ bali bahkan ٱدَّٰرَكَ iddāraka tidak sampai عِلْمُهُمْ ʿil'muhum pengetahuan mereka فِى fī dalam/tentang ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّنْهَا ۖ min'hā dari padanya بَلْ bal bahkan هُم hum mereka مِّنْهَا min'hā dari padanya عَمُونَ ʿamūna mereka buta
Sebenarnya, pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana), malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta darinya.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā kita adalah/menjadi تُرَٰبًۭا turāban tanah وَءَابَآؤُنَآ waābāunā dan bapak-bapak kita أَئِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمُخْرَجُونَ lamukh'rajūna sungguh akan dikeluarkan
Berkatalah orang-orang yang kafir, "Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
لَقَدْ laqad sesungguhnya وُعِدْنَا wuʿid'nā kami diberi ancaman هَـٰذَا hādhā ini نَحْنُ naḥnu kami وَءَابَآؤُنَا waābāunā dan bapak-bapak kami مِن min dari قَبْلُ qablu dahulu إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongengan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini 1 dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".
قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū lalu perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Katakanlah, "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.
وَلَا walā dan janganlah تَحْزَنْ taḥzan kamu bersedih hati عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan jangan kamu تَكُن takun adalah/menjadi فِى fī dalam ضَيْقٍۢ ḍayqin kesempitan مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka tipudayakan
Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan".
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā kapan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar".
قُلْ qul katakanlah عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ia رَدِفَ radifa hampir datang لَكُم lakum bagi kalian بَعْضُ baʿḍu sebagian ٱلَّذِى alladhī yang تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan
Katakanlah, "Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu 1.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَذُو ladhū benar-benar mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka mensyukuri
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَيَعْلَمُ layaʿlamu benar-benar mengetahui مَا mā apa تُكِنُّ tukinnu yang disembunyikan صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada mereka/hati mereka وَمَا wamā dan apa yang يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan
Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.
وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari غَآئِبَةٍۢ ghāibatin yang gaib فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi إِلَّا illā melainkan فِى fī dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّبِينٍ mubīnin yang nyata
Tiada sesuatu pun yang gaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an يَقُصُّ yaquṣṣu menceriterakan عَلَىٰ ʿalā atas بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَكْثَرَ akthara banyak ٱلَّذِى alladhī yang هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi padanya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka berselisih
Sesungguhnya Al-Qur`ān ini menjelaskan kepada Bani Isrā`īl sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَهُدًۭى lahudan benar-benar petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَقْضِى yaqḍī akan memutuskan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِحُكْمِهِۦ ۚ biḥuk'mihi dengan hukum-Nya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Sesungguhnya Tuhan-mu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya; dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
فَتَوَكَّلْ fatawakkal maka bertawakallah عَلَى ʿalā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu عَلَى ʿalā di atas ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata
Sebab itu bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata.
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَا lā tidak dapat تُسْمِعُ tus'miʿu menjadikan mendengar ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَلَا walā dan tidak dapat تُسْمِعُ tus'miʿu menjadikan mendengar ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang tuli ٱلدُّعَآءَ l-duʿāa seruan إِذَا idhā apabila وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna kebelakang
Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِهَـٰدِى bihādī dengan memberi petunjuk ٱلْعُمْىِ l-ʿum'yi orang buta عَن ʿan dari ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ ḍalālatihim kesesatan mereka إِن in tidaklah تُسْمِعُ tus'miʿu kamu dapat menjadikan mendengar إِلَّا illā kecuali مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami فَهُم fahum maka/lalu mereka مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri
Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila وَقَعَ waqaʿa telah jatuh ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَخْرَجْنَا akhrajnā Kami keluarkan لَهُمْ lahum bagi mereka دَآبَّةًۭ dābbatan binatang melata مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تُكَلِّمُهُمْ tukallimuhum ia berkata kepada mereka أَنَّ anna bahwasanya ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami لَا lā tidak يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami 1.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu نَحْشُرُ naḥshuru Kami kumpulkan مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat فَوْجًۭا fawjan segolongan مِّمَّن mimman dari orang-orang يُكَذِّبُ yukadhibu mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَهُمْ fahum lalu mereka يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka dibagi-bagi
Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُو jāū mereka datang قَالَ qāla (Allah) berfirman أَكَذَّبْتُم akadhabtum apakah kamu telah mendustakan بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayat-Ku وَلَمْ walam dan/padahal kamu tidak تُحِيطُوا۟ tuḥīṭū meliputi بِهَا bihā padanya عِلْمًا ʿil'man pengetahuan أَمَّاذَا ammādhā atau apakah كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman, "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya 1 atau apakah yang telah kamu kerjakan?"
وَوَقَعَ wawaqaʿa dan jatuhlah ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِمَا bimā dengan apa/sebab ظَلَمُوا۟ ẓalamū mereka zalim فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَنطِقُونَ yanṭiqūna mereka dapat berkata
Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).
أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّا annā bahwasanya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam لِيَسْكُنُوا۟ liyaskunū agar mereka beristirahat فِيهِ fīhi di dalamnya وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang مُبْصِرًا ۚ mub'ṣiran menerangi إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى fī pada/dengan ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَفَزِعَ fafaziʿa maka terkejutlah مَن man orang/segala apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَن waman dan orang/segala apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā kecuali مَن man siapa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَكُلٌّ wakullun dan masing-masing/semua أَتَوْهُ atawhu mereka datang kepada-Nya دَٰخِرِينَ dākhirīna merendahkan diri
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
وَتَرَى watarā dan kamu lihat ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung تَحْسَبُهَا taḥsabuhā kamu mengiranya جَامِدَةًۭ jāmidatan beku/tidak bergerak وَهِىَ wahiya dan/padahal dia تَمُرُّ tamurru berjalan مَرَّ marra perjalanan ٱلسَّحَابِ ۚ l-saḥābi awan صُنْعَ ṣun'ʿa perbuatan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَتْقَنَ atqana menyempurnakan/kokoh كُلَّ kulla segala شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia خَبِيرٌۢ khabīrun Maha mengetahui بِمَا bimā dengan apa/tentang apa تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
مَن man barangsiapa جَآءَ jāa datang/membawa بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan فَلَهُۥ falahu maka baginya خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهَا min'hā dari padanya وَهُم wahum dan mereka مِّن min dari فَزَعٍۢ fazaʿin kejutan يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ءَامِنُونَ āminūna orang-orang yang aman
Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik darinya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram daripada kejutan yang dahsyat pada hari itu.
وَمَن waman dan barangsiapa جَآءَ jāa datang/membawa بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan فَكُبَّتْ fakubbat maka dijerumuskan وُجُوهُهُمْ wujūhuhum muka-muka mereka فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka هَلْ hal apakah/tidakkah تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi alasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah أَنْ an untuk أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah رَبَّ rabba Tuhan هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْبَلْدَةِ l-baldati negeri ٱلَّذِى alladhī yang حَرَّمَهَا ḥarramahā Dia menjadikannya suci وَلَهُۥ walahu dan bagi-Nya كُلُّ kullu segala شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintahkan أَنْ an supaya أَكُونَ akūna aku adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
وَأَنْ wa-an dan supaya أَتْلُوَا۟ atluwā aku membacakan ٱلْقُرْءَانَ ۖ l-qur'āna Al-Qur'an فَمَنِ famani maka barangsiapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya يَهْتَدِى yahtadī ia mendapat petunjuk لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barangsiapa ضَلَّ ḍalla sesat فَقُلْ faqul maka katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنذِرِينَ l-mundhirīna orang-orang yang memberi peringatan
Dan supaya aku membacakan Al-Qur`ān (kepada manusia). Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya dan barang siapa yang sesat maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan".
وَقُلِ waquli dan katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah سَيُرِيكُمْ sayurīkum Dia akan memperhatikan kepadamu ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya فَتَعْرِفُونَهَا ۚ fataʿrifūnahā maka kamu akan mengetahuinya وَمَا wamā dan tidaklah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai عَمَّا ʿammā dari/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhan-mu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan".