Tilawahku
Masuk
۞

النساء

An-Nisa

Wanita Madaniyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin diri وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan مِنْهَا min'hā daripadanya زَوْجَهَا zawjahā isterinya/jodohnya وَبَثَّ wabatha dan Dia kembang-biakkan مِنْهُمَا min'humā dari keduanya رِجَالًۭا rijālan laki-laki كَثِيرًۭا kathīran banyak وَنِسَآءًۭ ۚ wanisāan dan perempuan وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang تَسَآءَلُونَ tasāalūna kamu saling meminta بِهِۦ bihi dengan/padaNya وَٱلْأَرْحَامَ ۚ wal-arḥāma dan hubungan keluarga إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian رَقِيبًۭا raqīban Penjaga dan Pengawas

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya1 Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain2, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

🔊 Sedang diputar

وَءَاتُوا۟ waātū dan berikanlah ٱلْيَتَـٰمَىٰٓ l-yatāmā anak-anak yatim أَمْوَٰلَهُمْ ۖ amwālahum harta-harta mereka وَلَا walā dan janganlah تَتَبَدَّلُوا۟ tatabaddalū kamu menukar ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk بِٱلطَّيِّبِ ۖ bil-ṭayibi dengan yang baik وَلَا walā dan jangan تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu makan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta-harta mereka إِلَىٰٓ ilā pada أَمْوَٰلِكُمْ ۚ amwālikum hartamu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/hal itu كَانَ kāna adalah ia حُوبًۭا ḥūban dosa كَبِيرًۭا kabīran besar

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka; jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَإِنْ wa-in dan jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut أَلَّا allā bahwa tidak تُقْسِطُوا۟ tuq'siṭū kamu berlaku adil فِى dalam/terhadap ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak-anak yatim فَٱنكِحُوا۟ fa-inkiḥū maka nikahilah مَا apa طَابَ ṭāba baik/senangi لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan-perempuan مَثْنَىٰ mathnā berdua وَثُلَـٰثَ wathulātha dan bertiga وَرُبَـٰعَ ۖ warubāʿa dan berempat فَإِنْ fa-in maka jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut أَلَّا allā bahwa tidak تَعْدِلُوا۟ taʿdilū kamu berlaku adil فَوَٰحِدَةً fawāḥidatan maka satu saja أَوْ aw atau مَا apa مَلَكَتْ malakat kamu miliki أَيْمَـٰنُكُمْ ۚ aymānukum tangan kananmu/budakmu ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat أَلَّا allā bahwa tidak تَعُولُوا۟ taʿūlū kamu berbuat aniaya

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil1, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya2.

🔊 Sedang diputar

وَءَاتُوا۟ waātū dan berikanlah ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan-perempuan صَدُقَـٰتِهِنَّ ṣaduqātihinna maskawin mereka نِحْلَةًۭ ۚ niḥ'latan ikhlas/wajib فَإِن fa-in maka jika طِبْنَ ṭib'na mereka baik hati/menyerahkan لَكُمْ lakum bagi kalian عَن ʿan dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu (sebagian) مِّنْهُ min'hu daripadanya (maskawin) نَفْسًۭا nafsan sendirian/senang hati فَكُلُوهُ fakulūhu maka makanlah ia هَنِيٓـًۭٔا hanīan dengan puas مَّرِيٓـًۭٔا marīan cukup

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian1 dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تُؤْتُوا۟ tu'tū kamu serahkan ٱلسُّفَهَآءَ l-sufahāa orang-orang bodoh/belum sempurna akalnya أَمْوَٰلَكُمُ amwālakumu harta kamu ٱلَّتِى allatī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian قِيَـٰمًۭا qiyāman pemeliharaan وَٱرْزُقُوهُمْ wa-ur'zuqūhum dan mereka belanja فِيهَا fīhā darinya (hasil harta itu) وَٱكْسُوهُمْ wa-ik'sūhum dan pakaian mereka وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah لَهُمْ lahum kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya1, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

🔊 Sedang diputar

وَٱبْتَلُوا۟ wa-ib'talū dan periksa/ujilah ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak-anak yatim حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā jika بَلَغُوا۟ balaghū mereka sampai/cukup umur ٱلنِّكَاحَ l-nikāḥa nikah/kawin فَإِنْ fa-in maka jika ءَانَسْتُم ānastum kamu anggap/melihat مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka رُشْدًۭا rush'dan cerdas فَٱدْفَعُوٓا۟ fa-id'faʿū maka serahkanlah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَمْوَٰلَهُمْ ۖ amwālahum harta-harta mereka وَلَا walā dan jangan تَأْكُلُوهَآ takulūhā kamu memakannya إِسْرَافًۭا is'rāfan lebih dari batas وَبِدَارًا wabidāran dan tergesa-gesa أَن an bahwa يَكْبَرُوا۟ ۚ yakbarū mereka besar وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah ia غَنِيًّۭا ghaniyyan kaya/mampu فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ falyastaʿfif maka hendaklah ia menahan diri وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah ia فَقِيرًۭا faqīran fakir/miskin فَلْيَأْكُلْ falyakul maka boleh ia memakan بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan baik/sepatutnya فَإِذَا fa-idhā maka apabila دَفَعْتُمْ dafaʿtum kamu menyerahkan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta-harta mereka فَأَشْهِدُوا۟ fa-ashhidū maka adakan saksi-saksi عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/pada Allah حَسِيبًۭا ḥasīban pengawas/mempunyai perhitungan

Dan ujilah1 anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu).

🔊 Sedang diputar

لِّلرِّجَالِ lilrrijāli bagi orang laki-laki نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكَ taraka meninggalkan/peninggalan ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبُونَ wal-aqrabūna dan kerabat mereka وَلِلنِّسَآءِ walilnnisāi dan bagi orang wanita نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكَ taraka meninggalkan/peninggalan ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبُونَ wal-aqrabūna dan kerabat mereka مِمَّا mimmā dari apa (peninggalan) قَلَّ qalla sedikit مِنْهُ min'hu dari padanya أَوْ aw atau كَثُرَ ۚ kathura banyak نَصِيبًۭا naṣīban bagian مَّفْرُوضًۭا mafrūḍan yang telah ditetapkan

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu, bapak, dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu, bapak, dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila حَضَرَ ḥaḍara hadir ٱلْقِسْمَةَ l-qis'mata pembagian itu أُو۟لُوا۟ ulū kelompok ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينُ wal-masākīnu dan orang-orang miskin فَٱرْزُقُوهُم fa-ur'zuqūhum maka berilah mereka rezki مِّنْهُ min'hu dari padanya/harta وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah لَهُمْ lahum kepada mereka قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik/patut

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat1, anak yatim, dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya)2 dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

🔊 Sedang diputar

وَلْيَخْشَ walyakhsha dan hendaklah takut ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَوْ law ke dalam تَرَكُوا۟ tarakū perut mereka مِنْ min dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan/anak-anak ضِعَـٰفًا ḍiʿāfan lemah خَافُوا۟ khāfū mereka khawatir عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فَلْيَتَّقُوا۟ falyattaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلْيَقُولُوا۟ walyaqūlū dan hendaklah mereka mengatakan قَوْلًۭا qawlan perkataan سَدِيدًا sadīdan yang benar

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَأْكُلُونَ yakulūna (mereka) memakan أَمْوَٰلَ amwāla harta ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak yatim ظُلْمًا ẓul'man (secara) zalim إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan/menelan فِى seandainya بُطُونِهِمْ buṭūnihim mereka meninggalkan نَارًۭا ۖ nāran api وَسَيَصْلَوْنَ wasayaṣlawna dan mereka akan masuk سَعِيرًۭا saʿīran neraka yang menyala-nyala

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya, dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

🔊 Sedang diputar

يُوصِيكُمُ yūṣīkumu mewasiatkan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فِىٓ dalam/untuk أَوْلَـٰدِكُمْ ۖ awlādikum anak-anakmu لِلذَّكَرِ lildhakari bagi (anak) lelaki مِثْلُ mith'lu seperti حَظِّ ḥaẓẓi bagian ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ l-unthayayni dua anak perempuan فَإِن fa-in maka jika كُنَّ kunna adalah mereka نِسَآءًۭ nisāan perempuan فَوْقَ fawqa di atas ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua orang perempuan فَلَهُنَّ falahunna maka bagi mereka ثُلُثَا thuluthā dua pertiga مَا apa تَرَكَ ۖ taraka ditingalkan وَإِن wa-in dan jika كَانَتْ kānat adalah ia وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan seorang فَلَهَا falahā maka baginya ٱلنِّصْفُ ۚ l-niṣ'fu separuh وَلِأَبَوَيْهِ wali-abawayhi dan untuk dua ibu-bapaknya لِكُلِّ likulli bagi masing-masing وَٰحِدٍۢ wāḥidin seorang مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya ٱلسُّدُسُ l-sudusu seperenam مِمَّا mimmā dari apa/harta تَرَكَ taraka ia tinggalkan إِن in jika كَانَ kāna ia adalah لَهُۥ lahu baginya وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun adalah لَّهُۥ lahu baginya وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki وَوَرِثَهُۥٓ wawarithahu dan mewarisinya أَبَوَاهُ abawāhu ibu-bapaknya فَلِأُمِّهِ fali-ummihi maka bagi ibunya ٱلثُّلُثُ ۚ l-thuluthu sepertiga فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ia adalah لَهُۥٓ lahu baginya إِخْوَةٌۭ ikh'watun saudara-saudara فَلِأُمِّهِ fali-ummihi maka bagi ibunya ٱلسُّدُسُ ۚ l-sudusu seperenam مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin berwasiat يُوصِى yūṣī ia wasiatkan بِهَآ bihā baginya أَوْ aw atau دَيْنٍ ۗ daynin (dibayar) hutang ءَابَآؤُكُمْ ābāukum ibu-bapakmu/orang tuamu وَأَبْنَآؤُكُمْ wa-abnāukum dan anak-anakmu لَا tidak تَدْرُونَ tadrūna kamu mengetahui أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat لَكُمْ lakum bagi kalian نَفْعًۭا ۚ nafʿan manfaatnya فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan1; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua2, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

۞ وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu نِصْفُ niṣ'fu separuh مَا apa/harta تَرَكَ taraka yang meninggalkan أَزْوَٰجُكُمْ azwājukum isteri-isterimu إِن in jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun ada لَّهُنَّ lahunna bagi mereka وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada لَهُنَّ lahunna bagi mereka وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki فَلَكُمُ falakumu maka bagimu ٱلرُّبُعُ l-rubuʿu seperempat مِمَّا mimmā dari apa/harta تَرَكْنَ ۚ tarakna mereka tinggalkan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudahnya وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat يُوصِينَ yūṣīna mereka berwasiat بِهَآ bihā dengannya أَوْ aw atau دَيْنٍۢ ۚ daynin hutang وَلَهُنَّ walahunna dan bagi mereka ٱلرُّبُعُ l-rubuʿu seperempat مِمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكْتُمْ taraktum kamu tinggalkan إِن in jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun ada لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki فَلَهُنَّ falahunna maka bagi mereka ٱلثُّمُنُ l-thumunu seperdelapan مِمَّا mimmā dari apa/harta تَرَكْتُم ۚ taraktum kamu tinggalkan مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat تُوصُونَ tūṣūna kamu buat wasiat بِهَآ bihā dengannya أَوْ aw atau دَيْنٍۢ ۗ daynin hutang وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki يُورَثُ yūrathu diwariskan كَلَـٰلَةً kalālatan tidak punya ibu-bapak dan anak أَوِ awi atau ٱمْرَأَةٌۭ im'ra-atun perempuan وَلَهُۥٓ walahu dan baginya أَخٌ akhun saudara laki-laki أَوْ aw atau أُخْتٌۭ ukh'tun saudara perempuan فَلِكُلِّ falikulli maka bagi tiap-tiap وَٰحِدٍۢ wāḥidin seorang مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya ٱلسُّدُسُ ۚ l-sudusu seperenam فَإِن fa-in maka jika كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَكْثَرَ akthara lebih banyak مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَهُمْ fahum maka bagi mereka شُرَكَآءُ shurakāu bersekutu فِى dalam ٱلثُّلُثِ ۚ l-thuluthi dalam sepertiga مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat يُوصَىٰ yūṣā diwasiatkan بِهَآ bihā dengannya أَوْ aw atau دَيْنٍ daynin hutang غَيْرَ ghayra tidak مُضَآرٍّۢ ۚ muḍārrin memudlaratkan وَصِيَّةًۭ waṣiyyatan wasiat/ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris)1. (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

🔊 Sedang diputar

تِلْكَ til'ka itulah حُدُودُ ḥudūdu ketentuan-ketentuan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia akan memasukkannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikianitu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَعْصِ yaʿṣi mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَيَتَعَدَّ wayataʿadda dan ia melanggar حُدُودَهُۥ ḥudūdahu ketentuan-ketentuanNya يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia/Allah memasukkannya نَارًا nāran neraka/api خَـٰلِدًۭا khālidan kekal فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَهُۥ walahu dan baginya عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan

Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّـٰتِى wa-allātī dan wanita-wanita yang يَأْتِينَ yatīna (mereka) mendatangkan/melakukan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji مِن min dari/diantara نِّسَآئِكُمْ nisāikum isteri-isterimu فَٱسْتَشْهِدُوا۟ fa-is'tashhidū maka datangkanlah saksi-saksi عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka أَرْبَعَةًۭ arbaʿatan empat (orang) مِّنكُمْ ۖ minkum diantara kamu فَإِن fa-in maka jika شَهِدُوا۟ shahidū mereka memberikan kesaksian فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka kurunglah mereka فِى dalam ٱلْبُيُوتِ l-buyūti rumah حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai يَتَوَفَّىٰهُنَّ yatawaffāhunna mewafatkan mereka ٱلْمَوْتُ l-mawtu mati/kematian أَوْ aw atau يَجْعَلَ yajʿala memberikan/menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُنَّ lahunna bagi/kepada mereka سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji1, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya2.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذَانِ wa-alladhāni dan dua orang yang يَأْتِيَـٰنِهَا yatiyānihā melakukannya/perbuatan keji مِنكُمْ minkum diantara kamu فَـَٔاذُوهُمَا ۖ faādhūhumā maka berilah hukuman keduanya فَإِن fa-in maka jika تَابَا tābā keduanya bertaubat وَأَصْلَحَا wa-aṣlaḥā dan memperbaiki diri فَأَعْرِضُوا۟ fa-aʿriḍū maka berpaling/biarkanlah عَنْهُمَآ ۗ ʿanhumā dari keduanya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia تَوَّابًۭا tawwāban Maha Penerima taubat رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلتَّوْبَةُ l-tawbatu taubat itu عَلَى ʿalā atas/di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengajarkan ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejahatan بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin dengan kejahilan/kebodohan ثُمَّ thumma kemudian يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat مِن min dari قَرِيبٍۢ qarībin dekat/dengan segera فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَتُوبُ yatūbu menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ۗ ʿalayhim atas mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan1, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَلَيْسَتِ walaysati dan tidaklah ٱلتَّوْبَةُ l-tawbatu taubat itu لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) melakukan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila حَضَرَ ḥaḍara datang أَحَدَهُمُ aḥadahumu salah seorang diantara mereka ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian قَالَ qāla ia mengatakan إِنِّى innī sesungguhnya saya تُبْتُ tub'tu saya bertaubat ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang وَلَا walā dan tidaklah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَمُوتُونَ yamūtūna (mereka) mati وَهُمْ wahum dan/sedang mereka كُفَّارٌ ۚ kuffārun kekafiran أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًا ʿadhāban siksa أَلِيمًۭا alīman yang pedih

Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertobat sekarang". Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا tidak يَحِلُّ yaḥillu halal لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تَرِثُوا۟ tarithū kamu mempusakai ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita كَرْهًۭا ۖ karhan dengan paksa وَلَا walā dan jangan تَعْضُلُوهُنَّ taʿḍulūhunna kamu menyusahkan mereka لِتَذْهَبُوا۟ litadhhabū untuk melenyapkan/mengambil kembali بِبَعْضِ bibaʿḍi sebagian مَآ apa ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu telah memberikan mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَأْتِينَ yatīna mereka melakukan بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ mubayyinatin yang nyata وَعَاشِرُوهُنَّ waʿāshirūhunna dan pergauillah mereka بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang patut فَإِن fa-in maka jika كَرِهْتُمُوهُنَّ karih'tumūhunna kamu membenci mereka فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mungkin/barangkali أَن an bahwa تَكْرَهُوا۟ takrahū kamu tidak menyukai شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَيَجْعَلَ wayajʿala dan/padahal menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِيهِ fīhi padanya خَيْرًۭا khayran kebaikan كَثِيرًۭا kathīran yang banyak

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa1 dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata2. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

🔊 Sedang diputar

وَإِنْ wa-in dan jika أَرَدتُّمُ aradttumu kamu ingin ٱسْتِبْدَالَ is'tib'dāla mengganti زَوْجٍۢ zawjin isteri مَّكَانَ makāna tempat زَوْجٍۢ zawjin isteri (yang lain) وَءَاتَيْتُمْ waātaytum dan kamu telah memberi إِحْدَىٰهُنَّ iḥ'dāhunna seorang diantara mereka قِنطَارًۭا qinṭāran harta yang banyak فَلَا falā maka jangan تَأْخُذُوا۟ takhudhū kamu mengambil مِنْهُ min'hu daripadanya شَيْـًٔا ۚ shayan akan sesuatu/sedikitpun أَتَأْخُذُونَهُۥ atakhudhūnahu apakah kamu mengambil kembali (milik)nya بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan dengan cara dusta وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata

Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain1, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali darinya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

🔊 Sedang diputar

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana تَأْخُذُونَهُۥ takhudhūnahu kamu mengambilnya kembali وَقَدْ waqad dan sungguh أَفْضَىٰ afḍā telah bergaul بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain وَأَخَذْنَ wa-akhadhna dan mereka telah mengambil مِنكُم minkum dari kamu مِّيثَـٰقًا mīthāqan janji غَلِيظًۭا ghalīẓan teguh/kuat

Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah تَنكِحُوا۟ tankiḥū kamu kawini مَا apa نَكَحَ nakaḥa telah mengawini ءَابَآؤُكُم ābāukum bapak-bapakmu مِّنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita إِلَّا illā kecuali مَا apa/masa قَدْ qad sungguh سَلَفَ ۚ salafa telah berlalu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya itu كَانَ kāna adalah itu فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan keji وَمَقْتًۭا wamaqtan dan dibenci وَسَآءَ wasāa dan seburuk-buruk سَبِيلًا sabīlan jalan

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

🔊 Sedang diputar

حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أُمَّهَـٰتُكُمْ ummahātukum ibu-ibumu وَبَنَاتُكُمْ wabanātukum dan anak-anak perempuanmu وَأَخَوَٰتُكُمْ wa-akhawātukum dan saudara-saudara perempuanmu وَعَمَّـٰتُكُمْ waʿammātukum dan saudara-saudara perempuan bapakmu وَخَـٰلَـٰتُكُمْ wakhālātukum dan saudara-saudara perempuan ibumu وَبَنَاتُ wabanātu dan anak-anak perempuan ٱلْأَخِ l-akhi saudaramu laki-laki وَبَنَاتُ wabanātu dan anak-anak perempuan ٱلْأُخْتِ l-ukh'ti saudaramu perempuan وَأُمَّهَـٰتُكُمُ wa-ummahātukumu dan ibu-ibumu ٱلَّـٰتِىٓ allātī yang أَرْضَعْنَكُمْ arḍaʿnakum menyusui kamu وَأَخَوَٰتُكُم wa-akhawātukum dan saudara-saudara perempuanmu مِّنَ mina dari ٱلرَّضَـٰعَةِ l-raḍāʿati sepersusuan وَأُمَّهَـٰتُ wa-ummahātu dan ibu-ibu نِسَآئِكُمْ nisāikum isterimu وَرَبَـٰٓئِبُكُمُ warabāibukumu dan anak-anak isterimu ٱلَّـٰتِى allātī yang فِى dalam حُجُورِكُم ḥujūrikum pemeliharaanmu مِّن min dari نِّسَآئِكُمُ nisāikumu isteri-isteri kamu ٱلَّـٰتِى allātī yang دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuki/campuri بِهِنَّ bihinna dengan mereka فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuki/campuri بِهِنَّ bihinna dengan mereka فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَحَلَـٰٓئِلُ waḥalāilu dan isteri-isteri أَبْنَآئِكُمُ abnāikumu anak-anakmu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِنْ min dari أَصْلَـٰبِكُمْ aṣlābikum tulang rusukmu/anak kandungmu وَأَن wa-an dan bahwa تَجْمَعُوا۟ tajmaʿū kamu menghimpun بَيْنَ bayna antara ٱلْأُخْتَيْنِ l-ukh'tayni dua perempuan bersaudara إِلَّا illā kecuali مَا apa قَدْ qad sungguh سَلَفَ ۗ salafa yang lalu/lampau إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu1 dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

🔊 Sedang diputar

۞ وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ wal-muḥ'ṣanātu dan wanita yang bersuami مِنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ l-nisāi manusia إِلَّا illā kecuali مَا apa مَلَكَتْ malakat kamu miliki أَيْمَـٰنُكُمْ ۖ aymānukum tangan kananmu/budak-budakmu كِتَـٰبَ kitāba ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian وَأُحِلَّ wa-uḥilla dan dihalalkan لَكُم lakum bagi kalian مَّا apa وَرَآءَ warāa dibelakang (selain) ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَن an bahwa تَبْتَغُوا۟ tabtaghū kamu mencari بِأَمْوَٰلِكُم bi-amwālikum dengan hartamu مُّحْصِنِينَ muḥ'ṣinīna untuk dikawini غَيْرَ ghayra tidak/bukan مُسَـٰفِحِينَ ۚ musāfiḥīna untuk berzina فَمَا famā maka apa ٱسْتَمْتَعْتُم is'tamtaʿtum telah kamu nikmati بِهِۦ bihi dengannya (wanita itu) مِنْهُنَّ min'hunna dari/diantara mereka فَـَٔاتُوهُنَّ faātūhunna maka berikan kepada mereka أُجُورَهُنَّ ujūrahunna mahar/maskawin فَرِيضَةًۭ ۚ farīḍatan suatu kewajiban وَلَا walā dan tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِيمَا fīmā terhadap apa (sesuatu) تَرَٰضَيْتُم tarāḍaytum kamu saling merelakan بِهِۦ bihi dengannya (wanita itu) مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱلْفَرِيضَةِ ۚ l-farīḍati ditentukan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki1 (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian2, (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu3. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يَسْتَطِعْ yastaṭiʿ cukup مِنكُمْ minkum dari/di antara kamu طَوْلًا ṭawlan perbelanjaan/nafkah أَن an sesungguhnya يَنكِحَ yankiḥa mengawini ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita merdeka ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti yang beriman فَمِن famin maka dari مَّا apa مَلَكَتْ malakat memiliki أَيْمَـٰنُكُم aymānukum tangan kananmu/budakmu مِّن min dari فَتَيَـٰتِكُمُ fatayātikumu pemudi-pemudimu/wanitamu ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۚ l-mu'mināti yang beriman وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِإِيمَـٰنِكُم ۚ biīmānikum dengan keimananmu بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu مِّنۢ min dari بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian lain فَٱنكِحُوهُنَّ fa-inkiḥūhunna maka nikahilah mereka بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin أَهْلِهِنَّ ahlihinna ahlinya/tuannya وَءَاتُوهُنَّ waātūhunna dan berilah mereka أُجُورَهُنَّ ujūrahunna mahar mereka بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/menurut yang patut مُحْصَنَـٰتٍ muḥ'ṣanātin wanita-wanita merdeka/yang memelihara diri غَيْرَ ghayra bukan/tidak مُسَـٰفِحَـٰتٍۢ musāfiḥātin wanita-wanita pezina وَلَا walā dan bukan مُتَّخِذَٰتِ muttakhidhāti wanita yang mengambil laki-laki lain أَخْدَانٍۢ ۚ akhdānin gendak فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أُحْصِنَّ uḥ'ṣinna mereka telah menjaga diri فَإِنْ fa-in maka jika أَتَيْنَ atayna mereka mendatangi/melakukan بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji فَعَلَيْهِنَّ faʿalayhinna maka atas mereka نِصْفُ niṣ'fu separuh مَا apa عَلَى ʿalā atas ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita yang merdeka مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ ۚ l-ʿadhābi siksa ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِمَنْ liman bagi orang خَشِىَ khashiya (ia) takut ٱلْعَنَتَ l-ʿanata sulit menjaga diri مِنكُمْ ۚ minkum dari/di antara kamu وَأَن wa-an dan jika تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain1, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separuh hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُبَيِّنَ liyubayyina untuk Dia menerangkan لَكُمْ lakum bagi kalian وَيَهْدِيَكُمْ wayahdiyakum dan Dia memberi petunjuk kepadamu سُنَنَ sunana jalan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَيَتُوبَ wayatūba dan Dia hendak menerima taubat عَلَيْكُمْ ۗ ʿalaykum atas kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan ṣāliḥīn) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُرِيدُ yurīdu Dia hendak أَن an supaya يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَيُرِيدُ wayurīdu dan/sedang menghendaki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna (mereka) mengikuti ٱلشَّهَوَٰتِ l-shahawāti hawa nafsu أَن an supaya تَمِيلُوا۟ tamīlū kamu berpaling مَيْلًا maylan berpaling عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar/sejauh-jauhnya

Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

🔊 Sedang diputar

يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an supaya يُخَفِّفَ yukhaffifa Dia memberi keringanan عَنكُمْ ۚ ʿankum dari kalian وَخُلِقَ wakhuliqa dan dijadikan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia ضَعِيفًۭا ḍaʿīfan lemah

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu1, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu memakan أَمْوَٰلَكُم amwālakum hartamu بَيْنَكُم baynakum diantara/sesamamu بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan jalan yang batil إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَكُونَ takūna kamu adalah تِجَـٰرَةً tijāratan (dengan jalan) perniagaan عَن ʿan saling تَرَاضٍۢ tarāḍin suka مِّنكُمْ ۚ minkum dari/diantara kamu وَلَا walā dan jangan تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu1; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal (ia) berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian عُدْوَٰنًۭا ʿud'wānan bermusuhan/melanggar hak وَظُلْمًۭا waẓul'man dan aniaya فَسَوْفَ fasawfa maka akan نُصْلِيهِ nuṣ'līhi Kami masukkan ia نَارًۭا ۚ nāran neraka وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرًا yasīran mudah

Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika تَجْتَنِبُوا۟ tajtanibū kamu menjauhi كَبَآئِرَ kabāira dosa-dosa besar مَا apa تُنْهَوْنَ tun'hawna kamu dilarang (mengerjakan) عَنْهُ ʿanhu daripadanya نُكَفِّرْ nukaffir (niscaya) Kami hapus عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَنُدْخِلْكُم wanud'khil'kum dan Kami masukkan kamu مُّدْخَلًۭا mud'khalan ke tempat masuk كَرِيمًۭا karīman mulia

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَتَمَنَّوْا۟ tatamannaw kamu berangan-angan(iri hati) مَا apa فَضَّلَ faḍḍala memberi karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦ bihi dengannya بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain لِّلرِّجَالِ lilrrijāli bagi orang laki-laki نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّمَّا mimmā daripada apa ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ ik'tasabū mereka usahakan وَلِلنِّسَآءِ walilnnisāi dan bagi orang-orang perempuan نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّمَّا mimmā daripada apa ٱكْتَسَبْنَ ۚ ik'tasabna mereka usahakan وَسْـَٔلُوا۟ wasalū dan mohonlah ٱللَّهَ l-laha Allah مِن min dari فَضْلِهِۦٓ ۗ faḍlihi karuniaNya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia بِكُلِّ bikulli dengan/terhadap segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan مَوَٰلِىَ mawāliya pewaris-pewaris مِمَّا mimmā dari apa (harta) تَرَكَ taraka meninggalkan/(peninggalan) ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ wal-aqrabūna dan kerabat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang عَقَدَتْ ʿaqadat telah mengikat أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum sumpahmu فَـَٔاتُوهُمْ faātūhum maka berilah mereka نَصِيبَهُمْ ۚ naṣībahum bagian mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدًا shahīdan menjadi saksi (menyaksikan)

Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya1. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

ٱلرِّجَالُ al-rijālu kaum laki-laki قَوَّٰمُونَ qawwāmūna pemimpin/lebih kuat عَلَى ʿalā atas/bagi ٱلنِّسَآءِ l-nisāi kaum wanita بِمَا bimā dengan sebab فَضَّلَ faḍḍala telah melebihkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain وَبِمَآ wabimā dan dengan sebab أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka menafkahkan مِنْ min dari أَمْوَٰلِهِمْ ۚ amwālihim harta mereka فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ fal-ṣāliḥātu maka wanita-wanita yang saleh قَـٰنِتَـٰتٌ qānitātun yang taat حَـٰفِظَـٰتٌۭ ḥāfiẓātun yang menjaga diri لِّلْغَيْبِ lil'ghaybi di waktu gaib/tidak hadir بِمَا bimā dengan sebab حَفِظَ ḥafiẓa menjaga/memelihara ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَٱلَّـٰتِى wa-allātī dan wanita-wanita yang تَخَافُونَ takhāfūna kamu khawatirkan نُشُوزَهُنَّ nushūzahunna 'nusyuz'nya/kedurhakaannya فَعِظُوهُنَّ faʿiẓūhunna maka nasehati mereka وَٱهْجُرُوهُنَّ wa-uh'jurūhunna dan pindahkan/pisahkan mereka فِى pada ٱلْمَضَاجِعِ l-maḍājiʿi tempat tidur وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ wa-iḍ'ribūhunna dan pukullah mereka فَإِنْ fa-in maka jika أَطَعْنَكُمْ aṭaʿnakum mereka mentaatimu فَلَا falā maka janganlah تَبْغُوا۟ tabghū kamu mencari-cari عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas/terhadap mereka سَبِيلًا ۗ sabīlan jalan (untuk menyusahkan) إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلِيًّۭا ʿaliyyan Maha Tinggi كَبِيرًۭا kabīran Maha Besar

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri1 ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)2. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyūz-nya3, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya4. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

🔊 Sedang diputar

وَإِنْ wa-in dan jika خِفْتُمْ khif'tum kamu khawatir شِقَاقَ shiqāqa (adanya)perpecahan بَيْنِهِمَا baynihimā antara keduanya فَٱبْعَثُوا۟ fa-ib'ʿathū maka utuslah/kirimlah حَكَمًۭا ḥakaman seorang hakam (pendamai) مِّنْ min dari أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya (laki-laki) وَحَكَمًۭا waḥakaman dan seorang hakam (pendamai) مِّنْ min dari أَهْلِهَآ ahlihā keluarganya (perempuan) إِن in jika يُرِيدَآ yurīdā keduanya menghendaki إِصْلَـٰحًۭا iṣ'lāḥan perdamaian يُوَفِّقِ yuwaffiqi akan memberi taufik ٱللَّهُ l-lahu Allah بَيْنَهُمَآ ۗ baynahumā kepada keduanya (suami-isteri) إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلِيمًا ʿalīman Maha mengetahui خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengerti

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam1 dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

🔊 Sedang diputar

۞ وَٱعْبُدُوا۟ wa-uʿ'budū dan sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan janganlah تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mempersekutukan بِهِۦ bihi denganNya شَيْـًۭٔا ۖ shayan sesuatu وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan kepada kedua orang tua إِحْسَـٰنًۭا iḥ'sānan (berbuat) baik وَبِذِى wabidhī dan (dengan/terhadap)yang dimiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat dekat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱلْجَارِ wal-jāri dan tetangga ذِى dhī yang memiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā dekat وَٱلْجَارِ wal-jāri dan tetangga ٱلْجُنُبِ l-junubi yang jauh وَٱلصَّاحِبِ wal-ṣāḥibi dan teman بِٱلْجَنۢبِ bil-janbi sejawat وَٱبْنِ wa-ib'ni dan ibnu (orang) ٱلسَّبِيلِ l-sabīli sabil (dalam perjalanan) وَمَا wamā dan apa yang مَلَكَتْ malakat kamu miliki أَيْمَـٰنُكُمْ ۗ aymānukum budak-budakmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai مَن man orang-orang كَانَ kāna adalah مُخْتَالًۭا mukh'tālan sombong فَخُورًا fakhūran membanggakan diri

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh1, dan teman sejawat, ibnus sabīl2, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَبْخَلُونَ yabkhalūna (mereka) kikir وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan (mereka) menyuruh ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia/orang lain بِٱلْبُخْلِ bil-bukh'li dengan berbuat kikir وَيَكْتُمُونَ wayaktumūna dan mereka menyembunyikan مَآ apa (karunia) ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karuniaNya وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir عَذَابًۭا ʿadhāban siksa مُّهِينًۭا muhīnan menghinakan

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir1 siksa yang menghinakan.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-oarng yang يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka رِئَآءَ riāa riya' ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَا walā dan tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَلَا walā dan tidak بِٱلْيَوْمِ bil-yawmi dengan/kepada hari ٱلْـَٔاخِرِ ۗ l-ākhiri akhirat وَمَن waman dan barang siapa يَكُنِ yakuni ia adalah/menjadikan ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لَهُۥ lahu baginya قَرِينًۭا qarīnan (sebagai) teman فَسَآءَ fasāa maka sejahat-jahat قَرِينًۭا qarīnan teman

Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena ria1 kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

🔊 Sedang diputar

وَمَاذَا wamādhā dan apakah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/bagi mereka لَوْ law sekiranya ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan مِمَّا mimmā dari/sebagian apa رَزَقَهُمُ razaqahumu memberi rezki kepada mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِمْ bihim terhadap mereka عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui

Apakah kemudaratannya bagi mereka kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَظْلِمُ yaẓlimu Dia menganiaya مِثْقَالَ mith'qāla seberat/sebesar ذَرَّةٍۢ ۖ dharratin zarrah/biji sangat kecil وَإِن wa-in dan jika تَكُ taku kamu ada حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebajikan يُضَـٰعِفْهَا yuḍāʿif'hā Dia melipat gandakannya وَيُؤْتِ wayu'ti dan Dia memberikan مِن min dari لَّدُنْهُ ladun'hu sisiNya أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman yang besar

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar1.

🔊 Sedang diputar

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana إِذَا idhā jika/apabila جِئْنَا ji'nā Kami datangkan مِن min dari كُلِّ kulli tiap-tiap أُمَّةٍۭ ummatin ummat بِشَهِيدٍۢ bishahīdin dengan seorang saksi وَجِئْنَا waji'nā dan Kami datangkan بِكَ bika dengan engkau عَلَىٰ ʿalā atas هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu شَهِيدًۭا shahīdan sebagai saksi

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)1.

🔊 Sedang diputar

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَوَدُّ yawaddu ingin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَعَصَوُا۟ waʿaṣawū dan orang-orang yang mendurhakai ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul لَوْ law sekiranya/supaya تُسَوَّىٰ tusawwā disama-ratakan بِهِمُ bihimu dengan mereka ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَلَا walā dan tidak يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka menyembunyikan ٱللَّهَ l-laha Allah حَدِيثًۭا ḥadīthan sesuatu kejadian

Di hari itu, orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah1, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadian pun.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu mendekati ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian سُكَـٰرَىٰ sukārā mabuk حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَعْلَمُوا۟ taʿlamū kamu mengetahui/mengerti مَا apa تَقُولُونَ taqūlūna kamu ucapkan وَلَا walā dan janganlah جُنُبًا junuban dalam keadaan junub إِلَّا illā kecuali عَابِرِى ʿābirī sekedar سَبِيلٍ sabīlin berlalu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَغْتَسِلُوا۟ ۚ taghtasilū kamu mandi وَإِن wa-in dan jika كُنتُم kuntum kalian adalah مَّرْضَىٰٓ marḍā sakit أَوْ aw atau عَلَىٰ ʿalā atas/dalam سَفَرٍ safarin perjalanan أَوْ aw atau جَآءَ jāa datang أَحَدٌۭ aḥadun seseorang مِّنكُم minkum diantara kamu مِّنَ mina dari ٱلْغَآئِطِ l-ghāiṭi tempat buang air أَوْ aw atau لَـٰمَسْتُمُ lāmastumu kamu menyentuh ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan فَلَمْ falam maka/kemudian tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan مَآءًۭ māan air فَتَيَمَّمُوا۟ fatayammamū maka bertayamumlah kamu صَعِيدًۭا ṣaʿīdan debu/tanah طَيِّبًۭا ṭayyiban bersih فَٱمْسَحُوا۟ fa-im'saḥū maka sapulah بِوُجُوهِكُمْ biwujūhikum dengan/pada mukamu وَأَيْدِيكُمْ ۗ wa-aydīkum dan tanganmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَفُوًّا ʿafuwwan Maha Pemaaf غَفُورًا ghafūran Maha Pengampun

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub1, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit, atau sedang dalam musafir, atau kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi نَصِيبًۭا naṣīban bagian مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka membeli ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan وَيُرِيدُونَ wayurīdūna dan mereka menghendaki أَن an supaya تَضِلُّوا۟ taḍillū kamu tersesat ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan

Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Alkitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

🔊 Sedang diputar

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِأَعْدَآئِكُمْ ۚ bi-aʿdāikum dengan/tentang musuh-musuhmu وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَلِيًّۭا waliyyan (menjadi) pelindung وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah نَصِيرًۭا naṣīran (menjadi) penolong

Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

🔊 Sedang diputar

مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوا۟ hādū Yahudi يُحَرِّفُونَ yuḥarrifūna mereka merubah ٱلْكَلِمَ l-kalima perkataan عَن ʿan dari مَّوَاضِعِهِۦ mawāḍiʿihi tempat-tempatnya وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَعَصَيْنَا waʿaṣaynā dan/tetapi kami mendurhakai وَٱسْمَعْ wa-is'maʿ dan dengarlah غَيْرَ ghayra tidak/bukan مُسْمَعٍۢ mus'maʿin mendengar وَرَٰعِنَا warāʿinā dan peliharalah kami لَيًّۢا layyan memutar-mutar بِأَلْسِنَتِهِمْ bi-alsinatihim dengan lidah mereka وَطَعْنًۭا waṭaʿnan dan mencela فِى dalam ٱلدِّينِ ۚ l-dīni agama وَلَوْ walaw dan sekiranya أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami mentaati وَٱسْمَعْ wa-is'maʿ dan dengarkan وَٱنظُرْنَا wa-unẓur'nā dan perhatikanlah kami لَكَانَ lakāna tentu itu adalah خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ lahum bagi mereka وَأَقْوَمَ wa-aqwama dan lebih tepat وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan/karena kekafiran mereka فَلَا falā maka tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya1. Mereka berkata, "Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya2". Dan (mereka mengatakan pula), "Dengarlah", sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa3. Dan (mereka mengatakan), "Rā`inā", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu بِمَا bimā dengan apa نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā bagi apa (Kitab) مَعَكُم maʿakum bersamamu/ada padamu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa نَّطْمِسَ naṭmisa Kami merubah وُجُوهًۭا wujūhan muka-muka فَنَرُدَّهَا fanaruddahā maka/lalu Kami putarkannya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَدْبَارِهَآ adbārihā belakangnya أَوْ aw atau نَلْعَنَهُمْ nalʿanahum Kami kutuk mereka كَمَا kamā sebagaimana لَعَنَّآ laʿannā Kami mengutuki أَصْحَـٰبَ aṣḥāba orang-orang ٱلسَّبْتِ ۚ l-sabti hari Sabtu وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُ amru ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَفْعُولًا mafʿūlan berlaku

Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur`ān) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang1 atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu2. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni mereka أَن an bahwa يُشْرَكَ yush'raka dipersekutukan بِهِۦ bihi denganNya وَيَغْفِرُ wayaghfiru dan Dia mengampuni مَا apa دُونَ dūna selain ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَن waman dan barang siapa يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah فَقَدِ faqadi maka sungguh ٱفْتَرَىٰٓ if'tarā ia telah berbuat إِثْمًا ith'man dosa عَظِيمًا ʿaẓīman besar

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُزَكُّونَ yuzakkūna (mereka) membersihkan أَنفُسَهُم ۚ anfusahum diri mereka بَلِ bali akan tetapi ٱللَّهُ l-lahu Allah يُزَكِّى yuzakkī Dia membersihkan مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَلَا walā dan tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya فَتِيلًا fatīlan sedikitpun

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih1? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.

🔊 Sedang diputar

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ ۖ l-kadhiba dusta وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِهِۦٓ bihi dengannya/perbuatan itu إِثْمًۭا ith'man dosa مُّبِينًا mubīnan nyata

Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi نَصِيبًۭا naṣīban bagian مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱلْجِبْتِ bil-jib'ti dengan/kepada Jibti وَٱلطَّـٰغُوتِ wal-ṭāghūti dan Tagut وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman سَبِيلًا sabīlan jalan

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Alkitab? Mereka percaya kepada jibti dan ṭāgūt dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman. 1

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَمَن waman dan barang siapa يَلْعَنِ yalʿani mengutuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَن falan maka sekali-kali tidak تَجِدَ tajida mendapat لَهُۥ lahu baginya نَصِيرًا naṣīran penolong

Mereka itulah orang yang dikutuk Allah. Barang siapa yang dikutuk Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّنَ mina dari ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kekuasaan فَإِذًۭا fa-idhan maka jika demikian/kendatipun ada لَّا tidak يُؤْتُونَ yu'tūna mereka akan mendatangkan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia نَقِيرًا naqīran sedikitpun

Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia1,

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau يَحْسُدُونَ yaḥsudūna mereka dengki ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia عَلَىٰ ʿalā atas مَآ apa (karunia) ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari فَضْلِهِۦ ۖ faḍlihi karuniaNya فَقَدْ faqad maka sungguh ءَاتَيْنَآ ātaynā Kami telah memberikan ءَالَ āla keluarga إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah وَءَاتَيْنَـٰهُم waātaynāhum dan Kami telah memberikan kepada mereka مُّلْكًا mul'kan kerajaan عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia1 yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrāhīm, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.

🔊 Sedang diputar

فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّنْ man orang ءَامَنَ āmana ia beriman بِهِۦ bihi denganNya (Allah) وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang صَدَّ ṣadda ia menghalangi عَنْهُ ۚ ʿanhu daripadaNya وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِجَهَنَّمَ bijahannama dengan neraka jahanam سَعِيرًا saʿīran menyala-nyala

Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahanam yang menyala-nyala apinya.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan/kepada ayat-ayat Kami سَوْفَ sawfa kelak/bakal نُصْلِيهِمْ nuṣ'līhim Kami masukkan mereka نَارًۭا nāran api/neraka كُلَّمَا kullamā setiap نَضِجَتْ naḍijat hangus/terbakar جُلُودُهُم julūduhum kulit-kulit mereka بَدَّلْنَـٰهُمْ baddalnāhum Kami ganti mereka جُلُودًا julūdan kulit-kulit غَيْرَهَا ghayrahā lainnya لِيَذُوقُوا۟ liyadhūqū supaya merasakan ٱلْعَذَابَ ۗ l-ʿadhāba azab/siksa إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan سَنُدْخِلُهُمْ sanud'khiluhum akan Kami masukkan mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya لَّهُمْ lahum bagi mereka فِيهَآ fīhā di dalamnya أَزْوَٰجٌۭ azwājun isteri-isteri مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ muṭahharatun yang suci وَنُدْخِلُهُمْ wanud'khiluhum dan Kami masukkan mereka ظِلًّۭا ẓillan tempat teduh/naungan ظَلِيلًا ẓalīlan nyaman

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَأْمُرُكُمْ yamurukum Dia menyuruh أَن an untuk تُؤَدُّوا۟ tu-addū menyampaikan ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ l-amānāti amanat إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهَا ahlihā yang berhak menerimanya وَإِذَا wa-idhā dan apabila حَكَمْتُم ḥakamtum kamu menetapkan hukum بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia أَن an supaya تَحْكُمُوا۟ taḥkumū kamu menetapkan hukum بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah نِعِمَّا niʿimmā sebaik-baiknya يَعِظُكُم yaʿiẓukum Dia memberi pelajaran kepadamu بِهِۦٓ ۗ bihi dengannya إِنَّ inna sesunguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adlah Dia سَمِيعًۢا samīʿan Maha Mendengar بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul وَأُو۟لِى wa-ulī dan ulil ٱلْأَمْرِ l-amri Amri مِنكُمْ ۖ minkum diantara kamu فَإِن fa-in maka jika تَنَـٰزَعْتُمْ tanāzaʿtum kamu berselisih فِى dalam/tentang شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَرُدُّوهُ faruddūhu maka kembalikanlah ia إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلرَّسُولِ wal-rasūli dan Rasul إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُؤْمِنُونَ tu'minūna (kamu) beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat/akhir ذَٰلِكَ dhālika dmikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik/utama وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan sebaik-baik تَأْوِيلًا tawīlan kesudahan/akibatnya

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur`ān) dan rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَزْعُمُونَ yazʿumūna mereka mengaku أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِمَآ bimā dengan/kepada apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu يُرِيدُونَ yurīdūna mereka hendak أَن an bahwa يَتَحَاكَمُوٓا۟ yataḥākamū mereka berhakim إِلَى ilā kepada ٱلطَّـٰغُوتِ l-ṭāghūti Tagut (berhala) وَقَدْ waqad dan sungguh أُمِرُوٓا۟ umirū mereka diperintah أَن an untuk يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka mengingkari بِهِۦ bihi dengannya وَيُرِيدُ wayurīdu dan menghendaki ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَن an untuk يُضِلَّهُمْ yuḍillahum menyesatkan mereka ضَلَـٰلًۢا ḍalālan penyesatan بَعِيدًۭا baʿīdan sejauh-jauhnya

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada ṭāgūt1 , padahal mereka telah diperintah mengingkari ṭāgūt itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah إِلَىٰ ilā kepada مَآ apa (hukum) أَنزَلَ anzala telah turunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul رَأَيْتَ ra-ayta kamu lihat ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) menghalangi عَنكَ ʿanka dari kamu صُدُودًۭا ṣudūdan halangan yang sangat kuat

Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

🔊 Sedang diputar

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimanakah إِذَآ idhā apabila أَصَـٰبَتْهُم aṣābathum menimpa mereka مُّصِيبَةٌۢ muṣībatun musibah بِمَا bimā dengan sebab قَدَّمَتْ qaddamat perbuatan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka ثُمَّ thumma kemudian جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/demi Allah إِنْ in sekali-kali tidak أَرَدْنَآ aradnā kami menghendaki إِلَّآ illā kecuali/selain إِحْسَـٰنًۭا iḥ'sānan kebaikan وَتَوْفِيقًا watawfīqan dan perdamaian yang sempurna

Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا apa فِى di dalam قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَعِظْهُمْ waʿiẓ'hum dan berilah mereka pelajaran وَقُل waqul dan katakanlah لَّهُمْ lahum kepada mereka فِىٓ dalam أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/jiwa mereka قَوْلًۢا qawlan perkataan بَلِيغًۭا balīghan berbekas

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu, berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwa mereka.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul إِلَّا illā melainkan لِيُطَاعَ liyuṭāʿa untuk ditaati بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَلَوْ walaw dan jikalau أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka إِذ idh ketika ظَّلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu فَٱسْتَغْفَرُوا۟ fa-is'taghfarū maka/lalu mereka mohon ampun ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱسْتَغْفَرَ wa-is'taghfara dan memohonkan ampun لَهُمُ lahumu untuk mereka ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul لَوَجَدُوا۟ lawajadū tentu mereka mendapati ٱللَّهَ l-laha Allah تَوَّابًۭا tawwāban Maha Penerima Taubat رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya1 datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

فَلَا falā maka وَرَبِّكَ warabbika dan/demi Tuhanmu لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman حَتَّىٰ ḥattā hingga يُحَكِّمُوكَ yuḥakkimūka mereka menjadikan kamu hakim فِيمَا fīmā terhadap apa/perkara شَجَرَ shajara perselisihan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يَجِدُوا۟ yajidū mereka mendapatkan فِىٓ dalam أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/hati mereka حَرَجًۭا ḥarajan keberatan مِّمَّا mimmā terhadap apa قَضَيْتَ qaḍayta kamu putuskan وَيُسَلِّمُوا۟ wayusallimū dan mereka menerima تَسْلِيمًۭا taslīman penerima sepenuhnya

Maka demi Tuhan-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّا annā sesungguhnya كَتَبْنَا katabnā Kami perintahkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka أَنِ ani bahwa ٱقْتُلُوٓا۟ uq'tulū bunuhlah mereka أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri أَوِ awi atau ٱخْرُجُوا۟ ukh'rujū keluarlah kamu مِن min dari دِيَـٰرِكُم diyārikum kampungmu مَّا tidak فَعَلُوهُ faʿalūhu mereka melakukannya إِلَّا illā kecuali قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit/sebagian kecil مِّنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka فَعَلُوا۟ faʿalū (mereka) melaksanakan مَا apa/pelajaran يُوعَظُونَ yūʿaẓūna diberikan بِهِۦ bihi dengannya لَكَانَ lakāna tentulah ia/demikian itu خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ lahum bagi mereka وَأَشَدَّ wa-ashadda dan sangat/lebih تَثْبِيتًۭا tathbītan menguatkan

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

🔊 Sedang diputar

وَإِذًۭا wa-idhan dan kalau demikian لَّـَٔاتَيْنَـٰهُم laātaynāhum pasti Kami berikan مِّن min dari لَّدُنَّآ ladunnā sisi Kami أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,

🔊 Sedang diputar

وَلَهَدَيْنَـٰهُمْ walahadaynāhum dan pasti Kami beri petunjuk mereka صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan مُّسْتَقِيمًۭا mus'taqīman lurus/benar

dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مَعَ maʿa bersama-sama ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَنْعَمَ anʿama menganugerahi nikmat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنَ mina dari ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi وَٱلصِّدِّيقِينَ wal-ṣidīqīna dan para siddiqin وَٱلشُّهَدَآءِ wal-shuhadāi dan para syuhada وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ wal-ṣāliḥīna dan orang-orang saleh وَحَسُنَ waḥasuna dan sebaik-baik أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah رَفِيقًۭا rafīqan teman

Dan barang siapa yang menaati Allah dan rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para ṣhiddīqīn1, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَكَفَىٰ wakafā dan cukup بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah عَلِيمًۭا ʿalīman mengetahui

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman خُذُوا۟ khudhū ambillah olehmu حِذْرَكُمْ ḥidh'rakum kewaspadaanmu/kesiapanmu فَٱنفِرُوا۟ fa-infirū pergilah kamu ثُبَاتٍ thubātin berkelompok-kelompok أَوِ awi atau ٱنفِرُوا۟ infirū pergilah/majulah جَمِيعًۭا jamīʿan bersama-sama

Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!

🔊 Sedang diputar

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِنكُمْ minkum diantara kamu لَمَن laman ada orang لَّيُبَطِّئَنَّ layubaṭṭi-anna sangat berlambat-lambat فَإِنْ fa-in maka jika أَصَـٰبَتْكُم aṣābatkum menimpa kamu مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun bencana قَالَ qāla ia berkata قَدْ qad sungguh أَنْعَمَ anʿama telah menganugerahkan nikmat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىَّ ʿalayya atasku/atas diriku إِذْ idh karena لَمْ lam tidak أَكُن akun adalah aku مَّعَهُمْ maʿahum bersama-sama mereka شَهِيدًۭا shahīdan menyaksikan (berperang)

Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran)1. bMaka jika kamu ditimpa musibah ia berkata, "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.

🔊 Sedang diputar

وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika أَصَـٰبَكُمْ aṣābakum menimpa kamu (kamu memperoleh) فَضْلٌۭ faḍlun karunia مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah لَيَقُولَنَّ layaqūlanna tentu ia mengatakan كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak تَكُنۢ takun pernah ada بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَبَيْنَهُۥ wabaynahu dan antara ia مَوَدَّةٌۭ mawaddatun kasih sayang يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī Wahai kiranya saya ada كُنتُ kuntu adalah aku مَعَهُمْ maʿahum bersama-sama mereka فَأَفُوزَ fa-afūza tentu saya mendapat kemenangan فَوْزًا fawzan kemenangan عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, "Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)".

🔊 Sedang diputar

۞ فَلْيُقَـٰتِلْ falyuqātil maka hendaklah berperang فِى dalam سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَشْرُونَ yashrūna (mereka) menukar ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ bil-ākhirati dengan akhirat وَمَن waman dan barang siapa يُقَـٰتِلْ yuqātil berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَيُقْتَلْ fayuq'tal lalu terbunuh أَوْ aw atau يَغْلِبْ yaghlib memperoleh kemenangan فَسَوْفَ fasawfa maka kelak نُؤْتِيهِ nu'tīhi akan Kami berikan kepadanya أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Karena itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat1 berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian لَا tidak تُقَـٰتِلُونَ tuqātilūna kamu berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ wal-mus'taḍʿafīna dan orang-orang yang lemah مِنَ mina dari ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki وَٱلنِّسَآءِ wal-nisāi dan perempuan وَٱلْوِلْدَٰنِ wal-wil'dāni dan anak-anak ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan/mendoakan رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami مِنْ min dari هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri ٱلظَّالِمِ l-ẓālimi yang dzalim أَهْلُهَا ahluhā penduduknya وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikan لَّنَا lanā bagi kami مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikanlah/berilah لَّنَا lanā untuk kami مِن min dari لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau نَصِيرًا naṣīran penolong

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita, maupun anak-anak yang semuanya berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!"

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna mereka berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna mereka berperang فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱلطَّـٰغُوتِ l-ṭāghūti Tagut فَقَـٰتِلُوٓا۟ faqātilū maka perangilah أَوْلِيَآءَ awliyāa kawan-kawan ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ l-shayṭāni syaitan إِنَّ inna sesungguhnya كَيْدَ kayda tipu daya ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan كَانَ kāna adalah ضَعِيفًا ḍaʿīfan lemah

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan ṭāgūt, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka كُفُّوٓا۟ kuffū tahanlah أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat فَلَمَّا falammā maka setelah كُتِبَ kutiba diwajibkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang إِذَا idhā tiba-tiba فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَخْشَوْنَ yakhshawna mereka takut ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia كَخَشْيَةِ kakhashyati seperti takut ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau أَشَدَّ ashadda lebih خَشْيَةًۭ ۚ khashyatan takut وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لِمَ lima mengapa كَتَبْتَ katabta Engkau wajibkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami ٱلْقِتَالَ l-qitāla berperang لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَخَّرْتَنَآ akhartanā Engkau tangguhkan kami إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu قَرِيبٍۢ ۗ qarībin dekat قُلْ qul katakanlah مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit وَٱلْـَٔاخِرَةُ wal-ākhiratu dan akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّمَنِ limani bagi orang ٱتَّقَىٰ ittaqā bertakwa وَلَا walā dan tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya فَتِيلًا fatīlan sedikitpun

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka1, "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun2."

🔊 Sedang diputar

أَيْنَمَا aynamā dimana saja تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi يُدْرِككُّمُ yud'rikkumu akan mendapatkan kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian وَلَوْ walaw kendatipun كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِى di dalam بُرُوجٍۢ burūjin benteng مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ mushayyadatin yang kokoh وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka حَسَنَةٌۭ ḥasanatun kebaikan يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata هَـٰذِهِۦ hādhihi ini مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejahatan/bencana يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata هَـٰذِهِۦ hādhihi ini مِنْ min dari عِندِكَ ۚ ʿindika sisi kamu قُلْ qul katakan كُلٌّۭ kullun semuanya مِّنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَمَالِ famāli maka mengapa هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum لَا tidak يَكَادُونَ yakādūna mereka hampir يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami حَدِيثًۭا ḥadīthan pembicaraan

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh, dan jika mereka memperoleh kebaikan1, mereka mengatakan, "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan, "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan2 sedikit pun?

🔊 Sedang diputar

مَّآ apa أَصَابَكَ aṣābaka menimpamu مِنْ min dari حَسَنَةٍۢ ḥasanatin kebaikan فَمِنَ famina maka dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَآ wamā dan apa أَصَابَكَ aṣābaka menimpamu مِن min dari سَيِّئَةٍۢ sayyi-atin kejelekan/bencana فَمِن famin maka dari نَّفْسِكَ ۚ nafsika dirimu sendiri وَأَرْسَلْنَـٰكَ wa-arsalnāka dan Kami utus kamu لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia رَسُولًۭا ۚ rasūlan Rasul وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

🔊 Sedang diputar

مَّن man barang siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul فَقَدْ faqad maka sesungguhnya أَطَاعَ aṭāʿa dia mentaati ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah وَمَن waman dan barang siapa تَوَلَّىٰ tawallā dia berpaling فَمَآ famā maka tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutusmu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَفِيظًۭا ḥafīẓan pemelihara

Barang siapa yang menaati rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka1.

🔊 Sedang diputar

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan طَاعَةٌۭ ṭāʿatun taat فَإِذَا fa-idhā maka apabila بَرَزُوا۟ barazū mereka telah pergi مِنْ min dari عِندِكَ ʿindika sisimu بَيَّتَ bayyata mengambil keputusan di malam hari طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka غَيْرَ ghayra bukan/selain ٱلَّذِى alladhī yang تَقُولُ ۖ taqūlu dia katakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَكْتُبُ yaktubu Dia menulis مَا apa يُبَيِّتُونَ ۖ yubayyitūna mereka putuskan فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakkallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَكِيلًا wakīlan pelindung

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

🔊 Sedang diputar

أَفَلَا afalā maka apakah tidak يَتَدَبَّرُونَ yatadabbarūna mereka memperhatikan ٱلْقُرْءَانَ ۚ l-qur'āna Al Qur'an وَلَوْ walaw dan jika كَانَ kāna adalah ia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi غَيْرِ ghayri selain/bukan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَوَجَدُوا۟ lawajadū tentu mereka mendapati فِيهِ fīhi di dalamnya ٱخْتِلَـٰفًۭا ikh'tilāfan pertentangan كَثِيرًۭا kathīran banyak

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`ān? Kalau kiranya Al-Qur`ān itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka أَمْرٌۭ amrun perkara/berita مِّنَ mina dari ٱلْأَمْنِ l-amni keamanan أَوِ awi atau ٱلْخَوْفِ l-khawfi ketakutan أَذَاعُوا۟ adhāʿū mereka menyiarkan بِهِۦ ۖ bihi dengannya وَلَوْ walaw dan jikalau رَدُّوهُ raddūhu mereka mengembalikan/menyerahkannya إِلَى ilā kepada ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul وَإِلَىٰٓ wa-ilā dan kepada أُو۟لِى ulī ulil ٱلْأَمْرِ l-amri amri مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لَعَلِمَهُ laʿalimahu tentu akan mengetahuinya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ yastanbiṭūnahu (mereka) menyelidikinya مِنْهُمْ ۗ min'hum dari/diantara mereka وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya لَٱتَّبَعْتُمُ la-ittabaʿtumu tentu kamu mengikuti ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada rasul dan ulil amri1 di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil amri)2. Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).

🔊 Sedang diputar

فَقَـٰتِلْ faqātil maka berperanglah فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَا tidak تُكَلَّفُ tukallafu kamu dibebani إِلَّا illā kecuali/melainkan نَفْسَكَ ۚ nafsaka dirimu sendiri وَحَرِّضِ waḥarriḍi dan kobarkanlah semangat ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mukmin عَسَى ʿasā mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an akan يَكُفَّ yakuffa menolak بَأْسَ basa kekuatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَشَدُّ ashaddu sangat بَأْسًۭا basan kekuatan وَأَشَدُّ wa-ashaddu dan sangat تَنكِيلًۭا tankīlan keras

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri1. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan-(Nya).

🔊 Sedang diputar

مَّن man barang siapa يَشْفَعْ yashfaʿ memberi syafa'at/pertolongan شَفَـٰعَةً shafāʿatan syafa'at/pertolongan حَسَنَةًۭ ḥasanatan baik يَكُن yakun adalah لَّهُۥ lahu baginya نَصِيبٌۭ naṣībun bagian مِّنْهَا ۖ min'hā daripadanya وَمَن waman dan barang siapa يَشْفَعْ yashfaʿ memberi syafa'at/pertolongan شَفَـٰعَةًۭ shafāʿatan syafa'at/pertolongan سَيِّئَةًۭ sayyi-atan buruk يَكُن yakun adalah لَّهُۥ lahu baginya كِفْلٌۭ kif'lun memikul مِّنْهَا ۗ min'hā daripadanya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مُّقِيتًۭا muqītan Maha Kuasa

Barang siapa yang memberikan syafaat yang baik1, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) darinya. Dan barang siapa memberi syafaat yang buruk2, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila حُيِّيتُم ḥuyyītum kamu dihormati بِتَحِيَّةٍۢ bitaḥiyyatin dengan penghormatan فَحَيُّوا۟ faḥayyū maka hormatilah بِأَحْسَنَ bi-aḥsana dengan yang lebih baik مِنْهَآ min'hā daripadanya أَوْ aw atau رُدُّوهَآ ۗ ruddūhā kembalikan ia إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَسِيبًا ḥasīban perhitungan

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan1, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

ٱللَّهُ al-lahu Allah لَآ tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/melainkan هُوَ ۚ huwa Dia لَيَجْمَعَنَّكُمْ layajmaʿannakum sungguh Dia akan mengumpulkan kamu إِلَىٰ ilā kepada/sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۗ fīhi didalamnya وَمَنْ waman dan barang siapa أَصْدَقُ aṣdaqu lebih benar مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah حَدِيثًۭا ḥadīthan perkataan

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?

🔊 Sedang diputar

۞ فَمَا famā maka mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian فِى dalam ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik فِئَتَيْنِ fi-atayni dua golongan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَرْكَسَهُم arkasahum menjerumuskan mereka بِمَا bimā dengan sebab كَسَبُوٓا۟ ۚ kasabū mereka usahakan أَتُرِيدُونَ aturīdūna apakah kamu bermaksud أَن an bahwa/akan تَهْدُوا۟ tahdū kamu memberi petunjuk مَنْ man orang أَضَلَّ aḍalla menyesatkan ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَن falan maka tidak تَجِدَ tajida kamu mendapatkan لَهُۥ lahu baginya/kepadanya سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan1 dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah2? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

🔊 Sedang diputar

وَدُّوا۟ waddū mereka ingin لَوْ law atau تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir كَمَا kamā sebagaimana كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَتَكُونُونَ fatakūnūna maka kamu adalah/menjadi سَوَآءًۭ ۖ sawāan sama فَلَا falā maka jangalah تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil menjadikan مِنْهُمْ min'hum dari/di antara mereka أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُهَاجِرُوا۟ yuhājirū mereka berhijrah فِى di/pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَخُذُوهُمْ fakhudhūhum maka ambillah/tawanlah mereka وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka حَيْثُ ḥaythu dimana saja وَجَدتُّمُوهُمْ ۖ wajadttumūhum kamu menemui mereka وَلَا walā dan janganlah تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu ambil/jadikan مِنْهُمْ min'hum diantara mereka وَلِيًّۭا waliyyan pemimpin/pelindung وَلَا walā dan jangan نَصِيرًا naṣīran menjadi penolong

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling1, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصِلُونَ yaṣilūna (mereka) mengadakan hubungan إِلَىٰ ilā kepada قَوْمٍۭ qawmin kaum بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَبَيْنَهُم wabaynahum dan antara mereka مِّيثَـٰقٌ mīthāqun perjanjian أَوْ aw atau جَآءُوكُمْ jāūkum mereka datang kepadamu حَصِرَتْ ḥaṣirat terkepung/merasa berat صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada/hati mereka أَن an akan يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka membunuh kamu أَوْ aw atau يُقَـٰتِلُوا۟ yuqātilū mereka memerangi قَوْمَهُمْ ۚ qawmahum kaum mereka وَلَوْ walaw dan kalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَسَلَّطَهُمْ lasallaṭahum tentu memberi kekuasaan kepada mereka عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَلَقَـٰتَلُوكُمْ ۚ falaqātalūkum maka pasti mereka memerangi kamu فَإِنِ fa-ini maka/tetapi jika ٱعْتَزَلُوكُمْ iʿ'tazalūkum mereka membiarkan kamu فَلَمْ falam maka tidak يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu وَأَلْقَوْا۟ wa-alqaw dan mereka mengemukakan إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلسَّلَمَ l-salama perdamaian فَمَا famā maka tidak جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سَبِيلًۭا sabīlan jalan

kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai)1 atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya2. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu3 maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

🔊 Sedang diputar

سَتَجِدُونَ satajidūna kelak kamu akan dapati ءَاخَرِينَ ākharīna (golongan) yang lain يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki أَن an bahwa يَأْمَنُوكُمْ yamanūkum mereka aman dari kamu وَيَأْمَنُوا۟ wayamanū dan mereka aman قَوْمَهُمْ qawmahum kaum mereka كُلَّ kulla setiap مَا apa/kali رُدُّوٓا۟ ruddū mereka diajak kembali إِلَى ilā kepada ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah أُرْكِسُوا۟ ur'kisū mereka terjerumus فِيهَا ۚ fīhā didalamnya فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak يَعْتَزِلُوكُمْ yaʿtazilūkum mereka membiarkan kamu وَيُلْقُوٓا۟ wayul'qū dan mengemukakan إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلسَّلَمَ l-salama perdamaian وَيَكُفُّوٓا۟ wayakuffū dan mereka menahan أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka فَخُذُوهُمْ fakhudhūhum maka tawanlah mereka وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka حَيْثُ ḥaythu dimana saja ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ thaqif'tumūhum kamu dapati mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكُمْ wa-ulāikum dan mereka itu جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun kedalamnya. Karena itu, jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna boleh لِمُؤْمِنٍ limu'minin bagi seorang mukmin أَن an yang يَقْتُلَ yaqtula membunuh مُؤْمِنًا mu'minan seorang mukmin إِلَّا illā kecuali خَطَـًۭٔا ۚ khaṭa-an bersalah وَمَن waman dan barang siapa قَتَلَ qatala membunuh مُؤْمِنًا mu'minan seorang mukmin خَطَـًۭٔا khaṭa-an bersalah فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka hendaklah memerdekakan رَقَبَةٍۢ raqabatin hamba sahaya مُّؤْمِنَةٍۢ mu'minatin yang beriman وَدِيَةٌۭ wadiyatun dan membayar diyat/ganti rugi مُّسَلَّمَةٌ musallamatun diserahkan إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِۦٓ ahlihi keluarganya إِلَّآ illā kecuali أَن an akan يَصَّدَّقُوا۟ ۚ yaṣṣaddaqū mereka memberikan فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada مِن min dari قَوْمٍ qawmin kaum عَدُوٍّۢ ʿaduwwin permusuhan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَهُوَ wahuwa dan ia مُؤْمِنٌۭ mu'minun seorang mukmin فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka hendaklah memerdekakan رَقَبَةٍۢ raqabatin hamba sahaya مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ mu'minatin yang beriman وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada مِن min dari قَوْمٍۭ qawmin kaum بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu وَبَيْنَهُم wabaynahum dan diantara mereka مِّيثَـٰقٌۭ mīthāqun perjanjian فَدِيَةٌۭ fadiyatun maka membayar diyat/ganti rugi مُّسَلَّمَةٌ musallamatun diserahkan إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya وَتَحْرِيرُ wataḥrīru dan memerdekakan رَقَبَةٍۢ raqabatin hamba sahaya مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ mu'minatin yang beriman فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasa شَهْرَيْنِ shahrayni dua bulan مُتَتَابِعَيْنِ mutatābiʿayni berturut-turut تَوْبَةًۭ tawbatan taubat مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena salah (tidak sengaja)1, dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena salah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat2 yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah3. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya4, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَقْتُلْ yaqtul membunuh مُؤْمِنًۭا mu'minan seorang mukmin مُّتَعَمِّدًۭا mutaʿammidan dengan sengaja فَجَزَآؤُهُۥ fajazāuhu maka balasannya جَهَنَّمُ jahannamu neraka Jahanam خَـٰلِدًۭا khālidan kekal فِيهَا fīhā di dalamnya وَغَضِبَ waghaḍiba dan murka ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَلَعَنَهُۥ walaʿanahu dan mengutuknya وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُۥ lahu baginya عَذَابًا ʿadhāban siksa عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu berperang فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَتَبَيَّنُوا۟ fatabayyanū maka teliti olehmu وَلَا walā dan jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan لِمَنْ liman kepada orang yang أَلْقَىٰٓ alqā menjatuhkan/mengatakan إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلسَّلَـٰمَ l-salāma salam لَسْتَ lasta kamu bukan مُؤْمِنًۭا mu'minan seorang mukmin تَبْتَغُونَ tabtaghūna kamu mencari عَرَضَ ʿaraḍa harta benda ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فَعِندَ faʿinda maka disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah مَغَانِمُ maghānimu rampasan perang كَثِيرَةٌۭ ۚ kathīratun yang banyak كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah كُنتُم kuntum kalian adalah مِّن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu فَمَنَّ famanna maka menganugerahkan nikmat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَتَبَيَّنُوٓا۟ ۚ fatabayyanū maka telitilah olehmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu1, "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu2, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

لَّا tidaklah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْقَـٰعِدُونَ l-qāʿidūna orang-orang yang duduk مِنَ mina dari/diantara ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin غَيْرُ ghayru tidak/bukan أُو۟لِى ulī mempunyai ٱلضَّرَرِ l-ḍarari uzur وَٱلْمُجَـٰهِدُونَ wal-mujāhidūna dan orang-orang yang berjihad فِى pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka وَأَنفُسِهِمْ ۚ wa-anfusihim dan jiwa mereka فَضَّلَ faḍḍala melebihkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُجَـٰهِدِينَ l-mujāhidīna orang-orang yang berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka عَلَى ʿalā atas ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk دَرَجَةًۭ ۚ darajatan satu derajat وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah وَعَدَ waʿada menjanjikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā kebaikan وَفَضَّلَ wafaḍḍala dan melebihkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُجَـٰهِدِينَ l-mujāhidīna orang-orang yang berjihad عَلَى ʿalā atas ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk1 satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga), dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk2 dengan pahala yang besar,

🔊 Sedang diputar

دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat مِّنْهُ min'hu daripadaNya وَمَغْفِرَةًۭ wamaghfiratan dan ampunan وَرَحْمَةًۭ ۚ waraḥmatan dan rahmat وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang

(yaitu) beberapa derajat dari-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَوَفَّىٰهُمُ tawaffāhumu mewafatkan mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat ظَالِمِىٓ ẓālimī (keadaan) menganiaya أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata فِيمَ fīma bagaimana كُنتُمْ ۖ kuntum kalian adalah قَالُوا۟ qālū mereka berkata كُنَّا kunnā kami adalah مُسْتَضْعَفِينَ mus'taḍʿafīna orang-orang yang tertindas فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi/negeri قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَلَمْ alam bukankah/tidakkah تَكُنْ takun adalah أَرْضُ arḍu bumi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٰسِعَةًۭ wāsiʿatan luas فَتُهَاجِرُوا۟ fatuhājirū maka kamu berpindah-pindah فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka Jahanam وَسَآءَتْ wasāat dan seburuk-buruk مَصِيرًا maṣīran tempat kembali

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri1, (kepada mereka) malaikat bertanya, "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab, "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata, "Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali ٱلْمُسْتَضْعَفِينَ l-mus'taḍʿafīna orang-orang yang tertindas مِنَ mina dari ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki وَٱلنِّسَآءِ wal-nisāi dan perempuan وَٱلْوِلْدَٰنِ wal-wil'dāni dan anak-anak لَا tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka mampu/kuasa حِيلَةًۭ ḥīlatan daya upaya وَلَا walā dan tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk سَبِيلًۭا sabīlan jalan

kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),

🔊 Sedang diputar

فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu عَسَى ʿasā mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an akan يَعْفُوَ yaʿfuwa memaafkan عَنْهُمْ ۚ ʿanhum dari mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَفُوًّا ʿafuwwan Maha Pemaaf غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun

mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

🔊 Sedang diputar

۞ وَمَن waman dan barang siapa يُهَاجِرْ yuhājir berhijrah فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah يَجِدْ yajid ia mendapat فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مُرَٰغَمًۭا murāghaman tempat perlindungan كَثِيرًۭا kathīran banyak وَسَعَةًۭ ۚ wasaʿatan dan luas وَمَن waman dan barang siapa يَخْرُجْ yakhruj keluar مِنۢ min dari بَيْتِهِۦ baytihi rumahnya مُهَاجِرًا muhājiran berhijrah إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya ثُمَّ thumma kemudian يُدْرِكْهُ yud'rik'hu menemuinya ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian فَقَدْ faqad maka sungguh وَقَعَ waqaʿa telah tetap أَجْرُهُۥ ajruhu pahalanya عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu bepergian فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi فَلَيْسَ falaysa maka tidak عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌ junāḥun berdosa أَن an bahwa تَقْصُرُوا۟ taqṣurū kamu mengqasar مِنَ mina dari ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat إِنْ in jika خِفْتُمْ khif'tum kamu takut أَن an akan يَفْتِنَكُمُ yaftinakumu memfitnah/menyerang ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qaṣhar 1salat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila كُنتَ kunta adalah kamu فِيهِمْ fīhim di dalam/di tengah mereka فَأَقَمْتَ fa-aqamta maka/lalu kamu mendirikan لَهُمُ lahumu bagi/bersama mereka ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat فَلْتَقُمْ faltaqum maka hendaklah berdiri طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْهُم min'hum dari mereka مَّعَكَ maʿaka bersama kamu وَلْيَأْخُذُوٓا۟ walyakhudhū dan hendaklah mereka menyandang أَسْلِحَتَهُمْ asliḥatahum senjata mereka فَإِذَا fa-idhā maka apabila سَجَدُوا۟ sajadū mereka telah sujud فَلْيَكُونُوا۟ falyakūnū maka hendaklah mereka مِن min dari/di وَرَآئِكُمْ warāikum belakangmu وَلْتَأْتِ waltati dan hendaklah datang طَآئِفَةٌ ṭāifatun segolongan أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain لَمْ lam tidak يُصَلُّوا۟ yuṣallū sholat فَلْيُصَلُّوا۟ falyuṣallū maka sholatlah mereka مَعَكَ maʿaka bersama kamu وَلْيَأْخُذُوا۟ walyakhudhū dan hendaklah حِذْرَهُمْ ḥidh'rahum kewaspadaan mereka وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ wa-asliḥatahum dan senjata mereka وَدَّ wadda ingin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْ law sekiranya تَغْفُلُونَ taghfulūna kamu lengah عَنْ ʿan dari أَسْلِحَتِكُمْ asliḥatikum senjatamu وَأَمْتِعَتِكُمْ wa-amtiʿatikum dan harta bendamu فَيَمِيلُونَ fayamīlūna maka mereka akan menyerbu عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مَّيْلَةًۭ maylatan serbuan وَٰحِدَةًۭ ۚ wāḥidatan satu/sekaligus وَلَا walā dan tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِن in jika كَانَ kāna adalah بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian أَذًۭى adhan kesusahan مِّن min dari مَّطَرٍ maṭarin hujan أَوْ aw atau كُنتُم kuntum kalian adalah مَّرْضَىٰٓ marḍā sakit أَن an akan تَضَعُوٓا۟ taḍaʿū meletakkan أَسْلِحَتَكُمْ ۖ asliḥatakum senjatamu وَخُذُوا۟ wakhudhū dan ambillah حِذْرَكُمْ ۗ ḥidh'rakum kewaspadaanmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah أَعَدَّ aʿadda Dia menyediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir عَذَابًۭا ʿadhāban siksa مُّهِينًۭا muhīnan menghinakan

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat)1, maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum salat, lalu bersalatlah mereka denganmu2, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata3. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَضَيْتُمُ qaḍaytumu kamu telah menyelesaikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah ٱللَّهَ l-laha Allah قِيَـٰمًۭا qiyāman di waktu berdiri وَقُعُودًۭا waquʿūdan dan di waktu duduk وَعَلَىٰ waʿalā dan diwaktu جُنُوبِكُمْ ۚ junūbikum berbaring فَإِذَا fa-idhā maka apabila ٱطْمَأْنَنتُمْ iṭ'manantum kamu telah merasa aman فَأَقِيمُوا۟ fa-aqīmū maka dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat إِنَّ inna sesungguhnya ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat كَانَتْ kānat adalah عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman كِتَـٰبًۭا kitāban suatu kewajiban مَّوْقُوتًۭا mawqūtan ditentukan waktunya

Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah تَهِنُوا۟ tahinū kamu berhati hina/lemah فِى dalam ٱبْتِغَآءِ ib'tighāi mencari/mengejar ٱلْقَوْمِ ۖ l-qawmi kaum إِن in bahwa تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَأْلَمُونَ talamūna kamu menderita sakit فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka يَأْلَمُونَ yalamūna menderita sakit كَمَا kamā sebagaimana تَأْلَمُونَ ۖ talamūna kamu menderita sakit وَتَرْجُونَ watarjūna dan kamu mengharapkan مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا apa لَا tidak يَرْجُونَ ۗ yarjūna mereka harapkan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًا ḥakīman Maha Bijaksana

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

إِنَّآ innā sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā telah menurunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran لِتَحْكُمَ litaḥkuma supaya kamu mengadili بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِمَآ bimā dengan apa أَرَىٰكَ arāka memperlihatkan/mewahyukan kepadamu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَلَا walā dan jangan تَكُن takun kamu menjadi لِّلْخَآئِنِينَ lil'khāinīna bagi orang-orang yang mengkhianati خَصِيمًۭا khaṣīman penentang

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang-orang yang khianat1,

🔊 Sedang diputar

وَٱسْتَغْفِرِ wa-is'taghfiri dan mohonlah ampun ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah تُجَـٰدِلْ tujādil kamu berdebat عَنِ ʿani dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْتَانُونَ yakhtānūna (mereka) mengkhianati أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai مَن man orang كَانَ kāna adalh خَوَّانًا khawwānan orang yang berkhianat أَثِيمًۭا athīman bergelimang dosa

Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,

🔊 Sedang diputar

يَسْتَخْفُونَ yastakhfūna mereka bersembunyi مِنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَا walā dan tidak يَسْتَخْفُونَ yastakhfūna mereka bersembunyi مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia مَعَهُمْ maʿahum beserta mereka إِذْ idh ketika يُبَيِّتُونَ yubayyitūna mereka menetapkan مَا apa لَا tidak يَرْضَىٰ yarḍā Dia meridhai مِنَ mina dari ٱلْقَوْلِ ۚ l-qawli perkataan/keputusan (rahasia) وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan مُحِيطًا muḥīṭan Maha Meliputi

mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak rida. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum itulah kamu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi adalah جَـٰدَلْتُمْ jādaltum kamu berdebat عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka فِى dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فَمَن faman maka barang siapa يُجَـٰدِلُ yujādilu mendebat ٱللَّهَ l-laha Allah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat أَم am atau مَّن man siapa يَكُونُ yakūnu adalah/menjadi عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَكِيلًۭا wakīlan pelindung

Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan سُوٓءًا sūan kejahatan أَوْ aw atau يَظْلِمْ yaẓlim menganiaya نَفْسَهُۥ nafsahu dirinya ثُمَّ thumma kemudian يَسْتَغْفِرِ yastaghfiri memohon ampun ٱللَّهَ l-laha Allah يَجِدِ yajidi ia mendapati ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَكْسِبْ yaksib mengerjakan إِثْمًۭا ith'man dosa فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnyalah يَكْسِبُهُۥ yaksibuhu ia mengerjakannya عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya sendiri وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَكْسِبْ yaksib mengerjakan خَطِيٓـَٔةً khaṭīatan kesalahan أَوْ aw atau إِثْمًۭا ith'man dosa ثُمَّ thumma kemudian يَرْمِ yarmi ia melemparkan/menuduhkan بِهِۦ bihi dengannya بَرِيٓـًۭٔا barīan orang yang tidak bersalah فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱحْتَمَلَ iḥ'tamala ia menanggung بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan kebohongan وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْلَا walawlā dan sekiranya tidak فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya لَهَمَّت lahammat tentulah bermaksud طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka أَن an akan يُضِلُّوكَ yuḍillūka menyesatkan mereka وَمَا wamā dan tidak يُضِلُّونَ yuḍillūna mereka menyesatkan إِلَّآ illā kecuali أَنفُسَهُمْ ۖ anfusahum diri mereka sendiri وَمَا wamā dan tidak يَضُرُّونَكَ yaḍurrūnaka mereka mudharatkan kamu مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu (sedikitpun) وَأَنزَلَ wa-anzala dan telah menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah وَعَلَّمَكَ waʿallamaka dan Dia mengajarkan kamu مَا apa لَمْ lam tidak تَكُن takun kamu تَعْلَمُ ۚ taʿlamu kamu ketahui وَكَانَ wakāna dan adalah فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit pun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

🔊 Sedang diputar

۞ لَّا tidak ada خَيْرَ khayra kebaikan فِى dalam كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan مِّن min dari نَّجْوَىٰهُمْ najwāhum bisikan-bisikan mereka إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang أَمَرَ amara menyuruh بِصَدَقَةٍ biṣadaqatin dengan memberi sedekah أَوْ aw atau مَعْرُوفٍ maʿrūfin berbuat kebaikan أَوْ aw atau إِصْلَـٰحٍۭ iṣ'lāḥin mengadakan perdamaian بَيْنَ bayna antara ٱلنَّاسِ ۚ l-nāsi manusia وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa (karena) mencari مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَسَوْفَ fasawfa maka akan نُؤْتِيهِ nu'tīhi Kami memberinya أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يُشَاقِقِ yushāqiqi menentang ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa تَبَيَّنَ tabayyana sudah jelas لَهُ lahu baginya ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk (kebenaran) وَيَتَّبِعْ wayattabiʿ dan dia mengikuti غَيْرَ ghayra bukan سَبِيلِ sabīli jalan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin نُوَلِّهِۦ nuwallihi Kami palingkan dia مَا apa تَوَلَّىٰ tawallā dia kuasai وَنُصْلِهِۦ wanuṣ'lihi dan Kami masukkan dia جَهَنَّمَ ۖ jahannama neraka Jahanam وَسَآءَتْ wasāat dan seburuk-buruk مَصِيرًا maṣīran tempat kembali

Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu1 dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا tidak يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni (dosa) أَن an akan يُشْرَكَ yush'raka menyekutukan بِهِۦ bihi denganNya/Dia وَيَغْفِرُ wayaghfiru dan Dia mengampuni (dosa) مَا apa دُونَ dūna selain ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَن waman dan barang siapa يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah فَقَدْ faqad maka sesungguhnya ضَلَّ ḍalla ia telah sesat ضَلَـٰلًۢا ḍalālan kesesatan بَعِيدًا baʿīdan jauh

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

🔊 Sedang diputar

إِن in tidak يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi Dia/Allah إِلَّآ illā kecuali إِنَـٰثًۭا ināthan berhala وَإِن wa-in dan tidak يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah إِلَّا illā kecuali شَيْطَـٰنًۭا shayṭānan syaitan مَّرِيدًۭا marīdan yang durhaka

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala1, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,

🔊 Sedang diputar

لَّعَنَهُ laʿanahu telah mengutuknya ٱللَّهُ ۘ l-lahu Allah وَقَالَ waqāla dan (syaitan) berkata لَأَتَّخِذَنَّ la-attakhidhanna sungguh aku akan mengambil مِنْ min dari عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hambaMu نَصِيبًۭا naṣīban bagian مَّفْرُوضًۭا mafrūḍan yang ditentukan

yang dilaknati Allah, dan setan itu mengatakan, "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang sudah ditentukan (untuk saya) 1,

🔊 Sedang diputar

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ wala-uḍillannahum dan sungguh saya akan menyesatkan mereka وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ wala-umanniyannahum dan sungguh saya akan membangkitkan angan-angan kosong mereka وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ walaāmurannahum dan sungguh saya akan menyuruh mereka فَلَيُبَتِّكُنَّ falayubattikunna dan sungguh mereka akan memotong ءَاذَانَ ādhāna telinga ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ walaāmurannahum dan sungguh saya akan menyuruh mereka فَلَيُغَيِّرُنَّ falayughayyirunna dan sungguh mereka akan merubah خَلْقَ khalqa ciptaan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يَتَّخِذِ yattakhidhi mengambil/menjadikan ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan وَلِيًّۭا waliyyan pelindung مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَقَدْ faqad maka sesungguhnya خَسِرَ khasira ia menderita rugi خُسْرَانًۭا khus'rānan kerugian مُّبِينًۭا mubīnan nyata

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya1, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya2". Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

🔊 Sedang diputar

يَعِدُهُمْ yaʿiduhum (syaitan) memberikan janji kepada mereka وَيُمَنِّيهِمْ ۖ wayumannīhim dan memberikan angan-angan kosong kepada mereka وَمَا wamā dan tidak يَعِدُهُمُ yaʿiduhumu menjanjikan pada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan إِلَّا illā kecuali غُرُورًا ghurūran tipuan

Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat kembali mereka جَهَنَّمُ jahannamu neraka Jahanam وَلَا walā dan tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka mendapat عَنْهَا ʿanhā daripadanya مَحِيصًۭا maḥīṣan tempat lari

Mereka itu tempatnya Jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat lari darinya.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh سَنُدْخِلُهُمْ sanud'khiluhum kelak akan Kami masukkan mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقًّۭا ۚ ḥaqqan benar وَمَنْ waman dan barang siapa أَصْدَقُ aṣdaqu lebih benar مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah قِيلًۭا qīlan perkataan

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?

🔊 Sedang diputar

لَّيْسَ laysa tidak/bukan بِأَمَانِيِّكُمْ bi-amāniyyikum dengan angan-anganmu yang kosong وَلَآ walā dan tidak أَمَانِىِّ amāniyyi angan-angan kosong أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ ۗ l-kitābi kitab مَن man barang siapa يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan سُوٓءًۭا sūan kejahatan يُجْزَ yuj'za akan diberi balasan بِهِۦ bihi dengannya (kejahatan itu) وَلَا walā dan tidak يَجِدْ yajid dia mendapat لَهُۥ lahu baginya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu1 yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu. Dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

🔊 Sedang diputar

وَمَن waman dan barang siapa يَعْمَلْ yaʿmal beramal مِنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti yang saleh مِن min dari ذَكَرٍ dhakarin laki-laki أَوْ aw atau أُنثَىٰ unthā perempuan وَهُوَ wahuwa dan dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun seorang yang beriman فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَدْخُلُونَ yadkhulūna (mereka) masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَلَا walā dan tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya نَقِيرًۭا naqīran sedikitpun

Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.

🔊 Sedang diputar

وَمَنْ waman dan siapakah أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik دِينًۭا dīnan agama مِّمَّنْ mimman dari orang yang أَسْلَمَ aslama menyerahkan وَجْهَهُۥ wajhahu wajahnya/dirinya لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun orang yang berbuat baik وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan mengikuti مِلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ۗ ḥanīfan betul/lurus وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim خَلِيلًۭا khalīlan kesayangan

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrāhīm yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrāhīm menjadi kesayangan-Nya.

🔊 Sedang diputar

وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مَا apa-apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa-apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُلِّ bikulli dengan/terhadap segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مُّحِيطًۭا muḥīṭan meliputi

Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

وَيَسْتَفْتُونَكَ wayastaftūnaka dan mereka minta fatwa kepadamu فِى dalam/tentang ٱلنِّسَآءِ ۖ l-nisāi perempuan قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُفْتِيكُمْ yuf'tīkum memberi fatwa kepadamu فِيهِنَّ fīhinna tentang mereka وَمَا wamā dan apa yang يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِى dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab فِى dalam/tentang يَتَـٰمَى yatāmā anak-anak yatim ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan ٱلَّـٰتِى allātī yang لَا tidak تُؤْتُونَهُنَّ tu'tūnahunna kamu memberikan pada mereka مَا apa كُتِبَ kutiba ditetapkan لَهُنَّ lahunna bagi mereka وَتَرْغَبُونَ watarghabūna dan kamu suka/ingin أَن an akan تَنكِحُوهُنَّ tankiḥūhunna kamu menikahi mereka وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ wal-mus'taḍʿafīna dan yang lemah-lemah مِنَ mina dari ٱلْوِلْدَٰنِ l-wil'dāni anak-anak وَأَن wa-an dan akan تَقُومُوا۟ taqūmū mengurus لِلْيَتَـٰمَىٰ lil'yatāmā untuk anak-anak yatim بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan adil وَمَا wamā dan apa تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan مِنْ min dari خَيْرٍۢ khayrin kebaikan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia بِهِۦ bihi dengannya عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui

Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur`ān1 (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa2 yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka3, dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya".

🔊 Sedang diputar

وَإِنِ wa-ini dan jika ٱمْرَأَةٌ im'ra-atun seorang wanita خَافَتْ khāfat takut/khawatir مِنۢ min dari بَعْلِهَا baʿlihā suaminya نُشُوزًا nushūzan nusyuz/membuat kesalahan أَوْ aw atau إِعْرَاضًۭا iʿ'rāḍan pergi meninggalkan/tidak acuh فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa mengapa عَلَيْهِمَآ ʿalayhimā atas keduanya أَن an akan يُصْلِحَا yuṣ'liḥā berdamai keduanya بَيْنَهُمَا baynahumā antara keduanya صُلْحًۭا ۚ ṣul'ḥan perdamaian وَٱلصُّلْحُ wal-ṣul'ḥu dan perdamaian itu خَيْرٌۭ ۗ khayrun lebih baik وَأُحْضِرَتِ wa-uḥ'ḍirati dan kebiasaan ٱلْأَنفُسُ l-anfusu jiwa/manusia ٱلشُّحَّ ۚ l-shuḥa kikir وَإِن wa-in dan jika تُحْسِنُوا۟ tuḥ'sinū kamu berbuat kebaikan وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu memelihara diri فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyūz1 atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya2, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir3. Dan jika kamu bergaul dengan istrimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyūz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَلَن walan dan tidak تَسْتَطِيعُوٓا۟ tastaṭīʿū kamu dapat أَن an akan تَعْدِلُوا۟ taʿdilū kamu berbuat adil بَيْنَ bayna diantara ٱلنِّسَآءِ l-nisāi isteri-isteri وَلَوْ walaw walaupun حَرَصْتُمْ ۖ ḥaraṣtum kamu ingin sekali فَلَا falā maka janganlah تَمِيلُوا۟ tamīlū kamu cenderung كُلَّ kulla seluruh ٱلْمَيْلِ l-mayli kecenderungan فَتَذَرُوهَا fatadharūhā maka/sehingga kamu membiarkannya كَٱلْمُعَلَّقَةِ ۚ kal-muʿalaqati seperti tergantung/terkatung-katung وَإِن wa-in dan jika تُصْلِحُوا۟ tuṣ'liḥū kamu mengadakan perbaikan وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu memelihara diri فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika يَتَفَرَّقَا yatafarraqā keduanya bercerai يُغْنِ yugh'ni akan memberi kecukupan ٱللَّهُ l-lahu Allah كُلًّۭا kullan masing-masing مِّن min dari سَعَتِهِۦ ۚ saʿatihi keluasanNya (karuniaNya) وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah وَٰسِعًا wāsiʿan Maha Luas حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مَا apa yang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya وَصَّيْنَا waṣṣaynā Kami telah mewasiatkan/memerintahkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَإِيَّاكُمْ wa-iyyākum dan kepada kamu أَنِ ani supaya ٱتَّقُوا۟ ittaqū kamu bertakwa ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah وَإِن wa-in dan jika تَكْفُرُوا۟ takfurū kamu kafir/ingkar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لِلَّهِ lillahi milik Allah مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَنِيًّا ghaniyyan Maha Kaya حَمِيدًۭا ḥamīdan Maha Terpuji

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah1 dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.

🔊 Sedang diputar

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مَا apa yang فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَكِيلًا wakīlan (sebagai) pelindung

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika يَشَأْ yasha (Allah) menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia memusnahkan kamu أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَيَأْتِ wayati dan Dia mendatangkan بِـَٔاخَرِينَ ۚ biākharīna dengan yang lain وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas ذَٰلِكَ dhālika demikian itu قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu, wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.

🔊 Sedang diputar

مَّن man barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ثَوَابَ thawāba pahala ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia فَعِندَ faʿinda maka di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ثَوَابُ thawābu pahala ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah سَمِيعًۢا samīʿan Maha Mendengar بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat

Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

🔊 Sedang diputar

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu قَوَّٰمِينَ qawwāmīna orang-orang yang menegakkan بِٱلْقِسْطِ bil-qis'ṭi dengan keadilan شُهَدَآءَ shuhadāa menjadi saksi لِلَّهِ lillahi bagi/karena Allah وَلَوْ walaw walaupun عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَوِ awi atau ٱلْوَٰلِدَيْنِ l-wālidayni kedua orang tua وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ wal-aqrabīna dan kaum kerabat إِن in jika يَكُنْ yakun adalah غَنِيًّا ghaniyyan kaya أَوْ aw atau فَقِيرًۭا faqīran miskin فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah أَوْلَىٰ awlā lebih dekat (tahu) بِهِمَا ۖ bihimā dengan keduanya فَلَا falā maka janganlah تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti ٱلْهَوَىٰٓ l-hawā hawa nafsu أَن an agar تَعْدِلُوا۟ ۚ taʿdilū kamu berbuat adil وَإِن wa-in dan jika تَلْوُۥٓا۟ talwū kamu memutar balikkan أَوْ aw atau تُعْرِضُوا۟ tuʿ'riḍū kamu menentang/enggan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia1 kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman ءَامِنُوا۟ āminū tetaplah kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-RasulNya وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab ٱلَّذِى alladhī yang نَزَّلَ nazzala Dia turunkan عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi Rasul-RasulNya وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala (Allah) turunkan مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelumnya وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur kafir بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-KitabNya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat فَقَدْ faqad maka sesungguhnya ضَلَّ ḍalla ia telah sesat ضَلَـٰلًۢا ḍalālan kesesatan بَعِيدًا baʿīdan jauh

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ثُمَّ thumma kemudian كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ثُمَّ thumma kemudian ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ثُمَّ thumma kemudian كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ثُمَّ thumma kemudian ٱزْدَادُوا۟ iz'dādū bertambah كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran لَّمْ lam tidak يَكُنِ yakuni ada/akan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَغْفِرَ liyaghfira untuk memberi ampun لَهُمْ lahum bagi/kepada mereka وَلَا walā dan tidak لِيَهْدِيَهُمْ liyahdiyahum untuk memberi petunjuk kepada mereka سَبِيلًۢا sabīlan jalan

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya1, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

🔊 Sedang diputar

بَشِّرِ bashiri kabarkanlah ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik بِأَنَّ bi-anna bahwasanya لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًا ʿadhāban siksa أَلِيمًا alīman sangat pedih

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَّخِذُونَ yattakhidhūna (mereka) mengambil/menjadikan ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung/penolong مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ l-mu'minīna orang-orang mukmin أَيَبْتَغُونَ ayabtaghūna apakah mereka mencari عِندَهُمُ ʿindahumu di sisi mereka ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kekuatan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kekuatan لِلَّهِ lillahi milik Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

🔊 Sedang diputar

وَقَدْ waqad dan sungguh نَزَّلَ nazzala (Allah) menurunkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فِى di dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab/Al Quran أَنْ an bahwa إِذَا idhā apabila سَمِعْتُمْ samiʿ'tum kamu mendengar ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah يُكْفَرُ yuk'faru diingkari بِهَا bihā dengannya/daripadanya وَيُسْتَهْزَأُ wayus'tahza-u dan memperolok-olok بِهَا bihā dengannya فَلَا falā maka jangan تَقْعُدُوا۟ taqʿudū kamu duduk-duduk مَعَهُمْ maʿahum beserta mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka memasuki فِى dalam حَدِيثٍ ḥadīthin pembicaraan غَيْرِهِۦٓ ۚ ghayrihi lainnya إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian إِذًۭا idhan jika demikian مِّثْلُهُمْ ۗ mith'luhum serupa mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah جَامِعُ jāmiʿu mengumpulkan ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik وَٱلْكَـٰفِرِينَ wal-kāfirīna dan orang-orang kafir فِى dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam جَمِيعًا jamīʿan semuanya

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al-Qur`ān bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَرَبَّصُونَ yatarabbaṣūna (mereka) menunggu بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian فَإِن fa-in maka jika كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian فَتْحٌۭ fatḥun kemenangan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَلَمْ alam bukankah نَكُن nakun kami berada مَّعَكُمْ maʿakum beserta kamu وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir نَصِيبٌۭ naṣībun bagian/kemenangan قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَلَمْ alam bukankah نَسْتَحْوِذْ nastaḥwidh kami turut memenangkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَنَمْنَعْكُم wanamnaʿkum dan membela kamu مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ l-mu'minīna orang-orang mukmin فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah يَحْكُمُ yaḥkumu memberi keputusan بَيْنَكُمْ baynakum di antara kamu يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat وَلَن walan dan tidak يَجْعَلَ yajʿala akan menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin سَبِيلًا sabīlan jalan

(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah, mereka berkata, "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan), mereka berkata, "Bukankah kami turut memenangkanmu1, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik يُخَـٰدِعُونَ yukhādiʿūna (mereka) akan menipu ٱللَّهَ l-laha Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia خَـٰدِعُهُمْ khādiʿuhum membals tipuan mereka وَإِذَا wa-idhā dan apabila قَامُوٓا۟ qāmū mereka berdiri إِلَى ilā kepada/untuk ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat قَامُوا۟ qāmū mereka berdiri كُسَالَىٰ kusālā malas يُرَآءُونَ yurāūna mereka riya'/ingin dilihat ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَلَا walā dan tidak يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka ingat ٱللَّهَ l-laha Allah إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka1. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud ria2 (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali3.

🔊 Sedang diputar

مُّذَبْذَبِينَ mudhabdhabīna mereka dalam keadaan ragu-ragu بَيْنَ bayna antara ذَٰلِكَ dhālika demikian لَآ tidak إِلَىٰ ilā kepada هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini/itu وَلَآ walā dan tidak إِلَىٰ ilā kepada هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ hāulāi ini/itu وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَن falan maka tidak تَجِدَ tajida mendapat لَهُۥ lahu baginya سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah1, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ l-mu'minīna orang-orang mukmin أَتُرِيدُونَ aturīdūna apakah kamu ingin أَن an bahwa تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan alasan/kekuasaan مُّبِينًا mubīnan nyata

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali1 dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik فِى dalam ٱلدَّرْكِ l-darki tingkatan ٱلْأَسْفَلِ l-asfali paling bawah مِنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka وَلَن walan dan tidak تَجِدَ tajida kamu mendapat لَهُمْ lahum bagi mereka نَصِيرًا naṣīran penolong

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka mengadakan perbaikan وَٱعْتَصَمُوا۟ wa-iʿ'taṣamū dan mereka berpegang teguh بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَأَخْلَصُوا۟ wa-akhlaṣū dan mereka mengikhlaskan دِينَهُمْ dīnahum agama mereka لِلَّهِ lillahi kepada Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مَعَ maʿa beserta/bersama-sama ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang yang beriman وَسَوْفَ wasawfa dan kekal/bakal يُؤْتِ yu'ti memberikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan1, dan berpegang teguh pada (agama) Allah, dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

مَّا apa/mengapa يَفْعَلُ yafʿalu berbuat ٱللَّهُ l-lahu Allah بِعَذَابِكُمْ biʿadhābikum dengan menyiksa kamu إِن in jika شَكَرْتُمْ shakartum kamu bersyukur وَءَامَنتُمْ ۚ waāmantum dan kamu beriman وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah شَاكِرًا shākiran Maha Mensyukuri عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri1 lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

۞ لَّا tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْجَهْرَ l-jahra terus terang بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan/pada yang buruk مِنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli ucapan إِلَّا illā kecuali مَن man orang ظُلِمَ ۚ ẓulima teraniaya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah سَمِيعًا samīʿan Maha Mendengar عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui

Allah tidak menyukai ucapan buruk1 (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya2. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan خَيْرًا khayran kebaikan أَوْ aw atau تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya أَوْ aw atau تَعْفُوا۟ taʿfū kamu memaafkan عَن ʿan dari سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah Dia عَفُوًّۭا ʿafuwwan Maha Pemaaf قَدِيرًا qadīran Maha Kuasa

Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan RasulNya وَيُرِيدُونَ wayurīdūna dan mereka bermaksud أَن an untuk يُفَرِّقُوا۟ yufarriqū membedakan بَيْنَ bayna antara ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan RasulNya وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan نُؤْمِنُ nu'minu kami beriman بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/kepada sebagian وَنَكْفُرُ wanakfuru dan kami kafir بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/kepada sebagian وَيُرِيدُونَ wayurīdūna dan mereka bermaksud أَن an untuk يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil بَيْنَ bayna antara ذَٰلِكَ dhālika demikian itu سَبِيلًا sabīlan jalan

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan1 antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

🔊 Sedang diputar

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir حَقًّۭا ۚ ḥaqqan sebenar-benarnya وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami menyediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir عَذَابًۭا ʿadhāban siksa مُّهِينًۭا muhīnan menghinakan

merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan RasulNya وَلَمْ walam dan tidak يُفَرِّقُوا۟ yufarriqū mereka membeda-bedakan بَيْنَ bayna antara أَحَدٍۢ aḥadin seorangpun مِّنْهُمْ min'hum dari mereka (Rasul-Rasul) أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah سَوْفَ sawfa kelak يُؤْتِيهِمْ yu'tīhim Dia akan memberikan kepada mereka أُجُورَهُمْ ۗ ujūrahum pahala mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يَسْـَٔلُكَ yasaluka akan meminta kepadamu أَهْلُ ahlu ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab أَن an bahwa تُنَزِّلَ tunazzila kamu menurunkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka كِتَـٰبًۭا kitāban kitab مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit فَقَدْ faqad maka sesungguhnya سَأَلُوا۟ sa-alū mereka telah meminta مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَكْبَرَ akbara lebih besar مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian فَقَالُوٓا۟ faqālū maka mereka berkata أَرِنَا arinā perlihatkan kepada kami ٱللَّهَ l-laha Allah جَهْرَةًۭ jahratan nyata فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa/menyambar mereka ٱلصَّـٰعِقَةُ l-ṣāʿiqatu petir بِظُلْمِهِمْ ۚ biẓul'mihim dengan/karena kedzaliman mereka ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا apa جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu bukti-bukti yang nyata فَعَفَوْنَا faʿafawnā maka Kami memaafkan عَن ʿan dari ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian itu وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan مُوسَىٰ mūsā Musa سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan/keterangan مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi1, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

🔊 Sedang diputar

وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat فَوْقَهُمُ fawqahumu atas mereka ٱلطُّورَ l-ṭūra bukit Tursina بِمِيثَـٰقِهِمْ bimīthāqihim dengan perjanjian mereka وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami katakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْبَابَ l-bāba pintu/gerbang سُجَّدًۭا sujjadan bersujud وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami katakan لَهُمْ lahum kepada mereka لَا jangan تَعْدُوا۟ taʿdū kamu melanggar فِى dalam/tentang ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami telah mengambil مِنْهُم min'hum dari mereka مِّيثَـٰقًا mīthāqan perjanjian غَلِيظًۭا ghalīẓan kokoh

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Ṭūrsīnā` untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka, "Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud1", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu2", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.

🔊 Sedang diputar

فَبِمَا fabimā maka disebabkan نَقْضِهِم naqḍihim pelanggaran mereka مِّيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka وَكُفْرِهِم wakuf'rihim dan kekafiran mereka بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَتْلِهِمُ waqatlihimu dan pembunuhan mereka ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa Nabi-Nabi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حَقٍّۢ ḥaqqin kebenaran وَقَوْلِهِمْ waqawlihim dan perkataan mereka قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami غُلْفٌۢ ۚ ghul'fun tertutup بَلْ bal tetapi/bahkan طَبَعَ ṭabaʿa telah mengunci mati ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya/hati mereka بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan/karena kekafiran mereka فَلَا falā maka tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan)1, disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan, "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.

🔊 Sedang diputar

وَبِكُفْرِهِمْ wabikuf'rihim dan karena kekafiran mereka وَقَوْلِهِمْ waqawlihim dan perkataan mereka عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap مَرْيَمَ maryama Maryam بُهْتَـٰنًا buh'tānan kedustaan عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Dan karena kekafiran mereka (terhadap ʻIsa ) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

🔊 Sedang diputar

وَقَوْلِهِمْ waqawlihim dan perkataan mereka إِنَّا innā sesungguhnya kami قَتَلْنَا qatalnā (kami) telah membunuh ٱلْمَسِيحَ l-masīḥa Al Masih عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam رَسُولَ rasūla Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak قَتَلُوهُ qatalūhu mereka membunuhnya وَمَا wamā dan tidak صَلَبُوهُ ṣalabūhu mereka menyalibnya وَلَـٰكِن walākin akan tetapi شُبِّهَ shubbiha diserupakan لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū (mereka) berselisih فِيهِ fīhi padanya (Isa) لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya (yang dibunuh itu) مَا apa لَهُم lahum bagi mereka بِهِۦ bihi dengannya (tentang yang dibunuh itu) مِنْ min dari عِلْمٍ ʿil'min pengetahuan/keyakinan إِلَّا illā kecuali ٱتِّبَاعَ ittibāʿa mengikuti ٱلظَّنِّ ۚ l-ẓani persangkaan وَمَا wamā dan tidak قَتَلُوهُ qatalūhu mereka membunuhnya (Isa) يَقِينًۢا yaqīnan yakin

dan karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, ʻIsa putra Maryam, rasul Allah1", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ʻIsa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ʻIsa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ʻIsa.

🔊 Sedang diputar

بَل bal tetapi رَّفَعَهُ rafaʿahu telah mengangkatnya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ʻIsa kepada-Nya1. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan tidak مِّنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab إِلَّا illā kecuali لَيُؤْمِنَنَّ layu'minanna benar-benar ia akan beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya قَبْلَ qabla sebelum مَوْتِهِۦ ۖ mawtihi kematiannya وَيَوْمَ wayawma dan hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يَكُونُ yakūnu adalah ia (Isa) عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/terhadap mereka شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi

Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (ʻIsa) sebelum kematiannya1. Dan di hari kiamat nanti, ʻIsa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

🔊 Sedang diputar

فَبِظُلْمٍۢ fabiẓul'min maka disebabkan kezaliman مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوا۟ hādū Yahudi حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka طَيِّبَـٰتٍ ṭayyibātin yang baik-baik أُحِلَّتْ uḥillat dibolehkan/dihalalkan لَهُمْ lahum bagi mereka وَبِصَدِّهِمْ wabiṣaddihim dan karena mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

🔊 Sedang diputar

وَأَخْذِهِمُ wa-akhdhihimu dan pengambilan/makan mereka ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba وَقَدْ waqad dan sesungguhnya نُهُوا۟ nuhū mereka telah dilarang عَنْهُ ʿanhu daripadanya وَأَكْلِهِمْ wa-aklihim dan makan mereka أَمْوَٰلَ amwāla harta ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang lain بِٱلْبَـٰطِلِ ۚ bil-bāṭili dengan jalan bathil وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir مِنْهُمْ min'hum diantara mereka عَذَابًا ʿadhāban siksa أَلِيمًۭا alīman yang pedih

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

🔊 Sedang diputar

لَّـٰكِنِ lākini akan tetapi ٱلرَّٰسِخُونَ l-rāsikhūna orang-orang yang mendalam فِى di dalam ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِمَآ bimā dengan/kepada apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan مِن min dari قَبْلِكَ ۚ qablika sebelummu وَٱلْمُقِيمِينَ wal-muqīmīna dan orang-orang yang mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat وَٱلْمُؤْتُونَ wal-mu'tūna dan orang-orang yang menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang yang beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah سَنُؤْتِيهِمْ sanu'tīhim akan Kami berikan pada mereka أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًا ʿaẓīman besar

Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur`ān), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّآ innā sesungguhnya أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami telah menwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu كَمَآ kamā sebagaimana أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami telah mewahyukan إِلَىٰ ilā kepada نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan Nabi-Nabi مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۚ baʿdihi sesudahnya/kemudiannya وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰٓ ilā kepada إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'qub وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-anak cucunya وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَأَيُّوبَ wa-ayyūba dan Ayyub وَيُونُسَ wayūnusa dan Yunus وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun وَسُلَيْمَـٰنَ ۚ wasulaymāna dan Sulaiman وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan دَاوُۥدَ dāwūda Daud زَبُورًۭا zabūran Zabur

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nūḥ dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrāhīm, Ismā`īl, Ishāq, Ya`qūb dan anak cucunya, ʻIsa, Ayyūb, Yūnus, Hārūn, dan Sulaymān. Dan Kami berikan Zabur kepada Dāwūd.

🔊 Sedang diputar

وَرُسُلًۭا warusulan dan Rasul-Rasul قَدْ qad sungguh قَصَصْنَـٰهُمْ qaṣaṣnāhum Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَرُسُلًۭا warusulan dan Rasul-Rasul لَّمْ lam tidak نَقْصُصْهُمْ naqṣuṣ'hum Kami kisahkan mereka عَلَيْكَ ۚ ʿalayka kepadamu وَكَلَّمَ wakallama telah berbicara ٱللَّهُ l-lahu Allah مُوسَىٰ mūsā Musa تَكْلِيمًۭا taklīman pembicaraan/secara langsung

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung1.

🔊 Sedang diputar

رُّسُلًۭا rusulan Rasul-Rasul مُّبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa berita gembira وَمُنذِرِينَ wamundhirīna dan pemberi peringatan لِئَلَّا li-allā supaya tidak يَكُونَ yakūna ada لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah حُجَّةٌۢ ḥujjatun alasan بَعْدَ baʿda sesudah ٱلرُّسُلِ ۚ l-rusuli Rasul-Rasul وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

لَّـٰكِنِ lākini akan tetapi ٱللَّهُ l-lahu Allah يَشْهَدُ yashhadu Dia menyaksikan/mengakui بِمَآ bimā dengan apa (Al Quran) أَنزَلَ anzala Dia menurunkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu أَنزَلَهُۥ anzalahu Dia menurunkannya بِعِلْمِهِۦ ۖ biʿil'mihi dengan ilmuNya وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat-Malaikat يَشْهَدُونَ ۚ yashhadūna mereka menjadi saksi وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah شَهِيدًا shahīdan menjadi saksi

(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al-Qur`ān yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَصَدُّوا۟ waṣaddū dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah قَدْ qad sungguh ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat ضَلَـٰلًۢا ḍalālan kesesatan بَعِيدًا baʿīdan sejauh-jauhnya

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَظَلَمُوا۟ waẓalamū dan mereka berbuat dzalim لَمْ lam tidak يَكُنِ yakuni adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَغْفِرَ liyaghfira akan mengampuni لَهُمْ lahum bagi/kepada mereka وَلَا walā dan tidak لِيَهْدِيَهُمْ liyahdiyahum Dia akan menunjukkan mereka طَرِيقًا ṭarīqan jalan

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

🔊 Sedang diputar

إِلَّا illā kecuali طَرِيقَ ṭarīqa jalan جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرًۭا yasīran mudah

kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia قَدْ qad sungguh جَآءَكُمُ jāakumu telah datang ٱلرَّسُولُ l-rasūlu seorang Rasul بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran مِن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika تَكْفُرُوا۟ takfurū kamu kafir فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لِلَّهِ lillahi milik Allah مَا segala apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhan-mu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah1. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab لَا jangan تَغْلُوا۟ taghlū kamu melampaui batas فِى dalam دِينِكُمْ dīnikum agamamu وَلَا walā dan jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan عَلَى ʿalā terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلْحَقَّ ۚ l-ḥaqa benar إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ maryama Maryam رَسُولُ rasūlu Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَلِمَتُهُۥٓ wakalimatuhu dan kalimatNya أَلْقَىٰهَآ alqāhā Dia sampaikannya إِلَىٰ ilā kepada مَرْيَمَ maryama Maryam وَرُوحٌۭ warūḥun dan roh مِّنْهُ ۖ min'hu daripadaNya فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرُسُلِهِۦ ۖ warusulihi dan RasulNya وَلَا walā dan jangan تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan ثَلَـٰثَةٌ ۚ thalāthatun tiga ٱنتَهُوا۟ intahū hentikanlah خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa سُبْحَـٰنَهُۥٓ sub'ḥānahu Maha Suci Dia أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah لَهُۥ lahu bagiNya وَلَدٌۭ ۘ waladun seorang anak لَّهُۥ lahu bagiNya/milikNya مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَكِيلًۭا wakīlan pelindung

Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu1, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ʻIsa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya2 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya3. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

🔊 Sedang diputar

لَّن lan sekali-kali tidak يَسْتَنكِفَ yastankifa enggan ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ia/menjadi عَبْدًۭا ʿabdan hamba لِّلَّهِ lillahi bagi Allah وَلَا walā dan tidak ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat ٱلْمُقَرَّبُونَ ۚ l-muqarabūna yang terdekat وَمَن waman dan barang siapa يَسْتَنكِفْ yastankif enggan عَنْ ʿan dari عِبَادَتِهِۦ ʿibādatihi menyembahNya وَيَسْتَكْبِرْ wayastakbir dan ia menyombongkan diri فَسَيَحْشُرُهُمْ fasayaḥshuruhum maka Dia/Allah akan mengumpulkan mereka إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya

Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah)1. Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

🔊 Sedang diputar

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh فَيُوَفِّيهِمْ fayuwaffīhim maka Dia/Allah akan menyempurnakan أُجُورَهُمْ ujūrahum pahala mereka وَيَزِيدُهُم wayazīduhum dan Dia/Allah menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ ۖ faḍlihi karuniaNya وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَنكَفُوا۟ is'tankafū (mereka) enggan وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri فَيُعَذِّبُهُمْ fayuʿadhibuhum maka Dia/Allah akan menyiksa mereka عَذَابًا ʿadhāban siksaan أَلِيمًۭا alīman pedih وَلَا walā dan tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka mendapatkan لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong

Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia قَدْ qad sungguh جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu بُرْهَـٰنٌۭ bur'hānun bukti kebenaran مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَأَنزَلْنَآ wa-anzalnā dan Kami telah menurunkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu نُورًۭا nūran cahaya مُّبِينًۭا mubīnan terang

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan-mu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur`ān).

🔊 Sedang diputar

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱعْتَصَمُوا۟ wa-iʿ'taṣamū dan mereka berpegang teguh بِهِۦ bihi dengan/kepadaNYa فَسَيُدْخِلُهُمْ fasayud'khiluhum maka Dia/Allah akan memasukkan mereka فِى di dalam رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat مِّنْهُ min'hu daripadaNya وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia وَيَهْدِيهِمْ wayahdīhim dan Dia/Allah akan memberi petunjuk pada mereka إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan مُّسْتَقِيمًۭا mus'taqīman lurus

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

🔊 Sedang diputar

يَسْتَفْتُونَكَ yastaftūnaka mereka akan meminta fatwa kepadamu قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُفْتِيكُمْ yuf'tīkum memberi fatwa kepadamu فِى dalam/tentang ٱلْكَلَـٰلَةِ ۚ l-kalālati kalalah إِنِ ini jika ٱمْرُؤٌا۟ im'ru-on seseorang هَلَكَ halaka binasa/meninggal لَيْسَ laysa tidak ada لَهُۥ lahu baginya وَلَدٌۭ waladun seorang anak وَلَهُۥٓ walahu dan baginya أُخْتٌۭ ukh'tun saudara perempuan فَلَهَا falahā maka baginya نِصْفُ niṣ'fu seperdua مَا apa (harta) تَرَكَ ۚ taraka tinggalkan وَهُوَ wahuwa dan ia (saudara laki-laki) يَرِثُهَآ yarithuhā mewarisinya (harta saudara perempuan) إِن in jika لَّمْ lam tidak يَكُن yakun adalah لَّهَا lahā baginya/mempunyai وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki فَإِن fa-in maka jika كَانَتَا kānatā adalah keduanya ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua orang فَلَهُمَا falahumā maka bagi keduanya ٱلثُّلُثَانِ l-thuluthāni dua pertiga مِمَّا mimmā daripada apa/harta تَرَكَ ۚ taraka ia tinggalkan وَإِن wa-in dan jika كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka إِخْوَةًۭ ikh'watan beberapa saudara رِّجَالًۭا rijālan laki-laki وَنِسَآءًۭ wanisāan dan perempuan فَلِلذَّكَرِ falildhakari maka bagi laki-laki مِثْلُ mith'lu seperti (sebanyak) حَظِّ ḥaẓẓi bagian ٱلْأُنثَيَيْنِ ۗ l-unthayayni dua saudara perempuan يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an supaya tidak تَضِلُّوا۟ ۗ taḍillū kamu tersesat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli dengan/terhadap segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui

Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalālah)1. Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalālah (yaitu), jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan". Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ayat /176