Tilawahku
Masuk
۞

العنكبوت

Al-'Ankabut

Laba-laba Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam miim

Alif Lām Mīm 1

🔊 Sedang diputar

أَحَسِبَ aḥasiba apakah mengira ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أَن an bahwa يُتْرَكُوٓا۟ yut'rakū mereka ditinggalkan/dibiarkan أَن an bahwa يَقُولُوٓا۟ yaqūlū mereka mengatakan ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا tidak يُفْتَنُونَ yuf'tanūna mereka akan diuji

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۖ qablihim sebelum mereka فَلَيَعْلَمَنَّ falayaʿlamanna maka sungguh mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَدَقُوا۟ ṣadaqū (mereka) benar وَلَيَعْلَمَنَّ walayaʿlamanna dan sungguh Dia mengetahui ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau/apakah حَسِبَ ḥasiba mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan أَن an bahwa يَسْبِقُونَا ۚ yasbiqūnā mereka akan mendahului kami سَآءَ sāa amat buruk مَا apa يَحْكُمُونَ yaḥkumūna yang mereka putuskan

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.

🔊 Sedang diputar

مَن man barangsiapa كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mereka mengharapkan لِقَآءَ liqāa pertemuan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya أَجَلَ ajala waktu ٱللَّهِ l-lahi Allah لَـَٔاتٍۢ ۚ laātin pasti datang وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dia-lah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barangsiapa جَـٰهَدَ jāhada berjihad/berjuang فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يُجَـٰهِدُ yujāhidu dia berjihad لِنَفْسِهِۦٓ ۚ linafsihi untuk diri sendiri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَغَنِىٌّ laghaniyyun benar-benar Maha Kaya عَنِ ʿani dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَنُكَفِّرَنَّ lanukaffiranna sungguh akan Kami tutupi/hapus عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan/dosa-dosa mereka وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ walanajziyannahum dan sungguh akan Kami beri balasan mereka أَحْسَنَ aḥsana lebih baik ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami telah mewasiatkan/mewajibkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi dengan/kepada kedua orang tuanya حُسْنًۭا ۖ ḥus'nan kebaikan وَإِن wa-in dan jika جَـٰهَدَاكَ jāhadāka keduanya memaksamu لِتُشْرِكَ litush'rika untuk mempersekutukan بِى dengan-Ku مَا tidak لَيْسَ laysa ada لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan فَلَا falā maka janganlah تُطِعْهُمَآ ۚ tuṭiʿ'humā kamu mentaati keduanya إِلَىَّ ilayya kepada-Ku مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَأُنَبِّئُكُم fa-unabbi-ukum lalu akan Aku jelaskan kepadamu بِمَا bimā dengan/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَنُدْخِلَنَّهُمْ lanud'khilannahum sungguh akan Kami masukkan mereka فِى kedalam ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.

🔊 Sedang diputar

وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يَقُولُ yaqūlu dia berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أُوذِىَ ūdhiya dia disakiti فِى pada ٱللَّهِ l-lahi Allah جَعَلَ jaʿala dia jadikan فِتْنَةَ fit'nata fitnah ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia كَعَذَابِ kaʿadhābi seperti azab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَئِن wala-in dan jika جَآءَ jāa datang نَصْرٌۭ naṣrun pertolongan مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَيَقُولُنَّ layaqūlunna pasti mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami مَعَكُمْ ۚ maʿakum beserta kamu أَوَلَيْسَ awalaysa ataukah bukan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَعْلَمَ bi-aʿlama dengan lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap فِى dalam صُدُورِ ṣudūri dada ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam (manusia)

Dan di antara manusia ada orang yang berkata, "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah 1. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhan-mu, mereka pasti akan berkata, "Sesungguhnya kami adalah besertamu". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?

🔊 Sedang diputar

وَلَيَعْلَمَنَّ walayaʿlamanna dan sungguh mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَيَعْلَمَنَّ walayaʿlamanna dan sungguh Dia mengetahui ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang yang munafik

Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah سَبِيلَنَا sabīlanā jalan kami وَلْنَحْمِلْ walnaḥmil dan kami akan membawa/memikul خَطَـٰيَـٰكُمْ khaṭāyākum kesalahan/dosa-dosamu وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِحَـٰمِلِينَ biḥāmilīna dengan membawa/memikul مِنْ min dari خَطَـٰيَـٰهُم khaṭāyāhum kesalahan/dosa-dosa mereka مِّن min dari شَىْءٍ ۖ shayin sesuatu/sedikitpun إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar orang pendusta

Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu" dan mereka (sendiri) sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.

🔊 Sedang diputar

وَلَيَحْمِلُنَّ walayaḥmilunna dan sungguh mereka akan memikul أَثْقَالَهُمْ athqālahum beban mereka وَأَثْقَالًۭا wa-athqālan dan beban-beban مَّعَ maʿa bersama/disamping أَثْقَالِهِمْ ۖ athqālihim beban-beban mereka وَلَيُسْـَٔلُنَّ walayus'alunna dan sungguh mereka akan ditanya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عَمَّا ʿammā dari/tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فَلَبِثَ falabitha maka dia tinggal فِيهِمْ fīhim pada/bersama mereka أَلْفَ alfa seribu سَنَةٍ sanatin tahun إِلَّا illā kecuali (kurang) خَمْسِينَ khamsīna lima puluh عَامًۭا ʿāman tahun فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu lalu menimpa mereka ٱلطُّوفَانُ l-ṭūfānu taufan وَهُمْ wahum dan mereka ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang zalim

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka kami selamatkannya (Nuh) وَأَصْحَـٰبَ wa-aṣḥāba dan penghuni (penumpang) ٱلسَّفِينَةِ l-safīnati kapal/bahtera وَجَعَلْنَـٰهَآ wajaʿalnāhā dan Kami jadikannya ءَايَةًۭ āyatan tanda-tanda (pelajaran) لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam (ummat manusia)

Maka Kami selamatkan Nūḥ dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.

🔊 Sedang diputar

وَإِبْرَٰهِيمَ wa-ib'rāhīma dan Ibrahim إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱتَّقُوهُ ۖ wa-ittaqūhu dan bertakwalah kepada-Nya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Dan (ingatlah) Ibrāhīm ketika ia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْثَـٰنًۭا awthānan berhala وَتَخْلُقُونَ watakhluqūna dan kamu membuat إِفْكًا ۚ if'kan kedustaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mampu لَكُمْ lakum bagi kalian رِزْقًۭا riz'qan rezeki فَٱبْتَغُوا۟ fa-ib'taghū maka carilah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki وَٱعْبُدُوهُ wa-uʿ'budūhu dan sembahlah Dia وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لَهُۥٓ ۖ lahu kepada-Nya إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala dan kamu membuat dusta 1. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu, maka mintalah rezeki itu di sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika تُكَذِّبُوا۟ tukadhibū kamu mendustakan فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan أُمَمٌۭ umamun ummat مِّن min dari قَبْلِكُمْ ۖ qablikum sebelum kalian وَمَا wamā dan tidaklah عَلَى ʿalā atas ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata

Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya."

🔊 Sedang diputar

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana يُبْدِئُ yub'di-u memulai menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥٓ ۚ yuʿīduhu Dia mengulanginya إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرٌۭ yasīrun mudah

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana بَدَأَ bada-a Dia memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ ۚ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian ٱللَّهُ l-lahu Allah يُنشِئُ yunshi-u menjadikan ٱلنَّشْأَةَ l-nashata kejadian ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ l-ākhirata yang lain إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Katakanlah, "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi 1. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

يُعَذِّبُ yuʿadhibu Dia mengazab مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَرْحَمُ wayarḥamu dan Dia memberi rahmat مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadanya تُقْلَبُونَ tuq'labūna kamu dikembalikan

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melemahkan/terlepas فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit وَمَا wamā dan tidaklah لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong

Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِقَآئِهِۦٓ waliqāihi dan pertemuan dengan-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَئِسُوا۟ ya-isū mereka putus asa مِن min dari رَّحْمَتِى raḥmatī rahmat-Ku وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka (mendapat) عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

فَمَا famā maka كَانَ kāna tidak ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱقْتُلُوهُ uq'tulūhu bunuh dia أَوْ aw atau حَرِّقُوهُ ḥarriqūhu bakarlah dia فَأَنجَىٰهُ fa-anjāhu lalu menyelamatkannya ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلنَّارِ ۚ l-nāri api إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia", lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan (Ibrahim) berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱتَّخَذْتُم ittakhadhtum kalian menjadikan مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْثَـٰنًۭا awthānan berhala-berhala مَّوَدَّةَ mawaddata kasih sayang بَيْنِكُمْ baynikum diantara kamu فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia ثُمَّ thumma kemudian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يَكْفُرُ yakfuru mengingkari بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian وَيَلْعَنُ wayalʿanu dan mengutuk بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بَعْضًۭا baʿḍan sebagian وَمَأْوَىٰكُمُ wamawākumu dan tempat kembalimu ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna seorang penolong

Dan berkata Ibrāhīm , "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain), dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun.

🔊 Sedang diputar

۞ فَـَٔامَنَ faāmana maka beriman لَهُۥ lahu kepadanya لُوطٌۭ ۘ lūṭun Lut وَقَالَ waqāla dan dia berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku مُهَاجِرٌ muhājirun berpindah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Maka Lūṭ membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrāhīm, "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhan-ku (kepadaku); sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَوَهَبْنَا wawahabnā dan kami anugerahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'qub وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan فِى pada ذُرِّيَّتِهِ dhurriyyatihi keturunannya ٱلنُّبُوَّةَ l-nubuwata kenabian وَٱلْكِتَـٰبَ wal-kitāba dan Al Kitab وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan kami berikan kepadanya أَجْرَهُۥ ajrahu ganjaran/balasan فِى di ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat لَمِنَ lamina benar-benar dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Dan Kami anugerahkan kepada Ibrāhīm, Isḥāq, dan Ya`qūb, dan Kami jadikan kenabian dan Alkitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia 1, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

🔊 Sedang diputar

وَلُوطًا walūṭan dan Lut إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَتَأْتُونَ latatūna benar-benar kamu mengerjakan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji مَا belum pernah سَبَقَكُم sabaqakum mendahului/sebelum kamu بِهَا bihā dengannya مِنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam (ummat)

Dan (ingatlah) ketika Lūṭ berkata pepada kaumnya, "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu".

🔊 Sedang diputar

أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَأْتُونَ latatūna sungguh kamu mendatangi ٱلرِّجَالَ l-rijāla laki-laki وَتَقْطَعُونَ wataqṭaʿūna dan kamu memutus/memotong ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan وَتَأْتُونَ watatūna dan kamu mendatangkan/mengerjakan فِى dalam نَادِيكُمُ nādīkumu tempat pertemuan ٱلْمُنكَرَ ۖ l-munkara kemungkaran فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan ٱئْتِنَا i'tinā datangkanlah kepada kami بِعَذَابِ biʿadhābi dengan azab ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun 1, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Lut) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱنصُرْنِى unṣur'nī tolonglah aku عَلَى ʿalā atas ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Lūṭ berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَتْ jāat datang رُسُلُنَآ rusulunā utusan Kami إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim بِٱلْبُشْرَىٰ bil-bush'rā dengan kabar gembira قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami مُهْلِكُوٓا۟ muh'likū membinasakan أَهْلِ ahli penduduk هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةِ ۖ l-qaryati negeri إِنَّ inna sesungguhnya أَهْلَهَا ahlahā penduduknya كَانُوا۟ kānū adalah mereka ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang zalim

Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrāhīm membawa kabar gembira 1, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla (Ibrahim) berkata إِنَّ inna sesungguhnya فِيهَا fīhā di dalamnya لُوطًۭا ۚ lūṭan Lut قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَحْنُ naḥnu kami أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman dengan siapa فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya لَنُنَجِّيَنَّهُۥ lanunajjiyannahu sungguh kami akan menyelamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya كَانَتْ kānat adalah ia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal

Berkata Ibrāhīm, "Sesungguhnya di kota itu ada Lūṭ". Para malaikat berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

🔊 Sedang diputar

وَلَمَّآ walammā dan tatkala أَن an bahwa جَآءَتْ jāat datang رُسُلُنَا rusulunā utusan Kami لُوطًۭا lūṭan Lut سِىٓءَ sīa dia merasa susah بِهِمْ bihim dengan mereka وَضَاقَ waḍāqa dan dia sempit/sesak بِهِمْ bihim dengan mereka ذَرْعًۭا dharʿan lengan/kekuatan وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَا jangan تَخَفْ takhaf kamu takut وَلَا walā dan jangan تَحْزَنْ ۖ taḥzan kamu susah إِنَّا innā sesungguhnya kami مُنَجُّوكَ munajjūka menyelamatkan kamu وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dan keluargamu/pengikutmu إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَكَ im'ra-ataka isterimu كَانَتْ kānat adalah ia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lūṭ, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka 1 dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata, "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."

🔊 Sedang diputar

إِنَّا innā sesungguhnya Kami مُنزِلُونَ munzilūna menurunkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَهْلِ ahli penduduk هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri رِجْزًۭا rij'zan siksaan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بِمَا bimā dengan apa/sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik

Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَد walaqad dan sesungguhnya تَّرَكْنَا taraknā Kami tinggalkan مِنْهَآ min'hā dari padanya ءَايَةًۢ āyatan suatu ayat/bukti بَيِّنَةًۭ bayyinatan yang nyata لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal

Dan sesungguhnya Kami tinggalkan darinya satu tanda yang nyata 1 bagi orang-orang yang berakal.

🔊 Sedang diputar

وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada مَدْيَنَ madyana penduduk Madyan أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib فَقَالَ faqāla maka dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱرْجُوا۟ wa-ir'jū dan harapkan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ٱلْـَٔاخِرَ l-ākhira akhir وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melakukan kejahatan فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syuʻayb, maka ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".

🔊 Sedang diputar

فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu lalu menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu goncangan/gempa فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى dalam دَارِهِمْ dārihim rumah-rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat bergelimpangan

Maka mereka mendustakan Syu`ayb, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

🔊 Sedang diputar

وَعَادًۭا waʿādan dan (kaum) Ad وَثَمُودَا۟ wathamūdā dan Tsamud وَقَد waqad dan sungguh تَّبَيَّنَ tabayyana telah nyata لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari مَّسَـٰكِنِهِمْ ۖ masākinihim tempat tinggal mereka وَزَيَّنَ wazayyana dan menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka فَصَدَّهُمْ faṣaddahum lalu ia menghalangi mereka عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka مُسْتَبْصِرِينَ mus'tabṣirīna orang-orang yang berpandangan tajam

Dan (juga) kaum ‘Ād dan Ṡamūd dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,

🔊 Sedang diputar

وَقَـٰرُونَ waqārūna dan Karun وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ ۖ wahāmāna dan Haman وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَهُم jāahum telah datang kepada mereka مُّوسَىٰ mūsā Musa بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka/akan tetapi mereka berlaku sombong فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَمَا wamā dan tidaklah كَانُوا۟ kānū mereka سَـٰبِقِينَ sābiqīna orang-orang yang luput

dan (juga) Qārūn, Firʻawn , dan Hāmān. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).

🔊 Sedang diputar

فَكُلًّا fakullan maka masing-masing أَخَذْنَا akhadhnā Kami ambil/siksa بِذَنۢبِهِۦ ۖ bidhanbihi karena dosa-dosanya فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّنْ man orang أَرْسَلْنَا arsalnā Kami kirimkan/timpakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya حَاصِبًۭا ḥāṣiban hujan batu kerikil وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang أَخَذَتْهُ akhadhathu menimpanya ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara keras/mengguntur وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang خَسَفْنَا khasafnā Kami benamkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّنْ man orang أَغْرَقْنَا ۚ aghraqnā Kami tenggelamkan وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum untuk menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

🔊 Sedang diputar

مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan ٱلْعَنكَبُوتِ l-ʿankabūti laba-laba ٱتَّخَذَتْ ittakhadhat ia mengambil/membuat بَيْتًۭا ۖ baytan rumah وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya أَوْهَنَ awhana paling lemah ٱلْبُيُوتِ l-buyūti rumah-rumah لَبَيْتُ labaytu sungguh rumah ٱلْعَنكَبُوتِ ۖ l-ʿankabūti laba-laba لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا apa يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru/sembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَتِلْكَ watil'ka dan ini/itu ٱلْأَمْثَـٰلُ l-amthālu perumpamaan-perumpamaan نَضْرِبُهَا naḍribuhā Kami membuatnya لِلنَّاسِ ۖ lilnnāsi untuk manusia وَمَا wamā dan tidak يَعْقِلُهَآ yaʿqiluhā dapat memahaminya إِلَّا illā kecuali ٱلْعَـٰلِمُونَ l-ʿālimūna orang-orang yang berilmu

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu.

🔊 Sedang diputar

خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan baik إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar tanda-tanda لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak 1. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.

🔊 Sedang diputar

ٱتْلُ ut'lu bacalah مَآ apa أُوحِىَ ūḥiya yang diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al-Kitab وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ ۖ l-ṣalata sholat إِنَّ inna sesungguhnya ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat تَنْهَىٰ tanhā mencegah عَنِ ʿani dari ٱلْفَحْشَآءِ l-faḥshāi perbuatan keji وَٱلْمُنكَرِ ۗ wal-munkari dan mungkar وَلَذِكْرُ waladhik'ru dan sungguh mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah أَكْبَرُ ۗ akbaru lebih besar وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa تَصْنَعُونَ taṣnaʿūna kamu kerjakan

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab (Al-Qur`ān) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya, salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

۞ وَلَا walā dan janganlah تُجَـٰدِلُوٓا۟ tujādilū kamu berdebat أَهْلَ ahla ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab إِلَّا illā melainkan بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang هِىَ hiya ia أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مِنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka وَقُولُوٓا۟ waqūlū dan katakanlah ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْنَا ilaynā kepada kami وَأُنزِلَ wa-unzila dan diturunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَإِلَـٰهُنَا wa-ilāhunā dan Tuhan kami وَإِلَـٰهُكُمْ wa-ilāhukum dan Tuhan kamu وَٰحِدٌۭ wāḥidun satu/esa وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami لَهُۥ lahu kepada-Nya مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka 1 dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah satu dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".

🔊 Sedang diputar

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah turunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ ۚ l-kitāba Al Kitab فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan pada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَمِنْ wamin dan dari هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi antara mereka مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَمَا wamā dan tidak يَجْحَدُ yajḥadu mengingkari/membantah بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat kami إِلَّا illā kecuali ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir

Dan demikian (pulalah), Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Alkitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al-Qur`ān) 1 dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat kami, selain orang-orang kafir.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كُنتَ kunta ada kamu تَتْلُوا۟ tatlū kamu membaca مِن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya مِن min dari كِتَـٰبٍۢ kitābin suatu Kitab وَلَا walā dan tidak تَخُطُّهُۥ takhuṭṭuhu kamu menulisnya بِيَمِينِكَ ۖ biyamīnika dengan tangan kananmu إِذًۭا idhan jika demikian لَّٱرْتَابَ la-ir'tāba tentu ragu-ragulah ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang membatalkan/mengingkari

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur`ān) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).

🔊 Sedang diputar

بَلْ bal bahkan/tetapi هُوَ huwa ia (Al-Qur'an) ءَايَـٰتٌۢ āyātun ayat-ayat بَيِّنَـٰتٌۭ bayyinātun yang nyata فِى di dalam صُدُورِ ṣudūri dada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ ۚ l-ʿil'ma ilmu وَمَا wamā dan tidak يَجْحَدُ yajḥadu mengingkari/membantah بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā pada ayat-ayat Kami إِلَّا illā kecuali ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Sebenarnya, Al-Qur`ān itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu 1. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat (mukjizat) مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْـَٔايَـٰتُ l-āyātu ayat-ayat (mukjizat) عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِنَّمَآ wa-innamā dan sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun yang nyata

Dan orang-orang kafir Mekah berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhan-nya?" Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata".

🔊 Sedang diputar

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَكْفِهِمْ yakfihim cukup bagi mereka أَنَّآ annā bahwasanya Kami أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al-Kitab يُتْلَىٰ yut'lā bacakan عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka إِنَّ inna sesungguhnya فِى dalam/demikian ذَٰلِكَ dhālika itu لَرَحْمَةًۭ laraḥmatan benar-benar rahmat وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al-Qur`ān) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah كَفَىٰ kafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah بَيْنِى baynī diantara aku وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan diantara kamu شَهِيدًۭا ۖ shahīdan menjadi saksi يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan dibumi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili kepada yang batil وَكَفَرُوا۟ wakafarū dan mereka ingkar بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi

Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

🔊 Sedang diputar

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ wayastaʿjilūnaka dan mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلْعَذَابِ ۚ bil-ʿadhābi dengan azab وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak أَجَلٌۭ ajalun waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan لَّجَآءَهُمُ lajāahumu pasti datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab وَلَيَأْتِيَنَّهُم walayatiyannahum dan sungguh akan datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan mereka لَا tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan 1, benar-benar telah datang azab kepada mereka dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

🔊 Sedang diputar

يَسْتَعْجِلُونَكَ yastaʿjilūnaka mereka minta disegerakan kepadamu بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya جَهَنَّمَ jahannama jahanam لَمُحِيطَةٌۢ lamuḥīṭatun pasti meliputi بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna dengan orang-orang kafir

Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir,

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma pada hari يَغْشَىٰهُمُ yaghshāhumu menutupi/meliputi mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab مِن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka وَمِن wamin dan dari تَحْتِ taḥti bawah أَرْجُلِهِمْ arjulihim kaki mereka وَيَقُولُ wayaqūlu dan (Allah) berkata ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah مَا apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka), "Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan".

🔊 Sedang diputar

يَـٰعِبَادِىَ yāʿibādiya Hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya أَرْضِى arḍī bumi-Ku وَٰسِعَةٌۭ wāsiʿatun luas فَإِيَّـٰىَ fa-iyyāya maka kepada-Ku فَٱعْبُدُونِ fa-uʿ'budūni maka sembahlah Aku

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.

🔊 Sedang diputar

كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin yang berjiwa ذَآئِقَةُ dhāiqatu merasakan ٱلْمَوْتِ ۖ l-mawti mati ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْنَا ilaynā kepada kami تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian, hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَنُبَوِّئَنَّهُم lanubawwi-annahum sungguh Kami akan menempatkan mereka مِّنَ mina dari/di dalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga غُرَفًۭا ghurafan tempat yang tinggi تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di alamnya نِعْمَ niʿ'ma senikmat/sebaik-baik أَجْرُ ajru pahala/balasan ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka) bersabar وَعَلَىٰ waʿalā dan atas/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal

(yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhan-nya.

🔊 Sedang diputar

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang لَّا tidak تَحْمِلُ taḥmilu ia membawa/mengurus رِزْقَهَا riz'qahā rezekinya ٱللَّهُ l-lahu Allah يَرْزُقُهَا yarzuquhā memberi rezeki kepadanya وَإِيَّاكُمْ ۚ wa-iyyākum dan kepadamu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّنْ man siapa خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَسَخَّرَ wasakhara dan menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka akan berkata ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

🔊 Sedang diputar

ٱللَّهُ al-lahu Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari pada عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَقْدِرُ wayaqdiru dan Dia menyempitkan لَهُۥٓ ۚ lahu baginya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّن man siapa نَّزَّلَ nazzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَحْيَا fa-aḥyā lalu menghidupkan بِهِ bihi dengannya (air itu) ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَوْتِهَا mawtihā matinya لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka akan berkata ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلِ quli katakan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka memahami/berakal

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah", Katakanlah, "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidaklah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia إِلَّا illā kecuali لَهْوٌۭ lahwun senda gurau وَلَعِبٌۭ ۚ walaʿibun dan main-main وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat لَهِىَ lahiya sungguh ia ٱلْحَيَوَانُ ۚ l-ḥayawānu kehidupan لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila رَكِبُوا۟ rakibū mereka naik فِى di dalam/di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu دَعَوُا۟ daʿawū mereka berdo'a ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/agama فَلَمَّا falammā maka tatkala نَجَّىٰهُمْ najjāhum Dia menyelamatkan mereka إِلَى ilā sampai ٱلْبَرِّ l-bari darat إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan

Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya 1, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),

🔊 Sedang diputar

لِيَكْفُرُوا۟ liyakfurū sehingga mereka mengingkari بِمَآ bimā dengan apa/nikmat ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami telah berikan kepada mereka وَلِيَتَمَتَّعُوا۟ ۖ waliyatamattaʿū dan sehingga mereka bersenang-senang فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).

🔊 Sedang diputar

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka perhatikan أَنَّا annā bahwasanya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan حَرَمًا ḥaraman tanah suci ءَامِنًۭا āminan aman وَيُتَخَطَّفُ wayutakhaṭṭafu dan rampok-merampok ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia مِنْ min dari/di حَوْلِهِمْ ۚ ḥawlihim sekitar mereka أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ afabil-bāṭili apakah maka dengan yang batil يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman وَبِنِعْمَةِ wabiniʿ'mati dan dengan nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir/ingkar

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya saling merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?

🔊 Sedang diputar

وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani dari pada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan yang hak لَمَّا lammā tatkala جَآءَهُۥٓ ۚ jāahu ia datang kepadanya أَلَيْسَ alaysa bukankah فِى dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak 1 tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjuang فِينَا fīnā dalam Kami لَنَهْدِيَنَّهُمْ lanahdiyannahum sungguh Kami akan menunjukkan mereka سُبُلَنَا ۚ subulanā jalan-jalan Kami وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَمَعَ lamaʿa benar-benar beserta ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Ayat /69