الروم
Ar-Rum
Bangsa Romawi Makkiyah
Memuat audio qari…
الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam miim
Alif Lām Mīm 1
غُلِبَتِ ghulibati Telah dikalahkan ٱلرُّومُ l-rūmu bangsa Romawi
Telah dikalahkan bangsa Romawi 1,
فِىٓ fī di أَدْنَى adnā dekat ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri وَهُم wahum dan mereka مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah غَلَبِهِمْ ghalabihim kekalahan mereka سَيَغْلِبُونَ sayaghlibūna mereka akan mengalahkan
di negeri yang terdekat 1 dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang ,2
فِى fī dalam بِضْعِ biḍ'ʿi beberapa سِنِينَ ۗ sinīna tahun لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْأَمْرُ l-amru urusan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَمِنۢ wamin dan dari بَعْدُ ۚ baʿdu sesudah وَيَوْمَئِذٍۢ wayawma-idhin dan pada hari itu يَفْرَحُ yafraḥu bergembira ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman
dalam beberapa tahun lagi 1. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman,
بِنَصْرِ binaṣri dengan pertolongan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah يَنصُرُ yanṣuru Dia menolong مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.
وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَا lā tidak يُخْلِفُ yukh'lifu menyalahi ٱللَّهُ l-lahu Allah وَعْدَهُۥ waʿdahu janji-nya وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui
(Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ظَـٰهِرًۭا ẓāhiran yang lahir مِّنَ mina dari ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَهُمْ wahum dan mereka عَنِ ʿani dari/terhadap ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat هُمْ hum mereka غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lalai
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَتَفَكَّرُوا۟ yatafakkarū mereka memikirkan فِىٓ fī dalam/tentang أَنفُسِهِم ۗ anfusihim diri mereka مَّا mā tidak خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَآ baynahumā diantara kedudukannya إِلَّا illā melainkan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَأَجَلٍۢ wa-ajalin dan waktu مُّسَمًّۭى ۗ musamman ditentukan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِلِقَآئِ biliqāi dengan pertemuan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَكَـٰفِرُونَ lakāfirūna benar-benar ingkar
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya, kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhan-nya.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَشَدَّ ashadda sangat/lebih مِنْهُمْ min'hum daripada mereka قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَأَثَارُوا۟ wa-athārū dan mereka meninggalkan bekas/mengolah ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi وَعَمَرُوهَآ waʿamarūhā dan mereka memakmurkannya أَكْثَرَ akthara lebih banyak مِمَّا mimmā daripada apa عَمَرُوهَا ʿamarūhā mereka memakmurkannya وَجَآءَتْهُمْ wajāathum dan telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan bukti-bukti nyata فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka, rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.
ثُمَّ thumma kemudian كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةَ ʿāqibata akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسَـٰٓـُٔوا۟ asāū (mereka) berbuat kejahatan ٱلسُّوٓأَىٰٓ l-sūā kejahatan (lebih buruk) أَن an karena كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِهَا bihā dengannya/padanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai menciptakan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu Dia mengulanginya ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu berdiri/terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يُبْلِسُ yub'lisu berputus asa ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa
Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa.
وَلَمْ walam dan tidaklah يَكُن yakun ada لَّهُم lahum bagi mereka مِّن min dari شُرَكَآئِهِمْ shurakāihim sekutu-sekutu (berhala-berhala) mereka شُفَعَـٰٓؤُا۟ shufaʿāu mereka mendapat syafa'at وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِشُرَكَآئِهِمْ bishurakāihim pada sekutu-sekutu/berhala-berhala mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna mereka ingkar
Dan sekali-kali, tidak ada pemberi syafaat 1 bagi mereka dari berhala-berhala mereka dan adalah mereka mengingkari berhala mereka itu 2.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu berdiri/terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَفَرَّقُونَ yatafarraqūna mereka bercerai berai
Dan pada hari terjadinya kiamat, pada hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan.
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh فَهُمْ fahum maka mereka فِى fī di dalam رَوْضَةٍۢ rawḍatin taman يُحْبَرُونَ yuḥ'barūna mereka bergembira
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَلِقَآئِ waliqāi dan pertemuan ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati hari akhirat فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu فِى fī dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna mereka dihadapkan
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur`ān) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).
فَسُبْحَـٰنَ fasub'ḥāna maka Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah حِينَ ḥīna sewaktu تُمْسُونَ tum'sūna kamu dipetang hari وَحِينَ waḥīna dan sewaktu تُصْبِحُونَ tuṣ'biḥūna kamu dipagi hari
Maka bertasbihlah kepada Allah pada waktu kamu berada pada petang hari dan waktu kamu berada pada waktu subuh,
وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi وَعَشِيًّۭا waʿashiyyan diwaktu 'isya وَحِينَ waḥīna dan sewaktu تُظْهِرُونَ tuẓ'hirūna kamu diwaktu dzhuhur
dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan pada waktu kamu berada pada petang hari dan pada waktu kamu berada pada waktu Zuhur 1.
يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَيُخْرِجُ wayukh'riju dan Dia mengeluarkan ٱلْمَيِّتَ l-mayita yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ l-ḥayi yang hidup وَيُحْىِ wayuḥ'yī dan Dia menghidupkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا ۚ mawtihā matinya وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan seperti demikian تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَنْ an bahwa خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian إِذَآ idhā tiba-tiba أَنتُم antum kamu بَشَرٌۭ basharun manusia تَنتَشِرُونَ tantashirūna kamu bertebaran/berkembang biak
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَنْ an bahwa خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَزْوَٰجًۭا azwājan jodoh/isteri-isteri لِّتَسْكُنُوٓا۟ litaskunū agar kamu tenteram/cenderung إِلَيْهَا ilayhā kepadanya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan بَيْنَكُم baynakum diantara kamu مَّوَدَّةًۭ mawaddatan rasa kasih وَرَحْمَةً ۚ waraḥmatan dan rasa sayang إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kamu يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayat-Nya خَلْقُ khalqu ciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱخْتِلَـٰفُ wa-ikh'tilāfu dan perbedaan أَلْسِنَتِكُمْ alsinatikum bahasamu وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ wa-alwānikum dan warnamu إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّلْعَـٰلِمِينَ lil'ʿālimīna bagi orang-orang yang mengetahui
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayat-Nya مَنَامُكُم manāmukum tidurmu بِٱلَّيْلِ bi-al-layli diwaktu malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari وَٱبْتِغَآؤُكُم wa-ib'tighāukum dan usaha pencarianmu مِّن min dari/sebagian فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatnya يُرِيكُمُ yurīkumu Dia memperlihatkan padamu ٱلْبَرْقَ l-barqa kilat خَوْفًۭا khawfan rasa takut وَطَمَعًۭا waṭamaʿan dan harapan وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَيُحْىِۦ fayuḥ'yī lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَآ ۚ mawtihā matinya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mempergunakan akal
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَن an bahwa تَقُومَ taqūma berdiri ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi بِأَمْرِهِۦ ۚ bi-amrihi dengan perintah-Nya/iradat-Nya ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila دَعَاكُمْ daʿākum Dia memanggil kamu دَعْوَةًۭ daʿwatan panggilan مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِذَآ idhā apabila/seketika itu أَنتُمْ antum kamu تَخْرُجُونَ takhrujūna kamu keluar
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
وَلَهُۥ walahu dan kepunyaan-Nya مَن man siapa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan di bumi كُلٌّۭ kullun semua لَّهُۥ lahu kepada-Nya قَـٰنِتُونَ qānitūna patuh/tunduk
Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai penciptaan ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu Dia mengembalikannya وَهُوَ wahuwa dan hal itu أَهْوَنُ ahwanu lebih mudah عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasNya/bagiNya وَلَهُ walahu dan bagiNya ٱلْمَثَلُ l-mathalu perumpamaan (sifat-sifat) ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā Maha Tinggi فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
ضَرَبَ ḍaraba Dia membuat لَكُم lakum bagi kalian مَّثَلًۭا mathalan perumpamaan مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ ۖ anfusikum diri kalian sendiri هَل hal apakah لَّكُم lakum bagi kalian مِّن min dari مَّا mā apa (hamba sahaya) مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُكُم aymānukum tangan kananmu مِّن min dari شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu فِى fī dalam مَا mā apa (rezeki) رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami telah rezekikan kepadamu فَأَنتُمْ fa-antum maka kamu فِيهِ fīhi di dalamnya سَوَآءٌۭ sawāon sama تَخَافُونَهُمْ takhāfūnahum kamu takut kepada mereka كَخِيفَتِكُمْ kakhīfatikum seperti takutmu أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mempergunakan akal
Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.
بَلِ bali bahkan/tetapi ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) zalim أَهْوَآءَهُم ahwāahum hawa nafsu mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak (tanpa) عِلْمٍۢ ۖ ʿil'min ilmu pengetahuan فَمَن faman maka siapakah يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَنْ man orang أَضَلَّ aḍalla menyesatkan ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَمَا wamā dan tidaklah لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna seorang penolong
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun.
فَأَقِمْ fa-aqim maka tegakkan/hadapkanlah وَجْهَكَ wajhaka wajahmu لِلدِّينِ lilddīni kepada agama حَنِيفًۭا ۚ ḥanīfan yang lurus فِطْرَتَ fiṭ'rata fitrah/ciptaan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِى allatī yang فَطَرَ faṭara menciptakan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya (menurut fitrah) لَا lā tidak ada تَبْدِيلَ tabdīla perubahan لِخَلْقِ likhalqi bagi ciptaan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلدِّينُ l-dīnu agama ٱلْقَيِّمُ l-qayimu yang lurus وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui 1,
۞ مُنِيبِينَ munībīna kembali bertaubat إِلَيْهِ ilayhi kepada-NYA وَٱتَّقُوهُ wa-ittaqūhu dan bertakwalah kepada-Nya وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan
dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَرَّقُوا۟ farraqū (mereka) memecah belah دِينَهُمْ dīnahum agama mereka وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka شِيَعًۭا ۖ shiyaʿan beberapa golongan كُلُّ kullu tiap حِزْبٍۭ ḥiz'bin golongan بِمَا bimā dengan apa-apa لَدَيْهِمْ ladayhim disisi mereka فَرِحُونَ fariḥūna mereka bangga
yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka 1 dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّ massa menimpa ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia ضُرٌّۭ ḍurrun bahaya دَعَوْا۟ daʿaw mereka menyeru/berdoa رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka مُّنِيبِينَ munībīna kembali bertaubat إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian إِذَآ idhā apabila أَذَاقَهُم adhāqahum Dia merasakan kepada mereka مِّنْهُ min'hu dari pada-Nya رَحْمَةً raḥmatan rahmat إِذَا idhā apabila فَرِيقٌۭ farīqun segolongan/sebagian مِّنْهُم min'hum dari mereka بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan/kepada Tuhan mereka يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan
Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhan-nya dengan kembali bertobat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat 1 daripada-Nya, tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhan-nya,
لِيَكْفُرُوا۟ liyakfurū karena mereka mengingkari بِمَآ bimā dengan apa (rahmat) ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ ātaynāhum Kami telah berikan kepada mereka فَتَمَتَّعُوا۟ fatamattaʿū maka bersenang-senanglah فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
أَمْ am ataukah/apakah أَنزَلْنَا anzalnā Kami menurunkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan/keterangan فَهُوَ fahuwa lalu ia يَتَكَلَّمُ yatakallamu berbicara/mengatakan بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengan-Nya/Tuhan يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?
وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَذَقْنَا adhaqnā Kami rasakan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia رَحْمَةًۭ raḥmatan suatu rahmat فَرِحُوا۟ fariḥū mereka gembira بِهَا ۖ bihā dengannya/karenanya وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۢ sayyi-atun kejahatan بِمَا bimā dengan apa/sebab قَدَّمَتْ qaddamat mengerjakan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَقْنَطُونَ yaqnaṭūna mereka berputus asa
Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menyempitkan إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna yang beriman
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
فَـَٔاتِ faāti maka berikanlah ذَا dhā memiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat yang dekat حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya وَٱلْمِسْكِينَ wal-mis'kīna dan orang-orang miskin وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang-orang ٱلسَّبِيلِ ۚ l-sabīli dijalan/dalam perjalanan ذَٰلِكَ dhālika seperti itulah خَيْرٌۭ khayrun kebaikan لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki وَجْهَ wajha wajah/keridaan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan 1. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah dan mereka itulah orang-orang beruntung.
وَمَآ wamā dan apa ءَاتَيْتُم ātaytum yang kamu berikan مِّن min dari رِّبًۭا riban riba لِّيَرْبُوَا۟ liyarbuwā untuk menambah فِىٓ fī pada أَمْوَٰلِ amwāli harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَلَا falā maka tidak يَرْبُوا۟ yarbū ia menambah عِندَ ʿinda pada sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan apa ءَاتَيْتُم ātaytum yang kamu berikan مِّن min dari زَكَوٰةٍۢ zakatin zakat تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki وَجْهَ wajha wajah/keridaan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُضْعِفُونَ l-muḍ'ʿifūna orang-orang yang melipat-gandakan
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian ثُمَّ thumma kemudian رَزَقَكُمْ razaqakum Dia memberi rezeki kamu ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُحْيِيكُمْ ۖ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian هَلْ hal adakah مِن min dari شُرَكَآئِكُم shurakāikum sekutu-sekutu kamu مَّن man orang (sekutu) يَفْعَلُ yafʿalu membuat مِن min dari ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian itu مِّن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
ظَهَرَ ẓahara telah nampak ٱلْفَسَادُ l-fasādu kerusakan فِى fī di ٱلْبَرِّ l-bari darat وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan di laut بِمَا bimā dengan apa/sebab كَسَبَتْ kasabat perbuatan أَيْدِى aydī tangan-tangan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لِيُذِيقَهُم liyudhīqahum untuk Dia merasakan kepada mereka بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka perbuat لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu كَانَ kāna adalah أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka مُّشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan
Katakanlah, "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)".
فَأَقِمْ fa-aqim maka hadapkan وَجْهَكَ wajhaka wajahmu لِلدِّينِ lilddīni kepada agama ٱلْقَيِّمِ l-qayimi yang lurus مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun suatu hari لَّا lā tidak مَرَدَّ maradda dapat menolak لَهُۥ lahu baginya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَصَّدَّعُونَ yaṣṣaddaʿūna mereka terpisah-pisah
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya), pada hari itu mereka terpisah-pisah 1.
مَن man barangsiapa كَفَرَ kafara kafir فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya كُفْرُهُۥ ۖ kuf'ruhu kekafirannya وَمَنْ waman dan barangsiapa عَمِلَ ʿamila beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَلِأَنفُسِهِمْ fali-anfusihim maka untuk diri mereka sendiri يَمْهَدُونَ yamhadūna mereka menyiapkan
Barang siapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),
لِيَجْزِىَ liyajziya karena Dia akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh مِن min dari فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi ayat-ayat-Nya أَن an bahwa يُرْسِلَ yur'sila Dia mengirimkan ٱلرِّيَاحَ l-riyāḥa angin مُبَشِّرَٰتٍۢ mubashirātin pembawa berita gembira وَلِيُذِيقَكُم waliyudhīqakum dan untuk merasakan kepadamu مِّن min dari رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmat-Nya وَلِتَجْرِىَ walitajriya dan supaya berlayar ٱلْفُلْكُ l-ful'ku perahu بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi dengan perintah-Nya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira 1, dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya 2 , dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu رُسُلًا rusulan para Rasul إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِمْ qawmihim kaum mereka فَجَآءُوهُم fajāūhum maka (Rasul) datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā lalu Kami menyiksa مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَجْرَمُوا۟ ۖ ajramū (mereka) berdosa وَكَانَ wakāna dan adalah حَقًّا ḥaqqan berhak/berkewajiban عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami نَصْرُ naṣru pertolongan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa 1. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang يُرْسِلُ yur'silu mengirimkan ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin فَتُثِيرُ fatuthīru lalu (angin) menghalau سَحَابًۭا saḥāban awan فَيَبْسُطُهُۥ fayabsuṭuhu lalu membentangkannya فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit كَيْفَ kayfa bagaimana menurut يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَجْعَلُهُۥ wayajʿaluhu dan Dia menjadikannya كِسَفًۭا kisafan gumpalan-gumpalan فَتَرَى fatarā maka kamu melihat ٱلْوَدْقَ l-wadqa hujan يَخْرُجُ yakhruju keluar مِنْ min dari خِلَـٰلِهِۦ ۖ khilālihi celah-celahnya فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَصَابَ aṣāba mengenai بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min daripada عِبَادِهِۦٓ ʿibādihi hamba-hamba-Nya إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira
Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.
وَإِن wa-in dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يُنَزَّلَ yunazzala diturunkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya لَمُبْلِسِينَ lamub'lisīna benar-benar berputus asa
Dan Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah إِلَىٰٓ ilā kepada ءَاثَـٰرِ āthāri bekas-bekas رَحْمَتِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah كَيْفَ kayfa bagaimana يُحْىِ yuḥ'yī Dia menghidupkan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَآ ۚ mawtihā matinya إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika yang demikian لَمُحْىِ lamuḥ'yī benar-benar menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ ۖ l-mawtā orang mati وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengirimkan رِيحًۭا rīḥan angin فَرَأَوْهُ fara-awhu maka mereka melihatnya مُصْفَرًّۭا muṣ'farran menjadi kuning لَّظَلُّوا۟ laẓallū niscaya mereka tetap مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/itu يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka ingkar
Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan), lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.
فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu لَا lā kamu tidak تُسْمِعُ tus'miʿu dapat menjadikan mendengar ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَلَا walā dan tidak تُسْمِعُ tus'miʿu kamu menjadikan mendengar ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang tuli ٱلدُّعَآءَ l-duʿāa seruan إِذَا idhā apabila وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna membelakang
Maka Sesungguhnya, kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang 1.
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِهَـٰدِ bihādi dengan memberi petunjuk ٱلْعُمْىِ l-ʿum'yi orang yang buta عَن ʿan dari ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ ḍalālatihim kesesatan mereka إِن in tidaklah تُسْمِعُ tus'miʿu kamu menjadikan mendengar إِلَّا illā kecuali مَن man orang يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami فَهُم fahum maka mereka مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan), melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami; mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari ضَعْفٍۢ ḍaʿfin keadaan lemah ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ضَعْفٍۢ ḍaʿfin keadaan lemah قُوَّةًۭ quwwatan kuat ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah قُوَّةٍۢ quwwatin kuat ضَعْفًۭا ḍaʿfan keadaan lemah وَشَيْبَةًۭ ۚ washaybatan dan beruban يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا mā apa يَشَآءُ ۖ yashāu yang dikehendaki-Nya وَهُوَ wahuwa Dan dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْقَدِيرُ l-qadīru Maha Kuasa
Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يُقْسِمُ yuq'simu bersumpah ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa مَا mā tidaklah لَبِثُوا۟ labithū mereka tinggal غَيْرَ ghayra melainkan سَاعَةٍۢ ۚ sāʿatin sesaat كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan
Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, "Mereka tidak berdiam (dalam kubur), melainkan sesaat (saja)". Seperti demikianlah, mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran) 1.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu pengetahuan وَٱلْإِيمَـٰنَ wal-īmāna dan keimanan لَقَدْ laqad sesungguhnya لَبِثْتُمْ labith'tum kamu telah tinggal فِى fī dalam/menurut كِتَـٰبِ kitābi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْبَعْثِ ۖ l-baʿthi berbangkit فَهَـٰذَا fahādhā maka ini يَوْمُ yawmu hari ٱلْبَعْثِ l-baʿthi berbangkit وَلَـٰكِنَّكُمْ walākinnakum akan tetapi kamu كُنتُمْ kuntum kalian adalah لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)".
فَيَوْمَئِذٍۢ fayawma-idhin maka pada hari itu لَّا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مَعْذِرَتُهُمْ maʿdhiratuhum permintaan uzur mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُسْتَعْتَبُونَ yus'taʿtabūna mereka diberi kesempatan bertaubat
Maka pada hari itu, tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertobat lagi.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ضَرَبْنَا ḍarabnā Kami telah membuat لِلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia فِى fī dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an مِن min dari كُلِّ kulli segala مَثَلٍۢ ۚ mathalin perumpamaan وَلَئِن wala-in dan sungguh jika جِئْتَهُم ji'tahum kamu datang pada mereka بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat لَّيَقُولَنَّ layaqūlanna pasti akan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali مُبْطِلُونَ mub'ṭilūna orang-orang yang membuat kepalsuan
Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur`ān ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka".
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian يَطْبَعُ yaṭbaʿu mengunci mati/mencap ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِ qulūbi hati-hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui/memahami
Demikianlah, Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun hak/benar وَلَا walā dan jangan يَسْتَخِفَّنَّكَ yastakhiffannaka sekali-kali menggelisahkan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā (mereka) tidak يُوقِنُونَ yūqinūna meyakini
Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.