القصص
Al-Qasas
Kisah-kisah Makkiyah
Memuat audio qari…
طسٓمٓ tta-seen-meem Thaa siin miim
Ṭā Sīn Mīm 1
تِلْكَ til'ka ini ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata
Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`ān) yang nyata (dari Allah).
نَتْلُوا۟ natlū Kami membacakan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu/atasmu مِن min dari نَّبَإِ naba-i kisah مُوسَىٰ mūsā Musa وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar لِقَوْمٍۢ liqawmin untuk kaum/orang-orang يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firʻawn dengan benar untuk orang-orang yang beriman.
إِنَّ inna sesungguhnya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun عَلَا ʿalā sombong/berbuat sewenang-wenang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَجَعَلَ wajaʿala dan dia menjadikan أَهْلَهَا ahlahā penduduknya شِيَعًۭا shiyaʿan berpecah-belah يَسْتَضْعِفُ yastaḍʿifu dia melemahkan/menindas طَآئِفَةًۭ ṭāifatan segolongan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka يُذَبِّحُ yudhabbiḥu dia menyembelih أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak laki-laki mereka وَيَسْتَحْىِۦ wayastaḥyī dan dia membiarkan hidup نِسَآءَهُمْ ۚ nisāahum perempuan mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia/Fir'aun كَانَ kāna adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan
Sesungguhnya Firʻawn telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka 1. Sesungguhnya Firʻawn termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَنُرِيدُ wanurīdu dan Kami hendak أَن an bahwa نَّمُنَّ namunna Kami memberi karunia عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) ditindas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَنَجْعَلَهُمْ wanajʿalahum dan Kami akan menjadikan mereka أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin وَنَجْعَلَهُمُ wanajʿalahumu dan Kami akan menjadikan mereka ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna orang-orang yang mewarisi
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) 1,
وَنُمَكِّنَ wanumakkina dan Kami teguhkan لَهُمْ lahum bagi mereka فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَنُرِىَ wanuriya dan Kami perlihatkan فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman وَجُنُودَهُمَا wajunūdahumā dan bala tentara keduanya مِنْهُم min'hum dari mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَحْذَرُونَ yaḥdharūna mereka khawatirkan
dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, dan akan Kami perlihatkan kepada Firʻawn dan Hāmān beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu 1.
وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan kami memberi wahyu/ilham إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّ ummi ibu مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an agar أَرْضِعِيهِ ۖ arḍiʿīhi susukanlah dia فَإِذَا fa-idhā maka apabila خِفْتِ khif'ti kamu takut عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/terhadapnya فَأَلْقِيهِ fa-alqīhi maka jatuhkanlah dia فِى fī di ٱلْيَمِّ l-yami sungai وَلَا walā dan jangan تَخَافِى takhāfī kamu takut وَلَا walā dan jangan تَحْزَنِىٓ ۖ taḥzanī kamu bersedih hati إِنَّا innā sesungguhnya kami رَآدُّوهُ rāddūhu mengembalikan dia إِلَيْكِ ilayki kepadamu وَجَاعِلُوهُ wajāʿilūhu dan menjadikannya مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
فَٱلْتَقَطَهُۥٓ fal-taqaṭahu maka memungutnya ءَالُ ālu keluarga فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun لِيَكُونَ liyakūna agar dia adalah/menjadi لَهُمْ lahum bagi mereka عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh وَحَزَنًا ۗ waḥazanan dan kesedihan إِنَّ inna sesungguhnya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman وَجُنُودَهُمَا wajunūdahumā dan bala tentara keduanya كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰطِـِٔينَ khāṭiīna orang-orang yang bersalah
Maka dipungutlah ia oleh keluarga Firʻawn yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Firʻawn dan Hāmān beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun قُرَّتُ qurratu penyejuk عَيْنٍۢ ʿaynin mata لِّى lī bagiku وَلَكَ ۖ walaka dan bagimu لَا lā jangan تَقْتُلُوهُ taqtulūhu kamu membunuhnya عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan أَن an dia akan يَنفَعَنَآ yanfaʿanā memberi manfaat kepada kita أَوْ aw atau نَتَّخِذَهُۥ nattakhidhahu kita ambil dia وَلَدًۭا waladan anak وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Dan berkatalah istri Firʻawn , "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.
وَأَصْبَحَ wa-aṣbaḥa dan menjadi فُؤَادُ fuādu hati أُمِّ ummi ibu مُوسَىٰ mūsā Musa فَـٰرِغًا ۖ fārighan kosong إِن in sungguh كَادَتْ kādat ia hampir لَتُبْدِى latub'dī ia menyatakan بِهِۦ bihi dengannya لَوْلَآ lawlā jika tidak أَن an bahwa رَّبَطْنَا rabaṭnā Kami teguhkan عَلَىٰ ʿalā atas قَلْبِهَا qalbihā hatinya لِتَكُونَ litakūna supaya ia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa 1. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
وَقَالَتْ waqālat dan (ibu Musa) berkata لِأُخْتِهِۦ li-ukh'tihi kepada saudara perempuannya (Musa) قُصِّيهِ ۖ quṣṣīhi selidikilah/ikutilah dia فَبَصُرَتْ fabaṣurat maka ia melihat بِهِۦ bihi dengannya (Musa) عَن ʿan dari جُنُبٍۢ junubin jauh وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, "Ikutilah dia" . Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,
۞ وَحَرَّمْنَا waḥarramnā dan Kami haramkan/cegah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Musa) ٱلْمَرَاضِعَ l-marāḍiʿa perempuan-perempuan yang menyusukan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu فَقَالَتْ faqālat maka ia berkata هَلْ hal apakah/maukah أَدُلُّكُمْ adullukum aku tunjukkan kepadamu عَلَىٰٓ ʿalā atas أَهْلِ ahli keluarga بَيْتٍۢ baytin rumah-tangga يَكْفُلُونَهُۥ yakfulūnahu akan memeliharanya لَكُمْ lakum bagi kalian وَهُمْ wahum dan mereka لَهُۥ lahu kepadanya نَـٰصِحُونَ nāṣiḥūna berlaku jujur/baik
dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu, maka berkatalah saudara Musa, "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".
فَرَدَدْنَـٰهُ faradadnāhu maka Kami kembalikannya إِلَىٰٓ ilā kepada أُمِّهِۦ ummihi ibunya كَىْ kay supaya تَقَرَّ taqarra ia sejuk عَيْنُهَا ʿaynuhā matanya وَلَا walā dan ia tidak تَحْزَنَ taḥzana bersedih hati وَلِتَعْلَمَ walitaʿlama dan supaya ia mengetahui أَنَّ anna bahwasanya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
وَلَمَّا walammā dan setelah بَلَغَ balagha (Musa) sampai أَشُدَّهُۥ ashuddahu umurnya/dewasanya وَٱسْتَوَىٰٓ wa-is'tawā dan dia telah sempurna ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami berikan kepadanya حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَدَخَلَ wadakhala dan (Musa) masuk ٱلْمَدِينَةَ l-madīnata kota عَلَىٰ ʿalā atas حِينِ ḥīni sewaktu غَفْلَةٍۢ ghaflatin lalai/lengah مِّنْ min dari أَهْلِهَا ahlihā penduduknya فَوَجَدَ fawajada maka dia mendapatkan فِيهَا fīhā di dalamnya (kota) رَجُلَيْنِ rajulayni dua orang laki-laki يَقْتَتِلَانِ yaqtatilāni keduanya perang/berkelahi هَـٰذَا hādhā ini (orang) مِن min dari شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya وَهَـٰذَا wahādhā dan ini (orang) مِنْ min dari عَدُوِّهِۦ ۖ ʿaduwwihi musuhnya فَٱسْتَغَـٰثَهُ fa-is'taghāthahu maka meminta tolong kepadanya ٱلَّذِى alladhī yang مِن min dari شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِى alladhī (orang) yang مِنْ min dari عَدُوِّهِۦ ʿaduwwihi musuhnya فَوَكَزَهُۥ fawakazahu maka meninjunya مُوسَىٰ mūsā Musa فَقَضَىٰ faqaḍā lalu menentukan/mati عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya (musuhnya) قَالَ qāla (Musa) berkata هَـٰذَا hādhā ini مِنْ min dari عَمَلِ ʿamali perbuatan ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/syaitan عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّضِلٌّۭ muḍillun menyesatkan مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah 1, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Isrā`īl) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firʻawn ). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu. Musa berkata, "Ini adalah perbuatan setan 2, sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku ظَلَمْتُ ẓalamtu aku telah menganiaya نَفْسِى nafsī diriku فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لِى lī aku فَغَفَرَ faghafara maka Dia mengampuni لَهُۥٓ ۚ lahu padanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Musa berdoa, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya; sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku بِمَآ bimā dengan apa/nikmat أَنْعَمْتَ anʿamta telah Engkau anugerahkan عَلَىَّ ʿalayya atasku/kepadaku فَلَنْ falan maka aku tidak أَكُونَ akūna menjadi ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong لِّلْمُجْرِمِينَ lil'muj'rimīna bagi orang-orang yang berdosa
Musa berkata, "Ya Tuhan-ku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".
فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah dia/Musa فِى fī dalam ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota خَآئِفًۭا khāifan ketakutan يَتَرَقَّبُ yataraqqabu dia menunggu-nunggu فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba ٱلَّذِى alladhī (orang) yang ٱسْتَنصَرَهُۥ is'tanṣarahu meminta tolong kepadanya بِٱلْأَمْسِ bil-amsi dengan kemarin يَسْتَصْرِخُهُۥ ۚ yastaṣrikhuhu ia berteriak kepadanya قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَغَوِىٌّۭ laghawiyyun benar-benar orang sesat مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya, "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَنْ an dia أَرَادَ arāda hendak/akan أَن an dia يَبْطِشَ yabṭisha menyerang/memukul dengan keras بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan/kepada orang yang هُوَ huwa ia عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh لَّهُمَا lahumā bagi keduanya قَالَ qāla ia berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa أَتُرِيدُ aturīdu apakah kamu hendak أَن an kamu تَقْتُلَنِى taqtulanī membunuh aku كَمَا kamā sebagaimana قَتَلْتَ qatalta kamu telah membunuh نَفْسًۢا nafsan seseorang بِٱلْأَمْسِ ۖ bil-amsi dengan kemarin إِن in kamu tidak تُرِيدُ turīdu bermaksud إِلَّآ illā melainkan أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah جَبَّارًۭا jabbāran sewenang-wenang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ini وَمَا wamā dan tidaklah تُرِيدُ turīdu kamu bermaksud أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُصْلِحِينَ l-muṣ'liḥīna orang-orang yang mengadakan perdamaian
Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata, "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud, melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini) dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".
وَجَآءَ wajāa dan datanglah رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki مِّنْ min dari أَقْصَا aqṣā ujung ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota يَسْعَىٰ yasʿā ia berjalan dengan cepat قَالَ qāla ia berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمَلَأَ l-mala-a pembesar يَأْتَمِرُونَ yatamirūna mereka berunding بِكَ bika dengan/tentang kamu لِيَقْتُلُوكَ liyaqtulūka untuk membunuhmu فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكَ laka kepadamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat
Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata, "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu sebab itu keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu".
فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar مِنْهَا min'hā dari padanya (kota itu) خَآئِفًۭا khāifan dengan rasa takut يَتَرَقَّبُ ۖ yataraqqabu dia menunggu-nunggu قَالَ qāla dia berkata (berdo'a) رَبِّ rabbi ya Tuhanku نَجِّنِى najjinī selamatkanlah aku مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu 1 dengan khawatir, dia berdoa, "Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu".
وَلَمَّا walammā dan tatkala تَوَجَّهَ tawajjaha dia menghadap/menuju تِلْقَآءَ til'qāa arah/jurusan مَدْيَنَ madyana Madyan قَالَ qāla dia berkata (berdo'a) عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَن an bahwa يَهْدِيَنِى yahdiyanī Dia memberi petunjuk kepadaku سَوَآءَ sawāa harus/benar ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan
Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Madyan ia berdoa (lagi), "Mudah-mudahan Tuhan-ku memimpinku ke jalan yang benar".
وَلَمَّا walammā dan tatkala وَرَدَ warada dia sampai مَآءَ māa air مَدْيَنَ madyana negeri Madyan وَجَدَ wajada dia menjumpai عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أُمَّةًۭ ummatan suatu ummat (sekumpulan) مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia (orang) يَسْقُونَ yasqūna mereka memberi minum وَوَجَدَ wawajada dan dia menjumpai مِن min dari دُونِهِمُ dūnihimu selain mereka ٱمْرَأَتَيْنِ im'ra-atayni dua orang wanita تَذُودَانِ ۖ tadhūdāni keduanya menghambat/menahan قَالَ qāla (Musa) berkata مَا mā apa خَطْبُكُمَا ۖ khaṭbukumā maksud kamu berdua قَالَتَا qālatā keduanya berkata (menjawab) لَا lā tidak نَسْقِى nasqī kami dapat memberi minum حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُصْدِرَ yuṣ'dira menghalau ٱلرِّعَآءُ ۖ l-riʿāu penggembala-penggembala وَأَبُونَا wa-abūnā dan bapak kami شَيْخٌۭ shaykhun lanjut usia كَبِيرٌۭ kabīrun besar/tua
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya) dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".
فَسَقَىٰ fasaqā maka (Musa) memberi minum لَهُمَا lahumā kepada keduanya ثُمَّ thumma kemudian تَوَلَّىٰٓ tawallā dia berpaling/kembali إِلَى ilā kepada/ke ٱلظِّلِّ l-ẓili tempat yang teduh فَقَالَ faqāla lalu dia berkata/berdo'a رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku لِمَآ limā terhadap apa أَنزَلْتَ anzalta Engkau turunkan إِلَىَّ ilayya kepadaku مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan فَقِيرٌۭ faqīrun sangat memerlukan
Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh, lalu berdoa, "Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan 1 yang Engkau turunkan kepadaku".
فَجَآءَتْهُ fajāathu maka datanglah kepadanya (Musa) إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya تَمْشِى tamshī ia berjalan عَلَى ʿalā atas/dengan ٱسْتِحْيَآءٍۢ is'tiḥ'yāin kemalu-maluan قَالَتْ qālat ia berkata إِنَّ inna sesungguhnya أَبِى abī bapakku يَدْعُوكَ yadʿūka memanggil kamu لِيَجْزِيَكَ liyajziyaka untuk memberi balasan kepadamu أَجْرَ ajra upah مَا mā apa سَقَيْتَ saqayta yang kamu memberi minum لَنَا ۚ lanā untuk kami فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُۥ jāahu (Musa) datang kepadanya وَقَصَّ waqaṣṣa dan dia menceriterakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ٱلْقَصَصَ l-qaṣaṣa cerita قَالَ qāla (Syu'aib) berkata لَا lā jangan تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut نَجَوْتَ najawta kamu telah selamat مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Kemudian, datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata, "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syuʻayb) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Syuʻayb berkata, "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".
قَالَتْ qālat berkata إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ is'tajir'hu ambillah upahan dia (sebagai buruh) إِنَّ inna sesungguhnya خَيْرَ khayra lebih baik مَنِ mani orang ٱسْتَـْٔجَرْتَ is'tajarta engkau ambil upahan (sebagai buruh) ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu yang kuat ٱلْأَمِينُ l-amīnu dapat dipercaya
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, "Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُرِيدُ urīdu aku bermaksud أَنْ an untuk أُنكِحَكَ unkiḥaka aku menikahkan kamu إِحْدَى iḥ'dā salah seorang ٱبْنَتَىَّ ib'natayya kedua anak perempuanku هَـٰتَيْنِ hātayni ini عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa تَأْجُرَنِى tajuranī kamu mengambil upah/bekerja padaku ثَمَـٰنِىَ thamāniya delapan حِجَجٍۢ ۖ ḥijajin tahun فَإِنْ fa-in maka jika أَتْمَمْتَ atmamta kamu sempurnakan عَشْرًۭا ʿashran sepuluh فَمِنْ famin maka itu dari عِندِكَ ۖ ʿindika sisimu/kemauanmu وَمَآ wamā dan aku tidak أُرِيدُ urīdu bermaksud أَنْ an bahwa أَشُقَّ ashuqqa aku memberatkan عَلَيْكَ ۚ ʿalayka atasmu سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapatiku إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh/baik
Berkatalah dia (Syuʻayb), "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".
قَالَ qāla (Musa) berkata ذَٰلِكَ dhālika demikian itulah بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكَ ۖ wabaynaka dan antara kamu أَيَّمَا ayyamā yang mana saja ٱلْأَجَلَيْنِ l-ajalayni dua waktu قَضَيْتُ qaḍaytu aku sempurnakan فَلَا falā maka tidak ada عُدْوَٰنَ ʿud'wāna permusuhan/tuntutan عَلَىَّ ۖ ʿalayya atasku وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa yang نَقُولُ naqūlu kita katakan/ucapkan وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga/menjadi saksi
Dia (Musa) berkata, "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".
۞ فَلَمَّا falammā maka tatkala قَضَىٰ qaḍā telah menyempurnakan مُوسَى mūsā Musa ٱلْأَجَلَ l-ajala waktu وَسَارَ wasāra dia berjalan dimalam hari بِأَهْلِهِۦٓ bi-ahlihi dengan keluarganya ءَانَسَ ānasa dia melihat مِن min dari جَانِبِ jānibi sebelah ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Thur نَارًۭا nāran api قَالَ qāla dia berkata لِأَهْلِهِ li-ahlihi kepada keluarganya ٱمْكُثُوٓا۟ um'kuthū tinggallah/diamlah kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَانَسْتُ ānastu aku telah melihat نَارًۭا nāran api لَّعَلِّىٓ laʿallī mudah-mudahan aku ءَاتِيكُم ātīkum aku datang/membawa kepadamu مِّنْهَا min'hā dari padanya بِخَبَرٍ bikhabarin dengan berita أَوْ aw atau جَذْوَةٍۢ jadhwatin bara/nyala مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri api لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَصْطَلُونَ taṣṭalūna kamu memanaskan badan
Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung 1 ia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api agar kamu dapat menghangatkan badan".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَتَىٰهَا atāhā dia mendatanginya/api نُودِىَ nūdiya dia dipanggil مِن min dari شَـٰطِئِ shāṭi-i pinggir ٱلْوَادِ l-wādi lembah ٱلْأَيْمَنِ l-aymani sebelah kanan فِى fī di ٱلْبُقْعَةِ l-buq'ʿati tempat ٱلْمُبَـٰرَكَةِ l-mubārakati yang diberkati مِنَ mina dari ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon kayu أَن an bahwa يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku أَنَا anā Aku ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam. 1
وَأَنْ wa-an dan sungguh أَلْقِ alqi lemparkanlah عَصَاكَ ۖ ʿaṣāka tongkatmu فَلَمَّا falammā maka tatkala رَءَاهَا raāhā dia melihatnya تَهْتَزُّ tahtazzu ia bergerak-gerak كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan ia جَآنٌّۭ jānnun seekor ular وَلَّىٰ wallā dia berpaling/lari مُدْبِرًۭا mud'biran berbalik ke belakang وَلَمْ walam dan dia tidak يُعَقِّبْ ۚ yuʿaqqib menoleh يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa أَقْبِلْ aqbil datanglah kembali وَلَا walā dan jangan تَخَفْ ۖ takhaf takut إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْـَٔامِنِينَ l-āminīna orang-orang yang aman
dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian, Musa diseru), "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.
ٱسْلُكْ us'luk masukkanlah يَدَكَ yadaka tanganmu فِى fī dalam جَيْبِكَ jaybika sakumu تَخْرُجْ takhruj ia akan keluar بَيْضَآءَ bayḍāa putih مِنْ min dari غَيْرِ ghayri selain/tidak سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk وَٱضْمُمْ wa-uḍ'mum dan dekapkanlah إِلَيْكَ ilayka kepadamu جَنَاحَكَ janāḥaka sayapmu/tanganmu مِنَ mina dari ٱلرَّهْبِ ۖ l-rahbi ketakutan فَذَٰنِكَ fadhānika maka inilah/demikian itu بُرْهَـٰنَانِ bur'hānāni dua bukti (mukjizat) مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦٓ ۚ wamala-ihi dan pembesar-pembesarnya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik
Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu 1, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan 2, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhan-mu (yang akan kamu hadapkan kepada Firʻawn dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik".
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku قَتَلْتُ qataltu aku telah membunuh مِنْهُمْ min'hum dari mereka نَفْسًۭا nafsan seorang فَأَخَافُ fa-akhāfu maka aku takut أَن an bahwa يَقْتُلُونِ yaqtulūni mereka akan membunuhku
Musa berkata, "Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.
وَأَخِى wa-akhī dan saudaraku هَـٰرُونُ hārūnu Harun هُوَ huwa dia أَفْصَحُ afṣaḥu lebih fasih مِنِّى minnī daripada aku لِسَانًۭا lisānan lisan فَأَرْسِلْهُ fa-arsil'hu maka utuslah dia مَعِىَ maʿiya bersamaku رِدْءًۭا rid'an pembantu يُصَدِّقُنِىٓ ۖ yuṣaddiqunī dia membenarkan aku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut أَن an bahwa يُكَذِّبُونِ yukadhibūni mereka mendustakan aku
Dan saudaraku Hārūn dia lebih fasih lidahnya daripadaku 1, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku".
قَالَ qāla (Allah) berfirman سَنَشُدُّ sanashuddu Kami akan meneguhkan/menguatkan عَضُدَكَ ʿaḍudaka lenganmu بِأَخِيكَ bi-akhīka dengan saudaramu وَنَجْعَلُ wanajʿalu dan Kami jadikan/berikan لَكُمَا lakumā kepadamu berdua سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan فَلَا falā maka tidak يَصِلُونَ yaṣilūna mereka sampai إِلَيْكُمَا ۚ ilaykumā kepadamu berdua بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat/mukjizat Kami أَنتُمَا antumā kamu berdua وَمَنِ wamani dan orang yang ٱتَّبَعَكُمَا ittabaʿakumā mengikuti kamu berdua ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang mengalahkan/menang
Allah berfirman, "Kami akan membantumu dengan saudaramu dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat/mukjizat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin yang nyata قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَا mā tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّفْتَرًۭى muf'taran dibuat-buat وَمَا wamā dan kami tidak سَمِعْنَا samiʿ'nā mendengar بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini فِىٓ fī pada ءَابَآئِنَا ābāinā bapak-bapak kami ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu
Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini kepada nenek moyang kami dahulu".
وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan/kepada siapa جَآءَ jāa datang بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk مِنْ min dari عِندِهِۦ ʿindihi sisi-Nya وَمَن waman dan siapa تَكُونُ takūnu adalah ia لَهُۥ lahu baginya/mendapat عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan ٱلدَّارِ ۖ l-dāri tempat (dunia) إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung/mendapat kemenangan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim
Musa menjawab, "Tuhan-ku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim".
وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْمَلَأُ l-mala-u pembesar مَا mā aku tidak عَلِمْتُ ʿalim'tu mengetahui لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرِى ghayrī selain aku فَأَوْقِدْ fa-awqid maka nyalakan api/bakar لِى lī untukku يَـٰهَـٰمَـٰنُ yāhāmānu hai Haman عَلَى ʿalā atas ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah liat فَٱجْعَل fa-ij'ʿal maka buatlah لِّى lī untukku صَرْحًۭا ṣarḥan menara لَّعَلِّىٓ laʿallī barangkali aku أَطَّلِعُ aṭṭaliʿu aku melihat إِلَىٰٓ ilā kepada إِلَـٰهِ ilāhi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku لَأَظُنُّهُۥ la-aẓunnuhu benar-benar aku mengira dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta
Dan berkata Firʻawn , "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah hai Hāmān untukku tanah liat 1, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".
وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan berlaku sombonglah هُوَ huwa dia (Fir'aun) وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi hak وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka إِلَيْنَا ilaynā kepada kami لَا lā tidak يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan
dan berlaku angkuhlah Firʻawn dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
فَأَخَذْنَـٰهُ fa-akhadhnāhu maka Kami ambil/siksa dia وَجُنُودَهُۥ wajunūdahu dan bala tentaranya فَنَبَذْنَـٰهُمْ fanabadhnāhum lalu Kami lemparkan mereka فِى fī kedalam ٱلْيَمِّ ۖ l-yami laut فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Maka Kami hukumlah Firʻawn dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin-pemimpin يَدْعُونَ yadʿūna mereka menyeru إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ ۖ l-nāri api neraka وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا lā tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka akan ditolong
Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
وَأَتْبَعْنَـٰهُمْ wa-atbaʿnāhum dan Kami ikutkan/iringkan mereka فِى fī dalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia لَعْنَةًۭ ۖ laʿnatan kutukan وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat هُم hum mereka مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمَقْبُوحِينَ l-maqbūḥīna orang-orang yang dijelekkan
Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَآ mā apa أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan ٱلْقُرُونَ l-qurūna kurun/generasi ٱلْأُولَىٰ l-ūlā awal/terdahulu بَصَآئِرَ baṣāira pandangan لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat agar mereka ingat.
وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada بِجَانِبِ bijānibi disebelah ٱلْغَرْبِىِّ l-gharbiyi barat إِذْ idh ketika قَضَيْنَآ qaḍaynā Kami putuskan/sampaikan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَى mūsā Musa ٱلْأَمْرَ l-amra perkara/perintah وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada مِنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan
Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat 1 ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan.
وَلَـٰكِنَّآ walākinnā akan tetapi Kami أَنشَأْنَا anshanā Kami telah menumbuhkan قُرُونًۭا qurūnan generasi-generasi فَتَطَاوَلَ fataṭāwala maka panjanglah/berlalulah عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْعُمُرُ ۚ l-ʿumuru umur/masa وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada ثَاوِيًۭا thāwiyan berdiam/tinggal فِىٓ fī dalam/bersama أَهْلِ ahli penduduk مَدْيَنَ madyana Madyan تَتْلُوا۟ tatlū kamu membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami وَلَـٰكِنَّا walākinnā akan tetapi Kami كُنَّا kunnā adalah Kami مُرْسِلِينَ mur'silīna mengutus Rasul-Rasul
Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi dan berlalulah atas mereka masa yang panjang dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.
وَمَا wamā dan tidaklah كُنتَ kunta kamu berada بِجَانِبِ bijānibi disebelah ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur إِذْ idh ketika نَادَيْنَا nādaynā Kami menyeru وَلَـٰكِن walākin akan tetapi رَّحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan قَوْمًۭا qawman kaum مَّآ mā belum أَتَىٰهُم atāhum datang pada mereka مِّن min dari نَّذِيرٍۢ nadhīrin pemberi peringatan مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat
Dan tiadalah kamu berada di dekat Gunung Ṭūr ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhan-mu supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.
وَلَوْلَآ walawlā dan supaya tidak أَن an bahwa/ketika تُصِيبَهُم tuṣībahum menimpa mereka مُّصِيبَةٌۢ muṣībatun musibah/azab بِمَا bimā dengan apa/sebab قَدَّمَتْ qaddamat mendahulukan/perbuatan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka فَيَقُولُوا۟ fayaqūlū lalu mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَرْسَلْتَ arsalta Engkau mengutus إِلَيْنَا ilaynā kepada kami رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul فَنَتَّبِعَ fanattabiʿa maka kami akan mengikuti ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau وَنَكُونَ wanakūna dan adalah/jadilah kami مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin"
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran مِنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi Kami قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُوتِىَ ūtiya diberikan مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa diberikan أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰٓ ۚ mūsā Musa أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka ingkar بِمَآ bimā dengan/kepada apa أُوتِىَ ūtiya diberikan مُوسَىٰ mūsā Musa مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu قَالُوا۟ qālū mereka berkata سِحْرَانِ siḥ'rāni dua ahli sihir تَظَـٰهَرَا taẓāharā keduanya bantu membantu وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami بِكُلٍّۢ bikullin dengan/kepada masing-masing كَـٰفِرُونَ kāfirūna ingkar/tidak mempercayai
Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran 1 dari sisi Kami, mereka berkata, "Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?" Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu telah berkata, "Musa dan Hārūn adalah dua ahli sihir yang bantu-membantu". Dan mereka (juga) berkata, "Sesungguhnya, kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu".
قُلْ qul katakanlah فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah olehmu بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah Kitab مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa ia أَهْدَىٰ ahdā lebih memberi petunjuk مِنْهُمَآ min'humā daripada keduanya أَتَّبِعْهُ attabiʿ'hu aku mengikutinya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Katakanlah, "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur`ān) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar".
فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka menjawab لَكَ laka kepadamu فَٱعْلَمْ fa-iʿ'lam maka ketahuilah أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ۚ ahwāahum hawa nafsu mereka وَمَنْ waman dan siapakah أَضَلُّ aḍallu lebih sesat مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya بِغَيْرِ bighayri dengan tidak هُدًۭى hudan petunjuk مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya وَصَّلْنَا waṣṣalnā telah Kami sampaikan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat/mendapat pelajaran
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur`ān) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran 1.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami datangkan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al-Qur'an مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya هُم hum mereka بِهِۦ bihi dengannya يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Alkitab sebelum Al-Qur`ān, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur`ān itu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya إِنَّهُ innahu sesungguhnya ia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar مِن min dari رَّبِّنَآ rabbinā Tuhan kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang muslim
Dan apabila dibacakan (Al-Qur`ān itu) kepada mereka, mereka berkata, "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُؤْتَوْنَ yu'tawna diberi أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka مَّرَّتَيْنِ marratayni dua kali بِمَا bimā dengan apa/sebab صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka bersabar وَيَدْرَءُونَ wayadraūna dan mereka menolak بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan ٱلسَّيِّئَةَ l-sayi-ata kejahatan وَمِمَّا wamimmā dan sebagian dari apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami telah rezekikan kepada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
Mereka itu diberi pahala dua kali 1 disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar ٱللَّغْوَ l-laghwa perkara yang sia-sia أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling عَنْهُ ʿanhu dari padanya وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَنَآ lanā bagi kami أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amal-amal kami وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amal-amal kamu سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَا lā tidak نَبْتَغِى nabtaghī kami mau/ingin ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh/jahil
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya dan mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَا lā tidak تَهْدِى tahdī kamu dapat memberi petunjuk مَنْ man siapa/orang أَحْبَبْتَ aḥbabta kamu cintai/sukai وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna dengan/kepada orang-orang yang mau menerima petunjuk
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِن in jika نَّتَّبِعِ nattabiʿi kami mengikuti ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk مَعَكَ maʿaka bersama kamu نُتَخَطَّفْ nutakhaṭṭaf kami disambar petir/diusir مِنْ min dari أَرْضِنَآ ۚ arḍinā bumi/negeri kami أَوَلَمْ awalam sudah tidak نُمَكِّن numakkin Kami meneguhkan لَّهُمْ lahum bagi/kepada mereka حَرَمًا ḥaraman yang suci ءَامِنًۭا āminan yang aman يُجْبَىٰٓ yuj'bā dipungut (tidak didatangkan) إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/tempat itu ثَمَرَٰتُ thamarātu buah-buahan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu/macam رِّزْقًۭا riz'qan rezeki مِّن min dari لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan mereka berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَكَمْ wakam dan berapa (banyak) أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِن min dari قَرْيَةٍۭ qaryatin sesuatu negeri بَطِرَتْ baṭirat subur/bersenang-senang مَعِيشَتَهَا ۖ maʿīshatahā kehidupannya فَتِلْكَ fatil'ka maka itulah مَسَـٰكِنُهُمْ masākinuhum tempat kediaman mereka لَمْ lam tidak تُسْكَن tus'kan didiami مِّنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit/kecil وَكُنَّا wakunnā dan Kami adalah نَحْنُ naḥnu Kami ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna Pewaris
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya) 1.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مُهْلِكَ muh'lika membinasakan ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum يَبْعَثَ yabʿatha Dia mengutus فِىٓ fī di أُمِّهَا ummihā ibu (kota)nya رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِنَا ۚ āyātinā ayat-ayat Kami وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā ada Kami مُهْلِكِى muh'likī membinasakan ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri إِلَّا illā kecuali وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna mereka melakukan kezaliman
Dan tidak adalah Tuhan-mu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.
وَمَآ wamā dan apa (saja) أُوتِيتُم ūtītum diberikan kepadamu مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَمَتَـٰعُ famatāʿu maka kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi وَزِينَتُهَا ۚ wazīnatuhā dan perhiasannya وَمَا wamā dan apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰٓ ۚ wa-abqā dan lebih kekal أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Dan apa saja 1 yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
أَفَمَن afaman apakah orang وَعَدْنَـٰهُ waʿadnāhu Kami janjikan kepadanya وَعْدًا waʿdan janji حَسَنًۭا ḥasanan yang baik فَهُوَ fahuwa lalu dia لَـٰقِيهِ lāqīhi menemuinya كَمَن kaman seperti orang مَّتَّعْنَـٰهُ mattaʿnāhu Kami beri kesenangan dia مَتَـٰعَ matāʿa kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi ثُمَّ thumma kemudian هُوَ huwa dia يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُحْضَرِينَ l-muḥ'ḍarīna orang-orang yang dihadirkan
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga), lalu ia memperolehnya sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi 1, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman أَيْنَ ayna dimanakah شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangkakan/katakan
Dan (ingatlah) hari (pada waktu) Allah menyeru mereka seraya berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"
قَالَ qāla berkatalah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَقَّ ḥaqqa berhak عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan (hukuman) رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka inilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَغْوَيْنَآ aghwaynā kami sesatkan أَغْوَيْنَـٰهُمْ aghwaynāhum kami sesatkan mereka كَمَا kamā sebagaimana غَوَيْنَا ۖ ghawaynā kami sesat تَبَرَّأْنَآ tabarranā kami berlepas diri إِلَيْكَ ۖ ilayka kepada Engkau مَا mā tidak ada كَانُوٓا۟ kānū mereka إِيَّانَا iyyānā kepada kami يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah
Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka 1, "Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat 2, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami".
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggillah شُرَكَآءَكُمْ shurakāakum sekutu-sekutu kamu فَدَعَوْهُمْ fadaʿawhum maka mereka memanggilnya فَلَمْ falam maka tidak يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memperkenankan لَهُمْ lahum kepada mereka وَرَأَوُا۟ wara-awū dan mereka melihat ٱلْعَذَابَ ۚ l-ʿadhāba azab لَوْ law sekiranya أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka menerima petunjuk
Dikatakan (kepada mereka), "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu", lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman مَاذَآ mādhā apakah أَجَبْتُمُ ajabtumu jawabanmu ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Dan (ingatlah) hari (pada waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, "Apakah jawabanmu kepada para rasul?"
فَعَمِيَتْ faʿamiyat maka buta/gelap عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْأَنۢبَآءُ l-anbāu semua berita يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna saling bertanya
Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu karena itu mereka tidak saling tanya-menanya.
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَن man orang تَابَ tāba dia bertaubat وَءَامَنَ waāmana dan dia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan dia beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mudah-mudahan أَن an bahwa يَكُونَ yakūna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُفْلِحِينَ l-muf'liḥīna orang-orang yang beruntung
Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا mā apa يَشَآءُ yashāu yang Dia kehendaki وَيَخْتَارُ ۗ wayakhtāru dan Dia memilih مَا mā tidak كَانَ kāna ada لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْخِيَرَةُ ۚ l-khiyaratu pilihan سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Dan Tuhan-mu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali, tidak ada pilihan bagi mereka 1. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa تُكِنُّ tukinnu yang menyembunyikan صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada mereka وَمَا wamā dan apa يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka lahirkan
Dan Tuhan-mu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji فِى fī dalam/di ٱلْأُولَىٰ l-ūlā permulaan/dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan di akhirat وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu segala hukum (penentuan) وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Dan Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat dan bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan 1.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu إِن in jika جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam سَرْمَدًا sarmadan terus menerus إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَنْ man siapakah إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu بِضِيَآءٍ ۖ biḍiyāin dengan cahaya (sinar terang) أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَسْمَعُونَ tasmaʿūna kamu mendengar
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu إِن in jika جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang سَرْمَدًا sarmadan terus-menerus إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَنْ man siapakah إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu بِلَيْلٍۢ bilaylin dengan malam تَسْكُنُونَ taskunūna kamu berdiam/beristirahat فِيهِ ۖ fīhi di dalamnya أَفَلَا afalā apakah maka tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu memperhatikan/melihat
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
وَمِن wamin dan dari/karena رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmat-Nya جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang لِتَسْكُنُوا۟ litaskunū supaya kamu beristirahat فِيهِ fīhi di dalamnya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunianya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman أَيْنَ ayna dimanakah شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangkakan/katakan
Dan (ingatlah) hari (pada waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"
وَنَزَعْنَا wanazaʿnā dan Kami cabut مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat شَهِيدًۭا shahīdan seorang saksi فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami katakan هَاتُوا۟ hātū unjukkan/kemukakan بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum bukti-buktimu فَعَلِمُوٓا۟ faʿalimū maka mereka mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran لِلَّهِ lillahi bagi/kepunyaan Allah وَضَلَّ waḍalla dan sesat/hilang عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka adalah يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi 1, lalu Kami berkata, "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu 2 kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya قَـٰرُونَ qārūna Karun كَانَ kāna adalah مِن min dari قَوْمِ qawmi kaum مُوسَىٰ mūsā Musa فَبَغَىٰ fabaghā lalu dia berbuat aniaya عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberikannya مِنَ mina dari ٱلْكُنُوزِ l-kunūzi perbendaharaan مَآ mā apa (harta) إِنَّ inna sesungguhnya مَفَاتِحَهُۥ mafātiḥahu kuncinya لَتَنُوٓأُ latanūu sungguh berat بِٱلْعُصْبَةِ bil-ʿuṣ'bati dengan golongan/sejumlah أُو۟لِى ulī orang yang mempunyai ٱلْقُوَّةِ l-quwati kekuatan إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata لَهُۥ lahu kepadanya قَوْمُهُۥ qawmuhu kaumnya لَا lā jangan تَفْرَحْ ۖ tafraḥ kamu gembira/bangga إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْفَرِحِينَ l-fariḥīna orang-orang yang membanggakan diri
Sesungguhnya Qārūn adalah termasuk kaum Musa 1, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".
وَٱبْتَغِ wa-ib'taghi dan carilah فِيمَآ fīmā pada apa ءَاتَىٰكَ ātāka telah memberikan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةَ ۖ l-ākhirata akhirat وَلَا walā dan jangan تَنسَ tansa kamu melupakan نَصِيبَكَ naṣībaka bahagianmu مِنَ mina dari ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَأَحْسِن wa-aḥsin dan berbuat baiklah كَمَآ kamā sebagaimana أَحْسَنَ aḥsana telah berbuat baik ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَلَا walā dan janganlah تَبْغِ tabghi kamu mencari/berbuat ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi muka bumi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
قَالَ qāla (Karun) berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُوتِيتُهُۥ ūtītuhu aku diberinya (harta itu) عَلَىٰ ʿalā atas عِلْمٍ ʿil'min ilmu عِندِىٓ ۚ ʿindī disisiku/ada padaku أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَعْلَمْ yaʿlam dia mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh أَهْلَكَ ahlaka telah membinasakan مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya مِنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat مَنْ man orang هُوَ huwa ia أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat مِنْهُ min'hu dari padanya قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَأَكْثَرُ wa-aktharu dan lebih banyak جَمْعًۭا ۚ jamʿan pengumpulan وَلَا walā dan tidak يُسْـَٔلُ yus'alu ditanya عَن ʿan dari/tentang ذُنُوبِهِمُ dhunūbihimu dosa-dosa mereka ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa
Qārūn berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat darinya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka.
فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar عَلَىٰ ʿalā atas/kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فِى fī dalam زِينَتِهِۦ ۖ zīnatihi perhiasan/kemegahan قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya لَنَا lanā bagi kita (kita mempunyai) مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أُوتِىَ ūtiya diberikan قَـٰرُونُ qārūnu Karun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَذُو ladhū benar-benar mempunyai حَظٍّ ḥaẓẓin nasib baik/peruntungan عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
Maka keluarlah Qārūn kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qārūn; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". 1
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu وَيْلَكُمْ waylakum kecelakaan kamu ثَوَابُ thawābu pahala ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّمَنْ liman bagi orang ءَامَنَ āmana ia beriman وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh وَلَا walā dan tidak يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā ditemuinya/diperolehnya إِلَّا illā kecuali ٱلصَّـٰبِرُونَ l-ṣābirūna orang-orang yang sabar
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar".
فَخَسَفْنَا fakhasafnā maka Kami benamkan بِهِۦ bihi dengannya وَبِدَارِهِ wabidārihi dan dengan rumahnya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari فِئَةٍۢ fi-atin golongan يَنصُرُونَهُۥ yanṣurūnahu mereka menolongnya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنتَصِرِينَ l-muntaṣirīna orang-orang yang dapat menolong
Maka Kami benamkanlah Qārūn beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
وَأَصْبَحَ wa-aṣbaḥa dan jadilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَمَنَّوْا۟ tamannaw (mereka) menginginkan مَكَانَهُۥ makānahu kedudukannya بِٱلْأَمْسِ bil-amsi dengan kemarin يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata وَيْكَأَنَّ wayka-anna aduh ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَقْدِرُ ۖ wayaqdiru dan Dia menyempitkan لَوْلَآ lawlā jika tidak أَن an bahwa مَّنَّ manna karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami لَخَسَفَ lakhasafa tentu Dia telah membenamkan بِنَا ۖ binā dengan kami وَيْكَأَنَّهُۥ wayka-annahu aduh لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang ingkar
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qārūn itu, berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)".
تِلْكَ til'ka itu ٱلدَّارُ l-dāru rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat نَجْعَلُهَا najʿaluhā Kami jadikannya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang لَا lā tidak يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki عُلُوًّۭا ʿuluwwan kesombongan diri فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَلَا walā dan tidak فَسَادًۭا ۚ fasādan membuat kerusakan وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibat/kesudahan لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Negeri akhirat 1 itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) 2 itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
مَن man barangsiapa جَآءَ jāa datang بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan فَلَهُۥ falahu maka baginya خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهَا ۖ min'hā dari padanya وَمَن waman dan barangsiapa جَآءَ jāa datang بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan فَلَا falā maka tidak يُجْزَى yuj'zā diberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) kerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan إِلَّا illā melainkan مَا mā apa كَانُوا۟ kānū yang adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِى alladhī yang فَرَضَ faraḍa mewajibkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an لَرَآدُّكَ larādduka benar-benar akan mengembalikan kamu إِلَىٰ ilā kepada مَعَادٍۢ ۚ maʿādin tempat kembali قُل qul katakanlah رَّبِّىٓ rabbī Tuhanku أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui مَن man orang جَآءَ jāa datang بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَمَنْ waman dan orang هُوَ huwa ia فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur`ān benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali 1. Katakanlah, "Tuhan-ku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata".
وَمَا wamā dan tidak ada كُنتَ kunta kamu تَرْجُوٓا۟ tarjū kamu mengharap أَن an bahwa يُلْقَىٰٓ yul'qā dijatuhkan/diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab إِلَّا illā melainkan رَحْمَةًۭ raḥmatan suatu rahmat مِّن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu فَلَا falā maka janganlah تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang yang kafir
Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur`ān diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhan-mu 1 sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.
وَلَا walā dan jangan يَصُدُّنَّكَ yaṣuddunnaka sekali-kali mereka menghalang-halangimu عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh tatkala أُنزِلَتْ unzilat diturunkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَٱدْعُ wa-ud'ʿu dan serulah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَلَا walā dan janganlah تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhan-mu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
وَلَا walā dan jangan تَدْعُ tadʿu kamu seru/sembah مَعَ maʿa beserta/disamping ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan ءَاخَرَ ۘ ākhara yang lain لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā melainkan هُوَ ۚ huwa Dia كُلُّ kullu segala شَىْءٍ shayin sesuatu هَالِكٌ hālikun binasa إِلَّا illā kecuali وَجْهَهُۥ ۚ wajhahu wajah/dzat-Nya لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu hukum/penentuan وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apa pun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya (Allah). Bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.